Archive for June 2012
Menu
/ /

gambar dari mbah Wiki

Sobats… artikel ini benar-benar dirampungkan dalam keadaan yang berpacu dengan waktu. Satu jam lagi menuju detik-detik ditutupnya perhelatan akbar yang digelar oleh kumpulan blogger Makassar dalam rangka menyambut 17 tahun Telkomsel. Ya ampun Al? kemana ajaa? Kok belum kelar juga?
Jangan tanya aku sobs, sungguh, aku tuh selalu saja kesulitan jika ditanya tentang ini. Tentang apa yang menurutku Paling Indonesia. Sulit menjawabnya sobs. Walau hingga kini puluhan bahkan ratusan artikel (mungkin?) telah terdaftar dalam kompetisi bergengsi ini, namun aku sampai saat ini masih saja bingung menentukan apa yang akan aku tulis untuk turut serta dalam kontes yang satu ini.
Iya sih sobs, waktu tak banyak lagi, hanya satu jam ke depan, jika aku memutuskan untuk tetap berpartisipasi, artinya aku harus segera merampungkan artikel ini, ya kan sobs?
Baiklah… tak dapat kita pungkiri, bahwa bumi persada yang dipenuhi oleh berbagai suku bangsa, ragam adat istiadat dan bahasa ini, memang benar-benar Bhinneka Tunggal Ika. Dari Barat hingga ke Timur, semuanya adalah Indonesia. Semua ciri khas yang ada di setiap inci negeri ini, adalah merujuk kepada ciri khas negeri tercinta, Indonesia. Jadi… balik lagi ke kesulitan yang aku hadapi, bahwa sulit sekali memilih apa/mana yang paling Indonesia…..
Melanjutkan semediku sebelumnya, dalam rangka mencari wangsit di belantara dunia maya, berkunjung ke mbah Google di pertapaannya, menyelam ke dalam lautan artikel karya para sahabat blogger yang telah terlebih dahulu menggelar artikelnya di rumah maya mereka…., maka aku memutuskan dan sedikit memaksa diri untuk mengambil judul diatas sebagai sesuatu yang Paling Indonesia.
Yah, Monumen Nasional alias tugu Monas! Itulah pilihanku sobs..
Melihat gambarnya yang gagah menjulang ke angkasa, siapapun di dunia ini akan langsung teringat akan sebuah mutiara di tengah garis Khatulistiwa. Sebuah negeri permai bernama Republik Indonesia. Aku rasa, siapapun akan setuju jika Monumen Nasional yang akrab disapa MONAS ini adalah ciri khas Indonesia. Tak akan ada seorangpun yang berani mengatakan bahwa itu adalah negeri China misalnya, atau Arab Saudi. Melihat gambar tugu Monas, ingatan orang pasti akan langsung lari ke kota Jakarta, alias ibu kota Negara Republik Indonesia.
Sama seperti ketika kita melihat menara Eiffel, otomatis ingatan kita akan lari ke Paris, Perancis, dimana menara indah ini berdiri kokoh. Atau saat kita melihat patung Liberty, tentu ingatan kita akan lari ke United states of America. Begitu juga saat kita melihat menara Pisa, maka tentu Google akan mengatakan bahwa itu adalah milik/ciri Negara Italia, terletak di kota Pisa.
Nah, karena telah membulatkan tekad dan sedikit memaksa diri, karena sebenarnya yang diminta adalah kategori adat istiadat/budaya, wisata alam maupun kuliner, maka berikut ini aku akan sedikit mengulas tentang monumen nasional yang tersohor ini.
Ada yang belum pernah ke Monas? Aku yakin pasti banyak sekali yang akan tunjuk tangan, hehe. Alhamdulillah aku sendiri sudah pernah lho ke Monas. Biarin aja dibilang norak, main kok ke Monas, tapi selaku orang Indonesia, sudah pasti dong aku harus menjejakkan kaki di tugu megah ini, melihat dengan mata kepala sendiri, apa dan bagaimana sih kemegahannya, apalagi mengingat 38 kg dari 50 kg emas yang merupakan lidah api tugu Monas itu adalah sumbangan dari Teuku Markam, salah satu orang terkaya di Aceh kala itu… Wow! Bangga dan haru banget deh rasanya. Maka aku begitu ingin menjejakkan kakiku kesana.. untuk melihat langsung dengan darah muda yang menggelegak. J
Terlepas dari pro dan kontra tentang pendirian tugu setinggi 132 meter ini, khususnya dalam designnya yang merupakan perpaduan antara Yoni dan Lingga, Monas tetap merupakan sebuah monumen kebanggaan bangsa Indonesia, yang didirikan untuk mengenang dan menandai kebesaran perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia yang dikenal dengan revolusi 17 Agustus 1945, serta untuk membangkitkan semangat patriotisme generasi muda sekarang dan yang akan datang.
Rancang bangun tugu fenomenal ini mengambil konsep pasangan universal abadi berupa Lingga dan Yoni. Tugu Obelisk yang menjulang tinggi adalah lingga/phallus, yang melambangkan laki-laki, elemen maskulin yang bersifat aktif dan positif, serta melambangkan siang hari. Sementara pelataran cawan landasan obelisk/tiang adalah Yoni, yang melambangkan perempuan, elemen feminine yang pasif dan negative, serta melambangkan malam hari. Lingga dan Yoni merupakan lambang kesuburan dan kesatuan harmonis yang saling melengkapi sedari masa prasejarah Indonesia. Selain itu, bentuk tugu Monas juga dapat ditafsirkan sebagai sepasang ‘alu’ dan ‘lesung’, alat penumbuk padi yang didapati dalam setiap rumah tangga petani tradisional Indonesia. Dengan demikian rancang bangun Monas penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia.
Monumen ini terdiri atas 117,7 meter obelisk/tiang/pilar di atas landasan persegi setinggi 17 meter. Keseluruhan Monumen ini dilapisi dengan marmer italia. Kolam di Taman Medan Merdeka Utara berukuran 25 x 25 meter dirancang sebagai bagian dari system pendingin udara sekaligus mempercantik penampilan taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.
Pada halaman luar monumen, di setiap sudutnya terdapat relief timbul yang menggambarkan sejarah Indonesia. Dimulai dari sudut Timur laut bercerita tentang kejayaan Nusantara masa lampau; menampilkan sejarah Singasari dan Majapahit, berlanjut pada kronologis searah jarum jam menuju sudut Tenggara, Barat Daya dan Barat Laut, menggambarkan tentang masa penjajahan Belanda, perlawanan rakyat Indonesia dan pahlawan-pahlawan Nasional Indonesia, terbentuknya organisasi modern yang memperjuangkan Indonesia Merdeka, Sumpah Pemuda, Pendudukan Jepang dan Perang dunia II, proklamasi kemerdekaan Indonesia disusul Revolusi Perang Kemerdekaan RI hingga mencapai masa pembangunan Indonesia modern. Relief dan patung-patung ini dibuat dari semen dengan kerangka pipa atau logam, sayang sekali beberapa patung dan arca mulai rontok dan rusak akibat hujan dan cuaca tropis. 
Melangkah ke bagian dasar monumen, sekitar kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah, kita akan menemukan sebuah Museum Sejarah Nasional Indonesia. Yang menyajikan sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah hingga masa Orde Baru, sungguh mengesankan dan sangat layak dikunjungi oleh setiap insan Indonesia dalam rangka mengenang kembali sejarah perjuangan bangsa.
Pada bagian dalam cawan monumen, terdapat Ruang Kemerdekaan berbentuk amphitheater. Ruangan ini dapat dicapai melalui tangga berputar dari pintu sisi utara dan selatan. Pada ruangan ini disimpan symbol kenegaraan dan kemerdekaan Republik Indonesia. Diantaranya adalah naskah aslik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang disimpan dalam kotak kaca di dalam gerbang berlapis emas, lambing Negara Indonesia, peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia berlapis emas, dan bendera merah putih serta dinding yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan RI. Ruang ini juga digunakan sebagai ruang tenang/hening untuk mengheningkan cipta dan bermeditasi dalam mengenang hakikat perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Bagian lain yang tak kalah mengagumkan dari tugu bergengsi ini adalah Pelataran dan Puncak Api Kemerdekaan, yang dapat kita akses melalui pintu sisi selatan. Pelataran puncak ini berukuran 11 x 11 m di ketinggian 115 meter dari permukaan tanah. Elevator/lift berkapasitas 11 orang, tersedia untuk mengangkut para pengunjung mencapai puncak, yang berdaya tampung (di puncak) sekitar 50 orang, serta terdapat teropong untuk melihat panorama seluruh penjuru kota Jakarta.
Pada puncak Monumen terdapat cawan yang menopang nyala lampu perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kg (pada awalnya). Lidah api atau obor ini berukuran tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Lidah api ini adalah simbol semangan juang rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan. Dalam rangka menyambut perayaan kemerdekaan RI yang ke lima puluh tahun, lembaran emas yang 35 kg ini dilapis ulang hingga mencapai berat keseluruhan menjadi 50 kg emas. Puncak tugu berupa api nan tak kunjung padam, bermakna agar bangsa Indonesia senantiasa memiliki semangat yang menyala-nyala dalam berjuang dan tidak pernah surut atau padam sepanjang masa.
Nah sobs, itulah sekilas uraian tentang tugu Nasional kebanggaan bangsa Indonesia ini, semoga kita sebagai generasi penerus bangsa, dapat mengenang kebesaran perjuangan Kemerdekaan bangsa Indonesia, dan komit untuk senantiasa menjaga hasil perjuangan (Kemerdekaan negeri) ini, membawanya ke arah kemajuan yang jauuuh lebih baik di masa yang akan datang. Amin.

Untuk mengenang dan menandai kebesaran perjuangan Kemerdekaan bangsa Indonesia yang dikenal dengan Revolusi 17 Agustus 1945 serta untuk membangkitkan semanggat patriotisme generasi muda sekarang dan yang akan datang, maka dibangunlah suatu tanda peringatan yang bentuk tugu yang Kemudian diberi nama Monumen Nasional.

Tulisan ini diikutkan lomba blog Paling Indonesia 
yang diselenggarakan oleh  Komunitas Blogger Makassar, AngingMammiri.org
 bekerjasama dengan Telkomsel area SUMALPUA [Sulawesi - Maluku - Papua]
dalam rangka ulang tahun ke-17 Telkomsel


http://kumpulan-makalah-dan-artikel.blogspot.com/2012/04/makalah-tentang-monas-monumen-nasional.html

Read More
/ /
Sobats…. Malam ini sebenarnya ingin posting artikel tentang sesuatu yang paling Indonesia (menurut alam fikirku), namun apa daya sobs, artikel yang baru separuh jalan itu terpaksa terbengkalai karena sebuah situasi yang tak dapat dihindari, yang harus aku hadapi di dunia nyata.
Situasi yang membutuhkan daya fikir prima, yang membuatku harus menyingkirkan hal-hal lainnya agar yang satu ini mampu terselesaikan dengan baik dan bijaksana.
Maka malam ini, sebuah sajian yang berasal dari renungan yang dikirim seorang sahabat ke ALaika BB Group, kembali kupilih untuk menyambut kunjungan para sahabat ke rumah maya tercinta ini. Semoga sajian kecil ini mampu menghibur hati dan menjadi bahan renungan berarti bagi sobats semua yaaa….
Bagi yang sudah pernah membacanya, silahkan dilewatkan aja ya sobs….. J
Yuk, langsung ke TKP….
Seorang anak laki-laki enam tahunan menggandeng ibunya pergi ke pet shop. Mereka melihat binatang-binatang peliharaan. Anak ini tertarik pada seekor kura-kura dan dengan penuh antusias menatapnya. Sang kura-kura memasukkan kepala ke cangkangnya, malu. Si anak menjadi penasaran, dan dengan kedua tangannya, diangkatnya kura-kura tersebut, membuat sang kura-kura kini, tak hanya menyembunyikan wajahnya, tapi juga menarik ke empat kakinya ke dalam cangkangnya. Si anak semakin penasaran. Dengan tak sabar digoyang-goyangkannya cangkang kura-kura, berharap kepala dan kaki-kaki sang kura-kura akan keluar. Diketuk-ketuknya cangkang si kura-kura kala sekian lama sang kura-kura masih juga betah bersembunyi.
Melihat perlakuan itu, ibu si anak dengan penuh kasih sayang membujuk anandanya,
“Bukan begitu caranya sayang…. Yuk kita bawa kura-kura itu pulang, nanti di rumah akan ibu ajarkan cara yang benar agar si kura-kura mau bersahabat denganmu.” Dibayarkannya kura-kura itu pada pemilik pet shop, dan mereka pun pulang ke rumah.
Sesampai di rumah, mereka membawa kura-kura tadi ke tepi kolam mereka yang sudah mongering. Si ibu meletakkan kura-kura itu di pinggir kolam yang bermandikan cahaya matahari, dengan sangat hati-hati, seraya berbicara ramah,
“Nah, kura-kura yang manis, ini adalah rumah barumu, ayo keluarkan kepalamu dan nikmati rumah barumu, ayo…. “
Kura-kura pun dengan hati damai, mengeluarkan kepala dan kaki-kakinya. Melihat sekeliling, dan mendekati si anak. Si anak tersenyum senang dan dengan hati bahagia mendengarkan petuah sang bunda…
“Nah, kamu lihat nak? Setiap sesuatu harus dilakukan dengan cara yang sesuai untuknya. Terkadang kita sering memaksakan melakukan sesuatu, dengan cara kita sendiri, tanpa kita berfikir, apakah ini sesuai untuk orang atau benda lainnya? Berikanlah kehangatan dan keramahan, maka ia akan menanggapinya dengan baik.” Ujar sang ibu dengan bijak.

Selamat beristirahat sobats, have a very nice week end!

Saleum,

Alaika

Read More
/ /
Handphone. Siapa sih yang ga mengenal kata yang satu ini? Benda ajaib yang dulu begitu terkesan mahal dan sulit dijangkau, kini tak lagi menjadi benda asing dan sulit diraih oleh segenap lapisan masyarakat Indonesia.
Dewasa ini, ponsel bukan lagi barang mewah (kecuali yang memang berspesifikasi tinggi dengan harga yang selangit itu sih) yang hanya mampu digenggam oleh pejabat tinggi, artis maupun kaum berduit. Benda keren peretas jarak ini, kini telah bisa kita jumpai dalam genggaman siapa saja, pria dan wanita, tua dan muda bahkan anak kecil pun kini telah ber-ponsel ria. Kegunaannya juga tak lagi terbatas pada kebutuhan untuk menelphone atau ber-sms saja. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, maka fungsi sebuah ponsel pun kian meningkat. Innovasi tiada henti yang terus dilakukan menghantarkan ponsel menjadi sebuah alat bantu yang benar-benar mempermudah pekerjaan seseorang.
Jika dulu, untuk mengirim gambar, seseorang harus memindahkan gambarnya dari kamera terlebih dahulu ke laptop/komputernya, baru kemudian meng-attached nya dalam email, baru kirimkan. Maka kini, ponsel dapat menyingkat semua pekerjaan itu, cukup dengan mengaktifkan aplikasi-aplikasi yang tertanam di dalam tubuhnya. Namanya aja smartphone alias ponsel pintar, sudah pasti ponsel canggih ini akan mampu membantu kita melakukan banyak hal. Mulai dari fungsi standard nya (telephone dan sms), MMS hingga ke kemampuan dalam membantu kita untuk berinteraksi dengan dunia maya.
Aku yakin, sebagai perempuan Indonesia (emak-emak) masa kini, kebutuhan kita akan internet adalah hal yang tak dapat lagi kita hindari. Banyak kemudahan yang diberikan oleh internet dalam membantu pekerjaan kita sehari-hari. Bagiku sendiri, internet adalah mitra kerja yang tak terpisahkan. Setiap bulan, aku memerlukan asistensinya dalam membayarkan tagihan-tagihan bulanan, seperti bayar listrik, PDAM, kartu halo, biaya internet, iuran sekolah dan lain sebagainya. Belum lagi dalam membeli tiket jika akan melakukan perjalanan, jasa koneksinya akan sangat aku perlukan. Juga dalam mencari informasi-informasi pendukung pekerjaan, mbah Google dan sumber informasi lainnya adalah hal yang paling wajib aku kunjungi. Belum lagi jika di hari libur, timbul keinginan untuk memasak, aku tinggal lari ke internet untuk browsing aneka resep masakan. Atau jika ingin berkunjung ke suatu wilayah, tinggal lihat maps dari internet juga sebagai penunjuk jalan agar tidak tersesat. Banyak banget deh asistensi yang telah diberikan oleh internet bagi kehidupanku, dan kuyakin juga bagi kehidupan para perempuan Indonesia (emak-emak) yang kini kian melek teknologi.
Dulu…. Internet, hanya dapat kita lakukan melalui koneksi via PC atau laptop. Jika pun via ponsel, itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Semakin canggih sebuah peralatan, akan semakin tinggi pula harganya. Ada rupa ada harga, begitu kata orang-orang. Ungkapan ini sering menyurutkan keinginan kita untuk mempersunting si pintar tadi. Apalagi bagi kita kaum perempuan nih sobs, emak-emak, yang jeli dan pelit (namanya aja manager keuangan keluarga kan?) dalam mengatur budget bulanan, jelas akan berfikir panjang untuk meraih si pintar ini ke dalam genggaman. Akal sehat seorang emak pasti akan memutuskan “ah ntar aja deh kalo ada duit lebih baru beli, mahaaaal. Emang sih, ponsel pintar itu sangat saya butuhkan, tapi harganya itu lho! Belum sanggup.” Lalu impian untuk menggenggam si pintar pun terbenam dalam impian entah sampai kapan.
Image ‘Semakin smart sebuah hape, tentu akan semakin mahal mahar untuk menebusnya’ terus saja terpatri hingga beberapa masa ke belakang. Namun kini sobs? Syukur Alhamdulilah… Innovasi tiada henti yang dilakukan oleh Nokia, menghadirkan sebuah ponsel cantik nan imut bertajuk Nokia Asha 202. Designnya bener-bener pas untuk para wanita lho sobs! Dan jangan pernah beranggapan bahwa bentuknya yang imut akan membatasi kecanggihan si mungil ini dalam meng-asistensi penggunanya dalam banyak hal lho! 
Nokia Asha 202 Red

Nokia Asha 202 Black
Si mungil nan cantik ini dibenamkan teknologi/fitur fitur ciamik seperti dual simcard/on GSM, teknologi layar sentuh dan keypad, kamera dengan resolusi 2 MP dan aplikasi berselancar di dunia maya, sehingga kehadirannya akan mampu mewujudkan impian para emak (perempuan) Indonesia yang ingin memiliki ponsel pintar dengan budget terbatas.
Jadi menurut saya nih sobs, inilah saat yang tepat untuk mewujudkan impian. Menggenggam si pintar, menjadikannya asisten terbaik tanpa harus mengorbankan kebutuhan bulanan kita. Apalagi sekarang ini, simungil nan pintar ini sedang dipersandingkan alias dibundling dengan provider kawakan negeri ini, berbendera Indosat. Pada kenal Indosat kan sobs?
 Apa saja kah benefit dari paket Hebat Keluarga ini? Yuk kita lihat pada gambar berikut:

sumber gambar dari sini
Nah sobats, banyak sekali ternyata keuntungan/benefit yang ditawarkan oleh paket hebat keluarga ini... Saatnya menjadi lebih bijak dalam menilai dan cerdas dalam memilih ponsel yang pas dan smart bagi perempuan Indonesia.


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes “Ponsel Pintar untuk Perempuan Indonesia” yang diselenggarakan oleh EmakBlogger




Read More
/ /
Met malam sobats semua... Maaf banget belum bisa bersilaturrahmi secara intens nih ke rumah maya para sahabat... Maklum sobs, sedang sedikit sibuk dengan project kehidupan di dunia nyata nih..

But... Tak berarti malam ini aku tak bisa menyajikan sebuah sambuutan segar bagi kedatangan para sahabat ke my virtual corner lho...

Walau bukan karya sendiri, kuyakin sajian segar nan kocak ini akan mampu menyunggingkan senyum bahkan ledak tawa dari bibir sobats deh...

Bagi yang sudah pernah membacanya, senyum sedikit juga ga akan rugi lho! Yuk cekidot..

Seorang Pejabat di undang untuk membuka Pameran Lukisan, tetapi sesampainya di tempat Pameran si Pejabat lupa pake kacamata....

Pejabat : Ajudan, saya lupa bawa kacamata...!
Ajudan : Siap Pak!, tenang saja nanti saya bantu.

Singkat cerita, selesai gunting pita si Pejabat jalan2 melihat lukisan...(Sambil diikuti oleh rombongan dan para hadirin).

Pada lukisan pertama,

Pejabat : Wah indah sekali lukisan Ikan ini.. Cantik.
Ajudan : Pak, itu Buaya...
Pejabat : Ya, saking cantiknya buaya ini kelihatan seperti ikan (sambil ngeles....)

Lukisan Kedua,
Pejabat : Nah, Lukisan ini kalo diliat Ibu Megawati, pasti dibelinya... Banteng...
Ajudan : Pak, itu Gajah...
Pejabat : Owh, karena gadingnya kayak Banteng.. (Ngeles lagi..)

Akhirnya si Pejabat melihat lukisan laen...
Pejabat : Nah, dari sekian banyak lukisan yang ada disini Saya paling suka sama lukisan Simpanse ini. Kelihatan hidup... Saya mau membelinya...

Ajudan : Pak, itu cermin pak... Cermin..!!

Hihihihi..., Met malam sobats semua..

Saleum,
Alaika
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Read More
/ /

Halo sobats tercinta... Lagi apa nih di Minggu siang yang panas ini? (Nunjuk diri sendiri yang kamar kostnya ga ber AC)..

Ga bisa tidur siang? Yuk kita ngakak dulu yuk. Ada joke kocak nih, dapet dari teman di Alaika BB Group. Bagi yang udah ngakak duluan, pasti masih akan senyum-senyum lagi deh ngebaca joke yang satu ini.
Yuk, cekidot...
Si Mul masuk ke salon mewah untuk pertama kalinya. Karena biasa potong rambut di bawah pohon asem, dia gak tau prosedur disana. Menghadapi sambutan para staf salon, ia khawatir dirinya ntar kehilangan muka, maka ia pun nurut saja biar gak dikira blo'on.
"Mas..cuci rambut dulu ya"
"Oke." Jawab Mul mantap
Sehabis cuci rambut, pemangkas mengusulkan: "si Mas mau creambath?"
"Ok." Mantab jawaban Mul.
"Eh mas rambutnya ada yang sudah putih, bagaimana kalo disemir aja biar jadi hitam?"
"Oke!" Kata Mul.
Sesudah rambut Mul disemir hitam, si pemangkas bertanya lebih lanjut:
"Nah sekarang sudah keren. Mau dipotong rambut model apa Mas?"
Mul: "Anu...sebenarnya..saya mau cukur gundul!,"

Wkwkwkwk... Met siang dan met berhari Minggu ya sobs!

Saleum,
Alaika
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Read More
/ /


gambar diambil dari sini


Mimpi indah itu terputus oleh deringan alarm yang terpasang nyaring di smartphoneku. Ih, bener-bener nih alarm ini ya! Mengganggu ajaaaa! Kuraih dia dengan mata terpejam, berharap mimpi sedang duduk di ayunan sambil diayun perlahan dapat berlanjut. Kubuka sedikit mataku saat smartphone itu tergenggam di tangan, mencari opsi dismiss dan menekannya perlahan. Deringan nyaring itupun terdiam seketika, dan kulanjutkan merapatkan kedua mata seraya berharap mimpi indah nan syahdu itu akan berlanjut.
Subhanallah ya Allah, baru saja Engkau kirim aku ke masa lampau.. Masa indah saat diriku masih bocah lima tahunan, yang kala itu masih jadi anak pertama dan belum beroleh seorang adikpun. Merasakan kasih sayang penuh dari ayah bunda.
Baru saja Engkau kirim aku ke masa silam, masa dimana kasih sayang penuh dari ayahanda, mengayunkan ayunan yang aku duduki di taman dekat komplek perumahan kami. Subhanallah, aku baru saja merasakan kembali saat-saat indah penuh berkah itu ya Allah… Ijinkan hamba meneruskannya sejenak lagi ya Allah….
“Kamu itu memang tidak berubah neuk…., tetap aja seperti dulu. Alarm di setel tanpa alpa. Setiap malam, berharap bangun pagi. Tapi saat alarm itu berbunyi, kamu memang bangun, tapi untuk mematikan alarmnya. Hehe…”
Kali ini bukan alarm yang membuat alam pikiranku kembali pada kenyataan, tapi adalah suara penuh wibawa ayahanda, yang telah bersamaku selama tiga hari tiga malam … yang menggeretku kembali ke alam sadar. Perlahan dan pasti, sebuah kesedihan menyeruak di hati, saat kesadaranku pulih sempurna.
Kutatap angka digital yang tertera di layar monitor smartphoneku. 3.30 wib, dinihari. Dan 15 menit lagi, sebuah taksi yang sudah aku pesan tadi malam, akan menjemput kami, mengantarkan kami ke terminal Damri – Bekasi, untuk selanjutnya akan membawa ayahku ke bandara Soekarno Hatta. Lalu sang burung besi akan menerbangkannya kembali ke bumi Iskandar Muda, kembali ke sisi ibundaku.
Kesedihan ini, begitu kentara. Membuat beberapa bulir bening menetes perlahan. Rasanya aku belum rela melepas kepergiannya. Ingin rasanya aku membatalkan tiket kepulangannya. Jangan pulang dulu Yah… anakmu ini masih kangen! Kebersamaan kita begitu membahagiakan. Keteduhan begitu sempurna memayungiku, memberikan berjuta kedamaian. 


Ayah… 

Bersamamu, aku begitu bahagia….
Bersamamu, aku merasa benar-benar menjadi kanak-kanak yang bahagia…..
Jangan pulang dulu ayah…
tinggallah bersamaku beberapa hari lagi…. L

“Bangun neuk…. Ayah sudah siap nih, ayo bangun, waktumu 15 menit lho untuk bersiap-siap!” Ujarnya lagi seraya menarik jari telunjuk kakiku. Kebiasaan yang tak pernah akan diubahnya (dan aku tak ingin itu berubah) dan sudah diterapkan sejak aku kanak-kanak.
Mendengar kata 15 menit, aku terlonjak, apalagi sapaan ‘neuk’ (bahasa aceh untuk Nak) yang selalu saja ayah ucapkan bagi kami, anak-anaknya, begitu meneduhkan hati. Aku bangkit, tersenyum padanya seraya melipat selimut. Ayahku sudah rapi sekali. Wajahnya begitu teduh oleh pancaran keimanan yang begitu kental, namun tak urung, selaku anak, kutemukan segaris duka di relung terdalam hatinya. Ya Allah, berikan kedamaian di hati ayah bundaku ya Allah. Ijinkan mereka berbahagia di sisa umurnya ya Rabbi. Ijinkan mereka menikmati masa tua nan damai dan indah…. Amien.
Kusadari bahwa aku bukanlah kanak-kanak cengeng yang akan menangis tersedu kala ditinggalkan bepergian oleh ayahnya. Aku adalah ibunya Intan, umurku sudah jauh lebih dari cukup untuk masuk kategori manusia dewasa. Tapi ya Allah, mengapa airmata ini tak hendak berhenti sejenakpun, kala pelukan ayah erat merangkulku, disertai bisikannya untuk selalu menjaga diri, untuk selalu tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan kehidupan. Be my good girl as always neuk!
Kalimat ini adalah penyebab airmataku tak mampu aku hentikan. Ayah selalu begitu, pinter sekali bikin anak-anaknya menangis! Dan lihat yah? Lydia mengejekku dan menawarkan ember untuk menampung airmataku. Bolehkah aku mencubitnya yah? Ijinkan sekali saja ya yah! Dibibir manisnya yang terus menggodaku itu..

Ayah…
Thanks you so much for visiting me
Aku begitu bahagia dengan kehadiranmu..
Sungguh, ini adalah momen terindah dan tak akan terlupakan
Maafkan jika aku hanya dapat menyambutmu di sebuah kamar kost sederhana
Yang sempit dan seadanya…

Nanti…
Kala kami kembali bersatu,
Tak lagi tercerai berai karena pekerjaan seperti ini
Ku harap ayah – bunda akan menetap selamanya bersama kami
Please….
Read More
/ /
Alkisah, di sebuah ruang seminar di kampus, seorang profesor yang atheis berbicara dengan serius kepada para audiens (mahasiswa)nya.

Prof:   "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada ?"
Para mahasiswa: "Betul, Dia yang menciptakan semuanya."
"Tuhan menciptakan semuanya?" tanya professor sekali lagi.
"Ya prof, semuanya," kata mahasiswa itu.
Prof: "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan Kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam & kesulitan menjawab hipotesis sang professor. Suasana hening itu kemudian dipecahkan oleh suara mahasiswa lainnya,
"Prof, boleh saya bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si professor.
Mahasiswa : "Prof, apakah dingin itu ada ?"
"Pertanyaan macam apa itu ?
Tentu saja dingin itu ada."
Mahasiswa itu menyangkal, "Kenyataannya, Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu-460 F adalah ketiadaan panas sama sekali & semua partikel menjadi diam & tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas". Urainya, lalu melanjutkan...
"Prof, apakah gelap itu ada ?"
Professor menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Prof. Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, tapi gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya jadi beberapa warna & mempelajari brbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tak bisa mngukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Mengakhiri kalimat panjangnya, mahasiswa itu pun bertanya, "Prof, apakah kejahatan itu ada ?"
Dengan bimbang dan masih ngeyel professor itu menjawab, "Tentu saja !"
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Prof. Kejahatan itu TIDAK ADA. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan di dalam diri seseorang. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan di dalam diri. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya Tuhan dihati manusia."

Profesor itu terdiam. Mahasiswa itu adalah: ALBERT EINSTEIN....:)

Sumber: Alaika’s BB Group, untuk sebuah catatan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Read More
/ /
Siapa sih yang tak mengenal fesbuk? Aku yakin bahwa mulai dari anak kecil hingga orang dewasa cukup familiar dengan situs social media yang satu ini. Tak hanya pria, wanita juga gandrung memainkannya. Tak hanya orang dewasa, namun anak usia dinipun telah dimanipulasi usianya untuk mendapatkan sebuah akun fb atas namanya sendiri….
Fenomena sosial media yang satu ini memang begitu gegap gempita. Terlepas dari efek positif – negative ‘halaman buku’ yang satu ini, banyak kisah nyata telah terjadi di dalamnya.  Pertemuan? Perpisahan? Pertengkaran maupun Persahabatan, silih berganti dialami oleh para pemilik akun fesbuk. Menciptakan bianglala penuh warna bagi para insan yang bersentuhan dengannya…
Lalu apakah postingan kali ini akan membahas tentang fesbuk? Nope! Sama sekali tidak lho sobs. 
So? Yaaa… mau apa ya?
Hm… Aha! Sebenarnya sih mau mengajak sobats untuk membaca sebuah kisah nyata yang aku tuangkan dalam bentuk fiksi, tentang jasa sang fesbuk. Sobats sendiri pernah ga jadi detektif untuk diri sendiri? Melakukan investigasi untuk mengungkap sebuah kecurigaan yang terus membayangi diri? 
Nah, kisah ini menceritakan tentang kisah perselingkuhan seorang suami yang berhasil disingkap nyata oleh sang istri. Wanita ini menjadikan dirinya sebagai detektif bagi dirinya sendiri. Bagaimana caranya? Yuk ikuti kisahnya disini yuuuk....
Read More
/ /

Kemarin siang, saat sedang terburu-buru mengejar bis kota (cieee… mulai berinteraksi dengan bis kota nih Al?), beberapa notifikasi chat di fesbuk di BB ikutan berkejaran mengganggu konsentrasiku. Tapi tentu saja kucuekkan dengan kesungguhan hati donk. Ya iyalah, jangankan hanya notifikasi chat, panggilan telephone pun tentu harus kutangguhkan menjawabnya sejenak daripada keselamatan menjadi taruhannya kan sobs? Setuju kan?
Nah, barulah setelah mendapatkan PW (Posisi Weuenak), aku ambil si BB yang nangkring manis di dalam tas, membukanya dan melihat beberapa tanda merah di icon gmail, dan fb. Kubuka satu persatu, dan ternyata sebuah email dari mantan supervisorku Joyce, yang sudah beberapa tahun lalu kembali ke Portland, sempat mengagetkanku dan langsung membuatku menarik kesimpulan bahwa email supervisorku itu sedang di hack oleh seorang penjahat kampung yang mencari mangsa. Kok penjahat kampung? Habis, modusnya udah jadul sobs.  Begini tulisan di email itu..
Dear All,
I’m writing this with tears in my eyes. My Family and I came down here to Madrid SPAIN for a short vacation, unfortunately we got mugged at the park of the hotel where we stayed. All chash, walled, credit card and mobile phones were stolen off us, but luckily for us we still have our passport back in our hotel room.
We’ve been to the embassy and the Police here but they’re not helping issues at all and our flight is leaving in few hours from now, but we’re having problems setting our hotel bills and the hotel manager won’t let us leave until we settle the bills. We are freak out at the moment.
Thanks.

Joyce Smith.

Memang sih, accountnya adalah accountnya Joyce, dan signaturenya adalah Joyce Smith, yang bercerita bahwa mereka dicopet di depan hotel tempat mereka menginap di Madrid, Spanyol, sehingga membuat dia dan keluarganya terpaksa tertahan di hotel dan tak berkesempatan untuk mengejar pesawat yang akan membawa mereka kembali ke Portland. Manager hotel tak mengijinkan mereka keluar dari hotel sampai tagihan penginapan mereka dilunaskan. “Joyce” menulis berita ini sambil berurai airmata sementara aku membacanya sambil mencibir.
Apa aku tak berperi kemanusiaan? Kok tega sih? Apalagi terhadap seorang mantan supervisor yang begitu baik hati. Mencibirnya yang sedang terpuruk dalam keputusasaan dan kesedihan!
Emang sobs. Aku paling benci email-email yang seperti ini. MODUS LAMA! Ga update sedikitpun nih penjahatnya.. Bikin inovasi baru kek kalo mau nipu orang! :D
Lalu aku pun beralih ke notifikasi chatnya fb, aku yakin, akan ada “Joyce” juga disana.
Bener ternyata sobs.
Sapaannya yang aku ambil dari BB adalah seperti ini, tapi untuk menghemat tempat, aku ambil conversation yang juga tercopy di dalam fb di laptop. Yuk kita lihat….




Dan ternyata sobs, setelah menunggu beberapa lama, tak ada lagi balasan dari sang hacker, mungkin telah beralih pada mangsa berikutnya, mengharapkan kemujuran bisa menipu ‘rekan’ Joyce yang lainnya.
Bagi para sahabat yang mungkin mengenal Joyce, harap abaikan saja email darinya ya sobs… jangan buang waktu meladeni seorang penjahat kampungan yang belum meng-update modus operandinya.
Pernahkah sobat mendapati email serupa? Yuk share disini yuk....

Read More
/ /

Hari ini, dari pagi sudah wara wiri di jalanan menuntaskan beberapa pekerjaan sebelum bertolak ke bandara Sultan Iskandar Muda.  Wara wiri tanpa jeda itu akhirnya berakhir sempurna dalam artian semua checklist well performed, dan kini duduklah aku di ruang tunggu sang Sultan, menanti pangeran Sriwijaya Air mengantarkan aku ke ibukota negeri ini, yang kabarnya adalah sekejam ibu tiri. Tapi rasanya nih sobs, ibu tiri jaman sekarang ini kan udah modern sobs, ga lagi sekejam jaman cinderalla dahulu, tak juga seperti di sinetron-sinetron.

Ibu tiri jaman sekarang, aku yakin udah banyak yang baik-baik kok, yang penuh kasih sayang terhadap anak-anak tirinya….

Eh, kok jadi ngomongin ibur tiri yang? Padahal topic yang mau dibagikan kali ini jelas bukan tentang ibu tiri lho, suer deh sobs! Sebenarnya juga belum ada niat untuk posting sih sobs, habis di bandara kan bising, apalagi masih capek akibat berseliweran di jalanan dari pagi tadi. Makanya aku udah nyiapin sebuah novel yang aku temukan di kolong bawah lemari saat aku mencari sepatu tadi (halah, info yang ga perlu deh kayaknya ya sobs?), judulnya sangat eye catching deh, lihat aja nih sobs….. "mayat-mayat tanpa tulang", hiii…. Penasaran kan?

Terus apakah aku akan bercerita tentang novel ini? Tentu tidak donk sobs, wong baca aja belum, kok udah mau cerita sih? Hehe.

Ok, baiklah sobats tercinta, berhubung belum sempat buka laptop dan BW, kali ini aku ingin bagikan sebuah renungan yang aku rasa… yach… cukup layak untuk disimak deh….

Sumbernya adalah dari seorang teman, yang men-share nya di Alaika's BB Group. Yuk kita langsung simak yuk sobs…

Cobalah untuk memulai hari kita dengan niat untuk memberi. Ga sulit kok jika yang namanya NIAT sudah mendekam di hati. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata kita. Gimana kalo kita mulai dengan uang receh?

Yuk kita kumpuli beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan: DIBERIKAN. Apakah kita sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga. Atau, kita sedang berada dalam mobil ber-AC yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat kita tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.

Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian kita. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini kita hanya sedang 'BERLATIH' memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti. Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan kita. Sesuatu itu bernama kasih sayang. Coba deh, hari ini...menyenangkan sekali....tiba2 kita jadi merasa "bahagia" .

Met Siang sobs, selamat melanjutkan aktifitas, mau boarding dulu, wish me a luck to be landed safely ya sobs….

 

 

Saleum,

Alaika

Powered by Telkomsel BlackBerry®


Read More