Menu
/ /
Udah lama banget ga menulis tentang hal personal and...? Here I am to update you about my happiness! Iya, donk, kebahagiaan kudu dibagi agar energi positifnya merasuk juga ke kamu yang sedang membaca artikel ini kan? 😍

Yes, jadi ceritanya Idul Adha kemarin adalah merupakan hari yang sangat istimewa bagiku, Sobs! Istimewa karena bukan hanya menjadi hari yang diperingati oleh seluruh umat muslim sedunia, tapi juga karena di hari tersebut, tepatnya Jumat, 31 Juli 2020 ini adalah merupakan hari kelahiranku! 

Di keluargaku, sesungguhnya kami tidak memperingati hari kelahiran secara khusus apalagi berlebihan. Ibu dan ayahku terbiasa dengan 'lupa' akan tanggal kelahiran mereka sendiri, juga anak-anaknya. Jaman dulu enggak ada tuh yang namanya ulang tahun-ulang tahun segala. Begitu yang sering mereka katakan. 

Namun, ketika teringat, atau diingatkan bahwa hari ini misalnya, adalah hari kelahiran si A - salah satu anaknya, maka mereka akan mengajak berdoa, dan kebiasaan kami pula, untuk tidak terlalu membesar-besarkan hari kelahiran ini.

Namun..., karena ini adalah angka yang istimewa bagiku, maka....


Setengah Abad Usiaku - the Golden Age


Aku ingin merayakannya dengan tubuhku sendiri sebenarnya. Mengajak berdialog tubuh dan jiwaku, berterima kasih padanya karena telah menjadi kendaraan bagi jiwaku mulai dari 0 hari hingga kini, 50 tahun kehidupanku di dunia ini. 

Ah, I am so grateful for My Lord, the Creator of me and the whole universe, yang telah memberiku ijin untuk hidup sehat hingga di usia kini. 

Alhamdulillah, ya, Allah. Alhamdulilah untuk kesempatan ini, untuk tubuh yang Engkau anugerahkan dan untuk kemampuannya menampung jiwaku, bergerak bebas beraktivitas dalam wujudkan impian. 

Body, thank you so so so much for being in this pretty shape, aku tak iri dengan kemolekan tubuh orang lain, dan aku tak ingin menirunya. 

Aku sungguh berterima kasih dan bersyukur dengan bentukmu seperti ini, dengan kekuatanmu membawa jiwa ini kemana pun kita harus pergi, untuk kebebasan bergerak, untuk seluruh fungsimu yang masih sempurna. 

Body, I am so grateful for you, for your ability to perform any activities we need to do. Thank you, thank you, thank you. πŸ™πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ™



YES, I AM 50 YEARS YOUNG!


Banyak yang tak percaya ketika aku bilang bahwa usiaku kini sudah masuk di usia 50 tahun. Bahkan salah satu mentorku sampai minta lihat passportku untuk meyakini dirinya bahwa aku sedang tidak berbohong. Haha. 

Alhamdulillah jika memang banyak yang bilang bahwa penampakanku masih terlihat jauh lebih muda dari usiaku yang sebenarnya. Alhamdulillah. Tak lupa, setiap pujian ini muncul, aku terbiasa langsung berbisik pada bodyku sendiri. Body, thank you so so so much for being youngest than our age! I am grateful for you! 

Lalu, ketika didesak untuk berbagi rahasia awet muda, maka aku pun kebingungan! 

Karena sesungguhnya, aku bukan orang yang rutin berolah raga, kecuali diingatkan dan dipaksakan. Mungkin kalo rajin olahraga, penampakanku bisa jauh lebih muda deh yaaa? Haha.

Anyway..., sesuai judul di atas, let me share you my morning routine yang mungkin (mungkin loh, ya) bisa menjadi penyebabku terlihat jauh lebih muda dari usia sebenarnya. 

7 Tips Jitu Tetap Terlihat Awet Muda di Usia 50 Tahun


1. Langsung Bersyukur Begitu Terjaga dari Tidur

Setiap kita tentu punya morning routine. Mine is starting with gratitude (rasa syukur ke Ilahi Rabbi) begitu aku terjaga. Jadi masih dalam posisi rebahan, kepala di atas bantal dan mata terpejam, aku akan langsung berdialog dulu dengan-Nya. 

Ya Allah, makasih banget ya, sudah mengijinkan aku bertemu dengan hari ini. Alhamdulillah ya, Allah, untuk keleluasaanku dalam bernapas, makasih ya, Allah, untuk mengijinkanku terjaga dalam keadaan segar dan sehat. πŸ™πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ™

Ya Allah, makasih untuk tidurku yang lelap, untuk tempat tidurku yang empuk, untuk atap yang kokoh, pakaian yang baik dan makanan yang berkecukupan. πŸ™πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ™

Ya Allah, makasih ya, untuk kesehatan yang Engkau ijinkan kami reguk, dan untuk ijinmu bagi kami menjalani hari ini. πŸ™πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ™

Lalu dalam posisi masih rebahan, aku akan menikmati breathing in and out beberapa jenak. Nikmat banget! Tak lupa, aku suka banget pulling energy dari alam, biar energik. 

2. Communion with Earth

Ini adalah langkah kedua. Setelah breating in and out for a while, napas terasa sangat lega, maka aku akan bangkit dari tempat tidur, menjejakkan kaki di lantai yang dingin, dan mengangkat kedua tanganku ke atas. 

Gerakan ini akan strecthing pinggang ke atas, dan bikin ngantuk hilang! Udara dingin yang meresap naik dari lantai ke dalam pori telapak kaki kita, akan membuat kantuk menguap. Apalagi ketika kita strecthing, wuih, you should try, deh!

Communion with earth, adalah grounding to the earth/menyatu dengan bumi seraya menyerap energy from mother earth. Gerakan ini bagiku sukses mengusir ngantuk, terutama karena aku sambil ngobrol dengan ibu bumi, dan kupercayai akan membantuku untuk tetap humble /down to earth. 

Berterima kasih padanya untuk seluruh kontribusi bumi dan seisinya, dan juga meminta energi darinya untuk kualirkan masuk ke tubuh melalui kedua telapak kaki yang menjejak lantai, mengalirkannya ke seluruh tubuh dan mengeluarkannya dari cakra mahkotaku, melepaskannya kembali ke alam. Ah, I love and enjoy this activities. 

3. Ke Toilet, Bebersih dan Persiapan Shalat Subuh.

Setelah menyerap energi dari mother earth dan merasa sangat fresh and powerful, aku langsung deh ke kamar mandi, dan walau ada air panas, aku bukan termasuk orang yang senang mandi di pagi-pagi sekali. So I just wash my face, gosok gigi dan wudhu. Masuk lagi ke kamar dan performing my Shubuh prayer. 

Barulah setelah shalat Shubuh, aku berdialog secara resmi (baca: berdoa) kepada-Nya. Kalo di atas tempat tidur, aku memposisikan diri sebagai 'anak' yang dengan manja dan santai menyampaikan terima kasih kepada ayahnya. 

4. Berdoa

Dari kecil kami sudah dibiasakan untuk menyempatkan diri berdoa di waktu Shubuh, sebelum beraktivitias di hari tersebut. Jadi aku masih melanjutkan aktivitas ini hingga kini. Dan menurutku, berdoa di waktu Shubuh itu sungguh indah dan khidmat. Pasti pada sepakat donk?

5. Meditasi, Visualization, Affirmation, Pull Energy

Yes, sejak memulai my personal development classes last year, aku mulai akrab dengan aktivitas ini. Meditasi, melatih diri untuk fokus sembari observing my thought. Mencoba membangun dan meningkatkan awareness, memvisualisakan hal-hal yang ingin aku raih, melakukan afirmasi dan juga pulling the energy from the universe and giving to mother eath dan sebaliknya. Ga lama sih, kegiatan ini biasanya hanya 20 menitan.

6. Exercise. 

Seperti yang aku bilang di awal bahwa aku bukan seseorang yang senang berolah raga, tapi sadar penuh bahwa kita KUDU berolahraga agar tetap sehat dan aktif.
Nah, aku kepincut dengan program WALKING AT HOME yang dipandu oleh Leslie Sansone. Coba deh intip video-videonya, asyik banget dan ga bikin terlalu capek, loh! Eits, ini bukan sponsor post loh ya, I give her credit for free cause I am happi for her contribution.

7.  Be Happy in Running My Day

Yup, aktivitasku selanjutnya adalah ke dapur. Mau ga mau, suka ga suka, bikin sarapan adalah sebuah tugas yang harus dikerjakan dengan bahagia donk? Everyone need breakfast kan? Masa beli terus? Emangnya sehat? Hehe

Yes, aku kurang suka di dapur, dan harus menyukai dapur. Dan Alhamdulilah, dengan melatih alam pikiran untuk menyukainya, aku happy-happy aja tuh mengerjakannya. Dan, jika kita melakukan segala sesuatu dengan bahagia, stay in positivity, maka, Insyaallah, seluruh hari kita akan terisi dengan baik dan happy. 

Dan ini... tentu akan menjadikan kita terlihat cantik, baik dan bahagia. Bahagia bikin kita Awet Muda, loh! Cobain, deh! 

Nah, Sobs, itu lah 7 tips jitu yang aku bisa bagikan agar kita tetap awet muda di usia 50 tahun. Yang paling penting adalah adanya niat untuk tetap terlihat awet muda, karena tanpa niat, apa pun tak akan berhasil kan? 

Ah iya, jangan lupa, perawatan wajah dan tubuh, tentu penting juga, loh! Ga harus yang macem-macem, sesuai usia lah yaa! Dan ingat, tubuh kita adalah sahabat sejati kita. So, treat our body so well! 


Alaika, Bandung, 2 Agustus 2020

Read More
/ /
Siapa coba yang ga kenal Pertamina? The most famous brand yang langsung bikin kita teringat dengan berbagai bahan bakar kendaraan, bahan bakar untuk memasak, dan berbagai produk mereka yang lainnya. 

Etapi, kalo Pertashow dan Aplikasi MyPertamina udah familiar belum, Sobs? 
Dan taukah Sobats jika nanti malam, iya, malam ini, Pertashow sendiri akan mengadakan online show bertabur gemerlap hadiah yang nilainya WOW WOW WOW, dan cukup kita tonton via aplikasi MyPertamina saja? 

Ga punya aplikasinya? Ya ampun, tinggal download aja, donk! Go to your playstore or iOs and get it installed on your phone, deh! 



Masih ragu? Ini nih beberapa benefit/hal keren that you should know dan bakal bikin kamu ga sabar untuk download, install dan tonton gebyar eventnya (tonton via aplikasi MyPertamina). Dan ingat, ini eventnya malam ini, loh ya! ❤️ πŸ’ž ❤️ 

Rabu, 22 Juli 2020 πŸ’₯ 19.30 wib

πŸ’₯ PertaShow πŸ’₯

Merupakan program Konser Digital #BerkahDiRumah live di aplikasi MyPertamina.

PertaShow memiliki berbagai program, seperti: 
❤️ Hiburan dari artis nasional 
❤️ Kuis berhadiah saldo dari LinkAja dan hadiah Motor Yamaha Lexi.

πŸ’₯ Syarat dan Ketentuan Program PertaShow

✔️ Memiliki aplikasi MyPertamina di smartphone, apabila yang belum, WAJIB download aplikasi Mypertamina di smartphone. 

✔️ Warga Negara Indonesia (WNI) dengan minimal usia 17th & memiliki KTP. 

✔️ Mengisi Nama yang akan ditampilkan di chat, Nomor Telp di halaman login PERTASHOW.


πŸ’₯ Cara Menonton PertaShow

▶️ Klik slider banner Pertashow di aplikasi MyPertamina ⇒

▶️  lik LIHAT PERTASHOW* ⇒ langsung bisa menyaksikan Program Pertashow.

*dengan klik LIHAT PERTASHOW, maka setuju dengan syarat dan ketentuan berlaku.


πŸ’₯ Cara Mengikuti QUIZ

❤️ Untuk menjawab quiz berhadiah saldo LinkAja nominal senilai Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah)

Ketik jawaban di kolom komentar IG MyPertamina :

QUIZ#1 (SPASI) JAWABAN
QUIZ#2 (SPASI) JAWABAN
QUIZ#3 (SPASI) JAWABAN
QUIZ#4 (SPASI) JAWABAN
QUIZ#5 (SPASI) JAWABAN


πŸ“Œ Jawaban kuis 1-5 hanya dapat di jawab di kolom komentar IG MyPertamina dimulai saat acara Pertashow berlangsung sampai dengan selesai, tanggal 22 Juli 2020. 

πŸ“Œ Setiap pertanyaan dari kuis 1-5 masing – masing akan dipilih 20 jawaban yang BENAR & TERCEPAT. 

✔️ Pertanyaan kuis hanya akan dibacakan di acara Pertashow. 

✔️ Pengumuman pemenang kuis saldo LinkAja 1-5 Pertashow hanya akan diumumkan di IG MyPertamina pada tanggal 23 Juli 2020.

❤️ Untuk menjawab kuis berhadiah MOTOR YAMAHA LEXI, 

Ketik jawaban di kolom komentar IG MyPertamina :

QUIZ (SPASI) MOTOR (SPASI) JAWABAN (SPASI) NAMA PESERTA KUIS MOTOR. 


πŸ’₯ Syarat sah mengikuti undian. 

✔️ Peserta kuis harus menonton Pertashow dari mulai di pukul 19.30 WIB sampai dengan selesai. 

✔️ Kirim jawaban ke no WA 081350135135* dan dilakukan pada saat live streaming PERTASHOW berlangsung melalui nomor WA tersebut. 

✔️ Pemenang yang menjawab dengan BENAR & TERCEPAT akan ditelepon dan live video call dengan host di akhir segmen Pertashow Eps.5.

πŸ“Œ Pemenang bukan dari pihak PERTAMINA atau yang berafiliasi.

πŸ“Œ Panitia berhak membatalkan kemenangan apabila terbukti tidak memenuhi syarat.

πŸ“Œ Keputusan panitia adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.


Nah, temen2, gimana? Pada mupeng kan untuk dapetin hadiahnya? 

Yuk, download My Pertaminanya sekarang, dan pantengin performa para artis papan atas yang pastinya ajib banget, and.... Grab the PRIZES, REBUT hadiahnya dengan menjawab kuis-kuisnya. 

Siapa tau salah satu motornya milik kamu, loh! Who knows? Terus ada hadiah lainnya jugak!!! My Pertamina Berbagi Berkah gitu loh! ❤️ ❤️ ❤️ 


Al, Bandung, 22 Juli 2020
Read More
/ /
Hello everyone, how are you doing?
Masih pada stay di rumah kan? 😊 Gimana? Pasti banyak yang udah pada jenuh, donk? Terutama anak-anak dan para lansia (contoh nyata adalah babe eikeh, cyin! Haha). Si babeh udah ga sabar ingin bisa jalan-jalan lagi. Having a leisure time outside, ke taman setidaknya, bertemu dengan banyak orang. Hehe.

Padahal..., namanya sedang pandemic seperti ini, ya enggak mungkin lah kita mewujudkan keinginan untuk having a leisure time outside dan berkumpul dengan orang ramai kan? Kudu jaga jarak lah! Ya, walau pemerintah sudah memberlakukan pola hidup "new normal, tapi kan.....

stay at home


Yup, tapi kan bukan berarti bahwa kita bebas berkeliaran kemana suka, sesuka sukanya khaaan? Protokol kesehatan melawan Covid 19 tentu tetap harus diaplikasikan demi keselamatan jiwa raga, toh?

Aku sendiri memilih untuk bertahan di rumah sedapat mungkin, sih. Berusaha untuk ga kemana-mana dulu jika memang tidak penting-penting banget.
Alhamdulillahnya, sejak masa stay at home marak diberlakukan, aku justru sudah mulai menikmati this "stay at home" mode on, loh!

Banyak banget yang bisa aku lakukan saat harus menempatkan diri di rumah. Staying at home ini sungguh bikin aku betah. Karena ga terbuang waktu untuk driving dari rumah ke tempat kerja, atau meeting dengan orang-orang secara offline.

Staying at home, memberiku kesempatan untuk belajar sepenuh hati di kelas-kelas online yang diselenggarakan oleh coach-coach luar negeri, yang otomatis murid-muridnya merupakan penduduk dari berbagai negara. Jadinya punya kesempatan untuk memperluas networking kan? Berkesempatan menambah teman baru, go global, dan enjoying the new global family relationship yang ternyata tuh seru banget! Ah, I am so grateful for this positive side! 

Etapi, selain ada yang merasa happy dengan situasi stay at home, tentu banyak pula yang merasa jenuh dan bosan lah berada di rumah terus menerus? Sudah mulai bosan menjalankan hobi, mulai jenuh nonton drakor, mulai emosian karena sehari-hari hanya ngider dapur sumur kasur doank, mulai dar-ting (naik tensi darah) karena anak-anak yang semakin rewel ga bisa diatur, atau malah yang paling parahnya, mulai bosan lihat wajah suami/istri, karena 7 x 24 jam bertemu terus. Haha.

7 Cara Atasi Rasa Jenuh Karena Stay At Home


7 cara atasi rasa jenuh karena stay at home


1. Set Your Morning Routine

Sudah memiliki morning routine yang ajib? Atau selama ini hanya go-show doank? Hihi. Go show artinya, ga punya agenda khusus. Paling kalo pun rajin shalat subuh (bagi yang muslim/muslimah), setelah itu balik lagi ke tempat tidur dan lanjut meringkuk manja di bawah selimut atau dalam pelukan sang kekasih hati. *It was me. It waaas yaaaa, kalo sekarang mah sudah jauh lebih baik, loh! Huhu.

Memiliki morning routine dan disiplin menerapkannya tentu punya manfaat yang ajib dalam membentuk kepribadian dan juga memberi energi yang berlebih serta kesiapan yang jitu dalam menjalani hari kita. 

Banyak orang yang memulai morning routine-nya dengan bangun pagi, langsung lari ke kamar mandi, bebersih diri, wudhu, dan shalat (bagi yang muslim-muslimah). Lalu bagi yang emak-emak, lanjut ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, dan menyiapkan anggota keluarga bekerja dan belajar, dan karena sedang pandemi, jadi aktivitasnya adalah di rumah, namun tentu tetap butuh dipersiapkan, baik sarapan, pakaian, bahkan bagi anak-anak usia sekolah tentu perlu pula didampingi proses belajar dari rumah atau learning from home-nya kan?

Nah, tahu kah teman-teman bahwa sebelum kita mempersembahkan waktu dan upaya kita untuk anggota keluarga tercinta, sebenarnya akan sangat bermanfaat banget jika kita memanfaatkan setidaknya 1 jam di pagi hari, sebelum treating other family members, kita justru men-treat diri kita sendiri terlebih dahulu?

Yes, karena sesungguhnya, tubuh dan jiwa kita juga butuh diperhatikan dan dilayani, loh!
Bukankah kebahagiaan itu bermula dari dalam diri? Bahwa kebahagiaan itu dipancarkan dari diri sendiri ke orang lain di sekitar kita? Jadi jika ingin membahagiakan orang lain, maka make sure bahwa kita sendiri juga bahagia?

Yes. That's it!

Jadi menyediakan 1 jam di pagi hari untuk morning routine (khusus melayani/treating) ourselves itu penting banget, loh!
Dan efeknya itu luar biasa banget! Memberi kita energi yang lebih dari cukup untuk menjalankan aktivitas harian kita, dari pagi hingga tutup mata nanti (hingga kita pergi tidur di malam harinya). Keren kan?

Kok bisa? Ya bisa lah. Karena dengan menyediakan waktu minimal 1 jam untuk treating diri sendiri, kita ibaratnya menyempurnakan diri, agar full of energy dan penuh kontribusi untuk melayani anggota keluarga kita. 

Terus, morning routine-nya apa aja, sih, Al? Nah, tentang morning routine, aku sudah pernah uraikan secara lengkap di sini, deh. Sok, click the link and enjoy the reading, ok! 



2. Function on Gratitude.


Apa pula ini? Hehe, pasti pada nanya demikian?
Jadi tuh maksudnya gini. Dalam menghadapi berbagai keadaan/situasi, apalagi di tengah pandemi ini, kita jadi gampang marah, panik, was-was, dan tak terkontrol emosi jiwanya kan?
Nah, dengan mendahulukan rasa syukur, dan mencoba untuk melihat sesuatu dari sudut pandang positif, Insyaalah, kita akan jauh lebih mudah dalam mengelola emosi jiwa. 

Misalnya, nih.

Kita merasa diri telah terkurung dan pikiran jadi kalut, was-was. Duh, ini sampai kapan ya? Bakalan selamat enggak ya kami sekeluarga? Ada yang terinfeksi/terpapar enggak ya? Dan berbagai tanya negatif lainnya.

Nah, daripada membiarkan diri dihantui oleh pertanyaan yang seperti ini terus menerus, mending kita membimbing pikiran kita untuk melihat negativity ini dari sudut yang bisa kita syukuri.

Misal:

"Duh, jadi terpuruk di rumah deh gara-gara pandemi ini!"

Coba ubah keluhan ini menjadi --> "Alhamdulillah ya Allah, kami masih bisa bernaung dan berlindung di rumah ini. Apa kabar mereka yang harus hidup di jalanan? Gimana mereka melindungi diri di masa pandemi seperti ini?"

Kebayang kan gimana perbedaan energi dari dua sikap yang berlawanan di atas? 

So, be grateful, always function on gratitude and positivity.



3. Enjoy Each Moment.


Ini juga penting banget. Karena setiap moment pasti punya harga. Punya kontribusi terhadap kehidupan kita. Dan... belum tentu bisa diulang lagi kan? So, berbesar hati, bergembiralah. Nikmati setiap momen yang hadir. 


4. Belajar Online


Ini yang banyak dilakukan masyarakat masa kini selagi pandemi. Dan bener, mumpung sedang stay at home, gunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, misalnya dengan belajar tentang hal-hal yang diminati. Atau belajar untuk upgrading skill. Syukur-syukur jika malah dapat job dengan upgrading skill ini kan?
Jadi, pilihlah materi atau kelas yang diminati, belajarlah dengan riang gembira. Mumpung lagi stay at home kan?


5. Perbanyak waktu untuk bonding dengan keluarga.


Yang ini mah kagak perlu penjelasan, pasti udah dapat banget donk feelnya? Yuhuu. Do it, tunggu apalagi!


6. Nonton Drakor, Movies, dancing, painting, atau lakukan hobbi lain yang kita minati.


Dan yang ini juga pasti udah kebayang banget kan efeknya? Yes, mumpung lagi stay at home, lakukan lah, tapi ingat, perkuat diri untuk stock kuota yaaa. Haha. 


7. Patuh, disiplin, dan Supportive.


Kok poin ini bukan di nomor 1 sih, Al?

Ya karena sesungguhnya..., hal-hal yang seperti ini sebenarnya ga perlu ditulis, karena seharusnya sudah terpatri dan terniat dengan kuat di dalam diri kita masing-masing. Jadi tanpa perlu dikomando pun, sebenarnya kita sudah harus ngeh!

Namun, karena kita adalah penduduk dari negeri yang unik, negeri 62, maka hal-hal seperti ini harus diletakkan pada penghujung, karena ketika dilenturkan membentuk lingkaran, maka poin 7 ini akan bertemu dengan poin nomor 1 bukan? Menjadi saling terpadu. Yuhuuu. 

Yes, patuh, disiplin dan penuh dukungan terhadap imbauan pemerintah, demi kebaikan kita bersama. Bersama kita pasti bisa. Masalahnya adalah, di luar sana, masih banyak banget orang-orang yang cuek, ga mau pake masker, tak peduli pada protokol kesehatan. Huft, ini yang bikin galau sebenarnya tuh! 

Jadi, gimana jika mulai aja dulu, dari diri kita sendiri, terapkan 7 langkah ini, dan edukasi ke the whole member of our family. Mau? Yuuuuk! 

Al, Bandung, 18 Juni 2020
Read More
/ /
Orang bilang, hidup sehat itu mahal harganya. Namun sebagian lagi bilang bahwa hidup sehat itu sesungguhnya mudah dan murah! Pasti donk teman-teman familiar dengan dua pendapat ini? Dan berada di kubu yang manakah dirimu? 😁

Kalo aku sih, akan bilang bahwa kedua-duanya benar. Ga ada yang salah.




Hidup Sehat itu Mahal Harganya.


Yes, absolutely! Jika seseorang sedang berada dalam keadaan tidak sehat, terutama sedang didera oleh penyakit yang tidak biasa dan butuh medication yang biayanya minta ampun mahalnya, maka..., tentu saja menjadi sehat itu sungguh mahal harganya, toh? Apalagi jika sudah menghadapi penyakit kritis, yang ampun-ampunan biaya pengobatannya (terutama jika tidak memiliki proteksi by insurance, kerasa banget kan?), atau malah banyak pula yang akhirnya menyerah pada maut yang menjemput. πŸ˜”

Jadi inget dengan almarhum tante kesayangan, yang begitu ahli menyuntikkan insuline sambil merem ke lengan kiri atau kanannya sendiri itu, guna mengatasi diabetes, pada pertengahan Juli dua tahun lalu, akhirnya harus menyerah, takluk pada penyakit yang telah menderanya belasan tahun lamanya ini. Setelah menghabiskan biaya hingga menjadikan mereka tidak lagi sehat finansial, tante pergi meninggalkan kami dalam duka dan kenangan manis, karena si tante ini orangnya baik banget!

Dan yang paling menjadi kenangan adalah saat-saat memperhatikan kakak sepupuku yang begitu care dalam mengupayakan makanan diabetes untuk si tante. Barakallah ya, Kak, dan Al-fatihah untuk Tante. Semoga Allah memberi cahaya terang dan nikmat di alam kuburmu ya, Tan. Aamiin.


Hidup Sehat itu Mudah dan Murah


Yes, of course! Kondisi ini menjadi sangat benar adanya, bagi pribadi-pribadi yang berada dalam kondisi sehat fisik dan mental, tidak sedang didera oleh penyakit-penyakit serius yang menguras tenaga, pikiran, dan biaya.

Berada dalam kondisi sehat, adalah suatu berkah yang harus kita jaga dengan baik, dengan terus mengupayakan pola hidup sehat, stay in positivity (thought, tribe and environment), rajin olahraga, dan tentu saja komit dalam menjalankan tips-tips hidup sehat secara konsisten. Ga mahal sebenarnya. Apalagi untuk olah raga, cukup dengan olahraga lari (lari cepat, jogging, marathon atau mengikuti event lari), kita sudah memenuhi kebutuhan untuk berolahraga, toh?

Terlebih untuk penduduk desa, menjalankan pola hidup sehat itu tidak lah sulit sebenarnya. Hutan dan alam negeri kita masih cukup kaya untuk mensuplai kebutuhan makanan dan nutrisi bagi masyarakat pedesaan. Bicara tentang olahraga, masyarakat desa justru juaranya. Tak perlu olahraga keren untuk mengucurkan keringat, tak perlu treadmill untuk menciptakan 1000 langkah, cukup dengan aktivitas-aktivitas harian, mereka sudah lebih dari berolahraga kan? 😊


My Morning Routine Sebagai Salah Satu Resolusi Hidup Sehatku di 2020


rutinitas pagi hari
Image belongs to myself (Alaika Abdullah)


Bicara tentang pentingnya pola hidup sehat, berawal dari Januari 2020 kemarin, aku mulai komit untuk membiasakan diri dengan a beautiful - light - ease morning routine! Yap, aku menyebutnya demikian, karena sebuah rutinitas bermanfaat itu harus dilaksanakan secara happy, bermanfaat dan konsisten serta sustainable, right?

Dan memasukkan morning routine ini menjadi sebuah habit, bagiku butuh 21 hari untuk membiasakan diri, which is now sudah menjadi sebuah kebiasaan/rutinitas yang mengalir alami. Asyiiik. Alhamdulillah.

Hayo, pasti pada kepo kan dengan my morning routine? Apa aja, sih, Al?

Baiklah, sebenarnya aku ingin tulis tentang morning routine ini di artikel khusus, karena pengen ngebahas dengan lebih detil, yang pastinya bakalan butuh penjelasan yang panjang kali lebar. hehe. But, aku mention secara general dulu di sini, deh, ya!

My Morning Routine To #LiveHealthierLives

1. Inhale - Exhale sambil tiduran

Mulai terjaga sekitaran pukul 4.50 pagi, biasanya aku ga langsung bangkit dari tempat tidur. Masih dalam keadaan kepala di atas bantal, dan kondisi masih merem, aku mulai pagiku dengan inhale - exhale selama tiga kali. Menikmati udara pagi mengalir masuk dari hidung, meresapi kesegarannya, dan menghembuskannya dari mulut secara perlahan. Coba deh, teman-teman. Ini rasanya ajib banget, loh!

2. Silence Dialogue with My Rabb

Lalu, setelah tiga kali inhale - exhale, aku lanjut dengan 'silence dialogue' with my Rabb. Yup. Jadi, aku ngomong dalam hati, atau sambil berbisik seraya memegang dada/hati.

Ya Allah, makasih yaaaa, sudah mengijinkan aku bertemu dengan pagi ini. Trimakasih ya Allah, sudah mengijinkan aku melanjutkan kehidupan hari ini. Trimakasih untuk udara pagi yang segar ini, dan makasih ya, Allah, atas kemudahanku dalam menghirup dan menghembuskan napas ini tanpa alat bantu. Alhamdulillah ya, Allah, untuk kesehatan tubuh dan jiwaku, πŸ™πŸ™πŸ™

3. Grounding Position

Lalu break sebentar, resapi semuanya dengan penuh rasa syukur. Lalu baru deh aku bangkit dari tempat tidur, menurunkan kedua kaki dan jejak lantai yang dingin. Nah, rasa kantuk pun akan hilang saat udara dingin meresap dari telapak kaki.

Aku menyebutnya dengan "grounding position".
Menjejak bumi, dan menurutku ini adalah tindakan grounding agar kita tetap humble. Biasanya cuma butuh 2-3 menitan di posisi ini, karena energy positive akan mengalir dari bumi, masuk ke dalam tubuh, dan kemudian keluar melalui cakra mahkota kita menuju universe (alam semesta).

I am so grateful and happy for this activity! Energy flownya ini ajib banget, loh! Cobain, deh!


4. Siraman/Bebersihan

Setelah grounding, aku bangkit menuju kamar mandi, bebersihan dan wudhu. Balik lagi ke kamar dan shalat Shubuh. Lalu berdoa sebentar, bersyukur dan bermohon agar kegiatan hari ini berjalan lancar (yang ini lebih ke verbal, kalo yang di atas bantal tadi dialog hati dengan Sang Rabb).


5. Tujuh Menitan Yoga untuk Flowing Energy

Selanjutnya aku akan menyempatkan diri untuk selama 7 menitan melakukan Yoga untuk flow energy exercise. Dan amazingly, walau 7 menitan, aktivitas ini cukup mencucurkan keringat dan bikin energi kita aktif dan dinamis! Aku dapat tips ini dari seorang teman asal Moroco yang tinggal di Canada. Kami saling support dalam encouraging ourselves untuk this morning routine. Seru banget!

8. Preparing Breakfast atau Beberes Rumah

Lalu, setelah 7 menitan yogaan ini, istirahat sebentar, baru deh ke dapur, preparing breakfast lanjut bebersih rumah. Sekitar pukul 7.30 pagi, biasanya udah beres tuh. Lalu aku mandi, dan siap-siap ke kantor atau menemui klien atau ke klinik jika ada pasien/client's appointment.

9. Writing My Gratitude Journaling

Nah, biasanya, ketika sudah cantik (ready to go) aku menyempatkan diri dulu nih untuk menuliskan My Gratitude Journal.

gratitude journal book
Image belongs to Alaika Abdullah

Setiap hari aku memang mengupayakan diri untuk menuliskan 10 hal yang aku syukuri di hari tersebut, sebagai awal dalam memulai hari/aktivitas hari tersebut. Efeknya?

Efeknya luar biasa, bagiku. Rasanya memulai sesuatu dengan rasa syukur itu sungguh sebuah mood boosting yang akan menjadikan energiku tercukupi hingga aku kembali ke tempat tidur, loh! Yes, cobain, deh, temen!

Setelah journaling ini, baru deh aku pamit pada orang rumah dan mulai officially beraktivitas. Hehe.
This is how I Live Healthier Lives since January 2020 hingga hari ini. Alhamdulillah, ngefek banget!

Oya, biasanya sih, setiap Sabtu dan Minggu, aku akan ajakin ayah dan ibu olahraga di sekitar lapangan dekat kompleks perumahan dengan cara berlari. Ya, lari pelan-pelan, lah! Hehe. Dan kebersamaan ini sungguh mengasyikkan, bikin energy flowing more ease and happy! 

Sun Life Resolution Run 2020


Sun Life Resolution Run 2020
Image Source: Sun Life Indonesia Instagram Account (@sunlife_id)

Dan, bicara tentang lari, aku jadi inget dengan sebuah kompetisi yang baru-baru ini diselenggarakan oleh Sun Life Indonesia. Bertajuk "Sun Life Resolution Run 2020", agenda tahunan ini sukses terselenggara dengan jumlah peserta yang menakjubkan, loh! Menyempurnakan rangkaian kampanye #LiveHealthierLives yang telah berlangsung, Sun Life Resolution Run 2020 memang menjadi agenda pamungkas yang sukses merangkul lebih dari dua ribu lima ratus peserta dari berbagai usia, yang dengan gembira turut serta berkontribusi semarakkan acara seru ini! Seru banget pastinya, ya?

Dan..., yang lebih keren lagi, pada saat pelaksanaan kompetisi lomba lari ini, yang bertempat di ICE-BSD, Tangerang dan berlangsung pada tanggal 12 Januari 2020 lalu, dilakukan juga penyerahan donasi yang diperuntukkan bagi mendukung edukasi, pencegahan, dan peningkatan kualitas hidup para penderita diabetes di Indonesia menjadi #LebihBaik. Keren dan bermanfaat banget, ya, temen-temen? Masyaallah.

Donasi ini disampaikan oleh Leo Grepin, President Sun Life Financial Asia, kepada dr. Dante S. Harbuwono Sp.PD-KEMD, PhD, Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM dan didampingi oleh Paul Joliat, Assistant Vice President, Global Partnership, Global Marketing Sun Life Financial, dan Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Indonesia.

Oya, donasi berjumlah 850 juta Rupiah ini merupakan gabungan dari dana yang terkumpul dari rangkaian kegiatan Sun Life Virtual Charity Run yang telah digelar pada November hingga Desember 2019 lalu, biaya registrasi kegiatan Sun Life Resolution Run 2020, dan juga dana hibah dari perusahaan (PT. Sun Life Indonesia).

Wohoo. Semoga semakin berkah upaya dan dan usahanya, Sun Life Indonesia! 😊
Apalagi agendanya memang disupport oleh berbagai pihak dan sejalan dengan tagline yang digusung yaitu #TeamUpAgainstDiabetes kan?

Semoga ke depannya Sun Life Indonesia bersama Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang telah memulai kerjasama ini sejak tahun 2015 lalu, menjadi semakin berdaya dalam mengajak masyarakat semakin luas, khususnya generasi produktif untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dan aktif bergerak, demi mengurangi resiko terkena penyakit berbahaya termasuk diabetes.


Oya, just for your information, selain aneka kerjasama di atas, di akhir tahun 2018 lalu, Sun Life Indonesia juga memberikan dukungan dalam pembuatan kaki palsu dan sepatu diabetes untuk keberlangsungan dan peningkatan kualitas hidup para penderita kaki diabetic. Dan kedepannya, berbagai inisiatif terkait diabetes akan dijalani, khususnya yang berfokus pada upaya preventif, salah satunya melalui buku edukasi terkait diabetes yang disusun oleh tim RSCM.


Semoga upaya-upaya mulia ini membawa langkah yang semakin positif dalam menuju masyarakat Indonesia yang hidup sehat, baik secara fisik, mental/spiritual mau pun secara financial. Aamiin.

Al, Bandung, 14 Maret 2020


Read More
/ /
Cara Praktis Membuat Podcast. Pasti sudah mulai sering mendengarkan kata ini kan? Podcast! 😊 Adalah media berbasis audio, di mana podcasternya (pemilik akun) 'menyiarkan' suaranya melalui channel yang dimilikinya, untuk didengarkan oleh para pendengar atau audiencenya. Kalo kata aku, sih, persis seperti siaran radio.

Bedanya adalah, gaya penyiaran dan konten yang disampaikan terserah kepada pemilik akun. Bebas. Being themselves tanpa perlu meniru gaya penyiar radio. Asyiknya lagi, 'menyiarkan' suara melalui podcast bisa dilakukan secara gratis, loh!



Memang sih, di negeri tercinta ini podcasting memang belum begitu populer, tidak seperti di luar negeri (negara-negara maju) yang pengguna dan penikmat podcast sudah bejibun, dan...?
Dan ini artinya, yuk, mulai dari sekarang, donk!


Kok bisa, sih, podcast ini begitu diminati? 


Yap, podcast kini semakin ngetrend karena menjadi salah satu sumber pembelajaran gratis berbasis audio (tapi kini mulai ada juga sih podcast yang berbasis video), yang bisa diaksess secara gratis. Banyak sharing positif mengenai berbagai topik yang dibroadcast via podcast, loh! Diantaranya adalah tentang gaya hidup, kesehatan, finansial, parenting, motivasi, personal growth, dan lain sebagainya.

Dan karena dia berbasis audio, maka memudahkan bagi audiencenya untuk mendengarkan sambil beraktivitas, seperti ketika sedang nyetir, nge-gym atau fitness, dan aktivitas lainnya yang tidak memungkinkan bagi mata untuk menatap ke layar gadget. Atau untuk para emak, ketika sedang nyuci piring atau sedang menyapu or bebersih rumah, ga mungkin donk sambil nonton youtube? Hehe.

Bagi podcaster sendiri, podcasting adalah media sharing yang mengasyikkan dalam menyalurkan hobby cuap-cuapnya. 😁 Bahkan lebih dari itu, loh. Podcasting juga bisa earning money. Yeayyy!!!

Alasan lainnya lagi? Just googling it and you will find a lot more. Kan kita mau ngebahas CARA PRAKTIS BIKIN PODCAST! 😁



Siapa saja yang bisa Podcasting


Siapa aja boleh! Harus punya skill tertentu dan ahli?

Nope! Sejauh kita punya suara, bisa ngomong dengan jelas, punya konten yang ingin kita bagikan/bicarakan, dan punya kemauan untuk terjun ke dunia podcasting, maka kita sudah cukup punya modal utama untuk menjadi podcaster!

Ah, yang bener, Al? Emang ga butuh microphone yang bagus, studio rekaman dan berbagai peralatan pendukungnya? Ga harus kursus dulu?

Nope! Nanti aja itu, mah! Kalo udah rame pendengar atau sudah mulai bisa berpenghasilan dari podcasting. Kalo udah banyak yang nitip pesan sponsor. Sepakat?


Dengarkan Podcast Alaika Abdullah di sini.



Bikin Podcast harus punya akun Spotify atau Apple Podcast?


Nooo! Membuat podcast ga perlu pake Spotify atau Apple Podcast. Kita bisa bikin podcast langsung dari hosting podcast seperti anchor dan beberapa aplikasi lainnya yang aku sudah jelaskan di bawah. Coba baca bagian "Perangkat Lunak" poin 1, ya, teman-teman. 😊 

Nah, podcast yang kita tayangkan itu, selain didengar melalui tempat kita memproduksinya, juga bisa didengar dengan menggunakan aplikasi Spotify, Apple Podcast, Google Podcast dan beberapa aplikasi pemutar podcast lainnya. Begicuuu, teman-teman! 

Apa saja, sih, yang diperlukan untuk Memulai Podcasting? 


Nah, here we go!  Pengen juga jadi podcaster? Pengen menyalurkan hobi cuap-cuap? Yuk, berikut adalah hal yang kita perlukan untuk memulai aktivitas podcast kita.

Perangkat Keras. 


1. Handphone (Smartphone akan jauh lebih baik). 

Memulai podcast itu, sungguh, kita ga perlu peralatan mahal-mahal amat, loh. Sejauh kita punya handphone (yang memiliki aplikasi perekam suara), maka kita sudah bisa mulai podcasting! Yes, sesimple itu.

Tapi..., ini podcast kan untuk didengarkan oleh orang lain, yak? Sudah pasti donk kita ingin menyajikan audio yang enak untuk didengar?

Jadi kalo pun kita menggunakan sebuah handphone, upayakan agar kita menggunakan smartphone, lah, ya. Kenapa smartphone, karena setelah direkam, kita kan ingin mengedit dulu rekaman suara tadi agar terdengar kece, lalu mengunggahnya ke hosting podcast-nya, yang aplikasinya tentu harus kita install dulu di hp kita.

2. Laptop atau Personal Computer (PC).

Walau pun kita sudah bisa melakukan podcasting via hape, namun bagi sebagian orang, mengerjakan aktivitas ini melalui komputer tentu akan jauh lebih asyik. Semuanya kembali terpulang pada kenyamanan masing-masing, ya. Feel free to choose yang paling asyik bagi teman-teman. Kalo aku sendiri sih, so far, lebih suka pake hape saja, praktis tis tis.



Perangkat Lunak


1. Podcast Hosting.

Jadi..., ibaratnya sebuah blog atau website, yang memerlukan tempat untuk menyimpan data bernama hosting, maka podcast juga begitu. Podcast memerlukan podcast hosting sebagai tempat bagi kita untuk menyimpan audio kita.

Podcast hosting ini sendiri beragam. Mulai yang berbayar hingga yang gratisan. Ada beberapa yang sangat popular, seperti; Ancor, Castbox, Soundcloud, Podbean, Blubrry dan Libsyn.

Aku sendiri menggunakan layanan gratis dari anchor.fm, karena selain gratis tiada batas, anchor juga full support untuk monetization. Tapi, sayangnya, so far, monetization via anchor baru available untuk orang-orang yang berdomisili di Amrik! Kita-kita di sini? Ya sabar dulu atuh, toh audience juga masih seiiprit inih! πŸ˜„

2. Audio Editor. 

Terkadang, kita kurang puas dengan hasil rekaman suara yang langsung kita rekam menggunakan perekam suara bawaan hape (default), sehingga ingin kita edit terlebih dahulu agar audionya terkesan lebih baik. 

Nah, ada beberapa audio editor yang bisa diunduh untuk penggunaan di Android, iOS, Mac, Windows mau pun Linux, tergantung kebutuhan dan device yang teman-teman miliki. 

Aku sendiri sih sejauh ini hanya menggunakan wave editor untuk Android, karena podcastingnya melalui hape. Itu pun, terkadang saja menggunakannya, karena anchor sendiri menyediakan alat perekam yang sudah oke punya. Bagi temen-temen pengguna iOS, Mac, Windows dan Linux, wave editor juga available, loh! 


Alur Kerja Podcasting


1. Create Podcast Account
2. Tentukan Topik Kontennya
3. Proses Produksi
4. Publikasi
5. Promosi




Let's Start! 


1. Create Podcast Account.

Teman-teman bebas memilih mau hosting di mana podcastnya. Seperti yang sudah aku sebutkan di atas, ada banyak podcast hosting yang bisa dipakai, tapi yang paling populer dan gratis serta full support adalah anchor.fm. So, kita pake itu dulu, ya! 

Step 1. Instalasi aplikasi https://anchor.fm

Download dulu aplikasinya dari Playstore or iOS dan install, baru kemudian create akun sesuai dengan petunjuknya. 

Step 2. Login dan Mulai Beraktivitas.

Yes, jadi langkah selanjutnya setelah bikin akun, login ke anchor-nya, lalu teman-teman sudah bisa mulai beraksi deh di depan microphone yang sudah disediakan oleh anchor. Suara yang dihasilkan sudah cukup baik, dan setelah rekaman suara, teman-teman bisa menambahkan musik untuk background sound-nya langsung dari aplikasi anchor. Anchor menyediakan beragam jenis yang dapat teman-teman pilih sesuai keinginan. 

Untuk lebih jelasnya, alur podcasting via anchor bisa dilihat pada gambar berikut ini, ya! Check it out!

anchor podcast
Ki-ka: Instalasi. Recording - tambahkan musiknya - save - dan publish. 

Setelah rekaman suara yang sudah ok itu itu published, maka tayangan ini pun siap untuk kita bagikan ke teman-teman atau audience kita, melalui link yang disediakan oleh anchor. 


Gimana, teman-teman? So simple ternyata podcasting ini, ya? Tinggal berlatih dan konsisten dalam podcastingnya, guna menghasilkan suara yang asik, renyah dan luwes. Nobody is perfect but practice, practice, practice leads to a better result! Progression over perfection! 

Penasaran ingin dengar cuap-cuap aku yang berbahasa Inggris? Yuk, mampir di sini, ya! 




Yuk, let's podcasting, have fun, dan saling follow, yuk, teman-teman!
Ah iya, bagi teman-teman yang ingin berkembang bersama di komunitas podcast, boleh banget nih join FB Group Podcast Little Room, ya. Kita bisa belajar bareng dan saling support and inspiring each others, so we can rise together. Yuks! 

Al, Bandung, 17 Februari 2020
Read More

Follow by Email