Antara Koper dan Ransel | My Virtual Corner
Menu
/
Membaca judul di atas, pasti langsung menebak bahwa aku sedang galau karena hendak traveling, dan sulit menentukan apakah akan menyeret koper atau justru memanggul ransel alias backpack, ya kan?

Eits, enggak loh! Aku bukan hendak traveling, karena musim traveling sedang berpindah ke tempat lain, alias aku sedang ga bisa traveling dulu, karena sedang fokus pada sesuatu yang membuatku has to stay in town dulu. 

Etapi, bicara tentang koper dan ransel, menurut aku sih, keduanya sama penting karena kebutuhan orang akannya tentu berbeda-beda. Aku sendiri, biasanya akan pakai koper jika tujuan kepergianku adalah untuk urusan kantor/dinas keluar daerah. Baik itu travelingnya menggunakan jalan darat (mobil kantor atau bis), laut maupun udara, aku pasti akan bawa koper. Tinggal menyesuaikan ukuran koper-nya saja. Jika dinasnya hanya sehari dua hari, tentu aku akan bawa koper yang kecil saja, biar ringkas. Dan pada intinya sih, aku paling males kalo harus bawa printilan, makanya aku selalu berusaha untuk memasukkan semua bawaan ke dalam satu koper saja, biar praktis.

koper
Bersama BP Team berwisata ke Korea Selatan
Searah jarum jam; Alaika, Putri, Rani, Alma, Nunik dan Shinta.
Selain untuk tujuan dinas, maka koper, biasanya akan aku geret jika perjalanan wisata ke luar negeri. Ya iya lah, rasanya ribet aja kalo harus memanggul carrier (si ransel yang segede gaban itu) untuk bepergian di luar negeri. Secara jalanan di sana kan udah mulus banget dan koper friendly banget, jadi menyeret koper dengan ukuran koper yang besar pun akan jauh lebih mudah dibandingkan memanggul carrier atau backpack.


Lain halnya jika tujuan dari perjalanannya adalah untuk petualangan alam atau pun backpacking. Nah, kalo seperti ini, jelas-jelas membawa koper justru akan menghambat kegesitan perjalanan, bahkan juga bakalan ditertawakan teman-teman seperjalanan. Haha. Ga mau donk dibully, hihi. Seperti perjalanan untuk menikmati alam pedesaan dan serunya bertualang di alam Citumang, misalnya. Having fun di sana sembari ber-body rafting, atau sekedar tracking di tracking areanya yang yahud. Nah, sudah pasti aku akan memanggul ransel, dunk!

Atau, perjalanan mendaki gunung bersama teman-teman pendaki alam Nature Walk Bandung, sudah pasti aku akan pilih untuk memanggul carrier. Ga mungkin lah nyeret koper untuk mendaki gunung. Hahaha. Gile aja yak? ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜‚

Bicara tentang koper dan ransel, sebenarnya sudah dipahami bersama sih penggunaannya. Ada masanya kita memang harus menyeret koper, namun ada kalanya kita justru harus memanggul ransel. Tapi ga semua orang sepemahaman, sih. Ada juga teman yang kemana-mana lebih nyaman membawa ransel. Alasannya lebih enak, tinggal panggul.

Etapi, kan berat juga ya kalo harus memanggul ransel, sementara tujuan perjalanannya adalah ke kota yang jalanannya koper friendly. Bisa digeret tanpa harus lelah memanggul. Namun, ya itu tadi, sobs. Terpulang kembali ke kenyamanan masing-masing lah ya.

Kalo aku sih, menyesuaikan dengan kebutuhan saja. Ada kalanya aku akan dengan senang hati bawa backpack, misalnya saja jika harus ke Jakarta untuk beberapa hari, dengan menggunakan kendaraan pribadi atau travel atau pun kereta, maka aku akan panggul ransel aja, karena menurutku koper akan ribet jika harus menggunakan jasa ojek online menuju tempat menginap.

Kalo kalian sendiri, sobs? Gimana? Kapan akan menyeret koper, dan kapan akan memanggul ransel? Pernah juga donk pastinya, memadukan keduanya? Di mana kita akan bawa koper, plus ransel, ditambah pula dengan printilan goodie bag segala? Haha.

Aku juga sering begitu, malah! Haha. Jadi aturannya jelas ga bisa saklek, yak? Kudu menyesuaikan kembali dengan keperluan, waktu dan kesempatan. Betul?

Obrolan santai antara koper dan ransel,
Al, Jakarta, 5 Februari 2018


8 comments

Terakhir pergi jauh menginap, pas nikahan adek nopember 2012,karena setelah itu punya bayi dan paling jauh perginya ke Nganjuk itupun ga nginap .hiyaaaa jadi kangen geret2 koper Mbak.

Reply

Aku sependapat dengan mbak Alaika, ada masa ketika aku butuh pake koper & ada masa ketika aku harus bawa backpack, tp pernah nih, ketika aku travelling di Jepang & merasa Jepang mendukung semua hal utk bawa koper, ternyata pas disana aku harus angkat koper gedhe naik tangga karena lift nya jauh sekali & aku hrs lari2an ngejar kereta. Saat itu bawa koper rasanya lebih berat drpd bawa backpack. Hahaha

Reply

Aku lebih suka carrier bag gitu mbaa.. tapi sejak punya anak, beralih ngekoper ๐Ÿ˜‚

Reply

Aku lebih suka bawa ransel mbak Al, simpel aja hihi

Reply

Salam kenal Mbak Alaika ^^
Aku pas udah punya anak jadi lebih ke koper travelling nih, karena lebih banyak bawaannya dia dibandingkan barang bawaanku hahahaha. Dulu suka banget pake ransel karena.. praktis! Kangen juga backpackeran modal ransel aja hehe

dini // sejenakberceloteh.com

Reply

Betul mbak! Mau pakai ransel carrier atau koper, tergantung kebutuhan dan waktu sih sebenernya. Biasanya saya pakai ransel carrier kalau bawa barang banyak ke kosan. Kalo koper? Hm nggak swag gitu hehe

Reply

Bener mbak... Menyesuaikan kondisi dan kebutuhan ya.
Saya punya 3 koper ukuran sedang. Tidak pernah dipakai sampai sekarang. Kenapa ya karena sedang tidak perlu saja. Saya beli koper itu di Singapura, di Hong kong dan Taiwan. Pakai koper emang layak di negara itu. Jadi saat saya kerja (jadi TKW) pulang nya mau ga mau harus bawa koper.

Lain lagi sekarang, kemana2 dari rumah pakai motor dulu. Mau lanjut naik bis, kereta atau pesawat tetap harus ngojek dulu. Ialah lebih baik dari pada jalan kaki? Hehehe... Maklum rumah di pelosok.
Jadi ke jalan kota atau jalan besar itu masih jauh. Motor lah solusinya. Nah jadinya lebih mudah bawa ransel. Segala keperluan anak sama keperluan saya semua masuk. Tinggal gendong. Kalau pakai koper, selain bakal ribet capek jawab ya, di kampung mah malah diketawakan... Bisa2 dikira pamer atau sombong biar terlihat dari Arab saudi. Hahaha...
Mayoritas perempuan di Cianjur Selatan kan pada pulang jadi TKW juga. Cuma dari Arab Saudi kerjanya... Dan tahukah, koper bawaan mereka gede2 bahkan super gede! Sahara biasa orang sini menyebutnya. Jadi koper saya yang hanya seukuran punya mbak Al di foto itu mah ga ada apa2nya dibanding koper mereka.


Hahaha...

Reply

Kalau bawaannba banban memang mending pakai Koper, tapi kalau sedikis tentu ransel lebih baik

Reply