Menu
/ /

Alkisah,

Bagi para steemians, tanggal 25 September 2018 kemarin adalah hari yang penuh sejarah, atau setidaknya memiliki arti tersendiri. Terutama ba'da Ashar (halah), sekira pukul 4-5 sore dan setelahnya. Yup, seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya oleh pihak steemit, bahwa akan berlangsung sebuah proses yang disebut dengan Hardfork 20, yaitu sebuah proses atau peristiwa yang terjadi ketika tim pengembang suatu cryptocurrency (mata uang digital) setuju untuk mengaplikasikan fitur/perubahan baru ke sistem programming coin tersebut.

Biasanya sih, hal ini dilakukan untuk mengamankan jaringan cryptocurrency atau beradaptasi dengan jumlah pengguna coin yang semakin besar. Hardfork bisa menyebabkan adanya ketidakcocokan antara versi lama dan versi baru, sehingga semua pengguna cryptocurrency perlu memperbarui semua aplikasi yang terkait dengan coin ini supaya bisa tetap bertransaksi dengan baik. Sumber dari info ini diambil dari sini.

Dan...? Begitu proses ini dimulai, maka semua membeku! Dramatis banget, ya? Eh beneran loh. Maksud beku di sini adalah, bahwa semua proses yang biasa kita lakukan melalui akun steemit kita, ga bisa jalan. Baik untuk posting, berkomentar, upvote bahkan transaksi di wallet. Semua beku!

Sudah pasti, issues Hardfork tak hanya menarik perhatian seluruh steemians, namun juga membuat semua grup chat di mana para steemians bergabung, baik yang di discord server hingga yang di grup WA, telegram dan lainnya, dipenuhi oleh info dan chit chat seputar HF20. Seru, menguatirkan, was-was, excited, semua bercampur jadi satu. Sayangnya, aku perhatikan, tak ada yang ramai-ramai menaikkan hestek #hardfork20 ini ke twitter, padahal kalo steemians seluruh dunia, ngetuit, pasti akan trending topic dunia, loh!

Emang kenapa dengan hardfork, sih? Berefek buruk kah?

Steemit tentu tak ingin membuat penggunanya bengong dalam kegamangan, donk? Melalui blognya, Steemit pun merilis beberapa update, salah satunya yang paling penting adalah yang ini. Karena ditulisnya dalam bahasa Inggris, maka aku berinisiatif untuk menerjemahkannya, agar teman-teman steemians yang kurang paham akan bahasa ini, dapat mengerti akan info apa yang dirilis oleh steemit blog ini.

So, are you ready? Siap untuk membaca dan mencerna info yang disampaikan? Awas serangan jantung, loh, ya! Hehe.

Yuk, kita mulai!



HF20 Update: Hardfork Successful
Translated into Bahasa Indonesia, 
versi aslinya (English) lihat sini.

Source

Hi, Steemians, selamat yaaa! Hari ini kita mengukir sejarah dengan suksesnya proses Hardfork 20 yang diberi kode "Velocity". Dan kini, ekosistem Steem dikelola dengan pendistribusian Resource Credits, untuk memastikan ekosistem berjalan secara stabil dan terukur.

Equilibrium in Progress.

Selama progress equilibrasi ini, kalian pasti terus memantau dan juga mengalami kendala dalam hal 'bersteemit' seperti posting dan lainnya, yang tentunya ini disebabkan oleh proses equilibrasi yang terus bergerak dan meningkat sesuai dengan yang kita harapkan. Dan, yup, equilibrasi hanya perkara sebuah kata. 😊
Saat ini, RCs sedang diregenerasi, jadi jika kalian mengalami kasus 'gak bisa posting', maka tenang, kalian akan bisa melakukannya lagi nanti begitu RCs-mu selesai di-regenerate. 


Patch untuk RCs yang Minus.

Salah satu isu yang mengemuka adalah bahwa users yang selama ini sangat aktif sebelum Hardfork maka akan mengalami nilai saldo RCsnya yang minus. Kok bisa? Karena ini dianggap sebagai utang yang terjadi sebelum terjadinya hardfork 20. Jadi begitu selesai hardfork dan sistem menghitung RCs si user, maka akan ditemukan saldo yang minus, karena 'penggunaan' yang boros/sangat aktif di masa sebelumnya. Dan ini maksudnya piye?
Maksudnya adalah, kita, terutama pemilik SP kecil ini, akan mengalami kendala posting maupun dalam beraktivitas di steemit, serta akan membutuhkan waktu pemulihan patch yang lama hingga mencapai 12 jam untuk bisa go live lagi. Oh my God!

Patch ini, secara efektifnya adalah semacam program RC "pemutihan utang" yang akan menambal semua saldo minus menjadi nol saat hardfork. Dan ini tentunya akan secara dramatis meningkatkan pengalaman para pemilik SP kecil dengan memungkinkan RC mereka untuk regenerasi ke tingkat yang lebih baik, sehingga memungkinkan mereka beraktivitas lagi/bertransaksi dengan lebih cepat.

Sehubungan dengan perubahan yang lazimnya terjadi dalam proses Hardfork ini, kami berharap agar proses ini bisa berlangsung dalam waktu 12 jam. Kami paham benar bahwa para steemians ingin segera menggunakan kembali dApss favorit mereka, dan kami akan mencoba melakukan yang terbaik semampu kami dalam menggabungkan patch ini sesegera mungkin.


Account Creations and State Bytes.

Sesuai dengan info yang kami dapatkan tentang aktivitas apa yang paling banyak memakan sumber daya jaringan dan tidak proporsional, maka dipastikan bahwa proses kreasi akun adalah salah satu yang sangat mahal konsumsi bytes-nya, yang berarti proses pembuatan akun ini akan menghabiskan RC dengan sangat cepat.

Ada tiga parameter yang dipakai sistem RC dalam menentukan banyaknya biaya operasi, yaitu: ukuran (size) blockchain; waktu komputasi dan ukuran wilayah. Ketiga parameter ini dipilih karena ketiganya dapat dihitung dengan biaya yang rendah dan juga ketiganya terkait erat dengan konsumsi sumber daya. Jika dalam situasi tertentu ternyata melakukan salah satu parameter ini terhitung sangat mahal, maka dapat dipastikan akan berefek besar bagi RC karena kebutuhan biaya operasi yang tentunya akan membengkak pula.

Sangat penting untuk diingat bahwa ini adalah pengukuran yang objektif terhadap konsumsi sumber daya di tingkat blockchain, jadi, ketika sebuah operasi terlihat mahal terkait dengan RC, maka itu berarti bahwa tindakan tersebut akan sangat membebani network dibandingkan operasi/tindakan lainnya.

Dengan kata lain, ini adalah informasi penting yang ingin kami ketahui, agar dapat membantu kami untuk mengerti lebih jauh tentang bagaimana suatu sumber daya diserap oleh blockchain. Jika kalian ingin belajar lebih dalam tentang bagaimana sistem ini bekerja, kalian bisa baca di pos kami yang sebelumnya di sini, ya!

Seperti yang kami sampaikan pada postingan sebelumnya, sehubungan kenyataan bahwa sistem RC memberikan perubahan dramatis terhadap sistem bandwitdh lama dan tidak akurat, maka akan ada konsekuensi tak terduga yang terjadi, termasuk pengalaman pengguna yang akan berpotensi negatif sementara sistem sedang mencapai keseimbangan.

Kami menghargai kesabaran kalian menanti selesainya sistem beradaptasi dengan baik, dan juga dalam menanti patch mencapai efek yang diharapkan, sehingga akan meningkatkan pengalaman pengguna yang ber-SP kecil.

Steemit Team.



Nah, teman-teman steemians, semoga terjemahan bebas ini bisa memberi pencerahan, ya! Mohon maaf jika ada beberapa kalimat yang tak mampu 'dilunakkan' dan terkesan kaku dan rancu. I tried my best.

Al, Bandung, 26 September 2018

Read More
/ /

Ga pernah nyangka jika aku tiba-tiba jadi jatuh hati dengan macrophotography. Awalnya, malah sempat bertanya-tanya dalam hati, foto makro itu yang kayak mana? Langsung deh tanya ke si Mbah, yang dijawab dengan penuh canda olehnya.

"Yaelah, Al! Foto makro kamu ga tau? Kemana aja? Ini, coba deh kamu baca!" Katanya sembari memberi sebuah link.

Ternyata foto makro atau macrophotography adalah fotografi yang dilakukan dengan jarak yang sangat dekat, sehingga mampu memberikan detil yang tinggi tanpa harus menggunakan bantuan alat pembesar optik seperti loop atau mikroskop.

Aha! Jadi itu maksudnya. Lalu kekepoanku semakin tinggi. Terlebih saat teman-teman di discord server (aplikasi chat di mana para pengguna steemit berkumpul) memamerkan foto-foto kece yang terlihat begitu apik! Lebih menakjubkan lagi, ternyata foto itu diambil pake smartphone!

Foto menggunakan OPPO F1S + Lensbong Minolta 45 mm

Oh my God! Gile kecenya! Dan mulailah aku tanya-tanya ke seorang pakar, seorang steemian yang memang spesialisasi kontennya mengarah ke foto makro. Tentang alat tempur yang dipakainya, dan jika harganya terjangkau, maka aku ingin membelinya juga. Dan...?

Taraaa! Ini dia! Alat perang baruku untuk belajar foto makro. Aku peroleh dengan tebusan senilai 125 ribuan kalo ga salah di salah satu toko online.

Foto menggunakan OPPO F1S
Cukup ditempelkan pada lensa smartphone kita, dan beraksi deh! Sulitkah melakukan makrofotografi?

Hm, menurutku sih, tidak! Tapi balik lagi ke passion sih. Juga dalam memilih object, kebanyakan teman-teman atau para pelaku fotomakro sih, memilih object bergerak seperti serangga, semut, ulat atau binatang kecil lainnya. Nah, kalo aku, suka takut digigit karena kan lensa kamera kita harus dekat banget ke objectnya, tuh, maka, daripada digigit, mending objectnya aku alihkan ke bebungaan, deh, secara, aku juga suka banget dengan yang namanya bunga kan? 😁

Baca juga: Cantiknya Bunga Belimbing dengan Macrophotography



Foto-foto bunga di atas, menggunakan camera OPPO F1S
yang dipadu dengan Lensbong Minolta 45 mm.
Cakep banget hasil capturing-nya ya? Gimana coba ga jatuh hati melihat foto-foto ini. Ah, iya, pasti kalian kepo dengan penampakan aslinya gimana sih bunga belimbing ini? Lihat deh!

Iya, kayak gini! Hehe. 
Sungguh menakjubkan ya, hasil makrofotografinya? Kalo kalian, suka juga kah dengan aktifitas macrophotography ini?

Al, Bandung, 26 September 2018
Read More
/ /
Sebagai blogger, tentu sudah familiar banget donk dengan yang namanya blogwalking? Namun bagi pembaca setiaku, yang bukan blogger, sini, aku ceritain sedikit dulu tentang apa sih blogwalking itu?
Blogwalking adalah aktivitas berkunjung ke sebuah blog untuk membaca satu atau lebih postingan yang ada pada blog tersebut. Baik meninggalkan komentar atau tidak, tapi pelakunya telah melakukan blogwalking.


Blogwalking ibaratnya silaturrahmi di dunia maya. Biasanya sih kegiatan ini dilakukan oleh sesama blogger, dalam rangka bersilaturrahmi dan saling menyapa. Iya donk. Blog adalah rumah maya, dan selayaknya dunia nyata, maka kehidupan para blogger di dunia maya, ya, begitu! Saling bersosialisasi, saling bersilaturrahmi.

Lalu, adakah manfaat lain selain daripada tujuan bersilaturrahmi itu?

Tentu saja ada, donk! Banyak malah. Di antaranya sebagai berikut ini, nih!


Manfaat Blogwalking

1. Membangun Backlink dengan Meninggalkan Jejak.

Hayyah, kok diletakkan pada poin pertama, Al? Hehe.

Karena, bagi seorang blogger, membangun reputasi blog tentu menjadi tujuan yang tak bisa ditampik, bahkan bagi sebagian besar blogger, membangun backlink adalah sebuah usaha yang diprioritaskan agar blognya menjadi popular, meningkatkan reputasi blog dan dikenal oleh search engine.

Jadi, jika memang ingin agar blog kita menjadi popular, meningkat Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA)-nya, dan dikenal oleh search engine, rajinlah berkomentar secara positif dan relevan pada artikel-artikel yang kita kunjungi. Sayang kan sudah berkunjung, eh malah kita tidak meninggalkan jejak? Ibarat main ke rumah seorang teman, ternyata rumahnya kosong dan kita tidak mengabarkan padanya bahwa kita sudah sampai ke rumahnya. Sayang kan? 😀

2. Menambah Pengetahuan.

Sudah pasti, berkunjung ke artikel-artikel yang sering dishare di grup FB, misalnya, sedikit banyaknya pasti akan memberi kita pengetahuan baru. Apalagi jika memang ternyata artikelnya membahas sesuatu yang memang sedang kita cari, wah, klop, deh!

3. Memberi Inspirasi.

Yup. Inspirasi bisa datang dari mana saja. Termasuk dari berkunjung dan membaca artikel-artikel saat kita blogwalking.

4. Memperluas jalinan pertemanan.

Sudah pasti donk. Blogger bergabung dengan komunitas membentuk suatu koloni tersendiri. Blogwalking ke bog para member komunitas, adalah jalan memperluas jalinan pertemanan. Sepakat?

5. Membuka peluang mendapatkan informasi kontes, job, dan berbagai manfaat positif lainnya.

Yes, sering terjadi, info tentang suatu kontes itu diumumkan melalui blog, dan pastinya, akan terbaca juga oleh kita yang rajin blogwalking atau bergabung di komunitas. Selain itu juga, banyak informasi tentang blog monetization yang kita dapatkan dari ulasan-ulasan artikel para blogger. Dan ini pastinya menjadi info yang sangat bermanfaat bagi kita, donk?

6. Hm, apa lagi ya?

Tambahin, yuk!

Al, Bandung, 22 September 2018


Next post : Ketika Blogwalking Tak Berbalas, Harus Bagaimana?
Read More