Menu
/
Picture from Canva.com, modified by Alaika Abdullah
Hello, dears! Udah lama juga ga nulis di halaman tercinta ini, euy! Jadi kangen deh sama kalian semua! Pada sehat kan? πŸ˜€

Ga terasa, rumah utama ini mulai berdebu, saking asyiknya aku bermain di rumah baru, yang sedang penuh pesona, excitement dan berbagai peluang baru yang ditawarkannya. Rumah yang mana, sih, Al?

Yang ini, lo! Rumah baru di planet steemit! Udah pernah dengar tentangnya? Eits, bukan tak cinta lagi pada rumah ini (My Virtual Corner) yang telah mengukir dengan indahnya namaku di halaman rumah si mbah, sih, tapi karena memang aku sedang excited banget mempelajari rumah baru yang satu ini. Yang tanpa terasa, di hari ke 40 membuka lapak di sini, telah menjadikan reputasinya di angka 44. Aih, Alhamdulillah. Semoga aliran steem dollarnya pun mengalir lancar ke depannya, dari postingan demi postingannya. Aamiin ya Allah.


Lari dari Masalah, Harus kah?

Namun, hari ini, aku tak hendak berbicara tentang rumah baru itu, sih. Melainkan ingin bercerita tentang judul di atas. Yes. Terkadang, banyak dari kita, yang tanpa sengaja melakukannya. Lari dari Masalah, karena tak sanggup berhadapan dengannya. Yang lebih sedihnya lagi, banyak dari kita yang justru mengendapkan masalah, karena merasa itu lebih baik daripada dikeluarkan dan dicarikan solusinya.

Belum dapat bayangan kasusnya yang gimana?
Yang begini, lho! Kebetulan seorang teman barusan curhat, menceritakan sikap seorang sahabatnya yang tiba-tiba saja berubah. Menjauhinya tanpa penjelasan. Hm, emangnya ada yang seperti itu, Al?

Hayyah, kok masih tanya? Coba deh lihat ke dalam diri, jangan-jangan kita sendiri pun pernah demikian. Karena merasa ga enak jika berterus terang. Takut akan menyinggung si teman, jadi kita memilih untuk mundur teratur tanpa penjelasan. Padahal yang seperti ini, sakitnya justru lebih pedih dibandingkan berterus terang ke si teman. Walau akan membuatnya sakit, namun, dia akan tau duduk perkaranya, dan kemungkinan untuk berimprovisasi, kemungkinan untuk memperbaiki sikap pun terbuka lebar, sehingga kita tak perlu mengorbankan sebuah persahabatan bukan?

Sayangnya, di dunia ini, masih banyak pula yang memilih sikap lari dari masalah, tak hendak mengungkapkannya apalagi menyelesaikannya dengan gagah berani. Yap, sungguh disayangkan bukan? Bayangkan, waktu akan berlarut, terbuang percuma. Syakwasangka terbuka lebar. Si teman yang dijauhi akan berpikir macam-macam. Tak urung malah menjadi sedih, namun tak tau apa salahnya. Ga enak banget kan jika kita yang mengalami hal seperti ini?

Janganlah Lari dari Masalah, Tapi Hadapi dengan Gagah Berani.

Yes, aku termasuk orang yang akan serta merta mengejar para pihak untuk menuntaskan masalah. Misalnya nih, aku punya 3 teman karib, yang biasanya kita selalu kompak dan saling support. Namun, pada suatu waktu, namanya kehidupan, kami pun berselisih. Saling mendiamkan dan menjauh. Nah, aku paling ga betah dengan situasi yang seperti ini, sobs!

Maka aku akan mencoba untuk mendudukkan semua pihak. Mengajak semuanya untuk berkepala dingin, berdiskusi. Bercerita duduk perkaranya dengan hati bersih dan lapang, dan kemudian, saat uneg-uneg telah dikeluarkan, hati menjadi lebih tenang, kepala telah sama-sama dingin, maka jalan keluar pun biasanya akan terlihat dengan lebih jelas. Iya enggak, sih, sobs?

Tapi ya itu tadi, sobs. Manusia kan berbeda-beda. Ada yang memang mengendapkan masalah itu terlebih dahulu, ntar kapan-kapan, jika udah rada adem hati, baru dibicarakan, itu pun jika ingat. Hayyah!

Atau lebih parah lagi, sobs. Ada yang pura-pura ga ada masalah. Mencoba lupa, dan waktu pun terulur tanpa kendali. Hati saling curiga, emosi saling berlaga dalam perang dingin yang tak bertepi. Halah. Syedih deh eikeh kalo seperti ini. Hehe.

Kalo kalian gimana? Apa solusi yang kalian lakukan jika persahabatan kalian terkendala seperti ini? Lari dari masalah dan berpura-pura everything is ok? Atau mendudukkan semuanya, brainstorming dan cari solusi?

Share di kolom komentar donk!

Catatan ringan tentang kehidupan,
Al, Bandung, 21 Februari 2018

18 comments

Pernah mengalami, tiba2 dijauhin seseorang padahal ga merasa ada salah. Setelah sekian lama saya baru tau permasalahannya dari orang lain. πŸ˜‘πŸ˜‘

Kalau saya sukanya terus terang, dibicarakan baik2 apa masalahnya biar ga ada prasangka mbak

Reply

Sebenarnya lari dari masalah bukan penyelesaian, karena masalahnya masih akan tetap ada dan itu akan bikin ganjelan di hati. Yang seharusnya adalah menghadapi masalah, tapi memang terkadang berat.

Reply

Dikomunikasikan aja mba alaika, kita yang ngalahkan ego dengan memulai dulu. Entah dengan cara chat. Semoga cepat selesai masalahnya ya mbak. Hadapi aja, meski kadang butuh waktu :)

Reply

Kalau ada masalah saya maunya langsung dikomunikasikan. Tapi tidak semua orang bisa demikian ya. Ada yang kalau ada masala justru dieeem bikin super jengkel. Ngadepin orang kaya gitu gimana baiknya ya?

Reply

Kalau punya masalah aku sih gak lari, cuma butuh waktu sejenak buat mendinginkan hati dan fikiran. Nanti pasti akan diselesaikan kokkk

Reply

ya nggak boleh lari sih, tapi kalau dari pihak sana nggak mau mendinginkan masalah, mending let it go aja, berarti dia nggak mau menyelesaikan masalah ini, hahaha been there xD

Reply

Hm..kak Al juru damainya, ya. Hehe

Kalau Aini, Kak bukan lari dari masalah, tapi cenderung ga mau bikin pasal. Itu aja...nggak bagus juga kali ya, Kak? Hmm

Reply

Maunya lari ke hutan terus lari ke pantai haha. Apa kabar Mbak Al, sehat?

Reply

Aku lari dari masalah klo lagi bete sama suami mbak.. hahaha. Sengaja biar dikejer-kejer gitu. Soalnya suamiku tipe yang suka terus terang dan langsung diselesain.

Reply

Lari dari masalah, ya masalah tetap ada. Daripada lari mendingan diam ngoceh sosmed dan tanya sama tuhan minta solusi nya

Reply

Harus dikomunikasikan. Meski buatku butuh waktu. Kadang masih harus cooling down dulu,pikiran tenang, baru deh diomongin

Reply

Wah capek jg ya mengejar para pihak gitu sih. Biasanya klo aku ada di posisi korban, wes meneng wae, nerimo πŸ˜‚

Reply

nggak lari paling menghindare sebentar :D

Reply

pasti lebih enak jika diomongkan bersama ya mbak

Reply

Namanya sahabat harusnya nggak canggung untuk ngobrolin apa yang salah dan cari solusinya sama sama. Klau didiemin sayang dengan hubungan bertahun tahun yang harus hilang begitu saja :)

Reply

setuju mba, lari dari masalah sama sekali tidak menyelesaikan. malah terkadang akan memperburuk keadaan.

Reply

aku modelnya yang suka menyelesaikan masalah langsung mba...dan ngga bisa pura-pura hehehe. So better get everything settled

Reply

Aku dulu pernah jadi orang yang lebih suka diam kalau ada masalah. Sekarang, aku lebih suka ngajak ngomong orang yang bersangkutan bida plong . Hehe

Reply