My Virtual Corner
Menu

Cashback Kece & Voucher Shopback Beneran Bikin Nagih, deh!

/ / 30 Comments

Tak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi informasi yang semakin hari semakin menukik tajam, berbanding lurus dengan segala kemudahan yang turut pula bersama kehadirannya. Dan tak dapat dipungkiri pula bahwa perkembangan teknologi informasi yang semakin 'membahana' ini, berbanding lurus juga dengan kemajuan dan kemudahan yang dihadirkannya bagi kita semua dalam hal berbelanja. Terutama bagi kita yang adalah emak-emak atau para wanita nih, Sobs! Eh, para bapak dan abang-abang juga, deh! Hehe.

What? Masih takut belanja online? Aih, kudu nyoba atuh, Sobs! Belanja online pada situs yang tepat  jelas adalah sebuah solusi cerdas yang pastinya ngebantu banget dalam memintas jarak, menghemat waktu dan menyelamatkan kita dari keharusan berjibaku dengan kemacetan dan ramainya orang-orang di pasar offline. Sepakat? Bahkan tak hanya itu, lho, kini, semakin inovatif saja program belanja online yang diciptakan oleh para pemilik situs dalam memanjakan kita-kita, nih! Salah duanya adalah dengan memberikan voucher dan cashback! Asyiiik.

Jelas ga akan nolak donk jika kebagian voucher dan cashback seperti ini. Udah belanjanya praktis, hemat, ga macet-macetan, eh dapat cashback atau voucher pulak! Jelas mau donk kita yaaa?

Lalu, cara belanjanya itu gimana dan di mana, Al? Mau juga donk!

Tentang SHOPBACK
shopback homepage

Yup, namanya ShopBack.co.id [review post, refers to disclosure] dan homepage-nya seperti terlihat pada gambar di atas, tuh! Memang sih, masih pendatang baru di Indonesia, etapi jangan underestimate dulu, deh! Layanan penyedia diskon, promo, voucher dan cashback ini telah sukses di negeri jiran seperti Singapura (tempat asalnya), Malaysia, India dan Philipines, yang secara keseluruhannya menggandeng kurang lebih 500 merchant dengan lebih dari 200 ribu pengguna, yang tentunya akan terus bertambah seiring semakin banyaknya manfaat yang dirasakan oleh para customernya. Wow.

Dan untuk Indonesia sendiri, ShopBack Indonesia menggandeng merchant-merchant ternama seperti Tokopedia, BukaLapak, Lazada, Matahari Mall, eBay, AliExpress, Blibli, Groupon, Bilna, Agoda, Tiket.com, Zalora dan aneka merchant top lainnya dalam rangka memanjakan para customernya. Keren euy!

Sejak tanggal 25 Mei 2016, ShopBack juga telah menghadirkan aplikasi mobile ShopBack yang dapat didownload di smartphone Android dan iOS, Cukup dengan  kata kunci 'shopback', maka nongol deh di Google Play atau App Store, terus tinggal download dan dapatkan promo eksklusif Cashback 100% untuk pengguna pertama. Ayo buruan dan nikmati belanja online yang semakin mudah dan lebih hemat!
Terus..., kenapa sih harus belanja via ShopBack? Kan lebih praktis langsung belanja ke merchantnya, Al? Ga riweuh!

Keistimewaan ShopBack

Memang sih, logically kita akan berfikir bahwa belanja langsung ke merchatnya, misalnya ke Tokopedia akan lebih simple dan ga ribet. Namun, bukan ShopBack namanya jika tidak berusaha menciptakan sesuatu yang menguntungkan dan berbeda dari situs-situs similar lainnya. Sini deh, Sobs, aku bisikin kenapa kita akan menuai banyak manfaat jika berbelanja via ShopBack.

  1. Setiap berbelanja via ShopBack pada merchant-merchant mitra (misal; Tokopedia, BukaLapak, dan lainnya), maka kita akan mendapatkan tambahan uang cashback hingga 30% yang dapat ditransfer langsung ke rekening pribadi. Iyaaa, ke rekening pribadi! Seru kan?
  2. ShopBack itu aman dan terpercaya (safe and trusty). Terbukti dengan banyaknya ecommerce terpercaya yang mau bekerjasama dengannya dan juga sudah diulas oleh banyak media ternama.  
  3. ShopBack Indonesia mendukung produk anak negeri, terbukti dari seringnya mengadakan even promo untuk mempromosi dan mendukung penjualan produk karya anak negeri. 
  4. ShopBack mengijinkan kita untuk gabungkan promo, diskon, voucher, kode kupon dari ecommerce + cashback dari ShopBack sehingga pastinya lebih hemat donk! Dan bayangin, Sobs, jika semua ini kita transfer ke rekening kita? Asyik ya?
  5. Produk yang dibeli jatuhnya jauh lebih murah dibandingkan dari membeli langsung ke merchantnya. Why? Karena tambahan cashback itu tadi, Sobs! Misalnya: pulsa, gadget, smartphone, tiket pesawat, pesan hotel, voucher makan, fashion, make up , susu anak, popok dan lainnya. 
  6. Adanya program ajak teman dapat 25 ribu rupiah di setiap ada teman yang diajak dan memutuskan untuk bergabung. Caranya? Gampang, Sobs. Cukup dengan menjalankan program afiliasi, yaitu ajak teman untuk mendaftar melalui link referal kita. 
Gimana, Sobs? Menarik banget kan? Bukan hanya diuntungkan oleh berbagai produk yang bisa kita beli secara hemat dan praktis, namun kita juga bisa dapat penghasilan tambahan nih dengan sering-sering-sering take action di ShopBack. 

Dan agar lebih mudeng gimana cara take action di ShopBack, yuk, kita coba lihat video ini, yuk! 


Let's Join and Take Action at ShopBack


Gimana, Sobs? Pasti tertarik banget lah to take action di ShopBack khaan? Caranya juga mudah banget. Cukup kunjungi ShopBack.co.id, lakukan sign up di sini. atau langsung login jika sudah terdaftar. Lalu kunjungi merchant favorit kita, pilih dipilih barang yang mau dibeli dan belanja seperti biasa. Setelah transaksi selesai, kita akan bisa melihat cashback yang kita peroleh pada 'rincian cahsback' yang ada pada sudut atas homepage ShopBack, deh.
Gimana, Sobs? Asyik banget, yak? Hayuk, take action yuk, mumpung mau lebaran nih, udah bisa mulai nyicil belanja atau malah mau cari tambahan THR dari ShopBack? Bisa banget! Ya itu, Sobs! Ajak teman-teman untuk juga bergabung and take action di ShopBack, pasti seru!

catatan tentang 
serunya berbelanja dan hasilkan income dari ShopBack
Al, Margonda Raya, 25 May 2016
Read More

Terpuruk aku di sini

/ / 12 Comments
Yup, sesuai judul, this is life! Terpuruk aku di stasiun Cawang. Udah lebih sejam menanti kereta yang ada space untukku berdiri, membawa diri balik ke Margonda Residence. Etapi, apa daya? Semakin malam, semakin aja nih orang-orang berdatangan. Oh my God. What's up? Rame banget ternyata penduduk kota ini! Tepatnya rame banget orang-orang yang menetap di pinggiran dan bekerja di kota metropolitan ini. Hayyah, Hayati lelah, Bang. Hihi.

Yup, suddenly this feeling blown up. I am tired of this kind of living way. Tapi mau gimanaaa? I still need to stay, I still need to challenge myself to keep dealing with this. Sudah, sudah mencoba sih, Sobs! Mencoba untuk menyukai kota ini. Etapi.... God knew exactly how I feel. Haha.

Tapi, mengeluh juga ga ada artinya lah. Yang pasti, enjoy aja dulu, nikmati sikon ini, dan jangan memaksakan diri masuk ke dalam kereta. Karena jam2 segini, orang-orang sudah lelah dan dikuasai emosi, jadi mulai 'mengganas'. Hihi. Etapi, aku yakin, suatu hari kelak, aku pasti akan merindu momen-momen ini, manakala aku sudah say good bye to this crowded metropolitan. Jadi sekarang ini? Ya, nikmati saja. Sambil.... selfie lagi ah!

Mau upload foto kok ga bisa ya?
*posting from my smartAndro yang juga mulai lelah. Jadi fotonya nyusul aja ntar yee.

Read More

My New Responsive Template

/ / 18 Comments
Hm..., lama banget ga nulis. Alesan klasiknya adalah terlalu riweuh oleh aktivitas offline. Etapi, beneran lho! Emang sibuk pake bangets! Sampai akhirnya beberapa draft pun duduk manis di dashboard blog tercinta ini. Nah, malam ini, mumpung hati lagi adem, suasana lagi santai dan daku sedang sendirian, kayaknya asyik deh jika menulis. Dan mau nulis apaan? Nah ituh!

Banyak banget ide yang ingin dituangkan ke dalam tulisan. Mulai dari yang ringan hingga ke yang lumayan beratnya. Namun, berhubung udah jam sebelasan gini, mending aku cerita yang agak-agak horor ringan lah yaaa. Yup, aku pengen cerita tentang ganti baju ganti template untuk si My Virtual Corner nih, yang antara jadi dan tidak. Bukan karena apa-apa sih, takut aja ntar malah kacau kalo dikerjakan dalam keadaan terburu-buru. Makanya aku bertahan dan tetap bertahan pada template awal, yang adalah hasil berburu di internet dengan sedikit modifikasi, sekalian membuktikan pada diri sendiri, bahwa diri ini mampu lho utak atik template. *Sombong. Hehe

Sebenarnya aku termasuk orang yang loyal terhadap sesuatu, deh. Jika sudah suka pada sesuatu atau seseorang, maka aku akan mempertahankannya sampai selama mungkin, sejauh masih bernilai positif dan layak untuk dipertahankan. Begitu juga dengan template sebuah blog. Bagi sobats yang rajin main ke blog ini, aku yakin jika sobats pasti hapal benar bagaimana bentuk template dan header blog my virtual corner ini, kan?

Bertahan sejak lama, dan baru berganti image headernya karena memang kudu menyesuaikan dengan penampilanku yang baru kala itu. Yup, image header bergambar rangkaian aktivitas diri yang belum berhijab, kemudian diupgrade menjadi rangkaian baru yang sudah berhijab. Hanya itu. Selebihnya tetap seperti semula. Berbackground putih dengan tulisan hitam, dan berkesan minimalis. Simple but mobile friendly.

Header Blog
Header Image yang sebelum berhijab
Alaika Abdullah
Header template image setelah berhijab
Bicara tentang blogging dan pernak-perniknya memang selalu menarik hati, ya, Sobs? Ya, bagi kita para blogger ini lah maksudku. Jika content ibaratnya adalah nyawa bagi sebuah blog, domain adalah raga bagi blog kita dan template adalah bajunya. Sepakat? Makanya, sebagai pemilik blog yang sudah sekian lama memakaikan 'baju' yang itu-itu saja bagi blog tersayang, tiba-tiba aku tersadar bahwa memang sudah saatnya aku mencari baju pengganti bagi si my virtual corner tercinta. Ya iyalah, masak eikeh ajah yang gonta ganti baju?

Maka, mulailah aku mencari 'baju' kece, simple but eleikhan untuk si my virtual corner. Nemu beberapa yang ciamik, namun terkendala oleh hal-hal kecil yang bikin hati kurang sreg. Ih, maksudnya gimana sih, Al? Iya..., terkadang udah klik dengan sebuah template, etapi... kok kurang sreg dengan design warna backgroundnya lah dan setelah diutak-atik, dan karena ilmu utak-atiknya yang masih cetek kok ga bisa dimodif, dan lain sebagainya. Pernah juga kan mengalami hal seperti ini, Sobs?

Hingga suatu ketika, tanpa direncana, terciptalah chitchat kece antara aku dan Meutia Rahmah, si pemilik blog "Melawan Lupa". Blogger setanah-kelahiran ini [sama-sama Aceh] ternyata piawai mendesign dan utak-atik template, lho! Sungguh, aku kagum dan tercengang dibuatnya. Dan tak tanggung-tanggung, asli bikin aku mupeng untuk berguru padanya, secara keinginan untuk mencari guru web-design tuh udah lama banget bersemayam di hati. Namun, mempelajari template design dan utak-atik ini tentu bukan perkara sekali dua kali klik kan? Makanya, saat ditawari untuk test drive template kece hasil besutan dirinya dan temannya itu, aku langsung YESS donk! Gimana mau nolak coba, ketika diperlihatkan tampilan template yang dimaksud Tia. Ya ampun, sumpah, kece badai! Minimalis but eleikhaaan kalo kata Om NhHer.

Footnote
Bernama Footnote, hasil design Tia dan temannya itu pun dicobakan ke My Virtual Corner. Dan..., tentu butuh penyesuaian di sana sini agar tampil serasi dan bener-bener menjiwai [baca: berkarakter khas] My Virtual Corner.

Alhamdulillah, setelah dibantu langsung oleh Tia utak atik - finishing and smoothing-nya, akhirnya My Virtual Corner pun tampil apik seperti yang Sobats lihat sekarang ini, deh!

Gimana, Sobs? Cakep khaan? Yang paling aku suka dari template footnote ini adalah sifatnya yang User Friendly itu, lho!

User Friendly gimana sih maksudnya, Al?

USER FRIENDLY

Responsive

Yup, template ini didesign fully responsive, dapat diakses melalui berbagai perangkat. Mau pake PC atau laptop? Monggo. Mau pake tablet, juga oke. Atau mau pake smartphone aja? Oke bingits. Kan responsive. Jadi kita ga perlu mengaktifkan versi mobile lagi, karena diakses dari device apa pun, dia akan menyesuaikan diri untuk tampilannya.


Beautiful, Clean and Simple

Ini yang paling aku suka dari tampilan/appearance template yang satu ini. Template ini mengutamakan tampilan yang bersih, cantik dan sederhana, sehingga selain kontennya terbaca dengan jelas tanpa menimbulkan nyeri di mata para pembaca, juga menjadikan dia tampak cantik dan simple.
Footnote

Menu Navigasi

Dikonsep seperti burger *lho, maksudnya, Al? Hihi, iya, jadi menu navigasinya tuh kece deh, Sobs! Berlapis kayak burger ituh! Jadi terlihat simple tapi begitu diklik akan memajang keseluruhan kategori. Lihat deh pada image di bawah ini.
Menu Navigasi Footnote
Menu Navigasi sebelum diklik pada 'Categories'-nya
Yang apabila diklik pada 'Categories' maka lapisannya akan membentang, memperlihatkan keseluruhan opsi kategori yang ada.

Menu Navigasi My Virtual Corner
Menu Navigasi akan membentang jika kita click pada 'Categories'
Keren yaaa? Makanya aku langsung jatuh hati deh saat melihat test drive template ini di blogku, dan langsung deh ga ingin pindah ke baju template lainnya. Habis, emang kece, sih!

Light Faster

Maksudnya apaan, sih, Al?
Yup, ini berkaitan dengan kecepatan loading, Sobs! Jadi template footnote ini, walo menggunakan cukup banyak script dan Google Fonts, tapi tetap dapat dibuka dengan cepat dan ringan, lho!

Iconic Post Label

Lihat deh icon-icon cantik penanda jenis postingan di bawah ini.
Cakep yaaa? Hm, terus apalagi, Al keistimewaan template Footnote ini?

Masih banyak lho keunggulannya? Penasaran dan pengen punya juga? Yuk, kepoin langsung deh ulasan sang pencipta templatenya di sini, ya!

a happy note,
Al, Margonda Residence, 20 May 2016
Read More

Bisa lho Titip Emas di Pegadaian!

/ / 24 Comments
Ini sebenarnya kisah lama yang sudah nangkring cantik di dalam angan untuk dibagikan ke dalam bentuk tulisan. Tepatnya di pertengahan tahun 2012, hm, ya ampun, itu udah empat tahun lalu donk yaaa? Wow, rencana untuk berbagi pengalaman ini sampai tertunda hingga selama itu, Sobs! Ckckckck..., ini sibuk apa memang dakunya yang pelupa yaaa? Hehe.

Anyway, daripada sibuk membela diri atas kealpaan ini, *maklum, faktor U juga turut andil lho! maka, ijinkan daku berbagi pengalaman yang satu ini, Sobs! Eits, ini bukan pengalaman horor atau huruhara, apalagi termehek-mehek, melainkan sebuah kisah di mana aku dilanda kebingungan karena harus pindah lokasi kerja ke tempat baru [lagi]. Yah, namanya juga pekerja kontrakan [yang setiap kontrak kerja berakhir, lalu applying for another job application], maka aku ternyata diterima bekerja di sebuah international NGO lainnya di Bekasi. Alhamdulillah, sih. Pake banget malah. Walo harus meninggalkan Intan yang waktu itu masih duduk di kelas 2 SMU, maka aku pun siap untuk mandah, dari Banda Aceh ke Bekasi. Urusan Intan, well solved, ada si Bulan [yang biasa bantu-bantu di rumah, yang juga biasa nemenin Intan] plus ada ibu dan ayahku yang bisa melihat-lihat si putri semata wayang itu.

Mau Simpan Emas di mana ya?

Untuk urusan mobil, juga gampang, tinggal titipkan ke ayahku sementara aku pergi mencari nafkah di kota orang. *Jiaaah! Nah, yang menjadi kendala saat itu adalah, tentang 'sedikit' logam mulia alias perhiasan emas yang aku miliki. Ga banyak memang, tapi sebagaimana orang Aceh lainnya, aku juga ketularan kebiasaan baik ini, yaitu menyimpan [tabung] emas secara individual alias simpen masing-masing di rumah. Dan dengan kepergianku ini, ga mungkin donk jika aku turut membawanya ke Bekasi dan menyimpannya di tempat kostku nanti. :)

Tadinya sih aku berfikir bisa menitipkannya ke Ibu. Ealah, ternyata, sejak tsunami, animo masyarakat, termasuk ibuku, untuk menyimpan barang berharga seperti logam mulia ke deposit box di bank-bank mulai terbuka lebar lho! Makanya aku sempat takjub saat customer cantik di beberapa bank ternama yang aku datangi di kota Banda Aceh saat itu menjelaskan, bahwa deposit box mereka sudah full booked. Wow! Keren! Tak hanya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya asuransi yang meningkat, namun tentang safety yang lebih protective jika menyimpan barang berharga di deposit box di Bank pun mulai mengemuka. Keren yaa? Tsunami ternyata juga meninggalkan a good lesson learnt! 

And..., back to my story, dalam kebingungan itu, justru si kakak CS bank yang mencetuskan alternatif ini. Alternatif apaan sih, Al?

Kantor Pegadaian

Pegadaian sebagai Salah Satu Tempat Titip Emas

Yup, alternatif untuk menitipkan emas di Pegadaian. Awalnya aku sama sekali ga menyangka lho, jika di tempat yang menggusung slogan 'menyelesaikan masalah tanpa masalah' ini justru juga menyediakan fasilitas titip/simpan emas. Soalnya sependek pengetahuanku, secara general dan sesuai namanya, maka pegadaian adalah tempat di mana kita bisa dengan mudah dan cepat menggadaikan barang-barang berharga kita untuk mendapatkan sejumlah rupiah, begitu kan, Sobs?

Namun..., ternyata, Sobs! Pegadaian juga memiliki fungsi lain selain fungsi terima gadai barang seperti yang aku sebutkan di atas. Yuk, kita coba simak fungsi lainnya dari pegadaian berikut ini, yuks!

1. Menitip
Yup, inilah solusi yang aku cari-cari kala itu. Pegadaian menerima titipan emas dari para nasabahnya dengan jaminan asuransi sehingga aman, terjamin plus murah pula biayanya, yaitu 20 ribu rupiah per 100 gram emas per bulannya. Tuh, murah banget kan, Sobs?
Dan seingatku, perhiasan yang aku titipkan waktu itu sih ga sampe 100 gram, hanya sekitar 82 gram gitu deh, dan ternyata hitungan biaya titip cuma 20 ribu per bulannya. Wew bangat kan, Sobs? Duh, langsung lega deh, problem solved. Sayangnya aku lupa mengambil foto [capture] kuitansi penitipan emas itu sebelum diambil kembali oleh pihak pegadaian saat titipan [perhiasan emas] itu aku ambil kembali.

2. Menabung

Yup, selain menerima titipan emas, Pegadaian juga membantu kita dalam menabung dan berinvestasi dengan cara yang lain daripada yang lain. Jika orang-orang yang berduit banyak berlomba investasi dalam bidang property, saham, reksadana, maka pegadaian membuka peluang lain bagi kita untuk berinvestasi, yaitu menabung emas. Unik yaaa? Jadi pengen segera unduh formulir pembukaan rekening tabungan emas, ah! Ntar ambil cuti dan kunjungi kantor Pegadaian cabang terdekat untuk buka rekening tabungan emas dan setoran awal.

Yes, sesimple itu, lho! Menabung emas di pegadaian ini mudah dan murah banget, lho!


PROSEDUR TABUNGAN EMAS
  1. Membuka rekening Tabungan Emas di Kantor Cabang Pegadaian hanya dengan melampirkan fotocopy identitas diri (KTP/ SIM/ Passpor) yang masih berlaku.
  2. Mengisi formulir pembukaan rekening serta membayar biaya administrasi sebesar Rp. 5.000,- dan biaya fasilitas titipan selama 12 bulan sebesar Rp. 30.000,-.
  3. Proses pembelian emas dapat dilakukan dengan kelipatan 0.01 gram dengan atau sebesar Rp. 5.550,- untuk tanggal hari ini (17-05-2016). Misalnya jika ingin membeli 1 gram, maka harganya adalah Rp. 555.000,- .
  4. Apabila membutuhkan dana tunai, saldo titipan emas Anda dapat dijual kembali (buyback) ke Pegadaian dengan minimal penjualan 1 gram dan Anda dapat menerima uang tunai sebesar Rp. 538.000,- untuk tanggal 17-05-2016.
  5. Apabila menghendaki fisik emas batangan, Anda dapat melakukan order cetak dengan pilihan keping (5gr, 10gr, 25gr, 50gr, dan 100gr) dengan membayar biaya cetak sesuai dengan kepingan yang dipilih.
  6. Minimal saldo rekening adalah 0.1 gram
  7. Transaksi penjualan emas kepada Pegadaian dan pencetakan emas batangan, saat ini hanya dapat dilayani di Kantor Cabang tempat pembukaan rekening dengan menunjukan Buku Tabungan dan identitas diri yang asli.
3. Menyicil

Pernah donk kepengen banget beli emas, etapi duitnya belum cukup? Pengen kredit? Kayaknya ga banyak,deh, toko emas yang menyediakan fasilitas kredit emas. Atau pun jika ada, maka syaratnya pun lumayan ribet deh. Nah, Sabtu kemarin, pas diadakan acara Road Blog 10 Cities di Bandung, si mas yang mewakili Pegadaian menjelaskan bahwa BUMN yang satu ini juga menyediakan fasilitas cicil emas, lho! Sehingga bisa menjadi solusi bagi kita-kita yang dilanda rasa ngidam pengen beli atau nabung emas! Yess! Sip banget khaaan?

Caranya juga ga ribet. Kita tinggal datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat, untuk memilih logam mulia yang diinginkan. Syaratnya mudah banget, lho! Misalnya nih, kita ingin cicil emas senilai 45 gram. Maka setelah ditaksir nilainya, maka kita tinggal menentukan mau berapa bulan masa cicilan, lalu membayar 30 persen dari total nilai keseluruhan itu sebagai downpayment. Bulan berikutnya kita tinggal cicil deh, dan emas yang kita cicil itu akan menjadi milik kita [boleh kita ambil] ketika waktu pelunasan cicilan itu tinggal 1-2 minggu lagi. Masa cicilan biasanya berkisar antara 1 bulan hingga 36 bulan.


4. Menggadai
Terkadang kita sering kewalahan kala dilanda syndrome bokek. Apalagi di saat bersamaan ada tagihan yang jatuh tempo dan harus segera kita lunasi. Huft. Menghadapi situasi seperti ini jelas saja bikin sakit kepala, toh? Mulailah mata dan hati melirik ke benda-benda berharga yang bisa segera diuangkan. Dan benda yang paling liquid untuk diuangkan adalah emas. Namun, kok ya rasanya kita tuh sayang banget untuk melepas si emas tadi ke toko, ya? Pasti kebayangkan bahwa untuk membelinya lagi pasti akan sulit, jika pun kita mampu membelinya, nilai historinya pastilah berbeda. Emas yang lama, yang sudah kita jual itu, tentu tak akan kembali. 
Nah, menghadapi 'galau' yang seperti ini, Pegadaian hadir menyelesaikan masalah, lho! Yaitu dengan menyediakan fasilitas gadai emas. Yup. Gadai emas. Jadi kita ga perlu menjual aset [emas] milik kita, melainkan cukup dengan 'menyekolahkan' nya saja di rumah gadai. Adapun nilai peminjaman yang bisa kita dapatkan dari pegadaian emas ini adalah sebesar 85% dari harga emas. Jadi, jika emas kita ditaksir senilai Rp1 juta maka dana pinjaman yang kita peroleh adalah Rp. 850.000. 
Penitipan emas di Pegadaian selama empat bulan, namun dapat diperpanjang dengan tambahan biaya sewa. Biaya gadai dihitung per 10 hari masa pinjaman di Pegadaian syariah, sedangkan Pegadaian konvensional per 15 hari. Selain biaya gadai, kamu juga bakal dikenakan biaya administrasi.
5. Arisan Emas. 
pegadaian arisan emas
Arisan? Yes! Ga nyangka kan jika Pegadaian juga punya inovasi spektakuler seperti ini? Arisan emas. Dengan minimal 6 orang dan maksimal 36 untuk satu kelompok, maka kita bisa datang ke Pegadaian untuk mengajukan permohonan arisan emas, lho! 

Mekanismenya adalah dilakukannya pengundian setiap bulan untuk mendapatkan satu keping emas. Minimum orderan untuk satu kali undian adalah seberat 1 gram dan maksimalnya tidak terbatas. Cara permainannya kurang lebih sama dengan permainan arisan lainnya, di mana nama-nama pemain arisan akan diundi untuk menentukan pemenang di bulan berjalan. Si pemenang kemudian akan mendapatkan kepingan emas yang beratnya telah disepakati. 

See? Luar biasa ya, Sobs?
Ternyata Pegadaian memang menyelesaikan masalah tanpa masalah yaaa? Apalagi dengan kehadiran aplikasi Sahabat Pegadaian yang bisa didownload di playstore bagi kita-kita, para pengguna android, maka semakin memudahkan kita dalam bertransaksi di pegadaian. Hari gini masih pake ribet? Ih, kan udah serba online. Maka cukup donk dengan tarian jemari, maka transaksi pegadaian kelar tanpa perlu hitungan hari. Yuk, saatnya berinvestasi cerdas dan apik, yuk kita ke Pegadaian!

Read More

Internet Sehat - Keep Your Fingers!

/ / 40 Comments
Internet Sehat - Keep Your Fingers!

Yup, hari ini aku pengen ngedongeng cerita tentang event yang baru aja digelar oleh Relawan TIK Kota Bandung yang bekerjasama dengan Blogvaganza kemarin, nih. Acara kece bertajuk ROADSHOW EDUKATIF - Internet Sehat, Generasi Sehat ini, memang bertujuan untuk sosialiasasi internet sehat bagi kalangan pelajar di sekolah-sekolah. Targetnya sih untuk para siswa di jajaran sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas gitu, dari beberapa sekolah yang ada di kota Bandung. Bertempat di SMK Bahagia, Jalan Kliningan No. 11, Buah Batu - Bandung.

Acara yang diadakan pada hari Sabtu, 30 April 2016 ini mengangkat tiga topik utama yaitu 'Bijak Berinternet - Keep Before Posting' yang dipercayakan padaku, mewakili Relawan TIK Kota Bandung untuk menjadi narasumbernya. Kemudian 'Sekejap Ingatan Seabadi Tulisan' yang disampaikan oleh Mas Zulfan, dari buruan.co dan ada Mas Latif [Moch Latif Faidah] yang mengangkat tema 'Blog dan Jurnalisme Siswa'.

Tentang RoadShow Edukatif

Jadi ceritanya nih, adalah Blogvaganza, yang diinisiasi oleh Om Fajar Eri Dianto dan Mas Latif pengen diaktifkan lagi setelah lama vakum di dunia per-sharingan. *halah. Nah, gayung pun bersambut. Relawan TIK Kota Bandung pun antusias menyambut ide cemerlang ini, mengingat jumlah pengguna internet yang semakin meningkat dari hari ke hari, terutama pada kalangan siswa aka remaja baik dari usia SD hingga perguruan tinggi. Tentu ini sebuah kemajuan pesat dalam akses informasi dan penambahan wawasan plus aneka manfaat dari dunia virtual yang diakses tadi. Namun..., manfaat ini baru bisa dipetik adalah jika dan hanya jika pengguna internet itu sendiri telah menggunakan internet dengan bijak dan sehat, dalam artian telah paham dan peduli serta menerapkan cara bijak berinternet secara sehat. Namun..., seberapa banyakkah pengguna internet ini yang telah 'ngeh' atau paham atau familiar dengan internet sehat ini? Seberapa besarkah prosentase pengguna internet yang bijak dalam menggunakan internet?

Berdasarkan hal di atas, seiring pula dengan program dari Kementerian Informasi dan Komunikasi Republik Indonesia tentang Internet Sehat, Generasi Sehat, maka Relawan TIK Kota Bandung bekerjasama dengan Blogvaganza, disponsori oleh Qwords.com dan beberapa sponsor lainnya, maka Roadshow Edukatif, Internet Sehat - Generasi Sehat pun digelarlah. Dan sungguh sebuah apresiasi juga bagiku dipercayakan untuk menjadi salah satu narasumber dalam upaya sosialisasi ini. Alhamdulillah.

Bijak Berinternet - Think Before Posting.



Ini adalah tema yang dipercayakan padaku untuk disampaikan pada para pelajar yang hadir dan antusias mengikuti sesi sharing kece ini. Yup, sekitar 75 peserta hadir dan duduk di atas karpet merah yang digelar di bawah tenda yang biasanya dipakai untuk pesta yang dipasang di halaman sekolah SMK Bahagia. Tadinya mau pake ruang kelas, namun karena jumlah audience yang ditargetkan lebih dari 50an peserta, dan juga agar suasana sharing kece ini terasa santai dan asyik, maka disepakatilah untuk mengadakannya di bawah tenda biru merah ini.

Internet, kini tentu bukanlah lagi barang abstract yang aneh apalagi ekstrim. Semua orang, utamanya di perkotaan pasti sudah ngeh kala kita menyebut kata ini. Internet. Bayangan orang setidaknya pasti akan lari pada sebuah bayangan di kepala tentang jemari-jemari yang bergerak lincah di atas keyboard, mata fokus menatap layar gadget [smartphone, tablet], laptop, ataupun komputer, membaca informasi atau apapun yang diaksesnya pada sebuah sumber informasi dari dunia virtual.

Internet juga dipercaya sebagai bentuk canggih hasil kemajuan teknologi informasi yang tak hanya mendatangkan manfaat namun juga bisa hadirkan mudarat. Dengan berinternet kita bisa menambah ilmu pengetahuan [sumber informasi dan pembelajaran], menambah jalinan pertemanan [jejaring sosial], bahkan bisa menambah penghasilan [jualan online, blog monetize, buzzer, dan lain sebagainya].

Dengan berinternet, selain mendapatkan manfaat, pastinya jika kita kurang paham penggunaannya secara sehat, maka bahaya pun tak ketinggalan mengintai. Selain menjauhkan kita dari dunia nyata [asyik berjejaring sosial, ketagihan berchitchat atau gaming], internet juga bisa mengundang bahaya yang lebih ekstrim. Misalnya membuka pintu bagi pelaku human traficking atau penjahat dunia maya lainnya, karena tanpa sadar, dalam berjejaring sosial tadi, kita justru telah memberikan segala informasi spesifik kita yang membuat mereka bisa menjangkau kita dengan mudah. Sehingga tak heran jika banyak kita temui berita orang hilang setelah ketemuan [kopdar] dengan teman dari facebook, misalnya. Dan berbagai efek negatif lainnya.


Yup, internet itu ibarat pisau bermata dua, yang jika kita tak bijak dan ahli menggunakannya, maka mata pisaunya justru bisa melukai diri kita sendiri. Dan banyak fakta menghadirkan kesaksian bahwa banyak pengguna internet yang belum begitu paham akan fenomena ini, sehingga banyak sekali kita dengarkan berita atau saksikan informasi-informasi tentang penyalahgunaan internet oleh oknum-oknum tertentu [scammer, hacker, dan penjahat dunia maya lainnya] dalam bentuk pemerasan, human trafficking [perdagangan manusia utamanya wanita dan anak-anak], dan berbagai bentuk kejahatan lainnya.

Think Before Posting - Keep Your Fingers

Yup, jika dulu pepatah lama mengatakan bahwa 'mulutmu adalah harimaumu', maka kini pepatah lawas itu telah beralih ke kalimat baru yaitu 'jemarimu adalah harimaumu'. Karena kini, adalah jemari kita yang pegang peranan dalam menghasilkan kalimat demi kalimat yang akan meluncur cantik ke dunia maya, baik melalui akun media sosial yang kita miliki atau melalui blog [jika punya] yang kita kelola. Salah ketik, atau hasil rangkaian jemari yang asal jadi, asal bunyi, pastinya akan menghasilkan reaksi atau efek negatif yang tentunya akan memicu hasil yang negatif pula.

Karenanya, kelincahan tarian jemari di atas keypad atau keyboard ini haruslah bekerja apik dengan akal sehat dalam menghasilkan postingan yang akan kita share ke dunia maya. Think before posting! Keep your fingers!

Dalam sesi ini, aku memang tak bosan mengulang-ulang key message ini. 'Think before Posting, keep your fingers!'. Karena menurutku, tindakan ini memang megang peranan banget dalam berinternet secara aman dan sehat. Bener ga sih, Sobs?

Lalu, Al,  gimana sih agar kita bijak berinternet?
Hm, sebenarnya ada sih panduan general yang bisa kita terapkan, Sobs. Seperti yang aku rangkum di bawah ini, coba deh pantengin, yaaa.



Yup, berinternet secara sehat memang tidak mudah. Utamanya bagi anak-anak jelang remaja, yang begitu terlena dengan asyiknya berjejaring sosial, bermain game, atau lebih fatalnya lagi malah ketagihan mengakses situs-situs pornografi atau situs negatif lainnya. Tak ada yang bisa mencegah mereka untuk tetap melakukan ini, kecuali kalo, pemikiran mereka bahwa hal-hal yang mereka lakukan itu sesungguhnya mengandung bahaya yang mengintai setiap saat. Jadi satu-satunya cara paling efektif sebagai langkah awal adalah membangun kesadaran pada benak mereka bahwa internet dengan cara yang mereka lakukan itu adalah tidak sehat. Beri pemahaman bahwa untuk menjaga keamanan diri sendiri, juga masyarakat dan linkungan, bahkan dalam berinternet pun kita harus melakukannya dengan cara yang sehat. Internet sehat maka akan hasilkan generasi yang sehat.

Yup, sosialisasi tentang internet sehat, generasi sehat, sudah saatnya semakin digerakkan dan disebarluaskan. Yuk, kita bantu sosialisasinya dengan cara yang kita bisa, salah satunya dengan share informasi ini ke orang-orang terdekat dan lingkungan sekitar. Oya, Sobs, jika ingin mendapatkan materi topik Bijak Berinternet, Think Before Posting, bisa colek saya di telegram @alaikaabdullah atau email at alaikaabdul@gmail.com atau lihat-lihat slide capturenya di galeri instagram aku @alaikaabdullah, ok?

Semoga sharing ini bermanfaat, and see you in the next post and other topic, ya! Happy blogging keep posting!

catatan kecil tentang sosialiasi internet sehat
Al, Bandung, 4 May 2016
Read More

Profile Blogger: Meriska PW

/ / 62 Comments
Hello, readers. Hello, Sobats maya tercinta. Duh, beberapa minggu ga sempat menarikan jemari di rumah maya tercinta ini, beneran bikin kangen, deh! Kangen ketak ketik dan berbagi cerita positif dengan kalian semua. Namun apa daya? Kesibukan di dunia offline begitu menyita waktu, bahkan hingga membuat tugas yang satu ini terpaksa tertunda dan bahkan melewati deadline. Hiks.

Yup, menuliskan profile salah satu sahabat blogger yang bernaung di dalam grup Blogger Perempuan adalah sebuah komitmen yang harus happily being fullfilled oleh setiap peserta arisan link. Udah pada tau donk tentang arisan link ini? Ha? Belum? Masak belum tau sih?

Arisan Link ini adalah sebuah program yang diselenggarakan oleh BP FB Group, yang beranggotakan 180 peserta, yang dibagi ke dalam 6 kelompok, di mana masing-masing kelompok berisi 30 personil, yang akan menuliskan artikel tentang si pemenang arisan pada kelompok yang diikutinya, dengan menghibahkan satu buah backlink kepada si pemenang.

Nah, postingan ini adalah postingan ketiga, aku sematkan dalam kategori profile, dalam rangka menyemarakkan arisan link tadi, itu, Sobs! Pemenang putaran ketiga ini adalah seorang mamah muda, bernama Meriska Putri Wahyuningtias, yang bekennya dikenal dengan Meriska Putri W atau Meriska PW. Eits, PW itu, jelas bukan kependekan dari posisi wuenak, lho, ya! Hehe.

Well, Sobats sudah kenal dengan Mba Meriska? Yuk, yang belum mengenalnya secara lebih dekat, mari aku perkenalkan dengan pemilik blog berjudul 'Mandi Kembang' ini deh.
Ssst! Bukan! Mandi kembang yang tertera apik pada beranda rumah mayanya itu ga ada hubungannya dengan dunia klenik, lho, beneran! Mba Meriska itu bukan paranormal, dan tidak membuka praktek supranatural. Catet!

Meriska PW
Tampilan Blognya Mba Meriska PW


Lalu, kenapa Mba Meriska malah bikin judul blognya seperti itu? Kenapa harus Mandi Kembang? 

Yee, suka-suka doi, donk, ah! Hehe.
Oke, oke. Jadi, ternyata nih, Sobs! Si mamah muda, Mba Meriska ini, awal ngeblog memang meniatkan buku digitalnya ini sebagai media 'nyampah uneg-uneg' alias menjadi media 'buang sial', di mana dia ingin menjadikan blognya sebagai tempat curhatan hati, mengeluarkan kesal dan aneka rasa hati hingga plong dan hati kembali adem. Makanya cukup masuk akal kan jika kemudian Mba Meriska bikin blog dengan judul 'Mandi Kembang' itu? Kan biasanya orang mandi kembang dengan harapan buang sial, dan berharap hal-hal positif akan kembali menghampiri setelah mandi kembang. So, sudah paham lah yaaa?

Terus, Al, siapa sih Mba Meriska PW ini?


Ok, aku juga belum pernah ketemu secara langsung sih, dengannya. Belum pernah KopDar. namun karena sama-sama bergabung di grup Bogger Perempuan Network, dan bersatu pula di dalam grup Arisan Link Kelompok II, maka kami jadi sering berinteraksi di grup Whatsapp Arisan Link Kelompok 2 deh.

Mahmud [mamah muda] yang ternyata anak Teknik dari Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang ini, lahir di Blitar, Jawa Timur, besar di Lombok dan kini menetap di Sidoarjo, Jawa Timur.

Sebagai sarjana Teknik, mahmud ini pernah bekerja di sebuah perusahaan konsultan teknik milik BUMN di kota Malang namun kemudian menuruti panggilan hatinya untuk enjoying her new activities at home. Being Maulana Fathir Alghifari [Alif]'s mom and the lovely wife of Mr. Abdurrohman Taufiq. Predikat 'staying at home Mom' pun dengan happy dilekatkan sebagai profesi yang dipilihnya. Hm, asyik banget deh kayaknya ya, Mba Meriska, being a SAHM. Saya dari dulu juga pengen begitu, ih! Being at home, do our passion and earn money from home. Wow!

Terus, Mba Meriska tuh nulis apa aja sih di blognya, Al?

Nah, bicara tentang kategori blog atau niche blog, nih. Menurut ubek-ubekku secara general di blognya si mamah muda ini sih, blio mostly writing about beauty review and traveling. Walo ada juga tulisan-tulisan tentang curhatan hati, dan beberapa kategori lainnya. Oya, satu hal lagi yang aku salut dengan si Mba Meriska ini adalah, tau, ga Sobs? Ternyata mostly of her articles were produced from cellphone, lho! Bukan dari lappie or kompie. Keren yaaa?

Lalu tentang statistik blog blio, piye, Al?

Hm, bicara tentang statistik, template, ini mah sama dengan bicara data, yak! Baiklah, yuk kita coba lihat secara general pada info grafis berikut ini, yuk!


Input for Mandi Kembang

Seperti biasa, tanpa bermaksud untuk menggurui, maka sebagai penutup tulisan ini, I would like to give a little bit input for improvement, jika Mba Meriska berkenan, nih! Dan sekali lagi, ini sama sekali tak bermaksud untuk menggurui lho, ya, hanya some points of my view aja.

1. Custom domain.

Rasanya, saat ini, memiliki domain pribadi alias tak lagi numpang di blog gratisan adalah sudah sangat layak untuk dipertimbangkan lah ya? Selain memudahkan para pembaca setia untuk mengingat url atau link blog kita yang lebih spesifik, juga akan terlihat lebih profesional. Bayangin, lebih mudah mana bagi Sobats dalam mengingat link blog saya www.alaikaabdullah.com atau my-virtualcorner.blogspot.com? Tentunya lebih mudah mengingat yang pertama kan?

Selain itu, memiliki domain khusus/pribadi juga banyak banget kelebihannya, lho. Salah duanya adalah jika kita memang berniat untuk personal branding dan ingin meraih perhatian dan kerjasama dengan brand atau agency. Memiliki domain pribadi alias blog dengan domain spesifik dan berbayar memang sudah saatnya diupayakan. Apalagi kini, harga sebuah domain juga sudah murah banget, lho!

2. Halaman/page Disclosure

Dalam beberapa profile yang sudah tayang di blog ini, aku selalu menekankan pentingnya halaman disclosure untuk dicantumkan pada blog kita, jika kita memang bersungguh-sungguh untuk monetizing blog kita via paid to review jobs. Mengapa? Ya, karena berhubungan dengan himbauan Google yang sempat dirilis pada Maret lalu itu, lho! Apah? Belum baca tentang himbauan itu? Baiklah, Sobats bisa baca-baca tentang ulasan itu pada tulisanku yang ini, deh.

Nah, untuk Mba Meriska, ga ada salahnya deh jika ikutan bikin halaman disclosure ini, biar terlihat lebih sip, gitu lho! Untuk halaman disclosure, bisa tip-ngintips di halaman disclosure-ku deh.

Well, Sobs, berhubung tulisan ini ditulis di sela-sela multitasking tugas lainnya yang juga antri berjejer, masukan lainnya kayaknya ga ada deh, apalagi tulisan-tulisan Mba Meriska juga udah kece-kece, maka tulisan ini aku akhiri sampai di sini dulu, deh, yaaa. Dan bagi Sobats yang ingin berkenalan dengan si mamah muda yang cantik ini, bisa langsung ke tekape dan ikutan mandi kembang deh yaaa!

Catatan Review Blog Sahabat,
Al, Margonda Residence, 24 April 2016
Read More

Cara Praktis Menghalau Galau

/ / 43 Comments

Picture taken by Alaika Abdullah, using Zenfone 2 at a florist in Lembang 

Pasti kita sudah sering banget membaca kalimat yang tertulis pada gambar di atas, ya, Sobs? Akan indah pada waktunya. Tapi pernahkah kita merenunginya dengan seksama?
Ih, boro-boro mikirin dan renungi kalimat itu, Al, mikirin kehidupan ini aja udah pusing atuhlah!

Hm, bener juga sih. Bagi kebanyakan dari kita, hidup ini semakin hari kok semakin sulit. Kebutuhan yang meningkat, seiring meningkatnya jumlah anggota keluarga, atau meningkatnya umur anggota keluarga itu sendiri [anak yang semakin gede, misalnya] memang tak bisa dipungkiri, juga memberi efek langsung pada kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Hadeuh, memang sih, ga salah jika begitu banyak bibir yang mengeluh. Duh, hidup ini tambah sulit ajah!

Etapi, mengeluh terus juga tak akan mampu menyelesaikan permasalahan kan? Yang ada justru pikiran semakin butek dan sempit. Hati jadi kelabu, dan gairah mengisi hari tak lagi menggebu.
Lalu harus bagaimana, Al? Emang kamu punya solusinya? Sok bijak deh, ih!

Hehe, emang sih, aku ga punya solusinya, Sobs! Karena aku sendiri juga sering mengalami persoalan-persoalan kehidupan yang seperti ini, sih! Apalagi kalo udah menyangkut kebutuhan untuk bayar biaya sekolah Intan yang setahun kudu bayar 3 kali, karena ada tiga semester dalam setahun, yang biaya per semesternya juga bikin jantung melambat detaknya. Hehe. Namun..., hadeuh, ga mau atuhlah jika jantungku sampai melambat apalagi berhenti detaknya. Makanya, biasanya nih, jika sudah galau tingkat dewa, gegara 'serangan teror' kebutuhan hidup yang belum terpenuhi, aku suka mengambil langkah ini, Sobs! BERKACA/BERCERMIN.

Ha, seriusan, Al? Bercermin means that you look at yourself on the mirror? Berdiri menghadap cermin sambil menatap bayangan diri? Begitu kah, Al? Hehe. YUP. Beneran, Berkaca. Duduklah dengan tenang di depan cermin. Atau jika tak ingin duduk, berdiri santailah di depannya. Tatap wajah dengan seksama. Lalu, ucapkan dengan penuh empathy kalimat ini.

"Hidup ini memang terkadang sulit, tapi yakin deh. Sesudah kesulitan akan  ada kemudahan. Kita tak akan pernah mengenal kemudahan, jika tak pernah bertemu dengan kesulitan. Kita tak akan pernah tau bagaimana rasanya happy jika tak bertemu dengan sadness."

Ulangi kalimat itu seakan sedang berdialog dengan seseorang. Yakin deh, Sobs! Di saat galau, bahkan hati dan jiwa kita perlu tempat untuk berdialog, lho! Dan sebenar-benarnya tindakan, sebelum kita memutuskan untuk curhat pada orang lain, akan sangat baik jika kita bisa berdialog/sharing pada diri kita sendiri. Beneran, lho, Sobs! Aku sudah membuktikannya berkali-kali.

Cermin dan pantulan bayangan sendiri, adalah ibarat kita sedang berdialog dengan seseorang yang tak akan pernah membocorkan rahasia apa pun yang kita curhatkan padanya.

Lalu, apakah setelah itu, kita akan menemukan solusi dari masalahnya? Apakah masalahnya selesai setelah curhat? Tentu belum! Etapi, setidaknya, dengan releasing beban yang menghimpit dada, kita akan merasa lebih ringan, dan pikiran lebih jernih di dalam mencari solusi. Tak perlu merasa takut dianggap gila atau sakit jiwa, karena kita berdialog dengan cermin. Makanya sebelum melakukan langkah ini [berdiri di depan kaca dan berdialog dengan bayangan], kunci dulu pintu, pastikan kita hanya seorang diri. Hehe.

Setelah berdialog dengan cermin? Ngapain lagi, Al?

1. Renungkan

Setiap persoalan pasti ada sebabnya, donk? Coba mapping problemanya. Jadi ambil pinsil atau pulpen atau kalo perlu spidol dan kertas. Petakan persoalan yang sedang kita hadapi. Percaya deh, dengan menuliskannya ke atas sehelai kertas, kita akan bisa melihat dengan lebih jelas, masalah apa aja yang sedang kita hadapi.

2. Telaah

Apa aja sih penyebabnya ini? Kenapa sampai terjadi. Salahnya itu di mana, lengahnya di bagian mana hingga kita kecolongan atau hal ini menjadi problema.

3. Rencanakan solusinya

Ini memang tidak mudah. Bahkan terkadang, tidak setiap kita mampu menghasilkan solusi sendiri. Sah-sah saja jika kita ingin melibatkan orang terdekat untuk ikutan memikirkan solusi dari problema yang sedang kita hadapi. Tapi, keep in mind, pilihlah orang yang tepat untuk berbagi persoalan ini, karena takutnya, di depan kita iya iya, di belakang malah kayak radio. Menyiarkan kabar ini ke orang-orang lainnya. Yang ujung-ujungnya malah jadi menambah masalah.

4. Tindaklanjuti/eksekusi rencana hasil dari poin 3 di atas.

Setelah berembug, atau setelah semedi berfikir ulang, setitik harapan mulai membentang mungkin, titik pencerahan mulai bersinar, maka jangan pake 'lama', kuatkan tekad dan upaya untuk segera eksekusi/laksanakan agar tidak basi atau kembali 'melempem'.

5. Bersabarlah, karena habis gelap terbitlah terang kan?

Yup, setelah berupaya, ikhtiar, keep in mind that we are the planner, but the best planner is only HIM. The creaturer of the universe!
Yup, dengan menyadari sepenuhnya bahwa kita ini memang perencana, pembuat planning, tapi jangan lupa, bahwa perencana terbaik adalah sang MAHA PERENCANA, Dia adalah perencana ulung! Pencipta alam semesta.

Terkadang pada tahap ini, kita semakin tak sabar dan bertanya-tanya di dalam hati, Gusti, akan kah cobaa-Mu ini berakhir? Mampukah aku bangkit dari keterpurukan ini?
Menurutku sih, dan pengalamanku sejauh ini, jika sedang dihadapkan pada tahapan/poin 5 ini, aku akan melatih diri untuk berfikir dan mensugesti diri, 'sabar, Al. Tinggal beberapa langkah lagi. Yakinlah, Dia tidak tidur, dan Dia tak pernah mencoba kita melebihi batas kemampuan kita dalam menahan beban. Semua akan indah pada waktunya.'

Semoga...

catatan ringan sore hari,
Al, Kuningan - Jakarta, 15 April 2016
Read More

Jika memang belum rezeki

/ / 12 Comments


Ini adalah sebuah postingan lama. Tentang putri tercinta yang begitu gigih jualan online, mencari tambahan 'uang saku' sehingga bisa beli barang yang diinginkan tanpa harus 'menyusahkan' Umi.
Kegigihannya sungguh bikin hati haru juga bangga. Usianya masih belasan kala itu, dan masih duduk di SMU kelas 1 atau 2 deh, lupa-lupa ingat, dan masih tinggal di Banda Aceh - bersama ayah dan ibuku, menyelesaikan sekolahnya di SMA Labschool, Banda Aceh.

Jerih payah itu, dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk memenuhi impian. Impian yang bagi orang lain adalah hal kecil yang tak perlu usaha besar, namun bagi Intan, yang ga ingin nyusahin Umi, maka dia harus berusaha mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk menukar BB Onyx [hadiah Umi] upgrading ke Torch. Yup, kala itu BB memang lagi ngetrend banget, dan BB Onyx pertama Intan malah sempat bernasib tragis seperti yang aku posting di sini.

Singkat cerita, dana yang dikumpulkan Intan tercukupi, and happily report to me that she wanna upgrade her Onyx to Torch, by shopping online. Tentu saja aku menasehatinya agar beli di Bandung saja, karena kan Intan mau ke Bandung, jadi bisa ke BEC, lihat, pilih, bayar dan bawa pulang. Aman!

Etapi, si putri tersayang malah..... [read more]
Read More

Profile Blogger: Liza P Arjanto

/ / 42 Comments
Profile Blogger: Liza P Arjanto

Tulisan ini adalah tulisan kedua, dalam kategori profile, yang sengaja aku siapkan dalam rangka menyemarakkan 'Arisan Link', program kece yang digusung oleh Blogger Perempuan Network. Setelah putaran pertama dimenangkan oleh Mba Esti yang postingan tentangnya bisa dibaca di sini, maka kini, nama yang muncul pada putaran kedua untuk kelompok II adalah kakak kece yang fotonya nampang cantik di sebelah. :)

Namanya Liza P Arjanto.
Blogger imut kelahiran Riau dan menetap di Bekasi, yang ternyata adalah juga penulis buku [parenting, motivasi] dan juga pengisah fiksi. Ibu dari enam orang putra-putri ini berperawakan mungil, lembut dan santun. Mba Liza, bener ga sih dirimu imut atau malah tinggi? Hihi. Sok tau nih akunya. Memang sih, belum pernah ketemu secara langsung atau face to face, tapi cenayanganku ini lho, halah, mengatakan bahwa dirimu itu imut lagi mungil. Kudu kopdar nih kita.  Hehe.

Penasaran ini, semakin membimbing jemariku untuk kepoin akun sosmednya deh. Maka berlarilah aku ke facebook Mba Liza. Tuh kan, bener!

Alaika Abdullah

Mungil kan? Dan lihat deh buku-buku karyanya yang dijejer di cover facebooknya! Keren yaaa?

1. MomaLiza 

Kumpulan Kisah Inspiratif, Pengasuhan dan Karya Media menjadi tagline yang dipilih Mba Liza di dalam menggelar karya-karya di blognya, yang diberi judul MomaLiza. Menampung artikel-artikel berkategori parenting, kisah inspiratif, rekaman fiksi-fiksi yang sudah dimuat di media cetak, serta aneka resep masakan, menjadikan blog yang dikelola Mba Liza pantas banget kita sebut sebagai blog yang bertema lifestyle. 

2. Template



Menggunakan template bawaan blogger, 'awesome' yang simple, seharusnya memberi kesan MomaLiza sebagai blog bertemplate simple nan elegan. Namun sayangnya, menu bar yang hanya terdiri dari 'Beranda dan Tentang Penulis', justru membuat blog ini terlihat masih sangat sederhana dan akan sangat baik jika Mba Liza mau memberikan tambahan sentuhan lembut di beberapa bagian. Misalnya, dengan menambahkan kategori 'Parenting', 'Kisah Inspiratif'' dan 'Fiksi' pada menu bar, di samping 'Tentang Penulis'.

Selain mempermanis tampilan, menambahkan label/kategori pada menu bar akan sangat membantu visitor blog untuk memetakan kategori artikel dan memudahkan navigasi.

Untuk tingkat responsive, template yang digunakan Mba Liza juga sudah termasuk yang mobile friendly. Siplah!


Content/Artikel

Seperti halnya aku dan banyak blogger perempuan lainnya, Mba Liza juga tidak mengkhususkan blognya pada satu tema saja (niche), melainkan membiarkan inspirasi yang hadir di benak mengalir menjadi tulisan-tulisan variatif yang dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, seperti parenting, resep masakan yang dikemas dengan nama serba-serbi dapur, kisah inspiratif bahkan fiksi. Kumplit, ya, Sobs?

Statistic/Blog Performance

1. Alexa.

Per tulisan ini aku buat, blognya Mba Liza berada pada lingkaran alexa 982 ribuan. Sederetan angka yang telah dimulai perhitungannya sejak tahun 2010, bisa dikatakan nilai alexanya termasuk belum kurus, soalnya sudah mulai sejak 2010 kan ya, Mba? Etapi, tunggu dulu, mulai dotcomnya sejak kapan yaa? Anyway, teteup, Mba Liza, diet yuk!

2. Loading Speed


Wew! Cepet banget. Keren, Mba!

3. Domain Authority dan Page Authority

Bicara tentang dua sejoli ini, DA dan PA, sudah bukan rahasia umum lagi, jika keduanya adalah merupakan tolok ukur atau parameter yang kini semakin sering dipakai oleh brands atau agency di dalam memilih blogger untuk bekerjasama. Semakin besar nilai DA dan PA, maka semakin tinggi pula popularitas si blogger di mata mesin pencari. Maka, tak heran, jika kini, blogger pun mulai memperhitungkan parameter yang satu ini.

Yuk, kita coba cek DA-PA blognya Mba Liza ini, yuk!


Hm, ayo Mba Liza, semangat yaaa! Baca-baca tips menaikkan DA-PA yuk!

4. Google Indexing


Hm, tampaknya si Mbah mulai pelupa, deh. Masak searching dengan kata kunci Liza Permasih hanya menghasilkan 994 results (o.61 seconds). Gimana, nih, Mba Liza? Kayaknya perlu minum cerebrovit deh si Mbah. Haha

Input for MomaLiza

Sepertiku pada awal artikel ini, bahwa sebenarnya blog Mba Liza ini udah kece, hanya saja menu navigasinya yang masih perlu ditambahkan. Yang sekarang baru ada adalah menu/label 'Beranda' dan 'Tentang Penulis'. Jika saja Mba Liza mau menambahkan kategori lainnya pada menu navigasi ini, aku yakin, pembaca setianya akan happy karena akan memudahkan mereka dalam mengeksplor tulisan-tulisan yang mereka inginkan.

Memang sih, pada sidebar kanan, tertera 'labels' di mana pembaca bisa melihat dan menentukan ingin membuka artikel yang mana. Tapi posisinya yang berada pada sidebar kanan, agak ke bawah pula, membuat informasi ini tersembunyi. Jadi saranku sih, jika Mba Liza mau menambahkannya pada menu navigasi di atas, it will be very good, dan juga akan bikin tampilan blog ini lebih oke.

Halaman Disclosure

Terkait dengan hadirnya himbauan si Mbah google per 17 Maret 2016 kemarin, yang ulasannya bisa dibaca di sini, maka sudah selayaknya jika kita mulai mencantumkan halaman disclosure pada blog kita. Untuk apa serta bagaimana sih halaman disclosure itu? Bisa dibaca pada link ini, ya, Sobs!
Bicara tentang disclosure, rasanya memang sudah saatnya kita memilikinya, apalagi jika blog kita sudah ber-custom domain alias tidak lagi numpang di platform gratisan. Terlebih lagi, jika kita memang berniat untuk menerima ajakan kerjasama dari brand atau agency, maka sudah selayaknya jika disclosure page juga dipersiapkan.

Masukan lainnya?
Hm..., udah ah, blog Mba Liza udah cukup ciamik, kok. Hanya perlu sedikit sentuhan tambahan agar tampil lebih kece ajah! Semoga Mba Liza berkenan dengan tulisan ini, yaaa!

Catatan review blog sahabat,
Al, Margonda Residence, 6 April 2016



Read More

Foto Bareng di Papyrus Photo Studio

/ / 29 Comments
Foto bareng di Papyrus Photo Studio ini sebenarnya terjadi tanpa disengaja. Tadinya mau ke Lembang untuk cari tanaman bunga dan beberapa pohon buah yang diinginkan ibu dan ayah, untuk di tanam di halaman samping rumah. Makanya pakaian yang kami kenakan pun ala kadarnya, ya..., namanya juga mau lihat-lihat kembang dan tanaman, plus beli tanah dan pupuk segala, jadi outfit of the day pagi itu, Minggu, 27 Maret 2016, adalah pakaian sporty yang siap untuk kotor-kotoran. Begitu juga dengan ibu, Ayah dan Intan.

Lalu, kami pun keasyikan dan sukses terpesona melihat bebungaan yang aduhai cantiknya, di tempat penjualan tanaman dan pohon buah. Duh, sungguh bikin mata seger dan hati adem deh. Bahkan ibuku sampai 'kalap', sudah membeli tiga batang pohon jambu cingcalo segala. Ya ampun, Mak, mau ditanam di mana sampai tiga batang? Itu baru pohon buah, belum lagi yang kategori kembang, duh, riangnya hati si bapak penjual kembang ini, dengan sigap blio memindahkan tanaman-tanaman cantik itu ke dalam 'tubuh' si Gliv. Haha.

Tak terasa hari mulai beranjak siang. Sebuah nada incoming call berbunyai nyaring di hapeku. Nchie Hanie, si sohib geulis, menelp. 'Halo, cyin! Yup, lagi di mana?" Sapaku.

'Hi cyiin, ke sini donk, aku sama Olive lagi di Ciwalk nih. Ketemuan di sini yuk. Sekalian realisasi rencana kita waktu itu lho! Pepotoan di Papyrus. Mumpung dari Lembang, tinggal turun dan mampir sinih! Aku tungguin yaaa!' Yee, telfon pun ditutup. Yakin banget aku bakalan oke.

Etapi, bener juga, ke Ciwalk kan tinggal turun dari Lembang dan mampir. Lagi pula, mumpung lagi jalan bareng Ayah dan Ibu serta Intan. Rumah baru ayah dan ibu di Bandung ini pasti akan istimewa jika pada dindingnya dipasangi foto keluarga, tapi jangan foto keluarga dengan konsep formil, di mana semuanya berpakaian formal, melainkan dengan konsep santai, sehingga kesan harmonis dan akrab 'mengental' sempurna hangatkan rumah dan penghuninya, maupun tamu yang datang bertandang.

Dan ini adalah kesempatan yang cukup baik untuk melarikan Ayah dan Ibu ke photo studio. Soalnya ibuku tuh, agak-agak gimana gitu deh kalo diajak bepotoan. Ga suka. Apalagi ke foto studio. Kalo tidak dengan pakaian yang sempurna dan cantik, pasti ga akan mau. Tapi, kapan lagi kan? Masak untuk foto kece harus dengan pakaian ala-ala keluarga ningrat segala? Dengan pakaian yang seperti ini, justru akan menghasilkan foto-foto berkesan santai, kece dan harmonis. Pasti kalo ke photo studio, fotografernya akan punya ide photo story yang bagus deh untuk hasilkan gaya yang kece.

Maka, setelah melontarkan satu dua jurus rayuan maut, luluh juga hati ibuku untuk mau difoto. Yeay!! Aku dan Intan bersorak gembira. Lagian, hingga segede ini, 19 tahun, Intan belum pernah foto berdua denganku di photo studio. Jadi, foto bareng kali ini, kudu, harus!

Maka, meluncurlah kami ke Papyrus Photo Studio, sebuah tempat pepotoan yang memang recommended banget by most of my Bandung's friends, sebagai photo studio professional dengan hasil dan layanan apik - berkualitas.

Papyrus Photo Studio

Berlokasi di Cihampelas Walk [Ciwalk] Extension, 1st Floor Unit FF No. 18, Jalan Cihampelas No. 160, Jawa Barat, Papyrus photo studio memang mudah diakses. Mencari alamatnya pun tak sulit. Bisa melalui mallnya, melewati sky walk dan berdekatan dengan Baso Malang Karapitan. Atau bisa juga melewati eskalator yang dekat Game master, melewati sky walk lalu belok ke kiri. Atau bisa juga via eskalator yang dari Roppan, melewati KFC. Designnya yang minimalis, menjadikan photo studio yang satu ini mudah untuk dikenali/dihapal.


Layanan terhadap Pengunjung/calon Customer

Yang bikin aku senang main ke Papyrus ini adalah, Akang atau Teteh CSnya yang ramah tapi ga 'ngejer' banget untuk ngeburu calon customer untuk 'tentukan sikap'. Maksudnya, Al?
Ini lho, terkadang, ada kan CS yang ngotot banget agar kita segera menentukan pilihan, mau ngapain, terus pilih layanan atau paket apa, bla bla bla. Nah, kalo di sini, akang atau teteh CS seakan memberikan peluang/waktu bagi kita untuk tidak terburu-buru, sehingga kita punya cukup waktu rileks, lihat-lihat foto yang terpajang di dinding, atau cuci mata pada frame2 kece yang dijejerin di hall mungilnya, atau sekedar duduk-duduk dulu di sofa empuknya. Barulah setelah mantap hati dan pikiran *halah*, kita bisa memanggil atau mendekati akang/teteh CS untuk tentukan paket yang kita inginkan, dan didaftarkan untuk melakukan pepotoan.


Fotografer Papyrus oke punya pake bingits!

Tak semua orang photogenic. Tak semua orang pinter gegayaan. Ada yang salah tingkah saat difoto, dan kehilangan gaya saking malu atau ga pede berhadapan dengan kamera apalagi yang di-shoot oleh orang lain/asing yang belum dikenal. Tadinya aku udah kuatir nih, duh, jangan-jangan ntar Ibuku bakalan segan untuk bergaya di depan kamera, karena ga kenal dengan fotografernya, sehingga bisa-bisa hasil foto nanti akan meriah oleh foto dengan gaya yang garing.

Aku sendiri sebenarnya juga termasuk orang yang sedikit malu-malu alias ga terlalu ekpressif di dalam berpose. Intan, si putri semata wayang apalagi. Huft. Etapi. Untungnya tuh. Kekuatiran ini langsung tertepis, manakala kami sudah berada di dalam studio fotonya. Akang fotografernya, asyik banget dalam mengarahkan gaya. Ramah, kocak dan akrab sehingga kecanggungan pun lumer seketika dan hasilkan puluhan pose, mulai yang garing *haha natural, lucu, hingga yang bener-bener fotogenik.

'Ayo, Nenek bersandar di Kakek donk biar mesra. Kakek bahunya ditegakkin dikit lagi, Kek. Nah, gitu... yes, tahan! Yup. Kereeen!'

"Ayo kakak, peluk mamanya, nah, Mama dan kakak matanya saling tatapan ya, biar cantik dan kasih sayangnya terpancar. Nah, gitu, yup, tahan! Oke, kece!'

Begitu deh diantara gaya si akang dalam mengarahkan gaya dan melumerkan kecanggungan. Dan..., penasaran dengan hasil fotonya? Yuk, siap-siap terpesona dengan hasil bidikan si akang dari Papyrus Photo Studio ini yaaa. :). Eh salah satunya udah ada di atas tuh!

Papyrus Photo Studio
Suka banget lihat hasil pose ini, deh! Santai, hangat dan akrab in a harmony. Sayangnya, belum sempat lihat hasilnya yang sudah dipigurain, dalam pigura yang gede, pasti kece badai, deh, ini. 

Alaika Abdullah at Papyrus
Nah, yang ini juga aku suka banget. Si akang fotografer berhasil mengarahkan gaya keduanya hingga hasilkan foto yang natural dan penuh kasih, ya? Hihi
Papyrus Photo Studio
Keren-keren ya, Sobs? 
Gimana, Sobs? Beda banget emang ya hasil foto bikinan sendiri dengan hasil arahan gaya dan kamera yang digunakan oleh foto studio professional? Hihi. Ya iya lah. Dan melihat hasilnya yang kece-kece ini, ibuku udah punya rencana untuk balik lagi ke Papyrus guna bikin foto keluarga lengkap nih nanti, edisi pakaian formal ala-ala gimana gitu, seperti yang dipajang di wallnya studio Papyrus.

'Ntar kamu balik ke Bandung, kita cari kebaya yang cantik dan senada di Pasar Baru, yuk, terus kita ajak juga adikmu dan keluarganya untuk foto bareng. Mamak sukak nih lihat hasilnya!'

Ops! Bahkan emak eikeh nagih, euy, dipoto dimarih! Hehe. Thank you so much, akang fotografer nan kece, dan hatur nuhun pisan, Papyrus! Nanti kami balik lagi yaaa.

Well, Sobats, berhubung mau berangkat kerja, sekian dulu nih cerita-cerita tentang bikin foto bareng di studio foto profesionalnya yaaa, sebenarnya masih pengen pamer-pamer beberapa soft copy foto lagi sih, kece-kece badai, lho! Etapi, udah ga keburu, euy!

Oya, walo di paket yang kami pilih ini, kita hanya akan diberikan 5 softcopy foto plus yang dicetak, di mana 1 foto dicetak dan dibingkai dengan ukuran 20 R, tapi kita masih bisa kok membawa pulang softcopy foto lainnya yang kita suka dari hasil shoot si akang fotografer. Syaratnya juga mudah kok, tinggal bayar aja, 1 softcopy 10 Ribu rupiah untuk pose yang senada, dan 20 ribu rupiah untuk yang posenya tidak senada [beda posisi dan komposisi]. Asyik kan?

Well, have a great day, Sobs! Dan bagi yang sedang ke Bandung, dan pengen mengabadikan momen-momen berharga, yuk, langsung cus ke Papyrus deh, dan siap-siap terpesona dengan hasil 'tangkapan kamera' dan profesionalitas layanan mereka.

cerita asyik, pepotoan bareng
Al, Margonda Residence, 6 April 2016

Read More

Langkah Sederhana Meningkatkan DA - PA

/ / 60 Comments
Langkah Sederhana Meningkatkan DA - PA

Sore ini, ketika baru saja bernapas lega setelah berhasil berdiri kokoh di dalam busway menuju pulang, chitchat di grup Blogger Perempuan Telegram kembali cetar exciting bin bikin was-was! Yup, bagi bloggers, info tentang Domain Authority dan Page Authority [DA-PA] update adalah salah satu berita yang suka bikin was-was kan, ya? Hayo, ngaku! Hehe.

Begitu juga aku. Begitu membaca dynamite yang dilontarkan chitchatnya Mba Tanty, pemilik Omah Antik, aku langsung kepo akan perkembangan DA-PA blogku sendiri. Ya, si My Virtual Corner inih! Ih, naik apa turun yaaa? Maka, tak sabar, aku minta tolong si Mba Tanty deh untuk ngecek langsung info terbaru itu. Dan Taraaa! What a happy news!


Wow, Alhamdulillah, naik dikit lah. Dari 32 koma sekian, kini sudah berada di angka 35 untuk Domain Authority dan 45 untuk Page Authority. Syukurlah.
Lalu, teman-teman lain pun pada ikutan minta tolong cek ke Mba Tanty, berhubung mereka sedang dalam situasi rempong seperti dakuh. Hehe.

Chitchat pun menjadi hangat dan mulai menggairahkan. Seperti obrolan biasanya di grup yang satu ini, berbagi ilmu pun mengalir tanpa diminta. Saling sharing tips meningkatkan DA-PA, how to obtain a good score and how to maintain them. Bla bla bla. Sungguh diskusi yang menarik, seperti biasanya.

Lalu, sebenarnya, benda apakah DA dan PA ini?

Mengenal Domain Authority and Page Authority

Anggaplah postingan ini untuk para new comers in the area of blogspheres. Yang baru saja ngeh bahwa blogging bukanlah hanya sebagai proses membuat blog, menentukan template, menulis dan posting. Karena bagi bloggers yang menganggap dunia ini layaknya dunia nyata, di mana ada lingkungan [blogspheres], ada manusianya [bloggers] dan ada hubungan kemasyarakatan [silaturrahmi/interaksi] baik dengan sesama bloggers, user/pencari informasi/netizen lainnya maupun the engine, juga ada yang namanya martabat atau derajat/peringkat domain/situs itu sendiri yang disebut sebagai Domain Authority dan Page Authority.

Jadi Domain Authority adalah sebuah parameter berupa nilai [mulai dari angka 0 - 100] yang dikembangkan oleh Moz, dengan memadukan semua link metric mereka; linking root domains, jumlah total link, MozRank, MozTrust, dan lainnya ke dalam sebuah nilai tunggal, yang akan digunakan sebagai parameter dalam menilai seberapa populer dan berpengaruhnya sebuah domain/website di mata search engine

Sayangnya, Domain Authority hanya bisa ditentukan untuk domain yang sudah menjadi Top Level Domain [TLD], sementara yang sub level domain, semisal ; xyz.blogspot.com, tips.alaikaabdullah.com dan semacamnya, hasil ukur DA-PAnya akan mengacu ke Top Level Domainnya. Jadi jangan kaget jika Sobats mendapati nilai DA untuk domain ini, misalnya; xyz.blogsot.com adalah sangat tinggi, karena dia mengacu ke nilai DA si blogspot itu sendiri. :)

Page Authority

Jika Domain Authority digunakan untuk menentukan popularitas sebuah domain secara keseluruhan, maka Page Authority adalah parameter yang digunakan untuk mengukur seberapa popular sebuah artikel/page di dalam situs/domain yang dimaksud.

Gimana, Sobs? Sudah paham lah ya tentang definisi dari DA-PA ini?

Lalu, gimana sih cara menaikkan DA-PA ini, Al?

Hm, sebenarnya bingung juga sih kalo diminta menjawab pertanyaan ini. Soalnya daku juga bukan blogger yang ahli dalam hal ini, nih, Sobs! Apalagi Moz sendiri merilis tulisan seperti yang tercantum di dalam screenshot di bawah ini, nih, Sobs!


yang terjemahan bebasnya kira-kira begini;

..., Tak seperti SEO metric lainnya, maka DA sulit 'diutak-atik' [baca: dipengaruhi] secara langsung. DA dihasilkan dari berbagai metric seperti MozRank, MozTrust, link profile dan lainnya] yang masing-masingnya saling mempengaruhi terhadap nilai DA.
Cara terbaik di dalam meningkatkan/mempengaruhi nilai DA adalah dengan memperbaiki SEO secara keseluruhan. Sementara di sisi lainnya, kita juga harus fokus pada pembentukan link profiel yang mumpuni, yaitu dengan mengupayakan agar memperoleh backlink dari website-website berkualitas.

Dan, setelah baca sana dan sini, ngulik sana dan ngulik sini, beberapa artikel keren yang bertabur di rumah si Mbah, aku mencoba mengambil intisari untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana sih agar DA-PA kita meningkat? Mudah-mudahan ulasan di bawah ini bisa sedikit mencerahkan ya, Sobs!


1. Teknik SEO yang benar. 

Hm, ini tentu bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi kita-kita yang masih awam tentang teknik ini. Aku sendiri, terus terang memang masih belajar akan hal ini, sih, Sobs. Jadi belum berani berbagi tips. Terus, kenapa berani meletakkannya pada poin pertama pula? Hehe.
Yaaa, karena beberapa artikel yang aku temukan, memang poin ini diletakkan pada poin pertama sih. Cuman, menurutku sih, ga harus juga berada pada poin teratas. Terserah kita, sambil tentu saja, pay attention that this point is important to learn about. Makanya aku letakkan di paling atas, agar aku sendiri kontinue untuk mempelajarinya.

Oke, tentang teknik SEO yang benar, mari kita googling, banyak banget lho praktek dan tuto tentang how to do Search Engine Optimization [SEO].

2. Social Media.

Dulu banget, setelah bikin postingan, published, lalu aku berdiam diri. Haha. Ga kenal yang namanya share it. Ga ngeh jika postingan sebagus apapun, akan duduk manis saja tanpa manfaat jika tak ada orang yang mengetahui akan keberadaannya. Berharap akan diindeks google dan muncul di halaman 1 atau pageone? How can jika kita sendiri hanya berpangku tangan tanpa berusaha untuk memperkenalkannya?

Untungnya kini, bergabung di berbagai komunitas blogger, aku akhirnya mendapatkan banyak sekali masukan. Salah satunya ya ini, bahwa setelah bikin postingan, sudah seharusnya kita manfaatkan akun2 social media kita untu share artikel-artikel kita dalam rangka mengundang traffic.

3. Link Internal

Ini juga salah satu trik penting di dalam meningkatkan page views. Iya donk, dengan menghubungkan internal link [link artikel postingan kita terdahulu, yang tentunya punya kaitan dengan postingan sekarang], sebenarnya kita sedang 'mengundang' pembaca kita untuk juga berkunjung ke halaman yang kita bidik. Iya kan?
Dan menurut para mastah dan mastih, strategi building internal link ini adalah salah satu trik jitu di dalam upaya menjalin jaringan yang kuat di dalam situs kita, sehingga akan memberikan banyak info bagi para pembaca/pencari info, dan membantu search engine di dalam indexing.

4. Hapus Back Link 'jahat'

Link Spam memang layak disebut sebagai link jahat! Udah komennya ga nyambung, eh malah masang link hidup pulak! Amboi... onde mande! Cape deh!
Saking berbahayanya Link Spam ini, aku dulu sampai menyediakan waktu khusus lho untuk menghapus semua spamming link ini. Dan efeknya? Ya ampyun, beneran ternyata! DA ku mulai merambat naik lagi, setelah sekian lama terjerat dan tak mampu merambat ke atas. Hihi. Dan setelah event bebersih Link Spam itu, aku pasang moderasi komentar, untuk menjaring spammer agar tak lagi bisa lolos dan bertengger cantik di postingan-postinganku.

5. Usia Domain

Ini juga merupakan faktor yang menentukan. Namun ini tidaklah berarti bahwa semakin tinggi nilai domain maka akan semakin tinggi nilai DA-PAnya, sih. Bisa saja, usia domain yang tinggi, namun hiatus, sama aja boong donk! Hehe.

Namun, usia domain memang berbanding lurus dengan skor nilai DA, dengan catatan, domain itu adalah domain yang populer dan baik di mata engine mau pun human.

Nah, Sobats tersayang, itulah sekilas rangkuman yang berhasil aku sarikan dari googling dan chitchat cantik di grup, tentang upaya-upaya yang harus kita lakukan dalam rangka mendongkrak nilai DA-PA. Selamat mencoba, dan semoga berhasil, ya!
Tips on how to influence Domain Authority,
Al, Margonda Residence, 4 April 2016


Read More