Archive for February 2012
Menu
/ /


Cerita ini sebenarnya ingin diposting sesegera mungkin, berbagi rasa bahagia yang melanda jiwa setelah berhasil ketemuan dengan seorang sahabat yang telah sekian lama saling bersilaturrahmi di dunia maya. Namun sobs... niat apapun boleh, pelaksanaannya ini yang terkadang memerlukan berbagai adjusment atau penyesuaian.  Ya kan sobs? 

Begitu juga dengan hal ini sobs, saat hendak bikin postingan tentang KopDar-an dengan mba Lydia, eh sudut kanan rumah mayaku memberi notifikasi update postingan terbaru dari si mba cantik ini. yang ternyata adalah postingan tentang Giveawaynya emak-emak blogger. (Tadinya aku kira diriku akan keduluan oleh postingan beliau, updating tentang KopDar-an kami, hehe).

Maka, mengejar waktu pendaftaran yang hanya tinggal 45 menit lagi, mau tak mau niat awal bikin postingan tentang KopDar ini terpaksa ditunda dulu deh. Jadilah aku ngebut bikin postingan ini untuk ikut kontes emak-emak blogger.

Lalu sesampai di 'room sweet room' kok malah jadi posting tentang 'I am home' terlebih dahulu. Tadinya sih sebagai info juga dalam merespon perrtanyaan beberapa sahabat tentang dimana diriku kini... (cieee). Barulah malam ini rencanaku akan bikin postingan tentang pertemuan pertama dengan seorang ibu cantik yang ternyata tampilannya lebih mungil dibanding foto-fotonya di blog lho! :)

Eh ternyata sobs... baru buka blog, sebuah judul di blogroll sahabat begitu menggelitik jemari ini untuk meng-klik link tersebut, jadilah diriku berkunjung dan terinspirasi pula diriku untuk membuat sebuah kisah nyata yang pernah aku alami, berkaitan dengan cerita di blog sahabat tersebut. Menarilah jemari ini selama kurang lebih 35 menit, merangkai kata membentuk postingan ini. Alhamdulillah... published, done!

Kini, saatku untuk melunaskan utang pada diri sendiri sobs, yang telah sekian lama berniat untuk segera menuliskan kisah pertemuan pertama kami. Bailah sobs, tak perlu memperpanjang intro lagi, let me start the main topic yaa...

Seperti yang telah diceritakan oleh Mba Lydia di sini bahwa pertemuan kami benar-benar tidak terencana. Berawal dari balasan komenku terhadap pesan yang ditinggalkan oleh beliau di salah satu postinganku, menanyakan keberadaanku, sebuah telp masuk menyapa. Ternyata sahabatku yang satu ini. Mba Lydia sobs! I am so happy to hear her voice. Lembut banget lho! :)

Karena beliau juga tinggalnya di Bekasi, maka semakin kuatlah keinginan kami untuk saling bertemu. Tanggung banget kan sobs... udah tinggal sejengkal lagi kok tidak dijadikan, rugi donk. Maka sepakatlah kami untuk saling bertemu satu jam kemudian.

Adalah Mega Bekasi Mall yang kami jadikan tempat pertemuan. Aku sengaja mengikutsertakan Lilis, sahabatku tempat aku menginap (sudah seperti adik sendiri sih) dalam pertemuan ini. Karena setelah itu aku dan Lilis masih punya agenda lain sebelum keberangkatanku besok pagi kembali ke tanah air Banda Aceh. 

Jika pada pertemuan sebelumnya, terjadi jam karet yang memang melaaar banget (ngelirik stupid monkey, hehe), maka dengan bangga kusampaikan bahwa kali ini pertemuan dapat dikatakan terjadi 'on time'. Makasih banget lho mba Lydia, hebat deh, kita bisa bertemu tepat waktu. :)

Tak sulit untuk menebak sosok wanita yang satu ini sobs, terbukti bahkan temanku Lilis bisa dengan jitu menebak yang mana si mba Lydia, padahal Lilis baru sekali aja tadi kutunjukkan foto mba Lydia di profile blog Mama Cal-Vin lho. Artinya? Mba Lydia secantik fotonya lho sobs... tapi yang aslinya lebih mungil. :)

Kami hang out sekian lama di salah satu cafe di dalam Bekasi Mega Mall, ngobrol asyik, ngalor ngidul sedikit sampai akhirnya beranjak untuk menemaniku shopping. Cari selendang untuk hijab gitu deh sobs. Pertemuan kami semakin diperpanjang akibat hujan yang sepertinya enggan untuk berhenti, seakan memberi tanda agar pertemuan ini diperpanjang lagi... Memang asyik banget lho sobs KopDar itu. hehe... pada iri yaaa? (ngelirik Ririe dan Maya...). haha.

Penasaran pasti ingin lihat foto-foto kami kan sobs? okay, here they are!


Kelihatankan happynya sobs? :)
Nah yang dibelakang Alaika dan Mba Lydia adalah Lilis,
sahabat yang sudah seperti adik sendiri bagiku sobs.
Fotonya emang blur tuh sobs, tapi aura cantiknya masih dapet kan? hahaha

Sebenarnya masih ada satu sahabat blogger lagi yang juga kami harapkan dapat bergabung, Mira Ayank, pada kenalkan sobs? Namun sayang beliaunya sedang mengikuti workshop dua hari so didn't have chance for the KopDar. Mudah-mudahan lain kali akan ada kesempatan ya Ra.. :)


Well sobats tercinta, itulah liputan sekilas tentang pertemuan pertamaku dengan Mamanya Pascal dan Calvin, sungguh menyenangkan. Makasih atas waktu dan kesediaannya lho mba Lyd. I do appreciate it. Semoga segera bisa bertemu lagi ya mba... :)

Sobats,

malam telah larut, bahkan kini telah dini hari, yuk tidur yuk, ngantuk euy! Have a very good rest and nice dream ya sobats!

Saleum,

Alaika
Read More
/ /
Dear sobats maya tercinta,

Alhamdulillah ya Allah…. Akhirnya bisa nulis lagi dengan santai di kamar indah ini. Kalo sobats sering mengatakan ‘my home sweet home’, maka karena aku dan Intan hanya nge-kost di sini, so just could say ‘my room sweet room’.

Hm… kemanapun kita pergi, kerinduan akan kamar atau rumah kita sendiri akan selalu mendominasi ya sobs. Seindah apapun tempat orang atau hotel yang kita pakai menginap, teteup aja kangen dengan rumah dan kamar sendiri…

Itu juga yang kurasakan akhir-akhir ini sobs… rasanya kok kangen nulis di atas karpet coklat kesayangan, sambil duduk selonjoran kaki dibawah meja lipat yang aku pakai untuk menulis. I do miss this moment!

Selain merindukan kamar indah ini (setidaknya indah dimataku maksudnya sobs, hehe), tentu kerinduan terhadap putri tersayang adalah hal yang tak dapat dipungkiri. Kangeeen banget rasanya pada makhluk cantik yang pernah ngendon 9 bulan didalam perutku ini sobs. Hehe. (Ya iyalah, jenenge anak e, piye toh?).

Perpisahan yang hampir dua minggu ini, sungguh membuat kami merasa gimanaaa gitu sobs, soalnya baik aku dan Intan memang merasa begitu dekat, selain sebagai ibu dan anak, kami juga merasa bagaikan sahabat karib yang tak terpisahkan.  Walau komunikasi diantara kami tetap terjalin oleh bantuan telephone seluler maupun BB Messenger, namun interaksi secara langsung teuteup kami rasakan sebagai kebutuhan utama..

Makanya begitu saling ketemu kemarin sore saat aku menjemputnya di depan gerbang sekolah, tak sabar Intan berlari, membuka pintu mobil dan kemudian memeluk dan menciumiku erat, sementara mobil belum lagi sempat aku parkir dengan baik karena rencanaku begitu Intan masuk ke dalam, aku akan segera melajukan mobil kembali ke rumah Umi dan ayah, yang telah menyiapkan makan malam untukku dan Intan, dan melepaskan rasa kangen ini disana.

Eh ternyata reaksi putriku malah diluar dugaan, pelukan eratnya membuatkku gelagapan. Walau telah bertumbuh menjadi seorang ABG, pelajar SMU kelas satu, tetap saja seorang anak itu akan bertingkah seperti anak kecil yang manja saat bertemu kembali dengan ibunya ya?…. Aku jadi senyum-senyum sendiri di hati.

Setelah makan ‘sore’ di rumah ayah dan umi, aku dan Intan segera pamit untuk kembali ke our ‘room sweet room’ dunk, ga bercengkrama dan update berita terlebih dahulu pada ayah dan umi?
Kalau soal update berita, udah donk sobs, kan aku di jemput ayah dan umi ke bandara, pesawat yang membawaku dari Jakarta ke Banda Aceh landed sekitar pukul 14.25 siang dan kedua orang tua tercinta telah stand by menanti putri tersayangnya ini. Makasih ya Yah, makasih Mi… you are always the best deh.

Mata Intan berbinar ceria saat sesi bongkar koper bawaanku sobs… dan kuyakin ini adalah saat-saat paling exciting yang juga pernah kita alami saat menjadi seorang anak dahulu ya sobs? Saat ayah – ibu kita kembali dari suatu perjalanan, adalah saat bongkar oleh-oleh ini yang paling mendebarkan. Dan aku sangat menikmati jeritan kegembiraan dan binar ceria di mata Intan  juga si mba, saat mereka berdua mengeluarkan satu persatu barang bawaanku.

Alhamdulillah Intan termasuk anak yang gampang diajak mengerti akan situasi dan keadaan, dan juga karena aku sangat sering bepergian, maka aku tak lagi membiasakan Intan dengan banyak oleh-oleh. Apalagi jika hanya ke Kuala Lumpur menjenguk papanya, yang hampir setiap bulan memang aku lakukan, maka oleh-oleh dari sana hanya beberapa bungkus coklat saja sudah cukup, dan Intan tak pernah protes. :)

Juga dari perjalananku kali ini ke Solo, Yogya maupun Jakarta, aku hanya membawa beberapa T-shirt bertulisan Yogyakarta untuk Intan dan si mba, dari Jakarta hanya kubelikan dia dan si mba masing-masing sebuah tas cantik sesuai dengan keperluan mereka. Untuk Intan lebih besar karena akan dipakai untuk pergi kursus, sementara si mba, tas mungil yang akan dapat dipergunakannya menempatkan dompet dan handphone jika bepergian. Kulihat mata keduanya begitu berbinar, dan tentu aku bahagia donk…

Dan puncak histeris keduanya adalah saat si mungil ini keluar dari persembunyiannya sobs.. hehe…

 Yang jadi oleh-oleh adalah si mungil yang sebelah kiri sobs, 
Shoun yang kanan sih sudah lama bersama Intan.

Well sobs, ga terasa halaman ini telah dipenuhi sekian banyak kata padahal niat awal tadi hanya ingin membuat sebuah postingan just to share you that I am already home.

Mudah-mudahan sobats ga sampai bosen membacanya ya sobs, kini saatnya aku melunaskan hutang-hutangku pada para sahabat yang telah setia berkunjung dan meninggalkan jejaknya di pondok sederhana ini….

Saleum hangat dari tanoh Aceh Lon Sayang,

Alaika


Read More
/ /

Barusan main ke 'rumah'nya Mba Lydia dan terpana mata ini menatap judul yang terpampang di postingan terbarunya..... Ngeblog Bikin Happy. Aku udah curiga nih, pasti ini kontes, dan kontes yang kalo ga salah satu teman blogger pernah mengingatkan aku untuk ikutan kontes ini kira-kira seminggu yang lalu.

Bener saja sobs, ini memang kontes. Segera kulahap (kayak makanan ajaaa?) rangkaian kata yang tercetak rapi di postingannya mba Lydia yang tadi sore baru saja KopDar denganku, hehe.

Ya ampun, ternyata deadlinenya adalah 45 menit lagi. Masyaallah, bisa ga yaaaaa?
Karena sedang chat dengan Ririe maka aku tanya dia apakah dia ikutan dan Ririe ternyata sedang mengerjakan tulisan lainnya sehingga ga sempat lagi untuk ngejar postingan yang ini, karena Ririe juga baru tahu akan Giveaway ini tadi siang via FB.

So, kami pun sepakat untuk menghentikan conversation di Yahoo Messenger dan kembali pada aktifitas masing-masing. Maka mengingat waktu yang sangat singkat, aku tak ingin berlama-lama deh kali ini untuk intronya sobs... (tapi kalo direnungkan kembali tuh sobs, ternyata aku tuh kok selalu aja posting artikel kontes at the last minute yaaa? Huft!).

Ok, let me start yaaa...

Seperti tercantum di judulnya, aku sengaja tak memberikan judul lain di artikel ini, tapi murni judul sesuai dengan thema kontesnya yaitu Ngeblog di Mata Perempuan.


Bagiku blogging itu adalah kegiatan yang sungguh menggembirakan dan sangat membahagiakan. Apalagi mengingat kegemaranku menulis yang seakan sulit dihentikan, walau yang ditulis itu hanyalah sebuah corat coret tak bermutu, tapi membacanya kembali di postinganku selalu mampu menerbitkan rasa bahagia di hati. Mampu merefresh pikiran dari rasa penat akibat tekanan pekerjaan. Maka terbentuklah beberapa blog yang kucoba sesuaikan berdasarkan tema tulisannya.

Tak tanggung-tanggung sobs, dalam seminggu sejak blog induk 'My Virtual Corner' tercipta, aku langsung membangun 5 blog lainnya. Haha...dasar maruk banget ya sobs. Terbukti, nafsu besar tenaga kurang itu berlaku banget bagi diriku sobs. Ke enam blog ini pun jadi terlantar sebulan kemudian. Hehe.

Bukan sobs, bukan karena aku tak mampu mengisi postingan di masing-masing blog itu, tapi karena aku juga sibuk dengan pekerjaanku yang semakin menggila. Mengelola blog induk aja bikin kewalahan, konon lagi mau update dan kelola kelima lainnya. Ampuuun dweh. Hihi.

Akhirnya, jadilah blog-blog tersebut hidup segan mati tak mau sobs... Tapi untuk blog induk, My Virtual Corner memang aku usahakan untuk semampu mungkin mengisinya secara teratur sobs, walau terkadang niat yang kuat saja belum cukup sih, waktu untuk itu juga harus lah selalu tersedia, dan ini yang sulit!

Tapi Alhamdulillah, dibalik kesibukan pekerjaan yang semakin tak kenal kompromi, aku berhasil juga mengupdate postingan, malah mulai mengenal fenomena Blogwalking, yang ternyata begitu menyenangkan. Bersilaturrahmi, baik di dunia nyata maupun sekedar di dunia maya, memang sangat memberi efek positif sobs. Selain menambah teman, juga kita mendapatkan berbagai inspirasi dan ilmu pengetahuan baru, bersumber dari postingan-postingan para sahabat yang kita kunjungi itu.

Di mataku, blogging itu sungguh indah dan sangat bermanfaat. Selain menambah ilmu pengetahuan dan sahabat, juga kita dapat mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh sahabat blogger semisal kontes, atau mendapatkan anugerah berupa awards (yang selalu membuat hati berbunga-bunga), dan berbagai kegembiraan lainnya.

Satu lagi kegiatan menarik lainnya dari blogging adalah saat sesama blogger sepakat untuk melanjutkan pertemuan di dunia nyata alias KopDar. Sungguh mengasyikkan. Kegiatan ini pula yang kulakukan di Minggu-minggu terakhir ini, dan jangan ditanya bagaimana perasaanku sobs. BAHAGIA bener! hehe.

Jadi jika ditanya pendapatku tentang ngeblog dimataku sebagai perempuan (emak-emak yang juga bekerja), maka dengan pasti jawabanku begini;,

Ngeblog adalah suatu kegiatan yang sangat positif, yang mampu memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pengetahuan kita berdasarkan sajian artikel yang ditulis oleh para sahabat, meningkatkan jumlah sahabat, dan meningkatkan silaturrahmi., Selain itu, dengan ngeblog, kita menjadi terlatih dalam menyusun kata, mengasah pemikiran dan berani dalam menyampaikan pendapat, walau mungkin hanya melalui tulisan dan terbatas di dunia maya.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes “Ngeblog di Mata Perempuan” 
yang diselenggarakan oleh 
Read More
/ /



Dear sobats maya….

Pasti banyak yang sudah ke ‘rumah’nya Una donk hari ini? Dan tentunya udah baca update dari si nona kriwil nan sering tersenyum manis ini tentang pertemuan pertama kami (KopDar) di daratan (baca: Central Park) kemarin.

Hehe… yang namanya KopDar itu emang seru lho sobs… bikin kita exciting gimanaaa gitu.
Tapi terkadang juga terselip rasa gregetan di dalamnya (baca: jika jam karetnya tuh, melarnya kelamaan! #Ngelirik mas Stumon sambil tersenyum manis, kan udah ga kesel lagi. J).

Pendapat para sahabat blogger tentang KopDar memang beragam. Ada yang dengan senang hati ketemuan dengan para sahabat dunia maya agar persahabatan itu juga berlanjut ke dunia nyata, ada yang hanya senang dan nyaman persahabatan itu bertahan di dunia antah berantah ini saja dan enggan membawanya ke daratan, ada pula yang ingin KopDar tapi kok yaaa takuuut atau gimana gituuu yaa? Dan aneka pendapat lainnya....

Setiap kita memang bebas menentukan sikap, sesuai dengan kenyamanan yang kita rasakan. Benerkan sobs? Bagiku…. Mengenal seseorang di dunia maya, dan berkesempatan membawa persahabatan itu ke realita (dunia nyata), selalu saja menyenangkan. Ujung tanya yang selama ini bersemayam di jiwa, bahwa is she/he real? Apa dia bukan sebuah robot? Akhirnya berakhir. Terbukti, bahwa orang yang selama ini chat (via yahoo, skype or event di fb) ternyata adalah benar manusia adanya. Hehe…

Hal yang sama juga berlaku di alam pikiranku terhadap pertemuan di darat dengan sahabat blogger.  Memang sih ga mungkin  menduga bahwa robotlah yang membuat postingan, tapi jelas, terselip tanya di hati terhadap para sahabat yang kurang jelas mencantumkan identitas di profilenya, misalnya saja ga jelas apakah dia male or female…

Bisa saja kan? Kita lama berteman dengan seorang sahabat, yang di blognya seolah dia cewek, eh ternyata setelah sekian lama bersahabat, dan ujung-ujungnya ternyata dia adalah seorang cowok. Whaat??? Bukan aku yang ngalamin ini sih, tapi seorang teman blogger, mengalami kisah ini….

Terus kenapa jadi bahas masalah ini ya? Kan judulnya tentang KopDar dengan Una dan mas Stupid Monkey?  Hehe….

Iya ya?? Bener juga, kok malah ngelantur ngalor ngidul ga jelas gini yaaa? Dasar Alaika ini, tah apa ntah ditulisnya!!

Ok sobs, baiklah, yuk kumulai yaaa….

Seperti yang telah dipaparkan Una di rumah mayanya… bahwa pertemuan ini terwujud setelah perencanaan matang (halah…., sampai saking matangnya kita jadi lupa menanyakan nomor telephonenya si mas stumon), melalui yahoo messenger conference chat maka sepakatlah kita untuk ketemuan di Central Park. Notulen (jiaaah) malam itu, jeng Ririe, jelas-jelas mencatat bahwa pertemuan akan dilaksanakan di depan Carefour, Central Park, jam 1an setelah Jumatan.

Maka, tibalah aku tepat waktu (jam 1.00 pm) di depan carefour. Celingak celinguk (kok kayak temannya mas stumon yang di hutan ya?) sebentar, aku berinisiatif mencari tempat duduk. Berhasil kutemukan tempat yang ‘layak’ di depan Burger King. Duduklah aku disana dengan santai sambil melanjutkan drafting postingan ini (untuk ikutan GAnya mba Nique) at the last minute. Masih via BB.

Tak lama sms dari Una masuk mengabarkan dia sudah ditempat, dan kuminta untuk menuju ke depan Burger King saja dimana aku sedang duduk. Beberapa menit kemudian, seorang gadis berkacamata dan berambut kriwil, muncul sambil melambaikan tangan.

Berdiri aku menyambutnya, senyum ramah itu terkembang, yang tentu kubalas dengan senyum riang penuh suka cita. Lalu cipika cipiki pun tak terhindari.  Kami berpelukan dan berniat kembali ke posisi meeting point yang telah kami tetapkan. Sekilas info sobs... ternyata Una tidaklah segemuk yang dia sendiri gemborkan lho.... jauh lebih kurus tuh! :)
Kekuatiran mulai menggejala saat kita menyadari tak ada tanda-tanda kehadiran dari si makhluk gunung bernama Stupid Monkey. #Nyengir @Stupid Monkey, peace mas! Jangan marah ya disebut sebagai makhluk gunung, hihi.

Lebih kuatir lagi saat kami menyadari bahwa tak satupun dari kami yang memiliki nomor HPnya. Gawat. Kucoba mengintip YMnya, in case dia online dan bisa kumarahi karena tidak tepat waktu. (hehe…ketahuan banget tukang marah yaaa… rencananya kok mau marahin orang!, hehe).

Tak ada tanda-tanda kehidupan dari contact YMnya. ‘offline’! Perfecto.
Malah Ririe yang terlihat online, maka segera kutanyakan padanya jika saja Ririe punya nomor si mas stumon. Nihil sobs.

Well, nothing to do then! Kami pun berinisitif menjaring orang-orang berambut gondrong karena indikasi mas Stumon adalah berambut panjang. Hanya satu pria berambut gondrong di depan Carefour, dan seperti kata Una, tidaklah memenuhi syarat untuk menjadi mas Stumon, walau kami belum pernah melihat the real of mas Stumon. Hehe…

1 jam terlewati dengan ngobrol ini itu berdua Una. Tak ada tanda-tanda kehadirannya. Aku mulai gregetan dunk. Dan mulai merencanakan untuk bikin postingan berantai di blogku dan Una tentang ke-jam-karet-an nya mas Stumon yang begitu super.

Kucoba lagi mengintip ke YMku di BB, dan Alhamdulillah dia nongol. Online. Langsung kusambar.

‘Woiiii…. Kita udah 1 jam lebih nih nungguin, kok belum muncul? Dimana neh?” kurang lebih begitulah isi pesanku yang lgsg hadir di monitor PCnya.

‘Waduuuh, maaap… aku lupa.! Kalian masih disana?’

Whaaat???? Mendidih darahku rasanya, jika saja mas Stumon dihadapanku, udah kukutuk deh dia menjadi ‘Smart Monkey’. Biar ga lupaan dengan janjinya. Hehe.

Balas berbalas pantunpun berlangsung beberapa menit sampai akhirnya sepakat untuk menunggu kehadirannya in a few minutes a head.

Aku dan Una pun memutuskan untuk nungguin si mas Stumon di Urban Kitchen, pesan makanan, duduk nyantai. Aku permisi sejenak pada Una untuk focus mengupload postingan yang telah ku draft di Bus tadi ke blogku. Maklum sobs, aku punya hutang postingan untuk ikutan GAnya mba Nique, janji yang telah lama aku ikrarkan tapi belum berkesempatan merealisasikannya.

Maka tadi dalam bis, aku coba merangkai kata, menyusun sebuah draft untuk nanti di postkan dalam rangka mensukseskan perhelatan/GA yang diselenggarakan oleh mba Nique ini.

Oya sobs, sambil posting,  Ririe, di Banyuwangi, telah menanti saat-saat pertemuan ini dengan perasaan berdebar. @ini mah lebay! Ga mungkin lagi Ririe sampai berdebar ya Rie…? Hihi.

Lalu kuaktifkanlah webcam dari laptopku, begitu juga Ririe. This is the first time for me and Una to see her and vise versa.  Kamipun saling melambaikan tangan dan melemparkan senyum termanis. Kurasakan, di lubuk hati terdalam, desir indah persahabatan kini tak lagi hal mustahil. Jarak tak lagi menjadi penghalang terciptanya kebersamaan ini.

Bantuan teknologi, telah mendekatkan yang jauh dan semakin mendekatkan yang dekat (untuk kalimat italicnya aku sedikit ragu, hehe).  Saling mengenal, saling menatap, tak harus dengan saling berhadapan secara nyata. Again, Communication and IT provide their best support.

Subhanallah. Puji Syukur kehadirat Nabi Besar Allah SWT yang telah membawa umat manusia dari alam kebodohan ke alam yang penuh ilmu pengetahuan. Kealam yang begitu canggih ini. Subhanallah, Alhamduillah.

Well, Una dan mas Stumon saling sms-an dan tak lama seorang laki-laki gondrong hadir di depan mata. Tersenyum cengar cengir menyalami kami sambil memperkenalkan nama aslinya. Penasaran nama aslinya mas Stumon kan?

Ntar para sahabat juga akan tau kok jika sudah bertemu langsung dengannya. J

Aku tentu saja masih menyempurnakan beberapa kalimat yang pending saat Ym-an dengannya tadi, langsung padanya saat bersalaman. Menyempurnakan rasa gregetanku gara-gara dia lupa ada janji KopDar dengan kami.

Bayangin coba sobs,
Masak bisanya dia lupa ada janji seperti ini? Masyaallah! Untung saja namanya Stupid Monkey. Hehehe….

Well, akhirnya pertemuan kami terwujud dengan begitu menyenangkan. Bertambah lagi dua sahabatku di dunia nyata ini. Yang tadinya hanya saling bersapa ria di dunia maya, kini ternyata mereka benar adanya. J

Seperti yang sudah diceritakan Una, banyak hal yang kami obrolkan. Beraneka ragam, dan untuk jelasnya bisa lihat di postingan Una yang ini deh sobs…

Sekitar jam 4 pm kami pun memutuskan untuk berpisah karena aku harus segera hadir di agendaku berikutnya. Training di salah satu perusahaan yang berkantor di Gedung GKBI, Jl. Sudirman. Dan Alhamdulillah bisa barengan dengan Una, jadi aku ada teman, walau di tangga penyeberangan nanti, Una ke Semanggi dan aku ke arah sebaliknya.

Pertemuan yang indah. Sungguh menyenangkan. Dan aku selalu sependapat dengan quoteku yang ini, persahabatan adalah harta terbaik yang mutlak harus dijaga dan pertahankan, karena teman adalah channel/relasi penghubung bagi kita dalam mencapai langkah-langkah keberhasilan.

Sobats….

Panjang beneer postingan ini, dan sebelum halaman ini tertutup paksa oleh sebuah klik di mouse para sahabat yang mulai jenuh membaca uraian cerita ini, maka ijinkan daku menutup postingan ini ya sobs…

Namun sebelumnya, let me show you one more picture that we took yaaa....


Trims atas atensi dan kehadirannya, semoga postingan ini dapat menginspirasi yaaa, setidaknya untuk meyakinkan bahwa blogging itu indah dan sangat bermanfaat. Let’s keep blogging and be in touch yaaa!

Saleum,

Alaika  
Read More
/ /

Aku yakin sobats semua tentu sudah sangat tidak asing lagi dengan judul di atas, karena kuyakin judul yang sama telah menghiasi halaman rumah maya sobats yang turut serta dalam perhelatan/giveaway yang diselenggarakan oleh mba Nique, berduet dengan mba Imelda..

Sesuai dengan niat awal dan jejak yang pernah aku tinggalkan di rumah mayanya mba Nique, bahwa aku akan turut serta, plus sebuah email cantik dari mba Nique saat aku masih sedang liburan di Solo kemarin, mengingatkanku akan deadline GA ini... (Hiks..hiks.. It is today!)

Maka hari ini, aku coba deh nge-draft artikelnya, ga tanggung-2 sobs! Draftingnya di dalam bus kota Mayasari 29 (Bekasi - Grogol)! Whaaat??

Yup, drafting di BB doank sobs.. Mudah2an ntar kalo udah sempat konek ke laptop bisa langsung posting. Insyaallah..

Sebenarnya, keikutsertaanku dalam berbagai GA sih bukan untuk mengejar kemenangan, karena kuyakin tulisan-tulisanku banyak yang memang belum layak menang..

Terbukti dari beberapa GA yang aku ikuti, lebih besar prosentase ga menangnya kok sobs.. Hihi..

Tapi ya gitu deh, teteup aja ikutan... Kenapa?
Karena tujuan utama adalah untuk berpartisipasi dalam menyukseskan acara para sahabat itu sih sobs..

Kebayangkan sobs.. Jika suatu perhelatan yang digelar, partisipannya ga rame (karena partisipans enggan ikutan, takut ga menang...), maka GAnya pun akan garing.. Ya ngga?

Apalagi jika yang ngadain GA itu adalah teman yang memang sering bersilaturahmi, tentu makin besar dunk keinginan kita untuk menyukseskan acaranya..?

Maka dari itu sobs.. Sambil duduk manis SENDIRIan di dlm bis, aku mulai deh pencat pencet tombol mungil di smartphone ini..

Oke, cukup intronya, let's start the main topic.

Solitaire.

Membaca sembilan rangkaian huruf membentuk kata 'solitaire' itu, membuat ingatanku lari pada mantan suami yang memang hobby banget main permainan kartu yang dimainkan sendirian, berhadapan dengan komputer ini..

Aku sendiri sih sama sekali tidak tertarik dengan apapun permainan menggunakan media kartu, baik virtual card or the real card. Kenapa? Aku juga ga tau sih sebabnya apa sobs.

Mungkin karena waktu kecil aku sering kalah kalo maiin kartu dengan kakak2 sepupu dan kena hukuman jongkok! Hih.. Huft!
Padahal mainnya cuma main 'cangkul' atau 4-1 sobs. Haha..

Sendiri.

Nah.. Ini..

Jika dirunut lagi ke masa kecil.. Sebagai anak yang baru di usia ke 5 tahun beroleh adik.. Aku paling sering main sendiri sih.. Itu juga kata umi dan ayah. Karena masih tinggal di desa kala itu, aku jarang dibiarkan main di luar rumah bersama anak-anak lainnya.

Umiku yangg perfectionist ogah anaknya ini ikutan main tanah atau debu di halaman rumah, seperti anak2 kecil lainnya yang dibiarkan bebas bermain oleh ibu mereka. (Herannya anak2 itu sehat-sehat aja tuh, padahal mainnya jorok..).

Jadilah aku anak kecil yang kesepian.. (Emang umur balita udah ngerti kesepian? Haha).

Beranjak memasuki usia sekolah, aku mulai punya banyak teman, walau di hari2 pertama sekolah ribet banget. Benar-benar menyulitkan. Kisah memalukan ini pernah aku posting disini nih sobs.

Karakterku yang pemalu dan pendiam, berhasil juga improved. Aku menjadi lebih ceria, dan mulai berkelompok..bersahabat dan pemberani bahkan temperamental... Walau terkadang dalam beberapa waktu sifat pemalu yang malu2in muncul dadakan.

Sifat ini terus membentuk kepribadianku menjadi pribadi yang menurut teman2 sih cukup hangat. Namun dalam beberapa hal, jika teman sekitar aku rasa kurang klop, aku akan lebih senang untuk beraktivitas sendiri saja.

Beberapa contoh kasus..
Saat masih bekerja di Medan, di sektor industri.. Rata-rata temanku adalah chinese.. Dan chinese di Medan hampir selalu berbahasa hokkian kan sesamanya? Dan jelas aku tidak mengerti.

Aku sih positive thinking aja bahwa mereka bukan sedang menggosipkan aku, dan aku ga mau ikut campur.. Jadi saat ngumpul makan bareng misalnya.. Aku hanya ngobrol seadanya aja sebentar, lalu baca buku deh sambil makan dan menhabiskan masa istirahat. Trying to enjoy my time Sendirian.
Kasus lain, di tempat kerjaku yang lain.. Aku kurang klop dengan teman-teman yang ini...(Soalnya sukanya ngebahas si A yang anu, si B yang gini, dan semacam itu deh), maka perlahan aku tarik diri untuk tidak bergabung di setiap acara makan siang/jam istirahat.

Aku lebih memilih untuk makan bareng dengan teman-teman lain dari kantor sebelumnya, atau habiskan masa istirahat dengan internetan.

Semakin diperhatikan sih, sebenarnya aku lebih senang berkesendirian.. Melakukan segala sesuatu sendiri. Misalnya, di hari libur, suka driving sendirian, terutama selesai drop Intan di sekolahnya, aku pasti akan driving keliling kota, atau ke arah pantai.. Rasanya gimanaaa gitu... Lega dan happy gitu deh sobs...

Apa karena tinggal jauh dari suami ya? Membuat kesendirian itu menjadi begitu nikmat kurasakan..?

Bicara tentang Sendiri dan Mandiri, tentu erat hubungannya...

Sebagai anak pertama dan satu-satunya perempuan, sejak lepas sekolah dasar, ayah sudah mempercayakan aku mengurus sendiri keperluanku untuk masuk SMP..

Ayah hanya mengarahkan aku langkah-langkah apa yang harus aku persiapkan dan lakukan. Dan beliau akan memback up in case aku butuh bantuan.

Kemandirian ini pula yang semakin menguatkan aku saat hidup dalam masa pengasingan (hah, masa apa pula itu? Panjang ceritanya sobs..), pokoknya mandiri deh..

Kebersamaan bersama suami tentu mengasyikkan dunk, juga bersama Intan, sudah pasti!

Namun, kesendirian, terkadang memang sangat aku rindukan sobs.. Dan aku sangat-sangat menikmatinya.. Seperti saat ini nih sobs.. Bersendirian, menikmati perjalanan dari Bekasi ke Central Park, di dalam bis kota yang penuh dengan berbagai karakter penumpang, yang berasal dari berbagai asal usul, tentu hal yang sungguh menyenangkan (mungkin karena jarang2 ya sobs? Kalo keseringan kuyakin juga akan jenuh, hehe).

Tulisan ini bisa mengalir deras mengisi kesendirianku, enjoying kesendirianku setelah seminggu penuh berduaan terus dengan sang suami.. Hehe.

Aku juga menikmati banget moment-moment 'numpang tanya' pada petugas di terminal, atau di mall, menanyakan arah ini dan itu di tengah belantara kota super macet ini.

Ada kebahagiaan tersendiri di saat pengembaraan di tengah belantara ini berhasil aku akhiri dengan selamat.. :)

Sobats,

Jika kemarin, aku Sendirian main ke Semanggi Plaza, ketemuan dengan beberapa teman kerja, dan juga sempat Kopdar lho dengan mas Seagate, nah hari ini, aku sendirian menuju meeting point yang telah kami tetapkan.

Agenda penting har ini adalah... Ketemuan dengan Una, dan mas Stupid Monkey lho sobs! Hehe

I am so exciting... !!
Agenda kesendirianku hari ini akan lanjut ke gedung Wisma GKBI, ada agenda penting menyangkut masa depan (jiaaaah) yang perlu aku ikuti disana sobs.

Well, aku sudah sampai di depan Central Park nih, mau turun bis dulu ya sobs.. Barusan dapat sms dari Una bahwa dia sudah sampai.. :)

A little note for this post:

Bahwa kesendirian bukanlah sebuah momok, sejauh kita mampu menjadikannya menyenangkan dan mencoba bersikap positif terhadapnya.

Namun sebagai makhluk sosial, kebersamaan juga sangat diperlukan. Mutlak!

Jadi, yuk seimbangkan antara kesendirian dan kemandirian serta kebersamaan.

Tulisan ini diikutkan pada perhelatan GIVEAWAY : PRIBADI MANDIRI yang diselenggarakan oleh Imelda Coutrier dan Nicamperenique


Read More
/ /
Malam ini, tepat pukul 19.00 wib, KA Senja Utama Solo, membawaku dan dia kembali ke Jakarta.. , setelah tiga hari 'bertualang' kecil-kecilan di Yogyakarta.
Dan karena naik kelas bisnis, maka jelas 'kemewahan' seperti pada saat berangkat kemarin itu (bisa laptopan sambil charging baterenya) tidaklah tersedia.
Ditambah dengan cuaca yang tidak bersahabat, maka dewa sinyal/net connection pun enggan menjalankan tugas..

Maka, kembali malam ini aku hanya mampu menyajikan postingan via email, berupa sebuah cerita anak, bersumber dari (again) Alaika's BBGroup, yang kuyakin penuh makna tersirat (filosofi kehidupan) di dalamnya..
Yuk cekidot here yuk sobs..

Seekor anak katak merasa sangat takut saat langit tiba-tiba menjadi gelap.

"Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba menjadi gelap?" ucap si anak katak sambil berpegang erat pada induknya.

Sang induk menjawab dengan senyuman,
"Anakku, itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu pertanda baik." jelas induk katak.
Dan anak katak itu pun mulai tenang. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama.
Tiba-tiba angin bertiup kencang. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil.

"Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu? " tanya si anak katak sambil bersembunyi.
"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk.
"Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya dengan tenang.

BLARR!!! petirpun menyambar dengan suaranya yang menggelegar. . Kilatan cahaya putih menjadikan suasana begitu menakutkan.

"Sabar, anakku!" ucap induk kata menenangkan si buah hati..
"Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak dengan tenang.

Anak katak itupun keluar dari balik tubuh induknya. Ia mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liuk dan sambaran petir yang begitu menyilaukan.
Tiba-tiba, ia berteriak kencang,
"Ibu, hujan datang! Horeeee!"

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan.
Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang rupawan. Tidak pula disegarkan dengan wewangian harum.
Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan.

Persis seperti anak katak yang sangat ketakutan saat langit hitam, angin yang bertiup kencang dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak:

Jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar & hadapi saja. Bersama kesukaran akan ada jalan.
Percayalah Tuhan akan berikan yang terbaik indah pada waktunya,jangan pernah menyerah kawan..

Saleum,
Alaika

Powered by Alaika's SmartBerry®
Read More
/ /
Dear sobats maya tercinta,

Sebenarnya malam ini ingin banget berkunjung ke rumah para sahabat setelah sekian lama tak berkesempatan untuk blogwalking.
Rasa kangen ini tak tertahan apalagi membaca komen yang para sahabat tinggalkan di setiap postinganku.. Membuat rindu ini semakin menggebu.. :)
Makanya tadi selesai makan malam aku dan suami segera berusaha mencapai hotel, seputaran jl. Dagen, dengan niat untuk segera rehat sambil netting.
Ternyata oh ternyata sobs... Koneksi di kamar ini sungguh tak bersahabat dan sukses membuatku kecewa, berat!

Selain net koneksinya yang tak memberikan sinyal segarispun (aku pakai provider three), sinyal ponselku (telkomsel) pun lemah tak berdaya.
Bahkan untuk menelp Intan guna baca doa tidur bareng and wishing her a good rest - nice dream pun tak bisa. Huft.

Tak heran sobs..
Yogya hari ini, sepanjang siang hingga kini memang diguyur hujan. Basah. Limpahan air yang bagaikan dicurahkan dari langit itu sukses membuat kami basah saat balik dari kunjungan ke gunung Merapi hari ini sobs.

Oya, agendaku hari ini adalah berkunjung ke desa Kinah Rejo. Pada tau kan desa yang satu ini?
Itu lho, desanya mbah Marijan, kuncennya gunung Merapi..
Nah, udah sampai Jogja, rasanya rugi bangetkan kalo ga sampai ke tempatnya simbah.
Rencananya, setelah posting artikel tentang perjalanan hari ini, daku akan segera BW. Eh, ternyata koneksi netnya tega beneeer! Jahat!

Ga bisa terlalu nyalahin sih, hujan deras ini mungkin membuat koneksi enggan bekerja kali ya sobs? Dia mungkin ketiduran akibat cuaca yang memang enaknya sih dibawa ke peraduan...
(Ngomong opo toh iki?)

Well sobs,

Tak ada pilihan lain... Kembali aku akan minta bantuan email untuk postingkan sebuah artikel, yang walau bukan artikel yang aku rencanakan tadi sih.. Tapi aku berharap artikel ini juga akan memberi manfaat bagi kita semua..
Yuk cekidot here:

Judul: another renungan malam
Sumber: Alaika's BBGroup

Seorang anak bertengkar dengan ibunya lalu meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru sadar jika ia tidak membawa uang.
Ia lewat di depan sebuah warung bakmi yang membuat rasa lapar nya semakin menjadi. Namun ketiadaan uang membuatnya hanya bisa menatap orang-orang yang dengan lahap menyantap bakmi di dalam warung.

Pemilik warung melihat anak itu berdiri cukup lama di depan warungnya, lalu berkata

"Nak, apakah kamu ingin memesan bakmi?"
"Ya, tapi aku tidak punya uang," jawab anak itu.
"Ndak apa-apa, aku mentraktirmu,"Jawab pemilik warung.

Anak itu segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

"Ada apa Nak?" Tanya pemilik warung.
"Ndak apa-apa bu', aku hanya terharu," jawab anak itu sambil mengeringkan air matanya, lanjutnya..

"Seorang yang baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku, malah mengusirku dari rumah. Kau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli denganku."

Pemilik warung itu berkata..

"Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau sangat terharu.
Ibumu telah memasak bakmi & nasi untukmu dari kamu kecil, mengapa kamu tidak berterimakasih kepadanya & malah bertengkar dengannya?"

Anak itu terhenyak mendengar hal tersebut.

"Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterimakasih, sementara kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulian kepadanya. Dan hanya karena hal sepele, aku bertengkar dengannya".

Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia mnguatkan dirinya untuk pulang ke rumah. Begitu sampai di ambang pintu, ia melihat ibunya dengan wajah letih & cemas.
Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah..

"Nak, kau sudah pulang, cepat masuklah, aku sudah menyiapkan makan malam."

Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya & menangislah ia di hadapan ibunya.
Sekali waktu kita mungkin akan sangat berterimakasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yang diberikannya pada kita.

Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, sudahkah kita berterima kasih?
kita harus ingat bahwa kita mesti berterimakasih kepada mereka seumur hidup kita... :)
Semoga renungan kecil ini bermanfaat bagi kita semua ya sobs...

Saleum,
Alaika

Powered by Alaika's SmartBerry®
Read More
/ /

Assalammualaikum sobats maya tercinta…

Sebenarnya udah ingin banget nih berbagi kisah pengalamanku menjelajah ‘the homeland of Javaman’ di Sangiran kemarin sobs… dan juga kisah ‘petualangan' hari ini menjelajah keraton Yogyakarta serta petualangan seru ngubeg-ngubeg Taman Sari Keratonnya. Bener-bener pengalaman yang sangat exciting bagiku sobs… apalagi memasuki masjid bawah tanah sang sultan yang jujur membuat jantung berdebar sobs, saat melewati terowongannya yang lembab dan gelap….Huft… ngeri-ngeri sedaap gitu deh… ☺

Tapi berhubung cerita tersebut butuh waktu dan keheningan (jiaaah…) agar kalimat yang tersusun nantinya mengalir (air kaleee Al??) indah dan mengena, maka terpaksa kutangguhkan dulu nih penulisan kedua kisah perjalalanan tersebut ya sobs…. ☺

Malam ini, diriku lebih ingin berbagi kebahagiaan terkait judul di atas sobs…
Singkat sih, hanya enam huruf saja. Tapi maknanya aku yakin bener bahwa sobats cukup paham baik arti maupun rasanya… iya toh?

Yup. KopDar alias Kopi Darat, adalah sebuah kegiatan yang sungguh mendebarkan hati, mampu menciptakan rasa exciting tersendiri bagi siapapun yang mengalaminya…. Benerkan sobs?

Itu juga yang aku alami hari ini… #nyengir kuda tapi secantik Alaika lho (ga mau ah mirip kuda!)

Lalu muncul pertanyaan, KopDar?? dengan siapa Al?

Haha… pada penasaran yaaaa? Udah… ga usah nebak deh, karena sobat maya ku kali ini bukan seorang blogger sih.. tapi pertemanan antara aku dengannya telah tercipta mungkin sekitar akhir tahun 2007 atau awal 2008, lupa persisnya. Dan juga baik aku dan dirinya tuh lupa di media mana sebenarnya kami saling berkenalan.

Singkat cerita, pertemanan kami terjalin semakin baik dan semakin indah dari hari ke hari… kami bisa saling bercerita apa saja… saling percaya dan saling menguatkan jika salah satu dari kami mengalami kegundahan atau saling membagi kebahagiaan jika rasa itu sedang mewarnai kehidupan kami…

Sejujurnya, sebelum berkenalan sendiri dengan internet tepatnya dunia maya, aku tuh sering heran lho mendengar cerita teman bahwa dia punya banyak teman di dunia maya, bahkan ada yang malah berjodoh di dunia maya… gile bener! Pikirku kala itu…

Namun ternyata sobs…. Tak ada yang tak mungkin di dunia maya ini ya? Aura positive sebesar aura negative yang dihasilkannya. Efek baik sekuat efek buruk yang ditimbulkannya. Semua terpulang kembali kepada individu masing-masing yang menjalaninya…

Singkat cerita, sahabatku ini adalah seorang laki-laki yang memperkenalkan namanya sebagai Suji, dan aku akrab memanggilnya mas Suji…beristri satu dan anaknya juga masih satu orang. Kala itu aku sedang getol-getolnya mempromosikan bisnis online oriflamme ku, sehingga hampir dalam setiap percakapan tak lupa keselipkan ajakan untuk bergabung denganku menjalani bisnis ini. Hehe…

Lelaki asli Kulonprogo, Yogyakarta ini terus terang tidak tertarik untuk bergabung dan aku maklum, sangat. Maka kuarahkan usahaku untuk bisa mengenal istrinya, tekadku, istrinya harus bisa kurangkul untuk bergabung dalam bisnis ini. Apalagi istrinya mengelola butik, jadi cocok donk jika di dalam butiknya diselipkan Oriflame bisnis, sebagai sarana memeriahkan butiknya serta sebagai salah satu kendaraan mereka meraih kesuksesan.

Sayangnya saat itu, istri mas Suji belum bersentuhan dengan dunia maya, sehingga beliaulah sebagai penyambung lidah antara aku dan istrinya itu. Beberapa kali kucoba untuk bisa bicara langsung dengan istrinya, tapi selalu ada saja kendalanya. Jika bukan karena aku sedang sibuk, keluar daerah atau urusan kantor lainnya, maka istri mas Sujilah yang tak ada waktu.


Hingga suatu hari….


Sebuah sms dari nomor tak dikenal masuk ke HPku saat aku bersiap untuk pulang dari kantor. Diujung kalimat sms itu tercantum sebuah nama, Dyah. Ingatanku langsung mengarah pada salah satu sahabat FB yang bernama Dyah. Dan ternyata itu memang Dyah yang kumaksud. Seorang wanita asal Yogyakarta. Itu yang tertera di profil FBnya.

Dyah meminta nomor HPku karena ingin menanyakan sesuatu, lebih tepatnya curhat.
Aku heran juga sih, dari mana Dyah tau jika aku sering menerima konsultasi seperti ini. Hehehe….

Fasilitas Talk Mania yang diberikan telkomsel, tentu mempermudah penggunanya untuk dapat berkomunikasi dengan biaya sangat murah. Maka aku segera menelephonenya kala itu, mumpung aku sedang break (berakhirnya jam kantor).

Jadilah aku seorang konselor bagi Dyah kala itu. Terus terang, aku merasa tersanjung dipercaya Dyah untuk mencurahkan isi hatinya. Apalagi mengingat secara nyata, pertemanan kami hanya melalui FB saja, itupun hanya via inbox atau menulis di wall. Boro-boro chatting di ym, sama sekali tak pernah.

Curhatan Dyah, membuatku tercengang, dan terbelalak. Kenapa?

Karena aku terkagum-kagum oleh kehebatan pengaruh dunia maya. Dunia yang jika kita katakan sangat luas ini, memanglah luas sekali. Namun jika kita katakan sempit, bener juga. Karena kita hanya butuh ujung-ujung jemari untuk menjelajah kemanapun kita suka. Tak perlu pesan tiket jauh-jauh hari agar harganya murah seperti jika kita ingin ke suatu tempat di dunia nyata.

Kemanapun tujuan perjalanan kita, cukup mainkan ujung jemari, dan akhiri dengan klik/enter/go. Maka melesatlah kita ke tempat tujuan itu…

Tentu, syaratnya hanya satu. INTERNET CONNECTION IS AVAILABLE!

Nah, curhatan Dyah membuatku terpana. What a small world, itulah istilah yang begitu tepat untuk mewakili apa yang aku maksud.

Jadi saat itu Dyah menanyakan apakah aku mengenal seseorang bernama xxx, asal Medan?
Orang yang ditanyakan itu memang aku kenal luar dalam. Dan aku tau persis kredibilitasnya… Orang itu ingin diketahui secara lebih jauh oleh Dyah, agar dia tau bagaimana harus bersikap. Aku sendiri juga heran bagaimana Dyah bisa menargetkan aku sebagai tempat dia mencari jawaban?

Alasannya adalah karena orang itu sering menanyakan apakah Dyah mengenalku in person? Darimana Dyah mengenalku… Hal ini tentu membuat Dyah penasaran, apalagi melihat orang tersebut tidak ada dalam listku pertemananku di FB…

Kala itu aku coba menceritakan sebanyak yang aku tau tentang orang itu, agar Dyah tau persis dan tidak tertipu….
Dan taukah sobs siapa orang itu? Dia adalah ayahnya Intan, mantan suamiku… yang mencoba mendekati Dyah… Huuu…Huuuu #nyengir prihatin, bukan cemburu lho sobs! Hehe

Setelah mendapatkan gambaran jelas dariku, kemudian satu lagi pertanyaan Dyah yang membuatku terpana?

“Mbak Alaika kenal dengan Suji?” Sejenak aku mikir, Suji yang di fb kah yang dimaksud?
Dan ternyata benar. Suji itulah yang dia maksudkan…lalu aku jawab bahwa aku hanya mengenalnya sebatas dunia maya, tidak in person.

Lalu pertanyaaan berlanjut, bagaimana menurutku mas Suji itu?

Sejenak aku bingung untuk menjawabnya… dan curiga.. apakah mas Suji juga telah mengganggu kenyamanan Dyah? Tapi sejauh yang aku kenal, sejauh pertemanan kami, laki-laki yang satu ini cukup santun. Denganku segalanya berjalan dengan baik, jauh dari usil apalagi ganjen.

Kucoba jawab sebaik-baik dan sebenarnya.

“Sejauh yang aku kenal, dan hanya di dunia maya sih, mas Suji itu laki-laki yang cukup baik, sopan santun, dan menurutku, dia itu adalah seorang suami yang sangat menyayangi istrinya lho… juga anaknya… Tapi ga tau ya kalo di dunia nyata….
Sejauh interaksiku dengannya selama ini, lewat YM atau FB, dia itu suami yang baik dan sahabat yang sopan santun lho… Apakah denganmu tidak seperti itu?”


Sejenak dia terdiam…

“Menurut mba Alaika begitu ya mba?”

“Yup, itu menurutku. Apa kamu mengenalnya dengan baik Dy?”

“Iya mba… sebenarnya mas Suji itu bojoku lho mba…”


Whaaaaat? Aku sungguh kaget donk….Bukan apa-apa sobs… yang membuatku kaget itu adalah…. Betapa sempitnya dunia ini? Jika aku tarik garis… atau aku gambarkan di papan tulis, akan kelihatan nyata sekalikan saling silangnya?

Dyah berkenalan dengan mantan suamiku, yang ternyata sedang tergila-gila padanya. Sementara Dyah adalah juga sahabatku di FB, yang persahabatan kami selama ini juga terjalin dengan baik. Di sisi lain, aku juga bersahabat baik dengan mas Suji, yang ternyata adalah suaminya Dyah…. Bener-bener sempit dunia ini ya sobs…?

Lalu, malamnya mas Suji menghubungiku, menceritakan dan berterima kasih padaku, karena telah membantu Dyah memahami dan mengenal sosok xxx (mantan suamiku) secara lebih baik. Sehingga Dyah dapat menentukan sikap dengan tepat. Alhamdulillah. Sungguh indah persahabatan ini…

Peristiwa itu telah lama berlalu, mungkin sekitar dua tahun lalu. Persahabatanku dengan mas Suji dan Dyah kian erat, bahkan seperti dengan saudara sendiri. Sehingga timbul di anganku untuk suatu hari nanti berkesempatan bertandang ke tempatnya, berkenalan langsung dengan mereka.


Ternyata Allah mengabulkan keinginanku itu setelah dua tahun kemudian.
Sore ini, 21 February 2012, sekitar jam 15.30 wib. Dyah, Mas Suji, Aziz dan Ibron (kedua putra mereka) mengunjungiku dan suami di hotel ini. Membawa persahabatan dunia maya ke dunia nyata. Dua keluarga kini bertemu. Dan mereka benar-benar ada! Subhanallah, Alhamdulillah ya Allah….



Sahabat yang selama ini hanya aku jumpai di alam antah berantah, kini hadir di depan mata… Nyata. Subhanallah…

Semoga persahabatan indah ini akan kekal dan semakin erat adanya, Amin Ya Rabbal Alamin….


Well sobats maya tercinta,

Itulah kisahku hari ini, pernahkah juga sobats punya pengalaman yang sama atau unik lainnya?

Will say good nite now, back to you later dengan postingan yang berbeda tentunya yaaa….

Good rest and nice dream….

Saleum,

Alaika






































Read More
/ /
Dear sobats maya tercinta...

Maaf banget yaaa belum bisa blogwalking ke rumah para sahabat nih, berhubung diriku masih belum sempat buka2 laptop n connected thru it sobs...

Maklum, sejak tiba di Solo kemarin, agendaku dipenuhi dengan jalan-jalan yang begitu menyenangkan sobs.. #nyengir dan tidak bermaksud bikin iri para sahabat lho.. Hehe

Hari ini, agenda kami adalah berkunjung ke museum manusia purba bernama Sangiran, the homeland of Javaman... Jiaah... Keren banget namanya ya sobs?

Museum yang penuh dengan informasi sejarah peradaban manusia ini membuatku teringat akan pelajaran sejarah kala masih duduk di SMP dahulu...

Apalagi fosil dan kerangka manusia purba yang ditemukan di Sangiran ini didisplay sedemikian rupa, sungguh memberikan kesan tersendiri bagi setiap pengunjungnya..

Tapi malam ini, diriku tak akaan membahas tentang kisah perjalanan ini sobs, masih capek soalnya, apalagi tadi malam sekitar jam 19.35 wib kami bertolak dari Solo menuju Jogja... So here we are! Yogyakarta, yeaaayy!!

Karena dikuasai rasa lelah yang lumayan akut, maka malam ini aku belum sempat membuat postingan khusus, jadi dibantu postingan via email, diriku hadir dengan sedikit renungan menyapa sobats semua serta menutup malam... (Bah, bahasa apa itu, malam kok ditutup, emang warung? Hihi)

Baiklah sobs, sebelum mengucapkan selamat tidur untuk sobats semua, yuk jadikan
paragraf berikut ini sebagai penambah semangat hidup kita dalam meniti langkah kehidupan...

*****
Hidup ini ibarat rumput..
diinjak,
dihancurkan dan
dipotong,

tapi dia selalu muncul kembali,
lebih hijau & kuat dari sebelumnya ..

Jadilah orang yang...,
Tetap TEGUH dikala yang lain runtuh..

Tetap TUNDUK dikala yang lain angkuh..

Tetap SETIA dikala yang lain ingkar..

Tetap TEGAR dikala yang lain terjatuh...........
*****

Have a very good nite sobats...
Good rest nice dream...

Saleum,

Alaika
Powered by Alaika's SmartBerry®
Read More
/ /
Dear sobats semuanya...
Assalamualaikum warahmatulllahi wabarakuh.
Malam ini bener-bener lelah rasanya setelah seharian muter2 di Kota Solo...
Padahal ga jauh-jauh sih sobs, hanya keliling kota pake becak... Hehe.
Terus terang, ada keasyikan tersendiri naik becak di pulau Jawa lho, beda jauuh dari becak yang ada di Aceh or Medan. Kalo di Aceh malah udah ga ada becak dayung sobs...:(, semua bermotor!
Well, berhubung belum sempat bercerita tentang kisah seru bertualang di kota Surakarta ini, maka malam ini aku coba menghadirkan sebuah renungan ya sobs.
Bagi yang sudah pernah membacanya, jadikan renungan ini sebagai kind reminder kali ya? Dan bagi yang belum, semoga bermanfaat... :)
Renungan ini bersumber dari teman di BBgroup, bernuansa islami, namun aku yakin renungan ini juga akan bermakna positif bagi para sahabat yang non muslim tentunya...
Yuk cekidot;
Judul:
Kemuliaan Qana'ah
(Merasa Cukup Atas Apa yang Ada).

Bentuk: quiz

"Quiz ini mengandung hikmah yg baik sekali. Mohon ikuti dengan mengisi titik2 yang ada pada kalimat di bawah ini."
Jawabannya cukup disimpan dalam memori fikiran saja.
Kuiznya:
1. Allah ciptakan tertawa dan...
2. Allah itu mematikan dan ....
3. Allah ciptakan lelaki dan ....
4. Allah memberikan kekayaan dan ....
Jawaban atas quiz itu pada umumnya adalah :
1. Menangis,
2. Menghidupkan,
3. Perempuan,
4. Kemiskinan.
Mari kita cocokkan jawaban tersebut dengan rangkaian ayat dalam QS Al-Najm [53]: 43 - 48 :
43. ... "Dialah yang menjadikan orang tertawa dan MENANGIS;"
44. ... "Dialah yang mematikan dan meng-HIDUP-kan;"
45. ... "Dialah yang menciptakan ... "laki2 dan PEREMPUAN;"
48. ... "Dialah yang memberi kekayaan dan KECUKUPAN."
Ternyata jawaban kita utk no 1-3 umumnya, cocok dengan Al-Quran.
Tapi, jawaban kita untuk no 4 ?

Jawaban versi Al-Qur'an bukan "KEMISKINAN," tapi... "KECUKUPAN."
"Sesungguhnya Allah azza wajalla hanya memberi kekayaan dan kecukupan."
"Yang menciptakan kemiskinan adalah kita sendiri, manusia.
Bisa karena ekonomi, bisa juga karena rasa miskin itu kita bangun di dalam pikiran kita sendiri."
"Ayo bangun rasa cukup di hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba yang selalu BERSYUKUR"
Qana'ah artinya merasa cukup atas apa yang ada. Orang yang qana'ah selalu gembira dan mensyukuri segala yang diberikan Allah kepadanya meski orang kebanyakan mungkin menganggapnya kecil sekali.
"Qanaah itu adalah harta yang tak akan hilang dan simpanan yang tidak akan lenyap".
Selamat malam sobats maya... Good rest, nice dream yaaa...
Saleum,
Alaika
Powered by Alaika's SmartBerry®
Read More
/ /

Dear sobats maya tercinta…
Semoga semuanya in a happy mood yaaa? apalagi jelang week end gini nih. Pasti semuanya pada ceria donk…. Week end.. week end!! Hehe…

Sesuai dengan judul diatas nih sobs… langsung aja deh updetannya nie….

Saat ini diriku sedang traveling dari Bandung menuju Solo dengan menumpang Kereta Api… Horreeee… Naik kereta api sobs.. indah dan asyik banget…. Hehe… #katrok banget ya??
Maklum sobs, di Aceh tuh belum ada kereta api.. jadi baik aku dan Intan pasti akan memilih transportasi via kereta api di daerah-daerah yang kereta apinya available ketimbang perjalanan via udara…

Habis, kapan lagi kan? Ini kesempatan yang sangat langka lho bagiku. Sebenarnya udah sejak kemarin pas landing di Soetta airport, diriku udah ga sabar tuh untuk segera tiba di stasiun KA Gambir, lanjut dengan kereta api ke Solo, tapi ternyata sobs, tiketnya ga available..! Huft. Ada sih, yang kelas ekonomi… akunya sih ga keberatan, apalagi belum pernah menikmati yang kelas ini…

Tapi suamiku keberatan, bukan apa-apa katanya sih, dia malas aja nanti mendengar keluhan istrinya, yang pegel lah, yang sakit punggung lah, yang ini lah yang itulah…. Apalagi perjalanannya tidaklah singkat, akan memakan waktu berjam-jam untuk tiba di Solo dari Jakarta. Belum lagi penumpangnya yang udah pasti akan berjubel di kelas yang satu ini. Pasti aku tidak akan betah. Begitu kata kangmas ku... #yakin banget dia itu. Padahal kan belum tentu aku akan mengeluh… ☺

Akhirnya, karena sang suami berkeras ga mau, yo wes lah, aku mengalah. Daripada nanti kedepannya dia menyalahkanku jika mengeluh, dan ga mau mengurut/message aku kalo ternyata badanku lelah, kan bahaya sobs. So, berangkatlah kami ke Bandung tadi malam. Naik kereta api kelas bisnis, butuh waktu tiga jam sampailah kami di Bandung. Rehat dan berbulan madu deh setelah sebulan lebih tidak bertemu. Hehe…
Eitsss… Jangan ngiri lho sobs…

Oya, tour ini terjadi tanpa rencana lho, bermula dari chattingku dengannya minggu lalu, saat dia minta agar aku langsung ke Kuala Lumpur aja begitu kontrak kerjaku selesai, which mean will be started on last Friday, 10 Feb 2012.
Kukatakan bahwa aku sedang malas ke Kuala Lumpur, habis tiap bulan aku main/mengunjunginya kesana, jadi bosen juga sih.

Saat kunyatakan keinginanku untuk main ke Jakarta, Yogya dan Solo, eh dia langsung typing a message begini, “Oke, kalo begitu kita ke Jakarta, Solo dan Yogya aja, coba kamu cari tiketnya… kita ketemu di Jakarta aja…”

Dan jadi deh….. here we are!
Saat ini, aku dan dia sedang dalam kereta api Malabar, dari Bandung menuju Solo. Harusnya sih ke Yogya dulu, tapi teman suamiku minta agar kami ke Solo dulu, jadi bisa ketemuan sebelum beliaunya dinas ke Jakarta hari Minggunya. It’s fine for me. Kemana aja oke-oke aja sih, yang penting jalan-jalan. Hehe…

Tadinya sih suami ngajakin naik pesawat aja, tapi aku ga mau donk, kapan lagi mau naik kereta api coba? Kalau pesawat kan aku udah sering banget, mau pesawat kelas boeing, pesawat kecil sekelas susi air/Cessna atau helicopter. (semua itu dibiayai kantor lho sobs, kalo biaya sendiri ya ogah donk bolak balik naik pesawat…, mahal!!).

Kami akhirnya memilih kelas executive karena ga ada pilihan lain sobs, it is only economic class and executive which are available. Kelas yang kutargetkan, bisnis, tiketnya sudah sold out. Ternyata memang benar kata suami, kelas executive itu jauh lebih nyaman dibanding yang tadi malam kami tumpangi sobs.

Disini, ternyata aku benar-benar bahagia sobs… kenapa coba? Bisa internetan!! Hahaa… bisa ngeblog!! Hihi… Dasar blogging mania ya? Untung suamiku cukup toleran, membiarkanku memainkan jemari merangkai kata untuk postingan ini. Hehe… thanks my lovely husband, ntar malam dikasih hadiah terindah deh. ☺

Modemku juga bekerja dengan sangat baik disini sobs… sehingga bisa blogwalking ke beberapa tempat sahabat, walau di sepanjang jalan yang namanya disconnect bolak balik terjadi sih.. tapi begitu konek kembali, aksesnya kencang banget.

Oya, kami juga menghabiskan waktu di kereta api dengan menonton film dari laptop ini… nonton berdua gitu deh sobs… iya donk, rasanya ga enak juga menelantarkan kekasih hati yang duduk manis di sebelah, sementara mata dan pikiranku focus ke laptop. Maka kutawarkanlah untuk nonton bareng, film yang lumayan asyik, judulnya ‘Sherlock Holmes”. Pernah dengar/nontonkah para sahabat?

Well, satu hal yang kini aku rasakan sobs, hati dan pikiranku benar-benar plong setelah meninggalkan pekerjaan yang selama ini kugeluti, bukan keinginanku sih meninggalkannya, tapi keterbatasan budget, membuat project harus benar-benar selektif memilih siapa yang tidak perlu diperpanjang kontraknya dan siapa yang harus tetap melanjutkan penutupan project.

Berhubung project yang aku handle selama ini, “Capacity Building for Local Government in Aceh and Nias” sudah completed, maka adalah diriku yang harus mengalah. Walau sebenarnya ada beberapa component lainnya yang masih aku tangani, tapi mungkin si bos beranggapan, pekerjaan sisa, yang hanya tingga beres beberes itu, bisa dialihkan ke staff yang masih tersisa. It’s fine menurutku.

Aku professional aja, ga menuntut apa-apa, karena jelas aku mengerti maknanya keterbatasan budget. Dan aku mengerti pemikiran bosku, daripada dia menggajiku 4 bulan lagi, mendingan dia memperpanjang dua staff ku, dimana dana yang harusnya dibayar untukku selama 4 bulan itu, setara dengan memperpanjang dua staff dibawahku selama 4 bulan kedepan.

Maka aku mengerti sekali, dan sejujurnya, aku lega dan plong banget dengan situasi ini. Waktu istirahatku dipercepat. Tadinya aku berfikir, baru Juni nanti aku bisa santai. Bisa rileks. Tapi ternyata pensiunku dipercepat. Hehe. Bebas deh.

Sebenarnya ingin banget mengajak Intan turut serta dalam tour of the Java (jiaaaaah… ) ini, tapi anaknya masih sekolah, belum libur.. jadinya terpaksa tinggal dan focus sekolah dulu deh jadinya…. #Nasib anak sekolah… hiks..hiks..
Biasanya kalo traveling tuh, kita selalu pergi bertiga, tapi kali ini jadi berduaan wae, ga pa-pa deh… Untuk Intan bisa diulang nanti ya nak… ☺

Well sobats maya tercinta....akhirnya mata ini lelah juga, ngantuk sobs... dan tau ga sobs, malam ini aku memecahkan rekor terhadap diriku sendiri lho..

Rekor apaan Al?
Hehe... rekor mampu bertahan tidak tidur dalam perjalanan setelah lebih dari 25 menit perjalanan dimulai!! hihi.
Biasanya tuh sobs, aku akan langsung tertidur lelap deh setelah melewati 20 menitan perjalanan, ga peduli perjalanan itu via darat, laut apalagi udara. Eh kali ini kok bertahan lama ya? dari jam 3.40 sore tadi sampai saat ini masih mampu bertahan. ck..ck..ck, sampai suamiku geleng kepala lho.

Iya donk, lihat dulu pegangannya... laptop dan koneksi internet yang sangat compromise. hehe.

Well sobats maya tercinta, inilah ceritaku hari ini, apa rencana sobats untuk week end ini? semoga apa yang sobats rencanakan akan dapat dijalankan sesuai dengan rencana yaa sobs... amin.

Have a great week end,

Saleum,

Alaika.
Read More
/ /


Halo sobats maya semuanya....

Tadinya pajangan award ini aku satukan dengan postingan ini sobs, mengingat waktu dan koneksi yang terbatas di dalam kereta api. What?? blogging dari kereta api? hehe....

Begitu deh Alaika kalo sedang kumat isengnya, hihi. #maruk bener ya sobs?

Pagi ini, sedang duduk nyantai, membaca lagi postingan tadi malam, kok rasanya ada yang kurang sreg gitu di hati ini melihatnya ya??
Hm....postingan jadi kepanjangan dan jadi tidak terlihat special gitu lho... sementara Maya kan memberiku award penuh cahaya ini dengan sepenuh hati....

Nah, jadilah pagi ini kucoba memisahkan antara award berkilau ini dengan postingan tadi malam saat diriku dalam perjalanan dari Bandung menuju Solo.

Pada kesempatan ini, aku ingin menghaturkan trims a lots nih untuk sobat baikku Maya, yang telah menganugerahkan award yang begitu berkilau untukku. Aku tahu, ini adalah cara Maya menutup kekecewaan para sahabatnya yang kurang beruntung memenangkan kontes yang diadakannya itu, ya kan May? Hehe

Menerima award dari para sahabat adalah suatu kebahagiaan tersendiri di hatiku, dan aku juga yakin jika sobats semua juga akan merasakan hal yang sama kan ya? Dan bersamaan dengan postingan ini, aku ingin memajang award indah ini di halaman ‘my virtual corner’, agar pojok mayaku ini semakin bersinar.

Teruntuk Maya yang baik hati dan tidak sombong (hehe), again, many thanks for the award ya say, ini sungguh berarti bagiku May… kapan mau ngasih lagi nih? Haha…

Saleum,

Alaika


Read More
/ /
Tulisan ini ditulis ketika diriku mendekam duduk termangu seorang diri (rame sih tapi ga saling kenal) di waiting room Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, menanti saat-saat boarding yang masih 10 menit lagi.

Lho, emangnya mau kemana AL?

Ga jauh-jauh kok sobs, cuma mau jalan ke Jakarta dan Solo/Yogya sebentar, mumpung sedang break pekerjaan. Ingin jalan-jalan sejenak memberikan reward bagi diriku sendiri yang telah sekian lama tenggelam dalam ritme kerja yang tak mengenal ampun. Huft. Ternyata, berakhirnya kontrak kerja adalah suatu yang begitu membahagiakan. Alhamdulillah. Jadi bisa istirahat sejenak, refreshing, baru kemudian cari-cari pekerjaan baru. Semoga Allah memberi jalan kemudahan untuk itu nantinya, Amin.

Well, back to the topic above, pasti sobats penasaran cerita apa nih yang akan aku persembahkan kali ini kan ya? ayo bilang iya, harus bilang iya biar Alaika ga kecewa, hehe

Masih merasa kangen akan seorang senior yang telah lebih dahulu pergi, kali ini aku ingin mengabadikan kisah lucu ini di dalam diary online tercinta ini, yang kuharapkan juga mampu mengukir senyuman di bibir para sahabats saat membaca kisah nyata ini..

Ok, let me start the story then...

Suatu pagi sekitar jam 10 wib, pertengahan tahun 2008, saat aku baru saja sampai di kantor. Eits, jangan menilaiku staff yang tidak disiplin lho, melihat aku ngantor jam 10....

Begini ceritanya sobs, kantorku itu ada dua saat itu, yang utama sekali adalah BRR NAD Nias, di Lueng Bata, dan yang kedua adalah berlokasi di salah satu gedung di kompleks kantor Gubernur Aceh ini. Nah, pertama sekali, sekitar jam 8.15 wib, aku harus nongol dulu di kantor 1, meeting pagi sebentar dengan big boss, baru lanjut ke kantor dua. Nah disinilah hampir seluruh jam kerjaku dihabiskan... (ih ga penting deh kayaknya apdetannya nih Al!)


Nah, kembali ke topic, saat aku sedang mengeluarkan peralatan perangku kerja, almarhum bu Ar, kolega seniorku, curcol deh.

"Al, tau ga kamu?" aku menghentikan aktivitas dan menatap heran ke wajahnya yang duduk tepat berhadapan dengan meja kerjaku.

"Ga bu!" jawabku polos, menggeleng. si Ibu terlihat kesal. Lalu lanjutnya..

"Ya jelas ga tau donk, orang kamu baru datang sih...!"

"Emang ada apa bu?" tanyaku. Kulihat kedua cewek (admin dan finance) juga berwajah kesal gitu.

"Puluhan tahun saya jadi pejabat, dan bergaul dengan begitu banyak pejabat Aceh lainnya, atau mitra kerja Aceh lainnya, baru kali ini saya temukan seorang yang sama sekali tidak mau menggunakan bahasa Indonesia to speak.!" Nada suaranya tinggi, kesal begitu kentara di intonasi modulasinya.

"Lho, emang siapa bu? terus dia bicara pake bahasa apa?" Aku jadi penasaran.

"Ga tau deh dia itu Aceh mana, sepertinya orang Pidie sih. Baru aja keluar, tadi Christian kesini, memperkenalkan dia ke kita dan minta agar si Aceh itu boleh nebeng sementara di ruangan kita sambil menunggu ruangan dia kelar. Dan tentu kita terima donk. Nah, begitu ditinggal si Christian, saya ajak ngobrol lah dia, eh, jawabnya kamu tau pake bahasa apa?"

"Bahasa apa bu?"

"Bahasa Inggris! masalahnya diakan orang Aceh gitu lho, dan kita juga pribumi, dan saya bicara ke dia juga pake bahasa Indonesia, lha jawabnya kok bahasa Inggris. Edan!"

Aku ikutan kesal juga sih, kebayangkan betapa sombongnya orang seperti ini.... betapa tidak cinta tanah airnya dia ini.... huft.

"Emang dia tugas dimana selama ini bu? Jangan-jangan lama di luar negeri, jadi lupa bahasa sendiri!" kucoba memberi argumen walau sebenarnya dalam hati aku berkata, 'masak sih bisa lupa dengan bahasa sendiri?"

"Tuh kamu tanya si Tina dan Ayu, mereka juga dengar dan lihat sendiri tadi, betapa sombongnya si Aceh itu!" Masih jelas kesalnya si ibu.

"Ya udah, kalo gitu kita kerjain aja nanti dia bu, gimana?" Saranku jahil, langsung diangguk setuju oleh Tina dan Ayu. Giliran aku yang kaget? Serius nih mau ngerjain orang, mau diapain? hehe.

Tak lama pintu terbuka dan seseorang itu masuk. Aku pernah mengenal orang ini deh, ketika aku mengawal pameran di Jakarta...

"Nyoe ureung jih kak! (ini dia orangnya kak)" seru Tina perlahan.

Meledak tawaku. Sungguh tak mampu kutahankan. Baik si orang baru (Si Aceh) maupun bu Ar, Tina dan Ayu melongo. Heran. Aku masih tertawa geli. Tapi ketika si Aceh mendekatiku, tentu donk ngakakku ku stop dulu.

"Hey Alaika, how are you? so glad to see you here..." disalaminya aku, hangat dan ramah.

"Hey Pak... I am good, thanks, how are you?" balasku.

"I am good too, so this is your office as well?" aku mengangguk dan melanjutkan.

"Yup, they said that you will work here for temporary?"

"Yes, my office is in renovation, so I have access from Ibu to work here." senyum ramah sambil menatap bu Ar.

Kutatap bu Ar, Tina dan Ayu geli. Mereka melongo, dan bu Ar nyelutuk dalam bahasa Aceh.

"Ka kupeugah? ka kaleun ke droe? han di tem peugah haba bahasa tanyoe keen? (sudah saya bilang? udah kamu lihat sendirikan? dia ga mau pake bahasa kita!"

Aku lanjutkan tawaku, geli, geli dan geli saat si Aceh pamit keluar sebentar, HPnya ketinggalan di ruang meeting katanya.

Aku terus tertawa, geli, geli dan geli. Penasaran, bu Ar membentakku (sambil becanda sih).

"Apaan sih kamu, ngakak begitu ga jelas sebabnya. Heran, salah makan apa kamu tadi pagi tuh Al?"

Tawaku makin deras. Geli, geli dan geli.

"Bu...bu.... gimana mau ngomong bahasa Indonesia atau bahasa Aceh bu? diakan orang NEPAL, jadi harus kursus bahasa Indo dulu donk kalo ibu ngotot minta dia berbahasa!" hahahahahahahha..... aku terpingkal-pingkal, apalagi melihat raut wajah bu Ar, Ayu dan Tina.... kaget lalu ikutan terpingkal-pingkal.

Meledaklah tawa membahana di ruangan itu. Hahahahahahaha..... sampai si Aceh masuk kembali, lengkap dengan HP di tangannya.

"Hey, what do I miss here? anything funny?"

Masih dengan tawa yang ditahan, bu Ar menjelaskan pada si Aceh... Dan yang membuatku salut dan makin hormat pada beliau, adalah saat beliau dengan jiwa besar meminta maaf pada si Aceh yang ternyata bukan Aceh, karena telah berprasangka buruk padanya tadi.

Tentu si Aceh yang bernama Man Thapa ini, ikutan tertawa geli, malah ngakaknya jadi lebih keras dibanding kami semua...

hahaha....

tulisan ini diabadikan untuk mengenang seorang senior yang berjiwa besar, humoris dan legowo
makin kangen denganmu ibu...
Alfatihah ini untuk ibu
Rest in peace bu Ar!




Read More