Menulislah Dari Hati | My Virtual Corner
Menu
/
Menulislah dari Hati, inilah yang selalu mengawali jawabanku setiap ada teman yang bertanya, baik secara offline [berhadapan] mau pun via chitchat on messengers. Apa pertanyaannya? Ya itu, tentang tips menulis jitu. Agar bisa mengisi blog kita secara kontinue, ga mut2an [moody]. Bagaimana mencari ide dan mengembangkannya menjadi tulisan yang apik, dan beberapa pertanyaaan terkait lainnya, yang intinya adalah ingin bisa menulis produktif. Seperti Mbak Al gitu lho! Pungkas si penanya. Aih, benerkah aku seorang blogger produktif? Hihi, kayaknya tidak terlalu deh, tapi aku memang hobby posting! :D

Jadi, jika ditanya apa sih tips agar kita dapat menjadi penulis/blogger yang produktif, dalam artian konsisten posting/update postingan. Maka jawabanku adalah seperti ini nih, Sobs;

1. Menulislah dari Hati

Inilah saran pertama yang aku berikan. Ya, menurutku, menulis dari hati, adalah kunci utama untuk membuka gerbang pikiran, agar nyaman bekerja hasilkan kata demi kata yang membentuk makna yang baik dan renyah.

2. Mengkreatifkan Pikiran [Menangkap Ide dan memaksimalkannya].

Maksudnya adalah, melatih pikiran kita untuk lebih kritis bekerja. Percaya enggak, Sobs, jika ide itu tersebar di mana-mana?. Bahkan dari selembar tissue atau sampah yang dilemparkan pengendara/penumpang mobil yang sedang melintas di jalan raya sekali pun. Atau dari seorang bocah penjual batu giling/cobek yang menjajakan dagangannya di persimpangan jalan. :)?

Hanya saja, tidak semua pikiran terpacu untuk bekerja maksimal, untuk kreatif mengolah apa yang dilihat oleh mata, dirasa oleh lidah, di dengar oleh telinga, untuk diterjemahkan ke dalam tulisan. Itu saja sih menurutku.

3. Jangan Membebankan Diri Pada Bobot Tulisan

Tulisan yang berkualitas atau berbobot, tentulah menjadi idaman setiap penulis/blogger. Setiap kita, sudah pasti ingin menghasilkan tulisan yang keren, berbobot dan [bahkan mungkin] menjadi trending topic. Tapi yakinlah, Sobs, jika patokan ini kita bebankan kepada diri kita, maka mungkin jumlah tulisan yang akan kita 'telorkan' di blog kita, akan bisa dihitung dengan jari deh. Apalagi jika kita bukanlah orang yang jago menganalisa dan merangkai kata, maka dipastikan, akan sering deh kita berhadapan dengan yang namanya 'writing block' alias ide mentok.

Ya iyalah, gimana mau menghasilkan tulisan keren dan bagus, sementara ide aja sulit kita dapat, gegara setiap ide yang terlintas, sudah berhadapan dengan tuntutan 'harus berbobot', atau 'ini keren ga ya? ini bagus ga ya kalo ditulis?'

Jadi, menurutku sih, jangan dulu paksakan diri untuk menghasilkan sebuah tulisan yang 'berbobot atau sangat berbobot'. Menulis saja dulu deh, menulislah dari hati, bermodalkan ide yang terlintas di kepala, atau yang terlihat oleh mata, didengar oleh telinga atau ditangkap oleh rasa. Singkirkan patokan 'harus berbobot', dan mengalirlah dengan kalimat-kalimatmu sendiri. Jangan pernah mencoba untuk meniru gaya tulisan orang lain, tapi ciptakan karakter tulisanmu sendiri sedari dini. Be different!

Percaya deh, tulisan yang ditulis dari hati, walau awalnya mungkin hanya sebuah tulisan sederhana, lama-kelamaan, kita akan terlatih untuk lebih terampil dalam mengolah dan mengemas ide kita menjadi sebuah tulisan yang apik lho!

Nah, itulah tiga poin sederhana yang biasanya saya pakai dalam menghasilkan tulisan-tulisan di ruang saji saya ini, mau pun di ruang saji pada rumah maya saya yang lainnya.

Semoga postingan ini dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Sahabats yang memiliki pertanyaan serupa yaaa. Dan bagi para master yang ingin berbagi tipsnya tentang bagaimana melecut diri untuk produktif menulis, monggo atuh ditambahkan tipsnya di kolom komentar. Trims sebelumnya lho.

Sekedar sharing,
Al, Bandung, 15 September 2013


33 comments

Setuju sekali Mbk.

Menulislah dari hati, kalimat ini juga yang sering saya ungkapkan kepada beberapa orang yang bertanya tentang bagaimana cara menulis yang baik, dan konsisten menjadi seorang blogger.

Saya pun juga tidak terlalu ngoyok menulis, karena saya masih menjaga hubungan baik dengan semua sahabat, aktif nulis tapi tidak aktif BW juga hasilnya nol besar.

Bukankah seperti Mbk Alaika?.

Bangga kenal Mbk Alaika, di samping rutinitas yang padat sekali, namun masih bisa menghasilkan tulisan yang banyak menginspirasi.

Semoga semakin konsis menulis ya Mbk.

Salam dari Kota Jember.

Reply

Postingan ini membuat diriku lebih bersemangat lagi menulis wlw dengan bonek..Oh hatiku kaulah yang menuntunku tuk engungkapakan apa yang ada di pikiran in wlw kadang mampet pet..keep on writing wth yr heart.

Reply

Inspiratif sekali Mbak.. Tapi kalo aku yg paling susah itu membagi wkt antara tugas rutin dan menulis hingga menjadi sebuah tulisan.. Dan yg paling susah tuh bila sdh sampe rumah dan pny waktu, eh..rasa kantuk datang mengalahkan segalanya.. Walah kacau jadinya..

Reply

Setuju banget sama artikel ini. Banyak blogger jaman sekarang yg menulis bukan karena senang menulis, tapi karena kebelet pengen jadi artis. Yg kayak gitu biasanya antara tulisannya garink, atau jadi tukang copas tulisan orang laen...

Reply

Makasiiih Mba Alaika atas tips kerennya... *10Jempol :)

Reply

Jangan Membebankan Diri Pada Bobot Tulisan

Yang nomer tiga ini saya setuju banget Kak ...
Karena banyak orang nggak jadi nulis karena kuatir ...
kuatir :
aaahhh nanti kelihatan cemen
aaaahhh nanti dikatain orang
aaahhh nanti tidak informatif
aaahhh nanti nggak booming ...
dan sebagainya ...

Selama itu Tidak Jorok, Tidak Nyontek dan Tidak Bohong ... ya Tulis saja !!!
Itu karya anda

Salam saya Kak Al

Reply

Kali hatinya lagi kacau menulispun jadi galau.......

Reply

No. 3 itu yang selalu menjadi kendala :D

Reply

Makasih tipsnya mak, bermanfaat sekali, menulislah dari hati :)

Reply

Iya, yang paling penting untuk menjadi blogger berkarakter/berciri khas adalah menulis dari hati dan tetap menjadi diri sendiri. Karena dengan menulis dari hati, tak ingin meniru gaya orang lain, maka Insyaallah, kita akan dapat menulis dengan santai, mudah dan mengalir. :)

Saya juga senang banget lho bisa ber'temu' dan bersahabat dengan kamu, Imam. :) Trims untuk doanya yaaaa. Doa yang sama untukmu.

Salam hangat dari Bandung.

Reply

Ayo, Mbak, makin semangat hasilkan tulisan yuk, yang penting menulis dari hati, dan pasti kita akan terpana melihat hasilnya. :)

Reply

Kalau dari hati malah hasilnya lebih memuaskan ya, Mba. Meski memuaskannya masih untuk diri sendiri. Hehehe.

Belajar menulis, terus terus dan terus belajar. .. :)

Reply

Hehe, yang paling susah memang menaklukkan rasa kantuk, Mbak. Kalo saya, justru di saat banyak pekerjaan dan bikin stress, saya lari ke menulis sebagai refreshing. Dan jika berhasil posting di kala masa genting spt itu, rasanya LUAR BIASA. Hehe.

Reply

Yang nomer 3 mbak selalu jadi pikiran. kalo gak bikin tulisan yg bagus dan berkualitas nanti gak ada yg baca. jadi mesti mikir lamaaaaa untuk bikin tulisan yang bagus. dasarnya emang kurang kreatif kali ya makanya susah dapet ide hehe

Reply

setuju, Mbak. Sy juga bbrp kali ditanya spt itu. Jawabannya kurang lebih sm. Dan sebaiknya tulisannya yg kita kuasai/suka. Jgn ikut2an hy krn lagi byk org menulis ttg satu hal, trus kita ikutan pdhl kita gak suka nulis ttg itu

Reply

Kalau menurutku sih memang mbak Al termasuk sangat produktif sebagai seorang blogger.
Hebat... bisa membuat beberapa postingan dalam sehari.
Aku aja kini makin susah mau posting tiap hari :D

Reply

Setuju dengan semua yang bak Al tuiskan di sini. Menulis memang harus dengan hati dan tidak memikirkan bobot tulisan. Sebab bila semua keluar dr hati kita otomatis akan membuat bobot tersendiri. Menjadi ciri khas kita dalam menuangkan apa yang ada dlm hati dan pikiran kita.

Reply

iya ya mbak,kl bagi pu menulis itu rileksasi....

Reply

Stujuuu kak... walaupun ane aslinya gak suka nulis, tapi sekrang sedang membiasakan dan memaksakan diri menulis, semoga apa yang ane tulis juga dari hati, karena sesuatu dari hati akan mngena d hati para pembacanya... amin.. :D

Reply

bener, tulisannya akan terkesan dipaksakan karena dia tidak memunculkan karakternya sendiri. Mengadopsi punya orang lain tanpa disesuaikan sedikitpun. :)

Reply

Sama2, Awan. Semoga berguna yaaa. :)

Reply

Bener sekali Om, dg menanam mindset bahwa kita tidah harus melulu menulis sesuatu yang berbobot, dan menulis sesuai dg cara kita sendiri, dari hati kita sendiri, saya yakin, menulis itu akan lancar adanya. Begitu kan Om?

Reply

Saya bahkan pernah lhooh selalu disindirin kawan-kawan di kampus.. karna saya itu lebih sering ngurusin blog kalau ada waktu senggang di kelas..

Mungkin awalnya karna tulisan saya emang gak terlalu berbobot yang isinya mungkin cuman cerita2 pengalaman pribadi saja.. Tapi toh saya pikir gak ada salahnya lah, namanya juga untuk proses belajar yaa.. ^_^
Dan sekarang saya malah udah bisa menikmati untuk bisa membuat tulisan-tulisan di blog,, terkadang pun juga bisa jadi berbobot.. Setuju dengan yg Mbak Alaika katakan, semua gak harus dipaksakan biarin aja mengalir secara alami dari dalam diri kita sendiri..

Salam kenal Mbak Alaika,, ini kunjungan pertama saya!! :-D
Saya salut dengan semangat menulisnya.. mudah2an saya bisa ketularan..

Reply

Smua makhluk membthkan knymanan dlm k hdpan .

Reply

Allah menurunkan brmacam2 teguran tuk kta ,spya kta tdk mlpkn a ...

Reply

bener kali kak, menulis dari hati dan akan dibaca dengan hati pula. karena tulisan atau ceritanya mengalir begitu aj. kalo dipaksa berbobot ya belum apa apa uda jadi berat gitu :)

Reply

Kalau saya kadang ide untuk tema menulis aelalu ada tp selalu berakhirenjadi draft ga pernah beres dan di publish..hahaha.. mungkin harus belajar fokus dan disiplin dlu.. hehehe..

Reply

Setuju banget, nulis ya nulis aja ya mbak, enggak perlu mikir harus begini begitu. Ntar malah kagak jadi nulis. Tfs ya mbak :)

Reply

tulisanku byk yg gak berbobot, tp dr hati kok hehehe

Reply

Betul banget mbak, saya merasakan bedanya saat menulis konten dengan aturan ini itu dan nulis blog yang, ya, apa adanya. lebih cepet selesai. lbih mengalir

Reply

setujuuu bgian jgn mikir hrs berbobot ntar ga nulis2. akuuu bgt itu. nulis dulu dari hati jgn banyakan mikirin spy selalu disukai org

Reply