Alkisah Chapter II - Indahnya Kebersamaan | My Virtual Corner
Menu
/
Malam ini terasa sangat berbeda dari malam-malam sebelumnya. Ada rasa hampa yang menghuni dada ini dan aku yakin Intan juga merasakan hal yang sama. Kamarku istanaku ini, terasa begitu hening. Bahkan kelihatannya Intan malas menyalakan televisi seperti biasanya.

Putri tercinta itu malah menghabiskan waktunya dengan melihat-lihat koleksi foto-2 kami saat lebaran di Singapore kemarin. Ada sesuatu yang terasa hilang di kamar ini. Yaa… aku yakin Intan juga sedang merasakan kehilangan sang papa yang bertolak kembali ke Kuala Lumpur tadi siang. Hm…. Kapan ya bisa ngumpul lagi, selamanya, ga usah terpisah jauh seperti ini? Walau airasia telah sangat membantu menerbangkanku setiap bulannya menjenguk misua di KL sana, tapi rasanya tetap saja pertemuan yang hanya sebulan sekali (di week end itu) terasa masih kurang donk.  Mas…. Kangen! Hiks..hiks..

Well, rasa hampa ini juga ga boleh dibiarkan berlama-lama mengisi rongga hati, so yuk ikuti kisah mengharu biru lainnya disini yuuuk,
19 comments

@Una: hiks..hiks.. Iya Na... eh Na, bacanya sampai tamat donk tuh... kasih komen juga disana ya... hehe. (*nyengir kuda).

Reply

Bentar... sebelum meluncur ke rumah sebelah mau tanya dulu, siapa yg ada di foto itu mbak..?

Reply

Tuh kan... mudah aku sekarang komen disini :)

Reply

@mba Reni: nih aku jawab sambil meeting, hehe.
Itu adik iparku mba, istri adikku yang sedang bertugas di Turkey, makanya dia dapat orang sono...

Yo wes, ikuti kisahnya di rumah sebelah ya... :-)

Reply

wah harus ke blog sebelah nih untukbaca :)

Reply

@Lydia: iya dunk mba... ayo sana main ke rumahku yang satunya lagi....

Reply

memang terasa, rasanya hanya doa dan terus komunikasi adalah langkah yang paling baik buat kalian

Reply

@Obrolan Blogger: makasih atas masukannya mas...

Reply

LDR memang butuh banyak fight, namun jika kedua belah pihak sdh commitment apapun rintangannya LDR must go on. Hope one fine day will coming soon, together forever...semangat Mbak...!!!

Reply

hadeuh no komen dah soal kangen
aku bisa merasakan sendiri kok kaya apa nikmatnya...

Reply

memang sepi rasanya kalo jauh dari keluarga, suami. saya mah gak kuat jauh dari istri. wlau kalo deket, cuman diem2an aja. sesekali menyapa, sesekali berbicara, hehe.

Reply

@rusydi: iya, berat banget emang... tapi apaboleh buat, demi sesuap nasi dan sekantong berlian, LDR harus dijabanin. hehe...

Reply

ikutan suami aja, jeng...,,
skeluarga berankat bareng² khan rame.....,,;p

Reply

@Kinanti:
bener banget mba... ya hope the wishes will come soon. can't wait for that moment. thanks for the spirit mba..

Reply

@Rawins:
hehehe, tau persis kan gmn rasanye?

Reply

@Sin Fallen: inginnya sih begitu, tapi belum bisa, masih terikat kontrak kerja dengan salah satu lembaga...

Reply