Archive for May 2013
Menu
/ /

Ini hanya sekedar sharing ringan, tentang yang namanya komitmen, janji, hak dan kewajiban. Weis, kok kedengarannya malah bukan topik yang ringan yaaa? Komitmen, Janji, Hak dan Kewajiban! Rasanya sih itu lumayan butuh keseriusan Al!
Ok ok, ini hanya sebuah obrolan ringan tadi pagi, dengan seorang teman yang butuh di'dengar'kan. Curhat yang secara tidak langsung juga membuka mata dan hatiku, untuk introspeksi diri.

Pernah bersama di sebuah lembaga besar bernama BRR NAD Nias, dan tinggal serumah di mess yang disediakan oleh lembaga ini, membuat hubunganku dengannya tetap karib, walo kini kami terpisah oleh jarak yang begitu membentang dan waktu yang tidak lagi sebebas dulu. Namun pagi ini, sahabatku ini langsung membubuhkan 'cinderamata'nya, begitu melihat aku online di Skype.

Maya [bukan nama sebenarnya] : Mba, aku mau curhat dunk. Need your opinion, please.
Aku: Hi, May, ok, go ahead. Listening #pasang headset. Ato mau chat aja?
Maya: Chat aja, mba, ga enak ada kolega lain di sini.
Aku: Okd. Eneng opo toh? :)

Lalu mengalirlah rangkaian huruf yang meluncur bebas di monitorku, menceritakan tentang kekecewaannya pada pemilik klinik hewan, di mana dia kini mengabdikan diri. Setahun setengah yang lalu, si pemilik klinik ini, yang adalah juga teman baik Maya, mengajaknya untuk membantunya di klinik yang dikelolanya itu. Dan sebagai salah satu spesialis di bidang ini, tentulah Maya dengan senang hati bergabung. Apalagi saat itu dirinya juga sedang menganggur, ditambah pula dengan janji manis sang sahabat, bahwa Maya tak hanya memperoleh gaji bulanan, namun di akhir tahun nanti, Maya juga akan beroleh benefit dari hasil keuntungan tahunan klinik.

Namun ternyata, setahun telah berlalu, dan keuntungan tahunan yang berkisar di atas seratus juta itu, diketahui nyata oleh Maya, namun lagi nih, ternyata, sang sahabat tersebut, belum menepati janjinya. Tunggu punya tunggu, benefit itu tak juga dicairkan, walau sedikit, untuk Maya. Maka, selang dua bulan kemudian, secara halus, Maya mulai 'mengingatkan' si sahabat akan janjinya itu. Namun ada saja alasan si sahabat untuk menunda, bahkan lama kelamaan terkesan melupakan janji tersebut. Dan inilah yang kemudian membuat kinerja Maya menurun. Jadi males untuk bekerja serius seperti biasanya. Menurutnya, ngapain juga mempertahankan kinerja optimal, jika benefit seperti yang dijanjikan tak kunjung mencair?

Di sinilah Maya mulai dihinggapi kebimbangan. Butuh second opinion untuk mendukung langkahnya tersebut. Yaitu langkah bermalas-malasan!

Tanggapanku sendiri sih, tentunya aku tidak mendukung aksi bermalas-malasan tersebut. Wajar memang, kita menjadi kesel, dan uring-uringan gegara janji/ komitmen yang tidak ditepati. Membiarkan rasa kesel hinggap di hati, juga adalah hal yang normal sih menurutku. NAMUN, rasa kesel dan uring-uringan itu, HENDAKNYA, tidaklah kita biarkan berlarut. Mengapa?

Karena, itu hanya akan merugikan diri sendiri. Okelah, memuaskan hati dengan membiarkan 'kesel' itu bersemayam sejenak di hati, boleh-boleh saja. Tapi, setelah itu, kita harus menentukan langkah. Aku katakan pada Maya, jika aku jadi dia, maka langkah yang aku ambil adalah:

Tetap bekerja dengan maksimal, mencoba bicara lagi secara profesional dengan si sahabat, mengingatkan dia tentang janji/komitmennya itu. Menanyakan padanya apa dia akan penuhi komitmennya atau tidak. Jika dia punya alasan tertentu untuk membela diri, maka aku akan tanyakan lagi, kapan tepatnya dia akan penuhi janjinya itu. Ya, tentu saja secara baik-baik dan beretika lah.  Aku yakin bahwa manusia dewasa, apalagi para profesional, tentu punya pemikiran matang dan bisa menghargai langkah ini.

Dan SEMENTARA ITU, [ini, jika memang kita sudah tidak betah lagi di tempat kerja yang ini lho], mulailah mencari lowongan baru. Banyak kok di miling list tentang lowongan kerja, setiap hari banyaaaak banget informasi lowongan kerja, yang tentunya ada yang sesuai dengan minat kita. Buatlah aplikasi, apply dan tunggu hasilnya. Sembari itu, tetaplah bekerja maksimal, karena bekerja maksimal, berarti kita sedang meningkatkan kapasitas diri kita, sedang mengukir prestasi kita sendiri, yang tentunya akan menjadi nilai tambah di dalam resume kita. Jangan lupa, keep connected with our networks [kolega dan para relasi] juga langkah nyata yang kita perlukan untuk mendukung kita melangkah maju lho!

Alhamdulillahnya, Maya bisa melihat sisi positif yang aku gambarkan, bahwa dengan mempertahankan kinerja kita yang maksimal, artinya kita sedang menabur nilai tambah di dalam portofolio kita. Yang tentunya akan menjadi aset berharga bagi kemajuan kita di masa depan.

Cuma nih, Sobs, yang aku herankan, bahkan sahabat karib sendiri [si pemilik klinik], kok bisa ya bisa bersikap seperti itu? Lupa akan komitmen yang telah diikrarkan, lupa memberikan hak setelah si orang yang bersangkutan telah tunai kewajiban? Ih, semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang demikian ya, Sobs. Dan, introspeksi yuk, sudahkah kita tunaikan janji, sudahkah kita berikan hak pada seseorang yang telah tunaikan kewajibannya pada kita?

Sebuah catatan ringan, pembelajaran dari universitas kehidupan.
Al, Bandung, 29 Mei 2013




Read More
/ /
sumber dari sini

Menjadi pekerja kemanusiaan, tak terasa menuntun penampilanku yang dulunya feminin,  saat masih bekerja di sektor industri, perlahan kembali menjadi wanita 'tomboy' dengan penampilan serba casual. Seringnya bertugas ke daerah-daerah terpencil, dengan alam yang tidak ramah, otomatis menuntunku untuk berpenampilan ringkas dan gampang bergerak. Meng-istirahatkan bawahan-bawahan berupa rok [paling hanya dipakai jika sedang tidak bertugas ke luar daerah], dan memberdayakan celana panjang berbahan dasar jeans. 
Meng-istirahatkan tas wanita, dan meng-optimalkan penggunaan tas punggung [backpack], yang memang nyaman dipakai untuk aktif berwara-wiri. Atau dengan santai menyampirkan tas selempang casual, yang serta merta membuat penampilan terlihat begitu simple.
credit





Namun, segampang itukah berdamai dengan tuntutan hati untuk tetap tampil cantik mempesona? Ternyata, sisi feminin di dalam diri, tak bisa dipungkiri, Sobs, bergaung nyaring, menuntut untuk selalu tampil charming dan trendyJ



Sulit? Enggak juga. Alhamdulilah, aku termasuk wanita yang sejak muda dulu [jiah, ketauan deh kalo sekarang udah tua], memang selalu memperhatikan penampilan. Bagiku, pakaian boleh saja simple dan casual, namun harus ada faktor pendukung agar kesederhanaan itu memiliki suatu nilai tambah. Lha, piye carane

Ya, caranya adalah dengan memilih asesoris wanita  yang sesuai dengan pakaian yang kita kenakan, sesuai pula dengan tempat dan waktunya.  

Misalnya, asesoris di atas, tentu tidak akan matching jika kita kenakan dengan busana bernuansa kebaya, pada saat kita akan menghadiri sebuah pesta. Gelang tangan di atas, tentu akan layak bersanding dengan pakaian berupa kemeja katun/berbahan jeans, dipadu dengan celana panjang berbahan jeans, tas selempang seperti contoh di atas atau bacpack yang terlihat pada gambar. Bener ga, Sobs? Dijamin, penggunaan pakaian, tas dan asesoris wanita yang sesuai, akan menghasilkan penampilan yang aduhai lho, walau masih bernuansa casual sekalipun! Ga percaya? Coba deh! J

Read More
/ /
Pernah mendengar nama itu? Ya, Hermawan Kartajaya! pasti ada yang sudah familiar banget dengannya, namun ada juga yang masih awam kan ya? Aku sendiri sudah lumayan sering 'mendengar' [baca: membaca dari inet] tentang beliau. Lalu siapa sih pak Hermawan ini? Kenapa pula diulas disini?
Hayo, pada penasaran ga, Sobs?

Maestro Marketing
Senang deh bisa foto bareng sang maestro,
Hermawan Kartajaya
Hm, beliau adalah salah satu pemateri pada acara Asean Blogger Festival 2013 yang lalu. Paparan yang beliau sampaikan, sungguh sukses menyedot perhatian para partisipan, dan memberi nuansa dan pengetahuan baru bagi kami semua. Tak hanya itu, semangat yang disuntikkannya via penampilannya yang begitu menyemangati, membuat para blogger beroleh spirit baru. Bahwa, bloggers, kita-kita nih, sedang naik daun lho! Kita mulai dilirik oleh para pihak terkait [pemerintah/dunia pariwisata, pengusaha, maupun stakeholders lainnya], untuk menjadi ujung tombak promosi, publikasi dan penyampaian berita. Tentunya berita-berita positif tentang negeri, pariwisata, usaha, dan hal-hal positif lainnya.

Salah satu paragraf yang langsung sukses mengajak partisipan untuk 'turut larut' dalam pemaparan beliau adalah kalimat-kalimat ini, Sobs.


“Don’t leave the future to the man only, because man in general will always think about money, sex and power. Some times they use money to get sex and power, and some times they use power to get sex and money. “ 
"Jangan biarkan masa depan di tangan kaum laki-laki saja, karena biasanya fikiran laki-laki itu akan menuju pada tiga hal, yaitu; uang, seks dan power. Kadangkala, mereka akan menggunakan uangnya untuk mendapatkan seks dan power, dan kadang kala akan mereka gunakan power untuk mendapatkan sex dan uang." 
Seru kan, Sobs? Penasaran akan lanjutannya, mari klik di disini untuk menuju rumah emak dan baca lanjutan reportase lengkap ala Alaika Abdullah.

Sebuah catatan pengantar reportase  tentang 
Asean Blogger Festival 2013 untuk Rumah Emak
Al, Bandung, 24 Mei 2013


Read More
/ /


Ga terasa, rumah maya ini kering kerontang gegara ditinggal pemiliknya yang tenggelam dalam lautan aktifitas offline, yang sungguh urgent bahkan tak memberinya kesempatan untuk sekedar update from Blackberry as usual. #Halah, aksi pembenaran diri banget ini intronya yaaa. Tapi beneran kok, Sobs, rencana untuk update blog terutama ngelanjutin postingan ini jadi ketunda, tapi Alhamdulillah, problem solved dan kini saatnya kembali ke laptop! #Eh, kok jadi kayak mas Tukul ya?

Well, Sobs, sembari menyiapkan bahan untuk postingan yang bermuatan 'lebih', terutama menyangkut tugas Srikandi Blogger untuk memberikan reportase tentang Acara Asean Blogger Festival 2013 di Solo kemarin, baik pada rumah emak mau pun di my Virtual Corner ini, maka sementara waktu, let me release this post dulu yach!

Postingan ini adalah untuk menyukseskan perhelatan yang sedang diselenggarakan oleh seorang sahabat maya, yang kuyakin Sobats juga sudah mengenalnya, yaitu Thia, bundanya Vania, dalam rangka ulang tahun Vania, sang putri tercinta yang kini telah berada di usia lima tahun. Met Ultah ya Vania sayang, panjang umur, sehat selalu dan semoga jadi anak solehah kebanggaan bunda. Ok? Aamin ya Allah.

Sesuai tema dari Giveaway-nya, yaitu celotehan atau cerita lucu anak, maka aku jadi ingin menulis tentang sebuah kisah lucu yang saking lucunya [menurutku], kisah ini tak pernah lekang dari ingatanku setiap aku berkumpul kembali dengan si pemilik kisah ini.

pinjem dari sini
Pada jaman dahulu kala #halah! Tersebutlah seorang anak balita bernama Khai, umur tiga tahunan, laki-laki dan dia adalah adik bungsuku. J Pada suatu Magrib, seperti biasanya kami sekeluarga melaksanakan shalat Magrib berjamaah, dengan ayah sebagai imam dan ibu, aku serta ketiga adikku [laki-laki semua] sebagai makmumnya. Magrib yang selalu syahdu, terutama oleh alunan bacaan Surah Al-fatihah yang mengalun indah dari bibir ayahanda. Kuyakin saat itu, kami semua sedang kusyuk2nya, ketika di akhir Surah Al-fatihah, saat kami bersiap untuk menyambung dengan 'Aamiin', tiba-tiba saja sebuah suara lantang berseru, "Artinya" dengan alunan intonasi bak pembaca saritilawah yang ada di televisi. Dan suara lantang itu berasal dari bibir mungil Khai. 

Sontak, kami [aku dan kedua adikku yang lain] yang saat itu masih 'ingusan', langsung deh terpingkal-pingkal, tak mampu menahan diri. Ngakak dan buyarlah shalat kami. Dasar bocah yaaa? Sementara ibu dan ayah tetap melanjutkan shalatnya. Anehnya, justru Khai, melanjutkan shalatnya setelah nyengir sejenak ke arah kami. Dia malah menyaritilawahkan setiap bacaan Al-Ikhlas yang dibacakan oleh ayahku, yang justru kian membuat kami terpingkal. Kuyakin, ayah sengaja memilih surat pendek itu, untuk menyegerakan selesainya shalat, mengingat makmumnya telah gugur dan malah terpingkal-pingkal di sekitarnya. Duh, kacau banget deh kala itu. Dasar anak-anak, dan kami adalah anak-anak yang begitu gampangnya terpengaruh. Ampun deh.

Selesai shalat, ayah dengan bijak, meminta kami untuk mengulang shalat Magrib, dan dengan bahasa seorang ayah yang bijak dan penuh kasih, menerangkan pada Khai bahwa hanya imam yang boleh menyuarakan bacaan surah dalam shalat, orang lain hanya boleh ikut bilang 'Aamiin'. Kalo diluar shalat, baru boleh menyaritilawahkannya. Dan sejak itu, Khai paham, terlihat dari tak pernahnya lagi dia beraksi serupa. Namun, kejadian itu, sungguh membekas di hatiku dan kedua adikku, sementara Khai malah lupa pernah beraksi seperti itu. J 
Read More
/ /
Asean Blogger 2013 Festival : H minus 1 
Setelah rumah maya ini diselimuti oleh postingan berantai dengan label Srikandi Blogger 2013, yang merupakan catatan kisah perhelatan akbar, gawean para emak blogger yang bernaung di bawah bendera Kumpulan Emak Blogger, maka mulai malam ini dan beberapa hari ke depan, rumah maya ini akan dihiasi oleh postingan berantai berlabel Asean Blogger Festival 2013.

Pasti udah pada ngeh dunk dengan Asean Blogger Community? Tapi udah pada paham enggak sih, Sobs tentang apa sih sebenarnya Asean Blogger Community itu, dan untuk apa dia dibentuk?

Belum? Hampir sama dunk denganku. Hehe. Tapi jangan kuatir, Sobs. TIDAK TAU adalah biasa. Kita bisa mengubahnya menjadi TAU dengan banyak membaca, bertanya, mengikuti dan/bahkan involve di dalam pembahasan-pembahasan tentangnya. Dijamin, Insyaallah, kita akan paham deh. J
Itu juga yang sedang aku lakukan nih, Sobs, mencoba untuk mengetahui dan memahami apa sih sebenarnya ASEAN Blogger Community itu. Dan Alhamdulillahmya, salah satu keberuntungan dari menjadi Acer Srikandi Blogger 2013 kemarin adalah, diikutsertakan menjadi salah satu peserta ajang keren ini lho. Tadaaa, pucuk dicinta ulam pun tiba!

Bersama sohibs Blogger Bandung [Bang Aswi, Nchie Hani, Meti Mediya, Kang Ade Truna dan Sri Evi Rezeki], maka kemarin sore [ Rabu, 8 Mei 2013], kami pun bertolak dari Bandung menuju Solo, tempat di mana Asean Blogger Community ini akan diadakan, dengan menumpang Kereta Api Mutiara Selatan. Asyiknya, bukan hanya karena aku bisa bergabung dengan para sohibs yang asyik-asyik ini aja lho, Sobs, tapi juga karena perjalanan kami adalah menggunakan kereta api. Wow, bagiku sih itu udah wow banget lho, soalnya di Aceh kan enggak ada tuh kereta api. Hehe.

Dan, perjalanan di hari H minus satu itu pun dimulai tepat pada jam 5 sore, dan berakhir pada jam 2 pagi, Kamis, 9 Mei 2013. Karena di agenda acaranya tertulis bahwa check in ke hotelnya dimulai pada jam 8.00 pagi, maka kami memutuskan untuk istirahat dulu di mushalla stasiun Solo Balapan. Saking panasnya, aku dan Nchie Hani malah memutuskan untuk numpang mandi di stasiun. Haha. Wajib kucatat nih, Sobs, karena seumur-umur belum pernah mandi di stasiun atau terminal bahkan bandara. Tapi, teteup, its fun kok. J

Barulah pada pukul 6 pagi, 9 Mei 2013, kami semua menumpang taksi untuk mencapai hotel Kusuma Sahid Prince, Solo, tempat perhelatan acara ini. Para panitia yang sudah begitu familiar dengan kami, telah duduk manis di meja panitia. Cipika cipiki pun tak terelakkan, Sobs. Tertawa ceria dan sapa hangat memenuhi arena. It's really-really fun deh ketemu dan ketemu lagi dengan teman-teman dari dunia maya. Rasanya sensasinya itu beda banget lho dibandingkan ketemu dengan para kolega, haha.

Well, setelah check in, kami pun istirahat sebentar, dan sekitar pukul 10 pagi baru keluar untuk cari sarapan dan belanja batik. Belanja? At the first day, event when the event is not started yet? 
Eits, jangan salah dunk, Sobs. Belanjanya hanya cari batik untuk dipake ke gala dinner malam harinya kok. Kan dress codenya pake batik, sementara diriku enggak bawa tuh. Jadilah kami berburu batik, dan jadi deh sekaligus beli oleh-oleh. J

Malam harinya, seluruh participant dijemput oleh dua beberapa bis menuju rumah dinas Bapak Walikota Surakarta/Solo, dalam balutan pakaian cantik dan gagah bernuansa batik. Bapak Walikota menyambut para blogger peserta Asean Blogger Festival 2013 ini dengan jamuan istimewa lho, Sobs. Dimulai dengan tarian anggun nan gemulai bernama Retno Kusumo, dilanjutkan dengan welcoming remark dari beberapa pihak terkait, ditutup oleh sambutan dari Bapak Walikota, FX. Hadi Rudyatmo, yang bercerita tentang visi misi, the current situation and the target to be achieved dari Kota Solo/Surakarta. Barulah kemudian acara dilanjutkan dengan dinner. Wow! Sebuah sambutan yang luar biasa dan menyenangkan. Para blogger dijamu dan disambut hangat seperti ini, dan diberi ruang untuk berkarya dan turut mempromosikan hal-hal positif demi kemajuan negeri ini. Itu sesuatu banget kan yach?

Well, Sobs, sebenarnya masih ingin bercerita banyak sih, tapi rasanya kok udah lelah ya? Apalagi mengingat esok hari, acara akan padat banget nih, Sobs, dan feelingku kok seperti mengikuti seminar-seminar penting yang biasa aku hadiri itu lho. Huft, semoga akan banyak ilmu dan fun yang bisa dipetik dari acara keren ini yaa. Will update you later on ya, Sobs. Untuk malam ini, cukup dulu deh, dah ngantuk soalnya, Sobs.

Eh iya, aku sekamar dengan Niar Ningrum lho, seru banget deh moment-moment kedatangannya di kamarku tadi. Diposting secara terpisah aja yaaa. Haha. O iya, aku juga mendapatkan seorang room mate, sahabat baru bernama Gigi [bukan band Gigi lho ya], dan langsung akrab deh kita. Blogger kan gitu ya? Walau belum pernah ketemu, langsung klop deh begitu kenalan dan ngobrol. J

Okd, Sobats tercinta, sekian dulu yaaa, dah kagak nahan nih, nguantuk! Met istirahat ya, good rest - sweet dream!

Catatan kisah Perhelatan Asean Blogger Festival 2013
Al, Solo, 9 Mei 2013  


Read More
/ /

credit
Suatu malam, kala aku dan Intan ngobrol santai menjelang tidur. Putri tercinta yang [kuyakin] sedang rebahan santai di tempat tidurnya di Banda Aceh, melontarkan pertanyaan seperti ini;

Mi, pernah enggak Umi merasa iri terhadap seseorang? Terhadap teman Umi, misalnya?

Sejenak aku terpana. Kaget. Dengan BB yang masih dalam genggaman, kutarik napas. Tak gampang memberikan jawaban atas sebaris kalimat ini. Butuh kebijakan dalam menjawabnya. Agar tak terlalu lama jedanya, kubalas BBMnya.

Hm, iri gimana sayang? Kan kita ga boleh iri hati dan dengki nak. Dosa kan?

Dan terlihat Anak Umi is typing di monitor BBku. Kunanti dengan sabar, dan;

Itu lah, Mi. Makanya Dila ingin tau, apa Umi pernah mempunyai rasa iri terhadap orang lain?

Feelingku merasakan bahwa putri tercinta ini sedang digerogoti oleh rasa itu. Dan kuhela napas perlahan, seraya menuliskan beberapa kalimat, berusaha menjawab sebijak mungkin.

Hm, yaaah, namanya juga manusia nak, yang memiliki keterbatasan, tentu Umi pernah merasakan rasa iri hati dan dengki merasuki Umi. Dan itu adalah  normal/biasa hadir di hati manusia. Kan manusia bukan makhluk sempurna, ya kan? TAPI.., kita harus menyadari, bahwa rasa iri hati dan dengki itu, TIDAK BOLEH berlama-lama di hati kita. Kita harus segera menghalaunya. Mengusirnya. Mengapa?

Sengaja kudiamkan dulu kalimat yang baru saja ku ENTER itu. Menanti jawaban darinya.

Karena?? Hanya itu balasannya, mengharap lanjutan kalimatku.

Karena, 
1. Memelihara rasa iri dan dengki adalah perbuatan yang tidak baik, DOSA.
2. Akan merugikan diri kita sendiri. Kita akan bad mood, terus uring-uringan dan akan sulit untuk berfikir positif. Akibatnya apa coba? Nilai pelajaran kita jadi menurun karena ga fokus belajar, pekerjaan lainnya juga jadi berantakan atau tidak memuaskan hasilnya. Ya kan?
Jadi, daripada kita membiarkan iri dan dengki itu menjajah kita, mending kita 'menyulap'nya menjadi sebuah nilai positif! 

Ku ENTER kalimat-kalimat itu segera, lalu melanjutkan.

credit
Emang bisa? Merubah sesuatu yang negatif menjadi positif? BISA. Caranya? Dengan mengatur POLA PIKIR kita. Jika tadi rasa IRI itu merusak kita, membuat kita jadi bad mood, sekarang kita UBAH agar si IRI itu menjadi sebuah KEKUATAN! Lho, Umi gimana? Kok IRI dijadikan kekuatan? 

ENTER, dan lanjut;

Iya donk nak, sekarang kita jadikan IRI ini sebagai pemacu semangat kita untuk meningkatkan kinerja kita, misalnya gini. Dila IRI ngeliat nilai si A lebih tinggi dari pada Dila. Nah, jadikan rasa IRI itu sebagai pemacu semangat untuk belajar lebih giat lagi, sehingga dengan belajar lebih giat itu, nantinya nilai Dila akan meningkat, bahkan mungkin akan melebihi nilai si A. Gimana? Masuk akal enggak, Nak? :)

Sebuah icon smile terkirim manis di monitor BBku. Dilanjut dengan kalimat-kalimat;

Hehe, bener juga ya, Mi? Umi bisaaaaa aja bikin Dila bersemangat lagi. Iya deh, Mi. Bener, sekarang Dila mau positifkan rasa IRI ini deh, biar menghasilkan aura positif dan membantu Dila jadi lebih baik. Makasih ya, Mi. Ya udah, kita tidur yuk, Umi pasti capek. Dila baca doa bobok ya, Mi.

Nah, gitu dunk, baru anak Umi! Kita harus selalu berusaha untuk berfikir positif. Ya udah, sekarang baca doa boboknya yuk. 

Dan seperti biasanya, obrolan malam jarak jauh kami pun ditutup dengan beberapa baris kalimat doa menjelang tidur, dan have a good rest and sweet dream anakku sayang. Semoga Allah senantiasa melindungi dan memberkahimu nak! Aamiin.

Sebuah catatan, perjalanan kehidupan
Al, Bandung, 8 Mei 2013




Read More
/ /
Srikandi Blogger 2013: Tampil Menawan Bersama Wardah, adalah serial pamungkas dari paket reportase berantai ala Alaika Abdullah, tentang Perhelatan Seleksi ACER Srikandi Blogger 2013, sebagai lanjutan dan penutup dari postingan ini, ini, dan ini.

Tampil cantik dan menawan, sudah pasti merupakan idaman setiap wanita dunk.  Bahkan untuk wanita yang mengaku dirinya cuek, ga suka dandan atau males dandan sekalipun, suatu saat, di suatu event, tentu akan dihinggapi oleh keinginan untuk tampil cantik menawan, dan akan berupaya untuk mewujudkannya. Ya enggak, Sobs? #Nanya untuk Sobats wanita lho. J


Aku sendiri termasuk wanita yang suka 'dandan', namun hanya dandan ala kadar gitu deh, ga lengkap dan tidak menganut azas pemakaian tata rias yang sesuai aturan. Hehe. Artinya? Ya gitu deh, biasanya aku memulainya dengan facial wash, trus pake sunblock, alas bedak cair, bedak tabur, sedikit blush on, sedikit eyeshadow dan lipstick. Itu saja.

Namun, untuk tampil di acara puncak, pagelaran keren sekelas "Penganugerahan Acer Srikandi Blogger 2013" ini, apalagi termasuk ke dalam salah satu dari 10 finalis Srikandi Blogger 2013, tentu aku ingin tampil dengan tampilan yang lebih prima dunk. Ingin make up wajah maksimal [tapi ga kayak pemain lenong ya], tata rias rambut yang oke punya dan tentu saja kebaya yang mendukung penampilan jadi anggun mempesona. 

Untungnya nih, Sobs, untuk para models [Makmods] dan finalis Srikandi Blogger tuh, panitia telah berhasil mendapatkan dukungan penuh dari Wardah Cosmetic untuk urusan rias-merias para emaks yang akan tampil on the stage ini. Alhamdulillah, jadinya aku hanya perlu cari penata rambut aja deh.

Maka, di hari H, di pagi buta itu, aku dan Nchie Hanie dengan penuh semangat meluncur ke rumah si tante penata rambut. Kita berdua ingin disanggul rambutnya agar klop dengan kebaya yang kita kenakan. J
Gak pake lama nih, Sobs, dengan terampil si tante menyanggul rambut kita satu persatu, dan dalam waktu yang enggak pake lama pula, kita berdua menjadi dua srikandi dengan tatanan rambut yang anggun mempesona [jangan lihat wajahnya dulu tapinya ya, Sobs. Hehe].

Sesampai di tekape, terutama di ruang tata rias, telah berkumpul para models yang sedang antri untuk di-make over. Baru mau duduk ngantri, eh sudah dipersilahkan untuk dirias duluan. Wow! Inilah salah satu keuntungan jadi finalis yaaa. Hehe, dapat prioritas untuk dirias duluan. Ya, mungkin juga karena para models kan tampilnya setelah lunch, jadi masih ada space waktu yang lumayan banyak lah.

Si mbak penata rias menyapaku dengan ramah.
"Mbak, mau ga dirias agar tampil kinclong dan jauh lebih muda?"

"Ya mau banget dong, Mbak!" jawabku antusias. Dan si mbak pun dengan sopan minta ijin untuk menyemprotkan sejenis cairan ke wajahku. Aku sih menurut saja, namanya juga pengen tampil cantik kan? Sok atuh, Mbak. Silahkan dipermak wajahku, aku manut wae, yang penting CANTIK! J

Dan....,
tangan terampil itu bekerja dengan begitu cekatan. Ibarat sedang melukis, poles sana poles sini, ukir ini ukir itu, termasuk memasang bulu mata palsu [ini kali pertama aku menggunakannya, lho!], dan Taraaaaa....
Aku pun pangling melihat wajahku di pantulan cermin kecil [banget] yang ada disana. Kinclong dan terlihat fresh dan mudaaa. Oh my God, Wardah Cosmetic emang Te O Pe deh. Tadinya aku begitu kuatir hasil make over ini akan jadi seperti wajah pemain lenong, tapi ternyata... Lihat deh, Sobs!


Fresh dan kinclong yak? J

Trimakasih, Wardah Cosmetic, yang telah membuat kami semua tampil cantik mempesona hinga ke akhir acara. Dan berkat riasanmu, Acer Srikandi Blogger 2013 ini bisa tersenyum cerah tanpa kuatir make up luntur, sepanjang hari. Beneran deh, ga ada lunturnya lho! Wardah emang Top, Halal pula. Siiip deh, trimakasih Wardah.

Catatan pamungkas serial Srikandi Blogger 2013
Al, Bandung, 7 Mei 2013

Read More