Archive for December 2014
Menu
/ /
Pernah dan berani menjambak rambut setan, Sobs? Haha. Aku pernah lho! Dan baru saja kejadian hari Selasa kemarin tuh! Jadi ceritanya begini, kita-kita nih [Relawan TIK Bandung] ketiban hadiah tiket dari sesepuh RTIK Jabar nih, alias Om Fajar Erri Dianto. Bukan tiket sembarang tiket lho, tapi tiket keren bin ajib untuk masuk ke TSM! Tau kan TSM? Itu lho, Trans Studio Mal, Bandung. Nah, jumlah tiket juga ga tanggung-tanggung deh. 13 tiket, gretong! Nah, karena berlebih untuk personil inti RTIK Bandung, maka itu tiket kita hibah dunk bagi para blogger Bandung terpilih. Kompensasinya apa? Ada dunk. Kita-kita nih kudu ngereview tentang sesuatu [ntar aku ceritain pada postingan khusus yaa!].

Dan, sepakatlah kami untuk berkunjung dan having fun seharian suntuk di TSM. Tepatnya pada hari Selasa, 30 Desember 2014 kemarin, sekitar jam 10an sudah ready di entrance gate of TSM. *emang sih, eikeh telat dikit. Hihi.

Udah bisa ngebayangin dunk jika having fun di TSM ini bakalan seru abis? Yess, serunya pake bingits! Kami mencoba berbagai wahana yang beneran nguji adrenalin lho! Etapi, untuk postingan kali ini, sesuai judul, maka yuk langsung aku ceritain tentang tragedi Jambak Rambut Setan yuk!


Terpaksa deh eikeh jambak rambut Setannya.

Hanya aku, Intan, Bang Aswi dan Ummi Bindya yang 'punya nyali' untuk memasuki wahana yang satu ini. Dunia Lain, namanya. Nchie Hanie dan Olive, Tian Lustiana dan Marwah, serta Efi, memilih untuk bermain di wahana lain, sementara Meti Mediya dan kedua bodyguard juniornya, tadinya sih ingin ikutan ke Dunia Lain, tapi pas di pintu masuk, urung, karena kedua body guard sepertinya ragu dan atut. Hehe. Jadilah kami berempat yang tetap meneruskan langkah. Tadinya, aku sendiri agak ragu juga sih untuk masuk kesana, jika harus berjalan kaki. Bukan apa-apa, aku takut, jika berjalan kaki itu, kan kesempatan untuk berinteraksi dengan para 'setan' yang ada di sana lebih besar tuh, dan takutnya, aku refleks memukul mereka nantinya. Haha. Tapi karena kata Bang Aswi, kita akan naik kereta, maka aku pun meneruskan niat deh. Intan, walau agak takut, ikutan emaknya deh.

Jadilah kami masuk. Di pintu masuk sudah dicegat duluan untuk foto oleh tim dokumentasi TSMnya. Dua kali jepret, lalu kami pun berjalan masuk ke dalam. Suasana remang dan bau dupa dan aroma bunga apa gitu, langsung bikin hati mengkeret, bulu kuduk merinding. Udah sempat curiga, jangan-jangan emang harus jalan kaki nih, karena beberapa puluh langkah sudah, kami belum bertemu dengan kereta yang dimaksud. Hingga akhirnya, ketemu juga dengan kereta [satu kereta memuat 4 personil] yang akan membawa kami touring the Dunia Lain area.

Dan, petualangan pun dimulai dengan bergeraknya si kereta secara perlahan. Memasuki lorong demi lorong gelap, yang dinding-dindingnya dilekatkan foto-foto tua nan seyeeem. Ada juga [bukan bayangan] kuntilanak yang menggantung di dinding lorong, rambut terjurai, jendela-jendela dari tembok yang kami lewati bergerak membuka dan menutup sendiri dengan perlahan. Persis di film-film misteri. Intan sudah mulai menggenggam tanganku. Terasa begitu dingin jemari putriku itu. Kulihat Ummi, yang duduk di depanku, mulai merapat memeluk Bang Aswi. Aku sendiri? Nehi. Aku ga takut, karena sudah duluan setting in mind, bahwa para setan yang di sini, pasti setan buatan alias manusia sejati yang menyamar sebagai hantu, untuk nakut-nakuti kita. Terus, jika pun salah satu dari mereka adalah setan benaran yang menyusup, pura-pura aja ga tau. *Itu sih trik eikeh dalam berhadapan dengan Dunia Lain selama ini.

Hingga kemudian, sampailah kami di sebuah sudut, di mana kereta semakin melambat lajunya, ditingkahi dengan kehadiran sesosok gaib yang muncul sekonyong-konyong. Itu makhluk, mendekat dan merunduk ke arah Ummi Bindya, yang langsung membuat sohib bloggerku ini menjerit. Lalu si hantu pun berpindah ke Intan yang juga histeris. Bukannya segera berlalu, ini hantu malah ber-ciluk-ba ria dengan putriku. Duh, bisa pingsan nanti putriku jika dibiarkan terus begini. Si hantu sepertinya tak hendak berpindah padaku, malah bertahan di Intan. Maka kuulurkan jemariku ke rambutnya. Refleks kujambak rambutnya seraya berseru keras, "Hey, jangan takut-takuti anak saya! Kalo dia jantungan gimana???"

Jambakanku [ga terlalu keras sih] pada rambutnya, tak urung membuat kepalanya miring mengarah kepadaku. Untung saja wignya itu tidak lepas. Si 'hantu' berucap, "Aduh, sudah tugas saya begini atuh, Bu. Jangan begitu atuh, Bu. Saya cari makannya begini. Maaf atuh, Bu." Kereta pun berlalu.
Duh, aku jadi sedih. Menyesal juga telah menjambaknya. Padahal si akang ini kan menjalankan tugasnya, sebagai 'hantu'. Aih, ingin kuhentikan kereta yang telah melaju, tapi tentu saja tak mampu. Ada sedih yang menggumpal di dada. Kuajak Bang Aswi untuk mengulangi touring sekali lagi, khusus untuk minta maaf padanya, etapi si Bang Aswi bilang, "udah deh, Mba Al. Ga papa lah, ga usah balik lagi deh. Dia juga maklum kok."

Aku hanya mampu menghela napas. Ada sesal di dada. Terngiang suara lirih sang 'hantu'. Mungkin dia tak pernah menyangka akan ada orang yang berani menjambaknya seperti tadi. I am so sorry, 'hantu'. Maaf yaaa. Hiks.

Pernahkah Sobats mengalami hal serupa? :)
sekedar sharing,
Al, 31 Desember 2014


Read More
/ /
Tiga Emak Macho - Behind the Screen adalah postingan khusus as a response on the request dari sohib blogger tercintah, yang penasaran akan poto di samping tuh. Hehe. 

Penasaran? Baiklah. Yuuk aku ceritain yuk. 

Bermula dari undangan untuk main dan bertualang ke tanakita [dot] com, maka aku dan Nchie Hanie serta Kaka Olive, si buah hatinya Nchie Hanie, berangkatlah ke Taman Nasional Situ Gunung, di Sukabumi. 
Udah pada tau tanakitacamp [dot] com belum sih, Sobs? Itu lho, sebuah area keren yang terletak di dalam area Taman Nasional Situ Gunung, di mana menyediakan arena perkemahan ekslusif [exclusive camping ground] yang bikin kita ternganga. Habis, tempatnya ituh asyik banget! Adem, asri, dan bikin happy. Kalo aku bilang sih, tanakita ini adalah area kemping manja! Hehe. Maksudnya? Iya, kemping yang tidak membuat kita tertatih tatih karena harus meyediakan ini itu. 

Di tanakitacamp [dot] com, semua telah tersedia. Tenda gede yang keren abis, include kasur empuk dan sleeping bag plus bantal, telah menanti. Meal pagi siang dan malam, juga available. Dan yang paling penting dari semua ituh, colokan listrik tersedia secara gemah ripah [berlimpah] deh di dalam tenda dan area lainnya. Asyik banget khaan? 

Well, sesuai judul di atas, maka postingan ini, hanya akan membahas satu sessi saja dari petualangan berkemping ria di tanakita. Yaitu tentang cerita di balik layar 'Tampilan Macho ketiga Emak' yang berdiri gagah di atas landrover seperti yang tampak pada gambar di atas. Penasaran? Yuk, lanjut!

Selesai sarapan, kami sudah diajak berjalan kaki oleh Mak Chi Myra Anastasia, selaku nyonya bos tuan rumah menuju sebuah danau -> Situ Gunung. Jelajah yang lumayan jauh itu, sama sekali ga bikin lelah, gegara view apik yang setiap sudutnya mengundang kami [para emak] untuk bernarsis ria. Jepret sana sini, sungguh bikin perjalanan tak terasa! Sesampai di Situ Gunung, kami menyempatkan diri berperahu keliling danau, barengan dengan pelancong lainnya, menikmati apiknya view yang tersaji di depan mata. Kerennya pake pisan, euy!

Turun dari perahu, kami sudah ditunggu oleh Bapak Bos [Ayahnya Ke2Nai, alias misua si emak Myra Anastasia] dengan sebuah Landrover yang siap membawa kami ber-offroad ria. Wow! Offroad? It just a dream for me, before! Hanya angan yang tidak pernah terfikir akan terealisasi, mengingat aku tak punya kenalan atau kerabat yang mau mengajakku secara serius untuk ber-offroad ria. Ealah, justru hari ini, eikeh beroleh kesempatan itu. Asyiiiik! Ya, walo rutenya mungkin tidaklah sepanjang rute offroad yang sebenarnya, namun bagiku dan Nchie Hanie, it will be a great offroad adventure we ever had lah.

Foto Hasil Jepretan Myra Anastasia
Dan..., walo jarak tempuh tidak terlalu jauh, tapi medannya itu lho, cukup menggentarkan hati dan mengguncang adrenalin! Gimana enggak, coba, Sobs! Itu jalanan tanah merah sempit, bergelombang dan licin gituh! Apa ga keguling nanti si landrovernya? Hadooh. Belum lagi tanjakan dan turunannya yang lumayan tajam, wuih!

Walo nyali kembang kempis, aku sih percaya banget dengan kepiawaian si Kang Adam yang bertindak sebagai driver si Rover, pasti ga akan apa-apa deh. Bismillah aja, kapan lagi mau offroad? Emang si 'mantan kekasih' mau apa diajakin ber-offroad ria seperti ini? Pasti kagak akan!

Etapi, walo yakin penuh akan kemampuan si akang driver, tetap aja nyaliku naik turun, apalagi saat kami terbanting ke kanan dan ke kiri mobil, gegara si akang driver harus tetap menjalankan roda kendaraan. Beberapa ranting tanaman yang ada di kiri jalan, juga ikutan masuk menyapa pipi dan hijab kami, sungguh bikin petualangan ini semakin seru deh! Jejeritan para emak yang sok brani dan macho tak terhindarkan.


Ditambah pula dengan jeritan seorang gadis belia bernama Olive, hihi, melengkapi kehebohan yang terjadi. Sementara Keke dan Naima, yang memang sudah terbiasa dengan kegiatan ini malah anteng seraya senyum geli melihat polah kami. Ini emaks kok heboh banget ya? Kalo ga berani mending diem di tenda deh, Buk!

Lalu, is this offroad make us give up? Tentu tidak! Ini kegiatan asyik banget lho! Sukses bikin nyali kembang kempis. Adrenalin naik turun bervariasi dan bikin happy! Ga percaya? Lihat aja foto-foto di bawah ini. Ga pucat khaaaan? Tuh, bisa senyum manis dan ceria khaaan? Haha.

Sayangnya..., rutenya pendek banget! Masih pengen pulangnya lewat rute ini lagi, etapi, si emak geulis [Nchie Hanie] malah menyerah, takut keguling! Haha.

catatan seru offroad kecil-kecilan, di tanakita.com
Al, Bandung, 27 Desember 2014
Read More
/ /
Tiga Emak Macho
Sesekali posting photo boleh dunk? Dan yang ini, tentu tak semua emak punya kesempatan untuk bergaya macho seperti ini khan? *Bangga, hehe.

Diajak OffRoad oleh Ayahnya Ke2Nai, seru dan bikin nagih dweh!
Cerita lengkapnya? Ntar deh yaaaa. :)

Let's the picture talk,
Al, Bandung, 26 Desember 2014



Read More
/ /
Pendekar Tongkat Emas
Ada yang sudah nonton film keren yang satu ini? Aku sudah, tadi siang, bareng rekan-rekan dari Relawan TIK Bandung. RTIK Bandung personil? Siapa sih mereka? Sebenarnya sih, kalo dilihat orang-orangnya, baik anggota Relawan TIK Bandung atau Kumpulan Emak Blogger, masuk kategori 2[DL], yaitu Dia Lagi, Dia Lagi! Haha. Ya iyalah, mau disebut Relawan TIK, orangnya itu juga, mau disebut Emak Blogger, orangnya juga itu lagi dweh. Lihat deh, Sobs!

Selesai nonton PTE, kok malah pengen belajar silat, haha. 
Tuh kan? Meti Mediya lagi khaaan? Tadinya sih, kita-kita nih mau meet up sesama anggota Relawan TIK Bandung, yang pentolannya adalah Meti Mediya, Nchie Hanie, Oniz, Kang Adi Lelucky dan aku sendiri, tapi karena Jeng Nchie Hanie ga bisa melarikan diri dari tugas negara kantor, jadinya nonton kali ini tanpa doi dweh. Etapi, seusai jam kerja, Nchie Hanie dan MakPon Mira Sahid malah ikutan KopDar lho! Jadinya Dia Lagi, Dia Lagi deh! Haha.

Pendekar Tongkat Emas

Sebagai pecandu film laga, aku tuh emang ga sabar ingin segera beroleh kesempatan untuk menonton film yang dibintangi oleh aktris top sekaliber Christine Hakim, didampingi pula oleh sederet nama beken dan keren seperti Reza Rahardian, Nicholas Saputra, Slamet Raharjo, dan beberapa bintang keren lainnya. Namun apa daya, jika niat itu baru kesampaian tadi siang. Ga papa, yang penting bisa menonton filem keren bertabur aktor-aktris ternama ini di cinema, bukan di laptop atau di DVD. Sudah terbayang betapa menakjubkannya jurus-jurus yang akan dipertontonkan oleh para aktor aktris itu di layar lebar nanti, plus view indah alam Sumba yang bikin lidah tak mampu berdecak saking kagum, salut dan kelu, seperti yang terlihat di dalam video thriller Pendekar Tongkat Emas ini.

Namun agaknya..., aku menggantungkan ekspektasi yang terlalu tinggi. Bukan, bukan ingin mengatakan bahwa film ini ga bagus, bukan. Hanya saja, aku kecewa karena aktris yang sangat aku kagumi, Christine Hakim, yang memerankan tokoh Pendekar Cempaka hanya bermain sebentar saja! Cepat banget sih tewasnya? Kan eikeh kecewa! Kalo mainnya cuma sebentar, mending jangan Christine Hakim deh, masak sekaliber doi, cuma diberi waktu tampil sebentar doank. Haha. Terus, pemeran tokoh Dara [sang pewaris sah tongkat emas dan jurus tongkat emas melingkar bumi], apa ga terlalu belia tuh? Terus, intriknya, klise banget, ga bisa diinov dikit gituh? Eits, boleh donk menyuarakan suara hati? Hehe.

Etapi, di balik keluhan kecil tadi, secara keseluruhan, berazaskan quote 'di balik kekurangan ada kelebihan', harus diakui bahwa film Pendekar Tongkat Emas ini jauh lebih keren dibanding film-film Indonesia lainnya [film horor/misteri, drama dan film alay-alay lainnya] yang tayang di cinema-cinema lho! *Apa karena eikeh pecinta film laga kali ya?

Anyway, as i said, overall, film ini bolehlah menjadi pilihan bagi yang ingin refresh their mind. Bikin mata refresh banget oleh sajian alam Sumba yang bikin kita semakin bangga dan bahagia menjadi putra putri Indonesia. Indonesia itu cantik banget, euy! Bikin lidah berdecak oleh aksi silat [sebenarnya sih lebih ke kungfu] para pemain yang tiada henti beraksi. Cerita filmnya sendiri berkisah tentang dunia persilatan yang tak pernah lepas dari perselisihan, pengkhianatan, pembalasan dendam dan pembelaan serta pembenahan kembali perguruan yang sempat melenceng. Tak ubahnya dengan peta perpolitikan sebuah negera sih, di mana intrik-intrik seperti ini dimainkan dengan piawai oleh para pejabat negara, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya. Hanya sayangnya nih, aku kok merasakan seolah-olah cerita yang tersaji pada film ini tidak utuh ya? Seperti ada penggalan-penggalan yang tertinggal gitu deh! Selain itu, kayaknya jika film ini menggunakan pemain yang memang benar-benar menguasai ilmu beladiri, kayaknya akan jauh lebih sip deh. :)

Selain itu, yang bikin aku agak kecewa juga adalah pada adegan jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi, yang dimainkan secara berpasangan, harapanku adalah, jurus ini dimainkan dengan visual yang detil, di mana penonton akan dapat menikmati keindahan dan kehebatan jurus tersebut, dan bagaimana si tongkat emas itu berfungsi optimal saat dimainkan berdua oleh Dara dan Elang, sebagai pemilik sah jurus tersebut. Sayangnya, I can't find these action here. Hiks... *Dasar pecandu film kungfu, yang biasa menikmati indahnya jurus-jurus yang dimainkan secara detil.

Well, Sobs, itulah sekilas coretanku seputar film Pendekar Tongkat Emas yang kami tonton tadi siang. Kalo Sobats sendiri, sudah nonton belum?
sekedar tinjauan ringan,
tentang Film Pendekar Tongkat Emas.
Al, Bandung, 24 Desember 2014




Read More
/ /
Beli Content Online Pake Pulsa
Udah lama pengen banget beli buku online alias ebook yang ada di Google Play Store, tapi selalu aja males karena kudu gunain credit card atau pake debit. Malesnya bukan apa-apa sih, masalahnya adalah kartu kridit eikeh tuh udah lama banget bo' eikeh tutup. Gegaranya sederhana saja, karena ga mampu tanggung jawab oleh godaan 'sale' yang suka bikin kalap kalo sedang nge-mal. Huft. Karena easy sek-gesek kartu, ga terasa, belanjaan udah banyak aja, baru kaget saat baca jumlah tagihan, yang ampyuuun, aji gile! 


Well, back to the book I wanna shop, sebenarnya udah beberapa hari ini pengen banget beli buku di samping ini deh. Tapi, ya itu tadi, males plus kagak bisa, karena eikeh kan udah kagak punya kartu kridit! Etapi, tadi malam brol-ngobrol di grup whatsaap pasukan si tongkat emas, bahwa Indosat tuh baru launching Carrier Billing Indosat, sekitar lima hari yang lalu.

Aih, apa pula itu carrier billing Indosat? Penasarankan? Secara provider yang satu ini, banyak banget gebrakan-gebrakannya. Belum lagi yang ini dipahami, eh udah 'nelur' program keren lainnya. Hihi. Lalu, dicritain deh oleh si Om Emte, bahwa carrier billing Indosat itu adalah sistem pembelian aplikasi, content, game dan buku yang dipotong langsung dari pulsa pelanggan prabayar [IM3 dan Mentari] atau ditagihkan dalam tagihan pelanggan paskabayar Indosat [Matrix]. 

Pembelian konten digital pake pulsa ini berlaku bagi semua pengguna smartphone berbasis operating system Android, sehingga memungkinkan pelanggan Indosat untuk bertransaksi secara mudah dan nyaman. Asyik ya, Sobs? Caranya?

Gampang kok! Miliki Google Account dan sign-in dengan menggunakan akun tersebut. Lalu pilih "Enable Indosat Billing" pada tawaran opsi "Payment Option" untuk memilih metode pembayaran. Lalu isi data seperti yang aku lakukan di bawah ini nih. Setelah data terisi, dan password confirmed, maka tinggal tunggu proses beberapa puluh detik ke depan, maka buku yang kita beli akan bisa kita tambahkan ke dalam play book library.





Asyik khaaan? Gampang, mudah, praktis! Ga perlu risau lagi dengan urusan kartu kridit. Hihi. Kini beli content online bisa pake pulsa! Etapi, yang kudu diingat nih, Sobs, bahwa pembelian konten online pake pulsa ini akan dikenakan pajak 10% lho ya, jadi jangan heran jika pulsa yang kepotong saat kita sukses bertransaksi adalah lebih tinggi10% nilainya daripada yang tertera di etalase Google Play Store.

Nah, gimana, Sobs? Ga perlu risau lagi, sekarang pengguna Indosat semakin dimanja dan dipermudah deh. Ayo buruan meluncur ke Googla Play Store and shopping there, gih!


Sharing happily,
pengalaman belanja konten online pake pulsa Indosat,


Al, Bandung,   21 Desember 2014
Read More
/ /
Galeri Indosat Bandung
Wajah Baru Galeri Indosat BEC
Bandung
Galeri Indosat Bandung Electronic Center
Awalnya sih ga ada rencana bahkan sama sekali ga tau tentang agenda launching Galeri Indosat yang telah berwajah baru ini sih. Tapi tawaran dari Bang Aswi untuk menggantikan blio dan istri [Ummi Bindya] yang gagal hadir karena sedang berada dalam masa belasungkawa atas kepergian ayah mertua [Bang Aswi] alias Ayah kandung dari Ummi Bindya, maka tepat jam 14.00 wib, aku sudah berada di tekape [Galeri Indosat, BEC. Lt. 3, Food Court Floor].

Terlihat satu dua undangan sudah hadir, dan..., tak satu pun yang aku kenal. Hehe. Kabarnya sih, undangan yang lain adalah dari kalangan Media, seperti dari PR, dan media ternama lainnya. Dan diriku? Dengan bangga kuperkenalkan diri sebagai blogger. Ga tau deh, walo sebagian awak media masih memandang sebelah mata terhadap blogger, but I just felt happy and proud to call my self as a blogger! Yeaayyy!!
Ternyata yang diundang memang awak media sih semuanya, hanya diberi dua space untuk blogger. Anyway it's fine. Thanks for the invitation dan kesempatan untuk menyaksikan dan menanggok informasi terbaru seputar si kuning yang satu ini. J

Sembari menanti awak media lainnya, maka kami pun dipersilakan untuk memasuki galeri Indosat yang tampil charming dengan wajah dan konsep barunya itu. Terlihat cerah dan fresh. Layout dan dekorasi ruang nya pun terkesan elegan, ga monoton seperti sebelumnya. Aku dan beberapa teman media sempat touring ringan melihat-lihat tampilan bagian dalam dari galeri keren ini. Kalo seperti ini tatanannya sih, aku yakin, para customer yang berkunjung akan merasa nyaman dan betah, walo harus antri sedikit panjang. Hehe.

Wajah dan layout baru Galeri Indosat BEC Bandung
Well, acara utama ternyata dihelat di cafe NgopDoel [tak jauh dari BEC] dan langsung dimulai setelah makan siang yang telah disediakan. Lalu ngapain aja sih di acara launching ini?

Galeri Indosat BEC
as Point of Sales Baru dari Indosat

"Kami hadirkan Galeri Indosat Bandung Electronic Center sebagai bentuk komitmen kami untuk memberikan kepuasan pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan. Dengan menggunakan konsep baru, kami juga melakukan penjualan produk Indosat untuk lebih dekat kepada pelanggan yang menggunakan layanan telekomunikasi dari kami," begitu yang diucapkan oleh Bapak Joy Wahyudi, Direktur dan Chief Sales & Distribution Officer PT. Indosat, Tbk. 

Jadi Galeri Indosat BEC ini memang dihadirkan dengan konsep yang berbeda jauh dari sebelumnya, agar mampu menghadirkan suasana nyaman menyenangkan bagi para customer mau pun calon customer yang berkunjung. Galeri ini dirancang khusus sebagai salah satu contact point pelayanan dan penjualan exclusive produk Indosat yang pertama kali dengan fokus pada penjualan dan tetap memberikan pelayanan after sales service yang lebih baik dan lebih dekat kepada pelanggan.

Saat ini, jumlah Galeri Indosat secara nasional sebanyak 110 Galeri. Khusus untuk Region Jawa Barat dan Jawa Tengah, terdapat 18 Galeri, dan baru tiga Galeri saja yang berkonsep seperti ini, yaitu Galeri Indosat BEC, Galeri Indosat di Sarinah Jakarta dan Galeri Indosat di Ice Mall Bali. Wuih, keren dunk Bandung! Hehe. Adapun layanan yang tersedia di Galeri Indosat ini meliputi: Penjualan Matrix Super Plan dan Mentari Smart Voucher, informasi produk dan layanan, informasi PIN & PUK kartu pelanggan, ganti kartu, setting parameter & aktivasi fitur Indosat, aktivasi paska bayar, program retensi, penanganan keluhan pelanggan, penjualan kartu perdana dan isi ulang, serta program tematik. Weis, lengkap yak!

Apa Aja Sih Penampilan Barunya? 

Seperti yang kukatakan di atas, bahwa Galeri Indosat punya wajah baru yang manglingin. Mulai dari  Galeri Outlooks yang tak lagi kelihatan monoton - ngebosenin, melainkan telah tampil kece, charming dan elegan, sehingga membuat kita betah dan nyaman saat berkunjung untuk mendapatkan pelayanan. Hingga ke  Galeri Team Empower dan Galeri Comfort Plan yang telah disetting sedemikian rupa. Ringkasnya, sih, kini main ke Galeri Indosat ituh, mengasyikkan lho! 

Berlangganan Pulsa Bulanan
 eh Dapat Gadget GRATIS 

Udah pernah dengar donk promosi paket spektakuler ini? "Mau Smartphone Gratis + Pulsa Bulanan"? Tapi beneran ga sih ini? Jangan-jangan jebakan! *Begitu kan yang terlintas di benak beberapa dari kita?
Nah, pada kesempatan ini, si Bapak menjelaskan bahwa berita ini beneran lho! Bukan boongan apalagi jebakan. Bahwa, smartphone atau gadget keren seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini bisa didapatkan dengan gratis lho! Etapi, ada syaratnya donk pastinya. 

Syaratnya piye? Gampang, bagi pengguna layanan paska bayar Matrix, maka smartphone [mulai dari merek Samsung, iPhone, Nokia, Lenovo, Sony Xperia, Blackberry dan tablet] bisa didapatkan dengan cara berlangganan paket Matrix Super Plan, mulai dari Rp. 100 ribu per bulan hingga Rp. 1.200.000/bulan selama 12 bulan atau 24 bulan.
Sementara bagi pengguna layanan prabayar bisa menggunakan Mentari Smart Voucher secara beraturan setiap bulannya, untuk mendapatkan smartphone gratis sesuai dengan minat, yang tentu saja juga mengikuti peraturan yang berlaku. [untuk informasi detil bisa langsung ditanyakan pada Galeri Indosat atau menuju situs resmi mereka di www.indosatmentari.com].

Pulsa tersebut bisa dipakai untuk apa saja?

Misalnya nih, kita berlangganan pulsa sejumlah 250 ribu per bulan, nah, penasaran kan tentang penggunaannya? Apakah hanya untuk menelefon dan smsan saja, atau bisa juga untuk penggunaan lain, misalnya untuk penggunakan data [internetan]?

Ternyata, nih, Sobs, pulsa ini bisa digunakan untuk semua keperluan itu lho, jadi bukan hanya untuk telefonan dan smsan doank, tapi juga bisa untuk internetan [penggunaan data]. Asyik khaaan? Yuk, main ke Galeri Indosat dan hunting smartphone keren GRATIS!* J
Sekedar sharing,
Al, Bandung, 19 Desember 2014 

Read More
/ /
"Hari Ibu? Pernah dan sering dengar sih. Tapi saya pikir, itu hanyalah untuk wanita-wanita kantoran, ibu-ibu yang hidupnya tidak seperti kami. Kami ini apalah, hanya rakyat kecil. Bisa sehat saja sudah syukur, jadi bisa mulung dan ngais rezeki di sini. Di tengah-tengah kotoran seperti ini. ☺" Jawabnya ketika kutanya makna hari ibu padanya, seorang wanita pemulung [foto di samping] di Banda Aceh, beberapa tahun yang lalu.

"Hari Ibu? Ndak ada tuh yang mengucapkannya pada saya. Hehe. Saya ini apalah. Hanya pemulung, Kak. Bukan siapa-siapa. Seharian tenggelam di dalam tempat sampah. Mana sempat mikirin hari Ibu." Lanjutnya lagi.

"Hari Ibu menurut saya? Ndak tau, Kak, dan saya ga peduli. Hari Ibu bukan untuk kami-kami yang seperti ini. Ga ada untungnya bagi kami untuk tau lebih dalam juga kan? Bagi saya, dan teman-teman sekitar sini, bisa terus sehat, bergerak, bekerja dan mencari nafkah seperti ini saja, sudah sebuah anugerah yang luar biasa." Imbuhnya lagi menjawab pertanyaanku.

Kalimat terakhir ini, sungguh bikin aku tertohok dan lupa untuk melanjutkan kalimat2ku. Rasa syukur yang dimilikinya luar biasa! Sementara aku? *ambil cermin Begitu gampang berkeluh kesah hanya karena tragedi kecil yang muncul tidak sesuai harapan. Oh, oh! Sementara mereka? Ibu-ibu sekitar sini? Mampu memliki rasa syukur yang seluas samudera. Subhanallah.

"Ibu, terima kasih telah memberi saya pelajaran yang sangat berharga. Selamat Hari Ibu, ya. Percayalah, Hari Ibu adalah hari istimewa bagi semua perempuan Indonesia. Termasuk Ibu. Ibu hebat lho. Bisa membuat putra putri ibu tersenyum manis tuh, mereka bisa seperti ini karena kehebatan ibunya kan? ☺" 

See? Bahkan pembelajaran berharga pun bisa kita dapat dari seorang wanita pemulung. Trimakasih, Ibu. Daku melangkah menjauh, meninggalkannya dalam senyuman manis. Bersamaku kini, sebuah pembelajaran tersemai indah. Selamat Hari Ibu, Wanita Indonesia!

Happy Mother's Day 2014


Sebuah catatan kecil,
published on schedule,
Al, Bandung, 22 Desember 2014
Read More
/ /

Ini adalah postingan lanjutan dari catatan perjalanan gathering Media dan Bloggers yang diadakan oleh Putera Sampoerna Foundation kemarin. Bagi yang belum membaca artikel sebelumnya, mending luangkan waktu sejenak untuk membaca tayangannya [yaelah, tayangan, bo', hihi] di sini --> Media & Bloggers Gateaway deh, seru pisan soalnya, euy!

Well, seperti janjiku pada artikel sebelumnya, maka ijinkan aku untuk langsung cuap-cuap halah tentang acara inti di hari pertama itu. As I said before, setelah dijamu dengan welcome drink dan lunch yang menggugah selera, dan mengambil masa istirahat menikmati tidur siang di kamar yang berbentuk kubah persis rumah orang Mongol itu [yang pada awalnya malah kami kira sebagai water tank yang berjejer dengan warna menarik, hihi] atau bersantai ria nikmati view apik di sekitar resort, maka kami pun diundang untuk berkumpul di sebuah tenda cantik yang telah disulap apik menjadi sebuah ruang seminar yang cozzy.

Acara dibuka oleh duo MC cantik-cakep, Mba Gati Kamka dan Bang Togi Sinaga, dari Global TV. Keduanya tampil serasi dibalut kemeja putih bersih dan celana jeans, menyambut para jurnalis dan bloggers, serta mengundang para narsum untuk hadir dan berbincang santai di podium hadapan para undangan. Obrolan yang dikemas santai secara 'melantai' ini memang dimaksudkan untuk meraih kebersamaan seraya menyerap informasi yang akan disampaikan oleh para nara sumber. Ah, iya, ada tiga nara sumber yang dihadirkan, yaitu Ibu Nenny Soemawinata, Managing Director Putera Sampoerna Foundation, Ibu Ainun Chomsun, Pemerhati Pendidikan dari Akademi Berbagi Indonesia dan Bapak M. Ikhlasul Amal Ph.D, Peneliti dari Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI. Gimana? Familiar kah Sobats dengan ketiga nara sumber ini? Dan kue informasi apa saja yang mereka bagikan? :)

Sistem Pendidikan Berbasis STEM

Curious what STEM is? Ga usah tebak-tebakan deh ya, yuk langsung aku jelasin secara gamblang, berdasarkan pemahaman yang aku simpulkan dari penuturan para narasumber. Jadi STEM itu adalah singkatan dari Science, Technology, Engineering dan Math. Ini adalah ke 4 unsur penting yang sebenarnya tidak bisa lepas dari keseharian kehidupan umat manusia, dalam rangka mencapai hidup yang sukses. Begitu juga di dalam bidang pendidikan, baik Science, Technology, Engineering and Math itu adalah 'bumbu dapur' yang saling melengkapi, adalah alat perang yang saling bekerjasama dalam menyiapkan para siswa agar ready to face the world! Jiah, ini mah kalimat saya, hihi. Terkesan begitu menggebu-gebu kah? Tepatnya sih agar siswa ready to face the global competition, terkhusus lagi dalam memasuki zona persaingan bebas, Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sudah di depan mata [2015] nanti. Siswa yang melek STEM tidak hanya seorang inovator dan pemikir kritis, tetapi juga seseorang yang mampu menghubungkan dirinya dengan sekolah, masyarakat, pekerjaan dan dunia. Mereka adalah kunci dari peningkatan ekonomi bangsa.

Bicara tentang STEM, beneran lho. Ke 4 unsur ini, tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Karena memang selalu hadir di dalam keseharian kita. Misalnya saja nih, setiap hari kita melihat cahaya matahari, flora dan fauna, keragaman hayati, makanan, bahan bakar yang kita gunakan untuk memasak, dan lain sebagainya. Semua itu adalah science bukan? Lalu, berbicara tentang teknologi, tentu saja tidak berbatas kepada komputer, smartphone semata, tetapi juga meluas kepada televisi, radio, alat-alat transportasi dan komunikasi dan lain sebagainya, yang hadir berkat berkembangnya Technology

Selanjutnya, berkat Ilmu Teknik/Engineering manusia dapat merancang gedung, jalanan, dan infrastruktur lainnya, serta juga menjawab berbagai tantangan dalam bidang transportasi, pemanasan global, mesin ramah lingkungan, dan berbagai hal terkait lainnya. Begitu pun unsur Math/matematika, bahkan kita temui di toko sayuran, bank hingga formulir pajak pada saat kita ingin berinvestasi atau sekedar menghitung anggaran keluarga. Hehe. Setiap bidang ilmu, pasti mengikutsertakan matematika di dalamnya. Gimana? Sudah mulai nangkap akan kehadiran STEM di sekitar kita kan, Sobs?

Kika atas : Gati Kamka, Ainun dan Nenny Soemawinata
Foto Bawah paling kanan : M. Ikhlasul Amal
Kembali melirik bidang pendidikan, berikut adalah sedikit kisah Bu Nenny tentang pengalaman beliau saat mengenyam pendidikan dasar puluhan tahun yang lalu. Beruntungnya, beliau mengenyam pendidikan di luar negeri sonoh, yang sistem pendidikannya memang sudah jauh lebih tertarget, dibandingkan sistem pendidikan kita [terlebih masa-masa puluhan tahun lalu], di mana 'seni' menghapal isi buku pelajaran lebih penting dibanding dari 'seni memahami' isi buku pelajaran itu sendiri. Akibatnya? Begitu pertanyaan sedikit dipelintir, kita langsung kewalahan karena tidak lagi sesuai dengan hapalan yang sudah terpatri di kepala. Aku sendiri, yang kelahiran tahun 1970-an, mengalami sendiri, di mana begitu piawai dalam menghapal [bahkan hingga ke titik koma] suatu topik bahasan. Namun kemudian, akan menjadi gelagapan saat ada guru kreatif, yang memelintir pertanyaannya, sehingga tidak lagi sesuai dengan rantai hapalan. 

Kembali ke kisah Bu Nenny, beliau sempat kaget begitu harus kembali ke tanah air, dan melanjutkan sekolahnya untuk beberapa waktu. Jika di luar sana, mereka diajarkan untuk belajar kreatif, belajar untuk berani bertanya dan meng-eksplor keingintahuan yang ada di benak, e di tanah air kok malah disuruh menghapal. Bahkan lazim sekali kita mendapati para guru yang dengan senang hati memberikan buku pegangannya kepada sekretaris kelas, untuk disalin di papan tulis, agar dicatat oleh para siswa. Untuk apa coba? Bukankah bisa difoto copy saja dan minta siswa mempelajarinya, daripada membuang waktu? Hehe. Itu fenomena yang sering banget dialami para siswa masa-masa daku sekolah dulu, sih. Dan sepertinya hingga kini pun, baik siswa mau pun orang tua siswa, masih kewalahan dalam beradaptasi dengan sistem pendidikan yang kurikulumnya begitu sering berubah. Belum lagi yang jumlah mata pelajarannya seabrek-abrek. Ampyuuun deh. Dan sedihnya, dari seabrek-abrek mata pelajaran itu, bukannya menumbuhkan keberanian dan keaktifan siswa untuk bertanya dan meng-eksplorasi, melainkan malah mengembangkan sikap anak yang tak berani unjuk suara saat dimintai pendapat atau diminta untuk tunjuk tangan menjawab pertanyaan. 

Pergantian kabinet, khususnya Mendikbud, tak pelak juga 'mengharuskan' [seperti suatu keharusan deh] pergantian kurikulum, sehingga yang bingung adalah para guru, siswa dan orang tua siswa. Seakan sudah menjadi slogan, ganti Menteri ganti Gaya [baca: kebijakan]. Aih, capeknyo. Sementara, menurut info dari McKinsey Global Institute, Indonesia akan menjadi negara terbesar ketujuh di dunia lho pada tahun 2030 nanti. Artinya, Indonesia membutuhkan 113 juta tenaga kerja terampil. Sementara ini, Indonesia baru bisa menghasilkan 55 jutanya saja. Seiring dengan segera diberlakukannya pasar bebas ASEAN pada 2015, kebutuhan akan para pemuda yang mampu menguasai keterampilan dan keahlian di bidangnya masing-masing tentu semakin mendesak donk? 

Kata Badan Pusat Statistik, nih, Sobs, SDM Indonesia masih didominasi oleh pekerja kurang terampil sebanyak 88 juta orang. Di sisi lain pekerja terampil berada di angka 22,1 juta orang dan related expert baru mencapai angka 6,5 juta orang saja. Hiks. Selain itu, negeri tercinta ini juga mengalami kelangkaan insinyur. Kata Kementerian Pekerjaan Umum, nih, Indonesia baru bisa menghasilkan 42.000 dari 175 ribu orang insinyur per tahun [wadoh! Ini ada satu nih, Pak, yang nulis ini juga insinyur lho, hehe]. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja terampil di Indonesia [talent gap]. Sehingga dapat mengakibatkan kondisi di mana berbagai posisi penting di perusahaan-perusahaan diisi oleh pekerja asing. Hiks, sedih yaaa? Hadeuh, jangan dunk. Upayakan agar SDM kita yang terpakai dunk ah!

Sampoerna School System sebagai 
Solusi Meningkatkan kualitas SDM Indonesia

Tiada kata lain, kata kunci 'Talent Gap' serta merta 'mencambuk' kita untuk melek bahkan terperangah. Aih, ga rela donk ah jika posisi-posisi kunci di perusahaan-perusahaan tanah air malah diduduki oleh expatriate alias tenaga terampil dari luar negeri? Apalagi jika kaum expat itu adalah mereka-mereka yang berasal dari India dan Thailand. Wuih, ga relaaaaaaa. Masak sih, negeri sebesar Indonesia, yang berpopulasi sekitar 250 juta jiwa ini, di mana sepertiganya berusia di bawah 15 tahun, ga sanggup meningkatkan investasinya pada perkembangan manusianya? Harus bisa donk! SDM yang berpendidikan tinggi dan terlatih sedang sangat-2 dibutuhkan untuk perekonomian kaya inovasi lho!

Jika kita ingin bersaing di arena global, maka kita harus sigap meraih peluang ini dan menunjukkan keberanian kita untuk mereformasi sistem pendidikan yang sekarang, dengan mengubahnya menjadi mesin penggerak ekonomi, pencipta lapangan kerja dan perbaikan karier, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan penduduk Indonesia. Dan, Sobats tercinta, langkah inilah yang telah dilirik oleh Putera Sampoerna Foundation [PSF], dengan menghadirkan sebuah sistem pendidikan yang berkualitas yang dapat menjawab permasalahan di atas [talent gap]. PSF telah merancang Sampoerna School System [3S] untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Apa sih 3S itu? 

Sampoerna Schools System [3S] adalah sistem atau perjalanan pendidikan pertama di Indonesia yang membekali siswa didik dengan kurikulum internasional, mulai dari tingkat TK hingga Universitas dan bertekad untuk bekali siswa didik dengan metode ajar yang dapat mengasah kemampuan soft skill serta membangun karakter siswa, memiliki etos kerja, motivasi yang tinggi, kreatif dan inovatif, serta mampu menyesuaikan keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan kerja. Yang paling penting lagi, Sampoerna School System fokus pada pendidikan berbasis STEM [menggunakan pendekatan antarilmu] sehingga diharapkan, akan 'menelurkan' calon pemimpin masa depan Indonesia yang berkaliber tinggi dan memberikan perubahan positif di komunitas sekitarnya.

Sampoerna School System berkomitmen untuk mencetak siswa-siswi Indonesia yang terbaik dan berprestasi serta siap menghadapi tantangan global dengan mempersiapkan mereka secara akademis, mental, emosional dan memiliki basis teknologi abad 21, seperti yang tercantum di dalam salah satu misi mereka di bawah ini, nih!

Diskrinsut dari website Sampoerna Foundation
Creating leaders with vision and integrity. 
Nah, Sobats tercintah, gimana? Itulah sedikit banyak uraian yang berhasil aku rangkum dari seminar 1/2 hari dalam acara inti kemarin ituh. Semoga bermanfaat yaaa, dan bagi Mantemans yang tertarik untuk membekali putera-putera Mantemans pendidikan berbasis STEM, sehingga ready to face the global competition nantinya, silakan tanya jawab dengan pihak Putera Sampoerna Foundation, deh, ya! Untuk harga, ibu Nenny berani bilang bahwa ada rupa ada harga, tapi yang pasti, biaya pendidikan di Sampoerna jauh di bawah sekolah-sekolah bertaraf international lainnya yang ada di Indonesia lho! Penasaran dan berminat? Silahkan cekidot langsung aja ke tekape --> www.sampoernafoundation.org

Serunya STEM Games di PSF Gateaway

Bukan Sampoerna namanya kali, Sobs, jika setengah-setengah dalam menghelat suatu acara! PSF Media-Bloggers Gateaway 2014, memang dirancang sempurna! Fully active, interactive and innovative. Unsur STEM, tak hanya menjadi topik di dalam talkshow seperti yang telah aku ulas di atas, melainkan disisip juga di dalam games yang telah disusun di dalam agenda acara.

Beberapa permainan seru berupa team building, yang dikemas seru sukses bikin participant fully excited. Mixing between Media dan Bloggers yang dicampur di dalam setiap grup [Science, Technology, Engineering dan Math], membuat baik Media person or Blogger semakin kompak. Tiada kesenjangan seperti yang selama ini didesas-desuskan. Kompak aja! :)

Pada games pertama, panitia menyediakan peralatan dari buah jeruk bali, pelepah pisang, tusuk sate [dari bambu] serta sebuah kardus, dan diminta untuk dirancang menjadi sebuah kendaraan dan sebuah senjata. Di sinilah kreativitas dan innovasi setiap grup diuji, sejauh mana skill STEM mereka mampu diberdayakan di dalam mencapai goal [misi yang ditetapkan]. Hehe. Walau terlihat santai, seru dan fun, harus diakui bahwa cara ini sungguh bermanfaat di dalam membentuk team work lho!

Selain games, tentu acara malam hari pertama itu diimbuhi dengan barbeque [jagung bakar, sate] dan nyanyi and get-joget donk. Seru and fun deh, pokoke! Barulah keesokan harinya, di hari kedua, STEM games dilanjutkan. Baik grup Science, Technology, Engineer maupun Math, bermain serius, seru and fun! Kami diminta untuk memenuhi sebuah misi. Yaitu mencari petunjuk berupa clue dan arahan, di mana petunjuk itu ditulis di pada lembaran kertas dan disembunyikan pada tempat-tempat tertentu. Persis seperti permainan mencari jejak [jadi inget kegiatan pramuka deh, ih!]. Sungguh, games ini seru banget, karena setiap menemukan lembaran perintah yang disembunyikan itu, ada rasa excited gimanaaa gitu, dan setiap personil menjadi semakin kompak dengan sesama personil grupnya. Kebersamaan, kekompakan terangkai dengan sendirinya. Apalagi di saat-saat berhasil mengumpulkan semua clue dan 'kupon-2' untuk kemudian ditukarkan dengan benda-benda, yang nantinya akan dirangkai menjadi sebuah alat bagi permainan berikutnya. Wuih, seru banget!

Setelah ke empat grup berhasil menyelesaikan dan mengumpulkan harta karun kupon, dan kemudian ditukarkan dengan benda-benda yang ternyata adalah sebuah rakit, tiga buah ban dan 4 buah helm serta 1 buah dayung, maka kami pun di minta untuk merakit peralatan tersebut menjadi sebuah perahu. Weis, asyik banget! Dan...? Seruuuuuu!

Setiap tim diwajibkan untuk menyeberangkan anggotanya ke seberang dengan menggunakan perahu rakitan ini. Penilaian didasarkan pada teknik merakit perahu, disain rakitan, kecepatan waktu, juga jumlah anggota yang berhasil diseberangkan. 
Gimana, Sobs? Seru khaaaan? Selain seru, tentunya banyak sekali pembelajaran yang kami dapatkan dari gathering keren ini lho!

Jika pada bidang pendidikan, STEM diartikan sebagai Science, Technology, Engineering and Math, maka di dalam games 'team building' ini, maka STEM dapat diartikan sebagai Solid, Teamwork, Efficiency and Meet the goal! Bahwa, untuk mencapai keberhasilan dari sebuah project/usaha, maka diperlukan kekompakan sehingga membuahkan sebuah tim yang kompak, di mana dengan tim yang kompak dan saling bekerjasama ini, akan menciptakan efisiensi kerja, dengan kerja yang efisien ini maka tujuan akan tercapai [meet the goal]. 

catatan utama, Pendidikan Berbasis STEM,
Sampoerna School System
Al, Bandung, 11 Desember 2014


Sumber: 

Talkshow pada acara PSF Media-Bloggers Gateaway 2014 dengan narasumber: 
- Ibu Nenny Soemawinata, Managing Director Putera Sampoerna Foundation, 
- Ibu Ainun Chomsun, Pemerhati Pendidikan dari Akademi Berbagi Indonesia 
- M. Ikhlasul Amal Ph.D, Peneliti dari Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI.

Press release acara PSF Media-Bloggers Gateaway 2014


Read More
/ /

Bermula dari pemberitahuan seorang teman blogger di FB Grup Blogger Bandung, bahwa Putera Sampoerna Foundation akan mengadakan sebuah acara keren bertajuk Media & Bloggers Gateaway, and inviting exclusively the Journalist and Bloggers to attend this agenda, maka sesuai petunjuk yang ada di grup, aku pun segera mengajukan permohonan via email kepada panitia untuk diperkenankan turut serta. Balasan dari panitia [Mba Kristin as the person in charge] ternyata tak pakai lama, eikeh diterima dan diminta untuk menunggu official invitation yang akan dikirimkan kemudian. Yeay!!! Ini sungguh berita paling menggembirakan sekaligus mengharukan, karena [awalnya] there are only 5 seats that go to Bloggers gitu lho, dan eikeh terpilih sebagai salah satunya. Alhamdulillah. Sempat penasaran juga akan siapa ke 4 blogger lainnya yang turut serta, do I know them? 

Hari H itu pun tiba, dan ternyata, Sobs, ke-empat bloggers lainnya itu adalah teman-teman Blogger Bandung yang ndilalah-nya adalah teman-teman yang semuanya aku kenal dan saling akrab! Aha! What a small word ya? Padahal applying via emailnya itu sendiri-sendiri dan sama sekali ga saling kompromi lho!

Dan ternyata, Sobs, #PSFGateaway berbaik hati dengan menambah quota bagi bloggers sehingga terhitung totally ada 10 blogger yang turut serta di dalam acara ini. Sementara dari media [journalist] kalo ga salah ada 20 orang gitu deh. Dan, honestly, ini adalah gathering pertamaku dengan para jurnalis, dan rasanya? Seru pake pisan, lho!

Jika selama ini kita sering mendengar bahwa awak media itu agak-agak sombong gituh, e-ternyata, enggak tuh! Mereka berbaur asyik lho dengan para bloggers. Ya tentu berkat kepiawaian duo MC cantik-ganteng yang memandu acara juga sih. Btw, tentang keseruan dan apiknya acara ini, aku ceritakan kemudian deh ya. Sekarang, let me share you the fun way we start from Bandung in reaching the meeting point, alias keseruan kami [aku, Nchie Hanie dan Erry si bibi titi teliti] dalam mencapai Gedung Sampoerna Strategic Square, yang merupakan tempat di mana seluruh peserta Media-Blogger Gateaway harus berkumpul, untuk bertolak ke tekape [Mongolian Camp di Bogor].

Nge-Dora di Dini Hari

Tentu bukan hal mudah bagi kami, tiga Dora emak cantik yang ingin meng-eksplor Mongolian Camp, untuk mendapatkan tumpangan dan sampai pada pukul 8 pagi di Gedung Sampoerna Strategic Square di Jalan Sudirman, Jakarta sana. Apalagi di hari kerja, rasanya itu adalah hal yang mustahil, jika kami bertiga harus menumpang bis antar kota atau pun kereta api. Bukan tak ada travel car, bis atau kereta api yang berangkat pada pukul tiga dini hari sih, tapi dari rumah ke travel car or kereta api itu lho, mustahil banget deh rasanya. Dini hari gitu lho! Siapa yang mau anterin? Hingga kami pun sepakat untuk memberdayakan Gliv [Grand Livina kesayanganku], untuk mencapai tekape. Fine. Solusi pertama selesai. Pemikiran kami, ntar ke Bogornya, pake bis yang telah disediakan oleh panitia dan Gliv kami titipkan di arena [Gedung Sampoerna] saja. 

Narsis cantik dulu donk, sebelum berangkat. Ah iya, kanan bawah, adalah
duo MC keren dari Global TV. Pasti familiar dengan
Gati Kamka dan Togi Sinaga khaan? 
Etapi, ternyata, Sobs! Begitu sampai di meeting point, dan setelah ngobrol akrab dan cantik dengan panitia, ternyata bukan hal murah menitipkan Gliv di sana. Mahal, bo'! Empat ribu rupiah perjam! Sebuah angka yang bikin wow jika dikalikan dengan 36 jam. Hihi. Panitia telah berusaha untuk mendapatkan kompensasi sih, tapi apa daya, ternyata peraturan tetap peraturan. Jadi, tetap, Rp. 4000,- per jam! Hehe. Ya sutra deh. Setelah mengaktifkan pola pikir emak-emak [kali kali dan tung-hitung], jadilah kami menitipkan Gliv di area parkir, dan menikmati kebersamaan berangkat naik bis bersama rekan-rekan lainnya, menuju The Highland Park Resort, Bogor alias Mongolian Camp. 

Sebuah pilihan bijak yang bener-bener tepat, karena perjalanan dan kebersamaan yang tercipta di dalam bis itu begitu menyenangkan. Digawangi oleh duo MC cantik dan ganteng [Gati Kamka dan Togi Sinaga] dari Global TV, yang langsung menyapa kami dengan renyah dan humor segar pengikat kebersamaan, sungguh menciptakan perjalanan berkelok-kelok menuju Bogor itu tidak terasa melelahkan. Derai tawa memenuhi ruangan bis. Seru! Plus panitia yang begitu ramah, baik hati dan berbaur dengan kami semua, menambah klop dan ceria suasananya. 

Welcome to the Mongolian Camp! 

Wow, wow dan uwoooow!!! Itulah komentar yang meluncur bebas dari mulut kami, para undangan begitu mendaratkan kaki di area mongolian camp ini. Disambut ramah oleh petugas resort plus welcome drink, makan siang, dan setelah itu dipersilahkan untuk menuju ke kamar yang telah ditentukan oleh panitia. Dan penasaran akan bentuk luar dan dalam dari kamar yang aku tempati? Hehe. Look at the picture beside deh! 

Bentuknya meniru rumahnya orang-orang Mongol yak? Tapi yang ini berdinding beton lho, etapi, bagian dalamnya, tidak dibiarkan bagian beton mengintip keluar, melainkan dibungkus apik oleh kain gorden cantik berwarna biru [untuk kamarku], dan langit-langitnya juga dibungkus unik dengan kain aneka warna. Lihat deh gambar kanan bawah. Serasa tenda pesta yang unik deh. Tapi, fasilitas di dalam kamarnya itu lho, spring bed nyaman dan elegan menanti untuk ditiduri. Hehe. Tak hanya itu, bath room-nya juga sekelas hotel2 berbintang lainnya lho. Ga heran jika kamar ini diklaim seharga di atas Rp. 2 juta rupiah per malam. *Bener ga sih? Lirik panitia. 

The Highland Park Resort emang luar biasa. Menawarkan kamar-kamar unik dengan view gunung Salak yang menantang, plus arena bermain dan water parknya yang bikin hati tertantang. Belum lagi area api unggun hingga ke taman bunganya yang terdapat di bagian belakang sana, sungguh menyegarkan mata yang memandang deh. Bener-bener bikin happy!

Kami diberi waktu kurang lebih dua jam untuk beristirahat, sebelum berkumpul kembali di sebuah tenda unik yang telah disulap menjadi ruang seminar. Ya, acara utama hari ini adalah seminar tentang system pendidikan baru yang dikembangkan oleh Putera Sampoerna Foundation, dalam rangka menghadapi persaingan global nanti. Penasaran ruang seminar cozzy dan rentetan acara penting lainnya? Yuk ikuti reportase ala Alaika Abdullah pada postingan ini atau langsung klik --> STEM - Sistem Jitu Sambut MEA 2015, ok? 

catatan permulaan tentang Media & Blogger Gateaway
yang diadakan oleh Putera Sampoerna Foundation
Al, Bandung, 9 Desember 2014
Read More