Menu
/ /
Ke Blitar, Yuk! 

Belajar tentang sejarah tentu akan lebih asyik jika dilakoni sembari liburan. Ya enggak sobs? Pasti akan lebih nempel di kepala dibanding belajar melalui duduk manis di kelas, sambil buka buku atau dengar bu/pak guru cuap-cuap di depan kelas kan? Hihi.

Nah, bicara tentang mempelajari sejarah sembari berlibur, Blitar adalah kota terbaik untuk menikmatinya. Di kota ini terdapat makam Bung Karno dan juga museum perjuangan bangsa yang terletak di kompleks makamnya. Selain itu, Blitar juga memiliki Candi Penataran yang megah dan Kampung Cokelat yang lezat. Wow! Menarik banget kan?

Sayangnya Blitar belum memiliki Bandara seperti Malang atau Surabaya. Jadi pilihan perjalanan ke sananya tuh hanya dengan menggunakan jalur darat, bisa dengan bus atau kereta api. Etapi, kalo dari Jakarta naik bus, rasanya duduk manis berjam-jam di dalam bus gitu, pegel juga yak? πŸ˜’ Belum lagi harga tiketnya, bus menarifkan harga tiket mulai dari 250 ribu untuk sekali jalan, lo!

Sementara tiket kereta api memiliki range harga yang beragam, tergantung kelas dan kereta apa yang kita tumpangi. Harga termurah adalah dengan menumpang Kereta Matarmaja yang tiketnya sekitar Rp 110 ribu sekali jalan.

Selain ada tiket murahnya, beberapa poin berikut juga menjadi bahan pertimbangan para traveller dalam menentukan moda transportasi, sih!


1. Kemudahan dan ketersediaan tiket/tempat duduk

Tak banyak bus yang melayani rute perjalanan Jakarta – Blitar, yang pada akhirnya membuat jumlah tiket yang dijual pun jadi terbatas. Dalam sekali perjalanan, satu bus hanya bisa membawa sekitar 34 orang saja, sehingga kemungkinan kehabisan tiket sangatlah besar.

Di sisi lain, kapasitas tempat duduk di kereta api jauh lebih banyak daripada bus. Sekali jalan, bisa mengangkut ratusan orang sekaligus. Dan untuk tujuan Blitar, ada beberapa kereta yang melewati kota ini, sehingga pilihan keretanya pun lebih banyak. Tak perlu khawatir pula kehabisan tiket, karena kita bisa membelinya sejak jauh hari secara online.

2. Perbedaan waktu tempuh

Dengan perhitungan normal, perjalanan dengan bus dari Jakarta ke Blitar memerlukan waktu sekitar 20 jam. Sementara untuk perjalanan dengan kereta api kelas ekonomi, perjalanan Jakarta – Blitar memerlukan waktu sekitar 14 jam. Beda jauh yak?

Ga heran deh jika akhirnya banyak traveller jadi lebih memilih naik kereta api daripada bus. Kebayang donk gimana lelahnya duduk terpaku selama 20-an jam di dalam bus? Jika ada yang lebih nyaman dan bisa memangkas waktu, kenapa harus pilih yang lama kan? πŸ˜€

3. Kepastian waktu berangkat/sampai

Di sini pula perbedaan antara naik kereta api dengan bus. Melakukan perjalanan melalui bus, sering menghadapkan kita pada kemungkinan molor  perjalanan dikarenakan si busnya masih menunggu penumpang yang belum datang sehingga waktu keberangkatan pun jadi bergeser dan akibatnya adalah, ketibaan kita di tempat tujuan pun jadi molor. Huft.

Belum lagi jika di tengah perjalanan terjadi kemacetan atau banyak penumpang yang naik turun. Lamanya waktu transit di satu tempat tidak bisa dipastikan jika kita naik bus. Berbeda dengan kereta api yang memiliki waktu terukur selama perjalanan.

Waktu berangkat sudah bisa dipastikan sesuai dengan jadwal, demikian pula waktu transit dan waktu sampai di tujuan. Biasanya, kalaupun terjadi keterlambatan, jedanya tidak sampai hitungan jam.
Dengan waktu perjalanan yang pasti, kita bisa merencanakan perjalanan yang berkesan dengan lebih nyaman. Tidak takut berantakan gara-gara kena macet di jalan.

Kenyamanan perjalanan itu penting banget!

Yes, tentu kita berharap untuk lakukan perjalanan yang nyaman, aman dan lancar. Bisa sampai ditujuan tepat waktu.

Nah, dibandingkan dengan naik bus, perjalanan jauh dengan kereta api terasa lebih nyaman. Kaki tidak terasa lelah karena tertekuk dalam waktu lama seperti di bus, karena selama di kereta kita bisa jalan-jalan kala mulai terasa lelah atau jenuh. Dan sebagai orang-orang jaman now, colokan charger adalah kebutuhan yang tak bisa dihindari. Tenang, di kereta api, colokan tersedia semua deretan kursinya, lo!  Sip banget kan?

Jadi sekarang udah tau pasti kan mau naik apa ke Blitar? Yup!😁

Al, Bandung, 31 Maret 2018
-->
-->
Read More
/ /
Siapa coba yang tak kenal Hokben? Ya, Hoka-hoka Bento. Resto cepat saji ala negeri sakura ini, telah sukses mencuri hati dan memaku rasa nikmatnya di lidah masyarakat Indonesia. Tua muda hingga ke anak-anak, pada hepi jika diajak ke Hoka-hoka Bento. Kalo kamu, sobs? Pada suka juga kan kalo diajakin ke Hokben?

Nah, ceritanya nih, tanggal 13 Maret 2018 yang lalu, aku dan 24 Blogger Bandung lainnya, dapat undangan spesial dari pihak HokBen untuk hadir di gerai mereka yang di Pasir Kaliki, Bandung, dalam acara launching menu baru HokBen. Yup, jadi tuh, HokBen punya menu baru yang sangat mengindonesia, lo! Namanya Hoka Suka! Yes, sesuai namanya, menu ini memang dipadukan dengan sambal maknyuss yang suka-suka kita milihnya. Hayo, pada kepo kan? Eits, tunggu dulu, nanti aku ulas, ya!

Tiga Sambal Maknyuss ala HokBen
Seperti biasanya, jika para blogger sudah gathering, tentunya ga cuma sekedar ngumpul doank, donk? Nah, di sini juga begitu. Jadi selain memperkenalkan menu Hoka-Sukanya itu, HokBen juga memberi ruang bagi para blogger untuk menimba ilmu. Jadi selain para maestro dari HokBen, yang berbagi tentang HokBen serta menu-menu barunya, maka ada sesi kece lainnya juga, sobs!

Ada Kang Ali Muakhir, salah satu pengurus dari Komunitas Blogger Bandung, yang didaulat untuk berbagi pengetahuan tentang how to make a video via henpon! Seru kan? Tak hanya itu, Kang Ali juga berbagi pengalaman serunya membuat film/video bareng Nia Dinata, lho!

Launching Menu Hoka Suka

Yes, agenda utama dari gathering ini, sudah pasti adalah untuk memperkenalkan menu baru dari HokBen yang dulunya famous dengan sebutan Hoka-hoka Bento. Sebagai resto yang beroperasi di Indonesia, sudah pasti donk jika HokBen terus saja berinovasi untuk memanjakan lidah masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah dengan memastikan kehadiran sambal yang memang Indonesia banget! Jika selama ini kita mencocol sajian Hokben dengan 'sambal' ala mereka alias mayo, dan lainnya itu, maka kini, telah hadir tiga jenis sambal yang memang pas banget di lidah Indonesian!

Sambal-sambal ini, dipadukan dengan Hoka Suka (menu barunya yang dilaunching itu), sobs! Lihat deh penampakannya, tuh. Menggiurkan banget kan?

Tiga varian Menu Hoka Suka.
Cocolannya bisa pilih salah satu sambal di bawah.
Ada sambal hijau, sambal bawang dan sambal matah.
Hoka Suka 1

Terdiri dari 3 tusuk Yakitori Grilled, nasi dengan berasnya yang nikmat itu, acar kuning, sambal kentang kering dan salah satu varian sambal Indonesia (boleh pilih mau yang mana). Rasanya? Sudah pasti nikmat donk!

Hoka Suka 2

Nah, ini seafood punya menu! Para penggila seafood, sudah pasti kudu banget deh nyobain yang ini. Terdiri dari Ebi Furai, nasi, acara kuning, sambal kentang kering dan salah satu varian sambal yang boleh kita pilih sesuai dengan keinginan kita.

Hoka Suka 3. 

Nah, varian yang ini, ga kalah lezatnya. Ada Chicken Katsu, nasi, acar kuning dan sambal kentang goreng yang gurih, plus sambal Indonesia, tinggal pilih jenis sambal sesuka kita. Rasanya? Ya, uenak lah!

Sambal Indonesia ini bisa dibeli terpisah, lo!

Yes, ada kan ya, yang ternyata ga suka dengan menu Hoka Suka, tapi masih terpaku pada nikmatnya sajian HokBen yang lainnya, tapi dia pengen banget cocolannya adalah sambal Indonesia. Nope, jangan kuatir! Boleh kok sambal ini dibeli terpisah. Satu porsinya dihargai 5 ribu rupiah saja. Jadi tetap pada menu favorit kamu, dan boleh cocolin dengan sambal Indonesia. Sip oke sip banget kan? πŸ˜€

Belajar Membuat Video by Kang Ali Muakhir.

Seperti yang sudah aku sebutkan di atas, selain sesi perkenalan menu baru HokBen, yaitu Hoka Suka, maka pada sesi berikutnya, para blogger diberi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan tentang bagaimana membuat video singkat dengan hanya menggunakan henpon. Seru ya?

Jadi tuh, menurut Kang Ali, ada tiga poin utama yang harus diperhatikan di dalam memproduksi video berdurasi 1 menitan, yaitu:

1. Pra produksi.

Kenali terlebih dahulu topik yang akan kita garap. Lakukan riset untuk pengayaan bahan videonya. Buatlah mini script dan short list tentang hal-hal yang ingin dikisahkan.

2. Produksi

Jika persiapan tahap pertama sudah ready, maka langkah selanjutnya adalah tahap produksi. Ikuti list yang telah disiapkan secara berurut saat melakukan shooting, perluas pikiran dan buka mata untuk melakukan shooting sebanyak-banyaknya, sehingga banyak pilihan untuk dipilih saat mengedit dan memadukan hasil rekamannnya.

3. Posting Video.

Tahap ketiga merupakan tahap penting yang tak boleh dianggap remeh. Lakukan rekapitulasi hasil rekaman dengan seksama, kemudian lakukan preview, transcript dan editing, hingga menemukan hasil yang maksimal dan layak untuk dipublikasikan.

Nah, sip kan?

Oya, pengen share kesan mengunjungi HokBen Gerai Pasir Kaliki, nih. Tempatnya itu asyik banget, lo! Ada outdoor maupun indoor, tinggal pilih. Mushallanya juga bersih dan apik!
Ingin menikmati sajian HokBen di ruangan terbuka (outdoor)? 
Lokasinya pun sangat strategis. Terletak di jalan Pasir Kaliki No. 160, Kota Bandung - Jawa Barat.
Ingin reservasi terlebih dahulu untuk acara khusus? Boleh banget dialing ke nomor (022) 2052 3128.

Cerita nikmat kulineri HokBen,
Al, Bandung, 20 Maret 2018
Read More
/ /
Tantangan Para Pengrajin Lokal dan Solusi untuk Memasarkan Hasil Kerajinan Tangan

Tas, adalah unsur penting yang senantiasa menemani penampilan seseorang. Tak hanya sebagai 'teman' jalan. Utamanya, tas ini adalah sebagai tempat kita menyimpan peralatan penting saat kita bepergian atau berkegiatan. Aku sendiri, rasanya bakalan ngerasa ada yang kurang, kalo bepergian, baik jauh atau dekat, jika tidak ditemani oleh sebuah tas. Kalian ngerasa demikian enggak, sih, sobs?

Sumber Foto: qlapa.com
Bicara soal tas, aku tuh suka banget dengan tas selempang. Tau donk, yang gimana itu tas selempang? Itu, lo, yang diselempangkan di bahu. Tas jenis ini juga dikenal dengan sling bag. Kini model dan bahannya sangat beragam, dari mulai kanvas, denim, tenun hingga kain goni. Hayo, kalian punya yang gimana? 😊 Kalo aku sendiri sih, punya yang dari beberapa bahan ini, ada yang kanvas, denim juga yang tenun. Tapi paling sukanya sih yang dari bahan denim, dan hampir semuanya produk dari dalam negeri sendiri. Iya, donk, kan eikeh pecinta produk dalam negeri!

Fenomena yang tidak nyaman bagi para pengrajin tanah air

Ngomong-ngomong tentang produsen lokal, rasanya aku kok sedih ya? Utamanya sejak diberlakukannya CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) Januari 2010, di mana pasar lokal kita mulai dibombardir oleh produk dari negeri Cina. Bebasnya biaya masuk produk mereke ke negeri kita, which is zero percentage, sungguh bikin miris. Ironisnya lagi, selain harganya lebih murah, produk negeri tirai bambu ini (China) juga kualitasnya lebih bagus. Tentu saja kondisi ini jadi mimpi buruk bagi para pengusaha lokal. Selain harus bersaing dengan sesama produk lokal, mereka harus bersaing dengan produk dari luar negeri.

Menjamurnya produk China di pasar low end lokal seharusnya bisa menjadi motivasi bagi produsen lokal. Kita harus lebih berinovasi dan lebih gencar memasuki pasar negara China dengan produk premium. Pemerintah juga harus membuat kebijakan untuk menyelamatkan produsen lokal. Misalnya dengan membatasi produk China dan mendukung perkembangan produk lokal. Jika tidak demikian, produsen lokal akan tumbang satu persatu dan menambah angka pengangguran. Ya kan, sobs?

Industri kreatif lokal selama ini punya peran besar terhadap perkembangan ekonomi. Produk tersebut di antaranya fashion, kerajinan serta kuliner. Tiga sektor itu berkembang pesat tetapi tetap masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Pertama, kurang tersedia data dan informasi untuk mengembangkan usaha. Kedua, kualitas desain serta kemasan. Ketiga, infrasturktur usaha fisik masih lemah. Keempat, terkait permodalan. Jadi, untuk bisa bersaing dengan produk luar, industri lokal masih harus banyak berbenah. Jadi jangan berpuas diri di suatu level, melainkan harus terus berupaya meningkatkan kualitas diri.

Meski menggiurkan, berjuang di pasar produk kreatif tidak gampang

Iya, sih. Saying is easy, but doing is difficult! Kenyatan menunjukkan bahwa saat ini banyak produsen industri kreatif yang bermunculan dan kisah keberhasilan mereka begitu menginspirasi. Sehingga, lahirlah kreator-kreator lain dengan ide baru dan produk berbeda. Namun, untuk bisa berkembang di ranah industri kreatif ini tentu tak mudah. Dibutuhkan keuletan dan upaya yang konsisten untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Dari mulai ide, pengolahan hingga pemasaran.

Sebagai contoh, pengalaman Andreas Bimo Wijoseno, seorang pengrajin asal Sleman, Yogyakarta. Wijo berhasil mengubah karung goni menjadi sebuah produk dengan nilai guna serta estetika tinggi. Awalnya Wijo melihat karung-karung itu menumpuk begitu saja. Barang yang dianggap sampah dan dipandang sebelah mata ini lewat tangan Wijo diubah menjadi produk bernilai guna. Produk yang dihasilkan diantaranya topi, dompet, tas ransel, selempang, dll.

Keren yaaa? Berkelas banget, deh!
Untuk menghasilkan produk seperti tas selempang dengan bahan dasar karung goni ini, Wijo hanya dibantu istrinya. Misalnya saat memasangkan kancing dan mencuci karung. Dalam proses menjahit, Wijo hanya melakukannya seorang diri tanpa bantuan orang lain. Ada beberapa kesulitan saat menjahit bahan baku ini sehingga butuh kesabaran dan ketelatenan.

Ragam kreasi lokal berkualitas internasional

Kerajinan tangan lokal lain yang banyak dicari adalah produk tenun. Ada banyak produk tas selempang dihasilkan dari tenun. Beberapa produk unik dan layak dimiliki tersebut diantaranya:

• Tas selempang etnik dan ekonomis dari Simulakrum Handmade. Tas selempang unik ini diproduksi oleh pengrajin asal Malang, Jawa Timur. Tas selempang atau sling bag ini adalah produk andalan mereka. Kain tenun yang digunakan adalah jenis tenun Troso Jepara. Pada bagian penutup dilengkapi magnet tersebunyi sehingga lebih aman. Ukurannya cukup luas, sehingga cocok dipakai untuk membawa dompet, hp, buku, dll.



• Messenger bag etnik macho dari Meru Style. Tas selempang hasil produksi pengrajin ini diperuntukkan untuk para pria yang ingin tampil unik. Bahan yang digunakan adalah perpaduan kanvas dengan tenun. Akibatnya, pria yang memakai tas selempang ini masih terlihat sisi maskulinnya. Tas ini dibandrol dengan harga Rp.200.000-Rp.300.000

• Tote bag kombinasi tenun dan denim dari Swarnabag. Selain tas selempang, ada koleksi tote bag unik dari pengrajin asal Jakarta Selatan ini. Tote bag etnik adalah perpaduan tenun dengan denim. Pada bagian tali, pengrajin menggunakan kulit sapi agar produk ini tampil lebih mewah. Tenun yang digunakan cukup beragam, seperti tenun Sumba, tenun Pringgasale, juga tenun Pahikung.

Nah, padahal produksi dalam negeri kita udah cukup apik ya, sobs? Gak kalah dengan produksi besutan negeri Cina. Dan kalian pasti akan lebih terpesona lagi, deh, melihat produksi-produksi anak negeri kita, dengan bahan-bahan etnik mau pun non etnik dari dalam negeri sendiri, hasil kreativitas putra-putri tanah air. Kepo? Coba deh intip karya-karya mereka di Qlapa.com.

Pasar produk kerajinan yang dirawat dengan baik

Animo masyarakat Indonesia terhadap kerajinan lokal sebenarnya cukup tinggi. Hal ini bisa dilihat dari jumlah peserta, target pengunjung dan omzet pameran kerajinan tangan terbesar yaitu Inacraft. Hal inilah yang menarik minat Benny Fajarai dan Fransiskus Xaverius (Frans) untuk mendirikan Qlapa. Situs ini merupakan marketplace khusus untuk produk kerajinan tangan buatan lokal.

Lewat marketplace ini pengrajin dapat menjual produk mereka tanpa perlu khawatir bersaing dengan produk pabrikan. Pengrajin lokal juga bisa menghemat biaya pemasaran. Awalnya para pengrajin biasa memperkenalkan brand lewat pameran. Kini, mereka bisa merambah pasar lebih luas lewat marketplace ini. Target pembelinya juga lebih spesifik yaitu para penyuka produk handmade.

Pembeli yang memilih produk handmade umumnya tahu kalau produk handmade punya kualitas terjamin. Sehingga, mereka dimanjakan dengan hadirnya situs ini. Pembeli juga bisa memesan produk custom yang sesuai keinginan mereka. Kalian sudah pernah belanja di sini? Cobain, deh! Koleksinya apik berkualitas dan affordable!


Al, Bandung, 13 Maret 2018
-->
Read More
/ /
Models menggunakan Mukena Siti Khadijah,
dokumentasi dari Mukena Sii Khadijah Outlet.
Bagi wanita muslimah, mukena adalah kebutuhan mutlak! Tak hanya itu, mukena yang bersih, wangi dan bagus, sudah pasti akan membuat pemakainya dialiri rasa adem, penuh percaya diri dan bahagia. Ya iya lah! Bertemu teman, klien atau tamu aja, kita kudu berpakaian yang baik, bersih dan enak dipandang kan? Selain sebagai bentuk penghargaan terhadap pihak yang akan kita temui, berpakaian yang layak, bersih dan apik adalah juga langkah dalam meningkatkan kepercayaan diri kita sendiri, agar tampil mumpuni di hadapan orang-orang yang akan kita temui.

Nah, bertemu Allah apalagi? Bersujud dan bermunajat ke hadapan-Nya, masak dengan pakaian/mukena yang awut-awutan? Enggak banget kan? Memang sih, Allah ga minta kita untuk bersujud ke hadapan-Nya dengan pakaian atau mukena yang mahal-mahal. Yang penting bersih dan baik. Namun, jika memang untuk pakaian sehari-hari saja kita bisa usahakan yang baik, bagus, dan mahal (mungkin?), lah, untuk bersujud kepada-Nya, masak kita keberatan?

Bicara tentang mukena, aku sebenarnya ga terpaku pada merek atau brand A, B, C atau Z. Yang penting nyaman dipakainya. Enggak melorot karena kelonggaran bahkan mudah bergeser dari wajah hingga membuat rambut leluasa unjuk diri.

Dari dulu, setiap beli mukena, aku pasti minta ibu untuk 'membedahnya', dan membuatnya nempel pas di wajah dan kepalaku. Selain itu juga, karena aku orangnya perfeksionis, maka aku akan minta ibu untuk membuat si mukena nempel pas dan cantik di wajahku. Walau penggunaannya hanya beberapa menit, saat shalat atau mengaji, tapi melekat erat, pas dan cantik di wajah, bener-bener bikin rasa percaya kokoh abadi, lo!

Nah, bicara tentang mukena yang pas dan cantik di wajah, baru-baru ini, sebuah brand mukena premium ternama dari negeri jiran, femes dengan nama SK (Siti Khadijah) hadir di Paris Van Java, lo! Mukena Siti Khadijah yang telah dipasarkan sejak tahun 2009 dan semakin berkembang pesat, memiliki lebih dari 10 cabang di Malaysia itu, kini membuka outlet kedua mereka di Indonesia, tepatnya di PVJ - Bandung. Outlet pertamanya sendiri bertempat di Mal FX, Sudirman Jakarta.

Butik Mukena Siti Khadijah - PVJ - Bandung DIBUKA.

Pagi jelang siang yang ditemani gerimis, Sabtu, 3 Maret 2018, aku meninggalkan Gliv tersayang di pelataran parkir Paris Van Java, Bandung. Mengantongi undangan eksklusif dari Mukena Siti Khadijah, melangkahlah aku dengan hati-hati, menapaki setapak menuju tekape, yang terletak tepat di Ground Levelnya Mal Paris Van Java,
GL-C 30A
Jalan Sukajadi No 131 - 139
Cipedes - Sukajadi - Bandung.


Beberapa teman blogger yang telah lebih dulu hadir, terlihat sedang asyik melihat dan taking the pictures of the product, plus foto-foto dengan dua modelnya yang bermukena dan terlihat cantik! Aku juga langsung mengikuti aksi serupa. Lihat-lihat produknya yang aduhai dan pepotoan!




Keistimewaan Mukena Siti Khadijah

Bagi sebagian orang, mukena mungkin biasa saja. Ga perlu yang bahannya wah atau gimana gitu, ya? Namun, tentu sepakat jika menggunakan mukena berbahan bagus, adem saat memakainya, dan pas dipakai adalah hal yang sangat menyenangkan. Shalat berlama-lama atau mengaji pun jadi betah kan? 😊

Mukena Siti Khadijah diklasifikasikan sebagai produk premium adalah karena penggunaan bahan kain berkualitas tinggi seperti spun polyester berteknologi Jepang, dengan desain inovatif yang fleksibel di bagian wajah sehingga mudah direntangkan dan digunakan pada bagian dahi dan dagu tanpa perlu menggunakan pin atau dalaman kerudung.

Mukena sengaja didesain agar melekat pas di wajah.
Adapun penambahan detail desain yang simpel seperti renda akan menambah kecantikan penggunanya saat dipakai namun tetap memenuhi ketentuan syariat.

Untuk menciptakan desain seperti ini, Puan Padzilah Enda Sulaiman, membutuhkan waktu enam bulan untuk mempelajari setiap detail rancangan untuk menghasilkan mukena yang sempurna bagi muslimah ini. Tak hanya itu, mukena ini sengaja dirancang klasik dan tahan lama dengan teknologi kain yang senantiasa ditingkatkan sesuai dengan label mukena SK sebagai pakaian shalat kategori premium. Wow, ternyata usaha yang ditempuh untuk menghasilkan produk ini ga main-main ya, sobs?

The Launching.

Pembukaan butik ini dihadiri dan diresmikan oleh Ibu Atalia Ridwan Kamil, yang tentu saja didampingi oleh Puan Padzilah, sang pemilik Siti Khadijah beserta suami, dan juga Tuan Mohammad Munzir Aminuddin, ananda dari Puan Padzilah selaku direktur pemasaran Siti Khadijah.


Pengguntigan pita, pertanda Butik Mukena Siti Khadijah resmi dibuka.
Sumber foto dari sini
Acara tanya jawab dengan sang pemilik butik, juga dilaksanakan setelah peresmian, berlangsung secara santai sambil having meal di sebuah kafe di lokasi yang tak begitu jauh dari butik.

Tanya jawab dengan Puan Padzilah, suami dan anaknya, selaku para pendukung bisnis Mukena Siti Khadijah
Selain memproduksi mukena, Siti Khadijah juga melengkapi koleksinya dengan pakaian muslim pria, dan asesoris muslim lainnya.

Sumber Foto dari www.tianlustiana.com

Wow! Cakep-cakep ya? Yuk, lihat secara langsung koleksi Siti Khadijah di outletnya (Paris Van Java - Bandung), atau Mal FX - Sudirman Jakarta. Atau kalian termasuk yang suka belanja online? Boleh banget intip koleksinya melalui saluran belanja televisi Indonesia seperti Oshop dan MNC Shop!

Eh iya, mukena Siti Khadijah juga tersedia di beberapa pusat perbelanjaan seperti Metro Pondok Indah, Metro Gandaria City dan Metro Trans Studio dan dalam waktu dekat akan dibuka juga di pusat perbelanjaan Centro dan Parkson.

Dan..., paling asyik nih, koleksi Mukena Siti Khadijah juga bisa diintip di instagramnya: @mukenasitikhadijah atau di facebook pagenya "Mukena Siti Khadijah". Langsung cuzz yaaa!

Catatan peresmian butik Mukena Siti Khadijah
Al, Bandung, 10 Maret 2018
Read More
/ /
Friendly Logistics - Kolaborasi Apik JNE dan PTS.
Udah pernah dengar istilah ini? Friendly Logistics? Aku pun belum. Dan jadi kepo maksimal saat dapat undangan dari JNE untuk menghadiri acara launching si Friendly Logistics ini, yang berlangsung pada hari Selasa, 27 Februari 2018, di Spasial, Gudang Selatan.

Sebuah Gudang Bernama Spasial.

Yang namanya gudang, pasti kebayangnya adalah sebuah bangunan yang berisi barang-barang/produk yang disimpan untuk kemudian didistibusikan, ya kan? Penampakannya pasti akan biasa banget, standard gitu lah! Begitu juga kesan awal saat aku diinfokan oleh salah satu teman bahwa acara yang akan aku tuju ini akan diselenggarakan di sebuah gudang, tepatnya di Spasial, jalan Gudang Selatan No. 22, Bandung.

Kesan gudang adalah sebuah gudang, semakin kuat saat aku melintasi area TPS (tempat pengumpulan/pembuangan sampah sementara) yang terletak di belakang gudang itu.

Sempat terbersit tanya di dalam hati, ini JNE kok bisa-bisanya ngadain acara di gudang gini, sih? Atau jangan-jangan aku yang salah arah? *mulai was-was, karena beberapa kali, Mas Waze (sang GPS) pernah membuatku nyasar. Ragu-ragu, ku japri salah satu teman, memastikan bahwa arahku tak salah. Dan benar, ini memang rutenya, dan gudang yang dituju memang tak jauh lagi.

Hatiku lega, kala umbul-umbul berlogo JNE kemudian terlihat dari jauh. Alhamdulillah, there it is! Namun, tentu saja aku masih kepo sendiri, kok JNE bikin meet up di gudang sih? Katanya launching layanan baru yang kece, tapi tempat berlangsungnya acara kok kayak gini?

Oh, My God, Gudang itu..., Uapik Tenan!

Memasuki lokasi, oleh satpam aku diarahkan untuk parking Gliv di area belakang. Lalu berjalanlah aku menuju tekape. Sebuah gudang, yang tetap saja bongkahan tanya berbenturan di kepala. Ih, ini JNE kok ngadain acara di sini?

Etapi, sobs! Ya ampun. Suuzonku berbuah dosa. Hihi. Aku salah kira. Ku dibuat takjub kala melangkah ke dalam gudang itu! Oh my goodness! Ini gudang ditata apik dan artistik banget! Olala! It's awesome and so so so creative dan langsung bikin kami-kami, para member Blogger Bandung pepotoan, beraksi di depan kamera.

JNE punya acara
Beneran, ini Gudang, lo! Kece badai dekornya ya?
Salah satu spot ciamik yang sering dilirik para pengunjung untuk pasang aksi di depan kamera.
Salah satu spot kece di dalam Spasial Building, sebuah gudang yang disulap dengan kreatif dan ciamik.
Photo taken by Tian Lustiana.
Friendly Logistics, Layanan Kece Persembahan JNE dan PTS untuk Dukung UMKM Lokal.

Source: Efi Fitriyah
Apa sih Friendly Logistics itu, Al?

Nah, aku juga udah kepo dari awal saat mendapatkan undangan untuk hadiri acara launchingnya, sih! Dan ternyata, sobs, Friendly Logistics ini adalah sebuah layanan baru hasil kolaborasi apik antara JNE dan PTS (PT. Prakasa Trada Solusi) dengan tujuan untuk memberikan peluang dan kemudahan bagi pelaku UMKM  dalam melakukan proses transaksi jual beli secara online. 

Layanan Friendly Logistics hadir berlatar belakang kenyataan yang kini berkembang, di mana potensi dan kebutuhan distribusi bisnis digital UMKM di Indonesia kian meningkat tajam, yang tentu saja mengakibatkan para industri kreatif pun disibukkan dengan tak hanya urusan design dan kualitas bahan serta hasil produksi, tapi mereka juga diriweuhkan oleh tuntutan penanganan warehousing dan packagingnya. Sehingga mau tak mau, terkadang terjadi kekacauan semisal, barang yang salah kirim, barang salah alamat, barang salah warna, atau malah lebih fatal, sepatu yang dikirim ternyata kiri semua atau kanan semua (contoh nyata yang pernah dialami pihak Brodo seperti yang diutarakan oleh Mas Yuka Herlanda, pemilik Brodo).

Nah, Friendly Logistics hadir untuk mengisi kesenjangan ini, sehingga pelaku UMKM dapat fokus menjalankan urusan produksi, quality control dan penjualan demi mendapatkan laba, sementara urusan proses logistiknya akan ditangani oleh Friendly Logistics

PT. PTS sebagai penyedia layanan pengelolaan supply chain, hadir untuk layanan pengaturan terkait pengadaan, penyimpanan dan pengiriman bahan baku mau pun barang jadi.

"PTS menyediakan layanan one stop solutiions untuk mengoptimalisasikan proses supply chain suatu brand. Kami percaya bahwa brand Indonesia dapat menjadi punggawa di negeri sendiri. Dengan adanya Friendly Logistics, kami bisa menggabungkan brand-brand lokal menjadi satu kesatuan serta turut memajukan UMKM di Indonesia," ujar CEO PTS, Dipta Imanto dalam press release yang diberikan.

Friendly Logistics tak tanggung-tanggung dalam menyiapkan layanannya. Tersedia warehouse seluas 552 meter dan pengelolaan gudang mencapai 9.000 unit, lo, untuk mengelola lebih dari 10.000 transaksi per bulannya. Lima tenaga profesional pun dipersiapkan untuk Friendly Logistics guna menangani 200 pcs per hari dari penerimaan pemesanan, pengambilan produk, quality control, pengemasan hingga proses input resi yang selanjutnya dikirimkan oleh JNE.

Kemapanan JNE, dengan keandalannya dalam bidang jawa pengiriman dengan dukungan lebih dari 40 ribu karyawan, 7 ribu armada, serta 6 ribu titik layanan yang dimilikinya di seluruh tanah air, menjadikan JNE sebagai mitra utama PTS yang menyediakan infrastruktur logistik untuk kebutuhan pengiriman last mile delivery, termasuk kiriman international.


Layanan Friendly Logistics yang diluncurkan Selasa (27 Februari 2018) ini, turut dihadiri oleh Presiden Direktur JNE, M Feriadi, CEO PTS, Dipta Imanto, VP or Marketing JNE, Eri Palgunadi, founder Brodo, Yukka Herlanda, serta para pelaku industri kreatif, blogger dan media.

Mengusung tagline Connecting Happiness, Friendly Logistics turut juga mengundang adik-adik dari panti asuhan Muhammadiyyah untuk turut merasakan kebahagiaan. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh penyanyi Monita Tahalea, Bayu Risa dan Gaby.

Berbagi kebahagiaan bersama adik-adik panti asuhan Muhammadiyyah, Bandung.
Nah, sobs, itu lah sekilas reportase ala Alaika Abdullah terkait the launching of Friendly Logistics, ya. Kamu termasuk UMKM lokal yang ingin memanfaatkan layanan Friendly Logistics? Boleh banget intip langsung infonya di www.pts.sc ya! Atau langsung aja melipir ke gudang Spasial di jalan Gudang Selatan No. 88 - Bandung. Email: client@pts.sc. Phone: 0821 2366 3664.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya, sobs!

Al, Bandung, 8 Maret 2018
Read More
/ /
Pagi-pagi udah dapat sapaan dari salah seorang teman yang adalah juga seorang kolega dari kantor lama. Teman dan kolega yang justru lebih menganggapku sebagai ibunya, ketimbang koleganya. Habis..., usia kami tuh terpaut teramat jauh gitu, sih! Yup, usianya masih sangat muda. Dua tahun saja di atas Intan, putriku.

Just call her Titie (bukan nama sebenarnya). Menganggapku sebagai senior yang telah malang melintang di dunia kerja, sehingga menurutnya, aku adalah tempat yang layak banget untuk menimba ilmu dan dia ingin turut belajar dari pengalamanku. Padahal sering kuingatkan bahwa aku pun masih harus banyak belajar, karena seorang yang terlihat jago di suatu tempat, belum tentu di bidang lain akan serupa.
Untaian percakapanku dnegan Titie
Kita akan tetap harus belajar, karena perkembangan ilmu pengetahuan akan terus berkembang. Teknologi semakin canggih dan kita tentu tak mau tertinggal jauh. Mau tak mau, kapasitas dan pengetahuan diri tentu harus di-upgrade. Jadi ga ada yang namanya "ibu hebat, ibu pinter, ibu mah udah jago". Yang ada dan ga bisa dipungkiri adalah, 'jam terbang' atau pengalaman.

Ini berkaitan erat dengan umur dan lamanya seseorang berkecimpung di suatu atau berbagai bidang pekerjaan yang dilakoninya. Sehingga tak terbantahkan bahwa pengalaman jauh lebih tinggi nilainya bahkan jika dibandingkan dengan seorang anak fresh graduated yang lulus cum laude sekali pun! Setuju, sobs?



"Meracuni Titie dengan Suntikan"

Eits! Jangan curiga dulu! Aku tak sejahat itu, lho! Aku memang 'meracuni' Titie agar JANGAN stay di satu tempat (kerja) saja.

"Kalian harus berani meraih impian. Jangan terpaku pada satu tempat saja. Apalagi jika memang tempat itu tidak terlihat (setelah sekian lama) memberimu peluang untuk berkembang ke yang lebih baik. Berani lah untuk mencoba, mencoba dan terus mencoba hingga kalian nanti akan menemukan the right shape. Beranilah untuk keluar dari zona nyaman!"

Usianya masih sangat muda. Lulusan terbaik dari sebuah universitas Islam terkemuka, jurusan Hubungan International. Sayangkan kalo hanya terpaku di satu tempat yang menurutku dan dirinya sendiri sih, tidak memiliki peluang baginya untuk mengepakkan sayap.

Padahal kariernya ke depan masih sangat terbuka lebar. Jika dan hanya jika, dia berani mencoba berbagai peluang. Jangan cepat puas pada sebuah hasil! Jangan cepat merasa nyaman di tempat nyaman, apalagi jika zona kerja yang dirasakan itu memang gak nyaman, nah, tunggu apa lagi?

Bergerilyalah, cari peluang-peluang baru yang banyak bertebaran infonya. Etapi, jangan gegabah! Pastikan keluar dari zona ini pada saat yang tepat. Yaitu ketika lowongan pekerjaan lain, yang jauh lebih baik telah di tangan!

'Racun' ini telah aku tebarkan bahkan jauh hari sebelum aku meninggalkan kantor ini. Mengapa? Karena aku sayang padanya. Aku melihat masa depan yang jauh lebih cerah masih bisa banget diraihnya ke depan. Maka pelan-pelan, aku meracuninya memasukkan motivasi ini. Dan kami tetap saling berkomunikasi, berdiskusi dan terhubung walau aku sudah tak lagi di sana.

Dan pagi ini, Alhamdulillah, berita gembira ini sungguh membuatku lega. Titie, berhasil mendapatkan peluang yang jauh lebih memungkinkan baginya untuk melebarkan sayap dan terbang semakin tinggi, ke depannya.



Selamat memasuki kantor baru, Titie.
Be a quick learner, do your best and be adaptive!

Mungkin banyak dari kita, yang merasa kuatir dan was-was saat memasuki dunia (kerja/kantor) baru. Was-was, menguatirkan akan di sana nanti kita bisa bekerja dengan baik, akankah nanti bosnya baik, akankah di sana nanti lingkungan dan teman-teman kerja nanti oke punya? Bla bla bla, bla bla bla! Begitu juga yang dirasakan Titie.

Dan pesanku padanya hanya ini.

Percayalah, dear, kita diberi daya tarung untuk mampu menguasai keadaan. Yakin deh. Daya tarung ini dibekali Allah untuk setiap hamba-Nya. Tak terkecuali. Jadi jangan pernah takut ga akan bisa bekerja dengan baik di tempat baru. Anggap semua hal baru itu menyenangkan, hanya saja kita belum paham bagaimana aturan mainnya.

Belajarlah, asahlah daya tarungmu, agar kuat dan tangguh. Maka kamu akan ready dalam berbagai situasi. It's easy to say but difficult to do, but it will be easier to do when you practice it again and again.

Kelihatannya sok bijak banget, eikeh, ya, sobs? Etapi, memang demikian yang harus kita lakoni kala memasuki sebuah dunia baru kan? Mempelajari situasi secepatnya (be a quick learner), beradaptasi, dan bekerja sebaik-baiknya. Eh, pasti ada tambahan lagi dunk, tambahin donk tips apa yang harus dilakukan Titie di tempat barunya nanti.

Di kolom komentar, ya!

Untuk Titie, "Selamat menyongsong masa depan yang jauh lebih cerah, ya, sayang! Dan untuk sohib steemians tersayang, yang baca postingan ini, tambahin atuh tipsnya! Haturnuhuuuun. :)

~ Al, Bandung, 2 March 2018 ~
Read More