Menu
/
Baksos Lineation dalam Rangka Suicide Awareness Day Yes. Lineation Center kembali mengadakan aksi Bakti Sosial bagi sesama. Berbeda dengan aksi Baksos sebelumnya yang pernah aku ulas pada tulisan "Lineation Berbagi - Baksos Tiga Bulanan dari Lineation Center", maka bakti sosial Lineation kali ini dilaksanakan dengan tujuan yang lebih spesifik, yaitu dalam rangka memperingati hari kepedulian terhadap mereka yang sedang atau pernah dilanda stress, depresi atau malah dihampiri oleh keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan mencoba bunuh diri, yang lebih dikenal sebagai the Suicide Awareness Day, yang secara global diperingati pada tanggal 10 September setiap tahunnya.

Yup, jadi target beneficiaries dari baksos kali ini memang lebih spesifik, walau tidak menutup kesempatan bagi mereka yang mendaftar karena keluhan yang tidak terlalu "berat" dan ingin berkenalan dengan terapi BARS.


Stress adalah milik semua makhluk hidup.


Yes, pasti percaya donk akan kalimat di atas? Jangankan manusia, hewan pun pasti pernah alami stress kan? Tumbuhan juga, loh! Makanya rasanya akan mustahil jika ada yang berucap bahwa dirinya tak pernah mengalami stress! Engga percaya kan? Hehe.

Yup, kita tentu pernah lah dihinggapi oleh rasa yang satu ini bukan? STRESS, atau kakaknya bernama DEPRESI, atau malah yang lebih ekstrim yaitu dihinggapi keinginan untuk bunuh diri atau tindakan mencelakai diri sendiri?

Iya sih, mungkin untuk yang paling ekstrim (baca: bunuh diri), tentu tidak semua orang mengalaminya ya, Sobs? Tapi yang namanya stress, pastilah hadir menyapa, dan sering bikin kesehatan fisik dan psikis jadi terganggu kan?

Dan..., berdasarkan hal di atas, serta dalam rangka Suicide Awareness Day, Lineation Center bekerjasama dengan para praktisi Bars Bandung dan Depok (dr. Anna, yang jauh-jauh datang dari Depok) menggelar kegiatan bakti sosial ini. Memberikan terapi BARS untuk para peserta yang dengan antusias telah mendaftarkan diri. Kegiatan ini juga dilakukan di beberapa tempat lainnya di luar Kota Bandung, seperti di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Sumedang, Medan, dan berbagai kota lainnya di Indonesia, di mana para praktisi Bars berada.


Day - 1. the Full Bars, for the whole categories of beneficiaries.


Tercatat lebih kurang 68 peserta di hari pertama yang hadir karena berbagai alasan. Ada yang memang karena merasa tubuh dan jiwanya memerlukan terapi ini, hingga ke yang datang karena disuruh teman/saudara, dan ingin tahu apa sih Bars itu. Apapun alasan kehadiran para peserta ini, yang jelas, kami para praktisi Bars menerima mereka dan memberikan terapi sepenuh hati. Yup, berkontribusi energi memang selalu memberi efek bahagia tersendiri di hati, loh! Selain itu, banyak hal amazing yang hadir baik di saat sesi berlangsung, atau pun sesudahnya. ๐Ÿ˜Š


Day - 2 Rekomendasi untuk Hadir Kembali


Peserta pada hari kedua adalah mereka yang telah mendapatkan terapi di hari sebelumnya, dan oleh praktisi direkomendasi untuk hadir lagi pada hari kedua, guna mendapatkan perulangan terapi bars, karena kondisi tubuh dan jiwanya yang masih membutuhkan terapi ini (baca: memiliki tingkat stress level tinggi bahkan ada yang pernah memiliki keinginan bunuh diri). Rekomendasi ini juga tentu didasarkan pada diskusi dan apa yang dirasakan oleh partisipan setelah receiving her/his first bars. 

Jadi jika memang pesertanya telah merasa jauh lebih plong, dan merasa tidak perlu untuk kembali, maka peserta dengan senang hati dipersilakan untuk tidak kembali. Demikian juga sebaliknya, jika memang masih membutuhkan untuk datang lagi, maka diberi kesempatan untuk tetap datang dan memperoleh sesi bars hingga hari terakhir bakti sosial (13 September 2019). Intinya, pasien happy, praktisi pun happy. Tidak ada pemaksaan karena Bars is about your choice. ๐Ÿ˜Š

Terapi hari kedua dipimpin langsung oleh dr. Dave, sang Bars Facilitator, yang adalah juga pemilik Lineation Center. Beliau memberi penjelasan terlebih dahulu kepada para peserta (yang dalam hal ini memiliki kemampuan dan keunikan tersendiri). They all are unique, ada yang bisa berkomunikasi dengan hewan, dengan entities, dan macem-macem! Makanya ingin hadir kembali karena merasa diri mereka bermasalah. Masih menganggap "gift" yang melekat pada diri mereka adalah sebuah problema, a curse. 

Dr. Dave secara langsung memimpin proses demon clearing, yang diikuti oleh para peserta dengan sungguh-sungguh. Dan uniknya lagi, para peserta ini merasakan efek langsung dari proses clearing ini. Sebagian ada yang merasa pusing, mual, dan ada juga yang merasa tubuh tidak nyaman, ingin muntah, yang mana ketidak-nyamanan ini berangsur hilang dan menjadi jauh lebih ease/comfort setelah beberapa kali clearing statement diulang.

Barulah setelah peserta merasa jauh lebih nyaman, para praktisi mulai memberikan sesi bars ke para partisipan, hingga selesai. Untuk peserta yang sudah merasa jauh lebih nyaman, dan tidak membutuhkan terapi berikutnya, maka mereka tidak perlu hadir di keesokan harinya. Namun sebaliknya, bagi yang merasa masih belum beres, dan ingin hadir kembali untuk terapi esok harinya, maka dipersilakan untuk hadir kembali.

Day-3 dan day-4


Sesi bars hari ketiga dan keempat, clearing process-nya dilakukan secara personal. Hanya antara praktisi dan pasien yang dipegangnya, lebih intense dan private. Diulang-ulang beberapa kali hingga pasien merasa sudah benar-benar ease. Barulah sesi bars diberikan hingga selesai.

Untuk hari ke 4, pasien yang tersisa adalah 5 orang, dan hadir tepat waktu di keesokan harinya Menjalani clearing process dan lanjut dengan sesi bars.

We all are happy!!!

Karena pasien yang semakin sedikit, maka waktu setelah bars masih bisa dipakai untuk saling berbagi informasi, tentang access consciousness dan bars. Juga tentang kelas bars dalam waktu terdekat, karena ada beberapa di antara mereka yang berminat untuk mengikuti kelas Bars dan menjadi praktisi Bars. Dengan menjadi praktisi, selain bisa menolong diri sendiri, mereka juga nantinya akan bisa berkontribusi energi bagi teman-teman atau keluarga yang membutuhkan.


Mengapa Harus Bars, Ada apa dengan Bars? 


Tentu bagi teman-teman yang masih awam dan baru pertama kali mendengar tentang Bars, pasti bertanya-tanya apa sih itu Bars? Kenapa Bars menjadi pilihan dalam meminimalisir/mengelola stress atau bahkan digunakan sebagai terapi jitu bagi orang-orang yang pernah mengambil keputusan ekstrim seperti yang diurai di atas? Hayo, pasti punya pertanyaan ini di benak teman-teman kan? ๐Ÿ˜Š



BARS itu..., 

adalah sentuhan lembut dengan ujung jemari praktisi pada 32 titik di kepala pasien, yang fungsinya persis seperti tindakan defragmenter pada komputer. File-file di kompi, setelah didefrag, akan menjadi lebih rapi dan tercipta space yang lebih lowong sehingga loading kompi menjadi lebih baik dan file tertata rapi bukan?

Nah, begitu juga dengan Bars! Aliran energi yang dialirkan melalui sentuhan lembut itu berguna dalam meredakan pikiran yang meloncat-loncat (menenangkan monkey mind), mengembalikan pasien pada keseimbangan dan meciptakan kemudahan (ease) serta kedamaian. Sehingga pikiran yang rileks ini akan mampu membuka peluang baginya untuk lebih jernih dalam melihat peluang-peluang positif di dalam kehidupan.

Dengan kata lain, Access Bars adalah salah satu tools dari access consciousness, yang bertujuan untuk membersihkan sampah mental yang telah menumpuk di dalam diri kita, sehingga membuat kita tertindas dan terhempas jauh dari kebahagiaan, kesuksesan, kesehatan, keceriaan dan juga kemudahan di dalam kehidupan kita selaku manusia sejati.

Bars membuka peluang bagi kita untuk ikhlas melepaskan masalah dan memilih bangkit untuk sembuh. Namun bagi sebagian orang yang belum mampu untuk memilih ikhlas, bangkit dan sembuh, terapi bars tetap memberi manfaat positif loh. Setidaknya dia akan mendapatkan terapi pijat di kepala hingga tertidur pulas. ๐Ÿ˜€

Baca selengkapnya tentang bars di Tentang Bars dan Manfaatnya

Yang Unik pada Baksos Kali ini


Setiap event yang berkaitan dengan kontribusi energi, menurut pengalamanku sih, selaluuuu saja unik! Seperti kali ini, nih, Sobs! Kami dihadapkan pada realita-realita baru. Berkenalan dengan teman-teman yang datang dari berbagai latar belakang dan kemampuan (baca: gift). Dari sekian banyak peserta yang hadir pada hari pertama, dua puluhan diantaranya meminta untuk kembali keesokan harinya, karena merasa masih membutuhkan terapi Bars. Mereka merasakan bahwa sesi Bars yang mereka peroleh, mampu memberi keajaiban! Setidaknya merasa ada sesuatu yang berubah, yang tentunya positif, sehingga mereka meminta untuk diijinkan hadir kembali dan mendapatkan terapi lagi.


Hari kedua, adalah hari yang unik. Kami, para praktisi dihadapkan pada teman-teman yang memiliki kemampuan-kemampuan yang ajaib. Ada yang bisa berkomunikasi dengan hewan, dan saking sensitifnya, beliau juga memiliki kemampuan untuk merasakan kehadiran bahkan berkomunikasi dengan makhluk 'lain'. Wow!!! Kemampuan berkomunikasi dan melihat makhluk lain, sebenarnya bagiku sendiri bukanlah sesuatu yang tak masuk akal, sih, karena sudah sering juga berhadapan dengan teman-teman yang memiliki kemampuan itu. Etapi, berkomunikasi dengan hewan alias mengerti bahasa mereka, hayyah, saya langsung berasa seakan berada di jamannya Nabi Sulaiman, deh! Amazing! 

Kagum! Ealah, si tetehnya malah merasa terganggu dengan kemampuan itu, karena merasa waktunya jadi banyak tersita oleh hal-hal tersebut. Tersita oleh para hewan yang curhat padanya, atau makhluk lain yang hadir untuk bercerita dan memohon bantuan. Blio bercerita bahwa pikirannya jadi tidak pernah bisa diam, akibatnya jadi kurang istirahat dan berefek pada kesehatan fisik dan mentalnya yang jadi terganggu. Membuatnya stress, dan bahkan sempat depresi, karena belum paham cara mengelola 'kelebihan/gift' ini. Oleh dr. Dave, yang memang mumpuni dalam hal ini, dipadu dengan tools dari Access Consciousness, diberi arahan tentang bagaimana mengelola ini, dan tentu saja, si teteh diberi terapi bars yang lebih dari cukup, sehingga pikirannya menjadi jauh lebih rileks, dan jadi lebih berani untuk mengambil keputusan.

Itu baru satu kasus, ya! Para praktisi yang lain juga bertemu dengan teman-teman dengan kelebihan dan problema berbeda, yang tentu saja menambah pengetahuan kami semua. Menjadi pembelajaran untuk saling menguatkan dan improvisasi diri. Ah, sungguh amazing deh Bakti Sosial kali ini!


What? Emang Bars sedasyat itu efeknya, Al? 

Yes! Sedasyat itu! Cobain, deh! Kalo belum mencoba sendiri, memang suka ga percaya, sih! Apalagi bagi orang-orang yang logical minded banget! Ya, seperti diriku dulu.....! Apa-apa dianalisa, apa-apa harus masuk akal. That was me! Haha. Tapi sekarang, saya mengagumi semua itu, dan percaya akan adanya keajaiban-keajaiban!

Ah iya, satu hal yang paling perlu diingat sih, bahwa reaksi setiap orang terhadap Bars emang beda-beda, sih. Ada yang langsung berasa efeknya, tapi ada juga yang tidak merasakan apa-apa. Tapi seburuk-buruknya manfaat bars, adalah kita merasa seperti mendapatkan pijatan lembut di kepala. Gimana? Tetap menyenangkan bukan?

So? Wanna have your Bars Session run? Boleh hubungi saya langsung di kolom komentar, atau colek Lineation Personal Assistant, NIRA pada WA 0878-8076-5599 atau lihat infonya pada banner di atas, yang berwarna pink, ok, Sobs?

Dan..., cukup dulu reportase ala Alaika Abdullah hingga di sini, will be back to you on the other post, ya, Sobs! Semoga tulisan ini mencerahkan, ya!

Jangan lupa, kalo ingin mencoba Bars, contact me! Cheers!

Al, Bandung, 17 September 2019



5 comments:

  1. Wah cocok banget nih ya Mbak kegiatan di atas kalau dilakukan ketika stress datang

    ReplyDelete
  2. Access Bars ini memang sesuai banget nih ya Mbak buat yang lagi banyak pikiran

    ReplyDelete
  3. Memang nih ya Mbak, terkadang kita pusing mikirin kerjaan, mikirin dia eh wkwk

    ReplyDelete
  4. batu bac ini mbak mashaa Allah terimakasih udah nulis ini sangat informatif :)

    ReplyDelete