My Virtual Corner
  • Home
  • Meet Me
  • Contact
  • Disclosure
  • SOUL
    • Mindset & Motivation
    • Self Love
    • Parenting
    • Puisi
  • BODY
    • Travel Tales
    • Wellness & Beauty
    • Lifestyle & Cullinary
  • BRAIN
    • Digital Literacy
    • Professional Tips
Halo, teman-teman tersayang. Welcome back ke My Virtual Corner! 
Gimana nih kabarnya? 

Semoga jemari yang tengah menggulir layar dan hati yang sedang membaca tulisan ini, senantiasa berada dalam pelukan kedamaian, berkelimpahan berkah sehat, sukses, dan bahagia. Aamiin.


Kali ini, aku ingin ngajak teman-teman untuk duduk sejenak. Terutama yang merasa dirinya sedang lelah banget. Tapi lelah ini adalah lelah yang aneh. 
Bukan lelah fisik setelah seharian membersihkan rumah atau menyelesaikan tenggat pekerjaan di kantor. Melainkan sebuah keletihan yang teramat sangat, jauh di dalam lubuk hati. 

Sebuah rasa capek karena terus-menerus berlari dalam perlombaan yang seolah tidak pernah ada garis finisnya. 
Setiap kali kita berhasil mendaki satu puncak pencapaian, dunia seolah langsung menuntut kita untuk mendaki puncak yang lebih tinggi lagi. 

"Wah, rumahnya sudah punya, kapan ganti mobil baru?" 
atau 
"Hebat ya kariernya, tapi kok belum naik jabatan lagi?"

Banyak dari kita saat ini hidup di era yang begitu terobsesi dengan validasi digital, dimana kehadiran diri (eksistensi diri) seakan baru diakui kalau sudah dipamerkan di media sosial; lewat deretan pencapaian, foto liburan yang estetik, atau citra diri yang tampak tanpa cela. 

Banyak dari kita berlari terengah-engah, memikul beban berat di pundak, hanya demi membuktikan kepada orang lain bahwa kita layak, kita kuat, dan kita sukses. Tapi, benarkah itu yang dicari oleh sang jiwa? 

Pagi tadi, sambil nyetir ke kantor, aku mendengarkan sebuah podcast yang sangat meditatif antara Mas Hendra dari Ngaji Roso dengan Pak Wayan Mustika. Percakapan mereka sungguh menampar sekaligus memeluk jiwaku yang juga terkadang suka merasa lelah ini. 

Mereka mengingatkan sebuah hal mendasar: jangan-jangan, semua pengejaran dan ambisi kita selama ini hanyalah cara kita untuk lari dari diri sendiri. 

Melalui catatan kecil di pilar Soul kali ini, Aku ingin mengajak teman-teman untuk sejenak meletakkan beban berat itu. Yuk, kita duduk bersama, menarik napas dalam-dalam, dan memulai perjalanan "pulang" ke dalam relung jiwa kita yang paling sunyi dan tenang. 


1. Mengukur "Lambung" Sendiri. 

Yes, mengukur "lambung" kita sendiri. 
Karena Bahagia Itu Sangat Personal, teman.
Apa sih yang sebenarnya sering kali membuat kita gak bahagia? 
Jawabannya sederhana ternyata! 
Karena kita gagal memahami bahwa setiap manusia memiliki "kapasitas lambung" yang berbeda-beda.
Wuih!

Kalau kita melihat teori Hierarki Maslow, ambang batas kepuasan seseorang—mulai dari kebutuhan fisik terkecil hingga aktualisasi diri yang paling tinggi—itu sifatnya sangat personal dan unik. Tidak bisa disamakan, apalagi ditiru. 

Coba kita perhatikan sekeliling kita dengan jujur:

1. Tentang Rasa Aman: 
Ada orang yang hatinya sudah merasa tenang dan cukup hanya dengan memiliki tabungan sepuluh juta rupiah di rekeningnya. Namun, ada juga orang yang terus didera rasa cemas dan terancam jika simpanannya belum menyentuh angka miliaran.

2. Tentang Cinta: 
Ada jiwa yang sudah merasa utuh, hangat, dan penuh hanya dengan kehadiran satu pasangan yang setia di sisinya. Di sisi lain, ada yang butuh pengakuan, pujian, dan pemujaan dari ratusan orang di media sosial hanya untuk merasa dicintai.

3. Tentang Arti Diri: 
Seseorang mungkin sudah merasa tuntas tugasnya sebagai manusia di bumi hanya dengan menjadi ibu atau ayah yang baik bagi anak-anaknya. Sementara yang lain merasa harus menduduki jabatan tinggi atau memimpin organisasi besar baru bisa merasa dirinya berarti.

Penderitaan kita sering kali bermula saat kita memaksa memakai standar ideal orang lain untuk mengukur kebahagiaan kita sendiri. Kita melihat kenyamanan tetangga, lalu menyiksa diri sendiri dengan ambisi yang sebenarnya bukan milik kita. Padahal, harmoni kehidupan baru akan tercipta saat kita berani menyelaraskan harapan dengan kapasitas diri kita sendiri, bukan dengan meniru ukuran baju orang lain.

2. Mesin Penggerak Bernama "Luka Masa Kecil"

Saat merenungkan hal ini, aku tuh sempat tertegun. Mengapa ya, kita begitu menggebu-gebu ingin menunjukkan "siapa aku" kepada dunia?

Pak Wayan menjelaskan hal yang sangat membuka mata. Keinginan ekstrem untuk membuktikan diri biasanya bukan lahir dari kesadaran yang sehat, melainkan dari sisa-sisa luka masa lalu yang belum sembuh. Bullying, penolakan, atau perasaan "tidak dianggap" saat kita kecil dulu, sering kali menciptakan mekanisme pertahanan diri berupa ambisi yang toksik di masa dewasa.

Ada kisah menarik yang dicontohkan oleh Pak Wayan. Bayangkan seseorang yang di masa mudanya pernah ditolak oleh calon mertua karena dianggap tidak punya masa depan. Trauma itu menetap. Akhirnya, didorong oleh rasa sakit, ia bekerja mati-matian mengejar materi dan jabatan. Tujuannya apa? Agar di masa depan tidak ada lagi orang yang meremehkannya. Ia berlari demi membalas dendam pada trauma masa lalunya.

Temans, ada perbedaan yang sangat tajam antara membuktikan diri kepada orang lain dengan membuktikan makna hidup kepada diri sendiri dan Sang Pencipta. Mereka yang hidupnya sudah selaras dengan kesadaran, tidak lagi pusing untuk membungkam mulut orang lain. Mereka tidak butuh pengakuan dari luar karena mereka tahu siapa diri mereka di hadapan-Nya.

3. Belajar dari Filosofi Sekuntum Bunga

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa lepas dari jerat lelahnya mencari validasi ini? 
Kuncinya adalah mengubah mentalitas kita. Dari seorang "pemburu" yang melelahkan, menjadi seorang "pemilik taman" yang penuh kasih. Inilah esensi sejati dari self-love.

Saya sangat menyukai metafora yang digunakan oleh Pak Wayan tentang bunga dan kumbang. Beliau mengatakan:

"Bunga enggak memanggil kumbang, dia hanya mekar... menciptakan aroma yang harum pada dirinya dengan warna-warni yang indah, kumbang dan kupu-kupu akan datang sendiri."

Indah sekali, bukan? Saat kita fokus pada perbaikan diri secara internal—memperbaiki etika, mempercantik batin, menimbun ilmu, dan menata hati—maka "daya tarik" alami itu akan memancar dengan sendirinya tanpa perlu kita paksakan. Kecantikan dan kebaikan sejati tidak pernah berteriak meminta perhatian; ia memancar dengan tenang, dan dunia akan datang dengan sendirinya.

4. Mengakses Atman Intelligence: Mengetik Pertanyaan dalam Keheningan

Di era digital ini, kita begitu mudah tersesat dalam keriuhan informasi. Pak Wayan memberikan analogi yang menggelitik tentang perbedaan YouTube dan Google dalam menggambarkan cara kerja jiwa kita.

Aplikasi YouTube bekerja dengan algoritma ego (mirip dengan hukum tarik-menarik atau Law of Attraction yang sempit). YouTube hanya akan menyuguhkan apa yang kita sukai, apa yang ingin kita lihat, dan apa yang memanjakan ego kita.

Sebaliknya, hati nurani kita yang murni bekerja seperti kotak pencarian Google yang kosong—sebuah ruang yang bersih dari kepentingan ego, yang beliau sebut sebagai "G-O-D" (Google On Duty) atau Atman Intelligence (kecerdasan jiwa yang murni).

Jawaban atas kerumitan hidup kita sebenarnya tidak akan pernah kita temukan dalam kebisingan pendapat orang lain atau di kolom komentar media sosial. Jawaban itu hanya ada ketika kita berani memasuki ruang sunyi, mengambil jeda, dan mengetikkan pertanyaan jujur ke dalam keheningan hati nurani yang kosong dari ambisi duniawi.

Untuk bisa terhubung kembali dengan "rumah besar" tempat jiwa kita bernaung (yaitu tubuh kita sendiri), meditasi bisa menjadi jembatannya. Kita bisa melakukan meditasi ke dalam dengan mengamati napas, atau meditasi ke luar dengan menyatu bersama alam—bahkan lewat aktivitas sehari-hari seperti menyapu lantai atau berjalan kaki dengan kesadaran penuh (mindfulness). Namun ingat, spiritualitas juga harus logis; kita harus tetap merawat dan menghormati hak-hak tubuh fisik kita sebagai kendaraan jiwa yang suci ini.

5. Cenik, Nikmati, Mati: Sebuah Tamparan Realitas

Temans, jujur yuk! 
Dunia tempat kita tinggal ini sebenarnya memiliki ingatan yang teramat pendek. Coba perhatikan fenomena di media sosial saat ini. Betapa sering kita melihat orang-orang berfoto selfie dengan senyum terkembang di area pemakaman, lalu mengunggahnya dengan teks duka cita yang kadang terasa berjarak. Itu adalah sebuah pengingat yang pahit: tidak lama setelah kita pergi nanti, dunia akan tetap berputar, melanjutkan hidupnya, dan perlahan melupakan kita.

Jadi, untuk apa kita menghabiskan sisa umur dan energi yang berharga ini hanya untuk membuat orang lain terkesan?

Kita tidak perlu menunggu punya harta berlimpah atau gelar berderet untuk merasa diri kita hebat. Secara biologis, kita adalah pemenang sejak awal mula! Kita adalah pemenang tunggal yang berhasil menyisihkan ratusan juta sel sperma lainnya. Kita adalah arsitek ajaib yang mampu menyatukan sel hingga menjadi puluhan triliun sel yang bekerja tanpa henti di dalam tubuh saat ini—tanpa pernah perlu kita perintah. Tubuhmu adalah kendaraan paling canggih di semesta yang dipilih menjadi rumah bagi Sang Hidup.

Masyarakat Bali memiliki siklus filosofi yang sangat sederhana namun maknanya menghujam jantung: Cenik - Nikmati - Mati.

Cenik bermakna kecil. Kita semua dilahirkan sebagai makhluk kecil yang tak berdaya. Dan di ujung perjalanan nanti, kita semua pasti akan menghadapi Mati. Di antara dua titik ketiadaan dan kelemahan itulah, tugas tunggal kita sebagai manusia sesungguhnya hanyalah satu: Nikmati. Menikmati hidup dengan kesadaran penuh di setiap langkahnya.

Hidup ini bukan tentang siapa yang paling cepat sampai ke puncak, melainkan siapa yang paling sadar dan bersyukur di setiap jengkal langkah yang dilewati. Seperti halnya seorang peselancar profesional atau pendaki gunung yang tangguh, sehebat apa pun mereka menaklukkan gelombang dan puncak, kelelahan itu pasti akan datang.

Dan tahu gak? Ndak apa, loh, untuk merasa lelah. Ndak apa untuk sesekali menepi dan berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia. Pulanglah ke rumah jiwamu, pulihkan dirimu dalam keheningan.

6. Pesan Sunyi dari Sang Hidup

Perjalanan pulang ini sama sekali tidak membutuhkan tiket pesawat atau perjalanan fisik ke tempat yang jauh. Ini adalah perjalanan batin untuk menjumpai kembali Roh di dalam diri kita, yang mungkin sudah lama terabaikan karena kita terlalu sibuk mengejar ambisi luar.

Jika "Sang Hidup" di dalam diri kita bisa berbicara menembus riuhnya suara pikiran dan ego kita, mungkin Ia akan membisikkan pesan hangat ini di telingamu:

"Teman, mau ke mana lagi sih kamu mencari kebahagiaan? Aku sudah menunggumu di sini, di dalam dirimu sendiri, sejak lama sekali. Berhentilah mengetuk pintu di luar sana, karena sumber kesejukan yang selama ini kamu cari sesungguhnya berdiam di setiap sel tubuhmu sendiri..."

Yuk, mari kita ambil jeda sejenak hari ini. Biarkan tubuh kita beristirahat, dan biarkan jiwa kita memulihkan kembali kekuatannya yang sempat terkikis.

Sebagai penutup artikel kontemplasi kita hari ini, aku ingin meninggalkan satu pertanyaan reflektif untuk teman-teman semua: 
Kapan terakhir kali temans benar-benar berhenti sejenak—bukan untuk merencanakan masa depan atau menyesali masa lalu—melainkan hanya untuk benar-benar hadir, tersenyum, dan menyapa diri sendiri dalam keheningan?

Share cerita Sahabat di kolom komentar, ya. Mari kita sama-sama belajar jalan pulang.

Jakarta | Rabu | 8 Juli 2026
Alaika Abdullah



Alaika Abdullah tersenyum memegang buku di dapur modern,
menandai kembalinya blog My Virtual Corner

Hello, readers? How are you doing? Semoga pada sehat semuanya, dan senantiasa dipenuhi oleh energi positif dalam menjalankan aktivitas hariannya, ya! 

Untuk yang sedang kurang sehat, semoga segera pulih kembali, dan untuk yang sedang kurang hepi, semoga kebahagiaan segera menghampiri. Aamiin. 
Etapiii..., bicara tentang kebahagiaan, pasti pernah dengar donk, bahwa bahagia itu sebenarnya adalah kita pilih sendiri? 

Maksudnya, Al? Hehe. 
Maksudnya adalah bahwa sebenarnya tuh, kebahagiaan sejati berasal dari dalam diri sendiri, loh, bukan bergantung pada orang lain atau situasi. Butuh aksi dari dalam diri untuk menciptakannya, seperti: menumbuhkan rasa syukur, berpikir positif dan bertindak positif, dan tentunya menghargai momen-momen sederhana. Kebahagiaan adalah pilihan dan hasil dari usaha diri sendiri. 

Btw, ada yang kangen dengan tulisan-tulisanku ga, nih? Hayo..., pada ngaku! 

Yang bener, sih, aku yang kangen kalian, loh! Kangen menyapa kalian semua. Namun, kadang hidup membawa kita ke arus yang begitu deras hingga kita lupa untuk sekadar menepi dan mencatat perjalanan. 

Blog ini sempat terasa seperti rumah yang lampunya redup, tapi untungnya, pintunya tidak pernah benar-benar terkunci. Tanya itu muncul: "Alaika is back?" 

Jawabannya adalah Iya, tapi dengan energi yang berbeda. 

Selama masa jeda kemarin, aku tuh banyak belajar bahwa konsistensi bukan berarti memaksakan diri, melainkan menemukan ritme yang tepat. 

Dunia digital berubah begitu cepat—AI mulai ada di mana-mana, cara kita berkomunikasi bergeser, dan literasi digital menjadi lebih krusial dari sebelumnya. Ku menyadari, berbagi ilmu bukan lagi sekadar hobi, tapi sebuah tanggung jawab untuk tetap relevan. 

Bukan hanya soal pikiran, aku juga belajar untuk lebih mendengarkan tubuh. Perjalanan ke tempat-tempat baru, merawat diri, dan menjaga kesehatan bukan lagi soal estetika, tapi soal menghargai bait-bait kehidupan yang Tuhan berikan. 

Di postingan ke depan, aku ingin berbagi lebih banyak tentang bagaimana menjaga keseimbangan ini. Tak hanya itu, aku juga akan menata ulang blog ini dengan hanya membaginya ke dalam tiga pilar utama, yaitu: Soul, Body, and Brain.  

  • Soul: Untuk segala hal yang sifatnya reflektif, parenting, dan pengembangan diri. 
  • Body: Untuk cerita perjalanan, kesehatan, dan gaya hidup. 
  • Brain: Untuk berbagi tips literasi digital, teknologi, dan dunia profesional. 

Thank you banget, loh, untuk kalian yang masih setia mampir, dan mohon maaf jika selama ini setiap kalian mampir, hanya disambut oleh postingan usang dan rumah yang sunyi. Mari kita mulai lagi, satu paragraf demi satu paragraf. 

So, are you ready to grow together with me?
Kira-kira, dari tiga pilar (Soul, Body, Brain) tadi, topik mana nih yang paling kalian tunggu, mantemans? Tulis di kolom komentar ya! 

Jakarta, 7 Mei 2026
Alaika

Bagi sebagian dari kita, pasti ada yang merasa bahwa waktu berjalan dengan begitu lambat. Tertatih! Tapi bagi sebagian lainnya, waktu seakan berlari! 

Namun, tertatih atau pun berlari, kini kita telah berhadapan dengan halaman akhir dari sebuah buku. Buku tahunan 2024, lembaran halamannya telah mencapai ujung, dan harus segera kita akhiri guna berpindah ke buku baru, mengisi lembar demi lembar 2025. Wuih! 

Waktu, adalah sesuatu yang tidak pernah memiliki tombol pause, apalagi stop! Nope. Tombolnya hanya start, dan hanya ditekan satu kali saja, oleh Sang Maha, the Al-mighty, saat semesta ini dibentuk dan dijalankan, dan tidak mengenal tombol stop, karena satu alam akan terus berganti ke alam lainnya, tanpa henti. 

2024, for me, merupakan sebuah perjalanan yang penuh dengan pembelajaran, menifestasi, dan rasa syukur. Apalagi sejak konsisten menerapkan prinsip kehidupan penuh rasa syukur, maka segala energi baik mau pun energi kurang baik yang menghampiri, menjadi mampu aku sambut dengan rasa syukur, sehingga impactnya pun tetap tertoleransi dengan baik. 

Yup, kehidupan itu bak roda yang senantiasa berputar, right? Sebentar di atas, sebentar di samping kiri, samping kanan, dan juga menggelinding ke bagian dasar atau paling bawah. Lalu apa? Harus kah kita komplain dan menangis meraung-raung kala roda ini sedang berada di bawah? Kepada siapa? Adakah teman, sanak saudara, atau handai tolan yang datang mengatasi persoalan? Noo! 

Kita sendiri lah yang harus memilih cara untuk menghadapinya. Either menangis tersedu, atau mengelus dada sebentar, atau menangis sejenak melepaskan kepedihan, lalu menerima kenyataan, dan mencari cara membuat roda yang sedang di bawah ini, bisa segera beranjak naik. 

Saying is easy, Al, but its difficult to do! 

Exactly! Tapi tiada yang tak mungkin jika kita punya kemauan untuk mengubah nasib kan? It is about the mindset, toh? 

Berfungsi dari Rasa Syukur

Mindset ini mulai aku terapkan sejak berkenalan dengan modalitas Access Consciousness, yang menekankan agar kita selalu berfungsi atas rasa syukur alias gratitude. Yang sebenarnya di dalam Islam, juga sudah diajarkan untuk kita praktekkan dalam kehidupan ini. Tapi sejujurnya, bagiku, prinsip ini benar-benar merasuki hati dan menjelma dalam prilaku kehidupanku sehari-hari, sejak aku berlatih access consciousness, dan juga menerapkan prinsip-prinsip law of attraction. 

Menerapkan prinsip ini tentu tak semudah membalik telapak tangan, sih! Sulit rasanya bersyukur ketika kita justru sedang diuji dengan 'kehilangan, sakit, tidak berdaya, terpuruk, atau berbagai kondisi kurang menyenangkan (baca: mengenaskan) lainnya. Tapi, memutuskan untuk berlatih dan konsisten menerapkan rasa syukur, akhirnya mampu memberikan suasana hati yang legowo, gembira, bahagia! 

Alhamdulillah ya Allah, Masyaallah Tabarakkallah, how does it get any better than that? 

Aku, Intan, dan Tahun 2024. 

Sesuai doa yang aku panjatkan, visualisasi yang aku aktifkan, scripting yang aku torehkan, maka 2024 menjelma menjadi momentum-momentum yang bersahabat, manifesting banyak hal yang aku impikan. Diantaranya; konsisten menjadi life coach, praktisi access consciousness dan tetap berkontribusi bagi pasien-pasien yang membutuhkan layanan access consciousness (bars, facelift, body process), berbagi inspirasi melalui konten2 di media social, dan balik ngantor! 

Yup, setelah sekian lama working online dan bisa dari mana saja, seperti yang aku dan banyak orang impikan, ternyata aku kangen ngantor, euy! Huhu. 

Lalu terlintas lah sebuah pinta, langsung ke hadapan Sang Maha, dengan gaya bahasaku sendiri. "Ya Allah, plis, aku kangen ngantor lagi... bantuin donk, ya Allah." 

Masyaallah Tabarakkallah, akhir Januari seorang teman menghubungi dan menginformasikan bahwa kantor tempat dia dulu bekerja sedang butuh seorang Public Relations Manager. Dan aku langsung menawarkan diri, dan tada! Masyaallah Tabarakkallah. I got the job! Alhamdulillah ya Rabb. Dan...? 

Dan..., ya Alhamdulillah donk. I am grateful. 

Dunia ku pun kembali sibuk dengan nine to five. Berbeda dengan Intan, putri semata wayang yang adalah bestie tersayang ini, lebih leluasa mengatur waktu. Kantornya, masih memberlakukan work from home setidaknya 2 hari dalam seminggu, hingga tak heran jika melihat Intan banyak sekali online meeting, working with her pajamas, online, haha. Alhamdulilah, am fully grateful for her, yang diberi kesempatan untuk menjalankan dan mengawal project AI Ready ASEAN di sepuluh negara Asean, setelah 2 tahun sebelumnya menjalankan dan mengawal project ASEAN Digital Literacy Program untuk 10 negara ASEAN. Masyaallah Tabarakkallah, sehat-sehat terus ya, Nak. You make your mom proud, darling! 

Semoga tahun ini kita akan terus berkelimpahan berkah sehat, sukses, dan bahagia ya, nak. Mencapai apa yang kita impikan, dan mampu mengatasi cobaan yang menghadang. Aamiin ya Allah. Dan untuk teman-teman tersayang, yang hadir membaca tulisan ini, ijinkan aku melangitkan doa, semoga teman-teman dipertemukan dengan pintu-pintu kesempatan dalam mewujudkan impian dan harapannya di tahun 2025 ini. Teruslah optimis dalam upaya, konsistenlah dalam melangitkan doa, singkirkan rasa ragu, karena sesungguhnya prasangka baik kepada-Nya adalah syarat utama mewujudnya asa. Insyaallah. 

Terima kasih 2024, untuk semua pelajaran dan berkah yang telah diberikan. Selamat tahun baru, teman-teman semua. Semoga 2025 menjadi tahun yang semakin cemerlang! Aamiin ya Rabbal Alamin. 

Jakarta, 31 Desember 2024

Al.


Pasti udah sering donk mendengar kata self-love? Atau malah totally menganggapnya sebagai suatu bentuk egoisme atau narsisme? Hayoo! 

Self-love itu adalah proses menghargai diri sendiri dengan memahami kebutuhan, merawat fisik dan mental, serta upaya membangun hubungan yang sehat dengan diri kita sendiri, loh! Jadi bukan tentang merasa lebih baik dari orang lain, namun lebih ke tentang menerima diri kita apa adanya, dengan segala kelebihan juga kekurangannya. No judgment. 

Self-love itu melibatkan pengenalan diri yang mendalam. Artinya apa? Artinya adalah bahwa kita tidak hanya memprioritaskan kesehatan fisik, seperti tidur yang cukup, menjalankan pola makan sehat bergizi, namun juga melibatkan upaya menjaga kesehatan mental, seperti merawat emosi dan pikiran kita. 

Di jaman now, yang serba cepat ini, penting banget bagi kita untuk memberikan perhatian pada diri kita sendiri, loh, agar tidak terjebak dalam kebiasaan abai terhadap kebutuhan diri sendiri karena kita sibuk memperhatikan dan memenuhi kebutuhan orang lain. 

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Personality menunjukkan bahwa orang yang memiliki tingkat self-compassion (salah satu aspek dari self-love) lebih mampu mengatasi stress dan memiliki kesejahteraan mental yang lebih tinggi. 

Emang Kenapa sih Self-Love itu Penting? 

Loh, masih nanya? Pasti becanda kan? 

Emang sih, banyak dari kita yang belum menyadari akan pentingnya mencintai diri kita sendiri. Bagi para dewasa muda yang sering dihadapkan pada tekanan pekerjaan, karier, dan lingkungan sosial, serta ibu rumah tangga yang kesehariannya diisi dengan merawat keluarga, mencintai diri sendiri sering kali menjadi prioritaas terakhir. Hayo, cung, siapa yang berada di kelompok ini? Padahal, self-love itu penting banet dalam menjalani kehidupan yang seimbang, sehat, dan bahagia, loh! 

1. Meningkatkan Kesehatan Mental

Self-love memiliki dampak langsung pada kesehatan mental. Saat kita berhenti mengkritik diri sendiri dan mulai menerima kekurangan kita, maka kita akan merasa lebih ringan dan tenang. Misalnya, dewasa muda yang kerap merasa tertekan oleh harapan sosial bisa merasa lebih nyaman dengan diri mereka ketika mereka mulai berfokus pada self-love, bukannya terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain. Ini akan mengurangi kecemasan, depresi, dan perasaan rendah diri. 

Sebuah studi dari American Psychological Association menemukan bahwa orang yang mempraktikkan self-love cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah dan merasa lebih puas dengan hidup mereka. 

2. Memperkuat Hubungan dengan Orang Lain

Disadari atau tidak, tindakan mencintai diri sendiri juga membantu kita dalam membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain. loh. Perhatikan, deh. Orang yang memiliki self-love biasanya lebih tegas dalam menetapkan batasan yang sehat, baik dalam hubungan dengan pasangan, teman, maupun keluarga. Mereka tidak takut mengatakan "tidak" ketika sesuatu tidak sesuai dengan prinsip atau kenyamanan mereka. 

Bagi ibu rumah tangga, misalnya, kemampuan untuk mencintai diri sendiri akan membantu mereka lebih tenang dan hadir sepenuhnya untuk keluarga, tanpa merasa terkuras secara emosional. Hal ini juga memberikan teladan yang baik bagi anak-anak, karena mereka melihat bahwa menjaga diri sendiri adalah bagian penting dari hidup yang seimbang. 

3. Meningkatkan Produktivitas

Self-love juga berpengaruh pada produktivitas. Ketika kita memberikan perhatian pada kebutuhan fisik dan mental kita, kita akan merasa lebih energik dan fokus. Hal ini memungkinkan kita untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik, baik itu tugas sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, atau tantangan dalam pekerjaan profesional. 

Penelitian yang dilakukan di University of California, Berkeley menunjukkan bahwa self-love dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas. Orang yang mencintai diri mereka sendiri lebih cenderung memiliki pendekatan yang lebih sehat terhadap pencapaian tujuan mereka. 

Tanda-Tanda Kurang Self-Love

Sering kali, kita tidak sadar bahwa kita kurang mencintai diri sendiri. Nah, berikut adalah beberapa indikator bahwa kita sedang abai terhadap diri sendiri, dan butuh untuk praktekin self-love! 

a. Selalu Mengkritik Diri Sendiri

Siapa nih yang sering merasa dirinya tidak cukup baik? Merasa tidak berarti? Atau kurang berarti? Terus sering banget ngebandingin dirinya dengan orang lain? Hayooo! 

Kritik diri yang berlebihan bisa menjadi tanda bahwa kita belum sepenuhnya mencintai diri kita sendiri, loh! Misalnya, seorang ibu rumah tangga mungkin merasa bahwa dirinya tidak "seproduktif" orang lain, padahal peran yang dijalani sama pentingnya. 

b. Mengesampingkan Kebutuhan Pribadi 

Biasanya nih, orang yang kurang self-love-nya tuh cenderung menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan mereka sendiri. Mereka akan sering merasa bersalah jika meluangkan waktu untuk diri sendiri. Akibatnya apa? Akibatnya ya justru membuatnya merasa stress berlebihan, terutama bagi ibu rumah tangga yang mungkin merasa harus selalu ada untuk keluarga. 

c. Takut Menetapkan Batasan

Sulit mengatakan "tidak" kepada orang lain, bahkan ketika kamu merasa lelah atau tidak nyaman? 

Nah ini! Ini merupakan tanda bahwa kita belum sepenuhnya mencintai diri kita sendiri. Orang yang mencintai diri mereka tahu kapan harus menetapkan batasan untuk melindungi kesejahteraan mereka. 

d. Tidak Menghargai Pencapaian Diri

Berapa sering nih, mantemans memberi rewards bagi diri sendiri untuk suatu pencapaian? Ga harus pencapaian besar sih sebenarnya. Dan ga harus berupa rewards besar-besar yang menguras dompet segala. Atau jangan-jangan, mantemans malah cenderung meremehkan keberhasilanmu dan lebih fokus pada kekurangan? Jika ya, ini mungkin tanda bahwa kamu kurang mencintai dirimu sendiri. Menghargai dan merayakan setiap pencapaian, sekecil apa pun, adalah bagian penting dari self-love. 

Cara Mengaplikasikan Self-Love dalam Kehidupan Sehari-Hari 

Berikut adalah beberapa cara praktis yang bisa diterapkan untuk mulai mencintai diri sendiri:

a. Mulai dengan Self-Care Rutin

Yup. Ini merupakan langkah pertama dan penting dalam menyayangi diri sendiri, dalam mempraktikkan self-love. Mulai dengan istirahat/tidur yang cukup, makanan yang bergizi, dan olahraga yang teratur. Dan juga nih mantemans, meluangkan waktu untuk kegiatan yang membuat diri kita happy itu penting banget loh, misal mengerjakan hobi kita, melakukan meditasi, atau sekedar baca buku bagi yang hobi membaca buku. 

Self-care adalah pondasi dasar untuk self-love yang sehat. So, cobain yuk! 

b. Latih Penerimaan Diri

Setiap kita pasti punya kekurangan, dan pastinya juga kelebihan donk. Ibarat yin and yang gitu kan? Nah, terkait kekurangan yang kita miliki nih, yang seringkali kita itu justru menghakimi diri. Menjadi keras dan kejam pada diri sendiri. Hayo, ngaku! 

Self-love berarti menerima diri kita dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada. Ketika kita melakukan kesalahan, cobalah untuk tidak terlalu keras pada diri kita sendiri. Ucapkan pada diri, “It’s okay, aku sedang belajar.”

c. Tetapkan Batasan yang Sehat

Belajar untuk mengatakan "tidak" adalah langkah penting dalam mencintai diri sendiri. Jangan biarkan orang lain menguras energi kita atau membuat kita merasa terbebani. Misalnya, jika kita merasa terlalu lelah untuk menghadiri acara sosial, tidak ada salahnya untuk menolak dengan sopan dan meluangkan waktu untuk istirahat. 

d. Berbicara dengan Baik Pada Diri Sendiri

Berhentilah mengkritik diri sendiri dan mulai berbicara dengan kata-kata yang positif. Misalnya, daripada mengatakan, "Aku selalu gagal," katakan, "Aku sedang belajar dan berusaha." Kata-kata positif akan membantu kita membangun hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri, loh. 

e. Stop Bandingkan Diri dengan Orang Lain

Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Fokuslah pada pencapaian dan pertumbuhan pribadi tanpa membandingkan dirimu dengan orang lain. Ingatlah bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil adalah kemajuan. 

f. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Nah, seringkali kita ini kejam pada diri sendiri, saking sibuknya 'melayani' orang-orang terkasih. Padahal meluangkan waktu untuk diri sendiri itu penting banget sebagai langkah 'recharging' agar kita kembali berenergi dalam berbagi kasih dan cinta, dan juga dalam berkontribusi positif terhadap sesama.

So, yuk luangkan waktu untuk diri sendiri, me time, baik itu hanya beberapa menit sehari atau waktu lebih panjang di akhir pekan, pastikan kita memiliki momen-momen untuk menenangkan diri, berpikir, dan mereset energi. 

Self-love adalah kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia, sehat, dan produktif. Semoga artikel singkat ini bisa menjadi reminder bagi kita untuk treating ourselves better and much much better, yaaa. 


Love, Alaika.

Hello, everyone! Semoga pada sehat dan bersemangat untuk menjalankan rutinitas hariannya, ya! Postingan kali ini, kita ngobrol tentang topik yang satu ini, yuk! 

Yes, FREELANCE Writer! Sebuah profesi yang dulu (banget) terasa sulit sekali untuk dilakoni namun kini peluangnya semakin terbuka lebar, dan akses untuk mendapatkannya pun terasa lebih ease/mudah. Dan seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, semakin ramai pula orang yang memilih untuk bekerja sebagai freelance writer atau penulis lepas. 

Pekerjaan ini tak hanya menawarkan kebebasan dalam memilih waktu dan tempat kerja, namun juga memberikan potensi penghasilan yang besar, loh!

Sebagai freelance writer, tentu saja kita menulis untuk klien yang membayar kita atas jasa penulisan artikel untuk mereka, baik itu klien individual, perusahaan, atau pun organisasi yang memerlukan konten untuk keperluan mereka, seperti artikel blog, konten untuk situs web, buletin, iklan, brosur, dan masih banyak lagi. 

Sebagai seorang freelance writer, kita akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan proyek penulisan yang diberikan oleh klien. Tugas-tugas ini mungkin meliputi riset topik, mengembangkan ide, membuat outline, menulis dan mengedit draft pertama, dan memperbaiki revisi yang diminta oleh klien. 

Salah satu keuntungan utama menjadi freelance writer adalah fleksibilitas waktu dan tempat kerja yang diberikan. Kita bisa memilih kapan dan di mana kita ingin bekerja, baik itu di rumah, kafe, atau tempat-tempat lainnya. Selain itu, teman-teman, menjadi freelance writer dan editor freelance juga memungkin kan untuk mengatur jadwal kerja kita sendiri kan? Dan bekerja sesuai dengan kebutuhan pribadi kita. 

Wuih, sounds interesting, yak? Mudah dan mengasyikkan? Eits, tunggu dulu! 

Menjadi freelance writer juga memiliki tantangan tersendiri, loh! Kita dituntut untuk mampu mengelola waktu kita dengan baik agar bisa menyelesaikan proyek tepat waktu dan memastikan kualitas pekerjaan kita tetap terjaga.

Selain itu, kita juga harus memiliki keterampilan pemasaran yang kuat agar mampu mempromosikan layakan kita sendiri, sehingga bisa menarik klien-klien baru lagi. 

Untuk menjadi seorang freelance writer yang sukses, kita perlu banget nih, teman-teman, memiliki set skills atau keterampilan menulis yang kuat, kemampuan riset yang baik, keahlian dalam menulis berbagai gaya dan format. 

Juga perlu memiliki keterampilan interpersonal yang baik, seperti kemampuan bernegosiasi, berkomunikasi, dan kemampuan/kemampuan presentasi. 

Kita tau donk bahwa di era digital ini ada banyak sekali platform dan situs web yang memungkinkan kita untuk memasarkan layanan/jasa kita sebagai freelance writer, seperti di platform Upwork, Fiverr, Freelancer, dan banyak lagi. 

Selain itu juga kita bisa bergabung dengan komunitas-komunitas online mau pun grup-grup yang dapat membantu kita membangun jaringan dan mendapatkan saran dari freelance writer lainnya. 

Gimana, teman-teman? Menarik banget yaa? Amazing work, yes? Terkhusus untuk yang memang passionnya di dunia tulis menulis, loh ya. Gimana ceritanya untuk orang-orang yang tertarik menekuni dunia freelance writer, editor freelance, dan juga penulis buku, tapi set skillnya belum cakap-cakap banget, atau malah baru mau memulainya? Mungkin kah? 

Mungkin banget, donk! Asal berdedikasi dan siap bekerja keras untuk membangun karir di bidang ini. Berikut adalah beberapa tahapan yang bisa kita lakukan dalam memulai karir sebagai freelance writer dan tips untuk meningkatkan kualitas karya dan menarik klien. 

7 Tips Mulai Berkarir sebagai Freelance Writer

7 HAL YANG HARUS KITA PERSIAPKAN DALAM MEMBANGUN KARIR FREELANCE WRITING

1. Kenali Passionmu.

Sebelum memulai karirmua sebagai freelance writer, cek dulu apakah kamu memang memiliki passion dan keahlian dalam menulis? Apa topik yang paling kamu kuasai? Apakah kamu lebih suka menulis artikel berita, opini, atau kreatif? Pahami juga gaya penulisan kamu dan selalu berusaha untuk meningkatkan mutu tulisan/karyamu.

2. Bangun Portopolio

Untuk menarik klien dan membangun reputasi sebagai freelance writer yang berkualitas, tentu kamu butuh portopolio sebagai etalase untuk menampilkan karya-karya terbaikmu. Buatlah blog pribadi atau bergabung dengan situs-situs freelancer seperti Upwork, Fiverr, atau sejenisnya, dan upload karya-karya terbaikmu sebagai referensi bagi klien potensial.

3. Bangun Network/Jejaring

Bangun koneksi dengan sesama penulis dan bergabung dengan komunitas penulis atau pun grup-grup diskusi online adalah langkah yang sangat baik dalam menginkatkan networking dan membuka peluang dalam mendapatkan proyek-proyek baru.

4. Tetapkan Harga

Ini juga penting banget. Tetapkan harga yang sesuai dengan kualitas karya kamu dan jangan takut untuk menolak suatu penawaran jika ratenya bellum sesuai dengan rate yang kamu tetapkan.

5. Gunakan Media Sosial

Manfaatkan media sosialmu seperti Twitter, Instagram, Tiktok, Facebook Page, atau LinkedIn untuk mempromosikan dirimu dan membangun reputasi sebagai seorang penulis. Bagikan karya terbaikmu dan jangan lupa untuk mengikuti akun-akun klien potensial.

6. Jangan Takut Mengambil Tantangan

Terkadang proyek yang hadir memiliki tantangan tersendiri dan mengharuskan kita untuk keluar dari zona nyaman. Jika berhadapan dengan situasi yang seperti ini, yakinkan diri untuk mengambilnya, dan berusahalah untuk memenuhi tuntutan tugas dari proyek tersebut agar tuntas dan memuaskan bagi klien.

7. Tingkatkan Kualitas Karya

Jaman terus berkembang, dan teknologi terus melesat maju. Jangan pernah malas untuk selalu upgrade pengetahuan termasuk pengetahuan tulis menulis kamu, agar kamu mampu tampil sebagai freelance writer yang cakap dan dikenal oleh banyak orang sehingga peluang untuk mendapatkan semakin banyak klien akan kian terbuka lebar. Jika perlu, ikuti kursus atau seminar terkait untuk upgrade ilmu kamu, ok?

Nah, itu lah beberapa tips untuk teman-teman yang mungkin sedang mempertimbangkan untuk menjadi seorang freelance writer, editor freelance, atau pun penulis buku. Semoga bermanfaat yaa!

Salam, Al, 17 March 2022

Dua tahun terakhir ini adalah masa-masa sulit bagiku dan keluarga, karena kami harus berhadapan dengan sebuah rasa bernama kehilangan, yang walau sudah sering banget mendengar dan melihat teman-teman lain yang disinggahi oleh rasa ini, dan telah menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada mereka yang mengalaminya, tapi ternyata..., Oh My Goodness, kita itu..... can't get the real feeling, until.... we, ourselves, facing this lost! 

Kehilangan ayah, bener-benar membuatku tahu persih rasa perih itu. Sedih, pain! Hiks.... Rest in Peace, Daddy. Tak hanya sampai di sana. Ternyata kehilangan ini juga mengundang rasa lainnya, membawa kita ke low vibration, dan diakui atau tidak, ternyata secara nyata mempengaruhi penampakan kulit wajah! 

Ditambah lagi dengan bolak balik Jakarta - Banda Aceh, dan stay lama di sana, tentu membuat perawatan wajahku tidak lagi se teratur saat aku masih tinggal di Bandung, dimana perawatan wajah, kupercayakan pada sahabatku yang adalah seorang dokter dan pemilik klinik yang memang concern pada bidang ini. 

Apa daya, menjauh dari Bandung dan tinggal lama pula di kampung halaman, yang secara cuaca juga ekstrim, membuat kulit wajahku jadi kusam, tak lagi kenyal bercahaya seperti dulu. Sediiiiih. 

Gak iya nih. Ntar balik ke Jakarta, aku harus segera reserve facial treatment, ga boleh ditunda lagi, kasian my face jika kelamaan jeda perawatannya. Bisa-bisa bukan hanya my face yang protes, tapi bikin hati dan body-ku unhappy nanti. 

Iya donk. Merawat diri (tubuh, wajah, hati, jiwa, dan pikiran) adalah bentuk tanggung jawab dan terima kasih kita kepada Sang Maha, toh? Yang telah menganugerahkan kita kesehatan dan kecantikan jiwa raga, sehingga kita mampu menjalankan aktivitas harian kita dengan baik dan lancar? 

Makanya, tiga hari sebelum balik ke Jakarta kemarin itu, pas pula mau meet up dengan seorang sahabat yang sudah lama tak bertemu, dan kebetulan beliau juga sedang berada di Jakarta, maka aku langsung cari clinic yang lokasinya tak berjauhan dari tempat di mana kami berencana bertemu. 

Ibarat kata pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, peratan wajah harus dapat, meet up sahabat pun kudu terlaksana, maka pilihanku jatuh ke ZAP Clinic yang berlokasi di Mal Kepala Gading 3, di mana menurutku sungguh strategis bagi kami berdua. Bisa ngafe dulu sebelum treatment, dan nanti setelah treatment pun, masih bisa lanjut hangout lagi . Asyik kan?

Photo Facial Glow di ZAP Clinic MKG-3 - Upaya Membuat Wajah Kembali Glowing

Yess, here I am! 

ZAP Clinic MKG-3, setelah terlebih dahulu hangout bareng Mba Ilona, sahabatku. Melangkah happy karena the view menuju clinic yang juga berada Mall Kelapa Gading-3, lantai 3 ini terlihat artistik! Lihat deh di video yang aku shoot ini, gaes! Oya, letaknya persis sebelah Sushi Tei. 



Seperti yang teman-teman lihat pada shorts video di atas, ZAP Clinic MKG3 ini keberadaannya emang seperti menjawab permintaan para customernya yang tak hanya punya keperluan untuk treatment, tapi juga untuk yang punya kebutuhan lain seperti shopping, meeting/hangout di cafe, atau yang sekedar ngemall lalu treatment! 

Memasuki ZAP Clinic, aku disambut ramah oleh Mba yang bertugas di front office, menanyakan nama dan waktu appointment saat aku melakukan registrasi online beberapa hari lalu. Dengan ramah, si mba mempersilakan aku duduk seraya mengisi biodata secara online karena ini merupakan kunjunganku pertama di clinic mereka. Dan biodata ini akan tersimpan di database mereka dan bisa diakses di ZAP mana pun nanti kita berkunjung. 

Oya, untuk katalog treatment plus harganya, kita bisa mengakses langsung dari website Zap Clinic, atau bisa banget lihat langsung versi cetaknya yang tersedia di front office, ya, gaes!

Know Your Needs melalui Konsultasi dengan Dokternya

Yup, sebagai pasien, tentu kita butuh konsultasi dulu donk dengan dokter agar tau persis our needs, right? Apalagi jika ini adalah treatment pertama kita di klinik ini. Karenanya, aku juga minta konsul dokter dulu karena jujurly, aku sendiri have no clue akan kebutuhan kulit wajahku setelah sekian lama jeda dari treatment yang di Bandung.  

Masih oleh mba yang bertugas di front office, aku diantar ke ruang dokter untuk konsultasi. Ruangan dokternya bersih dan nyaman, plus dokternya cantik, ramah, dan edukatif! Dokter Sandra Lisa namanya. 

Alhamdulillah banget, based on the doctor assesment, kulit wajahku tidak mengalami penurunan kondisi yang signifikan, meskipun sekian lama jeda dari perawatan rutinku selama ini. Hanya saja, penampakannya jadi kusam dan fleks hitam mulai lancang menampakkan diri. 

Dan berdasarkan kondisi itu, aku disarankan untuk having Photo Facial Glow Tretment, dalam upaya mengembalikan kulit wajahku ke kondisi yang jauh lebih baik, tentu saja setelah dr. Sandra memastikan bahwa diriku tidak; mengidap vitiligo, infeksi aktif seperti cacar air, herpes dan infeksi jamur, hamil, sedang tidak mengonsumsi obat isotretinoin, sedang tidak mengonsumsi obat yang berefek fotosensitif, atau pun pengobatan penyakit berat tertentu lainnya. 

ZAP Photo Facial Glow itu Apa, sih? 

Sumber: Zap Clinic

Nah, ini dia! Pasti banyak yang bertanya-tanya apa sih sebenarnya ZAP Photo Facial Glow itu? Ye kah? 

ZAP Photo Facial Glow adalah ZAP treatment 3 langkah (3 in 1 treatment) yang menggabungkan 3 jenis teknologi terbaik dunia dalam satu waktu. Ketiga langkah ini adalah Laser Toning, Alma Beauty Rejuve, dan Oxy Infusion, yang gunanya tentu untuk membantu kulit wajah menjadi lebih kencang, cerah, dan sehat.

Oya, ada dua jenis ZAP Photo Facial, teman-teman, yaitu;

Photo Facial Acne

Dari namanya udah bisa dipastikan donk ya, bahwa treatment ini untuk pasien yang kondisi kulitnya berjerawat. Menggunakan teknologi laser untuk mematikan bakteri penyebab jerawat. 

Treatment ini memiliki 4 tahapan yaitu; Active Acne Laser, Acne Toning, Acne Rejuvenation, dan Oxy Infusion. 

Photo Facial Glow

Treatment ini khusus untuk pasien yang ingin mencerahkan kulit dan bikin kulit glowing. Dan ingat, bukan untuk pasien dengan kondisi jerawat yang sedang meradang. hehe. 

Treatment ini memiliki 3 tahapan yaitu; Laser Toning, Alma Beauty Rejuve, dan Oxy Infusion. 

Sebelum mengirimku ke ruang treatment, Dokter Sandra menjelaskan secara spesifik tentang step by step proses ZAP Photo Facial Glow yang akan aku jalani, yaitu;

1. Laser Toning. 

Menggunakan teknologi laser Q-switched ND:Yag terbaik dari Eropa. Fluence laser yang dihasilkan teknologi ini bila dilakukan secara rutin, akan membantu mengecilkan pori-pori, meratakan warna kulit, mengurangi produksi minyak berlebih, dan mengurangi pigmentasi dermal. 

2. Alma Beauty Rejuve

Berguna untuk mencerahkan dan meratakan warna kulit. 

3. Oxy Infusion. 

Merupakan proses pemberian serum melalui oksigen tekanan tinggi, yang berguna dalam melembabkan wajah. 

Pengalaman Menjalani ZAP Photo Facial Glow

Yuhuu, saatnya menikmati treatment! Aku diantar ke ruang treatment oleh si mba yang di front office, yang tadi mengantarku ke ruangan dr. Sandra. Si mba ini ramah banget dan supel. Thank you for your hospitality, Mba. 😍

1. Double Cleansing

Diterima oleh suster Eka, yang kemudian memulai treatment dengan membersihkan wajahku dari make up yang tadi aku sengaja pakai karena kudu meet up dulu dengan Mba Ilone, sahabatku. Dengan sopan, ramah, dan cekatan, suster Eka melakukan tugasnya, yaitu membersihkan wajahku menggunakan cleansing milk, dilanjut dengan oxy infusion yang membuat kulit wajahku sedikit kaget di awal karena oksigen bertekanan tinggi menembus kulit wajahku. Hihi. Kaget eikeh! Soalnya udah lama banget ga kena oxy infusion! 

2. Laser Toning

Proses ini dilakukan sendiri oleh dokter Sandra. Sebelum memulai, sang dokter cantik ini berpesan agar aku jangan sungkan untuk menyampaikan jika dalam proses laser nanti aku merasa kurang nyaman, sehingga proses bisa diadjust. 

Seperti yang aku sudah tulis di atas, laser toning ini menggunakan teknologi laser Q-switched Nd:Yag terbaik dari Eropa. Dan aku sendiri sudah beberapa kali menjalani proses laser Q-switch ini di Bandung, sehingga kulit wajahku sudah terbiasa dan ga kagetan lagi. Walau tidak dianestesi, kulit wajah kita mampu menolerir hawa panas dari proses laser yang menyentuh kulit kita, karena memang tingkatannya lasernya masuk kategori ringan. So, no worries, ga perlu anestesi! 

Dan menjalani beberapa kali proses laser ini mampu bantu kecilkan pori-pori, ratakan warna kulit, kurangi produksi minyak berlebih, dan kurangi pigmentasi derma, loh! 

3. Alma Beauty Rejuve

Proses ini juga dilaksanakan oleh dokter Sandra. Merupakan perawatan yang menggunakan teknologi berbasis AFT (Advances Fluorescence Technology) yang lebih canggih dari IPL, dan aman untuk segala jenis kulit. 

Spectrum khususnya akan mampu bantu kurangi peradangan pada jerawat, mengurangi hiperpigmentasi epidermal, tingkatkan kelembaban dan mencerahkan kulit wajah, mengembalikan tekstur kulit, dan mengurangi kemerahan dan pigmentasi. 

4. Oxy Infusion plus serum

Proses ini adalah tahapan akhir dari proses treatment Photo Facial Glow. Merupakan proses pengaplikasian serum dan oksigen bertekanan tinggi yang akan diserap langsung oleh lapisan kulit melalui pori-pori, dan berguna mengurangi penumpukan sisa make up dan membantu membuat wajah terasa segar. Kulit wajah langsung terasa sangat sejuk, adem deh!

Sayangnya aku lupa minta fotoin saat menjalani tahapan-tahapan proses ini, gaes! Huhu. 

Dan setelah tahapan-tahapan ini selesai, maka treatment photo facial glow pun well done! Suster Eka dengan lembut mengoleskan krim anti iritasi dan pelembab pada wajahku, dan kemudian melakukan pengambilan foto 'after treatment'. 

Yeayy, thank you, Dokter Sandra dan Suster Eka. 


Oya, ada beberapa catatan berdasarkan apa yang dokter Sandra sampaikan tadi terkait the "don'ts after treantment" yaitu;

  • Puasa dari penggunaan scrub wajah untuk 2-3 hari setelah treatment
  • Puasa skincare pagi dan malam selama 2-3 hari setelah treatment
  • Hindari penggunaan air panas/hangat saat membasuh/cuci wajah, dalam 2-3 hari setelah treatment
  • Hindari terpapar sinar matahari secara langsung. 
  • Apalagi yaa? 
Wow, panjang juga kisah pengalaman treatment aku kali ini, yak? Hihi. Btw, untuk kamu juga sedang punya kebutuhan serupa, bisa banget nih melangkahkan kaki untuk dapatkan treatment di berbagai outlet ZAP Clinic. Cek lokasi terdekat kamu pada website mereka, ya! 

Lakukan registrasi terlebih dahulu untuk dapatkan appointment kamu, dan ceki-ceki juga promo yang sedang berlangsung. Pantengin juga Instagram mereka karena sering banget tuh ZAP ngadain layanan dengan harga promo, loh! Untuk treatment Photo Facial Glow ini sendiri dari harga IDR. 1.097.000, bisa dapat diskon hingga jadi IDR. 749.000, loh kemarin itu. So, check their website or Social Media account, yak! 


Al, Jakarta, 8 August 2023








Setiap menatap cermin dan melihat pantulan senyuman wanita cantik dari dalam cermin itu, selalu deh muncul rasa bersalah di dalam hati. Rasa bersalah karena telah menelantarkan deretan gigi-gigi mungil yang berbaris rapi namun terlihat redup berbalut beberapa noda dan juga plak yang mulai membungkus bagian sekeliling gigi, padahal beberapa tahun lalu masih terlihat bersih cemerlang. Hiks. 

Ah..., aku jadi sedih. Kok bisa ya, aku menunda rencana scaling gigi sebegitu lama?

4 tahun? Noo, lebih! OMG! I am soooo sorry, my teeth. Ampuuun. Janji..., kita akan segera ke dental clinic untuk merawatmu kembali, ok sayang?

Sepenuh hati kuucap janji itu sambil menyentuh kiri kanan pipiku, berkomunikasi langsung dengan gigi-gigiku yang berada di baliknya. Sedikit melo masih bersemayam di hati, tapi tekad di dalam hati menguat sempurna. 

Dan....??

Dan..., Masyaallah. Tak pakai lama, tiga hari berikutnya, aku sudah berdiri di depan pintu masuk The Smile, Aesthetic & Orthodontic Clinic BSD, menunaikan janjiku pada barisan gigiku for scalling dan perawatan yang dibutuhkannya. 

View this post on Instagram

A post shared by Stay Young and Gorgeous Tips (@alaikaabdullah)


 

Yup,  kebetulan banget aku sedang nginep di BSD, di rumah adikku, dan istrinya bercerita bahwa dia baru saja melakukan treatment gigi di salah satu klinik gigi BSD, seraya memperlihatkan akun Instagram @thesmile.dental yang ternyata letaknya tak begitu jauh dari tempat tinggal mereka. 

Pengalaman adik iparku yang mendapatkan pelayanan ramah dan menyenangkan, baik dari staf, nurse, dan dokter ortodonti bsd yang merawatnya, membuat minatku untuk melakukan perawatan gigi berkobar. Kapan lagi kan? 

Kasian banget gigi-gigi aku jika terus tertunda perawatannya hanya karena aku trauma oleh pengalaman terakhir scaling gigi, di mana layanan yang aku terima kasar dan menyakitkan, hingga membuatku jadi menunda-nunda kebutuhan ini. 

Pengalaman Perawatan Gigi di The Smile, Aesthetic and Orthodontic BSD

Sesuai pengalaman adik iparku, kami di sambut dengan ramah oleh resepsionis saat aku konfirmasi kehadiranku. 

Seperti biasa, ketika kita menjadi pasien baru di sebuah klinik atau rumah sakit, tentu ada data yang harus kita isi, dan setelahnya, aku dipersilakan untuk menanggalkan sepatu dan menggantinya dengan sepasang sandal, serta dibantu penggunaan APD oleh seorang perawat dengan penuh keramah-tamahannya. 

Clean, Cozy, and Welcoming.

Alam bawah sadarku langsung notice this hospitality. Hm, ini yang membuat klinik ini banyak pasiennya! Sebagai pasien, apalagi untuk perawatan gigi, kayaknya masih banyak deh orang-orang yang merasa 'takut' untuk melakukan perawatan gigi, termasuk aku. 

Kok bisa? Ya, mungkin karena pengalaman yang aku dan mereka alami saat perawatan sebelum-sebelumnya kali ya? Apalagi jika kliniknya tidak meletakkan hospitality as their priority, maka bisa dipastikan, pasiennya pun dengan senang hati akan mencari alternatif dental clinic lain untuk perawatan serupa di kali berikutnya.  

Nah, di The Smile Dental Clinic ini, pasien atau pengunjung akan merasakan tiga unsur ini, deh! Clean, Cozy, and Welcoming. Yup, tempatnya bersih dan menyenangkan, dan kita benar-benar merasa disambut dengan hangat dan ramah! 

Proficient, Educative, and Humble

Selain tiga unsur yang aku sebutkan terdahulu, tiga hal lain yang aku simpulkan dari kunjungan dan perawatan yang aku terima kemarin adalah ini, nih. Dokter giginya proficient/competent, educative, and humble! 

Alhamdulillah aku dilayani oleh drg. Cymilia, dan setelah mendengar keluhanku (gigi ngilu dan terasa banyak plaknya), dan memeriksa keadaan gigiku, beliau menganjurkan agar untuk kunjungan perdana ini, treatment yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah scaling and polishing (Layanan Dental Spa). 

Alasannya adalah karena gigi-gigi aku memang udah lama banget absen dari treatment scaling sehingga plaknya memang mulai mengancam akar-akar gigi. "Duh, maafkan aku ya, gigi-gigiku sayang."

Setelah scaling, nanti akan dilakukan polishing untuk membantu bersihkan gigi-gigiku dari noda yang mulai mencemari kecemerlangan mereka. 


Drg. Cymilia bekerja dengan lembut dan cekatan. Nada bicaranya yang meneduhkan, membuat rasa kuatir (takut/trauma sakit ketika treatment) lenyap tak berbekas. 

Alhamdulillah. Proses scaling dan polishing ini ternyata tidak memakan waktu yang terlalu lama. I was so happy ketika dokter Cymilia bilang bahwa proses treatmentnya telah selesai. 

Yeayy!! Kusambut cermin dan memeriksa gigi-gigiku yang kini mulai terlihat jauh lebih bersih dan kinclong! Alhamdulillah.

Kesimpulanku tentang drg. Cymilia memang tak meleset! Selain capable, beliau juga ramah, humble, dan tidak pelit ilmu. 

Banyak himbauan penuh manfaat yang aku dapatkan dalam memelihara gigiku ke depan nanti. Terutama dalam hal menyikat gigi, di mana selama ini aku terlalu bersemangat di dalam brushing them, sehingga kulakukan dengan tekanan yang kuat yang berpotensi mengganggu akar gigi. 

Jadi ternyata ada baiknya jika kini aku lakukan dengan penuh kelembutan, karena sebenarnya kotoran yang menempel atau nyempil di antara gigi kita pun, mampu dibersihkan dengan gosokan dan tekanan sikat yang lembut saja. 

Berikut beberapa summary berdasarkan perbincanganku dengan sang dokter selama treatment kemarin, ya, mantemans! Semoga bermanfaat!

Pentingnya Scalling dan Perawatan Gigi


Pasti pada setuju donk jika kesehatan gigi dan mulut adalah aspek penting dari kesehatan tubuh kita. Gigi sehat dan bersih tak hanya berkontribusi penuh pada penampilan fisik yang menarik, namun juga memainkan peranan penting dalam fungsi makanan dan komunikasi. 

Sayangnya, nih, masalah kesehatan gigi seringkali dikesampingkan sehingga akhirnya justru menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari. 

Padalah sebenarnya, untuk menjaga gigi tetap sehat dan berfungsi sempurna, ada dua prosedur dasar yang tak sulit untuk kita lakukan, loh! Yaitu; Scalling dan Perawatan Rutin. 

Scaling: Pembersihan Mendalam untuk Kesehatan Gigi

Scalling adalah prosedur pembersihan gigi yang dilakukan oleh profesional kesehatan gigi, seperti dokter gigi. Proses ini melibatkan penggunaan alat khusus untuk membersihkan plak, karang gigi, dan kotoran lainnya yang menumpuk pada permukaan gigi dan di bawah garis gusi. 

Manfaat Scaling


1. Mencegah Penyakit Gusi

Penumpukan plak dan karang gigi adalah pemicu utama masalah gusi, termasuk gingivitis dan periodontitis. Gingivitis adalah radang gusi yang dapat menyebabkan gusi merah, bengkak, dan berdarah. Jika tak diobati, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis, di mana infeksi menyebar ke jaringan dan tulang di sekitar gigi. 

Scaling membantu menghilangkan plak dan karang gigi yang menjadi tempat tumbuh bakteri berbahaya, sehingga mencegah dan mengobati masalah gusi ini. 

2. Mencegah Penyakit Gigi dan Infeksi. 

Plak yang tidak dihilangkan dengan baik bisa menyebabkan pembusukan gigi atau karies. Karies yang tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan infeksi pada pulpa gigi dan bahkan dapat menyebabkan kematian saraf gigi Scaling secara teratur membantu menghilangkan plak dan mengurangi risiko pembusukan gigi serta infeksi yang terkait. 

3. Mengurangi Bau Mulut.  

Bakteri yang berkembang biak di dalam mulut akibat penumpukan plak dan karang gigi bisa menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. Dengan melakukan scaling teratur, bau mulut dapat dikurangi atau bahkan dieliminasi, meningkatkan kepercayaan diri dan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain. 

4. Meningkatkan Penyerapan Nutrisi 
  
Gigi yang bersih dan bebas dari plak dan karang gigi dapat membantu meningkatkan penyerapan nutrisi. Saat gigi mengalami masalah atau terlalu sensitif, seseorang mungkin akan kesulitan makan makanan yang sehat dan bergizi, mengakibatkan dampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan. 

5. Meningkatkan Penyerapan Nutrisi 

Selain manfaat kesehatan, scaling juga dapat meningkatkan estetika gigi. Plak dan karang gigi yang menumpuk dapat membuat gigi terlihat kuning dan tidak menarik. Dengan membersihkan permukaan gigi, scaling dapat membantu meningkatkan penampilan senyuman kita, loh!

Perawatan Gigi Rutin: Kunci Keberhasilan Jangka Panjang

Selain scaling, perawatan gigi rutin di rumah dan kunjungan reguler ke dokter gigi juga merupakan faktor kunci dalam menjaga kesehatan gigi jangka panjang. Berikut beberapa langkah penting yang harus diikuti dalam perawatan gigi rutin kita, nih, mantemans!

1. Sikat Gigi Secara Teratur

Sikat gigi dua kali sehari selama dua menit setiap kali sikat. Pilihlah sikat gigi dengan bulu lembut dan pasta gigi yang sesuai dengan keadaan gigi kita. Gunakan pasta gigi sensitif jika keadaan gigi kita sensitif!

2. Gunakan Benang Gigi

Flossing atau penggunaan benang gigi setiap hari dapat membantu membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi. Ini membantu menghilangkan sisa makanan dan plak yang tertinggal di antara gigi dan garis gusi. 

3. Perhatikan Pola Makan

Hindari konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula, terutama yang manis dan lengket, karena dapat menyebabkan pembentukan plak. Pilih makanan sehat yang kaya akan nutrisi dan beragam, seperti sayuran, buah-buahan, dan protein. 

4. Gunakan Obat Kumur

Penggunaan obat kumur berkualitas membantu mengurangi jumlah bakteri berbahaya di mulut dan memberikan kesegaran napas. 

5. Kunjungi Dokter Gigi Secara Teratur

Yes, lakukan pemeriksaan gigi secara rutin setidaknya dua kali setahun. Dokter gigi akan melakukan pembersihan gigi profesional dan memeriksa adanya masalah kesehatan gigi yang mungkin perlu diatasi sebelum berkembang menjadi penyakit yang serius. 

Nah, mantemas, gimana? Masih mau menunda-nunda perawatan gigi kamu? Udah tau donk pentingnya scaling dan perawatan rutin yang bisa kita lakukan di rumah? Yuk, ah, jangan ditunda-tunda lagi atuh lah. Aku sendiri kapok nih menunda sekian lama, padahal begitu melangkah ke klinik, cuma butuh waktu ga sampai 1 jam loh. Haha. 

Oya, untuk kamu yang domisili di BSD sekitarnya, boleh banget nih percayakan perawatan gigi kamu di The Smile Dental Clinic, di Ruko Golden Madrid 2 Blok F No. 05 - BSD dan jangan lupa reversasi dulu sebelum ujug-ujug ke klinik, ye! 

Bisa melalui nomor Whatsapp mereka di 0877-1200-0300, atau DM aja ke IG mereka tuh di @thesmile.dental. Catat juga jam operasional mereka adalah dari jam 10.00 hingga 20.00 wib! 

Terus..., The Smile juga bekerjasama dengan Owlexa Healthcare, BNI Life Insurance, Medika Plaza, Halodoc, Admedika, Fullerton. 


Well, segitu dulu aja ya, semoga tips dan sharing pengalaman ini jadi reminder bagi kita untuk lebih rajin menjaga dan merawat gigi kita, ya! Gigi sehat, bersih dan kinclong adalah aset dan investasi kesehatan jangka panjang, loh! 

Al, Jakarta, 3 Agustus 2023
Older Posts Home

Author

I am a chemical engineer who is in love in humanity work, content creation, and women empowerment.

SUBSCRIBE & FOLLOW

Speaker

Speaker
I love to talk/share about Digital Literacy, Social Media Management, Content Creation, Personal Branding, Mindset Transformation

1st Winner

1st Winner
Click the picture to read more about this.

1st Winner

1st Winner
Pemenang Utama Blog Competition yang diselenggarakan oleh Falcon Pictures. Click the picture to read more about this.

1st Winner

1st Winner
Blogging Competition yang diselenggarakan oleh Balitbang PUPR

Podcast Winner

Podcast Winner
Pemenang Pilihan Dewan Juri - Podcast Hari Kemerdekaan RI ke 75 by KOMINFO

Winner

Winner
Lomba Menulis Tentang Kebencanaan 2014 - Diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh

Winner

Winner
Juara Berbagai Blogging Competition

Featured Post

Yuk telusuri Selat Bosphorus yuk!

Yuk telusuri Selat Bosphorus yuk! Sesaat sebelum naik ke kapal verry Ki-ka: Adik ipar, Aku dan Ayah. Hai.... hai.... hai! In...

POPULAR POSTS

  • Manusia Pertama, Manusia Purba atau Nabi Adam ya?
  • Maafkan Intan Mi....
  • All About Tsunami: Malam Pertama
  • Titik Balik di Usia Cantik
  • Iran, si Negeri Syiah Sejati
  • Jawaban Untuk Sahabat
  • Efek Negatif dari Komentar SPAM
  • Srikandi Blogger di mataku.
  • Janda. Emang Kenapa?
  • Perempuan hebat edisi: “Bapak” sedang Keluar Kota

Categories

  • about me 1
  • advertorial 10
  • awards 19
  • banner 1
  • Beauty Corner 28
  • belarus 5
  • bisnis 1
  • Blog Review 2
  • blogger perempuan 1
  • blogging tips 8
  • Bocil Berbulu 2
  • body 6
  • Budaya 1
  • Catatan 8
  • catatan spesial 13
  • catatan. 53
  • catatan. task 20
  • culinary 5
  • curahan hati 2
  • daftar isi blog 1
  • dailycolor 1
  • DF Clinic 11
  • disclosure 1
  • edisi duo 5
  • email post 10
  • embun pagi 1
  • episode kehidupan 1
  • event 1
  • fashion 3
  • financial 1
  • giveaway 44
  • Gratitude 5
  • Healthy-Life 15
  • info 26
  • innerbeauty 2
  • iran 4
  • joke 4
  • Kenangan 7
  • kenangan masa kecil 3
  • kenangan terindah 11
  • keseharianku 2
  • kisah 14
  • kisah jenaka 7
  • kompetisi blog 1
  • komunitas 2
  • KopDar 8
  • Korea 1
  • kuliner 7
  • Lawan TB 2
  • lesson learnt 6
  • lifestyle 2
  • lineation 20
  • lingkungan 1
  • Literasi Digital 5
  • motivation 9
  • museum tsunami aceh 1
  • order 1
  • oriflameku 2
  • parenting 4
  • perempuan tangguh 4
  • perjalanan tiga negara 1
  • petualangan gaib 6
  • picture 5
  • Profile 13
  • puisi 8
  • reflection 3
  • renungan 24
  • reportase 24
  • resensi 2
  • review 39
  • review aplikasi 1
  • rupa 1
  • Sahabat JKN 2
  • sakit 1
  • sea of life 17
  • sejarah 4
  • Sekedar 1
  • sekedar coretan 76
  • sekedar info 23
  • self love 14
  • selingan semusim 9
  • seri BRR 3
  • snack asyik 1
  • soul 4
  • Srikandi Blogger 2
  • Srikandi Blogger 2013 7
  • Srikandi Blogger 2014 4
  • SWAM 1
  • task 41
  • tentang Intan 31
  • Test 1
  • testimoni 8
  • Tips 55
  • tradisi 1
  • tragedy 1
  • traveling 60
  • true story 7
  • tsunami 9
  • turkey 9
  • tutorial 7
  • visa 1
  • wisata tsunami 2

Followers


Blog Archive

  • July (1)
  • May (1)
  • December (1)
  • October (1)
  • March (1)
  • August (2)
  • May (1)
  • April (2)
  • March (6)
  • February (3)
  • January (1)
  • December (1)
  • November (5)
  • October (4)
  • September (3)
  • August (5)
  • July (3)
  • April (1)
  • January (1)
  • December (2)
  • November (1)
  • October (1)
  • September (1)
  • June (1)
  • February (1)
  • December (1)
  • September (2)
  • August (2)
  • June (1)
  • March (1)
  • February (1)
  • December (5)
  • September (2)
  • August (3)
  • July (1)
  • May (3)
  • April (2)
  • March (1)
  • February (1)
  • January (7)
  • December (1)
  • November (5)
  • September (3)
  • August (1)
  • July (4)
  • June (1)
  • May (1)
  • April (3)
  • March (6)
  • February (5)
  • January (7)
  • December (8)
  • November (4)
  • October (12)
  • September (4)
  • August (3)
  • July (2)
  • June (5)
  • May (5)
  • April (1)
  • March (5)
  • February (4)
  • January (6)
  • December (5)
  • November (4)
  • October (8)
  • September (5)
  • August (6)
  • July (3)
  • June (7)
  • May (6)
  • April (7)
  • March (4)
  • February (4)
  • January (16)
  • December (10)
  • November (10)
  • October (3)
  • September (2)
  • August (5)
  • July (7)
  • June (2)
  • May (8)
  • April (8)
  • March (8)
  • February (7)
  • January (9)
  • December (10)
  • November (6)
  • October (11)
  • September (12)
  • August (4)
  • July (9)
  • June (4)
  • May (1)
  • April (12)
  • March (25)
  • February (28)
  • January (30)
  • December (8)
  • November (3)
  • October (1)
  • September (12)
  • August (10)
  • July (5)
  • June (13)
  • May (12)
  • April (19)
  • March (15)
  • February (16)
  • January (8)
  • December (13)
  • November (16)
  • October (23)
  • September (19)
  • August (14)
  • July (22)
  • June (17)
  • May (17)
  • April (19)
  • March (21)
  • February (27)
  • January (17)
  • December (23)
  • November (20)
  • October (16)
  • September (5)
  • August (2)
  • March (1)
  • December (2)
  • April (1)
  • March (1)
  • February (6)
  • January (1)
  • December (1)
  • November (4)
  • September (4)
  • August (1)
  • July (8)
  • June (16)

Oddthemes

Flickr Images

Copyright © My Virtual Corner. Designed by OddThemes