Happy National Day, Turkey! | My Virtual Corner
Menu
/


Yup, hari ini adalah hari proklamasi kemerdekaan Turkey, di mana negara masyur ini berganti haluan dari bentuk kesultanan/kekaisaran menjadi sebuah negara Republik. Jika kita mengenal Soekarno sebagai Bapak Proklamator Republik Indonesia, maka adalah Mustafa Kemal Ataturk, tokoh bangsa Turkey yang memimpin perjuangan dalam perang kemerdekaan dan memperoleh kemenangan, sehingga terbentuklah negara Republik Turki, pada tanggal 29 Oktober 1923.

Tentunya Sobats sudah tidak asing lagi dengan negara keren yang satu ini, kan? Apalagi film-film Turki juga saat ini sedang semarak penayangannya di beberapa stasiun swasta kita. Dan melalui postingan kali ini, aku ingin cerita-cerita sedikit nih tentang negara keren yang satu ini. Kebetulan pula aku bekerja di Kedutaannya [Kedutaan Besar Turki di Jakarta], jadi anggaplah ini sebagai persembahanku bagi tempat di mana aku bekerja itu, dalam rangka menyambut hari proklamasi mereka. *bukan modus lho, ya! Haha.

Sekilas Tentang Turki


Kemal Ataturk
Mustafa Kemal Ataturk, pendiri negara Republik Turki
Bangsa Turki adalah bangsa pertama Asia Tengah yang bermigrasi ke wilayah Anatolia dan Eropa, yang akhirnya menetap di Anatolia serta mendirikan sebuah negara yang menjadi cikal bakal Republik Turki saat ini. Pada awalnya, bangsa ini menganut paham Samanisme dan ajaran Buddha. Barulah pada masa setelah berakhirnya Perang Talas [751 Masehi], bangsa ini memeluk agama Islam. 

Seiring waktu, bangsa Turki berkembang dan mendirikan Kekaisaran Usmani yang masyur, terdiri dari 16 negara besar dengan kekuatan dan kemasyurannya diakui dunia. Namun, beberapa hal [yang biasanya juga menggoda hancurnya sebuah negara besar] juga tak terhindari, diantaranya beberapa sultannya yang berperangai buruk dan lemah, pemberontakan internal, kemerosotan kondisi sosial ekonomi, munculnya kekuatan Eropa, kalah perang dengan Eropa, gerakan oposisi sekuler dan nasionalis, akhirnya meruntuhkan kekaisaran Usmani. Pecahlah perang kemerdekaan yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Ataturk dan mencapai kemenangan pada hari ini, 29 Oktober 92 tahun yang lalu. 




Surga Wisata


Home of Two Continents
Negeri Dua Benua
Dengan banyaknya tempat bersejarah, budaya serta pemandangan alamnya yang aduhai, Turki tentunya menjadi surga wisata di dunia. Negeri 4 musim ini memang istimewa, karena kita bisa merasakan keempat musimnya itu pada waktu yang bersamaan lho! Penasaran bagaimana? Ntar kapan-kapan ceritanya, ya, atau googling dulu deh yang ga sabaran. Hehe. 

Secara geografis, Turki terbagi atas tujuh wilayah yang masing-masingnya menawarkan pengalaman wisata yang ajib menakjubkan, seperti bukit keren untuk bermain ski di musim dingin, lokasi berlayar dan menyelam dengan pemandangannya yang luar biasa, dan wisata sejarah dan budaya yang juga tak kalah menarik di seantero negeri. 

Tak hanya itu, Turki juga memiliki banyak hutan hijau, puncak gunung yang berselimutkan salju yang pastinya cocok banget untuk bermain ski, lau dan pantai yang masih asli, sumber air panas, penduduk yang ramah serta kuliner yang termasyur di seluruh dunia. 

Pariwisata musim panas juga tak kalah seru, lho, khususnya di Mediterania dan sebagian Laut Hitam. Tujuan wisata paling populernya adalah Antalya, Alanya, Marmaris, Kusadasi, Bodrum dan Fethiye.
Selat Bosphorus, si pemisah antar Turki bagian Asia dan Turki bagian Eropa
Sebagai tempat asal berbagai peradaban, negeri ini memiliki banyak situs bersejarah dan karya agung yang unik dan amazing. Hadir karena posisi unik Turki sebagai jembatan antar benua Asia dan Eropa. Beragamnya perbedaan yang berdampingan ini tercermin di setiap sudut negara dalam bentuk kekayaan alam, seni - budaya, dan estetika. Sebagai rumah bagi berbagai budaya dan agama selama ribuan tahun, Turki juga menjadi salah satu pusat wisata keagamaan yang penting, karena memiliki monumen, masjid, gerega, sinagoga dan tempat-tempat suci lainnya yang penting dan bersejarah. So, jangan lupa untuk mengunjungi dan take pictures kalo ke sana, ya, Sobs!




Selama dua dasawarsa terakhir, Turki telah berinvestasi besar di bidang infrastruktur dan mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang luar biasa dari sektor pariwisata. Langkah ini menjadikan Turki sebagai salah satu negara yang paling cepat berkembang di dunia. Peningkatan jumlah wisatawan dan pendapatan dari pariwisata menunjukkan pertumbuhan yang tinggi dan stabil. Pada 2014, tercatat sekitar 36,8 juta wisatawan mancanegara datang, meningkat sebesar 5,14 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan bersih sektor pariwasata negara ini tercatat senilai 34,3 miliar dolar Amerika, artinya meningkat sebesar 6,2 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya [2014]. Wow!


Jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Turki juga meningkat tajam. Jika pada tahun 2002 tercatat sekitar 6.000 wisatawan, maka pada tahun 2014 jumlah warga Indonesia yang main ke sana meningkat hingga 59.486 orang. Ajigile, cuy!

Pamukale - Istana Kapas
Di daerah ini terdapat hamparan tatanan calcite-laden [kristalisasi kalsit] pada ketinggian 200 m,
yang berasal dari mata air. Tempat ini sudah tercatat dalam daftar warisan dunia UNESCO, lho!

Uludag



Uludag, terletak 36 km di sebelah Selatan Bursa, Taman Nasional yang merupakan salah satu tempat favorit olahraga musim dingin. 



Tempat wisata yang unik lainnya adalah Menara Maiden. Dengan letaknya yang strategis di Semenanjung Boğaziçi (Bosphorus), di antara wilayah Balkan di Eropa dan Anatolia di Asia, dan di antara Laut Hitam dan daratan Mediterrania, Istanbul berhubungan erat dengan peristiwa-peristiwa dalam sejarah politik dunia, sejarah agama dan seniselama lebih dari 2.000 tahun.Dalam foto ini tampak Menara Maiden di Istanbul, yang juga tercatat dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. 

Kulinari

“Janganlah merendahkan masakan dengan mengatakan itu hanya makanan. Makanan adalah keseluruhan dari suatu kebudayaan.”— Abdulhak Sinasi.

Bagi mereka yang suka petualangan kuliner, masakan Turki sangat layak dieskplorasi. Mulai dari keragaman makanan yang membentuk kuliner Turki, cara penyajiannya yang mewah, serta tingkat kerumitan yang tinggi dari setiap keahlian yang terlibat di dalamnya, adalah merupakan hal yang memberikan sangat banyak materi menarik untuk dipelajari. Tidaklah mudah melihat suatu unsur dasar atau fitur dominan tunggal dalam masakan Turki, seperti misalnya pasta untuk Italia atau saus untuk Prancis. Pola familiar dari citarasa yang beragam dan kaya ini selalu tersaji, baik di rumah yang sederhana maupun di restoran terkenal. Seni langka ini memanjakan indera pengecap seraya menegaskan tingkat sosial, komunitas, dan budaya tinggi.

Mant1, Kopi Turki dan Baklava
Mantı, Kopi Turki, dan Baklava (kiri ke kanan). Hidangan Turki, hasil perpaduan dari budaya Asia, Eropa, Timur Tengah dan Afrika, yang berkembang dibawah pengaruh kuliner masa Usmani dan Seljuk selama berabad-abad, menawarkan ribuan variasi hidangan dan kenikmatan. Tidak perlu khawatir memakannya, karena kalori akan terbakar saat Anda berenang, bermain ski, berjalan-jalan dan trekking.

Seorang anak kecil, ketika melihat ibunya memasak cabbage dolma pada suatu hari yang menyenangkan akan bertanya-tanya, “Siapa yang telah menemukan kombinasi unik nasi goreng, kacang pinus, kismis, rempah-rempah dalam ramuan-ramuan yang dibungkus dengan daun kubis yang tebal, setiap gulungannya tepat setengah inci, disusun di atas piring oval yang dihiasi dengan irisan lemon? Bagaimana mungkin mengolah sayuran sederhana ini menjadi makanan yang bercitarasa tinggi dengan sangat sedikit bumbu tambahan?”
Sementara, orang  dewasa akan memiliki pikiran yang serupa saat memasuki toko manisan yang menyajikan baklava yang serumpun dengan lusinan pastri manis dan cantik dengan nama seperti Twisted Turban, Sultan Sarayı (Istana Sultan), Lady’s Navel, atau Nightingale’s Nest. Pengalaman yang sama juga menanti di sebuah muhallebici, toko puding yang menawarkan lusinan jenis puding susu.
Evolusi cita rasa yang luar biasa ini bukanlah kebetulan. Cita rasa kuliner yang mendunia ini hasil kombinasi tiga unsur kunci: lingkungan yang mendukung, dapur kerajaan, dan tradisi sosial yang berlangsung lama. Pertama, lingkungan yang mendukung yang tak dapat digantikan. Turki terkenal akan makanan yang beragam dan berlimpah yang ditunjang oleh kekayaan peradaban yang sangat mengenali flora, fauna, serta wilayahnya.
Kedua, warisan dapur kerajaan. Ratusan chef, yang semuanya pakar dalam berbagai jenis makanan, senang memanjakan selera istana sehingga tak mengherankan jika pengaruh tersebut menyempurnakan citarasa yang dapat kita cicipi sampai saat ini.
Ketiga, dapur kerajaan yang didukung oleh organisasi sosial yang kompleks, kehidupan manusia yang penuh semangat, keahlian tenaga kerjanya, perdagangan dunia, dan kontrol total jalur rempah-rempah, kesemuanya mencerminkan puncak kekayaan dan kebudayaan yang berkembang di ibukota kerajaan yang besar ini. 
Negara Bagian Turki, Anatolia, sudah berusia seribu tahun lebih, begitu juga dengan  kulinernya. Waktu merupakan intisarinya, seperti dituliskan oleh Ibnu Khaldun,“Agama raja dikarenakan oleh rakyatnya.” Hal yang sama juga berlaku untuk makanan raja. Oleh sebab itu, pada masa 600 tahun Dinasti Usmani dan transisi kebudayaan yang luar biasa hingga masa Turki modern, telah terbentuk evolusi cita rasa utama. Mereka yang telah mengunjungi Turki atau telah mencoba masakan di rumah Turki pasti akan merasakan keunikan cita rasa tersebut.

Peluang Beasiswa
Turki membuka lebar pintu universitas-universitasnya bagi para mahasiswa internasional dari seluruh dunia melaluıi program Beasiswa Turki. Beasiswa dengan peluang besar dan pendidikan di  perguruan tinggi Turki yang berkualitas akan membantu Anda mendapatkan perspektif baru serta kemampuan yang membuat Anda selangkah lebih maju dalam karier.
Para peminat yang memenuhi syarat untuk Beasiswa Turki dan tidak dapat berbicara bahasa Turki akan mendapat pelatihan bahasa Turki secara gratis. 
Pada tahun 2014 ini, 82 ribu mahasiswa dari 176 negara telah mengajukan permohonan beasiswa untuk program sarjana dan pascasarjana. Sekitar sepuluh ribu pelamar telah diwawancarai langsung di negara mereka masing-masing untuk proses evaluasi kemampuan akademik mereka. Sekitar empat ribu pelamar memperoleh BeasiswaTurki, 72 di antaranya adalah mahasiswa Indonesia. 
Nah, Sobats tercinta, itulah sekilas tentang negeri keren bernama Republik Turki. Semoga postingan ini bisa menambah pengetahuan Sobats terhadap negara yang satu ini, ya. Semoga bermanfaat, keep posting and happy blogging!
sekedar sharing,
Al, 29 Oktober 2015
10 comments

pengen dapat beasiswa biar bisa S3 di sana

Reply

kalau bahas turki, dulu aku menjagokannya dalam final piala dunia korsel

Reply

Turki..inget elif salam ya buat paman selim HIHIHI, keren2 ya tempatnya mba, kopinya kayanya enak ya, iya pengen dpt beasiswa neh mba :)

Reply

Heihiehei beda dah sama yang sudah -pernah ke Turki. HIheiheieh. Kita kita yang belum ada kesampaian berkunjung ke Turki hanya bisa menyimak saja hiheihiehiehiehie

Reply

Aku pengeennn banget ke Turki gara2 mupeng liat postingan andien pas ke Turki di iGnya plus karena suka nontonin Cinta di Musim Cherry, haha. Kapan2 posting tentang kehidupan sosial masyarakat di Turki dong mba, aku penasaran. Trus kenapa Turki jd negara yang oversensored bahkan akses Twitter sempet diblokir di Turki...

Reply

pingiin banget bisa ke negara yang satu ini. Dua kali "rencana"... dua2nya gagal, padahal sudah beberapa step. belum jodoh mungkin dan semoga sih ada jodoh dan akan indah pada waktunya.
infonya lengkap Maak...TFS yaa

Reply

selamat ullang tahun Turki.

Kalau paket jalan-jalan ke Turki ada nggak mba? hehehhe *mupeng*

Reply

selamat ulang tahun Turki.... pengen juga kesana mbakkk

Reply

pengen ke Turkiiiii! naek balon udara di capadocia. pengen pangkat sejutaaaaa!

Reply