Menu
/
Bandung, siapa yang berani membantah bahwa Kota Kembang ini adalah destinasi wisata yang paling dituju oleh berbagai wisatawan dari mancanegara mau pun domestik? Siapa yang berani bilang bahwa Bandung bukan surga wisata belanja dan kulineri? Siapa yang berani menolak bahwa Bandung adalah tempat berudara sejuk nan bersih, di mana banyak orang berdatangan untuk relaxasi atau malah berpetualang outdoor di arena-arena yang memang disediakan untuk itu?

Lalu, apakah Bandung dan sekitarnya ini hanya terbuka untuk itu saja? Hanya untuk daerah wisata belanja, kulineri, petualangan dan beberapa wisata alam lainnya? Padahal sebenarnya masih banyak banget lho potensi Kota Bandung yang bisa kita berdayakan untuk menarik lebih banyak visitors/wisatawan!

Health Tourism, sebagai daya tarik wisata terkini yang patut dipublikasi.

Yes, pasti pernah donk mendengarkan istilah Health Tourism? Atau Medical Tourism? Dulu, waktu tinggal di Aceh, aku paham banget jika orang-orang Aceh tuh suka banget berobat atau sekedar cek kesehatan ke Penang atau Kuala Lumpur. Alesannya selain tiket pesawat Banda Aceh - Penang atau Kuala Lumpur yang murah meriah dibanding Banda - Jakarta, juga karena Penang dan Kuala Lumpur juga menjadi destinasi wisata kesehatan atau Health Tourism. Jadi, selain untuk ceki-ceki kesehatan diri, juga sekalian untuk berwisata medical, dan juga sudah pasti setelah itu, juga mereka berkesempatan untuk touring the city atau mengunjungi tempat-tempat wisata di negeri jiran tersebut kan?

Berbicara tentang Health Tourism, sebenarnya Indonesia juga sudah mulai mempopulerkan program ini sejak tahun 2014, lho! Di bawah pimpinan Bapak Arief Yahya, Kementerian Pariwisata mulai merambah dunia online sebagai salah satu corong publikasi wisata Indonesia hingga mancanegara. Selain mempublikasikan 10 destinasi wisata prioritas ke seluruh dunia secara digital, maka Kemenpar juga menghimbau kepada rumah-sakit rumah-sakit swasta yang mumpuni untuk mengembangkan health tourism sehingga mampu saling support dengan sektor wisata lainnya, yang intinya adalah berujung pada peningkatan pemasukan devisa negara.

Untuk Kota Bandung sendiri, salah satu rumah sakit mumpuni yang telah mengembangkan diri sebagai destinasi health tourism adalah Melinda 2 Hospital. Rumah Sakit Umum berstandard internasional dengan keunggulan bedah dan anak ini memiliki berbagai keunggulan dalam hal pelayanaan baik dalam bidang medis mau pun non medis.

Dalam hal fasilitas pun, rumah sakit yang mengusung tagline 'melayani sepenuh hati' ini pun tidak main-main. Fasilitas berkelas international, dengan design yang tak hanya mengutamakan profesionalitas, keamanan dan kenyamanan, namun juga menghadirkan penekanan pada keindahan dalam rangka membuat yang sakit menjadi lekas pulih dan yang menemani pasien (keluarga pasien) betah dan tidak ikutan sakit.

Dan bener, lho. Sobs. Berkunjung ke Melinda2 Hospital ini kayak main ke hotel berbintang, lho! Menyenangkan banget! Jauh sekali dari kesan berkunjung ke rumah sakit! Ada galeri seni, tempat kuliner dan juga memiliki tempat khusus untuk membantu tumbuh kembang anak yang familiar dikenal dengan Melinda Child Develompment Center. Terus ada juga Bandung Urology Center. Waaah. Ah iya, untuk tahun depan nih, 2018, Melinda 2 Hospital akan meluncurkan sebuah program bertajuk Melinda Fest, yang tentunya akan menjadi bagian dari program Health Tourism Indonesia.

Selain dari segi pelayanannya yang keren dan bikin pasien dan keluarga pasien betah, Melinda 2 Hospital juga mendukung program promosi health tourism yang diselenggarakan oleh Kemenpar Indonesia, lho! Salah satunya adalah dengan memberikan layanan medis berkualitas berpadu konsep wisata.

Press Conference dalam Menyambut 
Kemenangan Miss Tourism Ambassador 2017 
dan Mrs. Culture World 2017

Lalu apa hubungannya Melinda2 Hospital ini dengan Press Conference di atas, Al? Apa hubungannya sebuah rumah sakit umum dengan ajang pemilihan miss-miss an di atas itu? 

Hm. Ya adalah hubungannya, Sobs! Kan Melinda 2 Hospital ini merupakan rumah sakit yang sudah mendukung konsep health tourism destination, seperti yang aku urai di atas, tuh! Nah, selain itu, rumah sakit keren ini juga terpilih menjadi lokasi syuting video Miss Tourism Ambassador 2017 dan Mrs. Culture World 2017, yang mana video ini menjadi bagian dari materi presentasi di ajang pemilihan yang diselenggarakan di Manila, Philipine. Keren ya?

Dan ternyata, Sobs! Hasil keberangkatan dua wanita cantik ini ke Manila itu membuahkan hasil gemilang dan secara kece mengharumkan nama bangsa, lho! Gimana ga bangga coba? Kedua wanita cantik ini berhasil pulang dengan membawa gelar Miss Tourism Ambassador 2017 dan Mrs. Culture World 2017!
Miss Tourism Ambassador Indonesia dan Mrs. Culture World 2017
mengapit dr. Ancilla Linna Limmena, sang direktur utama Melinda 2 Hospital
Teteh Riana Puspita Dewi, S. Par terpilih sebagai Miss Tourism Ambassador Indonesia dan berhasil menyabet gelar Miss Model, Top Miss Tourism Ambaassador 2017 dan Top Best 6 National Costume. Sementara Marsya Safira, SH. M. Kn, Mrs. World Peace Indonesia berhasil meraih gelar Mrs. Culture World 2017 dan Mrs. Charity Ambassador 2017. Wow! Congrats ya!

Nah, untuk menyambut kemenangan ini, maka diadakanlah Press Conference yang bertempat di Melinda 2 Hospital ini. Ya itung-itung sebagai syukuran dan bersilaturrahim gitu, deh! Ayo, maju terus Melinda 2 Hospital, maju terus dunia pariwisata Indonesia, yuk, jadikan Indonesia sebagai salah satu health tourism destination paling recommended di dunia, yuk!

Reportase on acara Press Conference
Kemenangan Miss Tourism Ambassador 2017 
dan Mrs. Culture World 2017
Al, Bandung, 20 Desember 2017


2 comments

Wah datang ke RS tapi kayak di hotel bikin jadi nyaman karena bersih dan nyaman ya :)

Reply

Rumah Sakit Melinda emang kayak hotel ya mbak. Nyaman banget nggak kayak gambaran rumah sakit di indoneisa pada umumnya.

Reply