Menu
/
Access Bars - the Tool from Access Consciousness. Sudah mulai familiar donk dengan istilah ini? Yup, beberapa minggu ini aku memang sering update status baik di fesbuk mau pun instagram tentang Access Bars dan Access Consciousness, karena memang beneran bikin takjub dalam kemampuannya merubah diriku menjadi manusia yang lebih aware, lebih ingin berubah ke arah yang jauh lebih baik, dan bikin hati lebih tenang karena jadi lebih mengenal akan potensi diri.

Mengenal Access Bars ini memang sungguh sebuah kesempatan emas dan bonus akhir tahun yang paling oke punya deh bagiku! Thank you, Coach Fena, untuk ilmu berharganya, thanks dr. Dave yang telah membuka jalan pertemuan dengan cici cantik energik, Fena Wijaya.

Terus, Access Bars itu apa sih, Al? 

Hm, Access Bars adalah salah satu tools dari Access Consciousness, dan sebelum masuk ke topik tentang Access Bars, kita kenalan dulu dengan Access Consciousness, yuk!

Photo taken from Access Consiousness Website

Tentang Access Consciousness 

Pertama kali diperkenalkan oleh Gary Douglas, the founder, pada tahun 1991 dan bersama Dr. Dain Heer, the co-founder, Gary menyebarluaskan Access Consciousness hingga ke 175 negara di dunia, dan sukses memfasilitasi banyak orang yang ingin merubah kehidupan mereka menjadi jauh lebih baik.

Seperti yang tertulis di dalam websitenya,

Access Consciousness is a different point of view about life. It allows you to change anything you cannot change and create everything you desire in a different and easier way. The aim of Access is to create a world of consciousness and oneness, where everything exists and nothing is judged. 

Yang secara bebas bisa kita artikan sebagai berikut,

Sebuah sudut pandang yang berbeda terhadap kehidupan. Yang membuat kita mampu mengubah apapun yang kita anggap tak mungkin, dan menciptakan apa pun yang kita inginkan melalui cara yang berbeda dan jauh lebih mudah dengan menggunakan tools dari Access Consciousness. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang awas/sadar (consciousness) dan solid, di mana sesuatu itu ada dan tanpa ada yang menghakimi.

Access Consciousness as a set of tools ....

Jadi, access consciousness adalah rangkaian tools dan teknik yang dapat dipakai oleh siapa pun tanpa melihat agama, ras atau tingkat kehidupan seseorang. Siapapun yang ingin merubah hidupnya menjadi jauh lebih baik, dia dapat memilih untuk melakukannya melalui salah satu atau lebih tools dari access consciousness. Get your access, and create your world of consciousness and oneness, where everything exists and nothing is judged.

Access Bars


Nah, here we go! Ini dia. Akhirnya kita sampai juga ke Access Bars. Awalnya, aku juga sama sekali ga paham apa itu Bars. Adalah si dr. Dave yang pertama memperkenalkan aku dengan yang namanya Bars. Itu pun bukan dengan menjelaskan apa itu Bars, tapi meminta aku untuk hadir ke kliniknya untuk di-bars. Hehe. Dan seperti biasa, sudah tau persis bahwa si dokter yang satu ini, selalu saja berbagi kebaikan, dan pastinya dia ingin aku mengenali hal baru yang pastinya juga memiliki kontribusi positif buatku.

"Al, kamu ada waktu tak? Kalo ada waktu ke sini ya, aku mau bars kamu." Seperti biasa, caranya memang begitu, ujug-ujug, to the point.

"Hm, bars itu apa, dok? Besok siang ya."

Dibalas dengan sebuah link yang menjelaskan apa itu bars, dan aku pun berselancar di sana. Aha! Jadi bars itu ini...,

Access Bars adalah salah satu tools dari access consciousness, yang bertujuan untuk membersihkan atau menghapus "kotoran/sampah mental" yang selama ini tanpa kita sadari telah bersemayam di dalam diri kita dan menjadi perampas dan penghempas kebahagiaan, kesuksesan, kesehatan, keceriaan, mau pun kemudahan hidup kita selaku manusia sejati. Kotoran mental ini bisa berupa ide, pikiran, pertimbangan, sikap, keyakinan, emosi, dan hal lain sebagainya.

Dan...? 

Dan keesokan harinya, hadirlah aku di ruang prakteknya dr. Dave untuk dibars. Dikuasai oleh rasa kepo yang mendalam tentang bagaimana rasanya bars itu, aku pun manut cantik agar bisa merasakan pengalaman pertama di-bars itu kayak apa.

As he knows well that I am a logic person, yang monkey mind-nya melompat kesana sini, doi minta aku untuk nyantai, tenang, ga usah mikir macem-macem. Rileks. Dan aku pun manut.

Mulailah dr. Dave giving me the bars. Sempat mikir, apa ini seperti akupuntur? Ealah ternyata sama sekali tidak, tapi bisa juga dibilang sebagai 'akupuntur energi' sih, karena yang berperan di sini adalah jari-jemari si bars practioner-nya, yang ternyata menyentuh 32 titik penting di kepala secara bertahap. Sungguh bikin kepo, dan aku mencoba untuk mencermati/merasakannya dengan seksama. Etapi..., apa daya, ternyata baru di titik ke 5 (kayaknya), akunya mah sudah terbang ke awan. Tidur pulas! Haha.

Bangun-bangun, itu pun dibangunkan dr. Dave seusai bars, aku merasakan sesuatu yang lain. Perasaan yang jauh lebih ringan (lighter), tenang, dan apa ya? Lebih nyaman gitu, deh! Hm, jadi ini efek dari Bars? Kami saling mengobrol sejenak membahas hal ini, dan penjelasannya langsung . menarik minatku untuk mengetahui lebih jauh tentang bars ini.

Access Bars Class



Pucuk dicinta ulam pun tiba. Pepatah lama yang ternyata masih berlaku, loh! 
Dr. Dave ngejapri, menanyakan apa aku serius ingin belajar bars? Jika iya, ada kesempatan emas untuk bergabung di dalam kelas bars dalam "1 Day International Certified Course" untuk kelas Bars, yang akan difasilitasi oleh Coach Fena Wijaya, dan akan diadakan di Lineation Center.

Wow! Langsung deh aku keingat percakapan kami (aku dan dr. Dave) usai bars waktu itu, bahwa bars ini selain mendelete data-data elektromagnetik yang umpel-umpelan tak berguna di dalam diri kita, maka setelahnya, ruang kosong akibat proses clearing data-data itu, akan menjadikannya lebih lega, nyaman dan membuat energi positif mengalir dengan jauh lebih baik, serta membuka peluang-peluang positif di dalam kehidupan. Salah satu peluangnya adalah ini! Mengikuti kelas bars bersertifikat international langsung dari Coach Fena. Thanks to Allah and the universe for this ease way to enter the course.

Yang penasaran tentang Coach Fena Wijaya, bisa baca profilenya di sini, ya! Fena Wijaya, the Coach!

Seru dan amazingnya Kelas Bars.

Kelas bersertifikat international ini berlangsung seharian pada tanggal 8 Desember 2018, di Lineation Center, dengan peserta yang berasal dari Jakarta dan Bandung. Dimulai dengan introduction terlebih dahulu dari Coach Fena tentang Access Consciousness seperti yang aku jelaskan di atas, lalu masuk ke salah satu tools-nya yaitu Access Bars, yang kami pelajari secara teori dan prakteknya dalam kelas ini.

access bars indonesia
Coach Fena dan para peserta Access Bars Class
Coach Fena kembali mengingatkan bahwa Bars ini bukanlah metode untuk healing tapi untuk memfasilitasi seseorang yang choose to change her/his life to be ease, joy and glory. Walau tentu saja, salah satu efek dari bars ini adalah kita menjadi lebih sehat, tenang, merasa lebih percaya diri, lebih yakin dalam menapaki jalanan kehidupan, karena memang bars itu empowering us to know that we know. 

Al! It sounds alay, deh! Hayo, mikir gitu ya? Sebenarnya ga alay, loh! Aku pada awalnya juga ngerasa, masak sih semudah itu? Tapi setelah bergabung, mendengarkan penjelasan Coach Fena dan dr. Dave, pikiran jadi terbuka, sudut pandang jadi lebih baik dan iya, ya, jika memang bisa mudah, kenapa harus dipersulit kan?

32 Titik di Kepala

access consciousness indonesia

Bars adalah 32 titik di kepala kita, di mana kita menyimpan berbagai 'kotoran mental" atau kerennya data elektronik dari berbagai aspek kehidupan. Proses bars ini bisa dianalogikan sebagai sebuah proses bersih-bersih files di komputer kita. Running the bars dengan menyentuh titik demi titik tersebut, ibarat kita memilih files yang tidak lagi kita perlukan dan kemudian menekan tombol delete, sehingga files tersebut pun lenyap dan tidak akan muncul lagi, memberi space untuk kita isi dengan files yang lebih kita butuhkan dalam kehidupan kita.

Bars bantu normalkan kembali bentuk molekul tubuh


Selain manfaat di atas, bars juga memberi manfaat dalam menormalkan kembali bentuk molekul-molekul di dalam tubuh kita. Yup. Bentuk default dari molekul-molekul tubuh kita adalah bulat/lingkaran, namun karena beban kehidupan, rasa lelah, capek, stress, depresi dan energi negatif lainnya, merubah bentuk molekul yang tadinya bulat menjadi meruncing dan melukai sel-sel tubuh kita. Ini memberikan rasa nyeri/pain, sakit, ga enak badan, ga enak hati, dan aneka rasa negatif lainnya. Bars, membantu menormalkan kembali molekul-molekul tersebut ke bentuk default-nya, yaitu bulat, sehingga tidak akan melukai sel-sel tubuh lagi.

Jadi tuh, pada saat titik-titik bars itu disentuh oleh jemari praktisi bars, gelombang otak akan melembut sehingga behavioral patterns (pola hidup yang berulang), belief systems, dan points of view yang kita simpan dan tumpuk sedari kecil itu akan bisa diakses. Bars akan membantu hapuskan data-data tak berfaedah itu, sehingga lenyap dan tak lagi menjadi perampas kebahagiaan kita. Sesi bars, setelahnya, akan membuka aneka peluang tak terbatas bagi kita di masa depan, untuk kita masuki tanpa dihalangi lagi oleh kotoran-kotoran mental itu. 

Gimana sobs? Menarik banget, yak? Dan honestly, kelas bars bersama Coach Fena ini memang sungguh menarik, sama sekali ga bikin bosen, dan berhasil mengikat atensi kita semua untuk terus besemangat mengikuti sesi demi sesi kelasnya. Setelah teori dan beralih ke praktek giving and receiving bars, sungguh, kami semua begitu excited untuk praktek, saling memberi dan menerima bars, seraya melatih diri mengenali ke 32 titik ajaib sang pembawa perubahan itu.

Sungguh, ini teh, sebuah ilmu baru yang menakjubkan, dan aplicable untuk semua orang, loh! Aku sampai terharu, saat merasakan bahwa diriku yang truly logic person ini, ternyata mampu memahami dan mempraktekkan ilmu baru ini. Aih, thanks to Allah, the universe, Coach Fena, dr. Dave, my being and all the beautiful beings that took part in the class! Love you all, deh, pokoknya! 

Yeayy!! Kami semua telah lulus dalam kelas ini dan memperoleh sertifikat international sebagai pertanda kami kini menjadi Bars Practitioners! Yeayyy! What else is possible? How do I get any better than this? 

bars bandung
Coach Fena and Me, after the class. 

Well, temans tersayang, postingan ini sudah terlalu panjang, semoga apa yang aku urai bisa merasuk cantik untuk dicerna dengan sempurna dan dipahami dengan mudah, ya! Hari berikutnya, setelah sesi Bars, kami mengikuti sesi "Money, yang juga difasilitasi oleh Coach Fena." Kelas money juga tak kalah menariknya. Kalo kata aku sih, rugi banget kalo ga ikutan keduanya. Ya kelas Bars, ya kelas Money, biar komplit. Tertarik tentang kelas money? Aku ceritain pada postingan berikutnya, ya! Oya, sekalian juga mau cerita tentang aktivitas International Bars Day yang berlangsung di 175 negara pada tanggal 6 Januari kemarin. Seru pisan, euy!

Oya, jika kalian (teman-teman blogger yang di Bandung atau sedang ke Bandung) ingin dibars, jangan ragu, boleh kontak daku atau Nchie Hanie untuk dibars, ya! Tenang, I will do it for free as my contribution during this January. So, no worry about the price. How does that sound to you?

Dan, bagi teman-teman yang berminat untuk ikutan kelas bars ini, Sabtu nanti (12 Januari 2019), Coach Fena kembali buka kelas di Bandung, loh! Sok atuh, langsung hubungi Teh Nira pada nomor yang tertera di bawah ini, ya!


Sekian dulu, see you on the next post, thanks for reading, dears! 
Al, Bandung, 9 Januri 2019





8 comments:

  1. Terima kasih informasinya bunda :)

    ReplyDelete
  2. Bagus banget ya bars untuk kesehatan tubuh

    ReplyDelete
  3. Banyak manfaatnya ya ternyata bars itu

    ReplyDelete
  4. Wah jadi pingin di bars juga aku wkwk

    ReplyDelete
  5. Wah, saya pengen banget di-bars. Awalnya sih ngira begini, tes ini bisa dilakukan secara online seperti MBTI. Tapi ternyata langsung ke klinik. Bisa banget ngobrol-ngobrol langsung tenyata

    ReplyDelete
  6. Penasaran cerita kelas money nya Mbak Al...
    Dipijit sama tukang urut saja suka ketiduran saking merasa rileks apalagi ini dipijit di 32 titik dengan ilmjnyabya...
    Ingin semua beban dan masalah hidup saya juga didelete nih...

    ReplyDelete
  7. Duhhhh asik banget. Mau. Besok ke Bandung sih, tapi cuma semalem.

    ReplyDelete