Archive for September 2011
Menu
/ /

Dear sobat mayaku….,


Hope that you all are in excellent health always yaa….

Hm, dah beberapa hari ini ga sempat update nih padahal banyak cerita yang ingin dishare terkait keseharian pekerjaan yang kian menggunung nih. Rencana sih mau update ntar malam, tapi kok rasanya ingin segera nulis ya.


Well sobats, yuk cerita-cerita dulu yuk, habis jenuh juga berkutat dengan budget yang belum juga final2 nih.. Rubah sana rubah sini, comot sana comot sini. Huft, capek dweh.

Nah, lagi serius2nya melototi table excel nih, finalize budget, eh tiba2 si bos dari ujung sana ngomong,

‘Hey, is any one of you read the news? NBA Medan – Kuta Cane got a crash!’.

Kami semua menoleh kearahnya dan melongo.

“No pak, thanks for the info, that’s is a really terrible airline!’ salah seorang kolega menyahut, dan aku yakin semuanya langsung googling dengan kata kunci ‘pesawat NBA jatuh’.

Dan bener saja, kata kunci yang kuketikkan itu menghantarkanku pada beberapa link berkaitan dengan berita itu. Salah satunya adalah berita dari: TRIBUNNEWS.COM, MEDAN.

Pesawat Cassa jenis 212 rute Medan-Kutacane diperkirakan jatuh di hutan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, setelah terbang 25 menit.

Wartawan Tribun Medan (Tribunnews.com) melaporkan Kamis pagi ini, pesawat naas itu take off dari Bandara Polonia Medan pukul 07.00 WIB. Penerbangan Medan (Sumatera Utara) ke Kutacane, Aceh Tenggara (NAD) ditempuh satu jam.
Sesuai jadwal, pesawat ini seharusnya sudah mendarat di Kutacane, Aceh Tenggara, pukul 08.00 WIB.

Pesawat hilang kontak sebelum diperoleh informasi bahwa pesawat tersebut jatuh. Pesawat perintis ini dioperasikan PT Nusantara Buana Air (NBA) itu menerbangi rute Medan-Kutacane.
Tim SAR Medan sudah berangkat ke lokasi yang diduga jatuhnya pesawat, yakni di hutan Bahorok di Kabupaten Langkat, untuk mencari korban. Pesawat tersebut dilaporkan mengangkut 18 orang terdiri atas seorang pilot, seorang co-pilot, seorang teknisi, serta 15 penumpang.


Berita lain dari Media Indonesia.com:

JAKARTA--MICOM: Bupati Aceh Tenggara Syamsul Bachri menyatakan pesawat Cassa jenis 212 putus komunikasi setelah terbang 10 menit dari Bandara Polonia Medan.

"Setelah terbang 10 menit putus komunikasi," kata Syamsul saat diwawancarai Metrotv, Kamis (29/9).

Ia menyatakan, ada 17 penumpang yang ada di pesawat nahas itu. Terdiri dari 14 penumpang, satu pilot, satu copilot dan satu teknisi.
"Kami belum dapat kepastian jatuhnya dimana. Putus komukasi sampai saat ini," katanya.

Namun, tim SAR dari Aceh Tenggara tengah bergerak mencari pesawat milik PT Nusantara Buana Air (NBA) itu.
"Informasi yang didapat, pesawat jatuh enam mil dari Medan. Tapi kita belum komunikasikan dengan pihak Sumut," ujarnya.
Pesawat Cassa jenis 212 pada hari ini Kamis (29/9) hilang kontak. Pesawat dari Medan-Kutacane masih belum diketahui keberadaannya hingga kini. (Ray/OL-9)



Okezone.com menurunkan berita seperti berikut:

JAKARTA - Humas Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membuka posko di Bandara Polonia Medan, Sumatera Utara, terkait hilangnya pesawat milik maskapai Nusantara Buana Air (NBA) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Bambang mengungkapkan, masyarakat yang anggota keluarganya menumpang pesawat jenis Cassa dengan registrasi PK-TLV itu bisa langsung meminta informasi di Bandara Polonia.

“Kami sudah sampaikan ke pihak bandara agar masyarakat yang anggota keluarganya menjadi penumpang pesawat, bisa mencari informasi di sana,” ujar Bambang saat dihubungi okezone, Kamis (29/9/2011).

Seperti diberitakan pesawat NBA dinyakan hilang dalam perjalanan dari Bandara Polonia Medan menunuju Kutacane, Aceh.
Pesawat lepas landas dari Polonia sekira pukul 07.15 WIB dan seharusnya tiba di Kutacane, Aceh, pada pukul 08.00 WIB. Namun sampai pukul 08.00 pesawat dengan 18 penumpang, dua kru kokpit, dan seorang teknisi, itu tidak kunjung tiba.


Duh, rasanya sedih banget mendengar berita seperti ini lagi sobats, apalagi aku sendiri pernah harus mempergunakan jasa penerbangan ini beberapa kali saat bertugas ke daerah-daerah terpencil. Untung saat itu perjalanan kami dapat berjalan dengan selamat, namun kemudian organisasi tempatku bekerja memang benar-benar menempatkan airline yang satu ini sebagai jenis airline yang sangat tidak diijinkan untuk kami pergunakan, mengingat tingkat keselamatannya tidak memenuhi standard yang ditetapkan oleh lembaga PBB, selaku organisasi tempatku bekerja.

Saking beresikonya beberapa airline sejenis ini, teman-teman punya julukan khusus menggantikan kepanjangan yang sebenarnya dari nama airline ini, seperti NBA (yang harusnya adalah Nusantara Buana Air, malah dipelesetkan menjadi Nasib Baik AJa. Terus SMAC menjadi Siap Mati Atau Cacat, hehe, ada2 aja, tapi boleh juga sih, hehe.


Well sobats,

Sedih rasanya mendengar musibah demi musibah di dunia penerbangan yang tetap saja terjadi, semoga hal ini dapat menjadi tambahan pembelajaran bagi pihak terkait untuk meningkatkan Operasional dan Maintenance nya demi menjaga keselamatan para pengguna jasanya.


Well sobats, banyak lagi sebenarnya yang ingin ditulis, tapi ntar aja deh ya, soalnya si bos sepertinya akan segera memanggilku untuk menghadap nih, to update him about the mission I carried out in the last 3 days.

So, have a great day ya sobs, keep smiling even though thousands of obstacle facing and surrounding you gitu lho. Hehe.



Saleum,


Alaika


Read More
/ /



Hello sobats, hope that you all are in excellent health ya di hari Sabtu yang indah ini, :-)


Iam enjoying ‘me time’ @Martha Tilaar nih, melanjutkan sesi pemanjaan diri dan tubuh tadi malam. Hehe. Hm….trus apa hubungannya judul ‘Inikah yang namanya nasib?’ dengan sesi perawatan tubuh di Marta Tilaar yaa?

Yah, namanya juga judul, tapi ada kok hubungannya. Ceritanya gini nih sobs, tadi malam tuh sepulang dari kantor, badanku pegeeeel banget karena udah beberapa minggu ini emang hettic banget dengan urusan pekerjaan. Nah, larilah aku ke tempat refleksi langgananku dan sayangnya ibu yang biasanya menanganiku sedang treat customer lain. So aku di-massage-lah oleh seorang ibu yang aku memang belum pernah mengenalnya. Yang lucunya, kesan pertamaku dengan ibu ini sungguh bikin dongkol, karena dia memintaku untuk menggeser mobilku agar diparkir sedikit lebih ke sudut tempat parkir, tadi saat aku parkir, padahal aku sudah turun dan mengunci mobilku. Jelas aja aku dongkol sih tapi kuturuti juga.
Eh ternyata bu Lela langgananku ga available dan satu-2nya yang available adalah ibu Rose, yang ternyata adalah dia. Ta daaa....

Huft, dongkol donk aku, tapi entah mengapa ada rasa iba yang muncul dihatiku saat dia membersihkan dan me-lap kakiku dengan rendaman air garam hangat. Kuperhatikan wajahnya yang sepertinya segan dan malu, mungkin dia merasa ga enak dengan kejadian tadi saat diparkiran.


“Ibu baru ya disini? Saya belum pernah lihat ibu?” sapaku ramah mencoba mencairkan kecanggungan. Dia tersenyum dan menjawab, “Iya, baru tiga kali bulan puasa”.

Aku ikut tersenyum, “wah sudah lama juga ternyata ya bu?, kok saya belum pernah ketemu ibu ya?”
Dia juga tersenyum, ramah sambil mengajakku naik ke atas, ke treatment room.

Ternyata ibu Rose tidaklah sependiam yang aku duga, gerak geriknya sangat berbeda dengan para therapist lainnya. Ibu yang satu ini terkesan lebih berpendidikan dan sangat tau tata krama. Cara berbicaranya yang pelan dan santun membuatku penasaran akan latar belakang pendidikannya. Yang ternyata, tersingkap sempurna tanpa aku minta sepanjang durasi treatment yang 2 jam ini.


Sobats,

Ternyata ibu Rose ini adalah seorang lulusan S-1 Syariah, dari Fakultas Syariah, IAIN Banda Aceh. Subhanallah. Dan tentu saja rasa penasaranku sama besar dengan rasa penasaran sobats semua tentang jalan mana yang telah mengantar ibu satu ini ke arena pekerjaan yang seperti ini. Menjadi seorang therapis atau bahasa awamnya adalah tukang urut.

Perjalanan panjang yang mengisi buku kehidupannya mencatat berbagai kekecewaan akibat ulah tangan manusia. Tangan-tangan kejam penuh kuasa yang telah dengan mudah memindahkannya dari suatu peluang baik menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil ke sebuah sudut hampa penuh kecewa.
Sambil memijat tubuhku, Ibu Rose mencurahkan isi hati dan kekecewaan masa lalunya, bahwa sebenarnya setelah meraih gelar sarjana, beliau sempat mengajar di sebuah SMU swasta di Medan, selama beberapa tahun sampai akhirnya beliau mengundurkan diri karena ‘lulus’ test PNS untuk Mahkamah Syariah di Banda Aceh. Kelulusan ini memang masih harus diikuti dengan dua tahapan lanjutan yaitu wawancara dan fisikotes, yang menurutnya sudah pasti lulus karena ibu Rose punya orang penting juga di Jakarta yang memintanya untuk undur diri dari sekolah swasta tersebut dan pulang ke Aceh untuk dua test tersebut. Namun ternyata sobats, nasib berkata lain. Nomor ujian ibu Rose tidak muncul di papan pengumuman yang terpampang saat pengumuman diumumkan, walau telah berulang kali dia mencoba melihat dan menelitinya kembali. Memang benar, tidak ada namanya disana, walau dipengumuman sebelum interview nama dan nomor itu tercantum jelas.

Kecewa yang mendera hati semakin membengkak saat seorang Oomnya yang waktu itu adalah wakil KaKandepag mencari tahu informasi keanehan ini. Dan ternyata sobats, ‘permainan’ itu memang dimainkan oleh sang penguasa di dalam sana. Nama dan nomor ibu Rose ditukar dengan seseorang yang lain. Tamat sudah harapan Ibu Rose untuk menjadi seorang PNS di tahun itu. Dia coba bertahan di Banda Aceh sambil mencari dan menunggu peluang lain. Berbagai usaha dilakoninya dengan penuh semangat, mulai dari belajar membuat kerajinan2 tangan kreasi Aceh yang sedang bertumbuh sebagai souvenir khas Aceh, sampai ke belajar membuat aneka penganan, sambil tentunya tetap menunggu pendaftaran PNS berikutnya dibuka.


Alkisah, ditahun berikutnya Ibu Rose kembali tidak lulus, dan tahun tahun berikutnya peristiwa yang sama kembali terulang. Akhirnya terjunlah dia di dunia kerajinan souvenir Aceh secara total dalam artian dia bekerja di sebuah rumah produksi selama beberapa tahun. Namun bisnis ini juga tentu ada pasang naik dan pasang surut. Akhirnya saat pasang surut tak beranjak pergi, dan pasang naik enggan kembali, Ibu Rose memutuskan untuk kembali ke Medan, ke rumah orang tuanya.

Tak sengaja berkenalanlah dia dengan seseorang yang membawanya berkenalan dengan seorang shinshe di Petisah, Medan. Dan keajaiban selanjutnya adalah sang shinshe sangat berminat untuk mendidiknya dan mewarisinya ilmu pengobatan tradisional Tiongkok tersebut kepadanya. Menurut ibu Rose, sang shinshe menangkap bahwa ibu Rose adalah orang yang tepat untuk itu. Maka belajarlah dengan serius Ibu Rose disana, menyerap dengan sungguh-sungguh dan mempraktekkan dengan sesungguh hati ilmu yang diperolehnya itu, mengobati para pasien yang membutuhkan pengobatan disana.

Dua tahun berlalu dalam kejayaan, sang shinshe menjadi mualaf, dan belajar tentang Islam dan tata cara peribadatannya pada ibu Rose. Prinsip simbiosis mutualisme pun berlaku disini. Ibu Rose hidup damai dan selanjutnya sang shinshe berniat mengirimkan ibu Rose ke negeri Tiongkok untuk belajar lebih lanjut.

Namun sayang, sebuah benda abstrak berjudul CINTA membuat rencana ini terkendala. Ibu Rose kesandung cinta, dan sang lima huruf ini tak dapat diajak kompromi. Panah asmara ini ditembakkan dewa Amor ke seorang tukang bangunan di Medan, dan akibatnya Ibu Rose tergila-gila. Sang shinshe yang telah menganggap ibu Rose seperti anak kandung sendiripun murka. Selaku orang tua, tentu sang shinshe mengharapkan pasangan hidup yang layak (mapan) donk bagi ibu Rose. Namun Ibu Rose berkeras pada pilihannya, dan sungguh disayangkan, hubungan baik itu terpaksa berakhir dengan begitu saja. Memang sih, masih baik, tapi Ibu Rose berpamitan meninggalkan semua yang telah diraihnya untuk ikut sang tukang bangunan yang dapat project besar pembangunan beberapa gedung di Aceh. Kalo sang pasangan hidup ini adalah seorang kontraktor sih, shinshe tentu tidak keberatan, tapi ini? Maaf, hanya seorang tukang bangunan….

Namun itulah kekuatan (kebodohan?) sebuah benda abstract bernama CINTA itu. Hanya lima huruf tapi kekuatannya itu bikin orang ga bisa lagi berfikir logic. Aku bisa memastikan ini karena juga secara langsung mengalaminya kok sobats. Benda lima huruf ini juga membuatku tersingkir dan tercoret sebagai ahli waris dalam keluargaku kok, tapi itu dulu. Sekarang Alhamdulillah pintu maaf ayah ibuku telah terbuka and I am in the list back. Hehe.


Nah sobats, di sesi ini, kudengar suara Ibu Rose begitu sendu. Mungkin menyesali segala apa yang telah terjadi. Aku hanya bisa menyarankan agar beliau pasrah dan tawakal, karena toh semua telah terjadi, dan adalah dia sendiri yang mengambil langkah-langkah itu. Beliau sendiri yang memilih dan mengukir bingkai untuk kehidupannya, padahal shinshe telah merencanakan sebuah masa depan yang indah dan bernilai baginya.

Ibu Rose menghela napas, dua jam telah berlalu, cerita berakhir dengan lengkap bahwa akhirnya dirinya terdampar menjadi seorang teraphist sejak ikut suami ke Banda Aceh, dan treatment selesai sempurna. Aku berterima kasih atas pijatan dan kesediaannya berbagi cerita denganku. Malah beliau yang berulang-ulang berterima kasih padaku karena telah dengan setia mendengar ceritanya, sembari menambahkan, bahwa ini adalah kali pertama dia share cerita hidupnya pada customernya. Feelingnya berkata bahwa aku adalah orang yang tepat untuk dia curahkan perasaannya. Sambil juga beliau meminta maaf karena sikapnya yang kurang baik di tempat parkir tadi. Aku tersenyum dan menyatakan tersanjung dijadikan tempat curahan hatinya.

Kutanyakan juga kenapa ibu Rose tidak membuka praktek saja, kan punya banyak sekali pengetahuan tentang pengobatan tradisional Tiongkok? Dan Jawabannya adalah Biaya, sebagai kendala. Dan aku terdiam. Kuminta nomor HPnya dengan alasan aku akan menghubunginya nanti untuk appointment for next treatment. Dalam hati aku berjanji akan mencoba melirik2 jika ada teman, saudara, kolega atau sponsor yang mungkin berminat untuk membuka usaha pengobatan tradisional Tiongkok, maka ada satu good resource disini. Amiin.


Sobats, that is all my update sambil menunggu rambutku selesai diwarnai. Hm…ga sabar dweh menunggu hasil pewarnaan ini, semoga tambah cantik yaaa…. Hehe.


Well sobats,

Will back to you all with another story yaa, Have a great week end!
Read More
/ /
Hari ini pekerjaan benar-benar semakin membuatku sesak napas, tapi untunglah rasa exciting yang aneh memenuhi rongga dadaku hingga membuat kelelahan terkalahkan oleh rasa bahagia.


Readers,

Lama sudah tak sempat meng-update rumah mayaku yang satu ini (sebenarnya rumah mayaku yang lain juga terbengkalai sih….), so iseng-iseng diriku langsung klik ‘google chrome’ browser dan lari ke blogspot.com. Tapi sebelumnya sebuah email yang masuk ke gmailku menghentikan aktivitasku yang tadinya mau langsung update my-virtual corner.


Email balasan dari ayahandaku yang juga dicc ke diriku adalah diperuntukkan bagi adikku nun jauh di Turkey sana. Membalas email sang adik yang menginfokan tentang kedatangan mantan presiden BJ. Habibie yang berkunjung untuk suatu urusan revitalisasi proyek CN-235, dan meminta adikku dan bossnya (adikku bekerja di sebuah organisai international beranggotakan 8 negara) untuk menemani beliau mengunjungi Presiden Abdullah Gul, yang adalah murid dari Erbakan (teman kuliah Pak Habibie) dan juga ke Ankara, ke pabrik pesawat terbang. Tak tertahan airmataku membaca untaian kalimat yang ditulis ayahandaku, terharu hati ini akan kebesaran jiwa pemaaf orang tuaku yang satu ini. Kuluangkan waktuku membaca baris demi baris yang telah ditulis ayahandaku.

Yuk baca lanjutannya



Read More
/ /

Halo sobats semua,


Hope that you are always in excellent health yaa… Amin, Amin, Ya Rabbal Alamin…

Duh, udah berapa hari ga nulis ya? Jadi kangen deh…. Habis gimana? Udah beberapa hari ini di negeri orang terus, banyak hal menarik yang menjauhkan diriku dari net connection sih… habis di Singapore itu semuanya serba mahal…. Hiks…hiks. Jadi mikir deh untuk beli simcard dan konek ke net. Habis dari Rupiah or Ringgit, begitu ditukar ke Sing dolar langsung menciut deh fulusnya. Huks..huks…


Well lovely readers,

Mau nulis apa ya hari ini, di waktu yang sempit ini, karena dari tadi pagi tuh ya, ngenet di café hanya untuk balas-balas email kantor yang udah menumpuk. Semua harus di response. Walau status cuti, tetap aja harus responsive, apalagi untuk hal-hal yang memang membutuhkan keputusanku, ya harus difollow up dunk.

Hari ini ada beberapa email crusial menyangkut budget project untuk 8 bulan kedepan, yang tentu saja harus segera dikasih input dan komen sehingga kolegaku dikantor sana dapat menjalankan pekerjaannya. Terus ada juga beberapa pekerjaan lain yang sebenarnya bikin makan hati. Lho, kok iso makan ati toh?

Hm… ya gitu deh, biasalah, namanya juga kerja, pasti ada enak dan tak enaknya. Dan mungkin dimana2 juga begitu ya? Working environment, pasti ada enak dan tak enaknya. Pasti ada yang namanya like and dislike. Pasti ada….., dan seterusnya. Mending demi keamanan bersama ga usah dibahas kali ya? Hehe. Yang penting cek and balas email sudah selesai. Koordinasi dengan para kolega juga sudah selesai. Bahkan batere laptopku pun tinggal 46% lagi nih, meaning that I have to full fill all the need immediately before the battery go die. :-)

Di café ini sobs, kita sih boleh aja ngenet sepuas hati dan selama mungkin, asaaaaaal…. Batere kita kuat aja. Karena ga disediain colokan listriknya. Jadi para customer of course dibatasi waktu singgahnya, sehingga ga merugikan mereka tuh ya….


Well readers, saat ini aq dan putri tercinta sedang ngenet di sebuah café di depan apartemen (tempat tinggal) suami di daerah Putra Height, Subang Jaya, Selangor, sebuah negara bagian di Malaysia. Hari ini adalah hari kedua kami berada disini setelah tiga hari lalu menghabiskan liburan di Singapore. Liburan di Singapore terpaksa dibatasi 3 hari saja karena suamiku harus mulai bekerja kembali hari ini, sehingga tinggallah aq dan Intan putriku, menghabiskan waktuku di sekitar daerah ini. Sebenarnya dari pagi tadi kami berencana untuk jalan-jalan ke Mid Valley, tapi karena ada beberapa pesan darurat dari kantorku terpaksa pagiku dihabiskan dengan cek dan balas email serta responding the office need. Nah, rencananya, setelah ini barulah kami akan jalan-jalan ke Mid Valley atau Sun way Pyramid deh.. kan udah siang nih, takutnya ga terkejar kalo jalan-jalannya terlalu jauh.


Well sobats,


Karena udah bener-bener lowbat, terpaksa deh updatenya aq habiskan sampai disini dulu ya, will back to you soon dengan artikel yang lebih berisi dan menarik dweh…. Hehe.


Cheers,


ALaika

Read More
/ /

Karena jemari tak sempat berjabat,

Karena raga tak bisa bersua,

untuk kata yang membekas luka,

Maaf darimu selalu kupinta, mari hapus segala dosa

Selamat Idul Fithri, Minal Aizin walfaizin,

Mohon maaf lahir dan batin.



Hai..hai..hai, apa kabar semuanya? Mudah-mudahan tetap dalam lindungan Allah dan kondisi prima yaaa….

Hm… apalagi dalam tiga hari ini, pastinya beragam hidangan terhampar di atas meja, slurp.. Ingat lho sobats, jangan jadikan ajang balas dendam yaaa… hehe.


Well lovely readers,


Melanjutkan postingan sebelumnya nih, dimana akhirnya diriku diijinkan untuk berlebaran di rumah, ga harus di rumah sakit, (Horray..!!). Nah, walau dalam kondisi yang masih harus banyak istirahat, suamiku setuju untuk melanjutkan rencana kami ‘tour lebaran’. The tour will be started by travel to Bireuen first. Bireuen ini adalah salah satu kabupaten di provinsi Aceh, kurang lebih 4-5 jam perjalanan dari kota tempat tinggalku, Banda Aceh. Kami berangkat kemarin pagi dan of course hari ini sudah mulai berkunjung dari satu ke satu rumah family yang ada di Bireuen ini. Maklum, udah lama ga berkunjung kesini sobs.

Rencana pagi ini akan lanjut bersilaturrahmi ke tempat saudara yang tinggalnya lumayan jauh masuk ke pedesaan, asyik… bisa lihat hijaunya persawahan, pepohonan, hm.....

Baru nanti malam tour akan dilanjutkan ke Medan. Kami memutuskan untuk menitipkan saja mobil di rumah oom yang di Bireuen ini, melanjutkan perjalanan ke Medan via Bus, karena di Medan hanya untuk transit, Minggu pagi akan lanjut ke Kuala Lumpur via airasia.

Duh, jadi ga sabar deh ih, mau fly back to Kuala Lumpur, dan lanjut ke Singapore. Walau masih ada rasa perih di perut, but it make me exciting imagine the fun o f the tour. Dan yang paling special adalah, trip ini adalah hadiah ultah untuk putri semata wayangku, Intan yang kemarin genap berusia 15 tahun. Happy Birth Day ya nak, moga panjang umur, sehat selalu, tambah cerdas dan semakin luhur budi pekertinya. Umi is so proud of you my dear. Alhamdulillah atas anugerahMu ya Allah. Tetapkan kami selalu dalam lindunganMu ya Rabbi. Amin.


Well sobats,


Udah mau beranjak lagi nih, so see you in the next post yaaa…..
Again, minal aizin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin.


Cheers,





Alaika


Read More