Ikhlaskah Kita? | My Virtual Corner
Menu
/

Dear readers...., apa kabar? Duh lama banget ga ngutak atik blog ini dweh... jadi kangen sama readers semua... Semoga semuanya dalam stamina prima yaaa.... walau TIMNas kita baru aja KO oleh terjangan 3-0 oleh negeri jiran yang sering banget mencurangi kitaa.....Kecewa? Pasti donk!! Tapi mau gimana lagi? How ever, we should keep highly appreciated for TIMNas kita yang telah mencoba their best lah.... ya ndak readers? 
Well, sekian lama ga update blogs ini, dan berkenaan dengan peringatan 6 tahun terjadinya tsunami yang jatuh pada hari ini, dan juga, hari nya juga sama lho readers.... hari ini, enam tahun yang lalu, juga hari Minggu, dan hari ini? Juga Minggu....


Tak dapat dipungkiri, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan oleh para syuhada, tentu ribuan duka masih bergayut di dada, kepedihan masih kental terukir bahkan jauh dilubuk sanubari yang terdalam sekalipun. Dan bagi sebagiannya, mungkin sampai kini masih sulit mengikhlaskan kepergian para anggota keluarga yang menjadi korban gelombang bernama cantik namun berkekuatan menghancurkan maha dasyat ini. Ikhlas.... adalah kata yang paling mudah diucapkan dan sering kita dengarkan saat kita mendapat musibah... kata ini selalu dipadu dengan kata ‘sabar’, ‘tabah’ dan kata sejenis lainnya.
‘Saya ikhlas kok, saya rela kok’, It is easy to say but really difficult to do. Tentu saja. Saya yakin kita semua pernah mengalami betapa sulitnya menerapkannya dalam kehidupan kita. Sulit sekali memang, karena ikhlas adalah amalan hati, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, hanya dapat dilihat tanda-tandanya walau itupun tidak pasti.
Ketika kebaikan yang kita lakukan ternyata tidak mendapat pujian dari orang lain, disitulah makna keikhlasan; ketika kebaikan yang kita lakukan ternyata tidak diekspos oleh media massa/elektronik, disitulah makna keikhlasan; ketika kebaikan yang kita lakukan ternyata mendapat tanggapan yang negatif oleh orang lain, disitulah makna keikhlasan; ketika kebaikan yang kita lakukan ternyata tidak dicatat oleh sejarah, disitulah makna keikhlasan; ketika kebaikan yang kita lakukan ternyata merugikan diri kita sendiri secara lahiriah, disitulah makna keikhlasan; dan seterusnya.
Well, berbicara tentang kata ikhlas tadi, saya punya sebuah cerita menarik yang saya yakin akan punya manfaat bagi kita semua. Yuk intips disini yuuuk........,

2 comments

Betul sekali mbk......
dan untuk menjadi seorang yang selalu ikhlas, kita
harus belajar dan berlatih...

Rina Sasmi

Reply