Archive for December 2013
Menu
/ /
Honda. Siapa yang tidak kenal dengan trade mark yang satu ini?  Kuyakin kesohorannya sudah mencapai tingkat dewa deh. Mulai dari kampung hingga ke kota, image-nya tiada tanding - tiada banding. Ga usah jauh-jauh, di kampungku [Aceh] saja, kata Honda telah begitu lekat di benak siapa pun dan bahkan sukses mewakili sepeda motor-sepeda motor lainnya. Maksudnya? Maksudnya adalah bahwa kata Honda sering dipakai oleh masyarakat daerah kami untuk menggantikan kata sepeda motor.

Adalah lazim sekali terjadi percakapan seperti di bawah ini nih, Sobs!

A: Abang naik apa kemari tadi?
B: Naik Honda.

Nah, mendengar kata Honda pada percakapan ini,  jangan langsung menduga bahwa yang dimaksud oleh si B adalah sepeda motor ber-merk Honda, karena bisa jadi yang dimaksud oleh B adalah sepeda motor dengan merk-merk lainnya. Ah, masak seh? Yup, beneran lho! J

Well, bicara tentang sepeda motor 'Honda', aku yakin bahwa kita semua juga sudah familiar dengan aneka jenis/type/seri sepeda motor keluaran Honda Motor Company Ltd yang di Indonesianya lebih dikenal dengan PT Astra Honda Motor ini, dan kuyakin bahwa banyak di antara kita yang memang ngefans dan ngerasa nyaman banget mengendarai salah satu type-nya kan? Sehingga tak heran, jika kemudian timbul istilah, sepeda motor Honda merajai jalanan, sepeda motor Honda menguasai jalanan, sepeda motor Honda irit banget dan menjadi andalan masyarakat Indonesia, bla bla bla....

Lalu tahukah Sobats jika Honda baru saja menelurkan sebuah bintang baru dari kelas naked sporty bike yang memadukan desain gaya terbaru, berperforma tertinggi di kelasnya serta dilengkapi pula dengan berbagai fitur canggih olahan/inovasi teknologi terkini? Namanya Honda CB150R StreetFire.

Menggunakan mesin CB150R - 150 cc, empat langkah, DOHC, empat katup, enam speed/kecepatan, berpendingin cairan dan teknologi PGM-Fi [Programmed Fuel Injection], serta didukung pula oleh rangka tipe Diamond [Trellis], Honda CB150R StreetFire menghasilkan performa tinggi, akselerasi optimal, kestabilan maksimum sekaligus hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. See? Hemat bahan bakar dan ramah lingkungan! Itu kan yang kita cari dalam rangka penghematan biaya hidup serta menghijaukan Indonesia [go green program]? J

Wow keren! Tapi harganya mahaaaaal donk??

Hm, mahal atau murah itu kan relatif? Juga tergantung pada spesifikasi dari produknya toh? Dan untuk Honda CB150R StreetFire, Honda mem-bandrolnya kurang lebih seharga Rp. 22.350.000,- [dua puluh dua juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah]. Lumayan terjangkau bagi yang memiliki dana kan, Sobs? Hehe. Pepatah ada rupa ada harga, pastinya berlaku juga donk untuk produk-produknya Honda. Apalagi untuk sebuah sepeda motor setangguh dan semacho CB150R StreetFire, yang spesifikasinya memang sungguh aduhai dan layak dipertimbangkan.

Spesifikasi HONDA CB150R StreetFire


1.   Panjang x Lebar x Tinggi : 2008 x 719 x 1061 mm
2.   Jarak Sumbu Roda : 1288 mm
3.   Jarak Terendah ke Tanah : 148 mm
4.   Berat Kosong : 129 kg
5.   Tipe Rangka : Diamond Stell [Truss Frame]
6.   Tipe Suspensi Depan : Teleskopik
7.   Tipe Suspensi Belakang : Lengan Ayun dengan Suspensi Tunggal [Sistem Suspensi Pro-Link]
8.   Ukuran Ban Depan : 80/90 - 17 M/C 44 P [Tubeless]
9.   Ukuran Ban Belakang : 100/80 - 17 M/C 52P [Tubeless]
10. Rem Depan : Cakram Hidrolik dengan piston ganda
11. Rem Belakang : Cakram Hidrolik dengan piston tunggal
12. Kapasitas Tangki Bahan Bakar : 12 liter
13. Tipe Mesin : 4 langkah, DOHC, 4 katup, silinder tunggal
14. Diameter x Langkah : 63,5 x 47,2 mm
15. Volume Langkah : 149,48 cm3
16. Perbandingan Kompresi     : 11 : 1
17. Daya Maksimum   : 12,5 kW [17,0 PS]/10.000 rpm
18. Torsi Maksimum   : 13,1 Nm [1,34 kgf.m]/8000 rpm
19. Kapasitas Minyak Pelumas Mesin : 1,0 liter pada penggantian periodik
20. Koplik Otomatis ; -
21. Gigi Transmisi : 6 Speed/Kecepatan
22. Pola Pengoperan Gigi : 1-N-2-3-4-5-6
23. Starter : Pedal & Elektrik
24. Aki : MF 12 V - 5Ah
25. Busi : -
26. Sistem Pengapian : Full Transistorized
Fitur Unggulan 

Eits, jangan terpana dulu, Sobs! Masih ada lagi fitur keren yang perlu Sobats perhatikan sebelum merogoh kocek untuk menjangkau si Irit Canggih dan Advance, CB150R StreetFire ini lho. 






Variant

Tersedia dalam empat variant yang mempesona, membuat selera para pecintanya terpenuhi. Lihat deh. Keren banget yak?


Nah, gimana, Sobs? Honda CB150R StreetFire cukup meyakinkan untuk bertarung di jalan raya kan? So, bagi anda pecinta motor besar dan selalu ingin tampil gagah dan macho, tunggu apa lagi, miliki Honda CB150R StreetFire, dan Tantang Nyalimu! J


Masih membutuhkan informasi tambahan? Kunjungi blog ini dan ini deh. 





Sebuah review tentang si motor keren and macho, 
Honda CB150R StreetFire,
Al, Bandung, 30 Desember 2013

Read More
/ /

Hari ibu, bagi sebagian besar ibu-ibu terutama di pelosok kampung, mungkin hanya lewat dengan begitu saja, tak ada yang istimewa apalagi mendapat apresiasi tertentu. Seperti halnya ibuku dan banyak lagi wanita seangkatannya, yang malah lupa jika tanggal 22 Desember setiap tahun, adalah sebuah tanggal yang diistimewakan dalam rangka meng-apresiasi para ibu/wanita.

Aku sendiri, jarang sekali mempersembahkan sesuatu secara khusus bagi ibuku pada hari istimewa itu. Paling cuma menelefonnya, dan mengulang kalimat yang sama, Mak, hari ini tanggal 22 Desember lho, hari ibu, walau bagi Mamak ini tak berarti apa-apa, tapi ijinkan kami mengucapkan selamat hari ibu ya, Mak. Trimakasih atas kasih sayang tiada batas, yang telah Mamak abdikan dan persembahkan bagi kami semua. Semoga Allah senantiasa melindungi dan memberkahi Mamak, ya..., Aamiin.

Cukup simple-kan? :) Dan jawabannya lebih simple lagi lho! Iya, trimakasih anak-anakku. Lalu topik pun segera dialihkan oleh ibunda, yang tak ingin terlalu dielu-elukan di hari istimewa itu.

Lain halnya dengan anak-anak jaman sekarang deh kayaknya. Seperti Intan. Putri tercinta ini selaluuuuu saja mampu menimbulkan cercah cahaya cerah penyemangat kehidupanku, terutama pada setiap hari penting hadir dan diperingati. Seperti pada hari ibu kali ini, pagi-pagi, sudah muncul di Line, dengan berbagai icon yang langsung bikin senyum di bibirku merekah. Lihat deh rangkaian bunga dan gaya si anak dalam icon pada gambar di samping. :)
Lucu yaaa? Hihi.

Namun icon selanjutnya, disambung dengan kalimat-kalimat darinya, sungguh bikin daku terharu. Alhamdulillah ya Allah, meski jauh dariku, ananda tersayang ini masih memiliki ikatan batin yang kuat dengan ibunya ini. Dalam setiap percakapan kami, baik melalui aneka messenger maupun via telefon atau malah secara langsung [tatap muka], Intan kerap menyatakan kebanggaan dan kebahagiaannya memiliki aku, sebagai ibunya. Alhamdulillah. Bagiku, tiada kata yang lebih indah, yang ingin kudengar dari putriku selain kalimat di atas. Ya Allah, tuntun hamba untuk tetap mampu menjadi ibu yang baik baginya, ya Allah. Aamiin.


Tak hanya di Line, Intan juga 'menempelkan' ucapan selamat hari ibu pada wall di facebook ku. Aih, Nak, engkau selalu saja mampu membuat hati Umi berbunga-bunga deh. Makasih ya sayang, you are also my angel, my sunshine! You are my spirit to face the world, to fight the darkness of life. Be my angel forever ya, Nak! My endless love is only for you, my dear Intan Faradila. Muaaach!

Tak dapat dimungkiri, anak adalah harta paling berharga bagi ayah dan ibu, bukan begitu, Sobs? Postingan ini tak mengandung maksud tertentu, sengaja kuabadikan di sini sebagai catatan pengingat untuk diriku sendiri, dan juga Intan kelak, yang kuharap akan merekahkan senyuman di bibirnya saat membuka halaman demi halaman maya ibunya ini. Mudah-mudahan juga mampu menyiratkan sedikit makna bagi Sobats yang membacanya yaaa. :)

Sepenggal catatan tentang Intan, my lovely angel
Al, Bandung, 24 Desember 2013
Read More
/ /


Ibu,
Belia usiamu kala itu,
Saat ijab kabul diikrarkan di depan penghulu,
Belia pula usiamu,
Kala kami kemudian bersemayam di rahimmu

Ibu,
Tertatih engkau melangkah,
Membawa dua janin yang beratnya kian bertambah,
Tanpa mengenal lelah,
Engkau lakoni masa ngidam dengan bersusah payah

Roda kehidupan terus bergulir,
Susah senang hadir bergilir,
Hingga kami pun kemudian hadir,
Sibukkan harimu yang tiada akhir


Siang dan malam silih berganti
Tangisan bayi tiada henti
Bukan bayi sembarang bayi
Tapi si kembar yang harus ibu tangani


Selamat Hari Ibu, Temans
Walau tak mudah mengurus kami,
Tapi ibu terus mengabdi,
Menjadi ibu yang penuh arti,
Curahkan cinta kasih sepenuh hati 


Duhai Ibu, 
Tiada balasan yang sepadan membalasmu,
Tiada ucapan yang setimpal untuk jasa-jasamu,
Satu rasa yang harus Ibu tahu,
Betapa kami cintaimu,
Betapa kami hormatimu,
Betapa kami sayangimu,
Betapa kami kagumimu,


Ibu,
Trimakasih untuk Cintamu yang Tanpa Akhir
Selamat Hari Ibu, Semoga kebahagiaan dan keberkahan senantiasa menyertaimu. Aamiin. 
Love you so much! 




Beberapa bait persembahan special di hari ibu, 
untuk ibunda tercinta
Al, Bandung, 22 Dec 2013





Read More
/ /
Kisah sebelumnya silakan baca di sini

Ada dimensi lain yang turut berinteraksi dalam kehidupan di atas bumi ini, sulit dijangkau oleh logika dan terasa mustahil untuk diterima oleh nalar manusia. Tapi..., nyata adanya. ~Alaika Abdullah~

Hari masih pagi ketika kuterima telp dari ibu, mengabarkan bahwa beliau sudah sampai di rumah dengan selamat. Dijemput oleh ayah dan bertemu kembali dengan Intan, putriku. Kusempatkan pula untuk bertukar kabar dengan Intan, yang tentunya begitu was-was akan kesehatanku beberapa hari terakhir ini. Suara lega terlihat kentara dari modulasi suara riangnya.

"Alhamdulillah ya Allah. Mi, mudah-mudahan Umi cepat sembuh yaa, jadi lebaran haji di sini kan, Mi?" Tanyanya.

"Iya nak, Insyaallah, sehari sebelum lebaran haji, Umi dan Tante Dijah serta Cindy pulang ya. Kita lebaran bareng di Aceh." Jawabku tak kalah bahagia.

Alhamdulillah, kesehatanku semakin membaik. Kakiku sudah pulih kembali, dan dapat bergerak lincah seperti sedia kala. Alhamdulillah ya Allah, Subhanallah. Terima kasih ya Allah, telah Engkau kenalkan aku dengan Dijah dan keluarganya, dan Engkau ijinkan dia untuk berkunjung ke rumah orang tuaku nanti. Ada kebahagiaan tersendiri di hatiku, dipercayakan oleh Nenek untuk mengajak Dijah berhari raya di rumah orang tuaku. Selain untuk berhari raya, juga kepergian Dijah dan Cindy adalah untuk mengosongkan rumah Dijah sementara waktu. Nenek mengatakan bahwa rumah Dijah saat ini terlalu penuh oleh aura negatif dan setan-setan yang semakin berdatangan. Sehingga rumah itu harus dibersihkan terlebih dahulu demi keselamatan Dijah dan Cindy.

image grabbed from here
Tak hanya itu, minggu ini juga akan masuk ke dalam bulan purnama besar. Sebuah masa di mana Dijah akan mengalami ancaman mematikan yang telah dua tahun ini dilancarkan oleh Datuk Srigala. Yup, Datuk Srigala adalah salah satu pembantu Dijah dalam melaksanakan pengobatan tradisionalnya selama ini. Bersama datuk Srigala pula, Dijah sering melakukan pengobatan ampuh hingga keluar negeri. Bahkan aku sampai melongo saat Nenek menyebutkan negeri dan kota keren yang telah dikunjungi oleh Dijah dalam rangka mengobati pasien-pasiennya. Lihat saja, Pakistan, Bombay, Jepang, Bangkok, Turki, Paris, dan beberapa negeri Eropa lainnya. Sungguh, nama-nama negara dan kota yang nenek sebutkan itu membuatku tercengang. Oh really? Negeri dan kota maju sekaliber Jepang, Turki, dan Eropah juga percaya akan penyakit gaib? Mengalami teror gaib seperti yang marak berlangsung di Indonesia? Oh my God!

Bersama datuk Srigala inilah Dijah melalang buana. Meraup ratusan juta rupiah sebagai imbalan atas keberhasilannya menyembuhkan atau mencapai maksud dari para klien/pasiennya. Namun, kejayaan yang diraup, kesuksesan yang dicapai dengan cara yang bertentangan dengan akidah yang dianut Dijah [Islam], serta masukan-masukan dari Nenek sekeluarga, akhirnya berhasil membuka mata Dijah untuk kembali meluruskan langkahnya. Wanita itu mulai berfikir serius. Mulai mendengarkan petuah-petuah dari nenek dan kakek gaibnya, hingga akhirnya terjadilah perseteruan dengan datuk Srigala. Datuk Srigala murka karena Dijah tak lagi mau bersekutu dengannya. Tak mau lagi mempersembahkan tumbal-tumbal menyesatkan seperti yang pernah mereka lakoni sebelumnya. Dijah kembali pada niat lurusnya, membantu menyembuhkan manusia yang terzalimi [kena santet] dan aneka pengobatan lainnya secara Islami.

Sebuah perseteruan yang mempertaruhkan nyawa. Nyawa Dijah pastinya. Dan inilah yang akan dan sedang dihadapi Dijah. Purnama besar telah mengintip dan memancarkan cahaya 'mematikan'. Walau diriku jelas belum mampu sepenuhnya menangkap aura negatif si Datuk Srigala, namun secara insting, aku dapat merasakan kehadirannya, baik di dalam rumah, di jalan saat kami mengantar dan menjemput Cindy sekolah, hingga kemana pun Dijah melangkah.

Awalnya, hal ini terasa ganjil dan mustahil bagiku. Unbelievable dan rasanya mengada-ngada. Jelas aku menganggap hal ini mengada-ada. Namun kemarahan Dijah yang terdengar kentara setiap dirinya berdialog dengan si Datuk Srigala [yang tak terlihat oleh mata lahirku], membuat akal sehatku kembali berfikir, dan lelah.


Hm, ya Allah, mataku tak mampu menembus alamMu yang satu ini, namun kehadirannya terasa benar di sekelilingku. Semoga aku mampu untuk bertahan, dan mampu pula menjaga Dijah sebagaimana diamanahkan oleh Nenek dan Buya. 

Di samping rasa was-was, sebuah rasa lain juga tak mampu lagi aku bendung. Rasa itu bernama curious alias penasaran. Yup. Terseret ke dalam lingkaran gaib, membuat wawasanku akan alam yang satu ini berkembang kian luas. Takjub, takut tapi juga penasaran, hadir silih berganti. Jika selama ini aku hanya bisa membaca kisah-kisah misteri di majalah atau menontonnya dalam film-film horor, maka kini aku telah berkesempatan untuk berkecimpung di dalamnya. Mengalami sendiri petualangannya. Bertemu secara langsung dengan Dijah yang setengah jin dan setengah manusia [ibu dari bangsa jin dan ayah manusia], serta berinteraksi secara langsung dengan keluarga gaib Dijah dan bertarung dengan para setan yang menggangguku dan Dijah. Bagiku, ini semua adalah kesempatan emas penuh racun yang harus dengan sangat hati-hati aku koleksi. Salah-salah bergerak, taruhannya adalah nyawa.

Seperti halnya nyawa Dijah yang sedang terancam oleh kehadiran si datuk Srigala, yang telah hadir di sekitar kami sejak dua hari lalu. Sungguh, ku sangat berharap mata batinku mampu menembus selubung gaib ini. Namun apa daya, bahkan suara mereka saja pun, tak mampu ditangkap oleh telingaku. Sedih rasanya. Bahkan sempat pikiranku memvonis, bahwa ini semua hanyalah bohong belaka. Maksudku tentang si datuk Srigala, yang mengintai keselamatan Dijah. Ah, masak sih? Tapi beberapa pengalaman yang terjadi secara langsung di depan mataku, menuntun pikiranku untuk lari ke sebuah film horor Indonesia yang pernah aku tonton.

Kepala Dijah terlihat ditarik kuat oleh kekuatan tak terlihat hingga tubuhnya oleng saat menuruni tangga rumahnya. Ceritanya Dijah baru saja selesai menjemur kain yang selesai dicuci, di lantai atas rumahnya. Aku sendiri saat itu laptopan tak jauh dari tangga, sehingga bisa melihat pemandangan itu dengan jelas. Tak hanya tubuhnya yang oleng, tapi kemudian tubuh itu malah seperti diseret kebawah, jatuh hingga membuatku melompat untuk menangkapnya. Berusaha keras aku melepaskan Dijah dari tarikan tenaga yang tak terlihat itu. Huft, gile bener. Tak terlihat tapi nyata adanya.

Astargfirullah! Tubuh Dijah yang lumayan berat menggelinding hingga tertahan oleh kakiku yang telah mencapai tangga ke lima. Kuraih tubuhnya yang terlihat pingsan, namun kemudian suara anak kecil yang sangat aku kenal, menangis tersedu.

"Bunda, roh Umi Dijah dibawa atuk Srigala. Hiks... Icha ga mau Umi Dijah mati. Bunda, Umi ga mati kan Nda? Hu...hu..hu...."

Jelas aku terpana. Roh Dijah dibawa oleh Datuk Srigala? Maksudnya apa itu? Bagaimana? Oh God! Kubelai gadis kecil yang merasuk di tubuh Dijah dengan sabar dan penuh kasih. Bocah jin empat tahunan ini jelas panik dan kalut. Menguatirkan keselamatan Dijah. Tapi akal sehatku masih belum mampu menerawang seberapa berbahayanya posisi dan kondisi Dijah saat ini.

"Nak, roh Umi Dijah diambil oleh Atuk Srigala? Maksudnya gimana, Nak? Kok bisa?' tanyaku prihatin.

"Iya, Nda. Tadi, saat Umi mau turun dari tangga, tiba-tiba rohnya dirampas oleh Atuk Srigala. Disambar gitu, dan langsung dibawa kabur. Sekarang Nenek, Atuk Buya dan semua keluarga sedang mengecar Atuk Srigala. Nda, Umi ga mati kan, Nda? Ini Umi berdarah, huk...huk...huk."

Dan beberapa gumpalan darah meluncur dari mulut Dijah. Darah segar! Oh My God! Ya Allah, lindungi Dijah ya Allah, dan kuatkan jantungku ya Allah, menghadapi 'atraksi' gaib yang mengerikan ini. Hiks.

Kurasa alam sekitarku tak lagi berpihak padaku. Selubung gaib ini terasa semakin kental dan aku bersama Icha dan Cindy terjerat di dalamnya. Hanya aku orang dewasa yang ada di rumah ini, saat ini. Tubuh Dijah yang begitu besar hanya diisi oleh bocah jin 4 tahunan dan seorang lagi adalah bocah 7 tahunan, Cindy, putri Dijah, manusia biasa. Huft, sungguh, aku dirubung rasa takut, penasaran dan prihatin. Bercampur aduk hingga otakku tak lagi sanggup menghubungkan antara nalar dan realita ini.

Dijah, where are you? Come back, please! Don't make me worried, I care for you, a lots!




catatan pembelajaran
bahwa tiada yang mustahil untuk terjadi di dalam kehidupan ini,
bahkan hal yang sulit diterima oleh nalar sekalipun
Al, Bandung, 12 Dec 2013
Read More
/ /
Hari gini, yang namanya belanja online pasti sudah pada paham donk ya? Atau malah udah pada banyak pengalaman nih dalam berbelanja dan bertransaksi online? Belanja online memang gampang-gampang susah. Gampang pada saat kita memulai transaksi, memilih barang yang akan kita beli, berkomunikasi dengan customer service hingga ke melakukan pembayaran. Namun, banyak keluhan dari Sahabats yang mengatakan bahwa beberapa problema akan muncul justru pada saat kita menantikan pengiriman barang/delivery. Benarkah?

Beberapa situs [online stores] memang sering menuai komplain dari para buyer-nya ketika memasuki tahap ini nih, Sobs! Itu sebabnya, aku selalu membiasakan diri untuk go googling first, saat akan berbelanja online. Ini penting dalam rangka mawas diri agar tidak rugi. ☺ Itu juga yang aku lakukan saat akan belanja sebuah bed cover untuk kado perkawinan seorang teman baik.

 Image milik Lazada Indonesia
Bed cover ini lah yang begitu menggelitik hati untuk kuhadiahkan bagi sang sahabat. Cantik dan soft banget kan, Sobs?

Belum berpengalaman berbelanja di Lazada.co.id, tentu membuatku berhati-hati. Apalagi banyak reviewer yang menuliskan kesan kurang sip tentang online store bernama besar ini. Tapi karena udah kadung jatuh hati dengan bed cover cantik ini, aku berusaha untuk menemukan review positif tentang online store ternama ini. Tujuannya adalah untuk meyakinkan diri agar jadi berbelanja online di sini. Alhamdulillah, kutemukan banyak reviewer yang memberi tanggapan positif terhadap pelayanan dan produk Lazada, salah satunya adalah sahabatku sendiri, yang telah berulang kali berbelanja produk [gadget, peralatan kamar tidur, etc] di online store ini.

Dan? Yakinlah aku untuk berbelanja bed cover cantik ini sebagai kado perkawinan sahabatku. ☺ Lalu, aku pun melakukan tahapan-tahapan transaksi. Ga pake ribet kok, customer service-nya juga merespon dengan cepat, bisa jadi pihak Lazada telah semakin meningkatkan pelayanannya dalam rangka meminimalisir aneka komplain dan rasa tidak puas dari para pelanggannya.

Mengikuti tips dari para reviewer dan pelanggan Lazada terdahulu, aku pun berusaha untuk memastikan ke si mbak customer service akan availability [ketersediaan] produknya. Aku berterus terang padanya tentang isu kinerja Lazada yang sering menuai kekecewaan pelanggan, terutama dalam hal ketersediaan barang. Bahwa saat bertransaksi, terlihat produk available, tapi setelah transaksi diproses, pembayaran dilakukan, ternyata hingga hari ketujuh, diketahui bahwa barang tidak available. Maka aku berusaha memastikan bahwa produk yang aku inginkan itu available alias tersedia. Apalagi ini adalah untuk kado yang kuperlukan dua minggu lagi. Jadi Aku usahakan untuk benar-benar yakin bahwa mereka bisa menjamin bahwa produk available. Dan Alhamdulillah, bed cover cantik ini [kebetulan sedang diskon bo’], tersedia!

Jadilah aku segera memproses transaksinya, transfer pembayaran, konfirmasi dan menantikan pengirimannya. Sedikit was-was juga sih, tapi aku yakinkan diri, bahwa perusahaan sebesar Lazada Indonesia adalah perusahaan yang menjalankan perusahaannya secara profesional dan bertanggung jawab. Dan, Taraaaaa! Paket Bed cover yang aku nantikan itu pun tiba di alamatku 4 hari kemudian. Free ongkir lho! Jadi pengen belanja di Lazada lagi deh!

Sekedar catatan pengalaman belanja online,
Al, Bandung, 11 Dec 2013
Read More
/ /


Judul yang langsung mengarahkan pikiran kita ke sebuah rasa negatif yang teramat sangat ingin dihindari oleh siapa pun ya, Sobs? Namun apa daya, virus yang satu ini, sebagaimana virus-virus negatif lainnya, rasanya kok sulit sekali dibasmi. MINDER. Hadeuh, kalo udah dihinggapi oleh virus ini, rasanya melangkah maju itu sulit banget. Langsung mandeg, terhenti di situ saja atau lebih parahnya malah ambil langkah seribu menyingkir dari arena. Adakah Sobats juga dihinggapi oleh virus yang sama?

Merasa MINDER sebenarnya adalah reaksi alami setiap manusia. Setiap orang pasti memiliki rasa ini. MINDER, normal itu mah. Bedanya adalah, cara setiap individu dalam mengendalikan rasa MINDER ini, rasa GA PEDE ini. Itu yang sudah saatnya kita telusuri dan cermati.

Aku sendiri, jelas bukanlah pakarnya. Karena terus terang walau sering berhadapan dengan orang banyak [bertemu dengan berbagai stakeholder, memberikan kata sambutan mewakili organisasi tempat aku bekerja, dan aneka aktivitas yang mengharuskan aku tampil dan berbaur dengan khalayak ramai], tetap aja sering diserang oleh RASA MINDER. Sering GA PEDE gitu lho! Lalu bagaimana cara aku mengatasi serangan virus jelek ini sementara mau tak mau diriku memang mostly harus berhadapan dan berinteraksi dengan orang banyak?

Nah, itu dia, Sobs! Ambo pun tak punya kiat jitu. Hehe. Sulit, apalagi aslinya aku tuh orangnya [waktu kecil] kan bawaannya pemalu dan penakut banget! Tapi Alhamdulillah, alah bisa karena biasa itu ternyata benar-benar terbukti lho, Sobs! Berikut adalah beberapa tips yang biasanya ampuh banget bagi diriku sendiri;

1. Prepare Diri dan Bentuk Mindset

Mempersiapkan diri di sini adalah dengan mempelajari situasi. Misalnya nih, aku harus tampil untuk memberi kata sambutan yang dihadiri oleh para petinggi pemerintahan di suatu daerah. Tentunya dari awal aku kudu tahu dulu siapa-siapa yang akan menjadi peserta/hadirin dalam acara ini, apa yang akan dibahas di dalam acara ini, bagaimana mekanisme acaranya. Singkatnya adalah mempelajari medan/lapangan, sehingga kita tau persis langkah yang harus dilakukan.

Lalu membentuk Mindset. Meyakinkan diri bahwa daku layak untuk berbicara di hadapan mereka, dan ga boleh malu-maluin. Dan ini ga gampang lho! Saat-saat awal, aku sampai harus latihan berulang kali di depan cermin lho, hanya untuk memberikan kata sambutan yang telah aku persiapkan. Aku ulang-ulang hingga hapal bener dan bisa diucapkan dengan intonasi yang normal, no nervous. Tapi..., pada hari H-nya? Huft, pengalaman pertama pasti yang namanya nervous itu hadir dengan setia dan tepat waktu.
Aku gugup lho! Tapi hanya sebentar. Mengapa? Karena aku segera ingat akan mind set yang telah terbentuk di dalam pikiran, bahwa aku ga boleh mempermalukan diriku sendiri. Tenang Al, tenang, kamu pasti bisa! Hati kecilku seakan berbisik memberikan semangat.

Dan bagaimana selanjutnya? Jadi biasa deh. Alah bisa karena biasa.

2. Udah kadung nyebur, jadi kudu bisa berenang.

Pernah mendengar istilah ini? Aku sering menggunakannya untuk menyemangati diri sendiri. Aku tau persis bahwa diriku pemalu, penakut. Jadi harus nekad memaksa diri untuk nyebur ke arena 'uji nyali'. Tapi ingat, ga asal nyebur lho ya, karena step 1 tadi kan sudah dilakukan. Jadi Prepare Diri dan Bentuk Mindset sudah dilakoni, lalu nyebur deh. Biasanya sih, my body and soul bekerja kompak menyelamatkan diriku dari kemungkinan 'tenggelam' alias malu-maluin. Dan Alhamdulillah, biasanya setelah itu, aku bisa bilang gini deh 'BERHASIL, BERHASIL, BERHASIL. *DoraModeOn

Nah, Sobats tercinta, apa kiat Sobats dalam mengatasi rasa Ga Pede alias MINDER yang sering menyerang diri Sobats. Monggo share di kolom komentar yuk.

Sekedar catatan sederhana,
Al, Bandung, 9 December 2013
Read More
/ /
Pernah mendengar ajang bergengsi yang satu ini, Sobs? Seleksi Srikandi Blogger 2014? Hm, pasti pernah donk? Atau malah sudah begitu familiar dengan acara bergengsi ini, terutama bagi para anggota Kumpulan Emak Blogger? Ha? Ada yang belum pernah dengar? Hadeuh, jadi pada enggak tau donk jika diriku, Alaika Abdullah adalah sang Srikandi Blogger Utama yang terpilih dalam seleksi tahun kemarin [2013]? :)

Well, baiklah Sobats tercinta, Seleksi Srikandi Blogger adalah sebuah ajang istimewa milik Kumpulan Emak Blogger [KEB] yang senantiasa digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun KEB, serta keinginan untuk menganugerahkan penghargaan untuk para blogger perempuan yang mampu mengaktualisasikan dirinya, baik di dunia maya maupun dunia nyata. Kegiatan ini telah dimulai pada tahun lalu, dan untuk tahun 2014, pendaftaran Seleksi Srikandi Blogger 2014, telah dibuka pada hari ini, tanggal 3 Desember 2013. 

Nah, Sobats tercinta, pada penasaran akan persyaratan dan kriterianya? Monggo pantengin persyaratannya di bawah ini yaaa. Bagi yang memenuhi syarat, jangan sampai ketinggalan lho. Hadiahnya gile bener, bener-bener bikin ngiler deh!

Registrasi : 3 – 16 Desember 2013 (2 minggu)

PERSYARATAN Peserta:

1. Perempuan (sudah berumah tangga maupun belum)
2. Umur minimal 20 tahun
3. Tinggal di Indonesia atau di luar negeri
4. Blogger dan memiliki blog aktif (Blogspot, WordPress, Tumblr, domain sendiri, dll, asalkan milik pribadi). 
    Maaf, untuk yang hanya memiliki akun Kompasiana, belum diperkenankan ikut
5. Usia blog lebih kurang 1 tahun
6. WAJIB terverifikasi di grup Facebook KEB, like fanpage KEB, dan follow Twitter KEB
7. Peserta yang sudah pernah terpilih sebagai salah satu dari 10 finalis Srikandi Blogger 2013 tidak diperkenankan ikut lagi
Catatan: untuk 10 finalis Srikandi Blogger yang terpilih nanti, diharapkan bisa membuat video singkat (1/2-1 menit) yg menceritakan tentang dirinya.
Cara registrasi:
1. Tulis tentang diri emak-emak (aktivitas di dunia blogging, dunia sehari-hari, dll) maksimal 2 halaman A4 spasi 1,5 font TNR 12
2. Data diri emak di atas dikirim dalam bentuk lampiran (attachment) e-mail
3. Jangan lupa, di badan e-mail tulis nama lengkap emak, alamat blog, nama di Facebook, dan Twitter
4. Kirim ke e-mail: keb[dot]event[at]gmail[dot]com Subjek: Registrasi SB2014 – [nama emak]
5. Registrasi ditunggu paling lambat 16 Desember 2013
Nah, Sobats tercinta, udah jelaskan kriteria untuk mendaftar pada ajang keren ini? Hehe, iya, hanya untuk para blogger perempuan sih, jadi untuk Sobats blogger yang laki-laki, yuk kita berdoa sambil ngompori agar akan ada ajang serupa [Seleksi Arjuna Blogger] sebagai wadah apresiasi bagi para blogger bergender kaum Adam. :) Asyik banget deh pastinya jika doa indah ini terwujud. Bukan begitu, Sobs?
Ah iya, bicara tentang pendaftaran dan ajang pemilihan seperti ini, tentu banyak para emak maupun sobats blogger yang merasa kurang pede deh untuk mengikuti kontes ini. Jangan sedih, Sobs, karena yang namanya ga pede atau kurang pede sih, udah lumrah banget bersemayam di hati kita. Tapi kalo kata saya sih, singkirkan dulu rasa tidak percaya diri itu, Sobs, karena dia adalah sebuah aksi perugian diri sendiri, yang menghambat kita untuk melangkah lebih maju. Iya lah, gara-gara kurang pede ini, langkah kita untuk melangkah ke depan jadi terhalang kan? 
Seharusnya kita dapat pengalaman dan sensasi baru ikutan kontes, jadi terhambat deh. Harusnya dengan ikutan acara-acara seperti ini, kita akan bertambah wawasan, pengalaman dan sensasi. Jangan dulu memikirkan kalah menang, karena kalah menang adalah hal biasa di dalam sebuah pertarungan. Yakinkan diri, bahwa tujuan utama adalah mengasah keberanian, kemampuan dan keyakinan serta meningkatkan kepercayaan diri. Menang syukur, ga menang, biarin deh! So? Hayuk atuh mendaftarkan diri ke panitia Seleksi Srikandi Blogger 2014. Ditunggu yaaa. :)

sharing info tentang pembukaan registrasi Seleksi Srikandi Blogger 2014,
Al, Bandung, 4 Desember 2013


Read More
/ /
Sebuah judul yang bikin penasaran ga, Sobs? :D
Boleh donk sekali-sekali bikin penasaran, hehe. Postingan kali ini ga ada hubungannya dengan dua artikel sebelumnya lho yaaa. This is just a quick update based on the pictures I took from a very nice place. Dimana? Ada yang bisa nebak ga nih, Sobs?


Ternyata, ngenet di sebuah dangau di tengah sawah itu, mengasyikkan sangat lho! Try it. :)

Posted from some part of this lovely country
Al, 1 Dec 2013

Read More