Archive for December 2012
Menu
/ /
Kebahagiaan Intan terlihat sempurna. Memelukku erat dan bergegas ganti pakaian sekolahnya dan bergabung denganku di tempat tidur. Hari masih sore, kemarin. Bibirnya lancar berceloteh, mengupdate segala info tentang perkembangan sekolahnya, dan bergegas bangkit mengambil sebuah file plastik berisi berkas jawaban ujian semesternya. Dengan bangga memperlihatkan nilai-nilainya yang memang sungguh memuaskan. Tak hanya itu, kami berbagi cerita tentang berbagai hal, hingga perbincangan itu tak berhenti hanya disitu saja, masih dilanjut setelah shalat Magrib, makan malam dan shalat Isya, topik perbincangan masih mengalir bebas.

Namun batinku sebagai seorang ibu, menangkap selapis kesenduan, yang dicoba sembunyikan oleh ananda tercinta. Aku curiga, pasti ada apa-apa nih. Teringat lagi aku akan status Intan dua hari lalu. "JNE oh JNE, kok lama banget sampaimu?"

Hm... itukah yang jadi persoalan? Dengan perlahan kutanyakan padanya.

"Nak, BB Torchnya dah sampai belum?"

Dan apa yang disembunyikan itu kini tersingkap sudah. Mata itu berkaca-kaca. Oh My God. Kejadian deh! Seperti yang sudah aku duga. Ya Allah... kasian anakku.

"Belum mi... katanya sih udah dikirim. Tapi Dila minta resi pengirimannya, ga ada katanya."

Sendu dan sedih sekali nada suaranya. Sebenarnya aku sudah ingin sekali memarahinya. Dari awal sudah kuingatkan, ketika Intan minta ijin padaku untuk menggunakan uangnya sendiri, hasil jerih payahnya jualan online selama ini, untuk beli sebuah BB Torch. Aku sih tidak keberatan jika dia ingin mengupgrade BBnya, apalagi dia akan gunakan uang hasil jerih payahnya sendiri. Apalagi planningnya untuk BB lamanya juga cukup bagus, akan dibeli oleh seorang temannya.

Tapi yang aku kurang sreg adalah dia akan beli online di salah satu toko online di BB.
Kuberi masukan padanya, bahwa berbelanja online dewasa ini adalah hal yang lazim, tapi cermati dulu situs atau toko penjualnya. Cukup kredibel kah? Atau hanya abal-abal. Kita harus hati-hati. Baik ayah, adik maupun aku sendiri memang sering berbelanja online, tapi banyakan juga di situs terpercaya. Intan meyakinkan aku bahwa ini adalah toko yang bisa dipercaya. Dan aku, setelah berusaha memberinya masukan, menyerahkan keputusan padanya. Karena menurutku, sudah tidak zamannya lagi menjadi ibu yang diktator. Apalagi aku juga sedang dalam tahap melatihnya untuk belajar mengambil keputusan.

Maka, tiga hari lalu, Intan mengabariku bahwa dia sudah jadi membeli online si BB Torch idamannya itu, dengan nilai 3,1 juta rupiah. Uang hasil jerih payahnya sendiri. Terus terang, ada sedikit rasa was-was yang hinggap di hatiku, namun aku mencoba untuk berprasangka baik saja, sambil berdoa, semoga BB Torch itu adalah rezeki anakku.

Namun berita dari Intan barusan? Sungguh memancing darahku menggelegak. Namun aku berusaha penuh menekan amarah itu. Tidak pada tempatnya aku memarahinya. Yang sedang terpuruk dalam kecewa berat.

"Itulah sayang, kan umi pernah bilang kan ke Dila, belanja online itu kita harus benar-benar teliti. Harus cek and ricek dulu kredibilitas si toko online itu nak. Juga Umi kan udah bilang, mending kita beli di Bandung aja, toh lusa kita akan ke Bandung. Bisa pilih, lihat, teliti dan komplain langsung jika ada apa-apa. Tapi Dila sih... ga sabaran!"

Wajah itu semakin sendu. Air mata mulai menetes.

"Umi sedih banget jadinya. Kalo itu adalah uang umi, umi ga akan terlalu sedih, tapi ini uang jerih payah Dila sendiri, yang dila kumpulkan dengan sangat hati-hati. Eh kok malah digondol si penipu. Tapi sayang..... kita harus sabar ya nak...."

Kurangkul dia dan kupeluk erat.

"Kita harus percaya bahwa jika rezeki, ga akan kemana. Dan jika belum rezeki kita? Maka walau sudah kita genggam sekalipun, dengan caranya tersendiri, duit tadi akan keluar lagi dari genggaman kita. Seperti duit Dila itu."

Intan menatapku, masih dengan air mata berlinang.

"Mungkin Allah sedang menguji kesabaran Dila. Allah ingin lihat, nih si Dila ini, kalo dikasih cobaan seperti ini akan sabar apa ga? Dan juga nih Dila harus diberi pelajaran, supaya tau persis bahwa mencari duit itu tidak mudah. Dan juga supaya si Dila ini bisa lebih teliti, lebih waspada, dan penuh pertimbangan dalam mengambil sebuah keputusan. Jadi untuk menjadi seorang anak yang sabar, teliti dan tekun, dia harus diuji dulu, dengan cobaan seperti ini."

"Iya juga ya mi, tapi Dila rasanya sedih kali. Kita harus gimana ini mi? Dila udah coba kontak si resellernya, minta pertanggung jawaban, tapi dia minta maaf dan mengakui bahwa dia juga sudah tertipu. Katanya, si pemilik toko telah mendelete contact dirinya mi. Dan dia janji akan coba bertanggung jawab, mengembalikan separuh uang dila. Itu juga setelah Dila marah-marahi dan sumpahi dia. Ini coba Umi lihat conversation kami."

Dan aku terpaksa mengambil kaca mataku, membaca kalimat demi kalimat yang menggunakan huruf keciiiiiil banget di BBnya Intan. Dan, memang Intan dengan penuh kemarahan mendesak dan menyudutkan si reseller untuk mengganti uangnya. Hingga si reseller akhirnya terdesak dan berjanji untuk mengembalikan separuhnya. Tapi aku ga yakin dia akan melakukannya. Balasan percakapan si reseller juga terlihat masih seperti seorang anak-anak, sebaya Intan. Hadeuh! Nasibmu lah sayang, Uang itu sepertinya tak akan kembali.

"Ya sudahlah nak, sekarang gini aja, jangan lagi mendesak atau menyudutkannya, karena dia sudah berjanji, walau pun setengah aja, patut disyukuri ya, mari kita berdoa dia akan mewujudkan niat baiknya itu. Tapi jika pun tidak, apa boleh buat. Terkadang untuk belajar sesuatu, kita harus membayarnya dengan harga yang mahal. Dila mengerti maksud Umi kan? Dila bisa tangkap hikmah dari kejadian ini?"

Anandaku tercinta mengangguk.

"Jika belum rezeki, kita harus ikhlas, mari kita berdoa semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik, lebih banyak, ok sayang?"

"Iya mi, Umi ga marah sama Dila kan mi?"

Aku menggeleng, 'Ga donk sayang, Dila kan mendapatkan pelajaran dari Allah, mana berani Umi marah?" Dan kami pun tersenyum, berpelukan.

"Thanks mi, glad to have you here, kalo ga, Dila pasti sedih dan kalut."

Setiap kejadian adalah pembelajaran, mengandung hikmah walau terasa pahit dan menyedihkan. :)


Read More
/ /
Dear sobat maya tercinta,

Lega rasanya bisa berada di rumah kembali [rumah dimana ayah dan bunda serta Intan, juga si bungsu serta Gliv berada]. Sebenarnya udah ingin menyapa sobats semua sejak tadi malam, namun rasa lelah yang tiba-tiba dengan begitu manja menghadirkan diri, membuat diriku harus memberikan perhatian ekstra padanya.

Jika beraktivitas di Bandung, membuatku digelari 'gasing dan gurita' oleh mba Niken, bundanya Lahfy, karena menurutnya aku itu kok asyik beredar kesana kemari, dan bisa-bisanya mengerjakan ini itu at a time, maka begitu masuk rumah induk [Banda Aceh], kok iya seluruh tubuhku langsung berdemonstarasi. Perut langsung keroncongan melihat masakan bunda yang begitu mengiurkan, dan rasa lelah, pegel linu serta ngantuk dengan manja berunjuk rasa. Hadeuh. Mana Intan juga sampai sore masih di sekolahan, maka tak ada pilihan lain selain menuruti pasukan intra heart yang sedang berunjuk rasa. Tidur. :)

Dan pagi ini, setelah memberi perhatian penuh pada para pengunjuk rasa, kesegaran tubuh dan keriangan hati menjadi milikku. Preparing breakfast, yang udah lama banget ga aku lakoni [ya iyalah, jadi anak kost mau prepare breakfast untuk sapa coba sobs, lagian juga ga punya dapur, hihi], beberes rumah dan akhirnya duduk santai di depan Macsy tuk menyapa sobats semua. Semoga pada berada dalam kondisi yang sehat sempurna ya sobs, apalagi menjelang pergantian tahun, wah kudu pada punya semangat ekstra donk, agar tetap tertular ke tahun berikutnya, ya kan sobs?

Well, postingan ini juga sekalian untuk update sebuah project pribadi yang sudah lama banget aku ingin kerjakan, namun baru beroleh waktu beberapa bulan terakhir ini nih sobs.
Apa tuh project pribadinya Al?

Menuntaskan draft novel Selingan Semusim. Yup. Sebuah draft yang telah aku tulis sekian tahun lalu, akibat tantangan dari beberapa kolega saat aku masih bekerja di salah satu perusahaan cat terkemuka di kota Medan. Tantangan itu sendiri muncul akibat pepatah 'mulutmu harimaumu' sih, dimana kala itu, aku tanpa pikir panjang berucap pada mereka [yang sedang getol-getolnya baca novel romantis], 'kalian suka novel-novel begituan? Aku bisa lho bikinnya!'. Dan mereka pun mengatakan 'buktikan!'. Nah loe!

Jadilah aku menenggelamkan diri, mengekplorasi kemampuan diri, searching, browsing, practicing [dengan pasangan yang sah lho ya], dalam rangka menampilkan sebuah kisah yang natural, hidup dengan alur cerita yang menarik. Dan senyum puas terlukis indah di bibirku kala para kolega mengomentari, bahwa aku ga OMDO [omong doang], ternyata aku punya kemampuan untuk  menuliskannya. Hehe.

Dan sobs, akhirnya, Selingan Semusim itu, yang sekian lama teronggok, aku lanjutkan hingga kisahnya menjadi lebih menarik dan hidup, sambil tak lupa berusaha penuh menyematkan pesan-pesan moral di dalamnya.


Alhamdulillah, Selingan Semusim itu kini bermuara pada sebuah Novel yang sedang dalam tahap processing. Untuk menyempurnakannya, tentu aku juga mengundang beberapa sahabat untuk memberikan endorsementnya pada novel perdana ini. Dan pada postingan berikutnya [sekalian promo, ehm!], aku akan tampilkan satu persatu endorsement yang telah diberikan oleh para sahabat tercinta. Ditunggu ya sobs!

Well, berhubung bunda tercinta ingin dianterin oleh putri semata wayangnya ini, maka postingan kali ini aku akhiri sampai disini dulu ya sobs... ntar dilanjut lagi, ok?

To all of you, have a very great day, hope your weekend will be filled by joys and happiness yaaa!

Saleum,
Al, Banda Aceh, 29 December 2012




Read More
/ /
pinjem dari sini
Allah menganugerahiku sebuah otak yang selalu saja dipenuhi ribuan ide. Ide-ide ini berkecamuk membuat perasaanku selalu exciting. Tak sabar ingin segera menyalurkan satu persatu ide yang berderet dan terkadang berdesakan untuk menghambur keluar. Hadooooh!

Terkadang aku pusing, karena ide-ide itu tak sabar dan membuat kericuhan. Berdesakan, saling mendobrak dan saling mendominasi. Seperti hari ini, sebuah things to do, sebagai guidance untuk hal-hal yang harus aku lakukan telah terpatri rapi di layar macsy. 

  1. Review Novel Selingan Semusim, sebelum naik cetak
  2. Review Profile Taki Foundation untuk penyempurnaan.
  3. Pelajari info tentang Human Securities dan beberapa bab tentang Project Cycle Management
  4. Lanjutan cerita bersambung Lusina
  5. Artikel untuk Virtual Corner
Dan semua ini berdesakan, rebutan bagai anak-anak yang kelaparan dan rebutan makanan. Membuatku pusing tapi juga exciting. Akhirnya kubentang semua halamannya di layar macsy. Bekerja serabutan [seperti biasanya], multi task! Tenggelam dalam kelima halaman yang terbuka, membuka jendela-jendela kecil di dalam benakku, memasukkan informasinya satu demi satu, hingga kemudian, sebuah telefon masuk.

Dari seorang sahabat karib yang baru saja memasuki kota Bandung. Sebuah surprise yang mengasyikkan. Minta ditemani jalan-jalan dan hunting ke FO. Asyik! Sekalian deh ntar aku ajak ke Pasar Baru, mau cari handbag untuk ibunda tercinta. Kan aku mau mudik Kamis nanti. :)

Well sobs, Informasi yang tidak begitu penting ini aku tutup sampai disini dulu yaaa... dan to my open pages, yang terhampar tak berdaya, nanti aku lanjut lagi yaaa, cu soon! 

Selamat berhari libur sobats, dan bagi sobat kristiani yang sedang merayakan hari special ini, selamat berbahagia yaaa....wish u all the best!

Saleum,
Al, Bandung, 25 Dec 2012



Read More
/ /
Mungkin topik ini sudah banyak diketahui oleh masyarakat luas, namun menemukan kembali berkas ini  di dalam folder, membuatku ingin mengabadikannya di halaman maya ini. Bagi yang sudah paham dan hapal benar, monggo diabaikan ya sobs. Bagi yang masih memerlukannya, semoga bermanfaat. Artikel ini pernah kami pergunakan dalam pelatihan untuk staff sosialisasi di Dinas Kebersihan 13 Kabupaten/Kota di Aceh dan Nias.

Masih ingat dengan iklan air mineral merk Aqua? Dimana para penggunanya, seorang ayah dengan dua anak, merusak [dengan cara memutar badan botol aqua tersebut], baru kemudian membuangnya? Herankah kita mengapa dia melakukan itu? Botol bagus-bagus gitu kok dirusak ya?

Itu adalah salah satu cara menghindarkan si botol dipergunakan kembali. Karena botol jenis ini, sangat tidak dianjurkan untuk menggunakannya kembali, misalnya untuk mengisi air minum, jus, atau apapun bahan makanan cair lainnya. Botol sejenis ini, termasuk kedalam PETE atau PET [Polyethylene Terephthalate].

Botol yang bertanda seperti ini atau hanya bertuliskan angka di bawah botolnya bisa dijumpai dalam bentuk botol air mineral, botol jus dan hampir semua botol minuman lainnya. Umumnya terlihat jernih/transparant/tembus pandang.

Untuk diingat, biasakan menggunakan botol jenis ini hanya untuk satu atau dua kali pemakaian saja, dan yang paling harus diingat adalah bahwa penggunaan botol ini untuk mengisi air panas akan mengakibatkan terjadinya lapisan polimer pada botol tersebut meleleh, dan akan mengeluarkan zat karsinogen [dapat menyebabakan kanker] dalam jangka panjang. 

Ingat untuk tidak mengkonsumsi air mineral atau liquid lainnya dari dalam botol jenis 1 [PETE/PET] ini yang telah terpapar sinar matahari. Karena reaksi yang sama akan terjadi, yaitu pelepasan polimer menjadi monomer-monomer disertai timbulnya zat karsinogen yang akan membahayakan kesehatan.

Hal yang sama juga berlaku untuk wadah steoroform, jadi perhatikan untuk tidak menampung makanan panas di dalamnya.

Untuk jenis lainnya, dapat dilihat pada link berikut ini ya sobs....


Saleum,
Al, Bandung 25 Dec 2012


Read More
/ /
Penunjuk waktu telah berada diposisi 00.32 wib kala sebuah nada PING di blackberryku berbunyi nyaring. Keasyikan menata letak naskah novel ke dalam InDesign software pun terganggu. Huft, siapa sih tengah malam begini berani nge PING aku? Ga tau apa ini udah tengah malam, malah udah masuk dini hari? Huft, berani-beraninya!

Kuraih Ory [blackberryku] yang tergeletak manja, membuka layarnya dan Masyaallah.... Intan!
Putri tercinta ini tiada henti memberikan kejutan.









dan beberapa conversation lanjutannya.

Intan Faradila, putri tercinta yang di rumah biasa kami panggil Dila, dan di sekolah atau lingkungan luar rumah akrab disapa Intan, memang selalu penuh kejutan. Dan malam ini, kehadirannya di tengah malam, bahkan menjelang dini hari, bagaikan secercah cahaya di tengah gulita.

Sapaan dan ucapan indah yang menyejukkan hati darinya sungguh membuatku bahagia. Dan aku langsung kangen Ibuku, yang kuyakin saat ini pasti sedang tertidur lelap. Harusnya aku belajar dari putriku, yang selalu saja bisa mengingat hari-hari penting ibunya. Makasih ya nak sudah mengajarkan Umi, untuk segera mengucapkan terima kasih dan sujud bakti pada mami [panggilan untuk nenek dalam bahasa Aceh]. Besok pagi Umi akan sms mami untuk ucapkan selamat hari ibu, dan berterima kasih padanya. 

Ok sayang, sekarang kita tidur dulu ya, sesuai pinta Anak Umi, alarm sudah Umi setel, will be ringing on 1.30 am and will wake up to wake you up. Ntar kalo alarm Ory udah bunyi, Umi akan bangun untuk membangunkan Dila yaa.... nah, sekarang bobok yuk.... Eits, baca doa duluuu.... :)

Well sobs, tak terasa, hari ini kita sudah berada di hari ke 22 bulan Desember 2012. Sebuah hari yang dinobatkan sebagai hari ibu. Walau setiap hari kita sudah selayaknya berterima kasih kepada seorang wanita bernama ibu, yang telah melahirkan kita ke muka bumi ini, maka 

adalah sudah sepantasnya pula, jika hari ini, 
secara khusus kita mempersembahkan 
penghormatan, penghargaan dan doa baginya, 
agar senantiasa dirahmati, diberkahi dan 
selalu dinaungi oleh sang Pemberi Kehidupan, Lillahi Taala. 
Amin.

Selamat tidur sobats, dan untuk para wanita, selamat hari ibu! 
Yuk semangat dan terus berkarya dalam setiap langkah kehidupan. 

Teruntuk Umiku tercinta,
Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan, kesabaran dan 
kelapangan hati bagi Umi, dalam menghadapi cobaan ini....
Semoga Allah selalu menaungi setiap langkah Umi, juga ayah pastinya. 
Trima kasih atas segala pengorbanan, kasih sayang dan cinta yang tak kenal pamrih.
Love U so Much Mom [and Dad], as always!

Saleum,
Al, Bandung, 22 Desember 2012

Note: 
Teruntuk Anak Umi,
makasih ya nak, Umi jadi ada postingan deh hari ini, hehe. 

Read More
/ /
Lagi asyik bekerja di lembaran InDesign, eh sebuah notifikasi muncul di sudut kanan macsy. Idah Cheris sent you a message. Kursor pun berpindah tempat, ke fb dan ta daaa!


Wah, ngadain GA! duh sempat ga yaaa? 
Enaknya kategori mana ya? Pandangan Pertama atau Review? Kayaknya lebih ringkes kategori satu deh. 

Baiklah Idah cantik, sebelum terlupa, yuk aku mulai sekarang aja deh, hitung-hitung melarikan diri sejenak dari halaman inDesign yang sebenarnya begitu menarik minat. 

Bicara tentang Pandangan pertama, bagiku sebenarnya biasa-biasa aja sih sobs! Tak banyak kesan yang tercipta atau terserap olehku setiap berkenalan dengan seseorang atau sebuah benda. Apalagi untuk jatuh cinta, aku bukan termasuk wanita yang gampang jatuh cinta, apalagi pada pandangan pertama. Biasanya butuh kepastian dan analisa yang lama bagiku untuk mengatakan aku jatuh cinta. Jiaaaah....Baik itu terhadap seseorang maupun terhadap benda. Eh ga dink, untuk benda, aku termasuk konsumtif jika dompet sedang tebal-tebalnya. Haha... Tapi konsumtifnya ga sampai di atas lima jutaan kok. Biasanya sih. 

Nah, sesuai dengan judul di atas, Pandangan Pertama yang ini, Masyaallah, sungguh membuat aku tak bisa melupakannya apa lagi menjauh darinya saat pertama melihatnya! Oh my God! Kok bisa seperti ini yaaa? Aku serasa anak ABG yang fall in love!! Gile bener deh pokoknya. Sebenarnya ga ada niat ku hari itu untuk kesana, tapi karena Bima, si sahabat, begitu ngotot minta ditemani, menyerahlah aku dan kami pun sampai disana, dan sukses membuatku berdebar exciting.

Harusnya kami makan siang dulu baru kesana, jadi aku bisa lebih kuat dalam mengontrol rasa yang tiba-tiba saja menyeruak di dada. Eh kok malah main kesini duluan, dan langsung membuat aku tak lagi bisa menggerakkan kakiku dari sana. Aku terpaku saat melihat dia duduk manis di sudut sana. Masih dalam pakaian lengkap, dengan body yang begitu sexy. Kuterka beratnya cukup ideal untukku. Apalagi mengingat aku orangnya kan mobile banget sobs! Jadi pasti akan klop deh jika berdampingan dengannya. Pasti kami akan menjadi pasangan yang sangat serasi deh. Aku yakin itu!.

Aku sengaja atur jarak kala itu sobs, takut akan semakin tertarik jika terus berdekatan dengannya. Takut aja sih sobs, tampilan dan gayanya yang exclusive itu, pasti menandakan dirinya sangat berharga dan bernilai kan? Makanya aku menjauh aja deh. E alah, ternyata Bima dan Rama, si pemilik tempat yang kami kunjungi, dengan ganjen malah mendekatkan si dia ke aku. Bahkan dengan pede Rama, nekad membuka pakaian yang membungkus rapi tubuh si dia. 

Ih, apa-apaan ini? Ga sopan banget! Aku malah mendekat, hahaha....Tak kuasa menahan diri untuk tidak ikutan menikmati penampilan si dia yang memang begitu menarik. Tubuhnya bagus banget! Wow... dan 'bagian dalamnya' itu lho, kemampuannya, hadoooh! Sungguh menggoyahkan iman. 

Aku terpana. Berdecak kagum. Oh my God, aku harus memilikinya. Aku jatuh cinta padanya saat itu juga. Rencana antisipasi yang telah kusiapkan dari awal, dengan tidak membawa uang cash yang banyak, sama sekali tak menghalangi keinginanku untuk menebus si dia yang rupawan sobs. Apalagi di depan tempat ini, sebuah anjungan atm berdiri kokoh, menantang untuk digesek dan menarik uang. Huft. 

Rama begitu piawai menunjukkan performa si dia, yang memang aku sendiri sudah pernah melihat dan membaca infonya di internet. Melihatnya secara nyata begini, jelas membuat hatiku goyah. Apalagi saat itu, hanya si dia stock satu-satunya. Harus segera diambil nih sebelum diambil orang.

Dan sobs! Baru kali itu aku merasa begitu tertarik dengan sebuah benda. Tak tanggung-tanggung sobs, benda yang dibandroll seharga diatas 12 jiti itu aku tebus dengan mengandalkan debit BCA yang menemaniku saat itu. 

Dan sukses membuat Intan menjerit kagum saat kutunjukkan benda mungil yang kubawa pulang itu. 

"Ih Umi enak banget, beli Macbook, Intan mau donk mi....!" Aku hanya bisa nyengir mendengar pemintaannya. Duh nak... ini aja dompet umi udah koyak sayang.... hiks...

"Nanti ya nak... Insyaallah kita beli jika udah ada rezeki dan saat kamu pantas memilikinya. Sekarang pake dulu lenovonya, think pad juga keren dan bagus performanya kok! Cukuplah untuk Intan, kan masih SMU. Nanti kalo udah waktunya kita beli, ok? Untuk sementara, kalo umi ga pake, boleh kok dicoba, asaaaaal.... ga boleh ngotorin tubuhnya!"

Intan tertawa dan ga berani menggunakan si mungil, Macbook Air yang kuberi nama Macsy itu, berlama-lama. Dia cukup tau, bahwa aku akan sangat cerewet jika benda-benda kesayanganku terkotori apalagi rusak. 

Tak terasa, Macsy sudah setahun lebih bersamaku. Dan seperti dugaanku, Macsy memang pasangan yang klop untukku. Berat dan slim tubuhnya cukup ideal untuk masuk ke dalam tas sandang yang biasa aku jinjing atau selempangkan saat bepergian. 

Dan aku sungguh melanggar aturan yang aku tetapkan untuk diriku sendiri, bahwa aku tidak akan menggunakan laptop pribadi untuk bekerja, karena begitulah peraturannya. Kantor menyediakan peralatan kerja [termasuk laptop] untuk stafnya. Tapi mengenal Macsy, membuatku melanggar aturan itu, dan beberapa kolega lain di kantorku yang lama, mengikuti jejakku setelah itu. Mengembalikan laptop kantor dan beralih ke benda besutan apple itu. 

Macsy memang telah banyak banget berjasa bagiku. Laporan, postingan dan berbagai pekerjaan ketak ketik lainnya mengalir lancar diatas tubuhnya. Terima kasih Macsy. I am fall in love with u at the first sight! Haha.

Postingan ini diikutsertakan dalam


Read More
/ /
minjem dari sini
Met pagi sobats semua...
Hope that you are also in excellent health yaaaa....

Hm.. tak terasa, kesibukan yang begitu menyita waktu, membuat my virtual corner ini sedikit berdebu. Padahal baru berapa hari lho ga di update. Inginnya sih update setiap hari, tapi apa daya sobs... teringat akan tanggung jawab terhadap blog lain yang telah 'terlanjur' dilahirkan, maka waktu pun harus dibagi. Walau terasa masih belum bisa bersikap adil terhadap kesemuanya, but will try my best!

Dan pagi ini? Hehe, aku belum punya postingan berarti nih untuk my virtual corner. Sebenarnya udah niat untuk mengabadikan beberapa ilmu tentang pengelolaan sampah [maklum sobs, beberapa tahun berkecimpung dalam waste management project] ke dalam blog ini sih. Tapi ya gitu deh, waktunya belum ada euy.

Materinya ga berat-berat kok [ingat seorang sahabat yang pernah mengklaim bahwa materi di blog ini terkesan berat]. Hanya materi sederhana yang bisa jadi bahan dalam meluaskan wawasan dalam rangka melindungi bumi. :)

Tapi kita tidak akan bahas tentang itu sekarang ya sobs... kali ini hanya mengabadikan beberapa quote yang dihasilkan secara tanpa sengaja oleh jari jemariku, yang menari lincah di atas keyboard, berkolaborasi apik dengan benak yang menyimpan aneka ide, saat diriku menugaskan pikiranku untuk bikin postingan di blog Episode Kehidupan milikku. Iya donk, masak udah ngelahirin blogs ga ditanggung jawabin??? Harus tanggung jawab donk!

Maka, sambil menanti sang awan berhenti mencurahkan hujan, aku pun memulai paragrafnya. Namanya fiksi, jadi aku bebas donk mengarangnya? hihi. Tema yang ingin aku kesankan adalah tentang semangat, optimistisme dan rasa syukur.

Akhirnya, tercipta juga beberapa kalimat penyemangat yang menurutku sih begitu menyemangati, dan karena quotenya adalah bikinan sendiri, maka aku ingin mengabadikannya disini sobs...  mau ikut baca? Sok atuh...

Kamu marah pada matahari hanya karena dia bersinar begitu terik? Atau menyalahkan hujan yang tak lagi selaras dengan awan? Come to me, I will show you that there is no one should be blame!

Banyak orang menangis karena merasa malang, tak sadarkah mereka bahwa di luar mereka masih banyak yang jauh lebih malang? Kamu merasa hidupmu tak berarti? come to me, I will help you to make it valuable.

Si buta tak pernah menangis karena tak bisa melihat cahaya, dan si tuli tak menangis karena tak bisa mendengar nada. Mengapa kamu menangis hanya karena sakit kepala? Come to me, let us see the world differently!

Jangan bersedih karena hari hujan, percayalah hujan itu berkah. Jangan menangis karena kamu gagal, percayalah bahwa gagal adalah sebuah step untuk penguatan dirimu. Kamu gagal dan putus asa? Come to me, let us find out the way to succes!

Diam! Kamu tak berhak menghakimi TuhanMu, karena apa pun yang diberikanNya untukmu, itu adalah yang terbaik bagimu! Tak Percaya? Come to me, let me tell you the fact!

Kata siapa hidup ini tidak indah? Berani bertaruh? Atau hidupmu tidak indah? come to me, let me draw and paint it. 

Penasaran akan keseluruhan fiksinya? yuk baca full versionnya disini yuk.......

Read More
/ /
Beuh.... macam mana pula itu? Menabung kok di bank sampah?

Membicarakan sampah memang tak akan ada habisnya. Karena sampah telah menjadi permasalahan bagi manusia sejak si manusia lahir sampai kembali ke alam lain. Bener kan sobs? Namun ada hal yang telah berubah terhadap benda padat yang dianggap sebagai sumber masalah ini.

Jika dulu, orang melihat sampah itu adalah sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia/atau proses alam yang berbentuk padat [Undang-undang No. 18 tahun 2008], maka kini, dalam paradigma berikutnya, sampah diartikan sebagai potensi sumberdaya yang dapat dimanfaatkan sehingga mempunyai nilai tambah, sebagai produk daur ulang maupun produk baru dan diharapkan dapat menghasilkan pendapatan.

Perubahan paradigma ini, jelas telah membuka mata dan cara pandang masyarakat dalam memperlakukan si benda padat terbuang tadi [sampah]. Apalagi dengan sosialisasi demi sosialisasi yang dilakukan baik oleh dinas terkait [dinas kebersihan] masing-masing daerah maupun organisasi-organisasi yang bergerak di bidang pengelolaan sampah, maupun pihak swasta ataupun sektor terkait lainnya, maka terlihat geliat penuh semangat dalam tata cara memperlakukan sampah ini. Sampah tidak lagi diperlakukan sebagai benda tak berharga, melainkan diolah sedemikian rupa sehingga bernilai ekonomi bahkan kemudian dapat diberdayakan sebagai sumber penghasilan [penguatan ekonomi keluarga].

"You are never too young to learn about waste management and the earlier you start with separating waste the better it is"

Tidak ada kata terlambat dalam belajar mengelola sampah, dan semakin cepat kita memulainya, dimulai dari memilahnya adalah akan jauh lebih baik. 

Beranjak dari guideline tersebut, UNDP Banda Aceh bekerjasama dengan Dinas Kebersihan Kota Banda Aceh serta sebuah NGO Italia, Terre de hommes, beberapa tahun lalu telah menjalankan  sebuah program bernama School Garbage Banks [Bank Sampah Sekolah].

diambil dari sini
Sekolah-sekolah pun menyambut baik program ini, memperkenalkan program ini kepada para murid, yang kemudian menjadi duta-duta kebersihan, yang akan menyebarkan pengetahuan ini kepada keluarganya [terutama] dan masyarakat sekitarnya.

Kita tentu percaya, bahwa mengajarkan anak-anak [para murid] akan lebih efektif daripada menanamkan pelajaran ini pada manusia dewasa, yang sehari-harinya dipusingkan oleh berbagai urusan tetek bengek keperluan rumah tangga dan finansial. Kita seakan menginstall sebuah program pada si murid, yang nanti akan berfungsi mengingatkan orang tua, kakak dan adiknya di rumah, untuk berprilaku sadar sampah. Untuk memperlakukan sampah sebagaimana mestinya.

Dengan bank sampah, anak-anak diajarkan untuk memilah sampah anorganik berdasarkan jenis nya [botol aqua, botol kaca, kertas atau karton, plastik, dan lainnya]. Setiap hari, anak-anak akan membawa sampah-sampah kering tersebut dan ditabung di bank sampah di sekolahnya, dan sebagaimana menabung di bank lainnya, maka tabungan ini akan dicatat di buku [rekening] catatan bank sampah, dan setelah mencapai angka/nilai tertentu, si murid boleh menarik uang dari hasil tabungan sampahnya. Cara ini tentu akan sangat efektif, selain menanamkan kedisiplinan dan kepedulian kebersihan, si anak juga jadi mengerti bahwa sampah itu juga dapat diberdayakan.


Selain mengajarkan prakteknya, anak-anak dan para guru juga dibekali pengetahuan [training] tentang cara-cara memilah sampah itu sendiri, serta pembekalan tentang beberapa hal penting menyangkut sosialisasi pengolahan sampah yang baik dan benar, sehingga diharapkan agar duta-duta kebersihan ini akan mampu menyebarkan informasi ini kepada masyarakat di sekitarnya [keluarga dan handai tolan].

Program kerjasama ini telah selesai, semoga setiap sekolah dapat melanjutkan kerja baik ini untuk seterusnya, semoga kebersihan semakin terjaga, dan kesadaran dan kepedulian tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, akan terus terpatri rapi dan diimplementasikan dalam langkah kehidupan.



Read More
/ /
Setahun yang lalu, aku begitu bangga dengan jelinya penglihatanku. Gimana ngga? diusia gandengan antara angka 4 dan 1 itu, aku masih belum membutuhkan alat bantu untuk memperjelas penglihatan, terutama dalam hal membaca. Bahkan untuk memasukkan benang ke dalam jarum yang halus itu pun, aku masih bisa melakukannya dengan baik, tanpa bantuan Intan atau pun kaca mata.

Sementara beberapa teman, bahkan yang jauh lebih muda, sudah harus menggunakan kaca mata baca atau soft lens untuk membantu kelancaran mereka menulis dan membaca maupun beraktifitas lainnya. Aku sangat bersyukur akan anugerah ini. Harusnya sih berusaha menjaganya dengan baik, misalnya dengan memberi jeda setiap sekian waktu dari tatapan terhadap layar monitor laptop, atau tidak menonton televisi terlalu dekat. Atau tidak membaca buku sambil tiduran, dan lain sebagainya.

Namun ya gitu deh, teori tetaplah teori, soal praktek ya lain cerita. hihi. Hingga suatu hari, aku merasa mataku begitu perih, dan kok ga jelas gitu melihat deretan huruf-huruf yang berjejer rapi di lembaran sebuah buku. Gawat! Kucoba menjauhkan jarak baca. Bener seperti yang aku duga. Kenyataan ini akan datang juga. Umur tak bisa menipu sobs! Haha....
Sedih banget mendapati kenyataan ini, aku butuh kaca mata! Kaca mata plus pula! Huft!

Tak ada pilihan lain, aku harus ke optik dan request kaca mata. Dan sejak itu sobs, aku tak bisa jauh darinya! Hiks... Umur memang tak bisa dikelabui yaaa...? hihi

Hari ini, aku dengan santai melenggang meninggalkan kosan, menyetop angkot yang biasa membawaku ke kantor. Hati riang karena yakin semua peralatan kerja sudah masuk dan duduk rapi di dalam tas. Sesampai dikantor juga, hati ini masih riang. Buka tas, keluarkan laptop, kabel adaptor, tablet, handphone dan segala peralatan kerja lainnya. Tapi si merah maroon itu kemana? Duh! Aku ingat, aku membawanya ke tempat tidur tadi malam, membaca buku, dan saking ngantuknya, aku hanya meletakkannya di sisiku, dekat bantal dan hingga kini pasti masih tergolek disana.

Ampun deh, hari ini aku benar-benar kesulitan dan tidak nyaman untuk melaksanakan aktifitas, mana orderan si Boss udah deadline pulak. Hadeuuuw!

Ya udah deh, daripada galau, mending bikin postingan ini aja dulu ah, sambil sarapan dan semoga kemudian mataku akan terbiasa untuk suasana hari ini.

Kerjasama yang baik yuk my lovely eyes! Janji, besok aku tak akan melupakan si merah maroon. Akan kupastikan dia ada untuk membuat dirimu nyaman membantuku bekerja, ok mataku sayang?

I need you my glasses!

curhatan sedikit galau karena ketinggalan kacamata. :)

Saleum, 
Al, Bandung 14 Dec 2012
Read More
/ /
Tak ada yang bisa memungkiri bahwa hidup itu punya aneka rasa. Ibaratnya permen nano-nano, maka kehidupan juga memiliki aneka rasa itu. Manis, Asin, Asam dan pahit hadir silih berganti. Namun kali ini, aku hanya ingin cerita yang manis-manis saja. Dari sekian banyak kisah manis yang telah melingkupi kehidupanku, kisah ini lah yang ingin aku torehkan di dalam diary online ini, agar abadi dan menjadi kenangan bagi para tokoh yang pernah hadir mengisi hari-hari indah ini.

Ok, yuk kita mulai...

14 belas bulan bekerja di enam desa yang terletak di kecamatan Leupung, Aceh Besar, membuat kami [aku dan timku] cukup akrab dengan semua penduduk di desa-desa ini. Hal itu juga yang membersitkan keinginan di hatiku untuk mengadakan sebuah farewell party/pesta perpisahan dengan mereka melalui sebuah cara yang mengesankan. Aku dan tim berembuk, gerangan apa yang kira-kira menarik untuk kami lakukan. Lalu moment new year yang akan segera menjelang pun menjadi salah satu alternatif untuk mengadakan acara ini. Jadi sambut tahun baru sekalian say good bye bagi project kami yang akan segera rampung. 

Memang sih, sambut tahun baru Masehi bukanlah hal yang dirayakan secara gegap gempita di Aceh, apalagi saat-saat sebelum tsunami, wilayah ini kental sekali dengan konflik dan diberlakukan sebagai DOM [Daerah Operasi Militer]. Tsunami memang mengubah segalanya, namun tak berarti perayaan tahun baru di desa-desa akan semeriah di kota-kota besar. Jadi ide yang kami lempar untuk meraih hati para penduduk desa ini adalah murni KEBERSAMAAN DAN KENANGAN, hanya momentnya bertepatan dengan hari libur tahun baru. 

Sebuah email balasan dari pak Boss, Salvador yang saat itu masih berada di Portland pun bersambut. Hangat dan antusias. 

I trust you all there. Do the best for them because we are here to support and help them towards a better life! Saya mengandalkan kalian semua untuk melakukan yang terbaik. Untuk itulah kita ada disini, mendukung dan menolong mereka bangkit ke arah yang lebih baik.

Koordinasi dengan kepala desa dan pihak terkait seperti kepolisian dan koramil setempat segera kami lakukan. Semua menyambut baik rencana ini. Ya, kami merencanakan untuk camping di desa mereka yang begitu indah dan damai. Desa Pulot, terletak di pinggir pantai, dengan pasir putihnya yang meneduhkan. Di tambah dengan air lautnya yang membiru, duh, indah nian....

Sayangnya, tepian laut ini tidak akan lagi diperbolehkan menjadi pedesaan. Artinya, warga desa ini akan dipindahkan ke area lain yang lebih aman, mengingat bibir pantai ini rentan terhadap abrasi. Oya, Kecamatan ini dulunya memiliki populasi sebanyak 17 ribu jiwa, namun kemudian tsunami menewaskan dan melenyapkan 15 ribu jiwa penduduknya. Tinggallah 2 ribu penduduk saja di kecamatan ini, tersebar di enam desanya.

Para ibu menyambut antusias rencana ini. Para bapak dan pemuda pun sibuk mencari ikan untuk dibakar di malam harinya. Anak-anak terlihat gembira. Tak lupa, aku juga mengajak Intan dan ayahnya [saat itu aku dan ayahnya masih bersama] untuk bergabung dalam camping ini. Beberapa kolegaku juga membawa keluarganya. Belum dimulai saja udah terasa begitu indah lho sobs!

Mendirikan tenda, menyiangi ikan, menanak nasi, berlarian di tepi pantai, semua dilakukan dengan ceria dan penuh canda. Aku dan teman-teman benar-benar merasakan kebahagiaan tiada tara melihat senyum indah terukir di bibir setiap orang. 

Intan enjoy banget dipangku Sara... :)
Ini masih belum seberapa lho ikannya, masih banyak lagi menyusul... :D
saatnya bersantap! Nyam...nyam!
Ludes dalam sekejab!
Malam yang begitu mengesankan. Tak hanya bersantap bersama, tapi kami juga menghabiskan sedikit waktu untuk saling bertukar pikiran tentang program yang telah kami jalankan di desa mereka, walau dalam diskusi informal. Kami sengaja menggunakan kesempatan rileks ini untuk mencari masukan-masukan dari mereka. Dan Alhamdulillah, mereka dengan santai dan terbuka mengungkapkan apa yang mereka rasakan, harapan dan keinginan ke depan, setelah kami pergi dan tinggalkan desa ini nanti. 


Adalah sebuah keindahan bagi kami, bisa bermalam bersama dengan para penduduk desa ini. Dua buah tenda besar memang telah kami siapkan. Satu tenda untuk wanita dan satu tenda untuk prianya. 

Tak hanya sampai disitu saja kebersamaan itu sobs, keesokan harinya, setelah menikmati indahnya matahari pagi di bibir pantai, kami pun melanjutkan piknik bersama ke sebuah air terjun yang berada di kabupaten Lhong Raya. Sekitar 2 jam perjalanan dari desa itu. 

Dan betapa kegembiraan tiada tara itu memenuhi relung hati, tak dapat diungkap dengan kata. Let's the pictures show more yuk...

Menikmati mentari pagi yang bersinar cerah....

Sesaat setelah tiba di lokasi air terjun. Yang tiduran itu adalah Sara Nalder, yang pernah aku posting tentang Nasi Goreng telur mata sapi itu lho!


Lompat ga ya? Sara akan memimpin anak-anak ini melompat dari ketinggian. hihi
Merasakan terapi tetesan jarum dari air terjun, asyik banget!
Well sobs, tampaknya foto-foto telah cukup banyak berbicara, semoga kenangan indah ini akan terus abadi di hati kami semua. Teruntuk para kolegaku yang begitu hebat dan penuh ide kreatif, semoga kenangan indah ini tetap memotivasi kita untuk terus berbagi kebaikan di setiap langkah kehidupan yaaaa.... Miss u all guys! Thanks for a great hardworks, thanks for our solid team! 

Kenangan manis untuk Giveaway Manis-Manis

Read More
/ /
Beberapa hari tak berkesempatan update postingan, juga ga sempat main ke rumah maya para sahabat, jelas membuatku kangen! Kangen pada rumah maya tercinta ini, juga kangen pada para sahabat yang begitu setia bermain ke pojok maya ini.

Dan Alhamdulillah, akhirnya siang ini, sambil menikmati sepiring nasi putih hangat, plus rendang dan daun singkong sambal ijo, aku mau cerita tentang trip singkat [tapi jauh banget] by land, dari Bandung ke Semarang. Mungkin beberapa sobats sudah pada tau donk kalo Sabtu-Minggu kemarin aku ke Semarang. ;D

Rencana awal sih ingin berangkat jam 5 pagi, tapi apa daya, hujan gede tadi malam menciptakan rasa dingin yang nikmat banget untuk tetap bertahan dibawah selimut tebal. Apalagi jika berduaan, jadi maleskan sobs untuk berpindah ke lain aktivitas? haha.

Jadinya baru bener-bener start tuh di angka 6.30 wib, dimulai dengan suami yang megang kendali Toyota Hilluxnya. Si pick up gede ituh. Melaju kencang sementara aku melanjutkan tidurku disampingnya. Sempat juga sih mendengar sindirannya, duh... ini sih pindah tidur namanya mi!
Aku pura-pura ga dengar ajah dan lanjutkan tidurku. Baru kubuka lagi mataku saat mobil berhenti, ternyata kami sudah sampai di Sumedang, dan suamiku ingin perkenalkan nikmatnya tahu sumedang padaku.

Kami pun menikmati sarapan 'tahu sumedang' yang ternyata sajiannya hanya digoreng begitu saja, dan dimakan dengan cabe rawit, atau dicocol pada kecap manis yang telah diberi cabe. Hm... ga boleh bilang ga enak, jadi aku bilang hm... enak juga ya mas! haha. Habis kulihat suamiku melahap si tahu dengan nikmatnya. Aku sampai heran, memang sih, tahu sumedang itu enak, lain dari tahu2 yang pernah aku coba, tapi kalo sajiannya hanya seperti ini, biasa banget gitu lho. Ga ada istimewanya! Tapi demi menyenangkan hatinya, kurelakan kalimatku tadi, hm...enak juga ya mas!

Selesai menyantap 15 potong tahu sumedang [berdua, porsiku mungkin 6 dan dia 9 potong], dua gelas teh manis hangat, kami pun melanjutkan perjalanan. Masih suamiku yang memandu kendaraan. Aku? Dengan perut kenyang tentu mataku tak hendak terpejam donk. Jadi ya lihat-lihat jalanan. Menarik sih, apalagi saat aku diminta mengambil alih kemudi. Aha! This is what I am waiting for!

Mengemudikan mobil besar adalah salah satu kegemaranku. Rasanya gagah gitu deh. Hehe. Kami ngobrol santai sambil ngebahas Bakrie toll road yang kami lintasi. Sepi banget! Kapan balik modalnya nih pak Bakrie kalo seperti ini? Dan berbagai pokok bahasan lainnya tentang ekonomi, politik dan aneka isue lainnya.. Hingga akhirnya... perjalanan panjang itu mencapai endingnya juga!
Sekitaran jam 4 sore hari, kami menghentikan kendaraan di Hotel Tugu Indah, Ngaliyan, Semarang. Hotel ini adalah rekomendasi dari jeng Noorma, sang pemilik rumah maya Cah Kesesi Ayu tea, yang memang telah menjalin komunikasi denganku sejak dalam perjalanan tadi.


Bukan blogger donk kalo ga KopDar di daerah yang dikunjungi? hihi. That's is also what we did!
Sebenarnya agenda untuk ketemuan dengan Noorma, Aby dan si cantik Noofa telah ada sejak kami [aku, Una, Rie dan Idah] melakukan perjalanan ke Dieng kala itu. Namun apa daya, waktu yang begitu sempit membuat rencana ini terpaksa dikesampingkan. Namun itu tak berarti aku membatalkan rencana toh? and Here I am, here We Are, menunaikan janji. Ketemuan dengan Noorma, Aby dan juga si kecil Noofa. Alhamdulillah.

Sensasi indah saat KopDar, aku yakin pasti akan dimiliki oleh teman-teman blogger lainnya. Rasanya gimanaaaa gitu ya? Takjub dan bahagia sih kalo kata aku. Soalnya kan selama ini kitanya cuma saling sapa di blog, atau chit chat di fb ataupun messenger lainnya. Dan kini? dia telah di depan mata!
Lebih bahagia lagi, ketika aku akhirnya boleh menggendong Noofa! Asyik... tadinya sih aku segan untuk dekat-dekat banget sama Noofa. Bukan apa-apa lho sobs. Aku tuh sedang flu berat, dan kuatir ntar malah nularin ke Noofa, kasiankan? Bisa disalahin deh ntar aku oleh Umi dan Abi nya Noofa. haha. Eh malah Uminya kemudian dengan santai menyodorkan Noofa ke pangkuanku... Asyiiiik.... sambil Bismillah dalam hati, semoga ga nular ya sayang, aku pun langsung deh gendong Noofa.

Seperti yang telah diposting di rumah maya jeng Noorma, kami memang memilih cafe SS sebagai tempat untuk saling bercerita, menghabiskan waktu sejenak mengisi acara KopDar perdana ini. Yang tak terasa berjalan begitu cepat. Magrib telah menyapa dan mengingatkan kami untuk segera mengundurkan diri. Apalagi rasa lelah oleh perjalanan panjang tadi begitu mendesak untuk mengambil masa istirahat.

Jadilah kami berpamitan, untuk ga tau pasti kapan bisa ketemuan lagi. Eh ternyata sobs, pagi-pagi, saat Noorma sms, aku kok malah jadi pengen ngajak Noorma dan Noofa ikutan ke acara hajatan itu. Dan Alhamdulillah Noorma dan Noofa diijinkan oleh Aby. Makasih ya mas Aby... :)

Senang banget rasanya bisa ketemuan Noorma dan Noofa lagi. Berempat [aku, Noorma, Noofa dan suamiku] pun meluncur ke Pedurungan, tempat dimana hajatan diselenggarakan. Butuh waktu sekitar 30 menitan aja sih untuk sampai disana. Ga begitu susah lah mencarinya, apalagi dengan mengandalkan GPS yang ada di Laxy. Sip deh. Kami pun sampai di tempat resepsinya Lilis, sohib yang juga adalah adik angkatku. Dan rasanya kok malah seperti berada di suatu tempat asing. Dimana orang-orangnya aku tak mengenalnya. Haha...

Harus legowo dan lapang dada sih saat kedatangan kami tak ada yang ngeh. haha. Apalagi Lilis dan pengantin pria, mama serta papanya juga sedang di atas pelaminan, jadi wajar lah jika kedatangan kami hanya disambut oleh para penerima tamu saja. Kupeluk Lilis penuh kasih dan mendoakan agar rumah tangganya menjadi rumah tangga samara. Lilis menangis dan memintaku untuk make myself at home. Sure. Maka kami pun berdiri sebentar, sepertinya konsep pestanya adalah standing party. Tak banyak kursi untuk duduk. Aku dan Noorma [yang menggendong Noofa] mencari kursi. Kasian Noorma soalnya, kan beranak bayi.

Kami pun makan, tak lama kemudian pamitan. Yang penting udah setor wajah dan panjatkan doa bagi Lilis dan suaminya. Kami pun kemudian melaju. Driving back home, Bandung. Tapi tentu setelah mengantar Noorma dan Noofa terlebih dahulu ke rumah kakaknya Aby. Setelah itu, kamipun langsung pulang. Jadi tujuan utama ke hajatan, hanya dilaksanakan dalam waktu 30an menit, yang lama adalah perjalanan PPnya. sembilan jam pergi dan sembilan jam pulang. Huft. Lelah? sedikit. Bahagia? Yes, pastinya.

Kami sampai Bandung sekitar jam 10an malam, dan langsung tidur deh setelah mandi dan shalat Isya. Apalagi suamiku harus kembali ke KL pagi ini, sementara aku sendiri harus ngantor. And here I am, in the office. Bikin postingan, haha. Kerja juga dunk.

Eh iya, hari ini aku juga menerima sebuah kartu pos dari Jepang lho sobs. Coba tebak, siapa pengirimnya?


Yes, pengirimnya adalah juga bernama Nurma! Nurmayanti Zain si pemilik Kemilau Cahaya Emas yang sedang menuntut ilmu di negeri Sakura. 

Makasih banget lho say atas post cardnya! Glad and happy to receive it! :)
dan Untuk Noorma, Aby dan Noofa, makasih banget untuk ketemuannya yaaaa.... :)

cerita week end,
Al, Bandung, December 10, 2012










Read More
/ /
this pict was sent by a friend to my tagged.com profile
Mentari pagi ini mengintip malu-malu
Awan kelabu menyingkir dan berlalu
Rona langit mulai terang, cerah dan membiru
Duhai engkau yang di seberang sana, taukah kamu aku rindu?

Lima kali sehari kulantun doa
Agar Ilahi senantiasa naungi kamu
Agar gerak dan langkahmu selalu maju
Penuh semangat sambut harimu

Rindu ini semakin menggebu
Untuk kamu yang selalu kurindu
Untuk kamu kulakukan ini
Menjauhimu bukan tuk hindari




Duhai engkau belahan jiwa
Mari melangkah sepenuh hati
Engkau disana aku disini
Kita bekerja sesuai porsi

Duhai engkau permata hati 
Jaga senyum bersihkan hati
Jemput semangat penuhi diri
Jadilah selalu putri kebanggaan umi.

Love you my dear Diamond!
Umi kangen kamu nak….




sepotong rindu dari Bandung

Al, Bandung, 7 Dec 2012


Read More