Menu
/
Pasti pernah donk tiba-tiba merasa down? Kehilangan semangat juang dan sekelliling seakan tak lagi bersahabat? Setiap orang pasti pernah merasakannya, karena memang begitulah siklus kehidupan. Ibarat perputaran roda pedati, harus terus bergulir agar sampai ke tujuan. Begitu juga dengan kehidupan. Tawa dan air mata adalah seperti pasangan Yin dan Yang yang senantiasa hadir di dalam ritme kehidupan. Tak ada yang perlu diherankan, apalagi dikutuk dengan kejam ketika kita alami penurunan grafik kebahagiaan.

Sedih? Sudah pasti. Siapa yang tidak gundah gulana mendapati rezeki yang menurun drastis? Siapa yag tak bermuram durja mendapati kekasih hati berpaling ke lain hati? Siapa yang tak berduka mendapati karir yang hanya berjalan ditempat atau bahkan merosot perlahan? Sudah pasti sedih banget donk!

Namun, cukupkah kita berlarut-larut di dalam kesedihan dan mengutuki nasib yang tak lagi berpihak kepada kita? Eh, itu yang menjawab perlu kok semangat banget yak! Hihi. Seperti yang pernah kutulis pada postingan sebelum-sebelumnya, adalah wajar jika kita memberikan space bagi hati dan pikiran kita untuk bersedih hati, atau malah menangis membabi buta.

Tidak ada yang salah dengan hal itu. Etapi, jangan sampai berlarut-larut. Karena membiarkan diri berlarut-larut di dalam kesedihan dan keterpurukan, adalah sama artinya dengan membiarkan diri kita ketinggalan kereta. Ketinggalan pesawat menuju tempat tujuan. Bisa makin terpuruk donk jika kita sampai ketinggalan. Jadi harus gimana donk? Ya gimana lagi, ya harus BANGKIT dan berjuang kembali meraih kemenangan! Hidup ini akan tetap indah, jika kita sigap dan bersungguh-sungguh menyiasati badai kehidupan. Setuju?

secuil coretan, penyemangat kehidupan
Al, Bandung, 10 Februari 2014


25 comments:

  1. iya maak, sadari hidup itu berputar, kadang di bawah kadang di atas, supaya selalu siap dengan kondisi apapun

    ReplyDelete
  2. Setiap momen, senang atau susah hrs dinikmati ya mak, sng bersyukur, susah ya blg bersedih tp jgn klmaan trs bangkit n berjln lg.. Move on ;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, begitulah siklus kehidupan. Harus siap untuk menikmati setiap periode yang singgah di kehidupan kita ya, Mak. :)

      Delete
  3. Meskipun susah memang kita harus bisa segera bangkit dari kesedihan ya Mb Al. Karena dunia akan terus berjalan dengan ataupun tanpa kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, Dan. Karena hanya kita yang mampu membangkitkan diri sendiri, tentu saja dengan dukungan kerabat dan sahabat2 terdekat. :)

      Delete
  4. hampir mirip dengan postingaku kemarin, dan juga mirip dengan postingan Mbak Injul :D

    ReplyDelete
  5. masin nunggu kelanjutan petualangan gaib :)

    ReplyDelete
  6. hidup indah itu hanya kita yang bisa mewujudkannya ya mbak

    ReplyDelete
  7. Namanya juga kehidupan, manis asam asin enak gak enak ya harus tetep berjuang menjalani dan menghadapi masalah masalah yang ada :D

    ReplyDelete
  8. Hidup ini tetap indah... tinggal bagaimana kita memandangnya dan menyikapinya ya Mak?

    ReplyDelete
  9. Yak Mak, dg berlalunya waktu pasti bisa membuat kita bangkit lagi dan menebarkan aura positif

    ReplyDelete
  10. Sepakat Mbak Al. Sedih itu juga proses, ada waktunya bersedih itu sehat. Hanya persoalan berapa lamanya saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, semua itu ibarat siklus di dalam kehidupan. Harus sigap dan siap dalam menghadapi setiap siklusnya. :)

      Delete
  11. Bener banget kak Al. Keterpurukan akan semakin menemui finishnya jika kita biarkan berlarut-larut. Karena itu ketika belum mencapai garis finish, yuk bangkit dari keterpurukan. Menyemangati diri sendiri. Salam kak Al!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat dengan pendapatmu, Mba Pu. Yes, harus segera bangkit sebelum mencapai garis finish, biar ga game. :)

      Delete
  12. Setuju Mak Alaika, move on dan move up harus sejalan. Ibarat naik motor sesekali Kita melongok ke belakang, agar lebih waspada tak mengulang kesalahan yang sama.

    ReplyDelete
  13. Benar sekali, Untuk melawan badai kita harus terus berjalan... Dari keterpurukan saya jadi lebih mengerti siklus takdir dan belajar mengiklaskan kekasih saya yang tidak setia itu :)

    ReplyDelete