My Virtual Corner
Menu

Seramoe Liza Fathia

/ / 9 Comments
Membaca judulnya saja, kuyakin banyak dari Sobats tercinta sudah familiar akan siapa wanita cantik yang kali ini akan jadi tamu istimewa di My Virtual Corner ini khaaan? Yup, Liza Fathia, tentu bukan blogger yang asing di mata maupun telinga Sobats semua. Blogger Aceh yang utamanya berprofesi sebagai dokter ini, udah malang melintang di dunia perblogingan sejak tahun 2006, lho! Hayyah, bahkan lebih duluan dibanding eikeh, bo'. Hehe.

Sayangnya, aku sendiri baru mengenal Liza justru setelah say good bye to Aceh dan mandah ke Bekasi, sehingga jalinan pertemanan yang kian akrab itu tak gampang bermuara pada kopi darat, dikarenakan keberadaan kami yang begitu jauh antara satu sama lain. Ya iyalah, satu di Aceh dan satunya lagi saat itu di Bekasi. Etapi, itu tentu bukan menjadi penghalang bagi kami untuk saling terhubung, chitchat dan berdiskusi banyak hal tetap jalan berkat kecanggihan teknologi informasi yang kian membahana.

Liza Fathia, begitu wanita muda ini dipanggil, bernama lengkap Liza Fathiarini, kelahiran Tangse, sebuah daerah dingin di kabupaten Pidie, Aceh. Lagi lagi, kami memiliki kesamaan ternyata, selain sama-sama hobi menulis dan gemar berkomunitas (aku dan Liza sama-sama dinobatkan menjadi penasehat pada Komunitas Gam Inong Blogger/Komunitas Blogger Aceh), ternyata kami juga sama-sama berdarah Pidie, dan sama-sama ga pelit, ya, Za. Haha. Kayaknya kalo anekdot ini cukup kita-kita atau orang Aceh saja yang tau lah yaaa. *bikin kepo yang baca, ah!

Well, so far, ada yang belum familiar dengan bu dokter cantik, mama dari Naqiya dan istri dari Bang Martunis yang adalah juga seorang dokter ini?

Hm, jika masih ada dan pengen mengenalnya lebih jauh, yuk, keep your eyes on my paragraphs below karena kita akan kupas tuntas tentang bu dokter yang kini sedang menjalani masa baktinya di Kabupaten Abdya (Aceh Barat Daya) ini, yuk!

Seramoe Liza

Selaku orang Aceh, so pasti aku paham banget makna dari judul blognya Liza, donk! Seramoe means teras atau serambi, yang menjadi tempat bagi Liza untuk berbagi kisah inspiratifnya mau pun sekedar curcol melalui tulisan. Emang apaan aja yang ditulis bu dokter cantik ini di dalam blognya? Nulis tentang apaan aja sih, Mba Liza itu, Al? 

Hm, seperti terlihat pada tampilan blognya yang aku skrinsut di atas, terlihat aneka kategori yang dipilih Liza untuk memilah postingan-postingan di blognya. Ada tentang traveling, life story, health, opini, hingga ke job review yang dinamai 'advertorial' tuh di menu navigasinya. Keren yak?
Selain itu, tagline pada blognya Liza juga kece punya, lho! Lihat deh, tuh tagline 'a Lifestyle and Travel Blogger' terlihat kece menegaskan arah blogging yang dipilih Liza.

Bermain-main di blognya Liza memang mengasyikkan. Selain templatenya yang clean minimalis, dengan tampilan slidernya yang kece, menu navigasi yang lengkap dan jelas, maka daya tarik lainnya yang bikin betah adalah banyaknya artikel inspiratif dan informatif yang menggoda untuk diubek-ubek. Tak heran jika statistik blog dokter cantik ini juga menakjubkan, dan sering mengundang agency/brand untuk mengajaknya bermitra. Ga percaya? Yuk, kita lihat infografis dari Seramoe Liza berikut ini, yuk!


Input for Seramoe Liza

Hm. Susyeh, euy! As this blog is almost perfect, I didn't find any room for improvement that I have to mention, lho! Iya, beneran, deh, blognya Liza tuh udah kece banget. Menu navigasi udah komplit. DA/PA udah kece. Visitor banyak. Update rajin. Apalagi yaa? Oh iya, mungkin alexanya yang mulai melebar di atas angka 5 ribuan itu yang saat ini kudu jadi perhatian agar lebih sempurna, ya, Za. Sama seperti alexa My Virtual Corner nih, yang mulai melebar lagi, dari 250 ribuan kini malah udah di angka 350 ribuan. Hadeuh, bikin ngenes. Etapi, bener sih, akunya jarang BW akhir2 ini, jadi alexa mulai melebar deh. Yuk, Za, kita diet agar jeng alex apik maning, yuk! Hehe.

Kalo input lainnya, sepertinya ga ada euy. Penasaran akan blog dan blogger kece ini? Yuk, langsung ke tekapenya di sini, ya! Atau ingin cari informasi sekitar masalah kesehatan, bisa juga langsung melipir ke blog Liza yang bertajuk www.dokterliza.com ini, lho!

catatan review blog sahabat,
Al, Margonda Residence, 24 July 2016

,
Read More

Berbagi Cerita - Diah Kusumastuti

/ / 19 Comments
Berbagi/sharing (hal-hal yang positif) pastinya akan sukses bikin hati happy. Merasa begitu juga kan, Sobs? Ada buncah bahagia manakala kita melihat sunggingan senyuman sebagai buah dari sesuatu yang kita bagikan pada seseorang? Yup, berbagi, selain bernilai ibadah yang pastinya beroleh pahala, efek langsungnya yang paling nyata kita rasakan adalah itu tadi, hadirnya bulir-bulir bahagia yang mengisi relung hati tatkala sesuatu yang kita bagikan itu bermanfaat bagi orang lain.

Dan..., bicara tentang berbagi, malam ini, sambil istirahat, aku ingin bercerita tentang seorang sahabat blogger, yang mendapat giliran untuk diulas sebagai buah dari Arisan Link yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network. Yup, pasti masih familiar kan, ya? Bahwa BP menyelenggarakan arisan link, yang terdiri dari 6 kelompok beranggotakan masing-masing kurang lebih 30 orang peserta. Setiap PIC masing-masing kelompok akan mengundi ke 30 nama peserta di kelompoknya setiap dua mingguan, dan nama yang muncul sebagai pemenang, akan mendapatkan satu atau lebih link menuju blognya dari peserta lainnya. Tak hanya link, namun peserta lainnya akan menuliskan tentang dirinya (si pemenang arisan) atau pun blognya sehingga akan menambah khasanah informasi tentang dirinya di dunia maya, yang tentunya akan memberi efek positif bagi blog yang dikelolanya maupun dirinya sendiri.

Well, back to the topic. Siang ini, aku ingin cerita tentang Mba Diah Kusumastuti, ibunya Faiq dan Fahima, yang hobi menulis dan mulai ngeblog sejak akhir 2012 yang lalu. Baginya, menulis adalah sebagai salah satu bentuk refreshing jiwa dan juga sebagai sarana untuk memacu otak agar tetap bekerja. Hm, cakep! Sepakat pake banget, Mba Diah. Saya juga meyakini hal yang sama, bahwa writing is a self-healing, juga sebagai sarana mencatat dan menuangkan apa yang terkandung di dalam pikiran, untuk bisa dilihat dengan jelas dan gamblang, dan membantu kita tetapkan langkah dalam mewujudkannya. *Hayyah, jadi panjang. Hihi.

Blogger perempuan yang berdomisili di Sidoarjo ini dengan low profile-nya bilang begini, Sobs, 'saya tuh masih belum pinter-pinter banget ngeblognya!'
Aku jelas ga percaya lah, ya! Bukan apa-apa, Sobs. Kalo belum pinter ngeblog masak bisa sering-sering gitu jadi juara blogging contest? Hehe. Lihat aja hasil screenshot di bawah ini, deh.
Diah Kusumastuti
Tuh khaaan? Gimana kita mau percaya bahwa dirinya newbie? Hehe.

Lalu, Mba Diah tuh suka nulis apa aja sih di blognya, Al? Sama seperti blog-blog lain ga? Atau blog ber-niche? 

Hm, baiklah. Bicara tentang blog content, yuk kita intips dan ulas blognya Mba Diah, yuk!

Diah Kusumastuti

Yup, seperti terlihat pada gambar di atas. Judul blognya Mba Diah, yang juga familiar dengan nama panggilan Deka ini adalah Berbagi Cerita. Jadi tanpa ditulis pun, sudah tersirat lah ya, jika Mba Diah menciptakan blog ini sebagai ajang baginya berbagi cerita, ya tentang apa saja, mulai dari pengalaman (kisah keseharian), kisah bersama ananda tercinta, mau pun topik-topik lain yang melintas di hati. Jadi bicara kategori, blog Berbagi Cerita masuk pada kategori Lifestyle lah, ya, Mba Diah? Campur-campur semua deh ada di sini, hehe. Sama atuh seperti blog saya www.alaikaabdullah.com yang adalah juga berkategori lifestyle. Hidup lifestyle!

Dan..., masuk ke statistic of the blog nih, Sobs. Yuk, kita lihat performa umum dari blognya Mba Diah ini, yuk!
Nah, based on the infographic above, secara keseluruhan bisa kita simpulkan bahwa blognya Mba Diah udah lumayan pake banget, ya, Sobs? Hanya kudu diet lagi agar Jeng Alexa meramping. Salah satu tips paling jitu adalah blogwalking ke blog/situs yang DA/PA nya sudah tinggi dan meninggalkan jejak di sana, deh, Mba. Katanya sih begitu. Dan salah satu blog yang udah tinggi DA/PA nya itu adalah blog saya, lho! Uhuk, langsung batuk-batuk. Hihi.

Masukan/Room for Improvement.

Hm, masukannya apa ya?
Ah iya, tadi waktu bicara template, aku tuh ingin ulas sedikit tentang pemilihan warna background baik outer background maupun main background-nya. Tentunya udah pada ngeh donk jika mata kita akan merasa nyaman untuk berlama-lama di sebuah web/blog yang menyajikan layout/template yang simple, dengan warna background secara umum adalah putih atau warna terang yang tidak mencolok, bentuk font yang ga neko-neko alias tidak alay, dan pernak-pernik/widget yang minimallis. Sepakat?

Nah, kalo aku yang jadi Mba Diah, agar visitor betah dan nyaman, aku akan pilih outer background berwarna broken white atau abu-abu muda banget, dan ga akan pakai image hutan dan pepohonan itu. Bukan apa-apa, suka sih go green, tapi entah karena mata tuaku yang gampang lelah, sehingga suka kurang nyaman kalo melirik ke outer background-nya yang menyajikan warna hijau tua dedaunan dan pepohonan ituh. Ini jika aku jadi Mba Diah, lho, ya. *angelsmile

Masukan lainnya...?
Hm, untuk menu navigasi, akan sangat membantu jika 'kategori' dari artikel di masukkan ke dalam tab menu, deh, Mba. Jadi visitor akan mudah untuk ngubek-ngubek content blognya Mba. Ini jika berkenan lho, ya. Take it easy, jangan dilakukan jika memberatkan. Hehe.

Masukan lainnya, kayaknya cukup dulu, deh! Semoga berkenan di hati ya, Mba Diah. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika terkesan sok keceh, sama sekali ga ada maksud menggurui, lho. Hanya sekedar ingin mengulasnya versi Alaika Abdullah ajah! :) Happy Blogging and keep blogwalking, Mba Diah! Semoga blognya makin keceh! 
See you on the next post, dear Fellows!

Tertarik untuk membaca profile blogger lainnya?
Yuk, intips di sini, deh!
Liza A Prijanto
Meriska PW
Windy Ghemary
Afifah Mazaya
tulisan spesial arisan link, Diah Kusumastuti,
Al, Margonda - Depok, 10 July 2016







Read More

Ngabuburit Bareng Blogger Jakarta

/ / 19 Comments
Sejak bekerja di tempat yang baru ini, rasanya suka nyesek gimanaaaa gitu deh, Sobs! Eits, jangan salah dulu. Nyeseknya itu karena waktu yang tak lagi flexible seperti saat masih tinggal di Bandung. Kalo dulu tuh, ya, karena bosnya adalah sohib sendiri, jadi ijin untuk kabur beberapa jam atau setengah harian masih dengan gampang diakses lah! Ini..., NO More! Ya, namanya juga kerja, pasti Sobats juga merasakannya lah, ya, bahwa tak mudah bagi kita untuk 'lari' sejenak guna mengikuti agenda lain yang ga ada kaitannya dengan urusan kantor. Ya kalo mau, palingan sih ambil cuti. Nah, masalahnya adalah, since I just started to work here, belum setahun, jadi si cuti belum lahir deh.

Well, back to the topic, Ngabuburit Bareng Blogger Jakarta. Nah, ini apalagi. Kesempatan untuk bisa ngabuburit bareng teman-teman blogger tuh sejauh ini baru juga tiga kali, Sobs! Ngenes banget khaaan? Alasannya? Ya itu tadi, seringnya di Bandung dan pada hari kerja, ya jelas aja eikeh ga bisa ikotan dunk, ah! Aih, gemes banget deh lihat sohib-sohib blogger Bandung *lirik Nchie Hanie, Efi Fitriyah, Bang Aswi dan lainnya tuh yang pada happy-happy berbuka puasa bareng, sementara eikeh? Ora iso! Hiks...

Ngabuburit Blogger Jakarta
Namun akhirnya, kesempatan itu datang juga, Sobs! Tiga hari lalu dapat undangan dari BCA untuk ikutan gathering bertajuk Ngabuburit Bareng Blogger Jakarta. Sebelumnya acara yang sama juga sudah pernah diadakan di Bandung, dan tempat lainnya sih, dan akhirnyaaaa.... eikeh bisa ikotan, nih, Sobs! Happy rasanya ngebayangin bisa ketemuan dengan teman-teman blogger yang udah lama ga ketemu. Yah, yang namanya blogger, mau blogger Bandung or Jakarta or dari mana pun, tentu bikin happy lah kalo bisa gathering. So, mumpung pulang kerja jam 3 masih berlaku, maka aku pun ga melewatkan kesempatan ini, Asyiiik!

Hari H, at the TKP. 

Dengan mengandalkan waze, si navigator sejati, berhasil juga aku mencapai tekape, Cafe Ocha dan Bella, Jalan K.H. Wahid Hasyim No. 10 Jakarta Pusat, tepat waktu. Beberapa teman blogger yang sudah duluan tiba, terlihat sedang take action (pepotoan di depan welcome board) yang dijaga oleh dua jin-jinan ala negeri seribu satu malam. Yang satu berwarna kuning berkilau dan yang satunya lagi berwarna biru gemerlap. Asyiknya lagi, beberapa properti disediakan untuk kita begayaan. Tak hanya itu, lho, penyelenggara juga menyediakan photographer untuk capturing sekaligus cetak langsung foto kece kita bersama kedua jin-jinan itu. Seru deh!
Gimana, Sobs? Lucu yaaa?


Serunya Ngabuburit Bareng Blogger

Bukan acara blogger donk namanya jika di dalam setiap ngumpul bareng ga ngadain yang namanya sharing? Makanya, dipandu duo MC kocak yang selalu mengundang tawa dan bikin semangat di jam-jam kritis (lagi lemes-lemesnya berpuasa) itu, dua agenda bagi-bagi ilmu pun digelar. Adalah Mas Reza Sadha yang didaulat untuk berbagi cerita setelah acara dibuka terlebih dahulu oleh Bapak Iwan, salah satu manager di Bank Central Asia (BCA), yang menjelaskan bahwa acara ini digelar dengan tujuan untuk mengajak para blogger turut serta mengedukasi masyarakat tentang layanan-layanan perbankan (BCA) era digital yang bisa diakses dan digunakan demi kenyamanan dan keamanan ber-banking. Beliau juga menjelaskan bahwa acara serupa juga sudah dilaksanakan di dua kota lain yaitu Bandung dan Medan, serta akan segera menyusul di Makasar nantinya.

Acara selanjutnya adalah cuap-cuap sharing dari Mas Reza Sadha, Vlogger ngehits yang berbagi kisah tentang perjalanan awalnya hingga sukses berjaya di dunia vlogging. Hayo, pada mupeng kan untuk tau lebih lanjut cuap-cuap Mas Reza?

Apa sih Vlog, Vlogging dan Vlogger itu? 

Vlog adalah sebuah video yang bercerita tentang kehidupan/lifestyle, opini, minat atau hal lain yang disajikan di dalam sebuah blog.

Vlogging adalah kegiatan membuat Vlog, sementara Vlogger adalah si pembuat Vlog atau orang yang membuat vlog.

Cukup jelas ya, Sobs?

Terus, cerita apa aja nih si Mas Reza, sang  Vlogger ngehits yang punye subscribers hampir 60 ribuan orang tu?  *Halah, kok nyelip Malay mode on nih. 

Yup, Mas Reza bercerita tentang trend Vlogging yang kini sedang ngehits di Indonesia. Banyak blogger bahkan artis yang sudah mulai aktif bikin vlogger dan juga mengelolanya di youtube. Dan ini tentu bukan perbuatan yang sia-sia tapi justru menuai 'cring-cring' yang sangat menggiurkan, lho! Hayya..., mupeng khaaan? Jadi, selaku blogger, alangkah baiknya jika kita juga mulai menyelipkan Vlog di blog kita. Jangan ragu untuk memulainya, jangan minder dengan minimnya equipment yang kita punya, karena Mas Reza sendiri pada awalnya bikin vlog juga pake kamera hape, lho! Baru lah setelah sekian lama, mulai nyicil beli equipment lain yang lebih mumpuni.

Blio juga berbagi tips gimana ngeboost vlog agar bisa mencapai banyak viewer/subscriber. Yaitu dengan sering-sering share vlog kita itu ke akun medsos teman-teman kita, dan minta mereka juga untuk subscribe. Hehe. Malu, atau takut bikin eneg teman-teman kita? Ya, ngeshare-nya pake etika lah, jangan keterlaluan atuh. Satu lagi tips jitu yang dibagikan oleh Mas Reza di dalam membuat vlog adalah, bikin dulu konsepnya, sehingga terarah dan fokus. Jangan lupa, judul dan caption yang menarik juga menjadi daya tarik utama dalam menarik viewer, lho!

Sakuku, aplikasi kece dari BCA

Usai presentasi dari Mas Reza, waktu dan kesempatan diberikan ke Mas Prima Utama, yang mewakili BCA memperkenalkan aplikasi baru yang tak kalah kece, luncuran dari BCA. Sebelumnya, sudah sering sih lihat opsi Sakuku di bagian menunya internet banking BCA, tapi aku ga begitu tertarik untuk mengeksplorenya, karena menurutku, ya, paling juga sebuah aplikasi semacam m-banking BCA gitu deh. Etapi, ternyata, Sobs! Setelah mendengar penjelasan dari Mas Prima yang rada kocak ini, aku langsung jadi mupeng. Ini aplikasi kece badai dan helpful banget, deh! Bayangin, Sobs, cukup dengan menginstallnya di HP kita, berbekalkan nomor HP kita pula, maka kita sudah memiliki akun sakuku, yang bisa kita isi rupiah untuk kita transaksikan di mana diperlukan. Misalnya nih, saat kita ketinggalan dompet, tapi kudu bayar transaksi. Ga perlu panik, cukup login ke Sakuku, dan pilih opsi bayar transaksi, maka barang-barang yang ingin kita beli itu tadi pun, resmi berpindah ke kita karena pembayaran telah dilakukan melalui Sakuku. Keren yaa? Itu baru satu contoh, Sobs! Untuk info lebih detail, ceki-ceki info grafis yang satu ini, deh! Dan jika mupeng sepertiku, langsung deh ke Apps store or Playstore untuk mengunduh dan menginstallnya, ya!
Sakuku

Nah, Sobs, bener khaaan? Sakuku tuh emang berguna banget. Dan karena kedua narsum telah usai cuap-cuap sharing his valuable information, maka reportase ala Alaika Abdullah ini aku akhiri dulu, ya. Semoga ada manfaat yang bisa dipetik dari kunjungan Sobats untuk baca-baca di halaman ini. See you in the next post, dear fellows!

sharing knowledge from the event of Ngabuburit bareng Blogger Jakarta,
Al, Margonda Residence, 30 Juni 2016
Read More

Huru Hara Pagi Hari

/ / 16 Comments
Sesuai judul, ini memang drama satu babak yang aku beri judul 'Huru Hara Pagi Hari'. Terjadi tadi pagi, sesaat sebelum berangkat ke kantor.
Sudah semingguan ini, aku memang merasakan kelelahan luar biasa jika harus menaiki jejeran anak tangga sebelum mencapai tangga penyeberangan menuju stasiun UI. Mungkin teman-teman pengguna komuter line dari arah Bogor ke Kota, sudah familiar deh dengan tangga yang satu ini, yang kuyakin menjadi tangga paling dibenci saat ini, hingga sampai diberi julukan 'tangga aborsi'. Hehe. Tentang tangga ini, ntar deh aku ceritakan pada postingan lainnya, ya.

Nah, karena lelah oleh pendakian anak tangga demi anak tangga jembatan UI itu, yang totally berjumlah 98 anak tangga, maka aku memutuskan untuk driving Gliv (my lovely car) lah ke kantor. Dan tadi pagi tuh, aku udah ready banget untuk berangkat. Udah pamitan juga sama Intan yang masih asyik ketak ketik ngerjain PR di laptopnya. Udah pasang waze, si GPS kece yang setia menunjukkan arah dan mengantarkan aku ke tujuan mana pun yang ingin aku tuju.

Namun, sebelum menyandang tas kerja di pundak, aku sempat menyadari bahwa si dompet hijau yang biasa nangkring manis di dalam tas, tuh, ga ada di sana. Tapi feelingku bilang, ah, paling juga tinggal di mobil tadi malam. Toh tadi malam kami sampai Margonda sudah tengah malam, Udah ngantuk dan buru-buru dan hanya menurunkan barang-barang penting saja dari mobil. Pastilah si dompet masih terselip manis dan aman di bagian celah penyimpanan yang ada pada sisi dalam pintu mobil.

Masih dengan tenang dan penuh harapan bahwa si dompet masih duduk manis di sana, aku menuju basement. Membuka kunci pengaman mobil, menyalakannya, lalu mencari si dompet hijau. Ealah, kok ga ada? *agak gugup, berusaha aku menenangkan hati. Tapi semakin aku gagal menemukannya, semakin dag dig dugnya itu semakin besar. Hadeuh... piye iki? Ya Allah, plis, jangan sampai hilang donk.... kebayang nih, jika STNK Gliv ilang, gimana ribetnya pengurusannya nanti? Belum lagi SIM dan kartu ATM yang juga duduk manis di sana. Plus beberapa lembar uang seratus ribuan yang merupakan sisa terakhir bulan ini. Hadeuh!

Aku telepon Intan mengabarkan dompetku ternyata tidak ketinggalan di mobil. Aku kembali ke unit, dan kembali mencari di kamar. Tapi gagal menemukannya. Kucoba mengingat-ingatnya lagi. Tadi malam saat turun mobil, kayaknya aku memang mengambil si dompet itu, deh. Cuma bayangannya blur saat aku apakan setelahnya.... Duh, begitu menuakah ingatanku? Hiks....

Baik aku dan Intan tak berhasil menemukannya. Berdua kami kembali ke mobil, memeriksa seisi mobil dan gagal. Aku berinisiatif menanyakan satpam, in case si dompet hijau itu kececeran tadi malam, karena aku memegang beberapa pegangan tadi malam, ada tas, dua kantong plastik hitam. Pak Satpam membuka buku catatan in case tercatat ada dompet yang ditemukan tercecer tadi malam, juga menanyakan ke teman-temannya yang lain, yang membuahkan hasil TIDAK lihat, TIDAK ada. Hiks....

Sungguh, aku rasanya jadi pengen nangis. Kebayang kan? Kantor-kantor akan segera tutup, lebaran sudah diambang pintu. Jika STNK Gliv dan kartu-kartu penting lainnya hilang, pasti akan ribet mengurusnya. Hadeuh, ya Allah, help me please. Kubacakan ayat andalanku, yaitu doa Nurbuat, dan Alhamdulillah, ada secercah ingatan pada dua benda hitam (plastik kresek) yang aku jinjing tadi malam. Feelingku mengatakan bahwa si hijau aku masukkan ke dalam salah satunya. Tapi perasaan si plastik kresek hitam itu sudah aku keluarkan isinya deh. Yang satu berisi telur dan tomat. Yang satunya lagi berisi satu pak mie instant dan sebungkus tissue. Keduanya sudah aku kosongkan. Tapi si dompet hijau ga nemu.

Hiks..... aku bener-bener stress deh dibuat tragedi ini. Merasa lelah dan menua. Kok bisa-bisanya sih hilang dan ga ingat kronologisnya?
Kupaksa ingatanku bekerja. Harus tau kemana si dompet itu. Soalnya aku yakin banget dia masuk ke dalam salah satu plastik hitam itu. Refleks, kulangkahkan kakiku untuk membuka kulkas. Kuraih plastik hitam berisi tomat yang sudah duduk manis di dalamnya. Kubuka mulut plastik itu, dan..., ya ampuuuun! Si dompet hijau itu duduk manis di dalam kantong plastik, di dalam KULKAS!

Oh my God. Andai saja si dompet udah bicara dan bisa bergerak, kuyakin dia akan melompat ke arahku dan menjerit histeris. "Umi.... dingiiiin!" sambil gemetaran. Hehe.

Yup, drama satu babak ini berakhir manis juga akhirnya. Lega banget rasanya, ga jadi mengurus STNK atau kartu2 lainnya yang hilang. Alhamdulillah ya Allah. Speechless. Aku hanya mampu memeluk Intan sambil menangis haru.

Drama satu babak,
Al, Margonda Residence, 27 June 2016

Read More

Your Blogpost is your Investment

/ / 21 Comments
Blogpost
Courtesy of Blogger Perempuan Network
Your blogspost is your investment, pasti pada sepakat lah ya?
Bahwa tulisan-tulisan bagus/berkualitas di blog kita, sebenarnya adalah aset bagi kita? Bahwa tulisan kece yang ada di blog itu adalah investasi bagi pemiliknya? Dan yang namanya investasi, tentunya tidak serta merta kita petik hasilnya lah ya? Ibarat berinvestasi, maka instrumen investasi yang kita miliki itu harus kita rawat dan kembangkan dengan baik, agar membuahkan hasil yang baik pula.

Dan layaknya investasi lainnya, blogpost atau postingan alias artikel di blog adalah aset/instrumen investasi seorang blogger, lho! Terlepas dari apapun tujuan seorang blogger created his/her blog, tetap saja, konten yang berkualitas adalah nyawa bagi sebuah blog. If people said content is the king, I will say that content is also a soul for a blog. Jika template adalah raga, maka konten adalah jiwanya.

Lalu, bagaimanakah cara merawat investasi (blogpost) yang satu ini, Al?

Ya, tentu saja dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini, lah! Yuk, coba kita bahas di sini, yuk!

1. Konsisten dalam menciptakan content berkualitas.

Hal ini rada sulit memang, jika kita menargetkan one day one post, hehe. Karena menurutku, tidak setiap hari kita akan mampu dan konsisten untuk menulis dengan materi yang kece berkualitas, karena untuk itu tentu dibutuhkan search for materi dan bacaan-bacaan pendukung sebelum tulisan itu kita olah. Etapi, ini tidak berarti bahwa kita tidak boleh menjalankan program one day one post, lho! Boleh, boleh banget, malah. Namun, tetapkan target, misalnya postingan berkualitas [serius dan punya muatan tersendiri] akan tayang setiap seminggu sekali, atau 3 kali dalam seminggu, sementara postingan selebihnya adalah merupakan postingan personal yang menceritakan hal-hal yang ringan atau keseharian.

2. Hindari duplikasi content

Ini biasanya jika kita sedang bikin postingan job-review tapi berdasarkan pers release yang diberikan oleh si pemberi job review. Iya sih, semua yang diinginkan oleh client tertuang di dalam pers release tersebut, namun ini tidak berarti bahwa kita cukup dengan menuliskan ulang semua yang tertera di sana ke dalam blog kita, tanpa improvisasi. Mengapa harus improve dan ga boleh 'nyontek' materi yang sudah ada di dalam pers release itu?

Ya karena kita harus menghindari 'tuduhan' duplikasi konten. Ga ingin kan dianggap oleh si Mbah bahwa isi blog kita adalah duplikasi konten? Nah, karena jika berpatokan copas isi pers release, artinya bakalan banyak blogpost/postingan serupa yang akan tayang. Oleh karena itu, sedapat mungkin, kreatifitas kita selaku author dituntut untuk menghadirkan artikel yang unik, berbeda dari pers release tapi sukses menyebarkan pesan seperti yang diharapkan oleh klien.

Artinya, boleh saja berpatokan pada pers release, namun kembangkan seapik dan unik mungkin dengan pesan tetap tersampaikan dengan baik.

3. Konsisten Update Postingan

Sebuah toko akan terlihat sepi jika pemiliknya tidak kreatif dalam menciptakan daya tarik pengunjung untuk berbelanja di tokonya. Begitu pula dengan blog. Pembaca apalagi pembaca setia blog kita, tentunya akan males berkunjung ke blog kita jika setiap mereka berkunjung, yang tersaji hanya postingan-postingan yang itu saja. Sangat jarang diupdate. Selain itu, blog yang jarang update, bukan hanya membuat pengunjung males mampir lagi, yang lebih parah adalah, calon klien yang harusnya hadir ke blog kita dan ingin menawarkan kerjasama, malah jadi berpikir dua kali melihat kondisi blog kita yang jarang diupdate. Gimana mau diajak kerjasama, sementara blognya aja jarang diupdate. Kayaknya pemilik blog ini ga serius deh bloggingnya. Nah, lho! Rugi kan?
So, keep your consistency in blogging and updating your blog entry/blogpost.

4. Hm... yang ke empat apalagi, ya? Sobats punya tips tambahan? Yuk, share di kolom komentar, yuk!

catatan seputar tips in blogging,
Al, Bandung, 25 Juni 2016
Read More

Breast Spa, solusi sehat dan bugar untuk si 'gunung kembar'

/ / 29 Comments
Uhuy, judulnya kece-kece mengundang gitu yaa? Breast Spa, solusi sehat dan bugar untuk si gunung kembar. Hihi.

Etapi, beneran lho, kedua 'gunung kembar' ini bukan hanya berpengaruh sebagai daya tarik para wanita, melainkan juga memegang peranan penting dalam menghasilkan suatu generasi. Coba, ada yang berani membantah bahwa kedua benda lunak yang melekat sexy di dada para wanita ini bukanlah aset penting bagi seorang wanita? Ada yang berani bilang bahwa payudara bukanlah daya tarik [sex appeal] yang selalu dilirik oleh kaum pria? Ada yang berani membantah bahwa dari 'gunung kembar' ini lah mengalir sumber kehidupan [ASI] bagi bayi mungil yang bahkan kelak menjadi orang-orang hebat di atas bumi ini?
See? Fakta menunjukkan bahwa dua 'gunung kembar' bernama payudara ini memang penting bagi seorang wanita, dan saking pentingnya maka keduanya harus mendapat perhatian prima agar tetap sehat dan berfungsi optimal. Sepakat?

Namun sayangnya, nih, Sobs, setelah menikah, kebanyakan wanita justru lalai dalam merawat aset penting yang satu ini. Faktor menyusui dan kesibukan mengurus si buah hati sering banget menjadi kambing hitam, penyebab berubahnya bentuk payudara mereka. Alasan pembenaran lainnya adalah kesibukan bekerja, mengurus rumah dan berbagai alasan lainnya, diungkapkan sebagai alasan mengapa perawatan payudara jadi terkesampingkan. Padahal, kelalaian ini bukan hanya berefek pada berubahnya bentuk payudara, turun, kendor dan pastinya tak lagi terlihat menarik. Di balik semua itu, bisa saja penyakit berbahaya pun tiba-tiba sudah mengintai. Hiks.

Payudara pun akan alami penuaan dan perubahan bentuk.

Yup, sebagaimana wajah, bentuk tubuh, kulit dan organ lainnya yang ada di tubuh kita, payudara pun akan mengalami penuaan dan perubahan, baik bentuk maupun pengurangan fungsionalnya. Faktor genetik, usia dan menyusui seringkali ditengarai sebagai penyebab utama berubahnya bentuk payudara banyak wanita. Selain itu, faktor dehidrasi, kebiasaan merokok, mengenakan bra yang tidak pas untuk payudara, posisi tidur yang salah, bahkan diet ekstrim, juga diakui sebagai penyebab mengendurnya payudara, lho, Sobs! Wuih, kudu hati-hati nih. Hayuk, atuh, kita lindungi aset berharga kita!

Cara Alami Merawat Payudara

Tentu kita sepakat donk dengan ungkapan 'Mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati?'. Nah, dalam hal ini, jika bentuk payudara kita masih oke, alangkah baiknya jika kita mulai merawat dan menjaganya dengan baik dan teratur, dan biayanya pun jauh lebih murah. Mengapa jauh lebih murah? Karena dengan kondisinya yang masih baik, yang kita perlukan hanya bahan-bahan alami untuk merawat dan menutrisinya. Kita hanya perlu mencukupi tubuh kita dengan nutrisi yang baik plus beberapa gerakan olahraga untuk menjaganya tetap kencang dan cantik. Aih, segampang itu kah, Al? 

Yes. JIKA saja si payudara kondisinya emang masih baik, cantik dan kencang lho, ya. Namun jika memang sudah mulai layu, 'turun' dan kendurnya pun tak ketulungan, tentu diperlukan upaya lain yang lebih tinggi levelnya dari sekedar perawatan biasa.

Well, mari beranggapan bahwa payudara kita masih oke [yaa, katakanlah sudah sedikit mulai layu], berarti kita masih bisa banget nih merawatnya dengan cara alami, yaitu dengan melakukan beberapa tips perawatan berikut ini.

1. Pijatan dengan tangan sendiri

Yup, cukup gunakan kedua tangan kita sendiri untuk memijat secara perlahan dengan gerakan memutar dari pangkal lengan mengarah ke dalam. Lakukan pijatan ini selama 20 menitan pada saat mandi, menggunakan sabun agar licin, atau pada saat akan tidur dengan menggunakan lotion agar licin, lembut dan harum.

2. Masker dari bahan alami

Cara lainnya adalah dengan mengoleskan masker pada kedua payudara. Masker ini bisa dibuat sendiri dari bahan alami, lho, Sobs! Beberapa bahan yang pernah aku coba sih, masker bawang merah yang dicampur madu. Di mana bawang merah diblender kental sampai halus, siramkan dua sendok makan madu, campur rata, baru dioleskan pada payudara dan biarkan selama 15 menit. Setelah itu dibasuh dengan air hangat sampai bersih.

Bisa juga kita membuat masker dari oatmeal, lho! Pernah mencobanya? Hehe. Berdasarkan referensi tulisan yang aku lupa nemu di mana, aku terinspirasi untuk ikutan membuat ramuan masker dari bahan oatmeal ini. Yang ternyata, oatmeal itu ga hanya bikin sehat tubuh dengan kita mengkonsumsinya, tapi juga kece untuk bikin kencang payudara, lho!
Caranya?
Segenggam oatmeal dicampur yogurt, satu buah mentimun plus satu sendok makan madu. Haluskan bahan-bahan ini dengan blender hingga menyerupai scrub dan oleskan pada kedua payudara. Tunggu beberapa menit hingga terasa mengencang di kulit, dan setelah mengering, basuh/bilas dengan air hangat. Lakukan ini 2 kali seminggu untuk mencapai hasil yang optimal.

3. Rawat dan kencangkan payudara dengan Yoga.

Kalo ini, mah, semua orang juga sudah tau, yak? Hehe. Etapi, beneran lho, gerakan-gerakan tertentu pada gerakan yoga tuh, bisa banget membantu kita dalam merawat dan mengencangkan payudara. Apa aja gerakannya? Coba hubungi instruktur yoga Sobats dan tanyakan pada beliau yaaa? Hihi, atau tanyakan pada si Mbah yang kece badai, deh!

Breast Spa, Solusi Sehat dan Bugar untuk si 'gunung kembar'

Iya sih, Al. jika payudara kita memang masih oke kondisinya, gampang aja menerapkan ketiga cara di atas. Namun..., gimana ceritanya kalo payudara kita udah layu, kendur dan turun banget sehingga untuk meliriknya pun udah males? Ada solusi lain ga ya?

Hm..., ada ga yaaa? Cara instant dan berbahaya sih, ada, banyak banget, malah. Misalnya dengan implant payudara atau suntik silikon. Tapi efeknya juga ngerih donk?

Kebetulan nih, aku baru aja ngobrol-ngobrol kece dengan dr. David, itu lho, health consultantnya DF clinic, dokter kece yang akhir-akhir ini akrab denganku dan beberapa teman Blogger lainnya, sehingga kami bisa 'nyuri-nyuri' ilmu. Hehe. Nah, dokter David tuh, anti banget dengan hal-hal yang bersifat instant. Walo ilmunya tentang 'utak-atik' wajah dan tubuh agar tampil kece maksimal sangat mumpuni, namun blio tuh ga pernah mau mendukung tindakan atau keinginan orang-orang yang ingin tampil cantik secara instant tapi berbahaya. Sependek aku mengenalnya, dokter kece yang satu ini, selalu saja mensosialisasikan gerakan hidup sehat agar tubuh dan kulit sehat maksimal, sehingga akan terpancar aura kecantikan yang tentunya bening dan cling-cling. Apapun harus dilakukan dengan cara yang sehat dan aman. Begitu katanya.

Termasuk dalam hal perawatan payudara, yang tiba-tiba jadi topik obrolan kami bertiga [aku, Nchie Hanie dan dokter David] saat kunjungan kami ke DF Clinic minggu lalu.
Breast Spa
Ki-Ka : Nchie Hanie, Alaika Abdullah dan Dr. David Budi Wartono

Nah, dr. David tuh cerita bahwa sebenarnya payudara yang 'turun, kendur dan kurang menarik' itu masih bisa lho ditangani agar kembali tampil sehat, kencang dan menarik. Tentu akan butuh waktu perawatan yang lamanya akan tergantung pada kondisi si payudara itu sendiri.

Langsung deh aku dan Nchie Hanie melirik dua gunung kembar kami masing-masing, refleks, sampai membuat si dokter kece tertawa. Haha. Dan, hm, masih oke sih sebenarnya, tapi siapa sih yang ga pengen jika payudaranya bisa tampil menantang lagi seperti saat masih muda dahulu? Ya aku juga pengen donk, ah!

Apa sih Breast Spa itu, Al? 

Nah, mumpung lagi bareng dr. Dave [panggilan akrab kami untuk dokter David], kami 'nyuri' ilmu lagi deh dari blio. Plus, akhirnya tertarik untuk merasakan treatment Breast Spa [Spa untuk payudara] yang mulai banyak diminati kini, oleh para wanita. Yup, kami tertarik dengan penjelasan dr. Dave tentang breast spa ini, yang merupakan sebuah treatment untuk membentuk dan mengencangkan kembali payudara hingga terlihat indah dan bugar. Dan seperti biasa, setiap pasien yang datang ke DF Clinic, kudu Consult First [Doctor First] ke dokternya, guna menentukan kebutuhan treatment yang tepat bagi problema yang dihadapi oleh sang pasien. Begitu juga dengan urusan payudara ini. Tenang, ada dokter cewek kok yang akan memberikan konsultasi, jadi bagi yang malu-malu meong dengan dokter David, bisa ketemu dengan dokter Sherly deh. Nah, kalo elu, Al? Konsulnya sama dokter yang mana? Hm, kalo saya mah, dokter David aja deh, toh bukannya harus ditunjukin payudara ke blio, kok. Cuma konsul dan dengerin penjelasannya tentang mengapa sih kita kudu merawat payudara? Terutama bagi ibu-ibu yang masih atau habis menyusui, pasti payudaranya mulai mengendur dan saat-saat seperti ini diperlukan banget perawatan payudara secara intensif untuk mengembalikannya ke kondisi semula. 

Adapun bentuk perawatan yang diberikan saat Breast Spa ini adalah perawatan berupa pemijatan dan pemberian masker yang mengandung bahan-bahan herbal yang sifatnya menstimulasi kelenjar getah bening.

Having Breast Spa di DF Clinic itu asyik banget, lho!

Tirai Ungu
Tirai Ungu DF Clinic
Ya, namanya juga spa, pasti asyik dan nikmat lah yaaa. Begitu juga saat having breast spa ini. Teh Yenni, the therapist memulai treatment dengan membasuh/membersihkan kedua gunung kembarku dengan lembut, melapnya agar kering, lalu mulai memijat lembut kedua payudara secara bergantian setelah terlebih dahulu dioleskan cream khusus agar lembut dan licin. Setelah proses pijatan (massage) barulah masuk pada tahap pemberian masker payudara hingga mengering (kurang lebih 15 menitan).

Setelah kering, payudara dibasuh/dibersihkan, lanjut lagi dengan pijatan dengan menitikberatkan pada titik-titik akupuntur.

Hm, perawatan yang memakan waktu kurang lebih 60 menitan ini sungguh merupakan 'me time' yang special pake banget deh kalo menurutku. Kapan lagi kan punya me time seperti ini? Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui ini, kalo kata aku, mah! Ya iyalah, udah dapat rileksasi/pijatan, payudara jadi bersih dan wangi, terus aliran darah yang mengalir di seputaran gunung kembar ini jadi lancar, plus kedua benda lunak ini pun akan mengencang kembali sehingga bakal tampil cantik, bugar dan seksi. Siapa coba yang ga mau? Hihi.

Lalu, kenapa sih harus having breast spa di DF Clinic?

Ya, karena DF Clinic adalah sebuah klinik kesehatan dan kecantikan popular di Bandung, dengan konsep One Stop Service Aesthetics & Anti Aging Centre. Sesuai namanya, DF adalah Doctor First, di mana setiap treatment tidak langsung dikabulkan sesuai permintaan si pasien, melainkan KUDU konsultasi dulu dengan ahlinya (doctornya) sehingga jelas apakah si pasien memang benar-benar membutuhkan treatment tersebut. Jika tidak, maka doctor akan menyarankan treatment lain yang memang sesuai dengan kebutuhan si pasien. Jadi ga asal kasih, gitu, deh! This is why I love to have the treatment here. Selain itu, tempatnya juga adem dan homy banget. Ngangenin!

DF Clinic juga punya treatment yang lengkap banget, lho. Mulai dari anti aging, perawatan rambut dan alis, medical spa, baby spa, breast spa, nutrician clinic dan mind therapy clinic. Wuih, banyak juga yaaa? From Head to Toe, deh, yang semuanya ditangani oleh doctor ahli.

Jadi, sudah tau donk kenapa aku dan banyak teman-teman blogger Bandung yang rajin berkunjung dan having treatment di DF Clinic? Sobats mau mencobanya? Boleh banget untuk langsung ke tekape, lho. Nih, catet alamatnya yaaa!

DF Clinic
Jalan Leumah Neundeut No. 10, Setrasari - Bandung. 
Praktek setiap hari, pukul : 11.00 - 19.00
Reservasi : 022 - 2010593

Catatan seputar perawatan wanita,
Al, Margonda Raya, 23 June 2016



Read More

The Lodge Maribaya - Tempat asyik Mencanda Alam

/ / 24 Comments
The Lodge Maribaya - Tempat Asyik Mencanda Alam. Yup, mencandai alam, bisa jadi adalah sebuah kegiatan paling menyenangkan dalam rangka mengobati jiwa yang lelah setelah rutinas weekday yang penuh dengan perjuangan, pergumulan dengan kemacetan, perebutan standing zone [rebutan lahan untuk bisa sekedar berdiri di dalam commuter line atau busway] demi memastikan diri 'terangkut' menuju kantor atau pun pulang kembali ke rumah nantinya. Bekerja di Jakarta atau di kota besar manapun, kuyakin memang menuai lelah jiwa raga. Utamanya sih bukan karena beratnya pekerjaan yang harus dipenuhi di tempat kerja, melainkan itu tadi, perjuangan dalam mencapai kantor dan kembali ke rumah. Huft.

Itu pula sebabnya, aku langsung mengiyakan ketika soulmate keceh, Nchie Hanie texting, ngajakin untuk ikutan hadiri undangan berbuka puasa di sebuah tempat yang sejuk, alam terbuka, dan pastinya dijamin akan mampu bikin stress tersedot ke awan. Wew! Di mana?
Tak ada jawaban kata-kata, hanya sebuah foto kece, yang bikin hati langsung 'mauuuu'. Penasaran, euy! Hehe.

Maribaya
Welcome gate menuju berbagai zona di the Lodge Maribaya
Maka, tanpa penolakan aku langsung oke. Sabtu paginya, sekitar pukul 9.30 wib, aku dan Intan langsung meluncur dari Margonda Residence, Depok, melaju cantik heading to Bandung. Keluar dari pintu tol Pasteur dan melaju ke BIP [Bandung Indah Plaza], meeting point di mana Nchie Hanie, Ulu dan Mas Agung [sahabats blogger Bandung] yang memang sudah janjian untuk berangkat bareng ke tekape.

Lika liku seru on the way to the Lodge Maribaya 

Terletak di desa Cibodas, Maribaya Lembang, The Logde Maribaya ini bisa diakses melalui beberapa rute. Yang pertama adalah rute jalan raya yang mulus, lebar dan biasanya macet pake banget kalo wiken. Hehe. Selain itu, rutenya juga termasuk lumayan jauh memutar. Rute ini dimulai dari Dago - Jalan Setiabudi (UPI/Ledeng) - Lembang - Maribaya.

Yang kedua adalah rute yang kalo kata aku sih hanya akan ditempuh oleh orang-orang yang berjiwa adventure, dengan kendaraan yang diyakini 'sehat' untuk menanjak dan menurun di atas jalanan yang sempit, plus ditemani oleh tebing dan jurang yang wew. Rutenya adalah Dago - Dago atas - belok kiri di pertigaan kedua (setelah terminal Dago ke arah Dago Giri) - Lembang - Maribaya. Rute ini akan melewati cafe-cafe terkenal seperti Lawangwangi, Salse, rumah miring, etc. Pemandangan yang tersaji di kiri kanan jalan, uapik teunan alias kece badai.

Yang ketiga adalah rute yang juga masih berlika liku bahkan jalanannya selain sempit juga rusak. Huft. Memiliki banyak tanjakan panjang. Melewati rute ini, selain menantang, dibutuhkan kehati-hatian yang tinggi. Rutenya adalah Dago - Ciumbuleuit - Lembang - Maribaya. Melewati area wisata Punclut di mana sering menimbulkan keinginan hati untuk singgah dan ngopi2 cantik sejenak sambil berselfie ria.

Yang keempat adalah rute alternatif Dago - Taman Hutan Raya Juanda. Etapi ga pakai mobil atau kendaraan bermotor, lho, yaaa. Tapi pake apa, donk? Ya, pake trekking alias jalan kaki setelah dari Dago - Taman Hutan Raya Juanda - Lalu siapkan napas dan tenaga untuk hiking menembus taman hutan raya Juanda ke Maribaya. Jalannya bagus, dan jalur hikingnya sih katanya enak. Kalo aku sih, memilih naik kendaraan aja, deh. Sayang napas euy! Hehe.

Karena kami berempat, dan memutuskan berkendaraan roda empat, maka untuk perginya kami mengambil rute yang kedua, yaitu melalui Dago - Dago Atas - dan seterusnya. Dan...? Wow, untung Gliv tersayang dan pengemudinya [lirik diri sendiri] emang udah tinggi jam terbangnya untuk rute-rute yang seperti ini, jadi kami tetap bisa melaju sembari menikmati view kece yang tersaji di kiri kanan jalan walau sesekali suka was-was saat berpapasan dengan mobil lainnya di jalur yang sempit.

Welcome to the Lodge Maribaya

Setelah melewati rute yang ngeri seru sedap, akhirnya kami sampai juga di tekape. Sebuah papan nama/sign board bertuliskan 'welcome to the lodge Maribaya' jelas menjadi jawaban atas tanya 'kok ga sampai-sampai, ya?' Aha, ini dia!

Dan...? Oh my God! Ini tempat kece pake banget, euy! Pantesan aja banyak orang yang rela-rela aja menempuh perjalanan berliku demi menikmati keindahan dan kenyamanan alam serta fasilitas yang tersaji di the Lodge Maribaya ini. Subhanallah, kreasi Sang Maha Pencipta emang luar biasa, euy!

Ada apa aja sih di the Lodge Maribaya ini, Al?

Banyak! Dimulai dari paket bercanda dengan alam, alias datang dan menikmati keindahan alam, pepotoan di spot-spot cantik yang disediakan, hingga ke paket camping, team building, dan aneka outbound activities. Tak hanya itu, dua buah resto/cafe siap melayani para tamu yang perutnya minta diisi dan dahaganya minta dipenuhi.

1. Mencanda Alam.

Ini sebenarnya hanya istilahku saja. Terinspirasi dari bapak guide hiking yang menyarankan kami untuk mengarahkan pandang ke hamparan pohon pinus yang menghijau, yang berdiri kokoh seakan memagar tapal batas. Blio menyarankan aku dan Nchie untuk memperhatikan dengan sepenuh hati, dan temukan apakah mata kami mampu menatap beberapa jajar pohon pinus yang meliuk-liuk disapa angin? Dan, eh, bener! Kami mampu menangkap liukan sang pinus, yang seakan melambai membalas sapaan kami, yang dengan lugu menuruti tuturan sang guide, yang meminta kami menyapa pepohonan yang hijau menyejukkan mata itu. Wow! Subhanallah.
Jajaran Sang Pinus yang bikin takjub. Hijau, segarkan mata dan sejukkan hati.
2. Spot kece untuk berfoto-ria

Menjawab hobby masyarakat yang kian tak bisa lepas dari berfoto-ria, the Lodge Maribaya mencoba memfasilitasi. Beberapa spot ciamik pun dikreasikan, untuk menarik dan mendukung para tamu salurkan hobi narsis fotografinya.

Ada Sky Tree, di mana kita dapat dengan leluasa menguji keberanian berada di ketinggian, seraya hasilkan foto kece saat mencandai sang langit. Yup, sky tree menjadi spot favorit yang jarang dilewatkan oleh para tamu, untuk mengabadikan momen dan kehadirannya di the Lodge Maribaya. Rasanya belum sampai ke the Lodge deh jika belum bepotoan di sky tree itu. Sayangnya, eikeh pake rok, bo, jadi ga berani naik ke sky tree. Habis tinggi, euy! Terus salah-salah bisa kelibet sama rok saat menaiki tangga dan akhirnya malah nyemplung ke bawah. Oh tidak! Biarlah lain kali aja deh bepotoan di sky tree. Biar mereka aja dulu uji nyali dan salurkan hasrat model wanna be-nya di sana. Hehe.
Soulmate kecehku lagi pura-pura jadi model di atas sky tree spot
spot cantik di Maribaya

3. Outbound

Berkunjung ke Maribaya, tak akan afdol rasanya jika tidak melibatkan diri di dalam aktivitas outbondnya, donk? Dan fasilitas outbound di the Lodge Maribaya ini variatif banget, deh. Mulai dari yang dimainkan berkelompok [team building] hingga ke yang perorangan. Mulai dari flying fox, paint ball, off road by landrover, trekking ke hutan pinus hingga ke panahan atau archery.

Bicara tentang archery, seumur-umur, belum pernah kesampaian niat hatiku untuk melepaskan anak panah dari busurnya. Yup, pengen banget bisa panahan, ealah, kesempatan itu terhalang sejak dulu. Dimulai dengan alasan ibu yang tak ingin anak gadisnya semakin gagah dan tomboy, hingga kemudian kala berumah tangga dan bekerja, alasan lain yang lebih klise sukses menghadang. Gak punya cukup waktu. *Hayyah, klise banget khaaan?

Hingga kemudian, berkunjung ke the Lodge Maribaya kemarin, aku berkesempatan untuk melakukannya. Yup, asyik. Dan tau apa, Sobs? Olahraga yang satu ini bikin aku nagih! Ga ingin berhenti, deh, ih!

Duh, kudu nyari tempat latihan untuk mahir panahan, nih!

4. Camping

Bagi yang suka menyatu dengan alam, dan tak puas dengan hanya mencandanya dalam waktu sekejap, the Lodge menyediakan fasilitas untuk camping, lho! Bisa dengan keluarga tercinta, atau teman-teman tersayang. Yang pasti, jangan sendirian atuh lah, ntar pada iba ngelihatnya, lho. Kayak ga punya teman ajah. Haha.
Yup, tenda-tenda yang tersedia di the Lodge Maribaya, tuh, kece banget, bikin mupeng, tau ga sih, Sobs? Aku aja, kalo ga mikir ini bulan puasa, dan wiken telah berakhir kemarin itu, pingin maksain Nchie Hanie untuk ambil paket camping. Hihi. Habis, gimana ga mupeng, coba, Sobs? Tendanya aja sekece ini! Lengkap pula dengan saklar/colokan listrik untuk supply energi si gadget atau laptop kesayangan.

Tak hanya tenda yang kece, lho. Untuk para campingers, ga perlu kuatir jika malam2 kudu melakukan 'setoran alamiah' dan butuh toilet atau kamar mandi. Tak jauh dari lokasi tenda, restroom dan kamar mandi telah berjejer apik untuk disambangi. Toiletris dan handuk juga tersedia, lengkap! Kurang asyik gimana lagi, coba?

maribaya lembang

5. Kulinari

Beraktivitas apa saja, jika tak didukung oleh ketersediaan ransum alias pengisi perut alias meals, jelas bikin aktivitas ga afdol. Ya enggak, Sobs? Dan pihak the Lodge Maribaya menyadari penuh akan hal ini. Makanya di arena outbond yang kece ini, tersedia dua resto untuk memenuhi kebutuhan kulinari para tamu agar tak terkendala aktivitas having funnya.

Dapur Hawu
Sesuai namanya, dapur ini memiliki tungku perapian, yang sayangnya saat kami berkunjung kemarin sedang tidak dinyalakan. Padahal kalo dinyalain pasti asyik banget tuh.

Menu kulinari yang tersedia di dapur Hawu ini Nyunda banget, deh. Ada gepuk yang uniknya tuh, sudah disuir-suir sehingga memudahkan kita untuk melahapnya tanpa kesulitan memotong-motongnya terlebih dahulu. Selain itu, menu lainnya seperti roasted chickennya juga rasanya tuh, enak pisan, euy!



Selain dari rasanya yang enak, cara penyajian makanan di dapur Hawu ini, unik pake banget, lho, Sobs! Lihat deh peralatan makan yang mereka gunakan.

Wajan/penggorengannya itu, lho! Mungil dan ngegemesin! Hehe. Terus cangkir untuk minumnya juga unik. Pake cangkir kaleng. Hadeuh, lucu!

Keunikan lainnya adalah pada kursi yang disediakan bagi para tamu yang menikmati makanan di dapur Hawu. Selain yang terbuat dari kayu, ada pula yang berupa sofa empuk hingga ke sofa 'leyeh-leyeh' yang unik. Kece, deh, Sobs!

Interior Dapur Hawu

The Pines Cafe

Nah, sesuai namanya, kafe ini memang yang paling dekat letaknya ke hutan pinus. Walo, untuk sampai ke hutan pinus akan butuh daya upaya trekking, sih. Cafe ini memang nyaman banget, dikonsep terbuka agar wajah para tamu leluasa disapu lembut oleh desiran sang angin yang berhembus lembut dari hutan pinus. Menu di cafe ini berupa aneka smoothies, jus, kopi, teh dan cemilan lainnya.


Dari cafe ini kita dapat melepaskan pandangan ke hijaunya daun pinus, yang melambai seakan menyapa hangat dan mengajak bercanda, atau sekedar menikmati pemandangan seru di mana para tamu menyalurkan hobi narsisnya di sky tree. Berusaha mengalahkan ketakutannya akan ketinggian, menaiki tangga dan berjinjit hingga ke tepi, mencoba duduk dan menjuntai kaki di atas sana, seraya mncoba berpose. Dan..., jeprat jepret pun terjadi, hadirkan pose-pose kece yang segera tayang di akun sosmed masing-masing tamu. Seru!

Hm, ga terasa, saking asyiknya bercerita, postingan ini sudah terurai sepanjang ini, ya, Sobs? Habis seru, sih. Jadinya ga ingin berhenti deh memuji area rekreasi yang satu ini. Pengennya sih balik lagi secepatnya untuk having camping dimarih, Sobs! Yuks... Pasti pada mupeng kan? Atau kalo pun tidak sampai menginap, bisa banget nih dijadikan recommended place to visit and having a valuables relaxing. Mumpung pula, nih, Sobs, the Lodge lagi ngadain promo Ramadhan dan lebaran, lho!

Keep update info di bawah ini, deh, siapa tau bakalan bawain keluarga atau teman-teman terdekat untuk having fun and valuables relaxing agenda di alam terbuka. Udah bener banget tuh jika pilihannya adalah ke the Lodge Maribaya dan manfaatkan promo kece berikut ini.

PROMO

Ramadhan Promo

Yuk, kapan lagi nikmati berbuka puasa dengan harga mulai dari 35.000/orang [entrance fee, takjil dan makan malam plus menikmati suasana alam yang asri, adem dan nyaman. 

Lebaran Promo

Keep in mind, Sobs, bahwa pada minggu ke 2 Ramadhan, mulai tanggal 6 - 16 Juli 2016, bakalan ada tour ke lingkungan sekitar untuk memetik buah/sayuran, belajar bagaimana memerah sapi. Selain itu juga kita akan diajak mengunjungi organic farm dengan menggunakan delman. Wuih. Asyik banget, yak? Bisa untuk wisata bareng keluarga banget ini, lho! Merekatkan hubungan agar semakin dekat, setelah selama ini mungkin tersekat oleh aktivitas dan kesibukan harian. Hayuk, Sobs, reversasi dirimu dan manfaatkan promo kece ini, lho! 

Kemana reservasinya? Ya kesini atuh, Sobs! 

Website: www.thelodgemaribaya.com | FB : The Lodge Maribaya
IG : @thelodgemaribaya | email: info@thelodgemaribaya.com

Reservasi: 

+62 22 253611
+62 811 2252 299 [Marketing & Sales]
+62 8562 4611 118 [Area/Site]

The Lodge Maribaya Site
Jalan Maribaya No. 142/252 RT 03 / RW 15
Kp. Babakan Gentong, Cibodas Maribaya Lembang
Buka setiap hari Senin - Minggu | Pukul : 09.00 - 17.00
Khusus Ramadhan : 09.00 - 19.00

Office
Dago Pakar Resort 
Jalan Pakar Permai VII No. 61
Dago 40198 Bandung - Jawa Barat

Read More

Yoga in the Air bareng KIRANTI

/ / 14 Comments
Yoga in the Air bareng KIRANTI itu asyik banget ternyata, lho! Apalagi jika dilakukan di udara terbuka yang adem dan seger. Hm..., pasti bikin betah, deh! Eh, btw, pasti udah familiar banget donk dengan Kiranti? Jejamuan sahabat terbaik banyak wanita Indonesia kala datang bulan? Aha! Banyak yang mengangguk, berarti so familiar donk ya, dengan 'jeng' Kiranti? Okeh, kali ini, aku ingin cerita-cerita seputar kesehatan wanita, nih, Sobs! Yup, wanita.

Pasti pernah donk berhadapan dengan wanita atau ibu-ibu yang sensi banget pada suatu waktu? Dan anehnya tuh, sensi dan emosi ga jelas alias uring-uringan ini siklusnya bulanan gitu, lho! Haha. Bagi Bapak-bapak atau para suami, aku yakin, pasti udah pada hapal dan ga heran lah ya dengan tingkah 'aneh' bin 'ajaib' para istri, kekasih atau pun kakak atau adik perempuan yang satu ini?

Kok bisa, sih, Uring-uringan kayak gituh? 

Uring-uringan ini, tentu bukan keinginan hati para wanita ini, lho! *ikutan tunjuk diri sendiri, yang terkadang juga dihinggapi tingkah sensi dan uring-uringan tak menentu ini.

Uring-uringan ini disebabkan oleh rasa TIDAK NYAMAN yang ditimbulkan oleh proses menstruasi atau haid, yang terjadi pada wanita. Mens atau haid ini diawali dengan pelepasan hormon prostaglandin oleh tubuh, yang merangsang terjadinya kontraksi otot rahim, dan menghasilkan peluruhan lapisan dinding rahim yang tadinya dipersiapkan untuk menerima zygot hasil pembuahan. Namun karena tidak terjadi pembuahan [baca tidak terjadi kehamilan], maka lapisan dinding rahim tadi pun dikikis hingga luruh.

Peluruhan ini tentu saja menimbulkan berbagai efek bagi wanita, yang pada umumnya adalah menjadi uring-uringan ga jelas! Marah, moody, melow, dan bermacam aksi lainnya yang tergantung pada si wanita itu sendiri. Uring-uringan ga jelas yang dikenal dengan istilah PMS. Yup, Premenstrual Syndrome, atau bahasa Indonesianya adalah Pra Menstruasi Sindrom, disebabkan oleh rasa nyeri/kram yang timbul, terjadinya keputihan dan juga menurunnya kadar hormon estrogen dan progesteron selama menstruasi. Tak hanya itu, peluruhan lapisan dinding rahim tadi juga menimbulkan efek psikis pada wanita yang sedang haid, sehingga membuat dirinya jadi moody. 

Nah, sekarang udah tau, donk, apa yang bikin para wanita *lirik diri sendiri* jadi uring-uringan menjelang dan selama haid?

Kampanye Stay Fresh and Healthy with Kiranti

Menyadari hal ini, berbagai penelitian pun dilakukan dalam menemukan cara atau obat/jamu agar bisa membantu wanita tetap 'stabil' dalam masa-masa paceklik PMS ini. Karena bagaimana pun, produktivitas [rutinitas harian] para wanita tetap harus berjalan seperti biasanya untuk mencapai hasil yang prima. Untuk itulah, Kiranti, yang telah menemani para wanita selama 22 tahun dalam atasi masa PMSnya, dengan produk jejamuan sehat datang bulannya itu, kini meluncurkan kampanye 'Stay Fresh and Healthy with Kiranti'. 

Kampanye ini diluncurkan untuk memacu para wanita agar lebih concern dalam menjaga kesehatan jiwa raganya, terutama di kala menstruasi, mengajak para wanita untuk tidak serta merta lari pada hal-hal instan manakala nyeri haid menyiksa diri. Kiranti mengajak para wanita untuk sadar dan peduli akan kebugaran tubuhnya, melalui jejamuan/minuman herbal dan olahraga, agar aliran darah mengalir lancar, tubuh sehat dan jiwa refresh kembali. Salah satu olahraga yang sangat dianjurkan mana kala menstruasi menyambangi adalah dengan beryoga.
Alaika Abdullah
Mengapa yoga? Karena menurut teh Yenni, yang menjadi instruktur Yoga in the air kemarin itu, ada beberapa gerakan di dalam Yoga ini yang bisa membantu atasi rasa nyeri haid, lho!
Oya? Yang gimana, Al? 

Menurut Teh Yenni, sih, melakukan gerakan berikut ini sangat ampuh, lho dalam meredakan nyeri haid itu. Nih, catet yaaa.

Gerakan Janu Sirsasana [head to knee pose]. 

Gerakan ini dimulai dengan posisi awal duduk dengan satu kaki lurus ke depan dan kaki satunya lagi dilipat menyentuh paha sebelahnya. Kemudian, sentuh bagian kaki yang diluruskan ke depan dengan menggunakan tangan dan kepala hingga menyentuh lutut.

Setelah itu, ulangi gerakan tadi pada kaki sebelahnya. Insyaallah, akan sangat membantu redakan nyeri haid dan hindari timbulnya kram pada perut.

Selain itu, Teh Yenni juga menambahkan bahwa setiap gerakan yoga tuh akan melancarkan peredaran darah di seluruh tubuh, lho. Selain fokus pada postur tubuh, yoga juga mampu menenangkan pikiran dan bikin kita fresh.

Yoga In the air
Bersama Teh Yenni, Instruktur Yoga dan Kak Vivera Siregar
Habis Yogaan
New Varian dari Kiranti

Aku sendiri sudah lama menjadi pelanggan tetap Kiranti sih, manakala datang bulan. Entah siapa yang dulu memperkenalkan, yang jelas, rasa jamunya itu 'ga' jamu banget, dan segar-segar gimanaa gitu. Makanya aku suka [kalo yang kental rasa jamunya, aku agak susah minumnya, soalnya]. Dan jadi terbiasa menyediakan Kiranti untuk hadapi PMS yang akan menghadang di setiap bulannya. Jadi udah pada tau kan kenapa aku cenderung stabil walo sedang datang bulan? Hehe.

Kiranti emang seger, sih, Sobs! Apalagi sekarang ini, Kiranti semakin berinovasi dalam meraih hati para wanita yang tak suka jejamuan. Inovasinya adalah dengan varian baru yang baru saja launched, berupa Kiranti Sehat Datang Bulan Plus Juice.

Ha? Pake Juice? Yup. Jika Kiranti Original menggunakan air mineral sebagai pelarut, maka yang versi plus juice, Kiranti menggunakan satu buah jeruk asli sebagai pelarut sehingga memiliki rasa yang segar, tidak pahit dan lebih dapat diterima oleh para wanita yang tidak suka rasa jamu. Wew banget, ya, Sobs?

Kiranti
Picture by Efi
Kiranti

Emang Kiranti itu aman dan bener-bener sehat, Al?

Hm, kalo sejauh pengalamanku mengkonsumsinya selama ini, sih, aman-aman aja [asalkan mengkonsumsinya juga tidak berlebihan lho, ya]. Apalagi Kiranti ini kan terbuat dari 100% bahan-bahan alami pilihan seperti kunyit, asam jawa, jahe, kayu manis dan gula jawa. Diproduksi secara modern dan higienis pula. Bersertifikat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dan Benar) dari Menteri Kesehatan pada tahun 2005, dan merupakan satu-satunya minuman datang bulan yang mendapatkan sertifikasi Obat Herbal Terstandar (OHT) lho!

Hm, jadi ga salah donk jika aku masih suka dan akan terus berlangganan jejamuan yang satu ini? Kalo kamu, Sobs? *lirik sobats yang cewek.

catatan seputar Yoga in The Air bareng Kiranti
Al, Kuningan - Jakarta, 8 June 2016

Read More

Flying Without Limit - Afifah Mazaya

/ / 25 Comments
Yup, Flying Without Limit. Terbang tanpa batas. Dari dulu, aku udah seneng aja dengan ungkapan atau tagline yang satu ini. Serasa mendapatkan keleluasaan dan kekuatan setiap kalimat ini terucap atau melintas di hati. Ya, flying without a limit, memang mampu memberikan kekuatan bagi siapa saja yang mampu mendalami maknanya.

Etapi, kali ini, aku tak hendak mengulas arti atau makna slogan di atas, karena Flying Without Limit yang aku sandingkan dengan sebuah nama pada judul di atas, adalah karena memang aku ingin mengulas tentang si pemilik nama itu, beserta slogan yang nempel di sampingnya.

Flying Without Limit. Mungkin sebagian peserta arisan Blogger Perempuan Network, khususnya kelompok 2, pasti sudah ngeh-lah siapa pemilik blog yang memberi judul blognya dengan slogan ini. Yup, Afifah Mazaya, seorang dara asal Bogor, yang mengaku dirinya sebagai pribadi yang introvert, suka menulis/blogging dan getol banget membaca buku, sehinga ga heran jika Fifah pun memiliki blog khusus tentang buku.

Baru saja kelar study dan masih enjoy dengan frelancing work, Fifah merasa happy dengan nama yang sudah dimilikinya selama ini, tanpa harus menambahnya dengan cantuman nama lain/embel-embel hasil studinya selama ini. Afifah Mazaya saja sudah cukup, menurutnya.

Terus, nulis tentang apa aja sih, Afifah Mazaya ini, Al? 

Honestly,
 beberapa bulan ini frekeuensi blogwalking ku sedang turun drastis. Bukan karena males, tapi karena sang waktu yang mulai 'berselingkuh'. Sang waktu menjebakku dalam rutinitas harian sehingga sulit untuk bernapas. Hayyah, drama! Eits, beneran, lho. Bidang pekerjaan yang aku ambil kali ini, dan berlokasi di ibukota negara pula, sungguh membuat aku hiruk pikuk. Lelah dan ujung-ujungnya, sampai rumah langsung tepar. Niat hati ingin nulis dan blogwalking, eh malah ketiduran sampai pagi. Hehe.

Ih, itu sih ga menjawab pertanyaan di atas, sih, Al!

Iya juga ya. Oke, baiklah, karena memang berniat untuk menuliskan tentang Non Afifah Mazaya dan blognya, hayuk deh, aku ulas tentang the Flying Without Limit-nya Nona Afifah Mazaya yuk! As usual, aku memang berusaha untuk mereview secara pro [cie...cie], dan semoga ini berkenan di hati, ya, Non Afifah manis! :)

afifah mazaya
Begini nih, tampilan blognya Mba Afifah Mazaya
Berlatar putih, simple dan nyaman untuk dibaca maupun ditelusuri dalam waktu yang lama. Kenapa? Karena tampaknya Afifah sudah ngeh banget akan kriteria design yang baik bagi sebuah blog agar pengunjung betah. Yup, bermain di dua warna utama, yaitu putih (latar) dan font berwarna hitam, jelas menunjukkan bahwa blog ini adalah penganut 'paham' minimalis hitam putih. :)

Menulis tentang apa saja?

Hm, banyak! Itu sebabnya Afifah sengaja tidak memberi niche khusus untuk blognya yang satu ini, agar dirinya bebas menuliskan berbagai tema. Seperti yang terlihat pada screenshot di samping ini, nih! Etapi, ternyata setelah diklik, ada bagian dari kategorinya yang masih kosyong, euy! Mungkin Afifah sedang mempersiapkan artikel-artikel untuk bagian yang kosong itu, kali, ya? Semoga cepat kelar yaaaa.

Dari segi kesiapan untuk go pro, tampaknya blognya Afifah ini juga sudah siap tempur. Terlihat dengan sudah adanya bagian disclosure, sebagai salah satu tanda bahwa si pemilik blog sudah serius untuk menjadikan blognya tak lagi sekedar tempat mencurahkan isi hati dan pemikiran saja, namun juga sudah siap untuk jalinan kerjasama dengan aneka brand, atau pun agency. Keren, euy!

Lalu, dari segi statistik blognya sendiri, gimana, Al?
Hm, baiklah, yuk, kita coba bikin infografisnya yuk!


Nah, refers to the above infographic, bisa kita lihat bahwa blog Nona Afifah ini sudah kece ya, Sobs? Hanya saja, pada bagian PA, masih mengecewakan pemiliknya nih, pastinya. Lalu kenapa bisa begitu ya? Biasanya kan, DA dan PA itu relevan dan saling berdekatan, bahkan seringnya malah PA lebih besar dari DA kan ya?

Dan dari hasil nanya-nanya ke si Mbah, jawaban yang tepat untuk pertanyaan mengapa PAnya masih satu, bisa jadi nih..., di karenakan halaman-halaman yang ada di blognya Afifah masih sedikit sekali yang berhasil ditemukan pada mesin pencari. Maksudnya adalah, as the page authority adalah popularitas halaman, maka, yang jadi fokus di sini adalah berapa popular sih halaman-halaman [baca: artikel] yang ada di dalam blog Flying Without Limit ini yang berhasil nangkring di mesin pencari? Dan jika jawabannya masih satu, maka ini artinya, Afifah harus berusaha untuk meningkatkan popularitas halaman blognya.

Caranya?

Menurut si Mbah sih, ada beberapa cara yang bisa ditempuh, diantaranya adalah dengan menciptakan artikel yang bermanfaat, unik dan orisinil. Konten-konten yang panjang dan terarah [tidak asal-asalan] dan saling berhubungan [rinci dan bermanfaat], lebih dari 1200 kata, biasanya kini sangat disukai oleh mesin pencari, dikarenakan kini, google dan mesin pencari lainnya semakin membenarkan bahwa content is the king, dan google serta mesin pencari ingin menghadirkan informasi yang sebenarnya [bukan artikel tipu-tipu, di mana judul dan isi ga ada hubungan sama sekali] bagi para pencari/searcher, di saat mereka datang dengan berbagai related keywords.

Selain itu, memperbanyak inbound link [link yang masuk] ke halaman kita dari web yang popular adalah merupakan cara jitu juga dalam meningkatkan DA/PA lho.

Selain itu..., memberikan nama yang sesuai bagi gambar/images pendukung artikel, adalah juga cara jitu dalam menambah page authority. Mengapa? Karena kini, mesin pencari juga capable banget kan di dalam menemukan gambar atau grafik yang sesuai dengan keywords yang diminta oleh searcher?

So? Mari kita optimalkan cara-cara ini, yuk!

Masukan lainnya apalagi, Al?

Hm, kayaknya segitu dulu aja, deh yaaaa. Ini juga udah terlalu panjang deh. Etapi, belum masuk 1200 kata lah yaaa... pengennya sih nulis lebih banyak lagi, namun aku harus segera pulang nih, sebelum keburu malam. Yup, sejak puasa ini, penumpang busway dan komuter membludak banget pada jam 4an deh, apa karena yang biasa pulang kerja jam 5 kini pulang jam 4 juga yaaa? Hiks... terpaksa deh eikeh mengalah, cyinnn. Melipir dulu ke kamar dan dapurnya bu Yuyun, office girl kantor, yang memang tinggal di area belakang residence, jadi eikeh bisa leyeh-leyeh sambil nunggu waktu berbuka, nulis-nulis juga, baru setelah agak sepi jalanan, lanjut pulang deh.

Dan..., Alhamdulillah, postingan profile untuk setoran arisan link, untuk Nona manis bernama Afifah Mazaya kelar sudah, nih. Semoga Non Afifah berkenan yaaa. See you on the next post, Sobs!

Ingin baca review [profile] beberapa blogger lainnya? Yuk, baca di sini deh:
Liza A Prijanto
Meriska PW
Windy Ghemary

tulisan spesial arisan link, Afifah Mazaya,
Al, Kuningan - Jakarta, 7 June 2016

Read More

Mampukah kita Memaafkan?

/ / 36 Comments
gambar pinjem dari sini

Met siang, Sobats tercinta. Beberapa hari ini, roda kehidupan serasa berputar ibarat menggunakan mesit jet. Flash and fly! Membuat kita terengah menghalau langkah, mencoba menjejeri sang waktu agar kita tak tertinggal jauh. Merasa demikian ga, sih, Sobs?
Rasanya baru saja kemarin kita sambut tahun baru, eh hari ini, kita sudah memasuki sang bulan suci, the Ramadhan Kareem, yang penuh peluang untuk raih berkah dan kebahagiaan.

Bicara tentang sang bulan suci, yang juga familiar dengan bulan seribu bulan, layaknya umat muslim seluruh dunia, tentunya kita bersuka cita donk menyambut dan mengisinya dengan ibadah demi menjemput pahala yang kabarnya berlimpah ruah? *eh, bukan kabarnya, dink, tapi emang beneran lah, Allah menjanjikan limpahan berkah dan pahala di dalam setiap ibadah yang kita lakonin di bulan istimewa ini.

Dan bicara tentang to fulfill the Ramadhan Kareem, yang utamanya adalah berpuasa sejak Imsak dan berbuka di saat Iftar, tentunya, sebelum itu, diperlukan kebersihan hati dan rasa ikhlas. Termasuk lah di dalamnya rasa ikhlas di dalam memaafkan dan memohon untuk di maafkan, agar kebersihan hati itu tercipta sempurna,

Namun, layaknya manusia biasa, terkadang tak gampang bagi kita untuk memaafkan atau pun memohon maaf. Ada rasa ego dan gengsi yang terkadang menguasai diri. Padahal kita tau, bahwa yang namanya kesalahan, adalah lazim adanya. Karena toh tak ada manusia yang sempurna kan? There is nobody perfect. 

Namun, persoalan empat huruf ini, baik meminta ‘maaf’ dan me’maaf’kan, memang, terkadang lebih kepada masalah hati ketimbang lidah. Adalah normal, ketika ada sebuah kesalahan, lisan kita secara langsung meminta maaf dan mengakui kesalahan itu. Atau kala dimintai maaf, maka tanpa menunggu waktu lidah berujar bahwa kita telah berlapang dada untuk memaafkan. Namun tidak dengan hati, terkadang ada yang membakar. Ada yang mengompori.
Sebagai insan biasa, mungkin kita pernah dihadapkan pada situasi menyakitkan dalam rangka memaafkan seseorang. Ingin memaafkannya sih, tapi hati kok ndak rela gitu lho. Apalagi mengingat kesalahan yang dilakukannya sudah bertubi-tubi, dan celakanya lagi, adalah kesalahan yang sama! Sehingga terkesan seolah dia memang sengaja mengulangnya karena yakin persediaan maaf kita masih segudang. Atau Sobats pernah mengalami hal serupa yang sedikit berbeda atau lebih parah dari ini?
Lalu bagaimana membujuk hati untuk tulus mengeluarkan ‘maaf’, yang akhirnya juga tentu saja akan membuat kita ikutan bernapas lega dan ringan dalam menjalankan langkah kehidupan kita ke depan? Percaya kan, Sobs dengan kalimat ini?
“Dendam atau sakit hati yang dipendam, justru akan semakin membuat langkahmu berat dalam menapaki kehidupan?”
Hm, wajar jika Sobats tak dapat langsung menjawab, karena aku juga mengalami hal yang sama kala pertanyaan ini dihunjamkan ke benakku, Sobs. Dan untuk membantu menjawabnya, yuk kita ikuti cerita inspiratif berikut ini….

*****
Di sebuah pesantren di negeri antah berantah…
Pada suatu hari, seorang Kyai meminta para muridnya untuk membawa sekantong plastik berisi kentang. Kentang-kentang itu nantinya akan dituliskan nama-nama orang yang telah menyakiti mereka dan belum bisa mereka maafkan. Maka para murid pun menuliskan (dengan geram) setiap satu kentang dengan satu nama yang mereka benci/tidak mereka maafkan karena telah menyakiti mereka.
Beberapa murid memasukkan sedikit kentang, namun sebagian memiliki banyak. Mereka harus membawa kentang dalam kantong itu kemana pun mereka pergi dan tak boleh jauh dari mereka, apa pun yang terjadi.
Semakin hari, semakin banyak murid yang mengeluh karena kentang-kentang itu mulai mengeluarkan aroma busuk.

“Apakah kalian sudah memaafkan nama-nama yang kalian tulis pada kulit kentang kalian?” tanya sang kyai.

Gelengan kepala para murid jelas menunjukkan bahwa mereka sepakat untuk belum bisa memaafkan nama-nama itu, sehingga sang kyai hanya mampu berkata,

“Yah, kalau begitu, kalian tetap harus membawa kentang itu kemana pun kalian pergi,” lanjutnya.

Hari-hari pun berlalu. Aroma tak sedap dari kentang-kentang itu pun semakin menjadi. Banyak dari mereka akhirnya menjadi mual, pusing dan tidak nafsu makan karenanya. Hingga pada akhirnya, mereka membuang kentang-kentang itu ke dalam tempat sampah. Mereka pun memutuskan untuk juga membuang rasa dendam dan memaafkan orang-orang yang namanya tertulis disana.

Sang kyai tersenyum memandang anak didiknya dan berkata.
“Dendam yang kalian tanam serupa dengan kentang-kentang itu. Semakin banyak kalian mendendam, semakin berat kalian melangkah. Dan semakin hari, dendam-dendam itu akan membusuk dan meracuni pikiran kalian.”
“Maafkan mereka yang pernah menyakiti hati kalian. Jadikan ini sebagai pelajaran dalam hidup. Dan kalian sudah tahu, dendam sama seperti kentang-kentang busuk yang bisa dengan mudah kalian buang ke tempat sampah,” lanjutnya.

Sekalipun dendam tidak kita rasakan beratnya secara fisik, namun secara perlahan akan melemahkan mental kita. Yang pada akhirnya justru membuat hidup kita tak nyaman. So, in the occasion to welcome the Ramadhan Kareem, agar puasa kita afdhal dan beroleh berkah dan pahala berlimpah, yuk kita saling bermaafaan, sucikan hati dan ikhlaskan diri, mari luruhkan salah dan khilaf yang pernah tercipta. 
Pucuk selasih bertunas menjulang, Dahannya patah tolong betulkan
Puasa Ramadhan kembali datang, Salah dan khilaf mohon maafkan
Marhaban ya Ramadhan..
Selamat Menunaikan Ibadah

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberi kita peluang untuk mengisi Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketaqwaan. Amin Ya Rabbal Alamin.

Sebuah catatan pembelajaran, dalam rangka menjadi pribadi yang berjiwa sehat dan ikhlas.

Written from my smartandro in a busway
Read More