Trip To Ciletuh 4 - Curug Cimarinjung | My Virtual Corner
Menu
/


Curug Cimarinjung, pernah mendengar nama curug yang satu ini. Eits, by the way, curug adalah bahasa Sunda untuk air terjun, ya, Sobs, jadi jangan bengong gitu donk kalo membaca tulisan curug. Hehe. Dan postingan ini adalah kelanjutan dari postingan sebelumnya, yang sudah tayang beberapa episode di My Virtual Corner ini. Curug Cimarinjung terletak di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Catet!

Bicara tentang traveling, catatan perjalanannya memang selalu seru dan menarik! Serasa tiada habisnya karena memang kesan yang tercipta selalu menggoda untuk dikenang, bahkan diulang. Seperti yang saat ini sedang aku rasakan kala menurunkan kenangan itu ke dalam bentuk tulisan ini, Sobs. Masih lekat di ingatan saat kunjungan ke curug ini. Hari telah beranjak sore, bahkan tak lama lagi sang pemancar cahaya akan segera menyusup di ufuk Barat. Walo tenaga telah terkuras oleh petualangan satu harian ini, namun secangkir bajigur yang aku minum di salah satu warung di Puncak Darma tadi, adalah penyuntik semangat ngetrip yang mampu beri keajaiban, sehingga dengan penuh semangat, kami mampu turun dari body Landy dengan cara melompat. Hap! Dan langsung mengikuti akang guide menuju jalanan setapak, di samping saluran irigasi yang mengarah ke curug Cimarinjung.

Suasana pedesaan sangat terasa. Aliran air yang mengalir di saluran irigasi ini terdengar gemericik. Sawah hijau yang tepatnya disebut ladang, menyajikan pemandangan hijau yang sejukkan mata. Tiba-tiba saja aku merasa seolah kembali ke alam masa kecil, saat masih tinggal di kampung, dan sering banget menghabiskan hari-hari soreku dengan mencari burung di pematang sawah, dan mencuci kaki yang kotor oleh tanah basah di kali kecil yang mengairi sawah-sawah penduduk. Hm... kuhirup aroma masa itu, dan aku seakan tertarik oleh pusaran waktu. *bukan lebay, lho, ya! Tapi emang rasanya begitu banget!

Kami terus melangkah, berbaris ke belakang tak ubahnya bebek yang rajin antri, satu persatu, karena jalanan yang kami tempuh memang jalan kecil yang hanya muat dua atau tiga orang berjejeran ke samping, tapi males juga kalo berjejeran ke samping sih, ntar kalo jatuh ke saluran air ini piye? Hihi. Jadilah kami berbaris layaknya bebek yang menuju kandang. Namun suara ceria obrolan tak mungkin untuk diredam. Badan boleh saja lelah, senja boleh saja menyapa, namun hati teteup donk, C E R I A! Apalagi ketika kami berhadapan dengan dua buah batu yang guedeee banget tinggi menjulang. Mangapit air limpahan air terjun yang tercurah dari ketinggian lebih kurang 40 m. Aih, ini kayak masuk ke zaman purbakala deh, ih! Banyak banget bebatuan besarnya.





Persis dinding batu Pak Flinston ya, Sobs? Hihi. Bersantai di lokasi ini, sembari menikmati keagungan ciptaan Ilahi Rabbi, adalah momen berharga yang tak selalu mampu kita raih. Apalagi diberi kesempatan untuk melihat cahaya jingga yang hendak masuk ke ufuk Barat, mengintip malu-malu dari celah bebatuan gede itu, duhai, betapa indahnya kreasi-Mu wahai Ilahi Rabbi.... Subhanallah.


Namun sayangnya, momen indah dan langka ini harus segera kami akhiri, karena suasana yang tadi sejuk dan damai, kini mulai terselip aroma misteri. Malam telah mulai memeluk bumi, dan...? Hiii.... eikeh ogah, ah, lama-lama di sini. Hayuk atuhlah kita pulang. Kalo siang atau daytime sih, berkunjung dan having rest here pasti akan asyik dan melahirkan banyak inspirasi. Tapi malam hari? Aih, kita kan bukan tim pemburu hantu, tapi tim blogger traveler! Halah.

catatan trip to Ciletuh 4, Curug Cimarinjung
Al, Margonda Residence, 28 January 2016
Words: 527



22 comments

Buat poto prewed bagus yaaa. Tema air

Reply

Waahah penggambaannya tidak lebay kok mbakyu. Memang gitu lah kalau kita sudah menyatu dengan Alam ciptaan Allah SWT. Membahana cetar cetar

Reply

Issshh pengen ke sana ih mba *_*

Reply

Wuah air terjun dan sunsetnya cantik banget.

Reply

Cantikkk bangettt..cocok untuk merefresh otak.

Reply

Foto-fotonya bagus banget, Mbak... Apalagi foto air terjunnya itu, soft banget gambarnyaaa... Kerasa banget, deh, segernya :)

Reply

foto yang di atas batu keren banget Mb, gak takut ya
hebat euy, masih kuat jejalan :)
oh, ya sekalian aku folow ya mb blog e

Reply

Dinding batunya cuantik abiiiss. Itu momentnya kok pas banget sih matahari tenggelam. Amazing ....

Reply

Hmmm nggak ada adegan basah2nya ya?

Reply

Aishh kerenn nih pemandangannya Mbakk Al.. Pengenn Ikutann ah

Reply

Wuih... tempatnya keren banget mbak Al. MAsih asri banget ya

Reply

wiiii curugnya mantaapp...
eh, tapi endingnya sungguh bikin penasaran haha

Reply

Endingnya bikin penasaran XD

Reply

Beraroma mistis gimana mbak al?
Merinding gitu ya!

Reply

Jadi mau ka Sukabumi ah, sering denger nama curug ini. Anak-anak pasti suka banget neh.
Ka curug yg ada di Garut udah belum mba Al hehe

Reply

batu-batunya cantik bangettt...

Reply

nah ini nih yang di cari, cocok buat refreshing di akhir pekan (y)

Reply

dinginnnn pasti disiniiii i

Reply

bangga jadi orang sukabumi punya curug seindah ini. tapi aku blm pernah maen ke sana coz lumayan jauh juga n aksesnya susah. hehe

Reply