Dimas P Muharam : Meretas Keterbatasan - Menggapai Cita dan Asa | My Virtual Corner
Menu
/

Orangnya tinggi, tegap, tampan dan sangat santun. Itulah kesan pertamaku kala pertama kali bertemu dan berinteraksi dengannya. Pemuda yang namanya pun belum pernah kudengar sebelumnya, tapi serta merta menarik perhatian dan membuatku terkagum-kagum, saat Mira Sahid, si MakPon [sang Pendiri] KEB yang juga adalah salah satu panitia Asean Blogger Festival, memperkenalkan dan menyandingkan kami, untuk mewakili Blogger Indonesia, menyampaikan pesan dan kesan, pada hari penutupan Asean Blogger Festival 2013 kemarin.

Dimas, begitu pemuda ini dipanggil, mendengarkan penuturanku dengan santun. Bertanya dan mendengarkan dengan baik apa-apa yang aku jelaskan, terkait hal-hal yang perlu kami sampaikan pada saatnya nanti. Terus terang, pemuda ini, begitu menarik perhatianku. Ada sesuatu yang begitu istimewa terpancar dari kepribadiannya. Matanya boleh saja tak bersinar, namun taukah Sobats? Cahaya terang itu terpancar sempurna dari semangat hidup dan pancaran kecerdasannya yang mungkin Dimas sendiri tak menyadarinya. 

Ya, Dimas Prasetyo Muharam, seorang anak muda inspiratif, yang mengalami penurunan daya lihat sejak usia 12 tahun, kala dirinya duduk di kelas enam SD, caturwulan kedua. Disebabkan oleh toxoplasma yang menyerang kornea matanya, dan menuntun Dimas kecil untuk mengadaptasikan diri dan bersahabat dengan kegelapan.

Foto dicaptured dari tayangan acara Kick Andy, yang di share di You tube.

Dimas bertekad untuk menjadi seorang tuna netra yang TIDAK BIASA. Prestasi-prestasi akademiknya yang sudah terbiasa dia peroleh kala cahaya kehidupan masih bersahabat dengannya, tetap mampu dia pertahankan. Bahkan, tekad dan semangat juangnya yang tak pantang menyerah, sukses menjadikannya seorang sarjana jebolan dari Fakultas Sastra [Inggris], Universitas Indonesia! Wow! Tak hanya itu, dalam keterbatasan penglihatannya, pemuda ini justru tercatat menjuarai berbagai lomba kepenulisan lho! Juga lomba berpidato dalam bahasa Inggris dan segudang prestasi lainnya, yang bisa dilihat pada informasi diri yang tertera di rumah mayanya. Prestasi-prestasi di atas, masih ditambah lagi dengan aneka predikat keren lainnya yang dilekatkan kepadanya. Diantaranya adalah, blogger, penulis artikel di koran, Ketua Komunitas Kartunet, dan lain-lain.
See, Sobs? Kemauan dan semangat juang dan kepercayaan diri untuk mengejar cita, adalah bukti nyata bahwa disabilitas bukanlah kendala utama bagi seseorang untuk menggapai cita dan asa.


Menyebut Kartunet, tentu banyak diantara kita yang familiar dengan kata ini kan? Apalagi beberapa bulan ke belakang, pernah ada blog contest tentang Kartunet dan isu disabilitas. Ya, tidak salah jika pikiran kita langsung menghubungkan antara Kartunet dan disabilitas sih, Sobs!

Karena Komunitas bernama Kartunet [Karya Tuna Netra] Community Indonesia, yang dibentuk dan dikelola oleh Dimas dan teman-teman penyandang disabilitas lainnya ini memang bertujuan untuk memanfaatkan keunggulan teknologi informasi dalam rangka mendobrak stereotip masyarakat Indonesia, yang masih beranggapan bahwa kaum tuna netra dan para penyandang disabilitas lainnya, adalah merupakan kaum yang tak mampu berdikari. Masih banyak anggapan bahwa para peyandang disabilitas ini, paling bisa hanya menjadi tukang pijit [kaum tuna netra], pengemis [penyandang cacat fisik lainnya], dan berbagai pekerjaan miris lainnya.

Melalui situs Kartunet yang telah berdiri sejak tujuh tahun silam ini, Dimas dan teman-teman berupaya untuk menunjukkan bahwa tunanetra pun mampu melakukan apa yang dapat dilakukan oleh orang 'normal' di belantara dunia maya. Kaum tuna netra masa kini, telah memiliki kemampuan yang setara dengan masyarakat umum lainnya, baik dalam hal blogging, internetan, menulis fiksi, membuat tutorial, web mastering dan berbagai pekerjaan yang menyangkut bidang IT lainnya. Bahkan mampu untuk berjualan/marketing produk-produknya dengan memanfaatkan dukungan online lho! Hanya sayangnya, di Indonesia, kemampuan ini masih banyak yang belum menyadarinya. Semoga ke depannya, bersama dengan kiprah Kartunet dan sosialisasi menyeluruh dari semua pihak, akan makin banyak masyarakat awam yang ter-sosialisasikan tentang hal ini, dan tak lagi memandang sebelah mata terhadap para penyandang disabilitas, yang saat ini masih termarjinalkan.

Kembali ke sosok pemuda santun yang kukagumi, Dimas Prasetyo Muharam, yang sukses membuatku terpana menatap jemarinya yang menari gembira di atas keyboard laptopnya, dan mengundang sebongkah besar tanda tanya di hatiku. How does that work? Bagaimana cara Dimas mengetahui apa yang diketiknya? Atau bagaimana cara Dimas bisa membaca tulisan yang ada di layar? Aku sungguh terpana dan takjub! Begitu canggihnya teknologi. Oh, thanks to technology!

Sebuah software bernama Screen Reader, ternyata menjadi senjata andalan kaum tuna netra, dalam mengubah visual mode ke audio mode. Apa yang tertera di layar monitor, kemudian oleh si screen reader  diubah menjadi talking devices [perangkat yang dapat berbicara/audio] sehingga dapat dimengerti oleh teman-teman penyandang disabilitas ini. Again, thanks to technology! Salute!

Dimas [dalam white circle] sedang mengikuti seminar hari pertama ABFI 2013
Ki-ka: Dimas, Blogger Singapore, Alaika, Blogger Myanmar
Saat menyampaikan Kesan dan Pesan dalam acara ABFI 2013
Sungguh, aku terkagum akan Dimas, Kartunet dan teknologi yang kian canggih. Yang ternyata tak hanya bisa dimanfaatkan oleh orang-orang non-disabilitas, namun juga mampu ditaklukkan oleh kaum disabilitas. Sayangnya, hingga detik ini, masih sedikit Dimas-Dimas lain yang concern akan hal ini. Semoga ke depannya, akan semakin banyak teman-teman penyandang disabilitas yang tercerdaskan, terberdayakan dan mampu bersaing dalam kancah globalisasi ini. Tentunya, dengan dua modal utama yang adanya justru di hati masing-masing. Yaitu NIAT dan MAU. Niat dan kemauan untuk menguasai teknologi dalam mencapai kemandirian dan menyokong kehidupan. Seperti yang telah banyak dituliskan oleh Dimas di dalam artikel-artikelnya yang begitu inspiratif.

Well, Sobs, penasaran dengan Dimas Prasetyo Muharam? Silahkan ubek-ubek rumah mayanya, dan temukan artikel-artikel mencengangkan dan inspiratif yang tersaji di sana. Jangan lupa, luangkan juga waktu Sobats untuk bertandang ke Kartunet.com, dan rasakan sendiri kekaguman dan apresiasi yang terpancar dari hati Sobats terhadap kiprah mereka, yang sungguh setara dengan karya kaum non disabilitas!

Check it out at : Dimas P Muharam dan Kartunet Community Indonesia
Twitter: @DimasMuharam

Special Note to Dimas:
Dim, maaf ya, udah ubek-ubek blog kamu dan tanpa ijin mencurahkan kekaguman dan apresiasi saya terhadap kiprahmu dan Kartunet via artikel ini. Salam hangat dan sukses selalu!

Sumber referensi:
http://www.dimas.my.id/
http://kartunet.com
Video-video yang ada pada twitternya Dimas.
Sebuah catatan penuh kekaguman,
Al, Bandung, 13 Juni 2013

48 comments

Jika boleh bilang satu orang yang paling menginspirasi saat ASEAN Blogger 2013 lalu ya beliau Dimas Muharram. Dari A sampai Z aja jelas mungkin dia telah memilikinya dibalik keterbatassan yang justru jadi kekuatan baginya.

Minta di kasihanai ? tentu bukan sosoknya Dimas, Minta di bantu dalam berbagi hal serta kegiatannya ? Dimas juga tak ingin semua itu. Hanya saja dengan apa yang dimilkinya saat ini Ia berharap dapat mengispirasi dan memberikan manfaat penuh untuk orang lain. Termasuk melalui kartunet yang ia kelola sendiri.

Dimas...!!?! saluud bro !

Reply

Benar Mas Ivan, sosok Dimas adalah sosok yang sangat inspiratif. Kekaguman dan apresiasi saya terhadapnya inilah yang mendorong saya menuliskan artikel ini. Sungguh, dibalik keterbatasannya, beliau adalah sosok yang luar biasa. Sukses terus untuk Dimas! Trimakasih juga, Mas Ivan, atas kunjungan dan komennya. :)

Reply

Sebenarnya saya kuper Mak tentang berita apapun, berkat postingan artikel yang menginspirasi ini baru menyadari bahwasanya Allah itu Maha Adil, terbukti sy melihat figur Dimas yang bisa menjadi sumber kekuatan sesamanya. Salut untuk semua :)

Reply

Semoga artikel ini mampu menginspirasi kita juga ya, Mak, untuk terus berkarya dan memanfaatkan anugerah yang telah Allah limpahkan kepada kita. :) Sukses juga untuk emak!

Reply

Sama-sama mbak, sedjak pertama ketemu sosoknya di ABFI 2013 kemaren, beliau yang sebetulnya paling brkesan bagi saya.

Dan jam seginilah biasanya Dimas membombardir dunia maya dengan beberapa kata-kata ampuhnya yang terangkai lugas, beringas penuh makna, dalam kalimat-kalimat sederhananya.

Reply

Saya juga mengaguminya. Seperti apa yang saya tuliskan di artikel saya di atas, Mas. :)

Reply

Salut buat Dimas yang begitu menginspirasi, dan tentunya tengkyu buat mba yg telah menulis artikel ini, tulisannya sangat menginspirasi.

Reply

yaaa. saya kira bisa pertamax di post mbak Alaika ini. hehe. udahbanyak yang komentar ternyata. keren blognya mbak. banyak yang visit juga. terima kasih mbak apresiasinya, terima kasih pula sudah bantu promote ttg Kartunet.com dan disabilitas. Hal2 seperti ini yang kami perlukan agar semakin banyak yang paham dan kita dapat saling support. terima kasih juga juga sudah masuk ke blog saya dan baca serta komentar beberapa tulisan. jadi terharu. hiks2 :D

Reply

@mas Ivan: amin.. banyak do'a untuk saya. saya masih newbi mas, masih perlu banyak belajar dan mendapat inspirasi dari para bloggers yang sudah sangat aktif. apa yang kami lakukan di Kartunet.com sebetulnya cuma bagian dari keinginan agar semakin banyak teman2 yang dapat merasakan banyak keberuntungan yang kami dapatkan juga. tentu, dengan bantuan teman2 semua maka cita2 kami dapat terlaksana. amin.. :)

Reply

Saya pernah mendengar mengenai Kartunet ini ...
Pikiran naif dan awam saya ... dulu mengira ini semacam perusahaan yang mengeluarkan kartu untuk network ... telekomunikasi ... atau yang sejenisnya ... (pendek kata yang berkaitan dengan kartu)

Namun setelah membaca tulisan ini ... saya baru tau kepanjangan dari Kartunet
Karya Tuna Netra ..

Salut untuk Karya Dhimas dan kawan-kawannya

Salam saya Kak Al

Reply

Aku pernah ketemu Mas DImas dan bener-bener kagum. Melalui tulisan Mak Alaika, aku jadi semakin mengenalnya. Semoga Mas DImas konsisten menularkan semangat dan kreativitasnya. Salut!

Reply

Iya, sungguh pemuda ini begitu mengispirasi. Mari belajar darinya, untuk tetap konsisten menulis, berkiprah hasilkan karya nyata tanpa harus menunda-nunda lagi yuk, Mak. :)

Reply

Halo Dimas, trimakasih ya sudah diijinkan menulis tentang Dimas, walau minta ijinnya malah setelah postingan tayang. Hehe. But I believe, your low profile let me to do that. Hatur nuhun pisan ya, Dim! Keep going, inspiring us yaaa. Eh iya, makasih juga sudah mampir, semoga tulisan ini berkenan ya, Dimm dan semoga bisa semakin memperkenalkan Kartunet dan isu disabilitas. Sukses selalu.

Reply

Dimas mah bukan newbie, blognya aja sudah berdiri sejak 2006 ya kalo ga salah? Terus Kartunet sendiri udah 7 tahunan kan? Hehe. Begitu deh kalo karakter orang2 yang low profile. :) Kalian adalah orang-orang selalu menginspirasi, sukses terus ya untuk Dimas, Kartunet, dan kita semua. Aamiin.

Reply

Saya juga awalnya berfikiran sama, Om NH. Dan kurang tertarik untuk meng-ekplornya karena pikiran awam tadi. Namun bertemu langsung dengan pendiri yang juga adalah pemain belakang layar Kartunet ini, saya terperangah, kagum, dan tak sabar untuk menyusup ke dalam rumah maya mereka. Ubeg2 dan hasilkan postingan ini.
Untuk Dimas, Kartunet dan teman2 penyandang disabilitas, maju terus dan sukses selalu ya!

Reply

Aamiin untuk doanya, Mak Haya. Terima kasih. Iya, aku juga salut dengan Dimas, makanya tadi malam aku menyusup ke blognya, ubeg2 dan hasilkan tulisan ini. :) Semoga tulisan ini bisa mengantar kita untuk lebih mengenalnya, Kartunet dan lebih paham akan isu disabilitas dan inklusivitas yaaa. :)

Reply

Kisah yang dapat menjadi motifasi kita.

Salam wisata

Reply

orang-orang seperti Mas Dimas, adalah orang yang harus kita conton semangatnya hidupnya..

jadi ingat dulu saat kuliah, saya pernah bertemu seorang tuna netra yang sedang mengambil kuliah S2 Hukum di UI juga!

Lalu pernah saya lihat seorang tuna netra yang juga seorang dosen di ceramah paginya Mamah Dede..

Ah subhanallah... Allah Maha Adil...

Terima kasih mbak Al, sudah berbagi kisah yang indah ini :)

Reply

maap salah ketik, maksudnya "contoh":)

Reply

Bravooooo mak Alaikaaaaa...punten baru tune in lagiii nih...betul-betul digerus pekerjaaan...nice piece, so proud and moved by your story of Dimas...so proud as well to have the opportunity to meet Dimas in person during ABFI...kalau perlu boost energy et semangat, inget aja Dimas :D...keep up the high spirit yaaaa...

Reply

semoga Dimans bisa menginspirasi yang lainnya ya mbak. mau ikutan berkunjung ke blognya ha

Reply

Makasih Mak Alaika postingannya, memberikan inspirasi dan pengetahuan baru buat saya. Awalnya gak tahu menahu ttg kartunet dan Mas Dimas ini, tapi setelah baca ulasannya, wooow :)

Reply

saya baru tahu ada program mengubah tulisan jadi audio. hello, kemana ajah seh kamu? *ngutuk diri sendiri*

semoga dimas semakin sukses dan memberi inspirasi lebih banyak lagi untuk penyandang disabilitas lainnya :)

Reply

Saya jadi tertarik dengan software Screen Reader, itu. Saya jadi pengen tahu cara kerjanya lebih dalam lagi. Softwarenya gratis atau nggak, ya?

Reply

Terimakasih banyak mbak sudah berbagi kisah tentang sosok Dimas P Muharam yang inspiratif.
Semoga kehadirannya akan semakin banyak menyebarkan inspirasi dan semangat bagi orang2 disekitarnya khususnya bagi penyandang disabilitas. :)

Reply

Aku mengenal kartunet baru pada saat ada lomba blog kartunet kemarin, mbak. Tapi aku baru tahu kalau ternyata orang hebat di balik kartunet.com adalah Dimas P Muharam ini.
Salut banget aku padanya dan juga teman2 seperjuangannya yang terus memperjuangkan aksesibiltas tanpa batas bagi para penyandang disabilitas :)

Reply

Duh saya kok jadi ciut nih baca tulisan ini

Betapa saya tambah nambah kecil aja :D

Reply

Cuma atu kata saja, "WOW"

*lalu saya tertunduk haru

Reply

Betapa pemuda yang satu ini begitu luar biasa ya, Mbak Hana? Sungguh menginspirasi kita semua. :)

Reply

Semoga isu disabilitas semakin dipahami dan dimengerti oleh masyakat luas, sehingga akan semakin banyak masyarakat kita yang dapat mendukung program inklusif sehingga terbentuknya masyarakat Indonesia yang inklusif ya, Mbak. :)
Sukses terus untuk kartunet, Dimas dan teman2 penyandang disabilitas lainnya.

Reply

Semoga artikel ini semakin menginspirasi kita semua ya, Mbak. :)

Reply

Untuk informasi lebih jelas tentang screen reader, bisa menghubungi Dimas mungkin, Mas. Silahkan menghubunginya. :)

Reply

Saya juga baru akhir2 ini saja mengetahuinya, Mbak Rochma. Itulah salah satu nilai positif dari kemajuan technology, meretas jarak, menembus batas, dan mampu melampaui keterbatasan/disabilitas. :)

Reply

Semoga bermanfaat ya, Mbak, dan sukses terus untuk Dimas, Kartunet dan teman2 penyandang disabilitas lainnya. Sukses juga untuk kita tentunya. :)

Reply

Aamiin. Ayo sana, Mbak Lidya, eksplorasi blognya dan siap2 tercengang akan inspirasi yang disajikannya di sana. :)

Reply

Halo Mak Indah, duuuh, dirimu menghilang, jalan2 ke negeri para pharaoh ternyata yaaa? :)
Semoga kisah ini mampu menginspirasi kita semua ya, Mak! Mampu mendongkrak semangat kita yang terkadang padam oleh berbagai kendala kehidupan. Melihat Dimas, yang penuh semangat dan inspirasi, rasanya kita akan tertunduk malu jika jadi orang yang malas2an kan ya? Hayuk ah, semangat dan tetap optimis jalani dan berkarya dalam kehidupan. :)

Reply

Salut banget deh dengan pribadi dan semangat juangnya itu ya Thia. Hebat ih!

Reply

iya, mas, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua yaaa. :)

Reply

screen reader yang dipakai saat ini tidak gratis (sebetulnya). versi demo dapat diunduh di www.freedomscientific.com, nanti kami akan buat tulisan lagi tentang ini. terima kasih semuanya :)

Reply

mampir ninggalin jejak aja ya mbak..

salam buat Mas Dimas :)

kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeenn

Reply

Subhanalloh Mbak, seringkali mendengar kartunet dan baru sekarang mengerti penggagasnya. Itulah Alloh Ta'ala memberikan kelebihan luar biasa diatas keterbatasan lain yang dimilikinya. Semoga Kang Dimas dilimpahkan kemudahan dalam memberikan kemanfaatan untuk orang lain, dan menjadi inspirasi bagi siapapun

Reply

Subhanallah, Allah memang kereen...
Ngga pernah ngasih kita cobaan yang melebihi kemampuan kita, Dimas buktinya :D
Dan orang2 yang udah merasa kecil hati duluan menghadapi ujian Allah emang harusnya terinspirasi dengan jejak Dimas :)
*noted for me :)

Apa kabar mak Alaika :D

Reply

Inspiratif sekali ya mba ... jd semangat ngeblog, mksh mba tulisannya sangat menginspirasi saya

Reply

Sangat terharu,,dengan keterbatasan tidak menghalangi untu berpretasi

Reply

anyway, alamat blog saya pindah ya mbak. jadi ke http://www.dimas.my.id :)

Reply

Subhanallah, keren kali si Dimas, jadi motivasi buat kita berbuat lebih ni kak jadi #NggaNyantee

Reply

Jadi ingat dulu punya mutual friend di multiply yang juga tuna netra. Tapi prestasinya segudang.. Dia adalah salah satu pencipta musik.utk game mario bros di xbox subhanallah

Reply