Menu
/

Setelah menelurkan (jiaaaaah, kayak ayam aja bertelur) postingan panjang tadi malam, maka, kali ini aku ingin share postingan singkat yang baru saja terjadi di meja makan.

Para aktor dan aktrisnya adalah:

1. Alaika (udah pada kenal donk??y hehe

2. Kakek (Ayahnya Sri, sepupuku)

3. Nenek (Ibu barunya Sri, ibu kandung Sri telah meninggal dunia dua tahun lalu)

4. Nayla (putri bungsu Sri, umur 4,5 tahun)

5. Sri (Mama Nayla, alias adik sepupu Alaika).

Nayla adalah balita centil, gesit dan super aktif plus cerewet. Obrolan santai yang sedang mengalir damai berubah panas mengejutkan ketika si centil dengan penuh semangat berceloteh...

Nayla: Kek, kakek udah tua kan?

Kakek: "Iya donk" sambil melanjutkan suapan nasi ke mulutnya..

Nayla: "Nenek juga sudah tua kan.?"

Nenek: "Iya sayang, nenek dan kakek sudah tua, kenapa nak?"

Alaika dan Sri mulai kuatir, curiga tapi penasaran akan kelanjutan kalimat Nayla.

Benar saja sobs!

Nayla: "kalo kakek dan nenek sudah tua, kenapa menikah lagi?"

What?? Oh my God. Refleks kaki Alaika beraksi di bawah meja, mencari kaki Sri, yang tergagap mendengar celoteh Nayla.

Beberapa detik semua orang dewasa di meja makan itu terdiam. Terpana. Lalu kakek segera berucap,

"ayo makan..ayo makan!" Mencoba mengalihkan pembicaraan..

Notis:
Anak-anak jaman sekarang tak lagi seperti jamanku dulu. Anak2 sekarang sangat cerdas dan kuat daya ingatnya. Percakapan yang (mungkin) sering didengarnya di Sinetron, atau obrolan orang dewasa di sekitarnya, akan disave rapi di memory, lalu pada suatu ketika, akan keluar tanpa diduga dan membuat orang-orang dewasa tertegun.

Pembelajaran:
Bijaksanalah dalam berbicara dan berbuat, karena mata malaikat kecil itu melihat, mendengar dan menyimpan rapi di memori mereka untuk diucapakan kembali, untuk juga ditiru...

Anak-anak adalah peniru kelas kakap.

Saleum,
Alaika
Powered by Telkomsel BlackBerry®

22 comments:

  1. Wadyyyh, pertanyannya Nayla straight to the point banget dan bikin yg dewasa speechles ya Mbak. Dan saya pernah punya pertanyaan serupa [padahal udah setua ini neh] ketika tetangga saya yg janda sejak saya masih SD, usianya sptnya beberapa tahu lebih tua dr ibu saya dan ternyata mnikah lagi dengan duda yang isytrinya belum setahu meninggalnya. Pertanyaan saya ke kakak saya: Kalau sudah pada tua gitu, menikah ngapain ya?

    #sok unyu deh

    ReplyDelete
  2. Wahhhh..pertamanya? asyiiikkkk...

    #jngkrak-jingkrak [purak-purak saja]

    ReplyDelete
  3. Betul, anak - anak memorynya masih bersih sehingga mudah masuk tentang hal - hal yang dilihat dan didengarnya.

    ReplyDelete
  4. iya emang tante.. anak2 adalah peniru kelas kakap! :D adek2 sepupuku aja banyak yang niru2 gayaku. hhoho

    ReplyDelete
  5. 4,5 tahuun..masih polos, jdi ap yang diliatnya janggal, dtanyaiin
    :?

    ReplyDelete
  6. Setuju mbak Al, karena anak-anak kalau mendengar sesuatu akan 'ditelan' mentah-mentah. Jika kita tidak bijaksana dalam berbicara, maka anak-anak akan menerjemahkannya sepolos pikiran anak-anak. Hal ini saya alami ketika anak-anak tetangga saya mendengar guru ngajinya mengatakan bahwa, kalau melihat cicak harus dibunuh, karena akan mendapat pahala. Dan, apa yang terjadi ? Mereka (anak-anak) memburu cicak dari rumah ke rumah dengan menggunakan galah/kayu panjang tanpa disadari akan membahayakan dirinya sendiri jika mengenai lampu, dan hal ini juga mengganggu yang punya rumah.

    ReplyDelete
  7. hahahahaha... ketawa dengar ceplas-ceplosnya Nayla, sambil ngelirik Kakek dan Nenek yg lagi salting...

    ReplyDelete
  8. jiakaka...sm dg Diya yg amat sangat kritis mulutnya. kdg sampe malu...hihi

    ReplyDelete
  9. Wakakakaka...
    Ih kok gak dijawab sih pertanyaannya wkwk :D

    ReplyDelete
  10. wakakakakkaka ... ijin ketawa 2 hari mba, hahaha :D
    asli ini ngocol abis :D

    ReplyDelete
  11. wah pertanyaan pas kena sasaran.... hahahah

    ReplyDelete
  12. setujuu anak-anak adalah peniru kelas kakap..
    hmm kaya si Olive Bawel bin cerewet hrrrgghh..!!

    ReplyDelete
  13. yup..setuju sangat mbak..... harus berkata yang bai dan benar, soalnya kita selalu jadi contoh dr orang lain, tidak hanya anak kecil pun.

    ReplyDelete
  14. terus.. akhirnya ga dijawab yah? hehehe..

    mba Alaika, apa kabaaar?
    udah lama banget yaaa...aku jarang BW

    ReplyDelete
  15. kalau gak dijawab, biasanya terus nanya tuh, hehehe ...

    ReplyDelete
  16. Waduhhhh kira2 Naylanya terinspirasi dari siapa ya kak bisa nanya begitu... he..he..

    ReplyDelete
  17. wakakakakaaa...betul-betul! gue juga sering denger celotehan anak kecil yg bisa bikin ketawa ato bikin malu seseorang hihihi..!

    ReplyDelete
  18. maka hendaknya menjadi panutan didepan anak kita sekarang & nanti,agar anak kita jauh & jauh lebih baik budi pekerti'a dari orang tua'a

    ReplyDelete
  19. Hehe, Nayla pertanyaannya memojokkan Kakek dan Nenek yak :)

    ReplyDelete
  20. hehe...anak-anak memang memorinya seperti spons ya mbak, mudah sekali menyerap apa saja yang di dengarnya. Apalagi sinetron jaman sekarang kadang-kadang cukup meresahkan kalo harus di tonton anak-anak.

    ReplyDelete
  21. kunjungan gan .,.
    Menjaga kepercayaan orang lain lebih penting daripada membangunnya.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

    ReplyDelete