This is what I did | My Virtual Corner
Menu
/

Sama sekali ga ada rencana untuk membuat postingan ini. Namun, kejadian tadi pagi dan response teman-teman terhadap status facebook yang aku update setelah 'kejadian' kecil itu, menggoda hati untuk menelurkan artikel ini. Yah, anggaplah ini sebuah postingan intermezo plus tips ringan yang mungkin bisa Sobats manfaatkan jika menghadapi hal yang sama.



Tadi pagi, sedang asyiknya meeting online dengan panitia KEB Halal Bi Halal untuk Kota Bandung, di sambi dengan meeting online lainnya, eh sebuah chatbox [juga di FB] terbuka. Tiada salam tiada sapa, sebuah gambar tak senonoh nampang menjijikkan di layar Macsy tercinta. Gambar sepotong [maaf] kemaluan laki-laki [milik si empunya akun atau malah jangan-jangan modal minjem punya orang lain?] nangkring. Halah! Basi bener modus beginian mah! 

Kututup chatbox itu, karena aku sedang fokus meeting dengan para panitia di chatbox lainnya. Yup, harus ditutup donk dari pada salah kamar nanti khaaan? Hehe. Kuselesaikan dulu obrolan dengan para panitia dan beberapa sahabat yang memang sedang aktif chatbox-nya, barulah kemudian aku kembali padanya. Kutelusuri histori percakapan yang pernah terjadi sebelumnya. Tidak banyak, hanya beberapa kali dan dalam bahasa yang sopan. Orangnya tidak aku kenal secara nyata, tapi dia berasal dari negeri ini bahkan satu provinsi denganku. Histori percakapan kami pun cukup santun dan standar. Tak ada yang salah. Tapi kenapa tiba-tiba dia sekarang malah seperti orang yang kalap begini? Kumulai kalimatku;

"Maaf, kamu ga salah chatroom?"
"Hai Kakak sayang, itu untukmu, semoga suka yaaa."

Aih, pede bener dan bener2 kurang ajar! Kutahan emosiku, sabar Al, sabar! 

"Hm, itu punya kamu? Not bad lah, tapi akan jauuuuuuh lebih baik jika kamu segera upayakan untuk memperbesarnya deh! Sebentar ya, aku coba googling recommendation toys or medicine yang mungkin bisa kamu pakai untuk memperbesar 'senjata' kamu itu. Tinggalkan alamat email kamu biar aku kirim via email linknya nanti, karena aku akan unfriend dan blokir kamu dari FBku. Ok?" Tak lupa kusertakan sebuah icon senyum manis untuknya.

Dan.... lama dia tak menjawab. Kubiarkan beberapa menit sembari melanjutkan komunikasiku dengan teman-teman lainnya. Tak ada response lagi darinya, dan aku pun lakukan dua langkah, unfriend dan blokir! Tak perlu meladeni hal-hal seperti ini dengan bersitegang urat leher, apalagi sampai menguras waktu dan pikiran, masih banyak hal-hal positif yang bisa kita lakukan daripada meladeni banyolan basi seperti ini, bukan begitu, Sobs?

Lalu, apa yang Sobats lakukan ketika berhadapan dengan hal-hal serupa? Yuk share di kolom komentar yuk!

Sekedar sharing,
Al, Bandung, 5 September 2014




9 comments

Seandainya hal tersebut terjadi pada saya. Saya akan terus berkomunikasi dengan teman2 KEB, tidak kembali ke percakapan dengan orang itu, tidak menegurnya, tidak menjawab, tidak mengucapkan sepatah katapun, karena begitu gambarnya muncul, dia sudah segera saya blok. Waktu kita terlalu berharga untuk digunakan bercakap dengan orang yang tidak memotivasi kita untuk maju, tidak memberi manfaat untuk kita. Lebih baik digunakan untuk melihat biru langit, hijau pepohonan dan celoteh serta tawa anak2, seperti yang akan kita lihat hari minggu besok di Taman Lalu Lintas. Salam sayang untukmu Alaika. Life is beautiful.

Reply

Saya jg ingin melakukannya demikian Mba, tapi saya sengaja memberinya waktu, utk memastikan bahwa memang dia yang berada di balik akun itu, bukan sedang di hack. Dengan berkomunikasi dgnya, saya akan tau benar tidaknya dia dari cara bicaranya selama ini. Kebetulan sudah beberapa kali berkomunikasi, dan jawabannya tadi, saya yakin itu dia. Maka saya blokir karena tak guna dipelihara. Tapi jika hacker yang berada di belakangnya, saya akan menanti tanpa berkomunikasi lagi dgnya sp akunnya diperbaiki. Cara setiap orang berbeda ya, Mba. Trimakasih sdh berkunjung, salam sayang untukmu. LIfe is beautiful, can't wait for Sunday! Cu there!

Reply

langsung aku delete dan putus komunikai kalau aku

Reply

Mimi bru aja mengalami 3 hr yg lalu..mimi marah sejadi2nya. Tp rugi memang krn tensi mendadak naik tinggi. Belum mimi block sih krn sblm itu mimi buat status dulu gede2 di timeline. Kbtln mutual friends nya banyak jg yg jd teman mimi. Nah loh...akhirnya dia di bully teman2nya sendiri. Dan baru mimi block tu orang. Puas ?? Engga sih....krn udh rugi waktu dan emosi hehe

Reply

wah... Bearti modus baru tuh..., soalnya korban ga cuma satu... Mbak alaika n mimi... Mungkin akan banyak lagi korban .... Emang perlu langsung di block aja....

Reply

Oooo kirain cuma gara2 kena hack Mak. Ada pernah soalnya dapet, bukan gambar sih, tapi link gitu loh. Itu juga bukan krn si empunya akun yg kirim, tp krn dia gak sengaja klik link itu.
kalau mmg temanmu itu iseng dan sudah pasti mmg dia yg ngejak chat, ya sudah jelas itu tidak sopan namanya. Tak apa2 lah diremove saja.

Reply

Salam kenal mbak Alaika, menurut saya sih orang yang berperilaku songong di dunia maya, kemungkinan besar begitu juga tingkah lakunya di dunia nyata. Jadi blokir saja tidak cukup, kalau bisa laporkan ke polisi aja mbak

Reply

kalau saya cuma clear chat trus tutup chatbox nya Mak, pertama berpikir praduga tak bersalah dulu, mungkin sedang dihack akunnya. Tapi kalau keseringan seperti itu ya aku unfriend.

Reply

Akupun udah tegas2 aja untuk hal2 seperti ini. Kalau dia aja nggak sungkan sama kita, ngapain pula kita mesti jaga perasaan dia. Hajar mak! :D

Reply