My Virtual Corner
Menu

Natural Trauma Healing - The Third Line of 5 Lines of Happiness by Regenesis+

/ / 1 Comments

regenesis+

Natural Trauma Healing
 merupakan langkah ketiga dari 5 lines of happiness by Regenesis+. Tujuannya adalah untuk membantu menyelesaikan trauma dalam kehidupan. Jadi lebih ke penanganan masalah yang menghimpit jiwa yang terjadi di masa lalu.

Banyak orang yang menyangkal bahkan tersinggung jika dirinya dikatakan stress, apalagi trauma. Padahal yang namanya stress adalah 'sohib' tak terpisahkan dari setiap manusia, ya, ga sih, Sobs? Banyak yang tak menyadari atau memang sengaja menyangkal bahwa hal-hal kecil tak menyenangkan, yang dibiarkan menumpuk di dalam hati adalah pemicu stress, yang lama kelamaan malah akan mengukir depresi dan memahat trauma, baik soft trauma, maupun hard trauma.

Soft trauma adalah trauma yang terjadi karena tindakan-tindakan emosional dan lebih mengefek ke psikologi atau kejiwaan, dan sebagian besar terbentuknya dari kegagalan komunikasi baik di dalam keluarga maupun di dalam lingkungan persahabatan maupun kemasyarakatan. Ditambah pula dengan budaya kita yang sering memaksakan kehendak, terutama pada anak atau pasangan tanpa kompromi. Misalnya,

  • 'Kamu harus gini', 
  • 'Kamu harus gitu', 
  • 'Sudahlah, jangan banyak tanya, ikuti aja!', 
  • 'Pokoknya nurut sama Mama!' 
  • dan lain sebagainya. 

Stress ini memang terlihat ringan, tapi berlangsung di sepanjang kehidupan dan dikenal dengan soft trauma. Efeknya? Luar biasa! Berbahaya tak hanya pada kejiwaan namun juga akan merembet ke fisik juga. Seseorang yang mengalami soft trauma tak jarang malah terjerumus ke lembah narkoba, kekerasan, alkohol, pelacuran dan lain sebagainya. Serem, ya?

Hard trauma adalah trauma yang biasanya terjadi karena bencana alam, perang, kecelakaan/luka personal seperti kecelakaan lalu lintas dan sebagainya, yang memberi efek kepada fisik kita.

Nah, bicara tentang stress, depresi atau malah trauma, sebenarnya bukanlah hal baru, ya, Sobs? Diakui atau tidak, dia tak pernah sudi melepaskan diri dari kita hingga kita tutup usia. Lalu, jika stress, depresi atau trauma ini ga mau lepas dari kita, gimana cara mengatasinya, Al?

Nah, ini dia, Sobs! Kita memang tak bisa menghilangkan stress, depresi maupun trauma ini secara serta merta. Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi dan mengelolanya dengan baik, sehingga dia menjadi 'jinak' dan 'bersahabat' dengan kita. 😊

Caranya?

Di Lineation Regenesis+, ada sebuah metode mengelola stress melalui Tahapan Natural Trauma Healing! Ini merupakan sebuah langkah memanfaatkan kecerdasan tubuh manusia/kita untuk melepaskan energi-energi negatif pemicu stress, depresi maupun trauma, melalui Neurogenic Tremor (getaran tubuh).

Tubuh Kita Dibekali Kecerdasan untuk Handle Stress dan Trauma.


Bener banget, Sobs! TUBUH kita sendiri pun punya keahlian untuk menangani stress dan trauma, lho! Tuhan menyisipkan kecerdasan yang luar biasa pada tubuh kita untuk kemampuan ini! Kecerdasan untuk merilis dan mengobati tak hanya stress, tapi juga depresi bahkan trauma. Oh, really? How can? Kok bisa, Al? Pake metode apa? Kok rasanya belum pernah dengar?

Bagi yang sudah pernah ikutan TRE (Trauma & Tension Releasing Exercise), atau mungkin pernah mendengar istilah TRE, maka Natural Trauma Healing ini adalah versi advance/premium dari TRE. Jadi dengan ikutan tahapan ketiga ini, yaitu NTH, maka kita sudah mendapatkan keuntungan plus plus, yaitu dapat TREnya, dapat pula gerakan yoga dan paduan exercise lainnya yang akan melatih tubuh kita untuk jauh lebih cerdas.

NTH adalah suatu metodologi pelepasan energi negatif pemicu stress, penanganan depresi maupun trauma dengan cara melatih otot psoas dan otot-otot yang berhubungan langsung di dalamnya, untuk mampu bergetar (Neurogenic Tremor) dengan sendirinya. Getaran tubuh ini terjadi dengan sendirinya, dan bagian yang akan bergetar juga ditentukan sendiri oleh tubuh kita. Jadi bukan atas kontrol pikiran kita, melainkan oleh tubuh kita sendiri.

Misalnya nih, ketika sedang masa menstruasi, maka jika aku melakukan NTH ini, maka yang paling sering digetarkan oleh tubuhku adalah bagian pinggang, karena memang yang sakit adalah pada bagian itu (sakit masa haid). Dan efeknya, sungguh, bikin pinggang jadi rileks dan lega banget!

Di lain waktu, leherku sakit banget, mungkin karena kegiatan mengetik dan gadgetan yang terus-terusan bikin kepala menunduk, efeknya leher dan pundak jadi sakit. Nah, kala melakukan NTH, maka tubuhku akan melakukan shaking dan release pada bagian tersebut. Aneh tapi Nyata emang, Sobs! Kalo ga mengalami dan menjalani sendiri, rasanya emang sulit ngebayanginnya, yak!

Awalnya aku juga ga percaya bahwa tubuhku Cerdas dan bisa Bergetar Sendiri sesuai kebutuhan.

Sebagai orang yang logis, pikiranku kerap menganalisa situasi. Dan ini menjadi kendala bagiku untuk sukses di setiap kelas hypnoterapi atau kelas-kelas sejenisnya. Saat pikiran diminta pasrah, agar bisa mengikuti arahan sang trainer, maka aku akan selalu gagal. Ya iya lah, gimana ga gagal coba, belum apa-apa, si pikiranku udah ngomong gini  'elo ga akan bisa nyuruh-nyuruh gue!'. Hayyah, ini jelas bikin susah aku sendiri kan? Karena aku pasti akan gagal disugesti.

Anehnya, jika aku sendiri yang mensugesti pikiranku, maka biasanya akan berhasil. Contohnya, saat tangan kiriku pernah keseleo akibat kecelakaan bermotor dan butuh diurut oleh tukang urut. Sakitnya minta ampun kan? Dan ga cukup cuma sekali proses urutnya. Hadeuh. Tobat deh eikeh. Sakitnya luar biasa. Bagiku, solusinya hanya satu saja, yaitu mensugesti pikiranku bahwa si tukang urut adalah therapist yang dari spa mana gitu, dan kami sedang di sebuah pantai yang sejuk, menikmati urutan lembut tangannya mengurut tubuh dan tanganku.

Menghadirkan imajinasi santai dan nyaman seperti itu ke dalam pikiran, mampu membuatku rileks dan berkurang rasa sakitnya. Alhamdulillah atas kemampuan berkhayal yang luar biasa ini, haha.

Back to NTH. Awalnya, pikiranku juga sulit banget diajak bekerjasama. Bahkan setelah melakukan gerakan kunci pembuka agar tubuh mampu bergetar (gerakan-gerakan yang memang untuk bikin tubuh strecth dan lelah agar nanti mampu bergetar), tetap saja, awalnya tubuhku ga mau. Di saat teman-teman (semua sudah pada posisi berbaring di atas matras masing-masing) sudah mulai bisa bergetar, bahkan saking suksesnya mereka, ada yang sudah tertawa hepi sendiri, atau malah nangis menjerit-jerit (tergantung tingkat stress/trauma yang dialami), aku malah masih diem kayak gedebok pisang! Hayyah.

Sang provider (the instructor), sudah memandu agar aku membujuk pikiranku untuk mau menyingkir sejenak. Beristirahat dan mempercayakan urusan releasing my stress ini ke tubuhku, tetap saja si pikiran masih menolak. Disaat aku mencoba inhale exhale dengan tenang dan teratur, pikiranku cuma diem sejenak, setelah itu balik lagi lompat sana sini. Hayyah.

Hingga akhirnya, karena menyadari sebagian besar teman-teman peserta NTH yang lainnya sudah berhasil shaking and release (tremor), maka aku memutuskan untuk men-sugesti diriku sendiri dengan setengah memaksa. Kubujuk agak keras pikiranku untuk percaya bahwa tubuhku pun cerdas. Kubisikkan pada jiwaku, bahwa aku, adalah paduan jiwa yang baik dan tubuh yang cerdas. Jika selama ini pikiran/jiwaku yang telah bekerja keras untuk menjaga keseimbangan dan kesehatanku, maka kini saatnya pikiranku/jiwa untuk memberi kepercayaan pada tubuhku untuk lakukan hal yang sama. Bahwa tubuh juga bisa membantu menjaga, memelihara keseimbangan SANG AKU untuk bisa hidup sehat dan bahagia. Kini giliran sang jiwa yang istirahat sejenak dan sang raga yang beraksi.

Dan..., sugesti itu berhasil, Sobs! Amazing! Lututku bergetar. And it looks like unbelievable but true! Ya Allah, ternyata tubuhku pun cerdas! Alhamdulillah.

Happy-nya hati tak terkira menyadari bahwa tubuhku pun cerdas, bahwa tubuhku pun bisa shaking. Hanya saja, shaking-ku cuma di kedua lutut doank. Ga bisa di bagian tubuh lainnya. Aku sedih donk....

Etapi, bapak trainernya sih bilang, 'Ga papa, Mba Al. Dasyat tidaknya sebuah shaking/tremor, tergantung pada kebutuhan tubuh kita. Jika kadar stressnya ga tinggi, tingkat shakingnya juga ga akan tinggi."
Ok, masuk akal juga sih. Bener juga, apalagi jika dihubungkan dengan hasil analisa sidik jariku, bahwa aku termasuk ke pribadi yang memiliki kondisi mental stabil (daya tahan mental 1,28%) dan mampu menahan tekanan/stress.

Jadi jika tubuhku ga bergetar hebat, it is ok. Karena memang tak banyak yang harus dirilis. Ok, baiklah, Pak. Tapi saya kok masih sedih, melihat banyak teman lain yang shaking hebat, hehe.


Shaking dan Release via NTH Bikin Tubuh Jauh Lebih Sehat dan Hati Bahagia.

Sungguh aku bersyukur dikenalkan dengan rangkaian langkah stress management yang dikemas di dalam Regenesis+ by Lineation Korean Center ini, deh, Sobs! Mulai dari bisa mengenali diri sendiri via Find Your True Color, lanjut dengan Brain Optimizer, lalu mengenal Natural Trauma Healing ini, sungguh membuat hidupku jauh lebih nyaman, hati bahagia.

NTH ini bukan saja membantu meminimalisir energi negatif yang kita serap dalam aktivitas harian kita, namun juga mampu menyembuhkan keluhan fisik, lho! Makanya aku rajin melakukan NTH setiap malam jelang tidur. Tujuannya adalah merilis energi negatif yang terserap hari ini, dan juga mengembalikan keseimbangan tubuh yang pastinya jadi tak seimbang akibat aktivitas harian yang seabrek. Berharap bangun esoknya aku akan terjaga dengan hati nyaman and ready again to face the world!

Baca juga: Melepas energi negatif melalui getaran tubuh

Btw, Sobs, setelah sekian lama latihan, kini tubuhku sudah makin cerdas lho. Dia tuh tau aja bagian mana yang harus digetarkan. Dalam setiap shaking dan release session, baik di rumah atau di kelas, aku menemukan bahwa getaran/shaking dan release yang terjadi itu ga pernah sama. Tergantung pada kondisi tubuh. Jadi, memang si tubuh lah yang menentukan bagian mana yang harus dan butuh digetarkan. See? Doesn't she/he so smart? Pinter banget yak? Cerdas banget tubuh kita ya? Alhamdulillah ya Allah.

Regenesis+ ini harus diakses ke lima tahapannya atau boleh pilih salah satu?

Ah iya, kemarin sempat ada yang nanya, apakah setiap klien harus menjalani kelima langkah ini secara berurut atau boleh memilih?

Jadi tuh, karena setiap kita punya kondisi yang berbeda-beda, maka tentu tak seluruh langkah harus diaplikasikan pada setiap orang. Tergantung dari problema atau kondisi si kliennya. Misalnya nih, jika dari konsultasi awal dan hasil finger print analysis to Find His/Her True Color memperlihatkan bahwa dia hanya butuh brain optimizer step aja, berarti dia cukup dengan 2 langkah itu saja.

Namun, jika si klien ternyata lebih membutuhkan stress management dalam hal mengobati trauma masa lalunya, dan ga butuh banget langkah lainnya, maka si klien cukup dengan tahapan 1 dan 3 saja, yaitu Finger Print Analysis dan Natural Trauma Healing saja. Demikian juga untuk kondisi lainnya. Jadi ga harus mengikuti semua langkah sih, tergantung kondisi si klien saja.

Lalu adakah yang harus mengikuti semuanya? Ada. Tentu itu akan menjadi jauh lebih sempurna. Dan Alhamdulillahnya, aku termasuk yang diberikan kesempatan untuk menjalani kelima tahapan ini, sehingga aku bisa merasakan proses dan hasil dari the 5 lines of happiness by Regenesis+ ini, dan menuliskannya di sini. *salah satu berkah ngeblog ini mah. Hehe. Alhamdulillah.

Nah, Sobs, sekian dulu kisahku tentang pengalaman mengikuti Natural Trauma Healing dari Regenesis+, dan see you in the next post about EMR yang tak kalah menariknya.

Jika NTH adalah lebih ke penanganan masalah yang terjadi di masa lalu (stress, depresi atau trauma), maka EMR adalan reprogramming untuk masa depan. Wow, menarik banget ya? So, see you in the next post ya!


http://www.alaikaabdullah.com/2017/02/tre-trauma-stress-releasing-exercise.html
Read More

Brain Optimizer - The Second Line of Regenesis+ Program

/ / 2 Comments
Brain Optimizer adalah langkah kedua atau lanjutan dari tahapan "Find Your True Color" yang sudah kita bahas pada postingan sebelumnya. Yup, jika Find Your True Color adalah langkah analisa sidik jari, maka Brain Optimizer adalah langkah tindak lanjut terhadap hasil analisa sidik jari itu.

Jadi, setelah mengenal siapa diri kita (who we are), maka langkah selanjutnya adalah bagaimana memberdayakan kelebihan-kelebihan kita, serta bagaimana meminimalisir atau mengimprovisasi agar kelemahan (weaknesses) kita itu dapat diperbaiki.

Caranya adalah dengan melakukan tahapan brain optimizer ini.

Manfaat brain optimizer.

Bagi yang sudah pernah mendengar istilah brain gym, maka brain optimizer pada prinsipnya adalah sama, yaitu berisi exercise atau latihan dengan menggunakan beberapa atau keseluruhan dari 26 gerakan brain gym, yang memang ditujukan untuk menciptakan/menjaga keseimbangan otak kiri dan kanan. Bisa googling dengan kata kunci brain gym exercise deh untuk melihat ke 26 gerakan tersebut. Atau lihat poster di bawah ini deh ya!


Brain Optimizer cocok untuk anak hingga Lansia.

Brain optimizer/brain gym ini banyak banget manfaatnya, lho! Sangat baik untuk anak hingga ke lansia! Gerakan-gerakan ini mampu untuk meningkatkan ketajaman mata, pendengaran, aktivitas tangan dan mata, dan melenturkan tubuh. Brain gym juga bekerja memanipulasi otak untuk meningkatkan pembelajaran dan mengingat sebuah informasi dengan cepat. (Biasanya nih, untuk tujuan ini, sering digunakan untuk anak yang didiagnosa autism agar otak mereka dimanipulasi dan bekerja sebagaimana mestinya). Selain itu, rangkaian gerakan ini juga mampu menurunkan kadar stress, memberi rasa nyaman dan meningkatkan stamina tubuh.

Brain Optimizer - the Second Lines from Regenesis+

Seperti pada finger print analysis, program ini juga dipandu oleh Bu Damma Septiani Pane. Walau tercantum ada 26 gerakan, namun ini tak berarti bahwa kita diharuskan melakukan ke 26 gerakan tersebut. Gerakan apa saja yang kita perlukan adalah bergantung kepada bagian mana yang ingin kita improve. Bagian mana yang ingin kita improve adalah bergantung pada hasil analisa sidik jari tadi, Sobs!

Seperti pada kasusku misalnya, Sobs! 

Nah, aku tuh kan kelemahannya di self management (atau manajemen diri), sering hilang fokus akibat kebiasaan multitasking, dan juga rentan beralih perhatian dari pekerjaan satu ke yang lainnya, dan mudah terlena kalo udah buka chat group! Haha. Nah, aku ingin banget agar ada improvisasi pada bagian ini. Sehingga berdasarkan diskusi dengan Bu Damma, dipilihkan-lah gerakan-gerakan (dari 26 gerakan itu) yang fungsinya adalah untuk membantu memperbaiki keadaan/kelemahan di atas.

Baca Juga: Lineation Regenesis+

Sementara teman yang lainnya, butuh penanganan untuk kemampuan pengambilan keputusan, misalnya. Karena dia merasa bahwa dirinya sulit banget mengambil keputusan terhadap sesuatu. Hal lain yang sering membuatnya galau adalah kemampuan dirinya untuk bersikap tegas dalam menghadapi suatu situasi. Maka setelah berkonsultasi dengan Bu Damma, dipilihkanlah beberapa gerakan yang akhirnya memang mampu membantu si teman tadi untuk perlahan tapi pasti, kini telah mampu dalam menentukan pilihan, mengambil keputusan, bahkan berani menentukan project mana yang diterima dan mana yang ditolak. Wow! Drastis perkembangannya, ya, Sobs? Dan ini realita, lho! Keren banget!

Sulitkah menjalani proses ini, Al? Sulitkah melakukan brain optimizer ini? 

Sama sekali tidak, Sobs. Karena pada dasarnya ke 26 gerakan brain gym itu bukanlah gerakan-gerakan yang sulit, kok. Udah lihat kan gerakan-gerakan pada gambar di atas? Simple, mudah dilakukan dan ga butuh tempat khusus. Juga, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya. Cukup kira-kira 5 - 15 menitan lah. Dan sejak mengenal gerakan ini, biasanya jika akan bicara di depan umum/presentasi, atau mau 'ngelobi' seseorang, atau mau meeting dengan klien, aku suka melakukan beberapa gerakan khusus terlebih dahulu, agar tenang, percaya diri dan fokus!

Does it work? Yes! It works good, lho! 

Penasaran ingin ikutan Brain Optimizer? Eits, Find Your True Color dulu atuh lah, after you know who you are, baru deh ikutan Brain Optimizer, untuk memberdayakan kelebihan (your strength) dan meminimalisir/memperbaiki kelemahan (your weaknesses). Sip?

Terus hubunginya ke mana, Al?

Ah iya, langsung melipir ke sini deh untuk tahu lebih banyak tentang 5 Lines of Happiness from Lineation Regenesis+ ya!
Lineation Korean Center
Jalan Leumah Neundeut No. 10
Bandung - 40164
Telp. 022-2010593


Testimoni spesial tentang Brain Optimizer,
Al, Bandung, 10 Januari 2018
Read More

Find Your True Color - The First Line of Happiness dari Regenesis+

/ / 18 Comments

Find Your True Color adalah langkah pertama dari 5 Lines of Happiness-nya Regenesis+, yang menjadi andalan program stress management dari Lineation Korean Center.

Find your true color  merupakan tindakan finger print screening alias sebuah proses analisa sidik jari melalui pemindaian terhadap ke sepuluh sidik jari tangan kita (kiri dan kanan). Tujuannya adalah untuk mengetahui gaya bekerja otak yang paling dominan dalam kaitannya dengan potensi bakat, minat, motivasi dan karakter diri kita.

Analisa Sidik Jari merupakan langkah awal yang memang penting banget, karena dari hasil analisa ke sepuluh sidik jari ini diharapkan akan menjadi jawaban terhadap pertanyaan 'Who Am I?'.


Dari hasil analisa ini kita akan mampu mengenali dengan lebih baik akan gaya bekerja otak kita yang paling dominan, yang tentunya akan berhubungan erat dengan potensi bakat, minat, motivasi dan karakter diri kita. Dengan mengetahui siapa dan bagaimana diri kita (cara kerja otak kita dalam menerima, mengolah dan meresponse informasi) maka akan memudahkan kita dalam menyesuaikan diri dan bereaksi dengannya, serta kita berkesempatan untuk memperbaiki melakukan balancing jika diperlukan atau pun mengoptimalkannya.

Baca juga: Regenesis+, Your Ticket to The Optimum Happiness

Gambar di bawah ini menunjukkan proses saat Bu Damma Septiani Pane, sang psikolog dari Lineation Korean Center, melakukan pengambilan/scanning sidik jariku. Sebagai seorang ahli, dengan jam terbang yang memang sudah meroket, sebenarnya dari melihat pola sidik jariku saja, Bu Damma mah sudah bisa membaca/menebak bagaimana karakter dominanku. Namun, keakuratannya tentulah harus menunggu hasil analisa yang sesungguhnya. Namun, tak urung, apa yang 'dibaca' (disampaikan oleh Bu Damma) dari sekedar melihat pola sidik jariku, ya ampun, hampir semuanya benar sih?
Proses pengambilan sidik jari dalam 'Find Your True Color'
Oalah, ini dia ternyata, mengapa aku langsung 'terpanggil' untuk dunia humanity tanpa banyak pertimbangan ini itu, sebagian tipe sidik jariku memang mengarah kesana. Ini dia ternyata, mengapa banyak teman yang minta aku 'mempermanis' tulisan-tulisan mereka agar gurih dan bermakna. Pada sidik-sidik jariku juga tergambar kemampuan untuk itu.

Pantesan aku sering ditunjuk jadi juru bicara dan juru runding, ow ow, ternyata aku punya kemampuan olah kata dan susun kalimat serta bernegosiasi yang tanpa aku sadari memang telah menyertaiku sejak lama. *Jadi inget banget bagaimana aku dan teamku secara intens berdialog dengan beberapa pihak berwenang di pemerintahan saat masih aktif di UNDP dulu, untuk menemukan win-win solution terhadap masalah yang sedang kami hadapi kala itu. Hayyah. Ini dia ternyata, kemampuan itu memang tergambar di sidik jari ini.

Ini dia ternyata mengapa aku anaknya logis banget dan sulit disugesti, ternyata hampir keseluruhan sidik jariku memang tergambar demikian. Subhanallah. Allah memang luar biasa, memberikan akal pikiran pada manusia untuk bisa membuat program ini dan mendeteksi serta menganalisa karakter dan brainways (cara kerja otak) manusia melalui finger print analysis. Kereeen!

Haha, ini dia ternyata, mengapa aku tuh suka mengulur-ngulur waktu dan jadi ga fokus, apalagi jika sudah online, niat awal mau nulis, misalnya, eh malah nyangkut di grup dan keasyikan sendiri. Haha. Ternyata pada sidik jariku terlihat bahwa aku lemah di self management. Ops! Ini nih yang harus diperbaiki! Thanks a lots, Bu Damma. 

Ini dia ternyata, mengapa aku bisa-bisanya ngaku sakit dan minta penundaan jadwal presentasi, padahal bukannya sakit, tapi masih belum puas dengan slide presentasi dan butuh sedikit waktu lagi untuk menjadikannya kece maksimal. Oalah, sidik jariku menunjukkan bahwa aku anaknya perfeksionis! Hayyah. Pantesan!

Aih, ini finger print analysis emang kece badai, deh!

My True Color based on My Finger Print Result 

Terus terang, menanti hasil analisa ini sungguh bikin kepo, deh, Sobs! Walau secara kasat mata, pada saat pengambilan/scanning sidik jari itu, Bu Damma udah tau secara langsung tipe sidik jariku, yang rata-ratanya adalah tipe Loop, dan menggambarkan karakterku seperti yang aku tuliskan di atas, tapi teteup saja, hasil resminya adalah hasil yang keluar dari analisa nantinya. Dan.....? Aih, bener, Sobs!

Lihat, deh, hasil analisa sidik jariku yang dikirim Bu Damma via email. Aih, kok jadi deg-degan yaaa! Haha. Dan tentu dengan segera aku menemui Bu Damma donk untuk minta dijelaskan maknanya dan bagaimana menindaklanjuti jika ada bagian yang perlu dibalancing atau diimprove atau pun optimalisasi.

Dimulai dengan halaman awal report yang seperti ini. Laporan yang terdiri dari 11 halaman ini berisi informasi-informasi tentang:

  • Personal Drive, 
  • Basic Character, 
  • Basic Motivation, 
  • Character Traits, 
  • Thinnking Style and Learning Style, 
  • Intelligence Distribution, Potential Skill, 
  • Working Style, hingga ke 
  • Pressure and Instability Condition. 

Lengkap banget ya, Sobs?


Personal Drive. 

System syaraf adalah sebuah Blueprint Kehidupan.
Sistem syaraf pusat berfungsi untuk menerima, memproses, menginterpretasikan dan menyimpan informasi sensoris yang datang dan juga berfungsi mengirim pesan ke otot, kelenjar dan organ internal. Sistem syaraf tersusun oleh neuron-neuron yang bertugas mengirim informasi ke, dari dan intra sistem syarat pusat.

Cara Kerja Otak dalam Menerima dan Meresponse Informasi

Cara kerja Otak dalam menerima dan meresponse informasi ini berbeda untuk setiap individu, dan dapat diketahui melalui test sidik jari.

Dan my brain way untuk hal ini, walau ga terpaut secara significant, aku cenderung ke type detail person, seperti yang terlihat pada grafik di samping.

Detail 54,45% Sementara 45,55% nya global. Artinya aku membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dalam menerima informasi karena otakku akan merekam secara detil semua informasi itu. Hm, pantesan, aku bisa mengingat dengan detail setiap peristiwa bahkan di masa lalu, kecuali soal denah atau peta. I see!

Bagusnya sih, antara detail dan global, persentasenya ga terlalu jauh selisihnya. Hanya terpaut 8,9%, jadi waktu yang aku butuhkan untuk mencerna info tidak lah terlalu lama.

Sementara untuk meresponse informasi, aku termasuk pada pribadi yang responsif. Jadi ya Alhamdulillah atas paduan ini. Aku bisa menangkap informasi dengan lebih detail, dan mampu meresponse dengan lebih responsif (tak memerlukan waktu yang lama).

Basic Character

Berdasarkan Teori Evolusi Otak (Triune Brain), otak manusia terbagi menjadi 3 bagian, yang menentukan kecenderungan dominasi yang berbeda-beda pada tiap individunya. Hal ini berdasarkan pada bagian otak mana yang lebih responsif. Dan seperti yang terlihat pada grafik di atas, maka basic characterku termasuk ke pribadi yang relation oriented, jadi cenderung mengedepankan hubungan kemasyarakatan, atau sering juga diistilahkan dengan people oriented.

Character Traits

Otak besar atau cerebrum adalah bagian yang memproses semua kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir, penalaran, daya ingat, imajinasi serta perencanaan masa depan. Otak besar/cerebrum ini terbagi atas otak kiri dan kanan, yang mana memiliki fungsi berbeda-beda.

Otak kiri berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri adalah pusat Intelligence Quotient (IQ).

Otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotinal Quotient (EQ). Misalnya dalam hal sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lainnya serta pengendalian emosi. Kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan dan ekspresi tubuh seperti menyanyi, menari, melukis dan segala kegiatan kreatif lainnya juga berada pada otak kanan ini.

Lalu, belahan otak mana yang bagus, Al?

Keduanya baik, keduanya bagus! Karena keduanya memiliki fungsi masing-masing dan juga saling melengkapi bukan? 

Namun, menurut penelitian sih, sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya. Hal ini dimungkinkan karena pendidikan formal yang dicecap telah lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri dan hanya sedikit kesempatan untuk pengembangan untuk otak kanan.

Dan...?

Dan berdasarkan hasil finger print analysis, ...
Tadaaa! My brain hemisphare (belahan otak kiri dan kananku) hanya selisih 1,28%. Hm. Alhamdulillah. Dan walau berselisih 1,28%, menurut Bu Damma sih, kepribadianku cenderung ke otak kanan. Tapi karena selisihnya yang sedikit banget, maka walo tergolong ke orang-orang yang dominant otak kanan, tapi kok aku termasuk ke tipe yang logis banget dan sulit disugesti oleh orang lain ya? Hm, mungkin karena hanya terpaut 1,28% saja ke otak kanannya kali ya? *tanya sendiri jawab sendiri. Haha.
Hasil Finger Analysis Terhadap Sidik 
Finger print analysis juga membantu kita untuk memahami kekuatan (strength) dan juga kelemahan (weaknesses) yang kita miliki. Dengan mengetahui hal ini, tentunya kita akan dapat lebih fokus dalam mengoptimalkan kelebihan kita serta juga mencari solusi dalam menimalisir/improvisasi terhadap kelemahan kita itu. 

Thinking Style and Learning Style

Ini ga kalah pentingnya. Terutama bagi anak-anak nih. Dengan mengetahui thinking and  learning stylenya, seseorang akan lebih efektif dan tepat sasaran dalam belajar dan berfikir. Ga buang-buang waktu, tenaga dan pikiran karena cara dan pola yang digunakan telah tepat sasaran.

learning style

Finger print analysis memperlihatkan bahwa aku tuh orangnya memang extrovert. Learning style yang aku miliki adalah type visual text juga visual picture. Dan lucunya tuh, keduanya sama-sama di angka yang sama yaitu 18.09%. Haha. Yes banget emang. Aku paling cepat nangkap jika belajar dengan visual text juga visual picture. Dan sulit nangkap jika belajar atau bekerja dengan diiringi musik. Heheu. 

Lalu, apakah semua hasil finger print itu sesuai dengan karakter kita, Al? 

Ya enggak semuanya benar juga sih, Sobs. Terlihat dari grafik di bawah ini, bahwa dalam hal bertindak, aku orangnya terencana (53,33%), namun pada kenyataannya, aku juga bisa fleksibel banget. 
Dan menurut Bu Damma, ini dikarenakan aku orangnya ADAPTIF. Jadi kemampuan adaptif ini lah yang membuatku lentur dan beradaptasi dengan perubahan mendadak dari sistem yang sudah terencana tadi. Ok, resonable, well accepted! 😊


Intelligence Distrubution.

Nah, ini! Cerebral Hemisphere merupakan belahan otak yang terdiri dari Front Lobe, Parietal Lobe dan Occipital Lobe.

Potensi bakat diukur berdasarkan sistem syaraf yang lebih responsif pada otak bagian Cerebral Lobes. Grafik yang lebih tinggi menunjukkan kecepatan daya respon yang lebih tinggi terhadap suatu keahlian. Etapi ini tak berarti bahwa grafik yang lebih rendah menunjukkan bahwa bakat di sana lebih rendah lho ya. Namun lebih menunjukkan respons yang lebih lamban akibat fungsi ketelitian yang lebih tinggi. 


Nah, di sini terlihat bahwa distribusi intelijensia ku lebih tinggi terhadap intelijensia intelektual, sekitar 37,50%, disusul dengan intelijensia skill senilai 33,57%, baru ditutup oleh intelijensia emosional senilai 28,93%. Yang berarti bahwa aku lebih didominasi oleh intelijensia intelektual dibanding intelijensia emosional. Hm, padahal kalo dipikir-pikir, dalam kenyataannya, menurut pengalamanku sih, aku tuh bagus dalam menangani hal-hal yang berkaitan dengan emosi dan kemanusiaan, lho, which is mean harusnya intelijensia emosionalku yang lebih tinggi, harusnya. Hehe.
Etapi, seperti yang dikatakan Bu Damma, karena aku orangnya adaptif, dan fleksible terhadap lingkungan, maka aku belajar banyak dari lingkunganku dan berkembang di sana, sehingga ga heran jika kemudian I am good at this, too. Hm, ok. Jadi intinya adalah..., dengan mengetahui karakter kita, maka kita bisa melakukan tindakan perbaikan, improvement dan optimalisasi terhadap bagian-bagian yang kita inginkan. 

Ibarat membaca peta, kita jadi tahu arah, jadi tahu di mana ranjau dan dimana harta karunnya. *Halah.

Potential Skill

Yuhuu. Yang ini juga sangat sangat menarik, Sobs! Mengetahui potential skill kita, adalah hal yang sangat membantu agar kita tak buang-buang waktu. Biar ga salah 'asah'. Ye kan? 😁

find your true color
Potential Skill juga akan terlihat dari hasil analisa sidik jari.
The data belongs to Alaika Abdullah
Aih, persentase paling gede tuh di bagian Imajinasi Konseptual. Hm, pantesan. Etapi, yang lebih menarik itu adalah yang berwarna abu-abu, Sobs! 
"Jika grafik berwarna abu-abu muncul, maka menandakan ada dorongan minat yang lebih tinggi dari bakat dalam potential tersebut". 
Dan pada grafik ku di atas, muncul warna abu-abu pada bagian intrapersonal, yang berarti jika aku asah dengan benar maka akan menjadi kelebihan yang luar biasa bagi peningkatan kapasitas diri. Hm, baiklah. Aku akan memperdalamnya nanti deh, Bu Damma. Eits, serius lho, ini aku masukin ke dalam list pengembangan diri yang KUDU ditindaklanjuti nih.

Working Style

finger print analysis result

Hayyah. Persis! Jadi pas donk jika selama ini eikeh sering ngejob di management level. Punya kemampuan dalam mengambil keputusan dan menganalisa solusi. Namun dalam bidang Adaptation, Communication dan Development juga distribusinya ga terpaut jauh sih. Mungkin karena belahan otak kiri dan kanannya hampir seimbang, jadi distribusi antara ke 4 nya itu ga terpaut secara signifikan?  Entahlah. πŸ˜€

Pressure and Instability Condition

Nah, ini juga yang ga kalah penting. 
Kondisi stress dan keadaan ketidakstabilan mental adakalanya disebabkan adanya potensi ketidakseimbangan fungsi kerja otak. 

Ketidakmampuan seseorang menyesuaikan keadaan dengan sistem syaraf kerja otak menyebabkan peluang terjadinya tekanan dan sirkulasi informasi yang tidak lancar. 

Eits, jangan kuatir. Dengan olah mental yang baik, kita akan bisa menghindari munculnya potensi tekanan/stress kok. Berikut ini adalah grafik hasil analisa sidik jariku terhadap Pressure and Instability Condition. 

Daya tahan mental
Hasil Analisa Sidik Jari untuk Ketahanan Otak dan Mental terhadap Tekanan
My Finger Print Analysis
Alhamdulillah, potensi keseimbangan otak daya tahan otak, hasil finger print-ku menunjukkan angka 7,8%, yang jika dilihat pada tabel berarti mampu menghadapi tekanan. Yes, selama ini aku merasakannya sih begitu.  Termasuk yang mampu menghadapi tekanan. Udah jatuh bangun malah di dalam gelombang tekanan kehidupan. *Tssaaah😊

Untuk Keseimbangan Mental, angka pada grafik menunjukkan angka 1,28. Which is also in a good range. Makin kecil persentasenya, maka makin baik, makin kuat daya tahan mentalnya. Alhamdulillah. 0 - 10 % berarti Kondisi mental stabil. Dan 1,28 % adalah Alhamdulillah. Tinggal menjaga dan memelihara dengan olah mental yang baik, nih, ya, Bu Damma? 😊

Well, Sobs! Itulah sekelumit kisah tentang pentingnya Finger Print Analysis. Dengan Finding Our True Color, kita akan tau 'who I am', dan memudahkan kita dalam melangkah ke depan, menyesuaikan arah dan langkah dalam mencapai tujuan kehidupan. 

Ga hanya penting bagi kita yang telah dewasa, lho! Find Our True Color ini juga penting banget bagi anak-anak kita dalam menentukan potensi bakat dan minat mereka, sehingga tepat sasaran, waktu dan tak meminimalisir proses trial and error dalam mencapai masa depan mereka. 

Semoga catatan dan testimoni ini bisa menjadi masukan berharga bagi kita semua ya! Ingin tau lebih banyak tentang Langkah Pertama dari Regenesis+ ini? Yuk, kenalan langsung dengan sang tokoh utama yaitu Bu Damma Septiani Pane. 


Atau ingin baca-baca tentang Regenesis+ lainnya? Tunggu update berikutnya ya, Sobs!

My special note and testimony 
regarding the finger print analysis,
Al, Bandung, 9 January 2018
Read More

Lineation Regenesis+ Your Ticket to The Optimum Happiness

/ / 10 Comments

Hidup ini penuh dengan problema! Pasti pernah atau malah sering mendengar ungkapan ini, Sobs? Aku sering banget. Malah tadi pagi sempat diskusi panjang dengan seorang teman lama, yang udah lama banget ga ketemu, dan begitu ketemuan, eh malah terlibat obrolan aneka rupa, panjang dan menarik. Salah satu yang kami obrolin adalah tentang itu tadi. “Hidup ini penuh dengan problema!” 

Ya elah! Sudah pasti atuh lah. Namanya juga hidup. Hidup kan perjuangan, Al! Dan di dalam perjuangan, kita akan menghadapi banyak sekali cobaan atau ujian bukan? Apalagi di era perkembangan jaman yang kian canggih seperti ini. Di balik kemudahan yang ditawarkannya, juga terselip aneka problema yang kian bermunculan. Di samping problema klasik semisal rumah tangga, keuangan, hubungan bertetangga, hubungan antar teman yang pasang naik dan pasang surut, dan lain sebagainya, kini urusan kemacetan pun, semakin besar saja porsinya. Ditambah lagi dengan hiruk pikuk dunia maya, yang tak bisa disangkal telah pula menjadi pendatang baru di dalam list of problems in the human life.

Bicara tentang problema, kami adalah salah dua dari yang paling sering disambangi oleh problema kehidupan ini. πŸ˜€  Tak bisa dipungkiri bahwa problema erat banget kaitannya dengan yang namanya stress, trauma maupun depresi. Problema, jika tak mampu terurai dengan baik, ditambah pula dengan perpanjangan waktu yang kian berlarut, tentu akan berbuah stress yang jika tak terkelola dengan baik justru akan berujung pada penurunan signifikan terhadap kondisi fisik dan psikis. Yang terkadang malah membuat kita tak hanya mengunjungi dokter, tapi juga harus bertemu psikolog. Hayyah. Yes, singkat kata, stress, trauma dan depresi adalah biangnya penyakit! Ya penyakit tubuh, ya penyakit jiwa. 

Ketika Bahagia Berbanding Lurus dengan Kemampuan Mengelola Hati/Stress


Bahagia berpangkal pada suasana hati yang positif. Hati yang positif berasal dari sikap baik (good attitude and behaviour) dan kemampuan mengelola hati dan pikiran, serta kepiawaian di dalam mengelola stress/problema.

Jadi intinya adalah, kemampuan mengelola hati dan pikiran untuk tetap berprilaku dan berfikir positif adalah kunci bagi tercapainya kebahagiaan.
Namun masalahnya adalah...., it is easy to say but difficult to do, Al!

Iya, sih, Sobs! Berteori memang mudah, namun melaksanakannya itu yang sulit, yak.? Apalagi jika hati dan pikiran sedang ruwet dan ga bisa diajak kompromi. Boro-boro untuk tetap dalam koridor pemikiran positif, yang ada malah emosi membludak dan siap untuk meledak. Pasti pernah ngalamin hal yang kayak gini kan? Kalo aku sih, pernah banget!

Jadi inget waktu stress berat melanda beberapa bulan yang lalu. Mendapati diri telah tertipu oleh seorang sahabat baik. Rasanya pedih, Jenderal! Dunia serasa runtuh, karena ini menyangkut yang namanya rupiah, dan memang sedang diharapkan untuk segera cair karena alokasinya memang sudah fix dan ga bisa diganggu gugat.

Ibarat petani yang hendak panen hasil sawahnya, hatiku saat itu teramat sangat hepi. Bahagia dan penuh harap membayangkan beberapa hari lagi akan panen. Udah menyiapkan peralatan dan sumber daya untuk panen raya ini, eh pada hari H, ternyata jangankan padinya, sawahnya saja pun ternyata telah berpindah tangan! Kebayang kan, Sobs, gimana kecewa dan terlukanya hati mendapati kenyataan pahit ini? Yang lebih perih adalah, ini dilakukan oleh seorang sahabat baik! Hiks...., di situ, aku kehilangan kepercayaaan terhadap yang namanya manusia. πŸ˜• Suer!

Untungnya, bersahabat baik dengan dr. Dave dari Lineation Center, membuatku menemukan sebuah solusi jitu yang akhirnya memberiku kemampuan untuk mengelola dan bersahabat dengan stress dan trauma ini.

Baca juga: Ini dia caranya bersahabat dengan stress

Regenesis+, Your Ticket to The Optimum Happiness.



Ini lah program yang telah menolong banyak orang (termasuk diriku) keluar dari kemelut bernama stress, trauma mau pun depresi. Namanya Regenesis+.

Merupakan program unggulan yang khusus diciptakan dan dikelola langsung oleh para ahli di Lineation Center. Bertujuan untuk membantu para customernya agar mampu menghadapi,  meminimalisir dan mengelola sendiri stress, trauma maupun depresi yang mereka alami, dengan memanfaatkan kemampuan tubuh dan kecerdasan alamiah tubuh dan otak, sehingga dengan bekal kemampuan ini mereka akan paham dan piawai dalam 'bersahabat' dengan problema-problema yang mereka hadapi, dan menjalani hidup dengan jauh lebih baik, sehat dan bahagia.

Regenesis+ menggunakan lima tahapan (5 lines of happiness) dalam membantu kliennya benahi problema yang mereka hadapi dan kembali melanjutkan kehidupan dengan penuh senyuman.



5 Lines of Happiness


1. Find Your True Color

Adalah langkah Finger Print Screening atau analisa sidik jari, yaitu sebuah metode pengukuran dengan pemindaian (scanning) ke sepuluh sidik jari tangan kiri dan kanan kita, untuk mengetahui gaya bekerja otak yang paling dominan dalam kaitannya dengan potensi bakat, minat, motivasi, karakter diri kita. Kita akan dapat mengetahui cara kerja otak kita dalam menerima, mengolah dan meresponse informasi, sehingga kita akan lebih mudah dalam menyesuaikan diri dengannya. Kita juga akan mengetahui bagaimana dorongan karakter berdasarkan response otak kiri dan kanan kita, dan berbagai hal menarik lainnya akan terungkap berdasarkan hasil dari analisa sidik jari ini. Wow, menarik banget, ya, Sobs! Tentunya, dengan lebih mengenali diri kita, akan memudahkan diri kita untuk menyesuaikan diri, bahkan kita bisa memperbaiki hal-hal yang perlu dioptimasi dan yang perlu diminimalisir, nantinya.
Uraian lengkap tentang langkah 'Find Your True Color, 
ntar akan aku ulas pada postingan terpisah, ya, Sobs!

2. Brain Optimizer

Setelah memahami cara kerja otak kita dan keunikannya, memahami kelebihan dan kekurangannya, maka kita bisa lho melakukan optimalisasi terhadapnya agar seimbang dan optimum. Caranya adalah dengan langkah Brain Optimizer.

Langkah ini merupakan serangkaian gerakan tubuh (26 gerakan) yang sederhana, digunakan untuk memadukan semua bagian otak guna meningkatkan kemampuan belajar, membangun kepercayaan diri dan juga bermanfaat dalam meningkatkan ketajaman mata, pendengaran, aktivitas tangan dan daya ingat serta kelenturan tubuh. Dan berdasarkan hasil analisa Finger Print, nantinya kita akan dapat mengetahui secara pasti, gerakan-gerakan brain gym yang mana yang kita perlukan untuk mengoptimalkan kinerja otak kita.

Ulasan khusus tentang Brain Gym nanti akan aku ulas dalam postingan khusus juga, ya, Sobs! Menarik banget soalnya. Banyak banget manfaatnya, lho! Kepo khaaaan? Nantikan updatenya pada artikel berikut, ya!


3. Natural Trauma Healing

Sobs, pernah dengar bahwa sesungguhnya tubuh kita ini cerdas? Pernah tau bahwa tubuh kita memiliki kemampuan self healing terhadap trauma dengan caranya sendiri? Eits, ini beneran lho! Bahwa tubuh kita ini memang cerdas. Bahwa tubuh kita telah dibekali kemampuan untuk mampu menyembuhkan dirinya sendiri.

Mungkin bagi sebagian orang, ungkapan ini terdengar klise dan impossible. How can? And how? Aku sendiri, pada awalnya, ga yakin tubuhku mampu melakukan ini. Metode self healing yang dimaksud di sini adalah melalui getaran/shaking tubuh dan pelepasan/releasing energy negatif dari tubuh kita, selama proses getaran yang berlangsung.

Langkah ini dimulai dengan latihan gerakan otot psoas yang akan melatih kecerdasan tubuh untuk dapat melakukan self healing secara natural dalam kondisi apapun. Shaking dan release oleh tubuh ini akan mengurangi keluhan munculnya pigmentasi,  jerawat, kebotakan, overweight, insomnia ataupun masalah asam lambung akibat adanya tekanan dari kejadian masa lalu. 

Natural Trauma Healing adalah langkah yang akan menjadi solusi dalam menyelesaikan trauma yang secara sadar atau tak sadar telah terendap di dalam tubuh. Perbaikan kondisi ini pun akan membuat fisik kita menjadi lebih sehat dan kualitas hidup lebih meningkat.

4. Energy and Mindset Reprogramming (EMR)

Nah, langkah ke empat ini lebih menarik lagi, Sobs! Bertujuan untuk membantu kita menata diri sendiri dan merancang (ulang) masa depan. Sounds interesting?



EMR merupakan langkah berupa treatment yang akan membantu melepaskan pikiran dan emosi negatif dalam tubuh. Dilakukan melalui beberapa metode seperti Transpersonal Psychology, Energi Tubuh, Pola Bangun Alam Sadar dan Bawah Sadar, Emotional Freedom Techniques (EFT) serta program meditasi. Program EMR ini akan mengubah mindset/cara pandang terhadap kehidupan menjadi lebih indah dan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi serta kreativitas dalam aktivitas kita sehari-hari. 

Sst..., sekedar bocoran, metode ini bahkan bisa mengobati ketergantungan terhadap narkoba, judi, dan banyak lagi, lho! 

5. Fisiotherapy

Nyeri. Siapa coba yang bisa bebas dari rasa nyeri? Dengan gadget yang tak pernah lepas dari tangan, pastinya nyeri leher dan pundak, adalah yang paling sering kita rasakan, ya enggak, sih, Sobs?
Itu baru yang disebabkan oleh penggunaan gadget, belum lagi yang dikarenakan sebab-sebab lainnya, kan?

Baca juga: Fisioteraphy bikin kakiku bisa berjalan lagi

Nah, di dalam langkah ke lima adalah langkah untuk memelihara, 
memulihkan dan meningkatkan semaksimal mungkin gerak normal tubuh dengan menggunakan berbagai bentuk latihan gerak, penggunaan elektroterapi, terapi pemanasan dan massage.

Well, Sobs. Tak terasa kita sudah di penghujung cerita. Alhamdulillah, aku berkesempatan untuk mengikuti ke lima tahapan ini dalam meminimalisir, mengelola, mengendalikan dan bersahabat dengan stress. Alhamdulillah banget untuk ilmu yang diberikan oleh para expert yang menggawangi masing-masing langkah/line. Insyaallah akan aku praktekkan di dalam melanjutkan kehidupan yang Insyaallah akan jauh lebih baik dari sebelumnya, karena kan udah punya ilmunya sekarang. Hehe.

LIFE IS GOOD.


Pertama kenal dengan pemilik Lineation Korean Center ini, kirain orangnya jutek, ceplas ceplos dan ga pedulian. . Etapi..., ternyata hatinya baek banget dan sangat care thd teman2 dan para stafnya. Ya sama keluarganya juga sudah pasti paling care lah. . Prinsipnya yang meyakini seutuhnya bahwa hati yang bahagia akan menghasilkan kinerja yang optimal, adalah sebuah prinsip yang diterapkan bagi seluruh stafnya agar hepi. . Seluruh staf pun diwajibkan mengikuti 5 langkah dalam Regesis+ agar mampu memanage diri, mengelola hati dan meraih bahagia. Hati yang tenang dan bahagia akan menghasilkan kinerja yang optimal, dan pastinya akan membawa kebaikan baik bagi klinik maupun si staf itu sendiri. Begitu katanya. . Lalu apa hubungannya dengan foto2 ini? . Anggap saja kami lagi acting. Pura2 bikin foto prewed. Pura2 mesra dan harmonis. Padahal...., aku sering dimarahi olehnya kalo main panas, kalo makan keju, coklat dan minum susu! Huhuhu... . Nama dokter ini adalah @drdavebdg dan nama kliniknya Lineation Korean Center. Baru launching kemarin. . Sukses dan jaya terus, @lineation.id ! . Yg blm follow, boleh follow deh, byk banget tips cantik dan sehat dibagikan di sana lho! . #lineationclinic #lineationcenter #launchinglineation #dokterdave
A post shared by Alaika Abdullah (@alaikaabdullah) on


My greatest gratitude goes to dr. Dave and Lineation Center untuk kesempatan mengikuti program ini, and my special thanks run to managers of the lines, semoga makin banyak orang yang terbantu oleh program ini, ya!


Oya, Sobs, untuk uraian masing-masing Line/langkah, akan aku urai pada postingan masing-masingnya in the next post ya! Untuk saat ini, sekian dulu, semoga informasi ini bermanfaat adanya. Bagi yang kepo atau butuh informasi maupun treatmentnya, bisa banget menghubungi langsung Lineation Center di:

Lineation Korean Center
Jalan Leumah Neundeut No. 10
Bandung - 40164
Telp. 022 - 2010593

See you in the next post ya!
Cerita tentang program keren bernama
Lineation Regenesis+
Al, Bandung, 8 January 2018
Read More

CEREBRO - Solusi Jitu Pengatur Frekuensi Gelombang Otak

/ / 35 Comments
Pasti pernah donk dilanda situasi di mana kita sulit banget untuk berkonsentrasi? Sulit banget untuk bisa fokus? Udah mencoba untuk tenangkan pikiran dan pasang niat SEPENUH HATI agar pikiran ga bercabang dan ga kemana-mana, etapi, tetap aja yang namanya pikiran itu kok ya lari sana sini. Lompat kesana kemari. Mikir ini-itu dan sulit fokus. Pernah kan alami hal yang seperti ini? Kenapa sih bisa begini? 

Kalo menurut para ahli sih, ini terjadi karena gelombang otak (brainwave) kita tidak berada pada frekuensi Beta. πŸ˜–  Bingung? Sama. Eits, simpen dulu bingungnya ya, Sobs!

Pada waktu lainnya, kita dihadapkan pada situasi yang bikin susah tidur. Ya disebabkan oleh berbagai pikiran yang berkecamuk di hati yang menuntut untuk dipikirkan sekaligus. Ya karena mikir masalah keuangan, pekerjaan. Ya karena adu argumen dengan teman kerja lah, atau malah adu argumen dengan suami/istri atau malah mertua yang tak menemukan titik temu. Ya karena anak yang harus dijemput atau diantar ke sekolah namun kendaraan malah lagi rusak lah, ya karena rumah yang sudah amburadul karena belum sempat dibersihkan dan ditata, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini tentu akan bikin mumet, bahkan bikin stress, mulai dari stress ringan, menumpuk hingga menggunung dan ujungnya jadi sulit tidur. Terus ini gimana ngatasinya atuh lah? 

Menurut para ahli sih, untuk mengatasi sulit tidur kayak gini, maka gelombang otak (brainwave) kita harus lah berada pada level Delta. πŸ˜–  Hayo! Bingung? Terus gimana caranya? Eits, sabar dulu atuh, Sobs!

Stress yang ga jelas juga seringkali membuat kita kacau. Rutinitas mengerjakan tugas yang membosankan sebenarnya juga menjadi penyebab munculnya stress, yang dari hari ke hari terendap dan membentuk energi negatif tersendiri. Selain itu, kebiasaan multitasking juga ditengarai menjadi penyebab pecahnya konsentrasi, sehingga hasil kerja menjadi tidak maksimal bahkan tidak tercapai sesuai target. Memang sih, terkadang dengan melaksanakan pekerjaan secara multitasking, orang beranggapan bahwa dua atau tiga pekerjaan akan selesai dalam waktu yang hampir bersamaan, padahal..., justru kinerja tak maksimal sehingga hasilnya pun tak optimal. Hal ini, ujung-ujungnya kan bikin kita tak puas dan malah jadi stress kan? Jadilah kita sulit tidur, hati tak bahagia, gagal fokus dan kesehatan mulai terganggu. Terus, untuk mengatasi persoalan ini, sebaiknya gimana atuh, Al?

Nah, menurut para ahli juga nih, yang harus dilakukan adalah mengatur atau mengarahkan gelombang otak kita agar bisa berada pada level yang sesuai untuk situasi ini. 

Nah lo! Pasti makin bingung deh. Dari tadi gelombang otak melulu ya, Sobs? Emang semudah itu kita mengontrol gelombang otak? Memindah-mindahkannya semudah kita menyetel gelombang radio kah? Engga kan? πŸ˜“

Tunggu, Sobs! Masih ada satu kasus menarik lainnya lagi nih. Dan kuyakin bahwa yang ini sering banget kita hadapi deh. Yaitu kasus di mana anak/ponakan sulit sekali diajak untuk fokus belajar. Sulit banget untuk menghapal. Sulit banget untuk konsentrasi mengerjakan pekerjaan rumahnya, pekerjaan tangan-nya, atau pun hal lain yang menuntut konsentrasi. Pasti sering donk menghadapi kejadian ini?

Terus solusinya, Al?

Hm..., menurut para ahli sih, *hayyah, para ahli lagi!!! 
Untuk mengatasi hal-hal seperti ini, maka gelombang otak (brainwave) si anak harus lah berada pada level yang sesuai dengan kebutuhan itu! πŸ˜–  Hayyah! Terus, gimana caranya menyetel si gelombang otak itu? Lanjut baca deh, Sobs, solusi jitunya ada di paling bawah, ya! Sekarang kita pelajari dulu tentang si brainwave alias gelombang otak, ok?

Gelombang Otak/Brainwave dan kinerjanya.

Otak manusia adalah sekumpulan sel saraf yang mampu menghasilkan gelombang listrik dinamis. Pasti sudah pernah tau donk akan hal ini? Nah, gelombang ini lah yang disebut dengan gelombang otak atau kerennya sering kita dengar dengan istilah brainwave. Brainwave ini pada umumnya terdiri atas lima jenis gelombang yaitu: Delta, Theta, Alpha, Beta dan Gamma, seperti yang terlihat pada skema di bawah ini.
Mari kita lihat satu persatu, ya!

Gelombang Delta. 

adalah gelombang yang berada pada frekuensi sekitaran 0.2 - 3 Hz. (diukur dengan Electro Encephalograph/EEG). Manusia yang berada atau mampu menyetel gelombang otaknya untuk berada pada frekuensi ini maka akan mampu tertidur dalam kondisi lelap, nyenyak. Atau dengan kata lain, seseorang yang sedang tidur lelap, maka sesungguhnya dia sedang berada pada frekuensi gelombang Delta ini. No dream alias tidak bermimpi sama sekali. Jadi dia akan LELAP. Etapi...., kondisi ini juga dialami oleh orang-orang yang jatuh pingsan atau koma dengan skala yang 'parah'. 

Gelombang Theta

Berada pada kisaran frekuensi 3 - 8 Hz dan memungkinkan pikiran kita untuk berada dalam suasana relaksasi yang sangat ekstrim. Dalam kondisi ini, manusia bisa merasa seolah dirinya sedang tertidur. Kondisi ini juga terjadi pda saat seseorang sedang melakukan meditasi yang sangat dalam.
Gelombang Theta familiar dengan aktivitas Rapid Eye Movement (REM), di mana seseorang dianggap telah tertidur, dengan mata tertutup, namun sesungguhnya bola matanya bergerak cepat ke sana kemari. Pada gelombang Theta ini lah mimpi-mimpi hadir.

Gelombang Alpha

Berkisar pada frekuensi antara 8 - 12 Hz. Ini adalah gelombang di mana rata-rata kondisi pikiran manusia berada. Gelombang ini memungkinkan manusia untuk mampu berkonsentrasi dan terfokus pada satu tujuan atau sasaran saja. Misalnya nih. Ketika kita sedang serius membaca, main game, nonton televisi, nonton film, membetulkan barang yang rusak dan lain sebagainya. Pada saat (tekun) melakukan aktivitas ini, maka sebenarnya kita sedang berada pada gelombang Alpha.  Jadi pikiran memang dituntut untuk konsentrasi.

Namun, tak menutup kemungkinan jika pada gelombang ini juga memungkinkan seseorang untuk berada pada keadaan relaksasi, lho! Malah bisa juga dalam keadaan melamun/daydreaming atau bahkan santai tanpa melakukan apapun.

Gelombang Beta (12 - 27 Hz)

Ditandai dengan kondisi manusia yang berada pada keadaan sadar sempurna. Pada gelombang ini, kita akan berada pada kondisi pikiran yang aktif dan waspada. Jadi, pada saat kita sedang beraktivitas normal, misalnya sedang melakukan kegiatan harian atau aktivitas normal, maka gelombang otak kita berada pada gelombang ini. Jelas ya, Sobs? Jadi gelombang Beta, memungkinkan/menjaga pikiran kita untuk tetap fokus dan sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar, atau pun aktivitas lainnya yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Aktivitas gelombang Betha yang tidak mencukupi ketika seseorang berada dalam aktivitas normalnya, akan menyebabkan gangguan mental dan emosional seperti depresi, ADD (attention deficit disorder), insomnia, dan lain sebagainya. Wah, kalo begitu, pada saat melakukan rutinitas harian, kita butuh banget menyetel gelombang otak kita ke frekuensi Betha donk ya? Bisa kah? Bisa...., baca sampai tuntas ya, karena solusinya ada banget tuh di bawah ini. 😊

Gelombang Gamma

Terjadi ketika seseorang mengalami aktivitas mental yang sangat tinggi, misalnya nih, sedang berlaga di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, sedang berpidato, sedang presentasi di depan klien, dosen, guru atau siapapun, berorasi, tampil di muka umum, ketakutan atau keadaan lainnya yang sangat menegangkan baginya.

Gelombang Hipergamma dan Lambda

Walau ga tercantum di infografik di atas, tapi aku coba cantumin juga deh ya tentang gelombang hipergamma dan lambda. Gelombang ini, kabarnya sih berhubungan dengan kemampuan supranatural, metafisika atau dunia keparanormalan.


Bisa kah Gelombang Otak dikondisikan? 

Nah, Sobs! Sekarang udah paham banget kan bagaimana posisi gelombang otak mempengaruhi aktivitas kita? Untuk bisa fokus bekerja, maka kita perlu mengkondisikan gelombang otak kita agar aktif pada frekuensi Beta. Atau agar bisa rileks, maka kita perlu mengubah gelombang otak kita untuk berada pada frekuensi lainnya yang sesuai. Etapi, Al, kan ga semudah memutar gelombang radio sih? 

Iya, sih, Sobs! Makanya aku mau perkenalkan sebuah alat bantu, yang sudah aku pakai/uji selama dua bulan ini, dan terbukti banget dalam membantu diriku yang multitasking dan sulit konsentrasi ini, agar mampu mengatur gelombang otak sesuai dengan level yang aku butuhkan.

Ha? Serius, Al? 

Yup. Udah  dua bulan ini aku pakai sebuah device. Namanya Cerebro Brain Frequency Emitter, sebut saja CEREBRO. Device ini merupakan besutan dokter David Budi Wartono. Iya, si dokter kece pemilik Lineation Center ituh. 😊

CEREBRO Brain - Device Pengontrol Gelombang Otak Manusia 
untuk berada pada mode yang diinginkan.

Fungsinya adalah untuk membantu penggunanya agar bisa mengatur frekuensi gelombang otak ke level yang dibutuhkanmya. Misalnya nih, kita pengen bisa fokus nulis nih, seperti aku yang saat ini sedang nulis artikel ini, maka aku cukup pakai headband cerebro dan menyetelnya ke mode  'focus', maka si frequensi emiter akan mengarahkan gelombang otak kita ke level yang kita butuhkan sehingga tanpa sadar kita sudah menulis dengan tekun. Iyap. Tak salah lagi, Sobs! Memang semudah itu, dan honestly, aku sungguh sangat terbantu dengan device Cerebro ini.

Kepo yang mana sih itu Cerebro?
Itu lho, Sobs, yang kayak bandana yang aku kenakan kebalik di kepalaku itu lho!
Yang headband warna item ituh.

Cerebro membantuku untuk fokus saat ingin fokus, membantuku untuk tidur lelap saat ingin istirahat/tidur. Membantuku untuk bisa rileksasi dengan baik saat membutuhkannya. Bahkan Cerebro punya mode 'meditation' yang juga sudah membantuku untuk bisa bermeditasi, lho!

Ah iya, aku juga sudah coba gunakan mode 'learning' untuk mempercepatku menghapal beberapa ayat al-Quran yang ingin aku hapal! Keren banget deh, si Cerebro ini! Thanks dr. Dave! Selain untuk hal yang aku sebutkan di atas, cerebro juga masih punya banyak mode lain, lho! Misalnya untuk stress reduction atau mengurangi stress, deep sleep untuk child, deep sleep healing, brainstorming, dan lain sebagainya.

Cerebro juga udah ngebantuin Intan, lho!

Yes, Cerebro juga udah ngebantuin Intan dalam menyiapkan Internship Reportnya, lho! Tak hanya itu, Intan juga menggunakan frequency emitter ini untuk bisa fokus mengerjakan skripsinya. Again, thank you dr. Dave for the Cerebro!

The Device called CEREBRO.

Pasti penasaran kan yang gimana sih itu Cerebro? Oke, baiklah, yuk kita lihat penampakannya di bawah ini, ya!

cerebro
Paket Cerebro
Jadi Cerebro tuh dirilis dalam dua device, yaitu berupa headband dan emitter. Headband adalah seperti yang terlihat pada foto di bawah ini, atau fotoku paling atas, yang sedang menggunakan headband, scroll up deh! Hehe.
cerebro frequency emitter

Headband Cerebro
Headband praktis melekat langsung di kepala, namun jika kita ingin mengaktifkan mode 'sleep' maka akan mengganggu kenyamanan tidur karena tentu kita akan was-was takut headband-nya ntar malah patah ketimpa kepala kan?
cerebro brain frequency emitter
Emitter Cerebro - Ini bisa dipake untuk berdua lho! 
Karenanya, emiter (lihat foto di atas ini) menjadi pilihan saat aku ingin menggunakan bantuan cerebro untuk mencapai deep sleep. Selain itu, cerebro emitter, sering banget aku pakai jika sedang berdua Intan. Cukup letakkan emiter ini di meja kerja di mana kami berdua sedang bekerja dan memang sama-sama butuh bantuan cerebro untuk mengatur frekuensi gelombang otak yang kami butuhkan. Dan..., dalam sekejap maka kami pun akan langsung tekun karena frekuensi gelombang otak kami sudah tune in pada frekuensi yang dibutuhkan. 😊

Beberapa mode yang tersedia pada Cerebro

Seperti yang sudah aku uraikan di atas, banyak sekali manfaat dari cerebro ini, Sobs. Device kece ini memang dihadirkan dengan 5 mode utama yaitu mode;

  • Tingkatkan Kualitas Tidur
  • Memeperdalam Meditasi
  • Kurangi stress/kecemasan
  • Peningkatan Fokus
  • Mode Belajar Cepat
Selain dari kelima mode utama ini, tentunya cerebro masih memiliki banyak lagi mode lainnya, lho, Sobs. Diantaranya adalah mode: brainstorming; paduan learning and focus; healing, dan lain sebagainya.

Harga Cerebro Brain Frequency Emitter.

Untuk harga dan tanya-tanya tentang Cerebro ini, boleh banget deh main ke websitenya di http://cerebrobrain.com/ atau tanya-tanya langsung ke penciptanya di telegram dr. Dave di @Krissnannda. 

Well, Sobs, ga terasa uraianku udah panjang banget nih. Semoga penjelasanku tentang gelombang otak dan hubungannya dengan kinerja kita dapat ditangkap dengan jelas, ya. Paham kan, Sobs, mengapa kita kudu mampu mengkondisikan frekuensi gelombang otak kita sesuai dengan kebutuhan? Memang tak semua manusia mampu melakukannya tanpa alat bantu. Termasuk aku, sungguh tak mudah bagiku memindah-mindahkan frekuensi gelombang otak sesuai kebutuhan. Untungnya ada Cerebro, yang bikin kesulitan ini teratasi dengan baik. Alhamdulillah. Thanks Cerebro!


Uniknya gelombang otak/brainwave
Al, Bandung, 6 Januari 2017

Read More