Archive for February 2016
Menu
/ /
Yup, meninju dokter yang sedang memberikan treatment pada kita, tentu tak seorang pasien pun merencanakannya. Ini bukan bercanda, tapi kejadian benaran gara-gara refleks akibat si dokter yang sedang memberikan treatment malah menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada si pasien. Lho, kok bisa? Emang ada gituh?
Ada! Dan akulah si pelakunya. Hehe.

Ih, kok bisa? Gimana critanya, sih, Al, sampe mukulin dokter gituh? 

Hehe, sungguh, itu terjadi sangat refleks. Beneran, deh! Sama sekali ga ada niatku untuk memukul sang dokter. Wong tujuan berkunjung ke situ adalah untuk mendapatkan bantuan, bukannya untuk mukulin orang, apalagi sang dokter. Jelas ga ada niat kan? Etapi, mau gimana lagi, habis, dokternya sih, keterlaluan!

Eits, bukan, bukan pelecehan. Tapi dokternya Oon!

Jadi critanya gini, nih, Sobs! Waktu itu, kira-kira tahun 2010 deh kayaknya, lupa-lupa ingat, tapi yang jelas, saat itu suami masih tinggal dan bekerja di Kuala Lumpur, sehingga aku sering banget deh bolak balik KL - Banda Aceh setiap bulannya. Nah, karena negeri jiran juga dikenal sebagai negeri yang canggih dalam bidang kesehatan dan kedokterannya, maka aku pun memutuskan untuk melakukan bongkar pasang implant KB di sana. Itu lho, implant yang dipasang di salah satu lengan. Nah, sudah waktunya implantku itu dibongkar untuk diganti yang baru. Maka kami pun memutuskan untuk melakukannya di salah satu klinik kece di Kuala Lumpur.

Berkunjunglah kami ke sana. Berkonsultasi pada salah satu dokter tampan, asli India. Yes, mirip-mirip bintang film siapa gitu, lupa namanya. Nah, senang donk ditangani oleh si dokter tampan. Apalagi bahasa Inggrisnya juga oke punya. Maka kami pun berkonsultasi dengan apik. Hingga kemudian, aku diminta untuk duduk [ga perlu berbaring] di atas bed pemeriksaan. Lalu si mas dokternya mulailah melakukan treatment. Sempat dianestesi berupa satu injeksi di lenganku, waktu itu. Dan entah kenapa, aku yakin bahwa dosis ini tak akan cukup untuk membuat lenganku kebal dan ga akan merasakan irisan pisau yang dengan tajam mengiris lenganku.

Benar saja, irisan pisau terasa banget mengiris lengan, dan aku pun meringis. Kucoba bertahan, sambil mengatakan bahwa obat biusnya belum bekerja maksimal. Kuceritakan padanya bahwa aku pernah dibius lokal saat menjalani bedah caesar, melahirkan Intan, tapi bius lokal tak bisa berfungsi sempurna, sehingga akhirnya aku dianjurkan untuk menerima bius total. Si dokter manggut-manggut dan mencoba menambahkan anestesinya. Lalu, beberapa menit kemudian, dia mulai mengutak-atik lenganku kembali, setelah terlebih dahulu menanyakan apakah lenganku mulai tak berasa? Dan sepertinya sih iya. Terbukti dari tidak terasa lagi kala dia membedah ulang lenganku, mencari dua implant sebesar lidi yang dua tahun sebelumnya ditanam di sana.

Etapi, tak lama, kok obok-oboknya itu mulai menimbulkan nyeri. Aku yang memang tak begitu tahan sakit, mulai meringis. Suamiku paham benar reaksi itu. Tapi si dokter, ya ga ngerti donk. Dia terus saja mengobok-obok, ibarat orang mencari jarum di dalam jerami. Diobok-oboknya sayatan yang terbentuk itu, semakin dalam, padahal aku sudah meringis bahkan mengaduh, mengatakan bahwa semua itu menyakitkan. Tapi sepertinya dia begitu terobsesi untuk menemukan implant itu. Lu kira ini game menemukan harta karun?

Refleks, akibat jeritanku tak digubrisnya, aku melayangkan pukulan tangan kiriku ke wajahnya. Sungguh, ayunan itu tak pernah kurencanakan! Hanya perintah otak ke tangan kiriku dalam rangka menyelamatkan lenganku yang semakin sakit. Bekerjasama dengan suara keras 'Doc, you hurt me so much, stop it!', maka tinju kiriku mendarat telak di wajah sang dokter yang begitu bernafsu mengobok-ngobok lenganku.

Kebayangkan, Sobs, betapa kaget dan terpananya si dokter kece? Hahaha. Lebih kaget lagi suami eikeh donk, cyin! Menyadari apa yang sedang terjadi, dia langsung mendekat, dan serba salah, ingin memperhatikan siapa terlebih dahulu. Menanyakan keadaan istrinya yang menangis-nangis atau minta maaf ke dokternya. Haha.

Baca Juga : Menjambak Rambut Setan

Si dokter tak kalah kagetnya. Terpana, tapi cepat juga reaksinya. Kukira dia akan marah, tapi ternyata malah segera minta maaf melihatku menangis kayak anak kecil. Responsif, dilapnya darah yang mengalir dari lenganku dengan kapas, dan mencoba menghentikan pendarahan itu. Aku tak berhenti menangis, karena memang sakit banget. Dia semakin bersalah, apalagi aku memarahinya. 'You should told us if you are not able to do that! Just told us, not to continue it!'

Si dokter makin ga enak donk. Minta maaf sambil memperban luka lengan akibat irisan dan obok-oboknya. Suamiku meminta agar treatment dihentikan saja, dan si dokter semakin merasa bersalah dan terlihat oon. Lalu kami memutuskan untuk pulang setelah terlebih dahulu minta maaf pada si dokternya. Bagaimanapun, tinjuku yang melayang ke pipinya itu, pasti sakitlah! Haha. Di jalan, suamiku tak habis pikir, kok bisa-bisanya otakku begitu refleks, melayangkan tinju ke orang tak dikenal seperti itu. 'Ih, Umi, tuh, ya! Ck..ck..ck, untung dokternya ga marah.'

'Eh, marah? Umi donk yang harusnya marah. Dasar dokter Oon! Enak aja mau marah! Kita harusnya menuntutnya tadi, bukannya malah minta maaf dan pulang. Harusnya malah ga perlu kita bayar dia ituh!' Semprotku. Suamiku hanya menggeleng-geleng kepala. Mungkin heran, dan bergumam dalam hati, serta berdoa, ya Tuhan, janganlah sampai aku kena tinju suatu hari nanti. Haha.

Kalo Sobats, pernahkah melalukan hal refleks seperti ini? Sharing donk di kolom komentar.

Sekedar Catatan,
Al, Bandung, 19 Februari 2016
Read More
/ /

14 Februari - Hari Ketuk Palu. Yup, jika sebagian besar penduduk dunia merayakan tanggal 14 Februari sebagai hari Valentine, maka bagiku, justru kebalikannya. Selain memang kami tidak menerapkan tradisi perayaan hari Valentine di budaya keluarga kami, dan menyambut tanggal 14 Februari sebagai hari biasa saja, maka sejak tahun 2008, aku membubuhkan tanda lain pada setiap tanggal 14 Februari. Yaitu hari istimewa di mana palu hakim diketuk tiga kali sebagai pertanda permohonanku untuk menurunkan nahkoda dari bahtera kecil kami, dikabulkan oleh Bu Hakim. Alhamdulillah. Aku dan ayahnya Intan resmi berpisah, setelah perjuangan panjang sekitar 8 bulanan harus aku tempuh dalam rangka upaya melepaskan diri. Kisahnya pernah aku tuliskan pada tulisan ini.

Cinta memang unik, seperti kisah yang aku tulis pada tulisan cinta oh cinta ini, beberapa tahun menjadi saat yang begitu indah, namun di tahun berikutnya malah jadi beraura neraka. Bukan! Jangan salah menilai dulu, aku yakin, setiap pasangan, sebelum beneran maju ke meja persidangan dan ajukan perpisahan, tentu sudah berdialog/diskusi panjang terlebih dahulu. Keduanya tentu sudah menganalisa, membuat SWOT analysis untuk sampai pada keputusan perpisahan. He and I also did it. Memang sih, dia tak ingin berpisah, tapi aku ingin pake banget! Karena memang sudah tak ada lagi yang bisa diperjuangkan dan dipertahankan.

Maka, mengajukan gugatan perpisahan adalah jalan keluar terbaik dari prahara yang melanda. Ga kasihan anak, Al? 

Justru kasihan anak  jika pernikahan ini dipertahankan. Kasihan mentalnya jika harus bertumbuh di dalam lingkungan rumah tangga yang sudah tak lagi sejalan. Kasihan Intan jika harus bertumbuh di dalam prahara yang terus berkepanjangan.

Maka, kutempuh langkah itu, dan setelah perjuangan panjang, akhirnya tepat pada 14 Februari 2008, palu hakim diketuk sebagai pertanda berakhirnya masa jabatan sang nakhoda, dan aku pun mengambil alih kemudi.

Kalo Sobats, adakah tanggal 14 Februari sebagai tanggal istimewa? Cerita yuk di kolom komentar.

Sekedar catatan,
Ditulis di dalam bus, otw Bandung-Margonda.
Al, 14 Februari 2016. 


Read More
/ /

Aha! Sesuai janji, maka hari ini, mumpung lagi jenuh karena kudu bedrest terus akibat terpapar si virus Varicella Simplex [cacar air], yuk, kita belajar cara bikin sendiri stiker untuk telegram. Pasti banyak yang penasaran kan, gimana sih itu, stiker bisa nemplak nemplok cantik di room chat? Pake foto wajah sendiri pulak? Atau malah foto anak tersayang, atau kekasih hati. Ihiiy!

Udah coba search di rumah si Mbah dan hasilnya seragam, yang malah satu dua artikel ditranslatekan asal jadi menggunakan google translate, yang malah ujung-ujungnya bikin bingung, tanpa hasil yang mencerahkan? Hihi.

Oke, yuk, biar ga panjang-panjang mukadimahnya, kita langsung ke tutorial ala Alaika Abdullah, yuk!

Yang dibutuhkan untuk membuat Sticker

1. Beberapa buah foto diri, baik color picture, cartoon diri, manga atau apapun yang ingin kita jadikan sticker.

2. Rangkaian kalimat yang sesuai keinginan untuk masing-masing gambar.

3. Aplikasi olah foto, aku sendiri menggunakan photoshop.

Berikut adalah beberapa image dasar [belum diolah] yang aku siapkan untuk membuat sticker.



Hihi, imut ya image2nya. Jangan tanya bagaimana membuatnya ya, Sobs, karena gambar-gambar di atas itu dibuat pada masa jaya-nya Line Sticker dulu. Sekarang sih udah ga ada lagi aplikasinya. Ga tau deh, kenapa Line ga menerbitkan lagi. Nah, waktu itu aku bikinnya langsung bikin ke dalam format jpeg, jadi ga bergantung lagi pada aplikasi onlinenya. Jadi saat diperlukan masih gampang utak atiknya.

Mari Membuat Sticker.

Ada 3 tahapan/langkah untuk membuat stiker sendiri for our telegram.

1. Utak atik dan finalisasi image di Photoshop
2. Kirim ke Mr. Bot-nya telegram
3. Add link sticker yang dihasilkan Mr. Bot ke telegram kita.

Yuk, langsung ke langkah pertama, ya!

1. Langkah Pertama : Utak atik dan finalisasi image di Photoshop

- Buka dulu aplikasi Photoshopnya di kompi. Ya iyalah, masak buka photoshop di android?

Aplikasi Photoshop
Jendela Photoshop yang baru dibuka

Import image yang mau kita utak atik, dengan klik File, Open, lalu pilih image yang mau diimport ke photoshop. Kalo aku, yang ini, nih! 



Bikin 'selection' dengan menandai bagian-bagian yang ingin kita keep /pertahankan dengan cara menggunakan 'pen tool' selection. Bisa juga sih menggunakan selection tool lainnya, tapi kalo aku lebih asyik pake pen tool ini, Sobs!

Lalu mulailah membubuhi titik demi titik, dari awal bagian yang ingin kita keep [titik A], hingga ke titik akhir [titik A lagi]. Jika ada yang salah tarik titik-titiknya, tinggal klik history dan kembali ke layer yang diinginkan. 

Bingung di mana history? Coba perhatikan baik-baik gambar di bawah ini, ya! Yang udah mastah/mastih photoshop, boleh banget nih bantuin jelasin. Okeh?


Setelah titik demi titik terhubungkan, hingga titik B terhubung ke titik A kembali, maka double klik dan pilih 'make selection'. Maka, akan terlihat lah bingkai garis putus2 yang bergerak, yang menandakan kita sudah menyeleksi gambar yang ingin kita keep tadi. 

Biarkan dulu seperti itu, kini lakukan Ctrl N [perintah untuk membuat New Layer/File]. Akan muncul sebuah jendela, dan pastikan ukuran dari layer baru ini adalah 512 x 512. Itu adalah ukuran gambar yang diminta oleh Mr. Bot dari telegram. Jadi jangan kurang dari itu, ya!


Tekan OK, maka kita akan berada di layer baru akibat dari aksi CTRL N tadi. 

Seperti ini layeru barunya. 
Arahkan kursor kembali pada layer di mana gambar yang kita make selection tadi berada. Jangan lupa, pindahkan posisi kursor dari pen tool ke move tool [yang paling atas kiri], agar kita bisa memindahkan gambar yang sudah kita seleksi tadi ke layer baru. 

Seret atau drag selection kita tadi ke layer baru, perhatikan sampai si layer baru muncul di layar, dan selection kita menempel di layer baru. Jika sudah, atur dan sesuaikan ukurannya. Gampang banget, tinggal dibesarkan atau kecilkan gambarnya. Jangan lupa, agar gambar tetap proporsional, saat membesar-kecilkan gambar itu, tekan tombol shift dengan tangan kiri, sementara tangan kanan membesar-kecilkan gambarnya. Agar gambarnya tidak peyang saat melepas kursor, lakukan antisipasi ini. Lepaskan tangan kiri dari tombol shift terlebih dahulu, baru kemudian lepaskan tangan kanan dari kursor. 

Setelah dipindahkan selection-nya ke layer baru
Biar cakep, pinggiran gambar yang baru kita potong itu kita kasih 'stroke' ya, biar ngebingkai agar cantik. Caranya? Hm, pada tulisan layer tuh sebelah kanan, double klik, akan muncul pop up window di mana pilihan stroke nanti ada untuk kita centang. Centang deh tanda stroke itu, dan sesuaikan warnanya. 

Tambahkan kalimat [Text]nya dengan membawa kursor pada 'T' di sebelah kiri layar, dan ketiklah kalimat yang kita inginkan. Kalo dalam gambar ini, aku menggunakan tiga layer untuk merangkai kalimatnya. Seperti ini, Sobs!


Nah, setelah gambarnya jadi, kita simpan dalam format PNG [sesuai permintaan mr. Bot], simpan juga dalam format aslinya yaitu psd agar kalo mau kita utak atik lagi, gampang. Cara mudahnya adalah, Ctrl klik semua layer yang aktif, baru tekan CTRL E, tujuannya untuk menyatukan semua layer untuk disimpan di satu file. Yup, save as dalam format PNG untuk Mr. Bot. 

Nah, gimana, Sobs, untuk langkah2 ini, mudah-mudahan berhasil diikuti dengan baik, ya! Kalo ga berhasil juga, minta bantu teman dulu deh bikin image finalnya, baru kita kirim ke mr. Bot. 

2. Langkah Kedua: Kirim rangkaian image final ke Mr. Bot.

Ok, setelah selesai finalisasi image, barulah kita pedekate dengan Mr. Bot. Tenang, robotnya baik kok. Malah sok cool, kalo kata akuh sih! Haha. Terus Mr. Bot itu, duduknya di mana, Al?

Sebenarnya, Mr. Bot itu ada di dalam kontak kita. Menggunakan username: @stickers , dan jika memerlukan bantuannya, maka kita tinggal open chat khusus untuk Mr. Bot. So, are you ready? 

Kita mulai, ya! 

Pilih kontak atau pada tanda pinsil di samping kanan laman telegram, klik tanda pinsil itu. Muncul daftar kontak, kan? Pada kolom search, masukkan username @stickers dan terbukalah kolom chat untuk berdialog dengan Mr. Bot.

Ada baiknya, untuk hasil maksimal sih, gunakan telegram via web [web.telegram.org] untuk ngobrol sama Mr. Bot dan bikin stickersnya, biar cepat dan jauh lebih asyik.


Untuk memulai paket sticker baru, maka pilih 'newsticker' pada tanda slash [/] yang terletak di samping icon smiley itu. Karena aku sudah punya paket sticker pribadi sebelumnya, maka aku memilih opsi 'addsticker' seperti yang terlihat pada gambar di atas. 

Ga masalah sih, petunjuk yang diberikan oleh Mr. Bot cukup jelas kok. Nah, setelah kita pilih newsticker atau addsticker, maka selanjutnya kita akan diminta oleh Mr. Bot untuk memberikan icon smiley, pilihlah icon yang kita mau, kalo aku sering memberikan icon smile [senyum], biar, iya donk, kan biar adem. Hihi.

Setelah si bot menerima icon smiley dari kita, maka dia akan minta kita untuk upload image. Nah, uploadlah image yang tadi sudah kita siapkan. Ingat ya, ukuran image adalah 512 x 512 pixel, dan ukuran file ga boleh lebih dari 350 KB. 

Kalo lebih Mr. Bot langsung nolak kayak gini nih! 



Jadi usahakan agar ukuran filenya sesuai yang diminta oleh Mr. Bot, ya, Sobs! Soalnya dia keras kepala juga tuh, ga mau terima walo bolak balik kita kirimin file yang sama dan diluar ukuran yang dia minta. Haha.

3. Menambahkan Sticker ke Telegram

Nah, setelah image diterima oleh Mr. Bot, maka langkah selanjutnya adalah tinggal tunggu sticker diproses dan dikirim balik ke kita dalam bentuk link. Klik link itu, dan begitu terbuka, akan ada opsi, add to sticker, maka langsung deh add ke sticker. Boleh juga dishare ke temen atau handai tolan kalo ingin pamer. Hehe. 



Eh, sticker itu letaknya dimana? Hah? Masih nanya? Ini lho, yang bentuknya kayak lingkaran yang bagian atasnya sobek. Kalo di web, stickernya ada di bagian chat, berbentuk icon smiley. 

Okeh, selamat mencoba yaa, semoga berhasil! Kalo ga bisa bikin imagenya, minta tolong adik, anak, ponakan atau siapa aja yang bisa deh! Untuk bikin stickernya, kudu bisa sendiri, kan dibantuin oleh Mr. Bot! 

Tutorial ala Alaika Abdullah
Bandung, 12 Februari 2016



Read More
/ /

aplikasi chatting

Telegram sebenarnya sih bukanlah aplikasi baru, melainkan sebuah aplikasi chating yang sudah lumayan lama dikembangkan. Aku sendiri pada awalnya ga ngeh akan aplikasi telegram ini, sih, sampai suatu ketika, teman-teman di grup buzzing, ngajak pindahan dari WA ke telegram. Nah, akhirnya duduk manis lah si telegram di hapeku yang saat itu masih menggunakan Oppi [OPPO find 5 mini] kesayangan. Sibuklah kami berinteraksi di telegram, namun karena tak banyak yang menggunakannya dan juga kapasitas hape masih cetek banget, akhirnya aku memilih untuk meng-uninstalling aplikasi ini, dan memaksimalkan 4 aplikasi chat yang aku benamkan di my smartOppi. Ke 4 aplikasi chatting yang aku pakai adalah whatsapp, line, FB messenger dan BBM. Cukup. Sekali2 online di skype kalo lagi perlu ngobrol dan video call.

Terus pindah hape, ganti ke yang kapasitasnya lebih gede, aku masih belum tertarik untuk re-install si telegram, karena masih asyik dengan whatsapp dan line. BBM kadang-kadang, juga FB messenger. Hm. But...? Tadi pagi, baca info dari MakPon Mira Sahid, bahwa whatsapp grup KEB akan ditiadakan dan mandah [pindah] ke telegram, karena bisa memuat kapasitas anggota yang lebih banyak, juga memiliki fitur2 yang lebih ok punya. Wow! Plus pula, tadi pagi dicolek oleh Neng Efi Fitriyah jika aku ingin bergabung ke grup baru itu atau tidak. Ya, pasti mau banget lah! Maka, sambil nongkrong di toilet, hihi, sambil installing si telegram deh ke my smartAndro, yang ternyata sekarang udah berkembang jauh lebih oke lho!

Apaan sih Telegram itu, Al? 

Masih ada yang nanya? Hihi. Yang udah mastah/mastih, postingan ini boleh langsung di skip yaa, bagi yang masih baru dengar, yuk, kita obrolin di sini yuk!

Jadi, Telegram adalah aplikasi chatting/messenger yang pada dasarnya hampir sama dengan messenger lainnya, digunakan untuk berkirim pesan, gambar-2, video dan juga dokumen. Iya, dokumen. Tapi..., lebih dari itu, telegram punya beberapa kelebihan lain yang bikin wow, lho! Salah satunya adalah bisa digunakan untuk melakukan kirim pesan rahasia, lho! Ho oh! Nah, ini yang kudu dicatet, terutama untuk yang punya banyak rahasia dan suka rahasia-rahasiaan, bisa nih, lirik telegram. Hehe.

Untuk lebih detilnya, perhatikan deh gambar di bawah ini, untuk tau lebih jauh bisa ngapain aja kita di telegram ini.


See? Banyak juga ya? Bisa untuk saling terhubung walo berada pada jarak yang jauh sekalipun, berkoordinasi di dalam big group [member sebuah grup bisa menampung 1000 member lho!], sinkronisasinya asyik, bisa dari device manapun, bisa kirim dokumen dalam tipe apa pun, bisa kirim pesan rahasia [enkripsi], bisa memusnahkan dengan sendirinya pesan rahasia tersebut dalam waktu yang telah kita atur, data kita disimpan di dalam cloud, bisa bikin tool sendiri/stikers, bisa mendapatkan feedback dari customers.

Seru banget, ya? Pantesan telegram saat ini ditengarai sebagai aplikasi paling seru di dalam per-chattingan karena dapat melakukan transfer data dengan ringan, cepat dan mudah serta TIDAK ada iklan. Semoga untuk seterusnya juga tidak ada iklan yaa. Hihi.

Gimana? Tertarik? Atau masih ingin tau kenapa sih kita harus nyoba ini aplikasi? Look at this image deh!


Gimana? Mulai kepo dan pengen segera install? Hehe.

Telegram, ambil dari mana? 

Untuk pengguna android, you may go to playstore and download + install the Telegram. Untuk pengguna ipad/iphone, bisa banget ambil dari sini deh.

playstore


Setelah installing, kita akan diminta untuk memasukkan kode negara dan nomor telepon yang akan kita pake untuk telegram kita. Lalu, sebuah sms akan masuk ke nomor yang kita daftarkan itu, dan jika confirmed, maka automatically, si tele alias telegram will take us in the telegram. 

Masukkan nama depan dan belakang [opsional] untuk profile kita, dan saranku sih, samain dengan nama akun sosmed kita yang lainnya juga, biar seragam, kan branding! Hehe.

Cara Menggunakannya?

Gampil pake bingits! Cari teman2 yang telah menggunakan telegram pada contact list hape kita, dengan cara klik tanpa pinsil pada bagian bawah telegram [lihat gambar di bawah].

Pilih teman mana yang akan kita ajak chat, caranya hampir sama kok dengan aplikasi chatting lainnya.

Opsi Reply untuk copy-paste chat teman

Nah, ini nih yang menarik. Ada banyak fitur kece lho di telegram ini. Yang paling aku suka tuh adalah fitur reply jika kita sedang ngobrol di grup nih, dan deretan chat sudah banyak berderet-deret, sementara kita belum sempat menjawab pertanyaan seorang anggota grup yang ditujukan ke kita, maka kita tinggal balik ke kalimat [chat] si teman itu, kita klik dan pilih opsi 'reply', maka seluruh pertanyaan akan ter-copy [mirip opsi quote pada twitter], sehingga jawaban kita akan jelas untuk pertanyaan yang mana dan dari siapa. Sip kan?


Hal ini juga berlaku untuk chat perorangan ya, jadi ga usah bingung dan penasaran melihat teman-teman di grup kok begitu easy mengcopy dan paste kan kalimat chat seseorang, tanpa harus mengetik ulang, yup, pake opsi reply ajah.

Kirim foto dan data lainnya

Ini juga fitur paling asyik di telegram nih, Sobs! Jika messenger lainnya kita kewalahan kalo ingin mengirimkan file/dokumen, maka melalui telegram kita bisa dengan leluasa mengirimkan aneka info, Cukup dengan menekan tanda file [itu lho, yang seperti clipper kertas ituh] di dekat kolom chat/teks, lalu kita akan diberi ruang untuk mengunggah foto, video, file/dokumen bahkan lokasi keberadaan kita pada lawan bicara kita. Selain itu, telegram juga menyediakan opsi search web image lho! Keren bingit, deh!



SECRET CHAT alias Chat RAHASIA

Aha! Ini dia, nih! Terkadang, kita memang butuh private chat yang tidak bisa dibongkar oleh siapapun, kecuali emang hacker kelas wahid, kali, ya? Hihi.

Untuk memulainya juga gampil banget, kok.

Pada menu telegramnya, pilih New Secret Chat, lalu pilih teman yang akan kita ajak chat. Jika kita ingin mengatur opsi self-destruct timer, juga bisa lho, sehingga pada waktu yang kita tentukan nanti, seluruh percakapan akan didelete sendiri by system/telegram. Jadi aman banget. Caranya juga gampang.



Setting Self-Destruct Timer

Nah, untuk melakukan chat rahasia,
Mulai chat Rahasia. Dari tab Kontak, pilih opsi New Secret Chat kemudian pilih nama teman anda. Setiap pesan yang dikirim di jendela ini akan dienkripsi, yang berarti bahwa tidak ada orang lain akan memiliki akses ke chatting ini. Anda dapat mengirim teks, media dan dokumen seperti chat biasa.
self destruct timer

Ganti Background? BISA banget!
Jika bosan dengan background default si tele, kita bisa banget tuh mengganti tampilan backgroundnya, baik dengan yang sudah disediakan maupun yang mau kita pasang sendiri. Caranya gampang, tinggal main ke 'setting' dan pilih background, lalu pilah pilih deh di situ sesuka kita. Bosen? Upload punya sendiri juga boleh.

Konek Telegram via Web

Terus, apakah telegram juga semudah aplikasi chatting lainnya, Al? Bisa digunakan juga ke PC/web?
BISA BANGET! Caranya juga gampang. Kita tinggal main ke http://web.telegram.org, lalu kita akan diminta untuk memasukkan nomor kode negara dan nomor hape yang kita di mana telegram kita daftarkan. Sebuah code akan dikirimkan ke telegram di hape kita, untuk kita masukkan sebagai password bagi telegram di web. Jika kode yang kita masukkan cocok, maka telegram akan connected, dan kita pun bisa chatting happily, deh! 

Gampang ya? 

Selain di web, telegram juga bisa banget didownload ke kompi, baik yang berbasis windows, mac, atau pun device seperti ipad dan iphone. So, telegram memang dirancang lengkap untuk semua perangkat, deh! Asyiknya!

Well, tutorial ini sudah begitu panjang, semoga dapat dipahami dan bermanfaat ya. Yuk, ah, kita bermain-main dengan telegram! Aku tuh paling suka dengan stiker2 bikinan sendiri yang lucu2, pake foto sendiri, jadi berasa kayak artes deh, ah! Hehe. 

catatan tentang telegram,
Al, 4 February 2016


Read More