My Virtual Corner
Menu

Bukber seru di Mie Merapi Buah Batu

/ / 17 Comments
Yup, lagi dan lagi, postingan kali ini juga ga jauh-jauh dari tema kulinari! Hehe. Habis gimana, Sobs! Sulit banget menampik undangan teman-teman untuk berbuka bersama. Ditolak, ntar katanya sombong. Lagipula, berbuka puasa bersama, apalagi bukbernya dengan teman-teman blogger, rasanya itu sesuatu banget, lho!

Kali ini, undangan kebersamaan berbuka puasa dikemas oleh Mas Sandra Nurdiansyah, the Marketing Strategist of CV Agitama, yang memfasilitasi beberapa warga Komunitas Blogger Bandung untuk kumpul bareng sambil ngabuburit di Mie Merapi Buah Batu.

Eh, btw, udah familiar belum dengan Mie Merapi? Iya, sesuai namanya, cafe ini memang mengandalkan sajian mie dengan kuahnya yang spicy dan bikin lidah berdecak saking pedesnya. Eits, jangan kuatir, untuk level pedasnya bisa diatur, kok. Tinggal pilih levelnya dari 0 - 10.

Terus..., apa cuma mie doank yang tersedia di cafe ini, Al?
Tenang, Sobs! Bagi kamu pecinta nasi, maka si putih ini tetap tersedia kok di Mie Merapi. Kan Mie Merapi paham banget mindset-nya orang Indonesia, "jika belum ketemu nasi, maka belum makan namanya itu, mah." Haha.

Rayakan Ramadhan di Mie Merapi!

Yes, bulan seribu bulan ini, memang membawa berbagai keberkahan. Salah satunya adalah berkah tersambungnya silaturrahmi. Dan Mie Merapi memfasilitasi keinginan kita untuk menyambung tali silaturrahmi, dengan menyediakan beberapa program menarik, nih, untuk kita nikmati bersama, diantaranya adalah;

1. Berbukalah dengan yang GRATIS (Promo FREE Takjil)

Yes. Siapa coba yang ga suka dengan yang gratis. Hehe. Jika selama ini kita akrab banget dengan seruan 'berbukalah dengan yang manis', maka di Mie Merapi, kita tetap bisa berbuka dengan yang manis, dan Gratis!

Mie Merapi menyediakan sekitar 50 hingga 60 takjil gratis untuk pembeli pertama yang dine in (makan di tempat) di semua cabang Mie Merapi, lho!

Asyiiik banget kaaan?

2. Promo Menu Soto Seharga IDR. 14.380 


Yes! Hanya seharga IDR. 14.380 semangkoknya, lho! Dan, angka 14.380 ini diambil dari angka tahun Hijriah saat ini, lho! Yaitu 1438 Hijriah.

Selama bulan suci ini, Mie Merapi nge-launching menu baru berupa SOTO dengan harga seperti disebutkan di atas! Varian kuah sotonya sendiri terdiri dari 3 macam, yaitu Kuah Merapi, Kuah Kare dan Kuah Kampung. Tinggal pilih.

Bagi yang suka kuah dengan rasa rempah yang kental, boleh banget nyobain varian Kuah Merapi. Dijamin bakalan balik lagi besok-besoknya untuk pesen menu yang sama. Untuk tingkat pedesnya, tinggal atur di level pedasnya, mau dari 0 atau malah pengen level 10, monggo. Haha.

Untuk yang suka rasa kaldu, boleh nyobain yang Kuah Kampung, penampakannya bening, dengan rasa yang segar dan gurih.

Atau gemar dengan kari-karian? Nah, kudu nyobain varian Kuah Kare, deh! Yummy!


2. Paket Bundling (Paket Jomblo & Paket Berjamaah)


Emang cuma si merah, si biru atau si kuning saja yang suka menawarkan paket bundling? Hehe. Mie Merapi juga, lho! Ga tanggung-tanggung, cafe spesial Mie ini juga menawarkan paket bundling yang ga main-main,  lho!

Ada bundling Paket Jomblo dan ada pula Paket Berjamaah! Hehe.


1. Paket Bundling Jomblo.

Namanya Jomblo, udah pasti lah ini untuk kamu yang datangnya olangan alias sendirian aja, nih, ke sini. Harga paketnya cukup murah, cuma seharga IDR. 20 ribu. Kamu bisa pilih menu berikut:

Makanan: 
Nasi Chicken Bulgogi | Nasi Sop Kitel | Yamin Baso.

Hayo tinggal pilih. Sementara untuk minumannya, kamu akan diberikan segelas teh manis berukuran jumbo.

2. Paket Bundling Berjamaah

Yup, jadi bukan cuma shalat aja, lho, yang berjamaah. Untuk buka puasa bareng di Mie Merapi, kita bisa memilih paket berjamaah, yang pastinya harganya akan lebih irit! Satu paket berjamaah ini cukup untuk 4 orang, dan kita cukup membayar sejumlah IDR. 95 ribu aja untuk mendapatkan makanan seperti di atas, yaitu: Nasi Chicken Bulgogi, Nasi Sop Kitel atau pun Yamin Baso plus minuman berupa teh manis ukuran jumbo.

Ah iya, untuk paket bundling ini, kita akan mendapatkan bonus berupa cemilan - Cireng Bumbu Rujak! Wow, kurang sip gimana lagi, coba, Sobs!

Terus alamatnya di mana ini Mie Merapi, Al? Dari tadi kok ngobrol melulu. Alamatnya, donk!
Ok, boleh meluncur ke Mie Merapi terdekat, ya. Kalo aku sih ini di Mie Merapi Buah Batu dengan alamat berikut;
  • Jl Pahlawan no. 24 Bandung, 022 – 2045 3485
  • Jl Dipatiukur no. 60 Bandung, 022 – 2045 3606
  • BIP Foodcourt Bandung, 0812 2078 4945
  • Jl Buah Batu no. 172 Bandung, 022 – 7351 5102
  • Jl Lurah no. 26, Cimahi, 022 2066612

Dan jangan lupa Follow Sosmed Mie Merapi ya, Sobs!
Instagram : @miemerapi | Twitter : @miemerapi | Facebook : Mie Merapi
Catatan bukber seru di Mie Merapi,
Al, Bandung, 8 Juni 2017
Read More

Ngabuburit Asyik di The Lodge Maribaya - Sambil Uji Nyali

/ / 29 Comments
Hari ini, mumpung sedang di depan laptop nih, jadi mau sharing aktivitas ngabuburit seru yang aku dan Nchie Hanie lakukan di The Lodge Maribaya beberapa hari yang lalu. Sebenarnya bukan hanya aku dan Nchie saja, sih. Tapi ada Bang Eduard de Grave dan Bang Aswi serta Anin (putrinya Bang Aswi) yang ikutan menghadiri undangan tim The Lodge Maribaya, untuk berbuka puasa di sana.

Siapa yang tak familiar dengan tempat wisata dan arena glamping yang satu ini, coba, Sobs? Tenda orangenya yang unik, atau pemandangan hutan pinusnya yang menyejukkan mata, arena panahan/archeri-nya yang bikin aku ga ingin berhenti memanah, atau spot sky tree-nya yang untuk sampai ke sana butuh dialog khusus dengan hati agar berani melangkah, atau arena zip-bike (bersepeda di ketinggian) yang tak hanya butuh dialog, tapi juga tekad bulat untuk menantang dan mengalahkan rasa takut akan ketinggian!

Baca juga: The Lodge Maribaya, Tempat Asyik Mencanda Alam

Yup, Teh Puji dari The Lodge Maribaya mempersilahkan kami datang lebih awal dari jadwal acara berbuka, in case kami ingin mencoba wahana-wahana baru yang kini mereka miliki. Dan tentunya, kami menyambut baik dan bersemangat donk. Pengen banget mencoba wahana-wahana itu, setidaknya untuk hasilkan foto-foto kece yang instagramable lah, ya! Haha. Etapi, yang namanya kota Bandung, kapan, sih, ga lepas dari kemacetan? Padahal berangkatnya udah termasuk cepat, lho!
Setengah tiga siang dari depan Carefour Buah Batu, dan kami memilih untuk ambil jalan alternatif via Dago atas. Tapi ya ituh! Teteup aja macettoz!

Uji Nyali itu Bernama Gowes Zip-Bike

Kami sampai di tekape udah jam 4.30 sore gitu, deh, dan saatnya wahana-wahana itu akan segera ditutup. Begitu selesai cipika cipiki, kami langsung 'digiring' oleh Mas Rizki ke arena Zip-Bike. Dan ya ampyuuuun. Dua buah sepeda khusus dengan warna atraktif, menggantung di tali temali yang terbuat dari sling baja itu. Tali temali itu pasti lah kokoh, namun..., teteup tak membuat jantungku punya keberanian untuk mendayung salah satu sepeda itu di atas jurang yang menganga itu. Aih! No..., eikeh takut, bo'!

Namun, bujukan, desakan hingga 'paksaan' Nchie Hanie dan juga si Aa yang 'mawangin' wahana itu, agar aku KUDU nyobain, apalagi sambil membujuk, aku langsung digiring untuk naik ke tempat pemasangan alat pengaman, akhirnya, jadilah foto ini. Alhamdulillah! Hehe. Haturnuhun Aa dan Nchie, dorongan kalian hasilkan foto kece inih! Yuhuuu!

Inginnya sih bersepeda di awan. *gayaaa. Eh, siapa tau ke depan nanti bakalan beneran ada fasilitas untuk bersepeda di awan kan? Who knows! . Makanya eikeh mau latihan dulu nih. Bersepedanya di ketinggian segini dulu. Kan kudu bertahap. Latihan kudu teratur, ya kan? ^_^ . Goes pertama, nyantai. Tenang. Keciil. It's easy, fun! Etapu, makin melaju di ketinggian ini, apalagi kala secara tak sengaja, pandangan iseng melihat ke bawah. Olala, oh Tuhan..., jurangnya dalam jugak! . Lutut pun gemetar. Tremor. No, plis atuh lah. Shakingnya jangan di sini. Jangan di atas sepeda yang sedang menggantung di ketinggian, denga jurang sebagai dasarnya. . Etapi, panggilan si aa fotografer yang berseru 'teh, say hi, senyum dan rentangkan kedua tangan! ' bener2 menantang. . Takut boleh aja, tapi ntar dulu ye. Eikeh mau pepotoan dulu. Foto harus kece, walau lutut ini semakin kuat goncangannya. Haha. #thelodgemaribaya #thelodgemaribayalembang #iftar #bukber #travelblogger
A post shared by Alaika Abdullah (@alaikaabdullah) on

Bersepeda di ketinggian seperti ini tentu ga asyik, donk, jika sendirian. Maka, si Aa membujuk Nchie Hanie untuk ikutan menyusulku. Dan tau ga, Sobs? Ternyata Nchie juga belum pernah nyobain Zip-Bike sebelumnya. Dan punya ketakutan yang sama denganku. Aseeek, ada temen. Hehe. Etapi, bukan emak-emak tangguh donk jika kami menyerah begitu saja. Lihat donk foto di bawah! Yuhuuu!


Ada keasyikan tersendiri memang bersepeda di ketinggian begini. Eh, yakin, Al? Haha. Yakin, but just for a while! Beneran, deh! Walo memberanikan diri untuk tetap ga gemetar di atas sana, namun sebagai orang yang takut akan ketinggian, aku teteup gemetar begitu pandangan mata beralih ke bawah dan menyadari aku sedang berada di atas seutas tali yang menggantung ke tali lainnya. Secara logika, emang semua itu aman. Karena pemilik wahana telah memperhitungkan faktor keamanannya sehingga secara teknis, wahana ini diset sedemikian rupa agar aman terkendali. Namun, sebagai orang yang takut akan ketinggian, aku ga berani untuk terus lanjut gowes, semakin ke tengah. Gemetar, bo! Haha. Tapi, segitu aja udah happy banget, lho! It was so fun! Asyiiik! Apalagi bisa hasilkan foto2 kece kayak di atas itu kan? Sesuatu banget, deh! Hahaha.

Berbuka Puasa Bersama di Omah Bamboo Resto - The Lodge Maribaya

Karena waktu yang terbatas, kami hanya sempat mencoba satu wahana saja, yaitu Zip-Bike. Lalu kami pun merapat ke tempat lokasi acara, yaitu di Omah Bamboo Resto.

Memasuki Omah Bamboo Resto, aku langsung jatuh hati, Sobs! Dekorasi dan layout-nya yang apik dan santai itu, lho! Cozy banget! Ih, kebayang ya, duduk-duduk santai sambil baca novel di sini. Pasti asyik banget, deh!
The Lodge Maribaya
Atau duduk santai berbagi cerita dengan sahabat sambil menikmati indahnya suasana alam.
The Lodge Maribaya

Ngabuburit sambil dengerin Ceramah Pak Ustadz Dr. Aam Amiruddin, M.Si 

Udah lama banget ga ngalamin hal seperti ini. Berbuka puasa bareng yang di dalamnya diisi dengan siraman rohani dari pemuka agama atau ustadz/ustadzah. Dan...? Alhamdulillah, The Lodge Maribaya mendengar 'keluhan batinku' ini. Hehe.

Siraman rohani dikemas sebagai salah satu agenda ngabuburit (menanti waktu berbuka). Para undangan terlihat menyimak penuturan pak Ustadz Aam Amiruddin, M.Si, yang menyampaikan ceramahnya dengan materi yang santai namun berisi. Gelak tawa juga sering membahana manakala Pak Ustadz menyampaikan sesuatu dengan kocak.

Menu Berbuka yang yummy dan Shalat Magrib Berjamaah

Bedug pun tiba. Pak Ustadz menutup siraman rohani-nya dengan ucapan Alhamdulillah dan mengajak semua undangan untuk berbuka puasa.

- Berbukalah dengan yang manis!-

Takjil berjejer dan segera diserbu oleh para undangan, dan sesuai arahan, kami tak berlama-lama dengan menikmati takjil-nya, karena akan bergegas untuk shalat magrib berjamaah, yang digelar di ruangan yang sama, dengan mengesampingkan bantal2 duduk ke pinggir, agar ada space untuk barisan saf bagi yang akan shalat. Yes. Udah lama banget ga nemu susunan agenda shalat magrib berjamaah setelah berbuka puasa, di acara-acara bukber. Selain kendala ketiadaan tempat (jika dilakukan di cafe-cafe), tentu juga disebabkan oleh berbagai faktor lainnya, lah, ya!

Nah, di The Lodge Maribaya, Teh Henni, sang pemilik the Lodge Maribaya bercerita, bahwa dirinya juga menginginkan adanya shalat magrib berjamaah (apalagi tempatnya memang mendukung) agar semua agenda hari ini menjadi berkah. Masyaallah. Aamiin. Haturnuhun, Teh Henni. Salut, deh dengan niatanmu. Semoga The Lodge Maribaya semakin sukses menarik hati para wisatawan dan happy beraktivitas di sini, ya!

Selesai shalat Magrib berjamaah, barulah kami menikmati makanan utama. Yang seperti biasanya, berlaku secara prasmanan, dengan wajan-wajan kecil khas The Lodge Maribaya, sebagai wadah menaruh lauk pauk yang kita inginkan. Charming banget, deh!

Ingin merasakan pengalaman berbuka puasa yang seru, nyaman dan hangat sambil mencanda alam? Yuk, melipir ke The Lodge Maribaya, deh!

The Lodge Maribaya
Reservation:
[022] 2045 4830
0811 2264 808/0811 2253 299
Jl. Maribaya No. 149/252 RT/RW 03/15
Kp. Babakan Gentong - Cibodas
Maribaya - Lembang

Bukber seru dan santai di The Lodge Maribaya,
Al, Bandung, 5 Juni 2017

Read More

Iftar Seru dengan lebih dari 100 Kuliner di The Trans Luxury Hotel

/ / 21 Comments
Bulan suci Ramadhan telah bersama kita. Disambut gembira oleh seluruh umat muslimin dan muslimat seantero negeri juga penjuru dunia. Ramadhan, adalah bulan penuh berkah dan pengampunan, tentu tak hanya menjadi bulan di mana kita meningkatkan ibadah dan ketaqwaan, namun juga disertai oleh momen-momen lain yang tak dijumpai pada bulan-bulan lainnya.

Sebut saja momen bukber (buka bersama) alias iftar. Sebuah momen yang sering kali menjadi ajang bersilaturrahmi, kumpul bareng, di mana pada kesempatan lainnya, terasa sulit banget untuk diwujudkan. Namun, di bulan suci ini, kemudahan itu terbuka dalam bentuk ngabuburit dan berbuka puasa bersama alias iftar.

Demo Beberapa Menu Andalan by the Executive Chef Marco Medaglia

Berbicara tentang bukber, aku jadi pengen cerita pengalaman seru saat dapat undangan khusus dari The Trans Luxury Hotel Bandung, untuk hadir dalam rangka launching menu-menu kece yang akan disajikan hotel mewah ini dalam menyambut bulan suci Ramadhan 2017.

Acara dibuka oleh Teh Anggia Elgana, the Head of Communication and Development Kawasan Terpadu The Trans Studio Bandung, yang didampingi oleh Teh Melly Widya Ayundha, the Marketing Communication Executive The Trans Luxury Hotel. Teh Anggia memperkenalkan dan mempersilakan para chef untuk melakukan cooking demo.

Dan the cooking demo pun dimulai dengan menarik.
Chef Marco dibantu dengan beberapa chef lainnya, dengan cekatan mengolah makanan yang akan menjadi beberapa menu andalan selama bulan suci ini.




Iftar Buffet at The Restaurant - The Trans Luxury Hotel

As I said above, bulan mulai penuh berkah ini, juga disambut spesial oleh The Restaurant - yang telah memiliki sertifikat Halal dari LPPOM MUI - dengan menyajikan menu iftar berstandard international kepada para pengunjungnya. Ada lebih dari 100 Kuliner dari dalam negeri mau pun mancanegara tersedia, yang bisa dinikmati secara all you can eat, lho! Wow! Jadi, bagi Sobats yang ingin mengundang teman-teman tersayang, atau keluarga tercinta untuk bukber atau iftar bareng, cucok banget, nih, untuk reserve tempat di The Restaurant ini, lho! Buka mulai dari pukul 18.00 - 22.00 wib. Catet, ya! Menu andalannya apa aja, Al?

Banyak! Ada Australian Rib Eye, Beef Stroganoff, dan Peking Duck. Dan..., yang paling asyik, iftar di The Restaurant jadi tambah asyik dengan tersedianya aneka sajian manis makanan penutup dan es krim Baskin Robbins, lho!

Terus harganya piro, Al? Mahal engga, sih?
Nah, kalo masalah harga, kembali kepada kantong sih, hehe. 
Paket berbuka puasa di The Restaurant ini dapat dinikmati dengan harga IDR. 299.000,- net/orang setiap Senin - Kamis. Sementara untuk Jumat - Minggu, sajian iftar ini dapat dinikmati pada harga IDR. 335.000,- net/orang. Nah, bagi pengguna kartu kredit Bank Mega, harga di atas kepotong drastis senilai 50% sementara dengan kartu kredit Bank Mandiri harga didiskon hingga 35% (*syarat dan ketentuan berlaku).

The Restaurant Trans Luxury Hotel
Sukak banget lihat2 jejeran anek kuliner ini, deh! 
Iftar Indulgence at The 18th Restaurant and Lounge

Ingin mendapatkan sensasi unik dan berbeda? Cobain deh berbuka puasa di lantai 18 The Trans Luxury Hotel Bandung ini! Tepatnya di The 18th Restaurant and Lounge. Persembahan spesial Ramadhan tahun ini, hasil kreasi apik by Culinary Team The Trans Luxury Hotel menjadi andalan yang dapat dinikmati bersama pasangan, kerabat atau pun sahabat, seraya menikmati view kota Bandung dari ketinggian lantai 18 ini, lho!

Menunya apa aja? Ada menu utama berupa 950 gram US Prime Flamegrilled Meats yang terdiri dari Herbs and Garlic Sausage 300 gr, Tajima Robatayaki 150 gr, Lamb Rack 200 gr, juga Prime Sirloin 300 gr. Paket bukber ini sudah termasuk dengan Tajil Sharing Selection dan Appetizer.

Harganya? 
IDR. 400.000++/orang. (minimal reservasi untuk 2 orang).

Siap untuk menikmati sensasi bukber yang unik dan berbeda? Yuk, merapat ke The Trans Luxury Hotel Bandung, reservasi and have your seat through:
phone call: +62-22 8734 8888
Whatsapp: +62-812 2317 1391 atau 
Email: reservation@thetranshotel.com

Read More

Cara Jitu Mengencangkan Kulit Wajah dengan Magic Faceliner dari DF Clinic

/ / 29 Comments
Usia Cantik
Beberapa teman, sering banget berkomentar bahwa aku tuh, awet muda! *ehem, sebuah kalimat pembukaan yang pede abis! Hehe. Dilarang marah apalagi iri hati, ya!
Etapi, emang beneran, lho. Ga bo'ong. Teman-teman tuh suka ga percaya waktu aku bilang usiaku, Insyaallah, akan 47 tahun di July nanti. Sebenarnya sih, pengen tetap di angka 35-an, tapi mau gimana lagi, no body is able to stop the time, kan? Makanya, daripada mengutuk sang waktu, mending menjaga hati dan pikiran agar tetap sehat dan semangat tetap menyala. Dengan tak lupa merawat diri dan penampilan agar tetap awet muda. Bukan begitu, Sobs? Iya, donk.

Namun, tak bisa dipungkiri, bahwa tubuh yang menua, kulit wajah yang tak lagi kencang, kantung mata, dan garis senyum (smile lines) adalah guratan nyata kreasi sang waktu, sebagai bukti diri yang kian menua bertambah usia. Hiks.

Untungnya, aku ketemu dengan dr. Dave dari DF Clinic. Alhamdulillah, berkenalan dengannya, mengajarkan aku banyak hal. Tak hanya tentang solusi terhadap permasalahan estetika yang kita hadapi, namun juga si dokter kece ini terlebih dahulu mengedukasi, menjelaskan tentang bagaimana proses terbentuknya masalah ini (misalnya tentang penyebab kulit mengendur, bagaimana terbentuknya kerut, bagaimana sih terbentuknya kantung mata, dan lain-lainnya), sehingga kita menjadi ngeh, dan saat problema sudah teratasi, kita akan berhati-hati untuk menjaganya tetap terawat. 

Baca juga: Solusi Jitu Menghilangkan Kantung Mata

Bagaimana Kerut Terbentuk
proses terbentuknya kerut

Yup. Terlihat jelas ya, Sobs, gambar no. 1, usia masih di 35 tahun, betapa kulit wajah masih kencang, kinclong, mulus tanpa kerut, membentuk segitiga sama kaki dengan kerucutnya yang ke bawah. Pada kondisi ini, bantalan lemak wajah masih sempurna, sehingga pipi, dagu, dan bagian lainnya terlihat kencang dan sip. Namun, pertambahan usia dan faktor lainnya (pola makan/gaya hidup, stress, dan lainnya), membuat bantalan lemak ini menipis, sehingga kulit pun mengendur, dan 'turun'. Pipi, dagu, dan lapisan kulit bawah mata jadi ikut turun. Nah, si kantung mata sendiri, terbentuk bukan karena bantalan lemak di bagian bawah mata yang menipis, tapi justru jadi turun karena si pipi yang tadinya menjadi penyangga, telah turun ke bawah.

Sehingga, pada usia 45+ (lirik diri sendiri), segitiganya pun berbalik arah. Kerucutnya jadi ke atas. Pipi terlihat melebar. *Ambil kaca. Ah, pipiku ga terlalu turun kok, haha, tapi mulai, sih!

Magic Faceliner - Solusi Jitu Lawan Kerutan dan Membentuk Wajah V Shape

Jika sebelumnya, aku pernah bercerita tentang solusi jitu menghilangkan kantung mata, yang memang efektif banget, atau solusi jitu lawan dehidrasi maka kali ini, aku pengen sharing tentang cara jitu mengencangkan kembali kulit wajah tanpa operasi. Hayo, pada kepo kan? Terutama teman-teman yang sudah di usia 35+ nih, coba deh perhatiin wajahmu. Udah mulai membentuk segitiga dengan kerucut ke atas, belum?

Eits, jangan berkecil hati, dulu, Sobs. Memang sih, perawatan alamiah adalah hal terbaik dalam merawat wajah dan tubuh, serta juga kesehatan. Namun, ada kondisi tertentu, yang membuat si perawatan herbal alamiah itu, tak lagi mampu menjadi solusi jitu. Misalnya, ya pada kasus di mana pipi kita telah turun dan terlihat chubby, kantung mata telah terbentuk, kulit wajah telah berkerut banyak. Intinya adalah karena kita memang telah menua, sesuatu yang tak mungkin mampu kita tolak, namun sebagai manusia apalagi wanita (pria juga sih), tentu kita tetap ingin donk tampil menawan, dengan kulit wajah yang masih mulus, kencang dan kinclong?

Jika jawabannya, iya. Hayuk atuh, kita telisik cara jitu yang satu ini, ya!

DF Clinic mempersembahkan layanan jitu bernama Magic Faceliner, sebagai solusi jitu lawan kerutan. Eh, ga cuma itu. Layanan ini juga mampu membuat pipi yang chubby jadi lebih V Shape, lho! Yup, Magic, karena hasilnya memang cepat, dan tanpa operasi. Berbahaya kah? Hm, sepemahamanku sih, AMAN. So far, there is no complain yet, baik dari hasil searching offline maupun googling. Mengapa aman?

Karena teknik Magic Faceliner ini menggunakan obat (Intensive Serum Artliner) yang berisi bahan-bahan untuk memperbaiki peredaran darah, peredaran lymphe, meningkatkan metabolisme dan menstimulasi pencerahan dan mengencangkan kulit.

Mekanisme Layanan Magic Faceliner

Caranya adalah dengan injeksi alias suntikan. Ha? Disuntik? Sakit atuh lah! Dan, banyak yang ngeri melihat live-story di instagramku saat menjalani treatment ini. Padahal sebenarnya..., GA SAKIT, lho! Kan sudah dibius/anestesi, jadi kulit wajah sudah kebal.

Sebelum menjalani treatment ini, wajah dibersihkan terlebih dahulu dari make up atau kotoran lainnya, lalu dioleskan krim anestesi selama kurang lebih 1,5 jam atau 2 jam gitu deh. Barulah setelah itu, kita menuju ruang dokter, untuk mendapatkan suntikan. Suntikan untuk treatment ini lumayan banyak, sih. Karena memang tujuannya adalah untuk menstimulasi pencerahan dan pengencangan kulit, kan?

Prosesnya injeksinya lama, ga, Al? Ga, tuh! Tangan terampil si dokter kece bergerak cepat banget. Cep cep cep! Suntik sana sini, eh selesai!

Dan...? Iyaaaa, pipiku terlihat lebih naik. Kulit wajah mengencang. Aih, masak sih secepat ini reaksinya? Etapi..., iyaaaa. Beneran!

Jadi ga sabar menanti hari-hari berikutnya, ingin lihat perkembangan kulit wajahku, mudah-mudahan makin cerah, kencang dan kinclong, ya, dok! Haturnuhun dokter Dave!
Facelift Artliner

Ingin kenalan dengan dr. Dave? Yuk, langsung meluncur ke video profile-nya ini, deh!

Dan yang mau konsultasi untuk treatment ini, atau pun treatment lainnya, bisa langsung colek dr. Dave di telegramnya @Krissnnanda atau call langsung DF Clinic di nomor 022 - 2010593.

Ah iya, selama bulan suci Ramadhan ini, DF Clinic mempersembahkan Promo dan Paket Khusus Ramadhan, lho! Hayo, buruan, deh! Mumpu sedang berada di harga yang kece!
DF Clinic



Read More

Nikmatnya Kehangatan dan Segarnya Steamboat Hot Pot ala Best Western Premier La Grande

/ / 18 Comments
Pasti pada familiar donk dengan menu yang satu ini? Steamboat. Menu sedap dan sehat, yang sukses mengundang selera, dan beneran bakal bikin kita seger dan bersemangat setelah melahapnya! Jadi ingat, dulu, waktu suami masih tinggal di negeri jiran, tiap 'mudik' ke Kuala Lumpur, menikmati kuliner yang satu ini pasti tak akan aku lewatkan. Anehnya, kalo di sana, aku tuh paling suka menikmati steamboat yang di gelar di pinggir jalan, seraya menikmati keindahan dan nyamannya jalanan di negeri orang.

Nah, makanya, begitu dapat undangan dari Teh Venta, untuk menghadiri acara launching menu Steamboat Hot Pot ala Best Western Premier La Grande Bandung ini, aku langsung mengiyakan, donk! Apalagi sejak di Bandung, menikmati menu yang satu ini jarang banget!

Paket Promo Steamboat Hot Pot All You Can Eat Dinner Buffet

Yup. Makanan yang berisi paduan berbagai macam daging, sea food dan sayuran (sesuai selera) dengan kuah nikmat ini, memang memberikan citarasa yang khas dan lezat di lidah. Dan juga sehat!

Menurut the Executive Chef Best Western Premier La Grande Bandung, Chef Yono (Saryono), kebutuhan akan makanan sehat dan tentu juga nikmat, kini telah menjadi gaya hidup masyakarat. Dan sang Chef mencoba untuk memadukan racikan kuahnya dengan racikan dari berbagai negara seperti Thailand, Singapura, Malaysia dan Thailand serta Bandung sendiri, sehingga menghasilkan varian, yaitu varian; Kuah Kaldu, Kuah Spicy Tom Yam, Miso Shiru Jepang, dan Kuah Kikil seperti Mi Kocok Bandung. Dan kalo aku, sih, varian Spicy Tom Yam is the best! Hehe.

Selain kuahnya yang variatif, Chef Yono juga memadukan aneka sayuran, daging, seafood dan mie. Selain itu juga ada young tau foo (hidangan olahan tahu dan ikan dari China).

Untuk sayuran sendiri, sang chef kawakan ini memilih sayuran yang berasal dari berbagai kawasan Asia, diantaranya adalah bayam merah khas Jepang, Chai sim, baby kailan, letus selada bokor, tauge, pak cyoy, kiciwis, wortel, kangkung, selada air, dan jagung semi.

Dan untuk penyuka mie, kita dimanjakan dengan pilihan mie kuning, mie hitam dengan berbagai bahan baku dari charcoal atau arang, mi hijau dan udon. Wow!

Yang suka jamur? Tenang! Ada juga, lho! Aneka jamur seperti merang, enoki, tiram, shitake dan jamur kancing, siap untuk dipilih dan dicelur ke dalam kuah pilihan! Bagi penyuka pedas sejati, ada 32 macam saus yang siap untuk membuat lidah anda berdecak dan panas, hehe. Ada saus bawang putih goreng, cincang bawang, tomat, sambal, kecap manis, sambal terasi, yakiniku, minyak wijen, ikan dan cabai merah. Komplit kan?


Wow banget, yak? Bikin ngiler dan perut langsung bernyanyi. Dan jadi berharap waktu iftar segera tiba, padahal saat postingan ini dibikin, masih pagi banget! Haha.

How to akses this menu?

Gampang, Sobs! Tinggal melangkah ke Best Western Premier La Grande, di jalan Merdeka, Bandung, tempatnya pas berhadapan dengan Bandung Indah Plaza (BIP), tuh!

Paket promo Steamboat Hot Pot All You Can Eat Dinner Buffet ini, cocok banget untuk dinikmati bersama orang-orang tersayang, lho! Dan..., cucok banget untuk bukber atau iftar bareng! Disajikan setiap hari Jumat di Parc De Ville Restaurant, lantai 3 BWP La Grande, mulai pukul 18.00 - 22.00 wib!

sharing kuliner asyik,
Al, Bandung, 2 Mei 2017

Read More

Belanja Lebaran Cukup di Ujung Jemari

/ / 14 Comments
Bulan suci Ramadhan baru saja tiba. Berpuasa pun baru masuk minggu pertama. Hari ke enam, gitu, lho! Etapi, beberapa keponakan sudah heboh ngomongin baju lebaran. Haha.
Aih, jadi teringat masa kanak-kanak dulu, deh. Saat aku dan ketiga adik-adik berpolah serupa. Berpuasa adalah ibadah, dan wajib hukumnya. Sebagaimana lebaran adalah hari kemenangan dengan aneka bonus, mulai dari baju baru hingga angpao lebaran.

Hal yang sama juga berlaku bagi Intan, di masa kanak-kanaknya. Walo hapal banget lirik lagu 'Baju baru, Alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya. Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama.' Tapi..., teteup aja, namanya anak-anak, apalagi udah berpuasa sedemikian rupa, ga enak donk, jika tak dihadiahi baju baru? Maka..., mau tak mau, kami pun melipir ke mal atau pasar terdekat, yang ramenya Masyaallah. Sukses bikin kepala emak puyeng. Aih, bisa ga sih, ga usah belanja di saat rame kayak orang sedang naik haji begini? Pikirku kala itu.

Bertahun, hal yang sama berulang. Walo aku paling ga suka berkecimpung di dalam keramaian yang sedemikian rupa, penuh sesak bahkan untuk berjalan pun susah, teteup aja, belanja baju baru untuk ananda tercinta itu harus! Artinya, ke mal atau ke pasar, ya, harus!

Pengen beli jauh-jauh hari sebelum lebaran, duitnya belum cair, Sobs. THR belum menampakkan diri, gimana mau belanja duluan, coba? Hehe.

Untungnya kini, kemajuan teknologi informasi sudah sedemikian pesatnya. Alhamdulillah. Terobosan demi terobosan yang terjadi, sungguh bikin hati berseri. Kini, di jagad maya, kita tak hanya boleh berselancar sesuka hati. Namun juga bisa window shopping hingga bener-bener shopping, tanpa harus beranjak dari peraduan!

Yes, pasti udah pada familiar donk dengan marketplace-marketplace yang terhampar luas di jagad maya? Seperti Zalora, misalnya. Siapa coba yang tak kenal akan toko pakaian dan fashion online yang satu ini? Yang menjadi destinasi fashion online Asia. Toko online yang didukung dengan jangkaun luas, sistem yang canggih dan tim customer sevice yang andal ini, memang telah menjadi marketplace yang begitu diminati. Keberadaannya, telah memberi banyak sekali kemudahan bagi para customernya, termasuk eikeh, Sobs! Jika dulu, di pertengahan puasa, begitu terima THR, aku harus langsung ngacir ke mal atau pasar untuk berburu pakaian baru bagi ananda tercinta, kini berbelanja baju lebaran cukup dari ujung jemari!

Alhamdulillah, thanks to technology, yang telah memungkinkan keadaan ini. Yang telah menyelamatkan aku dan para customer lainnya dari 'berhimpitan dan berdesakan' di pasar atau mal, yang harus menempuh perjalanan jauh, atau malah terjebak di dalam kemacetan dan menghabiskan banyak waktu. Alhamdulillah, kini, berbelanja baju lebaran memang cukup dengan duduk manis di depan lappie, berbekal koneksi internet dan ketak ketik dengan ujung jemari. Indahnya kehidupan moderen, indahnya kemajuan jaman. Alhamdulillah.

Kalo kamu? Masih suka berbelanja secara offline atau sudah beralih ke belanja online? Cerita donk, di kolom komentar!
Serunya belanja online,
Al, Bandung, 31 Mei 2017
Read More

Nikmatnya Sajian Traditional Indonesia di Kampoeng Ramadhan 390

/ / 9 Comments
Ramadhan adalah bulan yang senantiasa dinanti. Tak hanya oleh orang dewasa, namun juga oleh kanak-kanak yang dipenuhi oleh euforia menjalankan ibadah puasa dan menyambut hari kemenangan.

Tak hanya itu, momen penting di bulan suci ini, kerap pula dimanfaatkan untuk menjalin kembali silaturrahmi, yang mungkin selama ini tak sempat tersambung secara 'bertemu muka' dikarenakan jarak dan kesibukan masing-masing yang begitu padat dan berbagai alasan lainnya. Maka, momen penting yang satu ini pun sering dibidik menjadi ajang kopdar dan reunion bertajuk iftar bareng atau berbuka puasa bersama alias bukber.

Nah, jika pada postingan sebelumnya aku bercerita tentang menu bukber yang hangat dan nikmat berupa steamboat hot pot ala BWP La Grande Hotel Bandung, atau menu iftar penuh sensasi bertaraf international di The Trans Luxury Hotel, maka kali ini, aku mau cerita tentang sajian menu traditional yang aduhai nikmatnya, nih, persembahan Sheraton Bandung Hotel and Towers di Kampoeng Ramadhan 390-nya.

Iftar The Light Fiesta

Yup, jadi ceritanya aku dan Nchie Hanie, dapat undangan untuk menghadiri acara welcome Ramadhan 2017 yang diadakan Sheraton Bandung Hotel & Towers, pada hari Jumat, 19 Mei 2017. Konsep yang digusung adalah keakraban suasana pedesaan, di mana Feast Restaurant disulap dengan konsep rumah traditional, lengkap dengan saung-saungan dan pernak-pernik antik.

Ah iya, para undangan yang hadir diminta mengenakan dresscode pakaian adat which is kebanyakan wanita menggunakan kebaya dan menampilkan suasana Sundais yang membumi.


Yup, konsep yang digusung memang kerasa banget akan kentalnya suasana pedesaan. Aku yakin, konsep ini akan jitu banget dalam mengobati kerinduan kita akan kampung halaman dan suasana berbuka puasa di alam pedesaan. Jadi... sebelum mudik lebaran, dan saat kangen banget akan kampung halaman, having your iftar here, is my highly recommendation, deh!

Gimana enggak, coba, Sobs! Lihat aja tatanan dekorasi dan menu-menu yang tersedia di sini.



Layout ruangan yang terkesan ramah, membuat kita berkesempatan untuk merasakan pengalaman interaktif dengan team kuliner Feast Restaurant, yang menyajikan berbagai sajian spesial iftar - All You Can Eat Buffet - dengan beraneka menu unik Nusantara seperti nasi goreng tutug oncom, ayam bakakak, aneka macam pepes, dan berbagai menu traditional lainnya, yang bikin kangen kampung!

Kue-kue traditional pun tak kalah serunya. Berjejer rapi dan menggoda untuk berbuka puasa. Konsep berbuka lah dengan yang manis, sip banget untuk dipenuhi di sini, deh!
Tak hanya itu, tersedia juga area live cooking berupa barbeque station, noodle station dan carving station yang akan memanjakan lidah setelah seharian kita berpuasa. Ada juga kambing guling setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Gimana, Sobs? Asyik banget kan? Sambil nunggu waktunya mudik, kerinduan akan suasana kampung halaman bisa banget dipuaskan di sini dulu, deh! Dan untuk yang ingin menjamu kolega, kerabat atau sahabat dengan suasana yang lain dari biasanya, pasti akan happy banget deh, mereka jika dijamu di Kampung Ramadan 390 ini!

Apalagi paket berbuka puasa ini tersedia sepanjang bulan Ramadhan dengan harga IDR. 199.000++ per orang, setiap hari Senin sampai Kamis, dan untuk Jumat, Sabtu dan Minggu harga di IDR. 239.000++  per orang. Oya, ada Live Music Akustik nya juga nih, Sobs!

Ingin dapat diskon? Bisa! Dapatkan 20% untuk member SPG (Starwood Preferred Guest). Dan bagi yang ingin staycation, selama bulan suci ini, Sheraton Bandung Hotel & Towers menawarkan 'Ramadan Stay Package' mulai dari harga IDR. 1.299.000,-  nett per kamar per malam. Harga kamar sudah termasuk sahur atau makan pagi untuk dua orang, tajil dan potongan 30% apabila makan malam di Feast Restaurant atau in-room-dining.

Sip banget, ya, Sobs? Pengen? Hayuk atuh, reservasi di +622 2500 303 atau melalui websitenya di alamat www.sheratonbandung.com

cerita kuliner dengan suasana desa,
Al, Bandung, 28 Mei 2017

Read More

Serunya Tour the Kitchen at The Harvest Bandung

/ / 10 Comments
Serunya Tour the Kitchen at  The Harvest Bandung

Bagi para pecinta kue, pasti sudah tak asing dengan yang satu ini, deh! The Harvest, surganya aneka kue. Mulai dari cheesecakes, black forest, opera cake dan aneka kue lainnya tersedia di The Harvest Patissier& Chocolatier ini.

Selain itu, the Harvest Bandung juga menyediakan tempat nongkrong yang cozy banget bagi yang ingin hangout atau pun having an informal meeting sembari menikmati makanan dan minuman yang tersedia di sana. 

Nah, cerita tentang the Harvest, Sabtu lalu, 20 Mei 2017, aku dan Nchie Hanie, serta beberapa food blogger lainnya, diundang ke The Harvest untuk sebuah agenda yang di luar dugaan.
Aih, di luar dugaan gimana, Al?

Yup. Jadi the Harvest tuh, ngasih kejutan. Mengambil tema Strawberry Cheescake Odyssey, kami diajak melakukan touring the kitchennya, lho! Di ajak berkeliling kota sambil membuat kue khas-nya The Harvest! Dimulai dari outlet  The Harvest Dago, lanjut ke the Harvest Burangrang hingga akhirnya ditutup dengan lunch bareng di ruangan yang cozy banget, dengan dekorasi yang wow, di the Harvest Buah Batu. Sungguh, an unforgettable moment, deh!

Tour the Kitchen started from the Harvest Dago.

Yes, jadi touring the kitchen ini pun bermula dari the Harvest Dago. Kami tiba di tekape, disambut dengan hangat dan ramah oleh para crews the Harvest, sembari dibekali selembar apron untuk dikenakan, lalu diundang untuk bergabung dengan teman-teman lainnya yang telah tiba terlebih dahulu. Acara dimulai dengan perkenalan, lalu kami pun diajakin untuk masuk langsung ke dapurnya the Harvest, lho! Kan agendanya 'tour the kitchen'. Hehe.

Di dapurnya yang bersih, kami berkenalan dengan bu Lia Purnomo, F & B Director dari The Harvest. Beliau bercerita tentang perjalanan The Harvest, yang dimulai dari 13 tahun lalu (2004) hingga kini telah berkembang menjadi 33 outlet, meliputi Jakarta,Semarang, Medan, Bali, Surabaya dan Bandung.

Bu Lia juga tanpa sungkan membeberkan dan mempraktekkan resep strawberry cheesecake-nya the Harvest, yang kesohor dan laris manis itu, lho! 
Hm, pantesan, yummy banget, wong bahan-bahan yang dipakai, tuh, emang yang number one, sih! Berkualitas sehingga tak heran jika kue yang dihasilkan pun berkualitas premium, dengan cita rasa yang delicious!
the harvest bandung
Uniknya agenda 'tour the kitchen' ini adalah, jika proses mixing (mengadon) adonan cheesecake-nya dilakukan di outlet The Harvest Dago hingga ke proses bakingnya, maka proses meng-garnish (membakar dan menghiasnya) justru dilakukan di outlet The Harvest Burangrang. Jadinya seru pisan dan sukses bikin kita-kita pada excited banget, deh!

Menghias Cheesecakes di The Harvest Burangrang

Yup, as I mentioned above, kami pun tiba di out let The Harvest Burangrang, disambut dengan hangat dan ramah oleh para crews di sana, dan langsung diajakin oleh Mr. James, ke kitchennya, di mana di sana telah dinanti oleh Bu Lia dan Bu Sari. Kami begitu excited ketika Bu Lia memperlihatkan cara membakar dan merias si cheesecake-nya, dan yang lebih bikin excited lagi adalah ketika kami dibagikan mini cheesecake, untuk kami bakar dan hias sendiri. Wow! 

Jadilah kami membakar dan menghias cheesecake masing-masing dengan 'alat perang' yang sudah dibagikan. Gelak tawa bermunculan saat hasil riasan jauh dari harapan. Etapi, ga juga, lho! 
the harvest bandung
Ternyata, setelah diberikan hiasan penutup, si cheesecake jadi cantik juga! Lihat, deh!
Dan..., Tadaaa! Ini dia..., cheesecakes buatan/hiasan Bu Lia (sebelah kiri) dan hasil hiasan para bloggers (sebelah kanan, yang mini). Sama2 cantik kan?
the harvest bandung

Seru banget, ya? Ternyata prosesnya ga sesulit yang dibayangkan, lho! Etapi, walo terlihat simple oleh kecekatan tangan bu  Lia, emang sih, waktu disuruh nyobain menghias sendiri, kagok juga, dan jadi meliber kemana-mana, tuh, si meringue-nya. Meringue adalah sebutan untuk adonan penghias cheesecake.

Unforgettable Lunch at The Harvest Bandung.

Yup, sampai juga kami pada acara akhir. Setelah ber-euforia dalam keasyikan menghias cheesecakes, kami pun melanjutkan tour the kitchen. Persinggahan terakhir adalah di outlet The Harvest Buah Batu. Dan..., amazing! Kami disambut dengan ramah dan hangat oleh para crews, plus Pak James dan Bu Lia, Bu Sari serta crews the Harvest lainnya. 
Yang amazing-nya adalah...., dekorasi lunch set-nya itu, lho! Awesome! Superduper menarik! Dan langsung teringat cerita Pak James tadi pagi, bahwa beliau sampai ga tidur malamnya, karena mencari kembang di Wastukencana untuk mendekor ruangan makan siang hari ini. Demi menyambut para tamu (which is us, the bloggers). Aih, tersanjung pisan, euy! James, you are amazing! So expert! It's so romantic!
#TheHarvestCheesecakeOdyssey . . Yuk, lanjut dengan Tour the Kitchen of the Harvest Bandung. Jadi, setelah menyaksikan demo mixing adonan Cheese Cake, ngebaking-nya di the Harvest Dago, lanjut ke ‘garnish-in’ si cheese cake hingga cantik, seperti pada foto sebelumnya, di the Harvest Burangrang kitchen, maka kami pun diajakin untuk pindah ke the Harvest berikutnya, yaitu the Harvest Buah Batu. . . Di sini, kami disambut sedemikian rupa. Tersanjung banget deh dengan cara Pak James @porcelain.daddy and the crews dalam menerima dan menjamu kami, the ‘VIP Bloggers’, seperti yang tertera pada tulisan di meja yang tertata apik mempesona. . . Sungguh, meja makan yang diset membentuk huruf U itu, dihiasi dengan white rose dan taburan kelopak mawar pink and purple, yang sungguh mencerminkan tingginya sense of art yang dimiliki oleh penata-nya, which is Mr. James.
A post shared by Alaika Abdullah (@alaikaabdullah) on

the harvest bandung
Kalo menjamu kolega atau kerabat dengan dekorasi meja makan seindah ini, wow... betapa bahagia dan berseri setiap hati yang menikmatinya, ya? I love this deco a lots!
Penyambutan yang luar biasa, tatanan meja makan yang begitu artistik, rasanya tak cukup kata untuk mewakili rasa hati. We are so excited. Disambut pula oleh welcome drink yang begitu aduhai, tepat sekali untuk sejukkan tenggorokan di siang yang begitu panas.


Ngademin banget kan? Tegukan pertamanya..., langsung bikin tenggorokan fresh, adem! Hehe.

Dan apa lagi? Dan..., menu makan siangnya, sudah pasti menggoda iman selera, donk!

The lunch named as Cullinary Signatures - VIP Blogger
Baking Class & Artisan Lunch

Dibuka dengan

Appetizer berupa;

Smoked Beef & Creamy Mushroom Vol au Vent 

Berupa Ligh and Flaky PUff Pastry Filled with Savoury Mixture of Smoked Beef and Creamy Mushroom


Main Course;


Seared Salmon with Butter Thyme Sauce

Fresh Salmon Lightly Seared to Lock in all the Flavours, Served with Mashed Potato, Butter Green Beans, Ratatouille and Sauteed Mushroom

Dessert 


Straberry Cheesecakes

a Classic Dessert that Simply Never Goes Out of Style

Yup, sungguh sebuah jamuan makan siang yang indah dan sulit dilupakan, deh!
Jadi pengen untuk ke depannya, kalo ada special event, baik acara keluarga maupun kantor such as a kind of celebration, bisa banget, nih, untuk booking tempat di The Harvest Bandung ini.

Tempatnya tak hanya cozy, tapi juga bisa untuk event-event special kayak gini, nih!

Yes, The Harvest emang surga bagi para penikmat/pecinta aneka kue. Toko sekaligus restonya yang bergaya Eropa, dengan kue-kue yang berkualitas premium, berdesign cantik dan mewah, sungguh menjadi pilihan bagi siapa saja yang mengutamakan mutu, rasa dan prestise. Harganya juga ga mahal-mahal banget, lho! Bahkan ada yang dalam ukuran slices, sehingga memberi opsi bagi yang hanya ingin mencicip, atau butuh dalam ukuran kecil.

Cheesecakes
Oya, sejenak sebelum makan siang dimulai, Bu Lia juga sempat memperkenalkan salah satu varian dari cheesecake andalan The Harvest. Blueberry Bloom, yang menggunakan buah blueberry segar dengan rasa asamnya yang khas, cheesecakes berwarna violet khas ini pun sungguh charming menarik perhatian.

Nah, Mantemans, ntar kalo ada acara special, bisa banget, tuh, booking tempat di the restonya the Harvest, lho! Restoran bergaya eropa ini, siap banget untuk menjadi ajang kumpul, informal meeting atau a kinda of celebration. Atau jika ga ingin hangout di sini, tapi Mantemans justru butuh oleh-oleh khas untuk kerabat atau kolega, boleh banget mampir ke the Harvest, lho! Koleksi mewah paket kue kering serta hampers The Harvest cocok banget untuk dijadikan parcel lebaran, atau sekedar buah tangan bagi para kolega, kerabat mau pun tamu penting kamu, lho!

catatan kecil tentang perjalanan kulinari seru
touring the kitchen of the Harvest Bandung
Al, 24 Mei 2017

Read More

5 Objek Wisata Romantis di Jogja - Untuk Para Pasangan Muda

/ / 23 Comments
5 Objek Wisata Romantis di Jogja - Untuk Para Pasangan Muda yang pengen menikmati quality time. Yes! Pagi ini, mumpung lagi nyantai di pagi Minggu yang hening sambil dengerin lagu 'Yogyakarta' yang dinyanyikan Mas Katon Bagaskara, tak pelak ingatan langsung melayang ke kota yang selalu mampu bikin kangen ini. Jogja. Betapa kota yang satu ini memang mampu menciptakan kerinduan bagi siapa pun yang mengunjunginya, untuk berencana 'balik' lagi. Habis, suasana di setiap sudut kotanya, itu, lho! Romantis! Ngerasa ga, sih, Sobs? Jadi ingat dulu, waktu bulan madu kedua, saat ditanya mau ke Bukit Bintang, KL atau ke mana? Jawabanku tanpa pikir panjang, langsung 'Jogja ajah'. Dan jadilah kita ber-honeymoon di sana.

Dan ngomong-ngomong tentang asyiknya suasana kota Jogja ini, yakin deh, bagi kalian para pasangan muda yang ingin manfaatkan waktu berkualitas or having a romantic quality time di Jogja, 5 tempat ini bisa menjadi pilihan kece untuk mewujudkan keinginan itu. Etapi, rekomendasi ini bukan hanya untuk para pasangan muda, sih, untuk siapa pun yang ingin menikmati waktu berkualitasnya, monggo bange, deh, mengunjungi ke lima tempat ini.
Apa aja sih, Al? Yuk, kita simak, yuk!

1. Malioboro

Siapa yang ga kenal Malioboro, kawasan wisata yang saban hari sangat ramai oleh pengunjung. Malioboro menawarkan suasana romantis yang ga bisa didapatkan di tempat lain. Aktivitas yang bisa kita lakukan adalah duduk santai di bangku-bangku kayu artistik yang banyak berjejer di sekitar area ini.

Kita juga bisa menikmati merdunya suara perkusi yang dimainkan oleh para seniman muda berbakat di beberapa titik sepanjang jalan Malioboro. Dengan menikmati malam yang indah, lalu lalang kendaraan, dan nyanyian para pengamen jalanan, Malioboro akan menyisakan kenangan indah yang sulit dihapuskan!

2. Alun-alun Selatan

Lokasi ini menjadi salah satu pusat keramaian di Jogja. Ada banyak kegiatan menarik yang bisa dilakukan bersama pasangan di tempat ini. Misalnya, mencoba tantangan “masangin”, aktivitas tradisional melewati dua pohon besar di tengah Alun-alun Selatan. Kita juga bisa mengayuh sepeda tandem atau becak berlampu warna-warni mengelilingi Alun-alun Selatan. Jika ingin menikmati malam dengan tenang, ya cukup duduk saja beralaskan tikar sambil menikmati secangkir wedang ronde hangat. What an amazing night, kan?

3. Bukit Parang Endog

Suka banget dengan keindahan dan miracle-nya sunset? Menatap peralihan sang jingga tenggelam di ufuk Barat, adalah suatu hal yang paling menyenangkan. Yup. Bagi yang senang banget menikmati suasana matahari terbenam, bisa banget berkunjung ke Bukit Parang Endog, yang merupakan salah satu lokasi paling strategis di Jogja untuk menikmati suasana matahari terbenam. Bukit ini berlokasi di sebelah timur Pantai Parangtritis. Saat ini, destinasi wisata Parang Endog mulai populer di kalangan para penggemar wisata anti-mainstream. Selain itu, Bukit Parang Endog juga menjadi lokasi landasan paralayang. Cobain, deh, maka Sobats akan sulit melupakannya!

4. Istana Ratu Boko

Selain Bukit Parang Endog, lokasi lain di Jogja yang juga sangat sempurna untuk melihat panorama matahari terbenam adalah Istana Ratu Boko. Ini adalah sebuah candi yang terletak tidak jauh dari Candi Prambanan. Terletak di atas bukit, Istana Ratu Boko memungkinkan wisatawan untuk melihat dengan jelas detik-detik terbenamnya matahari.

Siluet candi yang membayang di sore hari membuat bukit ini menjadi semakin eksotis. Untuk berkunjung ke tempat ini, kita bisa mengambil paket khusus setelah berkunjung ke Candi Prambanan. Selain itu, kita juga bisa datang langsung ke lokasi sendiri.

5. Bukit Bintang

Masih tentang bukit, salah satu objek wisata yang juga tidak boleh dilewatkan oleh pasangan muda yang ingin melewatkan waktu di Jogja adalah Bukit Bintang. Lokasinya terletak di perbatasan wilayah Yogyakarta dan Gunungkidul, tepatnya di jalan antar kabupaten, Jl. Wonosari.

Bukit Bintang adalah sebuah kawasan di mana banyak warung berjejer di tepi bukit. Dari ketinggian, kita akan bisa melihat lansekap Kota Jogja yang mengagumkan. Jika datang ke tempat ini pada sore hari, perubahan langit yang bertahap akan menjadi sesuatu yang menarik untuk dinikmati dan bersiaplah bahwa Sobats tak akan bisa melupakan keindahannya.

Ketika malam tiba, kendaraan serta lampu-lampu rumah penduduk tampak seperti kerlap-kerlip kecil yang sangat indah untuk dinikmati. Di Bukit Bintang, kita juga bisa menikmati secangkir teh atau kopi hangat dilengkapi dengan jagung bakar yang manis.

Nah, itulah 5 rekomendasi tempat paling asyik dan romantis yang bisa Sobats nikmati jika ingin ber-quality time di Yogya. Dijamin, Sobats pasti akan ingin 'kembali' lagi sesudahnya. Eits... Jangan lupa, untuk memastikan waktu Sobats benar-benar akan berkualitas dan bahagia, jangan lupa, penginapan adalah yang paling utama untuk dipikirkan terlebih dahulu. Ga mungkin donk camping dadakan di tempat-tempat tersebut? Hehe.
Nah, bicara tentang penginapan, bisa banget cari dan booking hotel murah di Jogja via aplikasi Airy Rooms, lho! Belum punya aplikasinya? Langsung deh download via Android atau iOS-mu lalu cari dan pesan hotel murah di Jogja di Airy Rooms.

Well, Sobs, semoga informasi ini bermanfaat, ya! Selamat bersenang-senang di Jogja!

5 tempat asyik di Jogja,
Al, Bandung, 7 May 2017

Read More

Korea - The Trip Started!

/ / 12 Comments
Korea - The Trip Started! Hai, Mantemans. Udah lama juga nih aku ga updating si My Virtual Corner tercintah. Dan, mumpung lagi nongkrong cantik di sebuah coffee shop kece, sambil nyantai menanti sang kekasih hati seorang teman yang hendak nyamperin, aku mau update cerita tentang perjalanan ke Korea kemarin, ya! Itu, lho, yang ngetrip bareng BP dengan hashtag BP-Ngetrip, ituh.

Yes, BP-Ngetrip ini adalah kesepakatan bersama yang sudah sekian lama dinanti. Komit menabung bulan demi bulan, agar kebersamaan ini menjadi kenyataan. Hingga akhirnyaaaa..., waktunya pun tiba. Setelah beres urusan visa Korea yang agak-agak drama, maka The trip started, the adventure is awaiting ahead! Yeaaay!!


Baca: Ga ribet kok ngurus visa Korea

Alhamdulillah, thanks God, akhirnya waktunya pun tiba. Happynya hati, tentu tak terkira. Bisa ngetrip bareng sesuai impian, dan sekaligus raker di negeri ginseng ituh! Aseeek! *Gayaaaa, hehe.
Yes, tepatnya Jumat sore itu, 3 Maret 2017 kemarin, kami (Aku, Shintaries, Almazia, Nunik Utami, Rani, Putri, plus 1 pengawal yang merangkap sebagai Fotografer handal (Mas Bayu, suaminya Alma) berkumpul di terminal 2D Bandara Soetta untuk persiapan check in dan berangkat ke negara para Oppa cakep impian para pecinta drama Korea. Emang dirimu enggak, Al? Hehe, belum. Sejauh ini, aku belum pernah nonton dra-kor dengan satu alasan. Takut NYANDU! Yup. Takut NYANDU. So, fix, ya! Haha.

Ok, back to the trip story. 

Jakarta - Kuala Lumpur by KLM

trip to Korea
Paket hemat kami bermula dari Jakarta menuju Kuala Lumpur, menggunakan KLM airlines. Thanks to Shintaries yang udah berhasil berburu tiket hemat dari pesawat nyaman dan kece ini, walo hanya untuk menerbangkan kita-kita ke Kuala Lumpur. Ini pesawat nyaman dan gede banget! Ditambah dengan para flight attendances (awak kabin) nya yang ramah dan supel plus layanannya yang keren. Walo paket hemat, ternyata kita dapat drinks and meals juga, lho! Jadi inget dengan risolles-nya yang enak dan bikin nagih, sayangnya cuma dikasih sebiji. Haha. Selain itu, di setiap kursi juga disediakan display yang bisa kita gunakan untuk menonton atau sekedar mendengarkan musik, atau hanya lihat peta perjalanan. Aku sendiri malah asyik menonton film dr. Strange besutan Marvel yang keren itu hingga sampai KL. Sementara teman-teman BP lainnya sibuk dengan film pilihan mereka masing-masing. Hm, lain kali, kalo mau ngetrip, mau berburu tiket KLM ini, ah!

Kurang lebih 2 jam perjalanan, mendaratlah kami di bandara KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Duh, kangen rasanya menginjakkan kaki di sini, lagi! Setelah hampir 3 atau 4 tahun ga wara wiri ke negeri jiran ini. Jadi inget, dulu waktu aku masih di Aceh, dan si Kang Mas masih tugas di KL, hampir dua minggu sekali aku pasti dolan ke negeri jiran ini.

Bandara international ini tak jauh berubah, hanya saja terlihat lebih ramai dan seperti biasanya, dipenuhi oleh wajah-wajah multi ras dan bangsa. Keren. Ini yang selalu aku suka dari negeri jiran ini. Islami, tapi terbuka dan dipenuhi oleh manusia-manusia dari berbagai bangsa.

Bermalam di Bandara KLIA 2. 

Nah, setelah turun di KLIA 1, kami harus berpindah ke KLIA 2 untuk check imigrasi, dan transit menanti penerbangan selanjutnya. Dan untuk mencapai KLIA 2 ini, kita kudu naik kereta. KUDU, karena ga akan sanggup jalan kaki, plus memang ga ada jalurnya. Tapi harga tiketnya juga murah kok. Sekitaran 6.600 rupiah aja (2 RM), dan lama perjalanannya juga singkat banget, sih, sebenarnya.

Sesampai di KLIA 2 ini, kami menjalani check imigrasi, di mana jika beruntung kita akan berhadapan dengan petugas imigrasi Malaysia yang ramah dan baik hati, namun jika kurang beruntung, maka kita akan berhadapan dengan yang rada-rada jutek, apalagi jika mereka lihat passport hijau. Haha. Etapi, ga boleh baper, yang penting kan nambah cap/stempel negara itu di halaman passport kita. Hehe. Anggap saja mereka sedang lelah, capek bok meriksa para orang-orang dan passportnya.

Well, beres urusan cek ricek passport by Immigration officer, lalu kami pun melipir untuk cari tempat istirahat. Biasanya sih, aku akan ke mushalla, karena sebenarnya mushalla adalah tempat yang paling nyaman untuk shalat dan istirahat. Etapi, malam itu, mushalla full, maka kami pun memutuskan untuk duduk di ruang tunggu bandara, yang tersebar di beberapa tempat. Kursi-kursi yang berjejer layaknya kursi tunggu di rumah sakit, telah banyak pula diisi oleh para turis dengan nasib serupa --> traveling hemat dan murce. 

Yes, namanya juga ngetrip hemat. Adalah hal yang lumrah dan merupakan pilihan bijak jika kami memilih untuk transit dan menginap di bandara ini, menanti penerbangan selanjutnya 8 jam ke depan. Yes, jadi kami harus jeda 8 jam untuk bisa lanjut perjalanan ke negeri tujuan. Penerbangan ke Seoul akan menggunakan pesawat murah meriah yang pastinya lekat di hati para traveler. Hehe, apalagi jika bukan si merah AirAsia. Dan sembari menanti penerbangan selanjutnya which is 8 jam ke depan, maka beristirahat alias bobok cantik tapi siaga, setelah terlebih dahulu video call dengan orang-orang terkasih di tanah air, adalah pilihan bijak. *wifi bertebaran lho di KLIA ini. Jadi, ga perlu beli kartu Malaysia, ya! Apalagi cuma transit doank kan?

Tidur lelap di kursi ruang tunggu bandara KLIA 2

Bukan aku namanya jika ga bisa tidur di mana saja. Alhamdulillah. Bola mata yang tersisa '5 watt' akhirnya kalah telak. Aku terlelap setelah perut terisi  oleh fried chicken a ndfrench fries, plus air mineral yang cukup.

Oya, sempat terjadi drama juga saat mencari fountain water (air isi ulang) yang biasanya bisa kita akses di bandara2 internasional. Aku dan Nunik, saking ingin berhematnya, ga ingin membelanjakan ringgit kami lagi, jadilah kami mencari si fountain water, dan karena ga nemu, akhirnya kami beranikan diri bertanya ke petugas bandara. Si bapak berwajah India ini pun mengatakan bahwa air yang kami maksud bisa kami dapatkan di baby room. Melangkah lah kami ke sana, dan karena sudah larut, baby room itu kosong dan kami pun mengendap masuk, haha.

Alhamdulillah, sebuah dispenser tersedia di sana. Jauh dari bayangan, kami sih tadinya berfikir fountain water berupa device kayak wastafel lengkap dengan kran pancuran airnya gitu, ternyata DISPENSER! Anyway, kami tak menyia-nyiakan waktu, langsung deh botol tupperware kami isi full dan kembali ke ruang tunggu di mana teman-teman lainnya sudah mulai bobok cantik. Lalu, kami pun bobok cantik lah hingga pagi, dibangunkan oleh Putri yang memang ga bisa tidur --> Syndrome sulit tidur di tempat yang ga biasa. Hehe.

Flight to Korea

Here we go! Saatnya terbang ke negeri para Oppa! Yes, see you on the next post, ya! 


catatan kecil BP Ngetrip to Korea,
Al, Bandung, 4 May 2017
Read More