My Virtual Corner
  • Home
  • Meet Me
  • Contact
  • Disclosure
  • SOUL
    • Mindset & Motivation
    • Self Love
    • Parenting
    • Puisi
  • BODY
    • Travel Tales
    • Wellness & Beauty
    • Lifestyle & Cullinary
  • BRAIN
    • Digital Literacy
    • Professional Tips
Sudah pernah membaca novel Buya Hamka yang satu ini? Atau malah banyak yang tak lagi mengenal siapa sih sebenarnya Buya Hamka?

Bagi Sobats yang seusia denganku, kuyakin pastilah masih pada familiar dengan beliau kan? Sang tokoh penulis sastra pujangga baru, yang pada saat penulisan novel [romantis] ini, banyak menuai tudingan dan tantangan keras dari para ulama, karena [menurut anggapan masa itu], adalah tak layak jika seorang ulama, yang harusnya menyiarkan dakwah, kok malah menelurkan novel-novel romantis seperti itu. Namun Buya Hamka tetap melaju pada tulisan-tulisan sastranya yang semakin digemari banyak orang, hingga akhirnya, 10 tahun kemudian, cibiran dan tantangan keras pun mulai hening, lelah. :) Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan karya-karya beliau yang lainnya seperti Di Bawah Lindungan Ka'bah, dan lain-lainnya semakin digemari.

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck sendiri, selain menarik minat khalayak pada zamannya, ternyata juga menarik minat pihak PT. Soraya Film untuk dihadirkan ke dalam bentuk movie, sehingga semakin memberi kesempatan para pecandu film tanah air untuk juga dapat menikmati karya sastra yang satu ini. Dan secara tak disangka pula, sebuah tiket gratis mendarat di tanganku untuk turut serta menyaksikan film ini [tengkiu Yoswa], hehe, dan inilah review ala Alaika Abdullah, related to the movie. 

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck - The Movie

Kisah bermula dari seorang pemuda bernama Zaenuddin [diperankan oleh Herjunot Ali], putra kelahiran Makassar dari Ayah yang berdarah Minangkabau dan ibu berdarah Bugis. Sayangnya, perkawinan campuran ini, di mana adat Minang menganut alur matrilineal [garis keturunan berasal dari pihak ibu] sementara Bugis dan sebagian besar suku lainnya di Indonesia menganut alur patrilineal, menjadikan posisi Zaenuddin terjepit oleh pandangan sosial yang tidak menggembirakan. Zaenuddin tidak dipandang sebagai putra Makassar, tak pula diakui sebagai putra Minangkabau, alur matrilineal menempatkan Zaenuddin pada posisi tak lagi memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarganya di Minangkabau. Namun begitu, keinginan hati Zaenuddin untuk berkunjung dan mengenal kampung halaman almarhum sang Ayah serta memperdalam ilmu agama di sana, tak terhenti, sehingga merantaulah si pemuda ke Batipuh, Tanah Datar, Sumatera Barat, kampung halaman sang ayah.

Kehadirannya di Minangkabau yang tidak mendapatkan sambutan hangat dan bersahabat, tak menggoyahkan niat Zaenuddin untuk terus bertahan, apalagi setelah hatinya terpaut pada seorang gadis cantik baik budi, putri asli Minangkabau, bernama Hayati [diperankan oleh Pevita Pearce], yang juga menyimpan rasa yang sama terhadap Zaenuddin. Meskipun mendapat tentangan keras dari pihak keluarga besar [NinikMamak Hayati], namun cinta kasih keduanya semakin menggelora, hingga akhirnya pihak keluarga besar Hayati memutuskan untuk 'mengusir' Zaenuddin dari Batipuh, dengan dalih agar pergi saja ke Bukit Tinggi yang tingkat ilmu agamanya lebih tinggi daripada Batipuh.

Duka lara pun mendera hati keduanya, namun tak mampu untuk menolak 'takdir' yang telah digariskan oleh keluarga besar Hayati. Perpisahan harus terjadi, namun terlebih dahulu diikat oleh sumpah - janji keduanya untuk saling setia. Namun sayang, belum lama kepergian Zaenuddin ke Bukit tinggi, kesetiaan yang terikrar mulai ternodai oleh godaan seorang pemuda kaya raya berdarah Minang murni, terhadap Hayati yang cantik jelita. Awalnya Hayati memang masih mencoba untuk bertahan pada kesetiaannya, namun bujukan Ninik-mamak serta [agaknya] kekayaan sang pemuda [Aziz, diperankan oleh Reza Rahadian], membuatnya mengalah, menerima pinangan dan menikah dengan sang pemuda.

Zaenuddin yang teramat mencintai Hayati, tak hanya terluka, tapi patah hati itu sempat membuatnya terkapar selama dua bulan di tempat tidur akibat ditinggal kawin oleh sang kekasih. Penyakit demam pengkhianatan cinta yang begitu parah melandanya, membuat ibu dan bapak kost Zaenuddin serta Muluk [anak si bapak-ibu kost] menjadi sangat prihatin. Mencoba berbagai upaya penyembuhan hingga akhirnya berupaya keras untuk mendatangkan Hayati, walau hanya sejenak untuk menjenguk Zaenuddin. Dikisahkan, bahwa akhirnya Hayati, ditemani suaminya Azis, berkenan juga untuk menjenguk. Adegan mengharukan pun terjadi, di mana Zaenuddin yang sedang demam tinggi, langsung tersadar begitu mendengar suara Hayati. Semangatnya timbul kembali karena menyangka bahwa Hayati memang datang untuk dirinya. Sayang seribu sayang, kuku-kuku jemari Hayati yang telah berinai, jelas menyadarkan Zaenuddin bahwa Hayati telah menjadi milik orang lain. Sekali lagi, Zaenuddin terpukul, dan shock. Histeris dan mengusir keduanya [Hayati dan suaminya] untuk segera meninggalkan dirinya. Lalu Zaenuddin pun tenggelam kembali ke dalam siksaan pengkhianatan cinta, yang sungguh membuatnya kian frustasi. Kedua orang tua dan abang angkatnya kehilangan akal, tak tau lagi harus berbuat apa. Pasrah.

Hingga kemudian titik balik itu tiba. Melalui ucapan berupa suntikan semangat dari Muluk [abang angkatnya] yang setia. Bahwa tak seharusnya Zaenuddin membenamkan dirinya, apalagi sampai menghancurkan dirinya sendiri hanya karena seorang wanita. Apalagi seorang wanita yang sangat tidak setia seperti Hayati. Harusnya Zaenuddin bangkit, bersemangat lagi untuk raih masa depan. Tunjukkan pada dunia bahwa Zaenuddin, si anak Makassar bukan pemuda biasa, melainkan dengan bakat menulisnya yang luar biasa, pasti akan mampu bangkit dan menjadi pemenang. Bahkan Muluk menjanjikan akan mengenalkan Zaenuddin dengan beberapa sahabatnya di pulau Jawa, yang bekerja pada penerbitan.

Tak disangka, suntikan demi suntikan kata ini, membuat mata Zaenuddin terbuka, semangatnya terpacu dan langsung bergerak memutuskan langkah, hijrah ke Batavia. Ditemani oleh Muluk [diperankan oleh Randy Nidji], yang menjadi temannya yang setia. Disinilah roda kehidupan mulai berbalik. Disaat bintang kesuksesan Zaenuddin beranjak naik, justru roda kesuksesan Aziz berbalik arah. Hobbynya berjudi dan berfoya-foya, akhirnya menjerat dirinya ke dalam belitan hutang hingga membuatnya bangkrut, hingga akhirnya takdir mempertemukan mereka dengan seorang konglomerat tajir yang membuat suami istri itu [Aziz dan Hayati] terperanjak. Konglomerat itu adalah Zaenuddin, pemuda tak bermarga yang sempat mereka under-estimate. 

Lalu bagaimanakah cerita selanjutnya? Apa yang membuat film dan novel Buya Hamka diberi judul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck? Monggo langsung beli tiketnya, dan duduk manis di kursi-kursi empuk yang availabel di XXI deh, Sobs! Jangan kuatir, secara garis besar, film ini dikemas dengan kualitas tata produksi yang cukup baik. Akting para pemain diperankan dengan meyakinkan dan solid. Tata artistik dan sinematografinya juga sudah lebih dari cukup. Tata musiknya juga oke banget. Satu lagi, pencitraan yang berlatar belakang tahun 1930an terkesan apik. Sayangnya? Ritme untuk plot tenggelamnya Van der Wijck terlihat begitu tergesa-gesa, sehingga alur yang dari awal terasa begitu menyatu dan mengalir nyaman, tiba-tiba pada 3/4 jalan cerita, seakan berlangsung begitu cepat dan selesai! Itu sih menurut eikeh, Sobs!

Baiknya sih, mending Sobats segera cari tiket deh, dan puaskan rasa penasaran Sobats akan film yang satu ini dengan menontonnya secara langsung. Ok, Sobats tersayang? :)

gambar dari sini
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck [Film, romance, 2013

Directed by Sunil Soraya
Producted by Sunil Soraya, Ram Soraya
Written by Imam Tantowi, Donni Dhirgantoro, Riheam Junianti, Sunil Soraya [Screenplay]
Adapted from Buya Hamka's Novel,  Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Starring: Herjunot Ali, Pevita Pearce, Reza Rahadian, Randy Nidji, Gesya Shandy, Arzetti Bilbina, Kevin Andrean, Jajang C Noer, Niniek L. Karim, Femmy Prety, Dewi Agustin, Rangga Djoned, Fanny Bauty
Music by Steve Smith Music Production
Cinematography by Yudi Datau
Editing by Sastha Sunu
Studio Soraya Intercine Films
Running time : 163 minutes
Country:  Indonesia, Language : Indonesia

Belajar review,
Al, somewhere, 6 Januari 2014
Aku termasuk orang yang jarang sekali menikmati acara-acara hiburan yang disiarkan oleh televisi-televisi nasional. Bukan tak cinta produksi dalam negeri, Sobs! Bukan tak menghargai karya anak bangsa, tapi apa hendak dipaksa jika kebanyakan hasil kreasi anak bangsa berupa tayangan-tayangan yang justru bikin perut mual dan sebel karena tak sedikit pun memasukkan pesan moral yang membangun kualitas mental generasi penerus bangsa? Mulai dari sinetron yang bikin miris dan ngenes karena keliatan banget membodohi penonton, juga acara hiburan [musik] nya yang tak berhasil menyisipkan sedikit pun makna pembelajaran bagi pembangunan kapasitas diri.

Begitu juga saat dunia maya dipenuhi oleh pesan-pesan moral yang bertebaran bersuarakan 'hentikan YKS alias Yuk Keep Smile!' dengan menandatangani petisi Hentikan Penayangan Yuk Keep Smile, maka aku pun terheran-heran. Yuk Keep Smile? Apaan itu? Acara apa sih? Maka sebelum ikut arus yang belum jelas, maka aku pun browsing dengan kata kunci berbau Yuk Keep Smile, dan mulai deh pikiranku ter-update akan informasi dan kenyataan yang sedang berkembang. Tak ingin termakan oleh informasi satu arah, maka aku pun lari ke You Tube, mencari-cari salah satu tayangan Yuk Keep Smile untuk membuktikan sendiri kekurangan acara ini. Cek and ricek harus donk!

Di rumahnya Mbah You Tube, aku pun terhenyak, maksud hati hanya ingin menyaksikan satu tayangan YKS, akhirnya aku bertahan hingga tiga tayangan. Bukan karena terpesona, bukan, tapi terhenyak oleh beberapa hal. Inikah kreativitas yang mampu dihasilkan oleh anak negeri? Pantas saja kini dunia maya dipenuhi oleh tuntutan-2 untuk menghentikan tayangan ini, karena dinilai tidak mendidik. Sebelum ikutan menandatangani petisi ini, aku yakinkan hatiku berulang kali, karena jiwaku bukanlah jiwa yang aktif berdemo, bukan pula jiwa yang senang huru hara. Aku cinta damai, tapi diam saja akan hal ini, kok rasanya seperti merestui acara ini untuk terus berlangsung dan semakin membobrokkan mental anak bangsa ya? Bayangkan saja, kata-2 kasar dan tak berbobot yang meluncur bebas dari para host, akan jadi apa jika semakin hari semakin dipupuk dan berkembang biak? Akan dengan mudah menjadi kata-kata mutiara yang akan di'beo'kan oleh para penonton/fans-nya, yang tak lagi sempat menimbang layak tidak untuk ditiru.

Belum lagi aneka goyangan tak senonoh dan berkesan vulgar plus ucapan-ucapan yang tak kalah vulgar yang dipamerkan dalam tayangan, akan berkembang pesat dan bisa-bisa menjadi tren yang akan berkembang di dalam masyarakat toh? Oops, bukannya sok suci sih, Sobs! Bukan pula ingin jadi pahlawan dengan ikut-ikutan aksi 'hentikan YKS' ini, karena menurutku, bukan hanya YKS yang pantas dihentikan, melainkan banyak acara sejenis yang juga perlu ditilik ulang.

Maka, hari ini, tanpa bermaksud menjadi pahlawan, apalagi pahlawan kesiangan, aku ikut menandatangani petisi ini, semata-mata dengan tujuan agar pihak televisi terkait, juga televisi nasional lainnya, sebaiknya mulai memperhatikan muatan2 moral yang perlu disisipkan dalam rangka meng-upgrade pertumbuhan mental generasi penerus bangsa ke arah yang jauh lebih baik, apalagi menghadapi persaingan global yang kini sudah diambang pintu.

Memang sih, mungkin sebagian Sobats akan berkata, ih, Alaika, ngapain sih kamu ikut2an sok jadi pahlawan? Mo jadi pahlawan kesiangan? Diam aja kenapa? Kalo ga suka, ya ga usah ditonton! Yup! Harusnya memang aku diam saja sih, Sobs! Matikan TVnya dan aman. Ga perlu ngedumel. Tapi coba bayangkan, Sobs! Jika semua kita bersikap serupa, DIAM SAJA, maka tayangan-tayangan ini akan terus berkembang biak, merajalela, lalu jika bukan kita, siapa lagi? Bagi yang mampu, mungkin akan menuntun anak-anaknya ke TV kabel/berbayar, dan memesan acara-acara yang berbobot dan layak ditonton anak-anaknya, lalu bagaimana nasib kaum tak punya? Yang hanya mampu menikmati TV gratisan?

Ah, sudahlah, tak enak rasanya jika terus berdebat, bagiku, menandatangani petisi ini adalah pertanda bahwa aku menginginkan tayangan-tayangan berkualitas untuk tampil di televisi-televisi kebanggaan bangsa. Tunjukkan bahwa anak negeri, putra bangsa Indonesia, adalah putra-putri bangsa yang penuh perhatian dan punya andil besar bagi kemajuan dan perkembangan mental generasi penerus bangsa. Bagaimana denganmu, Sobats? Berminat untuk ikut menandatangani petisi ini? Atau ingin baca dulu informasinya di sini lalu mempertimbangkannya? Monggo ke sini ya....

Sebuah sikap dan pembelajaran,
Al, Bandung, 5 Januari 2014
Di jaman yang penduduknya semakin padat, di jaman yang kebutuhan hidup semakin meningkat, di jaman yang lahannya semakin sempit, maka me-multifungsi-kan sebuah lahan untuk beberapa kepentingan adalah menjadi hal yang lumrah. Termasuk mendayagunakan area pekuburan umum menjadi sebuah tempat yang tidak terduga, menjadikannya pasar kecil-kecilan, misalnya. Ya, seperti yang terlihat di dalam gambar-gambar berikut ini nih, Sobs!

Pekuburan ini terletak di samping sebuah sekolah, di salah satu sudut kota Medan
Dari kiri ke kanan : Pedagang jajanan anak yang buka lapak, kuburan yang berjejer pasrah

Atas, Kiri: Pedagang duduk santai menjajakan dagangan,  Anak-2 sekolah yang malah duduk santai di sisi prasasti kuburan. Hadeuh, entah menggosipkan apa itu di sana...
Atas Kanan: Gedung sekolah di sebelah area kuburan
Kiri - Kanan Bawah : Anak-anak yang berbelanja jajanan sepulang sekolah, dan hang-out di area kuburan

Bagi banyak orang, pekuburan, terutama pekuburan muslim memang menimbulkan kesan seram dan tak jarang malah membangkitkan bulu roma, terutama jika kita melintasinya pada malam hari, pas di malam Jumat Kliwon pula. J

Namun bagi sebagian manusia lainnya, yang tak memiliki banyak pilihan, akhirnya nyali yang menciut harus diupayakan untuk bisa berkompromi. Takut berarti tak mampu untuk survive, jadi harus mampu mengalahkan rasa takut. Apalagi terhadap orang-orang yang telah terlebih dahulu meninggalkan dunia ini. Artinya, mereka telah terlebih dahulu [menyerah] kalah, terhadap persaingan yang semakin ketat dalam melanjutkan kehidupan. Tinggallah yang masih bernyawa lanjutkan kehidupan dan manfaatkan setiap peluang. Termasuk peluang dalam mengais rezeki di area pekuburan seperti ini. Entah siapa yang memulai ide ini, entah siapa yang melenyapkan ketakutan akan seramnya kompleks pekuburan, namun kini, pedagang-pedangan kecil terutama untuk kebutuhan jajanan dan permainan anak sekolahan, mulai menjamur di beberapa pekuburan yang terletak di tengah kota, dan dekat dengan sekolahan. 

Tak hanya difungsikan sebagai tempat berjualan, bahkan beberapa area pekuburan malah dimanfaatkan untuk tempat para lelaki hang-out berjudi! What? Yes! Sayangnya, karena malam hari dan tempatnya agak membahayakan keselamatan jika berlama-lama di sana, apalagi jika ketahuan memotret segala, maka diriku tak berhasil deh untuk mendapatkan foto-foto akan kenyataan tersebut. Namun begitulah, adaaaa aja ide orang dalam memanfaatkan aneka lahan yang terhampar di depan mata. Bahkan untuk area se-ekslusif kuburan! Hadeuh! 


Sekedar intermezo, selamat bermalam minggu, Sobats maya!
Al, Bandung, 4 Januari 2014

Pernah melihat becak yang seperti ini? Hayo, ingat-ingat! Biasanya becak yang seperti ini adanya di mana, hayo? J

Becak Medan? Haha, pasti jadi tau karena baca judul postingannya kan?
Well, bener banget, jika Sobats sedang main ke kota Medan, coba deh perhatikan becak-becak yang ada di sana. Abang becak di Medan udah kreatif lho! Berlomba mereka merenovasi becaknya agar terasa lebih nyaman dinaiki oleh para penumpangnya.

Jangan hanya memperhatikan ya, Sobs, tapi juga coba untuk menikmati keliling kota Medan menggunakan becak yang ada di sana. Tak perlu takut akan panas terik atau pun curah hujan yang tiba-tiba mengguyur bumi. Di dalam becak yang tertutup ini, maka Sobats akan terhindar dari panasnya mentari dan basahnya tetesan air hujan. So, pastikan untuk mencobanya ya, Sobs!


Ah iya, satu lagi, saat menanyakan harga, jangan lupa untuk menawar dan nego harga, karena biasanya, si abang becak suka meroketkan tarif becaknya pada calon penumpang yang terlihat seperti pendatang/tamu di kota ini. Jangan takut menawar rendah, karena biasanya mereka suka melambungkan harga dengan tak tanggung-tanggung, so, potong [tawar] harganya sejitu mungkin yaaa. Tentu dengan menggunakan bahasa yang manis alias enak di dengar lah. J



Selamat berkeliling kota Medan, Bung! Horas Bah!
Sekedar info, pengisi sore hari,
Al, Bandung, 4 Januari 2014


Pembukaan tahun 2014, dimulai dengan gebrakan keren by Bang Aswi yang meluncurkan gerakan #1Day1Post, sungguh bikin nyali terpancing untuk segera ikutan. Yup, setiap blogger tentu ingin agar halaman mayanya senantiasa terisi oleh postingan-postingan baru, sehingga akan menjadi oleh-oleh bagi para pengunjung alias readersnya. Dan, sudah pasti pula gerakan ini wajib disambut baik dalam rangka mewujudkan keinginan agar halaman blog selalu update. Sepakat, Sobs?

Dan bagiku sendiri, sebelum membaca postingan si abang, sebenarnya aksi itu sudah dimulai pada tanggal 2 Januari 2014 kemarin, dengan meluncurkan sebuah puisi bertajuk Surat Cinta Kepada Ilahi, lalu mandeg [*halah] pada tanggal 3 Januari 2014. Huft! Tapi ga boleh patah semangat donk. Mandeg satu hari dapat ditebus dengan menambahkan ketertinggalan postingan pada hari berikutnya. Jadi karena kemarin ketinggalan 1 postingan dan pada tanggal 1 ketinggalan 1 postingan, maka pada hari ini aku akan meluncurkan tiga postingan deh. Wow! Semangat amat, Al? Iya donk, Sobs! Mumpung belum banyak bolongnya, jadi kudu segera ditambal dunk ah! 

Terkadang, tantangan yang kelihatannya sepele seperti ini, justru mampu memompa semangat juang untuk komit posting lho! Aku merasakan kekuatan yang luar biasa dari aksi yang diluncurkan oleh Bang Aswi ini. Adakah Sobats juga merasakan hal yang sama? Eits, takut ga mampu memenuhinya? Kenapa ga mencoba saja dulu, toh itung-itung menambah postingan di halaman maya kita sendiri toh? So, let's try yuk!

catatan pendahuluan,
Al, Bandung, 4 Januari 2014

Postingan ini harusnya published tepat di penghujung tahun 2013, sesuai permintaan seorang sahabat yang mempercayakan keluh kesahnya padaku sehari sebelumnya. Namun apa hendak di kata, koneksi yang lemot dan pulsa yang ternyata raib membuat postingan ini tertunda hingga baru bisa published pada hari ini. Semoga dirimu dapat memaafkan kelalaian ini dan menerimanya dengan lapang dada..., semoga untaian kata ini mampu merangkum asa dan doamu kepada-Nya. Semoga berkenan ya, ...


Image grabbed from here
Dear Allah, My Lord
Entahlah, begitu banyak dosa yang telah aku torehkan di atas lembaran kehidupanku, ya Allah
sehingga semakin berat rasanya bagiku untuk menguak pintu rezeki dari-Mu

Ya Allah,
Andaikan masih ada maaf-Mu, 
andaikan masih ada ampun-Mu,
ijinkan daku meraihnya, Tuhanku
ijinkan kugapai suntikan kekuatan dari-Mu
untuk buatku mampu menguak pintu rezeki yang kian terasa sempit ini, Tuhanku

My Dear Lord, Kekasih hatiku,
telah ku melangkah lebih lanjut,
namun mungkin langkah kaki ini di hati-Mu tak bertaut,
ampuni aku, karena ku sungguh tak bermaksud seberangi aturan-Mu

Ya Allah, 
hari ini, hari terakhir 2013,
ijinkan kutinggalkan sisa ketidakmujuran di sini,
ijinkan daku, songsong hari esok yang lebih baik di lembaran baru 2014,
beri daku kekuatan, untuk tetapkan lanjutkan langkah tak kenal lelah, 
lanjutkan pengembaraanku di belantara-Mu yang maha luas dengan pantang menyerah

Beri daku semangat untuk terus tegak berdiri,
hadapi segala cobaan dan marabahaya yang terus menghampiri,
harapku, temani dan bantu aku untuk berani menghadapi dan taklukkan semua ini,
beri daku semangat juang tuk hadapi ombak badai kehidupan dengan gagah berani.

Selamat tinggal 2013 M
Selamat datang 2014 M
I am ready to face the world, bravely!

Order special dari seorang sahabat,
semoga mewakili seluruh asa dan rasa yang ada di hatimu,
Let's face the world safely!
Al, Bandung, 2 January 2014
Honda. Siapa yang tidak kenal dengan trade mark yang satu ini?  Kuyakin kesohorannya sudah mencapai tingkat dewa deh. Mulai dari kampung hingga ke kota, image-nya tiada tanding - tiada banding. Ga usah jauh-jauh, di kampungku [Aceh] saja, kata Honda telah begitu lekat di benak siapa pun dan bahkan sukses mewakili sepeda motor-sepeda motor lainnya. Maksudnya? Maksudnya adalah bahwa kata Honda sering dipakai oleh masyarakat daerah kami untuk menggantikan kata sepeda motor.

Adalah lazim sekali terjadi percakapan seperti di bawah ini nih, Sobs!

A: Abang naik apa kemari tadi?
B: Naik Honda.

Nah, mendengar kata Honda pada percakapan ini,  jangan langsung menduga bahwa yang dimaksud oleh si B adalah sepeda motor ber-merk Honda, karena bisa jadi yang dimaksud oleh B adalah sepeda motor dengan merk-merk lainnya. Ah, masak seh? Yup, beneran lho! J

Well, bicara tentang sepeda motor 'Honda', aku yakin bahwa kita semua juga sudah familiar dengan aneka jenis/type/seri sepeda motor keluaran Honda Motor Company Ltd yang di Indonesianya lebih dikenal dengan PT Astra Honda Motor ini, dan kuyakin bahwa banyak di antara kita yang memang ngefans dan ngerasa nyaman banget mengendarai salah satu type-nya kan? Sehingga tak heran, jika kemudian timbul istilah, sepeda motor Honda merajai jalanan, sepeda motor Honda menguasai jalanan, sepeda motor Honda irit banget dan menjadi andalan masyarakat Indonesia, bla bla bla....

Lalu tahukah Sobats jika Honda baru saja menelurkan sebuah bintang baru dari kelas naked sporty bike yang memadukan desain gaya terbaru, berperforma tertinggi di kelasnya serta dilengkapi pula dengan berbagai fitur canggih olahan/inovasi teknologi terkini? Namanya Honda CB150R StreetFire.

Menggunakan mesin CB150R - 150 cc, empat langkah, DOHC, empat katup, enam speed/kecepatan, berpendingin cairan dan teknologi PGM-Fi [Programmed Fuel Injection], serta didukung pula oleh rangka tipe Diamond [Trellis], Honda CB150R StreetFire menghasilkan performa tinggi, akselerasi optimal, kestabilan maksimum sekaligus hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. See? Hemat bahan bakar dan ramah lingkungan! Itu kan yang kita cari dalam rangka penghematan biaya hidup serta menghijaukan Indonesia [go green program]? J

Wow keren! Tapi harganya mahaaaaal donk??

Hm, mahal atau murah itu kan relatif? Juga tergantung pada spesifikasi dari produknya toh? Dan untuk Honda CB150R StreetFire, Honda mem-bandrolnya kurang lebih seharga Rp. 22.350.000,- [dua puluh dua juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah]. Lumayan terjangkau bagi yang memiliki dana kan, Sobs? Hehe. Pepatah ada rupa ada harga, pastinya berlaku juga donk untuk produk-produknya Honda. J Apalagi untuk sebuah sepeda motor setangguh dan semacho CB150R StreetFire, yang spesifikasinya memang sungguh aduhai dan layak dipertimbangkan.

Spesifikasi HONDA CB150R StreetFire


1.   Panjang x Lebar x Tinggi : 2008 x 719 x 1061 mm
2.   Jarak Sumbu Roda : 1288 mm
3.   Jarak Terendah ke Tanah : 148 mm
4.   Berat Kosong : 129 kg
5.   Tipe Rangka : Diamond Stell [Truss Frame]
6.   Tipe Suspensi Depan : Teleskopik
7.   Tipe Suspensi Belakang : Lengan Ayun dengan Suspensi Tunggal [Sistem Suspensi Pro-Link]
8.   Ukuran Ban Depan : 80/90 - 17 M/C 44 P [Tubeless]
9.   Ukuran Ban Belakang : 100/80 - 17 M/C 52P [Tubeless]
10. Rem Depan : Cakram Hidrolik dengan piston ganda
11. Rem Belakang : Cakram Hidrolik dengan piston tunggal
12. Kapasitas Tangki Bahan Bakar : 12 liter
13. Tipe Mesin : 4 langkah, DOHC, 4 katup, silinder tunggal
14. Diameter x Langkah : 63,5 x 47,2 mm
15. Volume Langkah : 149,48 cm3
16. Perbandingan Kompresi     : 11 : 1
17. Daya Maksimum   : 12,5 kW [17,0 PS]/10.000 rpm
18. Torsi Maksimum   : 13,1 Nm [1,34 kgf.m]/8000 rpm
19. Kapasitas Minyak Pelumas Mesin : 1,0 liter pada penggantian periodik
20. Koplik Otomatis ; -
21. Gigi Transmisi : 6 Speed/Kecepatan
22. Pola Pengoperan Gigi : 1-N-2-3-4-5-6
23. Starter : Pedal & Elektrik
24. Aki : MF 12 V - 5Ah
25. Busi : -
26. Sistem Pengapian : Full Transistorized
Fitur Unggulan 

Eits, jangan terpana dulu, Sobs! Masih ada lagi fitur keren yang perlu Sobats perhatikan sebelum merogoh kocek untuk menjangkau si Irit Canggih dan Advance, CB150R StreetFire ini lho. 






Variant

Tersedia dalam empat variant yang mempesona, membuat selera para pecintanya terpenuhi. Lihat deh. Keren banget yak?


Nah, gimana, Sobs? Honda CB150R StreetFire cukup meyakinkan untuk bertarung di jalan raya kan? So, bagi anda pecinta motor besar dan selalu ingin tampil gagah dan macho, tunggu apa lagi, miliki Honda CB150R StreetFire, dan Tantang Nyalimu! J


Masih membutuhkan informasi tambahan? Kunjungi blog ini dan ini deh. 





Sebuah review tentang si motor keren and macho, 
Honda CB150R StreetFire,
Al, Bandung, 30 Desember 2013


Hari ibu, bagi sebagian besar ibu-ibu terutama di pelosok kampung, mungkin hanya lewat dengan begitu saja, tak ada yang istimewa apalagi mendapat apresiasi tertentu. Seperti halnya ibuku dan banyak lagi wanita seangkatannya, yang malah lupa jika tanggal 22 Desember setiap tahun, adalah sebuah tanggal yang diistimewakan dalam rangka meng-apresiasi para ibu/wanita.

Aku sendiri, jarang sekali mempersembahkan sesuatu secara khusus bagi ibuku pada hari istimewa itu. Paling cuma menelefonnya, dan mengulang kalimat yang sama, Mak, hari ini tanggal 22 Desember lho, hari ibu, walau bagi Mamak ini tak berarti apa-apa, tapi ijinkan kami mengucapkan selamat hari ibu ya, Mak. Trimakasih atas kasih sayang tiada batas, yang telah Mamak abdikan dan persembahkan bagi kami semua. Semoga Allah senantiasa melindungi dan memberkahi Mamak, ya..., Aamiin.

Cukup simple-kan? :) Dan jawabannya lebih simple lagi lho! Iya, trimakasih anak-anakku. Lalu topik pun segera dialihkan oleh ibunda, yang tak ingin terlalu dielu-elukan di hari istimewa itu.

Lain halnya dengan anak-anak jaman sekarang deh kayaknya. Seperti Intan. Putri tercinta ini selaluuuuu saja mampu menimbulkan cercah cahaya cerah penyemangat kehidupanku, terutama pada setiap hari penting hadir dan diperingati. Seperti pada hari ibu kali ini, pagi-pagi, sudah muncul di Line, dengan berbagai icon yang langsung bikin senyum di bibirku merekah. Lihat deh rangkaian bunga dan gaya si anak dalam icon pada gambar di samping. :)
Lucu yaaa? Hihi.

Namun icon selanjutnya, disambung dengan kalimat-kalimat darinya, sungguh bikin daku terharu. Alhamdulillah ya Allah, meski jauh dariku, ananda tersayang ini masih memiliki ikatan batin yang kuat dengan ibunya ini. Dalam setiap percakapan kami, baik melalui aneka messenger maupun via telefon atau malah secara langsung [tatap muka], Intan kerap menyatakan kebanggaan dan kebahagiaannya memiliki aku, sebagai ibunya. Alhamdulillah. Bagiku, tiada kata yang lebih indah, yang ingin kudengar dari putriku selain kalimat di atas. Ya Allah, tuntun hamba untuk tetap mampu menjadi ibu yang baik baginya, ya Allah. Aamiin.


Tak hanya di Line, Intan juga 'menempelkan' ucapan selamat hari ibu pada wall di facebook ku. Aih, Nak, engkau selalu saja mampu membuat hati Umi berbunga-bunga deh. Makasih ya sayang, you are also my angel, my sunshine! You are my spirit to face the world, to fight the darkness of life. Be my angel forever ya, Nak! My endless love is only for you, my dear Intan Faradila. Muaaach!

Tak dapat dimungkiri, anak adalah harta paling berharga bagi ayah dan ibu, bukan begitu, Sobs? Postingan ini tak mengandung maksud tertentu, sengaja kuabadikan di sini sebagai catatan pengingat untuk diriku sendiri, dan juga Intan kelak, yang kuharap akan merekahkan senyuman di bibirnya saat membuka halaman demi halaman maya ibunya ini. Mudah-mudahan juga mampu menyiratkan sedikit makna bagi Sobats yang membacanya yaaa. :)

Sepenggal catatan tentang Intan, my lovely angel
Al, Bandung, 24 Desember 2013
Newer Posts Older Posts Home

Author

I am a chemical engineer who is in love in humanity work, content creation, and women empowerment.

SUBSCRIBE & FOLLOW

Speaker

Speaker
I love to talk/share about Digital Literacy, Social Media Management, Content Creation, Personal Branding, Mindset Transformation

1st Winner

1st Winner
Click the picture to read more about this.

1st Winner

1st Winner
Pemenang Utama Blog Competition yang diselenggarakan oleh Falcon Pictures. Click the picture to read more about this.

1st Winner

1st Winner
Blogging Competition yang diselenggarakan oleh Balitbang PUPR

Podcast Winner

Podcast Winner
Pemenang Pilihan Dewan Juri - Podcast Hari Kemerdekaan RI ke 75 by KOMINFO

Winner

Winner
Lomba Menulis Tentang Kebencanaan 2014 - Diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh

Winner

Winner
Juara Berbagai Blogging Competition

Featured Post

Yuk telusuri Selat Bosphorus yuk!

Yuk telusuri Selat Bosphorus yuk! Sesaat sebelum naik ke kapal verry Ki-ka: Adik ipar, Aku dan Ayah. Hai.... hai.... hai! In...

POPULAR POSTS

  • It's Me!
  • Cara Membuat Stiker Sendiri di Telegram
  • Hujan Komen
  • Yuk Main ke Iran
  • Jawaban Untuk Sahabat
  • All About Tsunami: The Survivor - Ayahandaku
  • Perempuan hebat edisi: “Bapak” sedang Keluar Kota
  • Tiga Langkah agar dilirik Agency
  • KETIKA OTORITAS ALLAH DIAMBIL ALIH
  • Laksamana Malahayati, Kartini Lain sebelum Kartini

Categories

  • about me 1
  • advertorial 10
  • awards 19
  • banner 1
  • Beauty Corner 28
  • belarus 5
  • bisnis 1
  • Blog Review 2
  • blogger perempuan 1
  • blogging tips 8
  • Bocil Berbulu 2
  • body 6
  • Budaya 1
  • Catatan 8
  • catatan spesial 13
  • catatan. 53
  • catatan. task 20
  • culinary 5
  • curahan hati 2
  • daftar isi blog 1
  • dailycolor 1
  • DF Clinic 11
  • disclosure 1
  • edisi duo 5
  • email post 10
  • embun pagi 1
  • episode kehidupan 1
  • event 1
  • fashion 3
  • financial 1
  • giveaway 44
  • Gratitude 6
  • Healthy-Life 15
  • info 26
  • innerbeauty 2
  • iran 4
  • joke 4
  • Kenangan 7
  • kenangan masa kecil 3
  • kenangan terindah 11
  • keseharianku 2
  • kisah 14
  • kisah jenaka 7
  • kompetisi blog 1
  • komunitas 2
  • KopDar 8
  • Korea 1
  • kuliner 7
  • Lawan TB 2
  • lesson learnt 6
  • lifestyle 2
  • lineation 20
  • lingkungan 1
  • Literasi Digital 5
  • motivation 9
  • museum tsunami aceh 1
  • order 1
  • oriflameku 2
  • parenting 4
  • perempuan tangguh 4
  • perjalanan tiga negara 1
  • petualangan gaib 6
  • picture 5
  • Profile 13
  • puisi 8
  • reflection 3
  • renungan 24
  • reportase 24
  • resensi 2
  • review 39
  • review aplikasi 1
  • rupa 1
  • Sahabat JKN 2
  • sakit 1
  • sea of life 17
  • sejarah 4
  • Sekedar 1
  • sekedar coretan 76
  • sekedar info 23
  • self love 14
  • selingan semusim 9
  • seri BRR 3
  • snack asyik 1
  • soul 2
  • Srikandi Blogger 2
  • Srikandi Blogger 2013 7
  • Srikandi Blogger 2014 4
  • SWAM 1
  • task 41
  • tentang Intan 31
  • Test 1
  • testimoni 8
  • Tips 55
  • tradisi 1
  • tragedy 1
  • traveling 60
  • true story 7
  • tsunami 9
  • turkey 9
  • tutorial 7
  • visa 1
  • wisata tsunami 2

Followers


Blog Archive

  • May (1)
  • December (1)
  • October (1)
  • March (1)
  • August (2)
  • May (1)
  • April (2)
  • March (6)
  • February (3)
  • January (1)
  • December (1)
  • November (5)
  • October (4)
  • September (3)
  • August (5)
  • July (3)
  • April (1)
  • January (1)
  • December (2)
  • November (1)
  • October (1)
  • September (1)
  • June (1)
  • February (1)
  • December (1)
  • September (2)
  • August (2)
  • June (1)
  • March (1)
  • February (1)
  • December (5)
  • September (2)
  • August (3)
  • July (1)
  • May (3)
  • April (2)
  • March (1)
  • February (1)
  • January (7)
  • December (1)
  • November (5)
  • September (3)
  • August (1)
  • July (4)
  • June (1)
  • May (1)
  • April (3)
  • March (6)
  • February (5)
  • January (7)
  • December (8)
  • November (4)
  • October (12)
  • September (4)
  • August (3)
  • July (2)
  • June (5)
  • May (5)
  • April (1)
  • March (5)
  • February (4)
  • January (6)
  • December (5)
  • November (4)
  • October (8)
  • September (5)
  • August (6)
  • July (3)
  • June (7)
  • May (6)
  • April (7)
  • March (4)
  • February (4)
  • January (16)
  • December (10)
  • November (10)
  • October (3)
  • September (2)
  • August (5)
  • July (7)
  • June (2)
  • May (8)
  • April (8)
  • March (8)
  • February (7)
  • January (9)
  • December (10)
  • November (6)
  • October (11)
  • September (12)
  • August (4)
  • July (9)
  • June (4)
  • May (1)
  • April (12)
  • March (25)
  • February (28)
  • January (30)
  • December (8)
  • November (3)
  • October (1)
  • September (12)
  • August (10)
  • July (5)
  • June (13)
  • May (12)
  • April (19)
  • March (15)
  • February (16)
  • January (8)
  • December (13)
  • November (16)
  • October (23)
  • September (19)
  • August (14)
  • July (22)
  • June (17)
  • May (17)
  • April (19)
  • March (21)
  • February (27)
  • January (17)
  • December (23)
  • November (20)
  • October (16)
  • September (5)
  • August (2)
  • March (1)
  • December (2)
  • April (1)
  • March (1)
  • February (6)
  • January (1)
  • December (1)
  • November (4)
  • September (4)
  • August (1)
  • July (8)
  • June (16)

Oddthemes

Flickr Images

Copyright © My Virtual Corner. Designed by OddThemes