#4: Berjualan di area Pekuburan? Siapa Takut! | My Virtual Corner
Menu
/
Di jaman yang penduduknya semakin padat, di jaman yang kebutuhan hidup semakin meningkat, di jaman yang lahannya semakin sempit, maka me-multifungsi-kan sebuah lahan untuk beberapa kepentingan adalah menjadi hal yang lumrah. Termasuk mendayagunakan area pekuburan umum menjadi sebuah tempat yang tidak terduga, menjadikannya pasar kecil-kecilan, misalnya. Ya, seperti yang terlihat di dalam gambar-gambar berikut ini nih, Sobs!

Pekuburan ini terletak di samping sebuah sekolah, di salah satu sudut kota Medan
Dari kiri ke kanan : Pedagang jajanan anak yang buka lapak, kuburan yang berjejer pasrah

Atas, Kiri: Pedagang duduk santai menjajakan dagangan,  Anak-2 sekolah yang malah duduk santai di sisi prasasti kuburan. Hadeuh, entah menggosipkan apa itu di sana...
Atas Kanan: Gedung sekolah di sebelah area kuburan
Kiri - Kanan Bawah : Anak-anak yang berbelanja jajanan sepulang sekolah, dan hang-out di area kuburan

Bagi banyak orang, pekuburan, terutama pekuburan muslim memang menimbulkan kesan seram dan tak jarang malah membangkitkan bulu roma, terutama jika kita melintasinya pada malam hari, pas di malam Jumat Kliwon pula. J

Namun bagi sebagian manusia lainnya, yang tak memiliki banyak pilihan, akhirnya nyali yang menciut harus diupayakan untuk bisa berkompromi. Takut berarti tak mampu untuk survive, jadi harus mampu mengalahkan rasa takut. Apalagi terhadap orang-orang yang telah terlebih dahulu meninggalkan dunia ini. Artinya, mereka telah terlebih dahulu [menyerah] kalah, terhadap persaingan yang semakin ketat dalam melanjutkan kehidupan. Tinggallah yang masih bernyawa lanjutkan kehidupan dan manfaatkan setiap peluang. Termasuk peluang dalam mengais rezeki di area pekuburan seperti ini. Entah siapa yang memulai ide ini, entah siapa yang melenyapkan ketakutan akan seramnya kompleks pekuburan, namun kini, pedagang-pedangan kecil terutama untuk kebutuhan jajanan dan permainan anak sekolahan, mulai menjamur di beberapa pekuburan yang terletak di tengah kota, dan dekat dengan sekolahan. 

Tak hanya difungsikan sebagai tempat berjualan, bahkan beberapa area pekuburan malah dimanfaatkan untuk tempat para lelaki hang-out berjudi! What? Yes! Sayangnya, karena malam hari dan tempatnya agak membahayakan keselamatan jika berlama-lama di sana, apalagi jika ketahuan memotret segala, maka diriku tak berhasil deh untuk mendapatkan foto-foto akan kenyataan tersebut. Namun begitulah, adaaaa aja ide orang dalam memanfaatkan aneka lahan yang terhampar di depan mata. Bahkan untuk area se-ekslusif kuburan! Hadeuh! 


Sekedar intermezo, selamat bermalam minggu, Sobats maya!
Al, Bandung, 4 Januari 2014
8 comments

tapi terkadang para pedagang itu seperti kurang menghormati kubur, mereka suka duduk2 diatas makan, apalagi yg judi dan melakukan tindakan asusila di kuburan hiks...

Reply

Bener Mak, itu juga yang terlihat saat aku berkunjung ke sana. Mereka dengan seenaknya duduk dan bahkan pacaran di atas sisi2 kuburan, tanpa rasa takut, apalagi rasa hormat. :(

Reply

Belajar dari sisi positif mental para pejual yang menggelar barang dagangannya itu mengasyikan loh Mba, Apalagi bila kita melihat kerasnya kehidupan mereka yang sudah menyatu dengan alam. Memang tidak jalan yang harus di lalui dan pilih adalah tetap berjualan. Namun, bagi para pedangan yang sudah lama bergelut dengan hal semacam ini akan lebih pantai mensiasati waktu dalam menggelar barang dagangannya ya Mba,


Salam,

Reply

untung jualanya siang makk coba kalau malam ,pasti pedagang ngeri"juga itu hihi , saya new followers maaaak ^O^

XOXO
http://leeviahan.blogspot.com

Reply

Kuburan tak lagi angker dan menakutkan ya jeng
Di kuburan super mewah sana mungkin ada restorannya juga ya ?
terima kasih sajiannya yang menarik
Salam hangat dari Surabaya

Reply

Mungkin mereka beranggapan kalau yang sudah mati tidak akan menganggu yang hidup. Atau mungkin para penjual itu memang berjualan di sana untuk menanti pembeli "gaib"?

Reply

nilai moral dan agamalah yg semakin menipis .. jadi segala hal dianggap biasa dan normal bagi mereka. Naudzubillah!

Reply