Archive for July 2014
Menu
/ /
Yuk, ke Blue Mosque Part -2
Berbicara tentang Blue Mosque alias Mesjid Biru - Istanbul, kurang lengkap rasanya jika kita tidak melongok ke dalamnya, bukan begitu, Sobs? Tapi bagi Sobats yang baru mampir di sini, dan penasaran dengan penampakan bagian luarnya, sok ditilik terlebih dahulu postingan Yuk Ke Blue Mosque - part 1 yaa.

Dan bagi yang sudah ke part 1, yuk kini kita memasuki mesjid cantik yang termasyur ini yuk!

Bagian Dalam Mesjid Biru

Sebenarnya, sudah ingin masuk ke mesjid, pada kunjungan pertama itu [waktu rombongan Presiden Turkey shalat Jumat di sini], namun apa daya, setelah menanti sekian lama, tampaknya Mesjid masih juga ditutup untuk umum dengan alasan keamanan, maka kami pun memutuskan untuk beralih ke object wisata lainnya, dan akan kembali ke bagian dalam mesjid ini pada kesempatan lainnya. Dan.... Taraaaa... Here we are! Balik lagi ke mesjid, dua hari sesudahnya, dan kini siap untuk menghadirkan liputan keren, tentang keadaan di dalam mesjid indah ini. Yup, Mesjid Sultan Ahmed alias the Blue Mosque.

Dari luar, memang mesjid ini tidak menampakkan kesan biru, selain dari kubahnya yang berwarna biru dengan pucuk bernuansa emas. Warna dindingnya, tidak dicat sama sekali, sebagaimana mesjid-mesjid lainnya yang ada di negeri dua benua ini. Namun, Sobs, begitu kita masuk ke dalam mesjidnya, maka mata kita akan takjub dengan keindahan dan keunikannya. Dan jawaban mengapa mesjid ini disebut sebagai mesjid biru pun akan terlihat dengan jelas.

Blue Mosque

Keren amir ya, Sobs? Didominasi oleh warna biru pada ornamen-2 dinding mesjid berupa keramik terbaik sejumlah kurang lebih 20 ribu keping, sungguh bikin mata teduh dan hati takjub. Karpet sutra yang menutup lantai mesjid berasal dari tempat pemintalan sutera terbaik dan lampu-lampu minyak yang tergantung itu, terbuat dari kristal, merupakan produk import. 


Ornamen bunga dan tanaman bersulur juga terpatri dengan indahnya, membiaskan warna biru saat cahaya matahari menyinarinya via 260 jendela kaca patri. Subhanallah, kang Mehmed Agha, sungguh piawai deh dirimu mendisain mesjid ini! :)


Tak hanya indah, tapi juga terlihat kokoh oleh sokongan pilar-pilar marmer yang tersebar proporsianal di seluruh bagian dalam mesjid. Lebih dari 200 kaca patri dengan aneka disain pun, tak ketinggalan memperindah mahakarya yang satu ini, dengan pantulan cahaya dari luar dibantu pula oleh chandeliers. Di dalam chandeliers diletakkan telur burung unta untuk mencegah laba-laba membuat sarang di dalamnya.

Blue Mosque inside


Dekorasi lainnya adalah kaligrafi ayat-ayat Al-Quran yang sebagian besar dibuat oleh Seyyid Kasim Gubari, salah satu kaligrafer terbaik masa itu. Sungguh membuat lidah tak henti berdecak, mengagumi maha karya yang satu ini. Subhanallah, sungguh agung, indah dan nyaman rumahmu ini ya, Allah....

Baca juga: Cara Mengurus Visa Turki


catatan dan kenangan perjalanan ketiga negara,
Al, Bandung, 11 Juli 2014

Read More
/ /
Melanjutkan dan ingin berbagi kisah pengalaman menjejakkan kaki di bumi Istanbul, maka ijinkan aku untuk langsung bercerita tentang kunjungan kami ke sebuah mesjid ternama, yang tak hanya menakjubkan, namun juga bikin hati adem banget saat berada di dalamnya, bersujud khusyuk di atas permadani lembut, menghadap sang Ilahi Rabbi. Mesjid itu dikenal dengan sebutan 'Mesjid Biru' alias Blue Mosque.
Istanbul mesjid biru
Foto koleksi pribadi, Alaika Abdullah

Blue Mosque alias Sultan Ahmed Camii Meydani

Nama aslinya sih Mesjid Sultan Ahmed [dalam bahasa Turkey disebut Sultan Ahmed Camii Meydani], tapi mesjid cantik nan megah ini lebih familiar dengan sebutan Mesjid Biru alias Blue Mosque. Terletak di alamat : Sultan Ahmet Mh., Torun Sk No. 19, 34400, Istanbul, Turkey. Kawasan ini adalah sebuah kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum tahun 1453 merupakan pusat kota Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Bizantium. Bertetangga dekat dengan situs kuno Hippodrome dan bersebelahan dengan Hagia Sophia. Mesjid biru ini, didirikan oleh Sultan Ahmed I untuk menandingi bangunan Hagia Sophia [Aya Sofia], buatan kaisar Bizantium, yaitu Kaisar Constantin I, yang dulunya berfungsi sebagai Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci dan sekarang telah diubah menjadi museum. Ah iya, sebelum diubah menjadi museum, Aya Sofia sempat digunakan sebagai mesjid selama kurang lebih 500 tahun, lho! 


Mesjid keren rancangan Sedefkar Mehmed Agha ini, berdiri tangguh dengan 6 menara rupawan yang tinggi menjulang, berkubah biru teduh dengan pucuknya yang berwarna emas. Atau jangan2 ini memang emas?
Dilihat dari segala sudut, mesjid ini memang megah mempesona, membuat hati ingin segera melangkah ekplorasi setiap areanya yang begitu luas. Memang, blue mosque adalah mesjid terbesar di kota Istanbul. Keren ya? 

blue mosque
foto koleksi pribadi, Alaika Abdullah
Bisa menjejakkan kaki di tempat ini, sungguh hal yang luar biasa bagiku. Tak sabar rasanya ingin segera mengubek-ngubek dan narsis ria mengekplorasi mesjid ini. Namun apa daya, ternyata kunjungan perdana kami kala itu, bertepatan dengan kunjungan rombongan Bapak Presiden Turkey (masa itu), Abdullah Gull yang akan melakukan shalat Jumat di sana. Sehingga, mau tak mau kami terkendala untuk dapat melenggang bebas wara wiri di seputar area. Tapi aku sendiri sih ga menyesali keadaan itu, malah bersyukur karena mata ini langsung sueger ger ger deh, Sobs, oleh pemandangan indah yang terpampang di depan mata! Hehe. Apaan coba, Sobs?
paspampres turki
Foto koleksi pribadi
passpampress
Foto koleksi pribadi
paspampress
Foto koleksi pribadi
Saking senangnya berada di area mesjid yang megah dan indah ini, aku langsung jadi orang katrok deh, Sobs! Happy banget jalan kesana kemari, mengamati setiap sudut [area luar] si mesjid cantik. Ga bisa ikutan shalat Jumat pun tak apa lah, cukup menanti di area luar sambil cuci mata mengamati beberapa anggota paspampres yang kebagian tugas jaga, sementara sang Presiden dan rombongannya melakukan shalat Jumat di dalam mesjid. Ayah dan adikku, tentu tak membuang kesempatan donk untuk ikutan shalat Jumat, apalagi bagi ayah, kapan lagi shalat Jumat dengan Presiden Turkey kalo bukan saat itu. Hehe. Kalo aku sih, kapan lagi cuci mata dan narsis ria mumpung lagi ada santapan seger object keren di depan mata. Sayangnya, ga punya nyali untuk mendekati dan minta foto bareng dengan salah satu dari mereka yang begitu gagah mempesona. Hayyah, Al! Ingat anak dan suami! Hihi.

Penampakan di bagian luar Mesjid Biru

Rasanya akan rugi banget jika hanya duduk-duduk manis di tangga mesjid atau bangku-bangku sekitar mesjid, menanti yang sedang shalat Jumat di dalam sana. Maka aku dan adik ipar, yang lebih senang megang kamera dengan aku sebagai modelnya, segera deh berwara-wiri mengeksplorasi bagian luar Mesjid Biru. Walau beberapa kali sempat disemprit diperingatkan secara sopan oleh anggota Paspampress yang guanteng-guanteng itu, karena kami memasuki area yang terlarang saat itu, kami tetap penuh semangat mengeksplorasi.

Baca Juga: Yuk, ke Blue Mosque Part 2

Seperti yang terlihat pada foto paling atas, halaman depan mesjid ini luas banget! Dipenuhi oleh taman bunga dan rumput, plus dipayungi pepohonan rindang. Berjejer bangku dari kayu, juga tersedia bagi para pengunjung untuk melepas lelah.
blue mosque istanbul
Bersama Ayah dan Adik, foto koleksi pribadi
alaika abdullah
Saking bersihnya taman mesjid ini, orang-orang langsung rebahan tanpa alas, deh!
Foto koleksi pribadi, lokasi: Mesjid Biru/Blue Mosque - Istanbul
Beberapa taman dengan rumputnya yang 'mengundang', juga menarik perhatian dan rasa iri. Andai taman dan rumput di Indonesia sebersih dan secantik ini, pasti banyak orang yang happy untuk bersantai ria di atasnya. 
Dan mereka juga manusia toh? Punya rasa lelah dan pengen rehat juga. 
Tapi yang ini apa anggota Paspampres juga?

Berkeliling Mesjid Biru memang mengasyikkan. Banyak pemandangan unik yang tertangkap mata dan memperkaya pengetahuan. Seperti yang ini nih, Sobs, para ibu [berada di halaman samping mesjid], yang sedang menengadahkan telapak tangannya, meng-amini doa imam yang sedang memanjatkan doa usai shalat Jumat di dalam mesjid.
turkish woman
Para wanita yang turut mengaminkan doa yang sedang dipanjatkan oleh Khatip di dalam mesjid
Lokasi: Mesjid Biru/Blue Mosque - Istanbul
Tapi pemandangan di sisi lain mesjid, juga sesuatu, lho! Lihat deh, Sobs!
mesjid biru
Pengunjung mesjid yang tak berpakaian muslim, duduk2 di tangga mesjid
Lokasi: Mesjid Biru
Ada banyak komentar sih melihat foto yang satu ini saat aku upload ke album di fesbuk-ku. Kebanyakan mempertanyakan apa tidak dibuat peraturan di Mesjid Biru ini, untuk berpakaian yang menutup aurat atau minimal sopanlah jika ingin berkunjung ke sini? 

Ada kok, Sobs!

Kebanyakan Mesjid di negara Muslim sekuler ini, telah menyediakan jubah dan selendang [berwarna biru dan hijau], yang dipinjamkan secara gratis bagi pengunjung yang berpakaian seksi minimalis, agar tetap bisa memasuki mesjid. Begini nih penampakan jubah yang telah dipakai oleh pengunjung yang tidak menutup aurat.

Jubah di Mesjid Biru
Oh ya, untuk menjamin keamanan sepatu/alas kaki, pihak mesjid juga telah menyediakan plastik-plastik yang bisa diambil pada tempat yang disediakan. Juga gratis. :) Tuh, lihat kan? Cowok di atas menjinjing-jinjing sepatunya, padahal ada rak cantik tempat menyimpannya lho! Takut ilang ya, Mas? Hihi

Masih mau lanjut ke dalam mesjid?

Udah panjang banget yak postingannya? Gimana kalo untuk edisi di dalam mesjid, kita lanjut pada postingan berikutnya aja? Biar mata Sobats juga ga lelah, gicuuu? :) So, see you in this post yaaa!

Related Post: Yuk, telusuri Selat Bosphorus!


catatan dan kenangan perjalanan ke tiga negara,
Al, Bandung, 10 Juli 2014
Read More
/ /
Sumber dari sini 


Ada yang pernah memperhatikan mengapa tulisan i pada kata Istanbul, selalu ditulis dengan huruf awal i kecil? Sehingga menjadi istanbul?
Awalnya aku heran, kok nama kota, ditulis dengan huruf kecil. Eh ternyata, bukan hanya untuk kata istanbul saja yang penulisannya seperti itu lho. Ternyata, i [kecil] diucapkan sebagai huruf i [seperti pada kata ikan], dan huruf I besar [kapital] dibaca sebagai huruf e [seperti pada kata Endapan]. Jadi jika ditulis dengan huruf awal I --> Istanbul, maka akan dibaca sebagai Estanbul bukan Istanbul. :)
Demikian sekilas info. Hehe.

sekedar coretan,
Al, Bandung, 10 Juli 2014 
Read More
/ /
First Day in Istanbul adalah lanjutan dari Perjalanan Tiga Negara - The Trip Started! yang sudah tayang pada postingan kemarin. Berada di Istanbul, sungguh bikin mata melek dan mulut melongo. Gimana enggak coba, Sobs! Tadinya, aku beranggapan bahwa orang-orang Turkey adalah seperti teman-teman Turkish adikku yang berada di yayasan PASIAD Indonesia, di mana kaum wanitanya menutup aurat mereka dengan sebenar-benarnya. Jadi gambaranku, saat menginjakkan kaki di tanah Istanbul ini adalah, akan melihat para wanita cantik berhijab, seperti di negeri-negeri Arabia sana atau yang ada di PASIAD Indonesia. Ealah, ternyata oh ternyata, aku salah besar, Sobs! Salah sendiri sih, kenapa ga browsing-browsing dulu seh?

Sebenarnya sih ga perlu heran, karena sejarah Turkey menerangkan bahwa sejak kesultanan [khilafah] Utsmani ditumbangkan oleh Jenderal Kemal At-Turk, dan kesultanan berganti menjadi sebuah negeri Republik, maka sejak saat itu [1924], segala hal yang berbau Islam pun dikesampingkan dari semua institusi. Para ulama dibuang ke luar negeri dan tidak boleh kembali ke Turki. Banyak yang meninggal di luar negeri dan tidak boleh mengajarkan tentang Islam di negeri itu. Hukum Islam diganti dengan hukum sekuler, buatan Eropa, dan para muslimah dilarang menggunakan jilbab/hijab, apalagi cadar di dalam parlemen dan institusi-2. [sumber: dari sini]. Hingga kemudian, kala pemerintahan Turkey beralih ke tangan para pemimpin yang memiliki komitmen kepada nilai dan prinsip Islam, maka kehidupan Islami pun mulai berubah baik.

Baca juga: Bukber Unik di Turkiye

Namun, sebagai negara sekuler nan religius, pemandangan yang kita temukan di negeri dua benua ini pun bikin takjub. Wanita cantik berambut blonde berparas rupawan, atau wanita cantik rupawan berhijab seraya merokok di smoking zone pun, akan kerap kita temui dan menjadi akrab di mata kita. Atau, wanita muslimah berpakaian dan berkerudung besar pun, sering banget lho kita dapati di negeri ini. Kata hatiku sih, masyarakat Turkey, terutama Istanbul adalah masyarakat moderen yang benar-benar menerapkan 'Lakum dinukum waliyadin'. :)





Well, back to catatan perjalanan tiga negara, rasanya aku ga sabar untuk segera menikmati detik demi detik 'petualangan kami'. Dan adikku memang sudah mengagendakannya dengan cermat. Hari pertama kedatangan kami, saat penjemputan di bandara, adikku tidak langsung membawa kami ke apartemen [tempat tinggal]-nya. Melainkan mengajak kami lakukan a slight city tour [tour singkat dan ringan] ke sebuah taman yang searah dengan perjalanan kami pulang. Walaupun baru mendarat dan belum sempat mandi, berwajah yang masih lusuh, jeprat jepret mengabadikan kenangan teteup sebuah keharusan. Apalagi dengan view yang begitu keren, sukses bikin hasrat narsis menggebu biru!

Baca juga: Yuk Main ke Blue Mosque
Mentari pagi di bawah langit Istanbul pagi itu, bersinar hangat, seolah mengulurkan jabat persahabatan untuk aku dan ayah, yang walau berstatus sebagai musafir, tetap bertekad untuk tetap berpuasa. Biarin aja berbukanya di jam 8.45 nanti malam. Kapan lagi ngalamin waktu shaum yang demikian panjang, jika bukan sedang berada di negeri 4 musim, kan? :D.

Tour singkat yang menghasilkan banyak sekali jepretan pun harus diakhiri, karena ayah merasa sedikit lelah dan ingin segera meluruskan tulang punggung, maka kami pun melanjutkan perjalanan menuju apartemen adikku, di kota Gultepe. So, nantikan lanjutan kisah catatan perjalanan Alaika Abdullah di tiga negara, pada postingan berikut ini, ya, Sobs!

Related Post :
Yuk Main ke Blue Mosque - Part 2



catatan dan kenangan perjalanan ke tiga negara
Al, Bandung, 9 Juli 2014
Read More
/ /
Berangkat ke Turkey? Gratis pula! Siapa coba yang akan menolak? Ada lho, ibuku! Beliau enggan memenuhi undangan adikku untuk berkunjung ke sana, karena sedang ingin beribadah puasa dengan khusyuk di tanah air. Sehingga, anugerah itu pun dilimpahkan ke pangkuanku, yang serta merta membuatku bak keruntuhan rembulan! Hehe.
Ya iya lah, perjalanan ke Istanbul, lanjut ke Belarus dan Iran, jika harus bayar sendiri, tentu akan menghasilkan ceruk yang sangat dalam bagi dompetku yang memang sedang menurun income-nya. Makanya, saat mendapatkan kehormatan kesempatan menggantikan ibu, aku langsung okeh donk! Didukung pula oleh Intan, jelas membuat hati mantap untuk melangkah. Aih, kapan lagi kan traveling ke luar negeri secara gratis tis tis! Ticket dan visa arrangement juga diurus langsung oleh adikku yang telah sekian tahun menetap di Istanbul. Asyik!

Dan, hari keberangkatan itu pun tiba, 21 Juli 2013, Ramadhan pertengahan dengan meeting point antara aku dan Ayah, di Kuala Lumpur. Aku berangkat dari Bandung menuju Kuala Lumpur, sementara Ayah berangkat dari Banda Aceh menuju Kuala Lumpur. Adalah aku yang tiba duluan di LCCT [airport khusus Air Asia], karena jam penerbanganku kala itu adalah sekitar pukul 08.00 pagi hari waktu Indonesia.

Menanti Ayah yang baru tiba di LCCT sekitar pukul 5 sore hari waktu Kuala Lumpur. Menanti sendirian di LCCT, bukanlah hal yang buruk. Apalagi bagiku yang penggila online world, hehe. Asyik-asyik aja, apalagi hotspot bisa diakses bebas, walau limited of time. Tapi dengan tiga perangkat yang aku miliki, cukuplah untuk tetap bisa akses ke free hotspot yang tersedia, secara berkesinambungan antara BB, tablet dan Macbook. Harus smart donk! Hingga tiba waktunya beranjak ke airport lainnya, yaitu KLIA guna melanjutkan penerbangan via Malaysia Airlines, yang akan terbang pada pukul 1 dini hari.

Baca juga: First Day in istanbul

Penantian panjang menanti pukul 1 dini hari, lagi-lagi bukanlah hal yang menjemukan, karena airport negeri jiran ini sungguh nyaman. Membuat aku dan ayah, betah-betah saja. Semua spot yang tersedia, sanggup bikin passanger betah deh. Coba kalo bandara-bandara di tanah air kita juga bisa seperti ini, pasti bahagia banget deh, Sobs! Ya Allah, semoga negeriku tercinta juga bisa membangun fasilitas-fasilitas keren seperti ini dengan bersungguh-sungguh, biar semakin bangga rakyatnya. Hiks..

Perjalanan tengah malam

Sesuai jadwal, kami pun terbang pada tengah malam. Dan ini adalah perjalanan pertamaku ke Eropa, pada tengah malam pula. Sungguh bikin exciting, deh, Sobs! Ditambah pula dengan pesawat yang begitu nyaman dan luas, plus penumpang multi ras yang tampan rupawan ahai, sungguh bikin hati adem. Hehe. Pramugara dan pramugarinya juga ramah pisan, sungguh membuat perjalanan kami menjadi asyik dan menyenangkan. Makanan yang disediakan di pesawat ini juga delicious dan disajikan beberapa kali. Asyik deh pokoknya, namun akhirnya, yang namanya kantuk berhasil mendominasi. Tertidurlah kami dalam lelap, hingga secercah cahaya indah membersit di ufuk Barat. 

Cercah cahaya dari jendela pesawat. Foto koleksi pribadi.
Tak terasa, perjalanan sekitar 9 jam pun kini akan mencapai akhir. Bandara Attaturk telah di depan mata dan siap menerima roda pesawat MAS yang kami tumpangi untuk mendarat. Alhamdulillah. Hari telah pagi, dan aku yakin, adikku dan istrinya tentu telah menanti. Perjalanan panjang yang tak membuat lelah saking excitednya membuat hati berseri. Ingin segera bertualang di negeri indah bernama Turkey. :) Istanbul, here we come! 

Visa Turkey/Istanbul

Subhanallah, sungguh, bandara Attaturk ini luas sekali. Aneka rupa manusia berjejer mengular bentuk barisan untuk pengesahan passport memasuki negeri dua benua ini. Aku dan ayah mengikuti line, bersabar hingga mencapai counter passport checkKuperhatikan sebagian orang tidak serta merta bergabung di dalam barisan, melainkan menuju ke bagian pengurusan visa [on arrival] terlebih dahulu, baru kemudian bergabung ke barisan pengesahan paspor.

Baca juga: Cara Mengurus Visa Turkey

Turkey, memang merupakan sebuah negara cantik yang sangat paham bahwa tourism adalah merupakan salah satu aset menghidupkan negeri. Terbukti dengan kemudahan yang diberikan negeri ini di dalam pengurusan visa. Tak hanya menyediakan visa on arrival bagi banyak negara, namun juga memastikan bahwa visa pun bisa dibeli secara online, seperti yang kami lakukan. Visa online, memang tidak bisa kita tempel di dalam passport, karena dia berupa selembar kertas yang dikirim online dan kita print untuk ditunjukkan ke petugas imigrasi negara tersebut. Tapi sungguh sebuah cara yang sangat membantu calon visitor dalam menghemat waktu. Keren deh pokoknya. :)

Istanbul, Here We are!

Akhirnya, selesai sudah urusan pengesahan passport, dan sebuah stempel berbahasa Turkey pun duduk manis di dalam lembaran passport-ku. Seneng banget rasanya. Bertambah lagi koleksi stempel berbagai negara yang duduk manis di dalam buku mungil bersampul hijau lumut ini. :)

Tak sabar kami melangkah menjauh dari counter passport control, ingin segera bertemu dengan adikku dan istrinya yang pasti telah menanti di luar ruangan. Dan benar saja, dari kejauhan mereka sudah berseru memanggil Ayah dan aku, dengan senyum sumringah bahagia. 

Pelukan hangat keduanya, adalah sambutan bahagia menerima kedatangan kami, dan kuyakin, petualangan seru akan segera dimulai. Bulan Ramadhan, tentu tak akan menjadi penghalang. Istanbul, here I am! Istanbul, here We Are! 

Menggunakan mobil dan sopir kantornya, adikku mengajak kami tidak langsung ke rumah, melainkan touring singkat ke suatu taman, yang begitu indah, di dekat istana Attaturk. Penasaran dengan touring singkat penyambut kedatangan kami? Nantikan reportase berikutnya pada next post ya, Sobs!

Next Post: First Day in Istanbul

Rangkaian catatan perjalanan tiga negara,
Al, Bandung, 9 Juli 2014


Read More
/ /
Hai hai hai! Hayyah, ceria banget, keliatan lag ga puasa ya, Sobs? Hehe.
Lama nian ga sempat duduk manis untuk berbagi cerita. Dan seperti janjiku pada postingan 'More Holiday More Blogpost', maka ijinkan daku untuk memulai sebuah kisah. Sesuai judul di atas, maka kisah ini akan menjadi serangkaian catatan dalam rangka merekam jejak perjalanan langka dan gratis tis tis menuju tiga buah negara. Hatur nuhun pisan untuk adik tercinta, yang telah berbaik hati mensponsori perjalanan ini. Istanbul [Turkey], Belarus dan Iran, adalah ketiga negara yang kami jalani, dan sungguh, bener-bener hadiah terindah di hari ulang tahunku yang ke 43, tahun lalu. Ha? Tahun lalu? Lalu kenapa baru ditulis sekarang? Hehe. Eits, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan?



Oke, let's start the trip! Klik di sini untuk memulai yaaa. :)

Next Post: Perjalanan Tiga Negera

catatan perjalanan tiga negara,
Al, Bandung, 4 Juli 2014
Read More
/ /
Berbuka puasa bersama orang-orang yang kita sayangi, adalah suatu kebahagiaan tersendiri setelah seharian menahan diri dari rasa lapar dahaga, juga tentu saja dari amarah dan segala pernak pernik emosi jiwa. :) Berbuka puasa bersama para sahabat, juga sudah pasti merupakan momen indah tersendiri, terlebih jika para sahabat ini adalah orang-orang yang jarang sekali kita temui, atau hanya berinteraksi dengan kita via dunia virtual saja. Itu juga sebabnya kenapa aku langsung mengiyakan ketika Nchie Hanie mengabarkan bahwa MakPon KEB, Mira Sahid mengajak untuk buka bareng di NgopDoel, pada hari kedua puasa kemarin. IYA, hari kedua, kami sudah memulai aktivitas Bukber lho! Hehe. 

Bertemu MakPon, agenda lain pun tercetus. Sebuah agenda yang langsung kami sambut hangat donk! KEB buka bersama, dengan konsep diadakan serentak di tiga kota, yaitu Bandung, Jakarta dan Yogyakarta. Awalnya sih, direncanakan untuk diadakan di dua kota saja, yaitu Jakarta dan Yogya, namun, begitu kami langsung mengiyakan tawaran MakPon untuk meng-organize #KEBukber-Bandung, maka antusiasme pun berkembang. Ga pake lama, malam itu juga, aku, Meti Mediya dan Nchie Hanie, langsung take action! Ngebahas rencana dan teknis pelaksanaan #KEBukber2014, yang akan diadakan pada hari Sabtu, 5 Juli 2014.

Kami langsung membentuk sebuah chat-box di FB grup, khusus untuk KEB Bandung. Memanggil para emak anggota KEB yang berdomisili di Bandung, yang ternyata banyak juga lho. Terdata ada sekitar 45 orang yang aktif berinteraksi di chat-box, dan 25 diantaranya menyatakan positif hadir. Alhamdulillah! Ga nyangka juga jika malam itu bisa terhimpun kesepakatan untuk mengadakan acara berbuka di NgopDoel - Purnawarman, dengan sistem patungan/sharing senilai Rp. 50.000,- per orang [berlaku kelipatannya bagi yang membawa anggota keluarga]. Kereh ih, Emak Blogger Bandung! :D


Tempat Acara

Tadinya sih ingin menyamakan konsep seperti Jakarta dan Yogya, dimana acara berbuka bersama ini bertempat di salah satu rumah emak, atau tempat lain dengan konsumsi sistem PotLuck atau sharing [bawa sendiri], namun karena keriweuhan para emak Bandung, akhirnya diputuskan untuk ambil praktisnya saja deh. Yaitu cari tempat yang sekaligus menyediakan penganan berbuka. Lagi-lagi, si cafe NgopDoel yang terletak di Jalan Purnawarman, di samping Gramedia itu yang kepilih. Praktis sih. :)

Agenda Acara and Doorprize

Sebenarnya sih agenda udah disusun semenarik mungkin. Bakalan dimulai sejak jam 4 sore, dibuka dengan acara ramah tamah, obrolan ringan tentang KEB, hijab Tutorial, permainan dan live tweet, ditambah dengan obrolan ringan lagi tentang 'ide mentok saat blogging', lalu Tausiah lanjut berbuka puasa. Keren khaaaan? Etapi.....
Namanya emak-emak, udah riweuh di rumah, dihadang pula oleh kemacetan dalam mencapai tekapeh! Ya sutra deh, jadwal pun molor tak lagi sesuai agenda, hehe. 
Acara akhirnya baru bisa dimulai pada pukul 5 sore, asli, molor satu jam. Tapi bukan berarti acara #KEBukber2014-Bandung lantas jadi sepi dan kehilangan gairah lho. Namanya juga emak-emak KEB, begitu ketemu, walau belum saling kenal juga langsung akrab kok. Ramah tamah, tanpa harus diagendakan pun, sebenarnya akan mengalir dengan sendirinya. 

Acara berlangsung seru, dimulai oleh Meti Mediya yang memperkenalkan diri dan aktivitasnya, dilanjut oleh diriku, yang meneruskannya kepada emak-emak lain untuk juga memperkenalkan diri, maka suasana pun menjadi semakin akrab. Derai tawa atau senda gurau menghiasi jalannya acara, obrolan ringan berlangsung santai dan menjadi syahdu saat Mak Novi Mudhakir ditodong untuk menyampaikan Tausiah jelang berbuka. 

Lagi-lagi aku kagum dengan para anggota KEB. KEB itu lengkap banget deh! Mulai dari yang jagoan IT, jagoan nulis, jago parenting, jago ini itu hingga jago memberikan ceramah agama pun ada! Subhanallah, sungguh beruntung aku menjadi salah satu bagian dari komunitas hangat dan penuh manfaat ini. Alhamdulillah.

Selesai berbuka dan shalat Maghrib, acara masih dilanjutkan pemberian Hijab Tutorial, dipandu oleh Emak Amalia Mukarroma, dan aku pun dengan senang hati menjadi modelnya. Ya iyalah, siapa coba yang ga ingin dijadikan cantik dan modis! Hehe. 


Usai Hijab Tutorial, para emaks masih dihebohkan oleh pembagian doorprizes yang bejibun. Saking banyaknya doorprizes sumbangan para sponsor, para emak tak perlu saling berebut atau berkompetisi via live tweet lho, karena setiap emak dipastikan mendapatkan doorprizes. Hehe. KEB emang seru!

Senengnya dapat Doorprizes!
Foto diambil dari Mak Nchie Hanie.

Foto diambil dari Mak Nchie Hanie. Pinjem ya, Mak! :)
Berbuka puasa bersama memang selalu mengasyikkan, apalagi jika bersama Kumpulan Emak Blogger, rasanya seru dan bikin happy deh! Semoga bisa ikutan di acara Halal bi Halalnya kelak. Aamiin.

Oya, sebelum mengakhiri reportase ini, ada sedikit bocoran dari hasil hang out dengan Makpon lho, bahwa KEB akan punya sebuah hajatan berkala, bernama arisan ilmu. Arisan Ilmu? Yes! Sebuah kegiatan sebagai sarana berbagi ilmu dari emak kepada emak yang diharapkan tentunya akan bermanfaat juga bagi keluarga serta masyarakat luas. Jenis ilmunya? Tergantung dari emak yang membaginya donk. Kan anggota KEB tuh bervariasi, ada yang jago nulis, jago IT, jago parenting, dan lain-lainnya. So? Nantikan info selanjutnya serta aksinya yaaaa. :)

Reportase Ala Alaika Abdullah
Al, Bandung, 9 Juli 2014
Read More
/ /
Bagi seorang blogger, menulis entry, mengoprek-oprek blog [template dan hal terkait lainnya] serta menciptakan blog baru, adalah hal yang jarang terpisahkan. Walo ada sih yang bilang bahwa, sebagian dari blogger sih fokusnya cukup di menulis saja, ga hobby atau ga bisa utak atik blog. 'Gue mah cukup nulis aje, daripada entar blog gue malah kenape-nape!'. Itu sih sah-sah saja. Terpulang kembali kepada si blogger itu sendiri donk. Ya, kan, Sobs?

Kalo aku sendiri sih, selain menulis, memang suka juga sih utak atik walao ujung-ujungnya malah sering bingung, hehe blog, suka juga menelurkan blog baru [created another blogs], walau setelah diciptakan, terkadang si blog baru jadi merana karena kurang terurus, hehe.

Nah, cerita tentang creating another blog, diriku baru saja menciptakan blog baru nih, Sobs! Pamer ih! Bukan untuk sok-sokan sih, cuma sebagai catatan online tempat merekam jejak untuk setiap tutorial yang aku pakai ketika mempelajari dan menggunakan aneka aplikasi yang semakin banyak berseliweran di sekeliling kita. Nah, dari pada menuliskannya di sebuah buku, kan mending disimpan aja di sebuah peti ajaib alias catatan online, yang bisa diakses dimana saja sejauh terkoneksi internet.

Tak hanya sekedar mencatat tutorial tentang aplikasi ini itu, tapi blog yang satu ini, juga aku pakai untuk mencatat apapun terkait 'How To', makanya judul dari blog baru ini pun plek-plek ke "How To". Hehe. Penasaran? Ini dia penampakannya, Sobs!


Alamatnya? Mangga atuh langsung ke tekape yaaaa. How To, Catatan Tutorialku. Semoga ada manfaat yang juga bisa dipetik dari catatan-catatan ini yaaaaa. :)

Sekedar info,
Al, Bandung, 3 Juli 2014
Read More
/ /
Diambil dari cover fb grup Kumpulan Emak Blogger
Judul di atas tuh, bener-bener 'mukul samping' diriku deh! Hehe. Gimana enggak, Sobs, rumah virtual ini, yang biasanya begitu sering kena jatah postingan, eh akhir-akhir ini malah melempem dan penuh debu serta dedaunan kering gegara tidak dijamah apalagi dirawat oleh pemiliknya, yaitu aku. Huhu...

Hadeuh, ini mah ga bisa dibiarkan terus berlanjut! Menulis itu terapi jiwa, hobi yang sudah mendarah daging, masak hanya karena di-riweuh-kan oleh agenda-agenda dan shock therapy yang terjadi di offline world, aku sampai tertatih dan kehilangan waktu untuk bersemayam dan menerapi jiwa di rumah tercinta ini?

Untung ada KEB, rumah maya lainnya dimana aku menjadi salah satu anggota juga Srikandinya, tempat dimana aku bisa memperoleh angin sejuk pemancing ide dan kreatifitas, dan kali ini, berkat slogan KEB [gambar di atas], 'more holiday more blogpost', aku jadi ingin segera nulis dan ngisi blog lagi deh ah! Trimakasih KEB sayang! Muaaach....

sekedar corat coret,
Al, Bandung, 3 Juli 2014
Read More