My Virtual Corner
Menu

Breast Spa, solusi sehat dan bugar untuk si 'gunung kembar'

/ / 8 Comments
Uhuy, judulnya kece-kece mengundang gitu yaa? Breast Spa, solusi sehat dan bugar untuk si gunung kembar. Hihi.

Etapi, beneran lho, kedua 'gunung kembar' ini bukan hanya berpengaruh sebagai daya tarik para wanita, melainkan juga memegang peranan penting dalam menghasilkan suatu generasi. Coba, ada yang berani membantah bahwa kedua benda lunak yang melekat sexy di dada para wanita ini bukanlah aset penting bagi seorang wanita? Ada yang berani bilang bahwa payudara bukanlah daya tarik [sex appeal] yang selalu dilirik oleh kaum pria? Ada yang berani membantah bahwa dari 'gunung kembar' ini lah mengalir sumber kehidupan [ASI] bagi bayi mungil yang bahkan kelak menjadi orang-orang hebat di atas bumi ini?
See? Fakta menunjukkan bahwa dua 'gunung kembar' bernama payudara ini memang penting bagi seorang wanita, dan saking pentingnya maka keduanya harus mendapat perhatian prima agar tetap sehat dan berfungsi optimal. Sepakat?

Namun sayangnya, nih, Sobs, setelah menikah, kebanyakan wanita justru lalai dalam merawat aset penting yang satu ini. Faktor menyusui dan kesibukan mengurus si buah hati sering banget menjadi kambing hitam, penyebab berubahnya bentuk payudara mereka. Alasan pembenaran lainnya adalah kesibukan bekerja, mengurus rumah dan berbagai alasan lainnya, diungkapkan sebagai alasan mengapa perawatan payudara jadi terkesampingkan. Padahal, kelalaian ini bukan hanya berefek pada berubahnya bentuk payudara, turun, kendor dan pastinya tak lagi terlihat menarik. Di balik semua itu, bisa saja penyakit berbahaya pun tiba-tiba sudah mengintai. Hiks.

Payudara pun akan alami penuaan dan perubahan bentuk.

Yup, sebagaimana wajah, bentuk tubuh, kulit dan organ lainnya yang ada di tubuh kita, payudara pun akan mengalami penuaan dan perubahan, baik bentuk maupun pengurangan fungsionalnya. Faktor genetik, usia dan menyusui seringkali ditengarai sebagai penyebab utama berubahnya bentuk payudara banyak wanita. Selain itu, faktor dehidrasi, kebiasaan merokok, mengenakan bra yang tidak pas untuk payudara, posisi tidur yang salah, bahkan diet ekstrim, juga diakui sebagai penyebab mengendurnya payudara, lho, Sobs! Wuih, kudu hati-hati nih. Hayuk, atuh, kita lindungi aset berharga kita!

Cara Alami Merawat Payudara

Tentu kita sepakat donk dengan ungkapan 'Mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati?'. Nah, dalam hal ini, jika bentuk payudara kita masih oke, alangkah baiknya jika kita mulai merawat dan menjaganya dengan baik dan teratur, dan biayanya pun jauh lebih murah. Mengapa jauh lebih murah? Karena dengan kondisinya yang masih baik, yang kita perlukan hanya bahan-bahan alami untuk merawat dan menutrisinya. Kita hanya perlu mencukupi tubuh kita dengan nutrisi yang baik plus beberapa gerakan olahraga untuk menjaganya tetap kencang dan cantik. Aih, segampang itu kah, Al? 

Yes. JIKA saja si payudara kondisinya emang masih baik, cantik dan kencang lho, ya. Namun jika memang sudah mulai layu, 'turun' dan kendurnya pun tak ketulungan, tentu diperlukan upaya lain yang lebih tinggi levelnya dari sekedar perawatan biasa.

Well, mari beranggapan bahwa payudara kita masih oke [yaa, katakanlah sudah sedikit mulai layu], berarti kita masih bisa banget nih merawatnya dengan cara alami, yaitu dengan melakukan beberapa tips perawatan berikut ini.

1. Pijatan dengan tangan sendiri

Yup, cukup gunakan kedua tangan kita sendiri untuk memijat secara perlahan dengan gerakan memutar dari pangkal lengan mengarah ke dalam. Lakukan pijatan ini selama 20 menitan pada saat mandi, menggunakan sabun agar licin, atau pada saat akan tidur dengan menggunakan lotion agar licin, lembut dan harum.

2. Masker dari bahan alami

Cara lainnya adalah dengan mengoleskan masker pada kedua payudara. Masker ini bisa dibuat sendiri dari bahan alami, lho, Sobs! Beberapa bahan yang pernah aku coba sih, masker bawang merah yang dicampur madu. Di mana bawang merah diblender kental sampai halus, siramkan dua sendok makan madu, campur rata, baru dioleskan pada payudara dan biarkan selama 15 menit. Setelah itu dibasuh dengan air hangat sampai bersih.

Bisa juga kita membuat masker dari oatmeal, lho! Pernah mencobanya? Hehe. Berdasarkan referensi tulisan yang aku lupa nemu di mana, aku terinspirasi untuk ikutan membuat ramuan masker dari bahan oatmeal ini. Yang ternyata, oatmeal itu ga hanya bikin sehat tubuh dengan kita mengkonsumsinya, tapi juga kece untuk bikin kencang payudara, lho!
Caranya?
Segenggam oatmeal dicampur yogurt, satu buah mentimun plus satu sendok makan madu. Haluskan bahan-bahan ini dengan blender hingga menyerupai scrub dan oleskan pada kedua payudara. Tunggu beberapa menit hingga terasa mengencang di kulit, dan setelah mengering, basuh/bilas dengan air hangat. Lakukan ini 2 kali seminggu untuk mencapai hasil yang optimal.

3. Rawat dan kencangkan payudara dengan Yoga.

Kalo ini, mah, semua orang juga sudah tau, yak? Hehe. Etapi, beneran lho, gerakan-gerakan tertentu pada gerakan yoga tuh, bisa banget membantu kita dalam merawat dan mengencangkan payudara. Apa aja gerakannya? Coba hubungi instruktur yoga Sobats dan tanyakan pada beliau yaaa? Hihi, atau tanyakan pada si Mbah yang kece badai, deh!

Breast Spa, Solusi Sehat dan Bugar untuk si 'gunung kembar'

Iya sih, Al. jika payudara kita memang masih oke kondisinya, gampang aja menerapkan ketiga cara di atas. Namun..., gimana ceritanya kalo payudara kita udah layu, kendur dan turun banget sehingga untuk meliriknya pun udah males? Ada solusi lain ga ya?

Hm..., ada ga yaaa? Cara instant dan berbahaya sih, ada, banyak banget, malah. Misalnya dengan implant payudara atau suntik silikon. Tapi efeknya juga ngerih donk?

Kebetulan nih, aku baru aja ngobrol-ngobrol kece dengan dr. David, itu lho, health consultantnya DF clinic, dokter kece yang akhir-akhir ini akrab denganku dan beberapa teman Blogger lainnya, sehingga kami bisa 'nyuri-nyuri' ilmu. Hehe. Nah, dokter David tuh, anti banget dengan hal-hal yang bersifat instant. Walo ilmunya tentang 'utak-atik' wajah dan tubuh agar tampil kece maksimal sangat mumpuni, namun blio tuh ga pernah mau mendukung tindakan atau keinginan orang-orang yang ingin tampil cantik secara instant tapi berbahaya. Sependek aku mengenalnya, dokter kece yang satu ini, selalu saja mensosialisasikan gerakan hidup sehat agar tubuh dan kulit sehat maksimal, sehingga akan terpancar aura kecantikan yang tentunya bening dan cling-cling. Apapun harus dilakukan dengan cara yang sehat dan aman. Begitu katanya.

Termasuk dalam hal perawatan payudara, yang tiba-tiba jadi topik obrolan kami bertiga [aku, Nchie Hanie dan dokter David] saat kunjungan kami ke DF Clinic minggu lalu.
Breast Spa
Ki-Ka : Nchie Hanie, Alaika Abdullah dan Dr. David Budi Wartono

Nah, dr. David tuh cerita bahwa sebenarnya payudara yang 'turun, kendur dan kurang menarik' itu masih bisa lho ditangani agar kembali tampil sehat, kencang dan menarik. Tentu akan butuh waktu perawatan yang lamanya akan tergantung pada kondisi si payudara itu sendiri.

Langsung deh aku dan Nchie Hanie melirik dua gunung kembar kami masing-masing, refleks, sampai membuat si dokter kece tertawa. Haha. Dan, hm, masih oke sih sebenarnya, tapi siapa sih yang ga pengen jika payudaranya bisa tampil menantang lagi seperti saat masih muda dahulu? Ya aku juga pengen donk, ah!

Apa sih Breast Spa itu, Al? 

Nah, mumpung lagi bareng dr. Dave [panggilan akrab kami untuk dokter David], kami 'nyuri' ilmu lagi deh dari blio. Plus, akhirnya tertarik untuk merasakan treatment Breast Spa [Spa untuk payudara] yang mulai banyak diminati kini, oleh para wanita. Yup, kami tertarik dengan penjelasan dr. Dave tentang breast spa ini, yang merupakan sebuah treatment untuk membentuk dan mengencangkan kembali payudara hingga terlihat indah dan bugar. Dan seperti biasa, setiap pasien yang datang ke DF Clinic, kudu Consult First [Doctor First] ke dokternya, guna menentukan kebutuhan treatment yang tepat bagi problema yang dihadapi oleh sang pasien. Begitu juga dengan urusan payudara ini. Tenang, ada dokter cewek kok yang akan memberikan konsultasi, jadi bagi yang malu-malu meong dengan dokter David, bisa ketemu dengan dokter Sherly deh. Nah, kalo elu, Al? Konsulnya sama dokter yang mana? Hm, kalo saya mah, dokter David aja deh, toh bukannya harus ditunjukin payudara ke blio, kok. Cuma konsul dan dengerin penjelasannya tentang mengapa sih kita kudu merawat payudara? Terutama bagi ibu-ibu yang masih atau habis menyusui, pasti payudaranya mulai mengendur dan saat-saat seperti ini diperlukan banget perawatan payudara secara intensif untuk mengembalikannya ke kondisi semula. 

Adapun bentuk perawatan yang diberikan saat Breast Spa ini adalah perawatan berupa pemijatan dan pemberian masker yang mengandung bahan-bahan herbal yang sifatnya menstimulasi kelenjar getah bening.

Having Breast Spa di DF Clinic itu asyik banget, lho!

Tirai Ungu
Tirai Ungu DF Clinic
Ya, namanya juga spa, pasti asyik dan nikmat lah yaaa. Begitu juga saat having breast spa ini. Teh Yenni, the therapist memulai treatment dengan membasuh/membersihkan kedua gunung kembarku dengan lembut, melapnya agar kering, lalu mulai memijat lembut kedua payudara secara bergantian setelah terlebih dahulu dioleskan cream khusus agar lembut dan licin. Setelah proses pijatan (massage) barulah masuk pada tahap pemberian masker payudara hingga mengering (kurang lebih 15 menitan).

Setelah kering, payudara dibasuh/dibersihkan, lanjut lagi dengan pijatan dengan menitikberatkan pada titik-titik akupuntur.

Hm, perawatan yang memakan waktu kurang lebih 60 menitan ini sungguh merupakan 'me time' yang special pake banget deh kalo menurutku. Kapan lagi kan punya me time seperti ini? Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui ini, kalo kata aku, mah! Ya iyalah, udah dapat rileksasi/pijatan, payudara jadi bersih dan wangi, terus aliran darah yang mengalir di seputaran gunung kembar ini jadi lancar, plus kedua benda lunak ini pun akan mengencang kembali sehingga bakal tampil cantik, bugar dan seksi. Siapa coba yang ga mau? Hihi.

Lalu, kenapa sih harus having breast spa di DF Clinic?

Ya, karena DF Clinic adalah sebuah klinik kesehatan dan kecantikan popular di Bandung, dengan konsep One Stop Service Aesthetics & Anti Aging Centre. Sesuai namanya, DF adalah Doctor First, di mana setiap treatment tidak langsung dikabulkan sesuai permintaan si pasien, melainkan KUDU konsultasi dulu dengan ahlinya (doctornya) sehingga jelas apakah si pasien memang benar-benar membutuhkan treatment tersebut. Jika tidak, maka doctor akan menyarankan treatment lain yang memang sesuai dengan kebutuhan si pasien. Jadi ga asal kasih, gitu, deh! This is why I love to have the treatment here. Selain itu, tempatnya juga adem dan homy banget. Ngangenin!

DF Clinic juga punya treatment yang lengkap banget, lho. Mulai dari anti aging, perawatan rambut dan alis, medical spa, baby spa, breast spa, nutrician clinic dan mind therapy clinic. Wuih, banyak juga yaaa? From Head to Toe, deh, yang semuanya ditangani oleh doctor ahli.

Jadi, sudah tau donk kenapa aku dan banyak teman-teman blogger Bandung yang rajin berkunjung dan having treatment di DF Clinic? Sobats mau mencobanya? Boleh banget untuk langsung ke tekape, lho. Nih, catet alamatnya yaaa!

DF Clinic
Jalan Leumah Neundeut No. 10, Setrasari - Bandung. 
Praktek setiap hari, pukul : 11.00 - 19.00
Reservasi : 022 - 2010593

Catatan seputar perawatan wanita,
Al, Margonda Raya, 23 June 2016



Read More

The Lodge Maribaya - Tempat asyik Mencanda Alam

/ / 23 Comments
The Lodge Maribaya - Tempat Asyik Mencanda Alam. Yup, mencandai alam, bisa jadi adalah sebuah kegiatan paling menyenangkan dalam rangka mengobati jiwa yang lelah setelah rutinas weekday yang penuh dengan perjuangan, pergumulan dengan kemacetan, perebutan standing zone [rebutan lahan untuk bisa sekedar berdiri di dalam commuter line atau busway] demi memastikan diri 'terangkut' menuju kantor atau pun pulang kembali ke rumah nantinya. Bekerja di Jakarta atau di kota besar manapun, kuyakin memang menuai lelah jiwa raga. Utamanya sih bukan karena beratnya pekerjaan yang harus dipenuhi di tempat kerja, melainkan itu tadi, perjuangan dalam mencapai kantor dan kembali ke rumah. Huft.

Itu pula sebabnya, aku langsung mengiyakan ketika soulmate keceh, Nchie Hanie texting, ngajakin untuk ikutan hadiri undangan berbuka puasa di sebuah tempat yang sejuk, alam terbuka, dan pastinya dijamin akan mampu bikin stress tersedot ke awan. Wew! Di mana?
Tak ada jawaban kata-kata, hanya sebuah foto kece, yang bikin hati langsung 'mauuuu'. Penasaran, euy! Hehe.

Maribaya
Welcome gate menuju berbagai zona di the Lodge Maribaya
Maka, tanpa penolakan aku langsung oke. Sabtu paginya, sekitar pukul 9.30 wib, aku dan Intan langsung meluncur dari Margonda Residence, Depok, melaju cantik heading to Bandung. Keluar dari pintu tol Pasteur dan melaju ke BIP [Bandung Indah Plaza], meeting point di mana Nchie Hanie, Ulu dan Mas Agung [sahabats blogger Bandung] yang memang sudah janjian untuk berangkat bareng ke tekape.

Lika liku seru on the way to the Lodge Maribaya 

Terletak di desa Cibodas, Maribaya Lembang, The Logde Maribaya ini bisa diakses melalui beberapa rute. Yang pertama adalah rute jalan raya yang mulus, lebar dan biasanya macet pake banget kalo wiken. Hehe. Selain itu, rutenya juga termasuk lumayan jauh memutar. Rute ini dimulai dari Dago - Jalan Setiabudi (UPI/Ledeng) - Lembang - Maribaya.

Yang kedua adalah rute yang kalo kata aku sih hanya akan ditempuh oleh orang-orang yang berjiwa adventure, dengan kendaraan yang diyakini 'sehat' untuk menanjak dan menurun di atas jalanan yang sempit, plus ditemani oleh tebing dan jurang yang wew. Rutenya adalah Dago - Dago atas - belok kiri di pertigaan kedua (setelah terminal Dago ke arah Dago Giri) - Lembang - Maribaya. Rute ini akan melewati cafe-cafe terkenal seperti Lawangwangi, Salse, rumah miring, etc. Pemandangan yang tersaji di kiri kanan jalan, uapik teunan alias kece badai.

Yang ketiga adalah rute yang juga masih berlika liku bahkan jalanannya selain sempit juga rusak. Huft. Memiliki banyak tanjakan panjang. Melewati rute ini, selain menantang, dibutuhkan kehati-hatian yang tinggi. Rutenya adalah Dago - Ciumbuleuit - Lembang - Maribaya. Melewati area wisata Punclut di mana sering menimbulkan keinginan hati untuk singgah dan ngopi2 cantik sejenak sambil berselfie ria.

Yang keempat adalah rute alternatif Dago - Taman Hutan Raya Juanda. Etapi ga pakai mobil atau kendaraan bermotor, lho, yaaa. Tapi pake apa, donk? Ya, pake trekking alias jalan kaki setelah dari Dago - Taman Hutan Raya Juanda - Lalu siapkan napas dan tenaga untuk hiking menembus taman hutan raya Juanda ke Maribaya. Jalannya bagus, dan jalur hikingnya sih katanya enak. Kalo aku sih, memilih naik kendaraan aja, deh. Sayang napas euy! Hehe.

Karena kami berempat, dan memutuskan berkendaraan roda empat, maka untuk perginya kami mengambil rute yang kedua, yaitu melalui Dago - Dago Atas - dan seterusnya. Dan...? Wow, untung Gliv tersayang dan pengemudinya [lirik diri sendiri] emang udah tinggi jam terbangnya untuk rute-rute yang seperti ini, jadi kami tetap bisa melaju sembari menikmati view kece yang tersaji di kiri kanan jalan walau sesekali suka was-was saat berpapasan dengan mobil lainnya di jalur yang sempit.

Welcome to the Lodge Maribaya

Setelah melewati rute yang ngeri seru sedap, akhirnya kami sampai juga di tekape. Sebuah papan nama/sign board bertuliskan 'welcome to the lodge Maribaya' jelas menjadi jawaban atas tanya 'kok ga sampai-sampai, ya?' Aha, ini dia!

Dan...? Oh my God! Ini tempat kece pake banget, euy! Pantesan aja banyak orang yang rela-rela aja menempuh perjalanan berliku demi menikmati keindahan dan kenyamanan alam serta fasilitas yang tersaji di the Lodge Maribaya ini. Subhanallah, kreasi Sang Maha Pencipta emang luar biasa, euy!

Ada apa aja sih di the Lodge Maribaya ini, Al?

Banyak! Dimulai dari paket bercanda dengan alam, alias datang dan menikmati keindahan alam, pepotoan di spot-spot cantik yang disediakan, hingga ke paket camping, team building, dan aneka outbound activities. Tak hanya itu, dua buah resto/cafe siap melayani para tamu yang perutnya minta diisi dan dahaganya minta dipenuhi.

1. Mencanda Alam.

Ini sebenarnya hanya istilahku saja. Terinspirasi dari bapak guide hiking yang menyarankan kami untuk mengarahkan pandang ke hamparan pohon pinus yang menghijau, yang berdiri kokoh seakan memagar tapal batas. Blio menyarankan aku dan Nchie untuk memperhatikan dengan sepenuh hati, dan temukan apakah mata kami mampu menatap beberapa jajar pohon pinus yang meliuk-liuk disapa angin? Dan, eh, bener! Kami mampu menangkap liukan sang pinus, yang seakan melambai membalas sapaan kami, yang dengan lugu menuruti tuturan sang guide, yang meminta kami menyapa pepohonan yang hijau menyejukkan mata itu. Wow! Subhanallah.
Jajaran Sang Pinus yang bikin takjub. Hijau, segarkan mata dan sejukkan hati.
2. Spot kece untuk berfoto-ria

Menjawab hobby masyarakat yang kian tak bisa lepas dari berfoto-ria, the Lodge Maribaya mencoba memfasilitasi. Beberapa spot ciamik pun dikreasikan, untuk menarik dan mendukung para tamu salurkan hobi narsis fotografinya.

Ada Sky Tree, di mana kita dapat dengan leluasa menguji keberanian berada di ketinggian, seraya hasilkan foto kece saat mencandai sang langit. Yup, sky tree menjadi spot favorit yang jarang dilewatkan oleh para tamu, untuk mengabadikan momen dan kehadirannya di the Lodge Maribaya. Rasanya belum sampai ke the Lodge deh jika belum bepotoan di sky tree itu. Sayangnya, eikeh pake rok, bo, jadi ga berani naik ke sky tree. Habis tinggi, euy! Terus salah-salah bisa kelibet sama rok saat menaiki tangga dan akhirnya malah nyemplung ke bawah. Oh tidak! Biarlah lain kali aja deh bepotoan di sky tree. Biar mereka aja dulu uji nyali dan salurkan hasrat model wanna be-nya di sana. Hehe.
Soulmate kecehku lagi pura-pura jadi model di atas sky tree spot
spot cantik di Maribaya

3. Outbound

Berkunjung ke Maribaya, tak akan afdol rasanya jika tidak melibatkan diri di dalam aktivitas outbondnya, donk? Dan fasilitas outbound di the Lodge Maribaya ini variatif banget, deh. Mulai dari yang dimainkan berkelompok [team building] hingga ke yang perorangan. Mulai dari flying fox, paint ball, off road by landrover, trekking ke hutan pinus hingga ke panahan atau archery.

Bicara tentang archery, seumur-umur, belum pernah kesampaian niat hatiku untuk melepaskan anak panah dari busurnya. Yup, pengen banget bisa panahan, ealah, kesempatan itu terhalang sejak dulu. Dimulai dengan alasan ibu yang tak ingin anak gadisnya semakin gagah dan tomboy, hingga kemudian kala berumah tangga dan bekerja, alasan lain yang lebih klise sukses menghadang. Gak punya cukup waktu. *Hayyah, klise banget khaaan?

Hingga kemudian, berkunjung ke the Lodge Maribaya kemarin, aku berkesempatan untuk melakukannya. Yup, asyik. Dan tau apa, Sobs? Olahraga yang satu ini bikin aku nagih! Ga ingin berhenti, deh, ih!

Duh, kudu nyari tempat latihan untuk mahir panahan, nih!

4. Camping

Bagi yang suka menyatu dengan alam, dan tak puas dengan hanya mencandanya dalam waktu sekejap, the Lodge menyediakan fasilitas untuk camping, lho! Bisa dengan keluarga tercinta, atau teman-teman tersayang. Yang pasti, jangan sendirian atuh lah, ntar pada iba ngelihatnya, lho. Kayak ga punya teman ajah. Haha.
Yup, tenda-tenda yang tersedia di the Lodge Maribaya, tuh, kece banget, bikin mupeng, tau ga sih, Sobs? Aku aja, kalo ga mikir ini bulan puasa, dan wiken telah berakhir kemarin itu, pingin maksain Nchie Hanie untuk ambil paket camping. Hihi. Habis, gimana ga mupeng, coba, Sobs? Tendanya aja sekece ini! Lengkap pula dengan saklar/colokan listrik untuk supply energi si gadget atau laptop kesayangan.

Tak hanya tenda yang kece, lho. Untuk para campingers, ga perlu kuatir jika malam2 kudu melakukan 'setoran alamiah' dan butuh toilet atau kamar mandi. Tak jauh dari lokasi tenda, restroom dan kamar mandi telah berjejer apik untuk disambangi. Toiletris dan handuk juga tersedia, lengkap! Kurang asyik gimana lagi, coba?

maribaya lembang

5. Kulinari

Beraktivitas apa saja, jika tak didukung oleh ketersediaan ransum alias pengisi perut alias meals, jelas bikin aktivitas ga afdol. Ya enggak, Sobs? Dan pihak the Lodge Maribaya menyadari penuh akan hal ini. Makanya di arena outbond yang kece ini, tersedia dua resto untuk memenuhi kebutuhan kulinari para tamu agar tak terkendala aktivitas having funnya.

Dapur Hawu
Sesuai namanya, dapur ini memiliki tungku perapian, yang sayangnya saat kami berkunjung kemarin sedang tidak dinyalakan. Padahal kalo dinyalain pasti asyik banget tuh.

Menu kulinari yang tersedia di dapur Hawu ini Nyunda banget, deh. Ada gepuk yang uniknya tuh, sudah disuir-suir sehingga memudahkan kita untuk melahapnya tanpa kesulitan memotong-motongnya terlebih dahulu. Selain itu, menu lainnya seperti roasted chickennya juga rasanya tuh, enak pisan, euy!



Selain dari rasanya yang enak, cara penyajian makanan di dapur Hawu ini, unik pake banget, lho, Sobs! Lihat deh peralatan makan yang mereka gunakan.

Wajan/penggorengannya itu, lho! Mungil dan ngegemesin! Hehe. Terus cangkir untuk minumnya juga unik. Pake cangkir kaleng. Hadeuh, lucu!

Keunikan lainnya adalah pada kursi yang disediakan bagi para tamu yang menikmati makanan di dapur Hawu. Selain yang terbuat dari kayu, ada pula yang berupa sofa empuk hingga ke sofa 'leyeh-leyeh' yang unik. Kece, deh, Sobs!

Interior Dapur Hawu

The Pines Cafe

Nah, sesuai namanya, kafe ini memang yang paling dekat letaknya ke hutan pinus. Walo, untuk sampai ke hutan pinus akan butuh daya upaya trekking, sih. Cafe ini memang nyaman banget, dikonsep terbuka agar wajah para tamu leluasa disapu lembut oleh desiran sang angin yang berhembus lembut dari hutan pinus. Menu di cafe ini berupa aneka smoothies, jus, kopi, teh dan cemilan lainnya.


Dari cafe ini kita dapat melepaskan pandangan ke hijaunya daun pinus, yang melambai seakan menyapa hangat dan mengajak bercanda, atau sekedar menikmati pemandangan seru di mana para tamu menyalurkan hobi narsisnya di sky tree. Berusaha mengalahkan ketakutannya akan ketinggian, menaiki tangga dan berjinjit hingga ke tepi, mencoba duduk dan menjuntai kaki di atas sana, seraya mncoba berpose. Dan..., jeprat jepret pun terjadi, hadirkan pose-pose kece yang segera tayang di akun sosmed masing-masing tamu. Seru!

Hm, ga terasa, saking asyiknya bercerita, postingan ini sudah terurai sepanjang ini, ya, Sobs? Habis seru, sih. Jadinya ga ingin berhenti deh memuji area rekreasi yang satu ini. Pengennya sih balik lagi secepatnya untuk having camping dimarih, Sobs! Yuks... Pasti pada mupeng kan? Atau kalo pun tidak sampai menginap, bisa banget nih dijadikan recommended place to visit and having a valuables relaxing. Mumpung pula, nih, Sobs, the Lodge lagi ngadain promo Ramadhan dan lebaran, lho!

Keep update info di bawah ini, deh, siapa tau bakalan bawain keluarga atau teman-teman terdekat untuk having fun and valuables relaxing agenda di alam terbuka. Udah bener banget tuh jika pilihannya adalah ke the Lodge Maribaya dan manfaatkan promo kece berikut ini.

PROMO

Ramadhan Promo

Yuk, kapan lagi nikmati berbuka puasa dengan harga mulai dari 35.000/orang [entrance fee, takjil dan makan malam plus menikmati suasana alam yang asri, adem dan nyaman. 

Lebaran Promo

Keep in mind, Sobs, bahwa pada minggu ke 2 Ramadhan, mulai tanggal 6 - 16 Juli 2016, bakalan ada tour ke lingkungan sekitar untuk memetik buah/sayuran, belajar bagaimana memerah sapi. Selain itu juga kita akan diajak mengunjungi organic farm dengan menggunakan delman. Wuih. Asyik banget, yak? Bisa untuk wisata bareng keluarga banget ini, lho! Merekatkan hubungan agar semakin dekat, setelah selama ini mungkin tersekat oleh aktivitas dan kesibukan harian. Hayuk, Sobs, reversasi dirimu dan manfaatkan promo kece ini, lho! 

Kemana reservasinya? Ya kesini atuh, Sobs! 

Website: www.thelodgemaribaya.com | FB : The Lodge Maribaya
IG : @thelodgemaribaya | email: info@thelodgemaribaya.com

Reservasi: 

+62 22 253611
+62 811 2252 299 [Marketing & Sales]
+62 8562 4611 118 [Area/Site]

The Lodge Maribaya Site
Jalan Maribaya No. 142/252 RT 03 / RW 15
Kp. Babakan Gentong, Cibodas Maribaya Lembang
Buka setiap hari Senin - Minggu | Pukul : 09.00 - 17.00
Khusus Ramadhan : 09.00 - 19.00

Office
Dago Pakar Resort 
Jalan Pakar Permai VII No. 61
Dago 40198 Bandung - Jawa Barat

Read More

Yoga in the Air bareng KIRANTI

/ / 14 Comments
Yoga in the Air bareng KIRANTI itu asyik banget ternyata, lho! Apalagi jika dilakukan di udara terbuka yang adem dan seger. Hm..., pasti bikin betah, deh! Eh, btw, pasti udah familiar banget donk dengan Kiranti? Jejamuan sahabat terbaik banyak wanita Indonesia kala datang bulan? Aha! Banyak yang mengangguk, berarti so familiar donk ya, dengan 'jeng' Kiranti? Okeh, kali ini, aku ingin cerita-cerita seputar kesehatan wanita, nih, Sobs! Yup, wanita.

Pasti pernah donk berhadapan dengan wanita atau ibu-ibu yang sensi banget pada suatu waktu? Dan anehnya tuh, sensi dan emosi ga jelas alias uring-uringan ini siklusnya bulanan gitu, lho! Haha. Bagi Bapak-bapak atau para suami, aku yakin, pasti udah pada hapal dan ga heran lah ya dengan tingkah 'aneh' bin 'ajaib' para istri, kekasih atau pun kakak atau adik perempuan yang satu ini?

Kok bisa, sih, Uring-uringan kayak gituh? 

Uring-uringan ini, tentu bukan keinginan hati para wanita ini, lho! *ikutan tunjuk diri sendiri, yang terkadang juga dihinggapi tingkah sensi dan uring-uringan tak menentu ini.

Uring-uringan ini disebabkan oleh rasa TIDAK NYAMAN yang ditimbulkan oleh proses menstruasi atau haid, yang terjadi pada wanita. Mens atau haid ini diawali dengan pelepasan hormon prostaglandin oleh tubuh, yang merangsang terjadinya kontraksi otot rahim, dan menghasilkan peluruhan lapisan dinding rahim yang tadinya dipersiapkan untuk menerima zygot hasil pembuahan. Namun karena tidak terjadi pembuahan [baca tidak terjadi kehamilan], maka lapisan dinding rahim tadi pun dikikis hingga luruh.

Peluruhan ini tentu saja menimbulkan berbagai efek bagi wanita, yang pada umumnya adalah menjadi uring-uringan ga jelas! Marah, moody, melow, dan bermacam aksi lainnya yang tergantung pada si wanita itu sendiri. Uring-uringan ga jelas yang dikenal dengan istilah PMS. Yup, Premenstrual Syndrome, atau bahasa Indonesianya adalah Pra Menstruasi Sindrom, disebabkan oleh rasa nyeri/kram yang timbul, terjadinya keputihan dan juga menurunnya kadar hormon estrogen dan progesteron selama menstruasi. Tak hanya itu, peluruhan lapisan dinding rahim tadi juga menimbulkan efek psikis pada wanita yang sedang haid, sehingga membuat dirinya jadi moody. 

Nah, sekarang udah tau, donk, apa yang bikin para wanita *lirik diri sendiri* jadi uring-uringan menjelang dan selama haid?

Kampanye Stay Fresh and Healthy with Kiranti

Menyadari hal ini, berbagai penelitian pun dilakukan dalam menemukan cara atau obat/jamu agar bisa membantu wanita tetap 'stabil' dalam masa-masa paceklik PMS ini. Karena bagaimana pun, produktivitas [rutinitas harian] para wanita tetap harus berjalan seperti biasanya untuk mencapai hasil yang prima. Untuk itulah, Kiranti, yang telah menemani para wanita selama 22 tahun dalam atasi masa PMSnya, dengan produk jejamuan sehat datang bulannya itu, kini meluncurkan kampanye 'Stay Fresh and Healthy with Kiranti'. 

Kampanye ini diluncurkan untuk memacu para wanita agar lebih concern dalam menjaga kesehatan jiwa raganya, terutama di kala menstruasi, mengajak para wanita untuk tidak serta merta lari pada hal-hal instan manakala nyeri haid menyiksa diri. Kiranti mengajak para wanita untuk sadar dan peduli akan kebugaran tubuhnya, melalui jejamuan/minuman herbal dan olahraga, agar aliran darah mengalir lancar, tubuh sehat dan jiwa refresh kembali. Salah satu olahraga yang sangat dianjurkan mana kala menstruasi menyambangi adalah dengan beryoga.
Alaika Abdullah
Mengapa yoga? Karena menurut teh Yenni, yang menjadi instruktur Yoga in the air kemarin itu, ada beberapa gerakan di dalam Yoga ini yang bisa membantu atasi rasa nyeri haid, lho!
Oya? Yang gimana, Al? 

Menurut Teh Yenni, sih, melakukan gerakan berikut ini sangat ampuh, lho dalam meredakan nyeri haid itu. Nih, catet yaaa.

Gerakan Janu Sirsasana [head to knee pose]. 

Gerakan ini dimulai dengan posisi awal duduk dengan satu kaki lurus ke depan dan kaki satunya lagi dilipat menyentuh paha sebelahnya. Kemudian, sentuh bagian kaki yang diluruskan ke depan dengan menggunakan tangan dan kepala hingga menyentuh lutut.

Setelah itu, ulangi gerakan tadi pada kaki sebelahnya. Insyaallah, akan sangat membantu redakan nyeri haid dan hindari timbulnya kram pada perut.

Selain itu, Teh Yenni juga menambahkan bahwa setiap gerakan yoga tuh akan melancarkan peredaran darah di seluruh tubuh, lho. Selain fokus pada postur tubuh, yoga juga mampu menenangkan pikiran dan bikin kita fresh.

Yoga In the air
Bersama Teh Yenni, Instruktur Yoga dan Kak Vivera Siregar
Habis Yogaan
New Varian dari Kiranti

Aku sendiri sudah lama menjadi pelanggan tetap Kiranti sih, manakala datang bulan. Entah siapa yang dulu memperkenalkan, yang jelas, rasa jamunya itu 'ga' jamu banget, dan segar-segar gimanaa gitu. Makanya aku suka [kalo yang kental rasa jamunya, aku agak susah minumnya, soalnya]. Dan jadi terbiasa menyediakan Kiranti untuk hadapi PMS yang akan menghadang di setiap bulannya. Jadi udah pada tau kan kenapa aku cenderung stabil walo sedang datang bulan? Hehe.

Kiranti emang seger, sih, Sobs! Apalagi sekarang ini, Kiranti semakin berinovasi dalam meraih hati para wanita yang tak suka jejamuan. Inovasinya adalah dengan varian baru yang baru saja launched, berupa Kiranti Sehat Datang Bulan Plus Juice.

Ha? Pake Juice? Yup. Jika Kiranti Original menggunakan air mineral sebagai pelarut, maka yang versi plus juice, Kiranti menggunakan satu buah jeruk asli sebagai pelarut sehingga memiliki rasa yang segar, tidak pahit dan lebih dapat diterima oleh para wanita yang tidak suka rasa jamu. Wew banget, ya, Sobs?

Kiranti
Picture by Efi
Kiranti

Emang Kiranti itu aman dan bener-bener sehat, Al?

Hm, kalo sejauh pengalamanku mengkonsumsinya selama ini, sih, aman-aman aja [asalkan mengkonsumsinya juga tidak berlebihan lho, ya]. Apalagi Kiranti ini kan terbuat dari 100% bahan-bahan alami pilihan seperti kunyit, asam jawa, jahe, kayu manis dan gula jawa. Diproduksi secara modern dan higienis pula. Bersertifikat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dan Benar) dari Menteri Kesehatan pada tahun 2005, dan merupakan satu-satunya minuman datang bulan yang mendapatkan sertifikasi Obat Herbal Terstandar (OHT) lho!

Hm, jadi ga salah donk jika aku masih suka dan akan terus berlangganan jejamuan yang satu ini? Kalo kamu, Sobs? *lirik sobats yang cewek.

catatan seputar Yoga in The Air bareng Kiranti
Al, Kuningan - Jakarta, 8 June 2016

Read More

Flying Without Limit - Afifah Mazaya

/ / 25 Comments
Yup, Flying Without Limit. Terbang tanpa batas. Dari dulu, aku udah seneng aja dengan ungkapan atau tagline yang satu ini. Serasa mendapatkan keleluasaan dan kekuatan setiap kalimat ini terucap atau melintas di hati. Ya, flying without a limit, memang mampu memberikan kekuatan bagi siapa saja yang mampu mendalami maknanya.

Etapi, kali ini, aku tak hendak mengulas arti atau makna slogan di atas, karena Flying Without Limit yang aku sandingkan dengan sebuah nama pada judul di atas, adalah karena memang aku ingin mengulas tentang si pemilik nama itu, beserta slogan yang nempel di sampingnya.

Flying Without Limit. Mungkin sebagian peserta arisan Blogger Perempuan Network, khususnya kelompok 2, pasti sudah ngeh-lah siapa pemilik blog yang memberi judul blognya dengan slogan ini. Yup, Afifah Mazaya, seorang dara asal Bogor, yang mengaku dirinya sebagai pribadi yang introvert, suka menulis/blogging dan getol banget membaca buku, sehinga ga heran jika Fifah pun memiliki blog khusus tentang buku.

Baru saja kelar study dan masih enjoy dengan frelancing work, Fifah merasa happy dengan nama yang sudah dimilikinya selama ini, tanpa harus menambahnya dengan cantuman nama lain/embel-embel hasil studinya selama ini. Afifah Mazaya saja sudah cukup, menurutnya.

Terus, nulis tentang apa aja sih, Afifah Mazaya ini, Al? 

Honestly,
 beberapa bulan ini frekeuensi blogwalking ku sedang turun drastis. Bukan karena males, tapi karena sang waktu yang mulai 'berselingkuh'. Sang waktu menjebakku dalam rutinitas harian sehingga sulit untuk bernapas. Hayyah, drama! Eits, beneran, lho. Bidang pekerjaan yang aku ambil kali ini, dan berlokasi di ibukota negara pula, sungguh membuat aku hiruk pikuk. Lelah dan ujung-ujungnya, sampai rumah langsung tepar. Niat hati ingin nulis dan blogwalking, eh malah ketiduran sampai pagi. Hehe.

Ih, itu sih ga menjawab pertanyaan di atas, sih, Al!

Iya juga ya. Oke, baiklah, karena memang berniat untuk menuliskan tentang Non Afifah Mazaya dan blognya, hayuk deh, aku ulas tentang the Flying Without Limit-nya Nona Afifah Mazaya yuk! As usual, aku memang berusaha untuk mereview secara pro [cie...cie], dan semoga ini berkenan di hati, ya, Non Afifah manis! :)

afifah mazaya
Begini nih, tampilan blognya Mba Afifah Mazaya
Berlatar putih, simple dan nyaman untuk dibaca maupun ditelusuri dalam waktu yang lama. Kenapa? Karena tampaknya Afifah sudah ngeh banget akan kriteria design yang baik bagi sebuah blog agar pengunjung betah. Yup, bermain di dua warna utama, yaitu putih (latar) dan font berwarna hitam, jelas menunjukkan bahwa blog ini adalah penganut 'paham' minimalis hitam putih. :)

Menulis tentang apa saja?

Hm, banyak! Itu sebabnya Afifah sengaja tidak memberi niche khusus untuk blognya yang satu ini, agar dirinya bebas menuliskan berbagai tema. Seperti yang terlihat pada screenshot di samping ini, nih! Etapi, ternyata setelah diklik, ada bagian dari kategorinya yang masih kosyong, euy! Mungkin Afifah sedang mempersiapkan artikel-artikel untuk bagian yang kosong itu, kali, ya? Semoga cepat kelar yaaaa.

Dari segi kesiapan untuk go pro, tampaknya blognya Afifah ini juga sudah siap tempur. Terlihat dengan sudah adanya bagian disclosure, sebagai salah satu tanda bahwa si pemilik blog sudah serius untuk menjadikan blognya tak lagi sekedar tempat mencurahkan isi hati dan pemikiran saja, namun juga sudah siap untuk jalinan kerjasama dengan aneka brand, atau pun agency. Keren, euy!

Lalu, dari segi statistik blognya sendiri, gimana, Al?
Hm, baiklah, yuk, kita coba bikin infografisnya yuk!


Nah, refers to the above infographic, bisa kita lihat bahwa blog Nona Afifah ini sudah kece ya, Sobs? Hanya saja, pada bagian PA, masih mengecewakan pemiliknya nih, pastinya. Lalu kenapa bisa begitu ya? Biasanya kan, DA dan PA itu relevan dan saling berdekatan, bahkan seringnya malah PA lebih besar dari DA kan ya?

Dan dari hasil nanya-nanya ke si Mbah, jawaban yang tepat untuk pertanyaan mengapa PAnya masih satu, bisa jadi nih..., di karenakan halaman-halaman yang ada di blognya Afifah masih sedikit sekali yang berhasil ditemukan pada mesin pencari. Maksudnya adalah, as the page authority adalah popularitas halaman, maka, yang jadi fokus di sini adalah berapa popular sih halaman-halaman [baca: artikel] yang ada di dalam blog Flying Without Limit ini yang berhasil nangkring di mesin pencari? Dan jika jawabannya masih satu, maka ini artinya, Afifah harus berusaha untuk meningkatkan popularitas halaman blognya.

Caranya?

Menurut si Mbah sih, ada beberapa cara yang bisa ditempuh, diantaranya adalah dengan menciptakan artikel yang bermanfaat, unik dan orisinil. Konten-konten yang panjang dan terarah [tidak asal-asalan] dan saling berhubungan [rinci dan bermanfaat], lebih dari 1200 kata, biasanya kini sangat disukai oleh mesin pencari, dikarenakan kini, google dan mesin pencari lainnya semakin membenarkan bahwa content is the king, dan google serta mesin pencari ingin menghadirkan informasi yang sebenarnya [bukan artikel tipu-tipu, di mana judul dan isi ga ada hubungan sama sekali] bagi para pencari/searcher, di saat mereka datang dengan berbagai related keywords.

Selain itu, memperbanyak inbound link [link yang masuk] ke halaman kita dari web yang popular adalah merupakan cara jitu juga dalam meningkatkan DA/PA lho.

Selain itu..., memberikan nama yang sesuai bagi gambar/images pendukung artikel, adalah juga cara jitu dalam menambah page authority. Mengapa? Karena kini, mesin pencari juga capable banget kan di dalam menemukan gambar atau grafik yang sesuai dengan keywords yang diminta oleh searcher?

So? Mari kita optimalkan cara-cara ini, yuk!

Masukan lainnya apalagi, Al?

Hm, kayaknya segitu dulu aja, deh yaaaa. Ini juga udah terlalu panjang deh. Etapi, belum masuk 1200 kata lah yaaa... pengennya sih nulis lebih banyak lagi, namun aku harus segera pulang nih, sebelum keburu malam. Yup, sejak puasa ini, penumpang busway dan komuter membludak banget pada jam 4an deh, apa karena yang biasa pulang kerja jam 5 kini pulang jam 4 juga yaaa? Hiks... terpaksa deh eikeh mengalah, cyinnn. Melipir dulu ke kamar dan dapurnya bu Yuyun, office girl kantor, yang memang tinggal di area belakang residence, jadi eikeh bisa leyeh-leyeh sambil nunggu waktu berbuka, nulis-nulis juga, baru setelah agak sepi jalanan, lanjut pulang deh.

Dan..., Alhamdulillah, postingan profile untuk setoran arisan link, untuk Nona manis bernama Afifah Mazaya kelar sudah, nih. Semoga Non Afifah berkenan yaaa. See you on the next post, Sobs!

Ingin baca review [profile] beberapa blogger lainnya? Yuk, baca di sini deh:
Liza A Prijanto
Meriska PW
Windy Ghemary

tulisan spesial arisan link, Afifah Mazaya,
Al, Kuningan - Jakarta, 7 June 2016

Read More

Mampukah kita Memaafkan?

/ / 35 Comments
gambar pinjem dari sini

Met siang, Sobats tercinta. Beberapa hari ini, roda kehidupan serasa berputar ibarat menggunakan mesit jet. Flash and fly! Membuat kita terengah menghalau langkah, mencoba menjejeri sang waktu agar kita tak tertinggal jauh. Merasa demikian ga, sih, Sobs?
Rasanya baru saja kemarin kita sambut tahun baru, eh hari ini, kita sudah memasuki sang bulan suci, the Ramadhan Kareem, yang penuh peluang untuk raih berkah dan kebahagiaan.

Bicara tentang sang bulan suci, yang juga familiar dengan bulan seribu bulan, layaknya umat muslim seluruh dunia, tentunya kita bersuka cita donk menyambut dan mengisinya dengan ibadah demi menjemput pahala yang kabarnya berlimpah ruah? *eh, bukan kabarnya, dink, tapi emang beneran lah, Allah menjanjikan limpahan berkah dan pahala di dalam setiap ibadah yang kita lakonin di bulan istimewa ini.

Dan bicara tentang to fulfill the Ramadhan Kareem, yang utamanya adalah berpuasa sejak Imsak dan berbuka di saat Iftar, tentunya, sebelum itu, diperlukan kebersihan hati dan rasa ikhlas. Termasuk lah di dalamnya rasa ikhlas di dalam memaafkan dan memohon untuk di maafkan, agar kebersihan hati itu tercipta sempurna,

Namun, layaknya manusia biasa, terkadang tak gampang bagi kita untuk memaafkan atau pun memohon maaf. Ada rasa ego dan gengsi yang terkadang menguasai diri. Padahal kita tau, bahwa yang namanya kesalahan, adalah lazim adanya. Karena toh tak ada manusia yang sempurna kan? There is nobody perfect. 

Namun, persoalan empat huruf ini, baik meminta ‘maaf’ dan me’maaf’kan, memang, terkadang lebih kepada masalah hati ketimbang lidah. Adalah normal, ketika ada sebuah kesalahan, lisan kita secara langsung meminta maaf dan mengakui kesalahan itu. Atau kala dimintai maaf, maka tanpa menunggu waktu lidah berujar bahwa kita telah berlapang dada untuk memaafkan. Namun tidak dengan hati, terkadang ada yang membakar. Ada yang mengompori.
Sebagai insan biasa, mungkin kita pernah dihadapkan pada situasi menyakitkan dalam rangka memaafkan seseorang. Ingin memaafkannya sih, tapi hati kok ndak rela gitu lho. Apalagi mengingat kesalahan yang dilakukannya sudah bertubi-tubi, dan celakanya lagi, adalah kesalahan yang sama! Sehingga terkesan seolah dia memang sengaja mengulangnya karena yakin persediaan maaf kita masih segudang. Atau Sobats pernah mengalami hal serupa yang sedikit berbeda atau lebih parah dari ini?
Lalu bagaimana membujuk hati untuk tulus mengeluarkan ‘maaf’, yang akhirnya juga tentu saja akan membuat kita ikutan bernapas lega dan ringan dalam menjalankan langkah kehidupan kita ke depan? Percaya kan, Sobs dengan kalimat ini?
“Dendam atau sakit hati yang dipendam, justru akan semakin membuat langkahmu berat dalam menapaki kehidupan?”
Hm, wajar jika Sobats tak dapat langsung menjawab, karena aku juga mengalami hal yang sama kala pertanyaan ini dihunjamkan ke benakku, Sobs. Dan untuk membantu menjawabnya, yuk kita ikuti cerita inspiratif berikut ini….

*****
Di sebuah pesantren di negeri antah berantah…
Pada suatu hari, seorang Kyai meminta para muridnya untuk membawa sekantong plastik berisi kentang. Kentang-kentang itu nantinya akan dituliskan nama-nama orang yang telah menyakiti mereka dan belum bisa mereka maafkan. Maka para murid pun menuliskan (dengan geram) setiap satu kentang dengan satu nama yang mereka benci/tidak mereka maafkan karena telah menyakiti mereka.
Beberapa murid memasukkan sedikit kentang, namun sebagian memiliki banyak. Mereka harus membawa kentang dalam kantong itu kemana pun mereka pergi dan tak boleh jauh dari mereka, apa pun yang terjadi.
Semakin hari, semakin banyak murid yang mengeluh karena kentang-kentang itu mulai mengeluarkan aroma busuk.

“Apakah kalian sudah memaafkan nama-nama yang kalian tulis pada kulit kentang kalian?” tanya sang kyai.

Gelengan kepala para murid jelas menunjukkan bahwa mereka sepakat untuk belum bisa memaafkan nama-nama itu, sehingga sang kyai hanya mampu berkata,

“Yah, kalau begitu, kalian tetap harus membawa kentang itu kemana pun kalian pergi,” lanjutnya.

Hari-hari pun berlalu. Aroma tak sedap dari kentang-kentang itu pun semakin menjadi. Banyak dari mereka akhirnya menjadi mual, pusing dan tidak nafsu makan karenanya. Hingga pada akhirnya, mereka membuang kentang-kentang itu ke dalam tempat sampah. Mereka pun memutuskan untuk juga membuang rasa dendam dan memaafkan orang-orang yang namanya tertulis disana.

Sang kyai tersenyum memandang anak didiknya dan berkata.
“Dendam yang kalian tanam serupa dengan kentang-kentang itu. Semakin banyak kalian mendendam, semakin berat kalian melangkah. Dan semakin hari, dendam-dendam itu akan membusuk dan meracuni pikiran kalian.”
“Maafkan mereka yang pernah menyakiti hati kalian. Jadikan ini sebagai pelajaran dalam hidup. Dan kalian sudah tahu, dendam sama seperti kentang-kentang busuk yang bisa dengan mudah kalian buang ke tempat sampah,” lanjutnya.

Sekalipun dendam tidak kita rasakan beratnya secara fisik, namun secara perlahan akan melemahkan mental kita. Yang pada akhirnya justru membuat hidup kita tak nyaman. So, in the occasion to welcome the Ramadhan Kareem, agar puasa kita afdhal dan beroleh berkah dan pahala berlimpah, yuk kita saling bermaafaan, sucikan hati dan ikhlaskan diri, mari luruhkan salah dan khilaf yang pernah tercipta. 
Pucuk selasih bertunas menjulang, Dahannya patah tolong betulkan
Puasa Ramadhan kembali datang, Salah dan khilaf mohon maafkan
Marhaban ya Ramadhan..
Selamat Menunaikan Ibadah

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberi kita peluang untuk mengisi Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketaqwaan. Amin Ya Rabbal Alamin.

Sebuah catatan pembelajaran, dalam rangka menjadi pribadi yang berjiwa sehat dan ikhlas.

Written from my smartandro in a busway
Read More

#MasihMencintamu

/ / 31 Comments
Yup, #MasihMencintamu! Eits, bagi kamu sang mantan, jangan suuzon ge er dulu atuh! Judul di atas bukan untuk kamu. Bukan! Tapi ini adalah tentang sebuah lagu. Lagu yang link youtube-nya diberikan oleh seorang teman, sebagai rekomendasi untuk aku dengarkan. Mengapa aku harus mendengar lagu ini? Karena menurutnya, dengan mendengarkan lagu #MasihMencintamu, maka aku akan menemukan jawaban dari pertanyaanku selama ini tentang kok ada ya orang yang suka galau berkepanjangan dan sulit untuk move on atau melupakan sang kekasih, walo si kekasih itu telah berlalu? Hm..., baiklah. Maka..., aku pun mendengarkan lagu itu, dan...?

Yess! Aku suka lho, lagunya! Iramanya itu pas banget di telinga dan liriknya itu pas banget di hati! Seriously, walau tidak sedang bersuasana hati seperti senandung lagu itu, tapi menikmatinya bikin hati gimanaaa gitu. Tanpa sadar, aku malah mengulang-ulang lagu itu sampai berapa kali, lho, malah akhirnya aku bawa tidur. Haha.

Emang lagunya siapa, sih Al? 
Mungkin, bagi kebanyakan Sobats, apalagi yang suka nonton Indonesian Idol 2014, pasti familiar donk dengan salah satu dari 7 besar finalis cantik bersuara emas ini? Yang ternyata tak hanya bermodalkan wajah cantik dan suara bening cling-cling, tapi juga didukung oleh pembawaannya yang supel dan easy going, lho!

Aih, kamu kayak yang udah kenal dan pernah ketemuan aja nih, sama Windy, Al! Ga berlebihan, tuh, pujiannya?

Nah, itu Sobs! Tadinya aku ga percaya lho ada artis/singer yang mau berinteraksi dengan penggemarnya secara akrab dan berbaur gituh. Di bayanganku, pastilah mereka kan kelasnya udah lain, gaulnya pasti sesama seleb gitu kan? Apalagi mau balas-balasin twit fans-nya, boro-boro. Eh, beda, lho, sama Windy! Iseng, aku kepoin akun twitternya @Windy_Ghemary, nelusuri timelinenya, wah, nih 'anak' seru banget. Sempat-sempatnya lho berinteraksi akrab dengan follower-followernya. Terus aku coba deh follow dan start berinteraksi. Eh gayung bersambut dibalas sama doi. Bahkan difolbek. Asyik!

Dan ga hanya itu, lho, Sobs! Kebetulan Windy tuh tanggal 29 Mei 2016 kemarin hadir di Bandung dalam rangka tour for promoting her single song-nya, dan aku bersama beberapa teman berkesempatan untuk kopdaran dengannya saat siaran di radio 99er, lho! Sayangnya, waktunya itu singkat banget, dan aku udah telat banget datangnya, jadi ga sempat dengerin suara emasnya yang live on the radio. Tapi ga papa, walo telat, tetap bisa berakrab-akrab sambil ngerangkul pinggang rampingnya saat pepotoan. Hehe. Seriously, this young lady tuh ramah dan supel banget! Mudah-mudahan kepribadian ini tetap bertahan dengan semakin bersinarnya dirimu nanti, ya, Wind! Keep your low profile style! Itu akan membedakan kamu dari artis-artis lainnya nanti, lho!


Alaika Abdullah
Kebanting banget ya pepotoan sama Windy? Cakep banget ini si Neng Geulis!
Alaika Abdullah
Teteup aja Windy yang paling cakep, yak? Haha
Windy Ghemary
Terus, lagunya sendiri gimana, Al? Suka? Kan mendengungkan kegalauan dan sulit move on?

Eits, lagu yang diciptakan oleh Bang Posan Tobing ini emang pas banget dinyanyikan oleh Windy. Liriknya yang mengena dan iramanya asyik banget di telinga, sukses bikin jatuh hati walo kalo ditelaah lagi, emang sih, ini lagu orang yang sedang galau gituh, untuk yang ga bisa pindah ke lain hati, etapi, teteup aja enak untuk dinikmati, apalagi saat-saat mengemudi sendirian, atau mau tidur siang atau malam hari, aih, udah jadi agendaku, nih, sejak kenal Windy dan lagunya inih! Hush, jangan ge er kamu, ya, Wind! Awas lho, sesuai janjiku saat kita pepotoan, kalo kamu nanti jadi sombong dan ga low profile lagi, aku akan datang dan menggunting rambut kamu, lho! Hehe. Bener kan, cyin Nchie Hanie? *Lirik Nchie yang malah beneran diijinkan Windy menjambak lembut rambut panjangnya.

Harusnya kami memang punya agenda yang lebih panjang dengan Windy saat itu, sih. Etapi, jadwal siaran Windy di radio berikutnya dimajuin, sehingga waktu untuk kongkow and ngobrol asyik dengan Windy jadi dipersingkat deh. Ya udah, ga papa, Wind, ketemu kamu dengan segala keramahtamahan kamu itu aja udah cukup bikin kita happy, kok. Kita juga maklum jika kamu tuh sedang sibuk banget, dan semua itu demi kesuksesan kamu. Doa kami yang terbaik untuk kamu, ya! Semoga sukses dengan single perdana ini, dan disusul oleh lagu-lagu berikutnya. Aamiin. Dan..., keep in mind, your low profile and humble are your values, dijaga dengan baik ya, Windy cantik! 

Hayuk ah, kita dengerin lagunya Windy lagi yuk!





Kesan indah ketemu Windy Ghemary,
AL, Margonda Residence, 31 May 2016
Read More

Cashback Kece & Voucher Shopback Beneran Bikin Nagih, deh!

/ / 39 Comments

Tak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi informasi yang semakin hari semakin menukik tajam, berbanding lurus dengan segala kemudahan yang turut pula bersama kehadirannya. Dan tak dapat dipungkiri pula bahwa perkembangan teknologi informasi yang semakin 'membahana' ini, berbanding lurus juga dengan kemajuan dan kemudahan yang dihadirkannya bagi kita semua dalam hal berbelanja. Terutama bagi kita yang adalah emak-emak atau para wanita nih, Sobs! Eh, para bapak dan abang-abang juga, deh! Hehe.

What? Masih takut belanja online? Aih, kudu nyoba atuh, Sobs! Belanja online pada situs yang tepat  jelas adalah sebuah solusi cerdas yang pastinya ngebantu banget dalam memintas jarak, menghemat waktu dan menyelamatkan kita dari keharusan berjibaku dengan kemacetan dan ramainya orang-orang di pasar offline. Sepakat? Bahkan tak hanya itu, lho, kini, semakin inovatif saja program belanja online yang diciptakan oleh para pemilik situs dalam memanjakan kita-kita, nih! Salah duanya adalah dengan memberikan voucher dan cashback! Asyiiik.

Jelas ga akan nolak donk jika kebagian voucher dan cashback seperti ini. Udah belanjanya praktis, hemat, ga macet-macetan, eh dapat cashback atau voucher pulak! Jelas mau donk kita yaaa?

Lalu, cara belanjanya itu gimana dan di mana, Al? Mau juga donk!

Tentang SHOPBACK
shopback homepage

Yup, namanya ShopBack.co.id [review post, refers to disclosure] dan homepage-nya seperti terlihat pada gambar di atas, tuh! Memang sih, masih pendatang baru di Indonesia, etapi jangan underestimate dulu, deh! Layanan penyedia diskon, promo, voucher dan cashback ini telah sukses di negeri jiran seperti Singapura (tempat asalnya), Malaysia, India dan Philipines, yang secara keseluruhannya menggandeng kurang lebih 500 merchant dengan lebih dari 200 ribu pengguna, yang tentunya akan terus bertambah seiring semakin banyaknya manfaat yang dirasakan oleh para customernya. Wow.

Dan untuk Indonesia sendiri, ShopBack Indonesia menggandeng merchant-merchant ternama seperti Tokopedia, BukaLapak, Lazada, Matahari Mall, eBay, AliExpress, Blibli, Groupon, Bilna, Agoda, Tiket.com, Zalora dan aneka merchant top lainnya dalam rangka memanjakan para customernya. Keren euy!

Sejak tanggal 25 Mei 2016, ShopBack juga telah menghadirkan aplikasi mobile ShopBack yang dapat didownload di smartphone Android dan iOS, Cukup dengan  kata kunci 'shopback', maka nongol deh di Google Play atau App Store, terus tinggal download dan dapatkan promo eksklusif Cashback 100% untuk pengguna pertama. Ayo buruan dan nikmati belanja online yang semakin mudah dan lebih hemat!
Terus..., kenapa sih harus belanja via ShopBack? Kan lebih praktis langsung belanja ke merchantnya, Al? Ga riweuh!

Keistimewaan ShopBack

Memang sih, logically kita akan berfikir bahwa belanja langsung ke merchatnya, misalnya ke Tokopedia akan lebih simple dan ga ribet. Namun, bukan ShopBack namanya jika tidak berusaha menciptakan sesuatu yang menguntungkan dan berbeda dari situs-situs similar lainnya. Sini deh, Sobs, aku bisikin kenapa kita akan menuai banyak manfaat jika berbelanja via ShopBack.

  1. Setiap berbelanja via ShopBack pada merchant-merchant mitra (misal; Tokopedia, BukaLapak, dan lainnya), maka kita akan mendapatkan tambahan uang cashback hingga 30% yang dapat ditransfer langsung ke rekening pribadi. Iyaaa, ke rekening pribadi! Seru kan?
  2. ShopBack itu aman dan terpercaya (safe and trusty). Terbukti dengan banyaknya ecommerce terpercaya yang mau bekerjasama dengannya dan juga sudah diulas oleh banyak media ternama.  
  3. ShopBack Indonesia mendukung produk anak negeri, terbukti dari seringnya mengadakan even promo untuk mempromosi dan mendukung penjualan produk karya anak negeri. 
  4. ShopBack mengijinkan kita untuk gabungkan promo, diskon, voucher, kode kupon dari ecommerce + cashback dari ShopBack sehingga pastinya lebih hemat donk! Dan bayangin, Sobs, jika semua ini kita transfer ke rekening kita? Asyik ya?
  5. Produk yang dibeli jatuhnya jauh lebih murah dibandingkan dari membeli langsung ke merchantnya. Why? Karena tambahan cashback itu tadi, Sobs! Misalnya: pulsa, gadget, smartphone, tiket pesawat, pesan hotel, voucher makan, fashion, make up , susu anak, popok dan lainnya. 
  6. Adanya program ajak teman dapat 25 ribu rupiah di setiap ada teman yang diajak dan memutuskan untuk bergabung. Caranya? Gampang, Sobs. Cukup dengan menjalankan program afiliasi, yaitu ajak teman untuk mendaftar melalui link referal kita. 
Gimana, Sobs? Menarik banget kan? Bukan hanya diuntungkan oleh berbagai produk yang bisa kita beli secara hemat dan praktis, namun kita juga bisa dapat penghasilan tambahan nih dengan sering-sering-sering take action di ShopBack. 

Dan agar lebih mudeng gimana cara take action di ShopBack, yuk, kita coba lihat video ini, yuk! 


Let's Join and Take Action at ShopBack


Gimana, Sobs? Pasti tertarik banget lah to take action di ShopBack khaan? Caranya juga mudah banget. Cukup kunjungi ShopBack.co.id, lakukan sign up di sini. atau langsung login jika sudah terdaftar. Lalu kunjungi merchant favorit kita, pilih dipilih barang yang mau dibeli dan belanja seperti biasa. Setelah transaksi selesai, kita akan bisa melihat cashback yang kita peroleh pada 'rincian cahsback' yang ada pada sudut atas homepage ShopBack, deh.
Gimana, Sobs? Asyik banget, yak? Hayuk, take action yuk, mumpung mau lebaran nih, udah bisa mulai nyicil belanja atau malah mau cari tambahan THR dari ShopBack? Bisa banget! Ya itu, Sobs! Ajak teman-teman untuk juga bergabung and take action di ShopBack, pasti seru!

catatan tentang 
serunya berbelanja dan hasilkan income dari ShopBack
Al, Margonda Raya, 25 May 2016
Read More

Terpuruk aku di sini

/ / 12 Comments
Yup, sesuai judul, this is life! Terpuruk aku di stasiun Cawang. Udah lebih sejam menanti kereta yang ada space untukku berdiri, membawa diri balik ke Margonda Residence. Etapi, apa daya? Semakin malam, semakin aja nih orang-orang berdatangan. Oh my God. What's up? Rame banget ternyata penduduk kota ini! Tepatnya rame banget orang-orang yang menetap di pinggiran dan bekerja di kota metropolitan ini. Hayyah, Hayati lelah, Bang. Hihi.

Yup, suddenly this feeling blown up. I am tired of this kind of living way. Tapi mau gimanaaa? I still need to stay, I still need to challenge myself to keep dealing with this. Sudah, sudah mencoba sih, Sobs! Mencoba untuk menyukai kota ini. Etapi.... God knew exactly how I feel. Haha.

Tapi, mengeluh juga ga ada artinya lah. Yang pasti, enjoy aja dulu, nikmati sikon ini, dan jangan memaksakan diri masuk ke dalam kereta. Karena jam2 segini, orang-orang sudah lelah dan dikuasai emosi, jadi mulai 'mengganas'. Hihi. Etapi, aku yakin, suatu hari kelak, aku pasti akan merindu momen-momen ini, manakala aku sudah say good bye to this crowded metropolitan. Jadi sekarang ini? Ya, nikmati saja. Sambil.... selfie lagi ah!

Mau upload foto kok ga bisa ya?
*posting from my smartAndro yang juga mulai lelah. Jadi fotonya nyusul aja ntar yee.

Read More

My New Responsive Template

/ / 19 Comments
Hm..., lama banget ga nulis. Alesan klasiknya adalah terlalu riweuh oleh aktivitas offline. Etapi, beneran lho! Emang sibuk pake bangets! Sampai akhirnya beberapa draft pun duduk manis di dashboard blog tercinta ini. Nah, malam ini, mumpung hati lagi adem, suasana lagi santai dan daku sedang sendirian, kayaknya asyik deh jika menulis. Dan mau nulis apaan? Nah ituh!

Banyak banget ide yang ingin dituangkan ke dalam tulisan. Mulai dari yang ringan hingga ke yang lumayan beratnya. Namun, berhubung udah jam sebelasan gini, mending aku cerita yang agak-agak horor ringan lah yaaa. Yup, aku pengen cerita tentang ganti baju ganti template untuk si My Virtual Corner nih, yang antara jadi dan tidak. Bukan karena apa-apa sih, takut aja ntar malah kacau kalo dikerjakan dalam keadaan terburu-buru. Makanya aku bertahan dan tetap bertahan pada template awal, yang adalah hasil berburu di internet dengan sedikit modifikasi, sekalian membuktikan pada diri sendiri, bahwa diri ini mampu lho utak atik template. *Sombong. Hehe

Sebenarnya aku termasuk orang yang loyal terhadap sesuatu, deh. Jika sudah suka pada sesuatu atau seseorang, maka aku akan mempertahankannya sampai selama mungkin, sejauh masih bernilai positif dan layak untuk dipertahankan. Begitu juga dengan template sebuah blog. Bagi sobats yang rajin main ke blog ini, aku yakin jika sobats pasti hapal benar bagaimana bentuk template dan header blog my virtual corner ini, kan?

Bertahan sejak lama, dan baru berganti image headernya karena memang kudu menyesuaikan dengan penampilanku yang baru kala itu. Yup, image header bergambar rangkaian aktivitas diri yang belum berhijab, kemudian diupgrade menjadi rangkaian baru yang sudah berhijab. Hanya itu. Selebihnya tetap seperti semula. Berbackground putih dengan tulisan hitam, dan berkesan minimalis. Simple but mobile friendly.

Header Blog
Header Image yang sebelum berhijab
Alaika Abdullah
Header template image setelah berhijab
Bicara tentang blogging dan pernak-perniknya memang selalu menarik hati, ya, Sobs? Ya, bagi kita para blogger ini lah maksudku. Jika content ibaratnya adalah nyawa bagi sebuah blog, domain adalah raga bagi blog kita dan template adalah bajunya. Sepakat? Makanya, sebagai pemilik blog yang sudah sekian lama memakaikan 'baju' yang itu-itu saja bagi blog tersayang, tiba-tiba aku tersadar bahwa memang sudah saatnya aku mencari baju pengganti bagi si my virtual corner tercinta. Ya iyalah, masak eikeh ajah yang gonta ganti baju?

Maka, mulailah aku mencari 'baju' kece, simple but eleikhan untuk si my virtual corner. Nemu beberapa yang ciamik, namun terkendala oleh hal-hal kecil yang bikin hati kurang sreg. Ih, maksudnya gimana sih, Al? Iya..., terkadang udah klik dengan sebuah template, etapi... kok kurang sreg dengan design warna backgroundnya lah dan setelah diutak-atik, dan karena ilmu utak-atiknya yang masih cetek kok ga bisa dimodif, dan lain sebagainya. Pernah juga kan mengalami hal seperti ini, Sobs?

Hingga suatu ketika, tanpa direncana, terciptalah chitchat kece antara aku dan Meutia Rahmah, si pemilik blog "Melawan Lupa". Blogger setanah-kelahiran ini [sama-sama Aceh] ternyata piawai mendesign dan utak-atik template, lho! Sungguh, aku kagum dan tercengang dibuatnya. Dan tak tanggung-tanggung, asli bikin aku mupeng untuk berguru padanya, secara keinginan untuk mencari guru web-design tuh udah lama banget bersemayam di hati. Namun, mempelajari template design dan utak-atik ini tentu bukan perkara sekali dua kali klik kan? Makanya, saat ditawari untuk test drive template kece hasil besutan dirinya dan temannya itu, aku langsung YESS donk! Gimana mau nolak coba, ketika diperlihatkan tampilan template yang dimaksud Tia. Ya ampun, sumpah, kece badai! Minimalis but eleikhaaan kalo kata Om NhHer.

Footnote
Bernama Footnote, hasil design Tia dan temannya itu pun dicobakan ke My Virtual Corner. Dan..., tentu butuh penyesuaian di sana sini agar tampil serasi dan bener-bener menjiwai [baca: berkarakter khas] My Virtual Corner.

Alhamdulillah, setelah dibantu langsung oleh Tia utak atik - finishing and smoothing-nya, akhirnya My Virtual Corner pun tampil apik seperti yang Sobats lihat sekarang ini, deh!

Gimana, Sobs? Cakep khaan? Yang paling aku suka dari template footnote ini adalah sifatnya yang User Friendly itu, lho!

User Friendly gimana sih maksudnya, Al?

USER FRIENDLY

Responsive

Yup, template ini didesign fully responsive, dapat diakses melalui berbagai perangkat. Mau pake PC atau laptop? Monggo. Mau pake tablet, juga oke. Atau mau pake smartphone aja? Oke bingits. Kan responsive. Jadi kita ga perlu mengaktifkan versi mobile lagi, karena diakses dari device apa pun, dia akan menyesuaikan diri untuk tampilannya.


Beautiful, Clean and Simple

Ini yang paling aku suka dari tampilan/appearance template yang satu ini. Template ini mengutamakan tampilan yang bersih, cantik dan sederhana, sehingga selain kontennya terbaca dengan jelas tanpa menimbulkan nyeri di mata para pembaca, juga menjadikan dia tampak cantik dan simple.
Footnote

Menu Navigasi

Dikonsep seperti burger *lho, maksudnya, Al? Hihi, iya, jadi menu navigasinya tuh kece deh, Sobs! Berlapis kayak burger ituh! Jadi terlihat simple tapi begitu diklik akan memajang keseluruhan kategori. Lihat deh pada image di bawah ini.
Menu Navigasi Footnote
Menu Navigasi sebelum diklik pada 'Categories'-nya
Yang apabila diklik pada 'Categories' maka lapisannya akan membentang, memperlihatkan keseluruhan opsi kategori yang ada.

Menu Navigasi My Virtual Corner
Menu Navigasi akan membentang jika kita click pada 'Categories'
Keren yaaa? Makanya aku langsung jatuh hati deh saat melihat test drive template ini di blogku, dan langsung deh ga ingin pindah ke baju template lainnya. Habis, emang kece, sih!

Light Faster

Maksudnya apaan, sih, Al?
Yup, ini berkaitan dengan kecepatan loading, Sobs! Jadi template footnote ini, walo menggunakan cukup banyak script dan Google Fonts, tapi tetap dapat dibuka dengan cepat dan ringan, lho!

Iconic Post Label

Lihat deh icon-icon cantik penanda jenis postingan di bawah ini.
Cakep yaaa? Hm, terus apalagi, Al keistimewaan template Footnote ini?

Masih banyak lho keunggulannya? Penasaran dan pengen punya juga? Yuk, kepoin langsung deh ulasan sang pencipta templatenya di sini, ya!

a happy note,
Al, Margonda Residence, 20 May 2016
Read More

Bisa lho Titip Emas di Pegadaian!

/ / 25 Comments
Ini sebenarnya kisah lama yang sudah nangkring cantik di dalam angan untuk dibagikan ke dalam bentuk tulisan. Tepatnya di pertengahan tahun 2012, hm, ya ampun, itu udah empat tahun lalu donk yaaa? Wow, rencana untuk berbagi pengalaman ini sampai tertunda hingga selama itu, Sobs! Ckckckck..., ini sibuk apa memang dakunya yang pelupa yaaa? Hehe.

Anyway, daripada sibuk membela diri atas kealpaan ini, *maklum, faktor U juga turut andil lho! maka, ijinkan daku berbagi pengalaman yang satu ini, Sobs! Eits, ini bukan pengalaman horor atau huruhara, apalagi termehek-mehek, melainkan sebuah kisah di mana aku dilanda kebingungan karena harus pindah lokasi kerja ke tempat baru [lagi]. Yah, namanya juga pekerja kontrakan [yang setiap kontrak kerja berakhir, lalu applying for another job application], maka aku ternyata diterima bekerja di sebuah international NGO lainnya di Bekasi. Alhamdulillah, sih. Pake banget malah. Walo harus meninggalkan Intan yang waktu itu masih duduk di kelas 2 SMU, maka aku pun siap untuk mandah, dari Banda Aceh ke Bekasi. Urusan Intan, well solved, ada si Bulan [yang biasa bantu-bantu di rumah, yang juga biasa nemenin Intan] plus ada ibu dan ayahku yang bisa melihat-lihat si putri semata wayang itu.

Mau Simpan Emas di mana ya?

Untuk urusan mobil, juga gampang, tinggal titipkan ke ayahku sementara aku pergi mencari nafkah di kota orang. *Jiaaah! Nah, yang menjadi kendala saat itu adalah, tentang 'sedikit' logam mulia alias perhiasan emas yang aku miliki. Ga banyak memang, tapi sebagaimana orang Aceh lainnya, aku juga ketularan kebiasaan baik ini, yaitu menyimpan [tabung] emas secara individual alias simpen masing-masing di rumah. Dan dengan kepergianku ini, ga mungkin donk jika aku turut membawanya ke Bekasi dan menyimpannya di tempat kostku nanti. :)

Tadinya sih aku berfikir bisa menitipkannya ke Ibu. Ealah, ternyata, sejak tsunami, animo masyarakat, termasuk ibuku, untuk menyimpan barang berharga seperti logam mulia ke deposit box di bank-bank mulai terbuka lebar lho! Makanya aku sempat takjub saat customer cantik di beberapa bank ternama yang aku datangi di kota Banda Aceh saat itu menjelaskan, bahwa deposit box mereka sudah full booked. Wow! Keren! Tak hanya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya asuransi yang meningkat, namun tentang safety yang lebih protective jika menyimpan barang berharga di deposit box di Bank pun mulai mengemuka. Keren yaa? Tsunami ternyata juga meninggalkan a good lesson learnt! 

And..., back to my story, dalam kebingungan itu, justru si kakak CS bank yang mencetuskan alternatif ini. Alternatif apaan sih, Al?

Kantor Pegadaian

Pegadaian sebagai Salah Satu Tempat Titip Emas

Yup, alternatif untuk menitipkan emas di Pegadaian. Awalnya aku sama sekali ga menyangka lho, jika di tempat yang menggusung slogan 'menyelesaikan masalah tanpa masalah' ini justru juga menyediakan fasilitas titip/simpan emas. Soalnya sependek pengetahuanku, secara general dan sesuai namanya, maka pegadaian adalah tempat di mana kita bisa dengan mudah dan cepat menggadaikan barang-barang berharga kita untuk mendapatkan sejumlah rupiah, begitu kan, Sobs?

Namun..., ternyata, Sobs! Pegadaian juga memiliki fungsi lain selain fungsi terima gadai barang seperti yang aku sebutkan di atas. Yuk, kita coba simak fungsi lainnya dari pegadaian berikut ini, yuks!

1. Menitip
Yup, inilah solusi yang aku cari-cari kala itu. Pegadaian menerima titipan emas dari para nasabahnya dengan jaminan asuransi sehingga aman, terjamin plus murah pula biayanya, yaitu 20 ribu rupiah per 100 gram emas per bulannya. Tuh, murah banget kan, Sobs?
Dan seingatku, perhiasan yang aku titipkan waktu itu sih ga sampe 100 gram, hanya sekitar 82 gram gitu deh, dan ternyata hitungan biaya titip cuma 20 ribu per bulannya. Wew bangat kan, Sobs? Duh, langsung lega deh, problem solved. Sayangnya aku lupa mengambil foto [capture] kuitansi penitipan emas itu sebelum diambil kembali oleh pihak pegadaian saat titipan [perhiasan emas] itu aku ambil kembali.

2. Menabung

Yup, selain menerima titipan emas, Pegadaian juga membantu kita dalam menabung dan berinvestasi dengan cara yang lain daripada yang lain. Jika orang-orang yang berduit banyak berlomba investasi dalam bidang property, saham, reksadana, maka pegadaian membuka peluang lain bagi kita untuk berinvestasi, yaitu menabung emas. Unik yaaa? Jadi pengen segera unduh formulir pembukaan rekening tabungan emas, ah! Ntar ambil cuti dan kunjungi kantor Pegadaian cabang terdekat untuk buka rekening tabungan emas dan setoran awal.

Yes, sesimple itu, lho! Menabung emas di pegadaian ini mudah dan murah banget, lho!


PROSEDUR TABUNGAN EMAS
  1. Membuka rekening Tabungan Emas di Kantor Cabang Pegadaian hanya dengan melampirkan fotocopy identitas diri (KTP/ SIM/ Passpor) yang masih berlaku.
  2. Mengisi formulir pembukaan rekening serta membayar biaya administrasi sebesar Rp. 5.000,- dan biaya fasilitas titipan selama 12 bulan sebesar Rp. 30.000,-.
  3. Proses pembelian emas dapat dilakukan dengan kelipatan 0.01 gram dengan atau sebesar Rp. 5.550,- untuk tanggal hari ini (17-05-2016). Misalnya jika ingin membeli 1 gram, maka harganya adalah Rp. 555.000,- .
  4. Apabila membutuhkan dana tunai, saldo titipan emas Anda dapat dijual kembali (buyback) ke Pegadaian dengan minimal penjualan 1 gram dan Anda dapat menerima uang tunai sebesar Rp. 538.000,- untuk tanggal 17-05-2016.
  5. Apabila menghendaki fisik emas batangan, Anda dapat melakukan order cetak dengan pilihan keping (5gr, 10gr, 25gr, 50gr, dan 100gr) dengan membayar biaya cetak sesuai dengan kepingan yang dipilih.
  6. Minimal saldo rekening adalah 0.1 gram
  7. Transaksi penjualan emas kepada Pegadaian dan pencetakan emas batangan, saat ini hanya dapat dilayani di Kantor Cabang tempat pembukaan rekening dengan menunjukan Buku Tabungan dan identitas diri yang asli.
3. Menyicil

Pernah donk kepengen banget beli emas, etapi duitnya belum cukup? Pengen kredit? Kayaknya ga banyak,deh, toko emas yang menyediakan fasilitas kredit emas. Atau pun jika ada, maka syaratnya pun lumayan ribet deh. Nah, Sabtu kemarin, pas diadakan acara Road Blog 10 Cities di Bandung, si mas yang mewakili Pegadaian menjelaskan bahwa BUMN yang satu ini juga menyediakan fasilitas cicil emas, lho! Sehingga bisa menjadi solusi bagi kita-kita yang dilanda rasa ngidam pengen beli atau nabung emas! Yess! Sip banget khaaan?

Caranya juga ga ribet. Kita tinggal datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat, untuk memilih logam mulia yang diinginkan. Syaratnya mudah banget, lho! Misalnya nih, kita ingin cicil emas senilai 45 gram. Maka setelah ditaksir nilainya, maka kita tinggal menentukan mau berapa bulan masa cicilan, lalu membayar 30 persen dari total nilai keseluruhan itu sebagai downpayment. Bulan berikutnya kita tinggal cicil deh, dan emas yang kita cicil itu akan menjadi milik kita [boleh kita ambil] ketika waktu pelunasan cicilan itu tinggal 1-2 minggu lagi. Masa cicilan biasanya berkisar antara 1 bulan hingga 36 bulan.


4. Menggadai
Terkadang kita sering kewalahan kala dilanda syndrome bokek. Apalagi di saat bersamaan ada tagihan yang jatuh tempo dan harus segera kita lunasi. Huft. Menghadapi situasi seperti ini jelas saja bikin sakit kepala, toh? Mulailah mata dan hati melirik ke benda-benda berharga yang bisa segera diuangkan. Dan benda yang paling liquid untuk diuangkan adalah emas. Namun, kok ya rasanya kita tuh sayang banget untuk melepas si emas tadi ke toko, ya? Pasti kebayangkan bahwa untuk membelinya lagi pasti akan sulit, jika pun kita mampu membelinya, nilai historinya pastilah berbeda. Emas yang lama, yang sudah kita jual itu, tentu tak akan kembali. 
Nah, menghadapi 'galau' yang seperti ini, Pegadaian hadir menyelesaikan masalah, lho! Yaitu dengan menyediakan fasilitas gadai emas. Yup. Gadai emas. Jadi kita ga perlu menjual aset [emas] milik kita, melainkan cukup dengan 'menyekolahkan' nya saja di rumah gadai. Adapun nilai peminjaman yang bisa kita dapatkan dari pegadaian emas ini adalah sebesar 85% dari harga emas. Jadi, jika emas kita ditaksir senilai Rp1 juta maka dana pinjaman yang kita peroleh adalah Rp. 850.000. 
Penitipan emas di Pegadaian selama empat bulan, namun dapat diperpanjang dengan tambahan biaya sewa. Biaya gadai dihitung per 10 hari masa pinjaman di Pegadaian syariah, sedangkan Pegadaian konvensional per 15 hari. Selain biaya gadai, kamu juga bakal dikenakan biaya administrasi.
5. Arisan Emas. 
pegadaian arisan emas
Arisan? Yes! Ga nyangka kan jika Pegadaian juga punya inovasi spektakuler seperti ini? Arisan emas. Dengan minimal 6 orang dan maksimal 36 untuk satu kelompok, maka kita bisa datang ke Pegadaian untuk mengajukan permohonan arisan emas, lho! 

Mekanismenya adalah dilakukannya pengundian setiap bulan untuk mendapatkan satu keping emas. Minimum orderan untuk satu kali undian adalah seberat 1 gram dan maksimalnya tidak terbatas. Cara permainannya kurang lebih sama dengan permainan arisan lainnya, di mana nama-nama pemain arisan akan diundi untuk menentukan pemenang di bulan berjalan. Si pemenang kemudian akan mendapatkan kepingan emas yang beratnya telah disepakati. 

See? Luar biasa ya, Sobs?
Ternyata Pegadaian memang menyelesaikan masalah tanpa masalah yaaa? Apalagi dengan kehadiran aplikasi Sahabat Pegadaian yang bisa didownload di playstore bagi kita-kita, para pengguna android, maka semakin memudahkan kita dalam bertransaksi di pegadaian. Hari gini masih pake ribet? Ih, kan udah serba online. Maka cukup donk dengan tarian jemari, maka transaksi pegadaian kelar tanpa perlu hitungan hari. Yuk, saatnya berinvestasi cerdas dan apik, yuk kita ke Pegadaian!

Read More