Menu
/

gambar dari sini
Judul yang unik, ya, Sobs? Dan apa yang ada di pikiran Sobats saat membacanya?
Well, ga usah disebutin deh jika harus mengerutkan kening, kan aku ga ingin memberi beban bagi para sahabat tercinta, 
Ide postingan kali ini terbersit akibat maraknya postingan bertemakan Kartini, sang pejuang emansipasi. Dan tentu Sobats semua pada sepakat donk bahwa putri bangsawan yang satu ini memang layak mendapat julukan sebagai tokoh/pejuang emansipasi wanita?
Yang kurang sepakat, ayo sini berdampingan denganku yuk.. J

Lho Al, artinya kamu ga setuju donk bahwa RA Kartini itu adalah pejuang kesetaraan gender? Pejuang emansipasi wanita sehingga kini kaum wanita bisa berkiprah setara dengan para laki-laki? Yang membuat kamu bisa menjadi pekerja tangguh di bidang kemanusiaan?
Nope. Aku terpaksa harus melakukan dua gerakan. Mengangguk dan menggeleng. Mengangguk, artinya aku setuju dengan syarat, bahwa RA Kartini hanyalah salah satu tokoh emansipasi wanita. Dan menggeleng, karena sesungguhnya negeri ini menyimpan puluhan atau malah ratusan tokoh emansipasi wanita jauuuuuh sebelum Raden Ajeng ini lahir.
Yaa, bicara tentang perempuan hebat, sesungguhnya negeri ini memang memiliki banyak perempuan hebat lainnya selain ibu kita Kartini yang agung namanya itu, Sobs. Misalnya nih…, pernahkah Sobats mendengar tentang Laksamana Malahayati? Opu Daeng Risadju dan tokoh perempuan Indonesia lainnya?

See? Gelengan kepala Sobats menunjukkan bahwa hanya RA Kartini lah yang paling terkenal. Yang paling diingat jasa perjuangannya, memiliki buku Habis Gelap Terbitlah Terang-nya yang diterbitkan berisi kumpulan surat-surat korespondensinya, dan bahkan punya lagu khusus yang diciptakan untuknya, dan sering menjadi lagu wajib di sekolah-sekolah dasar (dulu sih di masa aku sekolah, ga tau deh kalo sekarang ini, Sobs). Namanya begitu popular karena semua masyarakat diajarkan untuk mengetahui dan mengenalnya.
Lalu siapakah Laksamana Malahayati? Mengapa kamu ingin menuliskannya disini, Al?
Well, Sobs, Beliau adalah salah satu tokoh idola yang paling aku kagumi….
2 gambar dari Wikipedia digabungkan
Laksamana Malahayati adalah seorang perempuan  yang diprediksi hidup antara akhir abad XV dan awal abad XVI, yang untuknya tidak ada lagu pujian, pahlawan yang tidak pernah diungkit sejarahnya, petarung garis depan, pemimpin laskar Inong Balee yang disegani lawan maupun kawan, diplomat ulung  dan laksamana perempuan pertama di dunia.
Perempuan ini adalah perempuan Aceh keturunan darah biru yang kental (masih keturunan dekat kesultanan Aceh Darussalam). Baik ayah maupun kakek perempuan ini merupakan laksamana angkatan laut, jadi tak heran jika jiwa bahari sang leluhur mengalir kental dan memberi pengaruh kuat pada kepribadian perempuan cantik nan tegas bernama lengkap Keumalahayati ini. Cita-cita yang terpatri tak tergoyahkan di sanubarinya adalah menjadi pelaut yang gagah berani seperti sang ayah dan kakek tercinta.
Pada masa Malahayati masih remaja, Kerajaan Aceh Darussalam telah memiliki Akademi Militer yang bernama Mahad Baitul Makdis, yang terdiri dari jurusan Angkatan Darat dan Laut, dengan para instrukturnya sebagian berasal dari Turkey. Selaku anak seorang Panglima Angkatan Laut, Malahayati mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan yang ia inginkan. Maka selesai menamatkan pendidikan agama di Meunasah, Rangkang dan Dayah, Malahayati pun mendaftarkan diri dalam penerimaan calon taruna di Akademi Militer Mahad Baitul Makdis. Dan berkat kecerdasan dan ketangkasannya, perempuan tangguh inipun diterima sebagai siswa taruna akademi militer tersebut.
Perempuan bangsawan ini mengukir beragam prestasi dalam masa pendidikan militernya. Pergaulannya yang supel, sikapnya yang ramah tapi tegas, membuat dia sangat disukai, disegani dan dikagumi oleh para taruna lainnya, baik yang seangkatan maupun yang lebih tinggi darinya. Bahkan tak sedikit yang menjadi jatuh hati padanya, namun tak mendapat balasan karena sang primadona ingin fokus pada pendidikannya terlebih dahulu.
Sebagai taruna yang berprestasi, Malahayati berhak untuk menentukan sendiri jurusan yang diminatinya, dan pilihannya sudah pasti ke arah bahari yaitu jurusan Angkatan Laut. Mulailah dia melahap ilmu-imu khusus yang diberikan oleh para instrukturnya dengan cepat dan tanggap, sampai pada suatu ketika, perempuan cantik ini berkenalan dengan seorang calon perwira angkatan laut, yang lebih senior dari dirinya. Perkenalan ini kemudian berlanjut kearah bertumbuhnya kasih sayang hingga jalinan asmara. Keduanya pun sepakat untuk melangkah ke pelaminan begitu mereka menamatkan pendidikan masing-masing.
Janjipun ditunai begitu mereka selesai studi. Menjadi sepasang suami istri yang penuh kasih dan cinta. Bersiap melangkah, merajut cinta kasih sambil berjuang mempertahankan Aceh Darussalam yang damai sejahtera, dari serangan penjajah Portugis. Dan sejarah pun mencatat bahwa dua sejoli ini menjadi Perwira Tinggi Angkatan Laut Aceh  yang gagah berani dan perkasa, yang berjuang pantang menyerah dalam setiap pertempuran melawan armada penjajah. 

Komandan Protokol Istana
Sejarah juga mencatat bahwa perempuan jebolan Akademi Militer Baitul Makdis ini dinobatkan menjadi Komandan Protokol Istana karena prestasi-prestasinya yang menonjol. Kehormatan ini diperolehnya dari Sultan Alaiddin Riayat Syah Al Mukammil (1589 – 1604).
Jabatan terhormat ini tentu mengemban tanggung jawab yang sangat besar, selain menjadi orang kepercayaan Sultan, beliau juga harus menguasai soal etika dan keprotokolan sebagaimana lazimnya berlaku di setiap istana kerajaan manapun di dunia. Sejarah mencatat bahwa seorang perempuan lain di lingkungan kesultanan juga mendapat kehormatan serupa, yaitu Cut Limpah yang diangkat menjadi Komandan Intelijen Istana. (gehermraad)(Rusdi Sufi, 1994;31).

Wow!!! See? Bahkan jauuuuh sebelum ibu Kartini memperjuangkan emansipasi, negeri ini telah memiliki perempuan-perempuan tangguh yang kiprahnya tak kalah dengan kaum laki-laki. Amazing yak?

Komandan Laskar Inong Balee

Mungkin banyak dari Sobats yang belum tahu persis arti dari Inong Balee? Ini adalah bahasa Aceh untuk sebutan Janda, Sobs. Yup, jadi Laskar Inong Balee adalah Laskar para janda. 
Kisah kepahlawanan Malahayati dimulai ketika terjadi pertempuran laut antar armada Portugis versus armada Kerajaan Aceh yang dipimpin langsung oleh Sultan Alaidin Riayat Syah Al Mukammil dibantu oleh dua laksamana. Pertempuran dasyat yang dimenangkan oleh armada Aceh itu terjadi di Teluk Haru, berhasil telak menghancurkan pasukan Portugis. Namun tak urung, kemenangan ini harus ditebus dengan kehilangan seorang laksamananya yaitu suami dari Malahayati, dan 1000 prajuritnya yang gugur mati syahid. 

Kemenangan armada Aceh ini tentu saja disambut penuh sukacita oleh rakyat Aceh termasuk juga Malahayati. Namun kehilangan suami yang mati syahid di tangan penjajah, tak urung menimbulkan dendam di hatinya untuk menuntut balas. Untuk itu, menghadaplah dia kepada sang Sultan, mengajukan permohonan untuk membentuk armada Aceh yang prajurit-prajuritnya adalah para wanita yang telah ditinggal suami (janda), yang mati syahid dalam pertempuran di teluk Haru. Sultan tak ragu untuk segera mengabulkan permohonan Perwira Tangguh lulusan Akademi Militer Baitul Makdis ini.

Maka ditugaskanlah Malahayati menjadi Panglima Armada dan diangkat menjadi Laksamana (Admiral). Saat itu belum pernah ada admiral wanita, lho, di dunia, sehingga dunia pun mencatat bahwa Laksamana perempuan pertama di dunia adalah Malahayati, asal kerajaan Aceh Darussalam. Armada yang baru dibentuk itu diberi nama armada Inong Balee dengan mengambil Teluk Krueng Raya sebagai pangkalannya. Di sekitar teluk bernama lengkap Teluk Lamreh Krueng Raya inilah sang laksamana bersama pasukannya membangun benteng Inong Balee yang letaknya di perbukitan yang tingginya sekitar 100 meter dari permukaan laut.
Tembok yang menghadap laut lebarnya 3 meter dengan lubang-lubang meriam yang moncongnya mengarah ke pintu teluk. Benteng Kuta Inong Balee (Benteng Wanita Janda) tersebut hingga sekarang masih dapat disaksikan di Teluk Krueng Raya, dekat Pelabuhan Malahayati. Kekuatan armada ini saat dibentuk berkekuatan 1000 orang janda, namun kemudian diperbesar lagi oleh sang laksamana menjadi 2000 orang, di mana tambahan personil tidak lagi mengkhususkan pada janda, namun juga terbuka bagi para gadis yang ingin menjadi pejuang.
Setelah memangku jabatan sebagai Laksamana, Malahayati mengkoordinir sejumlah Pasukan Laut, mengawasi pelabuhan-pelabuhan yang berada di bawah Syahbandar dan juga kapal-kapal jenis galay milik Kerajaan Aceh.
John Davis, seorang berkebangsaan Inggris yang menjadi nahkoda sebuah kapal Belanda yang berkunjung ke kerajaan Aceh pada masa Malahayati menjadi Laksamana, menyebutkan bahwa Kerajaan Aceh pada masa itu memiliki perlengkapan armada laut yang terdiri dari 100 buah kapal (galey), di antaranya yang berkapasitas muatan sampai 400-500 penumpang. Yang menjadi pemimpin pasukan adalah seorang wanita berpangkat Laksamana (Admiral). 
Pada awal abad XVII, kerajaan Aceh telah memiliki angkatan perang yang tangguh. Kekuatannya yang terpenting adalah kapal-kapal galey yang dimiliki angkatan lautnya, juga angkatan darat Aceh dengan pasukan gajahnya.

Peristiwa Cornelis de Houtman
Dua buah kapal dagang, bernama De Leeuw dan De Leewin, yang dilengkapi persenjataan lengkap bak kapal perang milik Belanda, berlabuh di Bandar Aceh Darussalam. Kedua kapal ini masing-masing dipimpin oleh dua bersaudara bernama Cornelis de Houtman dan Frederic de Houtman.
Pada awalnya kedua kapal ini mendapat sambutan baik dari pihak Aceh, karena darinya diharapkan akan dapat dibangun kerjasama perdagangan yang saling menguntungkan. Namun dalam perkembangannya, mendengar tingkah laku dan tindakan buruk yang pernah diukir de Houtman di Banten, ditambah adanya hasutan/peringatan dari seorang penerjemah Sultan, yang berkebangsaan Portugis,  membuat sang sultan menjadi tidak senang dan khawatir dengan kehadiran Belanda, lalu  memerintahkan untuk bersiaga bahkan kemudian pertempuran sengit harus disegerakan. terjadi di atas kapal Belanda tersebut, pada tanggal 11 September 1599….
Laksamana Malahayati diperintahkan untuk memimpin penyerangan. Tatapan tajam bola matanya seakan bara api, yang ingin membumi hanguskan para khaphe arogan yang ingin mengacaukan negeri Aceh Darussalam yang damai. Tekad bulatnya semakin menggebu. Mati syahid atau Belanda luluh lantak. Semangat juangnya menjiwai pasukannya yang terdiri dari ratusan inong balee, dan kala bilah rencong itu dicabut dari sisi pinggangnya, disertai ucapan Bismillah, maka perang dasyatpun pecah.  Perjuangan para Inong Balee tak sia-sia, Belanda kalah telak dan pimpinan legendaris yang bengis itu pun tewas di ujung rencong sakti milik Malahayati, melalui pertempuran satu lawan satu di atas geladak kapal tersebut. Banyak anak buah de Houtman ikut tewas dihunjam rencong para inong balee, sementara Federick de Houtman di tangkap dan dijebloskan ke dalam penjara (Van Zeggelen, 1935;157; Davis dalam Yacobs, 1984 ; 180; Tiele, 1881 : 146-152). Frederic de Houtman mendekam dalam tahanan kerajaan Aceh selama dua tahun dan selama dalam penjara ia menulis buku berupa kamus Melayu-Belanda yang merupakan kamus Melayu-Belanda pertama dan tertua di Nusantara.


Laksamana Malahayati sebagai Diplomat Ulung
Perempuan yang satu ini bukan hanya berperan sebagai seorang Laksamana dan Panglima Armada Angkatan Laut Kerajaan Aceh, tetapi perempuan tangguh ini juga pernah menjadi Komandan pasukan Wanita Pengawal Istana. Lebih dari itu, laksamana yang satu ini juga unggul dalam memerankan tugasnya sebagai seorang diplomat kawakan Kerajaan Aceh Darussalam. Tak diragukan lagi bahwa beliau adalah seorang juru runding yang handal. Hal ini telah dibuktikan dengan berbagai pengalaman dalam praktek menghadapi counter part-nya dari Belanda maupun Inggris.
Sebagai seorang militer, Malahayati tegas, berdisiplin tinggi dan tak mengenal kompromi, namun dalam menghadapi perundingan, perempuan yang satu ini mampu bersikap sangat luwes tanpa mengorbankan prinsip, ramah dan benar-benar menampilkan sosok diplomat perempuan Aceh yang berwibawa.
Nah, Sobats,  sekarang sudah mengerti kan kenapa diriku begitu mengagumi sosok yang satu ini? Di mataku beliau adalah benar-benar sosok pejuang emansipasi wanita yang sangat hebat. Tokoh emansipasi yang lahir jauuuuh sebelum Raden Ajeng Kartini dilahirkan.

Sejarah telah mencatat, bahwa Aceh pada abad ke 16 telah melahirkan seorang tokoh emansipasi wanita tidak sekedar dalam teori, tapi juga dalam kenyataannya telah membuktikan kemampuan seorang wanita yang menjadi pemimpin dan bahkan juga komandan pasukan. Sebagai seorang komandan armada laut, komandan pasukan Inong Balee dan seorang diplomat handal, Keumalahayati akan terus dikenang dalam sejarah perjuangan bangsa. Ia akan tercatat sebagai tokoh wanita yang patut dibanggakan tidak saja oleh masyarakat Aceh, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh bangsa.


Walau…..
Tak banyak yang mengenalmu, tak ada lagu khusus untukmu, tak ada pujian indah acapkali diberikan padamu, namun…
Engkau adalah salah satu tokoh yang paling aku kagumi! Yang menginspirasiku untuk menjaga semangat juang, dalam memenangkan pertempuran masa kini.
Terima kasih wahai pocut…. I do proud of you!


Sumber gambar:
http://sejarah.kompasiana.com/2012/04/21/malahayati-mahakarya-emansipasi-indonesia/
sumber info:
http://id.wikipedia.org/wiki/Malahayati
http://acehpedia.org/Laksamana_Keumalahayati
dan berbagai sumber lainnya.

94 comments:

  1. sayangnya kebanyakan dari kita hanya taunya cuma kartini doank..
    well perjuangan malahayati buat saya lebih keren deh :D

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum akak lon tuan..

    Laksamana Malahayati bagi saya tetap No.1
    satu-satunya pemimpin nakoda kapal perang dan penyusun strategi perang laut perempuan pertama indonesia waktu masa dulu.. :D

    I LIKE THIS

    ReplyDelete
  3. pengetahuan baru ni mba.... :)"

    kunjungan pertama
    slm kenal ya mba :)"

    ReplyDelete
  4. siip, idem mba, jadi jangan memukul ratakan sejarah ya gak, banyakan sebelum beliau yg lebih berat dalam berkiprahnya :D

    ReplyDelete
  5. selalunya kan tergantung pada MEDIA.
    dari dulunya yang paling disebut2 KARTINI ya jadilah begitu sampai sekarang :)
    bukan berarti saya tidak menghargai KARTINI lho ya, tapi seperti kata Mbak Al, masih banyak pejuang wanita lainnya selain KARTINI dan sewajibnyalah anak-anak Indonesia diberi kesempatan mengenal mereka lebih dekat lagi :)

    ReplyDelete
  6. klo org sumatra pasti tau sejarah ini, dan kdg jg perjuangan mereka lebih menegAskan wanita itu punya kesamaan dan punya hak yg sama dg laki2, malah kdg lebih di atas aum lelaki itu sendiri, msh byk selain beliau cut nyak dien, cut meutia, dan klo dari jambi sendiri ada putri pinang masak yg berjuang mengambil alih jambi dr belanda dulu

    ReplyDelete
  7. subhanallah.. keren sekali wanit yang satu ini!
    di Lampung ada Univ.Malahayati, apa nama univ itu diambil dari nama pahlawan ini ya?

    ReplyDelete
  8. Ass. Al, sampai setua ini bunda baru tahu nih tentang pahlawan yang satu ini, bunda terharu bacanya lho. Mudah2an ada pencipta lagu di Aceh yang membaca ini dan membuat lagu untuknya untuk kemudian diperkenalkan kepada bangsa (Indonesia). Tidak ada yang terlambat kalau memang ada niat untuk membuatkan lagu untuknya. Tambahan pengetahuan buat bunda, thank you ya Al.

    ReplyDelete
  9. wah saya setuju bamget sobat, memang sebenarnya banyak wanita karier pada zaman dulu sebelu RA kartini, telah berjuang, bahkan bukan itu saja masih banyak yg lain, yg membedakan adalah dikenal dan tidak dikenal, mengapa RA,kartini di kenal, karena mereka masuk dalam kurikulum..., sedangkan selebihnya walaupun mungkin perjuangannya lebih belum di kurikulumkan, semoga ini nati menjadi bahan pemikiran bagi pejabat pendidikan di pusat sana...trims sobat, artikel Agung yg luar biasa, saya bangga kawan,terima kasih
    salam..
    jangan lupa mampir dan suport...okey.thank

    ReplyDelete
  10. sejarah memang tergantung sm generasinyayah mbak, dan kebanyakan memang tidak tersampaikan dengan baik :)

    ReplyDelete
  11. Setuju sama kak Alaika. Di Sul Sel kami punya Kartini yang masanya jauh sebelum Kartini yang sebenarnya. Ialah yang menuliskan naskah sastra terpanjang di dunia yang mengalahkan Mahabharata, namanya Colliq Pujie Arung Pancana Toa.

    Ia menuliskan kembali kisah2 lama dalam ribuan lembar.

    Namun demikian kita tetap menghormti Kartini, perempuan hebat pada masanya .

    ReplyDelete
  12. ternyata ada juga yah @_@ emang banyak sih emansipsai. cuman mungkin karena kebanyakan dan yang gurunya juga enggak ngubek sejarah hanya ngikutin kurikulum yah jadinya seperti ini deh

    ReplyDelete
  13. assalamualikum .. kunjungan pertama .salam silaturahmi yah sobat ^ ^ ..
    kunjungi blog sederhana saya : www.scribbleme.net ..

    terimakasih ^ ^

    ReplyDelete
  14. hueeeee ternyata ada toh
    hmmm.. menarik sekali nih mbak al!

    ReplyDelete
  15. Seorang laksamana wanita? Aku jadi benar2 kagum dengan Malahayati, sang pahlawan dari tanah rencong ini!

    ReplyDelete
  16. Harusnya tulisan2 seperti ini diperbanyak lagi ya kak... mengupas profil2 pahlawan lain yang kadang luput dari 'catatan sejarah kurikulum sekolah'

    ReplyDelete
  17. Sering mendengar nama Malahayati tapi gatau siapa,
    baru tau pas baca ini hihihi...
    Keren juga ya beliau ini.
    Baca Inong Balee aku jadi ingat Inong Malinda, ahahaha xD
    Oya, Pocut tuh apa sih mbak @_@

    ReplyDelete
  18. Nice sharing kakaa. Penting nih buat adek2 SD/SMP dan bpk/ibu guru buat tambahan referensi pelajaran sejarah.

    ReplyDelete
  19. @Fanz
    Iya... karena para pemerhati dunia pendidikan sepertinya hanya terpaku pada Kartini saja, padahal banyak lagi perempuan tangguh lain jauh sebelumnya, milik negeri ini....

    ReplyDelete
  20. Wah Mba luar biasa nih saya jadi tahu Laksamana Malahayati yang dibalik keanggunannya ada kegagahan yang luar biasa perkasa.
    Terima kasih sudah berbagi wawasan mba :)

    ReplyDelete
  21. @Naturalzine
    yup... bukan hanya pertama di Indonesia lho... tapi di DUNIA. Hebat ya? Negeri ini menyimpan mutiara terpendam. Sayangnya bahkan banyak anak negeri yang tak tau akan kemasyuran dan harum namanya... yang tak kenal kepahlawanannya...
    semoga aja akan banyak yang mulai menaruh perhatian, terutama para pemerhati dunia pendidikan...tergerak hati untuk menggali kembali mutiara-mutiara terpendam.

    Karena bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai perjuangan pendahulu-pendahulunya...

    ReplyDelete
  22. @cii yuniaty
    semoga bermanfaat untuk dibagikan ke teman-teman lainnya ya mba...
    salam kenal kembali dan makasih kunjungannya....

    ReplyDelete
  23. @Stupid monkey
    bener banget mas Stu, sepakat denganmu....! :)

    ReplyDelete
  24. @nicampereniqueBegitulah mba.... semoga aja pemerhati dunia pendidikan kini, semakin jeli dan tergerak hatinya, untuk improve pelajaran sejarah dan update kurikulum, agar mutiara-mutiara terpendam ini layak diangkat, dibersihkan, dan diberi perhatian serta apresiasi...

    ReplyDelete
  25. @mimi RaDiAl
    Mimi sayang... bener banget dan aku setuju sekali denganmu Mi....
    ingin banget bisa menuliskan kisah-kisah mutiara terpendam lainnya.

    ReplyDelete
  26. @Syifa Azz
    Syif, memang univ yang dilampung itu mengambil nama sang Laksamana, untuk diabadikan pada nama kampusnya....
    wanita satu ini memang sungguh luar biasa, tangguh, perkasa tapi juga luwes sebagai diplomat handal.

    ReplyDelete
  27. @yati rachmat
    Waalaikumsalam bunda....
    makasih atas kunjungannya.... mudah-2an pengetahuan baru ini semakin menambah kebanggaan bunda akan kiprah para perempuan Indonesia ya bunda... bahwa kita-kita ini hebat, tangguh tapi juga luwes dalam bersikap. :)

    ReplyDelete
  28. @penyuluh perikanan
    trims atas kunjungan sobat dan trims pula atas semangatnya.
    Bener banget, dikenal atau tidak seorang pahlawan, tergantung dari pemerhati pendidikan, terutama yang bertanggung jawab pada kurikulum, jika bukan mereka yang memasukkan dlm pelajaran di sekolah, bagaimana generasi bangsa ini mau mengenal para pahlawan negeri ini. Selain itu, peran MEDIA juga sangat utama.
    Dan MEDIA dalam arti luas adalah termasuk kita sob, so, yuk kita coba untuk menyisipkan pengetahuan2 seperti ini pada para pembaca kita, agar dapat ditularkan pada yang lainnya....

    ReplyDelete
  29. @matahari
    benar sekali mba.... setuju denganmu. :)

    ReplyDelete
  30. @Mugniar

    ayo mba, giliranmu menuliskan tentang sang pahlawan ini, ga sabar aku ingin mengetahui sepak terjang heroiknya..... ditunggu lho... pasti kita semua akan terharu dan bangga padanya.
    See, negeri ini memiliki banyak mutiara terpendam kan?

    ReplyDelete
  31. @naspard
    Iya mas, kita punya banyak sekali tokoh pahlawan wanita, yang bahkan jauh lebih hebat dari perjuangan Kartini, sayangnya tak di ekspos. Bukan pula salah sang guru, mereka hanya menjalankan apa yang telah dicantumkan di kurikulum toh?
    semoga saja para pemerhati pendidikan terutama yang membidangi bidangnya, tergerak hati untuk mengorbankan waktu dan pikirannya untuk memberitau generasi muda, bahwa banyak lho pahlawan2 wanita lainnya yang masih jarang di appresiasi....

    ReplyDelete
  32. @Scribble-Me
    Waalaikumsalam, makasih atas kunjungannya ya sobs. sudah berkunjung balik kok ke blog sobat barusan... :)

    ReplyDelete
  33. @Nurmayanti Zain
    Yup, sudah pasti May, mempelajari sejarah bangsa itu sangat menarik, apalagi yang sejujurnya yaaa... :)

    ReplyDelete
  34. @Mayya
    Aku juga sangat kagum dengannya May.... bayangin, di abad XVI, negeri ini telah memiliki seorang ADMIRAL/LAKSAMANA perempuan! ckckck... keren banget yaaa? dan dia menjadi yang pertama di DUNIA lho. Sejarah dunia mencatat ini lho!

    ReplyDelete
  35. @Haya Nufus
    Bener kak... yuk kita gali lagi.... masih banyak tokoh yang kita angkat lho.... :)

    ReplyDelete
  36. @Tebak Ini Siapa
    Una... bukan keren JUGA, tapi keren BANGET beliau ini. Menjadi wanita pertama di DUNIA yang menjadi LAKSAMANA alias Panglima Angkatan Laut. Panglima Lautan. wow!

    Pocut adalah panggilan/sebutan untuk bangsawan wanita Aceh.

    ReplyDelete
  37. @dhzblog.com
    Semoga bermanfaat yaaa.... silahkan dishare aja mba... ;)

    ReplyDelete
  38. @Naturalzine
    makasih lho udah singgah... silahkan dicicipi sajian terbaru di sebelah... ;)

    ReplyDelete
  39. @anny
    Semoga bermanfaat bagi kita semua ya mba... silahkan dishare untuk jika berkenan... :)

    ReplyDelete
  40. sungguh menarik,.
    makasih tuk pegetahuan barunya yaa mbak :)

    ReplyDelete
  41. Pejuang sejati memang tak memerlukan pujian dan lagu tanda penghormatan, mbak Alaika. Karena mereka selalu hidup di hati kita.

    Soal buku RA Kartini itu, aku pernah baca tapi lupa di mana hehe.. Bahwa itu hanyalah politik Belanda yang malu pada dunia, karena mereka menjajah tapi tidak memajukan jajahannya. Berbeda dengan Inggris, misalnya, yang menjajah untuk melebarkan wilayah sekaligus memajukan daerah jajahannya. Kalau Belanda kan cuma ngeruk doang sampai habis2an.

    So, diterbitkanlah buku itu, sambil berkata, "Ini lho buktinya, kalau kami juga memajukan jajahan" Kurang lebih begitu :) Allahu a'lam

    ReplyDelete
  42. @Mugniar

    Salam kenal Mugniar :)
    Iya, saya juga menunggu nih

    ReplyDelete
  43. Info menarik dan boleh sekali dicoba, Makasih buat infonya dan sukses

    ReplyDelete
  44. Terima kasih untuk tipsnya, saya mau coba semoga juga.

    ReplyDelete
  45. Saya cari dibeberapa website dan dapat tipsnya di website ini, terima kasih, mau dicoba oleh saya.

    ReplyDelete
  46. wah baru tahu saya mbak. maklum sekolahnya ga tinggi tinggi :D

    ReplyDelete
  47. barut tau ada pejuang perempuan seperti kartini, info yang menarik, membuka cakrawala

    ReplyDelete
  48. hadir kembali mengenang inspirator aceh :D

    ReplyDelete
  49. Info menarik dan boleh sekali dicoba, Makasih buat infonya dan sukses

    ReplyDelete
  50. Info menarik dan boleh sekali dicoba, Makasih buat infonya dan sukses

    ReplyDelete
  51. Terima kasih untuk tipsnya, saya mau coba semoga juga.

    ReplyDelete
  52. Saya cari dibeberapa website dan dapat tipsnya di website ini, terima kasih, mau dicoba oleh saya.

    ReplyDelete
  53. Amazing artikel…. Semoga saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil

    ReplyDelete
  54. Terima Kasih, Tulisan yang sangat membantu. Salam Sukses!

    ReplyDelete
  55. Terima kasih atas pencerahannya, tulisannya menarik juga. Saya akan coba

    ReplyDelete
  56. aku paling senang dengan semua pengetahuan ini, terima kasih sudah berbagi ilmu

    ReplyDelete
  57. Setelah membaca Info dan Artikel, saya jadi ingin mencoba. Salam Sukses

    ReplyDelete
  58. Terima kasih atas Artikel dan Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses

    ReplyDelete
  59. Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses

    ReplyDelete
  60. Cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. Terimaksih
    gambar dari Oom Google

    Judul yang unik ya sobs? Dan apa yang ada dipik

    ReplyDelete
  61. Artikel yang sangat Innovatif dan banyak Tipsnya. jadi ingin coba. semoga berhasil

    ReplyDelete
  62. Tulisan dan Tipsnya sangat bermanfaat dan Infomatif. wajib dicoba. sukses selalu.

    ReplyDelete
  63. Tips yang cerdas cuma di Wibesite ini banyak kumpulan Artikel bagus. harus dicoba. salam sukses

    ReplyDelete
  64. Amazing artikel, Infonya bagus banyak mengandung Tips dan Pesan yang bermutu. salam sukses

    ReplyDelete
  65. Amazing Artikel yang sangat berguna,terutama Tipsnya sangat membangun. boleh dicoba.

    ReplyDelete
  66. Terimakasih Tulisan dan Info yang bermanfaat. wajib dicoba. salam sukses selalu.

    ReplyDelete
  67. Tips dan Info menarik, boleh dicoba, Semoga berhasil

    ReplyDelete
  68. Setelah membuka Wibesite ini, saya menemukan Artikel yang Amazing dan infonya boleh dicoba. Sukses selalu

    ReplyDelete
  69. Saya menemukan Artikel hebat di wibesite ini jadi ingin coba Tipsnya. Semoga berhasil

    ReplyDelete
  70. Artikel Menarik terutama Infonya, boleh dicoba. Salam sukses

    ReplyDelete
  71. Info dan Tulisannya Amazing, boeh dicoba. Sukses selalu

    ReplyDelete
  72. Tipsnya sangat Infomatif, wajib dicoba salam sukses

    ReplyDelete
  73. Informasinya keren sekali, sangat bermanfaat.sukses selalu

    ReplyDelete
  74. Terimakasih Banyak Tips dan Artikelnya, boleh dicoba. Salam sukses

    ReplyDelete
  75. Terimakasih Artikelnya bermanfaat dan Infonya menambah Ilmu pengetahuan. Harus dicoba. Semoga berhasil

    ReplyDelete
  76. Ilmu yang bermanfaat dan berguna Cuma ada di Wibesite ini, terutama Tips dan Artikelnya. Jadi ingin coba. Salam sukses

    ReplyDelete
  77. setelah saya mencari cari di beberapa Wibesite , saya menemukan Artikel yang Bagus dan bermanfaat. Patut di coba, sukses selalu

    ReplyDelete
  78. Saat membaca Artikel dan Tipsnya yang benar benar menarik. Jadi ingin mencoba. Salam sukses selalu

    ReplyDelete
  79. Ide cemerlang saya dapat dari Artikel yang di buat di Wibesite ini, Wajib dicoba Tipsnya. Semoga berhasil

    ReplyDelete
  80. terbukti banyak kartini2 sebelum RA KArtini lahir yang walau tidak terkenal,terkenang dan dibuatkan lagu seperti ibu kartini tetapi tetap dihargai namanya menjadi nama rumah sakit(medan),nama jalan(lampung),nama universitas(lampung)

    ReplyDelete
  81. waw...

    jadi memang bener kan ya nggak cuma kartini wanita yang banyak jasa..

    ReplyDelete
  82. @alaika abdullah: sepertinya nama Laksamana Malahayati pernah ta dengar dari pelajaran Sejarah Mbak. Dan mungkin karena dia tidak berkorespodensi spt RA Kartini jd kurang di publish perjuangannya yg nota bene sudah merupakan perwujudan dari emansipasi wanita. Btw, selain pocut yg luar biasa..orang cantiiiikk banget ya Mbak. hehehehe

    ReplyDelete
  83. tetap Malahayati pahlawan perempuan No. 1 di hati sosok itu ^_^

    ReplyDelete
  84. mbak al, lengkap sekali..
    bangga ya indonesia. dia tercatat laksamana wanita pertama di dunia :)

    ReplyDelete
  85. Betul keren bnget... Pengetahuan baru nh mb al

    ReplyDelete
  86. Makasih infonya,
    Seharusnya bangsa indonesia juga harus tau,

    ReplyDelete
  87. Saat membaca artikel ini sesayup-sayup terdengar lyric lagu yang dinyanyikan Iwan Fals ..... http://www.iwanfalsmania.com/2008/09/perempuan-keumala.html

    ReplyDelete
  88. Mak, pernah baca buku Perempuan Keumala? Buku ini membuatku semakin jatuh cinta pada Mak Keumalahayati dan akhirnya bisa menyusuri jejaknya di Krueng Raya akhir Pebruari lalu. Blom puas, aku pasti kembali lagi ke sana ;)

    ReplyDelete
  89. mak, link-nya aku tautkan di SINI ya
    berbagi semangat Ibu ;)

    ReplyDelete
  90. jadi memang bener kan ya nggak cuma kartini wanita yang banyak jasa..

    ReplyDelete