Archive for April 2014
Menu
/ /

Malam telah larut, tapi laporan yang sejak tadi aku pelototi review belum juga sampai 75%. Aih, mata sudah mulai mengantuk dan konsentrasi sudah mulai buyar. Kulirik putriku Intan yang malah masih semangat mengutak atik project photo editing di laptopnya seraya berkali-kali tangannya menyuapkan sesuatu ke mulutnya. Intan terlihat begitu asyik dan jauh dari rasa kantuk. Sukses bikin emaknya ini iri. ☺ Kok bisa ga ngantuk sih, Nak?

Ngantuk, Mi? Need some hot chocolate or white coffee?” Tawarnya seketika, menyadari Uminya ini sedang memperhatikannya. Hm, hot chocolate sounds good tuh, dan pasti efektif mengusir kantuk yang ga bisa diajak kompromi ini. Kuanggukkan kepala dan putri tercinta pun beranjak menuju dapur. Sebuah bungkusan ungu terduduk manis di samping Intan tadi dan kini nampak jelas di mataku. Sebagai penyuka warna ungu, kemasan ini sudah pasti eyecatching banget di mataku, namun tetap tak mampu menggerakkan tubuhku untuk menjangkaunya. Ngantuk! Hehe.
Hingga kemudian, Intan masuk dengan dua cangkir hot chocolate dan tiga bungkus snack dengan kemasan berwarna ungu. Bertuliskan Qtela Ubi Ungu. Lho, baru?


“Nah, silakan bu, pasti ibu tidak akan ngantuk lagi setelah mencoba hot chocolate dan varian rasa baru dari Qtela Snack kami.” 
Ujar Intan meniru gaya anak-anak SPG di mal ternama saat mempromosikan produk-produk mereka. Ah, kamu bisa aja deh, Nak!

Thanks, Nak. Lho, Qtela punya varian rasa baru?” 
Tanganku langsung dengan tak sabar mencomot kemasan ungu itu dan memperhatikannya dengan teliti. Qtela Ubi Ungu. Wow! Sweet chip potato, is available now. Keren nih Qtela.

Tak cukup hanya memperhatikan kemasannya yang ciamik, aku mengikuti Intan mencomot dua chips ubi ungu itu dan memasukkannya ke mulut. Mencoba merasakannya dengan seksama. Hm... rasa ubi ungunya renyah banget dan manis dicecap lidah, enaknya pake banget nih! Lalu, tak terhentikan chip demi chip meluncur masuk ke mulut, dicecap lidah dan dinikmati oleh tenggorokanku dengan teratur. Gile nih Qtela Ubi Ungu, rasanya renyah dan bikin nagih!

“Enak banget ya, Mi? Rasa ubi ungunya terasa original. Coba deh Umi rasain, bumbu penyedapnya juga ga ada deh kayaknya. This is original taste of Sweet Potato, I think!” Halah Intan udah ngalah-ngalahin Pak Bondan deh gayanya. Haha.

Tapi aku sependapat sih dengan apa yang dikatakan Intan, bahwa varian rasa baru dari camilan keluarga Indonesia yang satu ini memang renyah dan bikin nagih! Pas banget untuk Kumpul Bareng keluarga atau pun teman sejawat. Qtela Ubi Ungu bikin ngumpul jadi seru deh! Dan yang pasti, sukses mengusir kantukku malam tadi. Hehe. Ga heran deh jika camilan yang satu ini sukses meraih hati keluarga Indonesia. Penasaran? Coba deh! Sudah bisa didapatkan di supermarket, mart dan pasar-pasar tradisional lainnya lho


Sebuah kisah di penghujung malam,
Al, Bandung, 27 April, 2014
Read More
/ /
Museum Tsunami Aceh
Aceh Map
Source
Aceh, tak hanya terkenal sebagai tanah rencong atau bumi Iskandar Muda. Namun juga masyur sebagai daerah konflik yang sukses membelenggu masyarakatnya di dalam lembah derita dan ketakutan tiada tara. Pertarungan antara kelompok separatis dan tentara Republik Indonesia, sukses pula menempatkan masyarakat Serambi Mekkah ini ke dalam kemelut dan rasa was-was tanpa batas, hingga menghambat langkah dalam mencari nafkah dan berkembang luas. Hingga kemudian, sebuah tragedi dasyat datang melanda, meluluhlantakkan seluruh tanah dan bangunan yang ada di atasnya, membinasakan manusia dan hewan ternak yang ada serta menutup kisah kehidupan ratusan ribu jiwa manusia dan menyempurnakan penderitaan masyarakat yang tersisa.

Aceh porak poranda, Indonesia dan dunia berduka dibalut lara! Namun, Allah SWT tidaklah menurunkan ujian tanpa jawaban, tidak pula mencoba tanpa melengkapi hamba-Nya dengan senjata pamungkas hadapi cobaan yang diberikan-Nya. Begitu juga dengan musibah dasyat yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 itu. Allah melengkapinya dengan senjata menakjubkan berupa ribuan bantuan yang mengalir spontan dan sigap baik dari lingkup nasional mau pun international. Membuka pintu gerbang Aceh yang sekian lama terisolir dan menaburkan kecambah perdamaian dan persahabatan yang tumbuh subur dan cepat, bantu Aceh bangkit dari keterpurukan.

Kini... berkunjung ke Aceh, sama sekali tak terlihat bekas-bekas jika tanah ini pernah dilanda gelombang dasyat mematikan beberapa tahun lalu itu. Aceh telah bangkit, bersolek dan cantik! Mulai dari jalanan, bangunan, gedung perkantoran, penginapan atau hotel di Aceh telah siap sedia menyambut siapa pun yang melangkah masuk ke bumi Iskandar Muda ini. Lalu kemanakah kita harus menelusuri jejak dan efek yang ditimbulkan oleh gelombang maut itu? Tenang, Sobs! Ada beberapa tempat special yang wajib Sobats kunjungi jika berkunjung ke Aceh [baca : Banda Aceh] dalam rangka napak tilas jejak tsunami. Salah satunya adalah Museum Tsunami Aceh!

Berdiri megah bak sebuah kapal dengan geladak raksasa [tampak depan dan samping] lengkap dengan cerobong asapnya, atau malah terlihat seperti gelombang tsunami yang meliuk [tampak atas], terletak di jalan Iskandar Muda - Banda Aceh dan dapat kita kunjungi setiap harinya [kecuali Jumat] dalam rentang waktu antara pukul 9.00 - 12.00 wib dan 14.00 - 17.00 wib.


Sang pemenang sayembara disain gedung megah ini, yaitu Pak Ridwan Kamil [RK], yang kini menjabat sebagai walikota Bandung, memang tak main-main dalam rancangannya. Berkonsep rumoh Aceh [rumah traditional Aceh berupa rumah panggung], diharapkan gedung eksotik ini akan dapat berfungsi sebagai escape building [bukit penyelamatan] disertai sebuah taman berbentuk bukit yang tentunya dapat digunakan sebagai salah satu alternatif area penyelamat jika terjadi banjir mau pun tsunami di masa datang. Selain itu, RK tak lupa menyediakan space for 'the hill of light' dimana pengunjung bisa meletakkan karangan bunga.

Eksterior gedung juga tak kalah apik. Konten lokal yang menggambarkan keragaman budaya Aceh dan akrabnya hubungan habbumminannas terpatri rapi pada fasade dinding bangunan, berupa anyaman yang berbentuk seperti formasi tarian Saman yang terkenal itu lho!

Lalu bagaimana pula dengan interiornya? Nilai apa saja yang kita dapatkan dengan berkunjung ke gedung mewah nan eksotik ini? Yuk ikuti perjalananku napak tilas di dalam gedung ini, dan mari bersiap merasakan aneka aura dan sensasi magis yang aku rasakan saat memasuki dan menilik museum yang tiada duanya ini yuk!

Yuk Masuk Ke Museum!

Aceh tsunami museum

1. Tsunami Passage [Koridor Temaram nan sempit]

Rasanya tak habis-habisnya aku memuji ide kreatif dan ciamik dari RK, yang bisa-bisanya menghadirkan 'aneka nuansa' di dalam diri pengunjung museum tsunami ini. Bayangkan, Sobs! Kita disambut oleh sebuah lorong sempit nan lebih dari temaram, diiringi bunyi gemericik air yang perlahan berubah menjadi deru gelombang, sukses menghadirkan imaginasi di pikiran bahwa seperti inilah detik-detik mengerikan itu. Dimulai oleh suara air mengalir yang dalam hitungan menit menderu memecah pendengaran, ditambah percikan air yang menerpa wajah dan rambut/hijab, sukses menghadirkan rasa gentar dan putus asa, seolah menyedot kita ke masa di saat gelombang maut itu menerjang! Sayangnya, pengelola gedung tidak membenarkan adanya kilatan blitz pada kamera apa pun yang kita gunakan, sehingga jadinya hanya foto buram inilah yang berhasil dijepret oleh kamera BBku. :)

tsunami passage
Lantai basah oleh percikan air yang mengalir di tepian dinding koridor. Deru suara air yang kadang perlahan kadang gemuruh, sukses mendirikan bulu roma. Gentar!
Dalam temaram dan perasaan gentar, langkah kaki akan membawa kita ke tempat yang lebih bercahaya, bernama Memory Hall. 

2. Memory Hall

Cahaya terlihat lebih memadai di ruang ini. Beberapa meja dilengkapi layar monitor berdiri tegak, menyajikan dokumentasi berupa slideshow peristiwa tsunami, 26 Dec 2014 itu, baik yang terjadi di Aceh maupun di Nias. 

hall of memory  aceh tsunami museum
Source
*Space of Hope [Ruang Harapan]

Nah, beranjak dari ruang slide show, langkah kaki akan menuju sebuah ruangan yang kembali membuat bulu kuduk merinding deh, Sobs! Sensasi 'luar biasa' akan hadir di dalam diri saat kita masuk ke ruang berbentuk silinder ini. Namanya adalah Sumur Doa.

Sumur Doa [Blessing Chamber]

Ruang ini berbentuk silinder yang tinggi menjulang. Suasana saat kami berkunjung kala itu sunyi sepi pula. Hanya aku dan seorang teman. Hiii, bulu kudung serasa berdiri, namun hati tersayat nyeri. Tanpa disadari air mata malah sudah membasahi pipi. Alunan ayat-ayat suci yang lirih berkumandang, disertai pemandangan di dalam silinder/ruangan itu, berupa tempelan nama para syuhada yang melekat erat pada dinding silinder, seolah berbicara 'inilah kami, para korban tsunami itu!'. Sediiih, miris! 


Nama-nama itu seakan berbicara, seakan berusaha menyampaikan derita yang telah menimpanya. Sungguh, jangan buru-buru meninggalkan ruangan yang satu ini, karena sensasi yang kita rasakan di sini sungguh luar biasa. Aku sendiri, mampu merasakan sebuah sensasi yang gimana yaaa? Sulit diungkap, bercampur diantara ketakutan, kepasrahan dan sebuah harapan. Apalagi kala mata kita kemudian menengadah ke bagian paling atas dari ruangan silinder itu. Bersiaplah untuk menyebut asma Allah. SUBHANALLAH ya Allah. Sungguh piawai RK dalam menerapkan ide ini. Tataplah ke atas, Sobs! Dipadu oleh temaramnya cahaya di dalam sumur doa ini, maka cahaya bertuliskan ALLAH di puncak silinder ini akan terlihat seperti sebuah cahaya bulan harapan. Sungguh bikin kagum deh! Kok bisa RK nemu ide ini ya? :) Ckckck...


Menurutku, RK berusaha menciptakan alur/filosofi seperti ini; setelah berjuang di dalam seretan arus gelombang maut, maka para korban akan terhempas ke dalam sebuah lorong/sumur, di mana para korban masih berjuang keras untuk menyelamatkan diri [naik ke atas], yang kehilangan daya, akan tenggelam/terseret arus dan tertinggal di dalam 'sumur' sementara yang selamat akan naik ke atas [melalui mulut sumur yang bercahaya bertuliskan Allah itu]. Keren ya idenya Pak RK? Ckckck.

Atrium of Hope

Tak hanya sampai di situ, Sobs! Pak RK masih membawa kita napak tilas pada perjalanan selanjutnya. Yaitu ke atrium harapan. Para korban yang selamat [the survivor] kemudian akan berjalan berlahan atau dibantu oleh para relawan melalui lorong berliku yang panjang dan unik, namun memberi kesan menenangkan. Sebuah jembatan bernama jembatan harapan, juga sukses memberi kesan damai saat kita menjalaninya, menuju sebuah wilayah harapan, berupa ruangan yang luas, terang dan lapang. Lagi dan lagi, harus kuakui, RK piawai dalam menciptakan alur cerita, hingga pengunjung dibuat seolah sedang merasakan apa yang terjadi kala itu. Jangan lupa, Sobs! Perhatikan ikan warna warni yang berenang lincah di kolam berair jernih yang terletak di bawah jembatan harapan. Rasakan ketenangan dan kelegaan hati saat menatap mereka deh! :)


Perjalanan kita belum usai, Sobs! Masih ada bagian yang juga menakjubkan, yaitu pada langit-langit atrium harapan, yaitu berupa bendera-bendera negara donor, yang bersatu padu membantu Aceh dan Nias untuk bangkit kembali. Betapa perdamaian dan persahabatan begitu berarti dan terasa indah, rasakan saat kita menatap bendera2 yang disisip tulisan 'damai'/peace dalam bahasa mereka sendiri. Bahagia deh rasanya, Sobs!

Well, perjalanan langkah kaki kita selanjutnya adalah menuju ruang multimedia, dimana film peristiwa terjadinya tsunami diputar dan diputar kembali. Disinilah kita dapat memetik pembelajaran dan hikmah, yang tentu akan menuntun kita untuk bersikap arif menghargai kehidupan, dan menjaga alam serta bersiaga terhadap bencana. Ruangan lain yang tak kalah menarik adalah ruang pamer, yang menggelar saksi-saksi bisu yang telah digempur bencana, rekam jejak proses rehab rekon, rancangan bangunan tahan gempa, diorama, model diagram patahan bumi, dan lainnya. Juga ada sebuah perpustakaan yang menurutku nyaman banget untuk dijadikan tempat istirahat seraya melihat-lihat koleksi buku bersejarah. 

Lelah oleh perjalanan panjang yang mengharu biru ini? Tenang, jika tak suka bersantai di perpus, masih ada kantin yang siap menyodorkan aneka makanan dan minuman pelepas dahaga. :) Atau malah ingin sekalian belanja souvenir? Ada! Tuh, masih di dalam gedung, jadi ga panas2an kan? Ayo diborong! Hehe. 

Masih ingin lanjut dan nikmati keindahan eksterior gedung? Sok, langsung meluncur keluar melalui tangga turun, dan nikmati duduk-duduk santai di pelataran atau bagian tepi kolam, dan nikmati lincahnya para ikan menari kesana kemari. :) Eits, jangan lupa, foto narsis harus lho! Apalagi di gedung ini banyak banget spot menarik untuk diabadikan sebagai background tuh! Berfoto di atas jembatan harapan, kayaknya jangan sampai ketinggalan deh!

Lelah dan saatnya shalat? Langsung saja ke bagian mushola, dan setelah itu makan siang di kantin sebelahnya ya, Sobs! Hehe. 

Oke deh, sekian dulu liputan ala Alaika Abdullah terkait museum tsunami Aceh yaaa. A recommended place you HAVE TO visit! Belum ke Banda Aceh kalo belum ke museum tsunami Aceh lho! 

Artikel ini diikutsertakan dalam 


Salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Banda Aceh,
Al, Bandung, 29 April 2014


Read More
/ /
source

Hayyyah, tak terasa sudah berada di halaman 26 kalendar April 2014. Dan eikeh keteter bo'. Baru nangkring 8 artikel di bulan ini. Uwow! Hadeuh! Gagal deh program #Day1Post. Hihi.
Tapi ga papa sih, yang penting tetap berusaha untuk komit, bukan begitu, Sobs?

Yang penting sudah ada niat, urusan implementasi, harus diusahakan semampu mungkin, tapi jika berhalangan, apa daya, tapi teteup berusaha menggantinya di lain waktu. Begitu kali triknya bagi yang ketinggalan seperti eikeh ini, ya, Sobs? *NgomongSendiri

Oya, gimana dengan Sobats yang mengikuti tantangan ini, pernah mengalami kendala seperti ini kah? Atau masih lancar jaya mengisi hari perhari post-nya?

Well, apapun itu, have a great Saturday aja yaaaa!

sekedar coretan,
Al, Bandung, 26 April 2014
Read More
/ /

Ini adalah cerita seru versi lainnya tentang KopDar. Ada yang belum ngeh apa itu KopDar? Hehe. Pasti semua udah paham donk? KopDar alias ketemuan di darat atau meet up secara nyata setelah sebelumnya berinteraksi di ranah virtual, adalah sebuah aktifitas yang bagiku sendiri, selalu saja mampu memberi sensasi happy tersendiri. Asyiknya lagi, selalu sensasi yang hadir itu berbeda-beda lho di setiap KopDar, walo tetap saja, inti dari rasa itu adalah happy! :D

KopDar with GamInong Blogger

Mudik ke Aceh dalam rangka mendampingi Intan UAN dan juga beberapa urusan lain yang harus di-handle di Banda Aceh, jelas meluangkan sebuah kesempatan untuk bisa bertemu langsung dengan rekan-rekan yang kebanyakan masih jauh usianya di bawahku yang selama ini hanya interaksi di sebuah grup Facebook bertajuk Gam Inong Blogger [GIB], yaitu kumpulan para blogger cowok dan cewek Aceh, sungguh merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri. Ya iyalah, karena berdomisili nun jauh di Bandung sana, jelas tak memberi kesempatan bagiku untuk bisa nimbrung dalam kegiatan-kegiatan yang digelar atau diikuti oleh GIB kan? Boro-boro ikutan kegiatannya, bisa ketemuan saja udah merupakan kesempatan langka. :)


Makanya, begitu berkesempatan konek ke net, saat tiba di Banda Aceh, aku langsung woro-woro di grup GIB akan keberadaanku di Banda Aceh dan mengundang rekans GIB untuk meet up. Di mana? Dimana lagi tempat paling asyik meet up di Aceh kalo bukan di cafe alias warung kopi. Cucok pula untuk melepaskan rasa kangen ngopi 'sanger' yang sudah sekian lama tak terpenuhi. Asyik! Gayung pun bersambut. Komentar demi komentar balas berbalas di thread yang aku buka, dan tercapai kesepakatan untuk bertemu esok sorenya sekitar jam 4an, habis Ashar. Siip.

Dan taraaaa! Senin, 14 April 2014 sekitaran pukul 4.30 wib, akhirnya tercipta juga KopDar indah dan seru ini di Tower Cafe, Jl. T. Nyak Arief, belakang KFC, Banda Aceh. Alhamdulillah ya Allah, akhirnya bisa juga bertemu secara langsung dengan adik-adik kreatif dan inspiratif ini.

Senangnya bisa ketemu langsung dengan beberapa pentolan GIB! :)
Ki-ka : Ihan, Liza dan dirikuh [Alaika]
See? Masih muda-muda banget yak? Kreatif, hobby menulis dan inspiratif! Ga rugi deh bergabung di GIB dan bertemu dengan mereka....
Btw, ada yang belum tau apa itu GIB?

GIB [Gam Inong Blogger] adalah wadah berkumpulnya blogger Aceh [cowok dan cewek] baik yang berdomisili di dalam provinsi Aceh maupun di luar daerah atau negeri. Merupakan tempat para blogger Aceh berbagi tulisan-tulisan positif dan saling menginspirasi, plus sebuah tujuan mulia lainnya yaitu mempositifkan Aceh lewat tulisan.

Dari segi umur, komunitas GIB ini memang masih sangat belia, namun tentunya kita berharap kiprah dan profesionalitas para membernya dalam berbagi tulisan, akan mampu membesarkan dan membawa GIB kian kokoh dalam menyongsong dan mempositifkan dinamika ranah virtual.

Ingin mengenal GIB lebih jauh? Yuk sekalian main ke rumah virtualnya di sini yuk! 

Sensasi KopDar, 
Al, Bandung, 22 April 2014

Read More
/ /

~ Tak semua orang bisa menerima ketidakwajaran, keunikan atau 'keanehan', ada yang serta merta menolaknya, ada yang perlahan menjauh secara teratur, ada yang malah mendekat dan mempelajarinya dengan bijak dan berinteraksi positif dengannya. ~ AlaikaAbdullah



Quote ini lahir tanpa sengaja, dari mengamati sikap beberapa orang teman. Rasanya tak perlu diurai maksud dari kalimat-kalimat yang terangkai di atas kan, Sobs? Pastinya Sobats sudah bisa memahami maksud dari pernyataan itu, dan jika ditambahkan dengan sebaris kalimat tanya 'lalu dimanakah posisimu, Sobs?', kira-kira Sobats akan pilih yang mana dari opsi tersebut.

Yuk, share di kolom komentar yaaa. Trims, have a great day!

jajak pendapat kecil-kecilan
Al, Bandung, 25 April 2014
Read More
/ /

Duluuuu banget, aku termasuk orang yang teramat cuek terhadap penampilan, dandan, perawatan tubuh dan aneka beauty treatment lainnya. Gimana mau tertarik coba, bersaudara 3 orang yang adalah lelaki semuanya, ditambah dengan lingkungan permainan dan sekolahan hingga kuliah, tetap di lingkaran temans yang mayoritasnya adalah kaum Adam, menuntunku untuk menjadi seorang cewek yang tomboy tapi teteup cakep donk dan cuek terhadap penampilan, yang sempat membuat ibuku kuatir akan masa depan anak gadis satu-satunya yang kerap tampil maskulin. Ke salon, paling banter adalah untuk urusan gunting, waving atau rebounding rambut, creambath aja jarang. Konon lagi untuk melakukan perawatan tubuh seperti body massage, luluran apalagi Spa. Wah, itu ga pernah terfikir deh saat itu. Bahkan hingga sudah menjadi seorang karyawati di sebuah perusahaan ternama di kota Medan pun, daya tarik beauty salon tetap belum mampu merengkuhku. Kunjunganku ke mereka [salon] hanyalah untuk urusan rambut dengan sedikit peningkatan, naik ke level having facial. Hehe. Selebihnya, perawatan kulit yang biasa aku lakukan di rumah adalah memoles lengan, paha dan kaki dengan lotion. Itu saja.

Hingga kemudian, peralihan profesi oleh panggilan jiwa dari seorang quality control engineer menjadi pekerja kemanusiaan, yang 75 persen selalu berada di aktifitas outdoor, membuat tubuh letih dan kulit mulai terasa keriput menua, membuatku mulai mengikuti rutinitas teman-teman baru [yang sesama pekerja kemanusiaan]. Yaitu... having body massage, luluran atau terkadang Spa. Lho, emang beda ya antara body massage and Spa? Nah, aku dulunya beranggapan bahwa treatment di atas adalah sama atau bali tak bali gitu deh, namun ternyata, Spa itu beda lho dari body massage dan luluran. Hihi.

SPA [Sanitas Per Aqua]

SPA adalah singkatan dari Sanitas Per Aqua atau ada juga yang menyebutnya Solus Per Aqua, artinya adalah Sehat Melalui Air atau lebih kurangnya adalah perawatan tubuh dengan media air [hydro therapy], yang ternyata teknik ini telah dipergunakan dan membudaya bahkan sejak jaman dahulu, pada kerajaan-kerajaan di berbagai penjuru dunia, termasuk kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara. 

Sumber dari sini
Pertama kali menikmati treatment Spa adalah di Martatilaar Salon Day Spa, Banda Aceh, dan langsung bikin aku jatuh hati untuk lagi dan lagi menikmatinya! Gile bener, ternyata having Spa itu nikmat banget! Sukses bikin kulit segar-mulus-fresh dan tentunya berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkan, alias mahal! Hehe. Tapi namanya nikmat dan hasilnya bagus, ya mau enggak mau, terpaksa harus alokasikan budget agar dapat menikmatinya lagi dan lagi. 
Untungnya, bekerja di lembaga PBB saat itu, menjamin alokasi dana untuk rutin nikmati Spa bukanlah masalah besar. Tapi kini? Ketika project and project completed, dan kehidupanku kembali normal [baca: tak lagi bergaji besar seperti dulu], menjadikan alokasi budget dua mingguan untuk having Spa menjadi hal yang harus ditinjau ulang. Hadeuh, gimana donk ini? Sementara kulit dan tubuh udah begitu manja dan bergantung pada pelayanan Spa eksklusif-nya Martatilaar, eh sekarang udah harus berfikir cermat. 

Sumber
Untungnya, Sari Ayu Martatilaar tidak tinggal diam. Demi memanjakan para customer-nya, brand produk kecantikan alami ini menyediakan rangkaian produk SariAyu Spa series, sehingga kita-kita nih, Sobs, bisa create OurOwn Spa at home lho! Ho oh, beneran lho! Dan aku tentu tak tinggal diam donk. Langsung deh memanfaatkan rangkaian produk yang sebenarnya sudah familiar bagi tubuhku ini dengan segera. 


Rangkaian Produk Spa SariAyu

Berikut adalah rangkaian produk Spa SariAyu andalanku;

Spa Sariayu

SariAyu Body Scrub Eksotika Tanjung, SariAyu Minyak Urut Zaitun, SariAyu Minyak Zaitun, SariAyu Body Lotion Eksotika Tanjung dan SariAyu Sabun Mangir Jelita. Menggunakannya secara teratur memang sukses bikin kulit lembut-fresh-kenyal dan bikin hati adem serta rileks! Lalu bagaimana tahapan penggunaannya, Al? 

1. Luluran

Eksotika Tanjung
SariAyu Body Scrub Eksotika Tanjung
Aku adalah penyuka aroma bunga Tanjung akut! Makanya begitu tau SariAyu menelorkan lulur eksotika Tanjung, bahagiaku minta ampun! Hihi. 

Mengandung ekstrak nanas untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati secara intensif dan efektif untuk menghaluskan kulit. Diperkaya dengan aroma bunga Tanjung yang eksotik, menjadikan tubuh harum semerbak dan fresh!

Cara melulurnya? Pasti udah pada tahu donk ah! Masak harus dijelaskan secara detail? Hehe. 




2. Massage/Pijatan

Minyak Zaitun Murni
Nah, tahapan kedua ini jelas paling aku sukai donk! Biasanya sih, aku akan minta bantuan sepupu untuk melakukannya, hehe. Tapi dilakukan sendiri juga bisa lah. Lalu produk mana yang dipakai? Ya, pakai minyak urut Zaitun atuh. Kandungan minyak esensialnya berfungsi sebagai aromaterapi relaksasi yang melancarkan peredaran darah dan membuat kulit tubuh tetap kenyal dan lembab.

Tak hanya itu, SariAyu juga telah menyiapkan minyak zaitun murni, yang bisa dioleskan pada bagian-bagian kulit kering dan kasar agar kembali lembut dan kenyal.

3. Mandi/Berendam


Sabun Mangir SariAyu
Harusnya sih, supaya benar-benar seperti di salon/Spa House, kita berendam, Sobs! Tapi kalo ga punya bathtube atau jacuzzi piye? Eits, jangan kuatir. Kita masih bisa menikmati tahapan Spa walo tanpanya lho! Masuklah ke kamar mandi, lalu basahi tubuh dengan air hangat atau pun air biasa, dan mulailah menggosok tubuh secara merata dengan sabun Mangir Jelita dari SariAyu. Biarkan butiran-butiran scrub yang terkandung di dalam sabun bekerja mengangkat sel-sel kulit mati dan menghaluskan serta mencerahkan kulit, dan manjakan hidung kita dengan harumnya ekstrak kenanga dan minyak zaitun yang terkandung di dalam sabun mangirnya. Hm.... haruuuuuum!

Dan... jangan lupa untuk membilasnya hingga bersih ya, jika kita sudah cukup puas bermain-main dengan kelembutan tekstur dan aroma si mangir jelita. :)


4. Body Lotion



Tahapan selanjutnya adalah mengoleskan hand and body lotion. Karena diriku adalah penyuka aroma Tanjung akut, maka pilihan pun jatuh pada SariAyu Body Lotion Eksotika Tanjung!
Lotion dengan keharuman eksotik bunga tanjung ini sungguh menyejukkan dan membuat tubuh segar dan harum alami. Kandungan pro vitamin B5nya bermanfaat untuk menjaga kelembaban sehingga kulit tubuh tetap lembut dan tidak kering. Juga diperkaya dengan tabir surya untuk perlindungan kulit dari sinar UV.

Nah, Sobs, itulah empat tahapan perawatan ala home Spa yang akhirnya terbiasa aku lakukan at home. Simple, gampang dan mengasyikkan lho! Dan efeknya? Sungguh bikin hati nyaman, tubuh sueger dan jiwa tenang. Penasaran? Coba deh, pasti ketagihan, apalagi bisa memangkas harga yang berkali lipat lebih miring dibanding having Spa at the salon. :)

sharing,
Al, Bandung, 20 April 2014




Read More
/ /
Postingan part 1

Hai hai Sobs, yuk lanjut ke postingan lanjutan terkait kunjunganku ke rumah si Mbah yuk! Masih setia kan ikut bersamaku lakukan touring in Google Indonesia office yang kece dan nyaman itu?

Oke, selesai paparan dari Mba Eunike dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, lalu Mba Eunike mengajak para emak untuk jalan-jalan ke setiap penjuru office. Dan mulai lagi deh euforia para emak, melihat spot-spot cantik menarik untuk tempat berfoto ria. Ruangan yang biasanya hening sangat setiap hari Sabtu dan Minggu itu pun riuh rendah oleh suara riang para emak, bergerombol ke sana gerombol kemari untuk taking picture! Hihi. Mba Eunike senyum-senyum sendiri.

Google memiliki keunikan tersendiri dalam mendesign kantor-kantornya yang kurang lebih berjumlah 70 kantor yang tersebar di 40 negara. Disesuaikan dengan kultur negara di mana Google berkantor. Makanya tak heran jika melihat nama-nama unik dan berciri khas Indonesia menempel pada pintu ruangan yang ada di kantor ini. Sebut saja 'Bung Karno, Gelora Asmara, Potong Bebek Angsa, Gudang Rezeki, dan beberapa nama unik lainnya, yang membacanya mengingatkan kita langsung kepada negeri tercinta ini.

Untuk dekorasi ruangan dan penggunaan ornamen, Google Indonesia bener-bener meng-Indonesia deh, Sobs! Sukses bikin nasionalisme kita langsung membara deh saat berjalan menyelusuri ruangan-ruangannya. Bayangin, di saat Jakarta menyingkirkan becak-becak, eh malah Google Indonesia mengambil, memolesnya sedemikian rupa dan menggantungnya di langit-langit! ga tanggung-tanggung kan? Lihat deh!

Aih, sungguh nekad deh para emak ini! Coba kalo si becak jatuh, apa ga ketiban tuh? Ihhhh!

Sungguh, menjelajah dari satu ruang ke ruang lainnya di kantor Google Indonesia ini, membuat kami [para emak] tak mampu berhenti dari decak kagum dan mupeng! Mupeng ingin kerja di kantor yang super duper nyaman dan berfasilitas lengkap ini lho, Sobs!
Bayangin, kantor mana coba yang memanjakan dan memerhatikan karyawannya sampai ke urusan laundry? Ga ada deh kayaknya. Tapi Google punya lho! Karyawan diperbolehkan membawa baju kotornya untuk dilaundry, karyawan bebas tidur siang, bebas main game apalagi nge-gym! Wow dan wah banget khaaan? Apa ga mupeng kalo udah begitu, Sobs? Hihi.


Kok bisa begitu sih? Kok boleh? Ga rugi apa Google?
Nah, kembali ke konsep dan pola pikir Google lagi dunk, Sobs! Menurut Google, karyawan yang sejahtera, yang pikirannya ga lagi mikir urusan perut [sudah tersedia di pantry], ga lagi mikir urusan pakaian kotor [udah ada fasilitas laundry], ga mikir lagi tentang urusan olah raga [udah ada alat-alat fitnes], kalo lagi agak-agak error kepala boleh, main game pula tuh. Asyik banget khaaan? :D

Ah ada satu hal yang lebih unik nih, Sobs, di kantornya si Mbah! Apaan coba?
Ternyata di kantornya Google tuh ga diijinkan lembur lho! Ha? Serius loe, Al? Ho oh! Beneran lho! Karyawan harus tepat waktu pulangnya, ga boleh lembur! Titik! Aih, padahal dengan suasana yang nyaman seperti ini, kalo eikeh mah, bakal betah nih berlama-lama di rumah si Mbah, apalagi untuk posting, bisa dapat inspirasi banyak khaaan? Hihi.

Well, Sobs, begitu deh sekilas reportase ala Alaika Abdullah seputar kunjungan kami [Kumpulan Emak Blogger, kloter kelompok pertama] ke rumahnya Si Mbah. Semoga memberi manfaat yaaaa. See you in other post!

catatan kunjungan ke rumah si Mbah,
Al, Bandung, 6 April 2014


Related Post:

Otw ke Rumah Si Mbah
Let's The Pictures Talk More 1
Let's Pictures Talk More 2
Let's Pictures Talk More 3
Let's Pictures Talk More 4
Google Indonesia Office I
Read More
/ /

Siapa yang tak kenal mesin pencari raksasa yang satu ini? Yang namanya kesohor di seantero jagad virtual dan alam nyata? Yang oleh para netizen sering dibahasakan sebagai si mbah yang serba tau?
Ada yang tidak familiar dengan Google? Kuyakin, hampir semua penduduk dunia, pasti akan 'lari' kepadanya ketika mengalami kendala. Pastinya, setiap hari rumah si Mbah dipenuhi oleh para netizen, yang datang mengetuk pintu rumahnya, dengan aneka kata kunci [keywords] untuk membukanya. Dan, si Mbah yang luar biasa pengetahuannya itu, dengan rendah hati, biasanya akan menghamparkan aneka informasi terkait kata kunci yang dipakai oleh para tamunya.

Yup, itulah si Mbah Google!
Yang sempat membuatku [duluuuuuu sekali], saat baru mengenal ranah virtual/internet, terheran-heran akan kesaktian kecanggihannya. Setiap hari, aku begitu setia mengunjunginya. Ada saja yang aku cari kesana, hingga sempat ibuku bilang, 'kamu ini sudah berkiblat ke Google! Dikit-dikit Google!', hehe. Tapi, bener juga sih!

Kesaktian si Mbah, tentulah disebabkan oleh kepiawaian jejeran orang-orang sakti mandraguna keren-pinter dan kreatif yang berdiri mem-back-up si Mbah. Dan kebayang enggak sih, Sobs? Jika di ranah virtual saja si Mbah bisa menjadi sebuah mesin pencari raksasa seperti ini, bagaimana pula keunikan dan 'kesaktian'nya di alam nyata? Pernah ga sih menyimpan rasa penasaran tentang rumah kantornya si Mbah dan cara kerja orang-orang pinter di belakang si Mbah itu? Aku sendiri sih, udah lama banget menyimpan rasa penasaran ini, Sobs! Kapan ya bisa berkunjung ke kantor Google yang keren dan super duper nyaman ini?

Hingga kemudian, sebuah berita gembira disampaikan oleh Komunitas tercinta [Kumpulan Emak Blogger], bahwa kantor Google Indonesia, melalui Mba Eunike Kartini, the Google Plus Community Manager, Google Indonesia, tertarik akan keunikan Kumpulan Emak Blogger dan mengundang 50 finalis Srikandi Blogger 2014 plus Panitia, Dewan Juri dan Makmin KEB untuk berkunjung ke kantornya. Tentu saja kunjungan dibagi ke dalam beberapa kloter *aih, kayak mau naik haji saja!*, dimana 10 orang finalis plus 10 emak dari Panitia + Juri + Makmin KEB hingga total partisipan di dalam setiap kunjungan adalah 20 orang.

Jadwal kunjungan pun di pilih pada hari Sabtu, hari di mana kantor Google lengang karena merupakan off day, sehingga para emak dapat berinteraksi aktif, tenang dan nyaman mengubek-ubek bermain-main di kantornya si Mbah, tentu dipandu dan ditemani oleh Mba Eunike, selaku the Person In Charge from Google Indonesia office lah.

Hari yang ditentukan pun tiba. Tak sabar rombongan Bandung [Finalis SB2014: Meti Medya, salah satu panitia SB2014: Nchie Hanie dan salah satu Juri SB2014: diriku sendiri] berangkatlah ke Jakarta. Serunya perjalanan nyubuh ini bisa dibaca di sini deh. Karena kantor Google Indonesia terletak di Plaza Sentral Senayan II, Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan, maka meeting point para emak pun ditetapkanlah di Starbuck, PS II itu. Dan serunya Kopdar sembari menanti para emak ngumpul semua bisa di baca di sini nih, Sobs! Seruuuu abis deh!

Inilah dia Rumah Si Mbah

Tak terasa, seluruh emak yang akan main ke rumah si Mbah pun terkumpul sudah. Juga si Mba Eunike Kartini, the G+ Community Manager yang jadi PIC dari rumah si Mbah sudah ready untuk menerima kunjungan. Dua puluh emak tak mampu menyimpan sensasi rasa happy dan penasaran yang kian bergelora, apalagi ternyata untuk masuk ke rumah si Mbah, kita dibuat seolah sedang berada di ranah virtual! Ha? Piye iku maksute, Al? 

Iya, jika di ranah virtual, memasuki situs tertentu kita harus log in first, maka masuk ke kantor Google, kita juga diminta untuk log in lho. Hihi. Seru yaaa. 


Dan taukah Sobats apa yang dilakukan para emak yang sudah login sembari menanti emak yang lainnya log in? Hihi, jangan heran apalagi bilang norak ya, Sobs! Inilah yang dilakukan oleh para emak, termasuk eikeh donk ah! Haha. NARSIS! YES, NARSIS!


Sumpah deh, Sobs, naluri narsis ini ga bisa dicegah apalagi dibendung sekuat tenaga, habis 'rumah' si Mbah tuh keren banget! Nyaman sejauh mata memandang, asyik setiap sudutnya. Mengundang naluri untuk dijadikan spot berfoto gitu lho! Hehe. Gimana para karyawan 'rumah' si Mbah ga betah kerja di sini ya? Gile amir dah tempatnya. Ini baru sampai di 'ruang tamu'nya lho ya! Gimana kalo kami sudah melangkah lebih jauh ke dalam sana yaaa? Penasaran? Yuk ikuti kami lanjut office touring-nya yuk!

Welcoming Emaks by Mba Eunike Kartini

Siapa sih Mba Eunike Kartini ini? Stafnya si Mbah? Wow, beruntung banget bisa masuk ke dalam jejeran staffnya si Mbah yak? Kereeen!
Bener banget, Sobs! Si Mba Eunike, adalah salah satu wanita Indonesia yang beruntung banget bisa 'diundang' masuk dan bekerja di rumahnya si Mbah Google lho. Bukan pula sembarang posisi yang dijabatnya. Beliau adalah GPlus Community Managernya Google Indonesia! Pada punya akun GPlus kan, Sobs? Yang blognya berplatform Blogspot otomatis sudah memiliki akun G+ donk? Tapi udah pada tau belum tuh fungsi dan kelebihan-kelebihannya? Belum? Hihi... Samaaaaaa! 

Google tuh menyadari banget jika tumbuh kembang internet di Indonesia itu dipengaruhi oleh banyak dan ragam komunitas yang salah satunya adalah komunitas-komunitas blogger. Dan diantara ragam komunitas blogger yang ada di negeri ini, adalah Kumpulan Emak Blogger yang dianggap sangat unik dan lain dari yang lain. Iya donk, KEB kan khusus komunitas blogger perempuan, dan walau masih berusia teramat muda, tapi kiprahnya udah kemana-mana gitu lho! Boleh donk bangga terhadap komunitas tercinta? Hihi Maka diundanglah KEB [yang diwakili oleh para finalis, panitia dan juri Srikandi Blogger 2014 serta Makmin KEB] untuk sowan ke kantornya si Mbah. 

Tentu bukan sowan sembarang sowan donk. Bukan pula untuk sekedar foto-foto narsis belaka. Google mengundang kita-kita nih, untuk dibekali pengetahuan lho! Pengetahuan tentang apaan? Ya tentang produk-produknya googel dunk, masak tentang produk lawan bisnisnya? Hehe.

Well, back to the topic, setelah login, para emak pun diajak oleh Mba Eunike ke sebuah ruangan yang pada pintunya bertuliskan warung Google. Aih, unik bener penamaannya. Dan para emak langsung berdecak kagum begitu kaki menjejak ke dalam ruangan. Sebuah ruangan yang teramat nyaman tersedia untuk para staff having breakfast, lunch mau pun coffee breaknya. Lihat deh pantry-nya, siapa yang ga akan mupeng? :D


Usai lunch dan shalat zuhur, akhirnya para emak digiring dipersilahkan oleh Mba Eunike ke sebuah ruangan untuk pembekalan untuk bincang-bincang santai. Dimulai dengan perkenalan oleh Maketu Haya Aliya Zaki yang memperkenalkan diri, serta bercerita tentang ajang keren Srikandi Blogger 2014, lalu lanjut dengan perkenalan diriku sebagai Srikandi Blogger 2013, beralih ke para emak lainnya satu persatu. 

Foto Milik Emak Riweh
Foto pinjem punya Mak Shinta Ries
Barulah kemudian giliran Mba Eunike memperkenalkan diri, serta mulai bercerita tentang Google dan beberapa produknya, khususnya Google Plus, yang berhasil membuat para emak terpelongo. 

Prinsip Google untuk mensejahterakan karyawan dalam rangka mendapatkan imbalan maksimal [kinerja apik dan ciamik] dari karyawan sungguh bikin wow. Bener juga, karyawan yang disejahterakan, tentu akan bekerja optimal dan menghasilkan output yang optimal pula.

Para emak semakin terpelongo bahasa apa ini? mendengarkan penjelasan Mba Eunike tentang kelebihan-kelebihan yang ditawarkan GPlus. Oalah ..., oalah..., udah punya akunnya sekian lama, tapi ga ngeh cara penggunaannya, apalagi mengoptimalkannya, hihi. Termasuk eikeh juga nih, Sobs! Terpesona banget dengan penjelasan Mba Eunike tentang GPlus. Ingin tau lebih banyak tentang GPlus, boleh deh main ke postingannya Mak Shinta Ries tentang GPlus deh, Sobs, pasti akan membuka mata dan keinginan untuk lebih memberdayakannya. Apalagi untuk para blogger, ternyata GPlus itu berguna banget lho!

Nah, Sobats tercintah, postingan ini udah kepanjangan banget deh, kudu di-cut dan lanjut di postingan berikutnya yaaa. Ga lama kok, langsung bisa di klik di sini untuk lanjut ke seri pamungkas, oke?

catatan kunjungan ke rumah si Mbah,
Al, Bandung, 5 Maret 2014


Related Post:

Otw ke Rumah Si Mbah
Let's The Pictures Talk More 1
Let's Pictures Talk More 2
Let's Pictures Talk More 3
Let's Pictures Talk More 4


Read More
/ /

Pasti penasaran deh, tirai apa nih yang dimaksud?
Tirai, adalah sebuah tabir yang dipakai untuk menyekat sesuatu, biasanya sih menyekat ruangan gitu. Jadi bisa juga diibaratkan sebagai gorden. Tapi tirai yang akan kita bicarakan di sini adalah tirai yang biasanya dipasang pada warung-warung di pinggir jalan atau kaki lima.

Sebuah warung pinggir jalan
Warung lain di pinggir jalan
Bayangin, andaikan enggak ada tirainya, pasti kita ogah deh nongkrong di sana untuk menikmati makan malamkan? Akan terasa tidak aman dan tidak nyaman. Padahal bicara soal keamanan, seberapa kuat sih si tirai ini bisa menahan kita dari 'kecelakaan lalu lintas atau kendaraan yang nyerempet tanpa sengaja ke warung/kita?' Seberapa kuat sih si tirai mampu menahan asap kendaraan atau debu jalanan agar tidak mencemari makanan yang kita santap? Tidak besar toh?

Namun, tak bisa dipungkiri, kehadiran sebuah tirai mampu mensugesti pikiran kita untuk memberikan rasa aman dan nyaman itu, ya enggak, Sobs? :)


Sekedar obrolan ringan
Al, Bandung, 5 April 2014

Read More
/ /
Sudah pernah mendengar sebuah tempat kuliner di Bandung yang meng-khusus-kan diri untuk olahan ceker? Eits, bukan ceker sembarang ceker lho, tapi ceker [ayam] ini diramu secara khusus oleh Riski [anak muda kreatif pemilik usaha Cekeran Midun] bersama timnya. Penamaan terhadap aneka menunya pun tidak tanggung-tanggung. Menggunakan 'letusan' aneka gunung api aktif seperti tangkuban perahu, merapi, galunggung dan krakatau untuk tingkat kepedasannya, dan cekeran lapindo dan cekeran merapi untuk penamaan menunya, maka olahan cekeran midun siap untuk dikenang dan ditagih oleh para pelanggannya.

Tak heran jika dari hari ke hari, antrian pelanggan dengan tangan yang memegang kartu WL [waiting list] pun semakin bertambah. Padahal menu utama adalah ceker gitu lho! Tapi ya itu tadi, rasanya memang unik dan pas di lidah! #promosi tak berbayar ini lho! Hehe.

Tak berhenti di situ saja, Cafe Cekeran Midun yang berlokasi di jalan Singaperbangsa No. 103 C, Dipatiukur, Bandung ini, memiliki keunikan lainnya, yaitu tema yang berganti-ganti di setiap harinya. Contohnya adalah untuk setiap hari Kamis [malam Jumat], tema yang dipilih pun cukup mengundang penasaran dan membangkitkan bulu roma. Gimana enggak, Sobs? Temanya adalah Midun Kliwon, walau tidak setiap Kamis malam adalah kliwon.

Penasaran ada apa di hari ini? Kamis, 3 April 2014 di cafenya Midun? Yuk lihat foto ini deh!


Walau sudah jelas bahwa ini adalah hantu bo'ongan, tapi teteup aja ada yang menjerit histeris bahkan berlari ke luar dari arena cafe lho! Hihi. Ingin tau lebih banyak tentang kulinari yang satu ini? Simak ulasanku di sini deh!

Sebuah catatan kuliner,
Al, Bandung, 3 April 2014
Read More
/ /
Dua hari lalu, dapat kiriman yang walaupun dikirimkan tanpa maksud tertentu, tapi mampu membuatku terenyuh. Dari seorang sahabat dekat, yang memang di antara kami memiliki kedekatan batin. Jarak yang membentang, tak jadi penghalang untuk kami saling terhubung. Afghanistan, cukup jauh dan cukup menimbulkan kekuatiran. Hiks. Untungnya, teknologi canggih tampil sebagai dewa penghubung. Kami saling terhubung dan saling mensupport, walau akhir-akhir ini, terus terang diriku lah yang sering mendapat puk-puk penguatan batin/support darinya.

Tapi, dua hari lalu, sebuah e-card hadir di inbox, dan cukup membuatku terpana, oleh kata-katanya yang walau dicuplik dari sebuah quote, tapi cukup menyentuh hati dan menimbulkan was-was.

If one day you feel like crying..., call me
I don't promise you that
I will make you laugh
But I can cry with you

If one day you want to run away
Don't be afraid to call me
I don't promise to ask you to stop
But I can run with you

If one day you don't want to listen to any body
Call me
I promise to be very quite

But,
If one day you call
and there is no answer
Come fast to see me
Perhaps, I need you...

Sungguh, bait terakhirnya, membuatku was-was, dan menelphonenya via skype, yang biasanya memang selalu aktif. There is no answer! Oh, man! What's up, dear?
Semoga kamu baik-baik saja, teman! :(

catatan dan doa di penghujung malam,
Al, Bandung, 2 April 2014



Read More
/ /
Waktu seakan berlari, dengan kecepatan yang luar biasa pula. Hari ini, lembaran kalender bulanan telah berganti. Maret berlalu, April hadir di depan pintu.
Ah, waktu! Betapa tiada yang mampu cegahmu.
Betapa tiada yang mampu memutarbalikkanmu.
Padahal...  andai  saja ku diberi waktu, untuk kembali ke masa itu...
Kan kupetik bunga indah itu, dan menghadiahkannya untuk ibu.
Waktu! Mungkinkah ada kesempatan lagi? Untukku berlari ke lutut ibu? Peluk cium ibu yang berdiri di muka pintu?
Waktu, tunggu aku! Biarkan aku buktikan bahwa itu bukanlah angan semu...
1 April 2014,
Posted thru my smartandro in an angkot.
Terinspirasi oleh seorang wanita tua, penyapu jalan. *Kemana anaknyaa?*
Read More