Archive for November 2016
Menu
/ /

Titik balik di Usia Cantik. Pasti sudah pada tau donk apa yang dimaksud dengan titik balik? Eits, belum tau? Titik balik adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peristiwa penting yang dapat mengubah kehidupannya, dari situasi terpuruk menjadi kembali bersemangat, dari situasi yang hanya berlindung di zona aman beralih ke dengan berani menghadapi tantangan guna menggapai harapan, dari situasi kalut berpindah ke berani menghadapi masalah dan mencari solusinya. Begitulah kira-kira definisi dari titik balik. Jadi udah pada ngeh, donk, sekarang, ya, Sobs?

Setiap orang tentu akan menemui yang namanya titik balik. Dan kali ini, aku pengen sharing tentang titik balik di mana aku kembali menemukan diriku. Eits, emang hilang kemana dirimu, Al? ☺ Yah, begitulah.

Once upon a time…, 

Aku, yang masih berjiwa muda kala itu, pernah salah banget dalam mengambil keputusan. Sebuah keputusan untuk menentang orang tua tercinta, dan menikah dengan ayahnya Intan tanpa restu keduanya. Entah cinta macam apa saat itu yang melanda diri, pendek cerita, aku justru sepakat dengannya untuk kabur dari rumah, sehari selepas wisuda sarjanaku. Entah kemana logika dan rasa baktiku pada orang tua, yang telah mengasah, asih, dan asuh diriku serta berjuang dalam hal financial untuk menggenapkan pendidikanku hingga menjadi seorang sarjana. Entahlah, Sobs! Singkat cerita, pembangkanganku itu tentu berbuah petaka. Aku di-blacklist oleh kedua orang dua, dan akses silaturrahmi pun ditutup rapat hingga ke adik-adik. Sungguh, masa-masa pahit yang tak akan luput dari ingatan dan menjadi pembelajaran ke masa depan. Memang sih, bahagia bersuamikan ayah Intan tentu iya, namun di sudut lain sisi hati, ada ratapan pilu seorang anak yang merindukan belaian kasih ayah bundanya. Hiks…



Begitulah. Aku dan ayahnya Intan hidup di Medan, terkucilkan dari ayah dan ibu nun jauh di Aceh sana. Meninggalkan mereka selama 9 tahun tanpa ada kesempatan yang diberikan padaku untuk boleh kembali. Berbagai upaya aku lakukan agar ayah dan ibu membuka hati, namun tetap saja, pintu besi itu tertutup rapat dan malah kian meninggi. Sering gerimis basahi hati, kala Intan bertanya kapan kita mudik nengokin Abuchik dan Mami (panggilan untuk Oma dan Opa dalam bahasa Aceh). Yang hanya bisa kujawab, 'nanti donk, sayang, jika Aceh sudah aman dari konflik'. Miris, miris dan miris. Gerimis pasti menerpa jika tanya ini muncul dari bibir mungil putri tercinta. Namun mau gimana coba, Sobs? Hati keduanya begitu beku. Hanya keajaiban yang bisa menggoyahkannya.

Tsunami Melanda, Runtuhkan Tembok Amarah di jiwa. 


Yup. Di sinilah titik balik itu, Sobs. Tsunami melanda, tepat di 26 Desember 2004. Sebuah momen penuh air mata dan derita yang justru terjadi di saat aku memasuki gerbang #UsiaCantik. Tiga puluh lima tahun usiaku, di saat pintu besi pembatas ampunan dari ayah ibu mulai terbuka. Tsunami, bencana dasyat yang ternyata juga membawa banyak hikmah dan pembelajaran bagi kita semua. Di balik kehilangan ratusan ribu jiwa dan materi yang tak terkira, justru ada anugerah di baliknya.  Salah satunya untukku.  Allah SWT menjabah doa-doaku untuk diterima kembali di pelukan ayah bunda, justru setelah gelombang dasyat itu menghumbalang tanah Aceh tercinta.

Restu Orang Tua berbanding lurus dengan Aliran Rezeki

Rumus itu telah berulang kali aku buktikan sendiri, lho, Sobs! Hidupku mulai berubah. Jika dulu aku larut dalam kesedihan, maka terbukanya pintu hati ini justru menjadi pemicu semangat juang yang meluap untuk berbuat lebih baik. Tak hanya itu, Sobs. Titik balik ini membuat pintu peluang mulai terbuka lebar. Kembali ke Aceh dalam rangka mencari orang tua yang terkena musibah tsunami, justru berbuntut jauh. Tak hanya mencari orang tua dan membantu keluarga tercinta bangkit dari keterpurukan. Namun aku justru mendapat kesempatan emas untuk membaktikan diri bagi masyarakat tanah kelahiran, dengan bergabung bersama sebuah international NGO, bernama Medical Teams International, untuk involved di dalam project trauma healing yang sedang dilakukan oleh NGO ini kala itu. Sebuah tujuan mulia yang menggetarkan hati, dan yang paling bikin bahagia adalah karena aku terlibat langsung di dalam proses ini, setelah tentu saja aku dibekali ilmu trauma healing terlebih dahulu oleh conselor kami.

Titik Balik dan Peluang di Usia Cantik.

Yah, terkadang dalam hidup ini, kita memang tak pernah merencanakan untuk mendapatkan ini dan itu. Semuanya mengalir begitu saja, namun secara nyata menuntun kita untuk berani mengambil sikap. Bagiku, ini adalah sebuah kesempatan emas yang Allah berikan bagiku justru di usia cantik. Di usia tiga puluh lima tahun, aku mulai dianugerahi kesempatan demi kesempatan untuk mulai bisa bekerja sesuai dengan passion dan kata hati. Alhamdulillah, ya Allah. Setelah penderitaan panjang, akhirnya titik balik itu menghampiri diri. Mulai dari medical NGO yang bantu para tsunami survivor healing their trauma,  hingga ke project-project rehab-recon (rehabilitasi-rekonstruksi)  Aceh paska tsunami di bawah berbagai bendera lembaga international yang bekerja di wilayah bencana ini. Sebuah peluang emas yang justru silih berganti terbuka lebar pada saat aku berada di rentang #UsiaCantik. Jika kebanyakan teman sering pesimis dan mulai kehilangan percaya diri, terutama dalam hal mendapatkan pekerjaan di usia ini, karena tersugesti bahwa tak banyak employer yang mau mempekerjakan karyawan baru di usia ini, namun aku justru mensugesti serta mengupayakan diri agar menjadi pribadi yang berkualitas secara skill maupun in attitude sehingga kita bisa menjadi pribadi yang bernilai jual tinggi. Yup, sugesti positif dan upaya untuk mewujudkannya, adalah kunci sukses dalam meraih kehidupan yang sukses dan bahagia. Menurutku, lho, ya 😊

Perjalanan Dinas ke berbagai Daerah

Sudah pasti, namanya juga menjadi pekerja kemanusiaan, yang bekerja di wilayah bencana. Traveling ke daerah yang penuh debu, gersang kerontang karena baru saja dilanda tsunami adalah hal yang sudah biasa. Lapar dahaga melanda tanpa daya untuk segera memuaskan diri dengan asupan makanan bergizi penuh nutrisi. Bisa bertemu dengan nasi dan satu dua jenis lauk saja sudah syukurnya luar biasa, deh, Sobs, kala itu. Namun semua itu, tak pernah mampu menutup rasa bahagia yang memancar sempurna dari hati, karena kami menyadari sepenuhnya bahwa pekerjaan yang satu ini justru memberi manfaat langsung bagi masyarakat di mana kami sedang bekerja. Bahagia di hati begitu nyata kala melihat senyum tulus terkembang sempurna di bibir para penerima manfaat dari program yang sedang kami jalankan kala itu. Alhamdulillah, I am happy with these all.

Ya, happy, walo seringkali akibat dari kunjungan ke daerah-daerah ini sering membuat kulit wajah kering kerontang, bahkan dihampiri noktah-noktah pencemar estetika, aku tetap tak pernah gentar untuk terus melakukannya.

Emang ga takut kulit wajah jadi jelek dan penuh noda-noda hitam dan keriput yang mulai hadir karena faktor usia?

Sumber Foto : Youtube
Hm, awalnya sih, iya. Apalagi aku orangnya, walo terkesan tomboy, tapi perfectionist which is selalu ingin tampil dengan wajah chic, kinclong dan gaya asyik meyakinkan. Keinginan untuk tetap berkulit wajah yang mulus kinclong dan kencang pasti mengemuka. Untungnya, beberapa kolega yang berasal dari luar negeri, memperkenalkanku pada sebuah product cream siang dan malam yang ditengarai cukup mumpuni dalam menjaga kekencangan wajah dan menunda timbulnya keriput. Yes. Revitalift Dermalift siang dan malam adalah dua item utama yang selalu menjadi penghuni pouch kosmetikku, dan setia menjadi cream perawatan wajah kapan dan di mana pun aku berada. Sungguh aku bersyukur berpeluang untuk mulai mengenal dan menggunakan Revitalift Dermalift ini saat awal aku memasuki #UsiaCantik. Penggunaannya juga simple dan ga ribet, sehingga praktis bagiku yang anaknya emang simple. Hehe. Dan..., ga heran donk jika akhirnya aku berhasil memiliki wajah yang awet muda? Bahkan saat kini, usiaku terus bertambah dan bahkan berpindah pada range tahapan usia lainnya, pun, wajah dan tubuh Alhamdulillah masih tampak sehat, kencang dan kinclong, di usia yang sudah 45 tahun lebih sedikit! Yes, 45+, bagiku hanyalah sebuah perkara angka dan aku tak masalah dengan pertambahannya, karena bersamanya, pembelajaran, pengalaman dan peristiwa yang mengayakan kualitas diri pun akan terus bertambah. Hidup ini indah, jika kita bijak memaknainya, dan strategis memberdayakannya. Yuk, keep the positive energy and moving forwards to learn more and share more. Usia cantik dan Usia bijak adalah tahapan yang kian mempercantik dan membuat seorang wanita kian mempesona, sejauh dia peduli dan appreciate terhadap diri dan kebutuhan dirinya. 


I am ready to face the world.

Kalimat ini seringkali menjadi quote, yang sering aku tempel cantik secara offline mau pun online, sebagai pemacu semangat tempur menghadapi aneka warna dan badai kehidupan. Ga tau kenapa, bagiku kalimat ini memang ajaib. Setiap mengucapkannya,  walo di dalam hati, langsung bagai mantera. Aku tersugesti untuk memang ready to face the world.

Seperti ketika Ayahanda tercinta ditegaskan oleh tim dokter untuk tak perlu lanjut ke tahapan bypass jantung, karena kinerja jantungnya yang sudah sangat lemah. KMaka, selain pasrah, aq nekad untuk keluar dari zona nyaman.  Mengundurkam diri dari Kedubes Turki yang keren dan kece, untuk kembali ke Bandung. Mau kerja apa, Al, di Bandung?
Tinggal cari, dan jika hati sudah positif maka semesta tentu akan membantu. Tak pakai lama, Alhamdulillah, sebuah posisi apik dibukakan oleh Allah sebagai jalanku kembali ke Bandung untuk temani Ibu merawat Ayah yang sakit. Alhamdulillah ya, Rabb. See? Sugesti dan pemikiran positif, akan mengarahkan langkah kita untuk upgrade kualitas diri, agar layak untuk diminati. Di penghujung usia cantik dan memasuki usia bijak, peluang baru terbuka untuk alurku yang baru.

Moral of the story yang ingin kusemat sebenarnya ini,  lho,  Sobs!

'Pertambahan usia hanyalah soal waktu. Pertambahan kerut wajah, penurunan daya lihat dan lainnya, adalah niscaya. Mari sikapi dengan bijak, rawat dengan baik dan pupuk dari dalam dengan nutrisi penentram jiwa. Sehingga kecantikan luar dalam kan tetap mempesona. Bukankah the life is begin at forty? Lalu, kenapa harus risau?  😊


"Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L'Oreal Revitalift Dermalift."

Read More
/ /
Geothermal Melimpah Ruah di Kamojang. Beneran, lho! Yang pernah baca postinganku tentang PLTP Kamojang, pasti sudah tau donk di mana itu letaknya desa kece yang satu ini? Yes, di Garut. Dan postingan ini adalah kelanjutan dari postingan sebelumnya, yang akan berkisah tentang perjalananku dan beberapa teman blogger ke PLTP Kamojang, di salah satu dusun di Garut, yang namanya menjadi membahana karena menjadi area pengembangan energi geothermal pertama di Indonesia, dan menjadikan Pertamina sebagai perusahaan panas bumi (geothermal) terbesar di Indonesia. Wow!

Berkunjung ke Kamojang.


Bersama Komunitas Wegi dan Teman-teman Blogger di PLTP Kamojang
Adalah suatu keberuntungan yang luar biasa bagiku, mendapat kesempatan bersama Komunitas Wegi dan teman-teman blogger untuk berkunjung ke Kamojang. Emang ada apa di Kamojang? Banyak! Penasaran?

Baca: PLTP Kamojang dan Konservasi Elang Jawa deh

Bandung yang sering disambangi hujan setiap siang ke sore hari, jelas membuat banyak tempat di wilayah ini dan sekitarnya menjadi tergenang air bahkan banjir. Tak heran jika perjalanan kami dari Bandung ke Garut, justru terhenti sekian lama di Rancaekek, yang memang terkenal sebagai daerah macet rawan banjir. Hingga akhirnya, kami tiba di Mess Pertamina Kamojang pada saat mentari tak lagi bersinar alias sudah gelap. Namun, tentu, traveling with friends selalu menimbulkan bahagia tersendiri, apalagi dengan agenda seru yang tentu telah dipersiapkan dengan apik oleh panitia. Hm.

Benar saja, rangkaian agenda malam hari, sungguh diluar dugaan. Seru and fun. Karena panitia mengemasnya dengan informal, dimulai dari perkenalan yang 'ngawur dan bikin ngakak dan sukses mengusir kantuk', hingga ke hipnotis yang seru dan nambah ilmu. Haturnuhun panitia untuk malam yang berkesan!

Site visit to PLTP Kamojang.

Aktivitas pagi hari dimulai dengan senam pagi ceria yang dikomandoi oleh Kang Ali. Seru-seru geli nan happy! Foto-foto bahkan sempat pula bikin video manekin karya Kang Ali Muakhir. Ah, sungguh bikin kita-kita jadi semakin kompak deh. Acara selanjutnya adalah berkunjung ke PLTP Kamojang, sebagai tujuan utama dari kunjungan ini, dan sungguh, berkunjung ke sini, seperti membuka kembali ingatanku akan masa-masa kerja praktek di PT. ExxonMobil saat masih kuliah di Teknik Kimia dahulu. Tentu alur prosesnya beda banget, sih. Namun melihat kilangnya, dengan peralatan processnya, ada kemiripan lah, yang cukup untuk membawaku ke masa-masa lalu itu. Hm, jadi kangen masa-masa mengenakan helm pengaman dan safety shoes. *Abaikan!

Sudah pada tau apa itu energi geothermal?

Kata geothermal atau sering juga kita kenal dengan sebutan panas bumi berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari kata geo yang berarti bumi dan thermal yang berarti panas. Gabungan keduanya menghasilkan arti panas bumi. Yang kemudian dijabarkan sebagai energi panas yang tersimpan di dalam batuan di bawah permukaan bumi dan fluida yang terkandung di dalamnya, yang kemudian diberdayakan sedemikian rupa sebagai sumber energi.

Panas bumi ini berasal dari aktivitas tektonik di dalam bumi yang terjadi sejak planet ini diciptakan, juga berasal dari panas matahari yang diserap oleh permukaan bumi, ataupun bersumber dari beberapa fenomena lainnya, seperti;

  • Peluruhan elemen radioaktif di bawah permukaan bumi 
  • Panas yang dilepaskan oleh logam-logam berat karena tenggelam ke dalam pusat bumi 
  • Efek elektromagnetik yang dipengaruhi oleh medan magnet bumi.

Geothermal Melimpah Ruah di Kamojang

Berkunjung ke PLTP Kamojang pada tanggal 11-12 November 2016 bersama Komunitas Wegi dan teman-teman blogger lainnya, sungguh membuka mata.

Betapa negeri kita ini adalah negeri yang kaya raya. Termasuk kaya akan panas bumi. Seperti yang pernah aku tulis pada postingan sebelumnya, nih, Sobs, cadangan panas bumi di Indonesia mencapai 29.000 MegaWatt atau 40% cadangan panas bumi dunia, lho! See? 40% cadangan panas bumi dunia itu ada di republik tercinta! Masih ragu akan kekayaan alam kita yang melimpah ruah? Hanya sayang, Sobs, sumber energi dari panas bumi ini baru diberdayakan sekitar 2000 MW saja atau berkisar sekitar 8% saja. Sayang banget, yak?

Padahal sumber energi panas bumi itu merupakan sumber energi yang relatif aman dan ramah lingkungan, karena fluida (air) hasil pengolahannya akan diinjeksikan kembali ke bawah permukaan (reservoir) melalui sumur injeksi. Penginjeksian fluida (air) ke dalam reservoir adalah suatu keharusan untuk menjaga keseimbangan masa sehingga memperlambat penurunan tekanan reservoir dan mencegah terjadinya subsidence. Penginjeksian kembali fluida panas bumi setelah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, serta adanya recharge (rembesan) air permukaan, menjadikan energi panas bumi sebagai energi yang berkelanjutan (sustanable energy).

Kenapa sih? Kok baru sedikit sekali pemberdayaannya? 

Nah, ini! Ini dia, nih! Padahal kan ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang artinya kita ga perlu kuatir akan habis stocknya, toh? Etapi, kenapa Pemerintah masih sedikit sekali memberdayakannya? Padahal cadangan panas bumi kita begitu besar? Dan berbagai pertanyaan lanjutan pun menggantung di kepala, deh! Hehe.

Well, Sobs, dari kunjungan ke PLTP Kamojang kemarin tuh dijelaskan bahwa sebenarnya kini Pemerintah semakin menggalakkan eksplorasi geothermal. Targetnya pada tahun 2025 nanti, akan mencapai 2.267 MW dan akan naik rata-rata 17% pertahun. Pertamina akan terus mendorong Indonesia untuk memiliki kemandirian energi demi mewujudkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi bangsa.

PLTP Kamojang - KMJ 21

Pertamina Geothermal Energi (PGE) di Kamojang merupakan anak perusahaan dari Pertamina. PT. PGE ini mengelola industri potensi panas bumi yang berada di kawasan Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Lapangan panas bumi Kamojang - KMJ 21, yang dikelola sejak 1983 ini merupakan yang terbaik di dunia karena uap yang dikeluarkan sangat kering (very dry) dan kelembabannya sangat rendah.

PT. PGE memiliki 5 unit penghasil energi panas bumi yang digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Energi geothermal dari unit pertama, kedua dan ketiga dijual ke PT. Indonesia Power, sementara energi geothermal dari unit 4 dan 5 dikelola sendiri oleh PGE Kamojang, dengan hasilnya dijual ke PLN.

Mas Adi dari CSRnya 
Pertamina Kamojang 
menjelaskan tentang site plant PLTP Kamojang
Hingga saat ini PGE telah mendapatkan 58 penghargaan skala korporasi, nasional dan internasional dari segi lingkungan, inovasi, community development hingga ke sistem managemen. Dan the most highlighted award adalah PGE telah berturut-turut menggondol proper emas, sebagai bukti dari sebuah kinerja yang tentunya dihasilkan oleh effort yang tidak main-main. Serius dalam menjalankan dan mewujudkan visi misi, plus secara produktif bersinergi antara industri dan lingkungan yang baik, termasuk di dalam implementasi CSR yang berkontribusi lebih. 
Selain mendapatkan informasi melalui slide presentasi yang disampaikan dengan sangat jelas oleh Ibu Dila, dari PGE, kami juga berkesempatan untuk touring langsung ke area plant PGE, sehingga dapat melihat langsung (dari dalam mobil, sih) peralatan proses yang ada di PT PGE ini.

Sungguh, berkunjung ke sini memang membuka mata. Bahwa sudah saatnya Pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya, termasuk para pemegang keputusan di negeri ini, harus mendukung penuh upaya pemberdayaan dan pemanfaatan energi geothermal ini dengan sebaik-baiknya. Memang, sih, biaya investasi awal akan membludak, tapi setelahnya? Hasil yang kita peroleh juga worth it banget, lah, ya?

Sudah saatnya kita mendukung penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan dalam rangka go green dan mempertahankan kelestarian alam dan planet bumi. Yuk, dukung pemerintah dan Pertamina dalam mengupayakan langkah ini, yuk!

Daerah Wisata dan Konservasi Alam di Kamojang

Tak lengkap rasanya jika kita berkunjung ke suatu wilayah tanpa mampir dulu di daerah-daerah wisatanya. Dan Kamojang, sebagai daerah yang terkenal akan panas buminya yang melimpah ruah, tentu saja memiliki banyak kawah uap. Tadinya aku berfikir, yang namanya kawah, adalah semacam ceruk lebar yang mengeluarkan uap berlimpah ruah, dengan berbagai tempat atau ruang-ruang alami yang ditata sedemikian rupa untuk tempat orang-orang menikmati sauna. Hehe. Ternyata eikeh salah, bo'. Kawah Kamojang memiliki daya tarik tersendiri.  Bersemayam limpahan uap/steam yang sebenarnya jika dikelola dengan profesional dan berseni,  akan menjadi magnit yang luar biasa dalam menarik wisatawan dalam mau pun luar negeri. Sayangnya, so far,  yang nampak di depan mata,  hanya sebuah hamparan dengan beberapa lubang yang mengeluarkan uap panas, yang (lagi-lagi) jika saja ditata dengan baik dan berseni,  tentu akan tampak lebih kece.

Kawah kereta api.

Kawah ini masih di dalam lingkup kawah wisata Kamojang.  Akan langsung kita temukan tak jauh dari lokasi kita masuk ke kawah.  Dikunceni *boso opo iki?  oleh seorang aki-aki,  yang beratraksi memperlihatkan betapa uap panas berwarna putih bersuara memekakkan telinga itu mampu menerbangkan buntelan plastik atau helaian apa saja yang kita lemparkan di atasnya. Bahkan, si aki juga mempraktekkan bagaimana jika sebuah buluh bisa menghasilkan suara seperti suara kereta api jika lubang buluhnya dilalui oleh uap tadi.  




Kawah Hujan

Selain kawah kereta api, ada pula yang disebut kawah hujan. Bukan karena hujan khusus turun di area ini, melainkan karena ada sebuah tempat di mana air terjun mini akan memancur hingga membasahi kita yang berada di dekatnya. Jika air terjun biasa, temperatur airnya adalah dingin, maka yang ini, sudah pasti donk, air yang memancar itu bertemperatur panas. Iya donk, kan air ini Kamojang, sumber panas bumi melimpah ruah! Sayangnya, karena ga bawa baju ganti, aku urung untuk menikmati cipratan air panas yang ditengarai bisa menyembuhkan aneka gatel2 pada kulit, hingga ke mematikan bakteri jerawat. Wah, bagus juga, yak?

Selain itu, air panas ini juga dimanfaatkan oleh penjual telur rebus lho! Ga butuh tungku perapian untuk merebus, karena temperatur si air tadi sudah cukup untuk mematangkan telur rebusnya. Seru, ya!

Kami juga sempat mencoba terapi uap, yang dikunceni oleh seorang aki yang punya kemampuan untuk mengontrol temperatur dan arah uap yang dikeluarkan dari tumpukan bebatuan, lho! Dan ini, unik banget! Temperatur dan arah uap akan mematuhi perintah si aki. Kami mencobanya beramai-ramai, menikmati temperatur uap yang dinaikkan hingga oleh si aki hingga kami menyerah, ga sanggup lagi saking panasnya.

Rame-rame mencoba terapi uap di kawah hujan - Kamojang
Kawah hujan uap panas kamojang
Mencoba menurunkan temperatur uap panas di Kawah Hujan - Kamojang
Konservasi Alam - Elang Jawa

Pernah melihat Elang Jawa? Bisa membayangkan bagaimana gambarnya? Aku awalnya sih engga. Bahkan ketika orang-orang bilang bahwa Elang Jawa itu adalah burung garuda, sang lambang republik tercinta ini, pun, aku tetap belum punya gambaran seutuhnya. Cuma makin kepo, pengen lihat, yang gimana sih si burung Elang Jawa yang tersohor itu?

Dan, akhirnya saat itu pun tiba. Usai dari kawah wisata Kamojang, setelah makan siang, kami pun check out dari mess Pertamina, tempat kami menginap, meluncur ke lokasi Konservasi Elang Jawa. Kepo banget deh, eikeh. Gimana sih bentuknya? Sebesar apa sih dia?

Dan.... tara!


Javan Hawk Eagle
Sumber Foto Elang Jawa:
Dari group WA Peserta Jelajah Green Industri - Kamojang
Elang Jawa dalam bahasa Internasionalnya adalah Javan Hawk Eagle (Nisaetus bartelsi), dengan ukuran panjang tubuh 60 – 70 Cm, rentang sayap 100 – 130 Cm dan berat sekitar 1500 – 2500 gram. 

Elang jenis ini tersebar hampir di seluruh hutan pegunungan di Pulau Jawa, di antaranya  Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Halimun salak, Gunung Sawal, Gunung Simpang, Gunung Tangkuban Perahu, Panaruban,  Cagar alam Takokak Cianjur, Gunung Ciremai, Gunung Selamet, Baturaden, Dieng dan Gunung Merapi. 

Tujuan dari Konservasi Elang Jawa ini adalah bukti kepedulian  pertamina mendukung keanekaragaman hayati, untuk menjaga kelestarian populasi elang yang mulai mengalami penurunan. Di tempat konservasi ini, terdapat sekitar 50 ekor Elang Jawa yang tengah menjalani rehabilitasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). Elang tersebut menjalani rehabilitasi karena pernah dipelihara oleh manusia sehingga tidak layak untuk dilepaskan di alam liar, untuk mengatasi masalah tersebut Pertamina Kamojang bekerja sama dengan BBKSDA untuk melakukan rehabilitasi terhadap Elang Jawa dan nantinya setelah bisa beradaptasi akan dilepas ke alam liar. Elang Jawa terancam punah karena beberapa faktor, di antaranya karena Elang jenis ini bertelur dalam jangka waktu dua tahun sekali, itu pun setiap elang hanya menghasilkan satu butir telur, dan faktor lainnya adalah karena ulah manusia yang sengaja memburu elang untuk dipelihara secara pribadi. Hm..., jadi sekarang udah pada tau kan, ya, bahwa Elang Jawa atau pun elang lainnya ga boleh dipelihara secara pribadi, lho! Jika Sobats masih memilikinya, yuk, atuh, serahkan ke tempat konservasi agar bisa dikembalikan ke alam. Mereka layak banget untuk hidup bebas di alam, lho! Beri mereka kebebasan karena mereka juga termasuk makhluk yang memiliki hak azasi tersendiri. Yuhuuu! 

Well, Sobats, sebenarnya masih pengen cerita banyak, sih, tapi waktu dan kesempatannya ga cukup nih, ntar disambung pada postingan berikutnya aja, ya! 


Oleh-oleh dari kunjungan bersama Komunitas Wegi &
Teman-teman Blogger ke Kamojang
Al, Bandung, 17 November 2016
Read More
/ /
cantik adalah
Cantik itu.... di sini! Pasti kebayangnya adalah seorang wanita yang berkata sambil tersenyum dan mengarahkan telunjuknya ke hati/dadanya. Begitu khaaan? Hehe.
Yes. Jadi hari ini, aku pengen cerita-cerita tentang cantik dan tidak cantik deh. Yang sebenarnya semua itu berangkat dari pemikiran kita sendiri. Kita akan merasa diri kita cantik, jika hati dan pikiran kita memang sepakat untuk mengiyakannya. Jelek pun diri kita, namun jika sugesti positif bahwa diri kita ini tidak jelek, pasti hati dan pikiran akan bekerja sama untuk menghadirkan suasana cantik dan aura positif di hati, berlanjut ke aksi dalam gerak langkah kita di dalam kehidupan. Ada yang sepakat dengan pemikiranku ini?

Iya sih, Al, tapi kan ga mudah mewujudkan sugesti itu, jika diri kita memang tidak cantik!

Iya, sih. Namun, jika kita rajin mensugesti diri? Bukan hal yang mustahil bahwa hal ini bisa terwujud kan? Sebenarnya, yang harus dirubah itu adalah definisi dan standar dari cantik itu sendiri, lho!
Orang kita, kebanyakan nih, menggembar-gemborkan bahwa standar cantiknya seseorang (baca: wanita) adalah pada 'kulitnya yang putih mulus, wajah yang oval dan imut, tubuh yang tinggi langsing'! Lalu apa kabar kita-kita yang tidak berada di dalam standar ini? Menjadi minder dan ga pede dalam pergaulan maupun aktivitas harian kita? Aih, jangan atuh. Rugi besar, lho!

Dua minggu lalu, aku ketemu dengan seorang teman satu angkatan saat masih kuliah dulu. Kami sama-sama anak Teknik, dan sama-sama cewek. Bedanya adalah, dari dulu tuh doi suka minder dan baperan, karena merasa dirinya tidak cantik. Sementara eikeh, mah, anaknya gitu.... malu-maluin. Over pede! Hehe. Namun, secara pertemanan, kami akrab. Bersamaku, dia berani tampil dan bergabung dengan teman-teman lainnya, namun kalo harus kemana-mana sendiri, dari dulu tuh suka ga pedean. Lalu, puluhan tahun terlewati dan kami saling terpisahkan oleh jarak dan waktu. Kemudian bertemu lagi dalam situasi dan tempat yang berbeda. Jika dulu di kampus, kini ketemunya di Bandung. Dan....? Masih seminder dulu kah dia? Masih suka ga pede kah dia?

TIDAK lagi! Temanku ini, sudah berubah drastis ke arah yang kece! Wajahnya tentu telah berubah oleh usia, namun tak berarti menjadi lebih tidak cantik lho, ya. Wajahnya yang berkulit eksotis mulai dihiasi garis-garis halus, justru terlihat bercahaya dan terurus dan menarik. Tubuhnya masih stabil, sedikit gemukan, sih, tapi terlihat penuh percaya diri. Langsung donk aku memujinya.

'Lin, kamu tau ga? Kamu tuh berubah banget! Keren! Penuh percaya diri, dan cantik!' Lontarku. 
Doi tergelak. 

'Oh, oh, jadi kamu tuh berharap agar aku tetap seperti yang dulu? Minderan, baperan, dan ga berani kemana-mana? Gituh?' Dan kami pun tergelak lagi.

'Ya enggak, sih. Cuma aku salut! Itu saja. What is the secret?'

Dan, doi pun bercerita, bahwa dia mengikuti saranku waktu itu. Bahwa sebenarnya dia tuh ga perlu mati-matian diet untuk kurusin badan sampai segitunya, ga perlu luluran dan pake masker tiap hari hanya untuk memutihkan wajah. Terima dan syukuri saja apa yang sudah Allah berikan, rawat dengan baik dan optimalkan kelebihan yang kita punya, minimalisir kekurangannya. Kala hati telah nerimo, yakin deh, akan muncul rasa happy sebagai langkah awal untuk tahapan berikutnya. 

Dia masih ingat semua itu, ternyata. Aku jadi terharu! Dan memang benar sih, secantik apa pun seseorang, jika di dalam dirinya tidak dipupuk oleh sugesti dan pemikiran positif, you will see later on, bahwa kecantikan itu akan terasa memudar, kala kita mengetahui lebih jelas attitude-nya yang kurang baik. Jadi, menurutku sih, seseorang itu akan cantik atau tidak adalah tergantung pada bagaimana kita memandangnya. Jika kita memandang diri kita cantik, maka hati dan pikiran kita akan mengarahkan dan membenarkan pemikiran itu. Berikutnya, otak akan memerintahkan anggota tubuh lainnya untuk mewujudkan pemikiran itu, ya dengan mengupgrade diri agar lebih terawat, menarik dan enak dipandang, plus, dari dalam, otak akan memerintahkan tubuh untuk memberi asupan materi bagi jiwa agar cantik juga dari dalam. 

Kalo aku sendiri sih, untuk tetap tampil cantik, selain menjalankan kedua hal di atas, aku tuh sering mantengin promo make up, hehe. Begitu ada yang murah dan bagus, langsung tangkap, deh! Kalo kamu, Sobs? (*lirik Mantemans yang cewek). 

catatan hati,
Al, Bandung, 8 November 2016
Read More
/ /
PLTP Kamojang dan Konservasi Elang Jawa. Sebuah judul yang keduanya mungkin masih asing bagi penduduk luar Jawa Barat, yak? Tenang, Sobats tidak sendiri, kok. Aku juga demikian. Namun sebelum bercerita lebih lanjut tentang dua tema pada judul di atas, terlebih dahulu aku ingin ngajakin Sobats untuk berbangga hati sebagai penduduk negeri ini.

PLTP Kamojang
Negeri elok yang sangat kucinta
Iya, donk! Siapa yang berani bilang bahwa Indonesia bukan negeri yang elok? Siapa yang berani bantah bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang jika diberdayakan akan menjadi sangat luar biasa? Siapa yang berani bilang bahwa Indonesia tidak memiliki sumber daya alam, baik sumber daya alam yang dapat diperbaharui maupun yang tidak? Ga ada, kan? Karena semua itu memang benar kan, Sobs? Indonesia adalah mutiara dari Khatulistiwa, yang penuh dengan keelokan pesona alamnya, kaya akan adat istiadatnya, beragam bahasa dan dialeknya yang dipersatukan oleh Bahasa Indonesia, dan yang tak kalah penting adalah, negeri tercinta kita ini kaya akan sumber daya manusia plus sumber daya alam yang luar biasa. Untuk sumber daya alam itu sendiri, kita kaya akan sumber daya alam terbaharukan maupun yang tidak dapat diperbaharui.

Dan bicara tentang sumber daya alam terbaharukan, salah satunya adalah panas bumi, yang bisa diubah menjadi sumber daya listrik. Untuk diingat, nih, Sobs, negeri elok kita ini, ternyata memiliki cadangan panas bumi yang berpotensi untuk diubah menjadi listrik sebesar 29.000 MegaWatt atau 40 % cadangan panas bumi dunia, lho! Sayangnya, baru diberdayakan sekitar 2.000 MW saja atau berkisar sekitar 8 % saja. Padahal, nih, Sobs, sekali investasi, maka selama bumi masih berputar maka daya listrik akan terus mengalir, tidak seperti sumber energi lainnya.

Dan bicara tentang panas bumi dan energy listrik, di sinilah kita akan mulai bicara tentang Kamojang. Ada apa sih, Al, di Kamojang? Di mana sih Kamojang itu? 

PLTP Kamojang

Kamojang adalah salah satu dusun di Garut yang menjadi terkenal karena dipakai sebagai nama area pengembangan energi geothermal yang pertama di Indonesia, yang dioperasikan oleh PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) sejak tahun 1974. Wow, sudah lama juga, ya? Saat eikeh baru berumur 4 tahun ini, mah. Dan sekarang udah 42 tahun donk masa operasinya. Ga heran jika kinerjanya begitu gemilang, dan berhasil meraih proper emas selama 4 x berturut-turut! Amazing!
Sebuah kinerja yang tentunya dihasilkan oleh effort yang tidak main-main. Serius dalam menjalankan dan mewujudkan visi misi, plus secara produktif bersinergi antara industri dan lingkungan yang baik, termasuk di dalam implementasi CSR yang berkontribusi lebih.
PLTD Kamojang

Tak terbantahkan jika hingga saat ini Pengelola PLTP Kamojang, PT. Pertamina Geothermal Energy adalah merupakan perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia, yang cadangannya bisa memback-up ketergantungan kita akan kebutuhan energi yang bersumber dari energi fosil/minyak bumi. Diakui pula bahwa energi jenis ini lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan azas go green yang dicanangkan oleh pemerintah maupun pihak-pihak terkait lainnya. Aneka inovasi telah dilakukan dan berhasil dengan mengagumkan, yang telah dilakukan oleh PT. PGE, diantaranya adalah inovasi pengembangan portable turbine berkapasitas 750 watt dan bladeless turbine berkapasitas 3.200 watt, inovasi lampu thermoelectric yang memanfaatkan perbedaan suhu di sekitar jalur pipa uap untuk diubah menjadi energi listrik alternatif sebagai penerang lingkungan, pemanfaatan uap geothermal untuk budidaya anggrek dan pengembangan alat pengering kopi.

Di sisi lain, dalam aksi go green, PT. PGE melalui CSRnya juga menggalakkan program-program seperti green school, garbage bank, desa wisata geothermal Kamojang, dan pengembangan konservasi Elang Jawa sebagai bagian dari aksi Pertamina dalam mendukung keanekaragaman hayati. Eh, mengapa harus elang jawa, sih, Al? Kenapa ga burung hantu saja? Hehe. 
Konservasi Elang Jawa
Yaa..., karena Elang Jawa alias burung garuda itu habitatnya memang di daerah Kamojang ini, Sobs! Makanya Pertamina peduli dan ingin melindunginya agar tidak punah di makan jaman tergerus kekejaman aksi perusakan lingkungan/habitatnya.

Wow, luar biasa, ya, Sobs, kiprah dan gebrakan dari PT. PGE ini? Tak hanya berorientasi bisnis, namun tetap mendukung dan berkontribusi positif bagi pemeliharaan sumber daya alam dan lingkungan serta komit untuk terus berinovasi positif dan berdaya guna. Sobats ingin tau lebih jauh tentang ada apa aja sih, di Kamojang? Yuk, nantikan reportasi dari petualanganku dengan beberapa teman blogger lainnya plus teman-teman baru yang tergabung di dalam tim jelajah Green Industry 2016 bersama komunitas WeGi yang akan segera kami laksanakan nanti, ya!

Komunitas WeGi

Sobats sudah familiar akan komunitas ini? We Green Industry  (WEGI) adalah komunitas yang fokus dalam penerapan kaidah dan best practices Green Industry oleh perusahaan di Indonesia sebagai bagian dari tanggung jawab sosial. Program utamanya yaitu Wisata Edukasi Green Industry di mana perusahaan berbagi pengalaman pengelolaan lingkungan dan sosial masyarakat. Ini komunitas terbuka  untuk siapa pun, baik  perusahaan, kelompok  atau pun individu bisa bergabung untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan menjadi lebih baik dan mendorong perusahaan menerapkan kaidah green industry-nya.

Nah, bersama komunitas WeGi inilah nanti kami akan melakukan jelajah Green Industry 2016 ke PLTD Kamojang dan Pusat Konservasi Elang Jawa pada tanggal 11 - 12 November 2016 nanti. Aih, ga sabar deh eikeh, nih, Sobs! And, pastinya, donk, aku akan menuliskan reportase ala Alaika Abdullah atas trip jelajah itu nanti, di halaman maya ini. So..., keep visiting these page and see you soon, ya!
cerita tentang energi terbaharukan dan konservasi Elang Jawa
Al, Jakarta, 7 November 2016
Read More