Powered by Blogger.

Gaya Gay - resensi sebuah novel

Posted by Alaika Abdullah On 2/20/2013

Penulis : Dann Julian
Penerbit : Pustaka Sinar Harapan


Berbicara tentang penyimpangan seksual, hubungan sesama jenis [gay, lesbian, biseks dan berbagai prilaku seksual nyeleneh lainnya] memang tiada akan ada endingnya. Topik satu ini telah berkembang ratusan tahun dan mungkin tak akan berhenti hingga roda kehidupan ini berhenti berayun.

Fenomena yang satu ini, tak dapat dipungkiri, terus menjamur bak cendawan di musim hujan, tumbuh sporadis di kalangan tertentu tanpa mampu ditutupi, atau malah merambat dan bertumbuh secara terselubung karena keadaan yang mengharuskannya di kamuflase.

Novel yang ditulis oleh seorang wartawan kawakan ini, mengulas tentang kehidupan pasangan gay kaum jetset Jakarta, berdasarkan hasil investigasi mendalam bermodalkan pengalamannya yang malang melintang di dunia jurnalistik, dan dikemas dalam bentuk fiksi yang sangat menarik dan unpredictable!

Kisah bermula dari rasa kecewa dan sakit hati yang dirasakan oleh seorang gay [Michael], perancang mode terkenal, akibat dikhianati oleh kekasih gay-nya bernama Sandro. Michael sebenarnya adalah seorang pria baik hati, yang telah mengangkat Sandro menjadi anak asuhnya, meng-upgrade pengetahuannya hingga mampu menjadi seorang yang handal dalam merancang busana, mengurus pagelaran-pagelaran busana, dan menjadi mitra kerja Michael yang bisa diandalkan. Selain daripada itu, Sandro adalah kekasih hati yang senantiasa mampu mendamaikan dan membahagiakan hati Michael. Namun, balasan dari Sandro sungguh tak sebanding dengan apa yang telah diberikannya dengan tulus selama ini.

Tanpa belas kasih, Sandro berpaling darinya, bahkan tak hanya itu, lelaki muda itu, mentah-mentah mencuri ide-ide designnya, mengembangkannya dan menyempurnakannya sedemikian rupa, dan mengadakan pagelaran tunggal yang se-level dengan pagelaran-pagelaran yang selama ini digelarnya. Sandro benar-benar telah menikamnya dari belakang. Michael sungguh kecolongan!

Beruntung, kehadiran seorang laki-laki muda lainnya bernama Benny, akhirnya mampu melipur duka lara Michael. Selain cerdas dan paham akan tugasnya sebagai asistennya Michael, lelaki kampung ini [yang tadinya adalah lelaki tulen], juga dengan cepat dapat diupgrade mengikuti alur kehidupan modern dan gemerlap kota Jakarta, hingga akhirnya menjadi tangan kanan serta kekasih hati Michael, menggantikan Sandro yang telah pergi. Bersama Benny, Michael menemukan kembali kebahagiaannya. Dan Benny, lambat laun, bersama meningkatnya kesejahteraan hidupnya oleh tercukupinya materi, kian menikmati kehidupan seksualnya yang telah berubah haluan.

Menjadi homo atau gay, tentu bukan hal yang dapat dibanggakan, bahkan banyak yang berusaha keras untuk mengkamuflasekannya sedapat mungkin. Tak banyak dari mereka yang siap untuk menyatakan diri mereka mengidap kelainan ini secara terbuka di depan publik, khususnya di negeri ini. Begitu juga dengan Benny. Akal sehatnya, masih tak mampu kompromi untuk terang-terangan menunjukkan di depan umum bahwa dirinya kini adalah seorang gay. Karenanya, setengah mati dia berusaha mengkamuflasenya, yaitu dengan tetap melanjutkan hubungan asmaranya dengan Dinar [adik dari sahabat karibnya Jay]. Untuk lebih kuat menutupi fakta itu, Benny melamar Dinar pada Jay dan mereka pun melangsungkan pernikahan. Michael, walau cemburu, tetap merelakan kekasihnya 'menikah' dengan Dinar, karena cinta terselubung mereka masih harus diselubungi.

Kisah menjadi kian menarik kala Dinar terpuruk di malam pertama, juga malam-malam berikutnya karena ternyata Benny tak mampu menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami. Hingga akhirnya di malam yang kesekian kalinya terpaksa berterus terang pada sang istri, bahwa dirinya tak lagi menjadi lelaki tulen. Bahwa kejantanannya tak lagi mampu berdiri di hadapan seorang wanita, melainkan akan aktif jika berhadapan dengan sesama jenisnya [laki-laki]. Shock, pingsan! Itulah reaksi awal Dinar, namun rasa cintanya yang begitu besar terhadap Benny mampu melahirkan pengertian yang luar biasa di dalam diri Dinar akan keadaan suaminya. Diteguknya keadaan itu dengan sabar, sementara Benny merasa begitu lega setelah menghamparkan keadaan itu di hadapan istrinya. Plong! Dan bebas untuk melanjutkan hubungan asmaranya dengan Michael.

Terpuruk dalam kesepian dan dahaga yang tak terpuaskan, Dinar yang manusiawi, yang wanita normal dan istri yang merindukan belaian suami seutuhnya, hanya mampu berpasrah diri. Mencoba menerima keadaan dengan kelapangan dada dan kebesaran jiwa. Berusaha berpuas diri dengan kepuasan foreplay yang diberikan oleh Benny tanpa mampu melanjutkannya ke tahap berikutnya yang lebih utama. Hingga kemudian, Maya, si tetangga sebelah, yang tak jauh pautan usia darinya, menjadi teman karibnya, dan menjadi tempat curhatan beban pikirannya. Maya yang begitu baik hati, penuh perhatian dan sangat care akan dirinya, ternyata menyimpan hasrat tersendiri terhadapnya. Dan... petualangan hidup Dinar, yang tadinya begitu lugu pun dimulai. Maya yang adalah seorang biseks, mengubahnya menjadi seorang lesbian! Bahkan kemudian mulai menularkan aneka keanehan prilaku seksual pada Dinar.

Dinar yang lugu pun berubah liar. Tak terhentikan. Ide untuk saling bertukar suami pun mereka rancang dan laksanakan. Sayangnya Maya tak berhasil membuat Benny [suami Dinar] yang homo bertekuk lutut. Benny tak tertarik pada wanita, sementara Dinar berhasil membuat Anton [suami Maya] klepek-klepek dan berhasil membawanya ke langit biru, menikmati kejantanan pria itu seutuhnya, hingga Dinar tak rela menyudahinya hingga disitu saja. Hubungan terselubung itu pun berlanjut di belakang Maya. Hingga suatu hari, hubungan terlarang ini pun terungkap dan terjadilah perkelahian yang berakhir pada saling tikam menikam menggunakan pisau antara Maya dan Dinar. Dan keduanya berakhir di rumah sakit.

Perseteruan ini, mau tak mau membuat Jay, kakaknya Dinar, yang adalah seorang wartawan tabloid Mode turun tangan dan mengusut asal usul pertikaian. Dan terbongkarlah belang yang tadinya diselubung. Jay terhenyak mengetahui bahwa adik iparnya, Benny adalah seorang gay, dan menyesal seumur hidupnya karena telah menyerahkan adiknya untuk diperistri oleh seorang homo.

Dan Anton terkejut bukan alang kepalang mengetahui istrinya, Maya adalah seorang biseks! Dinar mundur dari kehidupan Benny dan Anton mundur dari kehidupan Maya. Dan kisah ini tentu belum berakhir disini. Karena di sisi lain kisah ini bertutur tentang Jay, yang berpacarkan seorang wanita cantik bernama Arti. Arti adalah seorang finalis Putri Melati Putih, yang menjadi duta dari sebuah perusahaan kosmetika ternama. Jay merasa begitu beruntung mendapatkan Arti, yang begitu santun, smart, seksi dan juga teguh dalam memegang prinsip.

No sex before marriage, adalah prinsip yang dipegang teguh oleh wanita itu, yang membuat Jay semakin menghormatinya. Rasa cinta diantara keduanya pun tumbuh kian subur seiring dengan berjalannya waktu. Hingga suatu ketika, Arti memaksa Jay untuk ikut menemaninya ke Bali, untuk event shooting video klip sebuah lagu, dimana Arti terpilih sebagai model video clip tersebut.

Jay pun menurut, dan mereka memanfaatkan sebuah malam yang romantis, di pulau yang juga romantis itu, untuk memadu kasih. Di malam yang syahdu itu, Arti sengaja membiarkan atau lebih tepatnya memancing Jay, untuk mendobrak prinsip yang selama ini begitu teguh dipegangnya. Jay yang masih terkendali, mengingatkan kembali akan prinsip yang arti pegang selama ini, bahwa mereka sepakat untuk tidak berhubungan seks sebelum menikah. Namun Arti malah semakin memancingnya untuk memetik sesuatu yang belum pantas diraihnya.

Dan namanya lelaki, menghadapi wanita yang begitu seksi dan lihai dalam merayu dan beraksi, siapa yang sanggup menahan diri? Jay pun larut dalam cumbuan erotis yang saling bersambut, hingga kemudian, sebuah jawaban dari Arti untuk pertanyaannya yang menanyakan apa Arti tidak akan menyesal..., membuatnya tertegun dan tak mengerti.

"Tidak Jay, ini demi cintaku padamu. Setelah ini, terserah kamu, Jay... mau meninggalkan aku setelah tau siapa aku sebenarnya,... terserah, aku pasrah..., aku sangat cinta sama kamu, sangat cinta...."

"Apa maksud kamu?" Jay semakin tidak mengerti. Arti terdiam sejenak, suasana hening, lalu

"Aku seorang laki-laki Jay, aku seorang waria, waria sejak balita Jay. Sampai kini aku belum operasi kelamin. Hanya orang tuaku dan bulek-paklek ku yang tau, maafkan aku Jay..." kata Arti pelan dan ada rasa takut.

Dan... berakhirkah kisah cinta mereka? No! Jay mencintai Arti setulus hatinya. Tak peduli Arti adalah seorang waria, yang otomatis tak memiliki [maaf] vagina. Pelayanan Arti melalui jalan lain telah cukup membuatnya bahagia dan terpuaskan. Hubungan mereka pun berlanjut, hingga kemudian, lambat laun, Jay merasakan keanehan pada desir hatinya. Perlahan, dia mulai menyukai dan menikmati melihat tubuh-tubuh pria yang gagah. Tak yakin akan perasaan itu, juga was-was akan hal itu, Jay menguji dirinya dengan mencoba mendatangi rumah pijat dan meminta dirinya dipijat oleh gadis-gadis ayu yang gemulai. Namun aneh, tak ada hasrat seksual yang muncul kala dirinya disentuh oleh tangan wanita.
Dicobanya lagi dan lagi keesokan harinya, reaksinya tetap sama.

Untuk meyakinkan diri, kali ini dia mengubah strategi, dicobanya untuk dipijat plus-plus oleh laki-laki muda. Dan desiran penuh hasrat seksual tak tertahankan muncul di dalam dirinya. Gawat! Dan dia pun mulai tak mampu menghalaunya. Apalagi kala kemudian dia bertemu lagi dengan Benny [mantan adik iparnya], di suatu pesta kalangan gay. Hubungan baik dan salah arah pun terjalin diantara keduanya.... Tak terhindarkan, Jay pun berubah menjadi seorang gay, menyelingkuhi Arti [sang waria cantik] dan tergelincir dalam komunitas homoseksual kelas atas. Ibarat terkena karma, kini dia terjerumus ke dalam hal yang dulu dia benci, yang dulu dia hujat dan hakimi.

Kisah ini masih berlanjut dengan segala intrik yang menarik dan tak terduga.
Penasaran akan kisah lengkapnya?? Silahkan baca di Novel 'Gaya Gay'. Bisa didapatkan di toko-toko buku gramedia, atau hubungi langsung penulisnya, mas Dann Julian di fesbuknya.


Membaca novel ini, sungguh membuka mata kita tentang kenyataan-kenyataan yang ada di sekiling kita. Untuk membuat kita tak langsung menghujat apalagi menghakimi seseorang, karena sesungguhnya, tak ada satu manusia pun yang ingin hidup dalam arah dan keadaan yang salah. Semua ingin hidup normal. Namun apa mau dikata jika kemudian satu dan lain hal mengubahnya? 
Semoga kita dilindungi dari hal-hal yang demikian ya sobs! 

Al, Bandung, 20 Februari 2013

24 comments:

  1. menarik ceritanya, pingin baca, memang tak ada seorangpun yang ingin hidup dlm kesesatan dan kegelapan, cahaya memang selalu didambakan, namun semua perlu usaha dan doa.

    ReplyDelete
  2. Iya, menarik banget ceritanya, membaca kisah ini, kita jadi tahu bahwa banyak kehidupan lain yang tak pernah terfikirkan oleh kita selama ini... semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang demikian yaa... :)

    ReplyDelete
  3. betul sekali mbaak, selama org itu tidak mengganggu kenyamanan kita toh mereka juga ingin hidup nyaman dengan konsekuensi pilihan hidupnya sendiri. mereka jg sebenarnya tdk mau hidup dalam arah yg salah... kayaknya ada banyak pelajaran soal hidup ya, bukunya...

    ReplyDelete
  4. "Aku seorang laki-laki Jay, aku seorang waria, waria sejak balita Jay. Sampai kini aku belum operasi kelamin. Hanya orang tuaku dan bulek-paklek ku yang tau, maafkan aku Jay..." kata Arti pelan dan ada rasa takut.


    sangat tulus pengakuannya akan keadaannya

    ReplyDelete
  5. jika kita telusuri lebih lanjut tentang sebab mereka menjadi gay atau lesbi, maka akan sangat Miris rasanya. rata-rata mereka adalah anak yang dididik dengan kekerasan, yang merindukan sosok bapak yang bijak, DLL. tapi, walau bagaimanapun gay atau lesbi adalah perilaku menyimpang dan dilarang dalam agama. tugas kita lah yang mengingatkan mereka dan menerima kelainan yang mereka miliki sambil terus memberi nasihat

    ReplyDelete
  6. tak kira itu bukunya mbak lika loh mbak,soalnya ada nama blognya ya di bukunya .... tapi apapun itu alasannya saya kira harus ada penekanan kalo itu salah mbak, karena bagaimanapun Tuhan juga pasti tidak mau seperti itu. Tergantung juga sih paradigma yang di pake ... dari sisi mana, tapi pendapatku gitu

    ReplyDelete
  7. wow. meskipun fiksi ini beneran dari kisah yang terjadi ya Mba Al? berarti orientasi seksual bisa berubah gitu ya Mba? *hahahaha. malah jadi kayak interogator polisi gini nanya mulu*

    ReplyDelete
  8. aku punya sahabat yg cukup dekat dan dia gay. ketika akhirnya dia bisa jujur sm dirinya sendiri, keluarganya dan dunia luar, mengakui kl dia gay, aku lihat dia lebih bahagia skrg.

    walaupun secara prinsip aku gak setuju, tp pilihan hidup kembali ke masing2 orang ya, mbak..

    ReplyDelete
  9. bener banget tuch Mba sebagai lelaki, mana mau sih jadi seperti itu #baca gay..
    semuanya balik lagi kediri kita ..:D
    Menarik ripyunya ..

    ReplyDelete
  10. wah, mbak AL udah bikin resensi novel ini. Saya mah boro2, bacanya aja belum. Soalnya kalau mau baca, harus ngumpet dari Fauzan, hehehe.

    ReplyDelete
  11. Bacaan bagus buat yang kemarin curhat di blogku ya mbak

    ReplyDelete
  12. keren deh Mbak Al, masih ajeg ngabisin novel sampa khatam. Lha ini aku mbaca sepatu Dahlan sudah hampir sebulan msh blm kelar2 juga...

    ReplyDelete
  13. ada yah yang membuat buku ttg gaya seorang gay hehehe

    ReplyDelete
  14. baca resensinya aja udah ngeri gitu, bener2 bikin bergidik,
    eniwei, kenyataaan bahwa kaum gay sedang menjamur di negeri ini tak hanya bisa ditemui di kota - kota besar,
    banyuwangi sudah jadi kantong baru bagi abege muda lesbian, ngeri,

    ReplyDelete
  15. subhanallooohh..
    kehidupan yang benar-benar salah ya Mbak
    tapi benar benar ada di sekitar kita.

    semoga yang seperti ini tidak bertambah banyak

    ReplyDelete
  16. Aku suka membaca novel2 dengan tema homoseksual, hahaa..terutama yang karangan Andrei Aksana, bahasanya pengarang ini indah sekali

    ReplyDelete
  17. ternyata banyak juga ya disekitar kita mbak, jadi takut. sebetulnya bisa dihilangkan gak ya mbak hal itu?

    ReplyDelete
  18. Alah bisa karna biasa...#flat mode on..

    ReplyDelete
  19. Every man deserves a pleasant and full relaxation time after his long-hour working. One of the way to reach that relaxing moment in your tiring day is to get your body massaged. Before continuing this message, let me introduce myself. My name's David, 30 year-old athletic man body. I will always ready to give a full body massage service. My current tariff for a full body massage is at RP 650.000 ($ 85) per hour per hour. For further info about the tariff and desired service required or offered, you may contact me at 081284007873/ +6281284007873. I only serve a CALL OUT SERVICE and MAN FOR MAN ONLY!

    ReplyDelete
  20. ya ampun,,,ada yg iklan pijit. Wkwkwkwkwk

    ReplyDelete

About Me

Google PageRank Checker
Protected by Copyscape DMCA Copyright Detector