Archive for May 2016
Menu
/ /
Yup, #MasihMencintamu! Eits, bagi kamu sang mantan, jangan suuzon ge er dulu atuh! Judul di atas bukan untuk kamu. Bukan! Tapi ini adalah tentang sebuah lagu. Lagu yang link youtube-nya diberikan oleh seorang teman, sebagai rekomendasi untuk aku dengarkan. Mengapa aku harus mendengar lagu ini? Karena menurutnya, dengan mendengarkan lagu #MasihMencintamu, maka aku akan menemukan jawaban dari pertanyaanku selama ini tentang kok ada ya orang yang suka galau berkepanjangan dan sulit untuk move on atau melupakan sang kekasih, walo si kekasih itu telah berlalu? Hm..., baiklah. Maka..., aku pun mendengarkan lagu itu, dan...?

Yess! Aku suka lho, lagunya! Iramanya itu pas banget di telinga dan liriknya itu pas banget di hati! Seriously, walau tidak sedang bersuasana hati seperti senandung lagu itu, tapi menikmatinya bikin hati gimanaaa gitu. Tanpa sadar, aku malah mengulang-ulang lagu itu sampai berapa kali, lho, malah akhirnya aku bawa tidur. Haha.

Emang lagunya siapa, sih Al? 
Mungkin, bagi kebanyakan Sobats, apalagi yang suka nonton Indonesian Idol 2014, pasti familiar donk dengan salah satu dari 7 besar finalis cantik bersuara emas ini? Yang ternyata tak hanya bermodalkan wajah cantik dan suara bening cling-cling, tapi juga didukung oleh pembawaannya yang supel dan easy going, lho!

Aih, kamu kayak yang udah kenal dan pernah ketemuan aja nih, sama Windy, Al! Ga berlebihan, tuh, pujiannya?

Nah, itu Sobs! Tadinya aku ga percaya lho ada artis/singer yang mau berinteraksi dengan penggemarnya secara akrab dan berbaur gituh. Di bayanganku, pastilah mereka kan kelasnya udah lain, gaulnya pasti sesama seleb gitu kan? Apalagi mau balas-balasin twit fans-nya, boro-boro. Eh, beda, lho, sama Windy! Iseng, aku kepoin akun twitternya @Windy_Ghemary, nelusuri timelinenya, wah, nih 'anak' seru banget. Sempat-sempatnya lho berinteraksi akrab dengan follower-followernya. Terus aku coba deh follow dan start berinteraksi. Eh gayung bersambut dibalas sama doi. Bahkan difolbek. Asyik!

Dan ga hanya itu, lho, Sobs! Kebetulan Windy tuh tanggal 29 Mei 2016 kemarin hadir di Bandung dalam rangka tour for promoting her single song-nya, dan aku bersama beberapa teman berkesempatan untuk kopdaran dengannya saat siaran di radio 99er, lho! Sayangnya, waktunya itu singkat banget, dan aku udah telat banget datangnya, jadi ga sempat dengerin suara emasnya yang live on the radio. Tapi ga papa, walo telat, tetap bisa berakrab-akrab sambil ngerangkul pinggang rampingnya saat pepotoan. Hehe. Seriously, this young lady tuh ramah dan supel banget! Mudah-mudahan kepribadian ini tetap bertahan dengan semakin bersinarnya dirimu nanti, ya, Wind! Keep your low profile style! Itu akan membedakan kamu dari artis-artis lainnya nanti, lho!


Alaika Abdullah
Kebanting banget ya pepotoan sama Windy? Cakep banget ini si Neng Geulis!
Alaika Abdullah
Teteup aja Windy yang paling cakep, yak? Haha
Windy Ghemary
Terus, lagunya sendiri gimana, Al? Suka? Kan mendengungkan kegalauan dan sulit move on?

Eits, lagu yang diciptakan oleh Bang Posan Tobing ini emang pas banget dinyanyikan oleh Windy. Liriknya yang mengena dan iramanya asyik banget di telinga, sukses bikin jatuh hati walo kalo ditelaah lagi, emang sih, ini lagu orang yang sedang galau gituh, untuk yang ga bisa pindah ke lain hati, etapi, teteup aja enak untuk dinikmati, apalagi saat-saat mengemudi sendirian, atau mau tidur siang atau malam hari, aih, udah jadi agendaku, nih, sejak kenal Windy dan lagunya inih! Hush, jangan ge er kamu, ya, Wind! Awas lho, sesuai janjiku saat kita pepotoan, kalo kamu nanti jadi sombong dan ga low profile lagi, aku akan datang dan menggunting rambut kamu, lho! Hehe. Bener kan, cyin Nchie Hanie? *Lirik Nchie yang malah beneran diijinkan Windy menjambak lembut rambut panjangnya.

Harusnya kami memang punya agenda yang lebih panjang dengan Windy saat itu, sih. Etapi, jadwal siaran Windy di radio berikutnya dimajuin, sehingga waktu untuk kongkow and ngobrol asyik dengan Windy jadi dipersingkat deh. Ya udah, ga papa, Wind, ketemu kamu dengan segala keramahtamahan kamu itu aja udah cukup bikin kita happy, kok. Kita juga maklum jika kamu tuh sedang sibuk banget, dan semua itu demi kesuksesan kamu. Doa kami yang terbaik untuk kamu, ya! Semoga sukses dengan single perdana ini, dan disusul oleh lagu-lagu berikutnya. Aamiin. Dan..., keep in mind, your low profile and humble are your values, dijaga dengan baik ya, Windy cantik! 

Hayuk ah, kita dengerin lagunya Windy lagi yuk!





Kesan indah ketemu Windy Ghemary,
AL, Margonda Residence, 31 May 2016
Read More
/ /

Tak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi informasi yang semakin hari semakin menukik tajam, berbanding lurus dengan segala kemudahan yang turut pula bersama kehadirannya. Dan tak dapat dipungkiri pula bahwa perkembangan teknologi informasi yang semakin 'membahana' ini, berbanding lurus juga dengan kemajuan dan kemudahan yang dihadirkannya bagi kita semua dalam hal berbelanja. Terutama bagi kita yang adalah emak-emak atau para wanita nih, Sobs! Eh, para bapak dan abang-abang juga, deh! Hehe.

What? Masih takut belanja online? Aih, kudu nyoba atuh, Sobs! Belanja online pada situs yang tepat  jelas adalah sebuah solusi cerdas yang pastinya ngebantu banget dalam memintas jarak, menghemat waktu dan menyelamatkan kita dari keharusan berjibaku dengan kemacetan dan ramainya orang-orang di pasar offline. Sepakat? Bahkan tak hanya itu, lho, kini, semakin inovatif saja program belanja online yang diciptakan oleh para pemilik situs dalam memanjakan kita-kita, nih! Salah duanya adalah dengan memberikan voucher dan cashback! Asyiiik.

Jelas ga akan nolak donk jika kebagian voucher dan cashback seperti ini. Udah belanjanya praktis, hemat, ga macet-macetan, eh dapat cashback atau voucher pulak! Jelas mau donk kita yaaa?

Lalu, cara belanjanya itu gimana dan di mana, Al? Mau juga donk!

Tentang SHOPBACK
shopback homepage

Yup, namanya ShopBack.co.id [review post, refers to disclosure] dan homepage-nya seperti terlihat pada gambar di atas, tuh! Memang sih, masih pendatang baru di Indonesia, etapi jangan underestimate dulu, deh! Layanan penyedia diskon, promo, voucher dan cashback ini telah sukses di negeri jiran seperti Singapura (tempat asalnya), Malaysia, India dan Philipines, yang secara keseluruhannya menggandeng kurang lebih 500 merchant dengan lebih dari 200 ribu pengguna, yang tentunya akan terus bertambah seiring semakin banyaknya manfaat yang dirasakan oleh para customernya. Wow.

Dan untuk Indonesia sendiri, ShopBack Indonesia menggandeng merchant-merchant ternama seperti Tokopedia, BukaLapak, Lazada, Matahari Mall, eBay, AliExpress, Blibli, Groupon, Bilna, Agoda, Tiket.com, Zalora dan aneka merchant top lainnya dalam rangka memanjakan para customernya. Keren euy!

Sejak tanggal 25 Mei 2016, ShopBack juga telah menghadirkan aplikasi mobile ShopBack yang dapat didownload di smartphone Android dan iOS, Cukup dengan  kata kunci 'shopback', maka nongol deh di Google Play atau App Store, terus tinggal download dan dapatkan promo eksklusif Cashback 100% untuk pengguna pertama. Ayo buruan dan nikmati belanja online yang semakin mudah dan lebih hemat!
Terus..., kenapa sih harus belanja via ShopBack? Kan lebih praktis langsung belanja ke merchantnya, Al? Ga riweuh!

Keistimewaan ShopBack

Memang sih, logically kita akan berfikir bahwa belanja langsung ke merchatnya, misalnya ke Tokopedia akan lebih simple dan ga ribet. Namun, bukan ShopBack namanya jika tidak berusaha menciptakan sesuatu yang menguntungkan dan berbeda dari situs-situs similar lainnya. Sini deh, Sobs, aku bisikin kenapa kita akan menuai banyak manfaat jika berbelanja via ShopBack.

  1. Setiap berbelanja via ShopBack pada merchant-merchant mitra (misal; Tokopedia, BukaLapak, dan lainnya), maka kita akan mendapatkan tambahan uang cashback hingga 30% yang dapat ditransfer langsung ke rekening pribadi. Iyaaa, ke rekening pribadi! Seru kan?
  2. ShopBack itu aman dan terpercaya (safe and trusty). Terbukti dengan banyaknya ecommerce terpercaya yang mau bekerjasama dengannya dan juga sudah diulas oleh banyak media ternama.  
  3. ShopBack Indonesia mendukung produk anak negeri, terbukti dari seringnya mengadakan even promo untuk mempromosi dan mendukung penjualan produk karya anak negeri. 
  4. ShopBack mengijinkan kita untuk gabungkan promo, diskon, voucher, kode kupon dari ecommerce + cashback dari ShopBack sehingga pastinya lebih hemat donk! Dan bayangin, Sobs, jika semua ini kita transfer ke rekening kita? Asyik ya?
  5. Produk yang dibeli jatuhnya jauh lebih murah dibandingkan dari membeli langsung ke merchantnya. Why? Karena tambahan cashback itu tadi, Sobs! Misalnya: pulsa, gadget, smartphone, tiket pesawat, pesan hotel, voucher makan, fashion, make up , susu anak, popok dan lainnya. 
  6. Adanya program ajak teman dapat 25 ribu rupiah di setiap ada teman yang diajak dan memutuskan untuk bergabung. Caranya? Gampang, Sobs. Cukup dengan menjalankan program afiliasi, yaitu ajak teman untuk mendaftar melalui link referal kita. 
Gimana, Sobs? Menarik banget kan? Bukan hanya diuntungkan oleh berbagai produk yang bisa kita beli secara hemat dan praktis, namun kita juga bisa dapat penghasilan tambahan nih dengan sering-sering-sering take action di ShopBack. 

Dan agar lebih mudeng gimana cara take action di ShopBack, yuk, kita coba lihat video ini, yuk! 


Let's Join and Take Action at ShopBack


Gimana, Sobs? Pasti tertarik banget lah to take action di ShopBack khaan? Caranya juga mudah banget. Cukup kunjungi ShopBack.co.id, lakukan sign up di sini. atau langsung login jika sudah terdaftar. Lalu kunjungi merchant favorit kita, pilih dipilih barang yang mau dibeli dan belanja seperti biasa. Setelah transaksi selesai, kita akan bisa melihat cashback yang kita peroleh pada 'rincian cahsback' yang ada pada sudut atas homepage ShopBack, deh.
Gimana, Sobs? Asyik banget, yak? Hayuk, take action yuk, mumpung mau lebaran nih, udah bisa mulai nyicil belanja atau malah mau cari tambahan THR dari ShopBack? Bisa banget! Ya itu, Sobs! Ajak teman-teman untuk juga bergabung and take action di ShopBack, pasti seru!

catatan tentang 
serunya berbelanja dan hasilkan income dari ShopBack
Al, Margonda Raya, 25 May 2016
Read More
/ /
Yup, sesuai judul, this is life! Terpuruk aku di stasiun Cawang. Udah lebih sejam menanti kereta yang ada space untukku berdiri, membawa diri balik ke Margonda Residence. Etapi, apa daya? Semakin malam, semakin aja nih orang-orang berdatangan. Oh my God. What's up? Rame banget ternyata penduduk kota ini! Tepatnya rame banget orang-orang yang menetap di pinggiran dan bekerja di kota metropolitan ini. Hayyah, Hayati lelah, Bang. Hihi.

Yup, suddenly this feeling blown up. I am tired of this kind of living way. Tapi mau gimanaaa? I still need to stay, I still need to challenge myself to keep dealing with this. Sudah, sudah mencoba sih, Sobs! Mencoba untuk menyukai kota ini. Etapi.... God knew exactly how I feel. Haha.

Tapi, mengeluh juga ga ada artinya lah. Yang pasti, enjoy aja dulu, nikmati sikon ini, dan jangan memaksakan diri masuk ke dalam kereta. Karena jam2 segini, orang-orang sudah lelah dan dikuasai emosi, jadi mulai 'mengganas'. Hihi. Etapi, aku yakin, suatu hari kelak, aku pasti akan merindu momen-momen ini, manakala aku sudah say good bye to this crowded metropolitan. Jadi sekarang ini? Ya, nikmati saja. Sambil.... selfie lagi ah!

Mau upload foto kok ga bisa ya?
*posting from my smartAndro yang juga mulai lelah. Jadi fotonya nyusul aja ntar yee.

Read More
/ /
Hm..., lama banget ga nulis. Alesan klasiknya adalah terlalu riweuh oleh aktivitas offline. Etapi, beneran lho! Emang sibuk pake bangets! Sampai akhirnya beberapa draft pun duduk manis di dashboard blog tercinta ini. Nah, malam ini, mumpung hati lagi adem, suasana lagi santai dan daku sedang sendirian, kayaknya asyik deh jika menulis. Dan mau nulis apaan? Nah ituh!

Banyak banget ide yang ingin dituangkan ke dalam tulisan. Mulai dari yang ringan hingga ke yang lumayan beratnya. Namun, berhubung udah jam sebelasan gini, mending aku cerita yang agak-agak horor ringan lah yaaa. Yup, aku pengen cerita tentang ganti baju ganti template untuk si My Virtual Corner nih, yang antara jadi dan tidak. Bukan karena apa-apa sih, takut aja ntar malah kacau kalo dikerjakan dalam keadaan terburu-buru. Makanya aku bertahan dan tetap bertahan pada template awal, yang adalah hasil berburu di internet dengan sedikit modifikasi, sekalian membuktikan pada diri sendiri, bahwa diri ini mampu lho utak atik template. *Sombong. Hehe

Sebenarnya aku termasuk orang yang loyal terhadap sesuatu, deh. Jika sudah suka pada sesuatu atau seseorang, maka aku akan mempertahankannya sampai selama mungkin, sejauh masih bernilai positif dan layak untuk dipertahankan. Begitu juga dengan template sebuah blog. Bagi sobats yang rajin main ke blog ini, aku yakin jika sobats pasti hapal benar bagaimana bentuk template dan header blog my virtual corner ini, kan?

Bertahan sejak lama, dan baru berganti image headernya karena memang kudu menyesuaikan dengan penampilanku yang baru kala itu. Yup, image header bergambar rangkaian aktivitas diri yang belum berhijab, kemudian diupgrade menjadi rangkaian baru yang sudah berhijab. Hanya itu. Selebihnya tetap seperti semula. Berbackground putih dengan tulisan hitam, dan berkesan minimalis. Simple but mobile friendly.

Header Blog
Header Image yang sebelum berhijab
Alaika Abdullah
Header template image setelah berhijab
Bicara tentang blogging dan pernak-perniknya memang selalu menarik hati, ya, Sobs? Ya, bagi kita para blogger ini lah maksudku. Jika content ibaratnya adalah nyawa bagi sebuah blog, domain adalah raga bagi blog kita dan template adalah bajunya. Sepakat? Makanya, sebagai pemilik blog yang sudah sekian lama memakaikan 'baju' yang itu-itu saja bagi blog tersayang, tiba-tiba aku tersadar bahwa memang sudah saatnya aku mencari baju pengganti bagi si my virtual corner tercinta. Ya iyalah, masak eikeh ajah yang gonta ganti baju?

Maka, mulailah aku mencari 'baju' kece, simple but eleikhan untuk si my virtual corner. Nemu beberapa yang ciamik, namun terkendala oleh hal-hal kecil yang bikin hati kurang sreg. Ih, maksudnya gimana sih, Al? Iya..., terkadang udah klik dengan sebuah template, etapi... kok kurang sreg dengan design warna backgroundnya lah dan setelah diutak-atik, dan karena ilmu utak-atiknya yang masih cetek kok ga bisa dimodif, dan lain sebagainya. Pernah juga kan mengalami hal seperti ini, Sobs?

Hingga suatu ketika, tanpa direncana, terciptalah chitchat kece antara aku dan Meutia Rahmah, si pemilik blog "Melawan Lupa". Blogger setanah-kelahiran ini [sama-sama Aceh] ternyata piawai mendesign dan utak-atik template, lho! Sungguh, aku kagum dan tercengang dibuatnya. Dan tak tanggung-tanggung, asli bikin aku mupeng untuk berguru padanya, secara keinginan untuk mencari guru web-design tuh udah lama banget bersemayam di hati. Namun, mempelajari template design dan utak-atik ini tentu bukan perkara sekali dua kali klik kan? Makanya, saat ditawari untuk test drive template kece hasil besutan dirinya dan temannya itu, aku langsung YESS donk! Gimana mau nolak coba, ketika diperlihatkan tampilan template yang dimaksud Tia. Ya ampun, sumpah, kece badai! Minimalis but eleikhaaan kalo kata Om NhHer.

Footnote
Bernama Footnote, hasil design Tia dan temannya itu pun dicobakan ke My Virtual Corner. Dan..., tentu butuh penyesuaian di sana sini agar tampil serasi dan bener-bener menjiwai [baca: berkarakter khas] My Virtual Corner.

Alhamdulillah, setelah dibantu langsung oleh Tia utak atik - finishing and smoothing-nya, akhirnya My Virtual Corner pun tampil apik seperti yang Sobats lihat sekarang ini, deh!

Gimana, Sobs? Cakep khaan? Yang paling aku suka dari template footnote ini adalah sifatnya yang User Friendly itu, lho!

User Friendly gimana sih maksudnya, Al?

USER FRIENDLY

Responsive

Yup, template ini didesign fully responsive, dapat diakses melalui berbagai perangkat. Mau pake PC atau laptop? Monggo. Mau pake tablet, juga oke. Atau mau pake smartphone aja? Oke bingits. Kan responsive. Jadi kita ga perlu mengaktifkan versi mobile lagi, karena diakses dari device apa pun, dia akan menyesuaikan diri untuk tampilannya.


Beautiful, Clean and Simple

Ini yang paling aku suka dari tampilan/appearance template yang satu ini. Template ini mengutamakan tampilan yang bersih, cantik dan sederhana, sehingga selain kontennya terbaca dengan jelas tanpa menimbulkan nyeri di mata para pembaca, juga menjadikan dia tampak cantik dan simple.
Footnote

Menu Navigasi

Dikonsep seperti burger *lho, maksudnya, Al? Hihi, iya, jadi menu navigasinya tuh kece deh, Sobs! Berlapis kayak burger ituh! Jadi terlihat simple tapi begitu diklik akan memajang keseluruhan kategori. Lihat deh pada image di bawah ini.
Menu Navigasi Footnote
Menu Navigasi sebelum diklik pada 'Categories'-nya
Yang apabila diklik pada 'Categories' maka lapisannya akan membentang, memperlihatkan keseluruhan opsi kategori yang ada.

Menu Navigasi My Virtual Corner
Menu Navigasi akan membentang jika kita click pada 'Categories'
Keren yaaa? Makanya aku langsung jatuh hati deh saat melihat test drive template ini di blogku, dan langsung deh ga ingin pindah ke baju template lainnya. Habis, emang kece, sih!

Light Faster

Maksudnya apaan, sih, Al?
Yup, ini berkaitan dengan kecepatan loading, Sobs! Jadi template footnote ini, walo menggunakan cukup banyak script dan Google Fonts, tapi tetap dapat dibuka dengan cepat dan ringan, lho!

Iconic Post Label

Lihat deh icon-icon cantik penanda jenis postingan di bawah ini.
Cakep yaaa? Hm, terus apalagi, Al keistimewaan template Footnote ini?

Masih banyak lho keunggulannya? Penasaran dan pengen punya juga? Yuk, kepoin langsung deh ulasan sang pencipta templatenya di sini, ya!

a happy note,
Al, Margonda Residence, 20 May 2016
Read More
/ /
Ini sebenarnya kisah lama yang sudah nangkring cantik di dalam angan untuk dibagikan ke dalam bentuk tulisan. Tepatnya di pertengahan tahun 2012, hm, ya ampun, itu udah empat tahun lalu donk yaaa? Wow, rencana untuk berbagi pengalaman ini sampai tertunda hingga selama itu, Sobs! Ckckckck..., ini sibuk apa memang dakunya yang pelupa yaaa? Hehe.

Anyway, daripada sibuk membela diri atas kealpaan ini, *maklum, faktor U juga turut andil lho! maka, ijinkan daku berbagi pengalaman yang satu ini, Sobs! Eits, ini bukan pengalaman horor atau huruhara, apalagi termehek-mehek, melainkan sebuah kisah di mana aku dilanda kebingungan karena harus pindah lokasi kerja ke tempat baru [lagi]. Yah, namanya juga pekerja kontrakan [yang setiap kontrak kerja berakhir, lalu applying for another job application], maka aku ternyata diterima bekerja di sebuah international NGO lainnya di Bekasi. Alhamdulillah, sih. Pake banget malah. Walo harus meninggalkan Intan yang waktu itu masih duduk di kelas 2 SMU, maka aku pun siap untuk mandah, dari Banda Aceh ke Bekasi. Urusan Intan, well solved, ada si Bulan [yang biasa bantu-bantu di rumah, yang juga biasa nemenin Intan] plus ada ibu dan ayahku yang bisa melihat-lihat si putri semata wayang itu.

Mau Simpan Emas di mana ya?

Untuk urusan mobil, juga gampang, tinggal titipkan ke ayahku sementara aku pergi mencari nafkah di kota orang. *Jiaaah! Nah, yang menjadi kendala saat itu adalah, tentang 'sedikit' logam mulia alias perhiasan emas yang aku miliki. Ga banyak memang, tapi sebagaimana orang Aceh lainnya, aku juga ketularan kebiasaan baik ini, yaitu menyimpan [tabung] emas secara individual alias simpen masing-masing di rumah. Dan dengan kepergianku ini, ga mungkin donk jika aku turut membawanya ke Bekasi dan menyimpannya di tempat kostku nanti. :)

Tadinya sih aku berfikir bisa menitipkannya ke Ibu. Ealah, ternyata, sejak tsunami, animo masyarakat, termasuk ibuku, untuk menyimpan barang berharga seperti logam mulia ke deposit box di bank-bank mulai terbuka lebar lho! Makanya aku sempat takjub saat customer cantik di beberapa bank ternama yang aku datangi di kota Banda Aceh saat itu menjelaskan, bahwa deposit box mereka sudah full booked. Wow! Keren! Tak hanya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya asuransi yang meningkat, namun tentang safety yang lebih protective jika menyimpan barang berharga di deposit box di Bank pun mulai mengemuka. Keren yaa? Tsunami ternyata juga meninggalkan a good lesson learnt! 

And..., back to my story, dalam kebingungan itu, justru si kakak CS bank yang mencetuskan alternatif ini. Alternatif apaan sih, Al?

Kantor Pegadaian

Pegadaian sebagai Salah Satu Tempat Titip Emas

Yup, alternatif untuk menitipkan emas di Pegadaian. Awalnya aku sama sekali ga menyangka lho, jika di tempat yang menggusung slogan 'menyelesaikan masalah tanpa masalah' ini justru juga menyediakan fasilitas titip/simpan emas. Soalnya sependek pengetahuanku, secara general dan sesuai namanya, maka pegadaian adalah tempat di mana kita bisa dengan mudah dan cepat menggadaikan barang-barang berharga kita untuk mendapatkan sejumlah rupiah, begitu kan, Sobs?

Namun..., ternyata, Sobs! Pegadaian juga memiliki fungsi lain selain fungsi terima gadai barang seperti yang aku sebutkan di atas. Yuk, kita coba simak fungsi lainnya dari pegadaian berikut ini, yuks!

1. Menitip
Yup, inilah solusi yang aku cari-cari kala itu. Pegadaian menerima titipan emas dari para nasabahnya dengan jaminan asuransi sehingga aman, terjamin plus murah pula biayanya, yaitu 20 ribu rupiah per 100 gram emas per bulannya. Tuh, murah banget kan, Sobs?
Dan seingatku, perhiasan yang aku titipkan waktu itu sih ga sampe 100 gram, hanya sekitar 82 gram gitu deh, dan ternyata hitungan biaya titip cuma 20 ribu per bulannya. Wew bangat kan, Sobs? Duh, langsung lega deh, problem solved. Sayangnya aku lupa mengambil foto [capture] kuitansi penitipan emas itu sebelum diambil kembali oleh pihak pegadaian saat titipan [perhiasan emas] itu aku ambil kembali.

2. Menabung

Yup, selain menerima titipan emas, Pegadaian juga membantu kita dalam menabung dan berinvestasi dengan cara yang lain daripada yang lain. Jika orang-orang yang berduit banyak berlomba investasi dalam bidang property, saham, reksadana, maka pegadaian membuka peluang lain bagi kita untuk berinvestasi, yaitu menabung emas. Unik yaaa? Jadi pengen segera unduh formulir pembukaan rekening tabungan emas, ah! Ntar ambil cuti dan kunjungi kantor Pegadaian cabang terdekat untuk buka rekening tabungan emas dan setoran awal.

Yes, sesimple itu, lho! Menabung emas di pegadaian ini mudah dan murah banget, lho!


PROSEDUR TABUNGAN EMAS
  1. Membuka rekening Tabungan Emas di Kantor Cabang Pegadaian hanya dengan melampirkan fotocopy identitas diri (KTP/ SIM/ Passpor) yang masih berlaku.
  2. Mengisi formulir pembukaan rekening serta membayar biaya administrasi sebesar Rp. 5.000,- dan biaya fasilitas titipan selama 12 bulan sebesar Rp. 30.000,-.
  3. Proses pembelian emas dapat dilakukan dengan kelipatan 0.01 gram dengan atau sebesar Rp. 5.550,- untuk tanggal hari ini (17-05-2016). Misalnya jika ingin membeli 1 gram, maka harganya adalah Rp. 555.000,- .
  4. Apabila membutuhkan dana tunai, saldo titipan emas Anda dapat dijual kembali (buyback) ke Pegadaian dengan minimal penjualan 1 gram dan Anda dapat menerima uang tunai sebesar Rp. 538.000,- untuk tanggal 17-05-2016.
  5. Apabila menghendaki fisik emas batangan, Anda dapat melakukan order cetak dengan pilihan keping (5gr, 10gr, 25gr, 50gr, dan 100gr) dengan membayar biaya cetak sesuai dengan kepingan yang dipilih.
  6. Minimal saldo rekening adalah 0.1 gram
  7. Transaksi penjualan emas kepada Pegadaian dan pencetakan emas batangan, saat ini hanya dapat dilayani di Kantor Cabang tempat pembukaan rekening dengan menunjukan Buku Tabungan dan identitas diri yang asli.
3. Menyicil

Pernah donk kepengen banget beli emas, etapi duitnya belum cukup? Pengen kredit? Kayaknya ga banyak,deh, toko emas yang menyediakan fasilitas kredit emas. Atau pun jika ada, maka syaratnya pun lumayan ribet deh. Nah, Sabtu kemarin, pas diadakan acara Road Blog 10 Cities di Bandung, si mas yang mewakili Pegadaian menjelaskan bahwa BUMN yang satu ini juga menyediakan fasilitas cicil emas, lho! Sehingga bisa menjadi solusi bagi kita-kita yang dilanda rasa ngidam pengen beli atau nabung emas! Yess! Sip banget khaaan?

Caranya juga ga ribet. Kita tinggal datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat, untuk memilih logam mulia yang diinginkan. Syaratnya mudah banget, lho! Misalnya nih, kita ingin cicil emas senilai 45 gram. Maka setelah ditaksir nilainya, maka kita tinggal menentukan mau berapa bulan masa cicilan, lalu membayar 30 persen dari total nilai keseluruhan itu sebagai downpayment. Bulan berikutnya kita tinggal cicil deh, dan emas yang kita cicil itu akan menjadi milik kita [boleh kita ambil] ketika waktu pelunasan cicilan itu tinggal 1-2 minggu lagi. Masa cicilan biasanya berkisar antara 1 bulan hingga 36 bulan.


4. Menggadai
Terkadang kita sering kewalahan kala dilanda syndrome bokek. Apalagi di saat bersamaan ada tagihan yang jatuh tempo dan harus segera kita lunasi. Huft. Menghadapi situasi seperti ini jelas saja bikin sakit kepala, toh? Mulailah mata dan hati melirik ke benda-benda berharga yang bisa segera diuangkan. Dan benda yang paling liquid untuk diuangkan adalah emas. Namun, kok ya rasanya kita tuh sayang banget untuk melepas si emas tadi ke toko, ya? Pasti kebayangkan bahwa untuk membelinya lagi pasti akan sulit, jika pun kita mampu membelinya, nilai historinya pastilah berbeda. Emas yang lama, yang sudah kita jual itu, tentu tak akan kembali. 
Nah, menghadapi 'galau' yang seperti ini, Pegadaian hadir menyelesaikan masalah, lho! Yaitu dengan menyediakan fasilitas gadai emas. Yup. Gadai emas. Jadi kita ga perlu menjual aset [emas] milik kita, melainkan cukup dengan 'menyekolahkan' nya saja di rumah gadai. Adapun nilai peminjaman yang bisa kita dapatkan dari pegadaian emas ini adalah sebesar 85% dari harga emas. Jadi, jika emas kita ditaksir senilai Rp1 juta maka dana pinjaman yang kita peroleh adalah Rp. 850.000. 
Penitipan emas di Pegadaian selama empat bulan, namun dapat diperpanjang dengan tambahan biaya sewa. Biaya gadai dihitung per 10 hari masa pinjaman di Pegadaian syariah, sedangkan Pegadaian konvensional per 15 hari. Selain biaya gadai, kamu juga bakal dikenakan biaya administrasi.
5. Arisan Emas. 
pegadaian arisan emas
Arisan? Yes! Ga nyangka kan jika Pegadaian juga punya inovasi spektakuler seperti ini? Arisan emas. Dengan minimal 6 orang dan maksimal 36 untuk satu kelompok, maka kita bisa datang ke Pegadaian untuk mengajukan permohonan arisan emas, lho! 

Mekanismenya adalah dilakukannya pengundian setiap bulan untuk mendapatkan satu keping emas. Minimum orderan untuk satu kali undian adalah seberat 1 gram dan maksimalnya tidak terbatas. Cara permainannya kurang lebih sama dengan permainan arisan lainnya, di mana nama-nama pemain arisan akan diundi untuk menentukan pemenang di bulan berjalan. Si pemenang kemudian akan mendapatkan kepingan emas yang beratnya telah disepakati. 

See? Luar biasa ya, Sobs?
Ternyata Pegadaian memang menyelesaikan masalah tanpa masalah yaaa? Apalagi dengan kehadiran aplikasi Sahabat Pegadaian yang bisa didownload di playstore bagi kita-kita, para pengguna android, maka semakin memudahkan kita dalam bertransaksi di pegadaian. Hari gini masih pake ribet? Ih, kan udah serba online. Maka cukup donk dengan tarian jemari, maka transaksi pegadaian kelar tanpa perlu hitungan hari. Yuk, saatnya berinvestasi cerdas dan apik, yuk kita ke Pegadaian!

Read More
/ /
Internet Sehat - Keep Your Fingers!

Yup, hari ini aku pengen ngedongeng cerita tentang event yang baru aja digelar oleh Relawan TIK Kota Bandung yang bekerjasama dengan Blogvaganza kemarin, nih. Acara kece bertajuk ROADSHOW EDUKATIF - Internet Sehat, Generasi Sehat ini, memang bertujuan untuk sosialiasasi internet sehat bagi kalangan pelajar di sekolah-sekolah. Targetnya sih untuk para siswa di jajaran sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas gitu, dari beberapa sekolah yang ada di kota Bandung. Bertempat di SMK Bahagia, Jalan Kliningan No. 11, Buah Batu - Bandung.

Acara yang diadakan pada hari Sabtu, 30 April 2016 ini mengangkat tiga topik utama yaitu 'Bijak Berinternet - Keep Before Posting' yang dipercayakan padaku, mewakili Relawan TIK Kota Bandung untuk menjadi narasumbernya. Kemudian 'Sekejap Ingatan Seabadi Tulisan' yang disampaikan oleh Mas Zulfan, dari buruan.co dan ada Mas Latif [Moch Latif Faidah] yang mengangkat tema 'Blog dan Jurnalisme Siswa'.

Tentang RoadShow Edukatif

Jadi ceritanya nih, adalah Blogvaganza, yang diinisiasi oleh Om Fajar Eri Dianto dan Mas Latif pengen diaktifkan lagi setelah lama vakum di dunia per-sharingan. *halah. Nah, gayung pun bersambut. Relawan TIK Kota Bandung pun antusias menyambut ide cemerlang ini, mengingat jumlah pengguna internet yang semakin meningkat dari hari ke hari, terutama pada kalangan siswa aka remaja baik dari usia SD hingga perguruan tinggi. Tentu ini sebuah kemajuan pesat dalam akses informasi dan penambahan wawasan plus aneka manfaat dari dunia virtual yang diakses tadi. Namun..., manfaat ini baru bisa dipetik adalah jika dan hanya jika pengguna internet itu sendiri telah menggunakan internet dengan bijak dan sehat, dalam artian telah paham dan peduli serta menerapkan cara bijak berinternet secara sehat. Namun..., seberapa banyakkah pengguna internet ini yang telah 'ngeh' atau paham atau familiar dengan internet sehat ini? Seberapa besarkah prosentase pengguna internet yang bijak dalam menggunakan internet?

Berdasarkan hal di atas, seiring pula dengan program dari Kementerian Informasi dan Komunikasi Republik Indonesia tentang Internet Sehat, Generasi Sehat, maka Relawan TIK Kota Bandung bekerjasama dengan Blogvaganza, disponsori oleh Qwords.com dan beberapa sponsor lainnya, maka Roadshow Edukatif, Internet Sehat - Generasi Sehat pun digelarlah. Dan sungguh sebuah apresiasi juga bagiku dipercayakan untuk menjadi salah satu narasumber dalam upaya sosialisasi ini. Alhamdulillah.

Bijak Berinternet - Think Before Posting.



Ini adalah tema yang dipercayakan padaku untuk disampaikan pada para pelajar yang hadir dan antusias mengikuti sesi sharing kece ini. Yup, sekitar 75 peserta hadir dan duduk di atas karpet merah yang digelar di bawah tenda yang biasanya dipakai untuk pesta yang dipasang di halaman sekolah SMK Bahagia. Tadinya mau pake ruang kelas, namun karena jumlah audience yang ditargetkan lebih dari 50an peserta, dan juga agar suasana sharing kece ini terasa santai dan asyik, maka disepakatilah untuk mengadakannya di bawah tenda biru merah ini.

Internet, kini tentu bukanlah lagi barang abstract yang aneh apalagi ekstrim. Semua orang, utamanya di perkotaan pasti sudah ngeh kala kita menyebut kata ini. Internet. Bayangan orang setidaknya pasti akan lari pada sebuah bayangan di kepala tentang jemari-jemari yang bergerak lincah di atas keyboard, mata fokus menatap layar gadget [smartphone, tablet], laptop, ataupun komputer, membaca informasi atau apapun yang diaksesnya pada sebuah sumber informasi dari dunia virtual.

Internet juga dipercaya sebagai bentuk canggih hasil kemajuan teknologi informasi yang tak hanya mendatangkan manfaat namun juga bisa hadirkan mudarat. Dengan berinternet kita bisa menambah ilmu pengetahuan [sumber informasi dan pembelajaran], menambah jalinan pertemanan [jejaring sosial], bahkan bisa menambah penghasilan [jualan online, blog monetize, buzzer, dan lain sebagainya].

Dengan berinternet, selain mendapatkan manfaat, pastinya jika kita kurang paham penggunaannya secara sehat, maka bahaya pun tak ketinggalan mengintai. Selain menjauhkan kita dari dunia nyata [asyik berjejaring sosial, ketagihan berchitchat atau gaming], internet juga bisa mengundang bahaya yang lebih ekstrim. Misalnya membuka pintu bagi pelaku human traficking atau penjahat dunia maya lainnya, karena tanpa sadar, dalam berjejaring sosial tadi, kita justru telah memberikan segala informasi spesifik kita yang membuat mereka bisa menjangkau kita dengan mudah. Sehingga tak heran jika banyak kita temui berita orang hilang setelah ketemuan [kopdar] dengan teman dari facebook, misalnya. Dan berbagai efek negatif lainnya.


Yup, internet itu ibarat pisau bermata dua, yang jika kita tak bijak dan ahli menggunakannya, maka mata pisaunya justru bisa melukai diri kita sendiri. Dan banyak fakta menghadirkan kesaksian bahwa banyak pengguna internet yang belum begitu paham akan fenomena ini, sehingga banyak sekali kita dengarkan berita atau saksikan informasi-informasi tentang penyalahgunaan internet oleh oknum-oknum tertentu [scammer, hacker, dan penjahat dunia maya lainnya] dalam bentuk pemerasan, human trafficking [perdagangan manusia utamanya wanita dan anak-anak], dan berbagai bentuk kejahatan lainnya.

Think Before Posting - Keep Your Fingers

Yup, jika dulu pepatah lama mengatakan bahwa 'mulutmu adalah harimaumu', maka kini pepatah lawas itu telah beralih ke kalimat baru yaitu 'jemarimu adalah harimaumu'. Karena kini, adalah jemari kita yang pegang peranan dalam menghasilkan kalimat demi kalimat yang akan meluncur cantik ke dunia maya, baik melalui akun media sosial yang kita miliki atau melalui blog [jika punya] yang kita kelola. Salah ketik, atau hasil rangkaian jemari yang asal jadi, asal bunyi, pastinya akan menghasilkan reaksi atau efek negatif yang tentunya akan memicu hasil yang negatif pula.

Karenanya, kelincahan tarian jemari di atas keypad atau keyboard ini haruslah bekerja apik dengan akal sehat dalam menghasilkan postingan yang akan kita share ke dunia maya. Think before posting! Keep your fingers!

Dalam sesi ini, aku memang tak bosan mengulang-ulang key message ini. 'Think before Posting, keep your fingers!'. Karena menurutku, tindakan ini memang megang peranan banget dalam berinternet secara aman dan sehat. Bener ga sih, Sobs?

Lalu, Al,  gimana sih agar kita bijak berinternet?
Hm, sebenarnya ada sih panduan general yang bisa kita terapkan, Sobs. Seperti yang aku rangkum di bawah ini, coba deh pantengin, yaaa.



Yup, berinternet secara sehat memang tidak mudah. Utamanya bagi anak-anak jelang remaja, yang begitu terlena dengan asyiknya berjejaring sosial, bermain game, atau lebih fatalnya lagi malah ketagihan mengakses situs-situs pornografi atau situs negatif lainnya. Tak ada yang bisa mencegah mereka untuk tetap melakukan ini, kecuali kalo, pemikiran mereka bahwa hal-hal yang mereka lakukan itu sesungguhnya mengandung bahaya yang mengintai setiap saat. Jadi satu-satunya cara paling efektif sebagai langkah awal adalah membangun kesadaran pada benak mereka bahwa internet dengan cara yang mereka lakukan itu adalah tidak sehat. Beri pemahaman bahwa untuk menjaga keamanan diri sendiri, juga masyarakat dan linkungan, bahkan dalam berinternet pun kita harus melakukannya dengan cara yang sehat. Internet sehat maka akan hasilkan generasi yang sehat.

Yup, sosialisasi tentang internet sehat, generasi sehat, sudah saatnya semakin digerakkan dan disebarluaskan. Yuk, kita bantu sosialisasinya dengan cara yang kita bisa, salah satunya dengan share informasi ini ke orang-orang terdekat dan lingkungan sekitar. Oya, Sobs, jika ingin mendapatkan materi topik Bijak Berinternet, Think Before Posting, bisa colek saya di telegram @alaikaabdullah atau email at alaikaabdul@gmail.com atau lihat-lihat slide capturenya di galeri instagram aku @alaikaabdullah, ok?

Semoga sharing ini bermanfaat, and see you in the next post and other topic, ya! Happy blogging keep posting!

catatan kecil tentang sosialiasi internet sehat
Al, Bandung, 4 May 2016
Read More