Archive for March 2016
Menu
/ /

Esti

Pasti pada kenal donk dengan nama blogger yang satu ini? Yup, Esti Sulistyawan. Seorang blogger aktif yang lahir di Pontianak, Kalimantan, berasal dari Boyolali dan menetap di Semarang. Ih, keren, Mba Esti kelahiran Pontianak, saya udah segede ini belum pernah punya kesempatan ke sana, lho!  *abaikan.

Lalu, kenapa tiba-tiba Alaika nulis tentang Mba Esti? Ada apakah ini? Dan bukan hanya Alaika Abdullah lho yang menulis tentang blogger Semarang ini, tapi ada sekitar 28 blogger lainnya yang menulis tentangnya. Jadi kepo khan, Sobs? Ada apakah ini?

Well...well...well! Jadi gini, kemarin tuh para member di grup Blogger Perempuan Network, punya usulan untuk bikin sebuah arisan. Etapi, ini bukan arisan harta benda seperti yang biasa dilakukan para ibu ataupun selebrita, lho! Melainkan arisan unik bernama arisan link. Yup, karena yang menjadi output dari arisan ini adalah backlink ke si pemenang undian/kocokan arisan, maka diberi nama arisan link.

Dalam waktu singkat, terdaftarlah sekitar 180 orang peserta, yang kemudian kita bagi menjadi 6 kelompok yang masing-masingnya beranggotakan 30 orang peserta. Jadi, ga heran lagi kan kenapa tiba-tiba Sobats melihat blogger A menuliskan tentang blogger F, begitu juga blogger B, C, D dan seterusnya yang juga menuliskan tentang blogger F dan menghadiahkan backlink baginya?

Oke, sekarang kita balik lagi ke judul di atas. Mba Esti Sulistiawan, yang akrabnya disapa sebagai Mba Esti, adalah seorang sarjana sastra jebolan Universitas Diponegoro yang malah ngantor di salah satu instansi pendidikan di Semarang. Walo secara fisik belum pernah kopdar nih, tapi aku bisa merasakan [berdasarkan interaksi secara virtual] selama ini, bahwa Mba Esti ini adalah seorang yang berkepribadian hangat dan responsif.

My Love Note

Setiap blogger pasti punya alasan tersendiri ketika memutuskan untuk mulai blogging. Begitu juga dengan Mba Esti. Memiliki blog baginya adalah merupakan kebahagiaan tersendiri. Menjadi media baginya dalam menyalurkan hobi rangkai kata, sekaligus menjadi tempat dalam mendapatkan energi positif. Tak hanya itu, sensasi tersendiri kerap hadir manakala jemarinya mulai menari merangkai kata membentuk paragraf , wujudkan apa yang ada di alam fikiran menjadi cerita atau kisah sarat makna yang pastinya akan menginspirasi para pembaca/pengunjung rumah virtualnya. 

Okeh, let's move to the appearance of blognya Mba Esti, yuk! 

Template.

Tak pelak, kuyakin mata mana pun yang berkunjung ke halaman My Love Note akan sepakat bahwa template blog yang satu ini memang apik, girly, bersih dan minimalis. Sepertinya kenal deh dengan orang yang mengutak-atik template My Love Note ini.  Hehe.



Berbackground putih dengan imbuhan warna pink berpadu biru pada pada tulisan header serta widget, sungguh bikin betah. Berbasis dua kolom, dengan widget seperlunya, adalah daya tarik tersendiri. 

O iya, My Love Note juga sudah menggunakan template yang mobile friendly. 

Content/Artikel

Mba Esti tidak mengkhususkan blog My Love Note dengan niche tertentu. Aneka artikel yang bervariasi mengisi halaman demi halaman rumah mayanya, adalah pertanda bahwa blog ini menggusung tema gado-gado alias lifestyle, di mana pemiliknya dapat bebas mengasah keterampilan olah kata dalam menuangkan buah fikirnya sesuai dengan ide tanpa harus terikat pada satu 'bingkai' (baca: tema). Etapi, jangan disangka bahwa dengan tema gado-gado ini, sang pemilik bersikap semau gue dalam mengemas artikelnya, ya, Sobs! Terbukti, postingan-postingan bersponsor alias review yang bersanding harmonis dengan artikel lainnya adalah tolok ukur keberhasilan dan kemapanan olahan kata si pemilik blog, hingga berhasil menarik minat agency/brands untuk bekerjasama. :)

Statistic Performance

1. Alexa

Hm..., belum langsing, euy! Masih di kisaran 875 ribuan, Mba. Kudu lebih rajin dan serius 'diet' nih, Mba! Hehe. 

2. Loading Speed. 


Wow, cool!

3.  Domain Authority and Page Authority

Domain Authority

Udah lumayan banget ini, mah. Bukan begitu, Sobs?

4. Google Indexing


Wow, Mba Esti femes, yaaa? Hehe. 


Input for My Love Note, 

1. Halaman Disclosure

Sebagai blog yang sudah ber-custom domain dan pula telah 'dilirik dan ditembak apik' oleh agency dan brand, perhatianku terbidik pada halaman disclosure yang masih kosong. Ada baiknya jika halaman ini segera disiapkan, Mba Esti, mengingat halaman ini akan sangat membantu kita terkait himbauan Google bagi blogger yang melakukan job review per 11 Maret 2016 kemarin. Yang masih belum ngeh akan himbauan itu, agar ga kena tilang, bisa deh melipir sejenak di sini untuk membaca ulasanku tentang itu, ya! 

2. Label atau kategori artikel 

Kayaknya jika lebel/kategori artikel dimasukin ke menu bar, akan lebih apik dan memudahkan pembaca kala mereka mencari topik atau artikel tertentu, deh, Mba. Selain itu, juga tentu akan menambah apik tampilan menu, agar tidak hanya terdiri dari 5 item doank. 

Nah, Sobats tersayang. Alhamdulillah, akhirnya sampai juga kita di penghujung review. Hehe. Cukup sudah review blog Mba Esti, ya, bagi yang penasaran dan ingin ubek-ubek blognya si Mba cantik dari Semarang ini, monggo langsung melipir ke rumah virtualnya di sini, deh!

catatan review blog sahabat,
Al, Margonda Raya, 28 March 2016

Read More
/ /

Sudah familiar dengan skrinsut di atas? Best Practices for bloggers reviewing free products they receive from companies?
Yup, jadi articles yang diterbitkan oleh si Mbah ini, tertanggal 11 Maret 2016 kemarin itu, langsung deh bikin bloggers misah misuh. Obrolan tentang hal ini pun mengemuka. Mantemans merasakannya kan? Obrolan di banyak grup pun berkembang. Termasuk di FB Grup Blogger Perempuan. Banyak masukan berharga yang rasanya cukup pantas masuk ke dalam My Virtual Corner sebagai catatan dan masukan bagi diri pribadi atau Sobats pembaca artikel ini. Penasaran akan chitchat kece itu? Yuk, lanjut ke bawah yaaa!

Isu yang diangkat di dalam diskusi.

Yup, articles yang dirilis si Mbah ini  begitu mengemuka. Mencuat dan menarik minat para bloggers untuk memahaminya secara jelas agar tidak salah melangkah dan ujung-ujungnya malah kena tilang.

Walau ini bukanlah law atawa hukum atau pun kebijakan, tapi kita tau sendiri kan kekuatan si Mbah Google di jagad maya? Mesin pencari raksasa yang semakin digdaya. Siapa yang tak akan nangis bombay jika blog tersayang, yang sudah dirawat sepenuh hati tiba-tiba malah kena tilang dan tak lagi ditemukan di mesin pencari, karena di-deindex oleh Google karena pemiliknya tak patuh? Oho, tidak!


Emang isi himbauannya apa sih? 

Oke, baiklah. Jadi pada paragraf pertama artikel yang dirilis si Mbah itu dikatakan begini;


As a form of online marketing, some companies today will send bloggers free products to review or give away in return for a mention in a blogpost. Wether you're the company supplying the product or the blogger writing the post, below are a few best practices to ensure that this content is both usefull to users and compliant with Google Webmaster Guidelines.

Sebagai bagian dari strategi pemasaran online, kini banyak perusahaan yang memanfaatkan jasa bloggers untuk mereview produknya. Sebagai imbalan terhadap backlink yang diberikan oleh blogger ke website si empunya produk, maka blogger akan mendapatkan produk tersebut secara cuma-cuma. Namun, untuk memastikan bahwa content yang ditulis itu berguna bagi pembaca/pencari informasinya dan juga sejalan dengan Google Webmaster Guidelines, maka berikut adalah himbauan bagi kedua pihak, baik bloggers atau pemilik produk. 
Point pertama yang diberikan si 'Mbah' adalah:

1. Use the nofollow tag where approriate [Gunakan link 'nofollow' pada tempatnya [di mana perlu].

Yup, biasanya klien atau pemberi job review mengharapkan backlink kategori 'dofollow' yang akan menuju ke website tujuan, social media tujuan, halaman tertentu dari web tujuan, atau pun aplikasi tertentu yang mereka targetkan yang ada di app store.

Sementara, di sisi aturan Google, malah disarankan untuk tidak menggunakan link 'dofollow' dalam meresponse permintaan di atas, melainkan cukup dengan menggunakan link 'nofollow'. Jadi, dalam segi link, tetap masih ada link yang akan menuju ke external link tujuan, namun efeknya sudah berbeda.

Lalu, sebenarnya link dofollow dan nofollow itu piye toh? Bedanya apa gitu, lho?

Antara dofollow dan nofollow link.

Link adalah sebuah kata atau rangkaian kata pada sebuah situs yang terhubung ke halaman di situs lainnya [external link] ataupun salah satu halaman pada situs itu sendiri [internal link].

Dofollow link adalah link yang dituliskan dengan format html berikut;


atau pada mode compose akan dapat dilakukan seperti ini:

dofollow link

Link ini oleh google akan dipandang sebagai sebuah link yang harus diperhitungkan sebagai sebuah point bagi halaman tujuan, yang nantinya akan diakumulasikan dengan backlink lainnya yang sudah dihasilkan oleh situs tersebut, serta google juga akan melihat darimana saja backlink itu berasal.

Nofollow link, adalah sebuah link yang ditulis dengan format html:


atau pada mode compose dapat dilakukan dengan cara mencentang "add 'rel=nofollow' attribute seperti pada image di bawah ini.

cara bikin nofollow


Nofollow link oleh google hanya akan dipandang sebagai sebuah link yang tidak perlu tindakan lebih lanjut. Nofollow berarti tidak perlu diikuti atau dirambati (crawling). Google tidak akan menghitungnya sebagai sebuah point, meant nothing to google ataupun search engine. Etapi, walo begitu, nofollow link tetap akan memiliki pengaruh dalam tingkatkan traffic sebuah situs kok.

Gimana, Sobs? Mudah-mudahan udah tercerahkan yaa? Mari lanjut ke poin nomor 2 himbauan si Mbah, yuk!

2. Disclose the Relationship

Yup. Disclose the relationship. Cantumkan catatan singkat pada backlink yang kita berikan agar pembaca tau bahwa tulisan kita ini bersponsor, sehingga pembaca jelas dan bisa memutuskan untuk lanjut membaca or just leave it there and go. Pencantuman catatan ini bisa dituliskan di mana saja pada bagian artikel, namun dihimbau akan lebih baik jika dituliskan di bagian awal paragraf.

Kalo aq sih, menuliskannya di samping backlink yang aku berikan. Contohnya ini, nih.

Contoh sisipan backlink klien, dan pernyataan author terkait point disclose the relationship
Pada contoh di atas, terlihat kata JD Indonesia adalah link yang merujuk ke website JD Indonesia, dan di dalam tanda kurung aku sisipkan keterangan bahwa itu adalah sponsored post, dengan keterangan 'refers to disclosure' di mana pada kata disclosure aku rujuk ke page disclosure pada blog ini.

Jadi, kalo menurutku sih, membuat halaman khusus untuk disclosure itu penting banget, baik bagi blogger pemula atau pun blogger yang sudah malang melintang di dunia maya. Masih bingung bagaimana membuat halaman disclosure? Boleh kok lihat-lihat, copy dan modify my disclosure page. 

3. Create compelling, unique content

Ciptakan konten yang menarik dan unik. Konten yang unik dan menarik, sudah pasti akan memberikan tampilan dan nilai tambah tersendiri. Selain terhindar dari 'tuduhan copas' atau duplicate content, juga pastinya konten yang menarik dan unik akan menarik pembaca untuk berkunjung kembali ke halaman demi halaman web/situs kita.

Antara Himbauan Google dan Permintaan Klien untuk Tugas Job Review

Nah, ini! Gara-gara himbauan di atas, dunia perbloggeran misah misuh. Pastinya para blogger tak ingin donk terkena tilang oleh si Mbah. Ga mau donk jika blog tersayang, tiba-tiba tidak lagi terindeks gara-gara melanggar aturan yang berlaku. Dan ini artinya kita kudu patuh pada ketiga poin di atas. Yang paling sulit adalah dalam mempertemukan himbauan google dan permintaaan klien. Si Mbah maunya link yang kita berikan di dalam job review adalah berbentuk nofollow, sementara si klien maunya dofollow. Duh, dilema banget kan?

Lalu kita harus bagaimana ini? Pertanyaan di atas pun mengemuka. Ada yang menjawab, ya turuti aja si Mbah. Tolak para klien yang kekeuh maksain dofollow. Hm, ga gampang sih. Jika ditolak, artinya kesempatan dapat duit jadi melipir ke pinggiran. Hehe.

Kalo aku sih, mencoba untuk bernegosiasi dengan klien. Beri link himbauan google di atas kepada klien dengan harapan mereka bisa mengerti, bahwa menggunakan link dofollow untuk tulisan bersponsor atau job review itu bukan hanya membahayakan blog/blogger, tapi juga berkemungkinan memberikan nilai buruk [blackhat SEO] bagi situsnya klien.

Jika si klien itu ga mau dengar atau tidak sepakat, aku akan coba lihat dulu besaran nilai yang ditawarkan oleh si klien. Hihi, teteup, blogger matre. Jika hanya 100 - 200 ribu, lalu minta link dofollow untuk tayang selamanya, maka aku akan langsung minta maaf karena tidak bisa mencapai kesepakatan untuk lakukan job review. Ya iya lah, udah bayarnya cetek gitu, mintanya ketinggian pula, dofollow. Kalo blog kita kena tilang si Mbah, siapa yang tanggung jawab? Mungkin belum rezeki. Gitu aja sih. Etapi, jika si klien berani ngasih nilai lebih, di atas 500 ribu misalnya, maka aku akan coba nego, bahwa sponsor postnya akan dofollow selama sebulan atau dua bulan, setelah itu nofollow. Jika klien ok, maka deal, jika tidak ya good bye. :). Belum rezeki.

Untuk tulisan yang bukan sponsored post, amankah dofollow itu?

Aman donk! Kan dalam himbauan di atas jelas-jelas dikatakan bahwa itu adalah himbauan bagi bloggers dan pemilik produk/klien agar jelas dalam melangkah sehingga tidak terkena sanksi dari Google. Bahwa untuk tulisan review/berbayar, anchor text atau kalimat yang mengandung backlink itu harus diberi pernyataan bahwa itu adalah sponsored post dan dilink ke halaman disclosure.

Lalu, untuk tulisan-tulisan yang tidak berbayar, misalnya kita ingin ngereview dengan secara sukarela blog teman, atau mempromosikan halaman web teman kita dengan memberikan backlink bagi blognya, misalnya saja seperti dalam agenda Arisan Link-nya Blogger Perempuan, maka link dofollow yang kita cantumkan tidak perlu disclosure. Kan tidak berbayar. Jadi ga perlu takut akan ditilang oleh si Mbah. Si Mbah juga paham kok dengan tulisan kita itu.

Untuk program afiliasi, kudu pake dofollow atau nofollow?

Nah, kalo ini sih, biasanya klien cukup bijak dengan meminta kita gunakan nofollow link saja. Lagian kan program afiliasi, kita baru dapat bayaran jika apa yang kita campaign itu menghasilkan konversi atau transaksi melalui link afiliasi kita. Jadi biasanya sih, pihak afiliasi juga tidak meminta kita untuk pasang link yang dofollow kok.

Nah, Sobats, semoga tulisan panjang ini bisa sedikit mengikis rasa bingung atas himbauan si Mbah yang rilis tanggal 11 Maret 2016 kemarin itu, ya! Terutama tentang dofollow or nofollow link-nya itu. Finally, semuanya terpulang kembali kepada kita masing-masing, sih. Itu kan hanya himbauan, terserah kita dalam mengambil keputusannya. Kalo kata aku sih, yuk kita bijak menentukan langkah, agar blog tersayang tetap mengudara, bermanfaat bagi pembaca dan juga mendatangkan rupiah atau bahkan dollar bagi kita, sang pemilik dan pengelola blog tersayang. Keep the fire and happy blogging, Sobs!

catatan kecil,
Al, Bandung, 25 March 2016



Read More
/ /
Ini adalah postingan lama, Tentang bahagia yang sebenarnya sederhana. 

Sebuah kenangan yang hari ini melintas di jiwa, dan secara perlahan merebak menjadi sebuah kerinduan. Kerinduan akan masa-masa indah tak terencana, yang sebenarnya bisa digapai dengan sederhana. 

Kerinduan akan bahagia yang sering tercipta, di sela ruang waktu yang saat itu malah begitu sempit dan berbatas jarak. 

Semoga, akan ada masanya untuk terulang. Read more


Read More
/ /
Peralatan Rumah Tangga Branded Harga Bersahabat


Hari gini, kayaknya semua orang butuh mesin cuci, deh. Tak hanya mesin cuci sih, di udara yang semakin panas ini, kulkas dan AC telah juga menjadi barang kebutuhan yang paling dibutuhkan oleh setiap keluarga atau rumah tangga. Ya..., walo tidak semua rumah tangga sih, namun bagi yang mampu [rumah tangga kelas menengah ke atas], pasti akan mengusahakan ketiga peralatan rumah tangga ini demi memenuhi kebutuhan dan kenyamanan hidup.

Mesin cuci, sudah jelas untuk membantu pekerjaan cuci mencuci yang menyita waktu, apalagi bagi para ibu bekerja atau wanita karir yang tidak memiliki IRT. Kulkas, pastilah untuk mempertahankan kualitas buah, sayur dan makanan-makanan lain yang memang butuh ditempatkan di tempat bertemperatur rendah. Sementara air conditioner atau AC, pastinya untuk menyejukkan udara, yang semakin meningkat suhunya akibat global warming yang meningkat tajam.

Dan bicara tentang ketiga peralatan rumah tangga (big home appliances) di atas, aku punya cerita menarik nih. Tentang proses membantu teman yang baru pindahan dari Aceh ke Jabodetabek, tepatnyake Kota Tangerang. Dari segi temperatur udara, kedua daerah ini memang sama panasnya. Sehingga, kebutuhan akan AC dan kulkas, jelas tidak bisa dikesampingkan. Dan sebagai teman yang baik, yang juga sudah lebih dulu menjejakkan kaki di belantara Kota Jakarta ini, wajar banget donk jika si teman tadi meminta waktuku untuk menemaninya belanja ketiga barang tersebut. Mesin cuci, kulkas dan AC.

Pastinya ini akan menyita waktu. Dan berbelanja di Jakarta ini ga asyik banget, ga seperti di Aceh, yang cukup mengemudi sepuluh atau dua puluh menit, maka kita akan tiba di lokasi target area/pasar yang kita tuju. Nah, kalo Jakarte? Ampyuun dije, deh. Memang sih, ngajaknya hari Sabtu atau Minggu, saat aku libur kerja. Tapi, justru di hari weekend ini, banyak juga orang-orang yang berbelanja kan?

Tapi demi teman, ya sudah deh. Kudu ditemani donk, ah! Dan Minggu kemarin, akupun berkunjung ke rumahnya. Tak lupa menjinjing Macsy, si Macbook sexy tercinta. Bukan..., bukan mau ngeblog, tapi aku punya rencana lain nih, Mantemans. Daripada menembus kemacetan kota dan menghabiskan waktu yang bakalan akan seharian, mending aku mengajaknya menjelajah dan mencari barang-barang yang dibutuhkannya itu di plaza virtual.

Dan, saat kuutarakan niat itu, tanggapan refleksnya panjang menjuntai.
'Elu yakin, Al? Memangnya aman berbelanja barang-barang gede gini secara online? Apa mereka bisa ngirim ke lokasi kita? Ini harganya juta-juta lho! Kalo cuma pakaian, ga papa sih, barang ga dikirim, anggap hilang aja. Nah ini?"

"Yakin donk. Kita kan enggak belanja di sembarang tempat. Ada beberapa situs belanja online  terpercaya yang bisa kita jajaki. Kita tinggal klak klik, cari barang branded dengan harga bersahabat. Kalo ga nemu, baru deh kita berangkat ke pasar terdekat. Gimana?"

Dan anggukan kepalanya seraya menarik kursi untuk duduk di dekatku, langsung mengarahkan jemariku untuk mulai menjelajah. Berkunjunglah kami ke beberapa pasar virtual ternama. Barang yang diminati oleh temanku pun terpampang cantik di sana, lengkap dengan harga dan deskripsi produk serta rincian cara berbelanja.


Terlihat cantik, harga bersahabat, dan bergaransi. Namun, tentu kita tak langsung memutuskan beli donk, sebelum comparing dulu dengan harga di situs belanja online lainnya. Hingga akhirnya, temanku jatuh hati pada sebuah mesin cuci, sebenarnya sama dengan yang ada di online shop yang kami kunjungi sebelumnya sih, tapi di JD Indonesia [sponsored post, refers to disclosure] harganya lebih murah dibandingkan di pasar virtual sebelumnya. Dan yang namanya emaks irit, ya pasti nyarinya yang berkualitas dengan harga yang lebih murah donk. Maka..., satu item pun masuk ke keranjang belanja. Asyiiik.





Lanjut jelajah, muter-muter lagi ke situs online shop sebelumnya, lihat-lihat kulkas dan AC. Dan lagi-lagi, akhirnya ternyata yang sedang ngasih harga lebih irit itu adanya di situs belanja online yang satu ini, nih!


Jadilah tiga item masuk ke keranjang belanja, dan temanku yang tadinya agak was-was gimana gitu untuk lakukan pembayaran, malah jadi yakin setelah kuingatkan bahwa aku sering berbelanja online dan semua pesanan sampai dengan selamat pindah ke rumah.

Etapi..., wait a moment. Harus cek dulu donk JD available delivery-nya sudah seluas mana. Jangan nanti udah happy, ternyata JD bisanya cuma nganterin di wilayah Jakarta doank. 

Dan bener saja, jangkauan delivery JD, khusus untuk big home appliances, sementara ini memang baru mencakup Jabodetabek aja sih, tapi kalo untuk produk-produk lainnya, mereka sudah mampu menjangkau seluruh Indonesia, bahkan free ongkir, lho! Keren yak?

Kulihat temanku manggut-manggut dan tersenyum girang, menyadari bahwa untuk pemesanan ketiga produk yang diinginkannya itu bisa diantarkan ke Kota Tangerang. Iya lah, kan masuk lingkup Jabodetabek. Jadilah proses pembayaran disempurnakan, happy smiling brightens her face and can’t wait to have the big home appliances arrive home. Yup, pasti ga sabar dan agak-agak gimanaaa, tuh! Hehe. 

Oya, semoga ke depannya layanan delivery-nya bisa lebih luas lagi jangkauan pengirimannya, ya, karena ada beberapa barang peralatan rumah tangga (big home appliances) yang ingin aku order nih untuk hadiah bagi nyak-babe yang tinggal di Bandung. J

Sekedar sharing,
Al, Margonda Residence, 16 Maret 2016


Read More