Menu
/ /
Suatu malam, saat sedang hangout berdua Intan, si anak gadis kesayangan ini bertanya sambil nyengir, "Mi, dulu waktu Dila kecil, pernah Umi bebi spa-in, gak?" 

-- Dila adalah her nick name at home. -- Umi sedikit terperangah, karena ini pertanyaan kok ujug-ujug, mengarah kemana ini?

Namun, foto para bebi yang sedang menikmati Baby SYM (semacam baby spa) di Lineation Clinic, yang terpajang cantik di Instagram feed-nya Lineation membuatku ikutan tersenyum.

"Nak, nak, jaman Dila bebi dulu, belum ada yang namanya baby spa, adanya tukang urut bayik!" Jawabku yang disambut oleh gelak tawanya yang berderai. Merasa lucu sendiri, mungkin membayangkan tubuhnya yang bebi kala itu, menggeliat-geliat diurut oleh mak urut. Hihi.


Baby SYM di Lineation Clinic


baby sym
Baby happy, Mommy pun happy! 

Pasti sudah familiar donk dengan klinik kecantikan Bandung yang satu ini? Lineation Clinic atau juga sering disebut dengan Lineation Center, adalah klinik kecantikan favoritku untuk perawatan wajah, kulit, rambut hingga ke hati. Ha? Hingga ke hati, Al? Yup! Soalnya di Lineation Clinic ini lengkap banget sih layanannya. Selain dokter untuk perawatan kecantikan, juga ada dokter umumnya, dokter gigi, dokter bedah plastik, dokter spesialis akupuntur dan terapisnya, ada juga fisioterapi, laboratorium, hingga ke program stress management di bawah program Regenesis Plus, loh! Lengkap banget kan?

Nah, Lineation itu juga care banget dalam memastikan para mami dengan anak baduta (bawah dua tahun)-nya itu nyaman saat si mami sedang treatment! Maksudnya gimana?

Maksudnya adalah, Lineation juga menyediakan layanan yang bikin dede bayik itu nyaman dan rileks, loh! Yup, tersedianya layanan baby SYM (Swim, Yoga and Massage) bagi para bayi dengan usia di bawah 2 tahun itu, sungguh sangat membantu dede bayik mau pun maminya. Baby yang anteng dan merasa tubuhnya nyaman, tentu akan membuat para mami juga bahagia, karena terhindar dari polah baby-nya yang rewel, cengeng atau pun tantrum kan?

Back to Baby SYM atau kita sebut sajalah Baby Spa, ya, nah, di Lineation tuh ada beberapa layanan untuk tujuan ini dimana bisa dilakukan secara terpisah atau pun keseluruhan. Yaitu layanan Baby SYM (Swim, Yoga dan Msssage), atau pun hanya baby swim saja, atau pun baby yoga saja.



Baby SYM di Lineation Center


Asyiknya jadi mami jaman now! Dulu jaman Intan baby, belum ada baby spa seperti ini, loh! Wohoo, andai waktu bisa diulang dan baby spa sudah ada di masa itu, pengen deh mempersembahkan layanan ini untuk Intan juga. Hihi. Ngomong-ngomong, untuk yang masih awam akan manfaat dari baby spa, yuk, berikut info dan manfaatnya, ya! Kebetulan kemarin nemenin Teh Armita dan Uwien bawa baby mereka ke Lineation Center untuk having baby spa treatment, jadi aku ikutan nimbrung dalam obrolan mereka dengan Teh Rini, sang terapis baby spa di Lineation Center, tentang manfaat baby spa bagi bayi. 




Manfaat Baby SYM (Swim, Yoga, Massage) bagi Bayi


  1. Sesi swimming/berenang akan membuat bayi menjadi lebih rileks dan melatih bayi untuk dapat bergerak aktif.
  2. Berenang juga merupakan ajang latihan untuk meningkatkan perkembangan otot motorik bayi
  3. Sesi yoga berguna untuk melatih otot bayi agar lebih kuat
  4. Yoga berfungsi dalam merangsang pertumbuhan gerak motorik bayi di awal fase perkembangan serta meningkatkan nafsu makannya
  5. Yoga juga ngebantu banget bagi paru-paru bayi sehingga pernapasannya menjadi lebih lancar, juga berguna dalam melancarkan peredaran darahnya
  6. Massage/pijatan pada bayi berfungsi dalam membantunya lebih mudah beradaptasi dengan tidur malam dan membantu tidurnya lebih nyenyak dan bangun dalam keadaan segar bugar. 
Harga layanan Baby Spa : IDR. 175.000,-

Harganya bersahabat banget, yak? Teman-teman punya bayi dan ingin juga membuat ananda kesayangan hepi? Yuk, bikin appoinment di CS Lineation Center, dan melangkahlah bersama ananda tercinta untuk treatment ini. Dijamin hepi! :)

LINEATION CENTRE:

0812 2190 6850
(022) 2010 593

Jl. Lemah Nendeut No. 10
Setrasari, Bandung 40164
Jawa Barat

me@lineation.co.id

Masih ingin membaca beberapa testimoni dari teman-teman yang sudah bawa baby mereka ke sini?
Check them out here, ya! 

Cerianya Arfan playing and relaxing here! 
Senengnya Hegar Main Air dan Having Baby Spa di Lineation Center
Pengalaman Pertama Dzikra, Baby Spa di Lineation Klinik Bandung
Pengalaman Baby Spa di Lineation Center

Al, Bandung, 30 Desember 2019




Read More
/ /
Siapa coba yang enggak ingin hidup sehat lebih lama? Memiliki wajah dan kulit yang tetap kenyal dan kinclong dengan kontur wajah yang tetap kencang mempesona? Namun siapa yang mampu melawan kekuatan usia yang semakin angkanya bertambah semakin membuat kulit wajah dan tubuh berkurang elastisitasnya? Tak hanya itu, pertambahan usia, yang memang bikin manusia menjadi lebih matang dalam berfikir dan bijaksana (idealnya lo, ya), juga menyisipkan sisi negatif yang bikin hati miris!

Yup, menurunnya fungsi tubuh dan kualitas kesehatan, adalah salah satu efek negatif dari pertambahan usia. Tentu banyak cara dan kiat yang bisa kita gunakan dalam meminimalisir efek ini, diantaranya dengan menerapkan pola hidup yang sehat, rajin berolah raga, melakukan perawatan tubuh dan wajah yang teratur dan lain sebagainya.

Dan bicara tentang perawatan tubuh dan wajah, aku lebih concern ke cara perawatan yang alami dan sehat, ketimbang yang menggunakan obat-obatan kimiawi. Dan juga ingin sedapat mungkin menghindari yang namanya pisau operasi. Iya donk, jika memang kita bisa mendapatkan cara yang jauh lebih alami dan sehat, kenapa enggak, ya kan, sobs?


Acupunture Facelift secara berkala.

Nah, bicara tentang perawatan kecantikan dengan cara alami nan sehat, aku bersama tim ahli akupuntur di Lineation Center sedang konsisten melakukan perawatan wajah agar tetap kencang dan kulitnya kenyal kinclong. Cara yang kami tempuh, sesuai dengan kebutuhanku saat ini adalah melakukan facelift acupunture. Yup. Ini adalah salah satu cara paling alami dan sehat yang kebetulan pas pula di aku, dalam artian, sehabis ditusukin jarum hingga 400 jarum (pipi kiri dan kanan), hasilnya ga bikin si pipi lebam oleh bekas tusukan. Malah terlihat jika kedua pipi yang tadinya mulai ada kerutan dan agak kendur, mengencang kembali.

Baca tentang facelift acupuncture pertama, by Teh Winda

Dan beneran, lo, sejak menjalani terapi akupuntur facelift secara berkala (sebulan sekali atau dua bulan sekali), pipi ku mengencang (naik dan kembali tirus), kulit wajah juga menjadi lebih kinclong. Ya, walau kadang kala, efek begadang atau terkena debu atau hantaman cahaya matahari, si kulit wajah menjadi kusam, itu mah biasa lah ya. Namun efek dari akupuntur ini memang luar biasa. Tusukan-tusukan jarum akupuntur ini ternyata memang mampu mengaktifkan kembali produksi kolagen, dan mengencangkan otot-otot wajah atau wilayah yang dituju.

Acupunture Facelift by Ci Linda.

Jadi ini adalah treatment facelift akupuntur yang ke empat kalinya bagiku. Jika yang pertama dilakukan oleh Teh Winda, sang maestro akupuntur dari Lineation Center, bisa baca tentang beliau di sini. Maka untuk yang kedua kalinya dilakukan oleh dr. Tezza, yang telah pernah aku tulis di sini. Yang ketiga oleh dr. Putri yang sayangnya saat ini sudah tidak praktek lagi di Lineation, lalu yang keempat oleh sahabat cantik berkulit kenyal dan kinclong, Ci Linda Inge, yang jam terbangnya di dunia akupuntur sudah melambung tinggi.

Facelift kali ini memang berbeda dari yang biasanya. Bedanya adalah karena kondisi kulit wajahku yang berubah drastis akibat kebanyakan begadang (hampir tiap malam tidur larut, sekitar pukul 3 dinihari) gegara banyak pekerjaan dan juga banyak pikiran. Hayyah!), maka Ci Linda menyarankan agar aku di-acupuncture facelift setiap dua minggu sekali hingga kondisi kulit wajahku kembali kenyal dan mengencang. Hm, baiklah, saya mah manut, Jeng! Yang penting bisa kembali memiliki kulit wajah yang kenyal, kencang dan kinclong, serta pipi kembali naik dan double chin menghilang. 😊

Facelift setiap 2 minggu sekali.



Yes, sesuai dengan rekomendasi Ci Linda, akhirnya ku mulai rutin melakukan layanan 2 mingguan akupuntur facelift yang dilakukan oleh Ci Linda di Lineation Clinic. Dan Alhamdulillah, kulit wajah/pipi yang tadinya mengendur, sudah mulai mengencang lagi, dan mulai terlihat kenyal dan cerah, pertanda produksi kolagen di bagian ini sudah mulai produktif lagi. Ah, seneng banget deh. Ingin banget kekenyalan kulit ini terjaga untuk seterusnya dan double chin yang mulai menampakkan diri ini segera sirna. Mau rajin menerapkan pola hidup sehat, ah! Ga mau begadang lagi, jam 10.30 teng sudah kudu bobok! Dan makan makanan yang sehat, no junkfood kalo ga mendesak, hehe.

Thank you so so so much, Ci Linda untuk treatmentnya, nanti kalo adik ipar aku main ke Bandung, ku ajakin untuk treatment juga, ya! 😊
Btw, kalo teman-teman sendiri, lebih senang treatment yang bagaimana nih untuk menjaga kekenyalan kulit wajah dan menjaga agar pipi tetap kencang?

Share, yuk di kolom komentar!

Al, Bandung, 25 Desember 2019


Read More
/ /
Kado Istimewa: Selamat Menempuh Hidup Baru, Stupid Monkey!
Stumon alias Stupid Monkey! Ada yang masih ingat dengannya?

Teman-teman yang mulai ngeblog masa-masa 2008-2010-an pasti masih ingat deh dengan sosok yang satu ini. Yup, para blogger jadul, tentu familiar dengan aksinya. Doi tuh ga pernah mau wajahnya terpampang di dunia maya. Dulu. Makanya aku tuh sempat penasaran, ini orang, gimana sih penampakannya?

Ini penampakan blognya Stupid Monkey
Bahkan ketika kami terhubung dan saling bertegur sapa lewat kolom komentar di blog masing-masing, dilanjut dengan kebersamaan di sebuah grup Yahoo Messenger, aku masih teteup dibuat penasaran akan penampakan sosok ini! Grup Yahoo Messenger kami ini memang limited edition, sih, hanya beranggotakan kami berempat, yaitu aku, Stupid Monkey alias Stumon, Una dan Ririe Khayan, dan kami bisa ngobrol berjam-jam dengan asyik membahas dunia perbloggeran hingga ke masalah kehidupan. Ah, indahnya persahabatan!

Apa? Yahoo Messenger? Yup! Kebayang kan jaman mana ini? Hihi. Dan Mas Stumon yang bernama asli Alif Ismail ini teteup kekeuh membuat kami penasaran!

Hingga kemudian, kopdar pertama pun terlaksana, tepat ketika aku sedang tugas ke Jakarta, seputar Juli 2012. Yup, ini adalah masa-masa ketika aku masih bertugas di Aceh, dan sesekali dinas ke Jakarta.

Pas banget, nih. Maka kami pun menentukan tempat dan waktu untuk saling bertemu. Alhamdulillahnya, aku (dari Aceh), Una dan Mas Alif (keduanya berdomisili di Jakarta), dan Ririe (domisili Banyuwangi kala itu juga sedang ada keperluan ke Jakarta), akhirnya bisa KOPDAR! Yes! 

Hingga kini masih terbayang di ingatanku betapa bahagianya kami karena akhirnya bisa bertemu secara tatap muka secara langsung! Offline! Alhamdulillah. Bahagia banget! Masih kebayang kopdar seru dan hangat yang kemudian diakhiri dengan santap malam di sebuah warung pecel lele pinggir jalan. Haha. Seru, ya, Rie, Una, Mas Alif? Ga perlu cafe mewah sih kita, ya? Hihi.

Persahabatan Unik

Tiada kata lain yang lebih cocok dalam menggambarkan persahabatan kami. Sempat sangat akrab pada 'jaman'nya, lalu masing-masing mulai tersita dalam kesibukan tersendiri, hingga intensitas obrolan di grup itu pun mulai berkurang, namun masih tetap berjalan. 

Hingga era Yahoo Messenger terganti dengan Whatsapp group, maka kami pun beralih ke WAG, dan sepanjang sejarah per-grup-an di WA yang pernah aku miliki, ini adalah yang paling awet! Haha. Walau jarang banget kita ngobrol di sana, tapi grup ini tetap eksis, dan kita ada kapan dibutuhkan. Ah, indahnya persahabatan!

Undangan Pernikahan


Menerima undangan pernikahan adalah hal biasa. Namun menjadi sesuatu yang luar biasa bagi aku, Ririe dan Una, karena datangnya dari Mas Alif! Disampaikan dengan santai seperti melempar bola, sambil berucap, 'takut dosa jika ga mengundang.' Lalu, sepertinya Mas Alif menikmati munculnya beragam reaksi dari kami. Haha.


Jelas donk kita pada kaget, but happy lah! Masalahnya, sosok ini awalnya jauh banget pikirannya dari menikah. Sepertinya masih ingin sering-sering memeluk alam pegunungan daripada memeluk tubuh seorang wanita secara sah. Hihi. Tak urung, kami bertiga pun jadi kepo. Bahkan saking
kepo-nya dengan langkah spektakuler Mas Alif ini, diam-diam Ririe melakukan interview tersembunyi. Di balik layar. Haha.

Hasil interview-nya bisa dilihat di postingan Ririe yang berupa kado pernikahan untuk Mas Alif di sini. Yup, sesuai dengan komitmen long-long-long time ago. Kami sepakat untuk memberikan kado istimewa berupa tulisan berantai di blog masing-masing, sebagai hadiah perkawinan bagi siapa pun di antara kami (kami???) yang menikah. Dimulai dengan kado pernikahan untuk Ririe yang menikah di tahun 2013, dari Mas Alif, aku, dan Una.

Baca juga: Kado Pernikahan Untuk Ririe

Dan, yes! Tongkat estafet rantai kado istimewa untuk Mas Alif ini dimulai dari Ririe, yang menuliskan postingannya di alamat ini. Monggo dibaca, dan aku lanjutkan dengan postingan yang sedang teman-teman nikmati ini, dan nantinya akan ditutup oleh postingan dari Una. Seru, ya?

Selamat Menempuh Hidup Baru, Mas Alif! 



Tiada kata terindah yang mampu mewakili kebahagiaanku, Ririe dan Una akan kenyataan ini, Mas Alif! Alhamdulillah. Sungguh takjub dengan cara Allah 'mengarahkanmu' untuk mengambil langkah ini. Menyempurnakan ibadahmu dan mengarahkanmu untuk menikmati hidup yang lebih bermakna dan indah.


Selamat menempuh hidup baru, Mas Alif dan Mba Salichah! 
Semoga berkah, rahmah dan lindungan Allah SWT senantiasa bersama kalian dalam melangkah menuju rumah tangga yang barokah, sakinah, mawaddah wa rahmah. 
Aamiin ya Allah. 

Al, Bandung, 20 Desember 2019
Read More
/ /
Yuk, Lawan Diabetes dan Live Healthier Lives!
Diabetes! Hayo, apa yang terbayang di pikiran teman-teman begitu mendengar kata diabetes? Suatu penyakit yang berlangsung lama/kronis dan berhubungan dengan gula darah/glukosa? Seseorang yang memiliki kadar gula darah yang tinggi karena tidak mampu diserap oleh sel tubuhnya dengan baik, sehingga menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh?  Suatu penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan? Suatu penyakit yang mengerikan dan menjadi pemicu bagi timbulnya penyakit-penyakit lainnya di dalam tubuh?

Atau malah langsung kebayang tentang seseorang yang terluka, berdarah dan darahnya agak sulit berhenti? Seseorang yang terluka dengan darah yang mengalir terus tapi dia sendiri tidak menyadari bahwa ada yang terluka di bagian tubuhnya?



Kalo aku tuh, setiap mendengar kata diabetes, langsung deh kebayang tentang si ayah, yang sering tidak menyadari jika ada yang terluka di bagian tubuhnya. Iya, beliau tuh sering banget tidak menyadari ada bagian tubuhnya yang terluka, misalnya karena tergores sesuatu, ketusuk paku, atau apa pun lah penyebabnya. Padahal darah sudah berceceran, kitanya sudah panic, tapi beliau tidak merasakan sakitnya. 

Dan menurut dokter spesialis jantung langganan ayah, ini disebabkan karena penyakit diabetes yang diidap si ayah, sih, yang membuat beliau kehilangan kepekaan akan rasa sakit, sehingga walau pun terluka, tapi teteup saja tidak merasakan sakit di bagian yang sedang terluka itu.  Oh, My Gosh! Ayah.... yang sehat, donk! Please.... we love you.....



1 dari 8 Orang di Jakarta terkena Diabetes, 
dan 2 dari 3 orang tersebut tidak mengetahui jika dirinya terkena diabetes! 

Yup, what a shocking fact!

dr. Dante dari RSCM, sedang memaparkan fakta-fakta tentang diabetes

Dr. Dante Saksono Sp.PD, PhD, Spesialis Kelenjar (Endokrinologi) dari RSCM, dalam presentasinya di acara Konferensi Pers yang diadakan oleh Sun Life Indonesia di Kantorkuu Coworking Space, Kuningan – Jakarta, 14 November 2019 kemarin, menyatakan bahwa dari hasil survey FKUI RSCM Divisi metabolik endokrin menemukan bahwa 1 dari 8 orang di Jakarta tuh terkena diabetes, dan 2 dari 3 orang tersebut bahkan tidak menyadari jika dirinya terkena diabetes, dan 30% dari penduduk Jakarta itu adalah Pre-diabetes!

Yup, what a shocking fact! Hiks…., sedih banget yaa? 
Dan taukah teman-teman bahwa negeri tercinta ini, based on laporan dari International Diabetes Federation Atlas 2017, ternyata terdata sebagai negara peringkat ke-enam dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia, setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil dan Meksiko? Oh, No! Miris banget kan? 

Dan sekitar 10,3 juta penduduk Indonesia tuh mengidap diabetes pada rentang usia 20 - 79 tahun! Iya, beneran! Jadi diabetes tuh bukan hanya penyakit emak-emak, bapak-bapak, enin-enin atau aki aki, loh! Bahkan bisa saja di usia yang masih sangat muda! Duh, ku jadi ngeriii…. Ngebayangin penerus bangsa kita nanti jika kondisinya berlarut seperti ini. ☹ 

Lebih dari itu, yang semakin bikin hati terpana nelongso, adalah kenyataan bahwa dari 10,3 juta penderita diabetes tersebut, hanya separuh dari mereka saja yang menyadari kondisinya, bahwa mereka menderita diabetes. Sungguh tragis, ya? Dan satu lagi, yang bikin aku melongo adalah ketika dr. Dante bilang bahwa 68% masyarakat kita ini, taunya bahwa diabetes itu adalah penyakit karena faktor keturunan! Oh, tidak!

Ini ga bisa dibiarkan begini terus, deh! Peningkatan pemahaman dan upaya pencegahan terhadap diabetes adalah sebuah keharusan! Harus ada upaya dan gebrakan bersama untuk meningkatkan awareness masyarakat kita agar lebih paham tentang diabetes dan aware tentang pentingnya pola hidup sehat, sehingga akan terbentuk masyarakat yang sehat fisik, mental dan sehat finansial.  

Diabetes, adalah penyakit kronis yang dengan sangat-sangat serius telah mengancam masyarakat global, dan juga berkekuatan luar biasa dalam menurunkan kualitas generasi penerus bangsa, yang pastinya akan memberi efek buruk juga pada perekonomian bangsa. Karenanya Sun Life berkomitmen untuk menggandeng semua pihak melawan diabetes. Salah satu langkah penting yang diambil oleh Sun Life Financial Asia adalah dengan merilis laporan terkait diabetes di Asia, berjudul "Diabetes in Asia: Empowering Communities to Lead Healthier Live", pada awal tahun 2019, yang berfokus di Negara Hongkong, Filipina, Indonesia, Vietnam dan Malaysia.  

Sun Life Indonesia, bertepatan dengan hari Diabetes Day, 14 November 2019 kemarin, sengaja menggelar sebuah konferensi pers dengan mengundang media dan para blogger untuk menyerukan dan mengajak banyak pihak untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan literasi masyarakat tentang diabetes.

Peningkatan pemahaman dan upaya pencegahan terhadap diabetes adalah sebuah keniscayaan! Sebuah Keharusan!



Tiga Gejala Klasik Diabetes.


Dalam presentasinya yang sangat menarik, dr. Dante menyebutkan bahwa ada tiga gejala klasik diabetes yang dikenal dengan istilah 3P, yaitu; poliuri, polifagi dan polidpsi. 

Poliuri adalah sering buang air kecil. 
Polifagi adalah sering merasa lapar, dan 
Polidpsi adalah sering merasa haus. 

Satu lagi ciri yang sering abai oleh masyarakat adalah penurunan berat badan tanpa disertai oleh sebab yang jelas. Wah, kudu dicatet, nih, temen-temen! Dan ingat, diabetes bukan saja disebabkan oleh faktor keturunan, justru penyebab utamanya adalah pola hidup yang tidak sehat. 
Karenanya, dr. Dante mengingatkan plus memberi tips tentang upaya paling efektif untuk mencegah diabetes adalah dengan cara menjaga pola makan sehat dan berimbang, serta aktif bergerak, hindari diri dari rokok dan alkohol dan bergabunglah dengan komunitas pendukung yang solid.


Live Healthier Lives by Sun Life Indonesia


Press Conference Sun Life Indonesia
14 Nov 2019
Sejak tahun 2018, Sun Life Indonesia tuh telah menggaungkan kampanye kesehatan bertajuk “Live Healthier Lives”, yang tentunya sejalan dengan rekomendasi dari laporan Diabetes in Asia: Empowering communities to lead healthier lives. Agenda lainnya yang telah pula dilakukan oleh Sun Life Indonesia dalam upaya meningkatkan awareness dan pengetahuan masyarakat tentang diabetes, adalah berupa upaya edukasi terkait diabetes dan pentingnya penerapan pola hidup sehat, yang telah digelar bersama komunitas ibu dan pelajar usia sekolah dasar di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan dan Depok. 

Upaya lainnya yang juga tak kalah menarik adalah aktivitas seru dan sehat dalam rangka melawan diabetes #TeamUpAgainstDiabetes adalah "Sun Life Virtual Charity Run", yang pada acara ini (14 November 2019) diluncurkan secara resmi.

Sun Life Virtual Charity Run adalah sebuah kompetisi  untuk mengumpulkan kilometer hasil dari aktivitas lari bersama Brand Ambassador Sun Life Indonesia, yaitu Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono, komunitas lari, dan karyawan Sun Life. Jumlah kilometer yang ditempuh akan dicatat dan dikonversi menjadi donasi untuk membantu edukasi, pencegahan, serta penanganan diabetes di Indonesia.

sun life indonesia

Hayo, pada tertarik dengan agenda Sun Life Virtual Charity Run kan? Coba deh lihat info detailnya di sini.

Sun Life Resolution Run 2020


Nah, ini yang juga tak kalah menarik dan inspiratif, nih, temen2! Sun Life Indonesia ngadain Sun Life Resolution Run lagi, nih! Bagi yang belum familiar dengan agenda ini, sini deh aku bisikin! 
Jadi tuh, Sun Life Resolution Run adalah sebuah ajang lomba lari dengan tujuan untuk menggalang donasi yang diadakan oleh Sun Life Indonesia, dalam rangka menginspirasi dan memotivasi generasi penerus bangsa untuk meraih resolusi hidup yang jauh lebih sehat. 

Agenda keceh ini akan digelar pada tanggal 12 Januari 2020 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. Kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan yang diadakan oleh Sun Life di Indonesia, Filipina, Hong Kong, Malaysia dan Vietnam.

Yuk, segera daftarkan dirimu di event keren ini, ya! Selain sehat untuk diri sendiri, kamu juga berpeluang besar mensupport event yang memang ditujukan untuk tujuan charity ini, loh! Semua dana yang terkumpul dari registrasi akan digunakan untuk menanggulangi diabetes. Keren ya?

Btw, ada dua kategori lomba nih yang bisa kamu pilih, ada yang kategori lomba 5K atau 10K. Feel free to choose and have fun, guys! Info lengkap bisa lihat di sini, ya! 

Kapan lagi kan having fun sambil berdonasi? ☺ Dan bagi kalian yang masih ingin tau lebih banyak lagi manfaat lari bagi penderita diabetes, bisa banget akses infonya di sini, ya! 

Al, Bandung, 10 Desember 2019
Read More
/ /
Financial Tips for Turning Your Hobby Into a Business - Oleh-oleh dari FunAncial Event Bandung

Hari gini, rasanya bohong banget kalo ada yang ngaku bahwa dirinya ga ingin bekerja sesuai dengan passionnya, right? Siapa coba yang enggak hepi jika dirinya dibayar bahkan ketika bersenang-senang? Ketika menjalankan hobinya?

Nah, bicara tentang bekerja sesuai dengan passion, rasanya memang sudah semakin menjadi pemikiran orang-orang, terutama para generasi milenial. Aku sendiri, sebagai emak milenial, masih dipenuhi oleh keinginan yang kuat untuk bisa turning my hobby into a business, loh! 

Dan pas banget, keinginan untuk belajar tentang how to turn my hobby into a business ini terwujud oleh Home Credit, yang meng-organize sebuah Talkshow kece bertajuk "Turning Your Hobby Into a Business", yang menghadirkan seorang financial planner keren penuh ilmu, bernama Dipa Andika dan bintang tamu inspiratif bernama Mochammad Takdis. Hayo, ada yang familiar dengannya?

Ki-ka: Narsum Utama Dipa Andika,
Narsum Tamu Mochammad Takdis, MC Uchiet

Acara ini digelar di Bandung, tepatnya di Paberik Kopi Upnormal Coffee Roasters, pada hari Sabtu, 7 Desember 2019 kemarin, dihadiri oleh peserta umum dan para blogger. Seru banget!

Mochammad Takdis, yang Sukses Mengubah Hobby Menjadi Profesi.


Turut serta bersama Dipa Andika, seorang anak muda yang diusianya belum mencapai 30 tahun tapi sudah sukses luar biasa. Tak hanya sukses dalam pengumpulan aset dan berkarier sesuai dengan hobinya, namun anak muda yang mengaku drop out dari kampusnya ini, justru berhasil mengubah hobi menjadi profesi. Namanya Mochammad Takdis, yang didaulat sebagai narasumber tamu, mendampingi sang narsum utama, sungguh sukses memukau para audience. 

Semua sudah punya, kecuali pacar! Haha. Yes, jadi tuh, Takdis ini punya hobi traveling yang luar biasa. Terutama naik gunung, yang saking hobinya pada kegiatan ini, membuatnya sering banget absen di kampus, hingga suatu hari mendapat notifikasi dari kampus bahwa dirinya harus di-drop out! Info drop out ini diterimanya ketika dia sedang menggeluti hobinya, yaitu mendaki gunung. Kebayangkan gimana berita miris ini hadir justru disaat dirinya sedang di puncak? Anehnya, anak muda ini hanya bilang, "Oh, ok. Baiklah," lalu melanjutkan perjalanan mendakinya. πŸ˜€
Menurutnya kala itu, ya sudahlah, mau apalagi. Ga ada gunanya juga kan terpuruk berlama-lama. Dan dia pun bertekad menjadikan ini sebagai titik balik baginya untuk bangkit. Mengubah hobi menjadi profesi. Dan...?

Dan amazingly, anak muda ini BERHASIL! Memiliki travel agency bernama Whatravel Indonesia sebagai kendaraannya dalam menyalurkan hobi sembari earning money! Membuka open trip untuk serving people yang ingin traveling, sembari menghasilkan RUPIAH. Bisa beli rumah secara cash, mobil cash, dan aneka aset lainnya.  Amazing bukan? Aih, kujadi pengen deh seperti ini! Pengen lebih berani dalam memberdayakan hobi menulis dan bersosial media serta travelingku sebagai saluran penghasilan!


Financial Tips Kece dari Mas Andika


Rasanya aku tuh beruntung banget dapat undangan dari Female Blogger Indonesia untuk hadir dalam acara yang dipersembahkan oleh Home Credit Indonesia ini. Pas banget sedang ingin belajar mengelola keuangan agar ga bocor di sana sini, eh pas pula dapat undangan acara FUNancial, Yang Kamu Mau ini! Topiknya tuh related banget dengan yang ku mau! Yuhuu. 

Ada banyak AHA moments sebagai oleh-oleh dari penjelasan Mas Dipa Andika sebagai narasumber utama. Sebagai seorang financial planner andal, Mas Dipaa sukses bikin partisipan ternganga! Makjleb. Karena banyak hal keseharian yang kita anggap sebagai hal kecil, justru menjadi faktor yang berpengaruh besar dalam 'kebocoran' dompet! 

Menurut Mas Andika, kita itu kudu banget punya impian. Dream big, and write them on the paper or wherever yang visual. Agar otak, pikiran dan hati tetap ingat akan itu, dan menumbuhkan serta memelihara keinginan agar kita terus mengupayakan untuk menggapai impian-impian itu. 

Tepat di bagian registrasi, para peserta diminta menuliskan financial goalnya,
dan menempelkannya pada board ini. Cantik, ya? 😊


Aha! Yes bener banget ini, mah! Untung deh ku mulai menerapakan langkah ini. 😊

Pentingnya Disiplin dalam Mengelola Keuangan



Jadi salah satu takeaway yang paling makjleb yang menjadi catatanku adalah bahwa kita itu harus disiplin dalam mengatur cashflow kita. Terkadang, kita itu justru menganggap remeh hal-hal kecil dan terus menerus melakukannya, karena menurut kita, ah, cuma seribu dua ribu doank. Ah, cuma 5000 doank! 

Tanpa sadar, justru LATTE FACTOR ini adalah penyebab bocornya dompet di akhir bulan, loh!
What? Latte Factor? Yes.
Jadi, Latte Factor adalah pengeluaran ceh-receh, hal-hal kecil yang selama ini kita anggap remeh. Yang memang dalam keseharian tidak kerasa efeknya. Misalnya saja, ketika kita tidak menemukan atm bank kita, maka kita dengan santai akan melakukan tarik tunai di atm bank lain, karena biaya administrasinya menurut kita sih, ga besar-besar amat lah! Cuma 5000 doank! Atau cuma 7500 Rupiah doank!



Contoh lain dari Latte Factor adalah nongkrong cantik di cafe-cafe ternama. Iya, sih, sambil internetan seharian, atau sambil meeting. Tapi jika di rumah kita juga ada wifinya, atau di kantor bisa full akses, kenapa harus sering-sering ke cafe ya? Kalo dihitung sebulan, jadi bengkak juga kan?

Wuih, Mas Andika sukses ngebuka mata kita semua, deh! Bener banget! Dan, iyaaa, ku juga selama ini ga pernah menghitung biaya parkir, di sini sebentar di sana sebentar, padahal kalo digabung, jadi banyak jugak! Wohooo. Banyak lagi deh contoh dari Latte Factor ini.

Belum lagi dalam hal lainnya, bahwa kita harus bener-benar mendisiplinkan diri dalam mengatur cashflow. Harus tegas dalam memastikan sesuatu itu kita beli karena butuh atau ingin. Dan seterusnya. Ah, banyak banget dapat ilmu dari si mas yang andal ini. Hatur nuhun pisan untuk ilmunya, Mas Andika! πŸ™

Home Credit Indonesia



Acara keren ini tentu tidak akan terlaksana tanpa dedikasi dari Home Credit Indonesia. Btw, ada yang sudah familiar dengan aplikasi Home Credit? Udah terpasang di HP teman-teman kah? Mba Freya Pradita, Vice President dari Home Credit Indonesia menjelaskan bahwa Home Credit hadir di Indonesia untuk membantu masyarakat Indonesia dalam hal pembiayaan terhadap kebutuhan individual mau pun keluarga Indonesia, seperti kebutuhan akan gadget, laptop, kamera, dan pembiayaan isi rumah seperti AC, Televisi, Kulkas maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya, yang dapat diakses jasanya tanpa harus menggunakan kartu kredit. Sudah berdiri sejak tahun 2013, loh! Dan Home Credit tuh dalam menjalankan aktivitasnya berdasarkan 5 prinsip dasar yaitu wirausaha, inovasi, fokus pada hasil, kejujuran dan keadilan. Wah, keren!

Nah, teman-teman, itu sekelumit oleh-oleh dari acara keren ini. Beneran, deh. Sepulang dari event ini kulangsung deh mikir kalo mau melakukan aktivitas keuangan. Ini masuk latte factor ga, ya? Ini butuh atau ingin, ya? Hahaha.

Hayuk, ah, kita kelola keuangan dengan bijak, agar financial goal kita dapat tercapai sesuai dengan rencana dan buahkan bahagia. Sip?

Reportase ala Alaika Abdullah,
Bandung, 12 Desember 2019
Read More

Follow by Email