Menu
/ /
Bulan suci Ramadhan baru saja tiba. Berpuasa pun baru masuk minggu pertama. Hari ke enam, gitu, lho! Etapi, beberapa keponakan sudah heboh ngomongin baju lebaran. Haha.
Aih, jadi teringat masa kanak-kanak dulu, deh. Saat aku dan ketiga adik-adik berpolah serupa. Berpuasa adalah ibadah, dan wajib hukumnya. Sebagaimana lebaran adalah hari kemenangan dengan aneka bonus, mulai dari baju baru hingga angpao lebaran.

Hal yang sama juga berlaku bagi Intan, di masa kanak-kanaknya. Walo hapal banget lirik lagu 'Baju baru, Alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya. Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama.' Tapi..., teteup aja, namanya anak-anak, apalagi udah berpuasa sedemikian rupa, ga enak donk, jika tak dihadiahi baju baru? Maka..., mau tak mau, kami pun melipir ke mal atau pasar terdekat, yang ramenya Masyaallah. Sukses bikin kepala emak puyeng. Aih, bisa ga sih, ga usah belanja di saat rame kayak orang sedang naik haji begini? Pikirku kala itu.

Bertahun, hal yang sama berulang. Walo aku paling ga suka berkecimpung di dalam keramaian yang sedemikian rupa, penuh sesak bahkan untuk berjalan pun susah, teteup aja, belanja baju baru untuk ananda tercinta itu harus! Artinya, ke mal atau ke pasar, ya, harus!

Pengen beli jauh-jauh hari sebelum lebaran, duitnya belum cair, Sobs. THR belum menampakkan diri, gimana mau belanja duluan, coba? Hehe.

Untungnya kini, kemajuan teknologi informasi sudah sedemikian pesatnya. Alhamdulillah. Terobosan demi terobosan yang terjadi, sungguh bikin hati berseri. Kini, di jagad maya, kita tak hanya boleh berselancar sesuka hati. Namun juga bisa window shopping hingga bener-bener shopping, tanpa harus beranjak dari peraduan!

Yes, pasti udah pada familiar donk dengan marketplace-marketplace yang terhampar luas di jagad maya? Seperti Zalora, misalnya. Siapa coba yang tak kenal akan toko pakaian dan fashion online yang satu ini? Yang menjadi destinasi fashion online Asia. Toko online yang didukung dengan jangkaun luas, sistem yang canggih dan tim customer sevice yang andal ini, memang telah menjadi marketplace yang begitu diminati. Keberadaannya, telah memberi banyak sekali kemudahan bagi para customernya, termasuk eikeh, Sobs! Jika dulu, di pertengahan puasa, begitu terima THR, aku harus langsung ngacir ke mal atau pasar untuk berburu pakaian baru bagi ananda tercinta, kini berbelanja baju lebaran cukup dari ujung jemari!

Alhamdulillah, thanks to technology, yang telah memungkinkan keadaan ini. Yang telah menyelamatkan aku dan para customer lainnya dari 'berhimpitan dan berdesakan' di pasar atau mal, yang harus menempuh perjalanan jauh, atau malah terjebak di dalam kemacetan dan menghabiskan banyak waktu. Alhamdulillah, kini, berbelanja baju lebaran memang cukup dengan duduk manis di depan lappie, berbekal koneksi internet dan ketak ketik dengan ujung jemari. Indahnya kehidupan moderen, indahnya kemajuan jaman. Alhamdulillah.

Kalo kamu? Masih suka berbelanja secara offline atau sudah beralih ke belanja online? Cerita donk, di kolom komentar!
Serunya belanja online,
Al, Bandung, 31 Mei 2017
Read More
/ /
Ramadhan adalah bulan yang senantiasa dinanti. Tak hanya oleh orang dewasa, namun juga oleh kanak-kanak yang dipenuhi oleh euforia menjalankan ibadah puasa dan menyambut hari kemenangan.

Tak hanya itu, momen penting di bulan suci ini, kerap pula dimanfaatkan untuk menjalin kembali silaturrahmi, yang mungkin selama ini tak sempat tersambung secara 'bertemu muka' dikarenakan jarak dan kesibukan masing-masing yang begitu padat dan berbagai alasan lainnya. Maka, momen penting yang satu ini pun sering dibidik menjadi ajang kopdar dan reunion bertajuk iftar bareng atau berbuka puasa bersama alias bukber.

Nah, jika pada postingan sebelumnya aku bercerita tentang menu bukber yang hangat dan nikmat berupa steamboat hot pot ala BWP La Grande Hotel Bandung, atau menu iftar penuh sensasi bertaraf international di The Trans Luxury Hotel, maka kali ini, aku mau cerita tentang sajian menu traditional yang aduhai nikmatnya, nih, persembahan Sheraton Bandung Hotel and Towers di Kampoeng Ramadhan 390-nya.

Iftar The Light Fiesta

Yup, jadi ceritanya aku dan Nchie Hanie, dapat undangan untuk menghadiri acara welcome Ramadhan 2017 yang diadakan Sheraton Bandung Hotel & Towers, pada hari Jumat, 19 Mei 2017. Konsep yang digusung adalah keakraban suasana pedesaan, di mana Feast Restaurant disulap dengan konsep rumah traditional, lengkap dengan saung-saungan dan pernak-pernik antik.

Ah iya, para undangan yang hadir diminta mengenakan dresscode pakaian adat which is kebanyakan wanita menggunakan kebaya dan menampilkan suasana Sundais yang membumi.


Yup, konsep yang digusung memang kerasa banget akan kentalnya suasana pedesaan. Aku yakin, konsep ini akan jitu banget dalam mengobati kerinduan kita akan kampung halaman dan suasana berbuka puasa di alam pedesaan. Jadi... sebelum mudik lebaran, dan saat kangen banget akan kampung halaman, having your iftar here, is my highly recommendation, deh!

Gimana enggak, coba, Sobs! Lihat aja tatanan dekorasi dan menu-menu yang tersedia di sini.



Layout ruangan yang terkesan ramah, membuat kita berkesempatan untuk merasakan pengalaman interaktif dengan team kuliner Feast Restaurant, yang menyajikan berbagai sajian spesial iftar - All You Can Eat Buffet - dengan beraneka menu unik Nusantara seperti nasi goreng tutug oncom, ayam bakakak, aneka macam pepes, dan berbagai menu traditional lainnya, yang bikin kangen kampung!

Kue-kue traditional pun tak kalah serunya. Berjejer rapi dan menggoda untuk berbuka puasa. Konsep berbuka lah dengan yang manis, sip banget untuk dipenuhi di sini, deh!
Tak hanya itu, tersedia juga area live cooking berupa barbeque station, noodle station dan carving station yang akan memanjakan lidah setelah seharian kita berpuasa. Ada juga kambing guling setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Gimana, Sobs? Asyik banget kan? Sambil nunggu waktunya mudik, kerinduan akan suasana kampung halaman bisa banget dipuaskan di sini dulu, deh! Dan untuk yang ingin menjamu kolega, kerabat atau sahabat dengan suasana yang lain dari biasanya, pasti akan happy banget deh, mereka jika dijamu di Kampung Ramadan 390 ini!

Apalagi paket berbuka puasa ini tersedia sepanjang bulan Ramadhan dengan harga IDR. 199.000++ per orang, setiap hari Senin sampai Kamis, dan untuk Jumat, Sabtu dan Minggu harga di IDR. 239.000++  per orang. Oya, ada Live Music Akustik nya juga nih, Sobs!

Ingin dapat diskon? Bisa! Dapatkan 20% untuk member SPG (Starwood Preferred Guest). Dan bagi yang ingin staycation, selama bulan suci ini, Sheraton Bandung Hotel & Towers menawarkan 'Ramadan Stay Package' mulai dari harga IDR. 1.299.000,-  nett per kamar per malam. Harga kamar sudah termasuk sahur atau makan pagi untuk dua orang, tajil dan potongan 30% apabila makan malam di Feast Restaurant atau in-room-dining.

Sip banget, ya, Sobs? Pengen? Hayuk atuh, reservasi di +622 2500 303 atau melalui websitenya di alamat www.sheratonbandung.com

cerita kuliner dengan suasana desa,
Al, Bandung, 28 Mei 2017

Read More
/ /
Serunya Tour the Kitchen at  The Harvest Bandung

Bagi para pecinta kue, pasti sudah tak asing dengan yang satu ini, deh! The Harvest, surganya aneka kue. Mulai dari cheesecakes, black forest, opera cake dan aneka kue lainnya tersedia di The Harvest Patissier& Chocolatier ini.

Selain itu, the Harvest Bandung juga menyediakan tempat nongkrong yang cozy banget bagi yang ingin hangout atau pun having an informal meeting sembari menikmati makanan dan minuman yang tersedia di sana. 

Nah, cerita tentang the Harvest, Sabtu lalu, 20 Mei 2017, aku dan Nchie Hanie, serta beberapa food blogger lainnya, diundang ke The Harvest untuk sebuah agenda yang di luar dugaan.
Aih, di luar dugaan gimana, Al?

Yup. Jadi the Harvest tuh, ngasih kejutan. Mengambil tema Strawberry Cheescake Odyssey, kami diajak melakukan touring the kitchennya, lho! Di ajak berkeliling kota sambil membuat kue khas-nya The Harvest! Dimulai dari outlet  The Harvest Dago, lanjut ke the Harvest Burangrang hingga akhirnya ditutup dengan lunch bareng di ruangan yang cozy banget, dengan dekorasi yang wow, di the Harvest Buah Batu. Sungguh, an unforgettable moment, deh!

Tour the Kitchen started from the Harvest Dago.

Yes, jadi touring the kitchen ini pun bermula dari the Harvest Dago. Kami tiba di tekape, disambut dengan hangat dan ramah oleh para crews the Harvest, sembari dibekali selembar apron untuk dikenakan, lalu diundang untuk bergabung dengan teman-teman lainnya yang telah tiba terlebih dahulu. Acara dimulai dengan perkenalan, lalu kami pun diajakin untuk masuk langsung ke dapurnya the Harvest, lho! Kan agendanya 'tour the kitchen'. Hehe.

Di dapurnya yang bersih, kami berkenalan dengan bu Lia Purnomo, F & B Director dari The Harvest. Beliau bercerita tentang perjalanan The Harvest, yang dimulai dari 13 tahun lalu (2004) hingga kini telah berkembang menjadi 33 outlet, meliputi Jakarta,Semarang, Medan, Bali, Surabaya dan Bandung.

Bu Lia juga tanpa sungkan membeberkan dan mempraktekkan resep strawberry cheesecake-nya the Harvest, yang kesohor dan laris manis itu, lho! 
Hm, pantesan, yummy banget, wong bahan-bahan yang dipakai, tuh, emang yang number one, sih! Berkualitas sehingga tak heran jika kue yang dihasilkan pun berkualitas premium, dengan cita rasa yang delicious!
the harvest bandung
Uniknya agenda 'tour the kitchen' ini adalah, jika proses mixing (mengadon) adonan cheesecake-nya dilakukan di outlet The Harvest Dago hingga ke proses bakingnya, maka proses meng-garnish (membakar dan menghiasnya) justru dilakukan di outlet The Harvest Burangrang. Jadinya seru pisan dan sukses bikin kita-kita pada excited banget, deh!

Menghias Cheesecakes di The Harvest Burangrang

Yup, as I mentioned above, kami pun tiba di out let The Harvest Burangrang, disambut dengan hangat dan ramah oleh para crews di sana, dan langsung diajakin oleh Mr. James, ke kitchennya, di mana di sana telah dinanti oleh Bu Lia dan Bu Sari. Kami begitu excited ketika Bu Lia memperlihatkan cara membakar dan merias si cheesecake-nya, dan yang lebih bikin excited lagi adalah ketika kami dibagikan mini cheesecake, untuk kami bakar dan hias sendiri. Wow! 

Jadilah kami membakar dan menghias cheesecake masing-masing dengan 'alat perang' yang sudah dibagikan. Gelak tawa bermunculan saat hasil riasan jauh dari harapan. Etapi, ga juga, lho! 
the harvest bandung
Ternyata, setelah diberikan hiasan penutup, si cheesecake jadi cantik juga! Lihat, deh!
Dan..., Tadaaa! Ini dia..., cheesecakes buatan/hiasan Bu Lia (sebelah kiri) dan hasil hiasan para bloggers (sebelah kanan, yang mini). Sama2 cantik kan?
the harvest bandung

Seru banget, ya? Ternyata prosesnya ga sesulit yang dibayangkan, lho! Etapi, walo terlihat simple oleh kecekatan tangan bu  Lia, emang sih, waktu disuruh nyobain menghias sendiri, kagok juga, dan jadi meliber kemana-mana, tuh, si meringue-nya. Meringue adalah sebutan untuk adonan penghias cheesecake.

Unforgettable Lunch at The Harvest Bandung.

Yup, sampai juga kami pada acara akhir. Setelah ber-euforia dalam keasyikan menghias cheesecakes, kami pun melanjutkan tour the kitchen. Persinggahan terakhir adalah di outlet The Harvest Buah Batu. Dan..., amazing! Kami disambut dengan ramah dan hangat oleh para crews, plus Pak James dan Bu Lia, Bu Sari serta crews the Harvest lainnya. 
Yang amazing-nya adalah...., dekorasi lunch set-nya itu, lho! Awesome! Superduper menarik! Dan langsung teringat cerita Pak James tadi pagi, bahwa beliau sampai ga tidur malamnya, karena mencari kembang di Wastukencana untuk mendekor ruangan makan siang hari ini. Demi menyambut para tamu (which is us, the bloggers). Aih, tersanjung pisan, euy! James, you are amazing! So expert! It's so romantic!
#TheHarvestCheesecakeOdyssey . . Yuk, lanjut dengan Tour the Kitchen of the Harvest Bandung. Jadi, setelah menyaksikan demo mixing adonan Cheese Cake, ngebaking-nya di the Harvest Dago, lanjut ke ‘garnish-in’ si cheese cake hingga cantik, seperti pada foto sebelumnya, di the Harvest Burangrang kitchen, maka kami pun diajakin untuk pindah ke the Harvest berikutnya, yaitu the Harvest Buah Batu. . . Di sini, kami disambut sedemikian rupa. Tersanjung banget deh dengan cara Pak James @porcelain.daddy and the crews dalam menerima dan menjamu kami, the ‘VIP Bloggers’, seperti yang tertera pada tulisan di meja yang tertata apik mempesona. . . Sungguh, meja makan yang diset membentuk huruf U itu, dihiasi dengan white rose dan taburan kelopak mawar pink and purple, yang sungguh mencerminkan tingginya sense of art yang dimiliki oleh penata-nya, which is Mr. James.
A post shared by Alaika Abdullah (@alaikaabdullah) on

the harvest bandung
Kalo menjamu kolega atau kerabat dengan dekorasi meja makan seindah ini, wow... betapa bahagia dan berseri setiap hati yang menikmatinya, ya? I love this deco a lots!
Penyambutan yang luar biasa, tatanan meja makan yang begitu artistik, rasanya tak cukup kata untuk mewakili rasa hati. We are so excited. Disambut pula oleh welcome drink yang begitu aduhai, tepat sekali untuk sejukkan tenggorokan di siang yang begitu panas.


Ngademin banget kan? Tegukan pertamanya..., langsung bikin tenggorokan fresh, adem! Hehe.

Dan apa lagi? Dan..., menu makan siangnya, sudah pasti menggoda iman selera, donk!

The lunch named as Cullinary Signatures - VIP Blogger
Baking Class & Artisan Lunch

Dibuka dengan

Appetizer berupa;

Smoked Beef & Creamy Mushroom Vol au Vent 

Berupa Ligh and Flaky PUff Pastry Filled with Savoury Mixture of Smoked Beef and Creamy Mushroom


Main Course;


Seared Salmon with Butter Thyme Sauce

Fresh Salmon Lightly Seared to Lock in all the Flavours, Served with Mashed Potato, Butter Green Beans, Ratatouille and Sauteed Mushroom

Dessert 


Straberry Cheesecakes

a Classic Dessert that Simply Never Goes Out of Style

Yup, sungguh sebuah jamuan makan siang yang indah dan sulit dilupakan, deh!
Jadi pengen untuk ke depannya, kalo ada special event, baik acara keluarga maupun kantor such as a kind of celebration, bisa banget, nih, untuk booking tempat di The Harvest Bandung ini.

Tempatnya tak hanya cozy, tapi juga bisa untuk event-event special kayak gini, nih!

Yes, The Harvest emang surga bagi para penikmat/pecinta aneka kue. Toko sekaligus restonya yang bergaya Eropa, dengan kue-kue yang berkualitas premium, berdesign cantik dan mewah, sungguh menjadi pilihan bagi siapa saja yang mengutamakan mutu, rasa dan prestise. Harganya juga ga mahal-mahal banget, lho! Bahkan ada yang dalam ukuran slices, sehingga memberi opsi bagi yang hanya ingin mencicip, atau butuh dalam ukuran kecil.

Cheesecakes
Oya, sejenak sebelum makan siang dimulai, Bu Lia juga sempat memperkenalkan salah satu varian dari cheesecake andalan The Harvest. Blueberry Bloom, yang menggunakan buah blueberry segar dengan rasa asamnya yang khas, cheesecakes berwarna violet khas ini pun sungguh charming menarik perhatian.

Nah, Mantemans, ntar kalo ada acara special, bisa banget, tuh, booking tempat di the restonya the Harvest, lho! Restoran bergaya eropa ini, siap banget untuk menjadi ajang kumpul, informal meeting atau a kinda of celebration. Atau jika ga ingin hangout di sini, tapi Mantemans justru butuh oleh-oleh khas untuk kerabat atau kolega, boleh banget mampir ke the Harvest, lho! Koleksi mewah paket kue kering serta hampers The Harvest cocok banget untuk dijadikan parcel lebaran, atau sekedar buah tangan bagi para kolega, kerabat mau pun tamu penting kamu, lho!

catatan kecil tentang perjalanan kulinari seru
touring the kitchen of the Harvest Bandung
Al, 24 Mei 2017

Read More
/ /
5 Objek Wisata Romantis di Jogja - Untuk Para Pasangan Muda yang pengen menikmati quality time. Yes! Pagi ini, mumpung lagi nyantai di pagi Minggu yang hening sambil dengerin lagu 'Yogyakarta' yang dinyanyikan Mas Katon Bagaskara, tak pelak ingatan langsung melayang ke kota yang selalu mampu bikin kangen ini. Jogja. Betapa kota yang satu ini memang mampu menciptakan kerinduan bagi siapa pun yang mengunjunginya, untuk berencana 'balik' lagi. Habis, suasana di setiap sudut kotanya, itu, lho! Romantis! Ngerasa ga, sih, Sobs? Jadi ingat dulu, waktu bulan madu kedua, saat ditanya mau ke Bukit Bintang, KL atau ke mana? Jawabanku tanpa pikir panjang, langsung 'Jogja ajah'. Dan jadilah kita ber-honeymoon di sana.

Dan ngomong-ngomong tentang asyiknya suasana kota Jogja ini, yakin deh, bagi kalian para pasangan muda yang ingin manfaatkan waktu berkualitas or having a romantic quality time di Jogja, 5 tempat ini bisa menjadi pilihan kece untuk mewujudkan keinginan itu. Etapi, rekomendasi ini bukan hanya untuk para pasangan muda, sih, untuk siapa pun yang ingin menikmati waktu berkualitasnya, monggo bange, deh, mengunjungi ke lima tempat ini.
Apa aja sih, Al? Yuk, kita simak, yuk!

1. Malioboro

Siapa yang ga kenal Malioboro, kawasan wisata yang saban hari sangat ramai oleh pengunjung. Malioboro menawarkan suasana romantis yang ga bisa didapatkan di tempat lain. Aktivitas yang bisa kita lakukan adalah duduk santai di bangku-bangku kayu artistik yang banyak berjejer di sekitar area ini.

Kita juga bisa menikmati merdunya suara perkusi yang dimainkan oleh para seniman muda berbakat di beberapa titik sepanjang jalan Malioboro. Dengan menikmati malam yang indah, lalu lalang kendaraan, dan nyanyian para pengamen jalanan, Malioboro akan menyisakan kenangan indah yang sulit dihapuskan!

2. Alun-alun Selatan

Lokasi ini menjadi salah satu pusat keramaian di Jogja. Ada banyak kegiatan menarik yang bisa dilakukan bersama pasangan di tempat ini. Misalnya, mencoba tantangan “masangin”, aktivitas tradisional melewati dua pohon besar di tengah Alun-alun Selatan. Kita juga bisa mengayuh sepeda tandem atau becak berlampu warna-warni mengelilingi Alun-alun Selatan. Jika ingin menikmati malam dengan tenang, ya cukup duduk saja beralaskan tikar sambil menikmati secangkir wedang ronde hangat. What an amazing night, kan?

3. Bukit Parang Endog

Suka banget dengan keindahan dan miracle-nya sunset? Menatap peralihan sang jingga tenggelam di ufuk Barat, adalah suatu hal yang paling menyenangkan. Yup. Bagi yang senang banget menikmati suasana matahari terbenam, bisa banget berkunjung ke Bukit Parang Endog, yang merupakan salah satu lokasi paling strategis di Jogja untuk menikmati suasana matahari terbenam. Bukit ini berlokasi di sebelah timur Pantai Parangtritis. Saat ini, destinasi wisata Parang Endog mulai populer di kalangan para penggemar wisata anti-mainstream. Selain itu, Bukit Parang Endog juga menjadi lokasi landasan paralayang. Cobain, deh, maka Sobats akan sulit melupakannya!

4. Istana Ratu Boko

Selain Bukit Parang Endog, lokasi lain di Jogja yang juga sangat sempurna untuk melihat panorama matahari terbenam adalah Istana Ratu Boko. Ini adalah sebuah candi yang terletak tidak jauh dari Candi Prambanan. Terletak di atas bukit, Istana Ratu Boko memungkinkan wisatawan untuk melihat dengan jelas detik-detik terbenamnya matahari.

Siluet candi yang membayang di sore hari membuat bukit ini menjadi semakin eksotis. Untuk berkunjung ke tempat ini, kita bisa mengambil paket khusus setelah berkunjung ke Candi Prambanan. Selain itu, kita juga bisa datang langsung ke lokasi sendiri.

5. Bukit Bintang

Masih tentang bukit, salah satu objek wisata yang juga tidak boleh dilewatkan oleh pasangan muda yang ingin melewatkan waktu di Jogja adalah Bukit Bintang. Lokasinya terletak di perbatasan wilayah Yogyakarta dan Gunungkidul, tepatnya di jalan antar kabupaten, Jl. Wonosari.

Bukit Bintang adalah sebuah kawasan di mana banyak warung berjejer di tepi bukit. Dari ketinggian, kita akan bisa melihat lansekap Kota Jogja yang mengagumkan. Jika datang ke tempat ini pada sore hari, perubahan langit yang bertahap akan menjadi sesuatu yang menarik untuk dinikmati dan bersiaplah bahwa Sobats tak akan bisa melupakan keindahannya.

Ketika malam tiba, kendaraan serta lampu-lampu rumah penduduk tampak seperti kerlap-kerlip kecil yang sangat indah untuk dinikmati. Di Bukit Bintang, kita juga bisa menikmati secangkir teh atau kopi hangat dilengkapi dengan jagung bakar yang manis.

Nah, itulah 5 rekomendasi tempat paling asyik dan romantis yang bisa Sobats nikmati jika ingin ber-quality time di Yogya. Dijamin, Sobats pasti akan ingin 'kembali' lagi sesudahnya. Eits... Jangan lupa, untuk memastikan waktu Sobats benar-benar akan berkualitas dan bahagia, jangan lupa, penginapan adalah yang paling utama untuk dipikirkan terlebih dahulu. Ga mungkin donk camping dadakan di tempat-tempat tersebut? Hehe.
Nah, bicara tentang penginapan, bisa banget cari dan booking hotel murah di Jogja via aplikasi Airy Rooms, lho! Belum punya aplikasinya? Langsung deh download via Android atau iOS-mu lalu cari dan pesan hotel murah di Jogja di Airy Rooms.

Well, Sobs, semoga informasi ini bermanfaat, ya! Selamat bersenang-senang di Jogja!

5 tempat asyik di Jogja,
Al, Bandung, 7 May 2017

Read More
/ /
Korea - The Trip Started! Hai, Mantemans. Udah lama juga nih aku ga updating si My Virtual Corner tercintah. Dan, mumpung lagi nongkrong cantik di sebuah coffee shop kece, sambil nyantai menanti sang kekasih hati seorang teman yang hendak nyamperin, aku mau update cerita tentang perjalanan ke Korea kemarin, ya! Itu, lho, yang ngetrip bareng BP dengan hashtag BP-Ngetrip, ituh.

Yes, BP-Ngetrip ini adalah kesepakatan bersama yang sudah sekian lama dinanti. Komit menabung bulan demi bulan, agar kebersamaan ini menjadi kenyataan. Hingga akhirnyaaaa..., waktunya pun tiba. Setelah beres urusan visa Korea yang agak-agak drama, maka The trip started, the adventure is awaiting ahead! Yeaaay!!


Baca: Ga ribet kok ngurus visa Korea

Alhamdulillah, thanks God, akhirnya waktunya pun tiba. Happynya hati, tentu tak terkira. Bisa ngetrip bareng sesuai impian, dan sekaligus raker di negeri ginseng ituh! Aseeek! *Gayaaaa, hehe.
Yes, tepatnya Jumat sore itu, 3 Maret 2017 kemarin, kami (Aku, Shintaries, Almazia, Nunik Utami, Rani, Putri, plus 1 pengawal yang merangkap sebagai Fotografer handal (Mas Bayu, suaminya Alma) berkumpul di terminal 2D Bandara Soetta untuk persiapan check in dan berangkat ke negara para Oppa cakep impian para pecinta drama Korea. Emang dirimu enggak, Al? Hehe, belum. Sejauh ini, aku belum pernah nonton dra-kor dengan satu alasan. Takut NYANDU! Yup. Takut NYANDU. So, fix, ya! Haha.

Ok, back to the trip story. 

Jakarta - Kuala Lumpur by KLM

trip to Korea
Paket hemat kami bermula dari Jakarta menuju Kuala Lumpur, menggunakan KLM airlines. Thanks to Shintaries yang udah berhasil berburu tiket hemat dari pesawat nyaman dan kece ini, walo hanya untuk menerbangkan kita-kita ke Kuala Lumpur. Ini pesawat nyaman dan gede banget! Ditambah dengan para flight attendances (awak kabin) nya yang ramah dan supel plus layanannya yang keren. Walo paket hemat, ternyata kita dapat drinks and meals juga, lho! Jadi inget dengan risolles-nya yang enak dan bikin nagih, sayangnya cuma dikasih sebiji. Haha. Selain itu, di setiap kursi juga disediakan display yang bisa kita gunakan untuk menonton atau sekedar mendengarkan musik, atau hanya lihat peta perjalanan. Aku sendiri malah asyik menonton film dr. Strange besutan Marvel yang keren itu hingga sampai KL. Sementara teman-teman BP lainnya sibuk dengan film pilihan mereka masing-masing. Hm, lain kali, kalo mau ngetrip, mau berburu tiket KLM ini, ah!

Kurang lebih 2 jam perjalanan, mendaratlah kami di bandara KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Duh, kangen rasanya menginjakkan kaki di sini, lagi! Setelah hampir 3 atau 4 tahun ga wara wiri ke negeri jiran ini. Jadi inget, dulu waktu aku masih di Aceh, dan si Kang Mas masih tugas di KL, hampir dua minggu sekali aku pasti dolan ke negeri jiran ini.

Bandara international ini tak jauh berubah, hanya saja terlihat lebih ramai dan seperti biasanya, dipenuhi oleh wajah-wajah multi ras dan bangsa. Keren. Ini yang selalu aku suka dari negeri jiran ini. Islami, tapi terbuka dan dipenuhi oleh manusia-manusia dari berbagai bangsa.

Bermalam di Bandara KLIA 2. 

Nah, setelah turun di KLIA 1, kami harus berpindah ke KLIA 2 untuk check imigrasi, dan transit menanti penerbangan selanjutnya. Dan untuk mencapai KLIA 2 ini, kita kudu naik kereta. KUDU, karena ga akan sanggup jalan kaki, plus memang ga ada jalurnya. Tapi harga tiketnya juga murah kok. Sekitaran 6.600 rupiah aja (2 RM), dan lama perjalanannya juga singkat banget, sih, sebenarnya.

Sesampai di KLIA 2 ini, kami menjalani check imigrasi, di mana jika beruntung kita akan berhadapan dengan petugas imigrasi Malaysia yang ramah dan baik hati, namun jika kurang beruntung, maka kita akan berhadapan dengan yang rada-rada jutek, apalagi jika mereka lihat passport hijau. Haha. Etapi, ga boleh baper, yang penting kan nambah cap/stempel negara itu di halaman passport kita. Hehe. Anggap saja mereka sedang lelah, capek bok meriksa para orang-orang dan passportnya.

Well, beres urusan cek ricek passport by Immigration officer, lalu kami pun melipir untuk cari tempat istirahat. Biasanya sih, aku akan ke mushalla, karena sebenarnya mushalla adalah tempat yang paling nyaman untuk shalat dan istirahat. Etapi, malam itu, mushalla full, maka kami pun memutuskan untuk duduk di ruang tunggu bandara, yang tersebar di beberapa tempat. Kursi-kursi yang berjejer layaknya kursi tunggu di rumah sakit, telah banyak pula diisi oleh para turis dengan nasib serupa --> traveling hemat dan murce. 

Yes, namanya juga ngetrip hemat. Adalah hal yang lumrah dan merupakan pilihan bijak jika kami memilih untuk transit dan menginap di bandara ini, menanti penerbangan selanjutnya 8 jam ke depan. Yes, jadi kami harus jeda 8 jam untuk bisa lanjut perjalanan ke negeri tujuan. Penerbangan ke Seoul akan menggunakan pesawat murah meriah yang pastinya lekat di hati para traveler. Hehe, apalagi jika bukan si merah AirAsia. Dan sembari menanti penerbangan selanjutnya which is 8 jam ke depan, maka beristirahat alias bobok cantik tapi siaga, setelah terlebih dahulu video call dengan orang-orang terkasih di tanah air, adalah pilihan bijak. *wifi bertebaran lho di KLIA ini. Jadi, ga perlu beli kartu Malaysia, ya! Apalagi cuma transit doank kan?

Tidur lelap di kursi ruang tunggu bandara KLIA 2

Bukan aku namanya jika ga bisa tidur di mana saja. Alhamdulillah. Bola mata yang tersisa '5 watt' akhirnya kalah telak. Aku terlelap setelah perut terisi  oleh fried chicken a ndfrench fries, plus air mineral yang cukup.

Oya, sempat terjadi drama juga saat mencari fountain water (air isi ulang) yang biasanya bisa kita akses di bandara2 internasional. Aku dan Nunik, saking ingin berhematnya, ga ingin membelanjakan ringgit kami lagi, jadilah kami mencari si fountain water, dan karena ga nemu, akhirnya kami beranikan diri bertanya ke petugas bandara. Si bapak berwajah India ini pun mengatakan bahwa air yang kami maksud bisa kami dapatkan di baby room. Melangkah lah kami ke sana, dan karena sudah larut, baby room itu kosong dan kami pun mengendap masuk, haha.

Alhamdulillah, sebuah dispenser tersedia di sana. Jauh dari bayangan, kami sih tadinya berfikir fountain water berupa device kayak wastafel lengkap dengan kran pancuran airnya gitu, ternyata DISPENSER! Anyway, kami tak menyia-nyiakan waktu, langsung deh botol tupperware kami isi full dan kembali ke ruang tunggu di mana teman-teman lainnya sudah mulai bobok cantik. Lalu, kami pun bobok cantik lah hingga pagi, dibangunkan oleh Putri yang memang ga bisa tidur --> Syndrome sulit tidur di tempat yang ga biasa. Hehe.

Flight to Korea

Here we go! Saatnya terbang ke negeri para Oppa! Yes, see you on the next post, ya! 


catatan kecil BP Ngetrip to Korea,
Al, Bandung, 4 May 2017
Read More