Archive for November 2014
Menu
/ /
Entah mengapa, aku masih cinta banget akan si hitamku yang satu ini. Kunamai dia Oryx, singkatan dari Onyx Blackberry. Telah lebih dari 4 tahun menemani, mulai dari bentuknya yang gres, mulus dan apik, hingga kini telah mulai terlihat butut. Bukan saja penampilan yang tak lagi kece, kinerja-nya pun kini berbanding lurus. Suka hang jika kebanyakan aplikasi. Hiks. 

Itu pula sebabnya kenapa aku membagi tugas si Oryx ke smartphoneku lainnya, yang hadir belakangan. Agar Oryx tetap bisa berfungsi dengan baik, baik untuk teleponan, smsan mau pun menjalankan beberapa aplikasi yang aku benamkan di sana. 

Bicara tentang aplikasi, jadi ingat akan app world blackberry deh. Dulu, waktu masih maruk ber-BB ria, aku paling sering tuh main ke sana, mengintip aneka aplikasi menarik yang dipajang di sana. Dan paling getol download aplikasi gratisan, karena aplikasi berbayar yang sebenarnya jauh lebih komplit servicenya itu, susah banget dibeli. Bukan karena ga cukup duit, wong harganya cuma sekitar Rp. 15 rebon kok, tapi karena metode pembayarannya itu lho, kudu pake kartu kredit atau paypal. Aih, males deh! Padahal, aku yakin banyak banget dari kita yang ingin upgrade si aplikasi gratisan, ke versi premiumnya, agar bisa digunain maksimal. Contohnya aja, aplikasi Screen Muncher, pada familiar kan ya? Nah, hasil skrinsut kita jadi kurang menarik karena ada watermark 'screen muncher'-nya kan? Terus kita juga ga bisa mengutak-atik warna serta mengubah suaranya, jika tidak membeli full version-nya. Hiks.  

Tapi ternyata, Sobs, berkat kolaborasi cantik antara Blackberry dan operator GSM seperti XL dan rekan-rekan sejawatnya, kini kita sudah bisa mendownload aplikasi berbayar dengan cara yang lebih mudah dan memungkinkan, lho! Caranya, Al? Yup, caranya adalah dengan membayar pake pulsa! Asyik khaaaan? 

Sumber gambar diambil dari www.xl.co.id
Jadi pulsa kita akan terpotong sesuai dengan harga aplikasi yang kita beli. Sebenarnya sih, metode ini sudah lahir sejak tahun 2013 sih, tapi kayaknya, eikehnya nih yang kudet alias kurang update yak? Hihi. Tapi bagi yang belum mengetahuinya, bukankah informasi ini juga akan menjadi informasi yang berharga? :)

Terus syarat dan cara membelinya gimana nih, Al?

Syarat dan caranya gampang kok, Sobs, nih, pantengin deh panduan yang ada di gambar di bawah ini yaa? Ini khusus untuk pengguna XL lho ya, seperti provider yang dipake Oryx. :)



sekedar sharing,
Al, Bandung, 23 November 2014

Read More
/ /

Sudah familiar donk dengan 'kebijakan' berpakaian batik di hari Jumat? Kebijakan yang umumnya berlaku bagi para pegawai baik di instansi pemerintah maupun swasta. Aku sendiri, pada awalnya sih, kurang begitu suka dengan pakaian batik, selain dari disainnya yang masih sangat sederhana [dulu lho ya...], hingga ke image-nya yang lengket pada daster, sprei, kain sarung, kain panjang dan selendang. Itu dulu, pastinya.

Namun seiring dengan perkembangan jaman, dan upaya keren para designer yang berupaya mengangkat image batik, dengan menciptakan aneka disain pakaian nan chic and trendy dari berbagai ragam batik Nusantara, perlahan aku jadi suka, deh, mengenakan pakaian batik. Apalagi kini berburu pakaian batik nan cantik itu, tak lagi mengharuskan kita terjun langsung ke pasar-pasar atau mal, tapi cukup melalui ujung jemari alias belanja online. Jadi semakin memudahkan kita dalam melengkapi koleksi kita. Trimakasih internet, trimakasih online shop! Hehe.

Berbicara tentang pakaian batik, beberapa teman yang tahu bahwa dulunya aku tuh kurang suka berbatik, suka iseng nanyain kok kini aku berubah haluan? Kok kini aku rajin koleksi pakaian batik? Dan dari mana sih belinya? Kok cantik-cantik koleksinya, padahal mereka tuh tau bahwa aku paling males keluyuran apalagi masuk pasar or mal hanya untuk shopping.

Well, kan udah dibilang tadi, bahwa sekarang ini kemana-mana itu cukup dengan 'menarikan jemari'. Iya lah, memainkan jemari di atas keyboard laptop or smartphone, yang terhubung dengan internet! Itu syarat utamanya. Jika itu sudah terpenuhi, maka kita akan langsung terpana, saat mengunjungi online-shop online-shop yang terhampar di ranah maya. Salah satu favoritku adalah Elevania.co.id. Pernahkah Sobats mengunjungi toko yang satu ini? Coba deh, pasti Sobats akan dibuat kagum oleh aneka pakaian yang terpajang di etalasenya. Tak hanya itu, harganya juga terjangkau lho!

Tentang alasan berbatik? Nah, kalo yang ini sih, karena kini aku menyadari bahwa batik adalah warisan budaya khas Indonesia, yang juga telah diakui oleh dunia sebagai warisan budaya manusia milik Indonesia, yang sudah pasti harus kita cintai, lestarikan dan populerkan. Selain itu, mengenakan batik itu bikin adem, apalagi jika kita sedang berada di area atau ruangan non AC, sifat mendinginkan yang ditimbulkan oleh bahan batik, itu ngebantu banget! Kalo Sobats sendiri, gimana? Suka berpakaian batik juga kah? :)

Sekedar sharing,
Al, Bandung 22 November 2014
Read More
/ /
Memiliki saudara yang semuanya adalah laki-laki, yang adalah juga penggila soccer alias sepak bola, tidak berarti mampu mempengaruhi aku dan ibu untuk ikut-ikutan melebarkan mata mantengin layar kaca, hanya untuk sekedar bersiap-siap meneriakkan "Golll" atau memberi semangat untuk tim yang sedang didukung.

Bagi aku dan ibu, walau layar kaca di ruang tengah rumah kami itu senantiasa menayangkan acara sepak bola dari berbagai belahan dunia, teteup saja, ga suka ah! Kami memilih menyingkir dan mengalihkan perhatian ke buku bacaan atau malah beraktivitas di dunia maya [bagiku] sementara ibu malah melarikan perhatian ke obyek jahitan yang sedang digarapnya. Yah, kami lebih memilih mengalah pada suara terbanyak di rumah kami [empat lelaki dan 2 perempuan], daripada suasana menjadi kacau.

Keadaan ini terus berlangsung dalam damai, hingga kemudian satu persatu dari kami, beranjak meninggalkan rumah karena memang sudah harus mandiri. Ya karena berumah tangga, karena bertugas di kota lain dan alasan lainnya. Namun, pada saat kami kembali berkumpul di rumah induk, ternyata kebiasaan ini, kembali berulang. Dari informasi terpercaya yang aku peroleh sih [dari istri adik-adikku], ternyata, kegilaan akan soccer ini tak juga mereda, melainkan turut serta ke rumah baru mereka. Sang istri mengalah, pastinya. Dari cerita ipar-iparku, ternyata,  selain 'terikat' pada layar kaca, atau live streaming siaran terkait di dunia maya, adik-adikku itu juga heboh berburu berita prediksi bola. "Lha, emangnya Edo suka taruhan?" tanyaku kaget, pada Tiara, istrinya Edo.

"Hehe, setau saya sih ndak, Mbak. Cuma katanya ada rasa gimanaaaaa gitu jika bisa mengetahui lebih awal, atau membaca ulasan hingga ke ramalan sebuah pertandingan. Karena saya sendiri juga penggila bola, jadinya saya juga ketularan hal yang sama sih, Mbak. Rasanya gimanaaa gitu jika punya wawasan lebih tentang team yang kita dukung itu."

Tiara menjelaskan panjang lebar, penuh semangat. Beruntung Edo punya istri yang sehobi, ya? Jadi friksi yang terjadi gegara rebutan siaran televisi, atau sejenisnya bisa diminimalisir. Hehe. Kalo Sobats sendiri gimana? Are you a soccer mania? J


Sekedar coretan,
Al, Bandung, 21 November 2014

Read More
/ /
Harga-harga mulai meroket. Tadi pagi, 12 jam setelah pemberlakuan kenaikan harga BBM, imbas pertama yang aku rasakan adalah, naiknya ongkos angkutan umum alias angkot. Masa', dari pasar burung tungku ke tempat tinggalku yang biasanya cukup dengan membayar 1000 rupiah [berjarak kira-kira 400 meter], eh sejak tadi itu, naik ke 2500 rupiah bo'! Duh, ampun dije deh ini. Belum lagi tiap 'ngasih minum' si Gliv [isi bensin mobil], pasti ga akan cukup lagi 200 rebon untuk menuhin setangki-nya, hiks.

Imbas berikutnya sudah pasti efek domino dari kenaikan harga BBM ini, yaitu kenaikan harga barang-barang sembako. Aih, pasti ini akan bikin para emak semakin pusing dalam mengatur alokasi dana belanja. Syukur-syukur jika income juga berbanding lurus dengan kenaikan BBM, kalo ternyata berbanding terbalik alias ga naik gaji atau income? Pasti bikin manyun kan? Aku sendiri, 'aksi teror' ini ditutup dengan 'laporan' dari Intan bahwa smartphone-nya yang memang sudah berusia senja lama itu harus di-lembiru [lempar dan beli baru]. Hadeuw, berapa duit lagi ituh, Nak? Di tengah kebutuhan membayar iuran semester kedua [Desember nanti], plus deadline tagihan asuransi yang juga sudah jatuh tempo, maka kebutuhan bulan ini sudah pasti bikin eikeh sulit tersenyum deh. Hayyah, gaswat ini. 

Etapi, ga ada gunanya mengeluhkan keadaan bukan? Yang terpenting adalah bagaimana menyiasati keadaan genting ini agar kita mampu memenuhi kebutuhan hidup seperti biasanya. Iya enggak, sih, Sobs? Misalnya, dengan memaksimalkan penggunaan angkot untuk transportasi dan baru akan gunakan mobil pribadi jika memang benar-benar diperlukan. Langkah selanjutnya adalah dengan benar-benar selektif dan cermat di dalam berbelanja. Yes, selektif dan cermat di sini adalah bener-bener bisa membedakan antara 'butuh' dan 'ingin'. Cara cermat lain yang aku paling suka tuh, adalah berburu barang bagus yang sedang diskon, sale atau cuci gudang, baik via online shop mau pun offline shop! Hehe, emak-emak banget yak? Hihi.

Kupon keren ini langsung bikin mupeng euy! Cocok nih untuk ganti smartphone Intan yang kudu di-lembiru
Ada satu lagi lho cara cermat berbelanja hemat, yang aku sendiri baru ngeh dan mulai tergila-gila untuk menggunakannya, yaitu berbelanja pakai kupon alias voucher! Beberapa toko online sekaliber Lazada, Zalora, Expedia, Groupon Indonesia, Streetdeals dan Qoo10 ternyata bekerjasama dengan sebuah situs bernama iPrice dalam menyediakan kupon-kupon tersebut. Caranya ga sulit kok, Sobs. Cukup masuk ke halaman iPrice, dan cek-ricek deh kupon-kupon yang tersedia di sana. Aku sendiri langsung tertarik untuk ambil penawaran terhadap kupon di atas, tuh. Pas banget untuk beli smartphone baru for Intan. Hehe.

Kalo ga komit pada niat awal, terus terang, bermain-main di situs ini suka bikin 'kalap' lho, Sobs! Haha. Habis, penawarannya itu lho, menggiurkan banget! Siapa coba yang ga mupeng melihat penawaran kupon 'tanpa ada masa berlaku' maupun yang berbatas waktu, dengan diskon gede-gedean? Aku sendiri jadi tertarik untuk mengambil kupon penawaran yang satu ini deh! Hihi, biar puas narsis-narsisan gitchu. :)

Yes, akhirnya bisa beli tongsis keren dengan harga murah, yeayy!
Memanglah yaa, di tengah kemelut ekonomi yang kian menanjak, sebenarnya ada saja jalan cermat menghemat uang belanja. Ya, salah satunya dengan cara memanfaatkan kupon yang disediakan di situs ini. Tapi..., teteup, kita kudu cermat di dalam mempergunakan kupon-kupon ini, karena ada kupon yang mensyaratkan begini dan begitu. Jadi perhatikan kuponnya dengan teliti, jangan sampai sudah habis masa berlaku [bagi yang berbatas waktu], tidak memenuhi syarat minimum pembelian, salah masukin kode kupon atau malah barang yang dibeli tidak sesuai dengan jenis yang tertera di kupon tersebut. Jadi kudu teliti, ya, Sobs!

sekedar berbagi pengalaman,
Al, Bandung, 18 November 2014
Read More
/ /
KopDar, senantiasa memberikan sensasi tersendiri bagi setiap event/moment-nya. KopDar dengan si A, begini, dengan si B, begitu. Yang jelas, selalu saja mampu memberikan sensasi luar biasa bagiku setiap melakukan KopDar, terutama yang pertama kali dengan sahabat-sahabat mayaku, khususnya sahabat blogger.

Malam ini, sebelum beranjak melaksanakan tugas lainnya, aku ingin tampilkan sebuah foto cantik berisi tiga wanita cantik yang aku yakin, Sobats semua pasti mengenalnya. Uhuy! Siapa mereka? Yuk langsung pantengin foto di bawah ini deh, ya! :)

Pada kenal dengan tiga wanita bening cantik ini khaaan? 
Yes, yang sebelah kiri biasa dipanggil sebagai 'si bening' oleh si pak boss (nya),  tenarnya adalah Nchie Hanie, yang tengah, adalah eikeh [Alaika] dan yang paling kanan, yang senyumnya begitu menawan itu adalah Mba Lidya.
Kebersamaan ini tercipta saat lunch time, pada acara yang diadakan oleh PLN berkolaborasi dengan blogdetik, berlokasi di Jakarta. Lupa tempat acaranya, hehe.

Sobats sendiri, senang KopDar ga?
Sekedar catatan random,
Al, Bandung, 18 November 2014



Read More
/ /
Boleh saja berselimut kemiskinan, namun tekad dan kepercayaan bulatnya bahwa pendidikan adalah jalan terbaik ubah nasib, menjadikannya nekad merantau di usia dini. Tak harus dijenguk ibu, tak harus dikirimi ayah. Tak perlu bersepatu, tak harus berseragam, yang penting punya buku tulis dan boleh minjem buku pelajaran. Cukup. Kini lelaki itu hidup jauuuuuh lebih baik, bahkan berkemampuan untuk hantar putra putri ke kehidupan yang benderang. Lelaki itu, Ayahku, lelaki hebat dengan pundak siaga untukku labuhkan air mata. Selamat Hari Ayah Nasional, Yah! Terima kasih untuk tanggung jawab dan tekad bulatmu dalam memastikan kebahagiaan kami. Bersamamu, damai itu selalu ada..., GBU Yah!

Bersama Ayahanda di sebuah taman di Belarus, July 2013.

catatan spesial untuk Hari Ayah Nasional,
Al, Bandung, 12 November 2014
jumlah kata :100 kata
Read More
/ /
Seonggok ragu, sebenarnya sudah mengintip di hati bahkan sejak shalat Subuh tadi pagi. Namun karena janji yang sudah disepakati, maka kulangkahkan kaki dengan Bismillah. Menumpang bus antar kota bertuliskan Arimbi, sampailah aku dua jam setengah kemudian di tekape. Satu jam lebih cepat dari waktu yang kami sepakati. Karena aku yang lebih dulu sampai, maka adalah tugasku untuk mencari meeting point sekaligus meeting venue. Sengaja aku pilih sebuah cafe berinisial DD, yang secara umum memang nyaman untuk hangout juga meeting.

Hm, so far still so good. Sengaja kutahan diri dari keinginan wara wiri di Slipi Jaya Plaza yang begitu menggoda mata dan beresiko mengoyak dompet ini. Kuingatkan diri, ingat dompet, Al! Banyak pengeluaran bulan ini, lho! Oops! Jadilah aku menenggelamkan diri ke dalam materi yang hendak kami bahas nanti, sembari tentu saja, berselancar jaya di dunia maya seraya mengutak atik Oppi (my smart Oppo) yang akhir-akhir ini mengulah. Setiap download ato update applikasi baru, selalu aja keluar notif 'downloading error, not enough space' apa gitu....

Jadi, mumpung sedang berada di area full wifi, langsung deh aku tenggelam dalam keasyikan utak atik Oppi. Hingga, waktu yang ditentukan tiba, dan si klien belum juga menampakkan diri, aku pun mulai was-was. Ah, paling kejebak macet. Kunanti beberapa menit hingga kemudian aku pun jadi penasaran. Sms yang kulayangkan 1/2 jam lalu belum juga beroleh jawaban. Aih, ada apa dengannya? Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengannya....

Akhirnya, kuraih juga smartphone-ku untuk memanggil nomornya. Ya ampun, ternyata sudah ada sebuah sms yang nangkring manis di inbox. 'Al, maaf banget, tak disangka, istriku menyusul dan sekarang sudah ada di hotel. Ijinkan saya temui istri dulu ya, nanti saya ke tkp. Jangan pulang dulu, tunggu ya.' Oalah..., sang istri bikin surprise kah? Atau malah sedang jadi intel? Hihi. Whatever lah, aku rapopo seh. Kan eikeh cuma teman dan punya sedikit kerjasama dengannya, tak lebih tak kurang. Jadi oke deh. Baiklah, aku tungguin deh. Kubalas dengan pesan singkat, 'OK Bos.'

Dua jam berlalu dalam damai, namun genderang perang mulai ditabuhkan oleh hatiku. Aih, ini ga ada kabarnya, sementara eikeh kan harus balik ke Bandung. Bisa kemaleman nih, mana ga bawa Gliv. Hadeuh. Kuraih smartphone-ku dan menelepon nomornya. Aih, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif terdengar ibarat sebuah ejekan. Masak sampai harus matikan hape segala seh? Ya sudahlah, dibalik kecewa, kucoba berbesar hati. [Andaikan] aku di posisi istrinya, dan sedang menginteli suami, apa yang akan aku lakukan? Ih, tapi aku kan belum pernah melakukan hal seperti itu..., haha.

Ya sudah deh, mending pulang aja. Setengah lima aku cabut dari cafe DD dan chitchat sebentar dengan si abang tukang ojek di pinggir jalan, pas di depan Slipi Jaya Plaza. Menanyakan kendaraan apa yang bisa membawaku ke stasiun Jakarta Kota. Ditawarin naik ojek dia aja sih, cuma aku belum pernah naik Kopaja, jadi ingin mencobanya. Dan ternyata asyik juga! Aku kebagian jatah berdiri, seruuuu. Bersama beberapa penumpang lainnya, kami turun di stasiun Jakarta Kota. Sayangnya, ternyata kereta yang berangkat ke Bandung baru ada sekitar jam 9 malam. O ow! Jangan dunk. Maka aku disarankan untuk mencapai stasiun Gambir, karena kalo naik dari sana, aku bisa berangkat pukul 19.50 wib. Jadilah aku bergegas numpang ojek ke sana.

Perjalanan menembus kemacetan kota Jakarta di sore jelang malam seperti ini, bagi kebanyakan orang sudah pasti ngebosenin dan bikin bete, tapi bagiku yang jarang-jarang mengalaminya, menjadi sesuatu yang aku anggap fun. Apalagi si abang ojeknya termasuk gesit salip sana salip sini, bikin perjalanan tambah seru. Sampai-sampai aku jadi lupa dengan 'kekecewaan' yang ditimbulkan karibku tadi.

Benar saja, sesampai di Gambir, masih ada beberapa tiket yang available untuk ke Bandung pukul 19.50 wib. Itu artinya aku masih harus menanti sekitar dua jam kurang dikit lah. Tak ape, rapopo, yang penting pulang ke Bandung. Untuk menanti waktu keberangkatan, kuputuskan untuk hangout lagi di sebuah cafe. Kembali aku memilih cafe yang sama dengan yang di Slipi Jaya tadi. Sekalian beli donutnya untuk oleh-oleh deh.

Senja mulai turun, kumandang azan Magrib mulai diperdengarkan. Namun karena jemaah di Mushalla yang tak seberapa luas itu sedikit membludak, kuurungkan niat untuk shalat Magrib. Aku jamak di Isya aja deh ntar sampai rumah. Maka aku kembali menenggelamkan diri di dunia maya. Ya, bikin postingan ini nih! Hehe, biar ga bete gituh, Sobs! Iya dunk, ngapain juga kita harus bete, toh si karibku pun pastinya tak mengharapkan situasi jadi seperti ini. Namun apa daya, pasti dia tak kuasa melepaskan diri dari intaian dan pelukan sang istri, sehingga, dengan terpaksa, pertemuan dan meeting ini di-TIADA-kan dulu deh. Ditunda saja. Biarlah, yang penting damai. :)

Dan aku? Kecewakah aku? Hm..., iya sih, soalnya udah jauh-jauh datang dari Bandung gitu lho. Tapi ya sudahlah, ngapain juga memelihara kecewa, ntar aura negatif ini malah menyebar dan mempengaruhi energi sekitar menjadi negatif pula. Ah, mending aku utak atik foto saja, dan bermain-main di stasiun.

catatan penutup malam,
Al, posted from Argo Parahyangan, 6 November 2014




Read More