Archive for September 2013
Menu
/ /


Tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi informasi yang kian canggih, dan kemudahan dalam mengakses internet yang semakin membaik, telah berperan aktif dalam menumbuhkan kembali minat para perempuan Indonesia untuk kembali menulis. Jika dulunya, mereka menulis kegiatan harian atau pun curahan hati mereka di sebuah buku diary, maka kini, geliat itu ditorehkan di halaman buku digital [blog] yang terhampar luar  [baik gratisan maupun berbayar] di ranah maya.
Seiring dengan kiprah para perempuan yang semakin nyata di berbagai bidang dan profesi, maka hasil tulisan di buku digital ini  pun kian beragam. Jika dulunya, mereka hanya menuliskan curhatan hati di dalam buku diary, maka kini, isi tulisan yang dibagikan di dalam blog yang mereka kelola pun menjadi semakin bervariasi dan tentu saja bermanfaat bagi yang lain [para pembacanya].
Blogging atau ngeblog, tak lagi menjadi hal asing bagi para perempuan Indonesia yang senang menulis [di blog]. Blogging semakin memberi kenikmatan tersendiri dan sungguh merupakan ‘Terapi Jiwa’.
Apalagi kala para perempuan yang bersenjatakan ‘hobby menulis’ ini berkumpul di dalam sebuah wadah/komunitas, maka dunia pun terasa kecil, saling terhubung, saling menginspirasi dan saling menguatkan.
Komunitas keren ini bernama Kumpulan Emak Blogger [KEB], yaitu sebuah komunitas yang dibentuk untuk menampung dan meng-erat-kan silaturrahmi para blogger perempuan Indonesia, baik yang berdomisili di dalam mau pun di luar negeri. Di dalam komunitas inilah kemudian, para emak [panggilan akrab untuk anggota KEB], menemukan semangat kebersamaan dan saling menginspirasi.
Tak hanya bercerita urusan sumur, dapur dan kasur, namun topik pembicaraan dan tulisan pun meluas ke berbagai topik lainnya. Mulai dari cakupan pengetahuan yang dianggap kodrat perempuan, mengurus rumah, mengasuh anak dan melayani suami, hingga ke berbagai tulisan motivasi dan penguat jiwa lainnya pun mengalir dengan bahasa ringan dan santai khas emak-emak [perempuan], yang ternyata disambut hangat oleh para pembaca dan pengunjung rumah maya para perempuan ini.
Aneka kegiatan positif telah dilaksanakan oleh KEB, yang muncul diilhami oleh ide briliant dan kreatifitas para anggota mau pun pengurusnya, mulai dari hal ringan hingga yang bersifat serius. Baik di dunia maya [secara online] sebagai basis utama interaksi para anggota dan netizen lainnya, mau pun aktifitas berbasis dunia nyata [offline]. Hal ini, semakin membuat derap langkah KEB semakin bergema dan kian diperhitungkan sebagai sebuah komunitas perempuan blogger Indonesia pertama yang hadir di jagad maya, yang mampu menginspirasi dan menyebar manfaat bagi sesama anggota pada khususnya, mau pun bagi netizen dan anggota masyarakat lainnya.
Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang kedua, serta memberikan penghargaan bagi blogger perempuan yang mampu menginspirasi dan mengaktualisasikan dirinya baik di dunia maya mau pun nyata [online dan offline], serta mempererat silaturrahmi antar anggota nya, kini KEB kembali menggelar acara bergengsi bertajuk Penganugerahan Award Srikandi Blogger 2014 yang rencananya akan dilaksanakan pada Maret 2014. Saat ini, panitia Srikandi Blogger 2014 sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk memulai proses seleksi para Srikandi. Acara yang sama telah dilaksanakan pada bulan April tahun 2013 [Srikandi Blogger 2013], dalam rangka memperingati ulang tahun pertama Kumpulan Emak Blogger dengan menganugerahkan 5 Award bergengsi [gelar Srikandi Blogger 2013] kepada ; Alaika Abdullah sebagai Srikandi Blogger 2013, Anazkia sebagai Srikandi Blogger Terfavorit, Myra Anastasia sebagai Srikandi Blogger kategori Persahabatan, Haya Aliya Zaki sebagai Srikandi Blogger Inspiratif dan Bunda Yati Rachmat sebagai Srikandi Blogger kategori Lifetime Achievement.  
Kiri Atas: Anazkia - Srikandi Blogger 2013 Terfavorit
Kanan Atas: Myra Anastasia - Srikandi Blogger 2013 Persahabatan
Tengah; Alaika Abdullah - Srikandi Blogger 2013
Kiri Bawah; Haya Aliya Zaki - Srikandi Blogger 2013 Inspiratif
Kanan Bawah; Yati Rachman - Srikandi Blogger 2013 Life Time Achievement

Dan, jika Sobats adalah blogger perempuan Indonesia [di mana pun Sobats berada], maka kami mengundang Sobats untuk turut serta dalam seleksi Srikandi Blogger 2014 ini lho, dan mari berdampingan dengan kami dalam jajaran para Srikandi Blogger Indonesia. Yuk kita tebarkan virus menulis dan terus menginspirasi dalam berbagai bidang sesuai dengan kemampuan dan passion yang kita miliki. 


Syaratnya utamanya gampang kok, mari bergabung ke dalam komunitas keren ini [KEB], serta beberapa syarat lainnya yang akan kami umumkan pada saat pembukaan proses seleksi Srikandi Blogger 2014 nanti. 

Postingan ini merupakan woro-woro [Road To] Srikandi Blogger 2014, pertanda panitia sedang mempersiapkan agenda keren ini. Nantikan postingan terkait pada edisi berikutnya, ok? :)

Road To Srikandi Blogger 2014,
Al, Bandung, 23 September 2013



Read More
/ /

Tinjauan Buku: Labirin Rasa

Berkisah tentang seorang gadis 'urakan' bernama Kayla, yang tak hanya berwajah penuh jerawat, berambut lepek kucir kuda dengan bau yang kurang sedap, namun juga ber-kelakuan malas dan tak peduli pada perkuliahan yang dia ikuti, sehingga nilai IPK yang jadi haknya pun begitu mengenaskan. Amukan sang ayah dan amarah sang bunda, tak lagi mempan untuk membuatnya perbaiki keadaan, yang ada malah membuat si gadis petualang dan penakluk gunung ini memutuskan untuk berlibur.

Dan Kayla pun memulainya. Karakternya yang ceplas ceplos penuh percaya diri, menuntunnya untuk berkenalan dengan seorang pemuda tampan yang duduk di sebelahnya dalam perjalanan kereta api dari Jakarta menuju Yogyakarta. Cara berkenalan yang unik khas Kayla, membuat si tampan Ruben yang tadinya sebel dan ogah-ogahan akhirnya terkesima, bukan karena kecantikan Kayla, karena gadis yang satu ini jelas jauh dari kriteria wanita impian para pria. Bukan pula karena tubuh sexy, karena gadis tomboy ini jelas dilampiri oleh lemak tipis yang membuat perutnya tak rata, serta beberapa bagian yang juga dilampiri lemak yang kian membuat penampilannya tidak langsung menarik para pria pada pandangan pertama. Namun, pancaran keceriaan yang ditawarkan, mulutnya yang bawel berceloteh tiada henti, akhirnya membuat Ruben takluk dan mulai menyukainya dan bersedia menjadi pemandu wisata bagi Kayla selama di Yogya.

Di balik tampilan fisiknya yang tidak menjanjikan keindahan, Kayla justru memberi Ruben banyak aura positif. Bersamanya, si anak mami yang tampan ini belajar untuk lebih berani menentukan sikap dan menikmati hidup. Keduanya pun larut dalam kedekatan rasa yang lahirkan romantisme. Ruben menjadi orang pertama yang membawa Kayla terbang ke awan, saat bibir dan lidah mereka saling bertaut. Ruben menjadi orang pertama yang memberi sensasi indah romantisme bagi Kayla, yang selama ini hanya tau bersentuhan dengan alam dan pendakian gunung.

Namun, kedekatan rasa tanpa ikrar saling mencinta ini pun, terpaksa diakhiri sepihak oleh Ruben, manakala Veni, sang pacar putus sambungnya,  kembali ke pangkuannya. Ternyata Ruben merindukan Veni dan membutuhkan ketergantungan Veni padanya, yang mana itu membuat dirinya jadi merasa berarti, merasa dibutuhkan.

Tinggallah Kayla menghadapi kenyataan pahit dan merasa tolol akan pengorbanan besar yang telah dilakukannya. Demi bersama Ruben, dia nekad pindah ke Yogya, dan merencanakan untuk kuliah di kota ini. Namun kini? Ruben lebih memilih untuk kembali kepada Veni. Pedih, perih, dan sedih. Itulah rasa yang penuhi hatinya. Lalu kemana kah Kayla harus berlari?

Mbak Eka Situmorang, memang cukup piawai mengajak pembacanya [saya] untuk larut dalam setiap langkah dan petualangan Kayla. Turut melo saat Kayla terkenang akan Ruben, turut excited dengan cara Kayla memulai pertemanan dengan si bule yang di Bali, turut deg-degan saat keduanya memanjat pagar dan akhirnya saling mencumbu. Turut takut dan cemas saat menduga bahwa si teman perempuan yang bersama Kayla di Makassar adalah seorang lesbian, dan ternyata she is!  Turut salut akan cara Kayla menata hati dan merubah pola hidupnya. Turut happy saat Kayla kembali bersama Ruben, namun turut gemas saat Ruben kembali berkhianat! Turut was-was memikirkan kekecewaan Patar, saat Kayla justru menyebutkan nama Ruben, dalam desahan kala 'pendakian cinta'nya bersama Patar mencapai puncak, ketika mereka sedang berbulan madu. Turut melo saat Patar tak juga mampu memaafkan kesilapan Kayla. Hiks.Turut bahagia saat semuanya berakhir bahagia.

Sungguh, membaca novel ini, saya tak hanya disuguhkan alur cerita naik turun dengan bahasa ringan yang renyah dicerna, tapi juga tambahan wawasan oleh gambaran detail settingan/lokasi kejadian. Saya jadi lebih tahu tentang lokasi-lokasi yang dikunjungi oleh Kayla. Yogya, Bali, Lombok, Makassar, Jakarta, Medan dan negeri Kiwi. Mba Eka memang cukup piawai membawa 'roh' saya larut dalam petualangan dan kisah cinta Kayla. Penasaran akan kisah lengkap LABIRIN RASA? Ayo baca novelnya ya. :)




Read More
/ /
Menulislah dari Hati, inilah yang selalu mengawali jawabanku setiap ada teman yang bertanya, baik secara offline [berhadapan] mau pun via chitchat on messengers. Apa pertanyaannya? Ya itu, tentang tips menulis jitu. Agar bisa mengisi blog kita secara kontinue, ga mut2an [moody]. Bagaimana mencari ide dan mengembangkannya menjadi tulisan yang apik, dan beberapa pertanyaaan terkait lainnya, yang intinya adalah ingin bisa menulis produktif. Seperti Mbak Al gitu lho! Pungkas si penanya. Aih, benerkah aku seorang blogger produktif? Hihi, kayaknya tidak terlalu deh, tapi aku memang hobby posting! :D

Jadi, jika ditanya apa sih tips agar kita dapat menjadi penulis/blogger yang produktif, dalam artian konsisten posting/update postingan. Maka jawabanku adalah seperti ini nih, Sobs;

1. Menulislah dari Hati

Inilah saran pertama yang aku berikan. Ya, menurutku, menulis dari hati, adalah kunci utama untuk membuka gerbang pikiran, agar nyaman bekerja hasilkan kata demi kata yang membentuk makna yang baik dan renyah.

2. Mengkreatifkan Pikiran [Menangkap Ide dan memaksimalkannya].

Maksudnya adalah, melatih pikiran kita untuk lebih kritis bekerja. Percaya enggak, Sobs, jika ide itu tersebar di mana-mana?. Bahkan dari selembar tissue atau sampah yang dilemparkan pengendara/penumpang mobil yang sedang melintas di jalan raya sekali pun. Atau dari seorang bocah penjual batu giling/cobek yang menjajakan dagangannya di persimpangan jalan. :)?

Hanya saja, tidak semua pikiran terpacu untuk bekerja maksimal, untuk kreatif mengolah apa yang dilihat oleh mata, dirasa oleh lidah, di dengar oleh telinga, untuk diterjemahkan ke dalam tulisan. Itu saja sih menurutku.

3. Jangan Membebankan Diri Pada Bobot Tulisan

Tulisan yang berkualitas atau berbobot, tentulah menjadi idaman setiap penulis/blogger. Setiap kita, sudah pasti ingin menghasilkan tulisan yang keren, berbobot dan [bahkan mungkin] menjadi trending topic. Tapi yakinlah, Sobs, jika patokan ini kita bebankan kepada diri kita, maka mungkin jumlah tulisan yang akan kita 'telorkan' di blog kita, akan bisa dihitung dengan jari deh. Apalagi jika kita bukanlah orang yang jago menganalisa dan merangkai kata, maka dipastikan, akan sering deh kita berhadapan dengan yang namanya 'writing block' alias ide mentok.

Ya iyalah, gimana mau menghasilkan tulisan keren dan bagus, sementara ide aja sulit kita dapat, gegara setiap ide yang terlintas, sudah berhadapan dengan tuntutan 'harus berbobot', atau 'ini keren ga ya? ini bagus ga ya kalo ditulis?'

Jadi, menurutku sih, jangan dulu paksakan diri untuk menghasilkan sebuah tulisan yang 'berbobot atau sangat berbobot'. Menulis saja dulu deh, menulislah dari hati, bermodalkan ide yang terlintas di kepala, atau yang terlihat oleh mata, didengar oleh telinga atau ditangkap oleh rasa. Singkirkan patokan 'harus berbobot', dan mengalirlah dengan kalimat-kalimatmu sendiri. Jangan pernah mencoba untuk meniru gaya tulisan orang lain, tapi ciptakan karakter tulisanmu sendiri sedari dini. Be different!

Percaya deh, tulisan yang ditulis dari hati, walau awalnya mungkin hanya sebuah tulisan sederhana, lama-kelamaan, kita akan terlatih untuk lebih terampil dalam mengolah dan mengemas ide kita menjadi sebuah tulisan yang apik lho!

Nah, itulah tiga poin sederhana yang biasanya saya pakai dalam menghasilkan tulisan-tulisan di ruang saji saya ini, mau pun di ruang saji pada rumah maya saya yang lainnya.

Semoga postingan ini dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Sahabats yang memiliki pertanyaan serupa yaaa. Dan bagi para master yang ingin berbagi tipsnya tentang bagaimana melecut diri untuk produktif menulis, monggo atuh ditambahkan tipsnya di kolom komentar. Trims sebelumnya lho.

Sekedar sharing,
Al, Bandung, 15 September 2013


Read More
/ /
Apa yang terfikirkan di benak Sobats membaca judul postingan di atas? Hehe. Pasti membayangkan suatu kabar gembira karena hadirnya rezeki tak terduga kan? Dan memang begitulah kenyataannya. Rezeki tak terduga ini menghampiriku, di awal bulan suci Ramadhan yang lalu. Rezeki yang memang sama sekali tak pernah terfikirkan, apalagi aku harapkan, karena planning-ku untuk hal ini, masih jauh di depan, masih menggunakan tagline 'pada saatnya nanti', yang bisa jadi akan terlaksana dua tahun ke depan. Etapi, Sobs, tiba-tiba saja 'nasib' indah [tak cuma baik] menghampiri, diawali oleh sebuah kalimat dalam percakapan via skype antara aku dan adik lelaki ku, Andre.

"Kak, gimana kalo kakak aja yang temani Ayah. Ada waktu enggak kakak pertengahan Ramadhan nanti?"

What? Kubaca lagi kalimat yang tertulis rapi di layar monitorku, darinya. Ga salah, tulisannya masih tetap "Kak, gimana kalo kakak aja yang temani Ayah. Ada waktu enggak kakak pertengahan Ramadhan nanti?" Hm...

"Yakin? Kakak sih oke-oke saja untuk menemani Ayah, tinggal atur schedule aja sih, apalagi saat ini memang kakak sedang break dari ikatan pekerjaan kantoran."

'Great, Kak. Coba kita komunikasikan lagi pada Umi dan Ayah ya, biar segera kita atur ticket arrangement dan berkas perjalanannya. Kakak juga coba hubungi Umi lagi, re-confirm akan keputusannya untuk 'mengundurkan diri itu'."

Dan begitulah, siapa yang bisa membaca skenerio Ilahi secara pasti? Tadinya, adalah Ayah dan Ibuku yang akan berangkat, memenuhi undangan Andre untuk mengunjunginya, berpuasa dan berlebaran di Istanbul, Turkey, sekalian sowan ke Belarus, bersilaturrahmi ke tempat mertua Andre di Eropa Timur sana. Apalagi mengingat, sejak pernikahan mereka [Andre dan adik iparku], Ayah dan Ibu belum pernah bersilaturrahmi ke pihak besan. Dan untuk keperluan ini, Ayah dan Ibuku sudah bersiap-siap, terutama Ibuku, yang memang jika hendak bepergian, pasti sibuk mempersiapkan sesuatu, khususnya baju beliau sendiri. Maka tak heran jika beberapa jaket pun dipesan ke butikku, hehe, sementara untuk pakaian, beliau menjahitnya sendiri, sesuai dengan kebiasaannya. Hihi.

E ternyata, siapa sangka jika kemudian sebuah aral melintang, yang akhirnya membuat Ibunda mengubah pikiran. Tak lagi berminat untuk meneruskan perjalanan, dan memilih untuk jaga gawang. Rencana pun berubah, beliau tak ingin rencana ini berubah hanya karena satu dan lain hal, apalagi beliau paham benar bahwa Ayah begitu ingin mengunjungi negeri dua benua ini. Masak orang lain yang tak punya putra yang menetap di negeri ini saja, sudah beberapa kali main ke Turkey, sementara si Ayah belum? So, Ibu pun mempersilahkan agar rencana ini tetap berjalan. Bahkan harus berjalan, karena tak enak donk jika mengecewakan pihak besan yang juga telah bersiap-siap menyambut kedatangan Ayah dan Ibu.

Lalu, rencana pun di-adjust. Disesuaikan. Alokasi dana yang telah dipersiapkan oleh adikku, tetap akan dipakai untuk perjalanan ini, karena memang begitulah tekadnya. Tak akan dikurangi melainkan me-replace participant. Hehe. Dan larilah rezeki nomplok itu ke haribaanku. Subhanallah, Alhamdulillah donk! Masa ditolak sih?

Jika Sobats dihadapkan pada kesempatan emas ini, di mana kondisi Sobats sedang free [baca: tidak terikat pekerjaan kantor, tidak memiliki anak kecil yang masih harus diasuh, suami/istri mengijinkan dengan senang hati dan perjalanan ini adalah GRATIS], apa yang akan Sobats lakukan? Menolaknya kah? Karena takut dicibir oleh orang-orang dengan tuduhan, 'ih, lihatlah dia itu, ngapain coba bulan-bulan puasa gini malah jalan-jalan narsis ke luar negeri, ninggalin anak dan suami, buang-buang uang saja!' Akankah tuduhan-tuduhan picik tak berdasar itu menghalangi langkahmu meraih rezeki yang dipersembahkan untukmu?

Kalo aku sih, tentu langsung tangkap donk ah! Apalagi ini adalah permintaan dari Ibu tercinta, serta adik tersayang, untuk menemani Ayahanda biar ada teman di perjalanan yang butuh waktu terbang hingga 13 jam. Itu baru untuk perjalanan ke tempat tujuan, belum lagi nanti, di perjalanan wisata di sana. Mampukah kita menolak permintaan mulia nan menyenangkan seperti ini? Ditambah pula support [ijin penuh] dari anak dan kekasih hati? Kalo aku sih, biarin lah orang mau ngomong apa, yang jelas rezeki tak terduga ini adalah anugerah! Kapan lagi mau jalan-jalan gratis seperti ini bo'? It will be so stupid donk jika kita menolaknya!

Maka berangkatlah kami pada tanggal 21 July 2013 kemarin, dari dua titik yang berbeda. Ayah berangkat dari Banda Aceh, dan aku berangkat dari Bandung, dengan meeting point adalah Kuala Lumpur. Baru dari Kuala Lumpur, kami bersama menuju Istanbul. Traveling dengan Ayahanda tercinta, menurutku adalah kesempatan emas, apalagi mengingat sejarah kelabu yang pernah aku goreskan, hingga membuat diriku terlempar keluar dari orbit ber-family name Abdullah selama hampir sepuluh tahun. Jadi tak heran donk, jika aku tak akan pernah menyiakan kesempatan untuk bisa berdua-dua atau bertiga-tiga atau bersama keluarga 'Abdullah' menghabiskan waktu. Bagiku, ini adalah anugerah. Nikmat yang kini aku petik setelah bertahun-tahun aku 'menimba ilmu yang tak mudah' di Universitas Kehidupan. Setelah gelap terbitlah terang, setelah hujan muncullah pelangi. Begitu deh kira-kira gambaran kehidupanku dan Intan kini. Alhamdulillah.

Back to my trip to Istanbul, tentu kulakukan dengan hati yang lapang dan penuh semangat membara donk. Jadi tak heran jika foto-foto narsis pun bermunculan di layar fbku toh? Jangankan untuk perjalanan keren nan gratis pula seperti ini, perjalanan ke hutan belantara saja aku suka pamer kok! Masak yang seperti ini aku mau sembunyikan? Haha. Jadi, suka heran aja sih, Sobs, jika di belakangku masih juga ada yang usil menabur dosa di halaman buku mereka sendiri, dengan mencibir dan berbicara negatif di belakangku. Yang 'sibuk' menyayangkan uangku habis untuk foya-foya. Helloooo!!! Tapi ya, sudahlah, kuanggap saja akal sehat mereka sedang dikuasai oleh iblis sang penggoda, dan sedang dicemari oleh lautan iri hati dan dengki, sehingga tanpa sadar, mereka sedang memperdalam pasir hisap untuk mengubur diri mereka sendiri. Mungkin ucapan 'Ya Allah, ampunilah teman-temanku ini, karena mereka tak sadari apa yang mereka lakukan itu' akan lebih baik daripada membalas kepicikan mereka dengan kata-kata tajam dan kasar ya, Sobs?

Lebih baik membiarkan 'anjing-anjing' ini menggonggong, sementara kita terus berlalu kan, Sobs? Toh semakin kita menjauhinya, gonggongannya juga tak akan terdengar lagi. :)

Don't Cry Just Because of they are talking about you behind. 

Life is still precious by let these 'dogs' barking.

Dan, Alhamdulillah, perjalanan indah mendampingi Ayahanda ke tiga negara ini [Turkey, Belarus dan Iran], sudah pasti membawa berkah luar biasa dunk bagiku, Sobs. Bertambahnya wawasan, bisa melihat budaya dan adat istiadat negeri orang, adalah sebuah kesempatan yang tiada tara menurutku, sehingga aku bisa membagikan catatan-catatan kecil [reportase khas ala Alaika Abdullah] di halaman maya tercinta ini.

Penasaran dengan reportase khas ala Alaika Abdullah yang sudah published? Mangga atuh ke halaman-halaman berikut ini ya, Sobs!

Postingan Reportase Ala Alaika Abdullah

IRAN 
Ke Makam Ayatullah Khomeini yuk!
Hazrat Fatimah Masyumah Shrine
Iran, si Negeri Syiah Sejati
Yuk Main ke Iran
Fenomena Operasi Plastik di Iran
Kulit Luar Syiah, Tehran - Qom
Hello from Tehran

Turkey
Sensasi Lebaran di Negeri Orang - Turkey
Tradisi Unik Memuliakan Tamu di Turkey

sekedar coretan,
Al, Bandung, 13 September 2013
Read More
/ /
Marah dan tersinggung adalah reaksi awal setiap manusia, saat dirinya atau keluarganya, atau temannya, atau bahkan negerinya dituding. Dikata-katai, dihina atau malah 'sekedar' dibilang 'jorok'. Apalagi jika dituding 'tidak berbudaya' atau beretika. Rasanya marah banget, atau tersinggung banget saat dikatakan seperti itu kan, Sobs? Dan itu adalah reaksi alamiah, yang sudah tertanam di dalam diri setiap manusia, terlepas dari negeri mana pun dia berasal.

Selanjutnya adalah, pernahkah kita berfikir dan menelaah, mengapa sampai tudingan itu muncul dan ditujukan pada diri kita? Pernahkah kita mencoba untuk bersikap bijak, untuk tidak serta merta marah dan mencak-mencak dan menyerang balik si pencetus tudingan itu? Atau, boleh lah marah dan tersinggung, tapi setelah itu, tanpa berlarut-larut, kita mencoba untuk berfikir, mencari tau, bener tidak sih kita, saudara, teman atau negeri kita ini seperti yang ditudingkan itu?

Terus terang, aku ga bisa membela diri jika mendengar komentar dari teman-teman negeri luar [luar Indonesia maksudnya], mengatakan bahwa mostly orang Indonesia itu bandel, ga disiplin, suka ngaret, ga tertib, karena memang kebanyakan ya ngono. Tak ada kata yang mampu terucap untuk membela diri, karena faktanya memang demikian. Hehe. Kebanyakan memang suka jam karet, sudah membudaya, tidak disipilin, iya juga, ga tertib, ho oh, bandel, yups. 

Tapi aku akan tersinggung jika mendengar mereka mengatakan orang kita [Indonesia] itu ga berbudaya bersih alias jorok! Ih, enak aja bilang kami jorok! Mana buktinya? Dan aku terdiam, Sobs, mana kala teman buleku yang sedang hang out di sebuah fast food outlet ternama yang berlokasi di salah satu kota besar di Indonesia,  mengirimkan foto ini.

Foto diambil di sebuah toilet, pada sebuah fast food outlet ternama di salah satu kota Besar Indonesia.
Berdiam diri sejenak, tertunduk malu walau dia tak bisa melihatnya, dan akhirnya hanya mampu membalas dengan sebaris kalimat seperti ini;

well,  you are right, but we are on the learning process on how to apply the heathy and sanitary life. I believe that you will see the differences when you return here, next time. But of course, it will time consuming.  

Mau bilang apa lagi coba, Sobs! Ga ada yang lebih pantas dikatakan untuk membela diri kan jika kita menghadapi kenyataan seperti ini. Lagi pula, kok bisa-bisanya ya nih pengguna toilet, mbok ya luangkan 1 menit untuk memasukkan tissue bekas/sampah itu ke dalam tempat yang sudah disediakan, biar rapi dan bersih. Hadeuh! Terlalu deh ih! Padahal melatih diri untuk disiplin menjaga kebersihan adalah mutlak, dan sudah pasti akan menghasilkan kenyamanan bersama toh? Bukankah 'Kebersihan adalah sebagian dari Iman'?

Itu baru satu contoh, pasti Sobats juga menemukan contoh kasus lainnya di sekeliling Sobats kan? J
Wanna share?



sekedar coretan,
Al, Bandung, 12 September 2013, posted from Dewaseo Office.
Read More
/ /
Pasti banyak dari Sobats, yang pernah mendapatkan rikues dari teman-teman blogger untuk memberikan endorsement terhadap buku yang akan mereka terbitkan, bener kan, Sobs?

Aku juga beberapa bulan terakhir ini sering sekali mendapatkan rikues tersebut. Senang sih, happy pastinya, tapi yang pasti, kita kudu mengalokasikan waktu khusus untuk duduk manis, membaca dan mencermati isi tulisan yang akan diterbitkan tersebut kan? Agar endors yang kita ciptakan itu relevan dan pastinya memiliki nilai jual [selling power]. J

Btw nih, ada yang masih asing dengan arti/makna dari kata 'endorsement'? J
Kalo menurut Mbah Wiki [Wikipedia] sih, endorsement itu adalah;
Testimonial dalam bentuk advertise/iklan, tulisan mau pun berupa ucapan yang mempromosikan suatu produk, sementara endorsement terhadap buku adalah testimoni/komentar yang diberikan untuk memperkuat kualitas isi buku mau pun juga si penulisnya. Diharapkan dengan adanya endorsement ini, maka calon pembaca akan tertarik untuk membeli, mengoleksi dan membaca keseluruhan isi buku mau pun mengenal si penulisnya. Beberapa pengertian tambahan tentang endorsement bisa dilihat di rumahnya si mbah Wiki deh, Sobs.

Bicara tentang membuatkan endorsement, mungkin bagi yang sudah terbiasa, adalah perkara one click ya? Tapi bagiku, biasanya aku selalu berhati-hati dalam melakukannya sih, Sobs. Pasti akan butuh waktu untuk duduk manis seperti yang aku katakan di atas itu. Duduk manis, membaca dengan cermat, dan mulai merangkai kata demi kata yang 'bernilai jual' lah, agar endors yang kuhasilkan sesuai dengan harapan si sahabat.

Tak terasa, sudah beberapa buku sahabats yang memajang namaku sebagai pemberi endors, hehe. Happy donk. Ada nama kita di dalam buku seseorang itu, rasanya gimanaaaa gitu ya, Sobs! #Halah, maruk ih! Tapi beneran lho, aku merasa happy aja melihat tulisan/endors-ku tercetak cantik di halaman endorsement buku mereka. Wajar donk? J

Adalah Ririe Khayan, orang pertama yang memberiku kehormatan untuk memberikan endorsement pada buku 'Mozaik Kinanthi' garapannya. Disusul oleh Pakdhe Cholik untuk bukunya yang berjudul 'Manusia Kaya Arti', lalu Bunda Lily untuk bukunya 'Mom, please stay alive' dan buku 'Rahasia Terbesar Pramugari Udara'. Lalu saat sedang berada di Istanbul kemarin, seorang sahabat maya juga meng-inbox, minta diberikan endorsement untuk calon bukunya yang berjudul 'Saya Orang Kaya'. Tiga teman bloggers lainnya juga ternyata mengirimkan naskah mereka masing-masing untuk mendapatkan endorsement dariku. #Hadeuh, mendadak jadi seleb deh ini. Hihi.

Dan Alhamdulillah, satu persatu endors berhasil aku selesaikan dan diterima dengan senang hati oleh teman-teman. Sayangnya, endors-ku untuk buku 'Saya Orang Kaya' milik Mbak Triana, terlambat sehingga ga tekejar untuk ikut naik cetak. Dan Mbak Triananya sendiri juga merasa sayang banget endors-ku ga bisa ikut tercetak, padahal menurutnya, endors itu sangat bernilai jual. Hiks. Tak apa, masih ada lain waktu kok, Mbak. J

Dan karena gagal naik cetak, biarlah endorsnya aku pasang di sini aja ya, Mbak, hitung-hitung mempromosikan bukumu. Hehe.
“Saya Orang Kaya”, sebuah judul yang sukses menarik rasa penasaran di hati saya untuk membalikkan halaman demi halaman buku ini, menelusuri kalimat demi kalimat yang diurai oleh si penulis. Lyha, sang penulis, tak hanya piawai dalam membidik judul yang eye and ear catching, tapi juga sukses untuk memaku tatapan saya untuk turut serta hingga ke halaman terakhir buku ini.
Buku yang diangkat dari tulisan-tulisan Lyha di blog pribadinya, memang layak memperkaya khasanah buku-buku motivasi di tanah air. Penasaran dengan apa yang dibidik Lyha hingga saya tak rela melepaskan buku ini sebelum mengkhatamkannya? Coba deh baca sendiri, and you will agree with me. J 
Alaika Abdullah | Humanitarian Worker | Freelance Writer | Author Novel Selingan Semusim | Blogger

Sementara endors-ku untuk bukunya Bunda Lily 'Rahasia Terbesar Pramugari Udara' bisa dilihat di sini deh, Sobs.

Dan sore ini, sebuah endorsement dariku telah dinantikan oleh dua sahabat penduduk dunia virtual ini, yang berkolaborasi membentuk kumpulan cerpen berjudul "Pelangi Jingga untuk Anthonia". Hampir saja terlewat alias lupa akan janjiku membuatkan endorsement ini lho, kalo saja tadi pagi si Mbak Niken tidak menyapaku di BBM. Haha. Maaf ya, Mbak cantik, kesibukanku akhir-akhir ini bikin faktor U untuk variabel lupa makin meningkat deh. Maafken..., tapi Alhamdulillah, endorsement ini kuharapkan mampu mendampingi dan menambah 'nilai jual' bagi kumpulan cerpenmu dengan Mas Ridwan Purnomo, ok?

And Sobs, here is my endors for Mbak Niken and Mas Ridwan's book. 


Pelangi Jingga Untuk Anthonia. Eits, jangan dulu membiarkan pikiran anda berlari pada tuduhan bahwa buku ini adalah sebuah novel ABG  nan sedang dirundung suka duka romansa kehidupan bercinta, hanya karena melihat judul yang tertera pada sampulnya lho! Anda salah besar, karena kumpulan cerpen hasil kolaborasi dua penduduk dunia virtual [Niken Kusumowardhani dan M. Ridwan Purnomo] ini, bercerita tentang kisah fiktif yang mengandung banyak sekali makna pembelajaran bagi kehidupan.
Terkadang kita dibuat terhenyak, oleh kesederhanaan dan kepolosan sikap para tokoh, yang tanpa sadar telah menyematkan makna pembelajaran, dan kadang kala kita terseret dalam arus penasaran akan cerita ‘mistis’ yang dikemas apik, yang juga tak lupa menitipkan pesan moral, serta suatu ketika, kita dibuat tercengang oleh kisah mengharukan yang juga menyematkan a good lesson learned. – Jika anda adalah penyuka fiksi, masukkan kumpulan cerpen ini ke dalam list bacaan yang patut anda koleksi.  
Alaika Abdullah | Humanitarian Worker | Author | Blogger | Freelance Writer.

 Alhamdulillah, plong rasanya mana kala satu persatu 'hutang' kita telah terbayarkan. Dan kini, saatnya menyediakan waktu untuk dua draft buku lagi, bagi dua sahabat yang sedang menanti. Yang sabar ya, Jeung. J

Well, Sobats tercinta, adakah Sobats melakukan hal yang sama manakala diminta untuk memberikan endorsement bagi buku teman-teman yang akan terbit? Bagi tips nya dunk agar lebih gampang dan cepat dalam menyelesaikannya. Kira-kira Sobats membaca keseluruhan isi naskahnya enggak sih? 

Sekedar coretan,
Al, Bandung, 10 September 2013


Read More