Perahu Nabi Nuh di Lampulo | My Virtual Corner
Menu
/
Ini adalah cerita lain tentang Banda Aceh, tanah rencongku tercinta. Sebuah kota yang menggusung tagline Bandar Wisata Islami, yang selalu saja mampu membuncah kerinduan di dada ini, setiap mendengar kata Banda Aceh terdengar di telinga atau terbaca oleh mata.
Tak hanya itu, kuyakin, mendengar kata Aceh atau Banda Aceh, ingatan kita tentu akan berlari ke masa di mana daerah ini diamuk oleh sebuah gelombang raksasa berkekuatan luar biasa, setelah terlebih dahulu dihentak oleh guncangan berkekuatan 9,1 Skala Reichter. Yes, Aceh/Kota Banda Aceh akan mengingatkan kita pada Tsunami. Musibah luar biasa yang Allah kirimkan sebagai pembelajaran bagi kita, untuk mampu bijak menjaga alam, menjaga sikap dan kelakuan serta aneka hikmah dan pembelajaran lainnya.

Seperti yang pernah aku tuliskan pada postingan tentang museum tsunami, bahwa Allah senantiasa menurunkan ujian lengkap dengan jawaban yang terselip dibelakangnya, menurunkan cobaan lengkap dengan senjata pamungkas untuk hadapinya, maka, dalam hal tsunami yang terjadi di Aceh pun, Allah membekali daerah ini dengan senjata paling ampuh yang tiada tara, yaitu berupa bantuan yang mengalir sigap, deras dan spontan baik dari lingkup nasional mau pun international, sehingga tak heran, jika dalam beberapa tahun setelahnya, Aceh utamanya Kota Banda Aceh, telah mampu bangkit, bersolek dan cantik! 

Dandanannya yang elok, sukses menghapus jejak-jejak tsunami. Sama sekali tak terlihat bekas-bekas sapuan gelombang dasyat itu lagi di Kota Serambi Mekkah ini. Jalanan mulus dan lebar berhiaskan lampu-lampu jalan yang cantik menarik, gedung perkantoran mau pun pertokoan teratur rapi berdiri bersih. Gedung sekolahan berdiri megah dan indah! Taman-taman kota berdandan tak kalah cantiknya sambut orang-orang yang ingin menikmatinya. Perumahan yang hancur lebur, perkampungan yang porak poranda, telah ditata kembali, atau malah dipindah ke tempat-tempat yang lebih aman. Subhanallah, inilah dia hasil kerjasama yang apik dan solid antara pemerintah dan berbagai stakeholders, sukses mengantar Aceh menjadi jauh lebih baik dan indah.

Lalu, kemanakah kami harus pergi untuk melihat bukti bahwa daerah ini pernah dilanda musibah dasyat nan luar biasa itu, Al?

Eits, tenang, Sobs! Jangan kuatir! Tsunami adalah sebuah peringatan dan pembelajaran bagi anak cucu. Bagi anak cucu? Yes, karena ga mungkin donk bagi para syuhada? Hehe.
Yup, berkaca pada sejarah, belajar pada sejarah, kita akan dapat menarik banyak pembelajaran, ya kan? Itu pula sebabnya, mengapa pemerintah Aceh juga berbagai stakeholders masa rehab rekon dahulu, kekeuh mempertahankan obyek-obyek penting peninggalan dan saksi bisu tsunami. Tak lain tak bukan, adalah sebagai bukti nyata, juga sebagai bahan pemikiran dan pembelajaran bagi kita semua.

Maka, jika kemarin aku merujuk Museum Tsunami Aceh sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi untuk melihat dan napak tilas kejadian tsunami, maka kali ini, aku pengen banget rekomendasikan sebuah saksi bisu yang kuyakin akan mampu membuat Sobats tercengang dan berucap Subhanallah! Allahu Akbar! Ga percaya? Yuk kita buktikan dengan mengikuti pengalamanku berkunjung ke saksi bisu yang satu ini!

Perahu Nabi Nuh


Nama aslinya sebenarnya sama sekali bukan perahu Nabi Nuh. Namun perjalanan dan perannya, membuat ingatan banyak orang langsung lari ke suatu masa di masa Nabi Nuh AS. Jika perahu Nabi Nuh yang asli, berfungsi menyelamatkan kaum Nabi Nuh dari musibah banjir luar biasa yang Allah kirimkan masa itu, maka perahu yang satu ini, hadir tanpa disangka apalagi diundang, tiba-tiba saja telah terlihat di depan mata para penyintas/survivors yang sedang berjuang melawan amukan gelombang, sehingga tanpa diperintah, mereka pun melompat, merangkak dan berusaha keras untuk masuk ke dalamnya, dan bersyukur atas 'kiriman' perahu ini. Tak hanya itu, setelah menyelamatkan 56 orang penyintas, perahu 'Nabi Nuh' ini malah duduk manis di atas atap sebuah rumah! Subhanallah, kekuatan mana yang sanggup 'membawa dan mendudukkan' perahu ini sedemikian rupa selain kekuatan-Mu, Ya Rabbi? Allahu Akbar! 

Lihat, Sobs?
Hanya dengan kekuasaan Allah lah perahu ini mampu berjalan dari laut sana,
menyelamatkan para survivor dan
kemudian malah duduk cantik di atas rumah milik Bapak Abasiah itu. 
Sungguh menakjubkan ya, Sobs? Penasaran akan kisahnya, tenang, aku sempat interview halah beberapa sumber saat berkunjung ke sana lho. Yuk, kita mulai kisahnya biar ga semakin penasaran yuk!

Sekilas Kisah sang Perahu

Kisah bermula pada pagi hari, Minggu, 26 Desember 2004, sekitar pukul 07.30 wib. Cerah dan memberi semangat bagi masyarakat kota Banda Aceh untuk memulai aktifitas akhir pekan mereka dengan ceria. Begitu juga dengan masyarakat yang berada di desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, dimana sang perahu terdampar dan 'menunaikan tugas' ini, sedang beraktifitas seperti biasanya ketika tragedi itu bermula. Dimulai oleh gempa yang mengguncang bumi dengan kekuatannya yang luar biasa, disusul pula oleh deru air hitam yang datang dari arah lautan. Sekejap, air kecil hitam legam itu berubah besar dan tinggi menjulang. Sukses membuat orang terpelongo shock karena belum pernah di dalam kehidupannya melihat hal serupa, hingga sebagiannya tak lagi sempat berlari menyelamatkan diri. Terpana dan tak mampu melepas diri dari jilatan dan terkaman gelombang.

Namun, bagi yang mampu menguasai rasa kaget dan bangkit dari keterpanaan, 'langkah seribu' adalah jurus ampuh yang langsung diperintahkan oleh otak mereka sebagai tindakan penyelamatan. Berlarilah mereka berduyun-duyun, seraya berzikir dan bertasbih, menangis dan bermohon kepada sang Khalik. 

Abasiah, adalah pemilik rumah di mana sang perahu kini berlabuh. Menurutnya, air yang tiba-tiba saja datang bagai air bah itu baru berketinggian 1 meter di dalam rumahnya ketika matanya melihat keluar rumah dan melihat sebuah perahu datang mendekat. Berfikir bahwa itu adalah perahu yang dikirim untuk penyelamatan, maka dia memimpin keluarganya untuk segera keluar rumah secepat mungkin dan menjangkau perahu itu. Bersusah payah akhirnya mereka berhasil masuk dan duduk di dalam perahu. Alhamdulillah. Pemandangan yang ditangkap oleh indra penglihatannya sungguh luar biasa! Alam mengamuk, inikah dia kiamat itu? Air hitam semakin tinggi, orang-orang menjerit kalut, takut dan ngeri. Sebagian tersapu gelombang dan hilang di dalam airnya yang legam! Sebagian yang masih memiliki daya, mencoba masuk ke dalam perahu, dan menolong yang lainnya untuk bisa dinaikkan ke dalam perahu, hingga akhirnya, terhitung ada 56 orang yang berhasil masuk dan selamat di dalam perahu, yang terus berayun-ayun. Di sanalah mereka berzikir, berdoa kepada Ilahi serta bermaaf-maafan dengan sesama, karena mengira inilah akhir dari kehidupan mereka. Posisi pasrah adalah hal terbaik yang mereka capai kala itu, hingga kemudian takdir berkata lain. Kiamat besar belum datang! Air hitam legam itu ternyata surut, walau tak secepat kedatangannya, namun surutnya sang gelombang membuat perahu Nabi Nuh ini pun duduk manis berlabuh di atas atap rumah Abasiah dan sukses menyelamatkan 56 nyawa manusia. Subhanallah! 

Para Survivors/Penyintas

Siapa sajakah para penyintas itu?
Lumayan banyak, Sobs! Ada 56 orang, tua muda, besar kecil, laki-laki dan perempuan. Semua dengan kisahnya masing-masing, yang 10 kisahnya telah dibukukan berdasarkan penuturan para survivor terkait. Penasaran akan kisah mereka? Jangan kuatir, diberikan secara gratis bagi para pengunjung yang berkunjung ke object wisata tsunami yang satu ini lho! 
Selain itu, kini pengelola 'perahu nabi Nuh' telah menyediakan sertifikat bagi para pengunjung yang main ke sana lho. Jadi jika kita berkunjung kesana, maka kita akan mendapat sertifikat kunjungan yang akan bertuliskan nama kita, serta nomor kunjungan, jadi akan terlihat kita ini jadi pengunjung yang keberapa gitu, Sobs! Seru ya? Selain menjadi bahan pembelajaran, menyaksikan secara langsung sang saksi bisu, kita juga ga perlu jauh-jauh lho kalo mau beli souvenir khas Aceh! Bisa beli di sekitar sini juga, Sobs, tinggal datang aja ke kios-kios souvenir yang ada di sekitarnya. :)

So, catet, ya, Sobs! Jadikan 'Perahu Nabi Nuh' alias Kapal Tsunami Lampulo sebagai salah satu lokasi yang wajib Sobats kunjungi jika ke Banda Aceh. Belum ke Banda lho kalo belum ke sini! Hehe.

Artikel ini diikutsertakan dalam 


salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika ke Banda Aceh,
Al, Bandung, 30 April 2014

36 comments

apakah akan ada cerita tentang 56 penyintas tersebut?

Reply

lihat postingan ini, jadi pengen berkunjung kesa juga mak hehe

kalo mau wisata kuliner di Banda Aceh, aku pny infonya mak, silahkan simak disini mgkn berkenan hehe
http://mieagoblog.blogspot.com/2014/04/culinary-tourism-of-banda-aceh.html

Reply

Subhanallah ya Kak. Benda itu mencatat sejarah yang mengharu-biru tapi sekarang jadi salah satu ikon wisata Banda Aceh :)

Reply

aku sudah sampai ke kapal besar yang terdampar mak...yang inikah? tapi fotoku hilang tinggal sedikit saja....

Reply

Hehe, sepertinya tidak, Mas Citro. :) makasih ya kunjungannya.

Reply

ayo, Mak Lamiati, berkunjunglah kesana dan rasakan kebesaran Ilahi Rabbi. :)

Reply

Iya, Allah Maha Besar ya, Niar.. tiada yang tak mungkin terjadi jika DIA menghendakinya. :)

Reply

Bukan kapal besar yang itu, Mak. Yang itu namanya Kapal Apung, PLTD [pembangkit tenaga listrik] yang terseret arus dan hingga kini terdampar di Punge. Kalo yang ini, terdamparnya di Lampulo, dan di atas atap sebuah rumah. Hingga kini. :)

Reply

Teringat peristiwa tersebut, karena di medan juga guncangannya sangat terasa. Dan ternyata hal tersebut bisa menjadi ikon wisata banda aceh,...

Reply

Subhanallah,...membayangkan kejadian itu walau dari TV tetep masih ngeri sampai sekarang ya mak *_*

Reply

Ngga nyangka, ya mak Al!
Suka dengan quoetenya : Allah senantiasa menurunkan ujian lengkap dengan jawaban yang terselip dibelakangnya, menurunkan cobaan lengkap dengan senjata pamungkas untuk hadapinya

semoga menaaang!

Reply

Tulisan yang menarik. Info tentang Wisata Aceh disini juga ada : http://acehplanet.com/

Reply

kapalnya skr dijadkan objek wisata ya mbak

Reply

ada museum kapalnya juga ya disana,,baru tau aku mak :)

Reply

kapan ya saya bisa ke sana? :)

Reply

Iya, peristiwa itu takkan mudah untuk dilupakan, tragis dan membekas di ingatan. Yup, sekarang udh jadi salah satu ikon wisata Banda Aceh. :)

Reply

Iya, mak, sangat membekas di ingatan yaaa. *_*

Reply

Iya, itulah kebesaran Allah, ya, Mak Tanti. Tiada yang tak mungkin jika DIA menghendakinya. Sebuah pembelajaran yang sangat berharga.

Reply

Trimakasih, cutbang/cutkak! Baik, akan berkunjung balik. :)

Reply

Yup, benar, Mba Lidya. Ayo main kesana. :)

Reply

Ada, Mba. Sangat menarik untuk menjadi bahan pembelajaran kita semua. :)

Reply

Ayo, Mak Myra, ajakin Keke and Nai kesana. :)

Reply

Saya sudah beberapa kali ngajak kerabat yang datang dari Medan ke tempat ini, Kak. Ada lagi yang menarik, kalau dibaca dari informasi label tulisan kisah di madingnya, ketika air surut, sempat terlihat seekor buaya yang sangat besar dibawah kapal itu.

Reply

Kapan ya bs ke Aceh sana..

Reply

Kalo orang Aceh yang bicara tentang Aceh.. so pasti akurat lah ya...
Semoga menang ya Mbak.
BTW itu Mbak Al dg adik ipar ya?

Reply

Masya Allah, benar-benar luar biasa ya, Mak. Semoga suatu saat aku dapat kesempatan melihat indahnya Tanah Rencong ini. :) Pengin lihat langsung juga Kapal Nuh.

Reply

Kapal Nabi Nuh?
Eh, ini yg ttg Aceh tourism itu?
gudlak mbak...

Reply

ingin ke Aceh dan berkeliling kota melihat segala keajaiban di sana...benar-benar banyak jejak penting yang jadi pelajaran kita semua ya mak...cheers from here..

Reply

lihat kapal segedhe itu terseret sampai jauh ke daratan
di atas rumah penduduk...

masyaalloooohhhhh

masyaalloooooohhhhh

Reply

wah, perlu survei lama tuh, 56 penyitas ... bisa bikin novel baru mba :)

Reply

iya yah, pas banget nangkringnya di atas tuh rumah :)

Reply

owh disana ada musium kapal juga ya, salam perkenalan

Reply

insyaallah bisa kesana nanti mba.... makasi reviewnya...

Reply

waaahh ini artikel yang menang kemarin ya kak ... congrats ya kak...
emang keren :)

Reply

Undangan Menjadi Peserta Lomba Review Website berhadiah 30 Juta.

Selamat Siang, setelah kami memperhatikan kualitas tulisan di Blog ini.
Kami akan senang sekali, jika Blog ini berkenan mengikuti Lomba review
Websitedari babastudio.

Untuk Lebih jelas dan detail mohon kunjungi http://www.babastudio.com/review2014


Salam
Baba Studio

Reply

Oya? Saya malah ga tau tentang cerita buaya itu. Menarik juga itu. Ntar kalo pulang ke Banda, kesini lagi ah!

Reply