Natural Trauma Healing - The Third Line of 5 Lines of Happiness by Regenesis+ | My Virtual Corner
Menu
/

regenesis+

Natural Trauma Healing
 merupakan langkah ketiga dari 5 lines of happiness by Regenesis+. Tujuannya adalah untuk membantu menyelesaikan trauma dalam kehidupan. Jadi lebih ke penanganan masalah yang menghimpit jiwa yang terjadi di masa lalu.

Banyak orang yang menyangkal bahkan tersinggung jika dirinya dikatakan stress, apalagi trauma. Padahal yang namanya stress adalah 'sohib' tak terpisahkan dari setiap manusia, ya, ga sih, Sobs? Banyak yang tak menyadari atau memang sengaja menyangkal bahwa hal-hal kecil tak menyenangkan, yang dibiarkan menumpuk di dalam hati adalah pemicu stress, yang lama kelamaan malah akan mengukir depresi dan memahat trauma, baik soft trauma, maupun hard trauma.

Soft trauma adalah trauma yang terjadi karena tindakan-tindakan emosional dan lebih mengefek ke psikologi atau kejiwaan, dan sebagian besar terbentuknya dari kegagalan komunikasi baik di dalam keluarga maupun di dalam lingkungan persahabatan maupun kemasyarakatan. Ditambah pula dengan budaya kita yang sering memaksakan kehendak, terutama pada anak atau pasangan tanpa kompromi. Misalnya,

  • 'Kamu harus gini', 
  • 'Kamu harus gitu', 
  • 'Sudahlah, jangan banyak tanya, ikuti aja!', 
  • 'Pokoknya nurut sama Mama!' 
  • dan lain sebagainya. 

Stress ini memang terlihat ringan, tapi berlangsung di sepanjang kehidupan dan dikenal dengan soft trauma. Efeknya? Luar biasa! Berbahaya tak hanya pada kejiwaan namun juga akan merembet ke fisik juga. Seseorang yang mengalami soft trauma tak jarang malah terjerumus ke lembah narkoba, kekerasan, alkohol, pelacuran dan lain sebagainya. Serem, ya?

Hard trauma adalah trauma yang biasanya terjadi karena bencana alam, perang, kecelakaan/luka personal seperti kecelakaan lalu lintas dan sebagainya, yang memberi efek kepada fisik kita.

Nah, bicara tentang stress, depresi atau malah trauma, sebenarnya bukanlah hal baru, ya, Sobs? Diakui atau tidak, dia tak pernah sudi melepaskan diri dari kita hingga kita tutup usia. Lalu, jika stress, depresi atau trauma ini ga mau lepas dari kita, gimana cara mengatasinya, Al?

Nah, ini dia, Sobs! Kita memang tak bisa menghilangkan stress, depresi maupun trauma ini secara serta merta. Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi dan mengelolanya dengan baik, sehingga dia menjadi 'jinak' dan 'bersahabat' dengan kita. 😊

Caranya?

Di Lineation Regenesis+, ada sebuah metode mengelola stress melalui Tahapan Natural Trauma Healing! Ini merupakan sebuah langkah memanfaatkan kecerdasan tubuh manusia/kita untuk melepaskan energi-energi negatif pemicu stress, depresi maupun trauma, melalui Neurogenic Tremor (getaran tubuh).

Tubuh Kita Dibekali Kecerdasan untuk Handle Stress dan Trauma.


Bener banget, Sobs! TUBUH kita sendiri pun punya keahlian untuk menangani stress dan trauma, lho! Tuhan menyisipkan kecerdasan yang luar biasa pada tubuh kita untuk kemampuan ini! Kecerdasan untuk merilis dan mengobati tak hanya stress, tapi juga depresi bahkan trauma. Oh, really? How can? Kok bisa, Al? Pake metode apa? Kok rasanya belum pernah dengar?

Bagi yang sudah pernah ikutan TRE (Trauma & Tension Releasing Exercise), atau mungkin pernah mendengar istilah TRE, maka Natural Trauma Healing ini adalah versi advance/premium dari TRE. Jadi dengan ikutan tahapan ketiga ini, yaitu NTH, maka kita sudah mendapatkan keuntungan plus plus, yaitu dapat TREnya, dapat pula gerakan yoga dan paduan exercise lainnya yang akan melatih tubuh kita untuk jauh lebih cerdas.

NTH adalah suatu metodologi pelepasan energi negatif pemicu stress, penanganan depresi maupun trauma dengan cara melatih otot psoas dan otot-otot yang berhubungan langsung di dalamnya, untuk mampu bergetar (Neurogenic Tremor) dengan sendirinya. Getaran tubuh ini terjadi dengan sendirinya, dan bagian yang akan bergetar juga ditentukan sendiri oleh tubuh kita. Jadi bukan atas kontrol pikiran kita, melainkan oleh tubuh kita sendiri.

Misalnya nih, ketika sedang masa menstruasi, maka jika aku melakukan NTH ini, maka yang paling sering digetarkan oleh tubuhku adalah bagian pinggang, karena memang yang sakit adalah pada bagian itu (sakit masa haid). Dan efeknya, sungguh, bikin pinggang jadi rileks dan lega banget!

Di lain waktu, leherku sakit banget, mungkin karena kegiatan mengetik dan gadgetan yang terus-terusan bikin kepala menunduk, efeknya leher dan pundak jadi sakit. Nah, kala melakukan NTH, maka tubuhku akan melakukan shaking dan release pada bagian tersebut. Aneh tapi Nyata emang, Sobs! Kalo ga mengalami dan menjalani sendiri, rasanya emang sulit ngebayanginnya, yak!

Awalnya aku juga ga percaya bahwa tubuhku Cerdas dan bisa Bergetar Sendiri sesuai kebutuhan.

Sebagai orang yang logis, pikiranku kerap menganalisa situasi. Dan ini menjadi kendala bagiku untuk sukses di setiap kelas hypnoterapi atau kelas-kelas sejenisnya. Saat pikiran diminta pasrah, agar bisa mengikuti arahan sang trainer, maka aku akan selalu gagal. Ya iya lah, gimana ga gagal coba, belum apa-apa, si pikiranku udah ngomong gini  'elo ga akan bisa nyuruh-nyuruh gue!'. Hayyah, ini jelas bikin susah aku sendiri kan? Karena aku pasti akan gagal disugesti.

Anehnya, jika aku sendiri yang mensugesti pikiranku, maka biasanya akan berhasil. Contohnya, saat tangan kiriku pernah keseleo akibat kecelakaan bermotor dan butuh diurut oleh tukang urut. Sakitnya minta ampun kan? Dan ga cukup cuma sekali proses urutnya. Hadeuh. Tobat deh eikeh. Sakitnya luar biasa. Bagiku, solusinya hanya satu saja, yaitu mensugesti pikiranku bahwa si tukang urut adalah therapist yang dari spa mana gitu, dan kami sedang di sebuah pantai yang sejuk, menikmati urutan lembut tangannya mengurut tubuh dan tanganku.

Menghadirkan imajinasi santai dan nyaman seperti itu ke dalam pikiran, mampu membuatku rileks dan berkurang rasa sakitnya. Alhamdulillah atas kemampuan berkhayal yang luar biasa ini, haha.

Back to NTH. Awalnya, pikiranku juga sulit banget diajak bekerjasama. Bahkan setelah melakukan gerakan kunci pembuka agar tubuh mampu bergetar (gerakan-gerakan yang memang untuk bikin tubuh strecth dan lelah agar nanti mampu bergetar), tetap saja, awalnya tubuhku ga mau. Di saat teman-teman (semua sudah pada posisi berbaring di atas matras masing-masing) sudah mulai bisa bergetar, bahkan saking suksesnya mereka, ada yang sudah tertawa hepi sendiri, atau malah nangis menjerit-jerit (tergantung tingkat stress/trauma yang dialami), aku malah masih diem kayak gedebok pisang! Hayyah.

Sang provider (the instructor), sudah memandu agar aku membujuk pikiranku untuk mau menyingkir sejenak. Beristirahat dan mempercayakan urusan releasing my stress ini ke tubuhku, tetap saja si pikiran masih menolak. Disaat aku mencoba inhale exhale dengan tenang dan teratur, pikiranku cuma diem sejenak, setelah itu balik lagi lompat sana sini. Hayyah.

Hingga akhirnya, karena menyadari sebagian besar teman-teman peserta NTH yang lainnya sudah berhasil shaking and release (tremor), maka aku memutuskan untuk men-sugesti diriku sendiri dengan setengah memaksa. Kubujuk agak keras pikiranku untuk percaya bahwa tubuhku pun cerdas. Kubisikkan pada jiwaku, bahwa aku, adalah paduan jiwa yang baik dan tubuh yang cerdas. Jika selama ini pikiran/jiwaku yang telah bekerja keras untuk menjaga keseimbangan dan kesehatanku, maka kini saatnya pikiranku/jiwa untuk memberi kepercayaan pada tubuhku untuk lakukan hal yang sama. Bahwa tubuh juga bisa membantu menjaga, memelihara keseimbangan SANG AKU untuk bisa hidup sehat dan bahagia. Kini giliran sang jiwa yang istirahat sejenak dan sang raga yang beraksi.

Dan..., sugesti itu berhasil, Sobs! Amazing! Lututku bergetar. And it looks like unbelievable but true! Ya Allah, ternyata tubuhku pun cerdas! Alhamdulillah.

Happy-nya hati tak terkira menyadari bahwa tubuhku pun cerdas, bahwa tubuhku pun bisa shaking. Hanya saja, shaking-ku cuma di kedua lutut doank. Ga bisa di bagian tubuh lainnya. Aku sedih donk....

Etapi, bapak trainernya sih bilang, 'Ga papa, Mba Al. Dasyat tidaknya sebuah shaking/tremor, tergantung pada kebutuhan tubuh kita. Jika kadar stressnya ga tinggi, tingkat shakingnya juga ga akan tinggi."
Ok, masuk akal juga sih. Bener juga, apalagi jika dihubungkan dengan hasil analisa sidik jariku, bahwa aku termasuk ke pribadi yang memiliki kondisi mental stabil (daya tahan mental 1,28%) dan mampu menahan tekanan/stress.

Jadi jika tubuhku ga bergetar hebat, it is ok. Karena memang tak banyak yang harus dirilis. Ok, baiklah, Pak. Tapi saya kok masih sedih, melihat banyak teman lain yang shaking hebat, hehe.


Shaking dan Release via NTH Bikin Tubuh Jauh Lebih Sehat dan Hati Bahagia.

Sungguh aku bersyukur dikenalkan dengan rangkaian langkah stress management yang dikemas di dalam Regenesis+ by Lineation Korean Center ini, deh, Sobs! Mulai dari bisa mengenali diri sendiri via Find Your True Color, lanjut dengan Brain Optimizer, lalu mengenal Natural Trauma Healing ini, sungguh membuat hidupku jauh lebih nyaman, hati bahagia.

NTH ini bukan saja membantu meminimalisir energi negatif yang kita serap dalam aktivitas harian kita, namun juga mampu menyembuhkan keluhan fisik, lho! Makanya aku rajin melakukan NTH setiap malam jelang tidur. Tujuannya adalah merilis energi negatif yang terserap hari ini, dan juga mengembalikan keseimbangan tubuh yang pastinya jadi tak seimbang akibat aktivitas harian yang seabrek. Berharap bangun esoknya aku akan terjaga dengan hati nyaman and ready again to face the world!

Baca juga: Melepas energi negatif melalui getaran tubuh

Btw, Sobs, setelah sekian lama latihan, kini tubuhku sudah makin cerdas lho. Dia tuh tau aja bagian mana yang harus digetarkan. Dalam setiap shaking dan release session, baik di rumah atau di kelas, aku menemukan bahwa getaran/shaking dan release yang terjadi itu ga pernah sama. Tergantung pada kondisi tubuh. Jadi, memang si tubuh lah yang menentukan bagian mana yang harus dan butuh digetarkan. See? Doesn't she/he so smart? Pinter banget yak? Cerdas banget tubuh kita ya? Alhamdulillah ya Allah.

Regenesis+ ini harus diakses ke lima tahapannya atau boleh pilih salah satu?

Ah iya, kemarin sempat ada yang nanya, apakah setiap klien harus menjalani kelima langkah ini secara berurut atau boleh memilih?

Jadi tuh, karena setiap kita punya kondisi yang berbeda-beda, maka tentu tak seluruh langkah harus diaplikasikan pada setiap orang. Tergantung dari problema atau kondisi si kliennya. Misalnya nih, jika dari konsultasi awal dan hasil finger print analysis to Find His/Her True Color memperlihatkan bahwa dia hanya butuh brain optimizer step aja, berarti dia cukup dengan 2 langkah itu saja.

Namun, jika si klien ternyata lebih membutuhkan stress management dalam hal mengobati trauma masa lalunya, dan ga butuh banget langkah lainnya, maka si klien cukup dengan tahapan 1 dan 3 saja, yaitu Finger Print Analysis dan Natural Trauma Healing saja. Demikian juga untuk kondisi lainnya. Jadi ga harus mengikuti semua langkah sih, tergantung kondisi si klien saja.

Lalu adakah yang harus mengikuti semuanya? Ada. Tentu itu akan menjadi jauh lebih sempurna. Dan Alhamdulillahnya, aku termasuk yang diberikan kesempatan untuk menjalani kelima tahapan ini, sehingga aku bisa merasakan proses dan hasil dari the 5 lines of happiness by Regenesis+ ini, dan menuliskannya di sini. *salah satu berkah ngeblog ini mah. Hehe. Alhamdulillah.

Nah, Sobs, sekian dulu kisahku tentang pengalaman mengikuti Natural Trauma Healing dari Regenesis+, dan see you in the next post about EMR yang tak kalah menariknya.

Jika NTH adalah lebih ke penanganan masalah yang terjadi di masa lalu (stress, depresi atau trauma), maka EMR adalan reprogramming untuk masa depan. Wow, menarik banget ya? So, see you in the next post ya!


http://www.alaikaabdullah.com/2017/02/tre-trauma-stress-releasing-exercise.html
1 comments: