Menu

Baby SPA istimewa di Lineation Center

/ / 0 Comments
Suatu malam, saat sedang hangout berdua Intan, si anak gadis kesayangan ini bertanya sambil nyengir, "Mi, dulu waktu Dila kecil, pernah Umi bebi spa-in, gak?" 

-- Dila adalah her nick name at home. -- Umi sedikit terperangah, karena ini pertanyaan kok ujug-ujug, mengarah kemana ini?

Namun, foto para bebi yang sedang menikmati Baby SYM (semacam baby spa) di Lineation Clinic, yang terpajang cantik di Instagram feed-nya Lineation membuatku ikutan tersenyum.

"Nak, nak, jaman Dila bebi dulu, belum ada yang namanya baby spa, adanya tukang urut bayik!" Jawabku yang disambut oleh gelak tawanya yang berderai. Merasa lucu sendiri, mungkin membayangkan tubuhnya yang bebi kala itu, menggeliat-geliat diurut oleh mak urut. Hihi.


Baby SYM di Lineation Clinic


baby sym
Baby happy, Mommy pun happy! 

Pasti sudah familiar donk dengan klinik kecantikan Bandung yang satu ini? Lineation Clinic atau juga sering disebut dengan Lineation Center, adalah klinik kecantikan favoritku untuk perawatan wajah, kulit, rambut hingga ke hati. Ha? Hingga ke hati, Al? Yup! Soalnya di Lineation Clinic ini lengkap banget sih layanannya. Selain dokter untuk perawatan kecantikan, juga ada dokter umumnya, dokter gigi, dokter bedah plastik, dokter spesialis akupuntur dan terapisnya, ada juga fisioterapi, laboratorium, hingga ke program stress management di bawah program Regenesis Plus, loh! Lengkap banget kan?

Nah, Lineation itu juga care banget dalam memastikan para mami dengan anak baduta (bawah dua tahun)-nya itu nyaman saat si mami sedang treatment! Maksudnya gimana?

Maksudnya adalah, Lineation juga menyediakan layanan yang bikin dede bayik itu nyaman dan rileks, loh! Yup, tersedianya layanan baby SYM (Swim, Yoga and Massage) bagi para bayi dengan usia di bawah 2 tahun itu, sungguh sangat membantu dede bayik mau pun maminya. Baby yang anteng dan merasa tubuhnya nyaman, tentu akan membuat para mami juga bahagia, karena terhindar dari polah baby-nya yang rewel, cengeng atau pun tantrum kan?

Back to Baby SYM atau kita sebut sajalah Baby Spa, ya, nah, di Lineation tuh ada beberapa layanan untuk tujuan ini dimana bisa dilakukan secara terpisah atau pun keseluruhan. Yaitu layanan Baby SYM (Swim, Yoga dan Msssage), atau pun hanya baby swim saja, atau pun baby yoga saja.



Baby SYM di Lineation Center


Asyiknya jadi mami jaman now! Dulu jaman Intan baby, belum ada baby spa seperti ini, loh! Wohoo, andai waktu bisa diulang dan baby spa sudah ada di masa itu, pengen deh mempersembahkan layanan ini untuk Intan juga. Hihi. Ngomong-ngomong, untuk yang masih awam akan manfaat dari baby spa, yuk, berikut info dan manfaatnya, ya! Kebetulan kemarin nemenin Teh Armita dan Uwien bawa baby mereka ke Lineation Center untuk having baby spa treatment, jadi aku ikutan nimbrung dalam obrolan mereka dengan Teh Rini, sang terapis baby spa di Lineation Center, tentang manfaat baby spa bagi bayi. 




Manfaat Baby SYM (Swim, Yoga, Massage) bagi Bayi


  1. Sesi swimming/berenang akan membuat bayi menjadi lebih rileks dan melatih bayi untuk dapat bergerak aktif.
  2. Berenang juga merupakan ajang latihan untuk meningkatkan perkembangan otot motorik bayi
  3. Sesi yoga berguna untuk melatih otot bayi agar lebih kuat
  4. Yoga berfungsi dalam merangsang pertumbuhan gerak motorik bayi di awal fase perkembangan serta meningkatkan nafsu makannya
  5. Yoga juga ngebantu banget bagi paru-paru bayi sehingga pernapasannya menjadi lebih lancar, juga berguna dalam melancarkan peredaran darahnya
  6. Massage/pijatan pada bayi berfungsi dalam membantunya lebih mudah beradaptasi dengan tidur malam dan membantu tidurnya lebih nyenyak dan bangun dalam keadaan segar bugar. 
Harga layanan Baby Spa : IDR. 175.000,-

Harganya bersahabat banget, yak? Teman-teman punya bayi dan ingin juga membuat ananda kesayangan hepi? Yuk, bikin appoinment di CS Lineation Center, dan melangkahlah bersama ananda tercinta untuk treatment ini. Dijamin hepi! :)

LINEATION CENTRE:

0812 2190 6850
(022) 2010 593

Jl. Lemah Nendeut No. 10
Setrasari, Bandung 40164
Jawa Barat

me@lineation.co.id

Masih ingin membaca beberapa testimoni dari teman-teman yang sudah bawa baby mereka ke sini?
Check them out here, ya! 

Cerianya Arfan playing and relaxing here! 
Senengnya Hegar Main Air dan Having Baby Spa di Lineation Center
Pengalaman Pertama Dzikra, Baby Spa di Lineation Klinik Bandung
Pengalaman Baby Spa di Lineation Center

Al, Bandung, 30 Desember 2019




Read More

Acupuncture Facelift By Ci Linda at Lineation Center

/ / 23 Comments
Siapa coba yang enggak ingin hidup sehat lebih lama? Memiliki wajah dan kulit yang tetap kenyal dan kinclong dengan kontur wajah yang tetap kencang mempesona? Namun siapa yang mampu melawan kekuatan usia yang semakin angkanya bertambah semakin membuat kulit wajah dan tubuh berkurang elastisitasnya? Tak hanya itu, pertambahan usia, yang memang bikin manusia menjadi lebih matang dalam berfikir dan bijaksana (idealnya lo, ya), juga menyisipkan sisi negatif yang bikin hati miris!

Yup, menurunnya fungsi tubuh dan kualitas kesehatan, adalah salah satu efek negatif dari pertambahan usia. Tentu banyak cara dan kiat yang bisa kita gunakan dalam meminimalisir efek ini, diantaranya dengan menerapkan pola hidup yang sehat, rajin berolah raga, melakukan perawatan tubuh dan wajah yang teratur dan lain sebagainya.

Dan bicara tentang perawatan tubuh dan wajah, aku lebih concern ke cara perawatan yang alami dan sehat, ketimbang yang menggunakan obat-obatan kimiawi. Dan juga ingin sedapat mungkin menghindari yang namanya pisau operasi. Iya donk, jika memang kita bisa mendapatkan cara yang jauh lebih alami dan sehat, kenapa enggak, ya kan, sobs?


Acupunture Facelift secara berkala.

Nah, bicara tentang perawatan kecantikan dengan cara alami nan sehat, aku bersama tim ahli akupuntur di Lineation Center sedang konsisten melakukan perawatan wajah agar tetap kencang dan kulitnya kenyal kinclong. Cara yang kami tempuh, sesuai dengan kebutuhanku saat ini adalah melakukan facelift acupunture. Yup. Ini adalah salah satu cara paling alami dan sehat yang kebetulan pas pula di aku, dalam artian, sehabis ditusukin jarum hingga 400 jarum (pipi kiri dan kanan), hasilnya ga bikin si pipi lebam oleh bekas tusukan. Malah terlihat jika kedua pipi yang tadinya mulai ada kerutan dan agak kendur, mengencang kembali.

Baca tentang facelift acupuncture pertama, by Teh Winda

Dan beneran, lo, sejak menjalani terapi akupuntur facelift secara berkala (sebulan sekali atau dua bulan sekali), pipi ku mengencang (naik dan kembali tirus), kulit wajah juga menjadi lebih kinclong. Ya, walau kadang kala, efek begadang atau terkena debu atau hantaman cahaya matahari, si kulit wajah menjadi kusam, itu mah biasa lah ya. Namun efek dari akupuntur ini memang luar biasa. Tusukan-tusukan jarum akupuntur ini ternyata memang mampu mengaktifkan kembali produksi kolagen, dan mengencangkan otot-otot wajah atau wilayah yang dituju.

Acupunture Facelift by Ci Linda.

Jadi ini adalah treatment facelift akupuntur yang ke empat kalinya bagiku. Jika yang pertama dilakukan oleh Teh Winda, sang maestro akupuntur dari Lineation Center, bisa baca tentang beliau di sini. Maka untuk yang kedua kalinya dilakukan oleh dr. Tezza, yang telah pernah aku tulis di sini. Yang ketiga oleh dr. Putri yang sayangnya saat ini sudah tidak praktek lagi di Lineation, lalu yang keempat oleh sahabat cantik berkulit kenyal dan kinclong, Ci Linda Inge, yang jam terbangnya di dunia akupuntur sudah melambung tinggi.

Facelift kali ini memang berbeda dari yang biasanya. Bedanya adalah karena kondisi kulit wajahku yang berubah drastis akibat kebanyakan begadang (hampir tiap malam tidur larut, sekitar pukul 3 dinihari) gegara banyak pekerjaan dan juga banyak pikiran. Hayyah!), maka Ci Linda menyarankan agar aku di-acupuncture facelift setiap dua minggu sekali hingga kondisi kulit wajahku kembali kenyal dan mengencang. Hm, baiklah, saya mah manut, Jeng! Yang penting bisa kembali memiliki kulit wajah yang kenyal, kencang dan kinclong, serta pipi kembali naik dan double chin menghilang. 😊

Facelift setiap 2 minggu sekali.



Yes, sesuai dengan rekomendasi Ci Linda, akhirnya ku mulai rutin melakukan layanan 2 mingguan akupuntur facelift yang dilakukan oleh Ci Linda di Lineation Clinic. Dan Alhamdulillah, kulit wajah/pipi yang tadinya mengendur, sudah mulai mengencang lagi, dan mulai terlihat kenyal dan cerah, pertanda produksi kolagen di bagian ini sudah mulai produktif lagi. Ah, seneng banget deh. Ingin banget kekenyalan kulit ini terjaga untuk seterusnya dan double chin yang mulai menampakkan diri ini segera sirna. Mau rajin menerapkan pola hidup sehat, ah! Ga mau begadang lagi, jam 10.30 teng sudah kudu bobok! Dan makan makanan yang sehat, no junkfood kalo ga mendesak, hehe.

Thank you so so so much, Ci Linda untuk treatmentnya, nanti kalo adik ipar aku main ke Bandung, ku ajakin untuk treatment juga, ya! 😊
Btw, kalo teman-teman sendiri, lebih senang treatment yang bagaimana nih untuk menjaga kekenyalan kulit wajah dan menjaga agar pipi tetap kencang?

Share, yuk di kolom komentar!

Al, Bandung, 25 Desember 2019


Read More

Kado Istimewa: Selamat Menempuh Hidup Baru, Stupid Monkey!

/ / 28 Comments
Kado Istimewa: Selamat Menempuh Hidup Baru, Stupid Monkey!
Stumon alias Stupid Monkey! Ada yang masih ingat dengannya?

Teman-teman yang mulai ngeblog masa-masa 2008-2010-an pasti masih ingat deh dengan sosok yang satu ini. Yup, para blogger jadul, tentu familiar dengan aksinya. Doi tuh ga pernah mau wajahnya terpampang di dunia maya. Dulu. Makanya aku tuh sempat penasaran, ini orang, gimana sih penampakannya?

Ini penampakan blognya Stupid Monkey
Bahkan ketika kami terhubung dan saling bertegur sapa lewat kolom komentar di blog masing-masing, dilanjut dengan kebersamaan di sebuah grup Yahoo Messenger, aku masih teteup dibuat penasaran akan penampakan sosok ini! Grup Yahoo Messenger kami ini memang limited edition, sih, hanya beranggotakan kami berempat, yaitu aku, Stupid Monkey alias Stumon, Una dan Ririe Khayan, dan kami bisa ngobrol berjam-jam dengan asyik membahas dunia perbloggeran hingga ke masalah kehidupan. Ah, indahnya persahabatan!

Apa? Yahoo Messenger? Yup! Kebayang kan jaman mana ini? Hihi. Dan Mas Stumon yang bernama asli Alif Ismail ini teteup kekeuh membuat kami penasaran!

Hingga kemudian, kopdar pertama pun terlaksana, tepat ketika aku sedang tugas ke Jakarta, seputar Juli 2012. Yup, ini adalah masa-masa ketika aku masih bertugas di Aceh, dan sesekali dinas ke Jakarta.

Pas banget, nih. Maka kami pun menentukan tempat dan waktu untuk saling bertemu. Alhamdulillahnya, aku (dari Aceh), Una dan Mas Alif (keduanya berdomisili di Jakarta), dan Ririe (domisili Banyuwangi kala itu juga sedang ada keperluan ke Jakarta), akhirnya bisa KOPDAR! Yes! 

Hingga kini masih terbayang di ingatanku betapa bahagianya kami karena akhirnya bisa bertemu secara tatap muka secara langsung! Offline! Alhamdulillah. Bahagia banget! Masih kebayang kopdar seru dan hangat yang kemudian diakhiri dengan santap malam di sebuah warung pecel lele pinggir jalan. Haha. Seru, ya, Rie, Una, Mas Alif? Ga perlu cafe mewah sih kita, ya? Hihi.

Persahabatan Unik

Tiada kata lain yang lebih cocok dalam menggambarkan persahabatan kami. Sempat sangat akrab pada 'jaman'nya, lalu masing-masing mulai tersita dalam kesibukan tersendiri, hingga intensitas obrolan di grup itu pun mulai berkurang, namun masih tetap berjalan. 

Hingga era Yahoo Messenger terganti dengan Whatsapp group, maka kami pun beralih ke WAG, dan sepanjang sejarah per-grup-an di WA yang pernah aku miliki, ini adalah yang paling awet! Haha. Walau jarang banget kita ngobrol di sana, tapi grup ini tetap eksis, dan kita ada kapan dibutuhkan. Ah, indahnya persahabatan!

Undangan Pernikahan


Menerima undangan pernikahan adalah hal biasa. Namun menjadi sesuatu yang luar biasa bagi aku, Ririe dan Una, karena datangnya dari Mas Alif! Disampaikan dengan santai seperti melempar bola, sambil berucap, 'takut dosa jika ga mengundang.' Lalu, sepertinya Mas Alif menikmati munculnya beragam reaksi dari kami. Haha.


Jelas donk kita pada kaget, but happy lah! Masalahnya, sosok ini awalnya jauh banget pikirannya dari menikah. Sepertinya masih ingin sering-sering memeluk alam pegunungan daripada memeluk tubuh seorang wanita secara sah. Hihi. Tak urung, kami bertiga pun jadi kepo. Bahkan saking
kepo-nya dengan langkah spektakuler Mas Alif ini, diam-diam Ririe melakukan interview tersembunyi. Di balik layar. Haha.

Hasil interview-nya bisa dilihat di postingan Ririe yang berupa kado pernikahan untuk Mas Alif di sini. Yup, sesuai dengan komitmen long-long-long time ago. Kami sepakat untuk memberikan kado istimewa berupa tulisan berantai di blog masing-masing, sebagai hadiah perkawinan bagi siapa pun di antara kami (kami???) yang menikah. Dimulai dengan kado pernikahan untuk Ririe yang menikah di tahun 2013, dari Mas Alif, aku, dan Una.

Baca juga: Kado Pernikahan Untuk Ririe

Dan, yes! Tongkat estafet rantai kado istimewa untuk Mas Alif ini dimulai dari Ririe, yang menuliskan postingannya di alamat ini. Monggo dibaca, dan aku lanjutkan dengan postingan yang sedang teman-teman nikmati ini, dan nantinya akan ditutup oleh postingan dari Una. Seru, ya?

Selamat Menempuh Hidup Baru, Mas Alif! 



Tiada kata terindah yang mampu mewakili kebahagiaanku, Ririe dan Una akan kenyataan ini, Mas Alif! Alhamdulillah. Sungguh takjub dengan cara Allah 'mengarahkanmu' untuk mengambil langkah ini. Menyempurnakan ibadahmu dan mengarahkanmu untuk menikmati hidup yang lebih bermakna dan indah.


Selamat menempuh hidup baru, Mas Alif dan Mba Salichah! 
Semoga berkah, rahmah dan lindungan Allah SWT senantiasa bersama kalian dalam melangkah menuju rumah tangga yang barokah, sakinah, mawaddah wa rahmah. 
Aamiin ya Allah. 

Al, Bandung, 20 Desember 2019
Read More

Yuk, Lawan Diabetes dan Live Healthier Lives!

/ / 24 Comments
Yuk, Lawan Diabetes dan Live Healthier Lives!
Diabetes! Hayo, apa yang terbayang di pikiran teman-teman begitu mendengar kata diabetes? Suatu penyakit yang berlangsung lama/kronis dan berhubungan dengan gula darah/glukosa? Seseorang yang memiliki kadar gula darah yang tinggi karena tidak mampu diserap oleh sel tubuhnya dengan baik, sehingga menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh?  Suatu penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan? Suatu penyakit yang mengerikan dan menjadi pemicu bagi timbulnya penyakit-penyakit lainnya di dalam tubuh?

Atau malah langsung kebayang tentang seseorang yang terluka, berdarah dan darahnya agak sulit berhenti? Seseorang yang terluka dengan darah yang mengalir terus tapi dia sendiri tidak menyadari bahwa ada yang terluka di bagian tubuhnya?



Kalo aku tuh, setiap mendengar kata diabetes, langsung deh kebayang tentang si ayah, yang sering tidak menyadari jika ada yang terluka di bagian tubuhnya. Iya, beliau tuh sering banget tidak menyadari ada bagian tubuhnya yang terluka, misalnya karena tergores sesuatu, ketusuk paku, atau apa pun lah penyebabnya. Padahal darah sudah berceceran, kitanya sudah panic, tapi beliau tidak merasakan sakitnya. 

Dan menurut dokter spesialis jantung langganan ayah, ini disebabkan karena penyakit diabetes yang diidap si ayah, sih, yang membuat beliau kehilangan kepekaan akan rasa sakit, sehingga walau pun terluka, tapi teteup saja tidak merasakan sakit di bagian yang sedang terluka itu.  Oh, My Gosh! Ayah.... yang sehat, donk! Please.... we love you.....



1 dari 8 Orang di Jakarta terkena Diabetes, 
dan 2 dari 3 orang tersebut tidak mengetahui jika dirinya terkena diabetes! 

Yup, what a shocking fact!

dr. Dante dari RSCM, sedang memaparkan fakta-fakta tentang diabetes

Dr. Dante Saksono Sp.PD, PhD, Spesialis Kelenjar (Endokrinologi) dari RSCM, dalam presentasinya di acara Konferensi Pers yang diadakan oleh Sun Life Indonesia di Kantorkuu Coworking Space, Kuningan – Jakarta, 14 November 2019 kemarin, menyatakan bahwa dari hasil survey FKUI RSCM Divisi metabolik endokrin menemukan bahwa 1 dari 8 orang di Jakarta tuh terkena diabetes, dan 2 dari 3 orang tersebut bahkan tidak menyadari jika dirinya terkena diabetes, dan 30% dari penduduk Jakarta itu adalah Pre-diabetes!

Yup, what a shocking fact! Hiks…., sedih banget yaa? 
Dan taukah teman-teman bahwa negeri tercinta ini, based on laporan dari International Diabetes Federation Atlas 2017, ternyata terdata sebagai negara peringkat ke-enam dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia, setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil dan Meksiko? Oh, No! Miris banget kan? 

Dan sekitar 10,3 juta penduduk Indonesia tuh mengidap diabetes pada rentang usia 20 - 79 tahun! Iya, beneran! Jadi diabetes tuh bukan hanya penyakit emak-emak, bapak-bapak, enin-enin atau aki aki, loh! Bahkan bisa saja di usia yang masih sangat muda! Duh, ku jadi ngeriii…. Ngebayangin penerus bangsa kita nanti jika kondisinya berlarut seperti ini. ☹ 

Lebih dari itu, yang semakin bikin hati terpana nelongso, adalah kenyataan bahwa dari 10,3 juta penderita diabetes tersebut, hanya separuh dari mereka saja yang menyadari kondisinya, bahwa mereka menderita diabetes. Sungguh tragis, ya? Dan satu lagi, yang bikin aku melongo adalah ketika dr. Dante bilang bahwa 68% masyarakat kita ini, taunya bahwa diabetes itu adalah penyakit karena faktor keturunan! Oh, tidak!

Ini ga bisa dibiarkan begini terus, deh! Peningkatan pemahaman dan upaya pencegahan terhadap diabetes adalah sebuah keharusan! Harus ada upaya dan gebrakan bersama untuk meningkatkan awareness masyarakat kita agar lebih paham tentang diabetes dan aware tentang pentingnya pola hidup sehat, sehingga akan terbentuk masyarakat yang sehat fisik, mental dan sehat finansial.  

Diabetes, adalah penyakit kronis yang dengan sangat-sangat serius telah mengancam masyarakat global, dan juga berkekuatan luar biasa dalam menurunkan kualitas generasi penerus bangsa, yang pastinya akan memberi efek buruk juga pada perekonomian bangsa. Karenanya Sun Life berkomitmen untuk menggandeng semua pihak melawan diabetes. Salah satu langkah penting yang diambil oleh Sun Life Financial Asia adalah dengan merilis laporan terkait diabetes di Asia, berjudul "Diabetes in Asia: Empowering Communities to Lead Healthier Live", pada awal tahun 2019, yang berfokus di Negara Hongkong, Filipina, Indonesia, Vietnam dan Malaysia.  

Sun Life Indonesia, bertepatan dengan hari Diabetes Day, 14 November 2019 kemarin, sengaja menggelar sebuah konferensi pers dengan mengundang media dan para blogger untuk menyerukan dan mengajak banyak pihak untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan literasi masyarakat tentang diabetes.

Peningkatan pemahaman dan upaya pencegahan terhadap diabetes adalah sebuah keniscayaan! Sebuah Keharusan!



Tiga Gejala Klasik Diabetes.


Dalam presentasinya yang sangat menarik, dr. Dante menyebutkan bahwa ada tiga gejala klasik diabetes yang dikenal dengan istilah 3P, yaitu; poliuri, polifagi dan polidpsi. 

Poliuri adalah sering buang air kecil. 
Polifagi adalah sering merasa lapar, dan 
Polidpsi adalah sering merasa haus. 

Satu lagi ciri yang sering abai oleh masyarakat adalah penurunan berat badan tanpa disertai oleh sebab yang jelas. Wah, kudu dicatet, nih, temen-temen! Dan ingat, diabetes bukan saja disebabkan oleh faktor keturunan, justru penyebab utamanya adalah pola hidup yang tidak sehat. 
Karenanya, dr. Dante mengingatkan plus memberi tips tentang upaya paling efektif untuk mencegah diabetes adalah dengan cara menjaga pola makan sehat dan berimbang, serta aktif bergerak, hindari diri dari rokok dan alkohol dan bergabunglah dengan komunitas pendukung yang solid.


Live Healthier Lives by Sun Life Indonesia


Press Conference Sun Life Indonesia
14 Nov 2019
Sejak tahun 2018, Sun Life Indonesia tuh telah menggaungkan kampanye kesehatan bertajuk “Live Healthier Lives”, yang tentunya sejalan dengan rekomendasi dari laporan Diabetes in Asia: Empowering communities to lead healthier lives. Agenda lainnya yang telah pula dilakukan oleh Sun Life Indonesia dalam upaya meningkatkan awareness dan pengetahuan masyarakat tentang diabetes, adalah berupa upaya edukasi terkait diabetes dan pentingnya penerapan pola hidup sehat, yang telah digelar bersama komunitas ibu dan pelajar usia sekolah dasar di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan dan Depok. 

Upaya lainnya yang juga tak kalah menarik adalah aktivitas seru dan sehat dalam rangka melawan diabetes #TeamUpAgainstDiabetes adalah "Sun Life Virtual Charity Run", yang pada acara ini (14 November 2019) diluncurkan secara resmi.

Sun Life Virtual Charity Run adalah sebuah kompetisi  untuk mengumpulkan kilometer hasil dari aktivitas lari bersama Brand Ambassador Sun Life Indonesia, yaitu Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono, komunitas lari, dan karyawan Sun Life. Jumlah kilometer yang ditempuh akan dicatat dan dikonversi menjadi donasi untuk membantu edukasi, pencegahan, serta penanganan diabetes di Indonesia.

sun life indonesia

Hayo, pada tertarik dengan agenda Sun Life Virtual Charity Run kan? Coba deh lihat info detailnya di sini.

Sun Life Resolution Run 2020


Nah, ini yang juga tak kalah menarik dan inspiratif, nih, temen2! Sun Life Indonesia ngadain Sun Life Resolution Run lagi, nih! Bagi yang belum familiar dengan agenda ini, sini deh aku bisikin! 
Jadi tuh, Sun Life Resolution Run adalah sebuah ajang lomba lari dengan tujuan untuk menggalang donasi yang diadakan oleh Sun Life Indonesia, dalam rangka menginspirasi dan memotivasi generasi penerus bangsa untuk meraih resolusi hidup yang jauh lebih sehat. 

Agenda keceh ini akan digelar pada tanggal 12 Januari 2020 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. Kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan yang diadakan oleh Sun Life di Indonesia, Filipina, Hong Kong, Malaysia dan Vietnam.

Yuk, segera daftarkan dirimu di event keren ini, ya! Selain sehat untuk diri sendiri, kamu juga berpeluang besar mensupport event yang memang ditujukan untuk tujuan charity ini, loh! Semua dana yang terkumpul dari registrasi akan digunakan untuk menanggulangi diabetes. Keren ya?

Btw, ada dua kategori lomba nih yang bisa kamu pilih, ada yang kategori lomba 5K atau 10K. Feel free to choose and have fun, guys! Info lengkap bisa lihat di sini, ya! 

Kapan lagi kan having fun sambil berdonasi? ☺ Dan bagi kalian yang masih ingin tau lebih banyak lagi manfaat lari bagi penderita diabetes, bisa banget akses infonya di sini, ya! 

Al, Bandung, 10 Desember 2019
Read More

Financial Tips for Turning Your Hobby Into a Business

/ / 15 Comments
Financial Tips for Turning Your Hobby Into a Business - Oleh-oleh dari FunAncial Event Bandung

Hari gini, rasanya bohong banget kalo ada yang ngaku bahwa dirinya ga ingin bekerja sesuai dengan passionnya, right? Siapa coba yang enggak hepi jika dirinya dibayar bahkan ketika bersenang-senang? Ketika menjalankan hobinya?

Nah, bicara tentang bekerja sesuai dengan passion, rasanya memang sudah semakin menjadi pemikiran orang-orang, terutama para generasi milenial. Aku sendiri, sebagai emak milenial, masih dipenuhi oleh keinginan yang kuat untuk bisa turning my hobby into a business, loh! 

Dan pas banget, keinginan untuk belajar tentang how to turn my hobby into a business ini terwujud oleh Home Credit, yang meng-organize sebuah Talkshow kece bertajuk "Turning Your Hobby Into a Business", yang menghadirkan seorang financial planner keren penuh ilmu, bernama Dipa Andika dan bintang tamu inspiratif bernama Mochammad Takdis. Hayo, ada yang familiar dengannya?

Ki-ka: Narsum Utama Dipa Andika,
Narsum Tamu Mochammad Takdis, MC Uchiet

Acara ini digelar di Bandung, tepatnya di Paberik Kopi Upnormal Coffee Roasters, pada hari Sabtu, 7 Desember 2019 kemarin, dihadiri oleh peserta umum dan para blogger. Seru banget!

Mochammad Takdis, yang Sukses Mengubah Hobby Menjadi Profesi.


Turut serta bersama Dipa Andika, seorang anak muda yang diusianya belum mencapai 30 tahun tapi sudah sukses luar biasa. Tak hanya sukses dalam pengumpulan aset dan berkarier sesuai dengan hobinya, namun anak muda yang mengaku drop out dari kampusnya ini, justru berhasil mengubah hobi menjadi profesi. Namanya Mochammad Takdis, yang didaulat sebagai narasumber tamu, mendampingi sang narsum utama, sungguh sukses memukau para audience. 

Semua sudah punya, kecuali pacar! Haha. Yes, jadi tuh, Takdis ini punya hobi traveling yang luar biasa. Terutama naik gunung, yang saking hobinya pada kegiatan ini, membuatnya sering banget absen di kampus, hingga suatu hari mendapat notifikasi dari kampus bahwa dirinya harus di-drop out! Info drop out ini diterimanya ketika dia sedang menggeluti hobinya, yaitu mendaki gunung. Kebayangkan gimana berita miris ini hadir justru disaat dirinya sedang di puncak? Anehnya, anak muda ini hanya bilang, "Oh, ok. Baiklah," lalu melanjutkan perjalanan mendakinya. πŸ˜€
Menurutnya kala itu, ya sudahlah, mau apalagi. Ga ada gunanya juga kan terpuruk berlama-lama. Dan dia pun bertekad menjadikan ini sebagai titik balik baginya untuk bangkit. Mengubah hobi menjadi profesi. Dan...?

Dan amazingly, anak muda ini BERHASIL! Memiliki travel agency bernama Whatravel Indonesia sebagai kendaraannya dalam menyalurkan hobi sembari earning money! Membuka open trip untuk serving people yang ingin traveling, sembari menghasilkan RUPIAH. Bisa beli rumah secara cash, mobil cash, dan aneka aset lainnya.  Amazing bukan? Aih, kujadi pengen deh seperti ini! Pengen lebih berani dalam memberdayakan hobi menulis dan bersosial media serta travelingku sebagai saluran penghasilan!


Financial Tips Kece dari Mas Andika


Rasanya aku tuh beruntung banget dapat undangan dari Female Blogger Indonesia untuk hadir dalam acara yang dipersembahkan oleh Home Credit Indonesia ini. Pas banget sedang ingin belajar mengelola keuangan agar ga bocor di sana sini, eh pas pula dapat undangan acara FUNancial, Yang Kamu Mau ini! Topiknya tuh related banget dengan yang ku mau! Yuhuu. 

Ada banyak AHA moments sebagai oleh-oleh dari penjelasan Mas Dipa Andika sebagai narasumber utama. Sebagai seorang financial planner andal, Mas Dipaa sukses bikin partisipan ternganga! Makjleb. Karena banyak hal keseharian yang kita anggap sebagai hal kecil, justru menjadi faktor yang berpengaruh besar dalam 'kebocoran' dompet! 

Menurut Mas Andika, kita itu kudu banget punya impian. Dream big, and write them on the paper or wherever yang visual. Agar otak, pikiran dan hati tetap ingat akan itu, dan menumbuhkan serta memelihara keinginan agar kita terus mengupayakan untuk menggapai impian-impian itu. 

Tepat di bagian registrasi, para peserta diminta menuliskan financial goalnya,
dan menempelkannya pada board ini. Cantik, ya? 😊


Aha! Yes bener banget ini, mah! Untung deh ku mulai menerapakan langkah ini. 😊

Pentingnya Disiplin dalam Mengelola Keuangan



Jadi salah satu takeaway yang paling makjleb yang menjadi catatanku adalah bahwa kita itu harus disiplin dalam mengatur cashflow kita. Terkadang, kita itu justru menganggap remeh hal-hal kecil dan terus menerus melakukannya, karena menurut kita, ah, cuma seribu dua ribu doank. Ah, cuma 5000 doank! 

Tanpa sadar, justru LATTE FACTOR ini adalah penyebab bocornya dompet di akhir bulan, loh!
What? Latte Factor? Yes.
Jadi, Latte Factor adalah pengeluaran ceh-receh, hal-hal kecil yang selama ini kita anggap remeh. Yang memang dalam keseharian tidak kerasa efeknya. Misalnya saja, ketika kita tidak menemukan atm bank kita, maka kita dengan santai akan melakukan tarik tunai di atm bank lain, karena biaya administrasinya menurut kita sih, ga besar-besar amat lah! Cuma 5000 doank! Atau cuma 7500 Rupiah doank!



Contoh lain dari Latte Factor adalah nongkrong cantik di cafe-cafe ternama. Iya, sih, sambil internetan seharian, atau sambil meeting. Tapi jika di rumah kita juga ada wifinya, atau di kantor bisa full akses, kenapa harus sering-sering ke cafe ya? Kalo dihitung sebulan, jadi bengkak juga kan?

Wuih, Mas Andika sukses ngebuka mata kita semua, deh! Bener banget! Dan, iyaaa, ku juga selama ini ga pernah menghitung biaya parkir, di sini sebentar di sana sebentar, padahal kalo digabung, jadi banyak jugak! Wohooo. Banyak lagi deh contoh dari Latte Factor ini.

Belum lagi dalam hal lainnya, bahwa kita harus bener-benar mendisiplinkan diri dalam mengatur cashflow. Harus tegas dalam memastikan sesuatu itu kita beli karena butuh atau ingin. Dan seterusnya. Ah, banyak banget dapat ilmu dari si mas yang andal ini. Hatur nuhun pisan untuk ilmunya, Mas Andika! πŸ™

Home Credit Indonesia



Acara keren ini tentu tidak akan terlaksana tanpa dedikasi dari Home Credit Indonesia. Btw, ada yang sudah familiar dengan aplikasi Home Credit? Udah terpasang di HP teman-teman kah? Mba Freya Pradita, Vice President dari Home Credit Indonesia menjelaskan bahwa Home Credit hadir di Indonesia untuk membantu masyarakat Indonesia dalam hal pembiayaan terhadap kebutuhan individual mau pun keluarga Indonesia, seperti kebutuhan akan gadget, laptop, kamera, dan pembiayaan isi rumah seperti AC, Televisi, Kulkas maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya, yang dapat diakses jasanya tanpa harus menggunakan kartu kredit. Sudah berdiri sejak tahun 2013, loh! Dan Home Credit tuh dalam menjalankan aktivitasnya berdasarkan 5 prinsip dasar yaitu wirausaha, inovasi, fokus pada hasil, kejujuran dan keadilan. Wah, keren!

Nah, teman-teman, itu sekelumit oleh-oleh dari acara keren ini. Beneran, deh. Sepulang dari event ini kulangsung deh mikir kalo mau melakukan aktivitas keuangan. Ini masuk latte factor ga, ya? Ini butuh atau ingin, ya? Hahaha.

Hayuk, ah, kita kelola keuangan dengan bijak, agar financial goal kita dapat tercapai sesuai dengan rencana dan buahkan bahagia. Sip?

Reportase ala Alaika Abdullah,
Bandung, 12 Desember 2019
Read More

Suicide Awareness Day - Sebuah Baksos by Lineation

/ / 5 Comments
Baksos Lineation dalam Rangka Suicide Awareness Day Yes. Lineation Center kembali mengadakan aksi Bakti Sosial bagi sesama. Berbeda dengan aksi Baksos sebelumnya yang pernah aku ulas pada tulisan "Lineation Berbagi - Baksos Tiga Bulanan dari Lineation Center", maka bakti sosial Lineation kali ini dilaksanakan dengan tujuan yang lebih spesifik, yaitu dalam rangka memperingati hari kepedulian terhadap mereka yang sedang atau pernah dilanda stress, depresi atau malah dihampiri oleh keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan mencoba bunuh diri, yang lebih dikenal sebagai the Suicide Awareness Day, yang secara global diperingati pada tanggal 10 September setiap tahunnya.

Yup, jadi target beneficiaries dari baksos kali ini memang lebih spesifik, walau tidak menutup kesempatan bagi mereka yang mendaftar karena keluhan yang tidak terlalu "berat" dan ingin berkenalan dengan terapi BARS.


Stress adalah milik semua makhluk hidup.


Yes, pasti percaya donk akan kalimat di atas? Jangankan manusia, hewan pun pasti pernah alami stress kan? Tumbuhan juga, loh! Makanya rasanya akan mustahil jika ada yang berucap bahwa dirinya tak pernah mengalami stress! Engga percaya kan? Hehe.

Yup, kita tentu pernah lah dihinggapi oleh rasa yang satu ini bukan? STRESS, atau kakaknya bernama DEPRESI, atau malah yang lebih ekstrim yaitu dihinggapi keinginan untuk bunuh diri atau tindakan mencelakai diri sendiri?

Iya sih, mungkin untuk yang paling ekstrim (baca: bunuh diri), tentu tidak semua orang mengalaminya ya, Sobs? Tapi yang namanya stress, pastilah hadir menyapa, dan sering bikin kesehatan fisik dan psikis jadi terganggu kan?

Dan..., berdasarkan hal di atas, serta dalam rangka Suicide Awareness Day, Lineation Center bekerjasama dengan para praktisi Bars Bandung dan Depok (dr. Anna, yang jauh-jauh datang dari Depok) menggelar kegiatan bakti sosial ini. Memberikan terapi BARS untuk para peserta yang dengan antusias telah mendaftarkan diri. Kegiatan ini juga dilakukan di beberapa tempat lainnya di luar Kota Bandung, seperti di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Sumedang, Medan, dan berbagai kota lainnya di Indonesia, di mana para praktisi Bars berada.


Day - 1. the Full Bars, for the whole categories of beneficiaries.


Tercatat lebih kurang 68 peserta di hari pertama yang hadir karena berbagai alasan. Ada yang memang karena merasa tubuh dan jiwanya memerlukan terapi ini, hingga ke yang datang karena disuruh teman/saudara, dan ingin tahu apa sih Bars itu. Apapun alasan kehadiran para peserta ini, yang jelas, kami para praktisi Bars menerima mereka dan memberikan terapi sepenuh hati. Yup, berkontribusi energi memang selalu memberi efek bahagia tersendiri di hati, loh! Selain itu, banyak hal amazing yang hadir baik di saat sesi berlangsung, atau pun sesudahnya. 😊


Day - 2 Rekomendasi untuk Hadir Kembali


Peserta pada hari kedua adalah mereka yang telah mendapatkan terapi di hari sebelumnya, dan oleh praktisi direkomendasi untuk hadir lagi pada hari kedua, guna mendapatkan perulangan terapi bars, karena kondisi tubuh dan jiwanya yang masih membutuhkan terapi ini (baca: memiliki tingkat stress level tinggi bahkan ada yang pernah memiliki keinginan bunuh diri). Rekomendasi ini juga tentu didasarkan pada diskusi dan apa yang dirasakan oleh partisipan setelah receiving her/his first bars. 

Jadi jika memang pesertanya telah merasa jauh lebih plong, dan merasa tidak perlu untuk kembali, maka peserta dengan senang hati dipersilakan untuk tidak kembali. Demikian juga sebaliknya, jika memang masih membutuhkan untuk datang lagi, maka diberi kesempatan untuk tetap datang dan memperoleh sesi bars hingga hari terakhir bakti sosial (13 September 2019). Intinya, pasien happy, praktisi pun happy. Tidak ada pemaksaan karena Bars is about your choice. 😊

Terapi hari kedua dipimpin langsung oleh dr. Dave, sang Bars Facilitator, yang adalah juga pemilik Lineation Center. Beliau memberi penjelasan terlebih dahulu kepada para peserta (yang dalam hal ini memiliki kemampuan dan keunikan tersendiri). They all are unique, ada yang bisa berkomunikasi dengan hewan, dengan entities, dan macem-macem! Makanya ingin hadir kembali karena merasa diri mereka bermasalah. Masih menganggap "gift" yang melekat pada diri mereka adalah sebuah problema, a curse. 

Dr. Dave secara langsung memimpin proses demon clearing, yang diikuti oleh para peserta dengan sungguh-sungguh. Dan uniknya lagi, para peserta ini merasakan efek langsung dari proses clearing ini. Sebagian ada yang merasa pusing, mual, dan ada juga yang merasa tubuh tidak nyaman, ingin muntah, yang mana ketidak-nyamanan ini berangsur hilang dan menjadi jauh lebih ease/comfort setelah beberapa kali clearing statement diulang.

Barulah setelah peserta merasa jauh lebih nyaman, para praktisi mulai memberikan sesi bars ke para partisipan, hingga selesai. Untuk peserta yang sudah merasa jauh lebih nyaman, dan tidak membutuhkan terapi berikutnya, maka mereka tidak perlu hadir di keesokan harinya. Namun sebaliknya, bagi yang merasa masih belum beres, dan ingin hadir kembali untuk terapi esok harinya, maka dipersilakan untuk hadir kembali.

Day-3 dan day-4


Sesi bars hari ketiga dan keempat, clearing process-nya dilakukan secara personal. Hanya antara praktisi dan pasien yang dipegangnya, lebih intense dan private. Diulang-ulang beberapa kali hingga pasien merasa sudah benar-benar ease. Barulah sesi bars diberikan hingga selesai.

Untuk hari ke 4, pasien yang tersisa adalah 5 orang, dan hadir tepat waktu di keesokan harinya Menjalani clearing process dan lanjut dengan sesi bars.

We all are happy!!!

Karena pasien yang semakin sedikit, maka waktu setelah bars masih bisa dipakai untuk saling berbagi informasi, tentang access consciousness dan bars. Juga tentang kelas bars dalam waktu terdekat, karena ada beberapa di antara mereka yang berminat untuk mengikuti kelas Bars dan menjadi praktisi Bars. Dengan menjadi praktisi, selain bisa menolong diri sendiri, mereka juga nantinya akan bisa berkontribusi energi bagi teman-teman atau keluarga yang membutuhkan.


Mengapa Harus Bars, Ada apa dengan Bars? 


Tentu bagi teman-teman yang masih awam dan baru pertama kali mendengar tentang Bars, pasti bertanya-tanya apa sih itu Bars? Kenapa Bars menjadi pilihan dalam meminimalisir/mengelola stress atau bahkan digunakan sebagai terapi jitu bagi orang-orang yang pernah mengambil keputusan ekstrim seperti yang diurai di atas? Hayo, pasti punya pertanyaan ini di benak teman-teman kan? 😊



BARS itu..., 

adalah sentuhan lembut dengan ujung jemari praktisi pada 32 titik di kepala pasien, yang fungsinya persis seperti tindakan defragmenter pada komputer. File-file di kompi, setelah didefrag, akan menjadi lebih rapi dan tercipta space yang lebih lowong sehingga loading kompi menjadi lebih baik dan file tertata rapi bukan?

Nah, begitu juga dengan Bars! Aliran energi yang dialirkan melalui sentuhan lembut itu berguna dalam meredakan pikiran yang meloncat-loncat (menenangkan monkey mind), mengembalikan pasien pada keseimbangan dan meciptakan kemudahan (ease) serta kedamaian. Sehingga pikiran yang rileks ini akan mampu membuka peluang baginya untuk lebih jernih dalam melihat peluang-peluang positif di dalam kehidupan.

Dengan kata lain, Access Bars adalah salah satu tools dari access consciousness, yang bertujuan untuk membersihkan sampah mental yang telah menumpuk di dalam diri kita, sehingga membuat kita tertindas dan terhempas jauh dari kebahagiaan, kesuksesan, kesehatan, keceriaan dan juga kemudahan di dalam kehidupan kita selaku manusia sejati.

Bars membuka peluang bagi kita untuk ikhlas melepaskan masalah dan memilih bangkit untuk sembuh. Namun bagi sebagian orang yang belum mampu untuk memilih ikhlas, bangkit dan sembuh, terapi bars tetap memberi manfaat positif loh. Setidaknya dia akan mendapatkan terapi pijat di kepala hingga tertidur pulas. πŸ˜€

Baca selengkapnya tentang bars di Tentang Bars dan Manfaatnya

Yang Unik pada Baksos Kali ini


Setiap event yang berkaitan dengan kontribusi energi, menurut pengalamanku sih, selaluuuu saja unik! Seperti kali ini, nih, Sobs! Kami dihadapkan pada realita-realita baru. Berkenalan dengan teman-teman yang datang dari berbagai latar belakang dan kemampuan (baca: gift). Dari sekian banyak peserta yang hadir pada hari pertama, dua puluhan diantaranya meminta untuk kembali keesokan harinya, karena merasa masih membutuhkan terapi Bars. Mereka merasakan bahwa sesi Bars yang mereka peroleh, mampu memberi keajaiban! Setidaknya merasa ada sesuatu yang berubah, yang tentunya positif, sehingga mereka meminta untuk diijinkan hadir kembali dan mendapatkan terapi lagi.


Hari kedua, adalah hari yang unik. Kami, para praktisi dihadapkan pada teman-teman yang memiliki kemampuan-kemampuan yang ajaib. Ada yang bisa berkomunikasi dengan hewan, dan saking sensitifnya, beliau juga memiliki kemampuan untuk merasakan kehadiran bahkan berkomunikasi dengan makhluk 'lain'. Wow!!! Kemampuan berkomunikasi dan melihat makhluk lain, sebenarnya bagiku sendiri bukanlah sesuatu yang tak masuk akal, sih, karena sudah sering juga berhadapan dengan teman-teman yang memiliki kemampuan itu. Etapi, berkomunikasi dengan hewan alias mengerti bahasa mereka, hayyah, saya langsung berasa seakan berada di jamannya Nabi Sulaiman, deh! Amazing! 

Kagum! Ealah, si tetehnya malah merasa terganggu dengan kemampuan itu, karena merasa waktunya jadi banyak tersita oleh hal-hal tersebut. Tersita oleh para hewan yang curhat padanya, atau makhluk lain yang hadir untuk bercerita dan memohon bantuan. Blio bercerita bahwa pikirannya jadi tidak pernah bisa diam, akibatnya jadi kurang istirahat dan berefek pada kesehatan fisik dan mentalnya yang jadi terganggu. Membuatnya stress, dan bahkan sempat depresi, karena belum paham cara mengelola 'kelebihan/gift' ini. Oleh dr. Dave, yang memang mumpuni dalam hal ini, dipadu dengan tools dari Access Consciousness, diberi arahan tentang bagaimana mengelola ini, dan tentu saja, si teteh diberi terapi bars yang lebih dari cukup, sehingga pikirannya menjadi jauh lebih rileks, dan jadi lebih berani untuk mengambil keputusan.

Itu baru satu kasus, ya! Para praktisi yang lain juga bertemu dengan teman-teman dengan kelebihan dan problema berbeda, yang tentu saja menambah pengetahuan kami semua. Menjadi pembelajaran untuk saling menguatkan dan improvisasi diri. Ah, sungguh amazing deh Bakti Sosial kali ini!


What? Emang Bars sedasyat itu efeknya, Al? 

Yes! Sedasyat itu! Cobain, deh! Kalo belum mencoba sendiri, memang suka ga percaya, sih! Apalagi bagi orang-orang yang logical minded banget! Ya, seperti diriku dulu.....! Apa-apa dianalisa, apa-apa harus masuk akal. That was me! Haha. Tapi sekarang, saya mengagumi semua itu, dan percaya akan adanya keajaiban-keajaiban!

Ah iya, satu hal yang paling perlu diingat sih, bahwa reaksi setiap orang terhadap Bars emang beda-beda, sih. Ada yang langsung berasa efeknya, tapi ada juga yang tidak merasakan apa-apa. Tapi seburuk-buruknya manfaat bars, adalah kita merasa seperti mendapatkan pijatan lembut di kepala. Gimana? Tetap menyenangkan bukan?

So? Wanna have your Bars Session run? Boleh hubungi saya langsung di kolom komentar, atau colek Lineation Personal Assistant, NIRA pada WA 0878-8076-5599 atau lihat infonya pada banner di atas, yang berwarna pink, ok, Sobs?

Dan..., cukup dulu reportase ala Alaika Abdullah hingga di sini, will be back to you on the other post, ya, Sobs! Semoga tulisan ini mencerahkan, ya!

Jangan lupa, kalo ingin mencoba Bars, contact me! Cheers!

Al, Bandung, 17 September 2019



Read More

Kepala Terasa Penuh, Bahaya Enggak, sih?

/ / 7 Comments
Kepala Terasa Penuh, Bahaya Enggak, sih? 
Eits! Jangan dulu berpikir yang berat-berat, loh! Kepala terasa penuh, ga selalu oleh rasa negatif kan? Kepala juga bisa terasa penuh oleh aneka rasa positif yang membuncah di hati dan naik ke kepala bukan? Nah, ini juga yang sedang menguasaiku, Sobs! Rasanya kepala ini begitu penuh. Udah semingguan ini, loh, rasanya memang full banget! Saking fullnya, ada kayak rasa kesemutan gitu, deh, di dalam kepala. Pernah enggak, Sobs, merasakannya?



Anehnya, rasa ini GAK bikin kepala terasa sumpek, sih! Cuma bikin ga sabar aja gituh! Ingin segera mengeksekusi apa-apa yang melintas di dalamnya. Ada rasa riang, excitement, dan bahagia yang membuncah, plus ide yang berjejal, berdesakan untuk dapatkan prioritas! Nah, ini yang bikin aku agak-agak gimanaaaa gitu. Sementara aktivitas dua mingguan ini memang menyita waktu banget, but made me feeling excited.

Mulai dari ikutan kelas online yang digelar oleh seorang international speaker asal London bernama Harriet Bratt, training-training tentang product knowledge-nya Prudential, terus ikutan kelas online-nya Eric Ho, sang maestro Law of Attraction. Huft, sungguh menyita perhatian dan bikin happy. Kelas-kelas mereka tuh menarik banget.

Ah iya, kegiatan yang bikin happy and full of excitement satu lagi adalah berkontribusi energy berupa giving bars, facelift atau pun body process untuk para pasien/klien yang membutuhkan, di Lineation Clinic. Yes, I am one of the practitioners there. Jadi kalo butuh terapi, boleh kontak customer service kami, dan bertemu daku di sana, ya! Hehe.

Sesi Bars (giving receiving) untuk teman-teman satu team
di Blogger Perempuan Network

Berkontribusi energy di Lineation Clinic, dalam rangka
Bakti Sosial Memperingati Suicide Awareness Day

Semua kegiatan ini sudah pasti bikin aku bahagia, Sobs. Namun, ya ituuuu. Ada rasa penuh di kepala, yang sore ini rasanya ga bisa diundur lagi untuk segera dieksekusi! Ini pula yang membuatku segera buka laptop sehabis makan malam tadi, dan mulai langsung ketak-ketik. Memulainya dengan tulisan ini, semacam mengurai semua rasa itu, agar lebih mudah bergeraknya. Setelah tulisan ini tayang, baru deh lanjut ke list to do malam ini, which is, menyalin ulang beberapa corat-coret asal jadi, yang aku tulis saat kelas sedang berlangsung. Corat coret dengan tulisan cakar ayam itu kan harus dirapikan dulu, agar terlihat 'santun' dan juga agar energi-nya ngalir, gitu loh!

Ngomong-ngomong tentang energi, sejak memutuskan nambah profesi sebagai energy healer, akutu merasa kok seperti ada energi berlebih di dalam tubuh, sehingga jadi sangat bersemangat dan terkadang saking excited-nya, akutu jadi ga ngantuk! Haduh, kan ga asik juga kalo terus begadang, yak? Eikeh kan bukan kalong! Huhu.

Anyway, belajar tentang energy ini memang sangat menakjubkan, dan berkontribusi energi itu memang selalu membawa berkah, loh! Iya donk, karena, sesuai dengan hukum kekekalan energi bahwa energi tidak dapat diciptakan tidak pula dapat dimusnahkan oleh manusia, melainkan hanya bisa diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Maka hal ini juga berlaku dalam energy healer ini.

Energi yang kita kontribusikan ke seseorang, tentu tidak akan musnah, melainkan akan kembali (bersirkulasi) ke dalam bentuk lainnya. Jadi tidak akan hilang melainkan akan balik ke kita, mungkin dalam bentuk lainnya yang tidak kita duga. Jadi, berkontribusi energi itu memang selalu menakjubkan sih bagiku.

Hm..., mau cerita apa lagi ya? Tulisan ini memang ditulis dalam rangka mengurai apa-apa yang berdesakan di kepala nih, Sobs, jadi harap maklum jika isinya tidak beraturan dan terkesan asal curcol, yak! Boleh donk, biar blog ini juga tak jauh dari kesan personal. Hihi. *alesan ini, mah!

Btw, sepertinya rasa di kepala sudah mulai enteng nih, Sobs, ceritanya udahan dulu ya, will be continue dalam kisah lainnya, yang Insyaallah lebih menarik, terstruktur dan berisi. Huhu. Thank you for stopping by, Sobs! 

Saleum,
Al, Bandung, 12 September 2019
Read More

Panduan Berobat ke Rumah Sakit di Melaka

/ / 5 Comments
Panduan Berobat ke Rumah Sakit di Melaka

Siapa yang tak kenal Melaka? Sebuah negara bagian di negeri jiran, Malaysia, yang selain dikenal sebagai salah satu tempat pariwisata di Malaysia ternyata juga memiliki banyak rumah sakit yang menjadi tujuan berobat pasien luar negeri seperti dari Indonesia.


Image Source: medisata.com
Biaya berobat yang kurang lebih sama bahkan terkadang lebih murah daripada di tempat asal menjadi daya tarik utama bagi pasien Indonesia untuk rela menyeberang ke Melaka.
Namun sering juga kita dengar bahwa banyak orang kita yang masih blur alias kurang paham tentang prosedur berobat yang benar di negeri jiran ini. Karenanya, dalam artikel kali ini, aku mau bagi-bagi tips, nih, Sobs, agar yang ingin berobat ke Melaka, bisa menjadi lebih mudah. Sip?

Yuk, berikut panduannya, ya!

1. Minta rekomendasi dokter

Sudah tau siapa dokter yang ingin ditemui nanti? Jika belum, maka kita bisa menghubungi perwakilan rumah sakit Melaka seperti Medisata. Mereka tuh punya tim dokter umum yang akan mempelajari keluhan pasien baru kemudian memberikan rekomendasi dokter spesialis yang dapat menangani keluhannya. Jadi, biar lebih efisien, lakukan langkah ini dulu, ya!

2. Minta Perkiraan Biaya Berobat


Berapa uang yang mesti dibawa untuk berobat ke Melaka?
Nah, pertanyaan ini paling sering hingga di kepala pasien atau keluarganya setiap ada keinginan untuk berobat kan? Sudah pasti donk! Dan sudah pasti pula bahwa setiap pasien pasti akan punya kebutuhan biaya yang berbeda nominalnya, tergantung dari keluhan penyakitnya. Karenanya, langkah yang paling tepat adalah berkonsultasi dengan pihak perwakilan rumah sakit yang akan kita kunjungi, karena mereka pasti bisa memberikan estimasi biayanya. Be noted untuk selalu menambah (misal) 25% uang lebih dari estimasinya, untuk jaga-jaga. :)

3. Buat Appointment


Yes!! Appointment penting banget agar kita ga berangkat sia-sia atau buang-buang waktu. Appointment akan membantu kita untuk menyingkat waktu, dan bisa langsung bertemu dokter dan on the go to the process perobatan yang akan kita jalani.
Untuk mempermudah proses pembuatan appointment, pasien bisa minta dibuatkan appointment lewat perwakilan rumah sakit yang ada di Indonesia. Mudah kan?
Setelah dapat konfirmasi barulah beli tiket pesawat dan penginapan. Awas, jangan terbalik loh!

4. Siapkan Dokumen Penting


Berbagai dokumen yang wajib dibawa adalah passport dan biasanya riyawat medis (jika ada). Khusus untuk passport, pastikan masa berlaku passport lebih dari 6 bulan agar tidak mendapatkan masalah saat melewati imigrasi nanti. Sip?

5. Minta Penjemputan dari Bandara/Pelabuhan Ferry


Hampir semua rumah sakit di Melaka menyediakan fasilitas penjemputan baik dari Bandara atau pelabuhan ferry. Note, biasanya yang naik ferry adalah pasien asal Pekan Baru, Dumai dan sekitarnya. Nah, pasien bisa minta dijemput di bandara dengan cara booking slot penjemputan minimal 3 hari sebelumnya.
Namun jika pasien pada saat weekend, be noted untuk (sebaiknya) menggunakan grab car saja karena rumah sakit hanya menyediakan penjemputan di hari kerja.

Nah, itulah 5 panduan dasar prosedur berobat, terus apalagi yang harus diketahui?

Be familiar with the hospitals in Melaka.

Yes, ini juga penting, karena ngapain jauh-jauh ke negeri jiran jika rumah sakit yang ingin kita kunjungi saja kita ga kenal kan? Tenang, berikut aku kasih daftar Rumah Sakit Terbaik di Melaka, nih, for your refference. 

Daftar Rumah Sakit Terbaik di Melaka


Mahkota Medical Center, rumah sakit Mahkota Melaka ini favorit pasien Indonesia untuk pengobatan jantung, kanker, saraf, ortopedi, bayi tabung serta untuk Medical Check-up.
Kita dapat menemukan lebih dari 100 dokter spesialis yang berpengalaman dalam mengobati penyakit jantung, saraf, dan penyakit dalam.

Orental Medical Center, merupakan rumah sakit kedua favorit di Melaka. Fasilitas kesehatan yang disediakan bagi pasien dan pendamping pasien sangat lengkap. Oriental Medical Center mampu menampung pasien hingga 300 orang.
Didukung lebih dari 80 dokter spesial berpengalaman dan bersertifikat medis internasional. Sangat direkomendasikan untuk pengobatan penyakit kanker, bedah tulang, saraf, kandungan, bayi tabung, dan penyakit dalam lainnya.

Pantai Hospital Ayer Keroh, memiliki lebih dari 80 dokter spesialis yang profesional dan berpengalaman. Fasilitas kesehatan yang tersedia sangat lengkap dan didukung teknologi canggih. Seperti radiologi, fisiografi, pusat pengobatan kanker, jantung, dan lainnya.

Didukung dengan daya tampung pasien hingga 229 kamar rawat inap. Rumah sakit ini sangat direkomendasikan untuk spesialisasi pengobatan kateterisasi, operasi jantung, gigi, dan kanker.

Terus, Al, adakah perwakilan ketiga rumah sakit ini di Indonesia, sehingga kita lebih gampang untuk konsultasi awal dan bikin appointment?

Yes, of course! Untuk perwakilan ketiga rumah sakit di atas, bisa langsung meluncur ke medisata.com deh! Tim medisata siap untuk membantu siapa pun yang membutuhkan panduan dan informasi tentang ketiga rumah sakit tersebut di atas.

Well, Sobs, sekian dulu tips dan infonya, semoga bermanfaat ya!

Al, Bandung, 23 Agustus 2019



-->
Read More

3 Pertanyaan Penting Sebelum Mengecat Apartemen

/ / 1 Comments
3 Pertanyaan yang Harus Anda Tanyakan Sebelum Mengecat Apartemen

Pernah enggak sih merasa excited saat hendak mengecat ruangan atau hunian kita? Rasanya hepi gitu kan ya? Karena pasti akan memberikan nuansa baru yang pastinya bikin mood kembali fresh! Yup! Mengecat ruangan memang merupakan langkah paling sederhana dalam mendekorasi sebuah hunian. Mengaplikasikan pengecatan sebagai langkah dekorasi mudah, saat ini tidak hanya berlaku untuk rumah tapak saja, hunian vertikal apartemen pun melakukannya.




Berbeda dengan hunian tapak, pengecatan untuk hunian yang berupa apartemen, tentu akan memberi dampak yang berbeda loh! Karena biasanya apartemen kan warnanya seragam banget, yak? Menyatu dengan unit-unit lainnya dan every units look similar!  Padahal kalo kita melakukan pengecatan unit jual apartemen yang baru kita miliki, tentu akan membuat nuansa unit tersebut berbeda dengan unit-unit jual apartemen yang berada dalam satu bangunan. Akan look more attractive! 

Lamudi.co.id mengatakan tidak banyak para pemilik unit-unit jual apartemen yang menyadari pentingnya pengecatan untuk membuat nuansa yang berbeda dibanding yang lain. Rata-rata pemukim hanya bermain pada pengelolaan penempatan furnitur pada unit-unit miliknya.

Meskipun terlihat mudah, mengecat apartemen sebenarnya membutuhkan banyak pertimbangan. Pertimbangan yang paling mencolok muncul adalah tentang warna, warna apa sih yang tepat untuk mewarnai ruang-ruang apartemen kita? Nah, jika mantemans juga dilanda oleh kebingungan seperti ini, maka mantemans bisa deh mengacu pada pandangan para ahli interior yang dilansir dari Apartmenttherapy. Para ahli interior menyarankan kepada para pengincar unit jual apartemen baru untuk mempertanyakan beberapa pertanyaan sebelum melakukan pengecatan.
Pertanyaan-pertanyaan ini nantinya akan membantu mengarahkan warna apa yang paling tepat untuk unit hunian vertikal kita loh!

1. Apa yang saya rasakan saat berada di kamar?


First impression always matters. Berangkat dari kalimat tersebut, pengonsepan desain dan nuansa yang dimunculkan untuk unit apartemen milik kita adalah hal utama yang harus diaplikasikan sebelum melakukan pemilihan warna yang diteruskan dengan pengecatan. Hal tersebut penting dikarenakan akan mempengaruhi sebagian besar mood kita saat menempatinya nanti.

Jika kita menginginkan ruang di apartemen lebih ke arah yang rileks dan damai, maka disarankan untuk memilih warna-warna kalem seperti warna netral atau biru langit. Namun, jika kita menginginkan nuansa yang lebih enerjik dari tempat bermukim kita, pilih warna-warna dengan tone yang terang seperti kuning, merah muda, atau warna-warna yang merepresentasikan petualangan seperti coklat, hijau, atau biru laut.

Sebenarnya, jika saat membeli unit jual apartemen, warna yang ditawarkan oleh pengembang telah menjawab keinginan kita, alangkah baiknya tidak usah memempertanyakan pertanyaan ini. Tinggal tempati saja apartemen tersebut.

2.  Apakah Warna Tersebut Mempengaruhi Luasan Ruang?

Dalam teori pewarnaan, pemilihan warna yang tepat dapat membuat ruangan terasa lebih lega dari ukuran yang ada.
Bagi kita yang mengincar beragam apartemen tipe studio, mungkin ini cara yang paling baik untuk membuat satu-satunya ruangan menjadi terasa lega.
Jika menginginkan hal tersebtu terjadi, ada baiknya kita mengadopsi warna-warna langit yang memiliki aksen terang. Semakin lighter dan brighter tone warna yang dipilih, semakin banyak cahaya yang akan terpancarkan di seluruh ruangan.
Tidak mesti warna putih atau kuning, warna-warna yang mencolok seperti merah muda atau hijau juga menjadi opsi yang dapat Anda adopsi.
Untuk hasil yang lebih maksimal, ada baiknya Anda juga memperhatikan tingkat pencahayaan dari ruangan tersebut.

3. Matching atau tidak dengan furnitur?

Pertanyaan ini sangat tepat ditanyakan untuk yang saat ini berencana pindah dari rumah dan mencari beragam unit jual apartemen. Saat melakukan proses perpindahan, tentu kita akan memboyong semua furnitur yang kita miliki ke tempat bermukim yang baru.

Kombinasi antara furnitur dengan pewarnaan merupakan hal yang krusial dalam mewujudkan nuansa baik dalam desain interior tempat tinggal kita. Tidak sedikit orang-orang yang tidak mempedulikan hal ini dan berujung kepada estetika yang kurang menyenangkan.

Nah, makanya sebelum melakukan pewarnaan ruangan apartemen, perhatikan dulu furnitur apa yang akan kita bawa. Jika furnitur-furnitur tersebut sifatnya mewah nan elegan, ada baiknya kita mewarnai dinding apartemen dengan warna-warna yang sama elegannya. Misalnya merah, ungu, atau beige.

Jangan lupa untuk menyisihkan sejumlah dana untuk melakukan renovasi pengecatan sebelum memasukkan furnitur ke dalam hunian baru tersebut. Sip? Semoga tips ini bermanfaat, yaaaa!

Al, Bandung, 22 Agustus 2019

Read More

Follow by Email