Archive for April 2017
Menu
/ /
Stress Management Program by DF Clinic

Hidup bahagia, aman dan sejahtera, tentu menjadi idaman setiap orang. Siapa coba yang ga ingin hidup damai, berkecukupan, sehat, dan mampu menghadapi dan mengelola badai kehidupannya dengan baik, tanpa harus berlama-lama tenggelam dalam lautan stress apalagi trauma yang berlarut. Namun, gambaran ideal ini, tentu tak mudah, dan tak dimiliki oleh banyak orang. Karena pada dasarnya, yang namanya problema batiniah (kejiwaan) ini memang sudah fitrah manusia kan? Manusia terlahir dengan dua bekal rasa utama, yaitu  rasa bahagia atau rasa sedih, yang hadirnya bisa datang silih berganti, dengan level yang berbeda antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.

Dan..., bicara tentang dua rasa ini, tak pelak, kehadirannya memang memberikan efek langsung bagi kehidupan kita. Bahagia, jelas memberikan rasa nyaman di hati, membuat kehidupan kita terasa tentram dan damai. Namun, rasa sedih, menimbulkan efek yang justru tak tanggung-tanggung. Ya, tergantung level dan ketahanan setiap insan di dalam menanggungnya. Ada yang tetap tenang dan mampu menghadapinya dengan senyum atau sekedar mengurut dada. Ada pula yang sampai membuatnya stress, depresi bahkan trauma.

Pasti pernah donk, berhadapan dengan yang namanya stress? Hati gelisah, masalah ga selesai-selesai hingga pikiran jadi buntu saking lelahnya mencari solusi? Atau, malah baru kemarin kita melihat sahabat, saudara, atau bahkan orang terdekat, yang justru mengalami hal serupa? Hingga harus melangkah ke ruangan psikolog karena tak lagi mampu menghandle problema yang melanda diri? Yup, stress, trauma, depresi, adalah hal yang memang tak luput dari kehidupan. Tak perlu malu apalagi rendah diri, jika salah satu bentuk problema ini menghampiri kita. Itu normal pake banget, malah! Namun masalahnya adalah, sampai kapan stress, trauma atau depresi ini lengket terus memeluk diri? Tak mau lepas! Kapan donk bahagianya?

Pasti pernah donk mendengar istilah 'bahagia itu sederhana?'. Lalu muncul pertanyaan, jika bahagia itu sederhana, lalu kenapa aku sulit banget bisa mencapai bahagia? Kenapa aku selalu saja bertemu masalah? Apanya yang sederhana? Pelik! Ruwet! Masak harus ke psikolog?

Memang, sih, Sobs, tak mudah mewujudkan teori ke dalam praktek, ya? Mencapai hidup yang bahagia maksimal itu tak mudah. Bukan sesederhana yang digambarkan dalam teori. Prakteknya, butuh usaha, butuh effort! Ya enggak, Sobs? Nah, dalam rangka menuju hidup sehat dan bahagia maksimal, DF Clinic meluncurkan sebuah program baru nih, Sobs. Namanya Stress Management Program by DF Clinic. Di mana dari program ini, diharapkan para klien bisa terbantu dalam mengelola sendiri stress yang dihadapinya, tanpa harus melangkah ke ruangan psikolog atau pihak lainnya. Aih, emang bisa? BISA! 
Stress Management



Stress Management Program by DF Clinic

Sesuai dengan namanya, Stress Management Program adalah sebuah program yang terdiri dari rangkaian langkah guna membantu para kliennya untuk tak hanya mampu keluar dari stress, trauma atau pun depresi, namun mampu menata masa depannya dengan lebih baik, karena para klien ini telah mampu melepaskan trauma masa lalunya dan bersahabat dengan dirinya sendiri, serta bersiap menuju masa depan, dengan tentunya tetap enjoy akan masa kini-nya.

Adapun rangkaian langkah ini dimulai dengan:

1. Finger Print Screening.


analisa sidik jari

Finger Print Screening atau analisa sidik jari, adalah sebuah metode pengukuran dengan pemindaian (scanning) ke sepuluh sidik jari tangan kiri dan kanan kita, untuk mengetahui gaya bekerja otak yang paling dominan dalam kaitannya dengan potensi bakat, minat, motivasi, karakter diri kita. Kita akan dapat mengetahui cara kerja otak kita dalam menerima, mengolah dan meresponse informasi, sehingga kita akan lebih mudah dalam menyesuaikan diri dengannya. Kita juga akan mengetahui bagaimana dorongan karakter berdasarkan response otak kiri dan kanan kita, dan berbagai hal menarik lainnya akan terungkap berdasarkan hasil dari analisa sidik jari ini. Wow, menarik banget, ya, Sobs! Tentunya, dengan lebih mengenali diri kita, akan memudahkan diri kita untuk menyesuaikan diri, bahkan kita bisa memperbaiki hal-hal yang perlu dioptimasi dan yang perlu diminimalisir, nantinya. 
~ Ulasan lengkap tentang finger print, akan diulas pada postingan tersendiri, ya, Sobs! ~
2. Trauma Release Workshop

Langkah ini, berhubungan erat dengan penanganan trauma/stress yang menumpuk dan bersumber dari masa lalu. Tanpa kita sadari, tubuh kita merekam segala 'hal yang tak nyaman' sebagai trauma. Baik itu rasa sakit yang dialami tubuh (secara fisik) maupun rasa sakit yang dialami oleh hati (batiniah/jiwa), yang perlahan tapi pasti, akan menumpuk dan menjadi bom waktu. Contoh kasus; hati masih bisa bohong dan dengan lancar bekerja sama dengan mulut mengeluarkan pernyataan bahwa dia sudah memaafkan si A, misalnya, yang telah berbuat tak baik terhadapnya. Namun, tubuh, masih mencatat hal ini, sebagai sesuatu yang menyakitkan, namun karena si hati dan pikiran sudah memutuskan untuk memaafkan, maka rasa ini pun tenggelam, 'tersimpan'. Peristiwa demi peristiwa terus terjadi di dalam kehidupan, dan hal seperti ini pun terus berulang. Tubuh menyimpan 'rasa demi rasa tak enak' ini jadi semakin tertimbun. Hingga kemudian, memuncak dan tak tertahankan, menimbulkan rasa tak nyaman, stress, depresi bahkan trauma, oleh berbagai sebab-sebab yang datang silih berganti di dalam kehidupan.

Begitu juga dengan sakit fisik. Terkadang tubuh masih mencatatnya sebagai trauma, walo secara fisik, kita terlihat sudah sembuh dan mampu beraktivitas seperti biasa. Contoh kasus, sebuah kecelakaan fatal yang kita alami di masa lalu. Nah, walo sudah sembuh dan 'terlihat' sempurna, namun ternyata, si tubuh masih mencatat beberapa bagian yang sebenarnya memang belum sembuh betul, namun kita tak menyadarinya, sebagai trauma.

Maka tak heran, pada saat melakukan shaking (tubuh bergetar/tremor), maka bagian-bagian tubuh yang dicatat sebagai 'trauma' ini akan bergetar dengan sendirinya, yang kedasyatannya tergantung pada kebutuhan tubuh itu sendiri, dalam upaya si tubuh mencoba merilis trauma/energi negatif masa lalu itu. 

Hayo, pasti sedikit bingung dengan penjelasan yang aku warnai dengan font biru di atas, ya?
Ok, jadi begini. Langkah kedua dari Stress Management ini bernama Trauma Release Workshop, yaitu sebuah metoda merilis (melepaskan) stress atau trauma atau apapun energi negatif yang bikin kita tak nyaman, yang tertumpuk dari masa lalu, dengan cara meminta tubuh kita untuk shaking/bergetar atau sering juga disebut tremor.

What? Shaking? Emang bisa memancing tubuh untuk bergetar dengan sendirinya? BISA BANGET! Tapi..., kudu butuh kunci pembukanya terlebih dahulu, agar tubuh bisa bergetar kapan pun dibutuhkan. Menarik ya, Sobs? Kok bisa sih?

BISA. Kan tubuh kita dibekali kecerdasan yang luar biasa oleh Sang Penciptanya. Yup, Allah sudah membekali tubuh kita kecerdasan luar biasa, untuk membantu pemilik tubuh mengobati dirinya sendiri. Mungkin bagi sebagian orang, ungkapan ini terdengar klise dan impossible. Aku sendiri, pada awalnya, ga yakin tubuhku mampu diminta bergetar. Apalagi aku orangnya paling sulit disugesti. Namun, shaking melalui Trauma Release ini sama sekali tak ada hubungannya dengan sugesti, lho. Cukup dengan 6 langkah kunci pembuka, dan tentunya dengan panduan sang instruktur (biasanya disebut dengan istilah provider), maka tubuh kita, Insyaallah akan mampu bergetar sendiri di kala dibutuhkan, untuk melepaskan energi-energi negatif/trauma masa lalu itu. Yang lebih istimewanya, shaking ini, bisa dilakukan di mana saja, di rumah, di kantor, sambil duduk, sambil tiduran, tanpa perlu peralatan khusus. It is so simple. Penasaran tentang shaking by Trauma Release ini?

Bisa baca di : Trauma Release Workshop

3. Brain Gym

Jika Trauma Releale bertugas membantu melepaskan kita dari trauma masa lalu, maka Brain Gym Exercise justru bertujuan untuk membantu kita menyeimbangkan/improvisasi kinerja otak sehingga memudahkan kita selesaikan persoalan-persoalan yang akan kita hadapi.

Brain Gym merupakan serangkaian gerakan tubuh (26 gerakan) yang sederhana, digunakan untuk memadukan semua bagian otak guna meningkatkan kemampuan belajar, membangun kepercayaan diri dan juga bermanfaat dalam meningkatkan ketajaman mata, pendengaran, aktivitas tangan dan daya ingat serta kelenturan tubuh. Dan berdasarkan hasil analisa Finger Print, nantinya kita akan dapat mengetahui secara pasti, gerakan-gerakan brain gym yang mana yang kita perlukan untuk mengoptimalkan kinerja otak kita.

Ulasan khusus tentang Brain Gym nanti akan aku ulas dalam postingan khusus juga, ya, Sobs! Menarik banget soalnya. Banyak banget manfaatnya, lho! Kepo khaaaan? Nantikan updatenya pada artikel berikut, ya!

4. Energy and Mindset Reprogramming (EMR)

Nah, langkah ke empat ini lebih menarik lagi, Sobs! Bertujuan untuk membantu kita menata diri sendiri dan merancang (ulang) masa depan. Sounds interesting? Yuks... akan aku ulas juga secara khusus pada artikel selanjutnya, ya!

5. Pain Free

Nyeri. Siapa coba yang bisa bebas dari rasa nyeri? Dengan gadget yang tak pernah lepas dari tangan, pastinya nyeri leher dan pundak, adalah yang paling sering kita rasakan, ya enggak, sih, Sobs?
Itu baru yang disebabkan oleh penggunaan gadget, belum lagi yang dikarenakan sebab-sebab lainnya, kan?

Nah, di dalam Stress Management Program ini, kita juga akan mendapatkan pengetahuan dan dibantu bagaimana sih agar bisa bebas atau setidaknya ketemu rasa nyeri itu bisa jarang-jarang, gitu lho! Jadi ga ketemu dengan rasa nyeri bolak-balik. Bosan atuh lah! Hehe.

Untuk Pain Free sendiri, juga akan aku ulas pada artikel khusus, ya, Sobs! Will let you know when it published. 

Nah, Sobs, bagi yang sedang di Bandung dan kepo banget tentang bagaimana sih mengelola stress dan menjemput hidup sehat dan bahagia, yuk, ikuti dulu seminarnya, yang diadakan secara berkala dua mingguan, di DF Clinic, yuk! Untuk waktu dekat ini, seminar akan berlangsung pada hari Minggu tanggal 9 April 2017 mulai pukul 9.00 - 16.00 wib. Merapat, yuk!

Catatan penting tentang stress management,
Al, Bandung, 5 April 2017
Read More