My Virtual Corner
  • Home
  • Meet Me
  • Contact
  • Disclosure
  • SOUL
    • Mindset & Motivation
    • Self Love
    • Parenting
    • Puisi
  • BODY
    • Travel Tales
    • Wellness & Beauty
    • Lifestyle & Cullinary
  • BRAIN
    • Digital Literacy
    • Professional Tips

Pagi-pagi udah disapa oleh seorang teman baik. Ucapan selamat pagi yang penuh oleh derai air mata. Sebagai teman yang baik dan dipercaya untuk menampung keluh kesahnya, tentu aku langsung 'menyediakan telinga'. Kunci utama dari konseling adalah 'mendengarkan', itu yang selalu terpatri rapi di benakku, sebagai pelajaran pertama pada kelas konseling dahulu, saat aku dan beberapa staff lainnya, dipersiapkan untuk membantu para konseler asing, yang sedang bertugas membantu program trauma healing bagi para korban bencana tsunami di Aceh, era 2004 - 2006 pertengahan, yang lalu. Dan Alhamdulillah, banyak manfaat yang aku peroleh dari kelas tersebut, hingga, walo ber-background Chemical Engineer, tapi banyak teman yang mempercayai 'keluh kesahnya' padaku. Setidaknya, walo ga banyak solusi yang aku tawarkan, tapi mampu membuat hati mereka menjadi lebih tentram. Alhamdulillah again.

Credit and modified
Well, back to the topic dan curcol sang teman, sesuai judul di atas, Ketika Hidup Tak lagi Berarti, memang rasanya gimanaaa gitu ya, Sobs? Air mata dan sengau suara, jelas menggambarkan secara sempurna betapa kegalauan sedang melanda. Hingga beberapa detik, aku terdiam, terpana dan turut tersedot suasana. Amboi... Kenapa kehidupan ini begitu sering menghadirkan duka? Begitu banyak mempersembahkan suasana hati yang gundah gulana? Dan bahkan sering menjerumuskan 'penderita'nya ke arah pemikiran untuk mengakhiri kehidupan?

Hidup ini terkadang memang tidak indah. Banyak sekali masalah. Tapi haruskah kita terus menerus larut di dalam duka? Berontak, marah, menangis, bahkan menghancurkan barang-barang atau bahkan langsung mengamuk kepada pelaku atau penyebab penderitaan, adalah reaksi awal dan normal dari setiap individu. Tidak ada yang salah dengan semua tindakan itu, asaaaaal, jangan berlebihan. Mbokya jangan menghancurkan barang2-barang mahal, janganlah sampai melukai apalagi membunuh si pelaku, hehe. Bisa berabe kan ujung-ujungnya? Janganlah sampai bunuh diri. Bisa gawat ituh! Masak udah sedih susah dan menderita di dunia, menuju akhirat pun langsung disambut oleh terbukanya pintu neraka? Ga mau donk ah!

Nah, si teman, curcol tentang hidupnya yang mendadak tak lagi berarti. Sang suami tertangkap basah berselingkuh. Aih, sakit banget donk pastinya. Tapi, haruskah kita menangis berhari-hari karenanya? Apalagi sampai mogok makan dan lupa pada anak-anak hingga mereka terlantar? Menangis boleh saja, tapi saranku sih, cukup tiga hari saja. Karena menangis untuk seorang suami yang tidak setia, lebih dari tiga hari, adalah sama dengan memberinya kehormatan dan level yang mulia. Ya iyalah, emang begitu hebatnya dia hingga harus kita tangisi berhari-hari? Bukankah laki-laki seperti itu layaknya disingkirkan saja dari kehidupan? Hehe. Itu menurutku sih. Ya, walaupun tidak disingkirkan, tapi membebaskan rasa sakit dengan menangis, cukup lah tiga hari, maksimal. Karena, kita harus segera bangkit menata kembali kehidupan kita.

Kukatakan padanya, jika aku yang berada pada posisinya, maka aku akan ikuti flowchart ini deh. :)


Ketika Hidup Tak Lagi Berarti

1. Ekspresikan Rasa

Menghadapi situasi menyakitkan, siapa pun tak akan mampu terbebas dari rasa galau, sedih, kacau. Meng-ekspresi-kan rasa, adalah solusi awal dan sangat baik untuk dilakukan. Caranya? Ya bisa dengan menangis, marah-marah, mencorat coret dinding di kertas, mukulin muka orang yang menyakiti guling/bantal, dan lain-lain, asalkan tidak berbahaya dan membahayakan jiwa. Batasi waktu untuk mengekspresikan rasa ini, maksimalnya hanya tiga hari saja. :)

2. Bangkit

Biasanya, setelah semua rasa dikeluarkan, pikiran akan sedikit terbuka, dan inilah saatnya kita bangkit. Bangkit dalam artian, berusaha memupuk rasa percaya diri, tanamkan di dalam diri kita bahwa kita adalah manusia-manusia yang masih berguna, masih memiliki nilai lebih, bahwa kita adalah masih mutiara yang berharga.

3. Atur Langkah

Buatlah perencanaan [tentukan] langkah-langkah yang akan diambil dalam melanjutkan kehidupan kita.

4. Terapkan Langkah

Konsistenlah dalam melaksanakan apa-apa yang telah kita rencanakan dalam melanjutkan kehidupan kita. The show must go on kan? :)

5. Monitoring dan Evaluasi.

Setiap kegiatan tentu butuh monitoring dan evaluasi. Untuk apa? Untuk memantau dan memastikan agar rencana yang telah disusun itu dapat diterapkan sesuai dengan yang direncanakan, dan beroleh output yang sesuai target. Lalu apa yang harus dilakukan jika pelaksanaan atau output yang dicapai belum sesuai dengan target?
Ya, tentu kita harus dengan legowo melakukan perbaikan/penyesuaian, agar kelanjutan pelaksanaan langkah itu dapat kembali berjalan dengan baik, sehingga beroleh hasil yang sesuai dengan harapan.

Lima langkah di atas adalah solusi *halah bahasanya ituh* yang aku tawarkan untuk sang teman baik, tentu saja disamping penjelasan yang jauh lebih panjang lebar agar dirinya terhibur sih. :D Dan Alhamdulillah, masukan tadi cukup mampu membuat si teman terdiam, meresapi dan mendapat suntikan semangat. Terlebih lagi, mampu membuat rasa percaya dirinya bangkit. Ho oh, siapa doi sampai harus aku tangisi bahkan pengen bunuh diri segala ya, Al? Emoh eikeh!
Nah, gitu donk! Ayo atuh, hidup ini masih indah lho! Keep fighting and take action well!

Sekedar sharing,
Al, Bandung, 22 Februari 2014
Pasti heran dan sulit membaca judul postingan kali ini ya, Sobs? Hehe. Boleh donk sekali-sekali bikin penasaran....?
Hm, judul di atas adalah judul sebuah lagu Aceh, yang sukses membuatku merinding! Merinding kenapa, Al? Ya, merinding karena ikut terbawa suasana gitu deh. Hentakan musiknya itu lho, juga lantunan lagu yang disuarakan oleh Liza Aulia ini, kok bikin aku kagum gitu lho!

Lafadz bahasanya itu, klop banget! Cengkok Acehnya dapet! Koreografinya juga unik banget, bikin aku bener-bener terpesona. Menyaksikan atraksinya, membuatku ingin mempersembahkan lagu ini untuk para sahabat yang berkunjung ke rumah maya tercinta ini deh! Ya, itung-itung hiburan di kala diriku sedang riweuh di kancah pelaksanaan ajang Srikandi Blogger 2014.

Ternyata menjadi panitia merangkap salah satu juri pada event keren ini, sungguh menyita waktu, sementara diriku juga komit untuk ikutan tantangan #1Day1Post, huft, efeknya? Ya, terkadang postingan tayang tanpa muatan yang berarti gitu deh! Tapi sah-sah aja donk. Masak setiap postingan harus bermuatan luar biasa? Ga juga kan?

Well, kali ini, dengan alasan utama ingin menghibur para sahabat yang berkunjung, mari sambut persembahan dari seorang putri Aceh bernama Liza Aulia. Kereeen lho!


Gimana, Sobs? Keren khaaaan?
Sekedar menyapa,
Al, Bandung, 21 Februari 2014
Aku terlahir bukan sebagai pecinta berat musik. Bagiku, mendengar musik adalah selingan, bukan keharusan. Tapi adakalanya, aku menjadi begitu terkesima dan merasakan jiwaku tentram kala sejenis musik dan lagu dilantunkan. Biasanya lagu-lagu yang berhasil menyentuh jiwaku adalah lagu-lagu lembut/slow dan jauh dari genre keras. HipHop juga bukanlah termasuk musik yang aku sukai. Namun, kali ini, jiwaku terperangah dan haru, menyaksikan sebuah rekaman video karya anak Aceh, yang dipublish di you tube dan juga di blog seorang sahabatku.

Aih, ini lagu keren abis! Ga nyangka deh aneuk nanggroe [sebutan untuk putra-putri Aceh], memiliki talenta sekeren ini. Dan aku pun terkesima. Duduk manis dengan kepala bergoyang, menikmati irama lagu yang dilantunkan dengan lugas dan keren oleh aneuk-aneuk nanggroe. Penasaran? Yuk cekidot di sini yuk!


Gimana, Sobs? Keren khaaaan? :)

Just sharing,
Al, Bandung, 20 Februari 2014

Narsism para Emak.

KopDar adalah hal yang paling sensasional yang sukses bikin dada sumringah, happy dan mengharukan. Gimana enggak, kebersamaan/persahabatan yang selama ini hanya terbina oleh perantaraan dunia maya, kemudian mewujud ke dunia nyata. Bukan Kopdar sekedar Kopdar pula, tapi KopDar para emak dari Kumpulan Emak Blogger yang sedang memenuhi undangan Google Indonesia untuk bersilaturrahmi ke rumah [baca : kantor] nya. Asyik donk? PASTI.

Dan, selain mendapatkan ilmu seputar produk-produknya si Mbah [baca: Google], para emak juga berkesempatan untuk 'ngerumpi elegan' dan narsis donk! Oh, iya donk, namanya juga wanita, walau udah emak-emak juga, yang namanya narsis, teteup atuh!

Dan.... walau selama ini terkesan banyak yang jaim, tapi ada kalanya bisa lepas bebas lho! Me time gitu lho! Bebas merdeka, bahkan lupa sejenak akan 'tugas negara'. Kapan lagi kan ya?

Nah, edisi kali ini adalah edisi campur-campur. Aneka pose memancarkan kebahagiaan dan tawa ceria para emak, yang sedang bebas merdeka menikmati me time nya.

KopDar awal sebelum lanjut ke Google Office.
Ki-ka: Mak Ririn, Alaika, Nchie Hanie, Myra Anastasia, Meti Medya, Lidya Fitrian, Fitria Cakrawati.
Ga peduli kotor atau tidak itu lantai, yang penting narsis dan gaya euy! 
Gimana? Pada ilang kan jaim dan kekalemannya? Berganti 'menggile' dan narsis. Hehe. Berada di Kumpulan Emak Blogger memang bikin happy! :)

Photo sharing,
Al, Bandung, 19 Februari 2014


Ini adalah bagian selanjutnya dari parade 'Let's the Pictures Talk' related to kunjungan kami [Panitia + Juri dan Finalis Srikandi Blogger 2014] ke rumahnya Si Mbah Google.
Dan, jika para emak sudah ngumpul? Walau belum pernah bertemu sebelumnya di darat [KopDar] sekalipun, teteup aja kehebohan yang terjadi tak akan mampu di bendung. Narsisme merajalela dan pantang melihat spots yang aduhai, pasti langsung lengket untuk beberapa jenak, dan klak klik suara kamera di-shut pun tak tertahankan! Penasaran? Yuk, 'dengarkan' gambar-gambar ini berbicara!

Langsung histeris manis melihat logo ini, dan Taraaa!
Lebih histeris manis dan nyaris ga mau pulang lagi, melihat matras2
yang disediakan untuk tempat boci [bobok siang] para karyawan Google
yang pengen boci. Ckckck...
Pada pengen tidurankaaan? Betah bingits deh di sini! :D
Seru dan gokil ya, Sobs? Hehe, itu baru beberapa foto lho ya! Begitu deh kalo emak-emak udah pada ketemuan. Jika selama ini kicauan dan interaksinya via dunia maya, maka kemarin itu, via dunia nyata, dan di rumahnya Mbah Google gitu lho! Rasanya exciting banget!

Nantikan cuplikan berikutnya di postingan selanjutnya yaaa. :)

Photo sharing,
Al, Bandung, 18 Februari 2014

Hari ini mau nulis apa ya?


Nyantai dulu ah, sambil ngelamun 'aih, enak bener kalo bisa kerja di sinih!' 

Foto ini di ambil di 'warung google', atau lunch room-nya kantor Google Indonesia. Duh, duduk di ruangan ini, rasanya asyik banget deh! Lihat deh, setelah duduk santai having lunch di ruangan dan dapur kyut seperti ini, siapa yang tak ingin santai duduk manis menatap keluar jendela? Menatapi gedung-gedung pencakar langit yang terlihat di luar sana. Kereeeen!
Dijamin, aneka ide akan berseliweran untuk segera dituangkan ke dalam wadah online [blog or whatever].

Para Emak dari KEB having lunch di Warung Google, asyik banget!

Ada yang berani bilang ini dapur tidak kyut? Rasanya bakalan betah masak seharian deh eikeh! He he.
Gimana, Sobs? Keren banget ya, ruang lunchnya rumah si Mbah? Ini baru ruang lunch alias 'warung Google' nya lho! Nantikan catatan/cuplikan lainnya sebelum kita benar-benar menuju pada reportase hasil kunjungan Alaika and Kumpulan Emak Blogger ke rumah si Mbah [Kantor Google Indonesia]. 

See you on the next article!

Photo Sharing,
Al, Bandung, February 17, 2014





Selepas dari Rumah si Mbah Google





Para Finalis Srikandi Blogger 2014 + Juri dan Panitia
Selepas kunjungan ke kantor Google Indonesia

Beginilah jika para emak telah berkumpul, KopDar dan berkesempatan menikmati me time! Serasa bebas merdeka, hilang sudah jaim dan keanggunan yang selama ini melekat. Sejenak bebas lepas, sensational happily dan lupa deh dengan "tugas negara", hehe.

Foto ini diambil oleh Kang Adi Lelucky, pada kunjungan para finalis Srikandi Blogger 2014 beserta Juri dan Panitia, ke Kantor Google Indonesia, pada hari Sabtu, 15 Februari 2014.

Sharing Foto
Al, Bandung, 16 Agustus 2014

Sebagai netizen, pasti setiap harinya kita menyempatkan diri singgah ke rumah Mbah Google kan, Sobs? Ada aja yang dicari di sana, aneka kata kunci dipakai untuk membuka pintu rumah si Mbah. :)

Lalu, pernahkah berangan untuk berkunjung ke rumah si Mbah yang sebenar-benarnya? Ke rumah alias kantornya di alam nyata? Yup, ke kantor Google, maksudnya, Sobs!

Nah, Alhamdulillah, tak disangka, KEB (Kumpulan Emak Blogger) mendapat kesempatan untuk mengajak ke 50 finalis Srikandi Blogger 2014 berkunjung ke 'rumah' si Mbah, yang kabarnya luar biasa keren!
Dan selaku salah satu panitia merangkap juga sebagai salah satu juri seleksi Srikandi Blogger 2014, aku berkesempatan untuk mengawal para finalis yang akan berkunjung ke 'rumah' si mbah. Asyiiiik!

Dan, pagi ini, bersama Meti Medya (salah satu finalis) dan Nhie Hanie (panitia), diantar oleh Kang Adi dibalik kemudi, berangkatlah kami menuju Jekardah. Wow, rasanya ga sabar ih, pengen segera ketemu Makfin (emak2 finalis) dan MakPan (emak panitia) lainnya, melangkah masuk ke pintu rumah si Mbah yang selama ini hanya bisa aku kunjungi secara virtual.

Pasti Sobats juga akan happy banget jika mendapatkan kesempatan seperti ini kan? No worries, mudah2an nanti akan ada kesempatan untuk main ke rumah si Mbah, yaa.

Well Sobs, sekian dulu intermezonya yaaa, cu you in the next post, tentang reportase ala Alaika Abdullah related to her visit to Mbah Google house. Bye!

Sekedar coretan, post ke 15,
Al, on the way to Jakarta, 15 Feb 2014
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Masih asing dengan One Billion Raising Day? Kalo Hari Valentine, J? Pasti udah sangat familiar donk? Yup, hampir di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia, hari ke 14 di bulan Februari ini memang digaungkan sebagai hari Valentine. Terlepas paham atau tidak tentang hari yang berwarna merah jambu itu, mostly of teenagers hingga ke orang dewasa, terpengaruh untuk memberikan setangkai mawar merah jambu, atau coklat cantik plus Teddy bear imut untuk kekasih hati, merayakan sebuah hari yang dielukan sebagai hari 'kasih sayang'. Adakah Sobats juga merayakannya? Kalo eikeh mah TIDAK atuh! J

Lalu apa hubungannya dengan One Billion Raising Day? Nah itu! Disamping diperingati sebagai hari kasih sayang alias Valentine, masyarakat dunia, termasuk Indonesia, mengambil momen ini untuk juga menyuarakan sebuah gerakan international bertajuk 'hentikan kekerasan terhadap perempuan' atau 'End Violence Against Women'. Cara yang dilakukan khusus pada hari ini [14 Februari] adalah dengan 'bergerak' melakukan 'Rise, Release, Dance' secara serentak di tempat-tempat yang telah ditentukan.

Untuk Indonesia sendiri, gerakan ini telah dilakukan sejak tahun lalu, dengan mengambil tempat di kota-kota besar seluruh Indonesia. Gerakan menari bersama ini tentu saja dilakukan tidak hanya oleh kaum wanita, tetapi juga oleh kaum pria, sebagai sikap perlawanan/anti kekerasan terhadap perempuan. Lalu bagaimana dengan kita-kita yang tidak berkesempatan untuk turun ke titik-titik yang ditentukan untuk bergabung melakukan tarian serentak tersebut?

No worries, menyuarakan hal-hal seperti ini bisa dilakukan dalam berbagai cara dan karya kok, misalnya dengan membuat poster-poster yang bisa dikirimkan ke sini nih, Sobs! Aku sendiri memilih untuk membuat postingan ini, sebagai salah satu cara mensosialisasikan aksi kepedulian/dukungan kita terhadap gerakan tolak kekerasan terhadap perempuan. Semoga semakin banyak jiwa yang digerakkan untuk menghentikan kekerasan terhadap kaum perempuan.



Tertarik dengan info lainnya berkenaan dengan gerakan ini, mari merapat ke pusat informasi terkait di sini. 

Perempuan itu adalah makhluk mulia, yang dibawah kakinya terletak surga bagi anak-anaknya. Lalu mengapa, makhluk mulia ini justru harus mengalami tindak kekerasan? Mari, suarakan dukungan anti kekerasan terhadap kaum perempuan. 

Sebuah dukungan dalam bentuk tulisan,
sosialisasi gerakan 'end violence against women'
Al, Bandung, 14 Februari 2014
Pasti langsung merapat kesini membaca judul di atas kan? *kepedean J
Ini sama sekali tidak mengada-ngada kok, Sobs! Terseret masuk dan berinteraksi langsung dengan penghuni alam gaib, sejak memulai petualangan gaib [yang ceritanya hingga kini masih pending], membuatku jadi terbiasa dengan berbagai kejadian aneh bin nyata yang sering hampiri diri. Memang kebanyakannya bukan lagi hal-hal yang mengerikan sih, justru bikin hati kagum hingga kalimat Subhanallah semakin sering meluncur bebas dan tulus dari bibir, memuja Ilahi Rabbi yang mengijinkan segala sesuatu itu terjadi.

Seperti pagi kemarin, Selasa, 11 Februari 2014, saat kami [panitia Relawan TIK] menggelar acara Internet Safer Day, di hotel Lodaya, Bandung. Aku sengaja mengajak Dijah dan Cindy untuk hadir di acara ini, karena selain untuk menambah daftar hadirin, topik dan undangan yang disasar memang cocok untuk mereka, yaitu orang tua murid dan siapa pun yang berminat untuk mengetahui informasi tentang cara-cara berinternet sehat.

Nah, kejutan manis itu muncul sekitar pukul sepuluhan pagi gitu deh. Saat itu, Dijah meminta kunci Gliv [mobilku tercinta] karena ingin mengambil sesuatu. Bukannya mengambil apa yang ingin diambilnya, eh malah Dijah kembali padaku seraya mengajakku ke mobil.

"Kakak beli karangan bunga? Untuk siapa?"

Sungguh sebuah pertanyaan yang membuat alisku bertaut. Kapan pula aku beli karangan bunga? Karangan bunga bagaimana? Bergegas aku ikut ke mobil. Dan olala! Sebuah karangan bunga cantik [cocok untuk meja sudut ruangan] terduduk manis di belakang kursi supir! Aih, cantik banget!


Mengetahui bukan aku yang membeli, Dijah langsung senyum-senyum penuh arti. Aku paham artinya. Yup, si abang [sepupu gaibnya Dijah] tampaknya membelikan aku serangkaian bunga cantik ini. Memang dia tau persis aku suka banget dengan bunga. Tapi bagaimana dia membelikannya dan membawanya ke mobil? Gampang, mereka bisa menyamar sebagai manusia dan melakukan transaksi, dengan menggunakan rupiah yang benar-benar rupiah, lalu membawanya ke dalam mobil!

Segampang itu? Yes. Believe it or not, aku sering mengalami fenomena seperti ini, tapi fenomena diberi bunga baru kali ini sih. Sensasinya, menyunggingkan senyuman di bibir deh pokoknya. Happy! Trims, abang!

Fenomena lainnya? Nantikan pada postingan lainnya yaaaa. Menarik banget deh pokoknya! J

Sekedar sharing,
Al, Bandung, 13 Februari 2014
Postingan ini terinspirasi dari postingan Mak Tyan yang berjudul Kesan Pertama. Mak Tyan bercerita tentang kesan pertama yang sangat menentukan terhadap pertemuan pada kesempatan berikutnya. Bahwa, jika memang pada kesan pertama itu, si A terlihat jutek, maka beliau 'merasa yakin' banget bahwa si A itu memang demikianlah adanya.

Aku sendiri, dulunya pernah menerapkan hal demikian. Bahwa, jika pada perjumpaan pertama dengan seseorang, si orang tersebut terlihat jutek, tidak bersahabat, tidak ramah, maka aku memastikan bahwa si orang itu memang begitu karakternya. Bahwa si orang itu, jelas tidak akan menarik dan tidak akan memberi rasa nyaman untuk dihadapi pada saat-saat berikutnya.

Namun, seiring dengan perguliran sang waktu, aku kok kemudian merubah sikap. Rasanya ga adil juga jika langsung 'menghakimi' seseorang, hanya pada pandangan pertama. Ga adil rasanya menganggapnya jutek, justru pada saat pertama bertemu dengannya. Misalnya nih, bertemu seorang klien untuk pertama kalinya, eh, kok muka si klien itu miskin senyum, tak beraura positif. Maka aku tak serta merta menganggapnya sombong atau sulit, melainkan mencoba memberinya second chance alias kesempatan kedua. Bisa saja kan si klien sedang sakit gigi? Atau mumet kepalanya, atau malah sedang diserbu oleh aneka masalah yang mendera jiwa? Dan tak mampu meng-handle-nya hingga terikut di dalam aktivitas yang harus dilakukannya?

Begitu juga, kini, saat pertama kalinya bertemu atau diperkenalkan dengan seseorang, aku menerapkan azas 'second chance', berkompromi dengan diri sendiri untuk tidak serta merta menghakimi jika sikapnya jutek atau tidak bersahabat. Pasti ada alasan tersendiri di balik sikapnya itu. Namun, jika di the second chance, si orang tersebut masih juga bersikap sama, maka, selamat tinggal alias say good bye dunk ah! Hehe.

Kalo Sobats sendiri, menerapkan kesan pertama begitu menentukan atau mencoba memberi kesempatan kedua/second chance? Yuk, share opini Sobats pada kolom komentar yuk. :)

Sekedar opini,
Al, Bandung, 12 Februari 2014 

Agenda pagi ini dimulai dengan bermacet ria menuju Hotel Lodaya, tempat dimana Relawan TIK Bandung akan menghelat sebuah acara bertaraf nasional bertajuk Safer Internet Day. Sebagai salah satu panitia dan pengurus di Komunitas Relawan TIK Bandung, jelas aku pun ikutan bersibuk ria untuk memulai hari jauh lebih pagi dibanding biasanya dunk. Dan, sesampai di tekape, kesibukan jelas menyita waktu, sehingga perkiraanku bahwa tak akan ada waktu untuk bikin postingan 'bermutu' deh hari ini. Hehe. Emangnya postingan selama ini bermutu gitu?

Dan benar saja, seminar dimulai dari pukul 9.30 hingga 12.00 jelang siang, berlanjut dengan agenda lainnya yang jelas telah duduk manis menyita waktu. Aseli, ga ada waktu untuk posting deh! Eits, siapa bilang, boleh donk sekali-kali posting iseng dan lain dari biasanya? 

Ingin tau apa yang akan tampil pada My Virtual Corner malam ini? Check it out! 

Picture taken by Kang Adi Le'Lucky, edited by Teh Eka Riani.

Gimana, Sobs? Lucu khaaaaan?

Sekedar postingan,
Al, Bandung, 11 Februari 2014


Pasti pernah donk tiba-tiba merasa down? Kehilangan semangat juang dan sekelliling seakan tak lagi bersahabat? Setiap orang pasti pernah merasakannya, karena memang begitulah siklus kehidupan. Ibarat perputaran roda pedati, harus terus bergulir agar sampai ke tujuan. Begitu juga dengan kehidupan. Tawa dan air mata adalah seperti pasangan Yin dan Yang yang senantiasa hadir di dalam ritme kehidupan. Tak ada yang perlu diherankan, apalagi dikutuk dengan kejam ketika kita alami penurunan grafik kebahagiaan.

Sedih? Sudah pasti. Siapa yang tidak gundah gulana mendapati rezeki yang menurun drastis? Siapa yag tak bermuram durja mendapati kekasih hati berpaling ke lain hati? Siapa yang tak berduka mendapati karir yang hanya berjalan ditempat atau bahkan merosot perlahan? Sudah pasti sedih banget donk!

Namun, cukupkah kita berlarut-larut di dalam kesedihan dan mengutuki nasib yang tak lagi berpihak kepada kita? Eh, itu yang menjawab perlu kok semangat banget yak! Hihi. Seperti yang pernah kutulis pada postingan sebelum-sebelumnya, adalah wajar jika kita memberikan space bagi hati dan pikiran kita untuk bersedih hati, atau malah menangis membabi buta.

Tidak ada yang salah dengan hal itu. Etapi, jangan sampai berlarut-larut. Karena membiarkan diri berlarut-larut di dalam kesedihan dan keterpurukan, adalah sama artinya dengan membiarkan diri kita ketinggalan kereta. Ketinggalan pesawat menuju tempat tujuan. Bisa makin terpuruk donk jika kita sampai ketinggalan. Jadi harus gimana donk? Ya gimana lagi, ya harus BANGKIT dan berjuang kembali meraih kemenangan! Hidup ini akan tetap indah, jika kita sigap dan bersungguh-sungguh menyiasati badai kehidupan. Setuju?

secuil coretan, penyemangat kehidupan
Al, Bandung, 10 Februari 2014


Newer Posts Older Posts Home

Author

I am a chemical engineer who is in love in humanity work, content creation, and women empowerment.

SUBSCRIBE & FOLLOW

Speaker

Speaker
I love to talk/share about Digital Literacy, Social Media Management, Content Creation, Personal Branding, Mindset Transformation

1st Winner

1st Winner
Click the picture to read more about this.

1st Winner

1st Winner
Pemenang Utama Blog Competition yang diselenggarakan oleh Falcon Pictures. Click the picture to read more about this.

1st Winner

1st Winner
Blogging Competition yang diselenggarakan oleh Balitbang PUPR

Podcast Winner

Podcast Winner
Pemenang Pilihan Dewan Juri - Podcast Hari Kemerdekaan RI ke 75 by KOMINFO

Winner

Winner
Lomba Menulis Tentang Kebencanaan 2014 - Diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh

Winner

Winner
Juara Berbagai Blogging Competition

Featured Post

Yuk telusuri Selat Bosphorus yuk!

Yuk telusuri Selat Bosphorus yuk! Sesaat sebelum naik ke kapal verry Ki-ka: Adik ipar, Aku dan Ayah. Hai.... hai.... hai! In...

POPULAR POSTS

  • Manusia Pertama, Manusia Purba atau Nabi Adam ya?
  • Perempuan hebat edisi: “Bapak” sedang Keluar Kota
  • It's Me!
  • Cara Membuat Stiker Sendiri di Telegram
  • Laksamana Malahayati, Kartini Lain sebelum Kartini
  • Solusi Jitu Hilangkan Kantung Mata
  • Henpon Warisan
  • Petualangan Gaib
  • Janda. Emang Kenapa?
  • Penculikan tragis nan romantis

Categories

  • about me 1
  • advertorial 10
  • awards 19
  • banner 1
  • Beauty Corner 28
  • belarus 5
  • bisnis 1
  • Blog Review 2
  • blogger perempuan 1
  • blogging tips 8
  • Bocil Berbulu 2
  • body 6
  • Budaya 1
  • Catatan 8
  • catatan spesial 13
  • catatan. 53
  • catatan. task 20
  • culinary 5
  • curahan hati 2
  • daftar isi blog 1
  • dailycolor 1
  • DF Clinic 11
  • disclosure 1
  • edisi duo 5
  • email post 10
  • embun pagi 1
  • episode kehidupan 1
  • event 1
  • fashion 3
  • financial 1
  • giveaway 44
  • Gratitude 6
  • Healthy-Life 15
  • info 26
  • innerbeauty 2
  • iran 4
  • joke 4
  • Kenangan 7
  • kenangan masa kecil 3
  • kenangan terindah 11
  • keseharianku 2
  • kisah 14
  • kisah jenaka 7
  • kompetisi blog 1
  • komunitas 2
  • KopDar 8
  • Korea 1
  • kuliner 7
  • Lawan TB 2
  • lesson learnt 6
  • lifestyle 2
  • lineation 20
  • lingkungan 1
  • Literasi Digital 5
  • motivation 9
  • museum tsunami aceh 1
  • order 1
  • oriflameku 2
  • parenting 4
  • perempuan tangguh 4
  • perjalanan tiga negara 1
  • petualangan gaib 6
  • picture 5
  • Profile 13
  • puisi 8
  • reflection 3
  • renungan 24
  • reportase 24
  • resensi 2
  • review 39
  • review aplikasi 1
  • rupa 1
  • Sahabat JKN 2
  • sakit 1
  • sea of life 17
  • sejarah 4
  • Sekedar 1
  • sekedar coretan 76
  • sekedar info 23
  • self love 14
  • selingan semusim 9
  • seri BRR 3
  • snack asyik 1
  • soul 2
  • Srikandi Blogger 2
  • Srikandi Blogger 2013 7
  • Srikandi Blogger 2014 4
  • SWAM 1
  • task 41
  • tentang Intan 31
  • Test 1
  • testimoni 8
  • Tips 55
  • tradisi 1
  • tragedy 1
  • traveling 60
  • true story 7
  • tsunami 9
  • turkey 9
  • tutorial 7
  • visa 1
  • wisata tsunami 2

Followers


Blog Archive

  • May (1)
  • December (1)
  • October (1)
  • March (1)
  • August (2)
  • May (1)
  • April (2)
  • March (6)
  • February (3)
  • January (1)
  • December (1)
  • November (5)
  • October (4)
  • September (3)
  • August (5)
  • July (3)
  • April (1)
  • January (1)
  • December (2)
  • November (1)
  • October (1)
  • September (1)
  • June (1)
  • February (1)
  • December (1)
  • September (2)
  • August (2)
  • June (1)
  • March (1)
  • February (1)
  • December (5)
  • September (2)
  • August (3)
  • July (1)
  • May (3)
  • April (2)
  • March (1)
  • February (1)
  • January (7)
  • December (1)
  • November (5)
  • September (3)
  • August (1)
  • July (4)
  • June (1)
  • May (1)
  • April (3)
  • March (6)
  • February (5)
  • January (7)
  • December (8)
  • November (4)
  • October (12)
  • September (4)
  • August (3)
  • July (2)
  • June (5)
  • May (5)
  • April (1)
  • March (5)
  • February (4)
  • January (6)
  • December (5)
  • November (4)
  • October (8)
  • September (5)
  • August (6)
  • July (3)
  • June (7)
  • May (6)
  • April (7)
  • March (4)
  • February (4)
  • January (16)
  • December (10)
  • November (10)
  • October (3)
  • September (2)
  • August (5)
  • July (7)
  • June (2)
  • May (8)
  • April (8)
  • March (8)
  • February (7)
  • January (9)
  • December (10)
  • November (6)
  • October (11)
  • September (12)
  • August (4)
  • July (9)
  • June (4)
  • May (1)
  • April (12)
  • March (25)
  • February (28)
  • January (30)
  • December (8)
  • November (3)
  • October (1)
  • September (12)
  • August (10)
  • July (5)
  • June (13)
  • May (12)
  • April (19)
  • March (15)
  • February (16)
  • January (8)
  • December (13)
  • November (16)
  • October (23)
  • September (19)
  • August (14)
  • July (22)
  • June (17)
  • May (17)
  • April (19)
  • March (21)
  • February (27)
  • January (17)
  • December (23)
  • November (20)
  • October (16)
  • September (5)
  • August (2)
  • March (1)
  • December (2)
  • April (1)
  • March (1)
  • February (6)
  • January (1)
  • December (1)
  • November (4)
  • September (4)
  • August (1)
  • July (8)
  • June (16)

Oddthemes

Flickr Images

Copyright © My Virtual Corner. Designed by OddThemes