Archive for December 2016
Menu
/ /
Pictures taken by:
Lygia Pecandu Hujan
uberMOTOR kini hadir di Bandung, lho!
Yes. uberMOTOR kini hadir di Bandung, lho!
Jika selama ini, aku dan teman-teman di Jakarta begitu terbiasa menyaksikan driver ojek online dengan jaket dan helm berwarna serba hijau, yang melintas bebas menjemput penumpangnya di berbagai tempat secara terbuka, ya, walo ada di beberapa tempat, kehadiran mereka masih dimusuhi, sih. Namun untuk di kota Bandung sendiri, aku jarang sekali melihat pengendara-pengendara ojek online yang berani secara terang-terangan menggunakan atribut serba hijaunya itu. Keberadaan mereka ada di berbagai tempat, sih, namun keberanian menggunakan atribut resminya, masih menjadi hal yang belum aman untuk digunakan, mengingat masih tingginya 'ancaman' dari para ojek pangkalan terhadap layanan mereka yang ditengarai telah dengan sukses mencuri perhatian dan minat calon penumpang.

Hal tersebut, jangan salah, sama sekali tak menyurutkan minat provider ojek online untuk menghadirkan layanannya di kota kembang ini. Setelah dua provider ojek online beratribut serba hijau itu, kini provider yang telah lebih dahulu gemanya familiar di mata dan telinga penggunanya, yaitu uberX dan uberBLACK, hadir di kota Bandung dengan layanan barunya, berupa uberMOTOR, yaitu sebuah layanan ojek online, mengikuti pendahulu-pendahulunya yang beratribut serba hijau itu.

Nah, walo bukan pengguna ojek sejati, namun keberadaan ojek online bagiku adalah sesuatu yang sangat-sangat membantu. Saat ingin berburu waktu, menembus kemacetan kota Bandung yang udah ngalah-ngalahin kota Jakarta, maka menggunakan ojek online sebagai pemintas waktu dan menembus kemacetan adalah pilihan yang kerap aku tempuh.

Kehadiran uberMOTOR  di Kota Kembang, Bandung.

Seorang teman menginformasikan bahwa kini layanan uber tak hanya terbatas pada uberX (mobil) atau uberBLACK (mobil premium), namun kini uber telah membentangkan sayapnya lebih luas lagi dengan meluncurkan layanan uberMOTOR di kota Bandung. Tentu berita ini menarik perhatian, lah, ya?

#BiruItuBandung
Picture taken by
Lygia Pecandu Hujan
Dan kebetulan kemarin tuh, aku harus berburu waktu mencapai terminal bus Primajasa Batu Nunggal menuju bandara Soekarno Hatta. Alih-alih minta antar ayah, aku langsung kepikir untuk mencoba layanan yang baru diluncurkan ini, deh. Apalagi aplikasi ubernya memang sudah lama tertanam apik di android tersayang. Maka, segera deh aku coba order. Namun sayangnya, jika rute perjalanan aku mulai dari rumah, terlihat there is no driver available sekitar daerah tempat tinggalku. Ya, apa boleh buat. Akhirnya teteup aja minta tolong ayah, untuk antarkan sampai ke depan Carefour Kiara Condong. Anggapanku, jika titik penjemputan aku mulai dari Carefour, tentu akan banyak driver uberMOTOR yang available, deh.

Belum berani memakai atribut #BiruItuBandung

Dan, bingo! Bener saja. Ga pakai lama, aku pun sudah dijemput oleh Pak Wahyu, sang driver. Aku tuh udah kepo banget pengen wefie bersama dengan pak Wahyu yang tentunya akan berjaket dan berhelm biru. Kan uberMOTOR tuh warna kebesarannya adalah warna biru. Etapi, sayang banget, ternyata pak Wahyu hadir tanpa atribut. Alasannya adalah takut pada ojek pangkalan. Alasan yang memang sering diungkapkan oleh pengendara-pengendara ojek online lainnya. Hm, aku maklum, sih, makanya ga protes. Cuma sedikit kecewa karena tadinya membayangkan bahwa hari ini aku akan ketemu dengan pengendara uberMOTOR yang beratribut biru seperti slogan mereka yang sedang mengemuka, yaitu #BiruItuBandung. Tapi ya sudah, deh. Yang penting aku bisa segera diantar oleh Pak Wahyu ke tekape, untuk mendapatkan bis yang akan membawaku ke bandara Soekarno Hatta. Dan Alhamdulillah, perjalanan kami berjalan mulus tanpa hambatan dan sampai tepat waktu. Dan saking happy-nya, aku sempatkan diri untuk wefie dulu dengan si Pak Wahyu. Walo sedang tak beratribut #BiruItuBandung, fotonya tetap kece, lho!

Selfie dulu, ah, dengan si akang Mitra uberMOTOR
Zero Fee

Yup, selesai ber-wefie ria, aku pun langsung tanya pada Pak Wahyu, berapa fee yang harus aku bayarkan karena tadinya rate yang harus dibayarkan belum terlihat di layar androidku. Agak sedikit heran juga sih akunya, biasanya kan rate/fee yang harus kita bayarkan tuh muncul dari awal saat kita mengorder, tapi ini kok ga ada rate yang fix ya. Dan ternyata, perjalanan yang kami tempuh tadi, adalah nol rupiah alias zero fee. Ha? Kok bisa, Pak? Tanyaku, yang dijawab oleh Pak Wahyu bahwa saat ini mereka memang sedang promosi, makanya zero fee.

I see. Aha! Pantesan, gratis. Asyik, hehe.

Oya, Sobs, sama halnya dengan uberX ataupun uberBLACK, uberMOTOR bisa kita pesan melalui aplikasi yang tertanam di android maupun ios, baik untuk kita sendiri maupun untuk orang lain (keluarga, teman atau saudara). Jadi ga harus untuk pemilik akun, lho, ya!

Dan Sobs, serunya tuh, dalam rangka memeriahkan campaign #BiruItuBandung, saat ini uberMOTOR juga sedang ngadain foto kontes, lho, di instagramnya. Kepo caranya? Cukup cobain naik uberMOTOR, selfie bareng pengendaranya, dan upload deh ke instagram sobats, mention ke akun instagram maupun twitternya di @uber_IDN Yuk, catet dan ikutan kontesnya, ya! berlangsung hingga 31 December 2016. So, yuk, buruan, lho!

Serunya naik uberMOTOR,
Al, Bandung, 27 December 2016
Read More
/ /
David Budi Wartono
Dr. David Budi Wartono aka dr. Dave

Hello, readers! How are you so far? Eits, jangan langsung terpesona dengan cowok kece pada image di samping, donk! Sabar, atuh. Aku akan memperkenalkannya sebentar lagi. Stay calm, okeh, say? *lirik mantemans cewek. Hehe.

Well, hari ini, aku pengen kenalin kalian dengan cowok tampan di sebelah nih. Bukan artis, bukan! But..., a doctor who learning deeply about anti aging - aesthetic alias seorang dokter yang mendalami anti aging - estetika, yang berkat tangan dan skill-nya, aku jadi lebih banyak tahu tentang how to live healthier dan bisa tetap cantik - awet muda. Aih, emang diapain oleh si dokter kece ini, Al? Operasi plastik?

Ah, tentu TIDAK, donk, ah!

Ok, let me introduce you to this cute doctor. Namanya Dr. David Budi Wartono, biasa kami panggil dengan panggilan dr. Dave. Orangnya? Mungkin yang belum mengenalnya lebih dekat, akan beranggapan bahwa si dokter ini karakternya pendiam, blak-blakan, to the point. Jarang bercanda. Kesan awalku bertemu dengannya sih begitu. Etapi, ternyata, hatinya baik pake banget, lho! Plus..., ternyata orangnya asyik and care banget, lho, setelah kenal beberapa lama. *peace Doc.

Dr. Dave dan DF Clinic.

dr David Budi Wartono
Sebagai dokter yang belajar dan mendalami anti aging dan estetika, jangan heran jika penampakan dr. Dave emang kece dan awet muda. Lihat aja, tuh, Sobs, di usianya yang sudah 38 tahunan, teteup aja terlihat seperti anak muda umur 28 tahunan yak? Atau jangan-jangan malah terlihat seperti anak muda 25 tahunan?

~Cantik dan tampan, tentulah idaman setiap orang~
Baik di usia muda, mau pun keinginan untuk mempertahankan kecantikan/ketampanan ini hingga ke usia senja. Dan uniknya lagi, nih, Sobs, alih-alih mengajak orang-orang untuk beramai-ramai treatment kecantikan di kliniknya, si dokter kece ini justru lebih aktif mempropagandakan pentingnya mengatur pola hidup yang lebih sehat, agar kesehatan jiwa raga jauh lebih terjamin. Agar semakin banyak orang yang menjalankan pola hidup yang sehat, sehingga terhindar dari penyakit dan bisa hidup sehat lebih lama. Wow, mulia banget misinya, ya, Sobs? Dan sejak mengenal si dokter kece ini, terus terang, aku jadi ikut terinspirasi untuk turut serta menggalakkan pola hidup yang lebih sehat. Iya, donk, eikeh kan pengen juga hidup sehat lebih lama, bo'.

DF Clinic.

Klinik DF Utama

Bertempat di jalan Leumah Neundeut No. 10, Sukawarna, Sukajadi, Kota Bandung, Klinik Utama DF beroperasi. Jadi ingat awal pertama main ke sini, bersama beberapa blogger Bandung yang ingin mencoba beberapa treatment yang ada di klinik ini. Namanya manusia, yak, tentu ingin cantik dan kinclong. Jadi ga heran, jika kita langsung pada minta treatment dermabrasi, facial dan macam-macamnya lagi. Etapi, berbeda dengan kebanyakan klinik yang melayani treatment kecantikan lainnya, klinik yang satu ini, TIDAK serta merta meluluskan permintaan pasiennya. Melainkan kudu diperiksa terlebih dahulu oleh sang dokter, agar bisa memastikan kita (pasiennya) ini butuhnya apa. Jadi ga sembarangan datang langsung treatment ini itu.

Knowledge Sharing

df clinic
Ini nih yang bikin aku tambah kagum terhadap dr. Dave, Sobs. Tak hanya piawai dalam hal praktik estetika/layanan estetik, namun pengetahuannya akan how to live healthier dan kegemarannya untuk sharing/berbagi ilmu dalam rangka mengedukasi banyak orang tentang topik ini, sungguh menginspirasi. Dokter kece ini sering sharing (menjadi pembicara) dalam seminar-seminar, workshop dengan berbagai topik, baik yang terkait dunia estetika, anti aging atau bahkan sampai ke topik stress management. Cool banget, yak? Siapa coba yang ga kagum? Dan tau enggak, Sobs, ga hanya seminar dan workshop di kelas-kelas tertentu ekslusif, lho, untuk sekedar sharing di majelis taklim pun, si dokter kece ini monggo banget untuk diajak berbagi pengetahuan, lho! Keren, yak?

Dan ga hanya itu, lho. Knowledge sharing juga dilakukan oleh si dokter kece ini melalui dunia cyber, lho. Akun sosmed official dr. David Budi Wartono atau pun official DF tuh, secara konsisten melakukan edukasi dan sosialisasi tentang banyak hal terkait pola hidup sehat dan berbagai upaya penyembuhan penyakit yang related dengan keahliannya. Bahkan juga dr. Dave membuka grup khusus untuk para penderita auto immune, penderita lupus, penderita jerawat dan aneka related penyakit yang memang bisa ditangani oleh kliniknya. Sehingga diharapkan hal ini akan dapat membantu pasien untuk konsultasi online terlebih dahulu, sebagai pendahuluan, baru setelah itu meluncur ke pemeriksaan secara offline di klinik utama DF, jika dibutuhkan. Selain itu, dr. Dave juga mengelola channel telegram DF clinic yang bisa diakses di channel telegram DF Clinic. Yuk, yang belum gabung, boleh banget nih bergabung di channel telegramnya DF clinic, lho. Dijamin, banyak banget info kesehatan bermanfaat yang dishare di sana. Coba, deh!

Youtube DF

Sebagai orang yang melek teknologi IT, dr. Dave juga mengembangkan dan memaksimalkan penggunakan youtube untuk sharing rekaman-rekaman video berisi sharingnya saat menjadi speaker/nara sumber dalam seminar-seminar yang mengundangnya, dengan harapan, masyarakat yang tidak berkesempatan mengikuti seminar/sharing itu, tetap bisa mendapatkan ilmunya melalui tayangan video yang diunggah ke saluran-saluran tersebut. Penasaran channel youtubenya DF? Yuk, klik langsung di sini ajah, ya!

Atau ingin menyaksikan video profilenya dr. Dave, yuk, monggo langsung ke video trailernya ini, ya, Sobs!


DF Clinic, your center for you aging and aesthetic solution.

Yup, setelah menerapkan pola hidup sehat secara perlahan dan menjadi kebiasaan, tentunya kita berharap agar kesehatan menjadi milik kita. Stamina yang sehat, fit dan penuh semangat, dengan kulit sehat, kenyal dan kinclong. Namun, jika kita juga masih bermasalah akan hal ini, ga ada salahnya untuk melipir ke Klinik Utama DF dan berkonsultasi dengan dr. Dave atau para dokter lainnya sesuai kebutuhan, deh. Alamatnya? Bisa langsung lihat di atas tuh. :)

sebuah profile,
dr. David Budi Wartono, the owner of DF Clinic,
Al, Bandung, 17 December 2016



Read More
/ /
In the name of LOVE, let me kill you, Honey! Serius. Rasanya memang emosi sudah diubun-ubun pagi ini. Setelah berhasil mendobrak akun sosmed suami dan mendapati sebuah chat panjang nan mesra penuh janji dan implementasi yang telah mereka lakukan selama ini.
Sungguh, ibarat ditusuk dari belakang rasanya. Dan beneran, ini memang ditusuk dari belakang, deh! Siapa yang tak geram coba. Berani-beraninya berkhianat.

Baiklah. Maka, dengan sangat elegan, aku skrinsut semua percakapan itu, dan menanti sang pujaan hati pulang. Seperti biasa, dengan wajah lelah dan senyuman manis, si kang mas mengucap salam, dan mencium keningku. Kubalas dengan lembut seperti biasa, tanpa menunjukkan seulas emosi. Kubenamkan emosi yang membuncah dan siap meledak ini, dan berupaya sekuat tenaga untuk meredam dan menundanya. Meledak-ledak menyalurkan emosi, adalah caraku, dulu! Bukan sekarang. Kini, di usia bijak (45+), tentu aku harus lebih mampu mengelola emosi. Aku ingin tampil elegan dalam menjatuhkannya. Kalo perlu dalam menghancurkannya. *Aih, serem yak?

Kami makan malam berdua, bercerita dengan hangat walo wajahnya terlihat lelah. Duh, Mas. Siapa sangka jika di balik kesempurnaan perhatianmu ini, di balik kasih sayangmu ini, tersembunyi pengkhianatan terhadapku? *Ada perih yang mengiris relung hati. Duh. Ibu..., mengapa sulit sekali mencari lelaki yang jujur di jaman ini? Hiks... Kemana lelaki-lelaki jujur yang seperti suami ibu alias ayahku dan ayah teman-temanku?

Di kamar.

Seperti biasa, tetap ber-lingerie, aku menyusup ke balik selimut dan merapat ke dalam dua tangan yang sudah direntangkannya. Dalam hati, aku ingin muntah, mual mengocok perut mengingat perbuatannya di balik punggungku. Eits, tunggu dulu. Emosi dan semua mual ini, harus ditekan hingga ke ujung kaki, jika perlu. Strategi harus dijalankan dengan seksama. Maka kubiarkan dia mencumbu, kupancing dia hingga lupa diri. Lalu, di saat dia ingin segera ke 'sana', masih dengan posisi di atas tubuhnya, kususupkan tanganku ke balik bantal dan mengambil hape yang sedari tadi bersemayam di sana.

"Mas, ini apa? Kurangkah layananku selama ini?"

Dan..., bagaikan mendengar suara petir di siang bolong, wajah itu pucat pasi, tergagap, dan....

ini hanya sebuah fiksi. #Jangan serius banget, ah, Mantemans! :)

Hanya sebuah cerita, terlintas di kepala,
berdasarkan sebuah image belaka.
Al, Bandung, 16 December 2016
Read More
/ /
Bicara tentang hijab. Sebenarnya aku tuh termasuk yang anti-mainstream, dulu. Saat masih bekerja di Aceh, justru aku lebih suka bermain 'kucing-kucingan' dengan polisi syariah daripada berhijab. Dulu, aku melenggang bebas keluar masuk kantorku, baik saat berkantor di Northwest Medical Team International, di BRR NAD-Nias, atau di Handicap International, atau malah di UNDP yang berkantor di kantor gubernur Aceh, yang notebene dipenuhi oleh para pegawai negeri dan ibu2 yang berhijab yang suka menatap sinis para wanita tak berhijab. Akunya sih cuek aja. Paling senjataku adalah sehelai pashmina yang aku sampirkan di bahu, yang akan menjadi dewa penolong jika ada razia. Pashmina dengan secepat kilat melillit kepala, covering my hair dan selamatlah aku dari razia.

Itu dulu. Saat masih tinggal dan bekerja di Aceh. Perubahan terjadi ketika aku menginjak tanah Bekasi. Pindah ke Bekasi, justru hatiku terpanggil untuk mencoba hijab. Ya, aku mulai nyobain berhijab, dan ternyata mulai klik di hati. Dan mengalir dengan begitu saja. Aku mulai memadu-padankan busana-busana yang selama ini aku pakai, diselaraskan tampilannya agar pas dan tetap manis dengan berhijab. Well done!

Sebenarnya tak banyak penampilanku yang berubah sih, karena aku kan dari dulu senang pakaian2 kasual dan sporty, tinggal sesuaikan saja dengan hijabnya. Namun makin kesini, aku mulai sedikit-sedikit merubah penampilan agar terlihat lebih menakjubkan fashionable. Apalagi saat ini, di mana banyak sekali online store maupun offline store yang menyediakan pakaian-pakaian muslimah mau pun hijab kece dan trendy untuk para hijabers, maka makin mudahlah bagi kita-kita untuk menemukan padanan pakaian muslimah yang kita minati.

Salah satu penyedia pakaian muslimah yang kini mulai mengemuka adalah yang ber-merk Ethica. Pasti sudah sering dengar donk? Bermula dari toko-toko online, kini Ethica hadir secara offline dengan membuka toko offline yang beralamat di Kota Cimahi. Lho, kok di Cimahi, sih? Bukan di Bandungnya langsung? 

Grand Launching Ethica Store di Cimahi

Mendapatkan undangan untuk hadir di acara grand launching offline store-nya Ethica adalah suatu kehormatan bagiku. Mumpung lagi free pula, maka kesempatan untuk menyaksikan sendiri acara grand launching ini tentu tak aku lewatkan dengan begitu saja. Maka hadirlah aku pada hari Sabtu, 26 November 2016 yang lalu. Bermodalkan sahabat setia, WAZE, aku pun berhasil sampai di lokasi acara tepat waktu. Sudah ada pula beberapa teman blogger yang sudah hadir di sana. Asyik. Kami pun chitchat seru, sambil menanti acara grand launching-nya.

Dimulai dengan pembukaan by MC, yang kemudian mengundang si teteh cantik yang aku lupa namanya, untuk menyanyikan sebuah lagu. Yang menarik perhatianku dari si teteh geulis ini selain suaranya yang merdu dan bening itu adalah design pakaian yang dikenakannya. Santun, modis dan elegan! Langsung deh aku jatuh hati dan noted in my mind to look for it nanti di dalam Ethica store. Kepo akan harganya dan jika terjangkau pengen beli, ah!

Kalo ada warna broken white, pasti lebih kece lagi, nih! Hehe.

Yang unik pada saat pembukaan itu adalah adanya sesi pembacaan ayat-ayat suci al-Quran, yang dibacakan oleh seorang anak muda. Sesi ini, udah jarang banget aku temukan di dalam acara-acara grand launching sesuatu, deh. Dan di sini, aku jadi terkesima. Keren, deh.

Kok dipilihnya di Cimahi, sih,  Al? Kenapa tidak di Kota Bandung saja?

Nah, kalo ini, menurut Pak Asep Mulyadi, sang pemilik Ethica store sih, Ethica membidik Kota Cimahi sebagai 'rumah offline'nya adalah karena kota ini sedang berkembang pesat. Kota para tentara ini, juga sedang menjadi tempat developing berbagai perumahan yang tentunya akan memberi prospek cerah bagi perputaran roda perekonomian masyarakat juga para pengusaha aneka sektor yang bergerak di dalam dinamika kota ini.  Selain itu, juga, menurut Pak Asep, Ethica dan Kota Cimahi tuh punya kesamaan visi dalam soal nilai etika.
Ethica Store Cimahi
Peluncuran Ethica Store Cimahi, diresmikan oleh Ibu Walikota Non Aktif, Ibu Atty Suharti
dengan didampingi oleh Bapak Asep Mulyadi, pemilik Ethica Store
Acara peluncuran Ethica store, sudah pasti dikemas meriah dan seru, donk. Ada parade model Azzura yang memamerkan koleksi-koleksi busana ala Ethica, yang colorful, modis dan elegan. Ah iya, Ethica tak hanya menyediakan aneka pakaian untuk kaum wanita, lho, tapi juga menyediakan kebutuhan pakaian untuk kaum pria bahkan anak-anak. Komplit, ya? Selain modis dan ciamik, juga harganya variatif, mulai dari yang terjangkau oleh masyarakat biasa hingga ke konsumsi kaum menengah ke atas, deh! Kisaran harga bermula dari IDR. 100 ribu rupiah hingga IDR. 2 jutaan. Boleh deh datang langsung dan lihat-lihat koleksi mereka yang kece-kece.

Foto hasil minjem dari Instagramnya @efi_thea (Efi Fitriyah)
Selain parade para model ini, juga ada lomba nasyid yang turut memeriahkan acara grand launching ini hingga sore harinya.

Penasaran akan Ethica Store Cimahi?
Yuk, langsung deh ke tekape. Berada di jalan Amir Machmud No. 2 Cimahi, pas di depan McD Sangkuriang.

catatan referensi,
solusi berburu pakaian muslimah yang modis dan fashionable
Al, Bandung, 8 December 2016
Read More
/ /
Cantik itu adalah jika kita mampu berlapang dada. Berlapang dada, tentu bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi mengingat kita adalah manusia yang juga memiliki unsur api. Yang memiliki ego yang tanpa disadari justru sering muncul ke permukaan untuk melindungi dan membela sang pemilik jiwa raga.

Yes. Pasti pernah donk mengalami situasi yang secara spontan membuat emosi jiwa menggelegak? Paling sering sih, jika apa yang sudah kita coba kerjakan dengan baik, justru diunder-estimate atau diremehkan, padahal kita sedang berupaya untuk menyelesaikannya dengan baik. Nah, saat-saat seperti itu, tentu tanpa kita mampu mengontrol, ada emosi jiwa yang mulai membara. Ya, setidaknya menghangat dan bikin darah mulai panas. Pernah alami hal seperti ini, donk?

Aku juga pernah, bahkan sering. Namun seiring dengan berjalannya sang waktu. Jiah.... #faktor U. Emosi jiwa itu mulai aku latih untuk bisa dikendalikan dengan baik. Walo terkadang juga sering gagal, sih. Namun kenapa sih kita harus dan harus terus mencoba mengendalikan si emosi jiwa ini, agar tak sembarang menggelegak apalagi muncul ke permukaan?

Yuk, kita kupas tuntas beberapa poin di bawah ini, sebagai alasan utama mengapa kita harus mampu berlapang dada.

1. Berlapang dada akan pancarkan aura cantikmu

Yup. Bener banget. Tak mudah memang. Tapi efeknya itu, lho! Langsung bikin hati adem, legowo, lapang. Beban berat, amarah yang menggelegak, pasti akan sirna jika tahapan berlapang dada sudah mampu kita raih. Dan, jika level ini sudah mampu kita capai, percaya deh sama aku, aura cantikmu akan bersemburat cahaya. Begitu juga sebaliknya, secantik apapun wajah kita, jika dikuasai oleh emosi yang meledak-ledak, pasti, orang akan takut karena wajah kita menjadi gahar, sangar. Iya kan, Sobs?

 2. Memudahkan akal sehat untuk mencerna dan merencana

Iya, donk. Hati yang lapang, tentu akan membuat pikiran tenang. Efeknya? Berfikirpun akan lancar. No doube akan hal ini, kan, ya? Apa yang tadinya terasa pelik, Insyaallah akan terlihat mudah karena kita sudah bisa berfikir dengan tenang, dan bisa memetakan persoalan dengan lebih jelas, sehingga solusinya pun akan lebih mudah dicari.

3. Berlapang dada akan lancarkan segala usaha yang sedang kita

Selanjutnya, dengan ketenangan yang hadir mengisi hati, akibat dari kemampuan kita berlapang dada tadi, tentunya akan lebih mudah bagi kita dalam melaksanakan segala langkah atau usaha yang telah kita susun. Lebih mudah pula bagi kita untuk mengevaluasinya, karena kita sudah berbekal dada yang lapang dalam menghadapi setiap rintangan yang menghadang.

Nah, Sobats, itu baru tiga poin dari keuntungan yang dapat kita peroleh dengan berlapang dada. Memang, tak mudah. Apalagi jika sedang disulut oleh emosi, namun dengan berusaha melatih diri, pasti deh, lambat laun kita akan mampu menguasainya. So, yuk, menjadi cantik dengan melatih diri berlapang dada. 
Emangnya kamu udah bisa berlapang dada, Al? Hm, belum selalu, sih. Kadang-kadang masih suka tandukan juga, euy! Etapi, aku sedang berlatih untuk mampu berlapang dada, lho! 

Kalo, kamu, Sobs?
tips cantik ala Alaika Abdullah,
Bandung, 7 December 2016
Read More