Kejutan manis yang disajikan oleh tamu tak disangka kemarin sore, benar-benar menyita waktuku selanjutnya hingga tak berkesempatan untuk menyentuh Laxy apalagi Macsy, guna membalas komen dan kunjungan sobats ke rumah maya tercinta ini.
Si tamu tak terduga yang adalah juga sang penculik romantis ini, kian sering bertingkah tak terduga, nyebelin tapi selalu mampu menyulap suasana hatiku yang panas membara menjadi sejuk penuh gairah.
Harusnya aku belajar sih dari modus penculikan terdahulu, sehingga bisa menebak alur cerita yang akan kami mainkan kali ini. Tapi dasar aku, pelupa kelas wahid dan lugu. #halah, Alaika lugu? Hihi
Jadinya ya gitu deh, jadilah si tamu tak terduga ini dengan sukses melaksanakan perannya. Membuatku ngambek padanya terlebih dahulu, karena alasannya yang belum sempat transfer jatah bulanan seperti biasanya, terus utarakan bahwa dia sibuk banget hingga ga sempat mengunjungiku bulan ini, dan mungkin baru bulan depan baru bisa kesini.
Aku sih ga papa dia ga pulang, tapi transferannya itu lho... Pundi2 kan butuh di inject mas! Tidakkah engkau tau bahwa hati ini akan sejuk melihat angka di rekening itu bertambah? Aku pun ngambek, malas ngeresponse BBM dan sms maupun call nya. Konon lagi membalasnya di skype or ym, emoh ah. Lagi malas. Dia mengalah, dan malah ga menghubungiku lagi. Terlalu! Harusnya dibujuk donk... Dasar nih, awas aja ya!
Tiga hari ga ada kabar, eh kemarin siang tiba2 BBM, tanyain apa kabar? Males aku balasnya. BBku pun berdering dan sudah kutebak, memang dia. Saraf dan rasa gondokku pun membengkak, kujawab dengan sedikit ketus.
"Waalaikumsalam. Ya mas?"
"Lagi ngapain Hani, ntar sore pulang jam berapa? Ada janji ga sayang?"
"Ga ada, mau langsung pulang. Lagi males!"
"Ya udah, ga boleh males-males gitu ah, ntar rejekinya jauh lho!"
"Ya pasti jauh lah, orang mas ga transfer-2."
"Yee... Ngambek... Kan mas masih sibuk, pasti mas transfer lah, tenang aja. Ntar sore mas kasih deh, pulang kerja. Ya udah mas mau meeting dulu yaaa..."
"Ya udah, sana meeting. Bener tuh, nanti sore transfer!'
"Ok Hani, Asslammualaikum."
"Waalaikumsalam mas."
Kututup dengan suara yang mulai melembut. Ya iya lah, janjinya untuk mentransfer jatah bulanan itu sore ini, jelas mencerahkan hatiku donk. Hehe.
Ih kamu tuh mata duitan deh Al! Eits, istri mana sih yang ga mata duitan terhadap suaminya? Hayoo tunjuk tangan kalo ada istri yang nerimo aja dengan rela hati ga dikasih nafkah/uang oleh suaminya? Ada? Hehe.
Sore hari, sedang menanti angkot langganan di simpang Ampera, Tubagus Ismail, sebuah Toyota Rush berhenti di depanku, setelah men-dim lampunya ke arahku. Kaca jendela depan sebelah kiri pun diturunkan, sebuah senyum lebar terpancar dari sebuah wajah yang sangat kukenal, duduk di belakang kemudi.
"Ih mas!" Seruku kaget tapi langsung sumringah.
Kebangetan! Ga bilang-bilang terbang kesini. Jadi tadi siang dia menelphoneku sebelum baording? Hi mas ini yaaa!
Riang donk pastinya. Segera kulangkahkan kakiku, membuka pintu, menyalami dan mencium tangan kanannya yang langsung menarik dan mencium mesra jemariku.
Selanjutnya... Sudah pasti suasana hati ini berkembang sempurna dunk. Merah jambu. Makan malam berdua di sebuah tempat yang begitu romantis, ingin berlama-lama disitu sih, tapi dia ga ingin. Inginnya segera pulang, alasannya ingin lihat kamar kost ku, kan belum pernah pulang kesini sejak aku pindah ke Bandung. Huuuu alesan, yang iyanya sih, pasti ingin menikmati si pemilik kamar tuh. Haha
Apapun alasannya, yang pasti, sok atuh mas. Aku juga kangen kamu! Hihi
Dan, wajarkan sobs jika kemudian, Laxy dan Macsy terletak tak berdaya, tetap di dalam tas kerjaku? Tidak disentuh seperti biasanya? Hihi
Seperti pada tragedi sebelumnya yang aku posting disini, penculik romantis ini, kembali beraksi dengan apik dan membahagiakan. So glad to have u here mas! Jadi kangen Intan deh, biasanya dia yang paling happy setiap mas pulang ke Aceh. Bisa belajar matematika bersamamu.
Well sobs, sharing ngawur kali ini, let me end it here ya, mau turun angkot dulu. Tadi sih sempat diantar Toyota Rush milik kantor cabang si penculik, tapi untuk lanjut ke kantor aku tetap harus naik angkot lagi deh, karena si penculik have a meeting di tempat yang berlawanan arah.
Btw, ada yang happy karena ga dikasih uang belanja oleh suaminya? Haha, pasti ga happy kan? Suka ngambek sobs? Lirik sobats yang udah emak-2.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Si tamu tak terduga yang adalah juga sang penculik romantis ini, kian sering bertingkah tak terduga, nyebelin tapi selalu mampu menyulap suasana hatiku yang panas membara menjadi sejuk penuh gairah.
Harusnya aku belajar sih dari modus penculikan terdahulu, sehingga bisa menebak alur cerita yang akan kami mainkan kali ini. Tapi dasar aku, pelupa kelas wahid dan lugu. #halah, Alaika lugu? Hihi
Jadinya ya gitu deh, jadilah si tamu tak terduga ini dengan sukses melaksanakan perannya. Membuatku ngambek padanya terlebih dahulu, karena alasannya yang belum sempat transfer jatah bulanan seperti biasanya, terus utarakan bahwa dia sibuk banget hingga ga sempat mengunjungiku bulan ini, dan mungkin baru bulan depan baru bisa kesini.
Aku sih ga papa dia ga pulang, tapi transferannya itu lho... Pundi2 kan butuh di inject mas! Tidakkah engkau tau bahwa hati ini akan sejuk melihat angka di rekening itu bertambah? Aku pun ngambek, malas ngeresponse BBM dan sms maupun call nya. Konon lagi membalasnya di skype or ym, emoh ah. Lagi malas. Dia mengalah, dan malah ga menghubungiku lagi. Terlalu! Harusnya dibujuk donk... Dasar nih, awas aja ya!
Tiga hari ga ada kabar, eh kemarin siang tiba2 BBM, tanyain apa kabar? Males aku balasnya. BBku pun berdering dan sudah kutebak, memang dia. Saraf dan rasa gondokku pun membengkak, kujawab dengan sedikit ketus.
"Waalaikumsalam. Ya mas?"
"Lagi ngapain Hani, ntar sore pulang jam berapa? Ada janji ga sayang?"
"Ga ada, mau langsung pulang. Lagi males!"
"Ya udah, ga boleh males-males gitu ah, ntar rejekinya jauh lho!"
"Ya pasti jauh lah, orang mas ga transfer-2."
"Yee... Ngambek... Kan mas masih sibuk, pasti mas transfer lah, tenang aja. Ntar sore mas kasih deh, pulang kerja. Ya udah mas mau meeting dulu yaaa..."
"Ya udah, sana meeting. Bener tuh, nanti sore transfer!'
"Ok Hani, Asslammualaikum."
"Waalaikumsalam mas."
Kututup dengan suara yang mulai melembut. Ya iya lah, janjinya untuk mentransfer jatah bulanan itu sore ini, jelas mencerahkan hatiku donk. Hehe.
Ih kamu tuh mata duitan deh Al! Eits, istri mana sih yang ga mata duitan terhadap suaminya? Hayoo tunjuk tangan kalo ada istri yang nerimo aja dengan rela hati ga dikasih nafkah/uang oleh suaminya? Ada? Hehe.
Sore hari, sedang menanti angkot langganan di simpang Ampera, Tubagus Ismail, sebuah Toyota Rush berhenti di depanku, setelah men-dim lampunya ke arahku. Kaca jendela depan sebelah kiri pun diturunkan, sebuah senyum lebar terpancar dari sebuah wajah yang sangat kukenal, duduk di belakang kemudi.
"Ih mas!" Seruku kaget tapi langsung sumringah.
Kebangetan! Ga bilang-bilang terbang kesini. Jadi tadi siang dia menelphoneku sebelum baording? Hi mas ini yaaa!
Riang donk pastinya. Segera kulangkahkan kakiku, membuka pintu, menyalami dan mencium tangan kanannya yang langsung menarik dan mencium mesra jemariku.
Selanjutnya... Sudah pasti suasana hati ini berkembang sempurna dunk. Merah jambu. Makan malam berdua di sebuah tempat yang begitu romantis, ingin berlama-lama disitu sih, tapi dia ga ingin. Inginnya segera pulang, alasannya ingin lihat kamar kost ku, kan belum pernah pulang kesini sejak aku pindah ke Bandung. Huuuu alesan, yang iyanya sih, pasti ingin menikmati si pemilik kamar tuh. Haha
Apapun alasannya, yang pasti, sok atuh mas. Aku juga kangen kamu! Hihi
Dan, wajarkan sobs jika kemudian, Laxy dan Macsy terletak tak berdaya, tetap di dalam tas kerjaku? Tidak disentuh seperti biasanya? Hihi
Seperti pada tragedi sebelumnya yang aku posting disini, penculik romantis ini, kembali beraksi dengan apik dan membahagiakan. So glad to have u here mas! Jadi kangen Intan deh, biasanya dia yang paling happy setiap mas pulang ke Aceh. Bisa belajar matematika bersamamu.
Well sobs, sharing ngawur kali ini, let me end it here ya, mau turun angkot dulu. Tadi sih sempat diantar Toyota Rush milik kantor cabang si penculik, tapi untuk lanjut ke kantor aku tetap harus naik angkot lagi deh, karena si penculik have a meeting di tempat yang berlawanan arah.
Btw, ada yang happy karena ga dikasih uang belanja oleh suaminya? Haha, pasti ga happy kan? Suka ngambek sobs? Lirik sobats yang udah emak-2.
Powered by Telkomsel BlackBerry®










