My Virtual Corner
  • Home
  • Meet Me
  • Contact
  • Disclosure
  • SOUL
    • Mindset & Motivation
    • Self Love
    • Parenting
    • Puisi
  • BODY
    • Travel Tales
    • Wellness & Beauty
    • Lifestyle & Cullinary
  • BRAIN
    • Digital Literacy
    • Professional Tips


Sesuai janji kemarin dalam postingan ini, maka, inilah dia endorsement dari para sahabat lainnya tentang novel perdanaku, Selingan Semusim.








Well sobats tercintah.... itulah endorsement dari para sahabats, dan bagi yang tertarik untuk membaca the whole story, silahkan ditunggu terbitnya [Insyaallah] akhir Januari ini ya sobs!

Saleum,
Al, Bandung, 16 Januari 2013.


Penyakit ini pernah menderaku beberapa bulan yang lalu. Datang tanpa berita dan sok membuat surprise bagi tuan tubuh (pemilik badan) yang dikunjunginya.

Dikiranya tuan tubuh akan senang tuh dengan kehadirannya! Padahal sebel banget lah pastinya.

Dan kini, dia datang pula pada putriku. Tetap dengan polah yang sama! Tanpa aba-aba dan berita sama sekali. Berlagak demam biasa, pura-pura menghilang sejenak lalu muncul lagi.

Dari gejalanya ini, terus terang aku sudah curiga. Ini pasti dia! Tapi kucoba nasehat dokter. Kuberi Intan obat yang diresepkan pak dokter, dan memang, demamnya turun. Tapi naik lagi esoknya. Persis seperti pelana kuda polanya. Ga salah kan jika aku curiga? Dan benar saja, siang ini, hasil pemeriksaan jelas mengharuskan opname!

Opname? Oh my God! Not here please... Kami jauh di rantau! Jauh dari keluarga! Tapi siapa juga yang mau mendengarkan pinta ini? Dia telah berdiri garang, menggerogoti trombosit putriku. Tak bisa diajak kompromi, dengan satu anggukan, aku iyakan Intan untuk segera opname.

Demam Berdarah! Momok yang satu ini membuatku langsung patuh. Kutunjukkan kartu sequishlife Intan, dan petugas administrasi yang kini mengangguk. Alhamdulillah, Rumah sakit ini bekerja sama dengan asuransinya Intan. Good! So I don't have to be worried about the payment.

Kuhubungi agent asuransinya Intan, dan ok, langsung masuk mba, no worries, we will cover all!
Sip! Great!

Kukabari ibuku yang langsung menangis, menguatirkan sang cucu dan putrinya di tanah rantau. Membayangkan betapa akan repotnya aku sendirian menunggui Intan di rumah sakit. Aku jadi ikut sedih, untung tidak ikutan menangis.

'Ga papa kok mi, Intan akan segera sehat. Umi doakan saja agar trombositnya segera naik dan Intan sembuh, ok?'

"Iya nak, tapi kamu kan sendiri di sana. Tuh jangan tidur terlalu nyenyak, jaga infusnya jangan sampai kehabisan karena kamu ketiduran! Kamu tuh kalo udah tidur susah bangunnya. Ingat nak, kamu sendirian disana, jadi harus ekstra kuat.!'

'Iya umi sayang! Insyaallah, dengan doa umi dan ayah, Al ga akan tidur nyenyak dan pasang mata terus untuk pastikan Intan segera sembuh. Ok?'

Dan berbagai nasehat dan dukungan pun mengalir deras melalui suara ibuku di seberang sana, nun jauh di Aceh sana. Bahkan bertekad untuk segera terbang ke Bandung, menemaniku dan Intan. Segera kularang mengingat ibuku baru saja sembuh.

Dan disinilah kini, malam ini, aku dan Intan terdampar. Di sebuah sudut kota Bandung, di rumah sakit bernama Rumah Sakit Rajawali.

Sengaja mengambil kamar berisi 4 pasien dalam satu kamar. Pertimbangan utama adalah agar aku dan Intan tak sendirian. Dengan memiliki teman (senasib) lainnya, aku bisa bergerak leluasa dengan menitipkan Intan sejenak pada mereka jika aku harus ke apotik misalnya, atau apapun keperluan terkait urusan penyembuhan Intan. Dan ternyata, kamarnya pun cukup nyaman dan lapang. Alhamdulillah.

Dan malam ini, kami tak kesepian, aku telah berkenalan dan cukup akrab dengan pasien lain yang sekamar dengan Intan, dan yang menuggui mereka. Jadinya aku ga merasa kesepian deh.

Perlu perjuangan memang untuk menenangkan Intan yang memang takut sekali dengan jarum suntik. Apalagi bolak balik dia harus merelakan tangannya ditusuk si jarum untuk diambil darahnya. Menangis dan menangis setiap jarum itu menusuk tangannya. Duh nak, masak kamu secengeng itu sih nak?

Gemes rasanya dan ingin memarahi, namun sekuat tenaga kucoba konversikan rasa gemes dan marah itu kedalam bujukan dan sugesti. Kubisikkan hatiku bahwa tidak pada tempatnya memarahi Intan dikala seperti ini.

Ayo sayang, ga terlalu sakit kok, hanya sebentar juga sakitnya. Ayo nak, rileks, jangan tegang biar darahnya mengalir dengan baik, ok sayang. Anak Umi kan kuat dan pemberani. Anak Aceh gitu lho!

Dan si perawat juga ikutan membujuk hingga akhirnya proses pengambilan darah berjalan lancar.

Huft, sungguh hari yang melelahkan, dan saking lelahnya, aku ga bisa tidur, apalagi melihat Intan yang masih pucat dan tertidur, namun sebentar sebentar tersentak. Duh nak, sembuhlah sayang... Umi love u so much!
Lindungi anak hamba dan sembuhkan dia ya Allah...

Bandung, 18 Januari 2013
Alaika


Powered by Telkomsel BlackBerry®


Ada yang tidak setuju jika aku mengatakan bahwa perputaran sang waktu seakan berlari? Semuanya berlalu dengan begitu cepat?
Lihat deh, rasanya baru kemarin kita menyambut kehadiran 1 Januari 2013, dan hari ini? It is already 18th of January! Gile bener! Cepet banget ya sobs?

Dan berbicara tentang angka 18, jangan kaget jika most of you will find lots of post talking about the specialty of this day, diposting di halaman maya para emak [anggota KEB]. Emang apa sih istimewanya Al?

Well sobs, aku yakin jika sobats semua tentunya sudah tak asing lagi dengan sebuah komunitas bernama unik ini. Kumpulan Emak Blogger atau akrabnya disebut KEB. Dan...... Hari ini adalah hari jadinya KEB lho sobs!

Postingan tentang komunitas yang telah membuatku begitu terinspirasi ini pernah aku posting disini nih sobs, dan cuplikan tentangnya bisa sobat baca dibawah ini deh; [note: based on 3 Mei 2012 lho ya]

Screen shoot dari artikel tentang KEB di My Virtual Corner
Walau baru akan genap setahun per hari ini, namun KEB telah berkembang pesat, merangkul para emak yang kian hari kian bertambah jumlahnya dan melesat tajam bak anak panah yang dilepas dari busurnya. Menuju sasaran dan membuat kita-kita heran dan tercengang. 

Berbakai aktivitas telah diikutinya, mulai dari sekedar terlibat dalam acara-acara bersama komunitas lainnya, event sosial, tampil di tabloid/majalah untuk berbagi semangat dan inspirasi, sharing ilmu tentang women, mom, career and lifestyle. Keren deh pokoknya? Ga percaya? coba deh arahkan mouse para sahabat ke KEB dalam Berita dan baca sendiri kiprahnya,  dijamin, sobats akan berdecak kagum mengetahuinya. Tapi jangan hanya berdecak kagum lho, yuk sekalian bergabung [bagi yang belum bergabung] dan ikut larut dalam semangatnya yang menginspirasi, ok? :)

Tak hanya itu sobs, 
Beranjak dari tujuan utama pembentukan group ini, yaitu memfasilitasi para bunda yang suka ngeblog atau sekedar curhat online, agar bisa semakin rajin ngeblognya, memperluas pertemanan dan bahkan berkemungkinan untuk mengembangkan blognya kearah bisinis, maka KEB juga tak luput dari upaya untuk memancing dan memacu semangat para anggotanya untuk berkarya lewat tulisan dan bahkan menjadikannya sebagai buku. Sebuah buku antology bertema 'Ngeblog/Menulis sebagai Therapi Jiwa', karya beberapa anggota KEB yang notebene adalah para bunda or bunda wannabe adalah bukti nyata dari kiprah cemerlang komunitas ini. 

Bagiku sendiri, KEB punya arti khusus. I love this community a lots! Bergabung dengannya, menjembataniku dalam mengenal para emak hebat dan smart, yang senantiasa memberiku inspirasi. KEB memberiku ratusan teman-teman baru, yang tanpa mereka sadari telah turut andil dalam memacu semangatku untuk tetap menulis. Untuk tetap bersikap positive dalam menyikapi kehidupan.

Masih emoh untuk gabung di KEB? Duh, bakalan rugi deh sobs! Masih malas untuk menulis di blog dan ingin tetap di buku/diary? Jangan atuh. Saatnya beralih ke diary online lho! Bikin blog itu gampang banget, cuma butuh MAU. Mau belajar untuk mewujudkannya. Manfaatnya? Banyak! Terutama, sobats ga perlu beli buku diary lagi [hemat duit dan turut andil dalam mengurangi sampahkan? :), bisa melatih kemampuan sobats dalam menulis, bisa tambah teman [blogwalking], bisa ikut lomba, dan lain-lain. Hehe.

Well sobs, tak terasa, niat hati ingin bikin postingan singkat kembali mentah deh. Postingan ini menjelma [lagi] sebagai postingan panjang dan semoga tidak membuat sobats lelah dalam memulai hari ini. Jadikan ia sebagai semangat dalam melangkah dan menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin yaaaa... :)

Dan untuk Komunitas tercinta ini, Kumpulan Emak Blogger, special for sobat baikku Mira Sahid/Mira Ayank, the founder, juga para board lainnya : Mba Indah July, Mba Nike Rasyid, Mba Sary Melati juga Irma Senja, thanks a lots for your great effort, yang telah membina KEB ini menjadi sebuah komunitas yang begitu asyik, nyaman dan penuh inspirasi. Bangga menjadi bagian dari Komunitas ini, trims sudah mengundangku untuk bergabung dan menjadi bagian darinya.

Happy Anniversary KEB, 
semoga kian sukses dan semakin bermanfaat bagi kita semua. 
Amin ya Rabbal Alamin.



“Menulis adalah kegiatan ‘curhat’ dalam diam yang memberikan efek menenangkan bagi jiwa karena segala uneg-uneg atau pemikiran yang memenuhi benak kita akhirnya secara perlahan dapat tercurahkan.”

Dan

”Ngeblog adalah terapi jiwa lanjutan, yang akan memberikan rasa percaya diri bagi pemiliknya karena telah ikut menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat bagi dunia.”

~ Alaika Abdullah ~



Sesuai janji yang pernah aku ucapkan pada postingan ini, tentang kisah 'dibalik layar' Selingan Semusim, maka kali ini, sembari menunggui, merawat dan menjaga Intan yang sedang demam dan radang tenggorokan, kucoba untuk melanjutkan kisahnya.

Mungkin beberapa sahabats telah maklum jika 'calon' novel Selingan Semusim itu, berangkat dari sebuah tantangan dari para kolegaku saat aku masih bekerja di sebuah perusahaan cat terkemuka di kota Medan. Dulu, beberapa tahun yang lalu. Bagaimana bentuk tantangan itu bisa dibaca pada postingan yang ini sobs.

Kala itu, novel ini belumlah selengkap versi yang sekarang, namun menurut para kolega, isinya telah cukup membuat mereka berdecak kagum dan mengakui bahwa aku punya kemampuan untuk menulis dan mengemasnya dengan baik. Walau sebenarnya, menurutku pribadi, pesan moral yang aku semat di dalam kisah awal, masih jauh dari cukup.

Berpindah ke Aceh, dan bekerja sebagai pekerja kemanusiaan, justru kemudian menginspirasiku untuk menambah dan mengemas alur cerita Selingan Semusim menjadi lebih indah dan bermakna, seraya berusaha menyematkan pembelajaran di dalamnya. Bahwa, apapun alasannya, hukum reward and punishment, tetap akan berlaku di dalam kehidupan. Tetap akan ada hukum tabur - tuai yang tak mungkin bisa kita hindari. Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita petik. Titik.

Selingan Semusim, kemudian menggelitikku untuk tak hanya terhampar di blog Episode Kehidupan, tapi membawanya bermuara pada sebuah novel dalam bentuk buku/hardcopy. Walau awalnya gundah karena yakin akan banyak hambatan untuk menembus penerbit ternama, namun menjamurnya para publisher indie, memberiku harapan. Bahwa adalah MUNGKIN untuk membukukan Selingan Semusim ini.

Maka, mulailah aku mempersiapkannya dengan penuh semangat! Beberapa penerbit indie telah kulirik untuk membantuku mengerjakan project impian ini. Namun ternyata, sebuah ide gila [yang membuatku hampir tak bisa tidur], mencuat di kepala. Aku tak hanya ingin menerbitkan novelku. Tapi aku juga ingin memangkas biaya dengan melakukannya sendiri. Memproses dan menerbitkannya sendiri!

Maka, ide gila itu segera kutindak lanjuti. Kubajak teman baikku, Asep Firman untuk mengajariku menggunakan adobe InDesign, dan memulai proses layout naskahku. Sebagai seorang yang tergolong perfectionist, aku juga begitu detil dalam memilih dan memilah ornamen apa yang pantas menghias novel perdana ini. Termasuk dalam memilih dan memilah sekuntum mawar merah yang selalu bersanding di samping nama 'alaika abdullah' yang tertera di setiap catatan kaki halaman genap novelku.

Aku melakukannya dengan sepenuh hati dan sekuat kemauan. Seperti saat membajak Asep Firman untuk mengedit si mawar merah ini agar tampil indah. Thanks a lots ya Sep, please jangan kapok yaaa! Haha.

Mas Stupid Monkey, adalah juga seorang sobat yang tak luput dari bajakanku. Bolak balik dirinya aku ganggu untuk urusan cover design. Semoga dirimu ga kapok dan siap-siap untuk cover novel berikutnya ya mas! Haha. Juga untuk Amalia, yang telah berhasil membujuk sahabatnya [sepasang kekasih] untuk bergandeng tangan seperti terlihat pada gambar, thanks a lots dear sista! I do appreciated it! Muaaach for you. :)

Ideku yang berhasil diterjemahkan dengan ciamik oleh mas Stupid Monkey. Ini masih dalam bentuk draft, masih ingin di edit warna huruf pada sinopsis [halaman belakang cover], juga ukuran font pada bagian tengah masih ingin diperkecil.
Tak hanya itu, tindak lanjut lainnya adalah menghubungi notaris, untuk mendirikan perusahaan penerbitan milikku. Ide gila itu benar-benar membuatku terbakar. Terbakar semangat yang begitu berapi-api, walau sempat redam gara-gara notaris di Medan meminta biaya 7 juta rupiah untuk legalisasi CV penerbitanku ini. Di Bandung, seorang notaris mematok harga 750 ribu rupiah [ONLY] untuk pendirian "Smart Garden Publishing and Printing' milikku. Aku sempat begitu bahagia namun langsung redup karena kendalanya adalah aku tak memiliki KTP Bandung!

Kutelefon ayahku, mempertanyakan kemungkinan jika beliau memiliki teman yang notaris dan kira-kira berapa biaya untuk mendirikan sebuah CV. Hanya CV bukan PT. Dan Alhamdulillah, seorang notaris teman ayahku, mematok harga hanya 600 ribu rupiah untuk legalisasi sebuah CV. Dan karena aku bukanlah penduduk Banda Aceh, maka aku harus puas di posisi Vision Comanditer dan menyerahkan posisi Direktur perusahaan ini pada adik bungsuku, DD. Ikhlas donk, yang penting Smart Garden Publishing & Printing terbentuk dan bisa segera aku pakai untuk memproduksi novel perdanaku.

Alhamdulillah, setelah menunggu dengan sabar, kini Smart Garden P & P sudah bisa aku pakai untuk mengurus ISBN Selingan Semusim dan melanjutkan proses cetak nantinya. Semoga bisa segera terwujud ya sobs.

Oh ya, mudah-mudahan Smart Garden P & P ini nantinya juga akan bisa membantu memfasilitasi para sahabat yang ingin menerbitkan buku yaaaa.... Monggo atuh, hubungi kami jika ingin menerbitkan bukunya ya sobs! [Promosi nih ye! :P]

Seperti yang juga sudah aku uraikan pada postingan ini , beberapa sahabat blogger juga tak luput dari 'todongan'ku untuk memberikan endorsementnya. Mereka adalah Pakdhe Cholik, Mira Sahid, Ririe Kinanti, Siti Rasuna, Mimi Radial, Stupid Monkey, Reni Judhanto, Amalia, dua teman sesama pekerja kemanusiaan yang tak ingin disebutkan namanya. Alhamdulillah, dan endorsement dari mereka sungguh membuat aku semakin bersemangat dan berbesar hati untuk segera merilis novel ini. Trims banget lho sobats tercintah! Muaaach!

Dan untuk tidak meninggalkan rasa penasaran akan novel Selingan Semusim ini, berikut adalah beberapa endorsement dari para sahabats.





Dan nantikan endorsement para sahabat lainnya, pada postingan ini
Saleum,
Al, Bandung, 15 Januari 2013.


Hari Pertama, Banda Aceh - Medan, 31 December 2012
Bukanlah hal mudah mendapatkan kata 'iya' dari ayah dan bunda saat kuutarakan niat membawa Gliv via darat ke Bandung. Apalagi aku (hanya) akan jalan dengan Intan dan seorang driver (teman dari kantor lama/United Nation/lembaga PBB).

Aku maklum jika kedua orang tua tercinta sangat menguatirkan keselamatan perjalanan kami, mengingat 'pesertanya' hanyalah aku, intan dan si driver. Hanya bertiga, sementara perjalanan ini akan menempuh jalan raya yang akan lintas provinsi dan pulau. Menembus alam raya yang kebanyakannya adalah hutan dan perkebunan, yang kita tahu bahwa banyak hal-hal tidak mengenakkan sering terjadi disana.

Awalnya suami juga menentang keras ide cemerlang (hehe) ini. Namun hapal betul watak istrinya dan berkat kepiawaianku dalam melobby nya, ijin pun keluar. Yes!
Namun melobby ayah bunda? Tentu tak akan mempan oleh rayuan maut. Walau kita telah jadi emak2/bapak2, dimata orang tua, anak ya tetap anak! Dan mereka ga ijinkan anaknya yang 'tangguh' ini untuk jalan hanya bertiga. Hihi.

Belum lagi ayah bunda belum kenal dengan temanku yang akan jadi driver kami ini. Beliau2 berkeras untuk main dulu ke rumah si teman, untuk mengenalnya dan keluarganya. Dasar pemikirannya adalah: masuk akal sih. Begini critanya sobs.
Tengah malam, ayahku ketuk kamar, beliau tau aku belum tidur dan masih bekerja di laptop.
Kupersilahkan masuk, duduk dan mulai ngobrol.

"Ayah ga bisa tidur nak. Kuatir dengan perjalananmu. Kenapa ga berfikir ulang? Kita kirim via kapal saja mobilmu. Kamu dan Dila naik pesawat. Ayah kuatir kalo kalian hanya berangkat bertiga. Itu perjalanan jauh dan ga main-main nak."

Sendu sekali suaranya. Aku tau, pasti selain niatnya sendiri, beliau juga pasti diutus ibuku. Ibuku sengaja ga nimbrung, takut akan luluh oleh rayuanku mungkin. :)

"Yah, ayah ga usah kuatir. Insyaallah akan aman yah. Ayah tolong doakan saja agar perjalanan ini aman terkendali ya..".

"Masalahnya bukan itu nak! Kamu memang nekad. Dari kecil hingga sekarang kamu itu tetap seperti itu. Gimana kami ga kuatir? Ayah dan umi jaga kamu sedari kecil.. Kalo bisa seekor nyamuk pun jangan ada yang hinggap di kulit kamu. Kamu sakit, sampai ke puncak gunung ayah carikan obat untukmu, agar sesak napas yang mendera kamu bisa sembuh. Kamu anak pertama kami, anak perempuan kami nak. Yang kami rawat dengan susah payah. Gimana kami bisa tenang? Kalo adik2mu, mereka itu laki-laki. Mereka jauh lebih kuat dan lebih bisa menjaga diri. Kami ga ingin terjadi apa-apa sama kalian. Apalagi ini ayah ga kenal sama sopirnya. Gimana kalo ternyata dia berkonspirasi dengan teman-temannya untuk melakukan kejahatan terhadapmu? Kita ambil pikiran terburuk saja dulu nak! Jangan bantah dulu!"

Aku diam, mendengarkan. Memang tidak berencana untuk membantah sang komandan tertinggi di keluargaku. Ayahanda yang mulia, yang memang sangat kuhormati.

"Sekarang ini jaman edan. Banyak hal bisa terjadi. Kemana kami akan mencarimu jika hal itu terjadi nak? Hanya kamu yang kenal baik sama dia, kami tidak. Kemana kami akan melacak kalian?"
Ayahku menangis. Aku mendekat. Terharu banget. Kupeluk dirinya.

"Yah, gimana kalo begini saja, Al ajak satu orang driver lagi, jadi akan ada dua laki-laki (driver) yang akan dampingi Al dan Dila dalam perjalanan ini. Dan sebelum berangkat, kita main dulu ke rumah mereka, Agar ayah dan Umi tau keluarga mereka, kenal anak dan istri mereka, agar tau alamat rumah mereka. Gimana yah?"

"Ya, begitu lebih baik nak. Memang seharusnya begitu. Dua driver akan lebih aman. Kalo pun ada apa-apa, ban bocor misalnya, ada dua laki-laki yang akan mengurusnya. Kamu ga harus ikut-ikutan ganti ban! Dan juga akan jauh lebih aman."

"Baik yah, besok Al ajak pak Usman juga, sopir dari joint secretariat kantor gubernur. Al kenal baik dengannya dan Al yakin beliau bersedia. Lalu kita ke rumah mereka ya yah.".

Ayahku mengangguk, terlihat ada rasa lega terpancar di wajahnya.

"Kamu memang keras kepala nak! Ya sudah, kenapa masih di laptopmu jam segini, kan besok siang kamu mau berangkat?"

"Lha, kan nunggu ayah masuk, Al tau ayah akan masuk dan ngobrol, hehe."

Dasar bandel kamu ini ya! Ya sudah sana tidur. Ayah mau masuk kamar, ngasih tau umimu, umimu ga bisa tidur sejak tadi mikirin besok.
Dan sang komandan pun berlalu. Sebuah rasa kagum, haru dan sayang yang semakin mekar, kian membahana di hatiku. Kasih ayah dan bunda memang sepanjang masa, Masyaallah! Subhanallah, Alhamdulillah.

Lalu, sesuai skenerio, kuajak orang tuaku berkenalan dengan pak Usman dan pak Mahyuddin, dua teman yang akan bertindak sebagai driver dalam perjalananku dan Intan ke Bandung.
Orang tuaku 'menginterogasi' mereka dengan apik. Sejak awal sudah kuberi indikasi pada kedua temanku ini, agar mereka dapat memaklumi sikap ayah bundaku ini. Dan sebagai orang tua, kedua temanku ini sangat maklum akan hal itu. Jadi bagi mereka, adalah wajar jika ayah bundaku melakukan ini.

Kami pun berangkat dengan diiringi doa restu ayah bundaku, disertai amanah dan wejangan serta menitipkan aku dan Dila pada pak Usman dan pak Mahyuddin. Ah, parents! Betapa besar kasih sayangmu pada kami, anak-anakmu!

Hari pertama, dimulai pada jam 2 siang, started from Banda Aceh. Perkiraan akan masuk Medan di jam 4 pagi, karena kami akan singgah sebentar di Lhokseumawe, men-drop anak dan istrinya pak Usman di rumah orang tuanya, di Lhokseumawe.

Sesuai perkiraan, kami tepat memasuki kota Medan di jam 4 dinihari. Istirahat sejenak di rumah Sri, mantan adik ipar yang telah lebih dari adikku sendiri. Kupersilahkan Pak Usman dan pak Mahyuddin istirahat sejenak, sementara Intan lgsg asyik dg sepupu2nya, dan aku sendiri langsung ngerumpi penuh kangen dengan Sri. Haha. Barulah jam 7 pagi, kami lanjutkan perjalanan.
Eh iya, aku dan suami jg sempat menyambut saat jelang tahun baru secara bersama lho! Walo dipisahkan oleh jarak yang begitu jauh. Thanks to technology!

Hari Kedua,
Medan - Duri, Riau, 1 January 2013

Sesuai saran Iway, suaminya Sri dan juga petunjuk temannya pak Usman yang sudah sering lakukan perjalanan darat seperti ini, kami pun memilih jalur Timur. Karena lebih aman, terutama dalam hal faktor alamnya.
Jalur Timur adalah: Medan, Riau/Pekan Baru, Jambi, Sumatera Selatan, Palembang, Lampung, Banten, Jakarta dan Bandung.
Sementara jalur Barat akan melintasi Sumatera Barat/Padang, dimana di beberapa lokasi sering terjadi tanah longsor.

Perjalanan di hari kedua, Alhamdulillah berjalan lancar. Lalu lintas aman terkendali, jalanan dipenuhi oleh orang-orang yang bertahun baru, dan ga ada polisi. Hehe.
Intan sendiri asyik tidur sepanjang perjalanan, sementara aku sendiri kalo ga tidur, ya ngobrol dg kedua temanku ini. Membahas segala hal, mulai pekerjaan, politik, gosip dan segala macam, haha.

Menjelang magrib, hujan mulai mengguyur bumi. Perjalananpun mulai ditempuh dengan kecepatan yang mulai dikurangi. Aku juga sempatkan untuk terus berkomunikasi dengan sang komandan dan nyonya komandan di Banda aceh sana, yang terus memantau memastikan kami baik-baik saja. :)
Jam 10 malam kami masuk kota Duri di Riau. Sebenarnya ingin menginap di Pekan Baru sih, tapi ternyata, masih 3 jam lagi masuk Pekan Barunya. Jadi kita putuskan untuk stop saja di Duri agar kedua temanku bisa istirahat, re-energizing agar besok kembali fresh.

Kami menginap di hotel Grand-Mella, sebuah hotel strategis dengan harga ekonomis, terletak tepat di pinggir jalan lintas Riau - Pekan Baru. Harga perkamarnya cukup murah. Hanya Rp. 179 ribu per kamar deluxe nya. :)
Kami beristirahat dengan sempurna, dan kini, pagi ini, setelah sarapan, kami pun melanjutkan perjalanan kembali.

Sobats maya tercinta,

Postingan ini dirilis melalui Ory (Onyxberry ku yang setia), di atas Gliv (my lovely car) yang sedang membelah jalan raya. Doakan kami selamat dalam perjalanan ya sobs.
Target hari ini sih akan sampai ke Jambi atau keatasnya lagi, tapi aku sih ga memaksa, jalani saja dengan nyaman, karena keselamatan adalah hal utama. Doakan ya sobs...
Will be back to you to post the third day of the journey, besok pagi. :)
Selamat beraktivitas di hari kedua, bulan pertama tahun 2013 ini.
Have a great day sobs!

Saleum,
Al, Duri- Kandis, Riau, 2 Jan 2013
Powered by Telkomsel BlackBerry®










































Kebahagiaan Intan terlihat sempurna. Memelukku erat dan bergegas ganti pakaian sekolahnya dan bergabung denganku di tempat tidur. Hari masih sore, kemarin. Bibirnya lancar berceloteh, mengupdate segala info tentang perkembangan sekolahnya, dan bergegas bangkit mengambil sebuah file plastik berisi berkas jawaban ujian semesternya. Dengan bangga memperlihatkan nilai-nilainya yang memang sungguh memuaskan. Tak hanya itu, kami berbagi cerita tentang berbagai hal, hingga perbincangan itu tak berhenti hanya disitu saja, masih dilanjut setelah shalat Magrib, makan malam dan shalat Isya, topik perbincangan masih mengalir bebas.

Namun batinku sebagai seorang ibu, menangkap selapis kesenduan, yang dicoba sembunyikan oleh ananda tercinta. Aku curiga, pasti ada apa-apa nih. Teringat lagi aku akan status Intan dua hari lalu. "JNE oh JNE, kok lama banget sampaimu?"

Hm... itukah yang jadi persoalan? Dengan perlahan kutanyakan padanya.

"Nak, BB Torchnya dah sampai belum?"

Dan apa yang disembunyikan itu kini tersingkap sudah. Mata itu berkaca-kaca. Oh My God. Kejadian deh! Seperti yang sudah aku duga. Ya Allah... kasian anakku.

"Belum mi... katanya sih udah dikirim. Tapi Dila minta resi pengirimannya, ga ada katanya."

Sendu dan sedih sekali nada suaranya. Sebenarnya aku sudah ingin sekali memarahinya. Dari awal sudah kuingatkan, ketika Intan minta ijin padaku untuk menggunakan uangnya sendiri, hasil jerih payahnya jualan online selama ini, untuk beli sebuah BB Torch. Aku sih tidak keberatan jika dia ingin mengupgrade BBnya, apalagi dia akan gunakan uang hasil jerih payahnya sendiri. Apalagi planningnya untuk BB lamanya juga cukup bagus, akan dibeli oleh seorang temannya.

Tapi yang aku kurang sreg adalah dia akan beli online di salah satu toko online di BB.
Kuberi masukan padanya, bahwa berbelanja online dewasa ini adalah hal yang lazim, tapi cermati dulu situs atau toko penjualnya. Cukup kredibel kah? Atau hanya abal-abal. Kita harus hati-hati. Baik ayah, adik maupun aku sendiri memang sering berbelanja online, tapi banyakan juga di situs terpercaya. Intan meyakinkan aku bahwa ini adalah toko yang bisa dipercaya. Dan aku, setelah berusaha memberinya masukan, menyerahkan keputusan padanya. Karena menurutku, sudah tidak zamannya lagi menjadi ibu yang diktator. Apalagi aku juga sedang dalam tahap melatihnya untuk belajar mengambil keputusan.

Maka, tiga hari lalu, Intan mengabariku bahwa dia sudah jadi membeli online si BB Torch idamannya itu, dengan nilai 3,1 juta rupiah. Uang hasil jerih payahnya sendiri. Terus terang, ada sedikit rasa was-was yang hinggap di hatiku, namun aku mencoba untuk berprasangka baik saja, sambil berdoa, semoga BB Torch itu adalah rezeki anakku.

Namun berita dari Intan barusan? Sungguh memancing darahku menggelegak. Namun aku berusaha penuh menekan amarah itu. Tidak pada tempatnya aku memarahinya. Yang sedang terpuruk dalam kecewa berat.

"Itulah sayang, kan umi pernah bilang kan ke Dila, belanja online itu kita harus benar-benar teliti. Harus cek and ricek dulu kredibilitas si toko online itu nak. Juga Umi kan udah bilang, mending kita beli di Bandung aja, toh lusa kita akan ke Bandung. Bisa pilih, lihat, teliti dan komplain langsung jika ada apa-apa. Tapi Dila sih... ga sabaran!"

Wajah itu semakin sendu. Air mata mulai menetes.

"Umi sedih banget jadinya. Kalo itu adalah uang umi, umi ga akan terlalu sedih, tapi ini uang jerih payah Dila sendiri, yang dila kumpulkan dengan sangat hati-hati. Eh kok malah digondol si penipu. Tapi sayang..... kita harus sabar ya nak...."

Kurangkul dia dan kupeluk erat.

"Kita harus percaya bahwa jika rezeki, ga akan kemana. Dan jika belum rezeki kita? Maka walau sudah kita genggam sekalipun, dengan caranya tersendiri, duit tadi akan keluar lagi dari genggaman kita. Seperti duit Dila itu."

Intan menatapku, masih dengan air mata berlinang.

"Mungkin Allah sedang menguji kesabaran Dila. Allah ingin lihat, nih si Dila ini, kalo dikasih cobaan seperti ini akan sabar apa ga? Dan juga nih Dila harus diberi pelajaran, supaya tau persis bahwa mencari duit itu tidak mudah. Dan juga supaya si Dila ini bisa lebih teliti, lebih waspada, dan penuh pertimbangan dalam mengambil sebuah keputusan. Jadi untuk menjadi seorang anak yang sabar, teliti dan tekun, dia harus diuji dulu, dengan cobaan seperti ini."

"Iya juga ya mi, tapi Dila rasanya sedih kali. Kita harus gimana ini mi? Dila udah coba kontak si resellernya, minta pertanggung jawaban, tapi dia minta maaf dan mengakui bahwa dia juga sudah tertipu. Katanya, si pemilik toko telah mendelete contact dirinya mi. Dan dia janji akan coba bertanggung jawab, mengembalikan separuh uang dila. Itu juga setelah Dila marah-marahi dan sumpahi dia. Ini coba Umi lihat conversation kami."

Dan aku terpaksa mengambil kaca mataku, membaca kalimat demi kalimat yang menggunakan huruf keciiiiiil banget di BBnya Intan. Dan, memang Intan dengan penuh kemarahan mendesak dan menyudutkan si reseller untuk mengganti uangnya. Hingga si reseller akhirnya terdesak dan berjanji untuk mengembalikan separuhnya. Tapi aku ga yakin dia akan melakukannya. Balasan percakapan si reseller juga terlihat masih seperti seorang anak-anak, sebaya Intan. Hadeuh! Nasibmu lah sayang, Uang itu sepertinya tak akan kembali.

"Ya sudahlah nak, sekarang gini aja, jangan lagi mendesak atau menyudutkannya, karena dia sudah berjanji, walau pun setengah aja, patut disyukuri ya, mari kita berdoa dia akan mewujudkan niat baiknya itu. Tapi jika pun tidak, apa boleh buat. Terkadang untuk belajar sesuatu, kita harus membayarnya dengan harga yang mahal. Dila mengerti maksud Umi kan? Dila bisa tangkap hikmah dari kejadian ini?"

Anandaku tercinta mengangguk.

"Jika belum rezeki, kita harus ikhlas, mari kita berdoa semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik, lebih banyak, ok sayang?"

"Iya mi, Umi ga marah sama Dila kan mi?"

Aku menggeleng, 'Ga donk sayang, Dila kan mendapatkan pelajaran dari Allah, mana berani Umi marah?" Dan kami pun tersenyum, berpelukan.

"Thanks mi, glad to have you here, kalo ga, Dila pasti sedih dan kalut."

Setiap kejadian adalah pembelajaran, mengandung hikmah walau terasa pahit dan menyedihkan. :)


Dear sobat maya tercinta,

Lega rasanya bisa berada di rumah kembali [rumah dimana ayah dan bunda serta Intan, juga si bungsu serta Gliv berada]. Sebenarnya udah ingin menyapa sobats semua sejak tadi malam, namun rasa lelah yang tiba-tiba dengan begitu manja menghadirkan diri, membuat diriku harus memberikan perhatian ekstra padanya.

Jika beraktivitas di Bandung, membuatku digelari 'gasing dan gurita' oleh mba Niken, bundanya Lahfy, karena menurutnya aku itu kok asyik beredar kesana kemari, dan bisa-bisanya mengerjakan ini itu at a time, maka begitu masuk rumah induk [Banda Aceh], kok iya seluruh tubuhku langsung berdemonstarasi. Perut langsung keroncongan melihat masakan bunda yang begitu mengiurkan, dan rasa lelah, pegel linu serta ngantuk dengan manja berunjuk rasa. Hadeuh. Mana Intan juga sampai sore masih di sekolahan, maka tak ada pilihan lain selain menuruti pasukan intra heart yang sedang berunjuk rasa. Tidur. :)

Dan pagi ini, setelah memberi perhatian penuh pada para pengunjuk rasa, kesegaran tubuh dan keriangan hati menjadi milikku. Preparing breakfast, yang udah lama banget ga aku lakoni [ya iyalah, jadi anak kost mau prepare breakfast untuk sapa coba sobs, lagian juga ga punya dapur, hihi], beberes rumah dan akhirnya duduk santai di depan Macsy tuk menyapa sobats semua. Semoga pada berada dalam kondisi yang sehat sempurna ya sobs, apalagi menjelang pergantian tahun, wah kudu pada punya semangat ekstra donk, agar tetap tertular ke tahun berikutnya, ya kan sobs?

Well, postingan ini juga sekalian untuk update sebuah project pribadi yang sudah lama banget aku ingin kerjakan, namun baru beroleh waktu beberapa bulan terakhir ini nih sobs.
Apa tuh project pribadinya Al?

Menuntaskan draft novel Selingan Semusim. Yup. Sebuah draft yang telah aku tulis sekian tahun lalu, akibat tantangan dari beberapa kolega saat aku masih bekerja di salah satu perusahaan cat terkemuka di kota Medan. Tantangan itu sendiri muncul akibat pepatah 'mulutmu harimaumu' sih, dimana kala itu, aku tanpa pikir panjang berucap pada mereka [yang sedang getol-getolnya baca novel romantis], 'kalian suka novel-novel begituan? Aku bisa lho bikinnya!'. Dan mereka pun mengatakan 'buktikan!'. Nah loe!

Jadilah aku menenggelamkan diri, mengekplorasi kemampuan diri, searching, browsing, practicing [dengan pasangan yang sah lho ya], dalam rangka menampilkan sebuah kisah yang natural, hidup dengan alur cerita yang menarik. Dan senyum puas terlukis indah di bibirku kala para kolega mengomentari, bahwa aku ga OMDO [omong doang], ternyata aku punya kemampuan untuk  menuliskannya. Hehe.

Dan sobs, akhirnya, Selingan Semusim itu, yang sekian lama teronggok, aku lanjutkan hingga kisahnya menjadi lebih menarik dan hidup, sambil tak lupa berusaha penuh menyematkan pesan-pesan moral di dalamnya.


Alhamdulillah, Selingan Semusim itu kini bermuara pada sebuah Novel yang sedang dalam tahap processing. Untuk menyempurnakannya, tentu aku juga mengundang beberapa sahabat untuk memberikan endorsementnya pada novel perdana ini. Dan pada postingan berikutnya [sekalian promo, ehm!], aku akan tampilkan satu persatu endorsement yang telah diberikan oleh para sahabat tercinta. Ditunggu ya sobs!

Well, berhubung bunda tercinta ingin dianterin oleh putri semata wayangnya ini, maka postingan kali ini aku akhiri sampai disini dulu ya sobs... ntar dilanjut lagi, ok?

To all of you, have a very great day, hope your weekend will be filled by joys and happiness yaaa!

Saleum,
Al, Banda Aceh, 29 December 2012




pinjem dari sini
Allah menganugerahiku sebuah otak yang selalu saja dipenuhi ribuan ide. Ide-ide ini berkecamuk membuat perasaanku selalu exciting. Tak sabar ingin segera menyalurkan satu persatu ide yang berderet dan terkadang berdesakan untuk menghambur keluar. Hadooooh!

Terkadang aku pusing, karena ide-ide itu tak sabar dan membuat kericuhan. Berdesakan, saling mendobrak dan saling mendominasi. Seperti hari ini, sebuah things to do, sebagai guidance untuk hal-hal yang harus aku lakukan telah terpatri rapi di layar macsy. 

  1. Review Novel Selingan Semusim, sebelum naik cetak
  2. Review Profile Taki Foundation untuk penyempurnaan.
  3. Pelajari info tentang Human Securities dan beberapa bab tentang Project Cycle Management
  4. Lanjutan cerita bersambung Lusina
  5. Artikel untuk Virtual Corner
Dan semua ini berdesakan, rebutan bagai anak-anak yang kelaparan dan rebutan makanan. Membuatku pusing tapi juga exciting. Akhirnya kubentang semua halamannya di layar macsy. Bekerja serabutan [seperti biasanya], multi task! Tenggelam dalam kelima halaman yang terbuka, membuka jendela-jendela kecil di dalam benakku, memasukkan informasinya satu demi satu, hingga kemudian, sebuah telefon masuk.

Dari seorang sahabat karib yang baru saja memasuki kota Bandung. Sebuah surprise yang mengasyikkan. Minta ditemani jalan-jalan dan hunting ke FO. Asyik! Sekalian deh ntar aku ajak ke Pasar Baru, mau cari handbag untuk ibunda tercinta. Kan aku mau mudik Kamis nanti. :)

Well sobs, Informasi yang tidak begitu penting ini aku tutup sampai disini dulu yaaa... dan to my open pages, yang terhampar tak berdaya, nanti aku lanjut lagi yaaa, cu soon! 

Selamat berhari libur sobats, dan bagi sobat kristiani yang sedang merayakan hari special ini, selamat berbahagia yaaa....wish u all the best!

Saleum,
Al, Bandung, 25 Dec 2012



Mungkin topik ini sudah banyak diketahui oleh masyarakat luas, namun menemukan kembali berkas ini  di dalam folder, membuatku ingin mengabadikannya di halaman maya ini. Bagi yang sudah paham dan hapal benar, monggo diabaikan ya sobs. Bagi yang masih memerlukannya, semoga bermanfaat. Artikel ini pernah kami pergunakan dalam pelatihan untuk staff sosialisasi di Dinas Kebersihan 13 Kabupaten/Kota di Aceh dan Nias.

Masih ingat dengan iklan air mineral merk Aqua? Dimana para penggunanya, seorang ayah dengan dua anak, merusak [dengan cara memutar badan botol aqua tersebut], baru kemudian membuangnya? Herankah kita mengapa dia melakukan itu? Botol bagus-bagus gitu kok dirusak ya?

Itu adalah salah satu cara menghindarkan si botol dipergunakan kembali. Karena botol jenis ini, sangat tidak dianjurkan untuk menggunakannya kembali, misalnya untuk mengisi air minum, jus, atau apapun bahan makanan cair lainnya. Botol sejenis ini, termasuk kedalam PETE atau PET [Polyethylene Terephthalate].

Botol yang bertanda seperti ini atau hanya bertuliskan angka di bawah botolnya bisa dijumpai dalam bentuk botol air mineral, botol jus dan hampir semua botol minuman lainnya. Umumnya terlihat jernih/transparant/tembus pandang.

Untuk diingat, biasakan menggunakan botol jenis ini hanya untuk satu atau dua kali pemakaian saja, dan yang paling harus diingat adalah bahwa penggunaan botol ini untuk mengisi air panas akan mengakibatkan terjadinya lapisan polimer pada botol tersebut meleleh, dan akan mengeluarkan zat karsinogen [dapat menyebabakan kanker] dalam jangka panjang. 

Ingat untuk tidak mengkonsumsi air mineral atau liquid lainnya dari dalam botol jenis 1 [PETE/PET] ini yang telah terpapar sinar matahari. Karena reaksi yang sama akan terjadi, yaitu pelepasan polimer menjadi monomer-monomer disertai timbulnya zat karsinogen yang akan membahayakan kesehatan.

Hal yang sama juga berlaku untuk wadah steoroform, jadi perhatikan untuk tidak menampung makanan panas di dalamnya.

Untuk jenis lainnya, dapat dilihat pada link berikut ini ya sobs....


Saleum,
Al, Bandung 25 Dec 2012


Penunjuk waktu telah berada diposisi 00.32 wib kala sebuah nada PING di blackberryku berbunyi nyaring. Keasyikan menata letak naskah novel ke dalam InDesign software pun terganggu. Huft, siapa sih tengah malam begini berani nge PING aku? Ga tau apa ini udah tengah malam, malah udah masuk dini hari? Huft, berani-beraninya!

Kuraih Ory [blackberryku] yang tergeletak manja, membuka layarnya dan Masyaallah.... Intan!
Putri tercinta ini tiada henti memberikan kejutan.









dan beberapa conversation lanjutannya.

Intan Faradila, putri tercinta yang di rumah biasa kami panggil Dila, dan di sekolah atau lingkungan luar rumah akrab disapa Intan, memang selalu penuh kejutan. Dan malam ini, kehadirannya di tengah malam, bahkan menjelang dini hari, bagaikan secercah cahaya di tengah gulita.

Sapaan dan ucapan indah yang menyejukkan hati darinya sungguh membuatku bahagia. Dan aku langsung kangen Ibuku, yang kuyakin saat ini pasti sedang tertidur lelap. Harusnya aku belajar dari putriku, yang selalu saja bisa mengingat hari-hari penting ibunya. Makasih ya nak sudah mengajarkan Umi, untuk segera mengucapkan terima kasih dan sujud bakti pada mami [panggilan untuk nenek dalam bahasa Aceh]. Besok pagi Umi akan sms mami untuk ucapkan selamat hari ibu, dan berterima kasih padanya. 

Ok sayang, sekarang kita tidur dulu ya, sesuai pinta Anak Umi, alarm sudah Umi setel, will be ringing on 1.30 am and will wake up to wake you up. Ntar kalo alarm Ory udah bunyi, Umi akan bangun untuk membangunkan Dila yaa.... nah, sekarang bobok yuk.... Eits, baca doa duluuu.... :)

Well sobs, tak terasa, hari ini kita sudah berada di hari ke 22 bulan Desember 2012. Sebuah hari yang dinobatkan sebagai hari ibu. Walau setiap hari kita sudah selayaknya berterima kasih kepada seorang wanita bernama ibu, yang telah melahirkan kita ke muka bumi ini, maka 

adalah sudah sepantasnya pula, jika hari ini, 
secara khusus kita mempersembahkan 
penghormatan, penghargaan dan doa baginya, 
agar senantiasa dirahmati, diberkahi dan 
selalu dinaungi oleh sang Pemberi Kehidupan, Lillahi Taala. 
Amin.

Selamat tidur sobats, dan untuk para wanita, selamat hari ibu! 
Yuk semangat dan terus berkarya dalam setiap langkah kehidupan. 

Teruntuk Umiku tercinta,
Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan, kesabaran dan 
kelapangan hati bagi Umi, dalam menghadapi cobaan ini....
Semoga Allah selalu menaungi setiap langkah Umi, juga ayah pastinya. 
Trima kasih atas segala pengorbanan, kasih sayang dan cinta yang tak kenal pamrih.
Love U so Much Mom [and Dad], as always!

Saleum,
Al, Bandung, 22 Desember 2012

Note: 
Teruntuk Anak Umi,
makasih ya nak, Umi jadi ada postingan deh hari ini, hehe. 

minjem dari sini
Met pagi sobats semua...
Hope that you are also in excellent health yaaaa....

Hm.. tak terasa, kesibukan yang begitu menyita waktu, membuat my virtual corner ini sedikit berdebu. Padahal baru berapa hari lho ga di update. Inginnya sih update setiap hari, tapi apa daya sobs... teringat akan tanggung jawab terhadap blog lain yang telah 'terlanjur' dilahirkan, maka waktu pun harus dibagi. Walau terasa masih belum bisa bersikap adil terhadap kesemuanya, but will try my best!

Dan pagi ini? Hehe, aku belum punya postingan berarti nih untuk my virtual corner. Sebenarnya udah niat untuk mengabadikan beberapa ilmu tentang pengelolaan sampah [maklum sobs, beberapa tahun berkecimpung dalam waste management project] ke dalam blog ini sih. Tapi ya gitu deh, waktunya belum ada euy.

Materinya ga berat-berat kok [ingat seorang sahabat yang pernah mengklaim bahwa materi di blog ini terkesan berat]. Hanya materi sederhana yang bisa jadi bahan dalam meluaskan wawasan dalam rangka melindungi bumi. :)

Tapi kita tidak akan bahas tentang itu sekarang ya sobs... kali ini hanya mengabadikan beberapa quote yang dihasilkan secara tanpa sengaja oleh jari jemariku, yang menari lincah di atas keyboard, berkolaborasi apik dengan benak yang menyimpan aneka ide, saat diriku menugaskan pikiranku untuk bikin postingan di blog Episode Kehidupan milikku. Iya donk, masak udah ngelahirin blogs ga ditanggung jawabin??? Harus tanggung jawab donk!

Maka, sambil menanti sang awan berhenti mencurahkan hujan, aku pun memulai paragrafnya. Namanya fiksi, jadi aku bebas donk mengarangnya? hihi. Tema yang ingin aku kesankan adalah tentang semangat, optimistisme dan rasa syukur.

Akhirnya, tercipta juga beberapa kalimat penyemangat yang menurutku sih begitu menyemangati, dan karena quotenya adalah bikinan sendiri, maka aku ingin mengabadikannya disini sobs...  mau ikut baca? Sok atuh...

Kamu marah pada matahari hanya karena dia bersinar begitu terik? Atau menyalahkan hujan yang tak lagi selaras dengan awan? Come to me, I will show you that there is no one should be blame!

Banyak orang menangis karena merasa malang, tak sadarkah mereka bahwa di luar mereka masih banyak yang jauh lebih malang? Kamu merasa hidupmu tak berarti? come to me, I will help you to make it valuable.

Si buta tak pernah menangis karena tak bisa melihat cahaya, dan si tuli tak menangis karena tak bisa mendengar nada. Mengapa kamu menangis hanya karena sakit kepala? Come to me, let us see the world differently!

Jangan bersedih karena hari hujan, percayalah hujan itu berkah. Jangan menangis karena kamu gagal, percayalah bahwa gagal adalah sebuah step untuk penguatan dirimu. Kamu gagal dan putus asa? Come to me, let us find out the way to succes!

Diam! Kamu tak berhak menghakimi TuhanMu, karena apa pun yang diberikanNya untukmu, itu adalah yang terbaik bagimu! Tak Percaya? Come to me, let me tell you the fact!

Kata siapa hidup ini tidak indah? Berani bertaruh? Atau hidupmu tidak indah? come to me, let me draw and paint it. 

Penasaran akan keseluruhan fiksinya? yuk baca full versionnya disini yuk.......

Beuh.... macam mana pula itu? Menabung kok di bank sampah?

Membicarakan sampah memang tak akan ada habisnya. Karena sampah telah menjadi permasalahan bagi manusia sejak si manusia lahir sampai kembali ke alam lain. Bener kan sobs? Namun ada hal yang telah berubah terhadap benda padat yang dianggap sebagai sumber masalah ini.

Jika dulu, orang melihat sampah itu adalah sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia/atau proses alam yang berbentuk padat [Undang-undang No. 18 tahun 2008], maka kini, dalam paradigma berikutnya, sampah diartikan sebagai potensi sumberdaya yang dapat dimanfaatkan sehingga mempunyai nilai tambah, sebagai produk daur ulang maupun produk baru dan diharapkan dapat menghasilkan pendapatan.

Perubahan paradigma ini, jelas telah membuka mata dan cara pandang masyarakat dalam memperlakukan si benda padat terbuang tadi [sampah]. Apalagi dengan sosialisasi demi sosialisasi yang dilakukan baik oleh dinas terkait [dinas kebersihan] masing-masing daerah maupun organisasi-organisasi yang bergerak di bidang pengelolaan sampah, maupun pihak swasta ataupun sektor terkait lainnya, maka terlihat geliat penuh semangat dalam tata cara memperlakukan sampah ini. Sampah tidak lagi diperlakukan sebagai benda tak berharga, melainkan diolah sedemikian rupa sehingga bernilai ekonomi bahkan kemudian dapat diberdayakan sebagai sumber penghasilan [penguatan ekonomi keluarga].

"You are never too young to learn about waste management and the earlier you start with separating waste the better it is"

Tidak ada kata terlambat dalam belajar mengelola sampah, dan semakin cepat kita memulainya, dimulai dari memilahnya adalah akan jauh lebih baik. 

Beranjak dari guideline tersebut, UNDP Banda Aceh bekerjasama dengan Dinas Kebersihan Kota Banda Aceh serta sebuah NGO Italia, Terre de hommes, beberapa tahun lalu telah menjalankan  sebuah program bernama School Garbage Banks [Bank Sampah Sekolah].

diambil dari sini
Sekolah-sekolah pun menyambut baik program ini, memperkenalkan program ini kepada para murid, yang kemudian menjadi duta-duta kebersihan, yang akan menyebarkan pengetahuan ini kepada keluarganya [terutama] dan masyarakat sekitarnya.

Kita tentu percaya, bahwa mengajarkan anak-anak [para murid] akan lebih efektif daripada menanamkan pelajaran ini pada manusia dewasa, yang sehari-harinya dipusingkan oleh berbagai urusan tetek bengek keperluan rumah tangga dan finansial. Kita seakan menginstall sebuah program pada si murid, yang nanti akan berfungsi mengingatkan orang tua, kakak dan adiknya di rumah, untuk berprilaku sadar sampah. Untuk memperlakukan sampah sebagaimana mestinya.

Dengan bank sampah, anak-anak diajarkan untuk memilah sampah anorganik berdasarkan jenis nya [botol aqua, botol kaca, kertas atau karton, plastik, dan lainnya]. Setiap hari, anak-anak akan membawa sampah-sampah kering tersebut dan ditabung di bank sampah di sekolahnya, dan sebagaimana menabung di bank lainnya, maka tabungan ini akan dicatat di buku [rekening] catatan bank sampah, dan setelah mencapai angka/nilai tertentu, si murid boleh menarik uang dari hasil tabungan sampahnya. Cara ini tentu akan sangat efektif, selain menanamkan kedisiplinan dan kepedulian kebersihan, si anak juga jadi mengerti bahwa sampah itu juga dapat diberdayakan.


Selain mengajarkan prakteknya, anak-anak dan para guru juga dibekali pengetahuan [training] tentang cara-cara memilah sampah itu sendiri, serta pembekalan tentang beberapa hal penting menyangkut sosialisasi pengolahan sampah yang baik dan benar, sehingga diharapkan agar duta-duta kebersihan ini akan mampu menyebarkan informasi ini kepada masyarakat di sekitarnya [keluarga dan handai tolan].

Program kerjasama ini telah selesai, semoga setiap sekolah dapat melanjutkan kerja baik ini untuk seterusnya, semoga kebersihan semakin terjaga, dan kesadaran dan kepedulian tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, akan terus terpatri rapi dan diimplementasikan dalam langkah kehidupan.



Newer Posts Older Posts Home

Author

I am a chemical engineer who is in love in humanity work, content creation, and women empowerment.

SUBSCRIBE & FOLLOW

Speaker

Speaker
I love to talk/share about Digital Literacy, Social Media Management, Content Creation, Personal Branding, Mindset Transformation

1st Winner

1st Winner
Click the picture to read more about this.

1st Winner

1st Winner
Pemenang Utama Blog Competition yang diselenggarakan oleh Falcon Pictures. Click the picture to read more about this.

1st Winner

1st Winner
Blogging Competition yang diselenggarakan oleh Balitbang PUPR

Podcast Winner

Podcast Winner
Pemenang Pilihan Dewan Juri - Podcast Hari Kemerdekaan RI ke 75 by KOMINFO

Winner

Winner
Lomba Menulis Tentang Kebencanaan 2014 - Diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh

Winner

Winner
Juara Berbagai Blogging Competition

Featured Post

Yuk telusuri Selat Bosphorus yuk!

Yuk telusuri Selat Bosphorus yuk! Sesaat sebelum naik ke kapal verry Ki-ka: Adik ipar, Aku dan Ayah. Hai.... hai.... hai! In...

POPULAR POSTS

  • Manusia Pertama, Manusia Purba atau Nabi Adam ya?
  • Maafkan Intan Mi....
  • Srikandi Blogger di mataku.
  • Janda. Emang Kenapa?
  • Titik Balik di Usia Cantik
  • Iran, si Negeri Syiah Sejati
  • All About Tsunami: Malam Pertama
  • Berbagi Cerita Bersama BCA - Kemudahan Bertransaksi via BCA
  • Perempuan hebat edisi: “Bapak” sedang Keluar Kota
  • Petualangan Gaib

Categories

  • about me 1
  • advertorial 10
  • awards 19
  • banner 1
  • Beauty Corner 28
  • belarus 5
  • bisnis 1
  • Blog Review 2
  • blogger perempuan 1
  • blogging tips 8
  • Bocil Berbulu 2
  • body 6
  • Budaya 1
  • Catatan 8
  • catatan spesial 13
  • catatan. 53
  • catatan. task 20
  • culinary 5
  • curahan hati 2
  • daftar isi blog 1
  • dailycolor 1
  • DF Clinic 11
  • disclosure 1
  • edisi duo 5
  • email post 10
  • embun pagi 1
  • episode kehidupan 1
  • event 1
  • fashion 3
  • financial 1
  • giveaway 44
  • Gratitude 5
  • Healthy-Life 15
  • info 26
  • innerbeauty 2
  • iran 4
  • joke 4
  • Kenangan 7
  • kenangan masa kecil 3
  • kenangan terindah 11
  • keseharianku 2
  • kisah 14
  • kisah jenaka 7
  • kompetisi blog 1
  • komunitas 2
  • KopDar 8
  • Korea 1
  • kuliner 7
  • Lawan TB 2
  • lesson learnt 6
  • lifestyle 2
  • lineation 20
  • lingkungan 1
  • Literasi Digital 5
  • motivation 9
  • museum tsunami aceh 1
  • order 1
  • oriflameku 2
  • parenting 4
  • perempuan tangguh 4
  • perjalanan tiga negara 1
  • petualangan gaib 6
  • picture 5
  • Profile 13
  • puisi 8
  • reflection 3
  • renungan 24
  • reportase 24
  • resensi 2
  • review 39
  • review aplikasi 1
  • rupa 1
  • Sahabat JKN 2
  • sakit 1
  • sea of life 17
  • sejarah 4
  • Sekedar 1
  • sekedar coretan 76
  • sekedar info 23
  • self love 15
  • selingan semusim 9
  • seri BRR 3
  • snack asyik 1
  • soul 3
  • Srikandi Blogger 2
  • Srikandi Blogger 2013 7
  • Srikandi Blogger 2014 4
  • SWAM 1
  • task 41
  • tentang Intan 31
  • Test 1
  • testimoni 8
  • Tips 55
  • tradisi 1
  • tragedy 1
  • traveling 60
  • true story 7
  • tsunami 9
  • turkey 9
  • tutorial 7
  • visa 1
  • wisata tsunami 2

Followers


Blog Archive

  • July (1)
  • May (1)
  • December (1)
  • October (1)
  • March (1)
  • August (2)
  • May (1)
  • April (2)
  • March (6)
  • February (3)
  • January (1)
  • December (1)
  • November (5)
  • October (4)
  • September (3)
  • August (5)
  • July (3)
  • April (1)
  • January (1)
  • December (2)
  • November (1)
  • October (1)
  • September (1)
  • June (1)
  • February (1)
  • December (1)
  • September (2)
  • August (2)
  • June (1)
  • March (1)
  • February (1)
  • December (5)
  • September (2)
  • August (3)
  • July (1)
  • May (3)
  • April (2)
  • March (1)
  • February (1)
  • January (7)
  • December (1)
  • November (5)
  • September (3)
  • August (1)
  • July (4)
  • June (1)
  • May (1)
  • April (3)
  • March (6)
  • February (5)
  • January (7)
  • December (8)
  • November (4)
  • October (12)
  • September (4)
  • August (3)
  • July (2)
  • June (5)
  • May (5)
  • April (1)
  • March (5)
  • February (4)
  • January (6)
  • December (5)
  • November (4)
  • October (8)
  • September (5)
  • August (6)
  • July (3)
  • June (7)
  • May (6)
  • April (7)
  • March (4)
  • February (4)
  • January (16)
  • December (10)
  • November (10)
  • October (3)
  • September (2)
  • August (5)
  • July (7)
  • June (2)
  • May (8)
  • April (8)
  • March (8)
  • February (7)
  • January (9)
  • December (10)
  • November (6)
  • October (11)
  • September (12)
  • August (4)
  • July (9)
  • June (4)
  • May (1)
  • April (12)
  • March (25)
  • February (28)
  • January (30)
  • December (8)
  • November (3)
  • October (1)
  • September (12)
  • August (10)
  • July (5)
  • June (13)
  • May (12)
  • April (19)
  • March (15)
  • February (16)
  • January (8)
  • December (13)
  • November (16)
  • October (23)
  • September (19)
  • August (14)
  • July (22)
  • June (17)
  • May (17)
  • April (19)
  • March (21)
  • February (27)
  • January (17)
  • December (23)
  • November (20)
  • October (16)
  • September (5)
  • August (2)
  • March (1)
  • December (2)
  • April (1)
  • March (1)
  • February (6)
  • January (1)
  • December (1)
  • November (4)
  • September (4)
  • August (1)
  • July (8)
  • June (16)

Oddthemes

Flickr Images

Copyright © My Virtual Corner. Designed by OddThemes