Menu
/
Kepala Terasa Penuh, Bahaya Enggak, sih? 
Eits! Jangan dulu berpikir yang berat-berat, loh! Kepala terasa penuh, ga selalu oleh rasa negatif kan? Kepala juga bisa terasa penuh oleh aneka rasa positif yang membuncah di hati dan naik ke kepala bukan? Nah, ini juga yang sedang menguasaiku, Sobs! Rasanya kepala ini begitu penuh. Udah semingguan ini, loh, rasanya memang full banget! Saking fullnya, ada kayak rasa kesemutan gitu, deh, di dalam kepala. Pernah enggak, Sobs, merasakannya?



Anehnya, rasa ini GAK bikin kepala terasa sumpek, sih! Cuma bikin ga sabar aja gituh! Ingin segera mengeksekusi apa-apa yang melintas di dalamnya. Ada rasa riang, excitement, dan bahagia yang membuncah, plus ide yang berjejal, berdesakan untuk dapatkan prioritas! Nah, ini yang bikin aku agak-agak gimanaaaa gitu. Sementara aktivitas dua mingguan ini memang menyita waktu banget, but made me feeling excited.

Mulai dari ikutan kelas online yang digelar oleh seorang international speaker asal London bernama Harriet Bratt, training-training tentang product knowledge-nya Prudential, terus ikutan kelas online-nya Eric Ho, sang maestro Law of Attraction. Huft, sungguh menyita perhatian dan bikin happy. Kelas-kelas mereka tuh menarik banget.

Ah iya, kegiatan yang bikin happy and full of excitement satu lagi adalah berkontribusi energy berupa giving bars, facelift atau pun body process untuk para pasien/klien yang membutuhkan, di Lineation Clinic. Yes, I am one of the practitioners there. Jadi kalo butuh terapi, boleh kontak customer service kami, dan bertemu daku di sana, ya! Hehe.

Sesi Bars (giving receiving) untuk teman-teman satu team
di Blogger Perempuan Network

Berkontribusi energy di Lineation Clinic, dalam rangka
Bakti Sosial Memperingati Suicide Awareness Day

Semua kegiatan ini sudah pasti bikin aku bahagia, Sobs. Namun, ya ituuuu. Ada rasa penuh di kepala, yang sore ini rasanya ga bisa diundur lagi untuk segera dieksekusi! Ini pula yang membuatku segera buka laptop sehabis makan malam tadi, dan mulai langsung ketak-ketik. Memulainya dengan tulisan ini, semacam mengurai semua rasa itu, agar lebih mudah bergeraknya. Setelah tulisan ini tayang, baru deh lanjut ke list to do malam ini, which is, menyalin ulang beberapa corat-coret asal jadi, yang aku tulis saat kelas sedang berlangsung. Corat coret dengan tulisan cakar ayam itu kan harus dirapikan dulu, agar terlihat 'santun' dan juga agar energi-nya ngalir, gitu loh!

Ngomong-ngomong tentang energi, sejak memutuskan nambah profesi sebagai energy healer, akutu merasa kok seperti ada energi berlebih di dalam tubuh, sehingga jadi sangat bersemangat dan terkadang saking excited-nya, akutu jadi ga ngantuk! Haduh, kan ga asik juga kalo terus begadang, yak? Eikeh kan bukan kalong! Huhu.

Anyway, belajar tentang energy ini memang sangat menakjubkan, dan berkontribusi energi itu memang selalu membawa berkah, loh! Iya donk, karena, sesuai dengan hukum kekekalan energi bahwa energi tidak dapat diciptakan tidak pula dapat dimusnahkan oleh manusia, melainkan hanya bisa diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Maka hal ini juga berlaku dalam energy healer ini.

Energi yang kita kontribusikan ke seseorang, tentu tidak akan musnah, melainkan akan kembali (bersirkulasi) ke dalam bentuk lainnya. Jadi tidak akan hilang melainkan akan balik ke kita, mungkin dalam bentuk lainnya yang tidak kita duga. Jadi, berkontribusi energi itu memang selalu menakjubkan sih bagiku.

Hm..., mau cerita apa lagi ya? Tulisan ini memang ditulis dalam rangka mengurai apa-apa yang berdesakan di kepala nih, Sobs, jadi harap maklum jika isinya tidak beraturan dan terkesan asal curcol, yak! Boleh donk, biar blog ini juga tak jauh dari kesan personal. Hihi. *alesan ini, mah!

Btw, sepertinya rasa di kepala sudah mulai enteng nih, Sobs, ceritanya udahan dulu ya, will be continue dalam kisah lainnya, yang Insyaallah lebih menarik, terstruktur dan berisi. Huhu. Thank you for stopping by, Sobs! 

Saleum,
Al, Bandung, 12 September 2019

6 comments:

  1. Pusing nih ya Mbak, semoga cepat sembuh nih ya Mbak. Buat istirahat saja Mbak

    ReplyDelete
  2. Saya juga pernah nih Mbak merasa kepala itu terasa seperti penuh gini

    ReplyDelete
  3. Waduh Mbak kalau kepala terasa penuh gini. Langsung saja nih Mbak buat tidur hihi

    ReplyDelete
  4. Ku pernah merasa demikian Mbak Al, Saat ide bermunculan sampai bingung mana yg mau dituliskan lebih dulu. Jadi sempat penuh juga, tapi begitu diselesaikan 1 dari sekian hal, cukuplah ringan dikitt aja pikiran heheee.
    Wah, kalau ketemu Mbak Al, mau dong diterapi hehehee

    ReplyDelete
  5. Dengan menulis dan mencurahkan isi kepala, kadang apa yang terasa berat jadi lebih enteng. Bahkan mungkin jadi sebuah solusi buat menyembuhkan. Yey itulah kekuatan hobi yang bisa jadi me time

    ReplyDelete
  6. Banyak yang ingin dikerjakan ya mbak Al jadi kepala terasa penuh. Begitu udah dikerjakan satu-satu, jadi enteng, plong lagi :D

    ReplyDelete