Kebersamaan itu... It is so SWEET! | My Virtual Corner
Menu
/
Tak ada yang bisa memungkiri bahwa hidup itu punya aneka rasa. Ibaratnya permen nano-nano, maka kehidupan juga memiliki aneka rasa itu. Manis, Asin, Asam dan pahit hadir silih berganti. Namun kali ini, aku hanya ingin cerita yang manis-manis saja. Dari sekian banyak kisah manis yang telah melingkupi kehidupanku, kisah ini lah yang ingin aku torehkan di dalam diary online ini, agar abadi dan menjadi kenangan bagi para tokoh yang pernah hadir mengisi hari-hari indah ini.

Ok, yuk kita mulai...

14 belas bulan bekerja di enam desa yang terletak di kecamatan Leupung, Aceh Besar, membuat kami [aku dan timku] cukup akrab dengan semua penduduk di desa-desa ini. Hal itu juga yang membersitkan keinginan di hatiku untuk mengadakan sebuah farewell party/pesta perpisahan dengan mereka melalui sebuah cara yang mengesankan. Aku dan tim berembuk, gerangan apa yang kira-kira menarik untuk kami lakukan. Lalu moment new year yang akan segera menjelang pun menjadi salah satu alternatif untuk mengadakan acara ini. Jadi sambut tahun baru sekalian say good bye bagi project kami yang akan segera rampung. 

Memang sih, sambut tahun baru Masehi bukanlah hal yang dirayakan secara gegap gempita di Aceh, apalagi saat-saat sebelum tsunami, wilayah ini kental sekali dengan konflik dan diberlakukan sebagai DOM [Daerah Operasi Militer]. Tsunami memang mengubah segalanya, namun tak berarti perayaan tahun baru di desa-desa akan semeriah di kota-kota besar. Jadi ide yang kami lempar untuk meraih hati para penduduk desa ini adalah murni KEBERSAMAAN DAN KENANGAN, hanya momentnya bertepatan dengan hari libur tahun baru. 

Sebuah email balasan dari pak Boss, Salvador yang saat itu masih berada di Portland pun bersambut. Hangat dan antusias. 

I trust you all there. Do the best for them because we are here to support and help them towards a better life! Saya mengandalkan kalian semua untuk melakukan yang terbaik. Untuk itulah kita ada disini, mendukung dan menolong mereka bangkit ke arah yang lebih baik.

Koordinasi dengan kepala desa dan pihak terkait seperti kepolisian dan koramil setempat segera kami lakukan. Semua menyambut baik rencana ini. Ya, kami merencanakan untuk camping di desa mereka yang begitu indah dan damai. Desa Pulot, terletak di pinggir pantai, dengan pasir putihnya yang meneduhkan. Di tambah dengan air lautnya yang membiru, duh, indah nian....

Sayangnya, tepian laut ini tidak akan lagi diperbolehkan menjadi pedesaan. Artinya, warga desa ini akan dipindahkan ke area lain yang lebih aman, mengingat bibir pantai ini rentan terhadap abrasi. Oya, Kecamatan ini dulunya memiliki populasi sebanyak 17 ribu jiwa, namun kemudian tsunami menewaskan dan melenyapkan 15 ribu jiwa penduduknya. Tinggallah 2 ribu penduduk saja di kecamatan ini, tersebar di enam desanya.

Para ibu menyambut antusias rencana ini. Para bapak dan pemuda pun sibuk mencari ikan untuk dibakar di malam harinya. Anak-anak terlihat gembira. Tak lupa, aku juga mengajak Intan dan ayahnya [saat itu aku dan ayahnya masih bersama] untuk bergabung dalam camping ini. Beberapa kolegaku juga membawa keluarganya. Belum dimulai saja udah terasa begitu indah lho sobs!

Mendirikan tenda, menyiangi ikan, menanak nasi, berlarian di tepi pantai, semua dilakukan dengan ceria dan penuh canda. Aku dan teman-teman benar-benar merasakan kebahagiaan tiada tara melihat senyum indah terukir di bibir setiap orang. 

Intan enjoy banget dipangku Sara... :)
Ini masih belum seberapa lho ikannya, masih banyak lagi menyusul... :D
saatnya bersantap! Nyam...nyam!
Ludes dalam sekejab!
Malam yang begitu mengesankan. Tak hanya bersantap bersama, tapi kami juga menghabiskan sedikit waktu untuk saling bertukar pikiran tentang program yang telah kami jalankan di desa mereka, walau dalam diskusi informal. Kami sengaja menggunakan kesempatan rileks ini untuk mencari masukan-masukan dari mereka. Dan Alhamdulillah, mereka dengan santai dan terbuka mengungkapkan apa yang mereka rasakan, harapan dan keinginan ke depan, setelah kami pergi dan tinggalkan desa ini nanti. 


Adalah sebuah keindahan bagi kami, bisa bermalam bersama dengan para penduduk desa ini. Dua buah tenda besar memang telah kami siapkan. Satu tenda untuk wanita dan satu tenda untuk prianya. 

Tak hanya sampai disitu saja kebersamaan itu sobs, keesokan harinya, setelah menikmati indahnya matahari pagi di bibir pantai, kami pun melanjutkan piknik bersama ke sebuah air terjun yang berada di kabupaten Lhong Raya. Sekitar 2 jam perjalanan dari desa itu. 

Dan betapa kegembiraan tiada tara itu memenuhi relung hati, tak dapat diungkap dengan kata. Let's the pictures show more yuk...

Menikmati mentari pagi yang bersinar cerah....

Sesaat setelah tiba di lokasi air terjun. Yang tiduran itu adalah Sara Nalder, yang pernah aku posting tentang Nasi Goreng telur mata sapi itu lho!


Lompat ga ya? Sara akan memimpin anak-anak ini melompat dari ketinggian. hihi
Merasakan terapi tetesan jarum dari air terjun, asyik banget!
Well sobs, tampaknya foto-foto telah cukup banyak berbicara, semoga kenangan indah ini akan terus abadi di hati kami semua. Teruntuk para kolegaku yang begitu hebat dan penuh ide kreatif, semoga kenangan indah ini tetap memotivasi kita untuk terus berbagi kebaikan di setiap langkah kehidupan yaaaa.... Miss u all guys! Thanks for a great hardworks, thanks for our solid team! 

Kenangan manis untuk Giveaway Manis-Manis

28 comments

jadi relawan atau gmana mbak?

Reply

Ini kenangan yang luar biasa dan pasti tak pernah terduga sebelumnya...
Dan kenangan itu semakin nyata manakala terdokumentasi dalam foto.
Tak cuma kenangan, tapi ini juga sebuah bakti, sebuah perjuangan riil.
Tak bisa membayangkan populasi yang 17 ribu lalu dalam sesaat tinggal 2 ribu jiwa.
==========================
Terima kasih sudah meramaikan GA Manis-Manis
Salam...

Reply

Mbaaa... setiap cerita dari perjalananmu mengajarkan banyak hal. terutama bagimana kita berbesar hati untuk terus "memberi". Aku ko sangat tersentuh dengan foto2 yang melengkapi tulisan ini ya. TFS ya mba, Sekalian minta dikunjungi tulisan fiksiku lagi yak :D

Reply

Hal yang sama saya alami ketika mengikiti Sitarda di Kebumen. kami kerja bhakti bersama masyarakat dan malamnya ngasih ceramah pembekalan tentang bela negara secara sederhana.

Gotomg royong masih sangat kenthal kala itu.

Terima kasih artikelnya yang menarik dan bermanfaat.
Semoga berjaya dalam GA
Salam hangat dari Surabaya

Reply

tapi jangan jadi jadian yah bunda alaik

Reply

dari foto2nya sdh berbicara banyak tentang kebersamaan yg indah :)
paling sukaaa bgt sm foto nmr 2 dr atas.. tawa ceria anak2.. like it so much mb Al :))

Reply

hai guritakuuu...

pengalamanmu selalu membuatku terpukau deeehh...
Maniiiiis banget mbak Al... Air terjunnya itu lhoo... indah banget...

Reply

argghhh, kemping ... pengen banget.
kapan ya saya terakhir kemping

Reply

Mbaaaa,....indahnya memberi dan berbagi ya. Aku membayangkan pekerjaan luar biasa yg mba jalani bersama tim disana.

Dan memandang foto2 ini, kok aku ingin sekali berada disana ya. Betapa keindahan alam dan aliran air sungai berbatu itu adalah barang mewah bagi kami yg tinggal di kota sehiruk pikuk seperti bekasi atau jakarta.

selamat pagi mba alaika ^^

Reply

kebersamaan yg indah
dalam kebaikan utk sesama

bener2 indah mbak :)

Reply

kenangan yang makin selalu diingat ya mbak kalau ada fotonya

Reply

Yes Indeed ...
Foto-fotonya sudah sangat berbicara ...
ini indah banget ...

Kebersamaan yang indah

Salam saya Kak
Semoga sukses di perhelatan Pak Mars

Reply

hm... relawan bukan ya? Kalo relawan kan ga dibayar gaji ya? Nah kalo kita memang kerjanya sebagai humanitarian worker sih, jadi dikontrak dan digaji gitu mas...

Reply

semoga bermanfaat yaaaa...
udah main ke fiksimu dan my input is there... :)

Reply

Saleum,
itu aer terjun di Leupung ya cutkak? beberapa hari yg lalu aku juga sempat maen di sana ( jika benar itu di Leupung). Begitulah aceh kita ya cutkak, tamu yang datang walau darimana pun negaranya, tetap dilayani seperti keluarga sendiri.

Reply

dan ketika kebersamaan itu justru menjadi sebuah pemicu senyuman..

Reply

kenangan manis... waahh.. tadinya kan mbak al lum tau pak mars ngadain GA.. hihi

sukseeeeeeeeeeeessssss GAnyaa :D

Reply

Duh, dari 17ribu tinggal 2ribu? Hiks ... betapa lengangnya ya kak ...
Btw, kenangannya sungguh manis. Sukses GAnya ya :)

Reply

Kerja gini luar biasa ya mbak, selain dpt sallary dgn kerja sosial ini tp dgn keikhlasan balasannya jauh lbh besar sallary nya dari Tuhan. Kenangan yang unforgottable....dari senyum anak aceh mereka seakan berkata mereka adalah generasi sukses bangsa

Reply

so sweet bgt mbak.. jelas terlihat dari foto2nya..
sukses ya buat GAnya ^^

Reply

kl melihat seperti itu rasanya pengen nyanyi lagu jadul "kemesraan iniiii.. janganlah cpt berlaluuuu.." :)

Reply

Kebersamaan itu memang selalu indah :)

Reply

Waoooww keren sekali campingnya mbak alaika,, yang foto ke 3 dari atas makan malam bareng, wuih terasa bnget kebersamaannyaaa tuuuhhh..

Reply

Si Intan masih keliatan kecil, hihihi xD
Semoga menang ya mbak...

Reply

Mbak, aku suka banget foto anak anak tertawa lebar paling atas
senang melihat tawa mereka

Reply

menggugah, kereen dan inspiratip

Reply