Archive for 2009
Menu
/ /


Dear sobats semua,….

Duh, dah lama banget ga sempat ngelola blogs qu, sampe satu persatu blog yang tadinya dengan susah payah (setelah sekian lama umurnya) berhasil naik peringkat (PR 1) akhirnya anjlok lagi. Huuuh… sedih deh sobs. Tadinya happy banget ngeliat my Awesome Biz mendapatkan PR 1, disusul dengan My Virtual Corner dan Healthy Life, yang juga naik dari N/A ke PR 1. Bahagia banget deh rasanya sobs!
Eh ga taunya, akibat kelamaan ga posting, My Awesome Biz anjlok, sediiiih banget. Dan hari ini? Healthy Life juga ikutan anjlok. Huuufh. Oom Google…. Tega sekali dirimu…
Tapi mo apalagi sobs, kalo emang udah begitu jalannya. Yo nrimo aja deh…

Tapi malam ini, sambil nunggu seorang teman di Inggris online, jadi kepingin nulis nih. Setidaknya mengupdate info tentang semua perjalanan ku 8 bulan terakhir ini lah. Boleh kan sobs? Boleh donk ya… masak selalu nulis tentang hal-hal lain sih, sekali2 boleh donk refleksi tentang diri sendiri. Setidaknya untuk jadi bahan pembelajaran bagi diri sendirilah, dan juga mendokumentasikan kisah perjalanan hidup ini. Walau ga seluruhnya, wong rencananya mo update perjalanan hidup 8 bulan ke belakang kok…:-)
Hm…. Enaknya mulai dari mana ya sobs? Pasti ada yang jawab gini nih: ‘ya terserah loe donk, kan kisah loe sendiri, blog loe sendiri, kok malah nanya?’

Wah, kejam banget kalo ada yang sampai komen seperti itu, jangan donk sobs, mending dijawab gini aja, ‘ya terserah lah, gimana enak mengalirnya aja, kita siap mendengarkan lho!”

Well sobs,
Sebenarnya kisah hidupku sangat berwarna, seperti pelangi, walau dalam 8 tahunan sering didominasi warna abu-abu. Tapi adakalanya abu-abu ini justru jadi trend kan terutama menjelang awal MILLENIUM tempohari? Yach, hidupku memang penuh warna, dan walau.....yuk lanjut....



Read More
/ /

Dear sobats,
Hari ini dapat sebuah message di my facebook inbox dari Rumah Yatim Indonesia Dua. Sebuah tulisan yang awalnya aq baca iseng untuk merefresh pikiran yang penat karena pekerjaan, eh ga taunya malah menyentak batin. Bener dan tepat sekali momentnya menyambut hari raya qurban, 27 november ini. Tulisan yang sangat berarti dan aq yakin akan banyak memberi makna juga bagi sobats semua. Penasaran dan ingin tau lebih lanjut on what article it is…. Yuk lanjut klik disini yuuuuk,





Read More
/ /

wah, ga terasa udah dini hari sobs, ada yang masih terjaga ga nih? daku sih sebenarnya udah ngantuk banget, tapi lagi pengeeeeen banget posting cerita fiksi di rumahku ini.
Cerita ini berawal dari kejadian tadi siang menjelang lunch time saat seorang teman online buzzing my yamee window. Dan teman ini jarang banget menyapaku akhir-akhir ini. Sebagai orang yang mencoba untuk selalu berpikir positif (cieeeee), aq sih mikirnya, yach mungkin dia sedang sibuk, sedang deadline, or apalah... makanya ga sempat menyapaku. So, if I have time, I will talk to him first juga ga pa-2 kok...

Nah sobs, back to the point, sobatku tadi, langsung mulai.
Hidupku bagaikan dalam dongeng.
Wah, mantap nih, pikirku. he..he. canda denk...

aq balas...maksud loe?

dan terus deh, cerita, namun sayang, sebelum sempat curhatnya tuntas, aq keburu dipanggil dan diajak diskusi sama si bos. yo wes... terpaksa deh ceritanya tak karang-karang dewe, heheheh, tapi ide awalnya adalah dari si temanku itu. thx mas for sharing..
dan sobats, untuk enjoying my story yuk klik disini.....

cheers,
alaika




Read More
/ /

Sore sobats semua.... pa kabar nih di Minggu sore yang kelabu...? Aceh is cloudy and rainy nih, kayaknya merata untuk semua wilayah Indonesia ya?...
Di musim penghujan seperti ini, pasti banyak diantara kita yang terserang batuk-pilek kan? Dan pasti bosen juga kan kalo harus terus-terusan konsumsi obat-obatan kimiawi...
Nah sobs, ada lho alternative lain selain obat-obatan kimia... bener lho, yuk intip infonya disini





Read More
/ /
Sobats, just wanna share you this tips!
Udah dua hari ini, mouse laptopku ga bisa berfungsi, hingga terpaksa pake mouse tambahan/luar. Aq tanya IT person kantorku, doi bilang mungkin harus install driver mouse nya lagi... iseng2 aq search ke google using the key words maouse laptop ga bisa berfungsi eh ternyata banyak banget link solusinya... salah satunya adalah
Apakah driver touchpad sudah diinstall?
Sudah coba tekan kombinasi Fn+F7 untuk mengaktifkan & menonaktifkan touchpad?


See? aq langsung coba yang kedua, TEKAN FN+F7 dan sobats..... it works!!!

KINI MAOSE LAPTOPKU UDAH BISA JALAN LAGI SOBS!!!

seneng banget donk pastinya..


Read More
/ /
WOW, that is the only word I can say reading one of comment in my shout box. From my net-friend in Balik Papan. Irien. She gave me an award! Wow! This is my first award after couples of months blogging! Ha..ha. Thx Irien. Of course I’ll do the instruction, no worries. :-)

ini lho awardnya:



To share this happiness, I would like to forward this award to my friends as follow:
1. Mazhar
2. Milan
3.Inda
4. Andy
5. Ossy
6. Mbak Ani
7. sehat dan hidup
8. Arbi
9. Gavinoz
10. Adeline

Guys, hope this can brighter your blogging spirit, and please follow the rules:
Forward this award to 10 of your friends, but you have to remove the participant number 1 from the list, so that all participant up 1 level. Then insert your own link at the bottom (number 10).

1. kupu.miss.oemang
2. shulayman
3. Imenoreh
4. Juragan Jengkol Menuntut Balas
5. Cilpilicious
6. Enno
7. Boodee
8. Woel
9. Irien
10. Alaika

Well, there is a significant of back link increasing if we all are playing fairly. So, why don’t we start now? Cheers.




Read More
/ /


Sobats, banyak kok yang ngalamin hal seperti ini. Udah senangnya selangit saat paypal terverifikasi, eh giliran nama yang bermasalah. Dan ini merupakan masalah yang vital. Gimana ga coba? Gara-gara nama yang ga sama antara yang di account paypal dan di rekening bank, penarikan uang atau pun pengirimannya jadi terkendala. Ribetkan? Tapi tenang sob, masih bisa diatasi. Aq mengalami hal ini kok, gara-garanya, karena diriku hanya diberikan nama tunggal oleh ayah ibuku (Sorry Mom & Dad, ga maksud menyalahkan sih, tapi dimana-mana jadi ribet urusannya karena ga punya nama belakang...). Oke, masih bisa diatasi kok. Apalagi di paypal.com di bagian HELP CENTRE nya juga menyediakan pelayanan untuk solusi masalah ini kok. Untuk lebih jelasnya sobats bisa lihat disini.
Tapi sayangnya, setelah menanti lebih dari seminggu, ga ada response tuh dari paypal, sementara diriku udah butuh banget menggunakan account paypal itu. Jadi gimana donk?
Well, setelah menanti sekian lama, aq jadi ga sabar donk, then do searching on google to find other alternative. Banyak kok yang ngalami masalah seperti ini, udah ikuti petunjuk tapi belum juga dapat response dari mbah paypal. Dan solusinya adalah tiada lain tiada bukan, bikin rekening baru di Bank dengan nama yang disesuaikan dengan paypal. Tentu tak semudah membalikkan telapak tangan donk, namun juga tak berarti sulit banget, sejauh perbedaan nama itu tak terlalu senjang. Biasanya sih perbedaan nama itu kan terletak pada kesalahan eja, ada huruf yang tertinggal, nama awal yang disingkat or tidak memakai nama keluarga (yang paling akhir ini adalah kasus diriku). Nah, aq tadinya mikir ingin buka account baru di bank (Mandiri) dengan menggunakan passport (karena di passport, namaku menggunakan nama keluarga). Tapi..... begitu sampai dibank, ternyata solusinya malah semudah membalik telapak tangan. Berdasarkan passport yang aq pegang, bank officernya malah bilang 'ngapain buka rekening baru mbak, bukunya aja diganti, diupdate, bisa kok mbak, jadi kan ga ribet!"
Ya ampuuun, so simple!!!
Alhamdulillah. Problem solved. Kini account paypalku sama persis dengan namaku di rekening bank.

Well sobats, semoga tips ini dapat membantu mengatasi persoalan ini, selamat mencoba.


Read More
/ /

VCC? pasti banyak dari sobats yang dah pada paham apa itu VCC kan? sebuah kartu tak berwujud (ya iyalah, namanya aja "virtual") yang bisa dipakai untuk memverifikasi paypal kita yang udah diapprove oleh paypal.com.
Then? how and where to get it? Tenang...., banyak kok para blogger yang jualan VCC, dan biasanya ga pake lama kok untuk mendapatkan bantuan dan servis dari para penyedia VCC ini. Dan harganya? murah banget kok. Waktu aq apply kemarin itu harganya masih berkisar di angka 75 ribu perak kok. Terjangkau banget kan?
ok, terus kemana or kesiapa harus membelinya...

sobat boleh coba ke dua link ini deh, dewi palupi or Putra Eka. Ga butuh waktu lama kok untuk verifikasi dan dijamin berkat VCC paypal kita akan terverifikasi. Silahkan mencoba!




Read More
/ /

Dearest Sobats semua…
Hope that u all are alright yach… yang sedang puasa moga tetap semangat dan kian tebal keimanannya, amiin…
Well, hari ini aq ingin share sesuatu nih, pengalaman berharga yang mudah-mudahan bisa jadi input untuk sobats semua…
Tapi sebelumnya sobats semua udah pernah dengar tentang paypal kan? Kalo hanya denger ya pernah donk… gimana seh? Hehe…
Tapi tentang apa dan untuk apa paypal itu sendiri udah pada tau belum? Jawabnya pasti : YES and NO donk?
Well, biar ga belit2, yuk kita simak sedikit tentang apa itu paypal, kok tiba-tiba si paypal ini jadi begitu kesohor sih di dunia online?

Paypal adalah salah satu alat pembayaran online yang paling mudah dan populer di jagad maya saat ini yang memberikan kemudahan bagi kita dalam melakukan pembayaran online secara cepat tanpa perlu memiliki kartu kredit karena PAYPAL yang akan melakukannya untuk anda. Saat ini hampir setiap pengguna internet berusaha untuk memiliki akun di Paypal. Why? Ya karena kemudahannya itu tadi…

Oke, tentang paypal udah, terus how to get it? Banyak blog yang telah membahasnya secara rinci, dan aq sendiri juga belajar tentang cara memperoleh paypal ini dari blog-blog itu kok. No worries, di jaman online begini, just go to ‘uncle google’ when u face a mystery (mystery? Serem deh kesannya…), ya udah, just go to google when u have a question. Itu yang sering aq lakukan, hingga kemudian om google menghantarkan beberapa link berkenaan dengan keperluanku akan paypal info.
Nah, setelah memiliki akun paypal yang telah terverifikasi, berikut ini aq ingin share pengalaman ini bagi sobats semua (yang masih newbie seperti diriku pastinya dan belum punya akun paypal). Moga bermanfaat yach… dan bagi para senior, just ignore this articles yach, or please add some input for a better information. Ok?
Well sobats, yuk kita mulai…
Sebelum mulai mendaftar, siapkan data-data anda untuk membuat account PayPal seperti Alamat Email, Nama, Alamat, Telp, Nomor kartu kredit (Pastikan Nama, Alamat, Telp yang akan anda isi untuk pendaftaran sama dengan data pada kartu kredit anda), bagi yang belum punya kartu kredit tenang aja, kita masih tetap bisa dapat akun paypal kok, dan verifikasinya pake VCC. Pernah dengar VCC kan? Gampang, ntar kita bahas secara terpisah, ok?

1. Ke situs: Paypal, link ini memakai referral ink dari paypalindonesia.com, dimana paypalindonesia.com telah memberitahu paypal.com agar memperhatikan pendaftaran setiap signup yang datangnya dari komunitas paypalindonesia.com, dan agar tim paypalindonesia.com lebih mudah memonitor perkembangan paypal di Indonesia serta membantu jika ada masalah.

2. Klik Sign Up Today untuk mendaftar

3. Selanjutnya ada pilihan negara,
karena anda di Indonesia pilih Indonesia. Lalu pilih tipe account yang anda inginkan sesuai kebutuhan.



Jika anda merasa bingung dengan 3 pilihan tipe akun tersebut (Pribadi, Primer, Bisnis) sebaiknya anda mencoba Pribadi terlebih dahulu.



Masukkan data pribadi anda sesuai dengan kolom yang disediakan.



Loncati dulu langkah ini, langsung saja klik pada tombol "Masuk ke Rekening Saya"



Anda akan menerima email konfirmasi bahwa anda telah mendaftar dan untuk mengaktifkan account PayPal, buka email dari PayPal tersebut dan klik link konfirmasi yang terdapat didalamnya, untuk konfirmasi bahwa anda adalah pemilik email tersebut

Jika alamat email anda benar, tidak lama kemudian anda akan menerima email seperti di atas. Perhatikan kode konfirmasi di tengah, silahkan anda copy, lalu Anda cukup menekan tombol berwarna kuning "Hubungkan kartu Anda".




Sampai pada tahap ini anda telah berhasil melakukan konfirmasi alamat email yang nantinya anda gunakan sebagai username pada PayPal.

Proses selanjutnya adalah: verifikasi account paypal. Dan jangan kuatir, walau tidak memiliki kartu kredit, paypal ini masih bisa kok diverifikasi pake sebuah kartu ajaib bernama Virtual Credit Card (VCC).



Read More
/ /
Dikunjungi eh Dapat Uang Pula!


Halo sobats semua, hope that u all are always in an excellent health yach! Wah, dah lama banget nih ga posting… hm…. Maklum deh, agak sedikit sibuk membenahi rumah baru (link). Btw, monggo dikunjungi ya… hehe, mulai deh promosiii….
Well sobs, hari ini kita mo ngobrolin apa ya? O..ya, I have something for us nih, mungkin para blogger tentu paham betapa pentingnya visitors bagi sebuah blog. Jika ada dalam perniagaan ‘pembeli adalah raja’ maka mungkin di dunia maya, visitors adalah raja. Visitors adalah asset terpenting bagi sebuah blog. Agree with me? :-)Well sobs, lets start!

Memiliki Blog atau web dengan jumlah pengunjung yang banyak, tentu menjadi keinginan setiap orang yang mengelola web atau blog. Jumlah kunjungan (traffic) yang banyak tentu akan mempengaruhi meningkatnya SEO atas web blog kita, yang tentunya semakin membuka peluang aliran uang kita dari blog atau web yang kita miliki. Dengan memanfaatkan traffic exchange kita akan mendapatkan jumlah kunjungan dengan mudah. Sebuah program di Internet menyediakan traffic exchange plus sejumlah uang, Pernah dengar donk pastinya? Tertarik? Yuk ikutan…
Namun sebelumnya ada baiknya jika kita mengenal lebih dulu apa itu traffic exchange.

Traffic Exchange ialah sistem pertukaran kunjungan antara sesama pengelola web atau blog. Simpelnya begini, kita akan memperoleh kunjungan balik setiap mengunjungi blog atau web orang lain. Setiap kita mengunjungi satu kali maka kita akan memperoleh kunjungan balik sekali. Dan tentang program ini, how does it work?
Setiap kita mengunjungi website lain maka kita akan mendapat 1 hit point di mana setiap 1 hit point berarti kita memiliki 1 hak kunjungan balik. Jadi jika kita mengumpulkan 100 hit dalam sehari, maka itu akan menjadi 100 kunjungan balik ke situs kita. Ini dikenal dengan istilah manual traffic exchange, yaitu pertukaran yang wajar di mana manusia sebagai pelaku utamanya, bukan mesin seperti yang ada pada program-program auto surf.

Easyhit4you Traffic Exchange merupakan salah satu program yang terbukti. Selain memperoleh kunjungan balik, kita akan memperoleh sejumlah uang untuk setiap melakukan kunjungan ke website orang lain. Program ini menawarkan 1:1 traffic exchange (20 detik) dan 2:1 traffic exchange (15 detik). Pilihan yang pertama berarti kita akan mendapat 1 point setiap melakukan 1 hit (mengunjungi situs lain sekali) selama 20 detik. Yang kedua, kita akan mendapat 1 kunjungan untuk setiap 2 kunjungan yang kita lakukan masing-masing 15 detik.
Sebelum kita berbicara lebih banyak silahkan daftar dulu disini.

Setelah berhasil membuat sebuah account pada pendaftaran yang teman-teman lakukan diatas, teman-teman dapat memasukan halaman website atau blog kedalam menu 'mysite' yang tersedia, setiap kita akan memperoleh 10 halaman web yang dapat di promosikan.

Dapat uang setiap surf

Untuk setiap 1000 point yang kita kumpulkan baik itu dari aktivitas kita sendiri maupun aktivitas downline-downline kita, kita akan mendapat komisi $0.30 (30 sen Dollar) Kenapa? Karena di sana ada advertiser (para pemasang iklan) yang membayar agar banner mereka ditampilkan atau membeli hits untuk mendapat kunjungan. Uang dapat ditarik setelah Account kita mencapai 3 $, penarikan dapat melalui Paypal atau alertpay anda.
Kita juga dapat meningkatkan penghasilan dari surf ini, dengan memberikan referensi kepada teman-teman kita. So, yuk buruan daftar disini, lets increase our traffic plus earning money from it.
Read More
/ /
CHAPTER V


11. Costs & Benefits (Analysis):

In a proposal, the chapter called costs and benefits is not the same thing as a line by line budget with numbers indicating amounts of money. (The line by line budget should be put as an appendix at the end of the document, not in the text).
Here in the text of your project proposal, the chapter on costs and benefits should be analytical and narrative, and relate to the previous chapters. It should discuss those budget lines that may need explanation (eg purchases, expenses or needs which are not immediately apparent or self explanatory).
You should try to make a cost benefit analysis, ie relate the quantity of the objectives reached, to the total costs, and calculate a per unit cost (eg the total cost divided by the number of children taught literacy will be the per unit cost of teaching literacy) .

Summaries or totals of the following information may help some donors to decide:
1. local costs;
2. external costs;
3. methods of financing;
4. local versus foreign exchange needed;
5. all non-financial contributions by the local community (each costed with a money equivalent);
6. methods to obtain supplies (where and how purchased); and
7. proportion of total costs requested in this proposal.

As well as the costs (including the amounts asked for in the proposal), you should make some comparison between the costs (inputs) and the value of benefits (outputs). The following could be answered:
1.Who benefits?
2. How do they benefit?
3. Justifications for the project?
4. What are the specific outputs of the project?
5. What is the average total cost per beneficiary?
6. Will value of benefits exceed costs of inputs (or vice versa)? By how much?

When the objectives are qualitatively different from each other (eg number of new parent committees formed and the number of children taught literacy) , then some arbitrary but reasonable division of "per unit" cost must be calculated.
The budget totals should be indicated in this section, then refer to appendix for the detailed budget. Other sources (donors and the amounts) must be mentioned. The total amount requested should appear here in narrative text.

12. Monitoring (Observing):

Monitoring should be done by:
1. The affected community, represented by the local committee;
2. Your agency or organization (specify who in it) ; and
3. Your donors.

How will achievements be measured?
How will they be verified?

Monitoring and follow-up should be built into the project activities. Part should be continuous self evaluation by you (the implementing agency).
The monitoring and receiving of reports from the project to the donor must be worked out and put into your project proposal. The monthly reports should be designed and reviewed as to usefulness to the donor for its ongoing planning and programming for the whole country.
One thing is for sure; there should be emphasis in reporting the results, or outputs, ie the effects of the project on the target group or beneficiaries. There is no harm in also reporting activities if the reports are brief. The reporting of achieved results, as compared to planned objectives as defined in your project proposal, is essential.

See Monitoring

13. Reporting (Communicating the Observations):

In any agency-funded project, accounting and accountability are very important. This applies to most donor agencies, UN, governmental or NGO.
In your proposal, your reporting procedures should describe: "how often, to whom, including what?" You may want to discuss this with the prospective funding agency since reporting and evaluation requirements vary among agencies, and are dependent upon type of project.
Evaluating your own project while it is under way will help you and your donors see your progress and accomplishments and the choices available for future action. Careful reporting of your project in progress is an invaluable resource for others who attempt projects of a similar nature.
Your proposal should indicate what reports will be submitted. These include regular ongoing reports, and a final report. Short, frequent reports (eg weekly sitreps) may include only events and activities. Longer reports should indicate the results of the project activities (not just activities) , an evaluation or assessment of how far the objectives were reached, reasons why they were not, and the impact or effect on the beneficiaries (target group) .
Reports should be prepared and submitted optimally every month. The proposal should indicate what reports are to be submitted and with what frequency and content. Each project (if your group is proposing more than one project) requires a separate report (two or three pages of text plus needed appendices).
A detailed monthly narrative report should include how far each of the intended objectives has been reached, what were the reasons they were not fully reached, and suggestions and reasons about changing the objectives if they were found to need changing. The narrative report can include information about events and inputs (what actions were undertaken, see below) , but should emphasize outputs (the results of those actions in so much as they lead to achieving the stated objectives) . Attention should be paid to the number and location of beneficiaries. The monthly report would best be organized into sections corresponding to the sections of your proposal.
A detailed monthly financial report should include what moneys were received and from where, what moneys were expended, listed line by line according to the budget categories in the proposal, reasons for over- or under- spending, and an assessment of how well the expenditures contributed to reaching the stated objectives of the project.
The final report should include the same topics as the monthly reports, plus a section called "Lessons Learned," and a section indicating the impact of the project on the target community and surrounding areas. The report should be concise (brief but complete).
The reports should be honestly self critical and analytical.
The same principles and guidelines for narrative reports should apply to the financial reports. The monthly budget outcomes of the project are as important to programming as the statements are to the accounting. Explanations of deviations from planned expenditures should accompany the budget outcomes.

14. Appendices (Attachments):

The text of your proposal should be a single, brief yet complete argument from beginning to end –– easy to read. Because many important details will make the text too convoluted and difficult to read, they should be put into appendixes at the end.
Typical of documents to put in appendices are:
1. lists;
2. diagrams;
3. detailed budget;
4. job descriptions; and
5. any other necessary detailed documents.

When you have written your first draft of the project proposal, go through it and look for any descriptions of details in your text that may draw the reader away from the smooth flow of the argument. Move them to an appendix, and in their place put a brief note about them and ask the reader to look in the appendix for the details.
Now read the document again. With those details tucked away in an appendix, does the flow of argument become smoother, yet not weakened by their absence in the text? Yes? Good! You've just found another way to make use of the appendices.
Appendices can include any other material that will allow officers of donor agencies to decide whether or not to approve funds. The purpose of the appendices is to be able to include all the necessary and important details (which the meticulous reader will examine) , but not in the text of your document where you want a smooth flowing, brief argument. It tucks those details away for use when wanted.

15. Detailed Budget:

The line-by-line budget should be put in an appendix. Each line on your detailed budget should have the total costs for one budget category. The lines should be grouped into similar kinds of costs (eg salaries, vehicles, communications, fuels, transport).
If you can, distinguish between non expendable items (ie equipment that can be used again later) and expendable (ie supplies that get used up).
The budget should be a realistic estimate of all costs involved in implementing and operating the project. If possible demonstrate the potential for eventual self support, or support from other resources other than the one to which you are applying. Costs estimates should be broken down in to logical categories (line items) such as: salaries; supplies and materials; equipment; travel and per diem; rent; telephone.
Voluntary contributions made to the project by you and members of your organization should be listed and estimated as closely as possible in cash terms, or shown as "no charge." Specify physical facilities that are available or, are to be made available for the project. Specify your organization's existing equipment and supplies that will be used for this project. Include any other inputs to be used for this project from government or from other organizations.
Often, funding agencies prefer to match grants, or assist with part of the total budget rather than give the entire sum. Therefore it is suggested that you show the total budget when applying, and indicate when you expect or hope to get other funding assistance.

16. Abstract (Executive Summary):

Write this part last. This is the section on which a potential donor will read and make that vital preliminary decision: whether or not to seriously consider assisting.
This should not be written, or even contemplated, until all above sections are written. Avoid writing it as an introduction. Think of it as a concise summary and conclusion.
The optimum size is half a page; the absolute maximum size is one page. Any longer and it is in danger of not being read or considered. It should summarize only the key recommendations and be written for busy board members or executives who may read up to fifty of them and may not initially read anything more than the executive summary for each proposed project.
Ironically, while you write the abstract last, you then put it directly after the front or title page of your proposal.and when you finish writing it: . . .
Now that you have written your draft proposal, hand it around for comments and suggestions. View the proposal critically and be prepared to do some rewriting and rethinking if necessary.

17. Some Final Guidelines Comments:

The most likely projects to be funded will be rapid, sustainable, small scale, low budget interventions for the most pressing needs identified by the communities.
Often proposals will be evaluated as to how they will contribute to wider, integrated sustainable development of the geographical area.
Active participation of women in identification, implementation and monitoring of a proposed project should be encouraged. The proposal should clearly describe the number of women involved in project design and implementation, and as beneficiaries.
Any projects that are part of larger or longer term plans must indicate other (preferably secured) funding sources to ensure continuity and sustainability.
Projects which are developmental, promote self reliance, and are ultimately locally sustainable have a higher chance of being funded. Your estimate of when the project could be self sustaining should be indicated in your proposal.
The success of projects requires the co-operation of all segments of the target community. There must be a sense of community "ownership" of the projects (including both local residents and displaced persons affected) . That means there should be some initial activity of "community development mobilization," "social animation" or similar community facilitation to ensure all members of the affected community participate in decisions concerning the proposed project. Active participation of the community as a whole (all members) in identification, assessment and implementation of the project is usually a prerequisite for approval.
A good project should be replicable. That means it should be possible to implement the same project in other communities.
Accounting and accountability are very important.
Many of the resources of those beneficiaries can be hidden by the concern we may have for their plight, but this can be deceptive. The hidden resources of your target group usually include skills and wisdom, and surprisingly many material resources, both capital and supplies. Your objective as a mobilizer and trainer should be to stimulate a process of uncovering hidden resources among the beneficiaries and encourage a social process of reducing dependencies and increasing self reliance.

Source: www.scn.org



Read More
/ /
CHAPTER IV

Good Morning Mates,Hope that u all are in an excellent health yach.
Today we will continue on how to write the proposal, ok? lets go to the point then...

6. Goals & Objectives (Solution = Output):

The goal of your project should be to solve the problem or problems described in the background. Goals and objectives must relate to the previous chapter, by stating what is the solution to those above problems. You need a set of (general) goals, and sets of (specific) objectives.
Start with "goals" which are general, long term, broad desires. From those goals generate specific "objectives" which are verifiable, measurable, finite, and have specific dates of achievement. For example: "To reduce illiteracy," is a goal; while "To teach basic literacy skills to 20 clients by March 2," is an objective.
You will want to be as specific as possible in stating the objectives of your project. They should be written in terms of the end results you expect in the project, not how you will achieve these results. Those results must be verifiable (ie. you can clearly show that they have been achieved, and they can be confirmed by outside observers).

When selecting the goals and objectives for the project, remember the nature of the donor you ask; what kinds of solutions are sought? The donor does not want to contribute to dependency, so is not interested in funding charitable services which may take the pressure of obligation off those authorities who should look after the rights of the local people. Most donors are not simply a source of funds for carrying out routine "operations." They are interested in supporting activities which highlight the needs of the most vulnerable and distressed, and promote self reliance, ethnic harmony and development.

7. Beneficiaries (Target Group):

In this chapter you describe the beneficiaries or target groups in some detail. You may also add indirect or secondary beneficiaries (eg people trained to help the primary beneficiaries). This can be an expansion of the topic mentioned in your background section; indicate their number, characteristics, reasons for vulnerability, locations, and so on.
Most donor agencies will be more predisposed towards your project if you can demonstrate that the beneficiaries have participated in the choice and design of the project. (An appendix can list meetings of beneficiaries, listing details such as dates, locations, times, topics discussed, speakers, and lists of beneficiary group members who attended. Refer to the appendix in this chapter; do not include it here; put it at the end of your proposal).

8. Targets and Activities (Inputs):

This chapter identifies the inputs in your project, ie what resources (cash, personnel and actions) will be put into your project.
First, start with examining possible strategies to reach the objectives mentioned above. In each case you have to link with the previous chapter. The best project proposal lists two, three or four different strategies and discards or rejects all but one of these, and says why. Then it goes on to say, "Given the objectives and strategies, what activities must be implemented or started to use that strategy and reach the objectives?"
Target means, "How much, to whom, where and by whom?" – In other words, "Who does what?" For example, what kind of training will you provide, for how long, and how many people will be involved? What specific skills will be taught and what kind of follow up activities are planned?
Indicate what kinds of jobs are being done in the project. Refer to your appendix for key job descriptions. Always refer those activities to how they will achieve the objectives mentioned above. Even the activities of the support staff must be justified in that they must be employed so as to allow the operational staff to reach their targets.

9. The Schedule (Each Action When):

In this section you describe in sequence the activities you plan in order to achieve your objectives.
If you can be so specific as to give dates, even if approximate, all the better. You may wish to use a diagram or bar chart to mark out the calendar events.
Include in the work plan the phasing of the project; how one stage of the project leads to the next.

How long will support be needed?
(When will the project end, or when will the project be locally self supporting? )


10. The Organization (Profile):

This section describes the (perhaps changing) organization and management structure needed to carry out the activities described above. The "O" in "CBO." Diagrams are very useful in this.
Describe briefly your organization's goals and activities. Be specific about its experience in working with problems of a similar nature, what its capabilities and resources are in undertaking a project of this nature.
The abilities and experience of your organization's members, your human resources, may well be your greatest asset. Indicate the kind of assistance your organization expects to receive from possible collaborating agencies. Attach additional organizational information, such as an annual report, if available.
Explain:

1. How will it be done?
2. Who is responsible for the project?
3. Who will implement (who will do it)? and
4. Who will direct the implementation of the project?

Who runs the project? Who is in charge of the overall organization? Who is responsible for its overall implementation (in contrast with responsibility for its design and its monitoring, and in contrast with the separate actors, separate agencies, and separate locations) ? Will that change? These can be spelled out in the proposal. See Organizing byTraining for participatory methods of developing the organization.

Do not overlook the activities (labour) of volunteers who contribute to the project. Although they might not be paid staff, they are resources, and contribute resources to the project.

see the next poin on the next chapter. OK?

Source: www.scn.org



Read More
/ /
CHAPTER III

3. Project Structure (Outline of Your Proposal):
These (structure) guidelines are not intended to tell you what to write, but rather how to write the proposal. If you are responsible for writing the proposal, then it is because you are the "expert" (in the best sense of the word). If you are responsible, then you know what you want to achieve and the best way to achieve it. In any event, don't panic at the prospect and don't be put off by the technical jargon that unfortunately is frequently used.

Do not try to write the proposal by yourself. Ask for help from your friends and colleagues, programmer, manager, staff and those who can assist in either concepts or in style. Think of preparing a proposal as a written form of "dialogue" in which each successive draft is a continuation of the process.
The chapters of your proposal do not necessarily have to be written in the order presented here, but what is written in each chapter must relate in specific ways to what is written in the other chapters. Make sure that you put the right content in the right chapter. Make sure that each topic relates to the others and to the proposal as a whole.

4. Title Page (Cover):

This is a single page; the front cover of the proposal. It should include:
1. Date;
2. Project title;
3. Locations of the project;
4. Name of the organization; and
5. Any other necessary single line information.

The abstract or executive summary follows the title page, but the proposers should not think about that now, read on about the other sections of the proposal first.

5. Background (Causes of the Problem):

This section is expected to answer why your project is needed. Here you will want to give a description of the situation and focus on factors which prompted the formulation of your proposed project. Tell how the need for this project was identified and who was involved in developing the project. Explain your project's origin or context.
It is most advisable to involve the whole community in identifying priority problems; that is called "participatory research."
The first thing the background does is to identify the problem. That means it must name the problem and locate the problem. It indicates the target group (beneficiaries), the sector, the magnitude, and other actors who are working to solve that problem. It also indicates the extent to which the problem has been solved by the other actors, and what has been so far accomplished by your group.
While examining the problem(s) to be addressed, several questions should arise here. What is the condition of the target group to justify the donor donating money and perhaps seconded staff? A history of the community, your group, or the project is not essential, but a brief outline can be useful. More importantly, what conditions, or what changes in conditions, are envisaged that would lead to any donor agreeing to fund your project?
You may wish to include:
1. Project area (Issues and problems, not descriptions);
2. Reasons for making this proposal;
3. Circumstances leading up to the project; and
4. Broader plans or strategies of which it is a part.

If yours is a project that is not starting fresh, the background will also indicate any changes in your project since it began.
Remember that the background chapter describes the factors leading to the problem that your project intends to solve. Everything in this section should be justification to approve the project and the requested funding assistance. Long histories and analyses would be detrimental here.

To be continued in CHAPTER IV



Read More
/ /
CHAPTER II
2. Plan Your Project (Practical Vision):

Perhaps you and your associates have many ideas of things you want to do; you see a need to reduce illiteracy, to reduce poverty, to provide safe drinking water, to improve the level of health, to provide training for disabled persons, and many other things. You must, however, choose a project that is very specific, limit your goal to a single desired solution to the highest priority problem.

Involve the whole community. In choosing your project, call a meeting and do not neglect to include the people who have been often neglected in the past, women, disabled, the very poor, those who have no voice in the way things are decided in the community. Make sure that the people who are supposed to benefiting your project feel that this is their project, for their benefit, and that they may contribute to it because it is theirs.
It is not enough, however, to choose your goal. Good planning is needed, identifying your available or potential resources, generating several strategies and choosing the most viable one, deciding how you are going to monitor (watch) the project to ensure that it stays on track (ie it continues to be consistent with your original desires) , ensuring that the accounting is both transparent and accurate, and deciding what is to be done when (a schedule) . A bit of research about the location, the population characteristics, the situation, the existing facilities, is needed in order to objectively describe the background to the project. Involving the community and the beneficiaries in this research is the best way to ensure that it is valid.
With the community or target group, use Brainstorming Principles and Procedures to outline a Plan or Project Design. Without allowing criticism, ask group members to contribute to each step of a brainstorming group process: what is the priority problem (list all, even the foolish statements; then rank them in order of priority) , facilitate the group to understand, therefore, that the goal is the solution to that identified problem. Help them to generate objectives (finite, verifiable, specific) from that general goal. Identify resources and constraints, then generate several alternative solutions, choosing the most viable. Other documents are available to explain the brainstorming process in more detail but this was a brief sketch.
With your background work behind you, you will want to start drafting your proposal. We highly recommend that you obtain resources (funds) from several sources. Do not let your organization or group become dependent upon a single donor.
Before you begin to write your proposal, keep in mind the following points:
1. It is necessary to find out in advance what sources of funding are available, through governments, United Nations agencies, some international NGOs or private foundations.

2. Most donors look for the degree of local initiative in the project proposal, the utilization of the available resources within the country itself and the plans for the project to be self-supporting once the initial funding has been spent.

3. Your project should be practical, not too costly, and have the potential for being repeated in other situations.

4. Increasingly, funding agencies are looking for integrated approaches to development projects. This means that you will want to see to what extent your project supports and supplements existing activities, and is designed to overcome identified problems.

5. Almost all UN and government agencies, foundations and private voluntary agencies have their own proposal format, that they will want you to follow. If you are not in contact with a local or regional representative, write a letter requesting information as to proper procedures, application format and funding requirements. While format varies, the same information is asked for by all agencies and foundations.

6. Find out the budgeting cycle of the agency, whether annual, quarterly or ongoing. Check to see if there is a closing date for application.

To be continued to CHAPTER III

Read More
/ /
CHAPTER I

Good afternoon mates, its a very hot day, seems that the sun release 75% of its energy to heat the earth ha? Or.... hey, is it also because of the effect of global warming? Aceh, with its empty of trees (not really empty, but the baby trees are still growing up)after tsunami, of course being so hot!! It is really a hot day.
Well mates, lets change our topic. Regarding to friends request, today I would like to share you a tip of how to write a proposal for Funding. What do you think? Is that also the topic you are searching for? But... to ignore your boring, I will split it into several chapters, Ok? Lets start mates!!

1. Introduction:

A proposal is a request for financial assistance to implement a project. For a community project, it may be used to seek approval from the community members (the community itself being the most important donor). You may use these guidelines to seek project funding from any donor. We recommend that you aim for multiple sources of funding. If you have only one source of funding, you may become dependent upon that one source.
A proposal is not just a "shopping list" of things you want. A proposal must justify each item in the list of things you want, so that a donor agency can decide if it wants to provide some or all of those things. You must know (and be able to communicate) exactly what you want to do with these things, and that is why you should design a project to carry out what you want to achieve.
It is important to carefully formulate and design your project. It is equally important to write a proposal which will attract the necessary funding. Proposal writing is a skill which requires some knowledge and practice.
Your project proposal should be an honest "sales" document. It's job is to inform and to convince. It is not a place to preach, boast or to deceive. If you are convinced it is a good idea and should be supported, your project proposal should honestly report it to decision makers who weigh its merits against other donation commitments. It should clearly indicate how and when the project will end, or become self supporting. Proposals should be neat and tidy, preferably typewritten, and without any extraneous or unnecessary information.
How elaborate your proposal is should depend upon the amount of resources being requested and how big the total project is. Modify these guidelines to fit the project and proposed donor.
The project proposal must reflect the background work you have already done and should be logically set out. It is not enough to write a letter stating your request. You have to demonstrate the need and prove that the project is worthy of funding. Remember that there will be many other organizations and individuals competing for the funds.
Use clear concise and simple language which says exactly what is meant. If necessary use diagrams or charts to illustrate key points. Use appendices to avoid crowding the body of the proposal and the flow of the narrative. Tailor your presentation to the agency approached. Express a willingness to be interviewed personally by the funding agency once they receive and read your proposal request.

Note:
And, especially . . .Do not be discouraged if your proposal is not accepted. Find out why, and try another agency.


Resourse:
Phil Bartle
www.scn.org



Read More
/ /
Dear Mates! Hope that u are always in a perfect health yach...
Hey, we are at the end of the working days. Its Friday mates!! wow, thats why I feel so happy, hahaha...

Lots of us wonder and curious how to write a good motivation letter, or cover letter where we all aware that this letter play an important point when we applying a job.

The Cover Letter (CL) is the document that accompanies your CV when you are applying for a job. For academic purposes, the document used is typically called statement of purpose, and is laid out after somewhat different rules. The CL is short (200-250 words), with a quite rigid structure and has the layout of a letter. Its goal is to introduce the CV, to bring to attention aspects of your activity that can help your application and are not listed or not presented in the proper light in the CV. In short, its goal is to answer the recruiter's question: "Why should I hire this person?".
Layout.
The layout is that of a formal business letter: your address and contact details come under your name, in the upper right corner of the page. Underneath, aligned left, write the name, function, organisation and address of the person you are writing to. It is a lot better to know the name of the person who is going to read your letter. You should address the letter directly to him or her. In the case you do not know the name, an email, a little digging in the net or a phone call should help you get that name, in case it is not mentioned in the official announcement. Under the receiver's address, but aligned right, write the date of the day when you are writing the letter. You should spell the name of the month and use four digits for the year. You can put in front of the date the location, like Banda Aceh, 24th July 2009.

If you do know the name of the addressee, start with Dear Mr (Mister), Ms (Miss), Mrs (Mistress), Dr (Doctor), without the full stop that you might expect to follow the abbreviation, and the surname of the addressee, followed by comma (Dear Dr Smith,). In this case, you should end the letter with the salutation Yours sincerely. If you do not know the name, start with Dear Sirs, or Dear Sir or Madam and close with Yours faithfully. In American business correspondence, Yours truly is acceptable in both cases. Do not start the body of the mail with a capital letter, since it follows a comma.

Structure.
Ideally, a cover letter has no more than four paragraphs. The goal of the first is to specify what you are applying for and how did you find out about that opportunity. The last one outlines your availability for an interview, suggesting in this way a concrete follow-up for your application.

The second paragraph should list your skills and qualifications that make you the right person for the position you are applying for. Read carefully the announcement, identify the requirements and see how your skills match those required. Do not simply state you have them, prove it. Ideally, you should start from your experience and show how you have developed those qualifications by doing what you have been doing/learning. Same as in the case of your CV, the result should portrait you as an independent, creative person that can take initiative and deal with responsibilities, apart from the specific skills needed for the job. In short, the second paragraph should show why you are good for the job.

The third should point out why you want it. You should outline your interest for the skills you are going to learn if you get the job. The impression left should be that you can make a genuine contribution to the company's operations, while simultaneously deriving satisfaction from your work.

After the fourth paragraph leave a blank space, same as you should do in the beginning, after the salutation (Dear). Write the proper closing, as described above and your name. Do not forget to leave a blank space between the closing and your name and to sign the letter in that space.

Enclosure.
It is customary for formal letters to mention whether you have enclosed any documents accompanying the letter. Simply mention enclosure, or write curriculum vitae under the heading enclosure at the end of the letter.

Print the letter on A4 white paper same as that on which your CV was printed, and put both documents in an A4 envelope of matching color. If you are emailing it request a notification that your documents have been received. Wait at least two weeks since the day you sent your application or after the deadline before writing again in the case you did not get any answer.



Read More
/ /
Halo sobats semua…. Hope u are always in excellent health yach…? Dah lama nih ga nongol menyapa sobats semua, maklum…. Rada sibuk sih (fuih…klise deh)…
Yo wes, ga usah ngobrol ngalor ngidul kali ye? Mending langsung aja ke persoalan yang akan kita bahas.. (cie…. Sok penting banget deh…), topic ini sih berawal dari sebuah email teman yang masuk ke gmailku pagi ini. Judulnya? Top banget…. ”HATI HATI jangan TIDUR dgn LAMPU MENYALA….BAHAYA!!!
Wuih…. Ini yang sedang aq cari-cari…alasan akurat untuk mendukung kebiasaanku yang emang paling ga suka tidur dalam cahaya lampu terang benderang. Sejak kecil tuh aq paling ga nyaman tidur dalam keadaan lampu menyala terang…, rasanya otakku merasa ‘hari belum malam’ deh kalo lampu masih nyala. Seolah jam sekolah dan bermain terutamanya, masih terentang panjang.. bener deh. Hal ini berlanjut hingga kini dan malah menular pada Intan, putri semata wayangku. Gak ingat sugesti darimana, tapi tetap aja ada perasaan ngeri di hati jika sampai tertidur dalam keadaan lampu menyala terang, serasa sinarannya itu sedang dengan aktif mencabik2 dan mengukir kerutan pada wajah, menusuk2 saraf mata yang seharusnya sedang istirahat… (hahaha….sugesti berlebihan deh…., tapi aq lupa banget darimana asal sugesti ini, tapi itulah yang sering muncul di hati jika sampai tertidur dalam keadaan lampu yang menyala terang).

Back to the topic Tidur dengan lampu yang menyala terang? IH BAHAYA LAGEEE!! jelas terinspirasi oleh email temanku tadi… ‘HATI HATI jangan TIDUR dgn LAMPU MENYALA….BAHAYA!!!’ cocok banget nih, karena dah lama aq mencari artikel pendukung sugestiqu itu…
Kemana nyari artikel pendukung itu? Ya jelas ke Oom Google donk...he..he
Nah sobats, yuk lanjut ke artikel selengkapnya di Tidur dengan lampu yang menyala terang? IH BAHAYA LAGEEE!!
Read More
/ /
Mates, I have something for you in the corner of Sea of Life. Kisah ini adalah rangkaian kisah perjalanan hidup seorang wanita keras kepala dalam memperjuangkan kebebasan dirinya. (he..he, pasti sobats menduga ini my true story kan? well....)
Sobats, lama sudah aq ingin membukukan perjalanan hidup ini, namun mungkin baru sekarang ini nemu waktu dan kesempatan yang tepat. (cieee, kayak beneeerrr aja... sok sibuk ah..) tapi serius kok, cerita kali ini sungguh menarik untuk diikuti, ga percaya? ayo buktikan dulu donk... yuk lanjut ke TKP






Read More
/ /
Good morning mates! Kangen banget nih sama sobats semua....udah berapa hari ya ngga ngeblog? Hm.... habis gmn? lagi banyak yang dihandle sih....
Pagi ini juga sebenarnya sedang repot banget, menuhin tugas-tugas yang udah antri rapi on my list of thing to do. Tapi ya itu tadi, kangen banget sama sobats semua, so, walau ga punya posting khusus (belum sempat dibuat sih...), teteup aja ingin nyapa sobats semua. But I m quite sure that banyak dari sobats yang belum baca artikel tentang info how to perform a healthy sexual life kan? Banyak sekali info menarik yang dapat kita petik dari artikel-artikel tersebut.
Well sobats, pagi ini, berhubung antrian tugas yang sudah terus-terusan memanggil, let me leave you here to read the articles yach..., itu juga kalo sobats sedang tidak dikejar-kejar deadline lho. Tapi percaya deh, informasi kali ini benar-benar menarik, karena kita semua tahu dan setujukan bahwa bicara tentang SEX emang ga ada matinye?? he..he, well sobats.. just go to the interesting info yach.

Regards,

Alika



Read More
/ /
Sobats, bahagia banget seeing the time showing 5.01 pm...., artinya? jam pulang kantor donk..., sambil closing all the open windows, iseng-iseng re-check my gmail... eh ada email forwarded dari teman sebelah meja...., tunggu apa lagi, langsung dibaca donk....dan ...hm... bagiku sih sangat berarti...untuk diingat dan dibawa pulang...implemented in our life...isnya apaan sih? well, just follow the read more...
Judulnya adalah:
Sholat Subuh di Masjid

Seorang pria bangun pagi2 buta utk sholat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid, namun ditengah jalan menuju masjid pria itu terjatuh dan kotorlah pakaiannya. Diapun bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI, berjalan menuju masjid.
Namun, di perjalanan kembali menuju masjid , dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah. Dirumah, dia, sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masj id .
Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang pria yg memegang lampu. Dia menanyakan identitas pria tsb, dan pria itu menjawab "Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid , jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda.' Pria pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid .
Saat sampai di masjid , pria pertama bertanya kepada pria yang membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya. Pria kedua menolak. Pria pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan, lagi, jawabannya sama. Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat. Pria kedua menjawab Aku adalah Setan (devil/ evil)
Pria itu terkejut dgn jawaban pria kedua. Setan kemudian menjelaskan, 'Saya melihat kamu berjalan ke masjid , dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid , Allah memaafkan semua dosa2mu. Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun t idak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja, kamu tetap memutuskan kembali masjid .
Karena hal itu, Allah memaafkan dosa2 seluruh anggota keluargamu. Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh utk ketiga kalinya, jangan2 Allah akan memaafkan dosa2 seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dgn selamat..'

Jadi, jangan pernah biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya. Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu t id ak pernah tau ganjaran yg akan kamu dapatkan dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usahamu utk melaksanakan niat baik tersebut . If forwarding this message will bother you, or take too much time from you, then don't do it, but you will not get the reward of it, which is great.

Read More
/ /
Dear sobats semua,
breaking a while from searching info regarding to the process of decentralization in Aceh, aq log in sejenak ke facebook (lagi semangat banget nih log in FB, soalnya jumat kemarin re-nemu teman2 lama di Teknik Kimia dulu/teman sekampus yg udah lama ilang bok)...., nah, nemu info sangat penting sob... yang sudah seharusnya diketahui oleh siapapun, apalagi para pecandu udang... HARUS BACA DEH POKOKNYA..., well, langsung aja deh klik read more..

Peristiwa ini terjadi di beberapa waktu lalu di Menado. Seorang wanita meninggal dunia secara mendadak dengan kelima panca inderanya mengeluarkan darah. Hasil penyelidikan jelas-jelas menunjukkan almarhumah bukanlah bunuh diri apalagi dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang racun akibat makanan.
Semasa hidupnya, wanita ini terbiasa mengkonsumsi Vit C setiap hari. Dan tentu saja ini adalah kebiasaan yang baik dan tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah wanita ini mengkonsumsi udang dalam jumlah yang banyak pada malam kejadian itu. Dan lagi.....makan udang saja sebenarnya juga tidak menjadi masalah, karena orang lainnya di rumah itu juga melakukan hal yang sama (makan udang, tapi tidak vitamin V)dan tak ada yang meninggal..
Namun, karena udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O5), dan berhubung habis makan udang wanita itu minum Vit C, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun.
Ini mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus keluar darah, pembuluh darah melebar hingga wanita itu meninggal mengenaskan dengan kelima panca indera yang mengeluarkan darah.

Jadi sobats, waspadalah, Jangan mengkonsumsi vitamin C dalam waktu bersamaan setelah mengkonsumi udang dalam jumlah yang banyak.

Catatan ini dikutip dari Ibu Imagaribaldi. (jgn tanya detail info beliau karena aq sendiri juga ga tau persis sob. :-))

Tingkat toxic dari Arsenic Pentoxide (As2O5) mirip dengan Arsenic Trioxide (As2O3)
Arsenic Pentoxide digunakan dalam bentuk solid atau cairan untuk membuat arsenat, pembasmi rumput2an, perekat metal, insektisida, fungisida, pengawet kayu, percetakan dan pewarna celup.
Hingga sekarang ini yang sangat menguatirkan dan salah satu alasan kenapa Uni Eropa menolak import udang & ikan laut beku Indonesia adalah adanya beberapa eksportir / produsen yang menggunakan bahan kimia berbahaya untuk mengawetkan udang / ikan yang di exsport tersebut.
Terus terang, kalo liat udang khususnya dari Indonesia Timur memang bikin ngiler... apalagi yang sudah dalam bentuk beku (frozen) untuk langsung dimasak... maka itu, dianjurkan untuk merebus terlebih dahulu udang darimanapun dengan air bercampur arang kayu, yang katanya dapat menurunkan kadar zat beracun...
walahualam. Anyway, semoga catatan ini bermanfaat adanya.

sumber:
notes nya salah satu teman di facebook...

Read More
/ /
Sobats, banyak kebetulan yang kemudian memberi arti penting bagi keseharian dan kehidupan kita. Seperti kali ini, berselancar di dunia maya, mencari artikel tentang cerebral palsy, eh nemu related artikel tentang pentingnya melindungi bayi dan batita dari goncangan. Penasaran kan, guncangan apa yang dimaksud? Oke, lets go on to Healthy Life



Read More
/ /
Sobats, permintaan seorang kolega untuk membaca bahan presentasi yang akan dia bawakan dalam sebuah workshop gaweannya ILO di Jakarta Minggu depan telah memberi info baru bagiku. Gmn ngga? CEREBRAL PALSY, dua kata yang begitu sering diucapkan di kalangan teman-teman kantorku (yang bergerak di bidang pemberdayaan para penyandang cacat), yang aq (sebagai pendatang baru di bidang ini) masih sangat minim pengetahuan tentangnya, kini juga muncul beberapa kali (tanpa penjelasan terinci, mungkin karena dianggap banyak yang sudah tau persis tentang dua kata ini)dalam slide presentasi. Semakin membuatku penasaran akan arti yang dikandung oleh dua kata itu.
Hm.... malu donk kalo harus nanya ke temanku secara langsung, belum lagi kalo dia sedang sibuk, dan ga sempat ngejelasinnya. Mending aq tanya Oom Google deh, percumakan kalo search enginenya ga digunain?
Dan sobats,....
bantuan Oom Google is highly appreciated. Just go to the Healthy Life to find more info about CEREBRAL PALSY.

Regards,

Alaika



Read More
/ /
Met malam sobats semua, hope that you are in a good health yach..., malam ini mo bahas apa ya? sebenarnya sih ingin nuntaskan novel selingan semusim yang belum juga nemu ide untuk endingnya...tapi tiba-tiba jadi ingat dengan obrolan tadi sore dengan beberapa teman tentang sinusitis. Tau donk pastinya, apaan itu?

Bener sekalee... SINUSITIS adalah suatu gangguan dimana terjadinya pembengkakan atau infeksi di daerah sinus, yaitu rongga udara yang terletak di antara tulang hidung, pipi dan tulang alis mata. Rongga tersebut berfungsi menghasilkan mukus, yaitu lendir yang kita kenal dengan kata "ingus". Saat pilek karena sakit ataupun alergi, kita biasanya refleks mengeluarkan ingus untuk mengosongkan rongga tersebut. Sinusitis terjadi jika ada benda atau apapun yang menghalangi keluarnya ingus dari dalam rongga sinus. Bisa akibat perubahan tekanan ataupun temperatur (untuk penderita alergi dingin), karena pemakaian obat semprot hidung terlalu keras atau akibat asap rokok, debu (untuk alergi debu) atau bisa juga karena bakteri maupun virus. Nah jika lendir atau ingus tadi terhalangi jalannya, maka lendir tersebut lama kelamaan bisa bertumpuk dan jadi tempat yang nyaman bagi bakteri untuk hidup, akibatnya di rongga sinus bisa terjadi infeksi bakteri. Infeksi atau peradangan sinus umumnya terjadi sebagai kelanjutan infeksi hidung.
Nah sobat, untuk uraian lengkapnya, yuk kita ikuti ceritanya di Healthy Life


Read More
/ /
Hm..., sobats, met sore semuanya....pa kabar nih di sore Sabtu indah ini? He..he, terlepas dari cerah-redupnya cuaca, Sabtu dan Minggu biasanya selalu saja mampu memberikan sensasi keceriaraan di hatiku (dan mungkin juga bagi sobats semua?). Ya iyalah, wong Sabtu Minggu itu identik dengan week end kan?

Sebenarnya udah sejak pagi tadi ingin nongkrong dan memainkan jemari diatas keypad keyboard, menuangkan inspirasi yang (seperti biasa) muncul dadakan dan ingin langsung dituangkan. Tapi urgency lain tak bisa diajak kompromi. Mobil tuaku yang setia sakit lagi... harus segera diantarkan ke dokter specialisnya.. Padahal tuh mobil udah bongkar mesin dengan biaya yang cukup menguras kantong 3 minggu kemarin. Dan harusnya doi sih udah sip dan ga perlu lagi mengeluarkan keluhan2 yang bikin hati ngenes. Eh ini malah, bikin hati dan pikiranku sebel. Gimana nggak? Masak setelah bongkar mesin, masih ada tetesan2 minyak (seperti oli) ikut menetes di bagian bawah mesin... siapa yang ga panik coba (panik nya sih ngebayangin jika ini harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit). Tapi untunglah setelah dibawa ke bengkel dan ditangani lagi oleh si ahli langgananku, hopefully the problem quite safe lah. Mudah2an ga ada masalah lagi.
Ups.... kok malah jadi ngelantur ngomongin mobil ya? padahal tadi tujuannya kan mau nulis tentang MIMISAN! He..he, sorry sobats, ya deh, back to the topic. MIMISAN. Ya, penyakit klasik yang sangat akrab dengan kita or orang-orang di sekeliling kita, yang selalu mengingatkan kita (orang-orang tua) pada daun sirih, sebagai salah satu obat penanggulangannya. Well sobats, yuk ikuti topik ini di Healthy Life, just go to the menu on the top and klik HEALTHY LIFE. Cu there ya sobats, have a nice saturday nite and a great week end!

Salam,

Alaika


Read More
/ /
Hm..., met malam menjelang dini hari nih sobats semua...., pasti banyak yang udah terbuai di alam mimpi nih? Or terlindung nyaman dibawah selimut (pake selimut sepanas iniiii? Iya donk bagi yang pake AC), or? tertidur nyaman di dalam pelukan suami tersayang, or terbuai dalam damai sambil memeluk istri tercinta? Ih... kok jadi panjang gini sih nuturnya? kayak dalang aja, padahal ini kan udah tengah malam? wah udah pagi malah, tuh digital clock nya showed 12.03 AM
Ya udah deh, langsung aja, postingan ini khusus untuk sobatku Meicy yang aku janjiin akan memberikan laporan (laporan? kayak militer aja deh) padanya jika aq jadi PAP-SMEAR. But, of course, this post is also dedicated for whom interest in the Women Health Issues.
Nah sobats (especially you Meicy), silahkan langsung aja ke Healthy Life ya... Itu lho, adanya di menu atas tuh, Healthy Life Cu there. Moga bermanfaat infonya yach. Udah ngantuk nih. Have a good nite and a very nice dream. Kalo mimpinya agak buruk, langsung aja bangun, cuci muka, wudhu, shalat tahajjud, ok? he..he


Regards,

Alaika


Read More
/ /
Halo sobats semua, kangen juga nih udah berapa hari ga nulis...., habis gimana yach, deadline report sih, dan jadinya ya repot deh....:-) tapi kebanyakan fokus ke laporan bikin jenuh juga sih, makanya iseng-iseng buka-buka file lama, dan nemu beberapa carik (carik....? kayak kertas aja) file lama yang masih tersimpan rapi di folder 'perjuanganku" Penasaran akan isinya, ya udah, buka langsung, eh ternyata semua file yang ada disana berpassword dan aq harus menyelam agak lama sih untuk menemukan kembali password yang tersimpan itu. Dan tentu donk, berhasil! Berhasil! (Kayak Dora deh ih).
Ternyata surat, surat dan surat....
semuanya sih surat-surat masa perjuangan dahulu....
he..he, penasaran yach perjuangan apa? yang jelas aq bukan salah satu anggota pejuang Referendum of Aceh kok. Aq hanya rakyat biasa yang paling jauh berjuang untuk kebebasan diri sendiri.
Membaca ulang kalimat2 di dalamnya, membuat hati ini sedikit kaget dan salut, dalam kemarahan, ternyata aq masih sanggup menyesuaikan kata2 hingga tampil indah dan yach.... (cuih...cuihh... Narsis banget loe Al!!!)
well, just go to Sea of Life aje, aq nemu ide untuk bikin cerita kategori : Episode Membelah Diri (Sel kaleee? Membelah Diri!)

Oke deh, aq ke Sea of Life dulu ya untuk upload the first letter.

Regards,

Alaika


Read More
/ /
Hm…, gak tau kenapa, hari Minggu kemarin hatiku mendung kelabu, padahal udara dan cuaca di luar jelas terang benderang, bahkan terik-panas akibat tak ada lagi pepohonan besar yang siap memberikan keteduhan. Sesungguhnya pagi ini diawali dengan keindahan, suasana hati yang damai, namun siapa nyana jika siangnya bisa berubah kelabu seperti cuaca kini yang sulit diduga. Airmata tak terhalang, tanpa sebab pasti (sebenarnya sih ada, tapi ga enak aja jika ditulis disini, karena ada nama dan tempat yang akan tersebutkan, jadinya ga etis donk..) dianya mengalir begitu saja membuat mataku agak sulit untuk melihat. Semua nampak samar, tapi hanya sebentar sih.
Setelah itu aq jadi bengong, ga tau harus ngapain. Ya udah, daripada ga jelas mo ngapain, mending buka laptop, Sea of Life ku juga udah lama ga di update. Mending nerusin Selingan Semusim 5 yang udah deket ke endingnya. Well, aq siap-siap deh untuk nerusin Sel-Sem 5. Tapi kemudian, sebuah sms yang hadir di hape ku sungguh telah memutar haluan keinginanku. Bukan Selingan Semusim yang di teruskan agar segera ending, eh malah CEMETI UNTUKMU yang hadir dalam beberapa menit.
Well sobats, cerpen ini diilhami oleh sebuah sms dari salah satu sahabat karib yang sedang terdera batin oleh polah sang suami. But I don’t think that it is ethic to mention the sms words here. Anyway, my lovely friend whose own the sms, thx for sharing and give me the idea, but you can easily read that the story is far from your case. Means…: your secret is in my heart. No worries dear! 
Nah sobats,
Silahkan klik menu di atas untuk menuju Sea of Life
Selamat menikmati, semoga dapat terhibur hendaknya.

Salam,
Alaika.



Read More
/ /
Sobats, banyak teman yang bertanya saat mereka membaca serie "Selingan Semusim" yang ada di blog Sea of Life, tuh, yang ada di menu atas itu lho. Mereka tanya, "Al, beneran itu tulisan kamu?"
Dan jawabanku adalah, "Tentu saja itu tulisanku. dan aku ga akan pernah lupa akan kronologis (cieee, kronologis bok..?) penulisannya. Dan daripada harus mengulang-ulangnya, mending aq kasih sedikit intro ya...
Novel ini sebenarnya telah tercipta sejak 5 atau 6 tahun yang lalu. Saat itu, masanya teman-temanku (para cewek dan semua udah berkeluarga lho) sedang tergila-gila pada tulisan/cerita panas stensilan yang diproduksi beberapa publisher yang ada di Pulau Jawa sana. (sorry, ga berani nyebut/nunjuk objeknya ah, takut kena tuntut). Nah, saat itu aq berkata (ca ileh....berkata), "kalian ga usah jauh-jauh nyarinya, aq bisa kok bikin novel seperti itu." Tentu mereka ga percaya donk. Aq terima tantangan mereka dengan syarat biaya print out dari mereka. Waktu itu kan lumayan mahal biaya ngeprint sih...
Well, I took 2 weeks to finish the story...(selingan semusim 1 s/d selingan semusim 4). Dan jadilah sebuah 'novel' yang laris manis di kalangan teman2 sekantor. masih kalangan terbatas bok. Hasil penilaian teman-teman: novel ini layak untuk di kirimkan ke salah satu produser. Wah? yang bener? ga yakin, aq berinisiatif minta pendapat suamiku (mantan sekarang). Dan mulailah petaka itu. Suamiku (mantan) berang. Alih-alih dapat pujian, aq dituduh telah berselingkuh dan ini adalah kisah perselingkuhanku.
Oh dear... how can it be?? Jika itu memang perselingkuhanku, apa aq sudah gila dengan mengungkapkannya di sebuah tulisan dan memintanya (suamiku) untuk membacanya? Menelanjangi belangku sendiri? Terciptalah sebuah perang dingin berdurasi 2 bulan karenanya. Untung keluarga dia (yang memang cukup dekat mengenalku) berpihak padaku. Bahwa tak mungkin aq berselingkuh. Andai perang dingin berlanjut lebih dari dua bulan waktu itu, aq siap untuk mengajukan gugat cerai. Tapi untunglah pihak keluarga turun tangan, berusaha mendamaikan. Hingga akhirnya perdamaian tercapai. Dan novel itu aq bumi hanguskan. Tapi jangan salah.... aq menyimpan soft copynya donk... (capek kan nulisnya? apalagi adegan2nya harus dipraktek dulu baru dapat ekspresi dan gaya tulisan yang natural, he..he).
Well sobat, itulah sedikit intro tentang serie Selingan Semusim yang ada di
Sea of Lifeku. Gak jauh2 nyarinya, tuh di Sea of Lifemenu atas...
Serie ini belum selesai sebenarnya, karena Serial pamungkasnya, Selingan Semusim 5 sedang dalam tahap finishing. Tapi aq belum nemu ending yang cocok nih....
So, sobats, silahkan baca yang empat ini dulu deh...
will post ASAP when it done, ok?

salam,

alaika



Read More
/ /
Gak terasa hari ini udah Jumat lagi...., senang banget. And I am sure that you all are also feel the same kan? Besok udah week end. Asyiknya...Iseng-iseng ngeliat kalendar hoping a 'hari libur kejepit' there. Yaaaa ternyata ga ada. Warna angka angkanya normal banget. Hanya empat angka yang berwarna merah dan jatuhnya ya itu.... MINGGU. He..he,

Hm.... enaknya bahas apa ya malam ini?
oya..... tentang penipuan via SABUN BERHADIAH KIJANG INNOVA.....,
pembantuku yang baik sudah dua hari ini kegirangan. Perkaranya, dua hari yang lalu itu dia membeli sebuah sabun (disebutin ga ya merknya? takut ah, ntar dipenjara, dijerat pasal pencemaran nama baik, ga usah disebutin aja ya merk sabunnya...).
Singkat cerita,antara girang, cemas, dan penasaran doi bercerita padaku bahwa sebuah kupon yang terselip di dalam bungkus sabun yang dibelinya itu, menyatakan bahwa dirinya memenangkan sebuah kijang innova. Nama kontak yang harus dihubungi tertera dikupon tersebut, lengkap dengan nomor telp dan alamat kantornya.
Kamu yakin selengkap itu detailnya? tanyaku waktu itu seraya minta diperlihatkan kupon itu. Tapi ternyata kupon itu sedang dipinjam oleh temannya untuk dicocokkan dengan kupon yang ternyata juga diperoleh oleh temannya itu. Dia mengangguk yakin. Wajahnya sumringah, senang dan penuh harap. Tapi aku sungguh cemas. Masak sih seroyal itu si produsen. beberapa kijang innova dilepas sekaligus gitu...?
"Kamu udah hubungi nomor telp itu belum?"
"udah, tapi yang jawab cewek. Katanya malah, jangan percaya bu, itu tipuan. ga ada itu. bohong.!"
Nah lho. Itu masuk akal....
Tapi si pembantuku yang lugu dan penuh harap, ga yakin bahwa itu adalah penipuan...
Masak sih itu penipuan, kan nama dan alamatnya itu lengkap gitu kok...
"Iya, tapi kan begitu ditelp, dia sendiri bilang itu bohong kan? Udah lah Minah, jangan percaya itu, ntar kamu disuruh transfer uang muka, pajak, atau macam-macam lainnya, jangan percaya deh."
Wajah lugu itu bingung. "Jadi itu bohong?"
"Gini aja, besok coba aku lihat kupon itu, dan juga coba kamu besok tanya sama teman kamu itu, tindakan apa aja yang udah dilakukan temanmu itu menyangkut hal hadiah kijang innova itu. Apa dia juga udh hubungi nomor telp itu apa belum? terus disuruh apa? Tapi ingat, kamu jangan sekali-sekali mau mentransfer uangmu, apapun alasannya. Untuk bayar pajak kah? Uang muka, atau apapun. OK?"
Pemilik wajah lugu itu mengangguk. Ok, sekarang waktunya tidur, ayo temani Dila tidur sana. Pintaku agar dia menemani putriku tidur. Sementara aku akan browsing info tentang ini.
Dan benar saja, banyak sekali artikel berkenaan dengan penipuan bermoduskan hadiah kijang innova ini. Tapi berhubung artikel2 itu menunjuk/menyebut langsung nama produsennya, aq ga berani tulis disini ah, takuuuuuuuuut, kita ini kan orang kecil, ntar kalo dipenjara siapa yang ngeluarin......, he..he.
Takuuuut....

Tapi untuk Minah, aq sudah print artikel-artikel itu agar besok pagi dia bisa baca sendiri, bahwa semua kabar gembira (Hadiah kijang innova itu ga bener).

Well sobats, mudah2an tidak hanya untuk Minah, tapi bagi kita semua, agar berhati-hati terhadap pemberitaan/pengumuman/pemberitahuan apapun yang nyerempet ke hal-hal seperti ini. Jangan terkecoh, agar rupiah kita tidak melayang ke kantong-kantong para pemalas, yang kerjanya hanya memanfaatkan keluguan/kesilapan dan memperdaya.
Mari tingkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati, karena cari duit itu kan ga gampang. Bener ga sob?

Thats all for tonight, selamat berhari libur. Have a nice week end. Horeee, besok libur....

Salam,

Alaika


Read More
/ /
Hi all, selamat sore smuanya....
Baru aja aq dan teman-teman berkunjung melihat salah seorang kolega yang sedang terbaring lemah karena baru saja menjalani operasi usus buntu. Emang jelas, usus buntu bukanlah barang baru di dunia persilatan, eh salah, di dunia per-penyakit-an. :-), tapi yang ingin aq ceritakan adalah tentang penyakit yang tiba-tiba saja terdeteksi pada dirinya dan membuatnya tak sempat pulang karena harus segera menjalani operasi itu, sementara selama ini dirinya didiagnosis menderita infeksi rahim. Nah lho???
Bingung kan?
Iya, awalnya, beberapa bulan yang lalu, kolega satu ini didiagnosis mengalami infeksi di bagian leher rahimnya. Hingga rutinlah dia menjalani perobatan. Namun penyakit ini tak juga kunjung sembuh. Hingga suatu hari, karena rasa sakit yang tak tertahankan, beralih dokter lah dia. Ke salah satu rumah sakit lainnya yang lebih punya nama? entahlah.
Dan?
Hari itu juga dia diminta untuk segera menjalani operasi usus buntu, karena si usus buntu tadi sudah ga bisa ditolerir lagi untuk tetap mendekam perutnya. Akhirnya jadilah dia menjalani pengangkatan benda yang telah mendampinginya sekian lama itu.
Tapi yang menjadi pokok persoalannya adalah, kok bisa ya terdeteksinya baru sekarang? setelah ternyata tak bisa ditolerir lagi? yang artinya udah cukup parahkan?
Nah, coba kalo yang terdeteksi adalah kebalikannya? infeksi rahimnya terdeteksi belakangan, dan harus segera diangkat, he..he, I mean salah diagnosa, apa jadinya?

Wanita....wanita, rentan sekali kita ini terhadap penyakit ya?

Ngomong-ngomong soal penyakit, I just posted an article related to PAP-SMEAR, suatu jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kesehatan reproduksi wanita, yang notebene nya juga sangat rentan terhadap penyakit. Ga ada salahnya lho untuk berkunjung ke Healthy-Life..., klik aja tuh, menu yang di atas: Healthy-Life.

Well sobats, dah sore nih, pulang dulu ah.
Wassalam,

Alaika


Read More
/ /
Hi all, Selamat pagi semuanya,
mudah-mudahan in an excellent health semuanya yach? Hm..., kantor masih sepi nih, mending sambil sarapan (yang gampang2 aja sarapannya, baca: sereal), bikin postingan dulu ah...
(Hari ini hatiku sedang gimana ya? hm...antara berbunga-bunga, cemas, dan exciting gitu. Yach, campur aduk adalah kata yang cukup mewakili suasana ini. Why?... I don't know.
Masalah kerjaan? iya juga sih. ada beberapa peluang yang terbuka, yang mestinya harus diakses dan dicoba raih. Tapi ga enak juga kalo harus resign padahal kontrak baru aja ditandatangani. Tapi peluang di luar itu juga begitu menjanjikan...., ah, biarkan dulu aja deh.
Terus tentang demam beasiswa ADS..
Australian Development Scholarship yang akan segera dibuka. Hm... tahun ini harus bener2 serius nih ngurus berkas2nya. Tapi gimana? harus ikut test toefl lagi donk. yang tahun lalu kan udh ga berlaku... padahal udah lumayan tuh dapat 540.
wah, bener nih, harus mulai serius ngurus nya, jangan hanya berangan doank. Tahun lalu semua urusan berkas udah beres, eh malah telat balik ke tempat gara2 tugas ke daerah. Jadinya batal deh. Kali ini harus berhasil. Setidaknya submissionnya gitu lho. he..he.

Well sobat, my bos udah nongol tuh. So I have to be ready for work nih.
So, see you soon yach. Have a great day!



Read More
/ /
Hm...., let me think first how my feeling is....
Yeah... its a kind like exciting...., he eh, bener... senang banget rasanya bisa nulis..., tapi karena masih sangat pemula, dengan blog induk yang berisi 4 blog sekaligus bikin kewalahan juga sih bikin postingannya...Ya jelas donk, wonk yang punya masih anak bawang banget.... he..he. Tapi jangan dituduh rakus donk sobat...
Well, I am sure that I will be able to handle it by the passing time. Mudah-mudahan akan segera bisa ke handle.
Ide untuk alih profesi sungguh sangat menggelitik hatiku. Siapa sih yang ga ingin bisa mengatur dan mengelola keuangannya cukup dari rumah saja. Dapat mengatur waktu dengan flexible dan tidak terikat pada atasan? idenya adalah ingin menjadi bos untuk diri sendiri, dan bekerja di bidang yang sesuai dengan minat. Bayangin, sopo sih yang ga ingin seperti itu. I juga donk...

Nah, iseng-iseng, aq ke oom google, searching for business online, internet marketing, dan hasilnya?
Wow.... amazing.
Banyak banget site yang melambai-lambai, memanggil-manggil agar aq segera mendekat dan tenggelam dalam tipu daya internet marketing. Tersesat dan terkuras rupiah demi rupiah hingga kanker (kantong jadi kering) kritis.

Tapi ga semua gitu kok. Beneran. Browsing aja. Banyak juga yang berhasil kok.
Ketertarikanku selanjutnya adalah pada how nice blogging is. Kayaknya menarik banget, melihat blog para senior blogger, yang keren abis. Baik template maupun isinya. Wah, could I also have blogs like those?
Harus bisa donk.

So, why don't I try? Ya udah deh, aq coba, walau jelas.... template standard sih ada. Tapi kita kan maunya yang keren, dan elegan. Dengan tampilan postingan yang apik. Artinya, harus bisa memodifikasinya donk? Jadi deh, aq belajar dan belajar online. dari para suhu yang rela berbagi ilmu mereka. Freely lho.

Aq sadar kok, my blogs are far from enough. Far from good. Jauh banget dari sempurna. Tapi aq akan berusaha menyempurnakannya dengan terus belajar dan keep writing and posting.

Sekian dulu ya.
salam hangat,

alaika


Read More
/ /
It's Me!




Klik here to read the English version.
Halo, Sobats maya!          

Mudah-mudahan masih kenal aku, yaaa. :) Alaika Abdullah, nama penaku dan familiarnya dipanggil dengan panggilan Al atau Mba Al. Memiliki hobby menulis yang sudah mendarah daging, membuatku begitu bahagia ketika July 2009 lalu berkenalan dengan diary digital alias blog! Ibarat menemukan harta karun, aku pun kemaruk menulis di blog dan tak tanggung-tanggung, menciptakan 6 buah blog sekaligus pada saat perkenalan pertama, dan berangsur menjadi kewalahan mengurus ke enam blogku itu, karena ke-newbie-an ku dan awamnya aku akan ilmu blogging management and template utak atik. Hehe.

Terbentuk sebagai orang yang teramat dinamis, aktif dan suka akan petualangan. Itu pula yang membuat aku langsung terpanggil untuk mengabdi ketika pada akhir tahun 2004 yang lalu, gempa dasyat dan gelombang raksasa tsunami menerjang Aceh dan meluluh lantakkan tanah kelahiran tercinta itu. Peralihan profesi tak terelakkan dari seorang quality engineer menjadi pekerja kemanusiaan dengan bergabung pada salah satu International Medical NGO asal Portland, Amerika, yang bantu Aceh kala itu. Kebahagiaan demi kebahagiaan hadir mengisi relung hati, di kala satu demi satu project kemanusiaan terlaksana dengan baik, plus kegiatan blogging yang terus berlanjut seiring waktu dan rutinitas harian yang begitu menyita waktu.

Bergabung dengan International NGO, mulai dari Medical Team International, BRR NAD – Nias, Handicap International hingga United Nation Development Program [UNDP] adalah kebahagiaan tersendiri yang memperkaya pengalaman dan mendongkrak wawasanku akan sisi pekerjaan kemanusiaan [humanity sector services]. Alhamdulillah, atas semua kesempatan yang satu persatu Allah berikan. Termasuk kesempatan  untuk bergabung dengan Kedutaan Besar Republik Turki di Jakarta, di mana kemudian menjadi lahanku bekerja.

Blogging, Coaching, Sharing and Community

Blogging, bagiku adalah sebuah bentuk terapi jiwa. A self healing method yang sangat ampuh dalam meredakan jiwa yang lelah. Menyejukkan hati yang sedang galau resah, dan menenangkan pikiran yang tadinya berkecamuk. Yup, menuliskan apa yang ada di pikiran ke dalam bentuk tulisan, pada umumnya akan memberi gambaran yang jelas bagi hati dan akal untuk melihat dengan jelas permasalahan, sehingga akan dapat kiranya akal merencanakan solusi yang tepat. Itu salah satu alasan mengapa aku suka sekali menulis, apa pun. :)

Writing is a self-healing! Berbekal keyakinan dan komitmen untuk menulis ini pula, mengantarkanku menjadi seorang Srikandi Blogger 2013 versi ACER Indonesia dan Kumpulan Emak Blogger, yang diselenggarakan pada tahun 2013 lalu. Serta berkesempatan menjuarai beberapa lomba menulis di blog [blog competition], diundang menjadi juri serta beberapa award lainnya, sungguh menjadi penyemangat langkahku untuk semakin serius blogging.

Alhamdulillah, blogging with heart, juga menjadikan tulisan-tulisanku menarik minat agency atau brand untuk turut serta mempromosikan produk-produk mereka di beberapa blog yang aku kelola. Dan itu artinya? Perlahan tapi pasti, impianku untuk membuka jalan menuju working at home woman, terbuka lebar. Yeayy!!

Yup, blogging membuka kesempatan bagiku untuk menerima jalinan kerjasama dengan beberapa agency atau brand ternama, serta membuka kesempatan bagiku untuk berani membimbing [coaching] para blogger pemula, yang biasanya ibu-ibu atau remaja yang ingin ngeblog, serta sharing [dengan menjadi narasumber] di beberapa acara motivasi dan kepenulisan. Alhamdulillah.

Tak hanya itu, sebagai orang yang sangat dinamis, aku suka banget berkomunitas dan mendapatkan kepercayaan pula untuk mengelola atau menjadi pengurus di beberapa komunitas yang aku ikuti. Salah satunya menjadi Community Manager pada PT. Perempuan Digital Indonesia yang menaungi Blogger Perempuan Network, dan dipercaya menjadi Ketua Komunitas Blogger Perempeuan Network.

Alhamdulillah. Again, nikmat mana lagi yang ingin ku-dustakan? TIDAK ADA. Hehe, aku mensyukuri semuanya. Alhamdulillah, ya Allah. Blogging is not only a self-healing, tapi juga menjadi pintu kesempatan bagiku untuk terhubung dengan banyak sahabat di seantero dunia, terbuka jalan rezeki dan bertambahnya ilmu pengetahuan.


Saleum,

Alaika
alaikaabdul@gmail.com
Read More